• Tidak ada hasil yang ditemukan

LIKOPEN DALAM TOMAT SEBAGAI ANTIINFLAMASI DAN ANTINEFROTOKSISITAS PADA TIKUS PUTIH TERPAPAR KADMIUM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LIKOPEN DALAM TOMAT SEBAGAI ANTIINFLAMASI DAN ANTINEFROTOKSISITAS PADA TIKUS PUTIH TERPAPAR KADMIUM"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Tema 3: Pangan, Gizi dan Kesehatan

LIKOPEN DALAM TOMAT SEBAGAI ANTIINFLAMASI

DAN ANTINEFROTOKSISITAS PADA TIKUS PUTIH

TERPAPAR KADMIUM

Oleh

Hernayanti

1

, Slamet Santoso

1

, Alfi Muntafiah

2

,

1

Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman

2

Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman

Email: [email protected]

ABSTRAK

Logam berat kadmium banyak digunakan dalam industri antara lain elektroplating dan keramik. Paparan kadmium lewat oral dan inhalasi, setelah masuk tubuh akan berikatan dengan metalotionin. Ikatan Cd dengan metionin dapat meningkatkan senyawa radikal bebas dalam tubuh terutama di ginjal, sehingga dapat menimbulkan gangguan fungsi ginjal, yang ditandai dengan peningkatan kadar MDA dan penurunan aktivitas SOD pada ginjal. Keracunan Cd biasanya diatasi dengan pemberian British Antelewisite (BAL). Pemberian BAL dapat menyebabkanefek samping hipertensi, sehingga dicari alternatif yang aman menggunakan buah tomat. Buah tomat mengandung likopen yang potensial sebagai antioksidan. Tujuan penelitian adalah untuk (1) mengetahui potensi likopen dalam tomat sebagai renoprotektif terhadap paparan Cd (2) mendapatkan dosis efektif likopen sebagai renoprotektif terhadap paparan Cd. Sebanyak 24 ekor tikus Wistar digunakan dalam penelitian ini. Tikus dibagi 6 kelompok, 4 ekor per kelompok.Kelompok I sebagai kontrol negatif, Kelompok II diberi CdSO4 per oral dengan dosis 5,6

mg/kgBB, sebagai kontrol positif. Kelompok III, IV dan V diberi CdSO4 dosis 5,6 mg/kgBB serta

ekstrak tomat dengan dosis 0,36 mg/kgBB/hari, 0,72 mg/kgBB/hari dan 1,08mg/kgBB/hari. Kelompok VI diberi CdSO4 dan BAL dengan dosis 0,3 mg/kgBB/hari sebagai pembanding. Ekstrak tomat dan BAL diberikan selama 14 hari setelah tikus dipapar CdSO4selama7 hari.

Parameter yang diamati adalah kadar MDA dan aktivitas SOD ginjal. Pengambilan ginjal dan pengukuran parameter dilakukan pada hari ke 0 dan hari ke-22. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji Anova dan dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui letak perbedaan masing-masing perlakuan. Hasil penelitianmenunjukkan semua perlakuan ekstrak tomatdan BAL dapat menurunkan kadar MDAdan meningkatkan aktivitas SOD gnjal. Dosis ekstrak tomat1,08 mg/kgBB paling efektif dalam menurunkan kadar MDA dan meningkatkan aktivitas SOD ginjal. Kesimpulan likopen dalam ekstrak tomatdapatberfungsi sebagai renoprotektif pada tikus putih terpapar Cd.

Kata kunci :likopen, kadmium, metalotionin, MDA,SOD.

ABSTRACT

(2)

know the potency of lycopene in tomato as reno protective agent to Cd (2) to get the effective dose of lycopene asrenoprotective to Cd.Twenty 24 Wistar rats were used in this study. Rats are divided into 6 groups, 4 heads per group. Group I as a negative control, Group II was given CdSO4 orally at

a dose of 0,56 mg / kgBW, as a positive control. Group III, IV and V were given CdSO4 doses of 5.6 mg / kgBW and tomato extract at a dose of 0.36 mg / kgBW / day, 0.72 mg / kgBW / day and 1.08mg / kgBW / day. Group VI was given CdSO4and BALwas exposed at a dose of 0.3 mg / kg /

day as a comparison. Tomato extract and BAL administered for 14 days, after mouse was exposed to CdSO4 for 7 days. The parameters observed were super oxide dismutase (SOD) activity and

mallondialdehyde (MDA) level of kidney. Observations were made on day 0 and day 22.The data of the research were analyzed by Anova and continued by Duncan test to know the difference location of each treatment. The results showed that all treatments of tomato extract and BAL could reduce the levels ofMDA andincrease SOD activity. The effective treatment in decreasingMDA and increasing SOD is tomato extract dose 1.08 mg / kgBB. The conclusion of this research lycopene in tomato extract can use as renoprotective for Cd on white rat exposed to Cd.

Key words :Lycopene,Cadmium, metalotionein, MDA, SOD

PENDAHULUAN

Kadmium (Cd) merupakan logam berat yang bersifat toksik bagi manusia. Sumber paparan

Cd antara lain berasal dari kegiatan industri keramik,elektroplating, batu baterai, cat dan asap

rokok. Kadmium juga dapat ditemukan dalam makanan yang berasal dari daerah pertanian yang

tercemar Cd seperti pemakaian pestisida, pupuk dan cat serta makanan yang berasal dari laut yang

terkontaminasi Cd (Darmono, 2001., Palar, 2008).

Kadmium yang masuk tubuh akan berikatan dengan protein bermolekul rendah yang disebut

metalotionin. Ikatan Cd dengan metalotionin bersifat stabil dan dapat memicu peningkatan radikal

bebas dalam hatidan ginjal, serta proses reaksi berantai peroksidasi lipid yang dapat merusak organ

hati dan ginjal. Kadmium bersifat nefrotoksik atau merupakan racun bagi ginjal (Acien, 2009.,

Bernhoft, 2010., Caciariet al., 2013).

Ginjal sangat rentan terhadap paparan senyawa toksik seperti Cd karena aliran darah dari

jantung ke ginjal sangat tinggi (25% dari cardiac output). Hal ini sangat menunjang pengiriman zat

toksik ke ginjal dalam kuantitas yang besar. Kedua ginjal mereabsobsi garam, air dan substansi

lainnya dari filtrat, sehingga zat toksik tidak terabsorbsi akan terkonsentrasi tinggi pada filtrat. Pada

akhirnya jika zat toksik diabsorbsi, kemungkinan akan terkumpul dengan kuantitas yang tinggi di

dalam tubulus sel ginjal.Semua bagian nefron secara potensial dapat dirusak oleh efek zat toksik.

Efek zat toksik beragam mulai dari suatu perubahan biokimia, penurunan fungsi ginjal atau

sampai kematian sel dan gagal ginjal total (Lu., 1995., Camila et al., 2013).

Efek paparan Cd pada hewan coba dilaporkan oleh beberapa peneliti. Paparan akut CdCl2

dosis tunggal sebesar LD50 pada tikus jantan galur Wistar selama 24 dan 72 jam, menyebabkan

peningkatan radikal bebas dalam tubuh terutama reaktif oksigen spesies, diikuti penurunan plasma

antioksidan yaitu vitamin C,vitamin E dan vitamin A, sampai 60% dibandingkan tikus normal

(3)

Pengobatan keracunan Cd dengan senyawa kelat seperti dimerkaprol, EDTA dan DPTA

(Dietilentriamin Pentaacetic Acid), tidak dianjurkan terutama untuk keracunan kronis, karena tidak

bisa melepaskan ikatan Cd dengan metalotionin. Pengobatan dengan senyawa kelat meskipun

dapat meningkatkan ekskresi Cd melalui ginjal, tetapi hal tersebut juga dapat toksik terhadap

ginjal. Ikatan komplek Cd dengan kelasi, dapat menyebabkan reaksi disosiasi ginjal pada waktu

terjadi pelepasan Cd lewat urin (Darmono, 2001., Widowati,dkk, 2008., Satarug and Garret, 2010).

Untuk mengurangi toksisitas Cd dianjurkan menggunakan suplemen makanan yang

mengandung Zn, Ca dan Selenium (Se) tinggi, vitamin C dan vitamin E, karena mampu

mengurangi absobsi Cd dan meningkatkan eliminasi Cd dari tubuh. Antioksidan pada buah tomat

mengandung ß karoten, diharapkan dapat mengurangi absorbsi dan meningkatkan eliminasi Cd dari

tubuh (Messner and Benhard, 2010).

Likopen dapat berfungsi sebagai peredam radikal bebas, reaktif oksigen spesies (ROS)

seperti anion superoksida, radikal hidroksil dan mencegah terjadinya peroksidasi lipid serta

melindungi membran sel dari serangan radikal bebas yang berasal dari NO2.Aktivitas biologis

likopen dalam melindungi sel dari kerusakan oksidatif akibat serangan radikal bebas yaitu dengan

menstimulasi kerja antioksidan enzimatis dalam tubuh seperti Super Oksida Dismutase (SOD),

Glutation Peroksidase (GPx) dan Katalase. Likopen juga dapat mencegah resiko terjadinya kanker

prostat pada manusia dan dapat menurunkan kadar Prostat Spesific Antigen (PSA) (Ahuja et

al.,2003., Agarwal et al., 2009., Wei and Giovannucci, 2012).

Agarwal et al., 2009 meneliti efek suplementasi likopen pada wanita hamil yang mengalami

hipertensi. Likopen dapat menurunkan kadar MDA 40 % dan meningkatkan aktivitas GPx 34 %.

Penelitian pada wanita yang diberi suplemen buah tomat sebanyak 25 gram, berisi 7 mg likopen

dan 0,3 mg beta karoten selama 14 hari ternyata dapat melindungi limfosit darah dan limfosit DNA

dari kerusakan oksidatif akibat radikal NO2 (ONOO-). Likopen dapat mencegah kanker prostat,

kaker payudara dan endometrium (Giovannuci et al; 2002; Hadley et al, 2002 ., Novotny, 2005.,

Elumalai et al., 2013).

Pemberian jus tomat dengan dosis sebesar 330 ml/hari pada 23 orang pria selama 2 minggu

dapat meningkatkan aktivitas SOD eritrosit dari 816 µ/g Hb menjadi 916 µg/ Hb. Suplemen

(Jaques et al., 2014). Penelitian antioksidan alami sebagai kelator logam berat dilakukan oleh

Morales et al., 2006 dan Wang et al., 2012, dengan menggunakan quersetin yang diujikan pada

tikus putih dipapar Cd. Pemberian quersetin dapat meningkatkan aktivitas plasma antioksidan

superoksida dismutase (SOD), glutation peroksidase (GPx) dan NaK-ATP ase serta perbaikan sel

tubulus proksimalis pada ginjal tikus putih yang rusak. Hernayanti, et al., 2012, pemberian catechin

dalam teh hijau dengan dosis 1,5 g/kgBB pada tikus putih dipapar Pb asetat, dapat menurunkan

kadar Pb, matrik metaloproteinase-9 (MMP-9), ureum dan kreatinin darah dan hasil pengamatan

(4)

Kemampuan likopen dalam ekstrak tomat sebagai renoprotektif ginjal belum pernah diteliti,

untuk itu dilakukan penelitian ini menggunakan tikus putih dipapar Cd.

METODE PENELITIAN

Materi penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah tikus putih jantan galur Wistar, umur 2-3

bulan dengan berat badan 200-220 gram, diperoleh dari LPPT IV UGM. Tomat yang dipakai

adalah jenis Golden tomat (Golden Jubille) yang diperoleh dari Kutabawa Purbalingga.Bahan

penelitian yang digunakan adalah pakan tikus AD II, CdSO4, kit SOD Randox dan MDA kit.

Prosedur Penelitian

Tikus diaklimatisasi sel;ama 7 hari dalam kandang stainless steel berukuran 23x13x16 cm,

supaya hewan uji dapat beradaptasi dengan kondisi laboratorium. Selanjutnya ke dalam 7 buah

kandang, masing-masing diberi 4 ekor tikus putih yang setiap harinya diberi pakan berupa pelet

AD II dan pemberian minum ad libitum. Setelah diaklimatisasi, tikus kelompok perlakuan dipapar

CdSO4 per oral dengan dosis 5,6 mg/BB/hari selama 7 hari. Pada hari ke 8 sampai hari ke 22, tikus

kelompok perlakuan diberi ekstrak tomat dengan dosis 0,36 mg/kgBB (K3), dosis 0,72 mg/kgBB

(K4), dosis 1,08 mg/kg/BB (K5) dan diberi BAL dosis 0,5 mg/BB (K6). Tikus kontrol negatif (K1)

tidak diberi CdSO4 maupun ekstrak tomat, sedangkan tikus kontrol positif (K2) hanya diberi

CdSO4 sampai akhir perlakuan hari ke-22.Penentuan dosis pada tikus berdasarkan dosis likopen

pada manusia yaitu sebesar 30 mg/hari. Konversi dosis dari manusia ke tikus yaitu 0,018 x dosis

likopen untuk manusia. Dosis 0,36 mg/kgBB setara dengan dosis likopen 15 mg/kgBB, dosis 0,72

mg/kgBB setara dengan dosis 30 mg/kgBB dandosis 1,08 mg/kgBB setara dengan 45 mg/kgBB,

pada manusia.

Ekstrak tomat dibuat dengan metode Maserasi (Devaraj., et al, 2008). Untuk mendapatkan

ekstrak tomat 100 g dibutuhkan 1 kg tomat segar. Maserasi menggunakan etanol 96% dan

dilakukan 3x24 jam. Hasil maserat hari pertama sampai ke-3 dijadikan satu dan dimasukkan alat

vaccum rotary evaporator pada suhu 700C. Hasil maserat berupa ekstrak kental ditimbang sesuai

dengan dosis yang akan diberikan pada tikus.

Pengambilan organ ginjal dilakukan dengan cara tikus dibius dengan chloroform kemudian

dibedah dan diambil ginjalnya. Ginjal ditimbang seberat 1 g, dihaluskan dengan mortar dan

dimasukkan ke dalam larutan Phosphat Buffer Saline (PBS) 10 mL (perbandingan 1:10) dan

dihomogenkan. Kemudian disentrifuse dengan kecepatan 6000 rpm. Supernatan yaitu bagian yang

jernih dipisahkan untuk diukur kadar MDA dan SOD.

Kadar MDA diperiksa dengan Metode TBARSC 18 (thiobarbituric acid reactive

substances), Wuryastuti, 2000. Absorbansi diukur dengan spektrofotometer pada panjang

(5)

Pemeriksaan aktivitas SOD (RandoxLaboratories, 2009). Standar yang digunakan larutan

SOD Randox. Absorbansi standar dan sampel dibaca pada spektrofotometer dengan panjang

gelombang 540 nm

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Kadar MDA ginjal tikus putih

Hasil pengukuran MDA tikus putih dapat dilihat pada grafik 1.

Grafik 1. Rerata kadar MDA pada tikus kelompok kontrol dan perlakuan

Rerata kadar MDA tikus kontrol negatif (K1) paling rendah dibandingkan semua

kelompok perlakuan dan kadar MDA tertinggi dijumpai pada kelompok kontrol positif yang

dipapar CdSO4. Peningkatan kadar MDA pada tikus kontrol positif setelah dipapar Cd selama 21

hari, disebabkan karena ikatan Cd+Mt yang masuk ke dalam tubulus proksimalis ginjal,

meningkatkan jumlah radikal bebas di dalam tubuh. Peningkatan radikal bebas akan memicu

terjadinya peroksidasi lipid yang dapat menyebabkan kerusakan pada organ ginjal. Malondialdehid

merupakan hasil akhir peroksidasi lipid dan menggambarkan banyaknya radikal bebas dalam

tubuh(Carmignani, 1999., Berhoft,2013). Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Acien et

al,2009 dan Camila et al, 2013, yang menggunakan CdCl2 untuk dipaparkan pada mencit. Senyawa

CdCl2 yang diberikan pada air minum mencit dengan dosis 00,1 mg/L selama 4 minggu,

menyebabkan stres oksidatif yang ditandai dengan peningkatan malondialdehid, penurunan

aktivitas SOD dan katalase (Acien et al., 2009.,Camila, et al., 2013).

Tikus kelompok perlakuan (K3, K4 dan K5) setelah dipapar CdSO4 selama 7 hari dan

diberi ekstrak tomat yang mengandung likopen selama 14 hari,memilik ikadar MDA lebih rendah

dibandingkan tikus kontrol positif yang dipapar CdSO4 selama 21 hari. Hal ini disebabkan karena

likopen pada ekstrak tomat mendonorkan elektron H+ kepada radikal bebas seperti anion 0.80

3.20

1.60

1.30

1.00 1.20

0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 3.00 3.50 4.00

K1 K2 K3 K4 K5 K6

Ko

ns

entra

si

MDA

(6)

superoksida (O2-) dan OH-, sehingga menjadi netral sehingga kadar MDA pada kelompok

perlakuan lebihrendah dan mendekati nilai MDA kelompok kontrol negative dan perlakuan dengan

BAL. Perlakuan ekstrak tomat dosis 1.08 mg/kgBB, memiliki kadar MDA paling

rendahdibandingkan kelompok lain.Penelitian pada wanita yang diberi suplemen buah tomat

sebanyak 25 gram, berisi 7 mg likopen dan 0,3 mg beta karoten selama 14 hari, dapat melindungi

limfosit darah dan limfosit DNA dari kerusakan oksidatif akibat radikal bebas

peroksinitrit(ONOO-) (Giovannuciet al, 2002 ., Novotny et al, 2005, Elumalay, et al., 2013).

2. Kadar Superoksida Dismutase (SOD)

Hasil pengukuran kadar SOD pada tikus kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dapat

dilihat pada Grafik 2.

Grafik 2. Kadar SOD tikus putih kelompok kontrol dan perlakuan

Rerata kadar SOD tikus kontrol negatif (K1) paling tinggi dibandingkan semua kelompok

perlakuan dan kadar SOD terendah dijumpai pada kelompok kontrol positif yang dipapar CdSO4.

Ikatan Cd dengan metalotionin menyebabkan peningkatan radikal bebas dalam tubuh terutama

dalam bentuk anion superoksida (O2

-). Fungsi SOD adalah untuk meredam O2- dengan

memberikan donor H+. Reaksinya adalah sebagai berikut O2- + O2 -

+ H+ diubah menjadi H2O2.

Selanjutnya enzim katalase akan mengubah H2O2 menjadi H2O+O2. Keberadaan Cd dan

metalotionin menyebabkan penurunan kadar SOD (Whittaker et al.,2011.,Patra et al., 2011).

Setelah tikus kelompok perlakuan (K3, K4 dan K5) dipapar CdSO4 selama 7 hari dan

diberi ekstrak tomat yang mengandung likopen selama 14 hari, memiliki kadar SOD lebih tinggi

dibandingkan tikus kontrol positif yang hanya dipapar CdSO4 selama 21 hari . Hal ini disebabkan

karena likopen pada ekstrak tomat mendonorkan elektron H+ kepada radikal bebas anion

superoksida (O2

-),sehingga menjadi netral serta menyebabkan peningkatan aktivitas SOD (Morales

et al., 2006., Kim et al., 2014., Sinha and Dua, 2015). Buah tomat juga mengandung mineral Cu

dan Zn. Kedua mineral ini merupakan penyusun SOD,sehingga pemberian ekstrak buah tomat

(7)

dimerkaprol (Hazewindus et al., 2012). Perlakuan dosis 1,08 mg/kgBB paling efektif dalam

meningkatkan kadar SOD.

KESIMPULAN

Likopen dalam ekstrak tomat semua dosis dapat menurunkan kadar MDA dan

meningkatkan kadar SOD tikus putih yang dipapar CdSO

4

. Perlakuan ekstrak tomat dosis

1,08 mg/kgBB paling tinggi dalam menurunkan kadar MDA dan meningkatkan kadar

SOD. Likopen dapat berfungsi sebagai renoprotektif terhadap paparan kadmium.

UCAPAN TERIMA KASIH

Dalam kesempatan ini diucapkan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan

Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman atas bantuan dana

Penelitian Riset Institusional Tahun Anggaran 2017, sehingga penelitian ini dapat

diselesaikan.

DAFTAR PUSTAKA

Acien, N., A.M.T Plaza ., E. Guallar., P. Muntner and E. Sibergeld, 2009. Blood cadmium and lead and chronic kidney diseases in US adult : A Joint analysis. American Journal of

Epidemiology. 170 (9) : 1156-1164.

Agarwal S and Rao A.V, 2000.Tomato lycopene and its role in human health and chronic diseases.Journal of Canadian Medical Association. 6:163.

Ahuja, K.D.K., E.L. Ashton, M.J. Ball. 2003. Effects of high monounsatured fat, tomato-rich diet on serum levels of lycopene. European Journal of Clinical Nutrition 57: 832-841.

Bernhoft, R.A, 2013. Cadmium toxicity and treatment.The Scientific World Journal

13: 1-7.

Caciari, T., A. Sancini., M. Fioravanti., A. Cappozella., T. Casaleet al, 2013. Cadmium and hypertensions in exposed workers : A Meta-analysis. Int J Occup Med Environ Health 26 (3) : 440-456.

Camila, C. Almenara. Gilson, B. Broseghini, F. Marcus, V. Vescovi et al. 2013. Chronic Cadmium Treatment Promotes Oxidative Stress and Endothelial Damage in Isolated Rat Aorta.Plos One. Vol 8.

Devaraj, S., S. Mathur and A. Basu, 2008. Study on the effect of purified lycopene supplementation on biomarker of oxidative stess. Journal of The American College of Nutrition 27(2) : 267-272.

Elumalai, 2013. Lycopene role in cancer prevention. Int. J. Pharm Bio. Sci. 4(3) : 371-378.

(8)

Hadley, C., W. Muller., E.C. Schwarts., S.J Clinton, S K. 2002. Tomatoes, lycopene and prostate cancer : progress and promise. Exp. Biol. Med. (Maywood).

Hazewindus,M., G.M.Haenen, M.M. Westler and A.Bast, 2012. The anti-inflammatory effectof

lycopene complements the antioxidant action of ascorbic and α-toxoferol. Food Chemistry. Elseiver.

Hernayanti, A.H. Sadewa., B. Hariono, 2012. Efek ekstrak teh hijau terhadap kadar nitrit oksida (NO), Malondialdehid (MDA) dan Glutation peroksidase pada tikus putih terpapar Pb.

Biota17 (1) : 8-14.

Hijova, E., F. Nistiar and M. Kuchta, 2004. Influence of acute cadmium exposure on plasma antioxidant parameters in rats. Bulletin of the Veterinary Reseach Institute Pulawy. 48 (2) : 155-157.

Jacques, P.F., A. Lyass., J.M. Massaro., R.S. Vasan and R.B. D, Agostino, 2013. Relationship of lycopene in take and consumtion of tomato product to incident CVD.British Journal Nutrition.110 : 545-551.

Kim, C.H., Park, M.K.., Kim, S.K and Cho,Y.H, 2014. Antioxidant capacity and anti-inflammatory activity of lycopene in water melon. International Journal of Food Science and Technology

49 : 2083-2091.

Lu, F.C. 1995. Toksikologi dasar azas, organ sasaran dan penilaian resiko. Edisi ke 2, Penerbit UI, Jakarta.

Messner, B and D. Bernhard 2010.Cadmium and Cardiovascular disease : cell biology, pathophysiology and epidemiological relevance. Biometals 23 (5): 811-822.

Novotny, Y.A. 2005. What can pharmacokinetic model tell us about the diposition of lycopene and the potential role of lycopene in cancer prevention? The Journal of Nutrition. 135 (8) : 2048-2049.

Palar, H, 2008. Pencemaran dan toksikologi logam berat. P.T Rineka Cipta, Jakarta.

Patra,, R.C., A. K. Rautray, and D. Swarup, 2011, Oxidative stressin lead and cadmium toxicity and its amelioration VeterinaryMedicine International, vol. 2011, Article ID 457327, 201

Satarug, S and S.H. Garret, 2010. Cadmium, environmental, exposure and health outcome. Environ

.Health Perspect 118 (2) : 182-190.

Sinha, N and D. Dua, 2015. Lycopene : Most potent antioxidant with endless benefits.Int J Pharm BioSci

6(3) : B 838-846.

Wang, Y., Y. Pan., Y. Hong., Q.Y. Zhang., X.N. Wang and C.D. Kong. Quercetin protects agains Cadmium-induced renal urin transport system alteration and lipid metabolism diorder in rat. Reseach article pp : 1-14. Hindawi Publishing Corporation.

Wei, M.Y and E.L. Giovanucci, 2012. Lycopene, tomato product and prostat cancer incidence : A review and assessment in the PSA screeningera. Journal of Oncology2012 : 1-8.

Whittaker, M.H., G. Wang, and X. Q. Chen, 2011. Exposure to Pb, Cd and As mixtures potentiates the production of oxidative stress precursors, Toxicology and Applied

Pharmacology, .254( 2) : 154–166.

Gambar

Grafik 1. Rerata kadar MDA pada tikus kelompok kontrol dan perlakuan
Grafik 2. Kadar SOD tikus putih kelompok kontrol dan perlakuan

Referensi

Dokumen terkait

Jawaban tersebut diperkuat oleh salah satu guru di SD islam Jiwa Nala “respon kepala sekolah cukup bagus, ketika para guru melapor bahwa ada kendala dalam pelaksanaan MBS,

AAAAAAAAAAA,A

Tabel Hasil Uji Independent Samples T-Test Kadar Air Bagian Paha.. Independent

 Infrastruktur teknologi informasi terdiri dari sekumpulan perangkat dan aplikasi piranti lunak yang dibutuhkan untuk menjalankan manajemen sistem informasi suatu. perusahan

Contoh sistem distribusi instalasi listrik pada fasilitas pelayanan kesehatan.. Tegangan #urge ini da$at men'e+a+kan keru#akan $ada jaringan dan $eralatan li#trik* karena

Peserta mampu membuat perencanaan keuangan sederhana, sekaligus dapat memperkirakan program- program yang akan dilakukan untuk meningkatkan pendapatan keluarga sehingga

Setelah proyeksi jumlah penduduk diketahui maka proyeksi timbulan sampah dari awal tahun proyeksi sampai akhir tahun proyeksi (2010-2020) dapat dihitung. Langkah berikutnya

Modul IPA terpadu kontekstual dapat membantu siswa mengaitkan materi dengan kehidupan nyata sehingga dapat memotivasi siswa untuk belajar dan materi dalam modul yang