Tema 3: Pangan, Gizi dan Kesehatan
LIKOPEN DALAM TOMAT SEBAGAI ANTIINFLAMASI
DAN ANTINEFROTOKSISITAS PADA TIKUS PUTIH
TERPAPAR KADMIUM
Oleh
Hernayanti
1, Slamet Santoso
1, Alfi Muntafiah
2,
1Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman
2Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman
Email: [email protected]
ABSTRAK
Logam berat kadmium banyak digunakan dalam industri antara lain elektroplating dan keramik. Paparan kadmium lewat oral dan inhalasi, setelah masuk tubuh akan berikatan dengan metalotionin. Ikatan Cd dengan metionin dapat meningkatkan senyawa radikal bebas dalam tubuh terutama di ginjal, sehingga dapat menimbulkan gangguan fungsi ginjal, yang ditandai dengan peningkatan kadar MDA dan penurunan aktivitas SOD pada ginjal. Keracunan Cd biasanya diatasi dengan pemberian British Antelewisite (BAL). Pemberian BAL dapat menyebabkanefek samping hipertensi, sehingga dicari alternatif yang aman menggunakan buah tomat. Buah tomat mengandung likopen yang potensial sebagai antioksidan. Tujuan penelitian adalah untuk (1) mengetahui potensi likopen dalam tomat sebagai renoprotektif terhadap paparan Cd (2) mendapatkan dosis efektif likopen sebagai renoprotektif terhadap paparan Cd. Sebanyak 24 ekor tikus Wistar digunakan dalam penelitian ini. Tikus dibagi 6 kelompok, 4 ekor per kelompok.Kelompok I sebagai kontrol negatif, Kelompok II diberi CdSO4 per oral dengan dosis 5,6
mg/kgBB, sebagai kontrol positif. Kelompok III, IV dan V diberi CdSO4 dosis 5,6 mg/kgBB serta
ekstrak tomat dengan dosis 0,36 mg/kgBB/hari, 0,72 mg/kgBB/hari dan 1,08mg/kgBB/hari. Kelompok VI diberi CdSO4 dan BAL dengan dosis 0,3 mg/kgBB/hari sebagai pembanding. Ekstrak tomat dan BAL diberikan selama 14 hari setelah tikus dipapar CdSO4selama7 hari.
Parameter yang diamati adalah kadar MDA dan aktivitas SOD ginjal. Pengambilan ginjal dan pengukuran parameter dilakukan pada hari ke 0 dan hari ke-22. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji Anova dan dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui letak perbedaan masing-masing perlakuan. Hasil penelitianmenunjukkan semua perlakuan ekstrak tomatdan BAL dapat menurunkan kadar MDAdan meningkatkan aktivitas SOD gnjal. Dosis ekstrak tomat1,08 mg/kgBB paling efektif dalam menurunkan kadar MDA dan meningkatkan aktivitas SOD ginjal. Kesimpulan likopen dalam ekstrak tomatdapatberfungsi sebagai renoprotektif pada tikus putih terpapar Cd.
Kata kunci :likopen, kadmium, metalotionin, MDA,SOD.
ABSTRACT
know the potency of lycopene in tomato as reno protective agent to Cd (2) to get the effective dose of lycopene asrenoprotective to Cd.Twenty 24 Wistar rats were used in this study. Rats are divided into 6 groups, 4 heads per group. Group I as a negative control, Group II was given CdSO4 orally at
a dose of 0,56 mg / kgBW, as a positive control. Group III, IV and V were given CdSO4 doses of 5.6 mg / kgBW and tomato extract at a dose of 0.36 mg / kgBW / day, 0.72 mg / kgBW / day and 1.08mg / kgBW / day. Group VI was given CdSO4and BALwas exposed at a dose of 0.3 mg / kg /
day as a comparison. Tomato extract and BAL administered for 14 days, after mouse was exposed to CdSO4 for 7 days. The parameters observed were super oxide dismutase (SOD) activity and
mallondialdehyde (MDA) level of kidney. Observations were made on day 0 and day 22.The data of the research were analyzed by Anova and continued by Duncan test to know the difference location of each treatment. The results showed that all treatments of tomato extract and BAL could reduce the levels ofMDA andincrease SOD activity. The effective treatment in decreasingMDA and increasing SOD is tomato extract dose 1.08 mg / kgBB. The conclusion of this research lycopene in tomato extract can use as renoprotective for Cd on white rat exposed to Cd.
Key words :Lycopene,Cadmium, metalotionein, MDA, SOD
PENDAHULUAN
Kadmium (Cd) merupakan logam berat yang bersifat toksik bagi manusia. Sumber paparan
Cd antara lain berasal dari kegiatan industri keramik,elektroplating, batu baterai, cat dan asap
rokok. Kadmium juga dapat ditemukan dalam makanan yang berasal dari daerah pertanian yang
tercemar Cd seperti pemakaian pestisida, pupuk dan cat serta makanan yang berasal dari laut yang
terkontaminasi Cd (Darmono, 2001., Palar, 2008).
Kadmium yang masuk tubuh akan berikatan dengan protein bermolekul rendah yang disebut
metalotionin. Ikatan Cd dengan metalotionin bersifat stabil dan dapat memicu peningkatan radikal
bebas dalam hatidan ginjal, serta proses reaksi berantai peroksidasi lipid yang dapat merusak organ
hati dan ginjal. Kadmium bersifat nefrotoksik atau merupakan racun bagi ginjal (Acien, 2009.,
Bernhoft, 2010., Caciariet al., 2013).
Ginjal sangat rentan terhadap paparan senyawa toksik seperti Cd karena aliran darah dari
jantung ke ginjal sangat tinggi (25% dari cardiac output). Hal ini sangat menunjang pengiriman zat
toksik ke ginjal dalam kuantitas yang besar. Kedua ginjal mereabsobsi garam, air dan substansi
lainnya dari filtrat, sehingga zat toksik tidak terabsorbsi akan terkonsentrasi tinggi pada filtrat. Pada
akhirnya jika zat toksik diabsorbsi, kemungkinan akan terkumpul dengan kuantitas yang tinggi di
dalam tubulus sel ginjal.Semua bagian nefron secara potensial dapat dirusak oleh efek zat toksik.
Efek zat toksik beragam mulai dari suatu perubahan biokimia, penurunan fungsi ginjal atau
sampai kematian sel dan gagal ginjal total (Lu., 1995., Camila et al., 2013).
Efek paparan Cd pada hewan coba dilaporkan oleh beberapa peneliti. Paparan akut CdCl2
dosis tunggal sebesar LD50 pada tikus jantan galur Wistar selama 24 dan 72 jam, menyebabkan
peningkatan radikal bebas dalam tubuh terutama reaktif oksigen spesies, diikuti penurunan plasma
antioksidan yaitu vitamin C,vitamin E dan vitamin A, sampai 60% dibandingkan tikus normal
Pengobatan keracunan Cd dengan senyawa kelat seperti dimerkaprol, EDTA dan DPTA
(Dietilentriamin Pentaacetic Acid), tidak dianjurkan terutama untuk keracunan kronis, karena tidak
bisa melepaskan ikatan Cd dengan metalotionin. Pengobatan dengan senyawa kelat meskipun
dapat meningkatkan ekskresi Cd melalui ginjal, tetapi hal tersebut juga dapat toksik terhadap
ginjal. Ikatan komplek Cd dengan kelasi, dapat menyebabkan reaksi disosiasi ginjal pada waktu
terjadi pelepasan Cd lewat urin (Darmono, 2001., Widowati,dkk, 2008., Satarug and Garret, 2010).
Untuk mengurangi toksisitas Cd dianjurkan menggunakan suplemen makanan yang
mengandung Zn, Ca dan Selenium (Se) tinggi, vitamin C dan vitamin E, karena mampu
mengurangi absobsi Cd dan meningkatkan eliminasi Cd dari tubuh. Antioksidan pada buah tomat
mengandung ß karoten, diharapkan dapat mengurangi absorbsi dan meningkatkan eliminasi Cd dari
tubuh (Messner and Benhard, 2010).
Likopen dapat berfungsi sebagai peredam radikal bebas, reaktif oksigen spesies (ROS)
seperti anion superoksida, radikal hidroksil dan mencegah terjadinya peroksidasi lipid serta
melindungi membran sel dari serangan radikal bebas yang berasal dari NO2.Aktivitas biologis
likopen dalam melindungi sel dari kerusakan oksidatif akibat serangan radikal bebas yaitu dengan
menstimulasi kerja antioksidan enzimatis dalam tubuh seperti Super Oksida Dismutase (SOD),
Glutation Peroksidase (GPx) dan Katalase. Likopen juga dapat mencegah resiko terjadinya kanker
prostat pada manusia dan dapat menurunkan kadar Prostat Spesific Antigen (PSA) (Ahuja et
al.,2003., Agarwal et al., 2009., Wei and Giovannucci, 2012).
Agarwal et al., 2009 meneliti efek suplementasi likopen pada wanita hamil yang mengalami
hipertensi. Likopen dapat menurunkan kadar MDA 40 % dan meningkatkan aktivitas GPx 34 %.
Penelitian pada wanita yang diberi suplemen buah tomat sebanyak 25 gram, berisi 7 mg likopen
dan 0,3 mg beta karoten selama 14 hari ternyata dapat melindungi limfosit darah dan limfosit DNA
dari kerusakan oksidatif akibat radikal NO2 (ONOO-). Likopen dapat mencegah kanker prostat,
kaker payudara dan endometrium (Giovannuci et al; 2002; Hadley et al, 2002 ., Novotny, 2005.,
Elumalai et al., 2013).
Pemberian jus tomat dengan dosis sebesar 330 ml/hari pada 23 orang pria selama 2 minggu
dapat meningkatkan aktivitas SOD eritrosit dari 816 µ/g Hb menjadi 916 µg/ Hb. Suplemen
(Jaques et al., 2014). Penelitian antioksidan alami sebagai kelator logam berat dilakukan oleh
Morales et al., 2006 dan Wang et al., 2012, dengan menggunakan quersetin yang diujikan pada
tikus putih dipapar Cd. Pemberian quersetin dapat meningkatkan aktivitas plasma antioksidan
superoksida dismutase (SOD), glutation peroksidase (GPx) dan NaK-ATP ase serta perbaikan sel
tubulus proksimalis pada ginjal tikus putih yang rusak. Hernayanti, et al., 2012, pemberian catechin
dalam teh hijau dengan dosis 1,5 g/kgBB pada tikus putih dipapar Pb asetat, dapat menurunkan
kadar Pb, matrik metaloproteinase-9 (MMP-9), ureum dan kreatinin darah dan hasil pengamatan
Kemampuan likopen dalam ekstrak tomat sebagai renoprotektif ginjal belum pernah diteliti,
untuk itu dilakukan penelitian ini menggunakan tikus putih dipapar Cd.
METODE PENELITIAN
Materi penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah tikus putih jantan galur Wistar, umur 2-3
bulan dengan berat badan 200-220 gram, diperoleh dari LPPT IV UGM. Tomat yang dipakai
adalah jenis Golden tomat (Golden Jubille) yang diperoleh dari Kutabawa Purbalingga.Bahan
penelitian yang digunakan adalah pakan tikus AD II, CdSO4, kit SOD Randox dan MDA kit.
Prosedur Penelitian
Tikus diaklimatisasi sel;ama 7 hari dalam kandang stainless steel berukuran 23x13x16 cm,
supaya hewan uji dapat beradaptasi dengan kondisi laboratorium. Selanjutnya ke dalam 7 buah
kandang, masing-masing diberi 4 ekor tikus putih yang setiap harinya diberi pakan berupa pelet
AD II dan pemberian minum ad libitum. Setelah diaklimatisasi, tikus kelompok perlakuan dipapar
CdSO4 per oral dengan dosis 5,6 mg/BB/hari selama 7 hari. Pada hari ke 8 sampai hari ke 22, tikus
kelompok perlakuan diberi ekstrak tomat dengan dosis 0,36 mg/kgBB (K3), dosis 0,72 mg/kgBB
(K4), dosis 1,08 mg/kg/BB (K5) dan diberi BAL dosis 0,5 mg/BB (K6). Tikus kontrol negatif (K1)
tidak diberi CdSO4 maupun ekstrak tomat, sedangkan tikus kontrol positif (K2) hanya diberi
CdSO4 sampai akhir perlakuan hari ke-22.Penentuan dosis pada tikus berdasarkan dosis likopen
pada manusia yaitu sebesar 30 mg/hari. Konversi dosis dari manusia ke tikus yaitu 0,018 x dosis
likopen untuk manusia. Dosis 0,36 mg/kgBB setara dengan dosis likopen 15 mg/kgBB, dosis 0,72
mg/kgBB setara dengan dosis 30 mg/kgBB dandosis 1,08 mg/kgBB setara dengan 45 mg/kgBB,
pada manusia.
Ekstrak tomat dibuat dengan metode Maserasi (Devaraj., et al, 2008). Untuk mendapatkan
ekstrak tomat 100 g dibutuhkan 1 kg tomat segar. Maserasi menggunakan etanol 96% dan
dilakukan 3x24 jam. Hasil maserat hari pertama sampai ke-3 dijadikan satu dan dimasukkan alat
vaccum rotary evaporator pada suhu 700C. Hasil maserat berupa ekstrak kental ditimbang sesuai
dengan dosis yang akan diberikan pada tikus.
Pengambilan organ ginjal dilakukan dengan cara tikus dibius dengan chloroform kemudian
dibedah dan diambil ginjalnya. Ginjal ditimbang seberat 1 g, dihaluskan dengan mortar dan
dimasukkan ke dalam larutan Phosphat Buffer Saline (PBS) 10 mL (perbandingan 1:10) dan
dihomogenkan. Kemudian disentrifuse dengan kecepatan 6000 rpm. Supernatan yaitu bagian yang
jernih dipisahkan untuk diukur kadar MDA dan SOD.
Kadar MDA diperiksa dengan Metode TBARSC 18 (thiobarbituric acid reactive
substances), Wuryastuti, 2000. Absorbansi diukur dengan spektrofotometer pada panjang
Pemeriksaan aktivitas SOD (RandoxLaboratories, 2009). Standar yang digunakan larutan
SOD Randox. Absorbansi standar dan sampel dibaca pada spektrofotometer dengan panjang
gelombang 540 nm
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Kadar MDA ginjal tikus putih
Hasil pengukuran MDA tikus putih dapat dilihat pada grafik 1.
Grafik 1. Rerata kadar MDA pada tikus kelompok kontrol dan perlakuan
Rerata kadar MDA tikus kontrol negatif (K1) paling rendah dibandingkan semua
kelompok perlakuan dan kadar MDA tertinggi dijumpai pada kelompok kontrol positif yang
dipapar CdSO4. Peningkatan kadar MDA pada tikus kontrol positif setelah dipapar Cd selama 21
hari, disebabkan karena ikatan Cd+Mt yang masuk ke dalam tubulus proksimalis ginjal,
meningkatkan jumlah radikal bebas di dalam tubuh. Peningkatan radikal bebas akan memicu
terjadinya peroksidasi lipid yang dapat menyebabkan kerusakan pada organ ginjal. Malondialdehid
merupakan hasil akhir peroksidasi lipid dan menggambarkan banyaknya radikal bebas dalam
tubuh(Carmignani, 1999., Berhoft,2013). Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Acien et
al,2009 dan Camila et al, 2013, yang menggunakan CdCl2 untuk dipaparkan pada mencit. Senyawa
CdCl2 yang diberikan pada air minum mencit dengan dosis 00,1 mg/L selama 4 minggu,
menyebabkan stres oksidatif yang ditandai dengan peningkatan malondialdehid, penurunan
aktivitas SOD dan katalase (Acien et al., 2009.,Camila, et al., 2013).
Tikus kelompok perlakuan (K3, K4 dan K5) setelah dipapar CdSO4 selama 7 hari dan
diberi ekstrak tomat yang mengandung likopen selama 14 hari,memilik ikadar MDA lebih rendah
dibandingkan tikus kontrol positif yang dipapar CdSO4 selama 21 hari. Hal ini disebabkan karena
likopen pada ekstrak tomat mendonorkan elektron H+ kepada radikal bebas seperti anion 0.80
3.20
1.60
1.30
1.00 1.20
0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 3.00 3.50 4.00
K1 K2 K3 K4 K5 K6
Ko
ns
entra
si
MDA
superoksida (O2-) dan OH-, sehingga menjadi netral sehingga kadar MDA pada kelompok
perlakuan lebihrendah dan mendekati nilai MDA kelompok kontrol negative dan perlakuan dengan
BAL. Perlakuan ekstrak tomat dosis 1.08 mg/kgBB, memiliki kadar MDA paling
rendahdibandingkan kelompok lain.Penelitian pada wanita yang diberi suplemen buah tomat
sebanyak 25 gram, berisi 7 mg likopen dan 0,3 mg beta karoten selama 14 hari, dapat melindungi
limfosit darah dan limfosit DNA dari kerusakan oksidatif akibat radikal bebas
peroksinitrit(ONOO-) (Giovannuciet al, 2002 ., Novotny et al, 2005, Elumalay, et al., 2013).
2. Kadar Superoksida Dismutase (SOD)
Hasil pengukuran kadar SOD pada tikus kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dapat
dilihat pada Grafik 2.
Grafik 2. Kadar SOD tikus putih kelompok kontrol dan perlakuan
Rerata kadar SOD tikus kontrol negatif (K1) paling tinggi dibandingkan semua kelompok
perlakuan dan kadar SOD terendah dijumpai pada kelompok kontrol positif yang dipapar CdSO4.
Ikatan Cd dengan metalotionin menyebabkan peningkatan radikal bebas dalam tubuh terutama
dalam bentuk anion superoksida (O2
-). Fungsi SOD adalah untuk meredam O2- dengan
memberikan donor H+. Reaksinya adalah sebagai berikut O2- + O2 -
+ H+ diubah menjadi H2O2.
Selanjutnya enzim katalase akan mengubah H2O2 menjadi H2O+O2. Keberadaan Cd dan
metalotionin menyebabkan penurunan kadar SOD (Whittaker et al.,2011.,Patra et al., 2011).
Setelah tikus kelompok perlakuan (K3, K4 dan K5) dipapar CdSO4 selama 7 hari dan
diberi ekstrak tomat yang mengandung likopen selama 14 hari, memiliki kadar SOD lebih tinggi
dibandingkan tikus kontrol positif yang hanya dipapar CdSO4 selama 21 hari . Hal ini disebabkan
karena likopen pada ekstrak tomat mendonorkan elektron H+ kepada radikal bebas anion
superoksida (O2
-),sehingga menjadi netral serta menyebabkan peningkatan aktivitas SOD (Morales
et al., 2006., Kim et al., 2014., Sinha and Dua, 2015). Buah tomat juga mengandung mineral Cu
dan Zn. Kedua mineral ini merupakan penyusun SOD,sehingga pemberian ekstrak buah tomat
dimerkaprol (Hazewindus et al., 2012). Perlakuan dosis 1,08 mg/kgBB paling efektif dalam
meningkatkan kadar SOD.
KESIMPULAN
Likopen dalam ekstrak tomat semua dosis dapat menurunkan kadar MDA dan
meningkatkan kadar SOD tikus putih yang dipapar CdSO
4. Perlakuan ekstrak tomat dosis
1,08 mg/kgBB paling tinggi dalam menurunkan kadar MDA dan meningkatkan kadar
SOD. Likopen dapat berfungsi sebagai renoprotektif terhadap paparan kadmium.
UCAPAN TERIMA KASIH
Dalam kesempatan ini diucapkan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan
Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman atas bantuan dana
Penelitian Riset Institusional Tahun Anggaran 2017, sehingga penelitian ini dapat
diselesaikan.
DAFTAR PUSTAKA
Acien, N., A.M.T Plaza ., E. Guallar., P. Muntner and E. Sibergeld, 2009. Blood cadmium and lead and chronic kidney diseases in US adult : A Joint analysis. American Journal of
Epidemiology. 170 (9) : 1156-1164.
Agarwal S and Rao A.V, 2000.Tomato lycopene and its role in human health and chronic diseases.Journal of Canadian Medical Association. 6:163.
Ahuja, K.D.K., E.L. Ashton, M.J. Ball. 2003. Effects of high monounsatured fat, tomato-rich diet on serum levels of lycopene. European Journal of Clinical Nutrition 57: 832-841.
Bernhoft, R.A, 2013. Cadmium toxicity and treatment.The Scientific World Journal
13: 1-7.
Caciari, T., A. Sancini., M. Fioravanti., A. Cappozella., T. Casaleet al, 2013. Cadmium and hypertensions in exposed workers : A Meta-analysis. Int J Occup Med Environ Health 26 (3) : 440-456.
Camila, C. Almenara. Gilson, B. Broseghini, F. Marcus, V. Vescovi et al. 2013. Chronic Cadmium Treatment Promotes Oxidative Stress and Endothelial Damage in Isolated Rat Aorta.Plos One. Vol 8.
Devaraj, S., S. Mathur and A. Basu, 2008. Study on the effect of purified lycopene supplementation on biomarker of oxidative stess. Journal of The American College of Nutrition 27(2) : 267-272.
Elumalai, 2013. Lycopene role in cancer prevention. Int. J. Pharm Bio. Sci. 4(3) : 371-378.
Hadley, C., W. Muller., E.C. Schwarts., S.J Clinton, S K. 2002. Tomatoes, lycopene and prostate cancer : progress and promise. Exp. Biol. Med. (Maywood).
Hazewindus,M., G.M.Haenen, M.M. Westler and A.Bast, 2012. The anti-inflammatory effectof
lycopene complements the antioxidant action of ascorbic and α-toxoferol. Food Chemistry. Elseiver.
Hernayanti, A.H. Sadewa., B. Hariono, 2012. Efek ekstrak teh hijau terhadap kadar nitrit oksida (NO), Malondialdehid (MDA) dan Glutation peroksidase pada tikus putih terpapar Pb.
Biota17 (1) : 8-14.
Hijova, E., F. Nistiar and M. Kuchta, 2004. Influence of acute cadmium exposure on plasma antioxidant parameters in rats. Bulletin of the Veterinary Reseach Institute Pulawy. 48 (2) : 155-157.
Jacques, P.F., A. Lyass., J.M. Massaro., R.S. Vasan and R.B. D, Agostino, 2013. Relationship of lycopene in take and consumtion of tomato product to incident CVD.British Journal Nutrition.110 : 545-551.
Kim, C.H., Park, M.K.., Kim, S.K and Cho,Y.H, 2014. Antioxidant capacity and anti-inflammatory activity of lycopene in water melon. International Journal of Food Science and Technology
49 : 2083-2091.
Lu, F.C. 1995. Toksikologi dasar azas, organ sasaran dan penilaian resiko. Edisi ke 2, Penerbit UI, Jakarta.
Messner, B and D. Bernhard 2010.Cadmium and Cardiovascular disease : cell biology, pathophysiology and epidemiological relevance. Biometals 23 (5): 811-822.
Novotny, Y.A. 2005. What can pharmacokinetic model tell us about the diposition of lycopene and the potential role of lycopene in cancer prevention? The Journal of Nutrition. 135 (8) : 2048-2049.
Palar, H, 2008. Pencemaran dan toksikologi logam berat. P.T Rineka Cipta, Jakarta.
Patra,, R.C., A. K. Rautray, and D. Swarup, 2011, Oxidative stressin lead and cadmium toxicity and its amelioration VeterinaryMedicine International, vol. 2011, Article ID 457327, 201
Satarug, S and S.H. Garret, 2010. Cadmium, environmental, exposure and health outcome. Environ
.Health Perspect 118 (2) : 182-190.
Sinha, N and D. Dua, 2015. Lycopene : Most potent antioxidant with endless benefits.Int J Pharm BioSci
6(3) : B 838-846.
Wang, Y., Y. Pan., Y. Hong., Q.Y. Zhang., X.N. Wang and C.D. Kong. Quercetin protects agains Cadmium-induced renal urin transport system alteration and lipid metabolism diorder in rat. Reseach article pp : 1-14. Hindawi Publishing Corporation.
Wei, M.Y and E.L. Giovanucci, 2012. Lycopene, tomato product and prostat cancer incidence : A review and assessment in the PSA screeningera. Journal of Oncology2012 : 1-8.
Whittaker, M.H., G. Wang, and X. Q. Chen, 2011. Exposure to Pb, Cd and As mixtures potentiates the production of oxidative stress precursors, Toxicology and Applied
Pharmacology, .254( 2) : 154–166.