PENDAHULUAN
OPERASI DAN PRODUKTIFITAS
Oleh: Nurhidayati Dwiningsih, SE, MM
1
BAB
PENDAHULUAN
anajemen Operasional (MO) merupakan suatu ilmu yang dapat
diterapkan pada berbagai jenis bidang usaha seperti rumah sakit,
perguruan tinggi, pabrik garmen, dan lain-lain, mengapa demikian ?
Karena jenis usaha seperti yang disebutkan diatas menghasilkan produk yang
bisa berupa barang maupun jasa, yang mana untuk kegiatan proses produksinya yang
efektif dan efisien memerlukan berbagai konsep, peralatan serta berbagai cara
mengelola operasinya yang akan secara singkat dipaparkan dalam modul ini.
M
Dalam bab ini akan dibahas dalam 2 topik yaitu:
1) Topik pertama akan membahas tentang ruang lingkup manajemen operasional.
2) Topik kedua akan membahas mengenai tantangan produktifitas.
Yang mana tiap topik akan dilengkapi dengan latihan, rangkuman dan tes formatif.
Dengan mempelajari modul ini dengan baik dan benar, diharapkan Anda dapat memahami materi dasar mengenai manajemen operasional yang merupakan salah satu konsep penting yang harus dipahami oleh mahasiswa yang mengambil disiplin ilmu manajemen.
a. Mengerti dan memahami dengan benar pengertian tentang manajemen operasional.
b. Mengerti dan memahami perlunya mempelajari manajemen operasional.
c. Mengerti dan memahami berbagai aktifitas dan tanggung jawab manajer operasional.
d. Mengerti dan memahami berbagai bidang kegiatan yang masih memerlukan keahlian tentang manajemen operasional atau lapangan kerja yang masih
terbuka.
e. Mengerti dan memahami sejarah dari lahirnya konsep manajemen operasional.
f. Mengerti dan memahami contoh berbagai kegiatan operasional di sector barang maupun jasa.
g. Mengerti dan memahami tren baru yang menarik dalam manajemen operasional.
h. Mengerti dan memahami berbagai perbedaan barang maupun jasa.
i. Mengerti dan memahami tentang input maupun output dari kegiatan operasional di sector yang menghasilkan barang maupun jasa.
j. Mengerti dan memahami konsep produktifitas dan pengukurannya.
k. Mengerti dan memahami variable yang menentukan produktifitas.
l. Mengerti dan memahami tantangan peningkatan produktifitas.
Ruang lingkup Manajemen Operasional
TOPIK 1A. APA YANG DIMAKSUDKAN DENGAN MANAJEMEN
OPERASIONAL ?
Untuk menciptakan barang dan jasa (produk), semua organisasi bisnis
(perusahaan) paling tidak menjalankan tiga fungsi utama yaitu:
1. Fungsi Pemasaran (Marketing Function) yang berhubungan dengan pasar untuk dapat menciptakan permintaan dan pada akhirnya menyampaikan produk yang
dihasilkan ke pasar.
2. Fungsi Keuangan (Finance Function) yang mengelola berbagai urusan keuangan didalam perusahaan maupun perusahaan dangan fihak luar
perusahaan.
3. Fungsi Produksi atau Operasi (Operation Function) berkaitan dengan penciptaan barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan.
Mengacu pada tiga fungsi utama perusahaan, maka dalam fungsi operasional
diperlukan Manajemen Operasional. Sehingga dengan demikian, Manajemen
Operasional dapat diartikan sebagai rangkaian kegiatan atau aktifitas yang menciptakan
nilai produk baik berupa barang maupun jasa melalui proses transformasi input menjadi
output. Aktifitas tersebut berlaku untuk berbagai macam produsen barang seperti
elektronik, garmen, otomotif, demikian pula berlaku juga bagi produsen jasa seperti
media masa, hiburan, pendidikan, konsultan.
Ada berbagai hal yang bisa dikemukakan dan menjadikan alasan pentingnya
mempelajari MO diantaranya adalah:
1. MO merupakan salah satu fungsi utama yang harus ada di semua jenis organisasi
sehingga apabila akan mengelola organisasi maka mau tidak mau harus mempelajari
konsep MO.
2. Dengan mempelajari MO, kita dapat mengetahui seluk beluk dan berbagai hal yang
berkaitan dengan cara memproduksi barang maupun jasa
3. Dengan mempelajari MO, kita dapat memahami dan mengerti dengan benar apa yang
seharusnya dilakukan oleh manajer operasional.
4. Karena MO merupakan bagian yang paling mahal dalam organisasi, sehingga
penting sekali untuk dipelajari. Hal ini dapat diartikan efektifitas dan efisiensi MO
akan berdampak besar bagi perusahaan
C. APA SAJA YANG DILAKUKAN OLEH MANAJER
OPERASIONAL DAN LINGKUP TANGGUNG JAWABNYA ?
Berkaitan dengan alasan yang ketiga mengenai pemahaman dan pengertian yang
benar tentang apa yang seharusnya dilakukan manajer operasional, maka proses
manajemen operasional harus konsisten dengan fungsi perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan serta pengawasan kegiatan operasional.
Secara lebih terperinci, penjelasan mengenai tugas atau aktifitas serta tanggung
jawab seorang manajer operasional tergambar dalam sepuluh keputusan utama yaitu:
1. Desain barang dan jasa.
Keputusan ini menyangkut sebagian besar proses transformasi yang akan dilakukan,
dengan kata lain keputusan operasional berikutnya tergantung pada keputusan desain
barang dan jasa.
2. Manajemen Kualitas.
Kualitas yang diinginkan konsumen harus ditetapkan, sehingga aturan maupun
prosedur untuk mengenali dan memenuhi kualitas tersebut dapat dibakukan.
3. Desain proses dan kapasitas.
yang akan digunakan merupakan hal penting dalam manajemen operasional karena
berkaitan dengan berbagai hal.
4. Strategi lokasi. Lokasi yang dipilih untuk melakukan kegiatan operasional perusahaan
baik yang bergerak di sector barang maupun jasa akan sangat menentukan prestasi
perusahaan.
5. Strategi layout. Layout atau tata letak akan berdampak pada efisiensi dan efektifitas
kegiatan oprasional.
6. Sumber daya manusia dan desain pekerjaan. Karena tenaga kerja merupakan bagian
integral dan paling penting dari seluruh input yang digunakan dalam perusahaan
maka keputusan yang berkaitan dengan hal ini adalah sesuatu yang paling penting.
7. Manajemen Rantai Pasokan. (Supply Chain Management). Keputusan ini
menjelaskan apa yang akan pentingnya integrasi antara perusahaan itu sendiri dengan
pihak supplier maupun distributor karena adanya interdependensi.
8. Manajemen Persediaan. Keputusan ini penting untuk dipahami karena persediaan
yang tepat akan menentukan efisiensi dan efektifitas perusahaan.
9. Penjadwalan. Keputusan tentang jadwal operasional merupakan hal kritir yang harus
benar-benar dimengerti karena sangat menentukan sekali bagi perusahaan.
10.Pemeliharaan. Keputusan yang dibuat harus dengan system yang handal dan stabil.
Penjelasan lebih terperinci ada dalam bab-bab selanjutnya.
D. APA SAJA BIDANG KEGIATAN YANG MASIH
MEMERLUKAN KEAHLIAN MANAJEMEN OPERASIONAL ?
Untuk menjawab pertanyaan di manakah pelung kerja di bidang manajemne
operasional ? maka dalam hal ini akan diberikan contoh-contoh karis yang banyak
berkecimpung mengenai manajemen operasional, antara lain:
1. Manajer Pabrik (Plant Manager) yang biasanya harus berpengalaman dalam manajeman pabrik termasuk keahlian di bidang perencanaan
produksi, manajemn pembelian, manajemen persediaan, termasuk pula
pengelolaan karyaan di operasional maupun pengelolalaan sumber daya
2. Direktur Pembelian (Director of Purchashing) harus memiliki pengetahuan yang menyeluruh mengenai fungsi pembelian, kemmapuan
menelaah program penjualan, mengintegrasikan atau membuat keterkaitan
dari supplier sampai distributor, mengkoordinasi aktifitas operasi.
3. Manajer Mutu (Quality Manager)mempunyai pandangan yang luas mengenai konsep statistic untuk dapat melakukan pengawasan semua
asprk operasional karena kualitas merupakan tanggung jaewab secara
bersama diantara semua pihak yang terlibat dalam perusahaan terutama
fungsi operasional.
4. Konsultan Perbaikan Proses (Process Improvement Consultants) harus memiliki keahlian yang berkaitan dengan desain proses sehingga dapat
memberikan berbagai konsultasi mengenai perbaikan proses untuk operasi
perusahaan.
5. Manajer dan perencana Rantai Pasokan (Supply Chain Manajer and Planner) bertanggung jawab mengenai negosiasi kontrak jangka panjang antara perusahaan dengan supplier maupun distributor sehingga harus
mempunyai keahlian tentang Material Requirement Planning, Supply Chain Management, Teknologi komunikasi canggih dalam duania bisnis, konsep penjadwalan dan persediaan.
Disamping itu selain konsep manajemen operasional, harus pula menguasai ilmu
akuntansi, statistik, teknologi informasi dan matematika, sehingga semakin banyak pula
kesempatan kerja yang tersedia.
Tidak menutup kemungkinan di bidang bisnis yang bergerak pada sektor jasa, juga
membutuhkan keahlian manajemen operasional misalnya menjadi manajer operasional
bank, manajer proyek, manajer operasi di asuransi. Begita pula di organisasi non bisnis
pun juga membutuhkan keahlian manajemen operasional misaklnya di pendidikan,
E. SEJARAH LAHIRNYA KONSEP MANAJEMEN
OPERASIONAL.
Bidang manajemen operasional termasuk konsep yang masih baru, namun
sejarahnya amat menarik. Peningkatan dalam konsep dan disiplin ilmu manajemn
operasional didukung adanya penemuan baru dan sumbangan pemikiran banyak para
ahli. Dalam hal ini akan dipaparkan secara singkat, beberapa contoh sumbangan para
pemikir yang antara lain adalah:
Ely Whitney (1800) adalah ahli manajemen yang mempopulerkan konsep
standardisai dan pengendalian mutu dengan menghasilkan produk yang dapat dibungkar
pasang untuk jenis produk senjata yang dapat dijual dengan harga tinggi.
Frederick W. Taylor (1881) beliau dianggap sebagai bapak ilmu manajemen, yang
memberikan kontribusi pada keyakinannya bahwa manajemen bias menjadi lebih kuat
dan agresif dengan cara memperbaiki metode kerja.
Taylor dan mitra kerjanya, Henry L. Gantt serta Frank dan Lillian Gilberth
termasuk yang pertama kali mencari cara yang sistematis dan terbaik untuk
memproduksi.
Henry Ford dan Charles Sorensen (1913) berhasil memadukan pengetahuan
mereka akan komponen yang distandardisasi dengan lini produksi sehingga
memberikan sumbangan penting tentang mail order.
Berikut adalah penjelasan singkat mengenai kejadian penting dalam
Gambar 1.1.
Kejadian penting dalam manajemn oerasional
FOKUS PADA BIAYA FOKUS PADA MUTU FOKUS PADA
Sumber: Heizer (2004; 8)
Berkaitan dengan alasan yang ketiga mengenai pemahaman dan pengertian yang
benar tentang apa yang seharusnya dilakukan manajer operasional, maka proses
manajemen operasional harus konsisten dengan fungsi perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan serta pengawasan kegiatan operasional.
F. CONTOH KEGIATAN MANAJEMEN OPERASIONAL DI
SEKTOR BARANG DAN JASA.
Perusahaan yang bergerak di sector barang menghasilkan produk nyata yang BB
berwujud sedangkan di sector jasa menghasilakn produk yang merupakan pelayanan.
Namun sekarang ini kecenderungan banyak produk yang merupakan kombinasi dari
barang maupun jasa yang biasanya dikenal dengan istilah mix service.Berikut merupakan contoh organisasi bisnis yang bergerak di sektor barang dan jasa.
Gambar 1.3
Contoh organisasi bisnis di masing-masing sector
Sektor Usaha Contoh:
1. Produk barang Manufaktur, pertanian, perkebunan, perikanan, berbagai pabrik
pembuatan produk barang, pertambangan, industri berat maupun
ringan, konstruksi, otomotif, perumahan.
2. Produk jasa Jasa professional, pendidikan, hukum, kesehatan, perdagangan,
layana masyarakat, transportasi, perbankan, asuransi, hiburan,
administrasi, real estate, jasa perbaikan.
Sumber: Heizer (2004; 12)
G. KECENDERUNGAN TERBARU YANG MENARIK DALAM
MANAJEMEN OPERASIONAL.
Situasi dan kondisi yang ada selamanya tidak selalu sama, demikian pula yang
keputusan utama dalam manajemen operasional juga sangat mungkin harus dinamis.
Hal tersebut dikarenakan berbagai macam tekanan, diantaranya perdagangan dunia yang
mengarah pada globalisasi sehingga berdampak pada pergeseran desain produk, mutu,
proses, kapasitas,startegi lokasi maupun layout, pemberdayaan sumber daya manusia,
integrasi kegiatan da dalam dan diluar perusahaan, konsep perseduiaan, penjadwalan
maupun pemeliharaan.n alasan yang ketiga mengenai pemahaman dan pengertian yang
benar tentang apa yang seharusnya dilakukan manajer operasional, maka proses
manajemen operasional harus konsisten dengan fungsi perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan serta pengawasan kegiatan operasional.
Berkaitan dengan hal tersebut, maka akan diperkenalkan beberapa tantangan
dinamis yang ditujukkan dalam berikut.
Gambar 1.2.
Tantangan Dinamis dalam manajemen operasional
DAHULU PENYEBAB SEKARANG
Fokus local atau nasional Biaya rendah, komunikasi
global, transportasi lancer.
Fokus global
Jumlah pengiriman besar Siklus produk singkat,
perlunya modal untuk
Produk yang standarisasi Pasar global yang
berlimpah, proses produksi
semakin fleksibel
Customization, masal dengan penekanan pada
kualitas
berubah, syarat informasi
dan pengetahuan canggih
daya manusia, tim,
perampingan produksi
Fokus pada biaya rendah Masalah lingkungan, ISO,
environtment cost naik Sumber: Heizer (2004;12)
LATIHAN
Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, silakan anda mengerjakan latihan berikut ini !
1) Apa yang dimaksud tentang manajemen operasional ?
2) Sebutkan berbagai alasan perlunya mempelajari manajemen operasional !
3) Jelaskan berbagai aktifitas dan tanggung jawab manajer operasional !
4) Sebutkan dan jelaskan contoh berbagai bidang kegiatan kerja yang masih memerlukan keahlian menejemn operasional !
5) Bagaimana sejarah lahirnya konsep manajemn operasional ?
6) Sebutkan berbagai contoh kegiatan operasional di sector barang maupun jasa!
7) Jelaskan kecenderungan terbaru yang menarik dalam manajemen operasional.
RANGKUMAN
Operasional merupakan salah satu fungsi utama yang harus ada dalam
suatu organisasi. Mengelola organisasi yang berorientasi bisnis baik di sector
barang maupun jasa harus berorientasi pada efektifitas dan efisiensi, oleh
karena itu dalam hal fungsi operasional memerlukan pengelolaan yang tepat.
Dalam topik ini dibahas berbagai hal mendasar tentang manajemen
operasional, dari pengertian, seluk beluk tanggung jawab manajemen
operasional dalam membuat keputusan penting di manajemn operasional,
berbagai bidang yang masih memrlukan keahlian manajemen operasional,
TES FORMATIF 1
Pilih salah satu jawaban yang paling tepat dari beberapa alternatif jawaban yang disediakan !
1) Berikut ini mana yang benar, termasuk tiga fungsi bisnis utama yang ada di semua organisasi.
A. Pemasaran, akuntansi, personalia
B. Pemasaran, keuangan, personalia
C. Pemasaran, keuangan, operasional
D. Pemasaran, operasional, personalia
2) Manajemen operasional adalah………..
A. Aktifitas yang meliputi transformasi input menjadi output
B. Penciptaan produk barang
C. Pengorganisasian produksi barang maupun jasa
D. Fungsi paling utama dalam organisasi.
3) Berikut ini termasuk alasan pentingnya mempelajari manajemn operasional, kecuali……….
A. Karena merupakan salah satu fungsi utama di organisasi.
B. Ingin mengetahui bagaimana barang dan jasa diproduksi.
C. Ingin mengetahui apa yang dilakukan oleh manajemn operasional.
D. Karena biayanya cukup terjangkau.
4) Bagaimana mengatur fasilitas yang akan digunakan dalam melakukan kegiatan operasional, merupakan bagian dari keputusan………
A. Lokasi
B. Layout
C. Persediaan
5) Yang memperkenalkan konsep “standardization” dan pengendalian mutu adalah………….
A. Eli Whitney
B. W. Edward Deming
C. Frederick W. Taylor
D. Henry Ford
6) Sangat penting untuk dapat melakukan pengelolalaan kegiatan dari supplier, di perusahaan, hingga distributor agar semuanya terintegrasi, maka perlu keputusan
tentang………..
A. Manajemen rantai pasokan
B. Manajemn sumber daya manusia
C. Manajemen kualitas
D. Manajemen Persediaan
7) Berikut ini mana yang termasuk contoh karir yang tersedia dalam keahlian manajemen operasional
A. Manajer penjualan
B. Manajer pelatihan sumber daya manusia
C. Manajer pembelian
D. Manajer biaya
8) Berikut yang termasuk usaha di sektor produk jasa dalah
A. Pertanian
B. Asuransi
C. Manufaktur
D. Pabrik
9) Berikut ini merupakan contoh konsep manajemen operasional di Lean Production era, kecuali……….
C. Empowerment D. Kanbans
10)Berikut ini mana yang tidak benar mengenai kecenderungan yang menarik dalam manajemen operasional.
A. Fokus ke arah globalisasi
B. Pengiriman dengan JIT (Just in Time) C. Customization
D. Standarisari produk
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian akhir modul ini, dan hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar. Kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda dalam materi Kegiatan Belajar 1.
Rumus
Tingkat penguasaan = x 100 % Jumlah jawaban Anda yang benar 10
Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90 % - 100 % = baik sekali
80 % - 89 % = baik 70 % - 79 % = sedang < 70 % = baik sekali
Tantangan Produktifitas
TOPIK 2A. PERBEDAAN BARANG DAN JASA
Perusahaan yang bergerak di sektor barang menghasilkan produk nyata yang
berwujud sedangkan di sektor jasa menghasilkan produk yang merupakan
pelayanan. Dengan demikian kegiatan ekonomi yang biasanya menghasilkan
sesuatu yang wujudnya tidak nyata seperti pendidikan, hiburan, transportasi,
administrasi, layanan keuangan, kesehatan disebut kegiatan di sektor jasa. Namun
sekarang ini kecenderungan banyak produk yang merupakan kombinasi dari barang
maupun jasa yang biasanya dikenal dengan istilah mix service. Berikut penjelasan mengenai perbedaan barang dan jasa yang ditunjukkan dalam table berikut.
Tabel 2.1
Perbedaan Barang dan Jasa
Karakteristik Barang Karakteristik Jasa
Dapat dijual lagi Tidak bisa dijual lagi
Dapat disimpan Tidak dapat disimpan
Kualitas dapat diukur Kualitas sulit diukur
Penjualan terpisah dengan produksi Penjualan sebagai bagian jasa
Dapat dipindahkan Pemindahan pada tenaganya
Lokasi sangat mempengaruhi biaya Lokasi penting untuk interak-
si dengan konsumen
Mudah diotomatisasi Susah diotomatisasi
B. APA YANG DIMAKSUDKAN DENGAN PRODUKTIFITAS ?
Perusahaan yang bergerak di sector barang menghasilkan produk nyata yang
berwujud sedangkan di sector jasa menghasilakn produk yang merupakan pelayanan.
Namun sekarang ini kecenderungan banyak produk yang merupakan kombinasi dari
barang maupun jasa yang biasanya dikenal dengan istilah mix service.Berikut merupakan contoh organisasi bisnis yang bergerak di sektor barang dan jasa
Produktifitas dapat diartikan sebagai perbandingan antara output (barang dan jasa
yang dihasilkan) dengan input (sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan
output). Sehingga menjadi tugas dari manajer operasional untuk meningkatkan
produktifitas karena dengan meningkatnya produktifitas berarti meningkatkan efisiensi
yang dapat dilakukan dengan cara:
a. menurunkan input pada saat output konstan.
b. meningkatkan output pada saat input konstan.
Pengukuran produktifitas adalah salah satu cara untuk mengevaluasi kemampuan
yang dimiliki suatu organisasi dalam menghasilkan output, jika produktifitas organisasi
semakin meningkat dapat dianggap organisasi tersebut semakin mampu.
C. PENGUKURAN PRODUKTIFITAS
Rumus umum yang dapat digunakan adalah:
Output
Produktifitas =---
Input
Adapun input yang digunakan untuk menghitung produktifitas bisa salah satu
sumber daya saja yang biasa disebut single factor productivity, bisa juga semua sumber daya yang biasa disebut multiple factor productivity, misal
Output
Multiple factor prodctivity = --- Labor Cost + Material Cost + Overhead Cost
Sebagai catatan, multiple factor productivity lebih dbaik dari single factor productivity karena dalam …… akan mempunyai masalah dalam hal:
1) kualitas yang dapat berubah.
2) unsur luar yang dapat meningkatkan maupun menurunkan produktifitas secara
tidak langsung.
3) tidak adanya satuan pengukuran yang akurat.
Sedangkan untuk organisasi yang outputnya berupa jasa, sangat sulit untuk
menghitung output karena pendefinisian output yang seringkali mengalami kesulitann.
Hal ini akan berdampak pada kesulitan meningkatkan produktifitas yang disebabkan
antara lain oleh:
1) Membutuhkan banyak tenaga kerja.
2) Proses operasionanya sangat individual
3) Seringkali hanya dapat dikerjakan oleh para profesional karena membutuhkan
keahlian khusus.
4) Sulit untuk digantikan oleh masin atau sulit untuk dimekanisasi serta
diotomatisasi.
5) Kualitasnya sangat sulit untuk dievaluasi.
Berikut adalah sebuah contoh perhitungan produktifitas:
Contoh 1.
Dengan data berikut:
Output yang dihasilkan = 600 unit/minggu
Jumlah Pekerja 3 orang masing-masing bekerja selama 8 jam kerja perhari dan 5
hari per minggu.
600
Maka Produktifitas tenaga kerja = --- = 5 unit/jam
Jika upah pekerja sebesar Rp 5.000,- /jam
Material yang diperlukan seharga Rp 500.000,-
Biaya overhead sebasar Rp 900.000,-
Outp[ut tersebut dapat dijual dengan harga Rp 10.000,-/unit
600 x Rp 10.000,-
Multifaktor produktifitas = ---
(3x8x5xRp 5.000,-)+Rp500.000,-+Rp900.000,-
= 3
Jika output yang dihasilkan meningkat sebesar 50 % dengan kenaikan semua
biaya dan harga masing-masing sebesar 25 % maka
Kondisi yang baru menjadi:
600 x 1,5
Produktifitas tenaga kerja = ---= 7,5 unit/jam berati ada peningkatan
(3x8x5)
Produktifitas tenaga kerja sebesar 50 % dari sebelumnya.
600 x 1,5x 1,25 x Rp 10.000,-
Multifaktor produktifitas = ---= 4,5
(600.000,-+500.000,-+900.000) x 1,25
Berarti ada peningkatan multifaktor produktifitas sebesar 50 %
D. OPERASI SEBAGAI SUATU SISTEM PRODUKTIF
Dari definisi yang telah dikemukakan didepan tentang manajemen operasional,
sebagai system transformasi dari input menjadi output yang berbentuk barang maupun
jasa, maka dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 2.1.
Manajemen
Oporasional
INPUT
- Enerji
OUTPUT
- Tenaga kerja
PROSES
Barang - Modal---
→
TRANS---
→
atau - Material
FORMASI
Jasa - Informasi- Manajemen
Sumber: Schroeder (1993;14)
Dari gambar diatas bias dikemukakan bahwa proses pembuatan barang dan jasa
memerlukan transformasi input atau sumber daya menjadi output, semakin efisien
melakukannya maka perusahaan menjadi semakin produktif dan nilai yang ditambahkan
pada output menjadi lebih tinggi. Oleh karena itu tugas manajer operasional
meningkatkan perbbandingan output dan inputnya yang berarti peningkatan
produktifitas.
Berikut adalah beberapa contoh sistem produktif yang ada di masyarakat.
Tabel 2.1
Contoh sistem produktif
---
Operational Input Output
Bank Teller, staff, komputer, fasilitas Jasa keuangan (kredit,
Enerji deposito, tabungan dll)
Restoran Koki, pelayan, bahan masakan, Makanan, Hiburan, su-
Fasilitas, enerji asana
Rumah Sakit Dokter, perawat, staff, peralatan Jasa kesahatan, pasien
Medis, obat, enerji, fasilitas sehat
Pengetahuan, enerji dian masyarakat
Pabrik Tenaga kerja, peralatan, mate- Produk akhir
Rial, enerji
Penerbangan Pesawat, pilot, staff, fasilitas, Transportasi udara
Tenaga kerja, enerji antar lokasi
Sumber: Schroeder (1993;15)
E. VARIABEL PRODUKTIFITAS
Ada tiga variabel yang menentukan besar kecilnya produktifitas yaitu:
1) Tenaga Kerja (Labor) yang berari kuantitas dan kualitas tenaga kerja yang dipekerjakan di organisasi tersebut. Peningkatan kemampuan tenaga kerja
dapat dilakukan dengan melalui pendidikan, pengetahuan mengenai angkatan
kerja, perbaikan fasilitas kerja(transportasi, sanitasi), ketersediaan tenaga kerja
yang memadai.
2) Modal (Capital) yang digunakan oleh organisasi untuk membiayai kegiatan operasionalnya, yang mana sangat dipengaruhi oleh inflasi dan pajak yang
berlaku.
3) Manajemen (Management) yang bertanggung jawab untuk memastikan pengelolaan semua sumber daya yang digunakan perusahaan secara efektif dan
efisien
Dari ketiga variabel produktifitas diatas, menurut Heizer (2004) Faktor
Manajemen memberikan kontribusi terbesar dalam peningkatan produktifitas
karena manajemen bertanggung jawab untuk memastikan tenaga kerja dan modal
digunakan secara efektif untuk meningkatkan produktifitas. Oleh karena itu dapat
disimpulkan untuk meningkatkan produktifitas maka dibutuhkan para manajer
yang profesional dalam arti bisa memanajemeni organiosasi secara efektif dan
efisien.
Perbaikan proses pembayaran berhubungan secara langsung dengan balas jasa yang diterima setiap individu, tim kerja dan juga kondisi ekonomi keseluruhan suatu
negara. Pada tingkat nasional, produktifitas diukur sebagai “dollar value of output per unit labor. Sedangkan ukuran unit tergantung kualitas output (barang dan jasa yang dihasilkan) dari suatu negara dan juga efisiensi produksi. Oleh karena itu
produktifitas sebagai penentu utama dari standar hidup suatu negara karena jika nilai
output per jam kerja meningkat maka manfaat bagi negara kan semakin besar karena
tingkat pendapatan tinggi dan pada akhirnya akan meningkatkan standar hidup. Dan
juga produktifitas sumber daya akan menentukan upah yang diterima para pekerja.
Demikian pula sebaliknya terjadinya inflasi yang tidak dibarengi dengan
peningkatan produktifitas akan menekan standar hidup secara realistis.
G. TANTANGAN PADA TANGGUNG JAWAB SOSIAL
Perubahan situasi dan kondisi yang ada menjadikan para manajer operasional
untuk selalu menghadapi perubahan dan tantangan yang terus menerus. Perubahan
tersebut bias disebabkan berubahnya pihak-puhak yang terkait seperti konsumen,
investor, pekerja, supplier, lingkungan, pemerintah, organisasi lain, atau dengan sengkat
oleh stake holder. Yang tentunya perubahan –perubahan tersebut mengandung konsekuensi logis bahwa manajemen operasional yang dilakukan oleh manajernya harus
bertanggung jawab terhadap kondisi social yang terjadi. Dalam modul ini di bab-bab
berikutnya akan dijelaskan lebih lanjut mengenai wujud tanggung jawab manajemen
operasional terhadap kondisi social yang dihadapui.
H. BERBAGAI HAL MENGENAI PRODUKTIFITAS DI SEKTOR
JASA
Sistimatika yang selama ini dijelaskan dalam konsep teori ekonomi mengenai
produktifitas henya berdasarkan aktifitas perusahaan penghasil produk barang, oleh
karena itu banyak data yang dipublikasikan berkaitan dengan produksi barang. Ada
1. Pertumbuhan Jasa
Di dalam masyarakat maju, sector ekonomi yang terbesar adalah di sector jasa,
seperti terlihat pada ilustrasi berikut ini
Gambar 2.3
Perkembangan sector ekonomi
Jasa sebagai % GDP
Amerika Serikat ---VV---0---0
Kanada ---VV---0---0
Perancis ---VV---0--- ---0
Italia ---VV---0- ---0
Inggis ---VV---0---0
Jepang ---VV---0---0
Jerman Barat ---VV---0---0
0 1970 ‘---‘---‘---‘---‘
0 2000 40 50 60 70 80
persen
Sumber: Statistical Abstract States,2001
Dari table diatas hingga tahun 2000 di beberapa Negara maju terlihat bahwa
2. Produktifitas di sektor jasa
Perusahaan yang bergerak di sector jasa mempunyai tantangan khusus dalam
proses pengukuran produktifitas secara akurat dalam peningkatan produktifitas. Dari
berbagai penelitian dibuktikan bahwa, produktifitas di sektir jasa terbukti sulit untuk
ditingkatkan karena berbagai hal diantaranya adalah:
c. Kebutuhan akan jumlah tenaga kerja yang banyak seperti contohnya
untuk bidang pengajaran maupun konsultasi.
d. Proses operasional seringkali bersifat individual seperti pada konsultasi
investasi.
e. Juga kebanyakan jasa harus dikerjakan oleh para professional yang
memiliki keahlian tertentu misalnya di dunia kesehatan dilakukan oleh
para dokter atau tenaga kesehatan.
f. Juga hanya sebagian yang dapat diotomatisasi banyak yang tidak bisa
misalnya jasa salon.
g. Serta kualitas sulit dievaluasi contoh kinerja di kantor pengacara.
Dengan kata lain semakin spesifik jasa yang diberikan akan semakin sulit pula
mencapai peningkatan produktifitas .Akan tetapi kesulitan peningkatan produktifitas
dibarengi dengan berbagai upaya perbaikan yang telah dilakukan diantaranya misalnya
dengan penggunaan fasilitas yang lebih memadai atau canggih juga keahlian personil
yang lebih trampil maupun cara pengelolaan yang lebih professional, berikut contoh
contohnya antara lain: Di supermarket telah disediakan mesin untuk mengecek harga; di
Bank disediakan fasilitas ATM, phone banking, internet banking, mobil banking; di
Rumah sakit peralatan kesehatan banyak yang komputerisasi; kegiatan administrasi
lazim menggunakan computer; Restoran menyediakan drive thrue untuk layanan cepat;
LATIHAN
Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, silakan anda mengerjakan latihan berikut ini !
1) Apa saja perbedaan barang dan jasa ?
2) Apa yang dimaksudkan dengan Produktifitas ?
3) Jelaskan tentang pengukuran produktifitas!
4) Sebutkan dan jelaskan apa saja variable yang menentukan produktifitas!
5) Jelaskan hubungan antara produktifitas dan standar hidup.
6) Jelaskan mengenai tantangan pad atanggung jawab sosial.
7) Jelaskan berbagai hal mengenai produktifitas di sector jasa.
R RANGKUMAN
Output yang dihasilkan dari kegiatan operasional berupa produk barang
atau jasa ataupun campuran barang dan jasa. Perbedaan antara barang dan jasa
dapat dilihat dari karakteristiknya.
Untuk mengukur kinerja yang dihasilkan dari kegiatan operasional, bias
digunakan konsep produktifitas dengan memperhatikan variabel yang
menentukannya. Produktifitas juga berhubungan dengan standar hidup.
Di beberapa Negara maju, pertumbuhan sektor jasa labih pesat daripada
di sektor barang, walaupun pengukuran produktifitas di sektor ini cukup sulit
karena beberapa hal. Namun demikian, upaya perbaikan sudah banyak
dilakukan misalnya dengan penerapan teknologi komunikasi dan informasi
canggih seperti komputerisasi di sektor perbankan, administrasi, perdagangan,
TES FORMATIF 2 Pilih salah satu jawaban yang paling tepat dari beberapa alternatif jawaban yang disediakan !
1) Organisasi yang memproduksi sesuatu hal yang lebih banyak dapat dikonsumsi dari pelayanannya daripada wujudnya adalah ………
A. Perusahaan barang
B. Perusahaan jasa
C. Organisasi transformasi
D. Organisasi budaya
2) Berikut ini mana yang termasuk ciri-ciri produk jasa ?
A. tangible B. unik
C. dapat disimpan
D. mudah diotomatisasi
3) Berikut ini mana yang bukan termasuk ciri-ciri produk barang ? A. Dapat dijual lagi
B. Mudah disimpan
C. Sulit diotomatisasi
D. Dapat dipindahlkan
4) Produktifitas meningkat apabila….
A. Input meningkat sementara output menurun
B. Input menurun sementara output tetap
C. Input dan output meningkat proporsional
D. Input meningkat sementara output tetap
5) Berikut adalah termasuk input dari usaha Restoran , kecuali……..
A. Koki
C. Menu
D. Fasilitas
6) Variabel produktifitas adalah……… A. Tenaga kerja, modal, pengawasan data
B. Tenaga kerja, modal, manajemen
C. Tenaga kerja, modal, rekayasa
D. Manajemen, modal, prosesing data
7) Masalah dalam pengukuran produktifitas meliputi:
A. Ketidaktahuan efek dari elemen eksternal
B. Ketidaktepatan unit pengukuran
C. Efek kualitas melebihi waktu
D. Semua benar
8) Variabel produktifitas yang mempunyai kontribusi terbesar dalam meningkatkan produktifitas adalah………
A. Manajemen
B. Tenaga kerja
C. Modal
D. Semua variable produktifitas
9) Bagaimana kondisi pertumbuhan sector jasa di Negara-negara maju? A. lebih lambat dari sektor manufaktur
B. pertumbuhannya sama
C. lebih cepat dari sektor manufaktur
D. sangat menurun
10) Berikut ini mana yang benar, mengenai contoh kegiatan jasa yang biasanya mengalami kesulitan pengukuran produktifitas karena sulit diotomatisasi ?
A. Salon
C. Rumah sakit
D. Bank
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian akhir modul ini, dan hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar. Kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda dalam materi Kegiatan Belajar 2.
Rumus
Tingkat penguasaan = x 100 % Jumlah jawaban Anda yang benar 10
Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90 % - 100 % = baik sekali
80 % - 89 % = baik 70 % - 79 % = sedang < 70 % = baik sekali
Kunci Jawaban Tes Formatif
KUNCI JAWABAN TES FORMATIFTes Formatif 1
1) C
2) A
3) D
4) B
5) A
6) A
7) C
8) B
9) B
10)D
Tes Formatif 2
2) B
1) B
3) C
4) B
5) C
6) B
7) D
8) A
9) C
STRATEGI OPERASI
DALAM LINGKUNGAN GLOBAL
Oleh: Nurhidayati Dwiningsih, SE, MM
BAB
2
PENDAHULUAN
anajer Operasional pada saat ini harus memiliki pandangan global dalam
berpikir untuk
M
strategi operasi. Perkembangan yang cepat dalam perdagangan dunia yang seolah dunia tanpa batasan, mengakibatkan banyak organisasi memperluas operasinya tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Banyak hal-hal baru yang harus dilakukan oleh suatu organisasi terutama dalam manajemen operasional berkaitan dengan lingkungan persaingan global yang harus dihadapi.Dalam bab ini akan dibahas dalam 2 topik yaitu:
1) Topik ketiga akan membahas tentang manajemen operasional di lingkungan global dan pencapaian keunggulan kompetitif melalui operasional.
Setelah mempelajari modul ini diharapkan anda dapat:
a. Mengerti dan memahami dengan benar pengertian tentang alasan perusahaan menjadi global.
b. Mengerti dan memahami pengertian perusahaan yang beroperasi secara global. c. Mengerti dan memahami berbagai pertimbangan utama untuk mencapai
operasi global.
d. Mengerti dan memahami bagaimana pengelolaan operasi jasa di dunia global. e. Mengerti dan memahami bagaimana mengembangkan misi dan strategi
perusahaan
f. Mengerti dan memahami berbagai strategi untuk mencapai keunggulan kompetitif
g. Mengerti dan memahami perbedaan keputusan manajemen operasi di dua perusahaan yang berbeda strateginya.
h. Mengerti dan memahami bagaiman proses strategi.
i. Mengerti dan memahami tentang strategi untuk mencapai keunggulan kompetitif.
j. Mengerti dan memahami konsep strategi dan hubungannya dengan sepuluh keputusan penting dalam manajemen operasional.
k. Mengerti dan memahami precondition to implement strategy. l. Mengerti dan memahami terjadinya perubahan strategi. m. Mengerti dan memahami cara identifikasi factor kunci sukses. n. Mengerti dan memahami contoh mapping
Manajemen Operasional di lingkungan global dan
pencapaian keunggulan kompetitif melalui operasional
TOPIK 3A. APA ALASAN YANG MENDASARI PERUSAHAAN MENJADI
GLOBAL ?
Dalam situasi dan kondisi yang terus berkembang, maka banyak perusahaan membuat keputusan untuk menegmbangkan bisnis ke dunia internasional. Ada berbagai alasan kuat yang mendasari perusahaan menjadi global, diantaranya adalah sebagia berikut :
1. Efisiensi Biaya
Banyak cara yang telah dilakukan oleh perusahaan yang beroperasi secara internasional untuk dapat mengurangi berbagai biaya antara lain dengan: a. Pemilihan lokasi yang menyediakan biaya tenaga kerja rendah.
b. Pemanfaatan adanya kesepakatan perdagangan yang berdampak pada pengurangan tariff (WTO, NAFTA, APEC, SEATO)
2. Perbaikan Manajemen Rantai Pasokan
Dengan menempatkan fasilitas di negara dimana sumber daya tertentu berada maka pengelolaan manajemen rantai pasokan dapat lebih terjamin.
3. Pemberian produk yang lebih baik
Karena karakteristik produk yang diinginkan konsumen sangat bervariasi dan ditentukan oleh masing-masing lokasi maka banyak perusahaan yang beroperasi secara internasional menempatkan diri di negara dimana produknya dipasarkan misalnya disesuaikan dengan budaya yang berlaku .
4. Menarik pasar Baru
memanfaatkan pasar luar negeri yang masih terbuka. 5. Belajar untuk beroperasi yang lebih baik
Banyak perusahaan melakukan kerjasama dengan perusahaan lain dari negara
lain untuk alih teknologi, mengadakan riset bersama ataupun kerjasama dalam desain serta kegiatan operasional lainnya.
6. Bisa mendapatkan dan mempertahankan bakat global
Perusahaan yang memiliki karyawan yang baik, dapat memberikan kesempatan karir yang lebih baik dengan cara beroperasi secara global sehingga dapat memper tahankan karyawan .
B. PENGERTIAN PERUSAHAAN YANG BEROPERASI SECARA
GLOBAL
Perusahaan yang telah memutuskan untuk mengambangkan usaha di dunia internasional dapat memilih keterlibatannya dalam bentuk:
1. Bisnis Internasional (International Business) yaitu perusahaan yang terlibat pada transaksi perdagangan atau investasi internasional, contoh Harley Davidson..
2. Perusahaan Multinasional (Multinatioanl Corporation) yaitu peruasahaan yang
terlibat banyak dalam bisnis internasional, mempunyai atau mengendalikan fasilitas di lebih dari satu negara, contoh The Body Shop.
3. Perusahaan Transnasional (Transnational Corporation) yaitu perusahaan yang terlibat banyak dalam bisnis internasional yang mana pengelolaan di tiap Negara secara independent, contoh Nestle.
4. Organisasi Global (Global Organization) yaitu organisasi yang menghasilkan produk standar dengan melewati lintas batas, contoh Caterpilar.
Adapun karakteristik perusahaan berorientasi global diantaranya adalah: 1. Pabrik dan fasilitas berlokasi dengan dasar global
2. Komponan bahan baku dan jasa yang dihasilkan dengan dasar global 3. Desain produk dan teknologi proses untuk seluruh dunia
4. Permintaan bukan berdasarkan local saja.
5. Logistik dan pengendalian persediaan bersifat global.
C. PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN UTAMA UNTUK
MENCAPAI OPERASI GLOBAL.
Ada berbagai pertimbangan utama yang dilakukan perusahaan yang beroperasi secara global diantaranya:
1. Desain Produk Global
Harus selalu diingat bahwa ditiap Negara ada perbedaan social dan budaya sehingga perusahaan harus memperhatihkan berbagai hal, misalnya kemasan dan cara pemasaran yang mungkin akan bervariasi.
2. Desain Proses Global dan Teknologi
Teknologi informasi dan komunikasi dapat membantu pengelolaan atau manajemen sehingga operasi global dapat diintegrasikan.
3. Analisa lokasi fasilitas global
Menggunakan factor kunci sukses untuk memilih negara, diantaranya dengan mempertimbangkan tingkat ekonomi nasional, tingkat inovasi, jumlah penduudk yang trampil, tingkat perubahan teknologi, stabilitas pemerintahan, pertanggung jawaban produk, pembatasan ekspor, kesamaan bahasa, etika kerja, tingkat pajak, inflasi, ketersediaan bahan baku, tingkat bunga, jumlah penduduk dan ketersediaan sarana jalan.
4. Dampak budaya dan etika
Budaya yang ada di tiap Negara berbeda, hal tersebut juga harus disikapi dengan arif agar kegiatan operasi perusahaan dapat sukses, misalnya kebiasaan jam istirahat, perlindungan terhadap hak intelektual , budaya korupsi.
D. MENGELOLA OPERASI JASA DI DUNIA GLOBAL.
Untuk melakukan pengelolaan jasa di dunia global maka ada beberapa hal yang perlu dilakukan yaitu:
1. Menentukan apakah orang maupun fasilitas mencukupi untuk menjaga eksistensi jasa yang diberikan.
4. Menentukan bagaimana mencapai konsumen global.
Oleh karena itu perusahaan yang bergerak di bidang jasa yang akan memutuskan untuk beroperasi secara internasional harus selalu mempertimbangkan perbedaan perspektif pada beberapa keputusan manajemen operasional diantaranya:
1. Perencanaan kapasitas jasa yang akan diberikan perusahaan kepada para konsumen.
2. Perencanaan lokasi tempat pemberian pelayanan kepada konsumen.
3. Desain fasilitas dan layout yang akan digunakan perusahaan dalam memberikan pelayanan kepada konsumennya.
4. Penentuan jadwal pelayanan kepada konsumen
E. MENGEMBANGKAN MISI DAN STRATEGI PERUSAHAAN
Perusahaan yang beroperasi seharusnya mempunyai suatu misi sehingga bisa mengetahui arah tujuan yang ingin dicapai. Misi dapat diartikan sebagai :
1. Alasan pendirian organisasi 2. Memberian batasan dan focus.
3. Menjawab pertanyaan tentang, apa yang akan diberikan kepada masyarakat? Adapun misi perusahaan yang ditetapkan, diantaranya sangat ditentukan factor lingkungan, konsumen, nilai dan filosofi yang berlaku, pertumbuhan perusahaan, citra di masyarakat.
Untuk dapat mencapai misi yang telah ditetapkan dengan efektif dan efisien maka organisasi perlu menetapkan strategi tertentu. Oleh karena itu strategi dapat diartikan sebagai:
1. Rencana tindakan untuk mencapai misi. 2. Memperlihatkan bagaimana misi akan dicapai 3. Setiap perusahaan mempunyai strategi bisnis 4. Area fungsional mempunyai strategi
Untuk menetapkan strategi bisnis dalam rangka mencapai keunggulan kompetitif ya n tepat maka biasanya ada tiga langkah utama yang dilakukan perusahaan yaitu: 1. 1. Analisis Lingkungan
Mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dan memahami lingkungan, pelanggan, industri dan pesaing
2.Menetapkan Misi Perusahaan
Menetapkan alsan keberadaan perusahaan dan mengidentifikasi nilai produk yang akan diciptakan oleh perusahaan.
3. Membentuk Strategi
Membangun keunggulan bersaing seperti harga yang murah, fleksibilitas rancangan atau isi, mutu, penghantaran yang cepat, ketergantungan, jasa purna jual, atau lini produk yang luas.
Adapun tiga strategi yang masing-masing memberikan peluang bagi para manajer operasi untuk meraih keunggulan adalah:
Bersaing pada perbedaan (Differentiation), keunikan dapat melalui karakteristik fisik maupun atribut jasa yang ditawarkan kepada konsumen sehingga konsumen mempersepsikannya sebagai nilai.
Bersaing pada biaya (Cost Leadership), nuntuk mencapai nilai maksimum yang diinginkan pelanggan tetapi dengan kualitas yang memadai.
Bersaing pada respon cepat (rapid response), melalui keseluruhan nilai yang terkait dengan pengembangan dan penghantaran barang yang tepat waktu, penjadwalan yang dapat diandalkan serta kinerja yang fleksibel.
G. KEPUTUSAN UTAMA DALAM MANAJEMEN OPERASIONAL
PADA PERUSAHAAN YANG MEMPUNYAI STRATEGI
BERBEDA
perusahaan akan berbeda apabila diterapkan pada perusahaan yang bergerak dibidang barang dan jasa serta pada perusahaan yang menetapkan strategi berbeda.
Gambar
Strategi Operasional di perusahaan yang menghasilkan barang dan jasa Produsen Produk Barang Produsen Produk Jasa 1. Desain Produk Produk berwujud Produk tidak berwujud
2. Kualitas Kualitas obyektif Kualitas Subyektif
3. Proses dan Kapasitas Konsumen tidak terlibat dalam proses.
5. Layout Fokus pada peningkatan
efisiensi
Dapat meningkatkan nilai produk
6. Sumber Daya Manusia Fokus pada keahlian taknis, upah berdasar output
8. Persediaan Untuk semua jenis
persediaan
Tidak dapat disimpan sehingga harus dicarai cara lain melayani perubahan permintaan
9. Penjadwalan Kemampuan menyimpan
mempengaruhi kecepatan
10. Pemeliharaan Biasanya upaya untuk pencegahan
Biasanya upaya untuk perbaikan
Gambar
Strategi OPerasional dari dua perusahaan yang bergerak di bidang yang sama tetapi strategi bisnisnya berbeda
Perusahaan A Perusahaan B
Keunggulan Bersaing Bersaing pada Pembedaan (Differentiation)
Bersaingan pada Biaya (Low cost)
1. Desain produk Investasi litbang tinggi Investasi litbang rendah 2. Kualitas Mutu adalah prioritas Mutu hanya standar
3. Proses Proses berulang, kapasitas
besar
Proses “jobshop” pemanfaatan tinggi
4. Lokasi Lokasi di tempat bagus Lokasi berbiaya rendah 5. Tata Letak Mendukung otomatisasi Mendukung “jobshop” 6. Penjadwalan Perencanaan terpusat Penjadwalan jangka pendek 7. Sumber Daya Manusia SDM terbaik SDM standar
8. Rantai Pasokan Hubungan dengan supplier bersifat jangka panjang
Pembelian dengan harga murah
9. Persediaan Menjaga persediaan banyak Fokus pada persediaan setengah jadi
10.Pemeliharaan Pelatihan karyawan
intensif
Karyawan dilatih memenu- hi perubahan permintaan Sumber:
LATIHAN
Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, silakan anda mengerjakan latihan berikut ini !
1) Jelaskan mengenai berbagai alasan perusahaan menjadi global ! 2) Jelaskan tentang perusahaan yang beroperasi secara global !
3) Apa yang dimaksud dengan berbagai pertimbangan utama untuk mencapai o perasi global ?
4) Jelaskan bagaimana pengelolaan operasi jasa di dunia global ! 5) Mengapa perusahaan perlu mengembangkankan misi dan strategi ? 6) Apa yang dimaksudkan dengan misi dan strategi perusahaan ? 7) Jelaskan mengenai strategi untuk keunggulan kompetitif!
8) Jelaskan perbedaan keputusan utama dalam manajemen operasional untuk dua perusahaan yang mempunyai strategi berbeda !
RANGKUMAN
Suatu perusahaan yang telah memutuskan untuk melakukan go
TES FORMATIF 3
Pilih salah satu jawaban yang paling tepat dari beberapa alternatif jawaban yang disediakan !
1) Berikut ini termasuk alasan perusahaan menjadi global, kecuali……… A. Mengurangi biaya
B. Memperbaiki rantai pasokan C. Menarik pasar baru
D. Meningkatkan gengsi
2) Perusahaan yang terlibat dalam transaksi perdagangan atau investasi internasional.
A. Bisnis Internasional B. Perusahaan Multinasional C. Perusahaan Transnasional D. Organisasi Global
3) Berikut ini mana yang tidak termasuk empat pertimbangan dalam mencapai operasi global
A. Desain Produk Global
B. Desain proses global dan teknologi C. Analisa proyek
D. Dampak budaya dan etika
4) Berikut adalah hal-hal yang perlu dilakukan untuk mengelola jasa kecuali…. A. Menentukan kecukupan orang dan fasilitas
B. Identifikasi pasar yang masih terbuka
5) Perusahaan Multinasional adalah…….
A. Perusahaan yang terlibat pada transaksi perdagangan atau investasi internasional.
B. Perusahaan yang terlibat dalam bisnis internasional, mempunyai atau mengendalikan fasilitas di lebih dari satu negara.
C. Perusahaan yang terlibat banyak dalam bisnis internasional yang mana pengelolaannya di tiap Negara bersifat independent.
D. Organisaasi yang menghasilkan produk standar dengan melewati lintas batas
6) Berikut ini mana yang benar mengenai karakteristik peerusahaan global ? A. Fasilitas dberlokasi global
B. Permintaan bukan local saja
C. Desain proses dabn teknologi proses untuk seluruh dunia D. Semua jawaban benar.
7) Berikut ini mana yang tidak temasuk keputusan yang paling penting dipertimbangkan dalam rangka mengembangkan usaha jasa secara global?
A. Desain B. Penjadwalan C. Persediaan D. Lokasi
8) Berikut ini merupakan tujuan dari penetapan misi perusahaan, kecuali A. Alasan pendirian organisasi
B. Rencana oprasional
C. Memberi batasan dan focus
D. Menjawab apa yang akan diberikan oleh perusahaan.
9) Berikut ini termasuk lagkah utama yang harus dilakukan perusahaan mencapai kompetitif strategi, kecuali
C. Menetapkan misi D. Membentuk strategi
10)Berikut ini mana yang tidak termasuk strategi bisnis yang dapat dipilih perusahaan untuk mencapai keunggulan kompetitif.
A. Cost Leadership B. Diversifikasi C. Differentiantion D. Rapid Response
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 3 yang terdapat di bagian akhir modul ini, dan hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar. Kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda dalam materi Kegiatan Belajar 3.
Rumus
Tingkat penguasaan = x 100 % Jumlah jawaban Anda yang benar 10
Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90 % - 100 % = baik sekali
80 % - 89 % = baik 70 % - 79 % = sedang < 70 % = baik sekali
Isu dan Strategi Operasi Global
TOPIK 4
A. MODEL STRATEGI
Pada umumnya perusahaan yang bergerak di sektor barang maupun sektor jasa menginginkan untuk dapat mencapai tujuan nya secara efektif dan efisien sehingga membutuhkan strategi yang akan diimplementasikan. Adapun model strategi perusahaan dapat digambarkan dalam bagan berikut.
Gambar
Model Strategi Perusahaan
Strategi Perusahaan Dan Strategi Bisnis ↓
Strategi Operasi
Analisis ● MISI ← Internal Analisis → ● Keunggulan
Eksternal Khusus ● Tujuan ↓
Keputusan taktis ↓
Strategi operasi adalah suatu fungsi yang menetapkan keseluruhan arah atau daya dorong untuk mengambil keputusan. Visi ini harus diintegrasikan dengan strategi bisnis, dan seringkali,tetapi tidak selalu direfleksikan dalam perencanaan formal. Strategi operasi seharusnya menghasilkan suatu pola pengambilan keputusan operasi yang konsisten dan suatu keunggulan bersaing bagi perusahaan.
Analisis Eksternal meliputi analisa mengenai kebutuhan konsumen, teknologi baru, perubahan social, perubahan ekonomi, persaingan, perubahan undang-undang, peruban politik dan factor lainnya di luar perusahaan yang berdamapak terhadap perusahaan secara langsung maupun tidak langsung.
Analisis Internal meliputi analisa tentang berbagai input yang digunakan perusahaan seperti bahan baku, overhead, tenaga kerja, manajemen serta kondisi di dalam perusahaan yang bersangkutan.
B. ISU DALAM STRATEGI
Langkah selanjutnya yang sebaiknya dilakukan perusahaan setelah menentukan misi dan mengembangkan serta menetapkan strataegi yang tepat bagi perusahaan maka manajer operasional sebaiknya mempertimbangkan beberapa hal diantaranya adalah:
1. Penelitian
Beberapa hasil penelitian yang telah banyak dilakukan dapat menjadi referensi bagi perusahaan sehingga dapat dijadikan sebagai acuan untuk mengambil keputusan yang tepat. Adapun contohnya seperti penelitian tentang
PIMS
(Profit Impact of Market Strategy) yang menggunakan 100 data dari 3.000 organisasi terkait menggunakan ROI (Return On Invesment) yang tinggi , diantaranya memberikan dampak pada keputusan manajemen operasional yaitu:a. Kualitas produk tinggi relatif terhadap persaingan. b. Penggunaan kapasitas yang tinggi.
c. Efisiensi operasi tinggi. d. Intensitas investasi rendah
Penelitian lain adalah gabungan 248 bisnis yang diminta mengevaluasi 32 kategori untuk mendapatkan keunggulan kompetitif yang terus menerus, maka 28 % kategori yang terpilih adalah manajemen operasional.
2. Prekondisi untuk implementasi strategi
Manajer operasional harus memahami bahwa perusahaan beroperasi dalam system yang terbuka, sehingga terdapat banyak factor yang dapat mempengaruhi perkembangan strategi dan juga implementasinya. Oleh karena itu maka ada beberapa kondisi
sebelumnya yang perlu dianalisis diantaranya adalah:
a. Kekuatan dan kelemahan dari para pesaing yang sudah ada maupun pendatang baru, barang substitusi, perjanjian dengan para supplier maupun distributor.
b. Berbagai masalah lingkungan, teknologi, peraturan, ekonomi, politik, social yang sekarang berlangsung maupun yang akan dating.
c. PLC (Product Life Cycle) datau daur hidup produk yang mungkin akan menjadi batasan strategi operasional
d. Input yang tersedia dalam perusahaan maupun dalam manajemen operasional. e. Koordinasi strategi manajemen operasional dengan strategi fungsional lainnya.
3. Dinamika
C. PENGEMBANGAN DAN IMPLEMENTASI STRATEGI
Tidak ada satupun perusahaan yang dapat melaksanakan segala sesuatunya dengan sangat baik. Oleh karenanya pada saat mengembangkan dan mengimplementasikan strategi, manajer operasional harus dapat memastikan tugas apa saja yang harus dilakukan sehingga keberhasilan dapat tercapai. Unsur apa saja yang mempunyai kemungkinan paling besar untuk gagal, bagian mana yang membutuhkan perhatian lebih dari sumber daya yang ada di perusahaan. Dengan demikian dapat dikemukan beberapa tahapan yang perlu dilakukan dalam mengembangkan dan mengimplementasikan strategi yaitu:
1. Identifikasi Faktor Kunci Sukses
Diartikan sebagai seluruh aktifitas yang menjadikan perusahaan mempunyai keunggulan bersaing, faktor ini mementukan keberhasilan dan kegagalan organisasi. Organisasi yang mampu mengenali dan memanfaatkan faktor kunci sukses untuk memna\bangun kemampuan unik yang dipunyaikemungkinan besar akan dapat meraih keunggulan bersaing.Faktor kunci sukses dapat dikenali melalui identifikasi:
- kekuatan atau hal-hal yang merupakan sisi positif di perusahaan - kelemahan atau hal-hal yang merupakan sisi negatif di perusahaan. - peluang yang kemungkinan masih terbuka bagi perusahaan
- ancaman yang kemungkinan harus dihadapi perusahaan
Setelah itu hasil identifikasi tersebut dianalisa atau dikenal dengan istilah analisa SWOT (Strength Weaknesess Opportunity Threath) . Dengan analisis tersebut perusahaan dapat memposisikan diri untuk mendapatkan keunggulan bersaing misalnya memiliki kemampuan mendisain produk yang baik, atau kemampuan menentukan lokasi yang tepat untuk kegiatan operasionalnya.
2. Membangun organisasi
a. Pengenalan strategi dan faktor kunci sukses.
b. Pengelompokkan kegiatan yang diperlukan dalam struktur organisasi. c. Pengisian tenaga kerja yang akan melakukan pekerjaa
d. Koordinasi dengan bawahan untuk menyusun rencana, anggaran, dan program yang sesuai dengan strategi agar misi tercapai.
3. Menyelaraskan manajemen operasional dengan kegiatan lain
Keberhasilan strategi manajemen operasional sabgat tergantung pada keterpaduan dengan bagian lain seperti fungsi pemasaran, keuangan, sistem informasi, dan sumber daya manusia. Contoh yang bisa dikemukanan adalah pada penetapan jadwal dalam dunia penerbangan yang sangat ditentukan oleh pola perjalanan penumpang yang gampang sekali berubah pada saat musim libur berbeda dengan hari biasa, sehingga dalam hal ini manajemen operasional vbisa merupakan fungsi pemasaran. Oleh karena itu perubahan yang terjadi dalam proses operasional akan berdampak pada kegiatan dalam fungsi lainnya.
Berikut adalah gambar yang menjelaskan penerapan strategi di perusahaan. Gambar
Penerapan Strategi dalam fungsi perusahaan
Penerapan Strategi dengan memahami dan menjalankan Faktor Kunci Sukses dalam sejumlah fungsi perusahaan
┌────────────┼────────────┐ Pemasaran Keuangan Operasional
┌────────┘ ┌────────┘ ┌────────┘ Segmentasi Pasar Hutang Desain SDM
D. EMPAT STRATEGI INTERNASIONAL
Manajer Operasional pada perusahaan yang telah memutuskan untuk mengembangkan diri di dunia internasional dihadapkan pada peluang global dengan memilih salah satu dari empat strategi internasional yaitu:
Gambar
Empat Strategi Operasi Internasional
Tinggi
STRATEGI STRATEGI
GLOBAL TRANSNASIONAL
Pertimbangan Pengurangan
Biaya
STRATEGI STRATEGI
INTERNASIONAL MULTINASIONAL
Rendah
Rendah Pertimbangan Tinggi Tingkat Tanggapan Lokal
Strategi Internasional
hanya butuh perubahan sedikit sedang lisensi hanya mengandung resiko kecil bagi pemegangnya.
Strategi Mutidomestik
Strategi ini merupakan keputusan tersebar di setiap Negara untuk meningkatkan penanggapan local denagn membagi kewenangan atau desentralisasi yang berarti memberi otonomi yang cukup berarti. Cara yang dilakukan dengan mendirikan perusahaan cabang, menyediakan waralaba atau usaha patungan yang mandiri. Contoh perusahan yang menggunakan strategi ini adalah: McDonald.
Strategi Global
Strategi Global merupakan keputusan yang terdesentralisasi dimana kantor pusat mengkoordinasikan standardisasi dan pembelajaran diantara fasilitas. Strategi ini tepat diterapkan pada saat perusahaan focus efisiensi biaya tetapi respon lokalmya rendah. Contoh perusahaan yang telah menerapkan strategi ini adalah Caterpillar.
Strategi Transnasional
LATIHAN
Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, silakan anda mengerjakan latihan berikut ini !
1) Jelaskan mengenai proses strategi!
2) Sebutkan dan jelaskan mengenai berbagai isu dalam strategi ! 3) Bagaimana pengembangan dan implementasi strategi perusahaan ? 4) Apa saja kemungkinan yang menyebabkan strategi berubah ? 5) Bagaimana cara mengidentifikasi faktor kunci sukses ? 6) Sebutkan dan jelaskan empat strategi opersi internasional.
RNrAANG RANGKUMAN
TES FORMATIF 4
Pilih salah satu jawaban yang paling tepat dari beberapa alternatif jawaban yang disediakan !
1) Berikut ini mana yang bukan merupakan alasan perusahaan beroperasi secara global ?
A. menurunkan biaya.
B. memperbaiki rantai pasokan C. mengikuti tren
D. menarik pasar baru
2) Misi adalah
A. Area fungsional si suatu perusahaan
B. Suatu tujuan/alasan adanya sebuah organisasi C. Tujuan yang akan dicapai
D. Rencana tindakan organisasi untuk mencapai misi
3) Strategi adalah……..
A. Wilayah fungsional di suatu perusahaan B. Suatu tujuan /alasan adanya sebuah organisasi C. Tujuan yang akan dicapai
D. Rencana tindakan organisasi untuk mencapai misi
4) Manakah dari yang berikut merupakan hal penting yang patut dipertimbangkan jika perusahaan beroperasi secara global ?
A. Hasil riset yang berkaitan dengan globalisasi B. Kondisi sebelumnya
5) Riset dari PIMS, dalam mengevaluasi perusahaan didasarkan pada…….. A. profitabilitas
B. pertumbuhan C. ROI yang tinggi D. pencapaian misi
6) Berikut mana yang bukan termsuk tahapan pengembangan dan implementasi stratregi ?
A. Menentukan tindakan yang dilakukan sekarang B. Identifikasi factor kunci sukses
C. Membangun Organisasi
D. Menyelaraskan manajemen operasional dengan kegiatan lainnya
7) Manakah strategi operasi internasional yang mempunyai tingkat sentralisai tinggi ?
A. strategi internasional B. strategi multinasional C. strategi global
D. strategi transnasional
8) Manakah strategi operasi internasional yang memfokuskan pada desentralisasi ? A. strategi internasional
B. strategi multinasional C. strategi global
D. strategi transnasional
9) Manakah strategi operasi internasional yang menggabungkan keuntungan dan efisiensi skala global dengan respon lokal ?
A. strategi internasional B. strategi multinasional C. strategi global
10)Manakah strategi operasi internasional yang masuk ke pasar global melui ekspor dan lisensi?
A. strategi internasional B. strategi multinasional C. strategi global
D. strategi trannasional
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian akhir modul ini, dan hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar. Kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda dalam materi Kegiatan Belajar 2.
Rumus
Tingkat penguasaan = x 100 % Jumlah jawaban Anda yang benar 10
Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90 % - 100 % = baik sekali
80 % - 89 % = baik 70 % - 79 % = sedang < 70 % = baik sekali
Kunci Jawaban Tes Formatif
KUNCI JAWABAN TES FORMATIFTes Formatif 3 1) D 2) A 3) C 4) C 5) B 6) D 7) C 8) B 9) A 10)B
Tes Formatif 4
PENDAHULUAN
DESAIN PRODUK DAN MANAJEMEN KUALITAS
Oleh: Nurhidayati Dwiningsih, SE, MM
3
BAB
PENDAHULUAN
eputusan penting dalam manajemen operasional adalah menentukan desain produk seperti apa yang akan dihasilkan perusahaan. Mengapa demikian ? Hal ini dikarenakan kegiatan dari manajemn operasional adalah melakukan transformasi input menjadi output, sehingga apa saja tindakan transformasi yang akan dilakukan mencacu pada output yang seperti apa atau bagaiman yang akan dihasilkan perusahaan. Berkaitan dengan keputusan desain adalah keputusan dalam menentukan kualitas seperti apa yang akan diwujudkan oleh perusahaan. Hal ini merupakan konsekuensi logis bagi perusahaan yang ada, mengapa demikian ? Jawabannya cukup sederhana yaitu pada kenyataan dalam dunia bisnis terjadi persaingan artinya setiap perusahaan yang menghasilkan produk baik berupa barang maupun jasa hamper selalu menghadapi persaingan dari perusahaan lain. Sehingga agar dapat mempertahankan diri dalm dunia persaingan secara jangka panjang maka kualitas merupakan konsep penting yang harus dipahami oleh manajer operasional dalam menjalankan aktifitasnya . Konsep desain produk dan berbagi hal mengenai kualitas akan secara singkat dipaparkan dalam modul ini.
Dalam bab ini akan dibahas dalam 2 topik yaitu: 1) Topik kelima akan membahas tentang desain produk. 2) Topik keenam akan membahas mengenai kualitas produkas.
Yang mana tiap topik akan dilengkapi dengan latihan, rangkuman dan tes formatif. Dengan mempelajari modul ini dengan baik dan benar, diharapkan Anda dapat a. Mengerti dan memahami tentang apa yang dimaksudkan dengan produk.
b. Mengerti dan memahami berbagai keadaan yang bisa memunculkan kesempatan penciptaan produk baru.
c. Mengerti dan memahami system pengembangan produk.
d. Mengerti dan memahami berbagai isu yang berkaitan dengan desain produk. e. Mengerti dan memahami persaingan berdasarkan waktu
f. Mengerti dan memahami dokumentasi produksi. g. Mengerti dan memahami konsep desain jasa.
h. Mengerti dan memahami tentang pengertian kualitas. i. Mengerti dan memahami konsep ISO.
j. Mengerti dan memahami konsep TQM.
Desain Produk
A. APA YANG DIMAKSUDKAN DENGAN PRODUK ?
Perusahaan menghasilkan output untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen akan kepuasan, sehingga output yang dihasilkan seharusnya dapat memuaskan konsumen. Oleh karena itu produk bisa diartikan sebagai kepuasan yang ditawarkan produsen (perusahaan) kepada konsumen. Untuk dapat mencapai maksud tersebuty maka sudah selayaknya perusahaan memfokuskan diri pada pengembangan keunggulan bersaing melalui strategi bisnis, diantaranya pembedaan (diferensiasi), biaya rendah (kepemimpinan biaya) , respon cepat (rapid respon) atau konmbinasi diantaranya ketiga strategi tersebut.
Suatu produk yang diciptakan baik berupa barang atau jasa bpad umumnya mengalami tahapan kehidupan produk (PLC = Product Life Cycle) melalui empat tahapan seperti yang terlihat dalam gambar berikut:
Gambar
Produk Life Cycle
Penjualan Biaya
Arua Kas
Penjualan
Keterangan:
I (Introduction) = tahap perkenalan G (growth) = tahap pertumbuhan M (Maturity) = tahap kedewasaan D (Decline) = tahap penurunan
1. PLC (Product Life Cycle) dan Pilihan Strategi
Tahapan PLC Pilihan Strategi
Perkenalan (Introduction) Masih menyesuaikan pasar dan banyak biaya untuk: 1) Riset, 2) Pengembangan produk, 3) Modifikasi proses, dan 4) Pengembangan pemasok.
Pertumbuhan (Growth) Desain produk sudah stabil sehingga perlu peramal- an kebutuhan kapasitas yang efektif dan perlu pening- katan kapasitas agar dapat memenuhi permintaan Kematangan (Maturity) Pesaing sedah dapat dipastikan dan memerlukan ino- vasi, pengendalian biayaharus lebih baik, meningkat- kan keuntungan dengan pembatasan lini produk. Penurunan (Decline) Produk hamper matimaka mungkin perlu menghenti- kan produk tersebut dan menggantinya dengan desain produk baru.
2. Analisa Produk berdasarkan nilai (Product by value analysis)
B. PENCIPTAAN PRODUK BARU
Produk yang dihasilkan perusahaan, dalam perjalanannya tentunya mengalami
tahapan seperti yang sesuai siklus hidupnya, sehingga pemilihan produk, pendefinisian produk maupun desain produk perlu secara terus menerus diperbaharui . Oleh karenanya mengetahui bagaimana menciptakan dan mengembangkan produk baru dengan berhasil sudah merupakan suatu kewajiban perusahaan yang ingin terus hidup.
1. Peluang Penciptaan Produk Baru
Keadaan yang memberikan peluang munculnya produk baru diantaranya adalah: 1. Pemahaman Konsumen
2. Perubahan Ekonomi
3. Perubahan Sosiologis dan demografis 4. Perubahan Teknologi
5. Perubahan Politik/Peraturan 6. Perubahan yang lain seperti:
a. Praktek di pasar b. Standar profesi c. Supplier d. Distributor
2. Pentingnya Produk Baru