• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Pengaruh Asam Stearat Terhadap Termoplastik Elastomer Berpengisi Tandan Kosong Kelapa Sawit Sebagai Bahan Peredam Suara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Pengaruh Asam Stearat Terhadap Termoplastik Elastomer Berpengisi Tandan Kosong Kelapa Sawit Sebagai Bahan Peredam Suara"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Pembuatan termoplastik elastomer berbasis NR berpotensi untuk meningkatkan

sifat-sifat NR. Permasalahan utama blend PP dan NR adalah belum dapat

dihasilkan blend yang kompatibel. Hal ini disebabkan oleh fasa NR yang tidak

mudah terdistribusi kedalam matrik PP. Diperkirakan bahwa faktor penyebabnya

antara lain adalah perbedaan viskositas kedua polimer tersebut yang cukup besar

pada suhu leleh PP, dan interaksi molekular antara PP dan NR yang relatif kurang

besar. Beberapa peneliti melakukan proses vulkanisasi dinamik untuk

meningkatkan interaksi molekul PP dan NR dalam blend (Mangaraj, 2005).

Nakason dkk (2006) memvulkanisasi termoplastik berdasarkan pada

pencampuran karet alam/polietilena densitas tinggi dengan menggunakan

pengkompatibilizer. Diperoleh bahwa termoplastik vulkanisasi dengan

menggunakan resin fenolik menunjukkan bahwa kompatibilitas dan kekuatan tarik

yang lebih tinggi, perpanjangan putus dan kecenderungan untuk kembali ke

keadaan semula lebih lama dari pada menggunakan Sulfur. Dalam penelitian

berikutnya Nakason (2008) yang menggunakan dikumil peroksida (DKP) sebagai

curative agent untuk memvulkanisasi karet yaitu dengan mencampurkan

elastomer karet alam dan karet alam yang diepoksidasi dengan polipropilena

menggunakan campuran DKP, sulfur dan phenil-PP sebagai pengkompatibilizer

yang menghasilkan termoplastik vulkanisasi dengan harga tegangan-regangan dan

(2)

Awang (2007), dalam penelitiannya mengatakan bahwa campuran

polipropilena dan abu ban bekas dengan adanya DKP dan N,N-m-phenylene bis

maleimide (HVA-2) dapat meningkatkan kuat tarik, adhesi antar muka dan dapat

meningkatkan sifat termal dari campuran, hal ini menandakan adanya interaksi

kimia antara polipropilena dan abu ban bekas dengan adanya DKP dan HVA-2.

Destia (2011) dalam penelitiannya mengatakan bahwa blend antara PP dan

Karet Alam SIR 10 dengan menggunakan inisiator dikumil peroksida dan divinil

benzena sebagai zat pengikat silang dapat meningkatkan kekuatan tarik dari TPE

dibandingkan tanpa divinil benzena. Bahruddin dkk, (2007) dalam penelitianya

mengatakan bahwa dengan meningkatnya perbandingan jumlah karet

alam/polipropilena dapat menghasilkan distribusi partikel karet alam yang merata

dengan ukuran yang kecil. Perbandingan dari banyaknya karet alam/polipropilena

dan komposisi zat pengikat silang dapat menigkatkan sifat mekanik dari TPE.

Ismail, H. (2001) dalam penelitiannya mengatakan bahwa dengan

bertambahnya bahan pengisi yang ditambahkan pada komposit karet alam akan

menurunkan kekuatan tarik dan kekuatan sobek dari komposit, hal ini disebabkan

karena ketidakmampuan bahan pengisi untuk meningkatkan penyebarannya dalam

matrik polimer.

Kebisingan merupakan salah satu masalah lingkungan yang patut

diperhatikan. Dimana pada tingkat kebisingan tertentu suara yang dihasilkan

menimbulkan ketidak-nyamanan dan dapat berdampak terhadap kesehatan fisik

maupun psikis. Berkaitan hal tersebut berbagai usaha dilakukan untuk mengurangi

suara yang tidak diinginkan. Salah satunya dengan menciptakan material akustik

dari komposit berpengisi serat alam, karena serat alam merupakan bahan berpori

dan banyak mengandung lignoselulosa (McMullan, 2002). Keuntungan dari serat

alam yaitu densitasnya yang rendah, mudah terurai, kekakuan tinggi, dan

(3)

Ersoy, S. (2009), meneliti tentang pemanfaatan limbah serat daun teh

sebagai bahan absorpsi suara, dimana panjang dan tebal serat daun teh

mempengaruhi daya absorpsi suara. Pada tiga lapisan berbeda panjang serat daun

teh dengan tebal 1 cm memiliki daya absorpsi suara yang hampir sama untuk

bahan tekstil yang memiliki 6 lapisan tenunan. Sedangkan untuk tebal lapisan dari

bahan tekstil yaitu 20 mm yang dicampur dengan limbah daun teh menunjukkan

daya absorpsi suara yang baik antara frekuensi 500-3000 Hz.

Karlinasari, L. (2011), meneliti tentang sifat penyerapan dan isolasi suara

papan wol berkerapatan sedang-tinggi dari beberapa kayu cepat tumbuh, dimana

papan wol berkerapatan sedang memiliki nilai koefesien absorpsi suara lebih

tinggi dibandingkan dengan papan wol berkerapatan tinggi pada kisaran frekuensi

rendah dan frekuensi tinggi. Pada frekuensi sedang, papan partikel wol bersifat

merefleksikan suara.

Berdasarkan uraian diatas penulis ingin meneliti pengaruh penambahan zat

pengkompatibel asam stearat terhadap TPE berpengisi tandan kosong kelapa sawit

dengan mengunakan DKP sebagai inisiator dan DVB sebagai agen pengikat silang

untuk mendapatkan data kemampuan mekanik melalui uji kuat tarik, analisa

morfologi permukaan,analisa termal dan uji koefesien serap bunyi.

1.2Perumusan Masalah

Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah :

1. Apakah asam stearat dapat meningkatkan kompatibilitas antara matrik dan

bahan pengisi sehingga dapat meningkatkan sifat mekanik dari

termoplastik elastomer.

2. Bagaimana pengaruh tandan kosong kelapa sawit terhadap termoplastik

(4)

1.3 Pembatasan Masalah

Dalam penelitian ini permasalahan dibatasi pada :

1. Bahan elastomer yang digunakan adalah karet alam SIR 10.

2. Bahan termoplastik yang digunakan adalah polipropilena.

3. Inisiator yang digunakan adalah dikumil peroksida dengan variasi berat 1

phr, 2 phr dan 3 phr.

4. Zat pengikat silang yang digunakan adalah divinil benzena dengan variasi

volume 1 phr, 2 phr dan 3 phr.

5. Zat pendispersi yang digunakan adalah asam stearat dengan variasi berat 2

g, 4 g, 6 g, 8 g, dan 10 g.

6. Karakterisasi meliputi uji kekuatan tarik, analisa permukaan dengan SEM, analisa termal dengan DTA dan uji koefesien serap bunyi.

1.4Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui interaksi dan kompatibilitas yang terjadi antara matrik

dan bahan pengisi dengan adanya penambahan asam stearat terhadap

karakteristik dari TPE.

2. Untuk mengetahui apakah tandan kosong kelapa sawit dapat digunakan

sebagai bahan penyerap bunyi pada TPE.

1.5 Manfaat Penelitian

1. Diharapkan Penambahan Asam Stearat dapat menghasilkan termoplastik

elastomer yang lebih kompatibel dan kuat dan dapat digunakan dalam

berbagai aplikasi.

2. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi tambahan dalam

pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit sebagai salah satu material

berpori yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan peredam suara

dimana produk yang dihasilkan tidak mudah terbakar dan juga tidak

(5)

1.6Metodologi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di laboratorium dengan perlakuan rasio konsentrasi

polipropilena-karet SIR 10-Tandan kosong kelapa sawit 50:50:30 (g/g/g) didalam

internal mixer pada suhu 175oC.

1. Tahap I

Pada tahap ini karet SIR 10 dipotong kecil-kecil dan ditimbang sebanyak

50 g . TKKS dihaluskan dan diayak pada ayakan 80 mesh dan ditimbang

sebanyak 30 g, polipropilena ditimbang sebanyak 50 g, kemudian asam

stearat ditimbang sebanyak 2g, 4g, 6g, 8g, dan 10 g.

2. Tahap II

Pada tahap ini adalah tahap pencampuran 50 g polipropilena – 50 g karet

SIR 10 – 30 g TKKS dengan variasi penambahan berat dikumil peroksida

1 phr,2 phr, 3 phr dari hasil uji tarik optimum lalu variasi penambahan

volume divinil benzena 1 phr, 2 phr, 3 phr dari hasil uji tarik optimum dan

variasi penambahan berat asam stearat 2g, 4g, 6g, 8g, 10g dengan

menggunakan alat internal mixer pada suhu 175oC.

3. Tahap III

Campuran yang diperoleh diletakkan pada lempeng Aluminium yang

memiliki ukuran 15 x 15 cm yang telah dilapisi dengan Aluminium foil.

Lalu ditekan dengan alat press pada suhu 175oC selama 15 menit,

kemudian hasil cetakan yang terbentuk berupa spesimen sesuai ASTM

D638 pengujian kekuatan tarik, dan ASTM E1050 untuk uji koefesien

serap bunyi, analisa permukaan dengan menggunakan SEM dan analisa

(6)

a. Variabel tetap:

1. Berat Polipropilena

2. Berat karet SIR 10

3. Berat TKKS

4. Suhu alat internal mixer 175oC

5. Suhu hot press 175oC

6. Waktu tekan 20 menit

b. Variabel bebas:

1. Variasi berat dikumil peroksida 1 phr, 2 phr, dan 3 phr

2. Variasi volume divinil benzena 1 phr, 2 phr, dan 3 phr

3. Variasi berat asam stearat 2g, 4g, 6 g, 8 g, dan 10 g

c. Variabel terikat:

- Kekuatan tarik, Scanning Electron Microscopy(SEM), Differential

Thermal Analysis(DTA), dan koefesien serap bunyi.

1.7Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di laboratorium Kimia Polimer dan Kimia Fisika FMIPA

Universitas Sumatera Utara, analisa permukaan dengan SEM di laboratorium LIPI

Jakarta, penghalusan serat TKKS dilakukan di Disperindag Provinsi Sumatera

Utara, Uji kekuatan tarik dilakukan di Laboratorium Impact and Fracture Teknik

Mesin USU, uji DTA dilaboratorium Mikroskop Electron PTKI Medan dan uji

koefesien serap bunyi dilakukan di Laboratorium Noise and Vibration Teknik

Referensi

Dokumen terkait

sebagai agen p uatan tarik sem ya, mengalami kekuatan tarik stearat, sehing mpurung kelap k tempurung k dan matriks. Se ah, Halimatudd fobitas pada m sifat non pola. ifikasi

Telah dilakukan percampuran secara vulkanisasi dinamik termoplastik elastomer (PP- Karet SIR 10 dan PP-EPDM) menggunakan inisiator DKP dan zat pengkompatibel DVB berbahan pengisi

diharapkan diperoleh bahan material baru dengan sifat-sifat mekanik yang lebih. tinggi dan lebih kompatibel sekaligus dapat berfungsi sebagai peredam

Tabel 2.12.. Pembentukan Poliblen Poliolefin dengan Serat Tandan Kosong Sawit. Poliolefin dan serat kosong sawit, pada dasarnya adalah dua bahan polimer yang tidak suka

A, 2006,”Effect of Vulcanization system on properties of Thermoplastic Vulcanizates based on Epoxidized Natural rubber / Polypropilene Blends” J... K,

Tabel hasil FT IR Pulp Tandan Kosong Sawit dengan Kadar air (%) = 86,33 %... Campuran PP+EPDM+DKP

Analisa sifat mekanik, morfologi, dan ketahanan termal dari nanokomposit PVA/NSS menunjukkan bahwa variasi berat NSS sebesar 20% memberikan hasil yang terbaik dengan nilai uji

Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan filler ATKKS dan CB dapat disimpulkan bahwa sifat mekanik hasil campuran maksimum terhadap kekuatan tarik berada