PENDAHULUAN
MATERI PERKULIAHAN
1. Kode Mata Kuliah : MSP 101
2. Nama Mata Kuliah : Dasar Ilmu Perairan
MATERI PERKULIAHAN
KOMPONEN PENILAIAN DAN BOBOT
Kuliah
= Kehadiran min. 75 %
Tugas
= 10 %
Quiz
= 10 %
UTS
= 40 %
Tata tertib perkuliahan/praktikum
Telat max. 15 menit setelah perkuliahan dimulai
HP harap dikondisikan selama perkuliahan
Silent
atau Non
Aktif
MATERI PERKULIAHAN
Mingguke Pokok Bahasan Dosen
Pusta ka
1. Pendahuluan Zulham
2. Kelautan dan perikanan Zulham
3. UU Perikanan dan Kelautan Zulham
Sains /
science
(bahasa Inggris), yang berasal dari kata
scire
(bahasa
Latin), artinya mengetahui dan belajar.
Sains disebut juga Ilmu Pengetahuan yaitu ilmu yang diperoleh
melalui penggunaan akal dan daya nalar manusia.
Beda ilmu dan ilmu pengetahuan adalah pada cakupannya. Bila ilmu
dibatasi sebagai Maha Kumpulan Pengetahuan yang dikuasai Tuhan,
maka ilmu pengetahuan merupakan sebagian dari itu.
Ilmu pengetahuan selain terbatas juga telah disusun dari butir-butir
pengetahuan yang telah ditemukan oleh manusia secara sistematis,
sedangkan ilmu milik Tuhan tidak perlu disusun secara sistematis
karena Yang Memiliki Maha Mengetahui dan dapat mengambil setiap
butir pengetahuan dari Maha Kumpulan Pengetahuan hanya dalam
sekejap.
Ada beberapa hal yang mencirikan sains dari ilmu yang lain
Sains adalah suatu eksplorasi ke alam materi, berdasarkan pengamatan
(observasi), yang mencari hubungan-hubungan penjelasan alam dan
bersifat dapat menguji diri sendiri (
Science is an explanation in the material
universe, based on observation, which seeks natural explanatory relations, and
which is self testing
).
ada empat ciri sains yaitu
1)pengamatan terhadap alam materi
,
2)mengobservasinya
,
Karakteristik sciences
1. Discovered things
: hasil penemuan
2. Explanatory
: harus dpt.dijelaskan
3. Demonstrable and verifiable : bisa ditunjuk kerjakan
dan diferivikasi kebenarannya
4.
Appositely recollective
: bisa diulang
5. Systematic and organized : sistematis dan terorganisir dengan baik
6. Predictive : bisa diperkirakan
Ilmuwan (scientist)
---
Disiplined (disiplin)
Logical (logis)
Sains Perikanan adalah gabungan dari berbagai disiplin ilmu
(interdisipliner) dan merupakan sains terapan, biologi, hukum,
ekonomi, keteknikan, dll.
Ilmu perikanan merupakan gabungan dari berbagai ilmu, antara lain
termasuk biologi, hukum, ekonomi, manajemen dan semua yang
berorientasi pada manipulasi dan eksploitasi sumber daya alam tertentu
yaitu perikanan (Lackey dan Hubert, 1978).
Perikanan adalah aktivitas manusia yang berhubungan dengan penangkapan
dan kultur ikan (Royce, 1972).
UU no : 31 Tahun 2004 tentang perikanan
Perikanan : adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan
INDONESIA NEGARA BAHARI DAN KEPULAUAN TERBESAR DI DUNIA
• Lebih dari 17.500 Pulau
• Garis pantai terpanjang kedua di dunia (81.000 km) • Kaya SDA dan jasa lingkungan
Luas Darat
(danau, waduk, sungai, rawa) 54 juta ha
Ruang lingkup perikanan dapat dipandang sebagai bangun yang
tersusun atas tiga komponen yang saling mempengaruhi yaitu:
Biota
Habitat
1. BIOTA
Biota meliputi tumbuh-tumbuhan dan hewan yang termasuk dalam perikanan. Ikan : adalah segala jenis organisme yang seluruh atau sebagian dari sikus hidupnya
berada di dalam lingkungan perairan. jenis Ikan (Pada Penjelasan UU) adalah :
a) Pisces (ikan bersirip)
b) Crustacea (Udang, rajungan,kepiting,dan sebagainya)
c) Mollusca (kerang, tiram, cumi-cumi, gurita, siput dan sebagainya) d) Coelenterata (ubur-ubur, dan sebagainya)
e) Echinodermata (tripang, bulu babi,dan sebagainya) f) Amphibi (kodok dan sebagainya)
g) Reptilia (buaya,penyu,kura-kura,biawak,ular air,dan sebagainya) h) Mammalia (paus,lumba-lumba,pesut,dayung dan sebagainya)
i) Algae (rumput laut dan tumbuhan-tumbuhan lain yang hidupnya di dalam air),dan j) Biota perairan lainnya yang ada kaitannya dengan jenis-jenis tersebut di
atas,semuanya termasuk bagian-bagiannya dan ikan yang dilindungi.
Menurut : Lagler,et al.1977. Ichtyology
.
Vertebrata 41.000 sp
:
Fishes 48,1%
Mammalia 10,8%
Reptile 14,4%
Amphibians 6,0%
Habitat
adalah komponen fisik dan semua faktor-faktor yang saling
mempengaruhi seperti kualitas air, substrat, morfometri dan geografi
perikanan.
Habitat mempunyai ciri-ciri tertentu :
1.Aspek Fisik : temperatur,arus,gelombang
2.Aspek Kimia : bahan-bahan terlarut :O2,salinitas, pH
3. Manusia
Manusia :
meliputi semua pemakaian dan manipulasi sumber daya biota yang
dapat diperbaharui sebagai akibat kegiatan manusia. Pengaruh
manusia terhadap habitat dan biota dapat disebabkan oleh
KELAUTAN DAN PERIKANAN
KELAUTAN DI INDONESIA
Dep. Eksplorasi Laut dan Perikanan dibentuk dalam era reformasi
berdasarkan Keppres No. 147 th 1999 tgl 1 Des 1999. Terdiri dari 5 Dirjen.
Semula Dirjen Perikanan bernaung di bawah Deptan, sekarang terpisah, dan Perikanan dilimpahkan utuh termasuk “perikanan darat” ke Dep baru.
Lahirnya Dep Eksplorasi Laut dan Perikanan memberikan indikasi bahwa permasalahan kelautan oleh Pemerintahan Reformasi menjadi penting.
Abad 16 di Inggris dan Belanda perikanan merupakan suatu masalah
Perairan Indonesia ( Undang-Undang Nomor 4 th. 1960)
Deklarasi Djuanda merupakan embrio UU No. 4 th. 1960 ada beberapa dasar pertimbangan Pemerintah mengeluarkannya:
Pertama :
Bentuk geografis Indonesia sbg suatu negara
kepulauan yg terdiri dari beribu-ribu pulau dan
tersebar memp sifat dan corak tersendiri
Kedua :
Bagi keutuhan teritorial dan untuk melindungi
kekayaan negara Indonesia semua kepulauan
dan laut yg terletak diantaranya harus dianggap
sbg suatu kesatuan yg utuh
Ketiga :
Penentuan batas teritorial sbgmn termaktub dlm
Territoriale Zee en Maritieme Kringen Ordonantie
sdh tdk sesuai lagi, krn akan mengakibatkan
Tipe-tipe Perikanan
Berdasarkan sosial-ekonomi dan skala;
a)Komersial (laut, sungai-sungai besar, danau);dijual
b)Subsisten/Artisanal (sungai, kolam, waduk);-kebutuhan sendiri
Rekreasi (semua sistim perairan);
Tipe-tipe Unit Perikanan
1. PERIKANAN BUDIDAYA (
Freswater,
MARICULTURE AND COASTAL AQUACULTURE
)
2. PERIKANAN TANGKAP (
CAPTURE FISHERIES
)
3. INDUSTRI PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN
4. INDUSTRI BIOTEKNOLOGI KELAUTAN
5. SUMBERDAYA WILAYAH PULAU-PULAU
KECIL
6. SUMBERDAYA NON-KONVENSIONAL,
Jenis Kegiatan
A. Perikanan tangkap
1. Laut
2. Perairan Umum
B. Perikanan budidaya
1. Laut
2. Tambak (payau)
3. Perairan Umum dan tawar
POTENSI PARIWISATA BAHARI
Wisata Bisnis (Business Tourism)
Wisata Pantai (Seaside Tourism)
Wisata Budaya (Cultural Tourism)
Wisata Pesiar (Cruise Tourism)
Wisata Alam (Eco Tourism)
Wisata Olahraga (Sport Tourism)
Negara bagian Queensland, Australia dengan panjang garis pantai 2100 km mampu menghasilkan devisa dari pariwisata bahari sebesar US$ 2 milyar pada tahun 2002.
Tinjauan Sejarah Posisi Ilmu Perikanan
Ilmu pengetahuan
Pengamatan dan percobaan
semua fakta
Akumulasi informasi dan ide
Menempatkan berbagai macam bentuk kehidupan yang serupa/mirip satu sama lain ditempatkan bersama-sama dalam suatu kelompok/kategori (klasifikasi),yaitu : Tumbuhan --- tidak berpindah tempat, berwarna hijau
Hewan --- berpindah tempat,t idak berwarna hijau
Didasarkan ---a)Persamaan, organ analog (organ yg.mempunyai fungsi sama) contoh : ikan,paus,burung(pinguin)….bersirip
b)Habitat
Sulit (a.l : setelah Leeuwenhock menemukan mikroskop--- mikroorganisme masuk mana? --- Protista --- Monera)
Pengetahuan anatomi berkembang
Sistem Klasifikasi Modern ---- Carolus Linnaeus (bpk.Taxonomi)
Tahun 1753 Klasifikasi Tumbuhan dan 1758 Klasifikasi Hewan ---
Hewan masuk golongan tertentu ---- ahli biologi --- Bidang tertentu--- Perikanan –rangkaian percobaan mengenai bid.tertentu
Mencari interaksi antar organisme --- Ekosistem– Teori, Uraian, Praktek
Kebutuhan ekonomi--- berburu
Awal abad ke 20 : unsur manusia dalam perikanan dihubungkan secara kuantitatif terhadap respon populasi ikan … oleh Russel 1931 dan Cushing 1968 ---
Teori Penangkapan fungsi dari kelimpahan,recruitmen,pertumbuhan,mortalitas alam dan mortalitas penangkapan
Lackey,1975; mengembangkan ide Russel --- Manajemen perikanan –Masalah
a) variasi alami dari populasi
b) aspek-aspek dinamika populasi
c) lingkungan sebagian tidak dapat dikontrol
d) pertentangan keinginan masyarakat umum
e) pertentangan keinginan pemancingan
f) kompetisi dengan keinginan tertentu lainnya
Ilmu Perikanan ---- perkembangan lambat
Ahli perikanan tidak hanya bekerja dengan ekosistem
Ilmu terapan ; ahli ilmu biologi
Teknologi perikanan (penangkapan,budidaya,pengolahan)
Misi Pengembangan Ilmu Perikanan
Tujuan ilmu pengetahuan: membuat fenomena alam yang tampaknya komplek menjadi suatu pengertian dan hubungan yang sederhana dan mendasar serta menemukan semua fakta dan kaitan-kaitannya---
inti : Mengajukan pertanyaan
Mencari jawaban --- hipotesa
Tugas ilmu pengetahuan : meluaskan cakrawala pengalaman dan menyusun nya ke dalam suatu aturan
Tetapi tidak ada satupun yang sempurna
Masing-masing ilmuwan bekerja dengan cara masing-masing
Sumber utama ---semua fakta ilmiah adalah pengamatan dan percobaan yang cermat,bebas dari prasangka dan dilaksanakan secara sekuantitatif mungkin.
Misi pengembangan Ilmu Perikanan :
Potensi Sumberdaya Kelautan
Potensi Fisik
Potensi wilayah pesisir dan lautan Indonesia dipandang dari segi fisik, terdiri dari
Perairan Nusantara seluas 2.8 juta km2, Laut Teritorial seluas 0.3 juta km2. Perairan
Nasional seluas 3,1 juta km2, Luas Daratan sekitar 1,9 juta km2, Luas Wilayah
Nasional 5,0 juta km2, luas ZEE (Exlusive Economic Zone) sekitar 3,0 juta km2,
Potensi Pembangunan
Potensi Wilayah pesisir dan laut Indonesia dipandang dari segi pembangunan adalah sebagai berikut :
(a) Sumberdaya yang dapat diperbaharui seperti; Perikanan (Tangkap, Budidaya,
dan Pascapanen), Hutan mangrove, Terumbu karang, Industri Bioteknologi
Kelautan dan Pulau-pulau kecil.
(b) Sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui seperti; Minyak bumi dan Gas, Bahan tambang dan mineral lainnya serta Harta Karun.
(c) Energi Kelautan seperti; Pasang-surut, Gelombang, Angin, OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion).
(d) Jasa-jasa Lingkungan seperti; Pariwisata, Perhubungan dan Kepelabuhanan
INDUSTRI BIOTEKNOLOGI KELAUTAN
1. Ekstraksi
natural products
(
bioactive substances
) dari biota perairan
untuk bahan dasar industri makanan & minuman, farmasi,
kosmetika, dan
bioenergi
(lihat Gambar di bawah).
2. Rekayasa genetika untuk menghasilkan induk dan benih spesies
biota perairan yang unggul untuk usaha perikanan budidaya
maupun
stock enhancement
.
BEBERAPA CONTOH PRODUK INDUSTRI BIOTEKNOLOGI HASIL
PERAIRAN
1. Pembuatan obat tidur dan obat penenang dari kuda laut. 2. Pembuatan garam yang 99% murni untuk cairan infus. 3. Tempurung kura-kuru untuk obat luka dan tetanus.
4. Hati ikan buntal untuk obat tetrodotoxin, guna memperbaiki
saraf otak yang rusak.
5. Chitosan dari kulit kepiting dan udang untuk obat anti
kolesterol.
6. Chitin dari kulit kepiting dan udang dibuat serat untuk
campuran material pembuat kaos/pakaian yang berkualitas lebih halus, lebih dingin, serta tidak rusak bila disetrika.
8.
Telur ayam dari ayam yang diberi pakan rumput laut
(
ocean bio-eggs
), lebih sehat serta lebih bernutrisi.
9.Ular laut diambil serbuknya untuk meningkatkan
daya ingat.
10.
Bakteri laut untuk campuran deterjen.
11.