PENTINGNYA MEMPERHATIKAN ETIKA DAN ESTETIKA PERIKLANAN DALAM MEMBUAT IKLAN DI INDONESIA
MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH Komunikasi Periklanan
Yang dibina oleh Ibu Pranti Sayekti, S.Sn., M.Si
oleh
Inggit Permata Sari 140253606078
UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS SASTRA
JURUSAN SENI DAN DESAIN
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa penulis dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah yang berjudul “Pentingnya
Memperhatikan Etika dan Estetika Periklanan dalam membuat Iklan di Indonesia” dengan lancar. Dalam pembuatan makalah ini, penulis mendapat bantuan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Pranti Sayekti, S.Sn., M.Si, yang telah memberikan kesempatan dan memberi fasilitas sehingga makalah ini dapat selesai dengan lancar . Orangtua dirumah yang telah memberikan bantuan materil maupun doanya, sehingga pembuatan makalah ini dapat terselesaikan. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang membantu pembuatan makalah ini. Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada
khususnya, penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna untuk itu penulis menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan kearah kesempurnaan. Akhir kata penulis sampaikan terimakasih.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...i
DAFTAR ISI...ii
BAB I. PENDAHULUAN...1
1.1 Latar Belakang...1
1.2 Rumusan Masalah...1
BAB II. PEMBAHASAN...2
2.1 Iklan...2
2.1.1 Pengertian Iklan...2
2.1.2 Tujuan Iklan...2
2.2 Periklanan...2
2.3 Etika...3
2.3.1 Pengertian Etika...3
2.3.2 Pengertian Etika Komunikasi...4
2.3.3 Etika Iklan...4
2.4 Pengertian Estetis...4
2.5 Komunikasi...5
2.5.1 Pengertian Komunikasi...5
2.6 Dampak Iklan yang Salah...6
BAB III. PENUTUP...7
3.1 Kesimpulan...7
3.2 Saran...7
BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Saat ini perkembangan perekonomian di Indonesia cukup maju. Banyak masyarakat yang mulai berwirausaha baik dalam hal kuliner, tekstil, jasa, dan lain-lain. Banyak juga perusahaan yang berlomba-lomba menciptakan produk baru. Apalagi menjelang tahun 2015 dimana gerbang perekonomian antar Asia Tenggara terbuka lebar. Masyarakat berlomba-lomba meningkatkan
perekonomian Indonesia agar tidak kalah saing dengan masyarakat luar negeri. Hal itu berdampak pada media massa di Indonesia. McQuail (1987:3) menyatakan “media massa merupakan sumber kekuatan-alat kontrol, manajemen, dan inovasi dalam masyarakat yang dapat didayagunakan sebagai pengganti kekuatan atau sumber daya lainnya”. Sehingga banyak bermunculan media massa dan peran iklan untuk media berpromosi makin banyak dibutuhkan.
Dengan munculnya banyak permintaan akan iklan, berdampak pada munculnya desainer-desainer iklan dimana-mana, bahkan muncul banyak
percetakan yang menerima pesanan iklan. Iklan menjadi salah satu peluang usaha yang bagus dan bisa menghasilkan banyak keuntungan.
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan iklan. Salah satunya adalah memperhatikan etika dan estetika periklanan dalam membuat iklan. Dalam makalah ini akan dijelaskan pentingnya memperhatikan etika dan estetika periklanan dalam membuat iklan.
2.2 Rumusan Masalah
1. Mengapa dalam membuat iklan perlu memperhatikan etika dan estetika periklanan?
2.1 Iklan
2.1.1 Pengertian Iklan
Iklan merupakan bagian dari reklame yang berasal dari bahasa Prancis, re-clamare, yang berarti “meneriakkan berulang-ulang”. Iklan adalah salah satu bentuk komunikasi yang terdiri atas informasi dan gagasan tentang suatu produk yang ditujukan kepada khalayak secara serempak agar memperoleh sambutan baik. Iklan berusaha untuk memberikan informasi, membujuk, dan meyakinkan.
(Sudiana, 1986: 1).
Karena pengaruh iklan sangatlah besar, maka desainer harus
memperhatikan secara rinci etika dan estetika iklan tersebut. Agar iklan yang dihasilkan tidak merusak moral, namun iklan itu tetap menarik dan layak untuk dinikmati.
2.1.2 Tujuan Iklan
Tujuan iklan merupakan serangkaian langkah strategi dalam pemasaran guna menawarkan suatu produk barang atau jasa lewat media tertentu. Tugas iklan adalah mempengaruhi pendapat atau pendirian masyarakat tertentu supaya tertarik dan ingin bertindak terhadap apa yang diinformasikan komunikator pada jangka waktu yang telah ditetapkan. (Pujiyanto, 1996:23)
Fungsi utama iklan adalah menyampaikan informasi kepada masyarakat untuk membeli atau menggunakan suatu produk.
2.2 Periklanan
Periklanan adalah komunikasi komersil dan nonpersonal tentang sebuah organisasi dan produk-produknya yang ditransmisikan ke suatu khalayak target melalui media bersifat massal seperti televisi, radio, koran, majalah, direct mail (pengeposan langsung), reklame luar ruang, atau kendaraan umum. Periklanan diklasifikasikan menjadi periklanan produk, periklanan eceran, periklanan korporasi, periklanan bisnis ke bisnis, periklanan politik, periklanan direktori, periklanan respon
langsung, periklanan pelayanan masyarakat, dan periklanan advokasi (Lee dan Johnson, 2007:3).
2.3 Etika
2.3.1 Pengertian Etika
Pujiyanto (1996: 29) menyatakan “etika merupakan cabang filsafat yang mempelajari bagaimana manusia harus bertingkah laku”. Etika sering juga diartikan sebagai moral.Etika lebih ditujukan pada suatu sistem pengkajian, suatu sudut pandangan yang dalam Islam lebih dikenal Ilmu Akhlak (Tim penyusun, 2000: 3.2).
Dalam kehidupan, kita harus selalu menjunjung tinggi etika. Baik dalam hal apapun, apalagi dalam hal membuat iklan yang dilihat dan bisa mempengaruhi banyak orang. Iklan tersebut bisa menghasilkan dampak yang buruk jika tidak diimbangi dengan etika. Padahal, negara Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi etika.
2.3.2 Pengertian Etika Komunikasi
Simorangkir (Pujiyanto, 1996: 29) menyatakan dalam pandangan komunikasi bisnis, bahwa etika adalah sebagai usaha yang sistematis dengan menggunakan rasio untuk menafsirkan pengalaman moralindividual dan sosial, sehingga dapat menetapkan aturan untuk mengendalikan perilaku manusia serta nilai-nilai yang berbobot untuk dijadikan sasaran dalam hidup.
Etika komunikasi mencoba mencari kriteria untuk mengadakan penilaian etis terhadap perilaku komunikator dan perilaku komunikan dalam berkomunikasi (Tim penyusun, 2000: 3.23)
Pembahasan tentang aspek-aspek etis dari iklan dapat dikelompokkan menurut sejumlah karakteristik yaitu pengaruh sosial, pembentukan keinginan dalam diri konsumen, dan pengaruhnya pada keyakinan konsumen (Velasquez, 2005: 336).
Pengaruh sosial iklan sangatlah kuat. Iklan dapat memberi contoh baik dan buruk kepada masyarakat. Fatalnya, jika contoh buruk pada iklan ditiru oleh anak kecil. Hal itu bisa merusak moral anak tersebut.
Namun sebaliknya, etika iklan yang baik juga mampu mempengaruhi konsumen. Mereka bisa saja tertarik dengan produk yang ditawarkan dan ingin menikmati produk tersebut.
Etika iklan yang baik juga bisa mempengaruhi keyakinan masyarakat dengan kuat. Maka dari itu, peran memperhatikan etika iklan sangat penting untuk konsumen maupun produsen.
2.4 Pengertian Estetis
Estetis artinya mengenai keindahan, menyangkut apresiasi keindahan (alam, seni, dan sastra), mempunyai penilaian terhadap keindahan (KBBI offline v11).
Salah satu kriteria iklan yang baik adalah iklan yang enak dipandang. Karena pada dasarnya manusia itu menyukai hal-hal yang indah. Hal terkecil yang membuktikan bahwa manusia menyukai hal-hal yang indah adalah mereka suka menghias diri/ berdandan, menata rumah, menata halaman agar tampakindah, dan lain-lain. Sama halnya dalam menikmati iklan, seseorang akan tertaik jika iklan itu indah, sebaliknya seseorang akan tidak suka jika iklan tersebut jelek. Dalam membuat iklan, desainer harus mampu menciptakan kesan keindahan dalam iklan tersebut. Banyak aspek yang bisa mempengaruhi keindaha itu. Contohnya
memperhatikan warna, susunan kata, tipografi, background yang digunakan dan masih banyak aspek lainnya.
2.5 Komunikasi
2.5.1 Pengertian Komunikasi
Istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin Communis yang artinya membertitahukan, berpartisipasi, menjadikan milik bersama. Jadi komunikasi mengandung maksud memberitahukan dan menyebarkan informasi, berita, pesan, ide-ide, nilai-nilai untuk menggugah partisipasi agar hal-hal yang memberitahukan itu menjadi milik bersama (Pujiyanto, 19964-5).
Sedangkan menurut Setiadi (2008: 239) komunikasi adalah proses dimana seorang individu (komunikator) mengoperkan perangsang (biasanya
lambang-lambang bahasa) untuk merubah tingkah laku individu-individu yang lain (komunikan).
2.5.2 Pentingnya Komunikasi
Komunikasi sangat penting bagi kehidupan manusia. Melalui komunikasi manusia berinteraksi dengan manusia lain. Komunikasi juga merupakan kebutuhan dasar manusia untuk membentuk dirinya dan mengembangkan kepribadiannya (Tim penyusun, 2000: 4.19).
Komunikasi juga dapat digunakan sebagai pengingat bagi konsumen mengenai keberadaan produk, yang pada masa lalu pernah dilakukan transaksi pada produk itu. Konsumen diingatkan bahwa produk yang dulu itu ada,sekarang juga ada dan tersedia di pasar (Setiadi, N. J, 2008: 235).
Karena komunikasi sangatlah penting, iklan harus mampu berkomunikasi dengan calon pembeli tanpa melupakan etika dan esetika iklan. Iklan yang baik harus bisa menyampaikan informasi dengan benar. Jika komunikasi yang dilakukan iklan tersebut berhasil, hal itu berdampak pada calon konsumen yang tertarik dengan produk yang ditawarkan.
2.6 Dampak iklan yang salah
Iklan yang tidak memperhatikan etika dan melupakan estetika bisa menimbulkan dampak yang buruk, yang pertama adalah komsumen tidak tertarik bahkan tidak ingin menggunakan produk tersebut, yang kedua citra yang ditimbulkan dari produk/perusahaan itu menjadi buruk.
Ada juga beberapa konsumen yang bertekad tidak akan membeli suatu produk karena merek menganggap produk itu tidak penting. Maka untuk mengatasi hal itu, desainer harus pandai-pandai membujuk masyarakat melalui pembuatan iklan tersebut. Karena jika konsumen tertarik dengan iklan, mereka memiliki rasa
penasaran terhadap produk itu dan mencoba membeli/menggunakan produk tersebut.
BAB III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dalam membuat iklan desainer perlu memperhatikan etika dan estetika iklan tersebut. Etika perlu diperhatikan untuk melindungi nama perusahaan,
melindungi moral masyarakat. Karena kita tahu bahawa dampak iklan sangatlah besar dalam mempersuasi calon konsumen. Namun kita tidak boleh melupakan estetika. Dalam membuat iklan, estetita juga merupakan hal yang penting. Karena iklan akan berhasil jika konsumen tertarik dan menggunakan produk itu. Iklan yang indah akan menarik konsumen.
Dampak yang terjadi bila desainer memperhatikan etika dan estetika periklanan adalah berhasilnya iklan tersebut. Banyak calon konsumen yang tertarik dan peduli akan produk yang dihasilkan. Sebaliknya jika iklan itu tidak
memperhatikan etika dan estetika periklanan, iklan tersebut bisa jadi malah merusak moral masyarakat dan calon konsumen tidak tertarik akan produk yang ditawarkan.
3.2 Saran
Makalah ini memiliki saran sebagai berikut:
1. Kepada desainer, diharapkan dapat membuat iklan tanpa melupakan etika dan estetika dalam mebuat iklan tersebut.
DAFTAR RUJUKAN
KBBI. Tanpa tahun. Kamus Besar Bahasa Indonesia Offline v1.1.
Lee, M. & Johnson, C. 2007. Prinsip-Prinsip Pokok Periklanan dalam Perspektif Global. Jakarta: Kencana.
McQuail, Denis. 1987. Mass Communication Theory, Second Edition. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Pujiyanto. 1996. Etika Rancangan Periklanan dalam Pangsa Pasar. Jakarta : Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang.
Setiadi, N. J. 2008. PERILAKU KONSUMEN: Konsep dan Implikasi untuk Strategi dan Penelitian Pemasaran. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.
Sudiana, Dendi. 1986. Komunikasi Periklanan Cetak. Bandung: Remadja Karya CV.
Sumarno & Karimah, K.E. & Damayani, N.A.2000. Filsafat dan Etika Komunikasi.Jakarta : Universitas Terbuka.
Velasquez, M.G. 2005. ETIKA BISNIS: Konsep dan Kasus Edisi 5. Yogyakarta : ANDI.