• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN - BAB III Kompre

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN - BAB III Kompre"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

A. Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada PT. Putra Mustika Prajasa Cargo (PMPC) Jakarta untuk menguji pengaruh kepemimpinan, iklim organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. Variabel penelitian dikelompokkan menjadi variabel eksogen (kepemimpinan, iklim organisasi, dan motivasi kerja) dan variabel endogen (kinerja). Objek penelitian adalah semua karyawan dilingkungan PT. Putra Mustika Prajasa Cargo (PMPC) Jakarta.

B. Populasi dan Sampel 1. Populasi

(2)

Tabel 3.1

Distribusi Karyawan PT. Putra Mustika Prajasa Cargo (PMPC) Jakarta berdasarkan Jenis Karyawan dan Rating Kepangkatan

No Jenis Karyawan Rating Kepangkatan KaryawanJumlah

A B C

1 Staff 11 69 - 80

2 Non Staff - 26 31 57

Jumlah Karyawan 11 95 31 137

Sumber : PT. Putra Mustika Prajasa Cargo (PMPC) Jakarta ,2010

2. Sampel

Sampel merupakan bagian dari populasi yang mewakili karakteristik, kualitas, dan memiliki syarat representatif dari populasi. Teknik pengambilan sampel dari populasi dalam penelitian ini dilakukan secara proportional stratified random sampling. Teknik sampling ini memperhatikan proporsi setiap kelompok

strata populasi. Teknik ini dipilih agar semua data populasi memperoleh peluang yang sama untuk dijadikan sampel penelitian, karena populasi memiliki karakteristik yang beragam dan bertingkat. Ukuran sampel diambil menggunakan rumus dari Slovin (Umar, 1999:49) yaitu :

N n = 1 + Ne2

Keterangan : n = ukuran sampel N = ukuran populasi

(3)

Maka dapat dihitung sampel sebagai berikut : 137

n = --- = 102,04 dibulatkan menjadi 103 orang 1 + 137 (0,05)2

Jadi, dalam penelitian ini diperoleh sampel sebanyak 103 orang yang terdiri dari karyawan yang ada di PT. Putra Mustika Prajasa Cargo (PMPC) Jakarta berdasarkan Rating Kepangkatan. Maka untuk melihat proporsi masing-masing sampel dapat digunakan rumus Singarimbun (1989:115) yaitu :

Pk nk = --- x n P

Keterangan : nk = jumlah sampel masing-masing Pk = jumlah populasi masing-masing P = jumlah populasi keseluruhan n = jumlah sampel keseluruhan

Berdasarkan rumus diatas, maka didapat proporsi masing-masing sampel berdasarkan Jenis Karyawan dan Rating Kepangkatan adalah sebagai berikut :

11

Staff Rating A : --- x 103 = 8,27 dibulatkan menjadi 8 137

69

Staff Rating B : --- x 103 = 51,87 dibulatkan menjadi 52 137

26

Non Staff Rating B : --- x 103 = 19,54 dibulatkan menjadi 20 137

31

(4)

Tabel 3.2

Jumlah Sampel Penelitian

No Jenis Karyawan Rating Kepangkatan KaryawanJumlah

A B C

1 Staff 8 52 - 60

2 Non Staff - 20 23 43

Jumlah Karyawan 8 72 23 103

Sumber : Diolah Sendiri

C. Jenis Data dan Sumber data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini ada 2 meliputi :

1. Data primer adalah data yang diperoleh dan dikumpulkan peneliti langsung dari sumber penelitian yaitu data yang merupakan jawaban responden atas kuesioner yang diberikan kepada para karyawan PT Putra Mustika Prajasa Cargo (PMPC) Jakarta.

2. Data Sekunder, yaitu data yang diperoleh dari Divisi HRD bagian Administrasi Personalia PT. Putra Mustika Prajasa Cargo (PMPC) Jakarta meliputi jumlah karyawan, rating kepangkatan, penilaian kinerja, data laporan bulanan dan tahunan.

D. Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini maka teknik pengumpulan data yang digunakan adalah :

(5)

yang dilengkapi dengan alternatif jawaban dan disebarkan kepada seluruh responden.

2. Studi dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data dengan cara mengumpulkan data-data dokumentasi yang diperlukan dalam penelitian dari referensi, buku dan dokumentasi perusahaan di lokasi penelitian guna memperoleh gambaran yang lebih lengkap dan mendalam tentang masalah yang diteliti

E. Variabel dan Definisi Operasional 1. Variabel Penelitian

Penelitian ini ada 4 variabel, terdiri 1 variabel endogen dan 3 variabel eksogen. Variabel endogen adalah : Kinerja Karyawan (Y) Sedangkan Variabel eksogen yang dimaksud adalah : Kepemimpinan (X1), Iklim Organisasi (X2) ,dan Motivasi Kerja (X3).

2. Definisi Operasional

Untuk memperjelas operasional dari masing-masing variabel tersebut, dapat dilihat pada uraian berikut:

1) Kinerja Karyawan (Y) merupakan proses kerja yang dilakukan seseorang dalam periode tertentu. Adapun indikatornya mengacu kepada pendapat Flippo sebagai berikut :

(6)

Adapun pengukuran variabel ini menggunakan model skala Likert seperti pada tabel 3.3 berikut ini :

Tabel 3.3

Skala Likert untuk Variabel Kinerja

No Pernyataan Positif Negatif

1 Selalu (SL) 5 1

2 Sering (SR) 4 2

3 Kadang-Kadang (KK) 3 3

4 Jarang (JR) 2 4

5 Tidak Pernah (TP) 1 5

2) Kepemimpinan (X1) adalah kemampuan dari seorang pimpinan dalam menerapkan fungsinya mempengaruhi kegiatan bawahan untuk mencapai visi dan misi PT. Putra Mustika Prajasa Cargo. Sedangkan yang dimaksud dengan pimpinan adalah atasan langsung dari masing-masing karyawan. Adapun indikatornya mengacu pada pendapat Rivai adalah :

a. Fungsi Instruksi b. Fungsi Konsultasi c. Fungsi Partisipasi d. Fungsi Delegasi e. Fungsi Pengendalian

Adapun pengukuran variabel ini menggunakan model skala Likert seperti pada tabel 3.4 berikut ini :

Tabel 3.4

Skala Likert untuk Variabel Kepemimpinan

No Pernyataan Positif Negatif

1 Selalu (SL) 5 1

2 Sering (SR) 4 2

3 Kadang-Kadang (KK) 3 3

4 Jarang (JR) 2 4

(7)

3) Iklim Organisasi (X2) adalah sesuatu yang menggambarkan keadaan dalam organisasi, merupakan persepsi dan dijadikan dasar bagi penentuan tingkah laku anggotanya. Adapun indikatornya mengacu pada pendapat Sugiyono adalah sebagai berikut :

a. Otonomi dan fleksibilitas b. Kepercayaan dan keterbukaan c. Simpatik dan memberi dukungan d. Jujur dan menghargai

e. Kejelasan tujuan

Pengukuran variabel iklim organisasi menggunakan model skala Likert seperti pada tabel 3.5 berikut ini :

Tabel 3.5

Skala Likert untuk Variabel Iklim Organisasi

No Pernyataan Positif Negatif

1 Selalu (SL) 5 1

2 Sering (SR) 4 2

3 Kadang-Kadang (KK) 3 3

4 Jarang (JR) 2 4

5 Tidak Pernah (TP) 1 5

4) Motivasi Kerja (X3) merupakan dorongan untuk mengungguli, berprestasi sehubungan dengan seperangkat standar, berusaha untuk sukses. Adapun indikatornya mengacu pada pendapat Robert adalah sebagai berikut :

a. Mampu memotivasi diri sendiri b. Mempunyai komitmen

c. Ketekunan

(8)

e. Menghadapi tantangan f. Memikirkan perbaikan g. Berorientasi pada hasil

Pengukuran variabel motivasi ini menggunakan model skala Likert seperti pada tabel 3.6 berikut ini :

Tabel 3.6

Skala Likert untuk Variabel Motivasi

No Pernyataan Positif Negatif

1 Selalu (SL) 5 1

2 Sering (SR) 4 2

3 Kadang-Kadang (KK) 3 3

4 Jarang (JR) 2 4

5 Tidak Pernah (TP) 1 5

F. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah berupa kuesioner. Responden diminta untuk mengisi atau memberi tanggapan atas angket yang diberikan dengan memberikan tanda checklist pada salah satu alternatif jawaban. Jawaban setiap item pertanyaan menggunakan skala Likert. Kuesioner yang telah dibuat harus dilakukan pengujian yang bertujuan untuk menguji apakah item-item pertanyaan yang diajukan kepada responden sudah valid untuk menjawab hipotesis yang digunakan

Untuk lebih jelasnya , maka dapat dibuatkan ringkasan dalam bentuk kisi-kisi instrumen penelitian berdasarkan variabel dan indikatornya sebagaimana tampak pada Tabel 3.7

(9)

Tabel 3.7

Kisi-Kisi Instrumen Penelitian Menurut Indikator

No Variabel Indikator Item Penelitian Skala

1 Kinerja Karyawan

(10)

PT. Samudera Perdana Jakarta yaitu perusahaan forwarding dari salah satu anak perusahaan Samudera Indonesia Group yang menjadi mitra joint operation PT. Putra Mustika Prajasa Cargo (PMPC) Jakarta saat ini. Analisis menggunakan alat bantu program SPSS versi 11.00. Menurut Sudjana (1982:368), kriteria pengujian analisis ini adalah :

”Jika nilai koefisien korelasi (rhitung) skor tiap butir dengan skor total lebih besar dan sama dengan nilai rtabel pada taraf signifikansi (α = 0,05), maka butir pernyataan instrumen dinyatakan valid. Sementara , jika nilai koefisien korelasi (rhitung) skor tiap butir dengan skor total lebih kecil dari nilai rtabel pada taraf signifikansi (α = 0,05), maka butir pernyataan instrumen dinyatakan tidak valid/gugur”.

Dengan ketentuan bahwa, apabila nilainya negatif atau kecil dari rtabel, maka nomor item tersebut tidak valid, dan sebaliknya bila nilainya positif lebih besar dari rtabel, maka nomor item tersebut valid.

Secara sistematis , uji validitas ini menggunakan korelasi product moment dari Pearson yang dirumuskan sebagai berikut (Idris, 2009:8) :

r xy = y = skor total semua variabel kuesioner

n = Jumlah responden

rxy = Korelasi antara variabel x dan y

(11)

untuk n = 30 dan interval 95%). Butir pernyataan yang tidak memenuhi uji validitas tersebut harus dibuang, seperti yang terlihat pada Tabel 3.8 berikut :

Tabel 3.8

Butir Pernyataan yang Tidak Memenuhi Uji Validitas

No Butir ke- Variabel Nilai r

1 18 Kinerja karyawan 0,1231

2 22 Kepemimpinan 0,2754

3 27 Kepemimpinan 0,3080

4 41 Iklim Organisasi 0,2736

5 57 Iklim Organisasi 0,1892

6 68 Motivasi Kerja 0,2296

7 84 Motivasi Kerja 0,1124

8 87 Motivasi Kerja 0,2515

Sumber : Data Primer yang diolah

2) Uji Reliabilitas Instrumen

Pengujian reliabilitas dilakukan dengan cara mencobakan instrumen sekali saja (internal consistency), kemudian dianalisis dengan teknik Alpha Cronbach. Menurut Sudjana (1982:370), kriteria pengujian analisis ini adalah :

“Jika nilai koefisien korelasi (ralpha) lebih besar dan sama dengan nilai rtabel pada taraf signifikansi ( α = 0,05 ), maka butir pernyataan instrumen dinyatakan reliable. Sementara jika nilai koefisien korelasi (ralpha) lebih kecil dari nilai rtabel pada taraf signifikansi ( α = 0,05 ), maka butir pernyataan instrumen dinyatakan tidak reliabel”.

Dengan ketentuan bahwa, apabila ralpha nilainya negatif atau kecil dari rtabel, maka nomor item tersebut tidak reliabel, dan sebaliknya bila nilainya positif lebih besar dari rtabel, maka nomor item tersebut reliabel. Secara sistematis , rumus Alpha Cronbach ini dapat dinyatakan sebagai berikut (Arikunto :2002) :

(12)

Keterangan :

r11 = reliabilitas instrumen k = banyaknya butir pertanyaan

atau banyaknya soal

b2 = jumlah varians butir

t

2

 = varians total

Sebagai tingkat reliabilitas soal digunakan skala yang dikemukakan oleh Sudjana (1982:215) sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 3.9 dan hasil uji reliabilitas kuesioner pada Tabel 3.10 berikut ini :

Tabel 3.9

Klasifikasi Indeks Reliabilitas Soal

No Indeks Reliabilitas Klasifikasi

1 0,00 < 0,20 Sangat rendah

2 0,20 < 0,40 Rendah

3 0,40 < 0,60 Sedang

4 0,60 < 0,80 Tinggi

5 0,80 < 1,00 Sangat tinggi

Tabel 3.10

Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner

No Variabel Koefisien r Alpha r tabel Keterangan

Cronboach

1 Kinerja Karyawan 0,9586 0,3640 Reliabel

2 Kepemimpinan 0,9607 0,3640 Reliabel

3 Iklim Organisasi 0,9692 0,3640 Reliabel

4 Motivasi Kerja 0,9653 0,3640 Reliabel

Sumber : Data Primer yang diolah

(13)

Analisa ini bermaksud untuk menggambarkan karakteristik masing-masing variable penelitian. Dengan cara menyajikan data kedalam table distribusi frekuensi, menghitung nilai pemusatan (dalam hal nilai rata-rata, median, modus); dan nilai disperse (standard deviasi dan koefisien variasi) serta menginterpretasikannya. Analisis ini tidak menghubung-hubungkan satu variabel dengan variabel lainnya dan tidak membandingkan satu variabel dengan variabel lainnya. Untuk mendapatkan rata-rata skor masing-masing indikator dalam pernyataan-pernyataan yang terdapat dalam kuesioner dipakai rumus berikut :

(5.SL) + (4.SR) + (3.KK) + (2.JR) + (1.TP) Rata-rata skor = SL + SR + KK + JR + TP

Dimana : SL = Selalu SR = Sering

KK = Kadang-Kadang JR = Jarang

TP = Tidak Pernah

Sedangkan untuk mencari tingkat pencapaian jawaban responden digunakan rumus berikut :

Rata-Rata Skor

TCR = --- x 100% 5

Dimana TCR = tingkat pencapaian jawaban responden.

(14)

90% - 100% = Sangat baik

80% - 89% = Baik

65% - 79% = Cukup

55% - 64% = Kurang

0% - 54% = Tidak baik

2. Uji Persyaratan Analisis

Setelah data terkumpul selanjutnya dilakukan analisis data dengan langkah sebagai berikut :

a. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan dengan maksud memeriksa apakah data yang berasal dari populasi yang terdistribusi normal atau tidak. Pengujian ini diperlukan untuk persyaratan penggunaan teknik analisis jalur. Uji normalitas menggunakan Metode Kolmogorov-Smirnov (Idris, 2008:81). Kriteria pengujian pada α = 0.05 sebagai berikut :

 Jika nilai Sig. Uji Kolmogorov-Smirnov > 0.05 berarti distribusi data

sampel dinyatakan normal.

 Jika nilai Sig. Uji Kolmogorov-Smirnov < 0.05 berarti distribusi data

sampel dinyatakan tidak normal b. Uji Homogenitas

Uji homogenitas dilakukan untuk menguji apakah variasi kelompok populasi homogen atau tidak, uji homogen menurut Singgih (2000:48) dilakukan dengan menggunakan uji Levene yaitu :

 Jika nilai sig atau signifikansi atau nilai probabilitas (p) < 0,05 (taraf

(15)

 Jika nilai sig atau signifikansi atau nilai probabilitas (p) > 0,05 (taraf

kepercayaan 95 %), data yang digunakan adalah homogen c. Analisis Jalur

Untuk membuktikan hipotesis yang telah diungkapkan maka dalam penelitian ini data yang telah dikumpulkan akan diolah dengan bantuan analisis parametrik menggunakan SPSS (Statistical Package for Social Sciene). Model analisis data adalah metode analisis jalur (Path Analysis), untuk menerangkan pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung seperangkat variabel eksogen terhadap variabel endogen, dengan diagram jalur sebagai berikut :

KEPEMIMPINAN X1

IKLIM ORGANISASI X2

MOTIVASI KERJA

X3

KINERJA KARYAWAN

Y

Px2ε1

Px3ε2 Pyε3

Pyx1

Pyx2

Pyx3 Px3x1

Px3x2 Px2x1

Gambar 3.1

Struktur Hubungan dan Pengaruh Variabel Eksogen Terhadap Variabel Endogen

(16)

jalur. Selanjutnya diagram diatas dapat dipecah menjadi 3 sub struktur sehingga dapat digambarkan sebagai berikut

1) Sub struktur 1

Kepemimpinan

X

1

Iklim Organisasi

X

2

Px2x1

Px2ε1

Gambar 3.2

Struktur Hubungan dan Pengaruh Variabel Kepemimpinan terhadap Variabel Iklim Organisasi

(17)

X2 = f ( X1 , ε 1 ) X2 = PX2X1 X1 + ε 1

2) Sub struktur 2

Kepemimpinan

X

1

Iklim Organisasi

X

2

Motivasi Kerja

X

3

Px3x1

Px3x2

Px3ε2

Gambar 3.3

Struktur Hubungan dan Pengaruh Variabel Kepemimpinan, dan Variabel Iklim Organisasi

Terhadap Variabel Motivasi Kerja

Berdasarkan sub struktur 2 maka dapat dibuat persamaan strukturnya sebagai berikut :

X3 = f ( X1 , X2 , ε 2 )

(18)

3) Sub struktur 3

Struktur Hubungan dan Pengaruh Variabel Kepemimpinan, Variabel Iklim Organisasi, dan Variabel Motivasi Kerja

Terhadap Variabel Kinerja Karyawan

Berdasarkan sub struktur 3 maka dapat dibuat persamaan strukturnya sebagai berikut :

Y = f ( X1 , X2 , X3 , ε 3 )

Y = PYX1 X1 + PYX2 X2 + PYX3 X3 + ε 3

Untuk menentukan Koefisien Jalur (Pyxi) yaitu besarnya pengaruh variabel penyebab dan variabel akibat (Sitepu, 1994:28) dengan menghitung :

1) Koefisien Regresi, dengan rumus :

(19)

2) Koefisien Jalur dengan rumus :

Pyxi = koefisien jalur dari variabel xi terhadap y byxi = koefisien regresi dari variabel xi terhadap y

Menurut Sudjana (1982:78), untuk menguji signifikansi pengaruh X1 terhadap Y digunakan rumus sebagai berikut :

t =

  R2Yxi…Yxk = koefisien yang menyatakan determinan total dari semua variabel terhadap variabel eksogen.

Sedangkan pengaruh variabel lain dapat ditentukan dengan rumus :

Pye = 1R2Yx1x2x3

Dimana : R2Yx

1…….xk = merupakan koefisien yang menyatakan determinasi total dari semua variabel penyebab terhadap variabel akibat.

d. Melakukan Uji Hipotesis

(20)

F =

Setelah diperoleh nilai Fhitung selanjutnya dibandingkan dengan nilai Ftabel , dengan kriteria pengujian sebagai berikut :

H0 ditolak : jika Fhitung ≥ Ftabel H0 diterima : jika Fhitung < Ftabel

e. Menentukan pengaruh dari satu variabel eksogen (X) ke variabel endogen (Y), baik langsung maupun tidak langsung.

Didalam menentukan pengaruh dari satu variabel eksogen (Xi) ke variabel endogen (Y) secara langsung dan tidak langsung , dengan cara :

(21)

Pengaruh langsung :

X2 terhadap Y = Y ← X2 → Y = (Pyx2) (Pyx2)

Pengaruh tidak langsung :

X2 terhadap Y melalui X3 = Y ← X2ΩX3 → Y = (Pyx2) (Px3x2) (Pyx3)

3) Variabel X3

Pengaruh langsung :

Gambar

Tabel 3.1Distribusi Karyawan PT. Putra Mustika Prajasa Cargo (PMPC) Jakarta
Tabel 3.2Jumlah Sampel Penelitian
Tabel 3.3Skala Likert untuk Variabel Kinerja
Tabel 3.5Skala Likert untuk Variabel Iklim Organisasi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sugiyono (2012:162), “kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden

Kuesioner merupakan pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono,

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk

Merupakan teknik pengumpulan data yang dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk kemudian dijawabnya. Kuesioner yang

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab,

a) Kuesioner Kuesioner menurut Sugiyono (2017:142), merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pernyataan tertulis kepada

Kuesioner, menurut Sugiyono (2013:199), “Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan