• Tidak ada hasil yang ditemukan

Siti Herlinda Chandra Irsan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Siti Herlinda Chandra Irsan"

Copied!
81
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Siti Herlinda Chandra Irsan
  • Pengajar:
    • Prof. Dr. Ir. Benyamin Lakitan, M.Sc.
  • Sekolah: Universitas Sriwijaya
  • Mata Pelajaran: Hama dan Penyakit Tumbuhan
  • Topik: Pengendalian Hayati Hama Tumbuhan
  • Tipe: buku ajar
  • Tahun: 2015
  • Kota: Palembang

I. RUANG LINGKUP DAN BATASAN PENGENDALIAN HAYATI

Bab ini memberikan pemahaman yang mendalam mengenai pengendalian hayati, dengan fokus pada batasan dan pendekatannya. Pengendalian hayati adalah metode yang memanfaatkan musuh alami untuk mengendalikan populasi hama. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan berbagai karakteristik musuh alami seperti parasitoid, predator, dan entomopatogen. Pemahaman ini penting untuk mencapai tujuan pendidikan dalam bidang pertanian dan perlindungan tanaman.

1.1 Pendahuluan

Pendahuluan membahas pentingnya pengendalian hayati dalam ekosistem pertanian. Mahasiswa diharapkan memahami konsep dasar pengendalian hayati yang berfokus pada interaksi antara hama dan musuh alaminya. Ini merupakan langkah awal yang penting dalam mencapai hasil belajar yang diinginkan.

1.2 Batasan dalam Pengendalian Hayati

Bab ini menjelaskan perbedaan antara pengendalian hayati dan pengendalian alami. Pengendalian hayati berfokus pada penggunaan musuh alami, sementara pengendalian alami melibatkan faktor biotik dan abiotik. Hal ini memberikan landasan teoritis yang kuat bagi mahasiswa untuk memahami konsep pengendalian hayati.

1.3 Pendekatan dalam Pengendalian Hayati

Tiga pendekatan utama dalam pengendalian hayati yaitu introduksi, augmentasi, dan konservasi dibahas secara rinci. Mahasiswa diharapkan dapat menguraikan cara-cara ini dan aplikasinya dalam praktik, yang sangat relevan untuk tujuan pendidikan di bidang pertanian.

II. SEJARAH DAN PERKEMBANGAN PENGENDALIAN HAYATI

Bab ini memberikan gambaran sejarah pengendalian hayati dari masa lalu hingga saat ini. Sejarah ini penting untuk memahami perkembangan teknik dan metode yang digunakan dalam pengendalian hama. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan evolusi pengendalian hayati dan bagaimana penemuan baru mempengaruhi praktik pertanian.

2.1 Pendahuluan

Pendahuluan menguraikan periode-periode penting dalam sejarah pengendalian hayati. Mahasiswa diharapkan memahami konteks sejarah yang membentuk praktik pengendalian hayati saat ini.

2.2 Sejarah Awal Pengendalian Hayati

Penggunaan musuh alami pertama kali dicatat pada abad ke-12. Bab ini menjelaskan berbagai contoh awal yang menunjukkan bagaimana petani menggunakan serangga predator untuk mengendalikan hama, memberikan wawasan tentang praktik pertanian tradisional.

2.3 Periode Pertengahan Perkembangan Pengendalian Hayati

Pada periode ini, introduksi musuh alami mulai diterapkan secara lebih sistematis. Mahasiswa belajar tentang keberhasilan awal yang menjadi tonggak sejarah dalam pengendalian hayati.

2.4 Sejarah dan Perkembangan Pengendalian Hayati Modern Abad 20

Bab ini menjelaskan kemajuan pesat dalam pengendalian hayati, termasuk penggunaan patogen serangga. Mahasiswa diharapkan dapat mengaitkan perkembangan ini dengan praktik pertanian modern.

III. DASAR EKOLOGI PENGENDALIAN HAYATI

Bab ini membahas konsep dasar ekologi yang mendasari pengendalian hayati. Pemahaman tentang interaksi dalam ekosistem sangat penting bagi mahasiswa untuk menerapkan prinsip-prinsip pengendalian hayati secara efektif dalam konteks pertanian.

3.1 Pendahuluan

Pendahuluan membahas pentingnya ekologi dalam pengendalian hayati. Mahasiswa diharapkan memahami hubungan antara musuh alami dan hama dalam konteks ekosistem.

3.2 Mekanisme Keseimbangan Alami

Bab ini menjelaskan bagaimana populasi dan komunitas berinteraksi dalam ekosistem. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi keseimbangan alami, yang penting untuk pengendalian hayati.

Referensi Dokumen

  • Potential use of Diadegma semiclausum for controlling diamondback moth on cabbage ( Sastrosisiwojo S. )
  • Perpaduan pengendalian secara hayati dan kimiawi hama ulat daun kubis (Plutella xylostella L.: Lepidoptera: Yponomeutidae) pada tanaman kubis ( Sastrosiswojo S. )
  • Bacillus thuringiensis and its pesticidal crystal proteins ( Schnepf E, Crickmore N, van Rie J, Lereclus D, Baum J, Feitelson J, Zeigler DR, Dean DH )
  • Effects of weeds on the diversity and abundance of insects in soybeans ( Shelton MD, Edwards CR )
  • Friends of the Rice Farmer: Helpful Insects, Spiders, and Pathogens ( Shepard BM, Barrion AT, Litsinger JA )

Gambar

Tabel 1.1.  Perbedaan ciri-ciri parasitoid dan predator
Tabel 1.2.  Kelebihan dan kelemahan pengendalian hayati
Gambar 2.1. Oecophylla smaragdina,  semut predator hama  jeruk   (Tessaratoma papillosa) (The California Academy of Sciences  2008)
Gambar 2.2. Kumbang Carabidae, Calosoma sycophanta (Watson &
+7

Referensi

Dokumen terkait