TEORI KUTUB PERTUMBUHAN
Definisi…
…menyatakan bahwa pembangunan atau pertumbuhan tidak
terjadi di segala tata ruang, akan tetapi hanya terbatas pada
beberapa tempat tertentu dengan variabel-variabel yang berbeda
intensitasnya
Konsep kutub pertumbuhan
pole de develompment
pole de develompment
atau
Growth
Growth
pole
pole
Tata ruang diidentifikasikan sebagai suatu arena (medan)
kekuatan yang didalamnya terdapat kutub-kutub atau
pusat-pusat. Setiap kutub mempunyai kekuatan pancaran
PENGARUH POLARISASI
PENGARUH POLARISASI
& TRICKLING-DOWN
& TRICKLING-DOWN
Pengertian Polarisasi &
TRICKLING-DOWN
TRICKLING-DOWN
Hirschman :
secara teoritis pertumbuhan
ekonomi terjadi tidak seimbang
secara geografis
Ada titik yang Maju
Ada titik yang Maju
Ada titik yang
Tertinggal
Ada titik yang
Tertinggal
Pola Polarisasi &
TRICKLING-
TRICKLING-DOWN
DOWN
Daerah yang maju cenderung untuk
melakukan tekanan-tekanan kepada daerah
yang tertinggal (daerah belakangnya)
Ada titik yang Maju
Ada titik yang Maju
Sering Disebut
Titik
Pertumbuhan
(Growing Point)
Titik
Pertumbuhan
(Growing Point)
Pusat
Pertumbuhan
(Growing
Centre)
Pusat
Pertumbuhan
(Growing
Penyebab Titik Pertumbuhan
Penghemat
an
Penghemat
an
Kemudahan
Kemudahan
Kesempatan
2
investasi
Kesempatan
2
investasi
TEnaga KErja yang
Terampil
TEnaga KErja yang
Terampil
Lapangan
Kerja
Lapangan
Kerja
Transportasi
murah
KLUSTER INDUSTRI BESAR & SEDANG (IBS) DI JAWA:
POLA DUA KUTUB (BIPOLAR PATTERN)
Di Jatim, kawasan tengah (Gresik, Surabaya,
Sidoarjo, Pasuruan, Malang, Kediri) merupakan
Hukum Polarisasi &
TRICKLING-
TRICKLING-DOWN
DOWN
Jika
komplementaritas
komplementaritas
kuat
kuat
antara daerah pusat
dan daerah belakang, maka akan terjadi proses penyebaran
pembangunan (
TRICKLING-DOWN)
TRICKLING-DOWN)
Jika
komplementaritas
komplementaritas
lemah antara daerah pusat
lemah
dan daerah belakang, maka akan terjadi proses penyebaran
pembangunan (Polarisasi)
Polarisasi)
Jika TRICKLING-DOWN
TRICKLING-DOWN
>
Polarisasi
Polarisasi
Maka akan terjadi Dua Listik
Daerah (Modern dan Terbelakang)
Jika
TRICKLING-DOWN
TRICKLING-DOWN
>
Polarisasi
Polarisasi
Maka akan terjadi Dua Listik
Konsep Myrdal
Backwash
Effeck
Backwash
Effeck
Spread Effeck
Spread Effeck
KOnsep Mydal terkesan pesimistis terhadap
KOnsep Mydal terkesan pesimistis terhadap
terjadinya penyebaran pertumbuhan dari pusat
terjadinya penyebaran pertumbuhan dari pusat
pertumbuhan, sedangkan Hirschman cenderung
pertumbuhan, sedangkan Hirschman cenderung
optimistis
optimistis
Alasan:
Pusat akan terus menerus
Berkonsekuensi Pada Kebijakan
Myrdal
Myrdal
Menekankan pada langkah-langkah untuk melemahkan
Backwash Effeck
dan memperkuat
Spread Effeck
agar
proses kausasi sirkuler kumulatif mengarah ke atas,
dengan demikian semakin memperkecil ketimpangan
regional
Menekankan pada langkah-langkah untuk melemahkan
Backwash Effeck
dan memperkuat
Spread Effeck
agar
proses kausasi sirkuler kumulatif mengarah ke atas,
dengan demikian semakin memperkecil ketimpangan
regional
Hirschma
n
Hirschma
n
Menyarankan agar membentuk lebih banyak
titik
pertumbuhan
Model Penentuan Wilayah Pengembangan dan Kecamatan Prioritas Sebagai Pusat Pertumbuhan
Ekonomi Di Masing-Masing Satuan Wilayah Pengembangan
Indikator :
Penjaringan Data
Kelembagaan
(Fasilitas Non
Fisik)
Indikator :
Penjaringan Data
Sektor/komoditi
Ekonomi
Kecamatan
Indikator :
Jarak Antar
Kecamatan di
tiap SWP
Proses 6
Mengukur &
analisi daya
saing
kecamatan
Proses 2
Analisis
Location
Quatient
Output 6
Peta
peringkat
daya saing
kecamatan
Proses 9
Kombinasi
Output 6,7,8
Output 2
Kreteria
Sektor:
LQ > 1
LQ < 1
Output 8
Kecamatan
yang
mempunyai
jarak rata
terdekat
Output 9
Kecamatan
prioritas pusat
pertumbuhan
wilayah
pengembangan
Indikator :
Penjaringan Data
Prasarana/infrast
ruktur (Fasilitas
Fisik)
Proses 7
Mengukur &
analisis daya
dukungkecama
tan
Output 7
Peta
peringkat
daya dukung
kecamatan
Proses 8
Mengukur
rata-rata jarak antar
kecamatan
Proses 3
Analisis
Shift-share
Output 3
Kreteria
Sektor:
DS < 0 DS >
Proses 5
Kombinasi
Output 1 & 4
Output 5
Wilayah
Pengemban
gan
Indikator :
Penjaringan Data
Kondisi Giografis
Wilayah
Kecamatan
Proses 1
Zonasi Lanan
(Spatial
planing)
Output 1
Peta
karakteristik
& potensi
kegunaan
wilayah
Output Akhir
Dokumen
Rencana Induk
(Master Plan)
Satuan wilayah
Pengembangan
Output Akhir
Dokumen
Rencana
Implentasi/aksi
(Action Plan)
Satuan wilayah
Pengembangan
Output 4
Peta
Potensi
Ekonomi
wilayah
Proses 4
Kompilasi
Output 2 &
Sub Sektor Unggulan : Tanaman perkebunan Peternakan Kehutanan Perikanan Listrik Air Bersih Jasa Penunjang komunikas
i
Sub Sektor unggulan SWP II Tanaman bahan makanan Makanan, minuman, dan tembakau Tekstil, kulit, & alas kaki Barang dari kayu dan hasil hutan lain Pupuk kimia dan barang dari karet Alat angkutan, mesin, dan peralatan Barang-barang lainPos dan telekomunikasi Lembaga keuangan bukan bank Hiburan dan kebudayaan
Sub Sektor Unggulan SWP III Makanan, minuman, dan tembakau Tekstil, kulit, dan alas kaki Barang dari kayu dan hasil hutan lain Kertas dan barang cetakan Pupuk kimia dan barang dari karet Semen dan barang galian non logam Alat angkutan, mesin, dan peralatan Barang-barang lain
Hotel
Sub Sektor Unggulan SWP IV Peternakan Kehutanan Penggalian Listrik Air bersih Sewa bangunan Hiburan dan kebudayaan
Sub Sektor Unggulan SWP VII Peternakan
Kehutanan Perikanan Penggalian Listrik
Sub Sektor unggulan SWP V Perdagangan Hotel Angkutan jalan raya Jasa penunjang angkutan Pos dan telekomunikasi Bank
Lembaga keuangan bukan bank Perorangan dan rumah tangga
Sub Sektor unggulan SWP VI Peternakan Penggalian Jasa Perusahaan Pemerintahan umum Sosial kemasyarakatan Perorangan dan rumah tan
Keterangan
SWP Ngantang & sekitarnya
SWP Lingkar Kota Malang
SWP Lawang
SWP Tumpang & sekitarnya
SWP Kepanjen & sekitarnya
SWP Donomulyo
SWP Gondanglegi & sekitarnya
SWP Dampit & sekitarnya
Wilayah Kota Malang
Wilayah Kota Batu
Sub Sektor Unggulan SWP VIII Tanaman perkebunan Perikanan Perdagangan Jasa penunjang komunikasi Bank
Sosial kemasyarakatan