• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERENCANAAN DAN PEMBUATAN BENGKEL PADA S

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERENCANAAN DAN PEMBUATAN BENGKEL PADA S"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

(1)

Final Paper

PERENCANAAN DAN PEMBUATAN BENGKEL PADA SMK

PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK

Mata Kuliah Organisasi dan Manajemen PTK Dosen Pengampu : Prof Soenarto

Disusun Oleh Linda Setiawati NIM. 13702251048

PTK Vokasi B

PROGRAM PASCASARJANA

PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

Sekolah menengah kejuruan adalah bentuk pendidikan lanjutan yang mengintegrasikan pembelajaran teori dan praktik. Mengingat hal tersebut, keberadaan bengkel dan laboratorium praktik untuk Sekolah Menengah Kejuruan merupakan suatu keharusan dan tidak dapat ditawar. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 1990 tentang Pendidikian Menengah BAB I pasal 1 ayat 3 mnyatakan bahwa “Pendidikan Menengah Kejuruan adalah pendidikan pada jenjang menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan siswa untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu”. Dalam peraturan tersebut tersirat keharusan peguasaan keterampilan tertentu bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan pada suatu bidang pekerjaan setelah mereka menyelesaikan pendidikannya. Untuk mencapai tujuan tersebut, Sekolah Menengah Kejuruan harus memiliki ruangan khusus untuk pembelajaran penguasaan keterampilan, dalam hal ini bengkel dan laboratorium.

Pengadaan suatu bengkel dan laboratorium, lebih dari pada sekedar mendirikan bangunan sebagaimana membangun sebuah ruangan pembelajaran teori. Perancangan yang matang dengan memperhatikan kemungkinan restrukturisasi ruangan merupakan hal yang cukup memerlukan pemikiran, mengingat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bergerak dengan cepat, sehingga ruangan bengkel dan laboratorium dapat dengan mudah diatur kembali jika mendapat peralatan baru.

Bengkel dan laboratorium berbeda dengan ruang belajar teori, yang sudah cukup dengan tersedianya papan tulis, meja dan kursi guru dan siswa, lemari penyimpanan ATK dan bahan pembelajaran, dan ventilasi udara dan pencahayaan alami dan buatan. Lebih dari itu diperlukan beberapa sarana pendukung antara lain, tempat demonstrasi guru, tempat praktik siswa, alat – alat dan bahan praktikum, ruang penyimpanan alat dan bahan, sarana air bersih, ruang toolman, ruang administrasi, proyektor, sarana K3, dan pada pekerjaan tertentu akan memerlukan sistem pengaturan sirkulasi udara yang memadai.

(3)

dan suara pada bengkel dan laboratorium, menyebabkan ruangan tersebut diharuskan memiliki sistem pengalir udara paksa, dan peredam suara. Perlu pula pemasangan tanda peringatan untuk menggunakan peralatan kesalamatan kerja, mengingat kemungkinan adanya aktifitas praktikum yang menimbulkan resiko bahaya tertentu, seperti radiasi dan polusi pada pekerjaan pengelasan. Ukuran ruangan yang cukup besar, menyebabkan pencahayaan alami pada suatu bengkel atau laboratorium menjadi tidak memadai, sehingga diharuskan tersedia penerangan buatan. Pada pekerjaan tertentu, yang memerlukan ketelitian, akan diperlukan penerangan langsung pada objek pekerjaannya.

Tabung pemadam kebakaran, juga harus disediakan dan ditempat yang mudah dijangkau. Jenis bahan pemadam harus dipilih dan disesuaikan dengan jenis bahan yang terbakar, sehingga tujuan dari pemadaman dapat tercapai. Selain dari itu, Guru praktik dan toolman, harus mahir menggunakan sarana pemadam kebakaran tersebut.

(4)

BAB II

PEMBAHASAN

Pembangunan sebuah bengkel dan laboratorium memerlukan biaya yang besar dengan perencanaan yang matang, meliputi pengadaan ruangan/gedung dan pengadaan peralatan pembelajaran, baik teori maupun praktik.

Menurut Depdikbud (1981) bengkel kerja praktik yang baik harus memenuhi ketentuan:

1. Kesempurnaan dari semua faktor yang berpengaruh terhadap tata letak bengkel; 2. Pemanfaatan mesin, tenaga kerja (personel) dan ruang bengkel;

3. Pengaturan tata letak yang memudahkan pelayanan (fleksibel); 4. Dapat berlaku bagi rencana perubahan produk;

5. Jarak yang paling pendek untuk gerak penyediaan dan pekerjaan; 6. Keteraturan, kebersihan bengkel; dan

7. Keselamatan kerja dan lingkungan

Pengelolaan bengkel kerja/laboratorium terdiri beberapa kegiatan yaitu : 1. Perencanaan fasilitas laboratorium/bengkel;

2. Pengelolaan maupun pengendalian bahan/material dan peralatan praktek. 3. Pelaksanaan dan pengendalian perawatan / perbaikan alat/mesin (maintenance) 4. Pengelolaan keselamatan kerja (safety) yang meliputi keselamatan orang,

alat/mesin.

5. Organisasi staff /siswa.

6. Persiapan, program dan perencanaan anggaran. 7. Orientasi siswa terhadap aktifitas laboratorium

Garis besar perencanaan Lab/Bengkel, terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan adalah:

1. Jenis mesin/perlatan yang akan dipakai praktek 2. Jumlah siswa

3. Hal-hal lain yang berkaitan dengan desai bengkel kerja/lab : a. Pintu utama harus besar

(5)

c. Sarana untuk alat angkut dan alat angkat d. Perlu ada alat angkut

e. Jarak mesin/peralatan

f. Kondisi lingkungan ruang praktek g. Posisi gudang

h. Masalah safety

i. Ruang control kualitas

j. Ruang/lokasi untuk kegiatan penunjang praktek k. Ruang keperluan guru

l. Bahan/material baku untuk bangunan m. Perlu ada taman

Permasalahan pokok dalam perencanaan bengkel/lab: 1. Lokasi bengkel kerja/lab

2. Ukuran utama dari bengkel kerja/lab

3. Proporsi area kerja kegiatan di bengkel kerja / lab 4. Area ruang kegiatan lain

5. Jenis dan tipe konstruksi dinding penyekat, atap 6. Jenis dan konstruksi lantai

7. Penggunaan warna untuk pengecatan

8. Sistem cahaya ruangan kerja dan ruangan lain 9. Sistem akustik dari ruangan

10. Sistem sirkulasi udara 11. Sistem utilitas (air, listrik)

PETUNJUK UNTUK PERENCANAAN BENGKEL TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK

Berikut ini merupakan beberapa point penting yang harus diingat ketika merancang sebuah bengkel baru untuk pengajaran listrik:

 Setidaknya terdapat empat saklar induk yang harus dipasang, yang satunya harus

terpasang di ruang alat dan yang lainnya dekat dengan meja instruktur  Sejumlah meja kerja dengan sela yang cukup, harus disediakan

(6)

1. Perbaikan motor listrik. 2. Motor starter controls.

3. Perbaikan mekanis peralatan listrik 4. Perbaikan peralatan listrik rumah

 Setiap ruang kerja harus disediakan dengan kotak stop-kontak, meliputi:

1. stop-kontak 220V 50Hz 2. lampu uji 220V 10w

3. Sumber tegangan variable dari sebuah panel power supply atau distribusi .

 Harus tersedia kotak-kotak alat yang cocok, dan ruang penyimpanan material yang

memadai untuk proyek-proyek sedang dikerjakan oleh siswa

 Lemari harus disediakan untuk menyimpan papan proyek kabel, serta untuk instrumen ukur listrik, dan bahan instruksional

 Sebuah meja demonstrasi yang besar, dengan laci dan dengan stop-kontak,

diperlukan untuk digunakan ketika melakukan demonstrasi atau contoh percobaan. Jika memungkinkan, meja ini harus memiliki saluran air panas dan dingin, juga gas dan kran udara bertekanan.

 Meja kerja yang dapat bergerak ke lokasi dimana pekerjaan harus dilakukan, harus

tersedia untuk pemasangan motor, generator, dll

 Harus tersedia sebuah panel power supply panel distribusi yang menyediakan:

1. Rangkaian yang disekringkan pada semua ruang kerja untuk tegangan 220V 2. Tegangan ac variable yang ddistribuasikan ke semua ruang kerja

(2-4-6-8-10-12-14-25-50-75 v)

3. Stop-kontak untuk tegangan dc 12v atau 24-v dari baterei (tegangan variable, dengan step 2v, dari 2v sampai 24 v).

4. Power supplay variable tegangan tinggi 330v dc dan 500v dc untuk pekerjaan elektronik.

5. Stop-kontak fasa tunggal, tiga kawat 110v dan 220 v, ac,

(7)

10. Sebuah generator frekuensi tinggi seperti yang digunakan pada power tools di

 Harus ada antena radio 80 meter setengah gelombang doublet, untuk digunakan pada

frekuensi amatir dan penyiaran

 Harus ada sistem alamat publik dari kantor utama.

 Sebuah oven pengering akan dibutuhkan untuk pengeringan motor listrik dan

sirlaknya

 Sebuah ruangan rumah yang kasar harus dibangun untuk pengajaran instalasi rumah

 Peralatan kontrol elektrinik Electronic dapat ditambahkan sebagai berikut:

1. Peralatan starting motor.

2. Pembuka pintu garasi (elektronik dan atau magnetik). 3. Electric eye1

4. Penyerah ac ke dc.

Dalam perencanaan sebuah bengkel listrik dan elektronika, perlu diperhatikan hal-hal penting sebagai berikut:

1. Harus ada definisi yang sejelas mungkin tentang apa yang akan diajarkan di bengkel tersebut. Ini adalah pendekatan "Bentuk Mengikuti Fungsi" dan akan, pada akhirnya, menghasilkan fasilitas bengel yang sebaik mungkin untuk tujuan tertentu dengan biaya serendah mungkin.

(8)

2. Terdapat enam aspek dari skema bengkel yang perlu menjadi pertimbangan sehingga dapat membantu membimbing perencanaan yaitu:

a. Meja kerja dengan dua macam permukaan kerja;

b. Sumber daya listrik yang memadai dan pendistribusiannya; c. Alat-alat pokok dan instrumen;

d. Peralatan demonstrasi dan peralatan praktik siswa, e. Wilayah fabrikasi, dan

f. Daerah khusus.

Meja dan perlengkapannya

Pertama-tama, perlu difahami bahwa ada dua jenis permukaan kerja yang diperlukan untuk perencanaan meja bengkel listrik dan elektronik. Meja jenis pertama harus memiliki permukaan yang dapat menahan pukulan, pembentukan, pergeseran, penekukan, dan operasi perakitan dan pembongkaran yang berat. Meja untuk tujuan pekerjaan ini tidak cocok untuk menyimpan perangkat pengujian halus atau hal lain yang sensitif terhadap sentakan tiba-tiba dan goncangan dari bagian atas atau sekitarnya.

Tipe meja kerja yang kedua adalah untuk kegiatan pengujian, pengaturan, pelurusan, trouble-shooting, pekerjaan perakitan dan pembongkaran yang halus. Meja kerja jenis ini, dapat digunakan untuk menyimpan peralatan yang peka. Meja ini harus disediakan untuk pekerjaan yang halus atau yang lebih halus didalam bengkel tesebut.

Detail dari kedua meja ini melekat pada fungsinya. Meja untuk pekerjaan berat hanya perlu memiliki satu atau dua stop-kontak daya (220Vac) untuk alat-alat berdaya kecil. Didalam sebuah bengkel yang luas, meja-meja bengkel umum akan cukup baik untuk pekerjaan berat dengan dua reservasi. Pekerjan kelistrikan, harus disimpan ditempat lain selain meja ini, dan meja ini harus cukup tinggi untuk digunakan pada pekerjaan dengan posisi berdiri.

(9)

untuk menggambar dan perencanaan, tidak boleh terjadi hentakan atau pekerjaan berat. Pekerjaan dan perlatan uji dapat disimpan didalam meja kerja jenis ini.

Secara umum, bengkel listrik memiliki sejumlah besar pekerjaan yang halus, sementara di bengkel umum yang luas berlaku hal yang sebaliknya. Terdapat tiga persyaratan yang luas yang harus dipenuhi.

1. Ruang gerak yang memadai untuk kaki jika bagian bawah meja untuk pekerjaan halus digunakan untuk penyimpanan;

2. Keberadaan sumber tenaga listrik yang banyak di meja, tidak boleh mengganggu atau mempersempit bidang kerja.

3. Dan ketika meja dibuat untuk memenuhi kebutuhan khusus semacam unit pengajaran/modul seperti radio, televisi, kode praktik, peg-board2-wiring problems, menggambar listrik, dan perencanaan.

Standar Minimal Sarana dan Prasarana Bengkel Teknik Instalasi Tenaga Listrik Untuk dapat dikatakan bengkel dapat digunakan dengan layak, maka harus memenuhi standar-standar yang telah ditetapkan. Berdasarkan Permen 40 tahun 2008 Standar Ruang Praktik Program Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik adalah sebagai berikut 1. Ruang praktik Program Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik berfungsi sebagai

tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran: penerapan konsep dasar kelistrikan dan pengukuran pada Instalasi tenaga listrik, instalasi penerangan dan instalasi daya, sistem jaringan Instalasi dan gardu induk yang meliputi: konstruksi, cara kerja, pemasangan, inspeksi, pengoperasian dan perawatan/perbaikan komponen utama, serta pembelajaran keselamatan dan kesehatan kerja listrik (K3 Listrik).

2. Luas minimum ruang praktik Program Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik adalah 208 m² untuk menampung 32 peserta didik, yang meliputi: laboratorium dasar teknik elektro 64 m², ruang kerja Instalasi tenaga listrik 96 m², ruang penyimpanan dan instruktur 48 m².

2 Peg-board merupakan papan ukuran kecil dibuat dari bahan kayu atau resin, permukaan papan berlubang dan tersambung secara elekrik pada sisi

(10)

3. Ruang praktik Program Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik dilengkapi prasarana sebagaimana tercantum pada Tabel 2.1. Berikut :

Tabel Jenis, Rasio, dan Deskripsi Standar Prasarana Ruang Praktik Program Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik

No Jenis Rasio Deskripsi

1 Bengkel Dasar Teknik Elektro

4 m²/peserta didik Kapasitas untuk 16 peserta didik

Luas minimum adalah 64 m².

Lebar minimum adalah 8 m 2 Ruang kerja Instalasi

tenaga listrik

6 m²/peserta didik Kapasitas untuk 16 peserta didik.

Luas minimum adalah 96 m².

Lebar minimum adalah 8 m 3 Ruang penyimpanan

dan instruktur

4 m²/instruktur Luas minimum adalah 48 m².

Lebar minimum adalah 6 m

4. Ruang praktik Program Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik dilengkapi sarana sebagaimana tercantum pada Tabel 2.2 sampai dengan Tabel 2.4.

Tabel Standar Sarana pada Laboratorium Dasar Teknik Elektro

No Jenis Rasio Deskripsi

I Perabot 1 set/lab Untuk minimum 8 peserta

didik pada pekerjaan penerapan konsep dasar kelistrikan dan pengukuran Instalasi tenaga listrik, instalasi penerangan dan 1.1

(11)

instalasi daya kelistrikan dan pengukuran Instalasi tenaga listrik, instalasi penerangan dan instalasi daya.

III Media Pendidikan 3.1

.

Papan tulis 1 set/lab Untuk mendukung minimum 8 peserta didik pada

Kotak kontak Minimum 4

buah/lab

Tabel Standar Sarana pada Ruang Kerja Teknik instalasi Tenaga Listrik

No Jenis Rasio Deskripsi (K3 Listrik), instalasi sistem 1.1

(12)

jaringan Instalasi dan (K3 Listrik), instalasi sistem jaringan Instalasi dan

gardu induk. III Media Pendidikan

3.1 .

Papan tulis 1 set/lab Untuk mendukung minimum 8 peserta didik pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang bersifat teoritis

IV Perlengkapan lain 4.1

.

Kotak kontak Minimum 4

buah/lab

Tabel 2.4 Standar Sarana pada Ruang Penyimpanan dan Instruktur

No Jenis Rasio Deskripsi

I Perabot 1 set/ruangan Untuk minimum 12

(13)

. instruktur

Rak Simpan alat dan bahan

1.4 .

Lemari Simpan alat dan bahan

Papan data 1buah/ruangan Untuk pendataan kemajuan siswa

dan ruang praktik IV Perlengkapan lain

4.1 .

Kotak kontak Minimum 2 buah/ ruang

Tempat Sampah Minimum 1 buah/ ruang

A. DENAH RUANGAN BENGKEL LISTRIK/ELEKTRONIKA

(14)

Sumber: Modern School Shop Planning halaman 182

Sedangkan pengaturan dan jarak antara meja kerja digambarkan sebagai berikut:

Sumber: Modern School Shop Planning halaman 184

(15)

sebuah kotak alat dan ruang penyimpanan bahan yang memadai untuk proyek-proyek yang sedang dikerjakan siswa, serta ruang kabinet untuk penyimpanan papan proyek, alat ukur listrik, dan materi pengajaran.

Garis putus pada diagram menyatakan area yang harus bebas dari ion yang menghalangi setiap saat. Dimana sebuah jalan akan bersinggungan dengan ruang kerja, garis putus tersebut akan mewakili batas jalan. Adalah selalu bijaksana untuk diingat bahwa perubahan konstan yang dibuat dalam industri radio dan listrik dan rencana untuk masa depan dalam mencari kebutuhan ruang.

Salah satu pertimbangan yang paling penting tentang aksesibilitas dan distribusi daya. Kotak Stop-kontak harus ditempatkan dengan nyaman pada setiap stasiun kerja, baik di lantai atau di atas meja, dan harus tersambung dengan tegangan variabel. Panel kontrol harus ditempatkan dekat dengan instruktur.

Tidak ditampilkan di sini adalah meja demonstrasi vital dengan laci dan stop-kontak, dibutuhkan ketika melakukan demonstrasi atau percobaan praktik. Jika memungkinkan, pada meja ini harus disediakan keran gas dan keran udara terkompresi.

(16)

B. FURNITURE BENGKEL LISTRIK/ELEKTRONIKA

Menurut Permendiknas no 40 tahun 2008 tentang standar sarana dan prasarana, kebutuhan furniture yang harus tersedia dalam bengkel elktronika/listrik adalah sebagai berikut :

No Jenis Ukuran Jumlah Harga Satuan

C. ALAT, TOOLS DAN BAHAN 1. Peralatan Penguji

Alat uji yang baik dalam kuantitas yang memadai merupakan 10 kunci sukses pengajaran yang sangat penting dalam bidang elektronik. Selanjutnya, di antara sekian banyak barang-barang peralatan yang berbeda di pasaran saat ini, peralatan tes dapat dipilih yang memiliki fitur desain dan konstruksi yang akan mendukung efisiensi pengajaran jika perawatan dan pemikiran itu dilakukan dalam memilih peralatan untuk tingkat pengajaran, jumlah siswa menggunakan peralatan tersebut, dan setiap fitur khusus dari program atau fasilitas dalam lingkungan pembelajaran tertentu

Jenis dan jumlah peralatan uji yang diperlukan untuk mengajar elektronik akan berbeda jauh antara level dasar dan lanjutan. Karena itu, tampaknya penting untuk membuat jelas apa yang dimaksud dengan "dasar" dan "lanjutan," istilah tersebut didefinisikan sebagai berikut.

(17)

belajar. Kursus dasar sering berfungsi sebagai pengantar pelajaran bengkel, pada dua semester di kelas sepuluh atau sebelas.

2. Kursus Elektronik Lanjutan harus tidak kurang dari dua semester, denagan total antara 160 dan 180 jam jam pengajaran di samping jam yang dihabiskan dalam Kursus Tingkat Dasar. Sebuah tuntutan yang beralasan bahwa dasar keterampilan dan pengetahuan harus dikuasai dari program satu tahun ini. Satuan waktu pengajaran harus dialokasikan untuk pengajaran teori, sementara penerapan pengetahuan disediakan oleh eksperimen praktis dan proyek-proyek di mana sebagian besar teknologi dasar elektronika harus disajikan, dengan menggunakan persediaan, perlengkapan, dan peralatan industry

Kursus lanjutan seperti yang dijelaskan di atas secara logis dapat mengarah pada sebuah program teknik elektronika kejuruan durasi minimal satu tahun, dan menekankan pengetahuan dan teknik pelayanan lanjutan, termasuk pemecahan masalah praktis. Atau program tahun kedua ini mungkin menekankan pada aplikasi teknologi elektronik untuk segudang operasi industri.

Di semua wilayah setelah sebuah Kursus Tingkat Dasar, suatu alat dan peralatan tes seharusnya merupakan peralatan standar industri saat ini atau, setidaknya, item mana siswa dapat memperoleh pengetahuan untuk dirinya sendiri untuk bekerja atau belajar lebih lanjut di lapangan.

Peralatan uji siswa

Dengan asumsi 24 siswa per kelas, dibagi menjadi tim terdiri atas dua orang, harus tersedia sejumlah minimum instrumen meliputi 12 amperemeter dc, 12 voltmeter dc, dan 6 ohmmeter. Setidaknya tiga milliammeter dc merupakan jumlah minimum untuk instrumen ini, demikian pula halnya dengan voltmeter ac.

Menjadi tujuan dasar instrumen-tunggal3 yang dijelaskan di atas yang dipilih

adalah bahwa siswa dapat diperkenalkan dengan jenis instrument masing-masing secara terpisah. Ketika siswa menjadi akrab dengan karakteristik dan aplikasi dari satu jenis, proyek dengan menggunakan meteran jenis lain dapat diperkenalkan.

(18)

Metode ini memiliki keuntungan, yaitu memastikan bahwa hanya satu konsep tegangan, arus, atau hambatan akan disajikan pada suatu waktu. Namun kelemahan dari metode ini adalah memerlukan biaya mahal karena harus menyediakan masing-masing peralatan untk mengukur masing-masing-masing-masing besaran listrik.

Seberapa mahal suatu peralatan akan tergantung pada spesifikasi dari instrumen. Spesifikasi minimum tertentu harus didapatkan dalam peralatan ini untuk mendapatkan hasil maksimal dari setiap proyek laboratorium. Namun, ketentuan biaya dan anggaran sering memainkan peranan besar dalam pengambilan keputusan apapun untuk memilih spesifikasi peralatan yang akan dibeli. Dalam hal ini, voltmeter ac dan dc merupakan contoh yang khas. Idealnya, voltmeter dc harus memiliki sensitivitas tinggi (rating ohm per volt) untuk meminimalkan pembebanan rangkaian oleh alat ukur. Suatu alat ukur kualitas industri akan memiliki rating sensitivitas 20.000 ohm per volt, namun sebuah voltmeter dc multi range dengan sensitivitas ini berharga sekitar Rp 700.000. Sebuah dc voltmeter dengan sensitivitas 1.000 ohm per volt dapat diperoleh dengan hanya sekitar Rp. 300.000, tapi akan memberikan pengaruh yang lebih besar berpengaruh terhadap operasi rangkaian.

Faktor yang sama juga bagi volt-meter ac, Alat ukur kelas industry memiliki sensitivitas 5.000 ohm per volt, tetapi instrumen kelas ini harus dibeli dengan harga Rp. 800.000, sedangkan alat ukur dengan 1.000 ohm per volt meter dapat diperoleh dengan harga sekitar Rp. 300.000. Harga untuk instrumen-tunggal lainnya yang disebutkan di atas termasuk, ammeter dc, sekitar Rp. 250.000; untuk ohmmeter, sekitar Rp. 350.000 dan untuk milliammeter dc, sekitar Rp. 250.000.

Ada beberapa produsen sistem bahan pengajaran lengkap yang telah mengembangkan instrument-tunggal sebagai bagian integral dari sistem mereka. Sistem ini memungkinkan pengajaran menggunakan instrument-tunggal.

Pemilihan jenis instrument apapun untuk bengkel atau laboratorium, penggunaannya harus dilindungi terhadap kebakaran. Hal ini dapat dilakukan dengan menghubungkan sekering secara seri dengan instrumen, atau dengan menghubungkan dioda khusus secara langsung antara terminal meter. Dioda varistor Schauer SV-1 telah terbukti berguna untuk tujuan ini.

(19)

spesifikasi yang disebutkan sebelumnya, dan mengandung rangkaian perlindungan beban lebih elektronik. Dalam cenderung awalnya sebagai peralatan tes sekolah, beberapa instrumen ini juga telah cukup menyerupai peralatan di industri karena rangkaian perlindungan beban lebih yang terpasang padanya.

Dua keuntungan yang pasti pada penggunaan kombinasi volt-ohm-milliam meter (multimeter) yaitu (1) harga dari instrumen tunggal adalah sekitar Rp. 800.000, jauh lebih murah dari satu instrumen-tunggal, dan (2) permasalahan penentuan jumlah yang benar dari setiap instrument uji tertentu dapt dihilangkan. Namun, penggunaan dari satu multimeter memang cenderung untuk mengurangi ide konsep dan akan memunculkan tuntutan yang lebih besar dari instruktur, untuk menanamkan kosep tersebut. Setelah seorang siswa telah belajar untuk membaca berbagai skala pada volt-ohm- milliam meter, kerja instruktur sangat berkurang. Dengan demikian, pilihan jenis alat ukur adalah salah satu yang instruktur (dan administrator nya) harus pertimbangkan dengan hati-hati, terutama ketika diingat bahwa alat ukur adalah item utama yang digunakan siswa selama pelatihan awal.

Peralatan Uji/Demonstrasi

Kelas utama kedua alat uji dipertimbangkan dalam program listrik / elektronik tingkat dasar terdiri dari item-item yang digunakan oleh instruktur untuk demonstrasi di kelas atau laboratorium. Item tertentu yang cukup baik untuk dilengkapi pada laboratorium/bengkel sebagai berikut:

Sebuah CRO 5”

 Sebuah pembangkit sinyal frekuensi suara yang memiliki rentang sekitar 20 Hz sampai sekitar 200 kHz.

 Sebauh pembangkit sinyal frekuensi radio dengan output frekuensi meliputi

(20)

Amplitude sinyal output harus merupakan power supplay tegangan dc variabel. Tidak mesti harus tegangan dc variable kontinyu; tetapi minimum harus dapat diatur menjadi menjadi 8 hingga 10 step dari 0 sampai 150 volts dc. Sebuah sumber ac 6,3volt harus disertakan. Power supply ini harus berjenis sama dengan yang digunakan siswa.

Wujud special dari demonstrasi peralatan tes sangat berharga dalama memberikan penguasaan pengalaman belajar siswa dalam pengaturan dan rangkaian sederhana dalam berbagai tahap program listrik/elektronika dasar.

Peralatan yang digunakan siswa dalam program lanjutan akan jauh lebih canggih

daripada yang digunakan dalam program dasar Dalam semester kedua dan ketiga

dari program bengkel elektronika, siswa akan mungkin menggunakan alat ukur dc, pembangkit sinyal RF dan AF, dan sebuah CRO. Peralatan ini akan digunakan untuk studi secara mendalam tentang karakteristik dari tabung vakum dan transistor, dalam mempelajari rangkaian penguat prekuensi audio sederhana, dan kemudian dalam mempelajari rangkaian frekuensi radio.

Didalam sebuah kursus tingkat lanjut, seperti yang dilaksanakan pada semester kedua dan ketiga, demonstrasi adalah cara yang luar biasa, melengkapi pemahaman siswa tentang suatu operasi melalui rangkaian yang disederhanakan. Tetapi demonstrasi tidak cukup, didalam program tingkat lanjut, siswa harus mempraktikkannya, ini berarti pada kegiatan ini akan semakin banyak memerlukan alat ukur. Secara rinci, untuk kelas dengan 24 siswa yang bekerja pada program yang diakhiri dengan mempelajari radio AM standar, peralatan yang mungkin diperlukan adalah:

Volt-ohm- miliameter (VOM), 20,000 ohms-per-volt sensitivity 12 buah Pembangkit frekuansi Audio gelombang sinus/kotak, 20 Hz hingga

sekitar 1 megacycle

8 buah

Pembangkit sinya frekuensi radio, meliputi rentang sekitar 455 kilocycle hingga sekitar 50 megacycles

8 buah

Oscilloscope, direct-coupled (dc) jika memungkinkan, layar 5”, dan lebih disukai dengan respon frekuensi dari sekitar 5 Hz hingga sekitar

(21)

4.5 MHz, ± 3db

Vacuum Tube Voltmeter (VTVM), ini merupakan jenis khsus dari voltmeter yang memberikan hambatan input sebesar 11 megaohm dan akibatnya memberikan efek pembebanan yang sangat kecil

6 buah

Beberapa ulasan tambahan terhadap oscilloscope akan berguna pada mereka yang hanya memiliki sedikit pengenalan dengan instrument ini. Sebuah oscilloscope dapat dianggap sebagai sebuah bentuk voltmeter, karena setelah dikalibrasi, ia dapat digunakan untuk mengukur tegangan dc (dalam lingkup dc saja). Tapi ia dapat melakukan lebih banyak dari ini. Ia dapat digunakan untuk mengukur nilai puncak dari gelombang complex, untuk memeriksa bentuk sinyal yang bervariasi terhadap waktu, dan memverifikasi ada atau tidak adanya berbagai jenis sinyal, ini hanya beberapa penggunaannya. Dalam studi rangkaian dasar, amplifier, osilator, dan rangkaian tujuan khusus, oscilloscope sangat berguna sebagai alat pengajaran dan pembelajaran. Dalam pengajaran dan/atau pembelajaran konsep sistem yang lebih maju, osiloskop adalah sebuah alat diagnostic/obsevasi yang tak tergantikan.

Voltmeter tabung vacuum memiliki karakteristiknya berbeda dengan VOM terutama dalam rentang tegangan berapapun dipilih, input resistansinya tetap 11 megaohm, dengan demikian, beban rangkaiannya menjadi sangat rendah. Meter tipe ini sangat berguna untuk membuat resistansi pengukuran didalam rangkaian beresistansi tinggi, dan tegangan pengukuran didalam rangkaian osilator dan amplifier yang mana pembebanan meter menjadi hal yang sangat dipertimbangkan. Di dalam sebagian besar pengukuran arus tegangan dan hambatan yang dilakukan dalam rangkaian elektronik, VOM dengan 20.000 ohm per volt adalah lebih dari cukup, tetapi untuk aplikasi kritis, harus menggunakan VTVM. Ingat, bahwa VTVM tidak dapat digunakan untuk mengukur arus, dan hanya untuk mengukur tagangan dan hambatan.

Instrument tes yang diperlukan untuk pengajaran dalam pembelajaran semester keempat dan kelima dalam rangkaian radio FM, hi-fi stereo, dan TV (monochrome dan berwarna) sangat berbeda dari peralatan yang disebutkan sebelumnya. Beberapa dari instrument, meskipun demikian, sama. Sebagai contoh VTVM, VOM 20.000 ohm per volt, dan oscilloscope layar lebar adalah seluruhyna berguna dalam daerah pengajaran

(22)

demikian, didalam mempelajari rangkaian radio FM, seorang instruktur akan menginginkan ketersediaan sebuah VTVM, sebuah oscilloscope, dan sebuah RF sweep generator. Ringkasnya, sebuah RF sweep generator akan menyediakan sinyal yang bervariasi dalam frekuensi, atau menyapu pada sebuah band tertentu. Band frekuensi ini mungkin antara 88 sampai 108 megecycle FM band, atau sebuah chanel TV, atau bahkan (dapat dibayangkan) band siaran AM, apapun yang akan dipilih instruktur dari keluaran peralatan yang tersedia. Biasanya bandwidth sapuan frekuensi adalah vaiabel, sehingga pemakai dapat menjangkau sebanyak band frekuensi sesuai keinginannya. Juga terkandung didalam sebagian besar sweep generator berkualitas bagus adalah ketersediaan untuk penanda frekuensi. Penanda ini digunakan untuk menyediakan titik index frekuensi dengan tujuan peralatan pengguna dapat merujuk selama perbaikan atau operasi penyelarasan. Banyak sweep generator memiliki osilator penanda, dan hanpir semua akan mengijinkan penggunaan sinyal generator RF yang disebutkan sebelumnya sebagai sebuah penanda eksternal sumber sinyal .

Instrument test - Aplikasi pengajaran

Berikut ini beberapa peralatan yang digunakan dari semester pertama sampai dengan semester kelima dengan kode “S” yang menunjukkan bahwa alat tersebut digunakan oleh siswa dan “G” yang menunjukkan bahwa peralatan tersebut digunakan oleh guru

S

Alat ukur instrument-tunggal,

1000ohm/V SG

Volt-Ohm-Miliammeter (VOM),

20.000 ohm/V SG SG SG SG SG

Voltmeter tabung hampa (VTVM) SG SG SG SG

RF generator G SG SG SG

AF generator G SG SG

Oscilloscope (CRO) G SG SG SG SG

(23)

Sweep and marker generator SG SG

Color bar generator SG

Pesawat televisi hitam-putih SG

Pesawat televisi berwarna SG

Radio Penerima gelombang AM SG

Radio Penerima gelombang FM,

multiplex SG

Degaussing coil SG

Distortion analyzer SG

Wattmeter SG SG SG

Filed strength meter SG SG

Transformator tenaga, tegangan

Variable SG SG SG

Bias source SG SG

Probe, oscilloscope, low-capacitance SG SG

Probe, oscilloscope, demodulation SG SG

Probe, VTVM, high voltage SG SG

Probe, VTVM, RF SG SG

Probe VOM, high voltage SG SG

RF sweep generator biasanya digunakan bersamaan dengan oscilloscope, karena RF sweep generator berada pada layar oscilloscope yang respon rangkaian terhadap sweep signal ditampilkan untuk study dan analisis. Jika stereo amplifier dan FM multiplex disertakan kedalam program, sebuah generator FM multiplex akan menjadi alat yang sangat berguna. Meskipun dimungkinkan untuk melayani penerima multipleks FM menggunakan sinyal on-the-air, generator sinyal multipleks adalah bantuan berharga dalam mengajar kursus servis tingkat lanjut, peralatan ini juga harus tersedia untuk siswa.

(24)

dengan dot and bar dan crosshatch generator, sehingga bahwa pembelian peralatan tersebut secara terpisah adalah jarang dilakukan.

Bergantung pada sifat pelatihan, jumlah kebutuhan peralatan test akan bervariasi. Jika kursus adalah untuk program pre-vocational-intensive, daftar berikut (column A) akan mungkin menjadi cukup untuk kelas dengan 24 orang siswa, yang dibagi ke dalam 12 tim kerja. Kolom B akan menjadi cukup untuk program bengkel dimana pengenalan yang wajar dengan prosedur pelayanan dan pemecahan masalah adalah tujuan utama kursus.

A B

12 12 Sweep and marker generator. 12 12 Color bar generator

12 12 Pesawat televisi, 6 berwarna and 6 hitam-putih . 14 14 Penerima FM, termasuk FM multiplex

6 3 Pembangkit sinyal multiplex FM

6 6 Distortion analyzer, digunakan bersama hi-fi amplifier

6 6 Degaussing coil4

6 4 Wattmeter

2 1 Field-strength-meter5

2 1 Transformator tenaga, tegangan Variable

12 6 Bias source

Aksesoris peralatan tes yang akan sangat bermanfaat sebagai berikut:

A B

12 4 Probe, oscilloscope, low-capacitance, 12 4 Probe, oscilloscope, demodulation. 12 4 Probe, VTVM, high-voltage,

12 4 Probe, VTVM, RF

12 4 Probe, VOM, high-voltage,

Daftar Peralatan Bengkel Elektronik

Kepala Sekolah Teknologi Kejuruan dan guru elektronik memiliki kesulitan pada saar memilih alat untuk digunakan dalam laboratorium dan bengkel elektronik.

4 Sejenis kumparan yang digunakan untuk menghilangkan medan magnit yang tidak diinginkan

(25)

Banyak daftar telah diterbitkan dan masih tersedia, dalam menentukan peralatan yang akan diadakan pada sebuah bengkel, perlu melibatkan Pengajar yang secara langsung bekerja didalam bengkel dan laboratorium elektronik tersebut.

Oleh karena itu, untuk kemudahan penyusunan daftar peralatan bengkel listrik/elektronika, perlu dibuat dengan kuesioner dan dikirimkan ke sekolah-sekolah yang menyelenggarakan program listrik/elektronika. Format kuisioner dibuat dengan sangat sederhana, dan terdiri atas delapan puluh dua item dari peralatan standard dan Sembilan item untuk alat berat.

Selain kolom item, terdapat dua kolom di sebelahnya sebagai tempat isian bagi guru. Dimana pada kolom tersebut diberi tanda "Tingkat Penggunaan" dan "tingkat

Kolom kedua berisi daftar nama peralatan yang disarankan, kolom kedua berisi tingkat penggunaan dari peralatan tersebut dengan tiga pilihan jawaban, yaitu “T”, “M”, “B”. Sedangkan pada kolom keempat berisikan tingkat kebutuhan dari peralatn tersebut dengan pilihn jawaban 1, 2, 3, atau 4. Rincian cara pengisiannya adalah sebagai berikut: Pada kolom bertanda “Tingkat Penggunaan” tuliskan “T”, “M”, “B” berdasarkan maksud berikut:

1. “T” Peralatan Tangan; satu untuk setiap penggunaan siswa secara individual dimana saja dilingkungan bengkel atau lab. Jenis dari alat tersebut biasanya dibawa dalam sebuah tool box untuk penggunaan lapangan

2. “M”, Peralatan Meja; tersedia pada setiap meja lab atau pada sebuah papan alat di lab. Dapat digunakan baik di meja atau didalam area bengkel

3. “B”, Peralatan Bengkel; hanya untuk penggunaan di area bengkel.

Adapun untuk kolom tingkat kebutuhan diisikan dengan menulis 1, 2, 3, atau 4 berdasarkan maksud sebagai berikut:

(26)

“3” jarang digunakan “4” tidak dibutuhkan

Selanjutnya disediakan ruang kosong untuk baris ke 83 sampai 100 untuk memberikan kesempatan bagi guru memasukkan peralatan yang tidak disebutkan dalam daftar, dan dianggap bermanfaat oleh mereka.

(27)

3. PERALATAN UNTUK BENGKEL LISTRIK/ELEKTRONIK

T-1, Alat-alat tangan yang diperlukan

No. Item Peralatan Harga Gambar

1 Obeng, mata ¼”. Batang 4". bulat

Rp.

100.000,-2 Obeng, mata 3/16”, Batang 6", bulat

3 Obeng, mata 3/32”, Batang 2", bulat

4 Obeng, Philips no. 1 , Batang 6"

5 Obeng, Philips no. 2, Batang 4"

(28)

7 Tang, hidung panjang 4", 6" (tang cucut)

8 Tang, pemotong diagonal , 4", 6" dengan pegas

9 Tang, needle nose 6"

10 Set Obeng Mur, 3/16”, ¼”, 9/32”, 3/16”, 11/32”, 3/8”, ½” dan 9/16”

(Nut Driver)

(29)

12 Probe, 8” batang fiber, double end (one flat, one pointed)

13 Solder, model tembak, dual watt

14 Solder model pensil

(30)

16 Solder tool, double end

17 Isolasi kabel, PVC hitam ½”

18 Tool box, metal 8 x 8 x 15 (approx, dimensions)

Rp.

(31)

20 Set kikir kecil (needle files)

M-1, Peralatan pada meja, kategori diperlukan

No Item Peralatan Harga Gambar

21 Obeng jenis, penahan, mata 3/16", batang 8" (Screwdriver, retaining type)

22 Konci inggris (adjustable Wrench) 6", ¾” capacity

(32)

24 Tang kupas

25 Alignment tools basic kit of RF trim tools

26 Solder 100w dengan penopang 27 Penggaris baja, 12”,

(33)

29 Bor tangan ¼”

30 Set mata bor

31 Pin straigh tener,

B-1, peralatan bengkel, kategori diperlukan

No Item Peralatan Harga Gambar

(34)

33 Gergaji tangan, jenis gagang yang dapat diatur, dengan pisau halus dan stanrdar

34 Mesin bor duduk, dengan alas yang dapat dipasang diatas meja

35 mesin potong plat (Shear press)

M-2 Peralatan pada meja, kategori sering digunakan

No Item Peralatan Harga Gambar

(35)

37 Tang, slip-joint 8”

38 Konci inggris 4", ½"

39 Kikir 6”, segitiga, fine-cut

(36)

41 Kikir Flat, 8” fine-cut dan medium-cut

42 Crimp tool

43 Penggaris saku 6”, dengan pengukur kedalama

(37)

45 Penggores/penoreh/pelukis (Scribe), double end

46 Palu, double ned plastic dan karet 16oz

(38)

48 hand reamer, dengan pemegang T, atau gagang plastik

49 Set Tap dan Snei, 4 40 , 6 -32, 8 - -32, 10--32, 10 - 24, 1/4-20

(39)

51 pembuang panas (Heat sink tongs)

52 Tweezers, set of 3 service tweezers

53 Kuas cat, 2" untuk pembersihan chassis

54 Retainer ring mounting tool

B-2, Alat Bengkel kategori Sering Digunakan

(40)

55 Palu, ball peen, 6 oz, 16 oz

56 Bor tangan listrik, 3/8” Jacobs chuck

57 kerangka penjepit, pemotong plat logam

(41)

59 Ragum meja, removable

60 Ragum meja 4”

61 Set Pahat dingin, ½”

(42)

M-3 Paralatan Meja, kategori jarang Digunakan

No Item Peralatan Harga Gambar

63 Konci inggris 8", ukuran 15/16” 64 Obeng offset 3/16” plat

65 Obeng offset Philips no. 1 66 Tang potong hidung tumpul 67 Pelubang. 4" dengan handle

68 Roll meter 6ft

69 busur derajat, saku jenis kombinasi penggaris dan busur derajat

(43)

71 Dividers, 6"

72 Palu dua mata ( plastic dan karet) 4 0z;

73 Pelepas bohlam,

74 Obeng bundar ½” – 8”

B-3 Pearalatan Bengkel, kategori jarang digunakan

No Item Peralatan Harga Gambar

75 Tang 8” duckbill

(44)

77 Label kabel, strip dan perekat

78 Mesin Potong

79 Las titik

80 Mesin Amplas 6", ½ HP 3 phase, 220 v,

81 Mesin gergaji bundar, 24", variable speed, 1/3 hp

82 Mesin Bor duduk (Drill press) 15”, ½ key chuck, ½ hp

83 Mesin bor tangan (Drill, portable power), ¼”

84 Mesin bor tangan (Drill, portable power), 3/8”

(45)

85 Antenna UHV dan VHF yang terpasang di atap

87 Mesin bubut metal 10” 88 Ragum mekanis

89 Clamp C, 4” 4 buah "C" clamps, 2 1/2" 6

90 Gagang Gergaji, yang dapat diatur 10"-12"

2 buah

91 Mata gergaji, 1 Set 92 Back saw 12" 1 buah

(46)

94 Ketam tangan/pengikis kayu, 1 buah

95 pelubang kepala baut, 4 buah

96 Pahat, ukuran saku, ¼ ½ ¾”, masing-masing 1 buah

97 Sloyd knives. 1 7/8" blade, 2 lusin

98 Obeng Philips point 1, 2, 3 masing-masing 3

99 Obeng , 6" minus 10

0

Obeng elektrik minus

10 1

Obeng pendek minus 1 3/8"

10 2

obeng elektrik 6”

10 3

(47)

10 4

obeng set panjang 4”

10 5

Obeng Philips point 1, 2, 3 masing-masing 3

10 6

Pengukur sudut (T bevel ) 1 buah

10 7

Framing square, 1buah

10 8

(48)

10 9

Penggaris besi 12”, 12 buah

11 0

Jangka pengukur diameter luar (Caliper, outside,) 6", 1 buah

11 1

Jangka pengukur diameter dalam (Caliper, inside,) 6", 1 buah

Peralatan bengkel, tambahan

(49)

11 2

Batu asah (Oil stone) 1 buah

11 3

Ragum mesin bor (Drill press vise), 1 buah

11 4

Sikat besi/kawat (File card and brush combination),

4 buah

11 5

(50)

11 6

Kikir setengah bulat 6” potongan kasar (Bastard-cut), 6 buah

11 7

Kikir bulat 6” potongan kasar, 6 buah

11 8

Kikir datar 6” fine cut, 6 buah

11 9

Kikir segiempat 6”, 6 buah

12 0

(51)

12 1

Hydrometer, 2 buah

12 2

Pelepas sekrup (Screw extractor 1 – 5, set), untuk melepaskan sekrup atau baut yang kepalanya patah/rusak

12 3

Tespen Elektronik 50V-500V

12 4

(52)

12 5

Tespen 50v – 500v

12 6

kompor Las minyak tanah (Blowtorch gasoline) 1 buah

12 7

Pembengkok pipa

(53)

12 8

Drill stand, 1 – 60, 1/16 – ½”

12 9

(54)

13 0

Kompresor udara tipe portable

Peralatan bengkel untuk praktik mesin listrik

No Item Peralatan Gambar

13 1

Alternator fasa tunggal, yang digerakkan oleh motor

Rangkaian pengaman tipe udara

(55)
(56)

14 9

Motor saint luois

15 0

Tombol tekan untuk pengoperasian motor

15 1

Penyearah

15 2

(57)

15 3

Resistor start

15 4

Rheostat field

(58)

15

(59)

16

D. KEBUTUHAN FISIK BENGKEL LISTRIK-ELEKTRONIK 1. Daftar Ruangan yang diperlukan

Terdapat beberapa standar ukuran dalam merencanakan bengkel, antara lain sebagai berikut:

Standar area bengkel:

No. Fasilitas Standart

1 Minimum tinggi langit-langit 4 meter

2 Minimum lebar bengkel 10 meter

3 Minimum perbandingan lebar dan panjang 1 : 1½

4 Maximum perbandingan lebar dan panjang bengkel 1 : 2

5 Minimum luas area lantai untuk tiap siswa 5 meter2

Standar ukuran pintu:

No. Fasilitas Standart

1 Lebar pintu keluar ke ruang lain / kantor 1,5 meter

2 Lebar pintu utama 2,4 meter

3 Jenis pintu utama Overhead/

rolingdoor

4 Bahan pintu utama matal

Standar kenyamanan pemandangan dan pencahayaan

(60)

1 Luas jendela bengkel 25% luas bengkel

2 Susunan jendela bengkel Berjajar pada dinding

3 Tinggi bagian atas jendela Sampai langit-langit

4 Kaca jendela Tembus pandang

5 Pengaturan cahaya Dengan panghalang cahaya ruangan

6 System penerangan umum Cahya tidak langsung 25% arah keatas, 75% arah ke bawah

7 Nilai pemantulan cahaya dari langit-langit

(61)

2. Sumber Tenaga Listrik

Dalam pendistribusian tenaga listrik, baik melalui supplay portabel maupun distribusi terpusat, keselamatan haruslah menjadi pertimbangan yang penting. Perancang harus mengutamakan keselamatan siswa dan kemudian keselamatan peralatan. Panel distribusi tenaga yang rumit, dengan tenaga ac dan dc variabel yang dikendalikan oleh instruktur ke pusat kerja melalui sambungan stop-kontak, merupakan sumber tenaga utama di kebanyaan bengkel. Akan tetapi, sumber tenaga yang sebenarnya yang dapat dimasukkan kedalam urutan perencanaan, setidaknya ada enam: (1) cell kering, (2) penyimpanan baterai, (3) transformator tegangan rendah, (4) baterai charger dan pengosong, (5) “B” Power supplay, dan (6) sumber tegangan 110v baik ac maupun dc. Perlu disediakan pula sumber tegangan 220v, fasa tunggal maupun fasa tiga untuk unit pembelajaran yang lebih tinggi. Terlepas dari suasana bermuatan, yang dapat diciptakan oleh papan control yang rumit dan luas, hanya dapat dibenarkan jika fasilitas lainnya sama. Ini termasuk peralatan demonstrasi dan aktivitas siswa, instrument test, alat-alat, perpustakaan, dan materi pembelajaran. Sebuah aksioma yang bagus untuk diingat adalah bahwa, meja kerja yang terbaik dengan penyaluran sumber tagangan yang terbaik adalah sebuah permulaan yang bagus dalam melengkapi sebuah bengkel. Dengan kata lain, keseimbangan antara semua faktor harus di tekankan.

Pada beberapa bengkel listrik, hanya terdapat satu sumber tegangan, 110v ac melalui rangkaian pengaman yang sederhana, dan kotak saklar akhir pada setiap keluaran pada setiap meja kerja. Tegangan rendah, ac, dc dan variabelnya, dibuat sesuai kebutuhan pada setiap meja kerja dengan sederhana. Kabel power supply 110v ac dan dc 10 amper juga tersedia. “B” power supply yang digunakan dalam pekerjaan radio dan elektronik dapat dinaikkan hingga 400v dc variabel dan arusnya dinaikkan hingga 100mA. Power supply portabel ini berguna untuk percobaan, demonstrasi dan servis. Peralatan ini juga melengkapi panel distribusi daya, karena tegangannya tidak menyatu dengan panel instalasi.

(62)

guru menyuruh siswanya untuk melacak rangkaian supply portabel dan mempelajari alat tersebut.

Untuk kebanyakan radio kecil, ac ,dc, dan berbagai baterai yang dikombinasikan dengan ac, yang dibawa siswa kedalam bengkel, harus ada daya dengan tegangan 110v yang terisolasi dari ground. Ini berlaku untuk kit radio tabung satu dan dua, dan televisi kecil. Jika tidak ada cara mendapatkan daya 300w dengan tegangan 110v yang terisolasi dari ground, maka demi keselamatan praktik ada baiknya menggunakan transformator isolasi. Aturan bengkel mengharuskan penggunaan transformator isolasi, jika bekerja dengan peralatan ac-dc. Adalah mungkin memasang transformator isolasi untuk daya hingga 1000W tepat dibangku kerja namun memerlukan biaya yang tinggi dan perusahaan listrik jarang menyetujui jenis instalasi ini.

Peralatan keamanan harus mencakup sejumlah stop-kontak dan pengaman yang berada di bengkel atau dimana pengujian dilakukan. Sebuah lampu tanda berwarna merah yang menyala ketika peralatan dinyalakan, cenderung mencegah peralatan ditinggalkan selama jangka waktu yang tidak ditentukan atau hingga peralatan harus dimatikan. Jika meja untuk pekerjaan halus, untuk pekerjaan pengujian diletakkan pada lantai yang terisolasi dan dimana objek yang digroundkan berada diluar jangkauan, maka kayu merupakan penutup yang baik untuk meja tersebut.

3. Alat-alat dan instrument

Meskipun terdapat beberapa peralatan didalam sebuah bengkel yang besar yang mungkin digunakan bersama dengan lingkungan listrik, terdapat beberapa peralatan dan instrument yang digunakan, khususnya, dalam pekerjaan listrik. Didalam pekerjaan listrik, solder digunakan bersama dengan resin solder, dimana didalam program bengkel umum, solder tersebut dugunakan bersama asam fluxes pada pekerjaan logam. Solder tembak, juga termasuk dalam kategori ini. Gunting pemotong diagonal dirancang untuk memotong kabel, bukan paku. Ini berlaku untuk sejumlah besar peralatan. Mereka mungkin terlihat seperti alat yang digunakan didaerah lain, tetapi penggunaan dan perawatan mereka mengklasifikan peralatan tersebut sebagai peralatan listrik.

(63)

industry seni lainnya. Ini berlaku untuk peralatan penguji seperti voltmeters, ohmmeters, am-meters, dan lain-lain. Mereka digunakan dengan keteraturan yang sama dengan micrometers, calipers, try- squares, dan yang sejenis. Sebuah bengkel listrik tanpa perlengkapan testing yang tepat adalah sebuah bengkel dengan peralatan yang kurang lengkap.

Satu voltmeter dan satu ammeter dc untuk kelas dengan 24 siswa mungkin tidak cukup untuk setiap siswa untuk hanya sekedar melihat meter tersebut selama satu semester apalagi menggunakannnya. Aturan yang baik mungkin “melengkapi dengan sebanyak meter yang digunakan seperti micrometer di daerah mesin"

Alat ukur modern dapat dibeli dengan perlindungan cukup dan sudah terpasang. Dengan petunjuk keselamatan dari guru, siswa tidak perlu terlalu kehawatiran terhadap kerusakan alat ukur. Dipasaran terdapat multimeter dengan sensitifitas 20.000 ohm/volt dengan sekring pelindung dan rangkaian pemutus. Peralatan ini lebih handal meskipun digunakan oleh pemula.

CRO merupakan peralatan yang penting bagi siswa dan guru, untuk pekerjaan umum dapat digantikan dengan televsi, tipe KIT atau dirakit sendiri, akan sangat membantu. Seorang instruktur baru cenderung melindungi instrument ini dari siswa, jika ada rencana penggunaanya. Umumnya peralatan ini memotivasi dan memikat siswa untuk memakainya. Penggunaan peralatan ini memperbesar gambaran visual dalam mempelajari arus ac yang tak tergantikan oleh gambar dan penjelasan. Untuk kelas dengan 24 siswa, diperlukan lebih dari satu CRO. Kebanyakan CRO tidak mudah dirusak atau dihancurkan semudah sebuah alat ukur portable yang tidak diproteksi. Saat ini CRO merupakan peralatan yang umum untuk bengkel service dan digunakan secara luas di industri bahkan di bengkel non-elektrik.

4. Peralatan demonstrasi

Instruktur harus memiliki peralatan untuk mendemonstrasikan dengan cepat prinsip-prinsip dan rangkaian-rangkaian dan untuk menyediakan pengalaman bermakna untuk siswa. Dalam perencanaan bengkel listrik-elektronika, disarankan bahwa peralatan demonstrasi instruktur dan peralatan siswa diracang sebagai alat dan instrument.

(64)

dihubungkan dengan mudah dengan jepitan buaya. Untuk kepraktisan, instruktur menggunakan peg-board untuk rangkaian demonstrasi dan permasalahannya diselesaikan oleh siswa menggunakan peg-board yang lebih kecil dan komponen yang sama pada situasi kerja mereka. Adalah mungkin menggunakan system ini dengan proyek pekerjaan rumah atau service.

5. Daerah Pabrikasi

Jika penerapan listrik-elektronik adalah untuk mempertahankan posisi yang sah dalam industri, maka pekerjaan harus direncanakan yang membuatnya lebih dari sekedar kursus dalam memecahkan masalah melalui percobaan. (Ilmu Pengetahuan dan kelas fisika adalah tempat yang sah untuk ini.) Dalam program industri-seni6 di mana sebuah

penentuan dan upaya sukses telah dilakukan untuk mengembangkan keterampilan bengkel di listrik dan elektronik, konstruksi, service, dan pengujian proyek adalah bagian sangat penting dari kursus bengkel. Lebih jauh lagi, dan melihat masalah secara realistis, jika prinsip-prinsip dan pemahaman yang diperoleh melalui demonstrasi guru dengan peg-board, dll, yang berarti setiap hal-dan masuk akal kepada siswa, mereka harus terapkan. Ini, kemudian, mengarah ke peralatan jenis lain yang diperlukan.

Sebuah industri-seni bengkel listrik-elektronik tidak bisa hidup tanpa sebuah grinda untuk menjaga kondisi alat-alat. Tidak bias pula digantikan dengan bor tangan meskipun terdapat dua buah alat tersebut untuk kelas besar. Sebuah pemotongan logam geser dan batang pembengkok seperti logam-kayu, gergaji pita pemotongan gabungan dan unit pengamplas. Sebuah penyangga akan lebih dari sekedar berguna. Bangku-bangku harus dilengkapi dengan ragum yang memiliki penguat.

(65)

6. Daerah Khusus

Daerah penting khusus untuk dipertimbangkan dalam perencanaan bengkel listrik-elektronik adalah daerah (1) listrik otomotif, (2) radio amatir, dan (3) listrik dan kimia. Dua daerah yang pertama telah hampir dikenal dengan baik, dan daerah yang ketiga memberikan kesempatan yang baik untuk pemindahan dan pertukaran informasi dari kelas kimia ke bengkel.

7. Suhu/Temperatur Ruangan

Standar suhu/temperature ruangan untuk bengkel listrik/elektronika adalah 22 – 24 derajat celcius.

Persyaratan pokok bengkel kerja adalah :

1. Panas (heat). Panas (heat) memberikan efek terhadap perubahan temperature ruangan (22°C).

2. Pencahayaan (lighting) efek radiasi cahaya, iluminasi cahaya, akan memberikan dampak terhadap proses belajar praktik (500 lux).

3. Bunyi, suara, dan kebisingan (noise) merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan dalam kegiatan PBM (70 -140 decibels )

(66)

BAB III PENUTUP

Kesimpulan

Pembangunan sebuah bengkel/laboratorium memerlukan perencanaan yang baik dan matang mengingat besarnya dana yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut. Hal yang penting sebelum merencanakan sebuah bengkel adalah menentukan dengan pasti untuk kegiatan pembelajaran apa bengkel itu dibangun, dan berbagai fasilitas yang akan disediakan didalam bengkel tersebut. Dalam perencanaannya, perlu memperhatikan , dari segi bentuk dan ukuran, tata udara, pencahayaan tambahan, perlengkapan tambahan untuk keadaan bahaya.

Pemilihan meja dan kursi dipilih sedemikian rupa, dengan memperhatikan kegunaannya dan posisi guru/siswa bekerja pada meja tersebut. Mengingat ada dua jenis pekerjaan dalam bengkel listrik/elektronika yaitu pekerjaan halus dan kasar, maka pada meja untuk pekerjaan kasar, tidak boleh digunakan sebagai tempat penyimpanan instrument yang tidak tahan terhadap getaran. Pemilihan meja untuk pekerjaan halus juga harus memperhatikan aspek keleluasaan kaki dari pengguna, sehingga tidak memberikan hentakan pada meja, yang dapat mengganggu instrument yang disimpan dalam meja tersebut.

Pengadaan instrument dan peralatan praktik, perlu memperhatikan jumlah siswa yang akan menggunakan peralatan tersebut, dan teknis penggunaannya, apakah dengan model mandiri atau tim kerja. Kelas instrument pengukur dipilih sehingga dalam proses pengukuran akan memberikan hasil pengukuran yang mendekati sebenarnya. Namun demikian, perlu pula memperhatikan ketersediaan dana, mengingat semakin tinggi ketelitian suatu instrument, berbanding lurus dengan harganya.

Saran

Melalui tulisan ini penulis memberikan beberapa saran sebagai berikut:

(67)
(68)

Referensi

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2008 tentang “Standar Sarana dan Prasarana Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK)”

______. 1978. Modern School Shop Planning. Prakken Publications, Inc. :Ann Arbor, Michigan.

______, (13 Mei 2009). Perencanaan dan Pengelolaan Ruang Bengkel / Laboratorium Sekolah, diunduh 21 April 2014, dari http://d12-x.blogspot.com

______,(September 2009). Degaussing, diunduh 21 April 2014, dari

http://en.wikipedia.org/wiki/Degaussing

______, (29 Maret 2012). Electric eye, diunduh 21 April 2014, dari

http://en.wikipedia.org/wiki/Electric_eye

______, (11 Maret 2011). Perforated hardboard, diunduh 21 April 2014, dari

http://en.wikipedia.org/wiki/Perforated_hardboard

______, (5 Februari 2012).Industrial arts, diunduh 21 April 2014, dari ,http://en.wikipedia.org/wiki/Industrial_arts

______, (25 Mei 2012).Mallet, diunduh 21 April 2014, dari

http://en.wikipedia.org/wiki/Mallet

______, (12 Juni 2009). Using a screw extractor, diunduh 21 April 2014, dari

Gambar

Tabel  Standar Sarana pada Laboratorium Dasar Teknik Elektro
Tabel Standar Sarana pada Ruang Kerja Teknik instalasi Tenaga Listrik
Tabel 2.4 Standar Sarana pada Ruang Penyimpanan dan Instruktur

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi kegagalan produk yang berpengaruh pada proses produksi, mengidentifikasi kegagalan / kecacatan paling kritis pada

situs jual beli tiket online tiket.com pada server maskapai PT Citilink

www.saveasbrand.com – Saat Anda ingin membangun merek yang kuat, Anda harus memiliki brand equity yang kuat pula. Apa itu Brand Equity? Philip Kotler dan Keller mendefinisikan

Kompetensi profesional, hal ini berpengaruh ke peserta didik termotivasi untuk selalu belajar meningkatkan prestasi belajarnya yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai

Ketepatan struktur seperti struktur kelompok nominal dan porsi kepadatan leksikal yang baik memberikan pengaruh besar dalam menulis teks tertulis seperti naskah

Dalam penetapan biaya pendidikan yang dibebankan ke mahasiswa, Politeknik Indonusa Surakarta belum dapat menetapkan Uang Kuliah Tunggal (UKT), sehingga mahasiswa

Penilaian aspek psikomotor yang dilakukan oleh guru dan siswa didasarkan pada unjuk kerja/ gerak yang ditunjukkan siswa selama proses pembelajaran.. Penilaian dilaksanakan

Berdasarkan uraian di atas, menarik untuk dikaji melalui suatu studi mikro, bagaimanakah pengambilan keputusan suami-istri keluarga petani dalam menentukan jumlah keluarga