LANDASAN TEORI 2.1. Teori Umum
2.1.1. Konsep Dasar Sistem
Ada beberapa pendapat para ahli yang menjelaskan tentang definisi sistem diantaranya yaitu:
1. Menurut Sri Mulyani (2016: 2) Sistem bisa diartikan sebagai sekumpulan subsistem, komponen ataupun elemen yang saling bekerjasama dengan tujuan yang sama untuk menghasilkan output yang sudah di tentukan sebelumnya.
2. Menurut Romney dan Steinbart (2015) mengatakan sistem adalah kumpulan dari dua atau lebih komponen yang saling bekerja dan berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu.
Kesimpulan dari kedua definisi di atas adalah sistem sebagai kumpulan elemen-elemen yang saling berinteraksi, terorganisir untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
2.1.2. Ciri-Ciri Sistem
Menurut Sri Mulyani (2016: 4) bahwa sistem mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1. Sistem mempunyai Komponen-Komponen.
2. Komponen Sistem Harus Terintegrasi (Saling Berhubungan)
Dalam melakukan pekerjaannya, komponen-komponen dalam sistem harus saling terintegrasi satu sama lain. Seperti layaknya sekumpulan pekerja bangunan yang membangun sebuah gedung, mereka saling terintegrasi satu sama lain ada yang bertindak sebagai kuli, mandor, arsitek dan lain sebagainya.
3. Sistem Mempunyai Batasan Sistem.
Mengingat manusia adalah makhluk yang tidak pernah lepas dari kesalahan, maka sistem yang dibuat oleh manusia pun harus mempunyai batasan sistem, yaitu sebuah batasan batasan yang bisa memberikan gambaran pemisah antara lingkup sistem dengan batas luar sistem. Dengan batasan sistem inilah seseorang bisa menilai kompleksitas suatu sistem. Semakin sedikit batas sistem maka semakin kompleks sistem tesrsebut dan sebaliknya semakin luas batas sistem maka kompleksitas sistem tersebut akan semakin sempit. Sebagai contoh kita ambil dari ilustrasi diatas dimana komputer akan memproses data yang diinputkan oleh user melalui keyboard komputer. Pertanyaannya adalah bagaimana jika user menginput data dari media inputan yang lain seperti scanner, barcode, sensor dan lain-lain. Oleh karena itu disinilah sebuah batasan sistem dibutuhkan, misalnya dengan memberikan batasan bahwa sistem hanya akan menerima inputan dari keyboard.
Selain mempunyai batasan, sistem juga mempunyai tujuan. Tujuan sistem merupakan target atau hasil akhir yang sudah dirancang oleh pembuat sistem dimana tujuan ini menjadi titik kordinat komponen-komponen sistem dalam bekerja sehingga tujuan dari sistem tersebut bisa dicapai. Tujuan sistem harus fokus, karena sistem akan mempengaruhi batasan, komponen-komponen sistem, dan hubungan kerja dari sistem tersebut.
5. Sistem Mempunyai Lingkungan.
Lingkungan sistem bisa kita bagi menjadi 2 (dua), yaitu lingkungan luar sistem (eksternal) dan lingkungan dalam sistem (internal). Dimana lingkungan luar sistem adalah lingkungan diluar batas-batas sistem sedangkan lingkungan dalam sistem adalah lingkungan yang mewadahi komponen-komponen (subsistem) yang ada dalam sistem. 6. Sistem Mempunyai Input Proses Output.
user, misalnya user ingin menggunakan komputer untuk perhitungan gaji karyawan, dan output yang dihasilkan adalah gaji karyawan, namun bisa juga output yang dihasilkan adalah pesan eror, dimana data yang diinputkan oleh user adalah data yang tidak benar.
2.1.3. Konsep Dasar Informasi 2.1.3.1. Definisi Informasi
Berikut ini adalah beberapa pendapat para ahli mengenai definisi informasi:
1. Informasi merupakan data yang sudah diolah yang ditujukan untuk seseorang, organisasi ataupun siapa saja yang membutuhkan. Informasi akan menjadi berguna apabila objek yang menerima informasi membutuhkan informasi tersebut. (Sri Mulyani 2016:12)
2. Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya. Sumber informasi adalah data. Data kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian (event) adalah kejadian yang terjadi pada saat tertentu. (Jeperson Hutahaen 2015: 9)
Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa “Informasi adalah kumpulan data yang sudah diolah sehingga mempunyai arti dan nilai untuk dapat digunakan dalam membuat keputusan”. 2.1.3.2. Kualitas Informasi
kualitas informasi dapat digunakan sebagai tolok ukur untuk meningkatkan efektivitas sistem informasi dan untuk mengembangkan strategi kualitas informasi untuk semua organisasi. (Maniah, dkk 2016: 3) Dimensi kualitas informasi adalah sebagai berikut:
1. Accuracy, nformasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias/menyesatkan, dan harus jelas mencerminkan maksudnya. Ketidakakuratan dapat terjadi karena sumber informasi (data) mengalami gangguan/kesengajaan sehingga merusak/merubah data-data asli tersebut. 2. Objectivity, Sejauh mana informasi tidak bias, berprasangka dan tidak
memihak. Penerapan dimensi objektivitas tergantung pada jenis informasi. Misalnya, Tinggi bangunan. Objektivitas jenis informasi lainnya, seperti deskripsi produk, mungkin dipengaruhi oleh preferensi penyedia informasi. 3. Believability, Sejauh mana informasi dianggap benar dan kredibel.
Believability dapat dilihat sebagai akurasi yang diharapkan. Sedangkan akurasi mengacu pada presisi yang dapat diverifikasi dimana informasi tentang dunia nyata ditangkap oleh sistem informasi, believability mengacu pada informasi yang dipercaya tanpa memeriksanya.
4. Reputation, Sejauh mana informasi sangat dihargai dalam hal sumber atau konten.
2.1.3.3. Siklus Informasi
1. Bagaimana informasi diciptakan: systemic (berhubungan dengan suatu sistem ), environmental (berhubungan dengan lingkungan).
2. Bagaimana informasi disampaikan: one-to-many presen tation, white paper, web site FAQ, web site informational, Web site directed (link yang dikirim dengan email dan sebagainya) ke web site tertentu, disampaikan berbasis aplikasi melalui expert system, one-to-one presentation seperti dari mulut ke mulut.
3. Bagaimana informasi dikelola: kompleksitas informasi, kompleksitas proses penciptaan, kompleksitas manajemen sistem, dampak finansial dari penciptaan informasi.
4. Jenis informasi yang diciptakan: Tacit (diciptakan dan disimpan secara informal seperti memori manusia), local hard drive komputer, expert system (memindahkan informasi tacit ke dalam struktur formal), Explicit (diciptakan dan disimpan secara formal seperti network share, network web site/intranet, knowledge management system informal, sistem manajemen dokumen, formal knowledge management system
5. Nilai Sumber: usia informasi, kedekatan informasi dengan pelanggan, Sumber informasi, dan interaksi sebelumnya dengan sumber tertentu.
2.1.3.4. Fungsi Informasi
1. Tujuan si penerima, bila tujuannya untuk memberi bantuan, maka informasi ituu harus membantu si penerima dalam apa yang ia usahakan untuk memperolehnya.
2. Ketelitian penyampaian dan pengolahan data, dalam menyampaikan dan mengolah data, inti dan pentingnya informasi harus dipertahankan.
3. Waktu, apakah informasi itu masih up to date?
4. Bentuk, dapatkah informasi itu digunakan secara efektif. Apakah informasi itu menunjukan hubungan-hubungan yang diperlukan, bidang-bidang yang memerlukan perhatrian manajemen? Dan apakah informasi itu menekankan situasi-situasi yang ada hubungannya.
5. Semantik, Apakah hubungan antara kata-kata dan arti yang diinginkan cukup jelas? Apakah ada kemungkinan salah tafsir? 2.1.3.5. Nilai Informasi
2.1.4 Konsep Dasar Sistem Informasi 2.1.4.1. Definisi Sistem Informasi
Terdapat berbagai macam pengertian sistem informasi menurut beberapa ahli, diantaranya sebagai berikut :
1. Menurut (Japerson Hutahaean 2015:13), “ Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang dibutuhkan.
2. Menurut (Muloyo Handika, 2012: 29).,“Sistem informasi merupakan suatu komponen yang terdiri dari manusia, teknologi informasi, dan prosedur kerja yang memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk mencapai suatu tujuan.”
3. Menurut Sutarman (2013 :13), "Sistem informasi adalah sistem yang dapat didefinisikan dengan mengumpulkan, memperoses, menyimpan, menganalisis, menyebarkan informasi untuk tujuan tertentu. Seperti sistem lainnya, sebuah sistem informasi terdiri atas input (data, instruksi) dan output (laporan, kalkulasi)".
4. Menurut Sutabri (2012 :46) , Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
pengumpulan, pemasukan, pemrosesan data, penyimpanan, pengolahan, pengendalian dan pelaporan sehingga tercapai sebuah informasi yang mendukung pengambilan keputusan didalam suatu organisasi untuk dapat mencapai sasaran dan tujuannya”.
2.1.4.2.Komponen Sistem Informasi
Sistem informasi terdiri dari lima sumber daya yang dikenal sebagai komponen sistem informasi. Kelima sumber daya tersebut adalah manusia, hardware, software, data, dan jaringan. Kelima komponen tersebut memainkan peranan yang sangat penting dalam suatu sistem informasi. Namun, dalam kenyataannya, tidak semua sistem informasi mencakup kelima komponen tersebut. Misalnya, sistem informasi pribadi yang tidak mencakup jaringan telekomunikasi. (Mulyono Handika, 2012 : 47).
1. Sumber Daya Manusia, Manusia mengambil peranan yang penting bagi sistem informasi. Manusia dibutuhkan untuk mengoperasikan sistem informasi. Sumber daya manusia dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu pengguna akhir (end user) dan pakar sistem informasi. Pengguna akhir (end user) adalah orang-orang yang menggunakan informasi yang dihasilkan dari sistem informasi, misalnya pelanggan, pemasok, teknisi, mahasiswa, dosen, dan orang-orang yang berkepentingan dengan informasi dari sistem informasi tersebut. Sedangkan pakar sistem informasi adalah orang-orang yang mengembangkan dan mengoperasikan sistem informasi, misalnya sistem analis, developer, operator sistem, dan staf administrasi lainnya.
tidak hanya sebatas komputer saja, melainkan semua media data seperti lembaran kertas dan disk magnetik atau optikal.
3. Sumber Daya Software, Sumber daya software adalah semua rangkaian perintah (instruksi) yang digunakan untuk memproses informasi. Sumber daya software tidak hanya berupa program saja, tetapi juga berupa prosedur. Program merupakan sekumpulan instruksi untuk memproses informasi. Sedangkan prosedur adalah sekumpulan aturan yang digunakan untuk mewujudkan pemrosesan informasi dan mengoperasikan perintah bagi orang-orang yang akan menggunakan informasi.
4. Sumber Daya Data, Sumber daya data bukan hanya sekedar bahan baku untuk masukan sebuah sistem informasi, melainkan sebagai dasar membentuk sumber daya organisasi. Seperti yang dijelaskan sebelumnya data dapat berbentuk teks, gambar, audio atau suara, maupun video.
5. Sumber Daya Jaringan, Sumber daya jaringan merupakan media komunikasi yang menghubungkan komputer, pemroses komunikasi, dan peralatan lainnya, serta dikendalikan melalui software.
2.1.4.3. Tujuan Sistem Informasi
1. Kegunaan (Usefulness) Sistem harus menghasilkan informasi yang akurat, tepat waktu, dan relevan untuk pengambilan keputusan manajemen dan personil operasi di dalam organisasi.
2. Ekonomi (Economic) Semua bagian komponen sistem termasuk laporan-laporan, pengendalian-pengendalian, mesin-mesin harus menyumbang suatu nilai manfaat setidak-tidaknya sebesar biaya yang dibutuhkan.
3. Keandalan (Realibility) Keluaran sistem harus mempunyai tingkatan ketelitian yang tinggi dan sistem itu sendiri harus mampu beroperasi secara efektif bahkan pada waktu komponen manusia tidak hadir atau saat komponen mesin tidak beroperasi secara temporer.
4. Pelayanan Langganan (Customer Service) Sistem harus memberikan pelayanan dengan baik atau ramah kepada para pelanggan. Sehingga sistem tersebut dapat diminati oleh para pelanggannya.
5. Kesederhanaan (Simplicity) Sistem harus cukup sederhana sehingga terstruktur dan operasinya dapat dengan mudah dimengerti dan prosedurnya mudah diikuti.
6. Fleksibilitas (Fleksibility) Sistem harus cukup fleksibel untuk menangani perubahan-perubahan yang terjadi, kepentingannya cukup beralasan dalam kondisi dimana sistem beroperasi atau dalam kebutuhan yang diwajibkan oleh organisasi.
2.1.5. Konsep Dasar Analisa Sistem
(business rule), masalah dan mencari solusinya (business problem and business soulution), dan rencana-rencana perusahaan (business plan).
Menurut Mulyono (2012:125), Analisa sistem adalah teori sistem umum yang sebagai sebuah landasan konseptual yang mempunyai tujuan untuk memperbaiki berbagai fungsi didalam sistem yang sedang berjalan agar menjadi lebih efisien, mengubah sasaran sistem yang sedang berjalan, merancang/mengganti output yang sedang digunakan, untuk mencapai tujuan yang sama dengan seperangkat input yang lain (biasa jadi lebih sederhana dan lebih interatif) atau melakukan beberapa perbaikan serupa. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa analisis sitem adalah suatu proses sistem yang secara umum digunakan sebagai landasan konseptual yang mempunyai tujuan untuk memperbaiki berbagai fungsi di dalam suatu sistem tertentu.
2.1.6. Konsep Dasar Pengembangan Sistem 2.1.6.1. Definisi Pengembangan Sistem
Menurut Jogiyanto H.M. (2013:59), pengembangan sistem didefinisikan sebagai aktivitas untuk menghasilkan sistem informasi berbasis komputer untuk menyelesaikan persoalan (problem) organisasi atau memanfaatkan kesempatan (opportunities) yang timbul.
2.1.6.2. Tujuan Pengembangan Sistem
Adapun tujuan yang hendak dicapai dari tahap pengembangan sistem mempunyai maksud atau tujuan utama, yaitu sebagai berikut :
1. Untuk memenuhi kebutuhan pemakaian sistem (user)
pemograman komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat dalam pengguna sistem.
2.1.7. Konsep Dasar Teknologi Informasi 2.1.7.1. Pengertian Teknologi Informasi
2.1.7.2. Pengelompokan Teknologi Informasi
Secara garis besar, teknologi informasi terbagi menjadi dua kelompok yaitu perangkat lunak dan perangkat keras.
1. Perangkat Lunak (software)
Perangkat lunak atau sering disebut dengan program. Program adalah sekumpulan instruksi yang digunakan untuk mengendalikan perangkat keras komputer (Tata Sutabri, 2014:6). Perangkat lunak atau dikenal juga dengan sebutan program adalah deretan instruksi yang digunakan untuk mengendalikan komputer sehingga komputer dapat melakukan tindakan sesuai yang dikehendaki pembuatnya (Abdul Kadir & Terra Ch. Triwahyuni, 2013:7). Sehingga perangkat lunak (software) dapat diartikan sekumpulan instruksi yang digunakan untuk mengendalikan komputer sehingga komputer dapat beroperasi sesuai dengan apa yang dikehendaki pembuatnya.
Ada 2 jenis perangkat lunak yaitu (Tata Sutabri, 2014:6) : 1. Perangkat lunak sistem (system software)
mengoperasikan sistem komputer seperti CPU dan piranti masukan/keluaran.
Perangkat lunak sistem dapat di kelompokan menjadi 3 bagian, yaitu : (Tata Sutabri, 2014:62)
a. Perangkat lunak sistem informasi (operating system), yaitu program yang ditulis untuk mengendalikan dan mengoordinasikan operasi dari sistem komputer.
b. Perangkat lunak sistem bantuan (utility), yaitu program yang ditulis untuk bantuan yang berhubungan dengan sistem komputer, misalnya memformat disk, menyalin disk, mencegah dan membersihkan virus, dan lain sebagainya.
c. Perangkat lunak bahasa (language software), yaitu program yang digunakan untuk menerjemahkan instruksi-instruksi yang ditulis dalam bahasa pemrograman ke dalam bahasa mesin supaya dapat dimengerti oleh komputer.
2. Perangkat lunak aplikasi (application software)
Perangkat lunak aplikasi (application software), yaitu program yang ditulis dan diterjemahkan oleh perangkat lunak bahasa untuk menyelesaikan suatu aplikasi tertentu (Tata Sutabri, 2014:62). Perangkat lunak aplikasi (application software) adalah program yang biasa dipakai oleh pemakai untuk melakukan tugas-tugas yang spesifik; misalnya untuk membuat dokumen, memanipulasi foto, atau membuat laporan keuangan (Abdul Kadir & Terra Ch. Triwahyuni, 2013:140).
Perangkat keras mencakup segala peralatan fisik yang dipakai dalam sistem teknologi informasi, sedangkan orang merupakan komponen orang merupakan penentu keberhasilan sistem yang menerapkan teknologi informasi (Abdul Kadir & Terra Ch. Triwahyuni, 2013 : 8). Secara garis besar perangkat keras terbagi menjadi 4 kelompok besar yaitu :
a. Piranti Masukan
Piranti masukan adalah alat yang digunakan untuk menerima masukan yang dapat berupa masukan data ataupun masukan program (Tata Sutabri, 2014 : 32). Teknologi masukan (input technology) adalah teknologi yang berhubungan dengan peralatan untuk memasukkan data ke dalam sistem komputer (Abdul Kadir & Terra Ch. Triwahyuni, 2013 : 5). Sehingga dapat disimpulkan bahwa piranti masukan adalah sebuah alat yang digunakan untuk memasukkan data ataupun program ke dalam sebuah sistem komputer.
b. Piranti Pemroses
pengolahan tersebut (Abdul Kadir & Terra Ch. Triwahyuni, 2013 : 5). Sehingga dapat disimpulkan bahwa piranti pemroses adalah sebuah bagian dari sistem komputer yang menjadi pusat pengolahan data yang diterima oleh piranti masukan kemudian akan ditampilkan di piranti keluaran.
c. Piranti Keluaran
Teknologi keluaran (output technology) adalah teknologi yang berhubungan dengan segala piranti yang berfungsi untuk menyajikan informasi hasil pengolahan sistem (Abdul Kadir & Terra Ch. Triwahyuni, 2013 : 6).
d. Piranti Penyimpanan
Piranti penyimpanan secara garis besar dibagi menjadi 2 kelompok yaitu : Penyimpanan internal (memori internal) dan penyimpanan eksternal. Memori internal (biasa juga disebut main memory atau memory utama) berfungsi sebagai pengingat baik bagi data, program,
maupun informasi sementara ketika proses pengolahan dilakukan oleh CPU (Abdul Kadir & Terra Ch. Triwahyuni, 2013 : 6). Sedangkan yang dimaksud dengan Penyimpanan eksternal adalah segala piranti yang berfungsi untuk menyimpan data secara permanen (Abdul Kadir & Terra Ch. Triwahyuni, 2013 : 6).
2.2. Teori Khusus
2.2.1. Konsep Dasar Perancangan
mengenai arstitektur serta detail mengnai komponen dan juga keterbatasan yang akan dialami dalam proses pengerjaanya. Roger S pressman (2012 : 291) menjelaskan bahwa perancangan adalah suatu aktifitas rekayasa perangkat lunak yang dimaksud untuk membuat keputusan-keputusan utama seringkali bersifat stuktural,. Kemudian Bentley dan Whitten (2012 :160) melalui bukunya juga menjelaskan bahwa perancangan adalah Teknik pemecahan masalah dengan melengkapi komponen-komponen kecil menjadi kesatuan komponen system kembali ke system yang lengkap. Teknik ini diharapkan dapat menghasilakan system yang baik.
` Berdasarkan pendapat ketiga penulis diatas dapat disimpulkan bahwa perancangan adalah kegiatan menemukan system yang baru yang lebih efektif dan efisien untuk dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terdapat disistem yang lama.
2.2.1.1 Tahapan Perancangan
Siti Aisyah dan Nawang Kalbuana dalam jurnal CCIT (2011:197) menyebutkan bahwa SDLC merupakan metodelogi umum dalam pengembangan system yang menandai kemajuan dari usaha analisis dan desain. Langkah-langkah SDLC meliputi fase-fase sebagai berikut:
1. Perencanaan Sistem
Dalam tahapan perencanaan system dijelaskan bagaimana langkah-langkah dalam perangangan data warehouse.
2. Analisis Sistem
Melakukan analisis system yang akan dirancang, serta melakukan penelitian terhadap kebutuhan-kebutuhan system, apa saja kekurangannya.
Yaitu tahapan untuk melakukan perancangan system yang ingin dibuat. 4. Testing
Setelah system berhasil dirancang, langkah selanjutnya adalah pengujian untuk melihat apakah sistem yang dibuat sesuai dengan kebutuhan. Dalam tahap ini juga dilakukan penyesuaian-penyesuaian akhir.
5. Implementasi
Pada taahapan ini program yang telah diuji akan diterapkan. 6. Pemeliharaan.
Langkah Terakhir dari SDLC adalah pemeliharaan dimana pada tahap ini sistem secara sistematis diperbaiki dan ditingkatkan.
Ngroho (2013 :468) “Aplikasi berbasis web dirancang dan dikembangkan untuk membantu para pengguna untuk mendapatkan fungsional-fungsional tertentu dari aplikasi yang bersangkutan serta untuk menjalankan bisnis mereka”. Para pengguna berinteraksi dengan aplikasi menggunakan saran asupan (input) seperti yang paling umum keyboard atau mouse memberikan asupan pada aplikasi yang bersangkutan. 2.2.2. Metode Perancangan Sistem
pengguna (deployment), dan di akhiri dengan dukungan pada perangkat lunak lengkap yang dihasilkan. Tahapan dari metode waterfall:
1. Requirement analisis
Tahap ini pengembang sistem diperlukan komunikasi yang bertujuan untuk memahami perangkat lunak yang diharapkan oleh pengguna dan batasan perangkat lunak tersebut. Informasi ini biasanya dapat diperoleh melalui wawancara, diskusi atau survei langsung. Informasi dianalisis untuk mendapatkan data yang dibutuhkan oleh pengguna.
2. System design
Spesifikasi kebutuhan dari tahap sebelumnya akan dipelajari dalam fase ini dan desain sistem disiapkan. Desain Sistem membantu dalam menentukan perangkat keras(hardware) dan sistem persyaratan dan juga membantu dalam mendefinisikan arsitektur sistem secara keseluruhan
3. Implementation
Pada tahap ini, sistem pertama kali dikembangkan di program kecil yang disebut unit, yang terintegrasi dalam tahap selanjutnya. Setiap unit dikembangkan dan diuji untuk fungsionalitas yang disebut sebagai unit testing.
4. Integration & Testing
Seluruh unit yang dikembangkan dalam tahap implementasi diintegrasikan ke dalam sistem setelah pengujian yang dilakukan masing-masing unit. Setelah integrasi seluruh sistem diuji untuk mengecek setiap kegagalan maupun kesalahan.
Tahap akhir dalam model waterfall. Perangkat lunak yang sudah jadi, dijalankan serta dilakukan pemeliharaan. Pemeliharaan termasuk dalam memperbaiki kesalahan yang tidak ditemukan pada langkah sebelumnya. Perbaikan implementasi unit sistem dan peningkatan jasa sistem sebagai kebutuhan baru.
Metode ini memiliki kelebihan, metode ini memungkinkan untuk departementalisasi dan kontrol. Proses pengmbangan model fase one by one, sehingga meminimalisir kesalahan yang mungkin akan terjadi. Pengembangan bergerak dari konsep, yaitu melalui desain, implementasi, pengujian, instalasi, penyelesaian masalah, dan berakhir di operasi dan pemeliharaan.
2.2.2 Konsep Dasar Penjualan Online
Menurut Andi Krisianto (2014:1) “Jual Beli secara Online adalah transaksi perdagangan yang dilakukan melalui media di internet. Hal ini memungkinkan dilakukan karena jumlah pengguna internet sudah cukup banyak. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan transaksi jual beli secara online. Pertama-tama adalah website sebagai media untuk melakukan penjualan. Berikutnya Produk apa yang akan dijual.”
tentunya karena kemudahan cara mendapatkan produknya, apabila produk mudah didapatkan secara offline tentunya konsumen tidak akan membeli secara online.
Dalam hal dibidang bisnis ekspor impor ikan laut penjualan barang secara online masih jarang dilakukan oleh pesaing bisnis sejenis, oleh karena itu penulis memberikan saran untuk menerapkan system penjualan barang secara online melalui media website dan jaringan internet, selain dapat menjangkau pasar yang lebih luas, penjualan barang secara online juga dapat mempermudah konsumen dalam mendapatkan barang, serta memberikan kemudahan bagi perusahaan dalam mengelolah bisnisnya.
2.2.2.1 Kelebihan Berjualan Online
Menurut Andi Krisianto (2014: 3) “kelebihan jualan onlie atara lain tidak memerlukan lokasi, jangkauan yang luas, dan waktu yang fleksibel.”
a. Berjualan Online tidak membutuhkan lokasi. Jika berjualan secara offline salah satu penghambatnya adalah tidak tersedianya lokasi. Berbeda dengan berjualan onle. Produk yang dijual biasa dipajang pada website. Alamat fisik yang digunakan bisa menggunakan alamat rumah. Dengan begitu siapa saja bias berjualan online.
b. Berjualan online mempunyai jangkauan yang luas. Karena berjualan online menggunakan sarana internet sehingga siapapun bias menjangkaunya tanpa harus datang ketempat sipenjual.
2.2.3 UML (Unified Modeling Language)
digunakan untuk menggambarkan, membangun dan mendokumentasikan sistem yang dirancang (Sonatha .dkk, 2017:12). Jadi UML (UnifiedModeling Language) dapat diartikan sebagai sebuah bahasa/metode pemodelan standar yang digunakan dunia industri untuk mendefinisikan kebutuhan, membuat analisis, desain, dan mendokumentasikan sistem yang dirancang dalam pemrograman berorientasi objek.
2.2.3.1 Tujuan Menggunakan UML
Tujuan dari pengaplikasian UML adalah sebagai berikut (Sonatha .dkk, 2017:12) :
1. Perancang perangkat lunak
2. Sarana komunikasi antara perangkat lunak dengan proses bisnis.
3. Menjabarkan sistem secara rinci untuk analisa dan mencari apa yang diperlukan sistem.
2.2.3.2. Jenis Diagram UML
Dalam proses penggambaran alur kerja sistem, UML menggambarkan alur kerja sistem ke dalam bentuk diagram. Ada pun diagram tersebut antara lain
1. Use Case Diagram
Use Case Diagram Adalah diagram utama untuk semua diagram UML
(Alpi Najam, 2017:25). Menurut Hami Tohari Use case adalah rangkaian atau uraian sekelompok yang saling terkait dan membentuk sistem secara teratur yang dilakukan atau diawasi oleh sebuah aktor (2014:47). Use case diagram bertugas untuk menjelaskan siapa saja aktornya dan apa
diagram yang menjelaskan bagaimana pengguna berinteraksi dengan sistem.
2. Activity Diagram
Activity Diagram adalah sebuah diagram yang dapat digunakan untuk
menggambarkan secara grafis aliran proses bisnis, langkah-langkah sebuah use-case atau logika behaviour object (Alpi Najam, 2017:27). Activity diagram memodelkan workflow proses bisnis dan urutan aktivitas
dalam sebuah proses (Hami Tohari, 2014:114). (Activity diagram mirip dengan flowchart diagram di mana program ini menggambarkan secara grafis bagaimana proses bisnisnya berjalan atau menggambarakan lebih rinci tentang use case diagram.
3. Sequence Diagram
Sequence diagram menggambarkan interaksi antara sejumlah objek
dalam urutan waktu (Hami Tohari, 2014:101). Menurut Satzinger .dkk sequence diagram adalah system sequence diagram (SSD) is a digram
showing the sequence of messages between an external actor and the
system during a use case or scenario (2012:126), yang artinya . Sistem
sequence diagram (SSD) adalah diagram yang menunjukkan urutan
pesan antara aktor eksternal dengan sistem dalam use case atau sekenario. Jadi sequence diagram adalah sebuah diagram yang menggambarkan interaksi antara aktor eksternal dengan sistem dalam urutan waktu. Sequence diagram berfungsi untuk menunjukkan rangkaian pesan yang dikirim antar objek.
PHP memiliki kepanjangan PHP Hypertext Prepocessor merupakan suatu bahasa pemrograman yang difungsikan untuk membangun suatu website diamis (Agus Saputra .dkk, 2013:2). PHP merupakan bahasa berbentuk script yang ditempatkan di dalam server baru kemudian diproses (Wahana Komputer, 2014:33). Dalam pengertian paling sederhana, PHP adalah bahasa pemrograman web yang digunakan untuk men-generate atau menghasilkan kode HTML (Andre Pratama, PHP Uncover, 2016:1). Jadi PHP adalah sebuah bahasa pemrograman berbasis web yang berbentuk script yang berada di sisi server dan bertugas men-generate kode.
Hingga saat ini PHP terus berkembang, dan pada tanggal 28 September 2017 PHP resmi merilis versi terbarunya yaitu versi 7.1.10, PHP versi ini lebih cepat dari versi sebelumnya serta terdapat beberapa fitur tambahan antara lain Nullable Types, Destructuring Array, Iterable Type, dan masih banyak lagi yang
lainnya. 2.2.5 MySQL
MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem multi user ...(Wahana Komputer, 2014:37). MySQL adalah server basis data yang kompak dan kecil yang ideal untuk banyak aplikasi basis data on-line (Benni Candra .dkk,2014:34). Jadi MYSQL adalah sebuah perangkat lunak basis data yang multi user, kompek, dan ringan. MySQL merupakan sistem manajemen basis data yang bersifat relational. Hal ini berarti proses pengolahan datanya menggunakan tabel di mana semua data yang dikelola akan disimpan ke dalam tabel yang terpisah agar proses bisa menjadi lebih cepat.
Hypertext Markup Language (HTML) adalah bahasa dari World Wide Web
(www) yang dipergunakan untuk menyusun dan membentuk dokumen agar dapat ditampilkan pada program browser (Khoirunnissa .dkk, 2016:94). ... HTML adalah sebuah bahasa khusus yang ditulis menggunakan tanda-tanda (mark) untuk membuat halaman web (Andre Pratama, HTML Uncover, 2016:1). Jadi HTML adalah sebuah bahasa khusus dari Word Wide Web yang menggunakan tanda-tanda tertentu untuk menyusun dan menampilkan dokumen ke browser.
2.2.7. Framework
Secara sederhana framework dapat diartikan sebagai kumpulan kode-kode program yang akan selalu digunakan pada setiap pembuatan aplikasi. Karena selalu digunakan maka kode-kode tersbut dikumpulkan dan disusun secara rapi pada folder-folder agar mudah digunakan dan jadilah sebuah framework. (Rohi Abdullah, 2014:1) dari pengertian diatas dapat diartikan bahwa setiap orang bisa membuat framework sendiri, jika kita sering membuat aplikasi, dan dari aplikasi-aplikasi yang dibuat terdapat kode-kode yang selalu digunakan berulang-ulang, agar tidak selalu membuatnya dati awal, maka kita dapat mengumpulkannya, kumpulan-kumpulan kode tersebut dapat disebut sebagai framework. Keberadaan framework sangat membantu dalam pembuatan aplikasi karena kita tidak harus membuat segala sesuatunya dari awal. Framework sudah menyediakan banyak hal yang kita butuhkan sehingga kita lebih terkonsentrasi pada pembuatan modul-modul aplikasi.
2.2.8. Laravel
untuk meningkatkan kualitas perangkat lunak dengan mengurangi biaya pengembangan awal dan biaya pemeliharaan, dan untuk meningkatkan pengalaman bekerja dengan aplikasi dengan menyediakan sintaks yang ekspresif, jelas dan menghemat waktu.
Laravel merupakan salah satu framework php yang dapat digunakan secara gratis. Laravel dikembangkan oleh programmer adal amerika yaitu Taylor Otwell pada tahun 2011. Sejak dirilis ke publik, Laravel telah menjadi salah satu framework favorit programmer dunia. Dibalik keberhasilan Laravel tentu ada sesuatu yang membuatnya menjadi framework yang disukai para programmer. Diantaranya sebagai berikut:
a. Laravel memiliki banyak fitur yang tidak dimiliki oleh framework lain. b. Laravel merupakan framework php yang ekspresif, antaranya sintaks
pada Laravel menggunakan Bahasa yang mudah dimengerti sehingga programmer pemula sekalipun akan mudah memahami kegunaan sintaks.
c. Laravel memiliki dokumentasi yang cukup lengkap, bahkan setiap versinya memiliki dokumentasi tersendiri mulai dari cara instalasi hingga penggunaan fitur-fiturnya.
d. Laravel memiliki template engine tersendiri yang diberi nama blade yang memudahkan kita menampilkan data pada template HTML.
e. Laravel didukung oleh Composer sehingga library-library Laravel dapat diperoleh dengan mudah dari internet menggunakan composer.
2.3 Literature Riview
Sistem Kontrol dan Monitoring Pembatas Daya Listrik Berbasis Mikrokontroler” Pada penelitian ini penuis mebahas tentang perancangan sistem kontol monitoring kebutuhan daya listrik agar pengeluaran akan kebutuhan litrik bisa terpantau dengan mudah. Sistem kontrol otomatik yang diterapkan untuk membatasi daya listrik telah dirancang dan dikembangkan berbasis mikrokontroler ATMEGA16. Dalam melakukan pengontrolan, sistem tersebut menggunakan aksi kontrol on-off. Sebagai aktuator digunakan relay beserta drivernya sedangkan sensornya menggunakan sensor arus berbasis efek Hall ACS712. Sistem tersebut dilengkapi keypad untuk memasukkan set point daya listrik dan peraga LCD untuk memantau arus yang terukur.
2. Buku yang ditulis oleh Prof. Dr. Sri Mulyani Ak, CA yang berjudul “Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit : Analisis Dan Perancangan” Buku ini disusun untuk memberikan gambaran tentang konsep Sistem Informasi Manajemen Rumah sakit, Khususnya tentang analisis dan perancangan sistem informasi Manajemen Rumah sakit. Buku ini disusun dengan menggunakan pendekatan perancangan sistem berorientasi objek dengan notasi pemodelan UML. Selain itu buku ini juga membahas mengenai konsep dasar Sistem Informasi Manajemen.
file Excel, membuat file pdf, cetak barcode, direct printing ke printer Dot Matrick, pembuatan helper angka terbilang, dan sebagainya. Dibahas juga langkah demi langkah proses pembuatan operasi CRUD, dengan dan tanpa AJAX dibagian akhir dibahas langkah demi langkah membuat aplikasi POS dengan Laravel dan AJAX.
4. Penelitian yang dilakukan oleh Makrothymia Hia pada tahun 2013 yang berjudul “Perancangan Sistem Informasi Persediaan Barang pada PT. Gema Sarana Media”. Pada penelitian ini penulis membahas tentang perancangan sistem informasi persediaan barang untuk mempermudah bagian gudang, yaitu meliputi proses data barang masuk, barang keluar, data supplier, data customer, dan pembuatan laporan persediaan barang pada PT. Gema Sarana Media. Adapun metodologi yang dipergunakan lalu digambarkan dalam bentuk Use Case dengan menggunakan UML versi 6.4. Rancangan sistem ini memberikan banyak kemudahan, yaitu memudahkan proses pembuatan laporan, memudahkan dalam pencarian data, dan memudahkan staf bagian gudang untuk mengetahui stok barang yang masuk dan barang yang keluar.
5. Buku yang di tulis oleh Japerson Hutahaen pada tahun 2015 yang berjudul “Konsep Sistem Informasi” Buku ini membahas tentang konsep dari sebuah sistem informasi, karakteristik sistem, sistem bilangan, manajemen basis data, dan tipe-tipe dari sebuah data. Materi yang dibahas dibuku ini meliputi perkembanngan sistem informasi. Sehingga mahasiswa dapat memahami secara jelas dari sebuah sistem informasi tersebut.
praktis tentang teknis menganalisis dan merancang sistem informasi dengan pendekatan secara terstruktur. Pembahasannya secara peraktis dengan contoh kasus yang disajikan dalam buku ini sifatnya sangat peraktis sekali sehingga bagi siapa saja yang membaca buku ini akan mendapatkan pengetahuan yang mendasar mengenai analisis dan perancangan sistem informasi.
7. Penelitian yang dilakukan oleh Ridwan Aripin Nasution (2014) Penelitian ini berjudul “Aplikasi Sistem Inventory Berbasis Dekstop Menggunakan JSE Pada CV. Sumber Logam Teknik Tangerang”. Pada penelitian ini penulis hanya membahas mengenai persediaan barang yang dibatasi hanya pada proses prosedur input barang, input supplier, pembelian barang, faktur barang, retur barang, dan laporan kepada pimpinan. Analisis dilakukan dengan cara observasi terhadap sistem yang berjalan, kebutuhan informasi sistem, dan desain menggunakan UML dan pembuatan program menggunakan netbeans dan DBMS MySQL. Keunggulan sistem aplikasi ini terletak pada proses input dan output, dimana untuk proses input pada form penerimaan terdapat menu pilihan satuan barang yang dapat dipilih salah satunya. Untuk outputnya dalam bentuk rincian laporan perbulan, dimana manajer bisa memilih bulan yang ingin dicetak pada menu cetak laporan.
databasenya dan mampu merekam seluruh data persediaan barang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian di CV. Kiki Optical ini adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan kuisioner. Dengan adanya sistem berbasis web, pengecekan barang lebih cepat, dapat memudahkan admin membuat laporan bulanan yang lebih cepat, tepat, dan akurat. Tetapi sistem yang diusulkan ini baru sebatas dekstop aplikasi berbasis web dan belum berbasis online.
9. Penelitian yang dilakukan oleh Diana Purwitasari Dkk (2016) yang merupakan sebuah jurnal internasional yang berjudul “PDITS: Aplikasi Pangkalan Data Terpadu untuk Mendukung Integrasi Multi Sistem Informasi di Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh September” Pada penilitian kali ini penulis membuat pangkalan data terpadu yang menggabungkan berbagai macam database dari system informasi akademik dan system informasi kepegawaian menjadi sebuah database yang terhubung sehingga dapat menangani masalah redudansi data.
dengan lebih cepat,memberikan suatu pemetaan kepadatan penduduk serta dapat menentukan perhitungan jumlah penduduk.