KELOMPOK 4
MAKALAH PEMBELAJARAN MATEMATIKA 1 TENTANG PERSENTASE
Dosen Pembimbing: Nur Fadly Hazhar Fachrial, ST. M. Pd
Disusun oleh:
1. Khaerunnisa Aprilia (178610037) 2. Novita Awalia (178610047) 3. Ratna Sari (178610055) 4. Sri Ropiah (178610062)
STKIP ARRAHMANIYAH
PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD) SEMESTER II
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena Ridho-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “persentase” dengan harapan semoga makalah ini bisa bermanfaat dan menjadikan panutan bagi mahasiswa STKIP Arrahmaniyah juga
bagi Peserta Didik.
Makalah ini juga sebagai tugas mata kuliah Pembelajaran Matematika 1 di STKIP
Arrahmaniyah. Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih yang
sebesar-besarnya atas segala dukungan, bimbingan dan bantuan yang sangat berarti selama penulisan
makalah ini hingga dapat diselesaikan. Izinkan kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Nur
Fadly Hazhar Fachrial, ST. M. Pd dan rekan-rekan mahasiswa/i yang telah berbagi pendapat dalam
hal ini. Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik
dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, dengan tangan terbuka kami
menerima segala saran dan kritik sehingga kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata, kami ucapkan terimakasih.
Depok, 15 Juli 2018
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...ii
DAFTAR ISI………...iii
BAB I PENDAHULUAN...1
A. Latar belakang……….1
B. Rumusan Masalah………...1
C. Tujuan………...1
BAB II PEMBAHASAN………...2
A. Pengertian Persentase...2
B. Notasi Bentuk Persentase………....2
C. Rumus Persentase dan Beserta Contohnya………...2
D. Penerapan Teori Jean Piaget ke dalam Pembelajaran Persentase…………...3
BAB III PENUTUP………..4
A. Kesimpulan……….4
B. Saran………...4
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Matematika merupakan mata pelajaran yang diajarkan disemua jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA bahkan sampai perguruan tinggi. Dan salah satu materi pembelajaran yang diajarkan di SD adalah tentang persentase. Dalam pembelajarannya kita sebagai seorang pendidik harus memperhatikan tingkat intelektual yang dimiliki oleh siswa, agar penyampaian materi pembelajaran Matematika dapat tersampaikan dengan baik. Mengingat, tingkat intelektual setiap siswa berbeda-beda, seperti teori yang telah dikemukakan oleh Jean Piaget (salah satu tokoh psikologi kognitif) tentang 4 tahap perkembangan anak berdasarkan usia dan kemampuan kognitifnya. Berikut adalah tahapan-tahapannya:
1. Tahap Sensori Motorik (usia 0-2 tahun)
Pada tahap ini kemampuan anak terbatas pada gerak-gerak reflex, Bahasa awal, dan ruang waktu sekarang saja.
2. Tahap Pra-Operasional (2-7 tahun)
Pada tahap ini anak mulai mengembangkan kemampuan menerima stimulus secara terbatas. kemampuan Bahasa mulai berkembang, pemikiran masih statis, belum dapat berpikir abstrak, dan kemampuan persepsi waktu dan ruang masih terbatas. 3. Tahapan Operasional Kongkrit (usia 7-11 tahun)
Pada tahap ini anak sudah mampu menyelesaikan tugas-tugas, menggabungkan, memisahkan, menyusun, menderetkan, melipat, dan membagi.
4. Tahap Operational Formal (usia 11-15 tahun)
Pada tahap ini anak sudah mampu berpikir tingkat tinggi, seperti berpikir secara abstrak dan secara reflektif, serta mampu memecahkan berbagai masalah.
Oleh karena itu, dengan menerapkan teori Jean Piaget ini pendidik diharapkan dapat memberikan materi pembelajaran matematika kepada siswa dengan metode pembelajaran yang bervariasi tidak hanya dengan metode ceramah saja, agar siswa dapat memahami apa itu persentase, dan tahu bagaimana menghitung persen dari hal-hal disekitarnya. Selain itu siswa juga tahu bagaimana mengubah pecahan biasa maupun desimal kedalam bentuk persen dan sebaliknya, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menghitung diskon dan lain-lain.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari persentase?
2. Bagaimana contoh dalam kehidupan sehari-hari?
3. Bagaimana penerapan teori Jean Piaget dalam pembelajaran persentase?
C. Tujuan
1. Siswa dapat memahami apa itu persentase.
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Persentase
Persen dalam bahasa Inggris yaitu “percent“ yang berarti perseratus. Dalam matematika, presentase atau perseratus adalah sebuah angka atau perbandingan (Rasio) untuk menyatakan pecahan dari seratus. Sehingga 5% dibaca lima persen, 30% dibaca tiga puluh persen. 5% sama artinya dengan 5/100 dan 30% sama artinya dengan 30/100.
B. Sejarah Notasi Persentase
Pada zaman Romawi kuno, jauh sebelum munculnya sistem desimal yang memungkinkan menuliskan angka dengan ada angka dibelakang koma, perhitungan untuk angka-angka tertentu sering dibuat dalam fraksi-fraksi kelipatan 1/100. Di zaman Romawi kuno dikenal adanya pajak lelang yang dihitung sebesar 1/100 dari nilai lelang yang dikenal dengan nama centesima rerum venalium. Perhitungan ini mirip dangan istilah persen yang dikenal pada komputasi modern.
Pada abad-abad berikutnya, istilah pembagi 1/100 ini kemudian sering digunakan dalam berbagai perhitungan. Ia digunakan untuk mencari bagian dari sebuah bagian besar. Diakhir abad ke-15 persen sudah umum digunakan pada berbagai laporan seperti laporan laba rugi, suku bunga, penjualan dan lain-lain. Pada abad ini pula penulisan persen mengalami perubahan. Dulu dituliskan dengan kata “percento” kemudian kata “per” digantikan oleh tanda miring “/” dan cento digantikan oleh dua tanda nol (0) yang kemudian kita kenal luas simbolnya persen sebagai “%”.
C. Rumus Menghitung Persen Beserta Contohnya
Untuk menjelaskan persoalan matematika tidak hanya cukup dengan kata-kata. Karena konsep matematika akan lebih mudah dijelaskan dengan menggunakan persamaan dan rumus. Berikut rumus menghitung persen yaitu:
Persentase (%) = (bagian/seluruh) x 100
Dengan rumus diatas kita dapat mengubah rasio atau pecahan apapun menjadi persentase. Pada dasarnya, mengalikan rasio atau pecahan dengan 100 akan menghasilkan persentase. Rumus yang sama dapat digunakan untuk menghitung pecahan dan nlai dari nilai persentase yang sudah diketahui. Misalnya, 80% dari 200 adalah 80/100 x 200 = 160.
Contoh perhitungan persen:
1. Botol berisi 150 ml air, kemudian ditambahkan 30 ml air. Berapa persen kenaikan volume air?
Jawab:
2. Mengubah persen ke dalam bentuk pecahan biasa dan decimal Ubahlah 50% kedalam bentuk pecahan biasa dan desimal! Jawab:
(persen-pecahan biasa) ~50% = 50/100 : 50/50 = ½ (persen-desimal) ~50% = 50/100 = 0,50
3. Mengubah pecahan biasa dan decimal ke dalam bentuk persen Ubahlah 4/5 kedalam bentuk persen
Jawab:
4/5 x 20/20 = 80/100 = 80%
Ubahlah 0,2 kedalam bentuk persen Jawab:
0,2 = 2/10 = 2/10 x 10/10 = 20/100 = 20%
4. Penerapan persen dalam kehidupan sehari-hari
Ani membeli baju seharga Rp30.000 ternyata baju tersebut mendapat diskon 5%. Berapa harga baju yang harusn dibayar ani?
Jawab:
Diskon = 5% x Rp30,000 = 30/100 x Rp30.000 = Rp1.500 Harga baju = harga sebenarnya – diskon
= Rp30.000 – Rp1.500 = Rp28.500
Jadi harga baju yang harus dibayar Ani adalah Rp28.500
D. Penerapan Teori Jean Piaget dalam Pembelajaran Persentase
Menurut piaget dalam sebuah pembelajaran pendidik harus melibatkan partisipasi siswa artinya bagaimana siswa mempelajari sesuatu sekaligus mengalami sesuatu yang dipelajari tersebut melalui lingkungan. Dalam hal ini kita harus memberikan keleluasaan kepada siswa untuk mencari, memanipulasi, melakukan percobaan, bertanya, dan mencari jawaban sendiri terhadap pertanyaan yang muncul. Namun, bukan berarti pendidik membiarkan para siswa melakukan apa saja yang mereka inginkan. Pendidik harus bisa mengukur kemampuan kelebihan, kekurangan yang dimiliki siswa. Pendidik harus mampu menjadi fasilitator pengetahuan, mampu memberikan semangat belajar, membina, dan mengarahkan siswa.
BAB III PENUTUP A. Kesimpulan
1. Persen dalam bahasa Inggris yaitu “percent“ yang berarti perseratus. Dalam matematika, presentase atau perseratus adalah sebuah angka atau perbandingan (Rasio) untuk menyatakan pecahan dari seratus. Sehingga 5% dibaca lima persen, 30% dibaca tiga puluh persen. 5% sama artinya dengan 5/100 dan 30% sama artinya dengan 30/100. 2. Rumus menghitung persen yaitu Persentase (%) = (bagian/seluruh) x 100.
3. Pada akhir abad ke-15 penulisan persen mengalami perubahan. Dulu dituliskan dengan kata “percento” kemudian kata “per” digantikan oleh tanda miring “/” dan cento digantikan oleh dua tanda nol (0) yang kemudian kita kenal luas simbolnya persen sebagai “%”.
4. Penerapan teori Jean Piaget kedalam pembelajaran persentase yaitu dengan memperhatikan tingkat intelektual siswa dan memberikan keleluasaan siswa dalam belajar tanpa membiarkannya.
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
http://miftakhuljannah96.blogspot.com/2015/11/kajian-materi-matematika-pend-dasar.html?m=1
http://www.websitependidikan.com/2017/4-tahap-perkembangan-kognitif-anak-menurut-piaget.html?m=1