• Tidak ada hasil yang ditemukan

LATAR BELAKANG pertumbuhan ekonomi penga

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LATAR BELAKANG pertumbuhan ekonomi penga"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

LATAR BELAKANG

Salah satu titik awal kelahiran ilmu ekonomi makro adalah adanya permasalahan ekonomi jangka pendek yang tidak dapat diatasi oleh teori ekonomi klasik. Masalah jangka pendek ekonomi tersebut yaitu inflasi, pengangguran dan neraca pembayaran. Pengangguran dan inflasi  adalah  dua   masalah   ekonomi   utama   yang  dihadapi  setiap   masyarakat.  Kedua­dua masalah ekonomi itu dapat mewujudkan beberapa efek buruk yang bersifat ekonomi, politik dan sosial. 

Inflasi   (inflation)   adalah   gejala   yang   menunjukkan   kenaikan   tingkat   harga   umum   yang berlangsung terus menerus. Dari pengertian tersebut maka apabila terjadi kenaikan harga hanya bersifat sementara, maka kenaikan harga yang sementara sifatnya tersebut tidak dapat dikatakan inflasi. Semua negara di dunia selalu menghadapi permasalahan inflasi ini. Oleh karena itu, tingkat inflasi yang terjadi dalam suatu negara merupakan salah satu ukuran untuk mengukur baik buruknya masalah ekonomi yang dihadapi suatu negara. Bagi negara yang perekonomiannya baik, tingkat inflasi yang terjadi berkisar antara 2 sampai 4 persen per tahun. Tingkat inflasi yang berkisar antara 2 sampai 4 persen dikatakan tingkat inflasi yang rendah. Sedangkan tingkat inflasi yang berkisar antara 7 sampai 10 persen dikatakan inflasi yang tinggi. Namun demikian ada negara yang menghadapai tingkat inflasi yang lebih serius atau sangat tinggi, misalnya Indonesia pada tahun 1965 dengan tingkat inflasi 650 persen. Inflasi yang sangat tinggi tersebut disebut hiper inflasi (hyper inflation).

PERMASALAHAN

1. Pengangguran, Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

Bagi kebanyakan orang, kehilangan pekerjaan berarti menurunnya standar kehidupan dan tekanan psikologis. Tidak mengejutkan bahwa pengangguran adalah topik perdebatan politik yang sering dibicarakan dan para politisi mengklaim bahwa kebijakan yang mereka tawarkan akan membantu menciptakan lapangan pekerjaan.

(2)
(3)

Perkembangan   tingkat   pertumbuhan   ekonomi   di   Indonesia   selama   Pembangunan   Jangka pengangguran   didasarkan   pada   asumsi   bahwa   inflasi   merupakan   cerminan   dari   adanya kenaikan permintaan agregat. Dengan naiknya permintaan agregat, maka sesuai dengan teori permintaan, jika permintaan naik maka harga akan naik. Dengan tingginya harga (inflasi) maka untuk memenuhi permintaan tersebut produsen meningkatkan kapasitas produksinya dengan   menambah   tenaga   kerja   (tenaga   kerja   merupakan   satu­satunya   input   yang   dapat meningkatkan   output).   Akibat   dari   peningkatan   permintaan   tenaga   kerja   maka   dengan naiknya harga­harga (inflasi) maka, pengangguran berkurang. 

(4)

meningkatkan investasi sehingga permintaan tenaga kerja akan bertambah, sehingga dengan adanya pertumbuhan ekonomi yang diakibatkan adanya peningkatan investasi berpengaruh terhadap   penurunan   tingkat   pengangguran   dengan   asumsi   investasi   tidak   bersifat   padat modal.

Reference:

Sukirno, Sadono, “Makro Ekonomi Teori Pengantar”, 3rd Edition, PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta

Referensi

Dokumen terkait

PENGEMBANGAN PROTOTIPE BUKU PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DALAM MEMAINKAN INSTRUMEN GAMELAN BONANG PENERUS UNTUK SD Tomas Wahyu Aji Pitaya Universitas Sanata Dharma 2018 Dari hasil

Berdasarkan uji coba yang dilakukan pada siswa kelas 7G di SMPN 24 Malang terdapat sepuluh kriteria, yaitu (1) petunjuk penggunaan tugas menulis jelas

Pupuk yang memberikan hasil paling baik untuk ketiga genotipe adalah pupuk organik cair lengkap ditambahkan silika (Si) pada 5 parameter pengamatan yaitu

Tujuan Penulisan ini adalah untuk memberikan pengenalan huruf hijaiyah, angka dan huruf abjad untuk anak-anak yang berusia 4 tahun dengan Augmented Reality karena

Modifikasi algoritma bertujuan untuk mengakomodasi waktu produksi 3 shift perhari dengan 6 hari perminggu, di mana tenaga kerja bekerja 5 hari perminggu dengan pergantian 3

 LPS menurunkan suku bunga penjaminan untuk simpanan rupiah sebesar 25 bps menjadi 6,75% seiring kondisi makro yang lebih stabil, termasuk inflasi yang masih terkendali,

tertentu semakin lama waktu pengadukan berat pupuk yang dihasilkan semakin besar dan cendrung konstan pada waktu yang terlalu lama, hal ini disebabkan semakin

Dengan adanya payung hukum baru yaitu peraturan Dirjen Pajak Nomor 11/PJ/2016 tentang Pengaturan Lebih Lanjut mengenai pelaksanaan Undang- undang Nomor 11 Tahun 2016