TEORI PERMINTAAN DAN PENAWARAN TENAGA KERJA YANG DILIHAT DARI KEDATANGAN KULI CINA KE PERKEBUNAN
TEMBAKAU SUMATRA TIMUR ABAD 18 Oleh : Paskalina Sinulingga
A. Pembahasan 1)
Permintaan Tenaga Kerja
Tenaga kerja adalah penduduk dalam usia kerja, yaitu berusia 15-64 tahun atau jumlah seluruh penduduk dalam suatu Negara yang dapat memproduksi barang dan jasa jika ada permintaan terhadap tenaga kerja mereka dan jika mereka mau berpartisipasi dalam aktivitas tersebut Mulyadi dalam (Maimun Sholeh, 2007 : 68).
Pada umumnya teori permintaan tenaga kerja hampir sama dengan teori permintaan barang dan jasa dalam ilmu ekonomi. Permintaan tenaga kerja adalah jumlah tenaga kerja yang diminta oleh suatu perusahaan pada tingkat upah tertentu. Sedangkan permintaan dalam ilmu ekonomi adalah sejumlah barang yang diminta oleh konsumen pada tingkat harga tertentu.
Permintaan tenaga kerja adalah hubungan antara tingkat upah dan jumlah pekerja yang dikehendaki oleh pengusaha untuk dipekerjakan. Sehingga permintaan tenaga kerja dapat didefinisikan sebagai jumlah tenaga kerja yang dipekerjakan seorang pengusaha pada setiap kemungkinan tingkat upah dalam jangka waktu tertentu. Miller & Meiners dalam jurnal (Maimun Sholeh, 2007 : 63), berpendapat bahwa permintaan tenaga kerja dipengaruhi oleh nilai marjinal produk (Value of Marginal Product, VMP).
Kuncoro dalam jurnal (Agustina, Zakiah, dan Julaini 2015 : 68) mengatakan jumlah tenaga kerja yang diminta akan turun sebagai akibat dari kenaikan tingkat upah. Faktor yang memengaruhi permintaan tenaga kerja, yaitu :
meningkatkan penawaran tenaga kerja Razaldin dalam jurnal (Agustina, Zakiah, dan Julaini 2015 : 68)
b. Luas lahan atau usaha suatu perekonomian, menentukan besar kecilnya tenaga kerja dalam melakukan kegiatan usaha tersebut. Karena semakin luas lahan usaha semakin banyak tenaga kerja yang dipakai dan juga lahan merupakan salah satu faktor paling penting dalam proses produksi, dimana semakin luas lahan usahanya akan meningkatkan produksi. Jika produksi meningkat membutuhkan orang/tenaga kerja yang mengelolanya sehingga akan menyebabkan permintaan tenaga kerja.
c. Investasi. Harrod dan Domar memberikan peranan kunci kepada investasi terhadap peranannya dalam proses pertumbuhan ekonomi, khususnya mengenai pengaruh ganda investasi. Semakin besar investasi yang dimiliki oleh pemilik usaha, semakin besar usaha dapat dijalankan, sehingga membutuhkan tenaga kerja yang besar untuk mengelola usaha tersebut. 2)
Penawaran Tenaga Kerja
Penawaran tenaga kerja adalah jumlah tenaga kerja yang dapat disediakan oleh pemilik tenaga kerja pada setiap kemungkinan upah dalam jangka waktu tertentu. Menurut Afrida dalam (Agustina, Zakiah, dan Julaini 2015 : 69) mengatakan tenaag kerja adalah fungsi yang menggambarkan hubungan antara tingkat upah dengan jumlah tenaga kerja yang ditawarkan. Penawaran tenaga kerja disebabkan oleh :
untuk angkatan kerja atau bukan angkatan kerja dengan demikian jumlah penawaran tenaga kerja juga akan semakin besar. Jumlah penduduk yang semakin besar akan menyebabkan angkatan kerja makin besar pula. Dengan demikian makin besar pula orang yang mencari pekerjaan atau pengangguran Sukirno dalam (Agustina, Zakiah, dan Julaini 2015 : 70). Jumlah penduduk akan meningkatkan penawaran tenaga kerja. Berarti semakin besar pertambahan penduduk akan meningkatkan jumlah angkatan kerja sehingga jumlah orang yang mencari pekerja semakin bertambah. Hal ini sesuai dengan teori Malthus, dimana jumlah penduduk bertambah, akan meningkatkan penawaran tenaga kerja Malthus dalam Rizaldin, 2012 dalam (Agustina, Zakiah, dan Julaini 2015 : 75).
b. Pengangguran
Pengangguran (Unemployment) adalah penduduk yang termasuk angkatan kerja namun tidak memiliki pekerjaan atau sedang mencari pekerjaan. Pengangguran terjadi akibat dari kurangnya permintaan tenaga kerja perekonomian jika dibandingkan dengan jumlah pekerja yang menawarkan tenaga kerjanya, pada tingkat upah dan harga yang sedang berlaku (Bellante dan Jackson, 1990 dalam Safrida, 2008).
Bahwasanya setiap penambahan jumlah pengangguran akan mengakibatkan peningkatan penawaran tenaga kerja. Terdapat hubungan positif antara pengangguran dengan penawaran, dengan kata lain apabila pengangguran terus meningkat maka akan menyebabkan peningkatan orang yang mencari pekerjaan.
c. Upah
3)
Permintaan Dan Penawaran Tenaga Kerja Dilihat Dari Kedatangan Kuli Cina Ke Perkebunan Tembakau Sumatra Timur Abad 18.
Pada tahun 1869, tatkala J Nienhuys mulai mendirikan perusahaan swasta Deli Maatshcappij dan mendapatkan keuntungan yang besar, diakibatkan kualitas mutu tembakau yang berkualitas, maka secara tidak langsung menyebabkan para investor asing di Eropa semakin gencar menanamkan modalnya di perusahaan ini. Hal ini pula menimbulkan kebutuhan akan tenaga kerja guna membuka areal lahan dan pekerja kuli untuk perkebunan meningkat.
Atas usulan TJ Cremer, kebutuhan awal akan tenaga kerja kuli ini diatasi dengan mendatangkan sejumlah tenaga kerja kuli Cina yang bermukim di Pulau Pinang, hal ini didasarkan anggapan bahwa para pekerja kuli Cina ini lebih giat dan tekun. Proses pengadaan tenaga kerja ini menurut beberapa sumber didapatkan melalui makelar/ jasa perantara, werven (bhs. Belanda) atau biro imigrasi (Anthony R, 1991:200), yang dalam pelaksanaannya mereka banyak melakukan tipuan dengan diiming-imingi akan mendapat gaji yang tinggi dan masa depan yang lebih baik dan cara lain yang digunakan oleh para makelar ini juga dengan paksaan (Jan Breman, 1997: 23).
Dari penjelasana diatas dapat dilihat bahwa teori permintaan dan penawaran tenaga kerja, dimana saat perkebunan-perkebunan baru dibuka dan banyaknya pengusaha yang menanamkan modal untuk perkebunan menyebabkan banyaknya lahan yang akan dibuka lebih luas lagi sehingga memerlukan lebih banyak tenaga kerja dari segi ini teori permintaan tenaga kerja berlaku. Lalu, para kuli tersebut diiming-imingi gaji yang tinggi dan mendapatkan masa depan yang lebih baik, dari segi ini teori penawaran tenaga kerja berlaku.
B. Kesimpulan
kemungkinan upah dalam jangka waktu tertentPenawaran tenaga kerja disebabkan, oleh jumlah penduduk, pengangguran dan upah yang ditawarkan.
Teori permintaan dan penawaran ini dapat dilihat dalam sejarah di Indonesia dimana saat perkebunan tembakau di Deli dibuka. Pada saat itu tembakau yang dihasilkan memiliki kualitas yang sangat bagus, sehingga banyak para pengusaha-pengusaha yang menanamkan modalnya atau dengan kata lain berinvestasi di perkebunan tersebut. Dengan modal/investasi yang diberikan oleh pengusaha-pengusaha tersebut serta karena banyaknya permintaan akan tembakau Deli tersebut maka lahan perkebunan di buka lebih lebar lagi. Dalam hal ini tentu saja pekerja yang diperlukan juga harus ditambah dengan jumlah yang sesuai dengan lahan yang akan diolah. Dari segi ini dapat kita lihat pengaplikasian teori permintaan yang membutuhkan atau meminta tenaga kerja karena faktor lahan usaha yang membesar serta adanya modal/investasi yang membantu dalam pembukaan lahan tersebut. Saat itu juga teori penawaran tanaga kerja juga berlaku dapat dilihat dari upah yang dijanjikan oleh agen-agen tersebut, yaitu mereka dijanjikan akan mendapatkan upah yang besar untuk masa depan yang lebih baik lagi,
C. Daftar Pustaka
Prathama, Mandala. 2008. Pengantar Ilmu Ekonomi. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
Maimun Sholeh (2007). "Permintaan dan Penawaran Tenaga Kerja Serta Upah : Teori serta Beberapa Potretnya di Indonesia", Jurnal Ekonomi dan Pendidikan, Vol.4, Hal62-75
Tati, Fathorrazi. 2012. Teori Ekonomi Mikro. Graha Ilmu. Yogyakarta