• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ekonomi marko dan Pendapatan Nasional

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Ekonomi marko dan Pendapatan Nasional"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

PENDAPATAN

NASIONAL

PENDAPATAN

NASIONAL

Kelompok 2

Ainun Rarasmika (07)

Naila Syahirah (12)

Imam Sadiq Arjuna (14)

Nur Rahmadani (21)

Tirza Evanjelin (29)

(2)

Pengertian

Pendapatan Nasional

Menurut

Accounting Terminology

Bulletin No. 2 yang dikutip dalam buku

Harahap

(1999:39) Pendapatan berasal dari penjualan barang dan pemberian jasa dan diukur dengan

jumlah yang dibebankan kepada langganan, klaim atas barang dan jasa yang disiapkan untuk

mereka. Juga termasuk laba dari penjualan atau pertukaran asset (kecuali dari surat berharga),

hak dividen dari investasi dan kenaikan lainnya pada equity pemilik kecuali yang berasal dari

modal donasi dan penyesuaian modal. Dari pendapat ini dapat disimpulkan bahwa secara luas

pendapatan dianggap termasuk seluruh hasil dari perusahaan dan kegiatan investasi. Dalam

hal ini termasuk juga perubahan net asset yang timbul dari kegiatan produksi dan dari laba

rugi yang berasal dari penjualan aktif dan investasi, kecuali kontribusi modal dan penyesuaian

modal.

Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor produksi

yang digunakan untuk memprodusi barang dan jasa dalam suatu tahun tertentu. Dalam system

perhitungan pendapatan naasional jumlah pendapatan itu dinamakan produk nasional neto

pada harga faktor secara ringkas: pendapatan nasional.

(3)

Menurut Financial Accounting Standard Board yang dikutip oleh

Harahap(1999:58) Definisi pendapatan adalah arus masuk atau peningkatan nilai aset

darisuatu entity atau penyelesaian kewajiban dari

entity

atau gabungandari keduanya

selama periode tertentu yang berasal dari penyerahan/produksi barang, pemberian

jasa atas pelaksana kegiatan lainnya yangmerupakan kegiatan utama perusahaan yang

sedang berjalan.

Pendapatan nasional (

National Income

) istilah itu dimaksudkan utuk menyataan

nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara, dengan demikian

dalmkonsep tersebut istilah pendapatan nasional adalah mewakili arti produk domstik

bruto atau produk nasional bruto.

(4)
(5)

1) Produk Domestik Bruto (GDP)

Produk domestik bruto (

Gross Domestic Product

) merupakan

jumlah nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh

unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik)

selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil

produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang

asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan.

Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum

diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan

dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

Konsep

(6)

2) Produk Nasional Bruto (GNP)

Produk Nasional Bruto (

Gross National Product

) atau PNB

meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh

penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil

produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang

berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi

perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.

GNP= GDP - Produk netto terhadap luar negeri

(7)

3) Produk Nasional Neto (PNN)

PNN adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat

dalam periode tertentu, setelah dikurangi penyusutan dan barang

pengganti modal.

(8)

4) Pendapatan Nasional Neto (NNI)

Pendapatan Nasional Neto (

Net National Income

) adalah

pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima

oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI

dapat diperoleh dari NNP dikurangi pajak tidak langsung (pajak

yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain) seperti pajak

penjualan, pajak hadiah.

NNI = NNP-Pajak tidak

langsung

(9)

5) Pendapatan Perseorangan (PI)

Pendapatan perseorangan (

Personal Income

)adalah jumlah pendapatan yang diterima

oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan

kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (

transfer

payment

).

Transfer payment

adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas

jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu,

contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas

pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan

perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar

setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap

ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan

perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap

perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak

lagi bekerja).

(10)

6) Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)

(11)

7) Produk Domestik Regional Bruto

Jumlah keseluruhan dari nilai tambah bruto yang berhasil

diciptakan oleh seluruh kegiatan ekonomi yang berada pada suatu

wilayah selama periode tertentu

(12)
(13)

1. Pendekatan pendapatan

Metode pendapatan memandang nilai output perekonomian sebagai nilai total balas jasa

atas faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. Kemampuan entrepreneur ialah

kemampuan dan keberanian mengombinasikan tenaga kerja, barang modal, dan uang untuk

menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. Balas jasa untuk tenaga kerja

adalah upah atau gaji. Untuk barang modal adalah pendapatan sewa. Untuk pemilik

uang/aset finansial adalah pendapatan bunga. Sedangkan untuk pengusaha adalah

keuntungan. Total balas jasa atas seluruh faktor produksi disebut Pendapatan Nasional (PN).

Y = R + W + I + P

Ket :

Y = pendapatan nasional P = profit = laba

R = rent = sewa I = interest = bunga modal

W = wage = upah/gaji

(14)

2. Pendekatan produksi

Menurut metode ini, PDB adalah total output (produksi) yang dihasilkan oleh suatu perekonomian. Cara penghitungan dalam praktik adalah dengan membagi-bagi perekonomian menjadi beberapa sektor produksi (industrial origin). Jumlah output masing-masing sektor merupakan jumlah output seluruh perekonomian. Hanya saja, ada kemungkinan bahwa output yang dihasilkan suatu sektor perekonomian berasal dari output sektor lain. Atau bisa juga merupakan input bagi sektor ekonomi yang lain lagi. Dengan kata lain, jika tidak berhati-hati akan terjadi penghitungan ganda (double counting) atau bahkan multiple counting. Akibatnya angka PDB bisa menggelembung beberapa kali lipat dari angka yang sebenarnya. Untuk menghindari hal tersebut, maka dalam perhitungan PDB dengan metode produksi, yang dijumlahkan adalah nilai tambah (value added) masing-masing sektor.

Y = (PXQ)1 + (PXQ)2 +...(PXQ)n

Ket: Y = Pendapatan Nasional P = harga

(15)

3.

Pendektan pengeluaran

Menurut metode pengeluaran, nilai PDB merupakan nilai total dalam perekonomian

selama periode tertentu. Menurut metode ini ada beberapa jenis agregat dalam suatu

perekonomian:

3.1 Konsumsi Rumah Tangga (Household Consumption)

Pengeluaran sektor rumah tangga dipakai untuk konsumsi akhir, baik barang

dan jasa yang habis dalam tempo setahun atau kurang (durable goods) maupun

barang

yang dapat dipakai lebih dari setahun/barang tahan lama (non-durable

goods).

3.2 Konsumsi Pemerintah (

Government Consumption

)

Yang masuk dalam perhitungan konsumsi pemerintah adalah

pengeluaran-pengeluaran pemerintah yang digunakan untuk membeli barang dan jasa akhir

(16)

3.3 Pengeluaran Investasi (

Investment Expenditure

)

Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) merupakan pengeluaran sektor

dunia usaha. Yang termasuk dalam PMTDB adalah perubahan stok, baik berupa barang jadi

maupun barang setengah jadi.

3.4 Ekspor Neto (

Net Export

)

Yang dimaksud dengan ekspor bersih adalah selisih antara nilai ekspor dengan impor.

Ekspor neto yang positif menunjukkan bahwa ekspor lebih besar daipada impor.

Perhitungan

ekspor neto dilakukan bila perekonomian melakukan transaksi dengan

perekonomian lain (dunia).

Y = C + I + G + (X - M)

Ket :

Y = Pendapatan Nasional

G = pengeluaran pemerintah

C = konsumsi masyarakat

X = ekspor

(17)

Faktor yang Mempengaruhi

Pendapatan Nasional

a. Permintaan dan penawaran agregat yaitu Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.

b. Konsumsi dan tabungan yaitu:

Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun).

Tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumptionyang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.

(18)

Kegunaan data pendapatan

nasional

Data pendapatan nasional pada suatu tahun tertentu memberi gambaran tentang:

• Tingkat kegiatan ekonomi negara yang dicapai dan nilai output yang diproduksikan.

• Komposisi dari perbelanjaan agregat.

• Sumbangan berbagai sektor dalam mewujudkan pendapatan nasional, dan

• Taraf kemakmuran yang dicapai

Membandingkan data pendapatan nasional dari tahun ke tahun akan memberikan gambaran tentang:

• Tingkat pertumbuhan ekonomi

• Terubahan struktur ekonomi, dan

• Peningkatan taraf kemakmuran masyarakat.

• Sebagai dasar dalam membuat ramalan dan perencanaan ekonomi di masa depan

• Menilai prestasi kegiatan ekonomi.

• Menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi yang dicapai

• Memberi informasi mengenai struktur kegiatan ekonomi.

• Memberi gambaran mengenai taraf kemakmuran.

(19)

Pengertian Perekonomian

Tiga Sektor

Perekonomian tiga sektor adalah perekonomian yang terdiri dari sector rumah tangga, perusahaan, dan pemerintah. Dengan demikian dalam menganalisis perekonomian tiga sektor pada hakikatnya akan diperhatikan peranan dan pengaruh pemerintahatas kegiatan dalam suatu pereknomian. Campur tangan pemerintah dalam perekonomian menimbulkan dua perubahan penting dalam proses penentuan keseimbangan pendapatan nasional, yaitu:

• Pungutan pajak yang dilakukan pemerintah akan mengurangi pengeluaran agregat melalui pengurangan atas konsumsi rumah tangga.

• Pajak memunungkinkan pemerintah melakukan perbelanjaan dan hal ini akan menaikkan perbelanjaan agregat.

(20)

Syarat

keseimbangan

Keseimbangan pendapatan nasional akan dicapai apabila penawaran agregat adalah sama dengan pengeluaran agregat. Dalam perekonomian yang tidak melakukan perdagangan luar negeri,penawaran agregat adalah sama dengan pendapatan nasionalnya (Y), yaitu sama dengan nilai barang dan jasa yang diproduksikan dalam suatu periode tertentu. Pengeluaran agregat, atau pengeluaran yang dilakukan oleh berbagai pihak dalam perekonomian tersebut meliputi tiga jenis perbelanjaan:

• Konsumsi rumah tangga (C)

• Investasi perusahaan (I) dan

• Pengeluaran pemerintah membeli barang dan jasa (G).

Dengan demikian, keadaan yang menciptakan keseimbangan dalam perekonomian tiga sektor adalah: penawaran agregat= pengeluaran agregat (Y= AE), atau:

Y=C+I+G

Kegiatan sektor perusahaan untuk memproduksikan barang dan jasa akan mewujudkan aliran pendapatan ke sektor rumah tangga (gaji dan upah,sewa,bunga,dan keuntungan) dan aliran ini sama nilainya dengan pendapatan nasional (Y). Pendapatan tumah tangga akan digunakan untuk tiga tujuan: membiayai konsumsi (C), di tabung (S) dan membayar pajak (T). Dengan demikian, berdasarkan kepada aliran pendapatan yang wujud dalam perekonomian tiga sektor, berlaku kesamaan berikut:

(21)

Uraian yang terdahulu telah menunjukkan bahwa dalam keseimbangan berlaku

kesamaan berikut: Y=C+I+G. Sedangkan pada setiap tingkat pendapatan nasional

berlaku kesamaan: Y=C+S+T. Dengan demikian dengan keseimbangan pendapatan

nasional berlaku kesamaan berikut:

C+I+G=C+S+T

Apabila C dikurangi dari setiap ruas maka:

I+G=S+T

Dalam perekonomian tiga sektor I dan G adalah suntikan ke dalam sirkulasi aliran

pendapatan, sedangkan S dan T adalah kebocoran. Dengan demikian, dalam

keseimbangan ekonomi tiga sektor juga berlaku keadaan: suntikan=kebocoran.

Sebagai kesimpulan dapatlah dirumuskan dahwa dalam perekonomian tiga sektor

yang mencapai keseimbangan akan berlaku keadaan yang berikut:

(22)

Jenis-Jenis Pajak

Pajak objektif

Pajak objektif adalah pajak yang dikenakan berdasarkan aktivitas ekonomi para wajib pajak.

Misalnya, PPN dikenakan kepada mereka yang membeli barang dan jasa kena pajak.

Pajak subjektif

Pajak subjektif adalah pajak yang dipungut dengan melihat kemampuan wajib pajak.

Misalnya pendapatan. Jika pendapatanmakin besar, maka beban pajaknya makin besar

.

Pajak Langsung

Pajak langsung adalah pajak yang beban pajaknya tidak dapat digeser kepadawajib pajak yang

lain. Contohnya PPh dan PBB.

Pajak Tidak Langsung

(23)

Bentuk-bentuk pajak pendapatan:

Pajak regresif

Sistem pajak yang persentasi pungutan pajaknya menurun apabila

pendapatan yang dikenakan pajak menjadi bertambah tinggi.

Pajak proposional

Persentasi pungutan pajak yang tetap besarnya pada berbagai tingkat

pendapatan, yaitu dari pendapatan yang sangat rendah kepada yang sangat

tinggi.

Pajak progresif

(24)

Multiplier dalam

perekenomian

tiga sektor

1. Multiplier investasi

Untuk menghitung nilai multiplier investasi. Dimisalkan nilai invetasi bertambah dari I menjadi I1 dan pertambahannya adalah ΔI .

a. Sistem pajak tetap

Pertambahan investasi sebesar ΔI akan menambah pendapatan nasional dari:

Y= 1/(1-b ) (a-〖bT〗_x+ I+G) Menjadi Y= 1/(1-b ) (a- 〖bT〗_x+ I+ CI+G)

Dengan demikian proses multiplier menambah pendapatan nasional sebesar seperti yang dinyatakan persamaan berikut: ΔY=Y1- Y= 1/(1-b) ΔI

Dari persamaan ini dapat disimpulkan bahwa dalam perekonomian tiga sektor dengan pajak tetap, pertambahan investasi sebanyak ΔI akan menambahkan PN sebanyak (1/(1-b)) kali pertambahan invetasi. Dengan demikian nilai multiplier yaitu ΔY / ΔI, adalah: Multiplier investasi (pajak tetap)= 1/(1-b)

b. Sistem pajak proporsional

(25)

2. Multiplier pengeluaran pemerintah.

a. Sistem pajak tetap

Dalam perekonomian yang menggunakan sistem pajak tetap. Nilai

multiplier pengeluaran pemerintah adalah 1/(1-b) dan

kenaikan

pendapatan

nasional (ΔY) dapat dihitung dengan

persamaan:

ΔY= 1/(1-b) ΔG

b.

Sistem pajak proporsional

(26)

3. Multiplier pajak

a. Sistem pajak tetap

Pengurangan pajak sebanyak ΔI akan menambah PN (ΔY)

sebanyak b/(1-b) dikali dengan pengurangan pajak yang dilakukan.

Dalam pajak tetap nilai multiplier perubahan pajak (MT) adalah:

M_T= ΔY/ΔT= b/(1-b )

b.

Sistem pajak proporsional

Pertambahan dalam pendapatan nasional (

ΔY = Y2 – Y

)

dapat ditentukan dengan menggunakan formula:

ΔY= 1/(1-b+bt) (tΔT)   atau   ΔY= b/(1-b+bt) (ΔT)

 

(27)

Referensi

Dokumen terkait

Produk Nasional Bruto ( Gross National Product ) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun;

Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun;

Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama

Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu

Dengan demikian Produk Domestik Bruto atau dalam istilah inggrisnya Gross Domestic Product (GDP), adalah nilai barang dan jasa dalam suatu negara yang diproduksikan oleh

Produk Nasional Bruto ( Gross National Product ) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama

Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama

KOMPONEN PENDAPATAN NASIONAL a Produk Domestik Bruto PDB atau Gross Domestic Product GDP => jumlah seluruh produksi barang dan jasa yang dihasilkan masayarakat suatu negara