• Tidak ada hasil yang ditemukan

FILSAFAT DAN NILAI BUDAYA PENDIDIKAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "FILSAFAT DAN NILAI BUDAYA PENDIDIKAN"

Copied!
147
0
0

Teks penuh

  • Pengajar:
    • Bapak Suyono Drs.Mpd
  • Sekolah: Universitas Muria Kudus
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Guru Sekolah Dasar
  • Topik: Filsafat Dan Nilai Budaya Pendidikan
  • Tipe: tugas terstruktur
  • Tahun: 2015
  • Kota: Kudus

I. DEFINISI FILSAFAT PENDIDIKAN

Filsafat pendidikan merupakan penerapan pandangan dan prinsip-prinsip filsafat dalam konteks pendidikan. Menurut Al-Syaibany, filsafat pendidikan mencerminkan pelaksanaan filsafat umum yang berfokus pada penyelesaian masalah pendidikan secara praktis. Hal ini melibatkan pemahaman tentang hakikat kehidupan, manusia, masyarakat, dan realitas akhir. Filsafat pendidikan berupaya mendalami konsep-konsep pendidikan dan memahami akar masalah yang dihadapi dalam pendidikan.

II. FILSAFAT PENDIDIKAN IDEALISME

Idealisme menekankan pentingnya pikiran dan jiwa dalam pendidikan. Dalam konteks ini, pendidikan diarahkan untuk mengembangkan karakter dan spiritualitas siswa. Aliran ini berakar dari pemikiran Plato yang menganggap bahwa dunia ide adalah realitas sejati. Dalam pendidikan, idealisme mendorong pengajaran yang berpusat pada individu dan pengembangan potensi spiritual mereka. Tujuan pendidikan idealisme adalah membentuk individu yang harmonis dan berkontribusi positif kepada masyarakat.

2.1. Latar Belakang (Sejarah) Aliran Idealisme

Aliran idealisme muncul sebagai respons terhadap perubahan sosial dan budaya di Athena kuno. Plato, sebagai tokoh utama, menekankan bahwa realitas yang lebih tinggi adalah dunia ide, yang tidak terpengaruh oleh dunia material. Idealisme berkembang melalui pemikiran para filsuf seperti Descartes dan Kant, yang menekankan pentingnya akal dan jiwa dalam memahami dunia.

2.2. Tokoh-Tokoh Aliran Filsafat Idealisme

Tokoh-tokoh penting dalam idealisme termasuk Plato, Immanuel Kant, dan Hegel. Mereka berkontribusi pada pemahaman tentang hakikat kebenaran dan realitas melalui konsep ide dan akal. Pendidikan idealisme menekankan bahwa guru harus membimbing siswa untuk menemukan pengetahuan dari dalam diri mereka sendiri, bukan hanya menerima informasi.

2.3. Esensi Aliran Idealisme

Idealisme mengajarkan bahwa realitas fisik hanya dapat dipahami melalui jiwa dan pikiran. Hal ini menciptakan dua jenis realitas: yang tampak dan yang sejati. Dalam pendidikan, tujuan idealisme adalah membentuk karakter dan mengembangkan kemampuan spiritual siswa, sehingga mereka dapat berkontribusi pada masyarakat.

III. FILSAFAT PENDIDIKAN REALISME

Realisme berfokus pada fakta dan realitas yang dapat diamati. Dalam pendidikan, realisme menekankan pentingnya pengalaman dan pengamatan langsung dalam proses belajar. Pendidikan berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Realisme membedakan antara dunia fisik dan dunia spiritual, dengan tujuan untuk mendidik individu agar dapat beradaptasi dengan lingkungan mereka.

3.1. Pengertian Realisme

Realisme adalah filsafat yang muncul pada zaman modern yang menekankan bahwa objek atau dunia luar adalah nyata dan dapat dipahami melalui pengamatan. Realisme berbeda dari idealisme, yang lebih menekankan pada pikiran dan ide. Dalam konteks pendidikan, realisme mendorong siswa untuk belajar dari pengalaman dan pengamatan langsung.

3.2. Bentuk-Bentuk Aliran Realisme

Realisme memiliki beberapa bentuk, termasuk realisme rasional dan realisme religius. Realisme rasional menekankan pada penggunaan akal untuk memahami dunia, sedangkan realisme religius mengaitkan pendidikan dengan nilai-nilai spiritual. Kedua pendekatan ini memberikan landasan bagi pengembangan pendidikan yang seimbang antara pengetahuan dan moral.

IV. PENUTUP

Filsafat pendidikan, baik idealisme maupun realisme, memiliki implikasi yang signifikan dalam menentukan tujuan dan metode pendidikan. Keduanya memberikan perspektif yang berbeda namun saling melengkapi dalam memahami proses pendidikan. Dengan memahami kedua aliran ini, pendidik dapat merancang kurikulum dan strategi pengajaran yang lebih efektif untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan.

V. DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka mencakup semua sumber yang digunakan untuk menyusun makalah ini, termasuk buku dan artikel yang relevan dengan tema filsafat pendidikan.

Referensi

Dokumen terkait

Keempat, bahasa dan budaya dapat difilsafati sebagai satu bidang kajian interdisipliiner yang secara ontologis diramu dari ilmu bahasa dan kebudayaan sebagai pilar

dalam bidang Teknologi, akan tetapi kemajuan tersebut bukan dinikmati penduduk pribumi melainkan hanyalah sebagai peningkatan hasil penjajahannya, begitu pula dengan

Aktivitas ziarah kubur sebagian golongan dalam Islam bukan mendo'akan arwah leluhur melainkan telah melenceng jauh, yakni ziarah dianggap sebagai sarana komunikasi antara

dikatakan mengajarkan pendidikan seks bukan hanya mengajarkan hubungan badan semata, melainkan sebagai upaya pemberian pemahaman kepada anak-anak, sesuai dengan

Sebagai unsur pencapaian tujuan, maksudnya sarana pendidikan bukan semata-mata sebagai alat bantu atau alat pelengkap, melainkan bersama-sama dengan bahan pelajaran dan

Keempat , bahasa dan budaya dapat difilsafati sebagai satu bidang kajian interdisipliiner yang secara ontologis diramu dari ilmu bahasa dan kebudayaan sebagai pilar keilmuan

Keempat , bahasa dan budaya dapat difilsafati sebagai satu bidang kajian interdisipliiner yang secara ontologis diramu dari ilmu bahasa dan kebudayaan sebagai pilar keilmuan

Maka dari itu, filsafat pendidikan sebagai salah satu bukan satu-satunya ilmu terapan, adalah cabang ilmu pengetahuan yang memusatkan perhatiannya pada penerapan pendekatan