• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PENGARUH RELATIONSHIP MARKETING TERHADAP CUSTOMER LOYALTY DENGAN CUSTOMER SATISFACTION DAN ISLAMIC CORPORATE IMAGE SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Kasus BANK BRI Syariah Kantor Cabang Pembantu Purwodadi) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Tugas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "ANALISIS PENGARUH RELATIONSHIP MARKETING TERHADAP CUSTOMER LOYALTY DENGAN CUSTOMER SATISFACTION DAN ISLAMIC CORPORATE IMAGE SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Kasus BANK BRI Syariah Kantor Cabang Pembantu Purwodadi) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Tugas "

Copied!
138
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

ii

ANALISIS PENGARUH

RELATIONSHIP MARKETING

TERHADAP

CUSTOMER LOYALTY

DENGAN

CUSTOMER SATISFACTION

DAN

ISLAMIC

CORPORATE IMAGE

SEBAGAI VARIABEL

INTERVENING

(Studi Kasus BANK BRI Syariah Kantor Cabang Pembantu

Purwodadi)

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat

Guna Memperoleh GelarSarjana Ekonomi (S.E)

Disusun Oleh

ANNA RAHMAWATI

NIM 213 14 057

PROGRAM STUDI S1 PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA

(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

vii MOTTO

“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu (Muhammad)

dadamu. dan (bukankah) Kami telah menghilangkan darimu

bebanmu. yang memberatkan punggungmu. Dan Kami tinggikan

bagimu sebutan (nama)mu. Karena sesungguhnya, sesudah

kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya, sesudah kesulitan

itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu

urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.

dan hanya kepada Rabb-

mulah hendaknya kamu berharap”

(8)

viii

PERSEMBAHAN

Ucapan syukur kepada Allah SWT yang telah memberiku kekuatan dan

membekaliku dengan ilmu. Atas karunia dan kemudahan yang Engkau berikan

akhirnya skripsi ini bisa terselesaikan. Kupersembahkan skripsi ini kepada :

1. Kedua orang tua Bapak Sunardi dan Ibu Hartini, terima kasih atas segala

perjuangan dan doa yang tak henti-hentinya dipanjatkan untukku. Semoga

anakmu bisa menjadi apa yang kalian harapkan.

2. Saudara-Saudaraku; Mbak. Heni, Mas. Beni, Mas. Didik, Mbak. Wulan,

Mas. Irul terima kasih atas segala dukungan dan perhatian yang telah

kalian curahkan untukku. Tak lupa kepada Ms. Nanang semoga Allah

mempertemukan kita kelak disana.

3. Sahabat-sahabatku; Ika, Noorohmah, Dini, Intan, Azizah terima kasih

telah memberikan warna tersendiri dalam hidupku, atas segala tawa dan

tangis yang telah kita lalui bersama. Semoga Allah memperpanjang kisah

kita.

4. Kepada Kalian yang sedang berjuang mengerjakan skripsi, nikmatilah

prosesnya karena kalian akan merindukan saat-saat itu. Berjuanglah dan

libatkan Tuhanmu.

(9)

ix

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb. Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan

manusia sebagai makhluk yang paling sempurna, hanya kepada-Nya-lah tempat

kita mengadu, karena Dia maha Maha Memberi Pertolongan kepada hamba-Nya.

Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi

Muhammad SAW yang selalu kita nantikan syafaatnya kelak di Yaumul Akhir.

Rasa syukur yang teramat dalam penulis haturkan kepada Allah SWT atas

segala rahmat, hidayah dan inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan

skripsi dengan judul “Analisis Pengaruh Relationship Marketing Terhadap

Customer Loyalty Dengan Customer Satisfaction dan Islamic Corporate Image

Sebagai Variabel Intervening”. Penulisan skripsi ini dapat terselesaikan atas

bantuan, dukungan, bimbingan dan saran serta doa dari semua pihak. Dengan

kerendahan hati, penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak Dr. H. Rahmat Hariyadi, M.Pd selaku Rektor Institut Agama Islam

Negeri Salatiga.

2. Bapak Dr. Anton Bawono, SE. M.SI selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan

Bisnis Islam.

3. Ibu Fetria Eka Yudiana, M.Si selaku Ketua Program Studi S1 Perbankan

Syariah.

4. Bapak Dr. Faqih Nabhan, M.M. selaku Pembimbing Skripsi yang telah

(10)

x

5. Seluruh Dosen dan Staf IAIN Salatiga yang telah membantu penulis dalam

menempuh studi selama ini.

6. Supervisor Cabang Pembantu BRIS Purwodadi Bapak Mohammad

Muchlisin yang telah memberikan ijin peneliti untuk melakukan penelitian

di BRIS KCP Purwodadi

7. Kedua orang tua ku; Sunardi dan Hartini, Saudara-saudara ku; Mb. Heny,

Ms. Beni, Ms. Didik, Mb. Wulan, Ms. Irul yang telah memberikan

dukungan, perhatian dan doa yang selalu mengiringi setiap langkahku

sehingga proses pembuatan skripsi ini dapat berjalan dengan lancar.

8. Teman-teman ku; Ika Rosidah, Noorohmah, Anna Intan Wahida, Fitriya

Dini Qoyyimah, Khairul Azizah terima kasih atas semangat, doa dan

perhatian yang selalu kalian berikan.

9. Keluarga besar PS S1 angkatan 2014 yang telah memberikan warna

tersendiri dalam hidupku.

10. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi yang tidak

(11)

xi ABSTRAK

Rahmawati, Anna. 2018. Analisis Pengaruh Relaionship Marketing terhadap Customer Loyalty dengan Customer Satisfaction dan Islamic Corporate Image (Studi Kasus BANK BRI Syariah Kantor Cabang Pembantu Purwodadi). Skripsi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Progam Studi S-1 Perbankan Syariah IAIN Salatiga. Pembimbing: Dr. Faqih Nabhan, M.M.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh

relationship marketing terhadap customer loyalty dengan customer satisfaction dan islamic corporate image sebagai variabel intervening. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan path analysis sebagai alat analisis.

Metode pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada nasabah Bank BRI Syariah Kantor Cabang Pembantu Purwodadi. Sampel diambil sebanyak 160 responden dengan tehnik

convinience sampling. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan alat bantu SPSS versi 22. Analisis ini meliputi uji reliabilitas, uji validitas. Alat analisis meliputi uji R2, uji statistik F,uji statistik T dan uji asumsi klasik.

Hasil uji statistik t menunjukkan bahwa relationship marketing

berpengaruh positif dan signifikan terhadap customer loyalty, customer satisfaction berpengaruh berpengaruh positif dan signifikan terhadap

customer loyalty, islamic corporate image berpengaruh positif dan signifikan terhadap customer loyalty. Berdasarkan hasil uji path analysis relationship marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap

customer loyalty melalui customer satisfaction dan relationship marketing

berpengaruh positif dan signifikan terhadap customer loyalty melalui

islamic corporate image.

(12)

xii

PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT ... vi

MOTTO... vii

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 8

C. Tujuan Penelitian ... 9

D. Kegunaan Penelitian ... 9

E. Sistematika Penulisan ... 10

BAB II LANDASAN TEORI ... 12

A. Telaah Pustaka... 12

B. Kerangka Teori ... 17

C. Kerangka Penelitian... 36

D. Hipotesis ... 37

BAB III METODE PENELITIAN... 43

(13)

xiii

B. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 43

C. Populasi dan Sampel... 43

D. Teknik Pengumpulan Data ... 45

E. Skala Pengukuran ... 45

F. Definisi Konsep dan Operasional ... 46

G. Instrumen Penelitian ... 48

H. Uji Instrumen Penelitian... 50

I. Alat Analisis ... 51

BAB IV ANALISIS DATA ... 56

A. Deskripsi Obyek Penelitian ... 56

B. Analisis Data ... 64

1. Uji Instrumen Penelitian ... 64

a. Uji Reliabilitas ... 64

b. Uji Validitas ... 65

2. Uji Asumsi Klasik ... 66

a. Uji Multikolonieritas ... 66

b. Uji Heteroskedastisitas ... 67

c. Uji Normalitas ... 69

3. Uji Statistik ... 70

a. Uji Koefisien Determinasi (R2) ... 70

b. Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F) ... 71

c. UjiSignifikansi Parameter Individual (Uji Statistik t) ... 72

4. Analisis Jalur (Path Analysis)... 73

5. Pengujian Hipotesis ... 83

C. Pembahasan Hasil Uji Hipotesis ... 89

BAB V PENUTUP ... 97

A. Kesimpulan ... 97

B. Saran ... 98

(14)

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Research Gap ... 7

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ... 16

Tabel 2.2,Hipotesis ... 42

Tabel 3.1 Indikator Penelitian ... 48

Tabel 4.1 Jenis Kelamin Responden ... 59

Tabel 4.2 Usia Responden... 60

Tabel 4.3 Pekerjaan Responden ... 61

Tabel 4.4 Lama Menjadi Nasabah ... 62

Tabel 4.5 Penghasilan Responden... 63

Tabel 4.6 Uji Reliabilitas ... 64

Tabel 4.7 Uji Validitas ... 65

Tabel 4.8 Uji Multikolonieritas ... 67

Tabel 4.9 Uji Heterokedastisitas ... 68

Tabel 4.10 Uji Normalitas ... 69

Tabel 4.11 Uji koefisien Determinan ... 70

Tabel 4.12 Uji Signifikansi Simultan (Uji F) ... 72

Tabel 4.13 Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Statistik T) ... 73

Tabel 4.14 Uji Simultan Regresi Pertama ... 74

Tabel 4.15 Hasil Persamaan Regresi Pertama... 74

Tabel 4.16 Uji Simultan Regresi Kedua ... 77

Tabel 4.17 Hasil Persamaan Regresi Kedua ... 77

Tabel 4.18 Ujji Simultan Regresi Ketiga ... 80

Tabel 4.19 Hasil Persamaan Regresi Ketiga ... 81

(15)

xv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran ... 36

Gambar 4.1 Struktur Organisasi ... 59

Gambar 4.2 Persamaan Regresi Pertama ... 76

Gambar 4.3 Persamaan Regresi Kedua ... 79

(16)

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

Pernyataan Kesediaan Publikasi

Declaration

Daftar Riwayat Hidup

Kuesioner Penelitian

Data Mentah

Output Hasil Analisis Data

Surat Ijin Penelitian

(17)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pada saat ini, perkembangan perbankan syariah sebagai bagian dari

aplikasi sistem ekonomi syariah di Indonesia telah memasuki babak baru.

Pertumbuhan industri perbankan syariah telah bertransformasi dari hanya

sekedar memperkenalkan suatu alternatif praktik perbankan syariah

menjadi bagaimana bank syariah menempatkan posisinya sebagai pemain

utama dalam pertumbuhan ekonomi di tanah air. Bank syariah memiliki

potensi besar untuk menjadi pilihan utama dan pertama bagi nasabah

dalam pilihan transaksi mereka. Hal itu ditunjukkan dengan akselerasi

pertumbuhan dan perkembangan perbankan syariah di Indonesia.

Seiring dengan pertumbuhan perbankan syariah, dinamika

kompetisi di antara pelaku bank syariah yang semakin tinggi. Dengan

demikian, sebuah bank harus melakukan berbagai upaya pembaharuan

yang tidak kenal henti untuk dapat menjadi pemain utama pada

segment-nya. Umumnya hampir semua perusahaan berupaya untuk

mengembangkan hubungan melalui pemasaran relasional pelanggan

jangka panjang yang menguntungkan. Hubungan relasional tersebut akan

berdampak pada semakin seringnya produk perusahaan dibeli pelanggan.

Hal ini menunjukkan semakin meningkatnya tingkat kepuasan pelanggan

sekaligus menggambarkan terdapatnya peningkatan loyalitas pelanggan.

(18)

2

sehingga akan meningkatkan hasil penjualan dan laba jangka panjang

(Sofjan, 2013).

Sivesan (2012) mengatakan bahwa relationship marketing

merupakan konsep yang sangat penting untuk dapat menarik serta

mempertahankan pelanggan. Dalam dunia bisnis modern, fokus pemasaran

mencerminkan pergerakan perubahan dari pemasaran transaksional ke

relationship marketing.

Kegiatan pemasaran saat ini lebih mengarah kepada sebuah

hubungan antara perusahaan dengan pelanggannya, salah satunya melalui

upaya relationship marketing. Hubungan antara perusahaan dan pelanggan

yang dekat dan terjalin baik akan dapat memuaskan pelanggannya, karena

pelanggan merasa diperhatikan dan perusahaan mengenal pelanggannya

dengan baik.

Vegholm (2011) dalam penelitiannya mengatakan adopsi strategi

relationship marketing dapat meningkatkan perasaan positif pelanggan

terhadap bank. Pendekatan ini tidak hanya akan menyebabkan citra yang

lebih positif seperti yang dirasakan oleh pelanggan bank tetapi juga dapat

menyebabkan iklan dari mulut ke mulut (word of mouth) dan reputasi yang

lebih positif. Citra perusahaan akan tergantung pada cara para karyawan

berinteraksi dan mengelola hubungan dengan pelanggan mereka.

Untuk menarik konsumen, perusahaan harus mempunyai citra yang

baik karena perusahaan dengan citra yang baik dapat membuat konsumen

(19)

3

mempunyai citra (Wijayanto, 2013). Bila perusahaan dapat membuat

kesan yang baik kepada konsumen, maka konsumen akan melakukan

pembelian berulang pada perusahaan tersebut. Perusahaan harus menjaga

dengan baik konsumen yang telah percaya pada perusahaan dengan

berbagai cara.

Hubungan antara citra perusahaan terhadap loyalitas pelanggan

setia tidaknya konsumen pada suatu produk atau jasa dapat dilihat dari

sikapnya. Seberapa kuat citra perusahaan tertanam dalam benak atau

ingatan konsumen berpengaruh terhadap perilaku atau sikap pelanggan

selanjutnya, jika citra dari sebuah perusahaan baik maka pelanggan akan

memiliki rasa kebanggan menjadi pengguna dari produk atau jasa tersebut.

Kinerja kemajuan pemasaran perusahan yang mendasar diukur dari

kepuasan pelanggan. Dengan mengukur peningkatan kepuasan pelanggan,

akan terlihat tingkat pertumbuhan keuntungan ekonomis atas kualitas

produk berupa barang atau jasa yang ditawarkan perusahaan (Sofjan,

2003). Dengan terpenuhinya kebutuhan pelanggan, maka akan mudah

pelanggan tersebut untuk menjadi loyal. Hurriyati (2005) menjelaskan

bahwa loyalitas lebih mengacu pada wujud perilaku dari unit-unit

pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian secara terus-menerus

terhadap barang atau jasa suatu perusahaan yang dipilih. Pembelian barang

secara terus menerus menunjukkan adanya kepuasan terhadap barang

tersebut, sehingga terciptalah loyalitas pelanggan terhadap barang yang

(20)

4

Penelitian ini dimaksudkan sebagai upaya pengembangan studi

empiris tentang pengaruh implementasi relationship marketing terhadap

loyalitas. Perusahaan jasa dalam mempertahankan pelanggannya, harus

mampu menjalin hubungan yang baik dalam jangka panjang dan

relationship marketing merupakan salah satu strategi yang dapat

diimplementasikan untuk menunjang tercapainya tujuan tersebut.

Relationship marketing yang berhasil akan membentuk pelanggan yang

loyal (Prasasti et all, 2003). Loyalitas pelanggan merupakan isu yang

penting untuk diteliti, karena isu ini diperkirakan berimplikasi pada

profitabilitas dan kinerja sebuah perusahaan dalam jangka panjang (Sofjan,

2003).

Penelitian tentang pengaruh relationship marketing terhadap

customerloyalty telah banyak dilakukan. Dalam penelitian yang dilakukan

oleh Synathra dan Sunarti (2018) menunjukan bahwa variabel relationship

marketing berpengaruh positif terhadap loyalitas nasabah yang berarti ada

pengaruh positif yang signifikan antara variabel relationship marketing

dengan loyalitas nasabah. Dalam penelitian ini dijelaskan bahwa

relationship marketing yang dijalankan sungguh-sungguh akan

menghasilkan loyalitas yang tinggi dari para nasabahnya. Hal ini sangat

menguntungkan bagi pihak bank selain nasabahnya menjadi loyal pihak

bank bisa mendapatkan keuntungan dengan bertambahnya nasabah baru

(21)

5

Octafilia dan Oktavia (2018) menemukan bahwa relationship

marketing berpengaruh positif terhadap loyalitas. Dalam penelitiannya

disebutkan bahwa dengan meningkatkan interaksi dengan pelanggan akan

meningkatkan hubungan kerjasama jangka panjang yaitu dengan tetap

konsisten menjaga komitmen bersama dan kepercayaan.

Hal yang serupa juga ditemukan dalam penelitian yang dilakukan

oleh Putri dan Nursinta (2017) menemukan bahwa relationship marketing

berpengaruh positif terhadap loyalitas. Dalam penelitiannya disebutkan

bahwa dengan memjaga kepercayaan, komitmen dan komunikasi dengan

pelanggan kesadaran pelanggan terhadap suatu produk akan meningkatkan

loyalitas. Hal tersebut juga didukung oleh penelitian yang dilakukan

Widiastuti dan Wahyuati (2014) yang menyatakan bahwa relationship

marketing berpengaruh signifikan terhadap customer loyalty. Dalam

penelitian ini dijelaskan bahwa semakin baik interaksi yang dilakukan

perusahaan dengan pelanggan melalui komunikasi dua arah antara yang

bertujuan untuk saling bertukar informasi akan semakin meningkatkan

loyalitas konsumen yang menjadi pelanggan.

Beberapa peneliti menemukan bahwa tidak selamanya relationship

marketing akan berpengaruh terhadap customer loyalty. Hal tersebut

ditemukan dalam penelitian yang dilakukan oleh Kurnia Sari (2017) hasil

penelitian menunjukan bahwa relationship marketing tidak berpengaruh

signifikan terhadap customer loyalty. Hal ini dikarenakan kurang

(22)

6

progam relationship marketing tdak berjalan dengan maksimal.

Sependapat dengan penelitian yang dilakukan oleh Khotimah et all (2016)

bahwa relationship marketing berpengaruh tidak signifikan dan negatif

terhadap loyalitas nasabah. Dikatakan juga bahwa relationship marketing

tidak dijadikan ukuran seseorang akan menjadi loyal.

Penelitian yang sama juga dilakukan oleh Yuliati et all (2015) hasil

penelitian menunjukan bahwa variabel relationship marketing

memberikan pengaruh yang tidak signifikan terhadap loyalitas. Dalam

penelitiannya menunjukan hasil bahwa relationship marketing mempunyai

pengaruh yang kecil terhadap loyalitas pelanggan, sehingga tidak dapat

dijadikan seseorang akan menjadi loyal. Hal yang serupa juga ditemukan

dalam penelitian yang dilakukan Ersi dan Semuel (2014) yang

menunjukan bahwa variabel relationship marketing berpengaruh negatif

tidak signifikan terhadap loyalitas konsumen. Hal ini menunjukan bahwa

membangun hubungan dengan pelanggan tidak berpengaruh terhadap

naiknya loyalitas konsumen.

Berdasarkan beberapa temuan hasil penelitian diatas, Berikut

(23)

7

Tabel 1.1

ResearchGap

GAP PENULIS TEMUAN

Isu : Relationship Marketing terhadap Customer Loyalty

Research Gap : Terdapat perbedaan hasil penelitian pengaruh

RelationshipMarketing terhadap CustomerLoyalty Relationship

relationship marketing yang dijalankan sungguh-sungguh akan menghasilkan loyalitas yang tinggi dari para nasabahnya

Octafilia dan

Oktavia, 2018

Dengan meningkatkan

interaksi dengan pelanggan akan meningkatkan hubungan kerjasama jangka panjang Putri dan Nursinta,

2017

kesadaran pelanggan akan

suatu produk akan

meningkatkan loyalitas Widyastuti dan

Wahyuati, 2014

Semakin baik interaksi yang dibangun dengan pelanggan akan meningkatkan loyalitas pelanggan

Kurnia Sari, 2017 relationship marketing tidak berpengaruh terhadap customer

relationship marketing tidak dijadikan ukuran seseorang akan menjadi loyal.

Yuliati etall, 2015 relationship marketing tidak dapat dijadikan seseorang akan menjadi loyal.

Ersi dan Semuel, 2014

membangun hubungan dengan pelanggan tidak berpengaruh terhadap naiknya loyalitas konsumen.

(24)

8

Dari telaah beberapa hasil temuan penelitian diatas maka

ditemukan inkonsistensi hasil penelitian tentang pengaruh relationship

marketing terhadap customer loyalty. Berdasarkan permasalahan di atas

peneliti tertarik untuk mengambil judul "ANALISIS PENGARUH

RELATIONSHIP MARKETING TERHADAP CUSTOMER LOYALTY

DENGAN CUSTOMER SATISFACTION DAN ISLAMIC CORPORATE

IMAGE SEBAGAI VARIABEL INTERVENING"

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas dapat dijadikan

sebagai perumusan masalah sebagai berikut :

1. Bagaimana pengaruh relationship marketing terhadap customer

loyalty ?

2. Bagaimana pengaruh relationship marketing terhadap customer

satisfaction ?

3. Bagaimana pengaruh customer satisfaction terhadap customer

loyalty ?

4. Bagaimana pengaruh relationship marketing terhadap islamic

corporate image ?

5. Bagaimana pengaruh islamic corporate image terhadap customer

(25)

9 C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas dapat diambil tujuan

penelitian sebagai berikut :

6. Untuk menganalisis pengaruh relationship marketing terhadap

customer loyalty.

7. Untuk menganalisis pengaruh relationship marketing terhadap

customer satisfaction.

8. Untuk menganalisis pengaruh customer satisfaction terhadap

customer loyalty.

9. Untuk menganalisis pengaruh relationship marketing terhadap

islamic corporate image.

10.Untuk menganalisis pengaruh islamiv corporate image terhadap

customer loyalty

D. Kegunaan Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai

berikut :

1. Secara teoritis

Diharapkan penelitian ini dapat mengembangkan ilmu pengetahuan

khususnya pada manajemen pemasaran.

2. Secara praktisi

Menjadi bahan masukan bagi perusahaan atau lembaga mengenai

praktek pemasaran terutama tentang membangun hubungan jangka

(26)

10

3. Bagi masyarakat

Dengan penelitian ini masyarakat akan tahu seberapa besar

pengaruh relationship marketing terhadap customer loyalty. Sekaligus

sebagai wawasan bagi masyarakat tentang manajemen pemasaran

khususnya pada pemasaran relasional.

E. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dari penelitian terdiri dari beberapa bagian

utama sebagai berikut:

BAB I: PENDAHULUAN

Bab ini akan menjelaskan mengenai latar belakang pemilihan judul

penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian dan

sistematika penulisan.

BAB II: LANDASAN TEORI

Bab ini akan membahas teori-teori yang berkaitan dengan

relationship marketing yang berpengaruh terhadap customer loyalty

dengan menggunakan variabel customersatisfaction dan islamic corporate

image sebagai variabel intervening.

BAB III: METODE PENELITIAN

Bab menjabarkan tentang jenis penelitian yang akan digunakan,

lokasi serta waktu dalam melakukan penelitian, cara penentuan populasi

dan sample yang akan digunakan, tehnik dalam pengumpulan data, skala

pengukuran yang akan digunakan, definisi konsep dan operasional,

(27)

11 BAB IV: ANALISIS DATA

Bab ini akan membahas tentang deskripsi dari objek penelitian,

analisis data dan pembahasan.

BAB V: PENUTUP

Bab ini akan memuat kesimpulan isi dari keseluruhan uraian

bab-bab sebelumnya dan saran-saran dari hasil yang diperoleh dan diharapkan

(28)

12 BAB II

LANDASAN TEORI

A. Telaah Pustaka

Synathra dan Sunarti (2018) melakukan penelitian tentang

relationship marketing terhadap customer satisfaction dan dampaknya

terhadap customer loyalty. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian

explanatory research atau penelitian penjelasan dengan menggunakan

pendekatan kuantitatif dengan responden sebesar 116 orang. Analisis data

yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis jalur (path analysis).

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel relationship

marketing dan customer satisfaction berpengaruh positif dan signifikan

terhadap customer loyalty.

Octafilia dan Oktavia (2018) melakukam penelitian relationship

marketing dengan memggunakan variabel (understanding customer

expectation, building partnership, total quality management) terhadap

customer loyalty. Penelitian ini dilakukan dengan menyebar kuesioner

kepada 65 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis

kuantitatif yaitu menganalisis melalui perhitungan statistic. Dimana

tahapan awal proses pengolahan data yaitu dengan melakukan uji validitas

dan uji reliabilitas untuk menguji kelayakan kuesioner selanjutnya

dilakukan uji asumsi klasik serta uji hipotesis. Hasil dari penelitian ini

(29)

13

expectation, building partnership, total quality management) berpengaruh

positif dan signifikan terhadap customer loyalty.

Putri dan Nursinta (2017) melakukan penelitian tentang pengaruh

relationship marketing terhadap customer loyalty. Indikator relationship

marketing yang dilakukan dalam penelitiam ini mencakup (kepercayaan,

komitmen dan komunikasi). Metode penelitian yang digunakan adalah

deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis korelasi dan regresi.

Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa semua indikator

relationship marketing (kepercayaan, komitmen dan komunikasi) bernilai

positif dan berpengaruh signifikan terhadap customer loyalty.

Widyastuti dan Wahyuati (2014) dalam penelitiannya tentang

pengaruh relationship marketing terhadap customer loyalty. Dimana

variabel independen dari relationship marketing terdiri dari customer

value (X1), customer satisfaction (X2) dan interaksi (X3) sedangkan

variabel customer loyalty bertindak sebagai variabel dependen (Y). Tehnik

pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah simple random sampling

dengan jumlah responden 60 orang. Tehnik analisa yang digunakan adalah

analisa regresi berganda. penelitian ini termasuk dalam penelitian kausal

yaitu untuk mengidentifikasi hubungan sebab akibat antar variabel. Hasil

dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang positif dan signifikan

antara variabel relationship marketing (customer value, customer

(30)

14

Pranomo et all (2016) melakukan penelitian tentang relationship

marketing terhadap customer loyalty dengan customer satisfaction sebagai

variabel intervening. Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan

teknik accidental sampling. Sampel dihitung menggunakan rumus slovin

diperoleh sebanyak 100 responden. Metode pengumpulan data dilakukan

dengan dokumentasi, dan kuesioner. Metode analisis data penelitian ini

menggunakan path analysis dengan tingkat signifikan sebesar 5%. Hasil

penelitian menunjukkan kepuasan nasabah berpengaruh positif terhadap

loyalitas nasabah.

Ramesh Neupane (2015) melakukan penelitian tentang pengaruh

brand image terhadap customer satisfaction dan customer loyalty.

Hipotesis dibentuk atas dasar literature yang ada dan data dikumpulkan

untuk menguji hipotesis sehingga penelitian ini termasuk dalam penelitian

deduktif. Sampel yang di gunakan adalah 120 pelanggan dipilih melalui

teknik convenience sampling. Alat statistic dan matematika seperti analisis

persentase, korelasi dan analisis regresi digunakan untuk analisis data

melalui SPSS 20. Penelitian ini menegaskan bahwa kepuasan pelanggan

memiliki efek positif yang signifikan pada niat loyalitas pelanggan dalam

suatu organisasi.

Sof'an dan Supriyadi (2016) melakukan penelitian tentang kualitas

jasa syariah terhadap loyalitas. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan

kuantitatif dengan menyebar kuesioner kepada 100 orang responden.

(31)

15

analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa

kualitas jasa syariah berpengaruh terhadap loyalitas nasabah.

Munawaroh (2016) dalam penelitiannya tentang penerapan

nilai-nilai islam terhadap loyalitas nasabah. Penelitian ini termasuk dalam jenis

penelitian kuantitatif menggunakan analisis regresi berganda dan didukung

dengan uji asumsi klasik serta uji statistik. Responden dalam penelitian ini

berjumlah 100 responden. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat

pengaruh yang postif antara nilai-nilai islam terhadap loyalitas nasabah.

Kardani dan Sugianingrat (2016) dalam penelitiannya tentang

pengaruh citra perusahaan (X) terhadap loyalitas nasabah (Y) dimana

terdapat varibel kualitas pelayanan (Z) yang menjembatani kedua varibel

tersebut. Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah dengan

menggunakan uji validitas, reliabilitas serta analisis path. Jumlah

responden dalam penelitiaan ini sebanyak 100 responden, data didapat dari

observasi, interview dan dokumentasi, literatur serta pembagian kuesioner

kepada nasabah. Hasil yang didapat dalam penelitian ini adalah variabel

citra perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas

nasabah.

Nerdin dan Ratnawati (2015) dalam penelitiannya tentang

pengaruh islamic business ethic terhadap customer loyalty. Sampel

penelitian berjumlah 200 responden, dipilih menggunakan metode

(32)

16

Model (SEM) dan Partial Least Square (PLS). Penelitian ini termasuk

jenis penelitian explanatory research. Hasil penelitian menunjukkan

bahwa terdapat pengaruh Islamic business ethic terhadap customer loyalty.

Berdasarkan beberapa temuan hasil penelitian diatas, berikut

Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara relationship marketing dan

customer loyalty

2 Octafilia dan Oktavia, 2018

Varibel relationship marketing

mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel customer loyalty

3 Putri dan Nursinta, 2017 Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara relationship marketing

dan customer loyalty

4 Widyastuti dan

Wahyuati, 2014

Relationship marketing berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap

customer loyalty

5 Synathra dan Sunarti, 2018

Variabel customer satisfaction

berpengaruh positif dan signifikan terhadap customer loyalty

6 Pranomo et all, 2016 Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel customer satisfaction terhadap customer loyalty

(33)

17

8 Munawaroh, 2016 Islamic Corporate image berpengaruh

positif dan signifikan terhadap customer loyalty

9 Sof'an dan Supriyadi, 2016

Islamic Corporate image berpengaruh positif dan signifikan terhadap customer loyalty

10 Nerdin dan Ratnawati, 2015

Islamic Corporate image berpengaruh positif dan signifikan terhadap customer loyalty

Sumber data : Synathra dan Sunarti, (2018), Octafilia dan Oktavia (2018), Putri dan Nursinta (2017), Widyastuti dan Wahyuati (2014), Pranomo et all (2016), Ramesh Neupane (2015), Munawaroh (2016), Sof'an dan Supriyadi(2016), Nerdin dan Ratnawati (2015)

B. Kerangka Teori

1. Customer Loyalty

a. Pengertian customer loyalty

Sebagaimana diketahui bahwa tujuan dari suatu bisnis

adalah untuk menciptakan para pelanggan merasa puas.

Terciptanya kepuasan dapat memberikan beberapa manfaat,

diantaranya hubungan antara perusahaan dengan pelanggannya

menjadi harmonis sehingga memberikan dasar yang baik bagi

pembelian ulang dan terciptanya kesetiaan terhadap merk serta

membuat suatu rekomendasi dari mulut kemulut (word of mouth)

yang menguntungkan bagi perusahaan (Tjiptono, 2000).

Definisi loyalitas secara umum dapat diartikan sebagai

(34)

18

Pengertian loyalitas nasabah atau pelanggan itu merupakan efek

dari suatu pembelian yang diartikan sebagai suatu sikap dan niat

untuk berperilaku dimasa depan dan akan di ekspresikan melalui

komitmen untuk kembali membeli atau menggunakan produk yang

dibutuhkan pada suatu perusahaan (Dewi, 2014).

Loyalitas menggambarkan kesediaan pelanggan untuk

menggunakan barang atau jasa secara berulang dan secara

eksklusif, dan dengan sukarela merekomendasikan produk atau

jasa tersebut kepada konsumen lain (Lovelock dan Wright, 2005:

133).

b. Faktor yang mempengaruhi customer loyalty

Menurut Rahmasari (2012) loyalitas nasabah di pengaruhi

oleh beberapa faktor , yaitu:

1) Kepercayaan nasabah

Kepercayaan nasabah adalah semua pengetahuan yang

dimiliki nasabah dan semua kesimpulan yang dibuat nasabah

tentang obyek, atribut dan manfaatnya.

2) Kepuasan nasabah

Kepuasan nasabah adalah perasaan senang atau kecewa

seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesan

(35)

19

pelanggan dapat timbul karena pelanggan puas terhadap suatu

barang atau jasa, sehingga ada kecenderungan untuk

melanjutkan hubungan tersebut (Pranomo et all, 2016).

3) Komitmen

Komitmen merupakan unsur perilaku sebagai

mempertahankan dan menjaga hubungan jangka panjang kedua

belah pihak agar hubungan lebih bermakna.

4) Sikap nasabah

Sikap adalah suatu kecenderungan yang dipelajari untuk

bereaksi terhadap penawaran produk dalam masalah-masalah

baik secara konsekuen. Sikap ini dilakukan nasabah

berdasarkan pandangannya terhadap aktivitas

perbankan,keunggulan produk dan proses belajar baik dari

pengalaman atau lainnya yang bisa menjadi sikap positif atau

cenderung tidak peduli terhadap aktivitas perusahaan.

5) Citra perbankan

Citra perbankan adalah respon nasabah pada

keseluruhan penawaran yang diberikan suatu perbankan dan

didefinisikan sebagai sejumlah kepercayaan, ide-ide dan kesan

(36)

20

6) Kualitas layanan dan produk

Kualitas layanan atau produk adalah tingkat keunggulan

yang diharapkan dan pengendalian atas keunggulan tersebut

untuk memenuhi harapan pelanggan. Pelayanan yang baik akan

meningkatkan kepuasan nasabah sehingga bersedia untuk

melakukan transaksi secara berulang.

c. Dimensi customer loyalty

Menurut Carmen (2005: 83) terdapat empat indikator

loyalitas pelanggan, diantaranya :

1) Word of mouth promotion (promosi dari mulut ke mulut).

Merupakan percakapan dari orang ke orang tertulis atau

komunikasi melalui elektronik atau yang berhubungan dengan

manfaat atau pengalaman membeli menggunakan barang atau

jasa.

2) Future repurchase intention (minat melakukan pembelian di

masa berikutnya). Minat beli merupakan sebuah perilaku

konsumen dimana konsumen mempunyai keinginan dalam

membeli atau memilih suatu produk berdasarkan pengalaman

dalam memilih, menggunakan dan mengkonsumsi atau bahkan

(37)

21

3) Price sensitive (harga yang sensitif). Tingkat sensitif harga

diwujudkan dalam bentuk pelanggan akan tetap memilih

perusahaan tersebut meskipun harga yang ditawarkan lebih

mahal dari perusahaan yang lain selama perusahaan tersebut

memberikan manfaat yang lebih baik dari perusahaan lain.

4) Complaint behaviour (sikap komplain). Perilaku keluhan

konsumen merupakan tindakan konsumen yang berbeda bila

mereka merasa tidak puas dengan suatu pembelian (Mowen

dan Minor, 2002)

2. Customer Satisfaction

Kepuasan pelanggan erat hubungannya dengan loyalitas

pelanggan. Semakin terpuaskan konsumen terhadap keinginannya, atau

terpuaskan antara harapan dengan kenyataannya, akan menyebabkan

konsumen kembali lagi membeli produk tersebut dan menjadi

konsumen yang loyal terhadap produk penjual. Sedangkan kepuasan

pelanggan dipengaruhi oleh banyak hal, seperti pelayanan yang baik,

adanya reputasi dari penjualan atau produsen dan adanya kualitas

produk yang sesuai dengan harapan-harapan konsumen, dan lain

sebagainya.

Kepuasan pelanggan memiliki pengaruh besar dalam

menciptakan loyalitas pelanggan. Pelanggan akan setia atau loyal

(38)

22

produk tersebut. Untuk meningkatkan kepuasan, perusahaan perlu

mengatur strategi pemasaran agar pelanggan tertarik terhadap

produk-produk yang ditawarkan. Apabila produk-produk tersebut memberi kepuasan,

maka pelanggan akan tetap setia menggunakan produk tersebut dan

berusaha untuk membatasi pembelian produk lain (Vuuren et all,

2012).

a. Pengertian customer satisfaction

Kotler (2014: 150) mendefinisikan kepuasan pelanggan

adalah Perasaan senang atau kecewa yang muncul setelah

membandingkan kinerja (hasil) produk yang dipikirkan terhadap

kinerja (atau hasil) yang diharapkan. Jadi, kepuasan merupakan

fungsi dari persepsi atau kesan atas kinerja dan harapan. Jika

kinerja berada dibawah harapan maka pelanggan tidak puas. Jika

kinerja memenuhi harapan maka pelanggan akan puas. Jika kinerja

melebihi harapan maka pelanggan akan amat puas atau senang.

Menurut Lovelock dan Wirtz (2011: 74) kepuasan adalah

suatu sikap yang diputuskan berdasarkan pengalaman yang

didapatkan. Kepuasan merupakan penilaian mengenai ciri atau

keistimewaan produk atau jasa, atau produk itu sendiri, yang

menyediakan tingkat kesenangan konsumen berkaitan dengan

pemenuhan kebutuhan konsumsi konsumen. Kepuasan konsumen

(39)

23

menghasilkan kesetiaan pelanggan adalah memberikan nilai

pelanggan yang tinggi.

Engel et. all (1990) mendefinisikan kepuasan pelanggan

sebagai evaluasi purna beli dimana alternatif yang dipilih

sekurang-kurangnya memberikan hasil (outcome) yang sama atau

melampaui harapan pelanggan, sedangkan ketidakpuasan timbul

apabila hasil yang diperoleh tidak memenuhi harapan pelanggan.

b. Faktor yang mempengaruhi customer satisfaction

Lupiyoadi (2001: 158) menyatakan bahwa dalam

menentukan tingkat kepuasan terdapat lima faktor utama yang

harus diperhatikan oleh perusahaan, yaitu :

1) Kualitas produk. Pelanggan akan merasa puas bila hasil

evaluasi mereka menunjukkan bahwa produk yang mereka

gunakan berkualitas

2) Kualitas pelayanan. Terutama pada industri jasa, pelanggan

akan merasa puas bila mereka mendapatkan pelayanan yang

baik atau sesuai dengan harapan.

3) Emosional. Pelanggan akan merasa bangga dan mendapatkan

keyakinan bahwa orang lain akan kagum terhadap dia bila

menggunakan produk dengan merek tertentu yang cenderung

(40)

24

4) Harga. Produk mempunyai kualitas yang sama tetapi

menetapkan harga yang relatif murah akan memberikan nilai

yang lebih tinggi kepada pelanggannya.

5) Biaya. Pelanggan tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan

atau tidak perlu membuang waktu untuk mendapatkan suatu

produk atau jasa.

c. Dimensi customer satisfaction

Tjiptono (2000: 24) menyatakan bahwa ada dua indikator

utama yang menentukan kepuasan pelanggan, yaitu expectations

(harapan) dan perceived perfomance (kinerja yang dirasakan).

Pendapat lain dikemukakan Kotler (2011: 13) bahwa untuk

mengukur kepuasan terdapat dua dimensi, yaitu harapan pelanggan

dan kinerja perusahaan.

1) Harapan pelanggan. Menurut Tjiptono (2000: 28) harapan

pelanggan diyakini mempunyai peranan yang besar dalam

menentukan kualitas produk dan kepuasan pelanggan. Dalam

konteks kepuasan pelanggan, umumnya harapan merupakan

perkiraan atau keyakinan pelanggan tentang apa yang akan

diterimanya.

2) Kinerja perusahaan. Kinerja atau hasil kepuasan pelanggan

(41)

25

Bila kinerja melebihi harapan, maka pelanggan akan puas, akan

tetapi jika sebaliknya maka pelanggan akan merasa tidak puas

(Tjiptono, 2000: 24).

3. Islamic Corporate Image

Secara khusus, bank syariah harus sejajar dengan bank

konvensional atau bahkan berkinerja lebih baik, dalam menyediakan

produk dan layanan perbankan Islam kepada pelanggan. Mereka harus

memperhatikan kebutuhan pelanggan, dan yang lebih penting,

penyampaian layanan mereka, dalam membedakan diri dari pesaing

mereka, yang sangat penting dalam mendorong loyalitas pelanggan,

karena produk bank syariah bersifat homogen. Penting juga untuk

dicatat bahwa meskipun preferensi dalam perbankan islam tidak selalu

menggambarkan ekspresi diri, bank perlu melihat faktor-faktor lain

termasuk kualitas yang dirasakan. Mereka harus cukup berani untuk

menegaskan dan membuktikan bahwa produk perbankan islam

memiliki ciri-ciri khas dan dengan demikian, tidak mengandung unsur

bunga, meskipun beberapa produk perbankan Islam diadopsi dari bank

konvensional. Memang, perbankan islam perlu memperhatikan dalam

memberikan citra positif untuk meningkatkan citra perusahaan dalam

(42)

26

a. Pengertian islamic corporate image

Citra adalah tujuan utama dan sekaligus merupakan prestasi

yang hendak dicapai dunia. Pengertian citra itu abstrak dan tidak

dapat diukur secara matematis tetapi dapat dirasakan dari hasil

penelitian baik atau buruk seperti penerimaan tanggapan baik

positif maupun negatif yang khususnya datang dari masyarakat

luas (Rueslan, 1998: 62).

Menurut Jefkins (2003: 22) citra perusahaan adalah citra

dari suatu organisasi secara keseluruhan, jadi bukan sekedar citra

atas produk atau layanannya. Lianty (2011: 88) berpendapat bahwa

citra merupakan tujuan utama, sekaligus prestasi atau reputasi yang

hendak dicapai oleh public relations sebagai lembaga. Namun,

penilaian terhadap citra itu sendiri sangat abstrak. Tidak dapat

diukur menggunakan rumus tertentu, karena persepsi yang

diberikan oleh publik berbeda satu sama lain.

Bisnis islam merupakan serangkaian aktivitas bisnis dalam

berbagai bentuknya yang tidak dibatasi jumlah kepemilikian

hartanya (barang / jasa) termasuk profitnya, namun dibatasi cara

memperolehnya dan pendayagunaan hartanya karena aturan halal

dan haram (Muhammad, 2004: 28).

Etika bisnis islam merupakan landasan normatif yang

(43)

27

dan sunnah nabi Muhammad SAW yamg digunakan para pelaku

bisnis dalam menjalankan bisnis secara alami. Islam memberikan

kesempatan dalam melakukan bisnis kepada pemeluknya untuk

melakukan bisnis, namun dari islam ada beberapa prinsip dasar

yang dijadikan etika normatif yang harus diatati ketika melakukan

bisnis (Muhammad, 2004: 22).

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa islamic

corporate image merupakan reputasi yang hendak dibangun oleh

perusahaan dalam menjalankan bisnisnya dengan menerapkan

nilai-nilai islam yang berlandaskan al-quran dan sunnah tidak

hanya dalam produk dan layanannya tapi juga dalam organisasi

secara keseluruhan.

b. Prinsip dasar nilai-nilai islam

Fathurrahman et all (2011: 249) membagi nilai-nilai Islam

dalam konteks perbankan syariah yang setiap produknya

didasarkan pada hukum perjanjian Islam, yaitu: al-hurriyah

(kebebasan), al-musawah (persamaan atau kesetaraan), al-‘adalah

(keadilan), al-ridha (kerelaan), ash-shidq (kebenaran dan

(44)

28

1) Al-hurriyah (kebebasan)

Merupakan prinsip dasar dalam hukum perjanjian Islam,

dimana para pihak bebas membuat suatu perjanjian atau akad

(freedom of making contract). Bebas dalam menentukan objek

perjanjian dan bebas menentukan dengan siapa ia akan

membuat perjanjian, serta bebas menentukan bagaimana cara

menentukan penyelesaian sengketa jika terjadi di kemudian

hari. Asas kebebasan berkontrak dalam hukum Islam dibatasi

oleh ketentuan syariah Islam.Dalam membuat perjanjian ini

tidak boleh ada unsur paksaan, kehilafan dan penipuan.

2) Al-musawah (persamaan atau kesetaraan)

Merupakan asas atau nila-inilai yang mengatur bahwa

para pihak mempunyai kedudukan yang sama (bargaining

position), sehingga dalam menentukan termand condition dari

suatu akad/perjanjian setiap pihak mempunyai kesetaraan atau

kedudukan yang seimbang.

3) Al-adalah (keadilan)

Merupakan asas atau nilai-nilai yang mengatur bahwa

dalam suatu perjanjian atau akad menuntut setiap pihak harus

melakukan yang benar dalam pengungkapan kehendak,

(45)

29

senantiasa mendatangkan keuntungan yang adil dan seimbang

serta tidak boleh mendatangkan kerugian bagi salah satu pihak.

Dalam sisi ekonomi, keadilan dapat juga dipahami sebagai

konsep persaudaraan dan perlakuan yang sama bagi setiap

individu dalam masyarakat dan di hadapan hukum harus

diimbangi dengan keadilan ekonomi.

4) Al-ridha (kerelaan)

Merupakan asas atau nilai-nilai yang menyatakan

bahwa, segala transaksi yang dilakukan harus atas dasar

kerelaan antara masingmasing pihak dan tidak boleh ada unsur

paksaan, tekanan, penipuan dan mis-statement.

5) Ash-shidiq (kebenaran dan kejujuran)

Merupakan asas atau nilai-nilai yang mengatur bahwa

dalam perjanjian atau akad setiap pihak harus berlaku jujur dan

benar. Di dalam Islam, setiap orang dilarang melakukan

kebohongan dan penipuan, karena dengan adanya kebohongan

atau penipuan sangat berpengaruh dalam keabsahan perjanjian

atau akad. Perjanjian yang di dalamnya mengandung unsur

kebohongan atau penipuan, memberikan hak kepada pihak lain

(46)

30

6) Al-kitabah (tertulis)

Merupakan asas atau nilai-nilai yang mengatur bahwa

setiap perjanjian atau akad hendaknya dibuat secara tertulis

guna pembuktian di kemudian hari.

c. Manfaat Citra Perusahaan

Menurut Siswanto Sutojo yang dikutip Ardianto (2011: 63)

manfaat citra perusahaan yang baik dan kuat yakni :

1) Daya saing jangka menengah dan panjang yang mantap.

Perusahaan berusaha memenangkan persaingan pasar dengan

menyusun strategi pemasaran taktis.

2) Menjadi perisai selama krisis. sebagian besar masyarakat dapat

memahami atau memaafkan kesalahan yang dibuat perusahaan

dengan citra baik yang menyebabkan mereka mengalami krisis.

3) Menjadi daya tarik eksekutif handal,

4) Meningkatakan efektivitas strategi pemasaran

(47)

31

4. Relationship Marketing

a. Pengertian relationshipmarketing

Relationship marketing menurut Wibowo (2006) diartikan

sebagai proses dimana suatu perusahaan membangun aliansi jangka

panjang dengan pelanggan dan calon pelanggan, bekerjasama

untuk mencapai satu tujuan yang ditentukan. Tujuan tersebut

dipenuhi dengan memahami kebutuhan konsumen, memperlakukan

konsumen sebagai mitra, menjamin bahwa para pegawai

memenuhi kepuasan konsumen dan memberikan kualitas yang baik

kepada konsumen. Satu hal yang penting bagi perusahaan adalah

membina hubungan yang baik dengan para pelanggan, pegawai,

pemasok, distributor dan partner distribusinya karena hubungan

baik akan menentukan nilai masa depan perusahaan yang

bersangkutan.

Pengertian yang lain tentang relationship marketing

menurut Kotler dan Amstrong dalam Pramono (2016) adalah suatu

rangkaian tahapan untuk menciptakan, mempertahankan dan

meningkatkan hubungan yang kuat dengan para pelanggan dan

stakeholder lainnya. Selain merancang strategi baru untuk menarik

pelanggan baru dan menciptakan transaksi dengan mereka,

(48)

32

mempertahankan pelanggan yang ada dan membangun relasi

jangka panjang yang mampu mendatangkan laba dengan mereka.

b. Faktor yang mempengaruhi relationshipmarketing

Ndubisi (2007) mengungkapkan beberapa faktor yang dapat

digunakan untuk mengukur pemasaran hubungan yang diterapkan

oleh perusahaan yaitu: trust (kepercayaan) ,commitment

(komitmen), communication (komunikasi) dan conflict handling

(penanganan konflik).

1) Trust

Kepercayaan dapat dibangun dengan cara menepati janji

terhadap pelanggan, memberikan keamanan terhadap setiap

transaksi yang dilakukan, memberikan pelayanan berkualitas,

serta menunjukkan sikap peduli dan memberikan rasa aman

terhadap pelanggan (Ndubisi, 2007).

Kepercayaan merupakan keyakinan bahwa seseorang

akan menemukan apa yang diinginkan pada mitra pertukaran.

Kepercayaan melibatkan kesediaan seseorang untuk bertingkah

laku tertentu karena keyakinan bahwa mitranya akan

memberikan apa yang ia harapkan dan suatu harapan yang

umumnya dimiliki seseorang bahwa kata janji atau penyertaan

(49)

33

Menurut Jasfar (2005) kepercayaan merupakan hal yang

sangat penting, terkhusus bagi perusahaan penyedia jasa karena

mereka menjanjikan para pelanggan atas pembelian produk

yang tidak terlihat (invisibleproduct).

2) Commitment

Komitmen dapat diartikan sebagai suatu keinginan

pelanggan yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama

untuk mempertahankan hubungan yang bernilai (valued

relationship) dengan pihak perusahaan. Komitmen yang tinggi

akan berujung pada meningkatnya loyalitas pelanggan (Ellena,

2011). Selain itu komitmen perusahaan dapat diartikan sebagai

janji perusahaan dalam memlihara hubungan yang telah terjalin

baik dikarenakan hubungan tersebut memiliki arti yang penting

(Morgan dan Hunt, 1994).

Menurut Barnes (2003) komitmen merupakan suatu

keadaan psikologis yang secara global mewakili pengalaman

ketergantungan pada suatu hubungan. Selain itu komitmen

merupakan faktor penting dari kekuatan hubungan pemasaran,

serta berguna untuk mengetahui tingkat loyalitas pelanggan dan

memprediksi frekuensi pembelian di masa depan. Ini

(50)

34

hubungan yang berhasil, saling memuaskan dan

memguntungkan (Gundlach dalam Ndubisi, 2007).

3) Communicationt

Komunikasi dalam relationship marketing berhubungan

dengan nilai yang diperoleh pelanggan, memberikan informasi

yang tepat dan dapat dipercaya serta informasi mengenai

adanya perubahan jasa yang ditawarkan, dan komunikasi yang

proaktif ketika terjadi masalah antara perusahaan dan

pelanggan (Ndubisi, 2007).

Komunikasi dalam konteks ini lebih mengacu pada

kemampuan dalam memberikan informasi yang tepat waktu

serta dapat dipercaya. Komunikasi sebagi dialog interaktif

antara perusahaan dan pelanggan yang berlangsung selama

tahapan pra penjualan, penjualan, mengkonsumsi dan setelah

mengkonsumsj (Anderson dan Nurus dalam Ndubisi, 2007).

4) Conflict handling

Setiap organisasi yang berorientasi pada pelanggan

(customer oriented) perlu menyediakan kesempatan dan akses

yang mudah dan nyaman bagi para pelanggannya guna

menyampaikan saran, kritik, pendapat dan keluhan mereka

(51)

35

Ndubisi (2007) mendefinisikan penanganan konflik

sebagai kemampuan untuk menghindari potensial konflik,

memberikan solusi sebelum terjadi permasalahan dan

mendiskusikan solusi secara terbuka ketika permasalahan

muncul.

c. Tujuan relationship marketing

Menurut Zeithaml dalam Kusumawandari (2011),

relationship marleting berkonsentrasi pada 3 dimensi, antara lain:

1) Attraction (daya tarik), merupakan strategi perusahann untuk

mengikat pelanggan yang memiliki kemampuan untuk dapat

menjalin usaha dalam jangka panjang serta menguntungkan

bagi perusahaan.

2) Retentation (Penjagaan), merupakan sikap perusahaan dalam

menjalankan hubungan yang bernilai guna dengan pelanggan

dalam jangka waktu yang panjang dengan memberikan layanan

prima dan terus mengembangkan mutu.

3) Enchancment (peningkatan hubungan), merupakan kemitraan

yang dijalin untuk memperoleh posisi di pasar berkelanjutan.

Tujuan lain dari relationship marketing dikemukakan Kotler dan

(52)

36

1) Menarik, mempertahankan dan menumbuhkan pelanggan.

2) Membangun loyalitas.

3) Mengurangi peralihan pelanggan

C. Kerangka Penelitian

Mengenai penelitian terdahulu tentang relationship marketing

terhadap customer loyalty dimana disitu ada banyak variabel lain yang

dapat mempengaruhi hubungan relationship marketing dengan customer

loyaltymenjadi pengaruh tidak langsung. Disini peneliti akan mencoba

memasukkan variabel customer satisfaction dan Islamic corporate image

yang nantinya akan menjadi variabel intervening. Maka kerangka berfikir

dalam penelitian ini sebagai berikut :

Gambar 2.1

(53)

37

Customer Satisfaction sebagai variabel mediasi didasari pada

penelitian Synathra dan Sunarti (2018), Widyastuti dan Wahyuati (2014),

Octafilia dan Oktavia (2018) dan Putri dan Nursinta (2017).

Islamic Corporate Image sebagai variabel mediasi didasari pada

penelitian Yulianto (2011), Kurniati et all (2015) yang meneliti pengaruh

Relationship Marketing terhadap Islamic Corporate Image dan penelitian

Sof’an dan Supriyadi (2016), Hisanuddin (2015), Munawaroh (2016),

Nerdin dan Ratnawati (2015) yang meneliti pengaruh Islamic Corporate

Image terhadap Customer Loyalty.

D. Hipotesis

Berdasarkan pada pengembangan model kerangka berfikir diatas,

adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah :

Tujuan dari relationship marketing dikemukakan Kotler dan Keller

(2007: 191) salah satunya adalah untuk membagun loyalitas pelanggan.

Dalam beberapa penelitian yang sudah dilakukan mengenai

pengaruh relationship marketing terhadap customer loyalty telah

dilakukan oleh Synathra dan Sunarti (2018), melakukan penelitian

mengenai pengaruh relationship marketing terhadap customer loyalty.

Hasil penelitian menyatakan terdapat hubungan yang positif dan signifikan

(54)

38

Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Octafilia dan Oktavia (2018),

pada penelitan ini mengatakan bahwa relationship marketing berpengaruh

positif terhadap customer loyalty.

Putri dan Nursinta (2017) dalam penelitiannya tentang pengaruh

relationship marketing terhadapa customer loyalty menyatakan bahwa

relationship marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap

customer loyalty.

Berdasarkan hasil penelitian diatas maka diajukan hipotesis sebagai

berikut :

H1: Semakin baik Relationship Marketing maka semakin tinggi

Customer Loyalty

Kinerja kemajuan pemasaran perusahaan yang mendasar diukur

dari kepuasan pelanggan. Dengan mengukur peningkatan kepuasan

pelanggan, akan terlihat tingkat pertumbuhan keuntungan ekonomi serta

kualitas produk berupa barang atau jasa yang ditawarkan perusahaan

(Sofjan, 2003).

Baghezad et all (2011) dalam penelitiannya mengenai relationship

marketing terhadap customer satisfaction menyatakan bahwa variabel

relationship marketing berpengaruh positif terhadap customer satisfaction

(55)

39

Khotimah et all, (2016) juga mengatakan bahwa relationship

marketing mempunyai pengaruh positif terhadap customer satisfaction.

Penelitian selanjutnya juga dilakukan oleh Synathra dan Sunarti (2018)

yang menunjukkan hasil penelitian bahwa variabel relationship marketing

berpengaruh positif dan signifikan terhadap customer satisfaction.

Berdasarkan hasil penelitian diatas maka diajukan hipotesis sebagai

berikut :

H2: Semakin baik Relationship Marketing maka semakin tinggi

Customer Satisfaction.

Kepuasan konsumen adalah tingkat perasaan konsumen setelah

membandingkan antara apa yang diaterima dan harapannya. Seorang

pelanggan, jika merasa puas dengan nilai yang diberikan oleh produk atau

jasa, sangat besar kemungkinannya menjadi pelanggan dalam waktu yang

lama (Umar, 2005).

Synathra dan Sunarti (2018) dalam penelitiannya tentang pengaruh

customer satisfaction terhadap customer loyalty menunjukkan hasil bahwa

variabel customer satisfaction berpengaruh positif dan signifikan terhadap

customer loyalty.

Hal serupa juga ditemukan dalam penelitian yang dilakukan oleh

Dwi Setyo et all (2016) yang menunjukkan hasil bahwa customer

(56)

40

Ramesh Neupane (2015) mengatakan bahwa kepuasan pelanggan

mempunyai efek yang positif terhadap loyalitas pelanggan.

Berdasarkan hasil penelitian diatas maka diajukan hipotesis sebagai

berikut:

H3: Semakin tinggi Customer Satisfaction maka semakin tinggi

Customer Loyalty

Adopsi strategi relationship marketing dapat meningkatkan

perasaan positif pelanggan terhadap citra perusahaan. Pendekatan ini tidak

hanya akan menyebabkan citra yang lebih positif seperti yang dirasakan

oleh pelanggan bank tetapi juga dapat menyebabkan iklan dari mulut ke

mulut (word of mouth) dan reputasi yang lebih baik (Vegholm: 2011).

Yulianto (2011) dalam penelitiannya tentang cara membangun

kemitraan bank dengan shariah marketing, menyatakan bahwa kualitas

pelayanan dengan pendekatan shariah marketing berpengaruh positif dan

signifikan terhadap citra perusahaan.

Kurniati et all, (2015) dalam penelitiannya menunjukkan hasil

bahwa customer relationship marketing mempunyai pengaruh yang

signifikan terhadap corporate image islamic banking.

Berdasarkan hasil penelitian diatas maka diajukan hipotesis sebagai

(57)

41

H4: Semakin baik Relationship marketing maka semakin baik Islamic

corporate image

Hubungan antara Citra Perusahaan terhadap Loyalitas Pelanggan

Setia tidaknya konsumen pada suatu produk/jasa dapat dilihat dari

sikapnya. Seberapa kuat citra perusahaan tertanam dalam benak atau

ingatan konsumen berpengaruh terhadap perilaku atau sikap pelanggan

selanjutnya, jika citra dari sebuah perusahaan baik maka pelanggan akan

memiliki rasa kebanggaan menjadi pengguna dari produk atau jasa

tersebut (Tjahjaningsih, 2015)

Sof'an dan supriyadi (2016) meneliti tentang kualitas jasa syariah

terhadap loyalitas nasabah. Dalam penelitiannya ditemukan hasil bahwa

variabel kualitas jasa syariah berpengaruh positif terhadap citra perusahaan

sehingga dapat meningkatkan loyalitas nasabah.

Hisanuddin (2015) meneliti tentang pengaruh islamic brand image,

islamic corporate image dan Islamic product image terhadap loyalitas.

Dalam penelitian ini ditemukan hasil bahwa variabel Islamic corporate

image berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas nasabah bank

syariah.

Munawaroh (2016) menyatakan bahwa nilai-nilai islam yang

diterapkan pada perbankan mempunyai pengaruh positif terhadap loyalitas

(58)

42

Ratnawati (2015) yang menyatakan bahwa islamic business ethic

berpengaruh positif terhadap customer loyalty.

Berdasarkan hasil penelitian diatas maka diajukan hipotesis sebagai

berikut:

H5: Semakin baik Islamic Corporate Image maka semakin tinggi

Customer Loyalty

Tabel 2.2

Hipotesis

No Hipotesis Uraian

1 H1 Semakin baik Relationship Marketing maka semakin tinggi Customer Loyalty

2 H2 Semakin baik Relationship Marketing maka semakin tinggi Customer Satisfaction.

3 H3 Semakin tinggi Customer Satisfaction maka semakin tinggi Customer Loyalty

4 H4 Semakin baik Relationship marketing maka semakin baik Islamic corporate image

5 H5 Semakin baik Islamic Corporate Image maka

(59)

43 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini mengenai analisis relationship marketing terhadap

customer loyalty dengan customer satisfaction dan Islamic corporate

image sebagai variabel intervening studi kasus Bank BRI Syariah Kantor

Cabang Pembantu Purwodadi. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini

adalah metode yang bersifat kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah jenis

penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang dapat dicapai

(diperoleh) dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau

cara-cara lain dari kuantifikasi (pengukuran) (Sujarweni, 2014: 39). Menurut

Kajiran (2008) mendefinisikan penelitian kuantitatif adalah suatu proses

menemukan pengesahan yang menggunakan data berupa angka sebagai

alat menganalisis keterangan mengenai apa yang ingin diketahui.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus tahun 2018 di Bank

BRI Syariah Kantor Cabang Purwodadi.

C. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Menurut Bawono (2006: 28) populasi adalah keseluruhan

(60)

44

ditarik kesimpulan oleh peneliti. Dalam penelitian ini populasi adalah

seluruh nasabah Bank BRI Syariah Kantor Cabang Pembantu

Purwodadi yang masih aktif melakukan transaksi di Bank BRI Syariah

Kantor Cabang Pembantu Purwodadi. Untuk saat ini jumlah populasi

atau yang menjadi nasabah Bank BRI Syariah Kantor Cabang

Pembantu Purwodadi yaitu 11.684 nasabah.

2. Sampel

Menurut Bawono (2006: 28) sampel adalah objek atau subjek

penelitian yang dipilih guna mewakili keseluruhan dari populasi.

Dalam penelitian ini menggunakan convinience sampling atau juga

bisa disebut sampling insidental yaitu tehnik pengumpulan sampel

berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan atau

insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel,

bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber

data (Sugiyono, 2015: 85).

Teknik Sampling dalam penelitian ini, tingkat kesalahan (error)

yang digunakan adalah 8%. Teknik untuk menentukan jumlah sampel,

dapat menggunakan rumus sebagai berikut:

Rumus Slovin

S= P/(1+P.e2)

= 11684 / (1+ 11684.0,082)

Gambar

ResearchTabel 1.1  Gap
Tabel 2.1
Gambar 2.1 Kerangka pemikiran
Tabel 2.2
+7

Referensi

Dokumen terkait

(1) Berdasarkan SPdORD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1) ditetapkan retribusi terutang dengan menerbitkan SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan.d. (2)

Berkaitan dengan sumber daya manusia dalam Kebijakan Sertifikasi Guru, adapun jumlah guru SMK/SMA di Kota Medan berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera

 World Bank memproyeksikan ekonomi global tumbuh 4,0% di tahun 2021, dibandingkan estimasi pertumbuhan tahun 2019 yang terkontraksi 4,3% dengan asumsi vaksinasi dilakukan

Pilih salah satu kuitansi yang ingin ditransaksikan dengan cara memberikan tanda centang pada kuitansi yang dipilih, lalu klik tombol Pilih maka akan tampil form transaksi KKP;.

Berdasarkan kajian pustaka tersebut dapat pahami bahwa hasil belajar yang diperoleh oleh peserta didik ditentukan atau dipengaruhi oleh beberapa faktor,

Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai efek ekstrak Pegagan ( Centella asiatica L.) dan ekstrak Meniran ( Phyllantus niruri Linn.)sebagai antipiretik pada mencit

[r]

Data tersebut dikumpulkan dengan menggunakan instrumen penelitian, yaitu angket status sosial ekonomi orang tua / keluarga dan prestasi belajar yang diperoleh