BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini diperoleh dari data skor minat belajar siswa. Data hasil penelitian didapatkan dengan membandingkan skor minat belajar siswa antara kelas yang menggunakan media Compact Disc Interaktive dengan kelas yang menggunakan media powerpoint, tapi kedua kelas tersebut sama-sama menggunakan model pembelajaran kooperatif.
Hasil penelitian yang diperoleh diolah dengan menggunakan teknik uji statistik berupa analisis data dalam bentuk penyajian normalitas data, pengujian homogenitas varians dan pengujian hipotesis.
Berdasarkan hasil penelitian pada kelas eksperimen dan kontrol didapatkan skor angket awal dan angket akhir seperti pada lampiran 17-18. Dari data yang diperoleh bahwa skor rata-rata minat belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dari skor rata-rata kelas kontrol. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 7. Data Skor Kemajuan untuk Maksimum dan Maksimum pada Pretes-Posttes Minat Belajar Siswa
Bentuk Angket Kriteria Kelas
Skor rata-rata
Eksperimen Kontrol
Angket awal Minimum 88 76 70,6
Maksimum 134 106
Angket akhir Minimum 121 94 54,75
4.2 Hasil Analisis Data 4.2.1 Pengujian Normalitas Data
Normalitas data hasil penelitian diuji dengan menggunakan persamaan statistik uji chi-kuadrat (
2), dengan proses numerik pengujian perhitungan tersebutdiperoleh harga
2 kelas eksperimen adalah hitung = 0,213 sedangkan pada kelaskontrol adalah
2hitung = 10,024. Nilai yang ditujukan pada tabel distribusi2
untukkelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing adalah
2(1-α)(k-1) = 11,070 untuk taraf nyata α = 0,05 dan dk = (k-1). Hasil perhitungan ini menunjukan bahwa untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol
2hitung ≤2
(1-α)(k-1). Maka hasil data dari skorkemajuan minat belajar siswa untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol terdistribusi normal.
4.2.2 Pengujian Homogenitas Varians
Proses numerik pengujian homogenitas varian minat belajar siswa berdasarkan perhitungan pada lampiran 15, diperoleh Fhitung = 1,04 dan nilai yang
ditujukan oleh tabel distribusi adalah Ftabel(1/2)(n11,n21)= 1,96. Hal ini menunjukan
bahwa (1/2 )( 1, 1)
2 1
tabel n n
hitung F
F maka sampel dalam penelitian ini berasal dari populasi yang memiliki varians yang homogen. Dengan demikian, berdasarkan kriteria pengujian hipotesis H0 ditolak.
4.2.3 Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dimaksud untuk mengetahui adanya perbedaan minat belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.
2
Berdasarkan hasil perhitungan pada lampiran 22 bahwa thitung (1 0,05)( 2)
2 1
n n
t
atau 2,535 2,021 dengan kata lain thitung berada diluar area penerimaan hipotesis H0 (H0 ditolak) yang berarti menerima hipotesis alternaltif (H1 diterima). Maka dapat
disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada minat belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil pengujian hipotesis dapat dilihat pada gambar berikut.
Penerimaan H0 Penerimaan H1
-2,01 2,01 2,535 Gambar 9. Uji hipotesis dua pihak 4.3 Pembahasan
Penelitian dengan penggunaan media berbasis Compact Dist Interaktive merupakan sebuah penelitian eksperimen yang dilakukan di kelas VIII SMP Negeri 1 Bolaang Uki tepatnya di Desa Molibagu, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Tahun Ajaran 2012/2013.
Instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket minat belajar siswa yang berbentuk pertanyaan dengan jumlah pertanyaan 40 butir, dapat dilihat pada lampiran 16. Sebelum diberikan perlakuan kelas eksperimen dan kontrol diberikan angket awal (pretest) yang sama dan setelah perlakuan kelas ekserimen dan kelas kontrol diberikan angket akhir (postest). Pemberian angket ini dimaksud untuk mengukur minat belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan antara minat belajar siswa yang menggunakan media Compact Disc Interaktive dengan menggunakan media Powerpoint. Seperti pada fungsinya yaitu media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi kondisi dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh seorang guru.
Selain itu pemakai media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan motivasi dan minat siswa, rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologi dan meningkatkan hasil belajar . hal ini diperkuat pula oleh penelitian sebelumnya mengenai media pembelajaran yakni dengan judul Pengaruh Penggunaan Media Compact Dist Interactive terhadap prestasi belajar IPA/Fisika pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri di Kecamatan Kalasan Ditinjau dari Motivasi Belajar (Teguh Sardiano), dan pengembangan media CD Interactive untuk Pembelajaran Membaca Teks Bahasa Arab untuk Siswa Kelas X Madrasah Aliyah, yang mampu memotivasi dan meningkatkan hasil belajar siswa (Imani Rahajeng).
Pengamatan aktivitas guru dalam mengelolah pembelajaran untuk seluruh kriteria di nilai baik oleh pengamat dari awal pertemuan hingga akhir pertemuan. Berdasarkan hasil pengamatan dikategorikan baik, dengan skor rata-rata 66,7%. Skor rata-rata aktivitas guru untuk setiap kriteria dapat dilihat pada lampiran 9 .
Disamping mengukur minat belajar siswa, peneliti juga melihat hasil belajar siswa. Pada kelas eksperimen dari jumlah 25 siswa setelah dianalisis menunjukan yang tuntas hasil belajarnya adalah 23 siswa, sedangkan 2 siswa lainnya dinyatakan belum tuntas dan pada Kelas kontrol dari jumlah 25 siswa yang tuntas hasil
belajarnya adalah 20 siswa, sedangkan 5 siswa lainnya dikatakan belum tuntas. Ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal setelah dianalisis pada kelas eksperimen mencapai 92% dan kelas kontrol mencapai 80% yang berarti ketuntasan hasil belajar siswa telah mencapai target, dan hal ini membuktikan bahwa penggunaan media berbasis Compact Disc Interactive layak digunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai ketuntasan hasil belajar siswa maupun membangkitkan minat belajar siswa. Skor hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada lampiran 23-24. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa minat belajar siswa juga dapat berpengaruh pada hasil belajar siswa.
Berdasarkan hasil penelitian dan rumusan hipotesis bahwa terdapat perbedaan minat belajar siswa yang menggunakan Compact Disc Interactive dengan menggunakan media power point dalam proses pembelajaran. Perbedaan tersebut ditunjukan oleh distribusi persentase minat belajar pada setiap indikator di saat pre-test antara kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dapat dideskripsikan oleh gambar 10 .
Gambar 10: Distribusi persentse minat belajar siswa pre-test pada setiap indikator antara kelas dengan kelas control
Berdasarkan gambar di atas tampak bahwa persentase minat belajar siswa saat pretest untuk indikator keinginan lebih tinggi dibandingkan dengan indikator ketertarikan, perasaan senang dan perhatian. Hal ini dikarenakan siswa memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap materi dan media yang akan digunakan, serta mempunyai kesadaran untuk belajar tanpa ada yang menyuruh dan memaksa. Dari pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa siswa lebih berkeinginan mengikuti mata pelajaran fisika materi bunyi yang menggunakan media Compact Disc Interactive.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa minat belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan minat belajar siswa pada kelas kontrol.
Untuk distribusi persentase minat belajar pada setiap indikator di saat pos-test antara kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dapat dideskripsikan pada gambar 11.
Gambar 11: Distribusi persentse minat belajar siswa pos-test pada setiap indikator antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol
Berdasarkan gambar di atas tampak bahwa persentase minat belajar siswa saat pretest untuk indikator keinginan lebih tinggi dibandingkan dengan indikator
ketertarikan, perasaan senang dan perhatian. Dapat diartikan bahwa siswa lebih berkeinginan mengikuti mata pelajaran fisika materi bunyi dengan menggunakan media Compact Disc Interactive. Hal ini terlihat bahwa tidak ada siswa yang keluar masuk rungan kelas selama proses pembelajaran berlangsung.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa minat belajar siswa untuk kelas eksperimen lebih tinggi dari pada minat belajar siswa pada kelas kontrol, hal ini dikarenakan oleh siswa pada kelas eksperimen diberikan perlakuan yang menggunakan media Compact Disc Interactive dan kelas kontrol diberikan perlakuan menggunakan media Power Point sehingga materi yang diberikan bisa dikuasai secara menyeluruh dan meningkatkan minat belajar siswa.
Untuk distribusi persentase kemajuan minat belajar pada setiap indikator untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dapat dideskripsikan pada gambar 12.
Gambar 12: Distribusi Persentase (%) Kemajuan Minat Belajar Siswa Pada Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol untuk Setiap Indikator
Skor kemajuan minat belajar siswa untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol diambil dari hasil skor pada dan post-test, sehingga berdasarkan gambar di atas dapat
ditarik kesimpulan bahwa kemajuan minat belajar siswa untuk setiap indikator pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kemajuan minat belajar siswa untuk setiap indikator pada kelas kontrol.
Untuk perbedaan persentase rata-rata skor minat belajar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar 13: Distribusi Persentase (%) Rata-Rata Skor Minat Belajar Siswa Pada Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
Persentase rata-rata minat belajar siswa diperoleh dari skor rata-rata pada pretest dan postest. Dari gambar di atas dapat disimpulkan bahwa rata-rata skor minat belajar siswa setelah diberikan perlakuan pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan pada kelas kontrol, dengan skor rata-rata untuk kelas eksperimen saat Pretest 70,6 dan postest 86,55%, sedangkan pada kelas kontrol skor rata-rata yang diperoleh saat pretest 54,75% dan postest 67% . Dengan kata lain, penggunaan media pembelajaran berbasis Compact Disc Interactive memperoleh skor minat belajar
siswa yang lebih tinggi dibandingkan penggunaan media pembelajaran berbasis powe point.
perbedaan persentase rata-rata skor minat belajar siswa pada kelas eksperimen dan kelas control pada pria dan wanita dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar 14: Distribusi Persentase (%) Rata-Rata Minat Belajar Siswa Pada Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol untuk Setiap Pria dan Wanita
Persentase rata-rata minat belajar siswa untuk setiap pria dan wanita diperoleh setelah angket awal dan angket akhir.
Dari gambar dan pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa rata-rata skor minat belajar pria lebih tinggi dibandingkan rata-rata skor minat belajar wanita. Yang artinya pria lebih berminat mengikuti pelajaran yang penggunakan media dibandingkan minat belajar wanita.
Menurut Osborne, salah satu faktor yang mempengaruhi minat siswa dalam ilmu pengetahuan yaitu pengaruh jenis kelamin (konsekuensi dari sosialisasi budaya
yang menawarkan anak perempuan lebih sedikit kesempatan untuk berurusan dengan perangkat teknologi dari anak laki-laki). (Bae, 2003:15)
Untuk perbandingan antara jenis kelas dan rata-rata skor hasil belajar biswa yang dapat dideskripsikan pada gambar 15.
Gambar 15: Distribusi Persentase Hasil Belajar Siswa pada item tes evaluasi antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol.
Skor rata-rata hasil belajar siswa pada setiap item soal kelas eksperimen dan kelas kontrol dilihat pada kegiatan tes evaluasi. Pada pertemuan pertama dan kedua siswa kelas eksperimen maupun kontrol diberikan materi yang sama (bunyi) tapi perlakuannya yang berbeda, dimana siswa kelas eksperimen penyajian materinya melalui media Compact Disc Interactive dan untuk kelas kontrol penyajian materinya melalui media Powerpoint.
Berdasarkan gambar 15, setiap item nomor soal pada kelas eksperimen hasil belajar siswa lebih tinggi dari pada hasil belajar siswa pada kelas control. Hal ini dikarenakan siswa di kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan menggunakan CD Interaktif, sehingga materi yang diberikan bisa dikuasai secara menyeluruh dan meningkatkan hasil belajar siswa.