• Tidak ada hasil yang ditemukan

Volume (5) Nomor (1) Edisi Januari 2017 ISSN:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Volume (5) Nomor (1) Edisi Januari 2017 ISSN:"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Arsitektur dan Desain Riset

Studi Perkotaan dan Lingkungan Binaan

Kritik Perencanaan dan Arsitektur Binaan

Elektronik Jurnal Arsitektur milik Jurusan Arsitektur-Fakultas

Teknik-Universitas Udayana yang terbit dua kali dalam setahun.

www.ojs.unud.ac.id

Oka Saraswati, AAA; Widya Paramadhyaksa, IN; Syamsul,

AP; Mudra, IK; Yuda Manik, IW; Swanendri, NM; Rumawan

Salain, IP; Sueca, NP; Suartika, GAM; Susanta, IN; Suryada,

IGAB; Widja, IM; Kastawan, IW; Suryada, IGAB; Karel

Muktiwibowo, A.

V

ol

ume

(

5

)

N

omor

(1

)

Edi

si

J

an

ua

ri

201

7

ISSN:

9 772338 505776

JURUSAN ARSITEKTUR

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS UDAYANA

(2)

Arsitektur dan Desain Riset

Studi Perkotaan dan Lingkungan Binaan

Kritik Perencanaan dan Arsitektur Binaan

Elektronik Jurnal Arsitektur milik Jurusan Arsitektur-Fakultas

Teknik-Universitas Udayana yang terbit dua kali dalam setahun.

www.ojs.unud.ac.id

Oka Saraswati, AAA; Widya Paramadhyaksa, IN; Syamsul,

AP; Mudra, IK; Yuda Manik, IW; Swanendri, NM; Rumawan

Salain, IP; Sueca, NP; Suartika, GAM; Susanta, IN; Suryada,

IGAB; Widja, IM; Kastawan, IW; Suryada, IGAB; Karel

Muktiwibowo, A.

V

ol

ume

(

5

)

N

omor

(1

)

Edi

si

J

an

ua

ri

201

7

ISSN:

9 772338 505776

JURUSAN ARSITEKTUR

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS UDAYANA

(3)

Putu Shanti Apsari Prehastuti (1119251016)1), Widiastuti2), dan I Nyoman Surata3)– Klinik Rehabilitasi Medik

di Badung, Bali

9

KLINIK REHABILITASI MEDIK DI BADUNG, BALI Transformasi Konsep Sirkulasi Dalam Rancangan Denah

Putu Shanti Apsari Prehastuti1), Widiastuti2), dan I Nyoman Surata3)

1)Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana

[email protected]

2) Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana

[email protected]

3)Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana

[email protected]

ABSTRACT

Medical Rehabilitation Clinic is an agency that provides services in the field of health. The scope of services provided to the public is in the form of therapy that requires recovery from physical disorders and organ dysfunction caused by dis-ease or injury as well as congenital defects. In the process of designing the Medical Rehabilitation Clinic, we must pay attention to the needs of space influenced by the needs of patients and the availability of services in the area of Medical Rehabilitation. Laying of space at the Medical Rehabilitation Clinic is influenced by the community, activities and space requirements resulting spatial relations and organization of space. The main community on which to base the design of the room at the Medical Rehabilitation Clinic are handicapped people. This is because the community gives effect to the result of the amount of space as well as the laying of space on Medical Rehabilitation Clinic. Therefore, to have the Med-ical Rehabilitation Clinic which is able to serve patients optimally, physMed-ical approach to the space is used.

Keywords: Medical Rehabilitation Clinic, the concept of circulation ABSTRAK

Klinik Rehabilitasi Medik adalah sebuah lembaga yang memberikan pelayanan di bidang kesehatan. Lingkup pelayanan yang diberikan berupa terapi kepada masyarakat yang memerlukan pemulihan akibat gangguan fisik serta disfungsi organ tubuh yang disebabkan oleh suatu penyakit atau cedera serta cacat karena bawaan sejak lahir. Dalam proses perancangan Klinik Rehabilitasi Medik harus memperhatikan kebutuhan ruang yang dipengaruhi oleh kebutuhan pasien serta ketersediaan pelayanan Rehabilitasi Medik di area tersebut. Peletakan ruang pada Klinik Rehabilitasi Medik dipengaruhi oleh civitas, aktivitas dan kebutuhan ruang sehingga menghasilkan hubungan ruang serta organisasi ruang. Civitas utama yang menjadi dasar perancangan ruang pada Klinik Rehabilitasi Medik adalah penyandang disabilitas. Hal ini dikarenakan civitas memberikan pengaruh pada hasil dari besaran ruang serta peletakan ruang pada Klinik Rehabilitasi Medik. Oleh sebab itu, untuk menghasilkan Klinik Rehabilitasi Medik yang mampu melayani pasien secara optimal, digunakan pendekatan secara fisik pada ruang.

Kata Kunci: Klinik Rehabilitasi Medik, konsep sirkulasi

PENDAHULUAN

Fungsi utama Klinik Rehabilitasi Medik adalah sebagai sarana pelayanan di bidang kesehatan berupa terapi pemulihan bagi masyarakat yang mengalami disfungsi organ tubuh serta gangguan fisik. Selain itu,Klinik Rehabilitasi Medik dapat berfungsi sebagai sarana pendidikan bagi masyarakat yang memerlukan informasi sehubungan dengan pelayanan rehabilitasi medik. Dalam sebuah karya arsitektur, untuk menghasilkan rancangan Klinik Rehabilitasi Medik yang mampu melayani kebutuhan masyarakat maka diperlukan penera-pan konsep yang sesuai. Pemilihan konsep harus diperhitungkan dengan baik agar mampu menampilkan hasil tentang fungsi dan aktivitas yang terjadi dalam bangunan.

Salah satu konsep yang mempengaruhi hasil perancangan Klinik Rehabilitasi Medik ini adalah sirkulasi pada bangunan Klinik. Penerapan konsep sirkulasi akan memberikan pengaruh dalam peletakan ruang-ruang, sehingga diharapkan mampu melayani masyarakat secara optimal. Dengan menerapkan konsep sirkulasi pada rancangan denah Klinik Rehabilitasi Medik, diharapkan mampu untuk merepresentasikan fungsi dari bangunan tersebut.

(4)

KARAKTER PERGERAKAN CIVITAS

Jalur sirkulasi harus memberikan rasa aman dan kejelasan agar tidak membingungkan civitas. Pemisahan sirkulasi diperlukan masing-masing civitas, yakni sirkulasi pengunjung atau tamu, pasien, terutama pasien dengan kebutuhan khusus, serta sirkulasi bagi pengelola dan tim medis agar tidak mengganggu kenya-manan selama beraktivitas. Pada parkir, pemisahan diterapkan pada jalur sirkulasi kendaraan pengunjung klinik serta kendaraan milik pengelola dan tim medis agar tidak terjadi cross circulation. Pada bangunan, pemisahan sirkulasi diterapkan antara pengelola dan pasien, sehingga kegiatan administrasi klinik tidak menganggu kegiatan pelayanan kesehatan yang sedang berlangsung di klinik.

Klinik Rehabilitasi Medik adalah klinik yang melayani pasien dengan disfungsi organ tubuh, sehingga me-merlukan konsep rancangan khusus bagi pasien berkebutuhan khusus. Untuk peletakan ruang-ruang pada Klinik Rehabilitasi Medik diusahakan dapat dijangkau dengan mudah bagi pasien yang berkebutuhan khu-sus. Hal ini karena jangkauan gerak pasien dengan kebutuhan khusus berbeda dengan pasien lainnya. Khusus untuk ruang konsultasi, ruang ortetik-prostetik serta toilet khusus difabel diusahakan letaknya dekat dengan pintu masuk sehingga pasien dengan kebutuhan khusus dapat dengan mudah menjangkau ruang yang dimaksud.

TRANSFORMASI KONSEP SIRKULASI DALAM RANCANGAN DENAH

Perumusan konsep sirkulasi pada Klinik Rehabilitasi Medik dibuat agar pelayanan yang diberikan menjadi optimal serta untuk mendapatkan sirkulasi yang efektif sesuai tuntutan pergerakan civitas. Beberapa faktor yang mempengaruhi sirkulasi di dalam bangunan adalah hubungan ruang dan organisasi ruang yang dihasilkan dari analisis civitas, aktivitas serta kebutuhan ruang (Lihat Tabel 1).

Tabel 1. Analisis Civitas, Aktivitas dan Kebutuhan Ruang

Sumber : Prehastuti, 2016

Civitas Aktivitas Kebutuhan Ruang

Pasien

Datang – Parkir – Mendaftar/Mencari Informasi – Menunggu – Konsultasi – Berganti Pakaian –

Sanitair - Terapi – Membayar – Pulang

Parkir Pengunjung, Lobby, R. Informa-si/Pendaftaran, R. Tunggu, R. Konsultasi, R.

Ganti, Toilet, R. Terapi, Kasir Pengunjung/

Pengantar Pasien

Datang – Parkir – Menunggu - Sanitair -

Pu-lang Parkir Pengunjung, Lobby, R. Tunggu, Toilet

Tim Medis

Datang – Parkir – Berganti Pakaian – Me-meriksa Pasien – Terapi – Istirahat – Sanitair –

Rapat – Pulang

Parkir Pengelola, R. Konsultasi, R. Terapi, Loker Staff, R. Rapat, Pantry, Toilet

Tamu/Akadem isi

Datang – Parkir – Perpustakaan – Sanitair -

Pulang Parkir Pengunjung, R. Perpustakaan, Toilet

Pengelola

Datang – Parkir – Melakukan Kegiatan Pengelolaan – Rapat – Sanitair – Istirahat –

Pulang

Parkir Pengelola, Office, R. Rapat, Loker Staff, Pantry, Toilet

Selain faktor tersebut, tingkat kebisingan yang dihasilkan masing-masing ruang memiliki pengaruh pada peletakan ruang sehingga ruang diusahakan letaknya sesuai dengan zona kebisingan pada tapak. Pemba-gian zona kebisingan pada tapak akan menghasilkan peletakan ruang yang sesuai dengan tuntutan ruang (Lihat Gambar 1).

Gambar 1. Konsep Zoning Berdasarkan Tingkat Kebisingan

(5)

Putu Shanti Apsari Prehastuti (1119251016)1), Widiastuti2), dan I Nyoman Surata3)– Klinik Rehabilitasi Medik

di Badung, Bali

11

Dari hasil analisis antara civitas, aktivitas, kebutuhan ruang serta tingkat kebisingan pada tapak, selanjutnya adalah menentukan hubungan ruang dan sirkulasi ruang hingga menemukan pola organisasi ruang dan me-letakkannya sesuai dengan zona kebisingan tapak (Lihat Gambar 2 & Gambar 3).

Gambar 2. Sirkulasi Ruang

Sumber : Prehastuti, 2016

Gambar 3. Organisasi Ruang

Sumber : Prehastuti, 2016

Penggabungan hasil analisis antara sirkulasi ruang dan pola massa bangunan dalam perancangan dapat dilihat pada Gambar 4.

Gambar 4. Pola Sirkulasi Pada Lay Out Plan

(6)

Peletakkan ruang pada Klinik Rehabilitasi Medik pada Gambar 4 telah melalui tahap analisis sehingga menghasilkan peletakkan ruang yang memperhatikan kenyamanan secara psikologis, mobilitas dari pemakai (penyandang disabilitas) serta pemanfaatan ruang secara efisien.

SIMPULAN DAN SARAN

Dalam proses merancang sebuah bangunan Klinik Rehabilitasi Medik, menentukan analisis civitas, aktivitas dan kebutuhan ruang memiliki pengaruh besar dalam menghasilkan denah. Penerapan sirkulasi linear serta radial dengan pola massa bangunan “natah” dianggap sesuai dengan fungsi serta masing-masing dapat dit-erapkan pada bangunan Klinik Rehabilitasi Medik di Badung. Diharapkan dengan rancangan denah yang dihasilkan melalui perumusan konsep sirkulasi ruang yang sesuai dengan kebutuhan serta akses mobilitas yang berpihak ke pemakainya dapat membantu mengoptimalkan pelayanan yang diberikan ke masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Chiara, Joseph D. 2001. Time-Saver Standards for Building Types, Fourth Edition. New Delhi: TATA MCGRAW-HILL.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2012. Pedoman Teknis Bangunan Rumah Sakit Ruang Reha-bilitasi Medik. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Gambar

Gambar 1. Konsep Zoning Berdasarkan Tingkat Kebisingan Sumber : Prehastuti, 2016
Gambar 2. Sirkulasi Ruang  Sumber : Prehastuti, 2016

Referensi

Dokumen terkait

Pasalnya sejumlah pebisnis telah melakukan kerjasama dengan industri spa di Pulau Bali untuk membuka cabang layanannya di luar Indonesia (PHRI Bali, 2012).. Aktifitas yoga

Untuk mendapatkan program ruang hal yang dilakukan terlebih dahulu adalah melakukan studi ruang.Studi ruang dapat dilakukan berdasarkan observasi maupun literature yang

Redesain terminal barang cargo di Kota Denpasar merupakan bangunan yang menjadi pusat sistem pela- yanan jaringan transportasi harus dapat memberikan pelayanan yang

Berdasar latar belakang di atas, penulis berusaha mengungkap struktur sepuluh cerita anak yang terdapat pada antologi Dari Gatrik Hingga Perjalanan, baik dari

Makna yang dihasilkan dari proses pembubuhan prefiks {ng-} pada kata tersebut adalah melakukan sesuatu yang dikerjakan seperti yang dikerjakan atau dilakukan pada

25 Penafsiran ini dianggap sebagai penafsiran yang paling tepat dalam memahami konstitusi sekaligus sebagai dasar menentukan pertentangan norma hukum, sebab: (1)

Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa unsur ritual dalam lamut terbagi menjadi dua, yaitu secara verbal dan nonverbal dan hal yang menyebabkan tradisi lisan

Perencanaan konsep desain pada pusat pelatihan anak berkebutuhan khusus ini bertujuan untuk mendapatkan hasil rancangan yang sesuai dengan kebutuhan para