Vo lu me (5) Nomor (1) Ed is i Janua ri 2017
T
O AP
Sa
St Krit
Elektroni Teknik‐Univ
Oka Sarasw P; Mudra, I
alain, IP; Su IGAB;
tudi Perk tik Peren
ik Jurnal Ars ersitas Uda
wati, AAA;
K; Yuda M ueca, NP; S
Widja, IM;
Arsite kotaan da ncanaan d
sitektur mil yana yang t
Widya Par Manik, IW; S
Suartika, G
; Kastawan
ektur dan an Lingk dan Arsit
ik Jurusan A terbit dua k
w
ramadhya Swanendr GAM; Susa n, IW; Sury
M
JURUS
FAKULT UNIVEn Desain ungan B tektur B
Arsitektur‐F kali dalam se www.ojs.unu
ksa, IN; Sy i, NM; Rum nta, IN; Su yada, IGAB Muktiwibo
SAN ARSITE
TAS TEKNIK RSITAS UDARiset inaan inaan
Fakultas etahun.
ud.ac.id
yamsul, mawan uryada, B; Karel owo, A.
EKTUR
KAYANA
e-Jurnal Arsitektur (JA) Universitas Udayana
e-Jurnal Arsitektur (JA) UNUD adalah kumpulan artikel terbitan berkala yang merupakan hasil studi menyeluruh dan inter disiplin di bidang arsitektur, perencanaan, dan lingkungan terbangun. Tujuan JA UNUD adalah untuk menghubungkan teori dan praktik nyata dunia kerja dalam bidang arsitektur dan desain riset, serta perencanaan kota dan studi lingkungan binaan.
Kontributor artikel JA UNUD utamanya berasal dari para civitas akademika arsitektur, namun tetap terbuka peluang bagi pelaku dan pemerhati bidang arsitektur, seperti: arsitek bangunan, desainer interior, perencana kota, dan arsitek lansekap yang bekerja di institusi akademik, lembaga riset, institusi pemerintahan, universitas, maupun praktik swasta untuk turut berkontribusi.
JA UNUD mempublikasikan studi riset, kritik dan evaluasi objek arsitektur berskala mikro maupun makro, dll. Sub bidang yang dapat menjadi topik artikel di JA UNUD terbagi atas 3 (tiga) bagian:
1. Arsitektural dan Desain Riset:
Topik yang termasuk sub bidang ini, antara lain: teknologi dan desain berkelanjutan, komputer arsitektur, metoda desain dan teori, arsitektur perilaku, desain dan pemrograman arsitektur, pedagogi arsitektur, evaluasi pasca huni, aspek budaya dan sosial dalam desain, dll. Artikel biasanya merupakan hasil studi/skripsi/tugas akhir mahasiswa arsitektur.
2. Studi Perkotaan dan Lingkungan Binaan:
Topik yang termasuk sub bidang ini, antara lain: konservasi perkotaan berkelanjutan, implikasi faktor administratif dan politik terhadap suatu komunitas dan ruang, kota dan daerah perkotaan, perencanaan lingkungan, kebijakan dan desain perumahan, kota baru, aplikasi GIS dalam arsitektur, dll.
3. Kritik Perencanaan Arsitektur dan Arsitektur Binaan:
Topik yang termasuk sub bidang ini, antara lain: hasil diskusi mengenai proyek arsitektur yang sedang direncanakan, dalam tahap konstruksi, dan setelah dihuni. Artikel biasanya merupakan hasil pengamatan terhadap studi kasus.
JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Kampus Bukit Jimbaran-Bali, Indonesia
+62 361 703384
[email protected] @ www.ojs.unud.ac.id; www.ar.unud.ac.id
Pengurus e-Jurnal Arsitektur (JA) Universitas Udayana
Penanggung Jawab Anak Agung Ayu Oka Saraswati
Pengarah I Nyoman Widya Paramadhyaksa
Ketua Syamsul Alam Paturusi
Sekretaris I Wayan Yuda Manik
Bendahara Ni Made Swanendri
Penyunting dan Reviewer I Putu Rumawan Salain Ngakan Putu Sueca Gusti Ayu Made Suartika I Nyoman Susanta I Gusti Agung Bagus Suryada
Tim Validasi I Ketut Mudra Ngakan Putu Sueca Syamsul Alam Paturusi I Wayan Kastawan I Gusti Agung Bagus Suryada
Tim Penerbit I Made Widja Ngakan Putu Sueca I Wayan Kastawan I Gusti Agung Bagus Suryada
Desainer Cover Antonius Karel Muktiwibowo
Arsitektur dan Desain Riset
Studi Perkotaan dan Lingkungan Binaan Kritik Perencanaan dan Arsitektur Binaan
ejurnal nasional arsitektur milik Jurusan Arsitektur-Fakultas Teknik-Universitas Udayana yang terbit dua kali dalam setahun.
Volume (5) Nomor (1) Edisi Januari 2017 ISSN No. 9 772338 505776
Hak Cipta 2017 Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Udayana
Seluruh kontributor artikel telah mengijinkan Jurnal Arsitektur UNUD untuk mereproduksi, mendistribusikan, dan mempublikasikan substansi jurnal dalam format elektronik pada website OJS Universitas Udayana www.ojs.unud.ac.id
Pandangan, pendapat, dan hasil penelitian merupakan tanggung
jawab kontributor. Gambar dan diagram disediakan oleh
kontributor.
Penuntun Penulisan dan Pengiriman Naskah e-Jurnal Arsitektur (JA) UNUD
Tata tulis naskah:
1. Kategori naskah ilmiah merupakan hasil penelitian (laboratorium, lapangan, kepustakaan), ilmiah populer (aplikasi, ulasan, opini), diskusi, skripsi, dan stugas akhir.
2. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris (abstrak) diketik pada kertas ukuran A-4, spasi tunggal, dengan batas atas 1,55 cm; bagian dalam 2,5 cm; bagian luar 1,5 cm; dan bawah 2,45 cm. Font yang digunakan adalah Arial 11pt.
3. Batas panjang naskah/artikel adalah 4 atau 6 halaman.
4. Judul harus singkat, jelas tidak lebih dari 10 kata, cetak tebal, huruf kapital, di tengah-tengah kertas.
Untuk diskusi, judul mengacu pada naskah yang dibahas (nama penulis naskah yang dibahas ditulis sebagai referensi).
5. Nama penulis/pembahas ditulis lengkap tanpa gelar, di bawah judul, disertai institusi asal penulis dan alamat email di bawah institusi.
6. Harus ada kata kunci (keyword) dari naskah yang bersangkutan minimal 2 kata kunci. Daftar kata kunci (keyword) diletakkan setelah abstrak
7. Abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Inggris maksimum 200 kata, dicetak miring, font Arial 10pt, spasi tunggal. Judul bab ditulis di tengah-tengah ketikan, cetak tebal huruf kapital
8. Gambar, grafik, tabel dan foto harus disajikan dengan jelas.
9. Definisi notasi dan satuan yang dipakai dalam rumus disatukan dalam daftar notasi. Daftar notasi diletakkan sebelum daftar pustaka
10. Kepustakaan diketik 1 spasi. Jarak antar judul 2 spasi dan diurutkan menurut abjad. Penulisannya harus jelas dan lengkap sesuai dengan: nama pengarang, tahun, judul, kota: penerbit. Judul dicetak miring.
Keterangan umum:
1. Naskah yang dikirim sebanyak satu eksemplar dan menyerahkan soft copy dalam program pengolahan kata MS Word atau format teks/ASCII.
2. Naskah belum pernah dipublikasikan oleh media cetak lain.
3. Redaksi berhak menolak atau mengedit naskah yang diterima. Naskah yang tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan akan dikembalikan. Naskah diskusi yang ditolak akan diteruskan kepada penulis naskah untuk ditanggapi.
Editorial
Ketika Dirjen Diki melansir suratnya No. 152/E/T/2012 yang berisikan Wajib Publikasi Ilmiah Bagi S1/S2/S3, ide dasarnya dasarnya adalah untuk mendongkrak jumlah karya ilmiah perguruan tinggi yang dipublikasikan secara luas dianggap sangat rendah. Kebijakan ini langsung mengguncang jagad perguruan tinggi di Indonesia. Media yang digunakan untuk mewujudkan kebijakan tersebut adalah jurnal cetak dan e-jurnal.
Sosialisasi e-jurnal di Universitas Udayana telah dilakukan, namun dalam implementasinya bukan hal yang mudah. Untuk mewujudkannya melibatkan banyak pihak, organisasi mulai dari jurusan hingga Universitas, menempatkan orang-orang yang berkompeten (reviewer dan validator) dan badan pelaksanaannya. Selain itu, dukungan kebijakan, sumberdaya dan pengalokasiannya. Belum lagi mekanisme pemantauan, evaluasi, dan pengawasan pelaksanaannya. Ditengah kompleksitas permasalahan ini, lahirlah jurnal volume 5 nomor 1 dengan segala keterbatasannya. Sisi kualitas sebagai karya ilmiah, berkejaran dengan batas waktu yang sangat terbatas mewarnai volume kelima ini. Ini menjadi masalah tersendiri, menransformasi Tugas Akhir arsitektur yang didominasi gambar perancangan menjadi laporan dalam format jurnal ilmiah, bukan hal mudah. Namun ini adalah pilihan satu-satunya dalam keadaan keterbatasan waktu.
Diharapkan pada edisi mendatang, penyumbang artikel bukan hanya dari mahasiswa yang sedang tugas akhir, tetapi seluruh mahasiswa arsitektur tanpa memandang semester. Sehingga diharapkan diperoleh keberagaman naskah yang masuk sekaligus terdistribusinya jumlah artikel di setiap penerbitan. Dalam kesempatan yang baik ini, dari dapur pelaksana e-jurnal Asitektur, mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu terwujudnya jurnal volume 5 nomor 1 ini.
Redaktur
Daftar Isi
Halaman
eJurnal Arsitektur Universitas Udayana ... i
Pengurus eJurnal Arsitektur Universitas Udayana ... ii
Penuntun Penulisan dan Pengiriman Naskah e-Jurnal Arsitektur (JA) UNUD ... iii
Editorial ... iv
Daftar Isi ... v
1. Museum Seni Karikatur dan Patung di Tabanan, Bali. Penerapan Konsep Tri Mandala.
(I Putu Eka Masvianto, I Ketut Muliawan Salain, I Wayan Wiryawan) ... 1-4 2. Gelanggang Olahraga Baseball di Denpasar, Bali. Penerapan Tema Neo-Vernakular.
(I Gusti Ngurah Krisma Dewa, I Made Adhika, I Gusti Bagus Budjana) ... 5-8 3. Klinik Rehabilitasi Medik di Badung, Bali. Transformasi Konsep Sirkulasi dalam Rancangan
Denah.
(Putu Shanti Apsari Prehastuti, Widiastuti, I Nyoman Surata) ... 9-12 4. Pelatihan Seni Tari Tradisional Bali di Gianyar, Bali
(Cok Istri Agung Prama Dewi, I Wayan Gomudha, Ngakan Ketut Acwin Dwijendra) ... 13-16 5. Akademi Perfilman, Televisi dan Animasi di Denpasar. Penerapan Tema Arsitektur Post-Modern
dalam Tampilan Bangunan.
(Gamaliel Sangga Buana, Syamsul Alam Paturusi, I Ketut Muliawan Salain) ... 17-20 6. Hostel di Seririt, Bali. Penerapan Konsep Perancangan Tampilan Bangunan.
(Rizky Ramadhan, I Made Suarya, I Nyoman Susanta) ... 21-24 7. Pusat Desain Arsitektur dan Interior di Denpasar, Bali. Penerapan Konsep Tampilan Bangunan.
(I Nyoman Adi Arimbawa, Ngakan Putu Sueca, Ni Made Swanendri) ... 25-28 8. Klungkung Fine Art Space, Bali. Penerapan Tema Gravity in Art Object.
(I Wayan Sabath Sukma Miarna, I Wayan Gomudha, Anak Agung Gde Djaja Bharuna S) ... 29-32 9. Restoran dan Bar Klub Motor Klasik di Badung, Bali. Penerapan Tema Sustainable Architecture
in Rustic Style.
(Ni Nengah Widnyana Shantyasri Putri, A. A. Ayu Oka Saraswati, Tjok Oka A. A. Sukawati) ... 33-36 10. Perpustakaan Umum Daerah Provinsi Bali di Denpasar
(Ahmad Elbi Alfarisi Muzakir, I Wayan Gomudha, Anak Agung Gde Djaja Bharuna S) ... 37-40 11. Automotive Shop di Denpasar, Bali. Konsep Sirkulasi Kendaraan.
(Gede Igam Asia Candira, I Nyoman Widya Paramadhyaksa, Ida Bagus Gde Primayatna) ... 41-44 12. Pusat Pelatihan Selam di Tulamben, Bali. Konsep Eco Architecture pada Rancangan Bangunan.
(Fandy Mahindra, I Nyoman Surata, Ngakan Ketut Acwin Dwijendra) ... 45-48 13. Penataan Kawasan Air Terjun Desa Sekumpul, Kecamatan Sawan, Buleleng. Penerapan Tema
Neo-Vernacularism terhadap Tampilan Bangunan.
(Komang Gede Agus Satria, Nengah Keddy Setiada, I Nyoman Surata)... 49-52 14. Pusat Rehabilitasi Narkoba dengan Metode Therapeutic Community di Denpasar, Bali
(Nyoman Febriadi Megananda, Ida Ayu Armeli, I Wayan Yuda Manik) ... 53-56 15. Outbound di Desa Muncan Karangasem. Penerapan Tema Dinamis pada Perancangan.
(Dewa Gede Gita Gotama, I Nengah Lanus, I Gusti Bagus Budjana) ... 57-60 16. Sekolah Alam Masyarakat Kurang Mampu di Abang Karangasem, Bali. Penerapan Konsep Tri
Hita Karana pada Tampilan Bangunan.
(Putu Gitta Wisnu Suryana, I Made Adhika, I Nyoman Sudiarta) ... 61-64 17. Redesain Terminal Barang Cargo di Denpasar, Bali. Penerapan Konsep pada Desain Bangunan.
(Anak Agung Rai Pucangan, Tjok Oka Ardhana Sukawati, Ida Bagus Ngurah Bupala)... 65-68
18. Sekolah Anak Autis di Tabanan, Bali.
(A.A Aris Santanu Puriasa, Anak Agung Ayu Oka Saraswati, Evert Edward Moniaga)...69-74 19. Fasilitas Workout Plaza di Kabupaten Badung, Bali
(I Gusti Bagus Wahyu Adnyana, I Wayan Kastawan, Ni Made Swanendri) ...75-78 20. Galeri Lukisan Wayang Kamasan di Klungkung. Penerapan Arsitektur Neo Vernakular pada
Rancangan Desain Bangunan Galeri.
(Cokorda Agung Aristya Pranatha, Ida Bagus Gde Wirawibawa, I Putu Sugiantara) ...79-84 21. Pusat Pelatihan Mixed Martial Arts di Badung, Bali. Penerapan Tema “Champion Spirit” dalam
Perancangan.
(Bambang Gde Grady Indura, Ngakan Ketut Acwin Dwijendra, Tri Anggraini Prajnawrdhi) ...85-88 22. Redesain UPT Puskesmas Kintamani I di Bali. Penerapan Tema Kehangatan dalam Rancangan.
(I Made Agus Suardi Putra, Gusti Ayu Made Suartika, I Nyoman Sudiarta) ...89-92 23. Pusat Perbelanjaan Batu Permata di Denpasar, Bali. Penerapan Tema Kontemporer.
(Agus Komang Januadi Putra ND, Ida Ayu Armeli, I Ketut Muliawan Salain) ...93-98 24. Resort Bernuansa Budaya Pertanian di Tabanan, Bali. Penerapan Konsep Eco Architecture pada
Unit Hunian Resort.
(Putu Indra Setiawan, I Ketut Mudra, I Gusti Agung Bagus Suryada) ...99-102 25. Pengembangan Kawasan Pesinggahan, Goa Lawah-Klungkung, Bali. Pemanfaatan Tata Guna
Lahan.
(Putu Prasada Dhanwantara, I Dewa G.A. Diasana Putra, Anak Agung Gde Djaja Bharuna) ... 103-108 26. Sport Center di Kabupaten Badung, Bali. Konsep Penggunaan Sun Pipe pada Rancangan
Bangunan.
(Dimi Elkana, Ngakan Ketut Acwin Dwijendra, I Gusti Bagus Budjana) ... 109-112 27. Rumah Sehat Ibu dan Anak di Denpasar, Bali. Penerapan Konsep Perancangan Ruang Dalam
dan Ruang Luar pada Bangunan. Penerapan Konsep Perancangan Ruang Dalam dan Ruang Luar pada Bangunan.
(Gede Yudha Prasepta, Ni Ketut Agusintadewi, I Putu Sugiantara) ... 113-116 28. Pusat Pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini Terpadu di Denpasar, Bali. Penerapan Tema
Playscape.
(Ryan Rachmawati, Tri Anggraini Prajnawrdhi, Evert Edward Moniaga) ... 117-120 29. Penerapan Tema “Industrial” pada Industri dan Pelatihan Pembuatan Keramik Tableware di
Kabupaten Badung
(Ni Kadek Sari Murti, I Made Suarya, I Gusti Agung Bagus Suryada) ... 121-124 30. Agrowisata Ternak Sapi Bali di Kabupaten Badung, Bali. Penerapan Tema Fun and Ecology
Design pada Tampilan Bangunan.
(I Putu Andi Irawan, Ni Ketut Ayu Siwalatri, I Nengah Lanus) ... 125-128 31. Rumah Pintar di Klungkung, Bali. Penerapan Tema dan Konsep Rancangan.
(I Made Abdi Suhendra, Ni Ketut Ayu Siwalatri, Evert Edward Moniaga) ... 129-132 32. Natural Spa & Yoga Center di Badung, Bali. Penerapan Tema Harmony with Nature pada Ruang
Luar.
(A.A. Angga WIcaksana, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Ngakan Ketut Acwin Dwijendra) ... 133-136 33. Pasraman Hindu di Buleleng, Bali. Penerapan Zoning, Tampilan Eksterior dan Interior pada
Perancangan Bangunan.
(Kadek Ajas Setiadika, Ngakan Putu Sueca, I Nyoman Susanta) ... 137-140 34. Denpasar Tourismn and Cultural Information Center di Bali. Penerapan Tema Perancangan pada
Desain Bangunan.
(I Gede Wiryasuta, Ida Bagus Gde Wirawibawa, I Wayan Kastawan) ... 141-146 35. Pusat Upakara di Badung, Bali. Penerapan Zoning, Tampilan Eksterior dan Interior pada
Perancangan Bangunan.
(I Made Prasetya Widiasra, Gusti Ayu Made Suartika, I Nyoman Susanta) ... 147-150 36. Martial Arts Community Center di Klungkung, Bali
(I Kadek Putra Ariwibawa, Gusti Ayu Made Suartika, Ida Bagus Gde Primayatna)... 151-154
37. Perancangan Fasilitas Rest Area di Jalan Raya Denpasar Gilimanuk, Bali. Penerapan Tema pada Konsep Perancangan Bangunan.
(I Wayan Candra WIbawa, I Wayan Kastawan, I Nyoman Susanta) ... 155-158 38. SLB Golongan A di Jimbaran, Bali. Penerapan Tema Arsitektur Tropis.
(Nuril Haqi Paramitha, Ni Ketut Agusintadewi, Evert Edward Moniaga) ... 159-162 39. Penataan Daya Tarik Wisata Alam Di Desa Sambangan Singaraja, Bali. Perancangan dan
Pemanfaatan Tata Guna Lahan.
(Kadek Arta Adnyana, Tri Anggraini Prajnawrdhi, Anak Agung Gde Djaja Bharuna) ... 163-168 40. Sport Hall di Badung, Bali. Penerapan Konsep Perancangan pada Desain Bangunan.
(Ni Made Lusi Karolina, Ni Ketut Ayu Siwalatri, I Nengah Lanus) ... 169-174 41. Sasana Seni Ukir di Bangli, Bali. Penerapan Tema Neo Vernakular dalam Rancangan.
(I Dewa Gede Darma Putra, Putu Rumawan Salain, Ida Bagus Gde Primayatna) ... 175-180 42. Karakteristik Desain Pondok Pesantren Putri di Jembrana, Bali.
(Nona Maulida Maharani, Syamsul Alam Paturusi, I Nyoman Susanta) ... 181-184
A.A. Angga Wicaksana (1219251043)1), Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati2), dan Ngakan Ketut Acwin Dwijendra3)–
NATURAL SPA & YOGA CENTER DI BADUNG, BALI Penerapan Tema Harmony With Nature Pada Ruang Luar
A. A. Angga Wicaksana1), Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati2), dan Ngakan Ketut Acwin Dwijendra3)
1)Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana [email protected]
2)Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana [email protected]
3)Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana [email protected]
ABSTRACT
Besides known with a variety of tourism destinations, Bali is also famous with the service, particularly in terms of spa and yoga. It was proved when Bali selected as the Best Spa Tourism Destination in the World 2009 by one of the largest magazine in Berlin on March 2009. Currently, the development of spa and yoga in Bali increasing rapidly and the bene- fits is felt not only to the tourist, but also to the community in terms on health and beauty. Therefore, the authors have an interest to build a spa and yoga center with nature as a priority theme. The theme chosen is “Harmony with Nature”, where the theme is used as a reference in the design process that will be able to generate building and the atmosphere closer to nature. Concrete manifestation in the implementation of this theme is can be seen at the building materials that sourced from nature such as wood, rocks nature, and arrangement of the site that give priority to beauty of the environ- ment. To apply the theme, the first conducted a research to determine the organization of space, shape, area, and the site boundary. Then do site zoning so can produce outdoor space concept to show the arrangement of the enviromental site.
Keywords: Tourism, Spa, Yoga, Nature
ABSTRAK
Selain dikenal dengan berbagai tujuan wisata, Bali juga terkenal akan pelayanan jasa khususnya dalam hal spa dan yo- ga. Hal ini terbukti ketika Bali terpilih sebagai Best Spa Tourism Destination in The World 2009 oleh salah satu majalah terbesar di Berlin pada Maret 2009 lalu. Kini perkembangan layanan spa dan yoga di Bali kian pesat dan manfaatnya pun dirasakan tidak hanya dari wisatawan saja, namun juga masyarakat dalam hal kesehatan dan kecantikan. Melihat hal tersebut, penulis memiliki ketertarikan untuk membangun sebuah pusat layanan spa dan yoga dengan mengedepankan tema alam. Tema terpilih merupakan “Harmony with Nature”, dimana tema tersebut dijadikan sebagai acuan dalam proses perancangan yang nantinya mampu menghasilkan bangunan maupun suasana yang dekat dengan alam. Wujud nyata dalam penerapan tema tersebut akan terlihat pada bahan material bangunan yang diaplikasikan bersumber dari alam seperti kayu maupun batu-batuan alam dan penataan pada tapak yang mengutamakan keasrian lingkungan. Untuk menerapkan tema tersebut terlebih dahulu dilakukan kajian dalam menentukan organisasi ruang, bentuk, luas, dan batas tapak. Setelah melakukan kajian tersebut lalu mulai melakukan zoning pada tapak sehingga menghasilkan konsep ruang luar yang menampilkan penataan pada lingkungan tapak.
Kata Kunci: Pariwisata, Spa, Yoga, Alam
PENDAHULUAN Latar Belakang
Bali dikenal dengan berbagai sebutan oleh khalayak luas, Pulau Surga, Pulau Seribu Pura, dan Pulau Dewata sangat tidak asing terdengar di telinga para penikmat pariwisata. Nama yang mendunia tersebut bukan tanpa alasan dikarenakan Pulau Bali memang sangat dekat dengan kebudayaan maupun tradisi yang menjadi daya tarik khusus bagi para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bali. Selain kebudayaan, hal yang tidak bisa dilupakan dari Pulau Bali adalah lengkapnya destinasi tujuan pariwisata bagi wisatawan. Mulai dari wahana air (water sport), kuliner, pusat kerajinan, spa & massage, wisata mendaki, hingga club malam.
Berbicara mengenai spa di Pulau Bali, perkembangannya sangat baik dan bisa dikatakan memiliki trend yang positif bagi wisatawan yang sedang berlibur maupun bagi warga lokal yang bekerja sebagai terapis pada tempat-tempat spa yang ada di Pulau Bali. Layanan spa di Pulau Bali tak hanya dikenal wisatawan mancanegara yang sedang berlibur di Pulau Bali, layanan spa di Pulau Bali juga bisa didapatkan wisatawan mancanegara di beberapa negara tetangga. Pasalnya sejumlah pebisnis telah melakukan kerjasama dengan industri spa di Pulau Bali untuk membuka cabang layanannya di luar Indonesia (PHRI Bali, 2012).
Aktifitas yoga merupakan salah satu alternatif kebugaran yang sedang digemari oleh masyrakat luas sebagai salah satu cara dalam melatih ketenangan jiwa maupun kesehatan raga. Bila dilihat dari data jumlah penduduk dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar tahun 2015 tercatat ada 633.201 jiwa. Sedangkan jumlah kendaraan bermotor pada tahun 2013 di Denpasar, sesuai dengan data BPS Provinsi tahun 2014 tercatat total ada 1.260.286 kendaraan. Ini tentu ada percepatan kepemilikan kendaraan, dikarenakan 13 tahun sebelumnya yaitu tahun 2000 data BPS Provinsi menyebutkan jumlah kendaraan mencapai 449.904 unit. Dimana pada tahun tersebut jumlah penduduk Kota Denpasar mencapai 522.381 orang. Melihat data tersebut memperlihatkan bagaimana Kota Denpasar dipenuhi kendaraan dan menjadi salah satu faktor stres dikarenakan tingkat kemacetan dan kepadatan di ruas jalan Kota Denpasar yang cukup tinggi. Merujuk pada UUD Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan, Spa masuk kedalam salah satu dari 13 point untuk kategori usaha pariwisata yaitu usaha yang menyediakan barang atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dan penyelenggaraan pariwisata. Penulis memiliki ketertarikan untuk menciptakan maupun merancang mengenai “Natural Spa & Yoga Center di Badung”. Hal tersebut dikarenakan selain mendukung kegiatan pariwisata, kedua aktifitas tersebut sama-sama menyangkut dengan kebugaran tubuh dan mampu menyehatkan tubuh. Pemilihan lokasi rencananya di Badung Utara, hal tersebut dikarenakan lokasinya yang sangat mendukung dari segi suasana alamnya yang masih alami.
Natural Spa & Yoga Center di Badung Tema
Tema yang sesuai untuk mewujudkan fungsi dan tujuan perancangan Spa dan Yoga yaitu “Harmony with Nature” atau Keselarasan dengan Alam. Tema “Harmony with Nature” sendiri memiliki makna bahwa dengan kenyamanan dan kesejukan alam yang masih asri mampu berpengaruh terhadap kebugaran jiwa dan raga. Dengan memberikan ketenangan bagi jiwa dan raga melalui pengaplikasian bahan material yang bersumber dari alam, sehingga wisatawan maupun masyarakat lokal yang sedang kelelahan atau stres akan menjadi lebih rileks. Suasana yang tenang dan rileks ini diharapkan akan memberikan kesehatan tubuh, pikiran, dan jiwa sehingga menimbulkan kesehatan jasmani dan rohani dalam diri manusia.
Organisasi Ruang Makro
Pada Natural Spa & Yoga Center di Badung ini dibagi menjadi 4 kategori fasilitas. Berikut diantaranya yang berwarna merah merupakan fasilitas servis, warna hijau merupakan fasili- tas pengelola, warna kuning merupakan fasili- tas penunjang, dan warna biru merupakan fasilitas utama. Alur sirkulasi pada fasilitas ini juga di bagi menjadi 3 diantaranya, garis hitam merupakan alur sirkulasi bagi pengunjung, gar- is strip merah merupakan alur sirkulasi bagi servis, dan garis titik-titik hijau merupakan alur sirkulasi bagi pengelola. (Lihat pada gambar 1) Bentuk, luas, dan batas Tapak
Tapak memiliki bentuk memanjang kearah utara site, total luasnya mencapai 4.900m2. tapak berada pada sisi utara dari Jl. Majapahit, Blahkiuh Abiansemal, Badung, Bali dan merupakan tapak yang memiliki transis. Batas – batas yang dimiliki tapak adalah sebagai berikut: Utara, Lahan dengan di tumbuhi oleh pepohonan rimbun. Timur, Persawahan dan Jl.
Raya Punggul Abiansemal, Badung. Selatan, Jl. Majapahit, Blahkiuh. Jalan utama yang menghubungkan Desa Blahkiuh dengan Desa Bongkasa. Barat, areal permukiman warga.
Orientasi site menghadapkearah jalan yaitu ke selatan, namun orientasi massa bangunan rencana menghadap ke utara yaitu menghadap
Gambar 1. Organisasi Ruang Makro ( Wicaksana, 2016)
A.A. Angga Wicaksana (1219251043)1), Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati2), dan Ngakan Ketut Acwin Dwijendra3)– ke arah lahan yang rimbun dengan pepohonan.
Bentuk tapak yang memanjang ke belakang sangat cocok untuk peruntukan spa, karena spa memerlukan tingkat ketenangan yang cukup tinggi dari arah luar tapak. Massa bangunan akan dibangun mengikuti arah transis agar menciptakan keselarasan pada bangunan dan tapak. Akan dibangun massa majemuk pada tapak agar nantinya bangunan tidak terkesan kaku. Build up area yaitu 4 meter pada sisi depan tapak dan 2 meter pada sisi kanan, kiri, dan belakang site. (Lihat gambar 2)
Zoning Tapak
Zoning tapak dibagi sesuai dengan fungsinya yai- tu, warna biru merupakan fasilitas utama, warna pink merupakan tempat suci, warna kuning merupakan fasilitas penunjang, warna merah merupakan fasilitas servis, warna oranye areal parkir pengunjung, warna merah marun area parkir pengelola, dan warna hijau merupa- kan fasilitas pengelola. (lihat gambar 3) Penerapan Pada Ruang Luar
Tema yang digunakan pada Spa dan Yoga ini adalah “Harmony with nature”. Dimana dari tema itu sendiri dapat diterapkan dengan menciptakan suasana yang alami, asri, dan teduh yang berimplikasi pada penggunaan elemen-elemen alami sehing- ga menimbulkan kenyamanan bagi siapa saja yang berkegiatan di fasilitas ini.
Hardscape yang akan digunakan akan me- nyesuaikan dengan aktifitas yang diwadahi, misalnya parkir akan menggunakan grass block yang bertujuan untuk menyediakan area peresapan. Pedestrian akan menggunakan batu sikat maupun paras dikarenakan sifatnya yang tidak licin, dan juga adanya kolam ikan sebagai penambah unsur estetis.
softscape yang digunakan akan mencip- takan kesan ruang yang nyaman, asri, teduh, dan yang terpenting memiliki nilai estetis. Tanaman yang sesuai untuk daerah tropis adalah palm, Jepun, Kelapa, dan se- bagainya. Keadaan alami dari sawah yang ada pada tapak akan dipertahankan se- bagai penambah view dan suasana alami di dalam tapak. (Lihat gambar 4)
Gambar 3. Zoning tapak ( Wicaksana, 2016)
Gambar 2. Bentuk tapak secara umum ( Wicaksana, 2016)
SIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan, dapat disimpulkan bahwa untuk menerapkan tema “Harmony with Nature” pada fasilitas natural spa & yoga center ini dilakukan beberapa tahap. Proses awal diantaranya menentukan organisasi ruang, bentuk, luas, dan batas tapak, lalu melakukan zoning tapak sehingga menghasilkan konsep ruang luar yang menampilkan penataan lingkungan pada tapak maupun bahan material yang akan diaplikasikan.
Saran, untuk menerapkan tema “Harmony with Nature” pada fasilitas ini harus mempertimbangkan beberapa aspek diantaranya memperhatikan limbah yang dihasilkan dari aktifitas spa. Adanya sistem pengolahan limbah yang terpadu sehingga limbah tersebut mampu dimanfaatkan kembali tanpa mencemari lingkungan sekitar.
DAFTAR PUSTAKA
Peraturan Daerah Kabupaten Badung no. 26 tahun 2013. Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Badung tahun 2013-2033 paragraf 4 tentang Kawasan Peruntukan Pariwisata pasal 42. Badung.
PHRI Bali. 2012. Spa Bali destinasi terbaik di Dunia. http://www.phribali.or.id/news/spa-bali-destinasi-terbaik- di-dunia.htm. Diakses: 06/03/2016 pukul 19:00 WITA.
Gambar 6 Bentuk dan Tampilan Gaming Café dan Bangunan Kantor Pengelola ( Wijaya, 2016)
Gambar 4. Penerapan pada ruang luar ( Wicaksana, 2016)