Arsitektur dan Desain Riset
Studi Perkotaan dan Lingkungan Binaan
Kritik Perencanaan dan Arsitektur Binaan
Elektronik Jurnal Arsitektur milik Jurusan Arsitektur-Fakultas
Teknik-Universitas Udayana yang terbit dua kali dalam setahun.
www.ojs.unud.ac.id
Oka Saraswati, AAA; Widya Paramadhyaksa, IN; Syamsul,
AP; Mudra, IK; Yuda Manik, IW; Swanendri, NM; Rumawan
Salain, IP; Sueca, NP; Suartika, GAM; Susanta, IN; Suryada,
IGAB; Widja, IM; Kastawan, IW; Suryada, IGAB; Karel
Muktiwibowo, A.
V
ol
ume
(
5
)
N
omor
(1
)
Edi
si
J
an
ua
ri
201
7
ISSN:
9 772338 505776
JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
e-Jurnal Arsitektur (JA) Universitas Udayana
e-Jurnal Arsitektur (JA) UNUD adalah kumpulan artikel terbitan berkala yang merupakan hasil studi menyeluruh dan inter disiplin di bidang arsitektur, perencanaan, dan lingkungan terbangun. Tujuan JA UNUD adalah untuk menghubungkan teori dan praktik nyata dunia kerja dalam bidang arsitektur dan desain riset, serta perencanaan kota dan studi lingkungan binaan.
Kontributor artikel JA UNUD utamanya berasal dari para civitas akademika arsitektur, namun tetap terbuka peluang bagi pelaku dan pemerhati bidang arsitektur, seperti: arsitek bangunan, desainer interior, perencana kota, dan arsitek lansekap yang bekerja di institusi akademik, lembaga riset, institusi pemerintahan, universitas, maupun praktik swasta untuk turut berkontribusi.
JA UNUD mempublikasikan studi riset, kritik dan evaluasi objek arsitektur berskala mikro maupun makro, dll. Sub bidang yang dapat menjadi topik artikel di JA UNUD terbagi atas 3 (tiga) bagian:
1. Arsitektural dan Desain Riset:
Topik yang termasuk sub bidang ini, antara lain: teknologi dan desain berkelanjutan, komputer arsitektur, metoda desain dan teori, arsitektur perilaku, desain dan pemrograman arsitektur, pedagogi arsitektur, evaluasi pasca huni, aspek budaya dan sosial dalam desain, dll. Artikel biasanya merupakan hasil studi/skripsi/tugas akhir mahasiswa arsitektur.
2. Studi Perkotaan dan Lingkungan Binaan:
Topik yang termasuk sub bidang ini, antara lain: konservasi perkotaan berkelanjutan, implikasi faktor administratif dan politik terhadap suatu komunitas dan ruang, kota dan daerah perkotaan, perencanaan lingkungan, kebijakan dan desain perumahan, kota baru, aplikasi GIS dalam arsitektur, dll.
3. Kritik Perencanaan Arsitektur dan Arsitektur Binaan:
Topik yang termasuk sub bidang ini, antara lain: hasil diskusi mengenai proyek arsitektur yang sedang direncanakan, dalam tahap konstruksi, dan setelah dihuni. Artikel biasanya merupakan hasil pengamatan terhadap studi kasus.
JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
Kampus Bukit Jimbaran-Bali, Indonesia +62 361 703384
ii
eJurnal Arsitektur Universitas Udayana ISSN No. 9 772338 505776Pengurus e-Jurnal Arsitektur (JA) Universitas Udayana
Penanggung Jawab
Anak Agung Ayu Oka Saraswati
Pengarah
I Nyoman Widya Paramadhyaksa
Ketua
Syamsul Alam Paturusi
Sekretaris
I Wayan Yuda Manik
Bendahara
Ni Made Swanendri
Penyunting dan Reviewer
I Putu Rumawan Salain Ngakan Putu Sueca Gusti Ayu Made Suartika I Nyoman Susanta I Gusti Agung Bagus Suryada
Tim Validasi
I Ketut Mudra Ngakan Putu Sueca Syamsul Alam Paturusi I Wayan Kastawan I Gusti Agung Bagus Suryada
Tim Penerbit
I Made Widja Ngakan Putu Sueca I Wayan Kastawan I Gusti Agung Bagus Suryada
Desainer Cover
Antonius Karel Muktiwibowo
Arsitektur dan Desain Riset
Studi Perkotaan dan Lingkungan Binaan
Kritik Perencanaan dan Arsitektur Binaan
ejurnal nasional arsitektur milik Jurusan Arsitektur-Fakultas
Teknik-Universitas Udayana yang terbit dua kali dalam setahun.
Volume (5) Nomor (1) Edisi Januari 2017
ISSN No. 9 772338 505776
Hak Cipta
2017 Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas
Udayana
Seluruh kontributor artikel telah mengijinkan Jurnal Arsitektur
UNUD
untuk
mereproduksi,
mendistribusikan,
dan
mempublikasikan substansi jurnal dalam format elektronik pada
website OJS Universitas Udayana
www.ojs.unud.ac.id
Pandangan, pendapat, dan hasil penelitian merupakan tanggung
jawab kontributor. Gambar dan diagram disediakan oleh
kontributor.
Penuntun Penulisan dan Pengiriman Naskah e-Jurnal Arsitektur (JA) UNUD
Tata tulis naskah:
1. Kategori naskah ilmiah merupakan hasil penelitian (laboratorium, lapangan, kepustakaan), ilmiah populer (aplikasi, ulasan, opini), diskusi, skripsi, dan stugas akhir.
2. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris (abstrak) diketik pada kertas ukuran A-4, spasi tunggal, dengan batas atas 1,55 cm; bagian dalam 2,5 cm; bagian luar 1,5 cm; dan bawah 2,45 cm. Font yang digunakan adalah Arial 11pt.
3. Batas panjang naskah/artikel adalah 4 atau 6 halaman.
4. Judul harus singkat, jelas tidak lebih dari 10 kata, cetak tebal, huruf kapital, di tengah-tengah kertas. Untuk diskusi, judul mengacu pada naskah yang dibahas (nama penulis naskah yang dibahas ditulis sebagai referensi).
5. Nama penulis/pembahas ditulis lengkap tanpa gelar, di bawah judul, disertai institusi asal penulis dan alamat email di bawah institusi.
6. Harus ada kata kunci (keyword) dari naskah yang bersangkutan minimal 2 kata kunci. Daftar kata kunci (keyword) diletakkan setelah abstrak
7. Abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Inggris maksimum 200 kata, dicetak miring, font Arial 10pt, spasi tunggal. Judul bab ditulis di tengah-tengah ketikan, cetak tebal huruf kapital
8. Gambar, grafik, tabel dan foto harus disajikan dengan jelas.
9. Definisi notasi dan satuan yang dipakai dalam rumus disatukan dalam daftar notasi. Daftar notasi diletakkan sebelum daftar pustaka
10. Kepustakaan diketik 1 spasi. Jarak antar judul 2 spasi dan diurutkan menurut abjad. Penulisannya harus jelas dan lengkap sesuai dengan: nama pengarang, tahun, judul, kota: penerbit. Judul dicetak miring.
Keterangan umum:
1. Naskah yang dikirim sebanyak satu eksemplar dan menyerahkan soft copy dalam program pengolahan kata MS Word atau format teks/ASCII.
2. Naskah belum pernah dipublikasikan oleh media cetak lain.
3. Redaksi berhak menolak atau mengedit naskah yang diterima. Naskah yang tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan akan dikembalikan. Naskah diskusi yang ditolak akan diteruskan kepada penulis naskah untuk ditanggapi.
iv
eJurnal Arsitektur Universitas Udayana ISSN No. 9 772338 505776Editorial
Ketika Dirjen Diki melansir suratnya No. 152/E/T/2012 yang berisikan Wajib Publikasi Ilmiah Bagi S1/S2/S3, ide dasarnya dasarnya adalah untuk mendongkrak jumlah karya ilmiah perguruan tinggi yang dipublikasikan secara luas dianggap sangat rendah. Kebijakan ini langsung mengguncang jagad perguruan tinggi di Indonesia. Media yang digunakan untuk mewujudkan kebijakan tersebut adalah jurnal cetak dan e-jurnal. Sosialisasi e-jurnal di Universitas Udayana telah dilakukan, namun dalam implementasinya bukan hal yang mudah. Untuk mewujudkannya melibatkan banyak pihak, organisasi mulai dari jurusan hingga Universitas, menempatkan orang-orang yang berkompeten (reviewer dan validator) dan badan pelaksanaannya. Selain itu, dukungan kebijakan, sumberdaya dan pengalokasiannya. Belum lagi mekanisme pemantauan, evaluasi, dan pengawasan pelaksanaannya. Ditengah kompleksitas permasalahan ini, lahirlah jurnal volume 5 nomor 1 dengan segala keterbatasannya. Sisi kualitas sebagai karya ilmiah, berkejaran dengan batas waktu yang sangat terbatas mewarnai volume kelima ini. Ini menjadi masalah tersendiri, menransformasi Tugas Akhir arsitektur yang didominasi gambar perancangan menjadi laporan dalam format jurnal ilmiah, bukan hal mudah. Namun ini adalah pilihan satu-satunya dalam keadaan keterbatasan waktu.
Diharapkan pada edisi mendatang, penyumbang artikel bukan hanya dari mahasiswa yang sedang tugas akhir, tetapi seluruh mahasiswa arsitektur tanpa memandang semester. Sehingga diharapkan diperoleh keberagaman naskah yang masuk sekaligus terdistribusinya jumlah artikel di setiap penerbitan. Dalam kesempatan yang baik ini, dari dapur pelaksana e-jurnal Asitektur, mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu terwujudnya jurnal volume 5 nomor 1 ini.
Daftar Isi
Halaman
eJurnal Arsitektur Universitas Udayana... i
Pengurus eJurnal Arsitektur Universitas Udayana ... ii
Penuntun Penulisan dan Pengiriman Naskah e-Jurnal Arsitektur (JA) UNUD ... iii
Editorial ... iv
Daftar Isi ... v
1. Museum Seni Karikatur dan Patung di Tabanan, Bali. Penerapan Konsep Tri Mandala.
(I Putu Eka Masvianto, I Ketut Muliawan Salain, I Wayan Wiryawan) ... 1-4
2. Gelanggang Olahraga Baseball di Denpasar, Bali. Penerapan Tema Neo-Vernakular.
(I Gusti Ngurah Krisma Dewa, I Made Adhika, I Gusti Bagus Budjana) ... 5-8
3. Klinik Rehabilitasi Medik di Badung, Bali. Transformasi Konsep Sirkulasi dalam Rancangan Denah.
(Putu Shanti Apsari Prehastuti, Widiastuti, I Nyoman Surata) ... 9-12
4. Pelatihan Seni Tari Tradisional Bali di Gianyar, Bali
(Cok Istri Agung Prama Dewi, I Wayan Gomudha, Ngakan Ketut Acwin Dwijendra) ... 13-16
5. Akademi Perfilman, Televisi dan Animasi di Denpasar. Penerapan Tema Arsitektur Post-Modern dalam Tampilan Bangunan.
(Gamaliel Sangga Buana, Syamsul Alam Paturusi, I Ketut Muliawan Salain) ... 17-20
6. Hostel di Seririt, Bali. Penerapan Konsep Perancangan Tampilan Bangunan.
(Rizky Ramadhan, I Made Suarya, I Nyoman Susanta)... 21-24
7. Pusat Desain Arsitektur dan Interior di Denpasar, Bali. Penerapan Konsep Tampilan Bangunan.
(I Nyoman Adi Arimbawa, Ngakan Putu Sueca, Ni Made Swanendri) ... 25-28
8. Klungkung Fine Art Space, Bali. Penerapan Tema Gravity in Art Object.
(I Wayan Sabath Sukma Miarna, I Wayan Gomudha, Anak Agung Gde Djaja Bharuna S) ... 29-32
9. Restoran dan Bar Klub Motor Klasik di Badung, Bali. Penerapan Tema Sustainable Architecture in Rustic Style.
(Ni Nengah Widnyana Shantyasri Putri, A. A. Ayu Oka Saraswati, Tjok Oka A. A. Sukawati) ... 33-36
10. Perpustakaan Umum Daerah Provinsi Bali di Denpasar
(Ahmad Elbi Alfarisi Muzakir, I Wayan Gomudha, Anak Agung Gde Djaja Bharuna S) ... 37-40
11. Automotive Shop di Denpasar, Bali. Konsep Sirkulasi Kendaraan.
(Gede Igam Asia Candira, I Nyoman Widya Paramadhyaksa, Ida Bagus Gde Primayatna) ... 41-44
12. Pusat Pelatihan Selam di Tulamben, Bali. Konsep Eco Architecture pada Rancangan Bangunan.
(Fandy Mahindra, I Nyoman Surata, Ngakan Ketut Acwin Dwijendra) ... 45-48
13. Penataan Kawasan Air Terjun Desa Sekumpul, Kecamatan Sawan, Buleleng. Penerapan Tema Neo-Vernacularism terhadap Tampilan Bangunan.
(Komang Gede Agus Satria, Nengah Keddy Setiada, I Nyoman Surata) ... 49-52
14. Pusat Rehabilitasi Narkoba dengan Metode Therapeutic Community di Denpasar, Bali
(Nyoman Febriadi Megananda, Ida Ayu Armeli, I Wayan Yuda Manik) ... 53-56
15. Outbound di Desa Muncan Karangasem. Penerapan Tema Dinamis pada Perancangan.
(Dewa Gede Gita Gotama, I Nengah Lanus, I Gusti Bagus Budjana) ... 57-60
16. Sekolah Alam Masyarakat Kurang Mampu di Abang Karangasem, Bali. Penerapan Konsep Tri Hita Karana pada Tampilan Bangunan.
(Putu Gitta Wisnu Suryana, I Made Adhika, I Nyoman Sudiarta) ... 61-64
17. Redesain Terminal Barang Cargo di Denpasar, Bali. Penerapan Konsep pada Desain Bangunan.
vi
eJurnal Arsitektur Universitas Udayana ISSN No. 9 772338 505776 18. Sekolah Anak Autis di Tabanan, Bali.(A.A Aris Santanu Puriasa, Anak Agung Ayu Oka Saraswati, Evert Edward Moniaga) ...69-74
19. Fasilitas Workout Plaza di Kabupaten Badung, Bali
(I Gusti Bagus Wahyu Adnyana, I Wayan Kastawan, Ni Made Swanendri)...75-78
20. Galeri Lukisan Wayang Kamasan di Klungkung. Penerapan Arsitektur Neo Vernakular pada Rancangan Desain Bangunan Galeri.
(Cokorda Agung Aristya Pranatha, Ida Bagus Gde Wirawibawa, I Putu Sugiantara) ...79-84
21. Pusat Pelatihan Mixed Martial Arts di Badung, Bali. Penerapan Tema “Champion Spirit” dalam Perancangan.
(Bambang Gde Grady Indura, Ngakan Ketut Acwin Dwijendra, Tri Anggraini Prajnawrdhi) ...85-88
22. Redesain UPT Puskesmas Kintamani I di Bali. Penerapan Tema Kehangatan dalam Rancangan.
(I Made Agus Suardi Putra, Gusti Ayu Made Suartika, I Nyoman Sudiarta) ...89-92
23. Pusat Perbelanjaan Batu Permata di Denpasar, Bali. Penerapan Tema Kontemporer.
(Agus Komang Januadi Putra ND, Ida Ayu Armeli, I Ketut Muliawan Salain) ...93-98
24. Resort Bernuansa Budaya Pertanian di Tabanan, Bali. Penerapan Konsep Eco Architecture pada Unit Hunian Resort.
(Putu Indra Setiawan, I Ketut Mudra, I Gusti Agung Bagus Suryada) ... 99-102
25. Pengembangan Kawasan Pesinggahan, Goa Lawah-Klungkung, Bali. Pemanfaatan Tata Guna Lahan.
(Putu Prasada Dhanwantara, I Dewa G.A. Diasana Putra, Anak Agung Gde Djaja Bharuna) ... 103-108
26. Sport Center di Kabupaten Badung, Bali. Konsep Penggunaan Sun Pipe pada Rancangan Bangunan.
(Dimi Elkana, Ngakan Ketut Acwin Dwijendra, I Gusti Bagus Budjana) ... 109-112
27. Rumah Sehat Ibu dan Anak di Denpasar, Bali. Penerapan Konsep Perancangan Ruang Dalam dan Ruang Luar pada Bangunan. Penerapan Konsep Perancangan Ruang Dalam dan Ruang Luar pada Bangunan.
(Gede Yudha Prasepta, Ni Ketut Agusintadewi, I Putu Sugiantara) ... 113-116
28. Pusat Pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini Terpadu di Denpasar, Bali. Penerapan Tema Playscape.
(Ryan Rachmawati, Tri Anggraini Prajnawrdhi, Evert Edward Moniaga) ... 117-120
29. Penerapan Tema “Industrial” pada Industri dan Pelatihan Pembuatan Keramik Tableware di Kabupaten Badung
(Ni Kadek Sari Murti, I Made Suarya, I Gusti Agung Bagus Suryada) ... 121-124
30. Agrowisata Ternak Sapi Bali di Kabupaten Badung, Bali. Penerapan Tema Fun and Ecology Design pada Tampilan Bangunan.
(I Putu Andi Irawan, Ni Ketut Ayu Siwalatri, I Nengah Lanus) ... 125-128
31. Rumah Pintar di Klungkung, Bali. Penerapan Tema dan Konsep Rancangan.
(I Made Abdi Suhendra, Ni Ketut Ayu Siwalatri, Evert Edward Moniaga) ... 129-132
32. Natural Spa & Yoga Center di Badung, Bali. Penerapan Tema Harmony with Nature pada Ruang Luar.
(A.A. Angga WIcaksana, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Ngakan Ketut Acwin Dwijendra) ... 133-136
33. Pasraman Hindu di Buleleng, Bali. Penerapan Zoning, Tampilan Eksterior dan Interior pada Perancangan Bangunan.
(Kadek Ajas Setiadika, Ngakan Putu Sueca, I Nyoman Susanta) ... 137-140
34. Denpasar Tourismn and Cultural Information Center di Bali. Penerapan Tema Perancangan pada Desain Bangunan.
(I Gede Wiryasuta, Ida Bagus Gde Wirawibawa, I Wayan Kastawan) ... 141-146
35. Pusat Upakara di Badung, Bali. Penerapan Zoning, Tampilan Eksterior dan Interior pada Perancangan Bangunan.
(I Made Prasetya Widiasra, Gusti Ayu Made Suartika, I Nyoman Susanta) ... 147-150
36. Martial Arts Community Center di Klungkung, Bali
37. Perancangan Fasilitas Rest Area di Jalan Raya Denpasar Gilimanuk, Bali. Penerapan Tema pada Konsep Perancangan Bangunan.
(I Wayan Candra WIbawa, I Wayan Kastawan, I Nyoman Susanta) ...155-158
38. SLB Golongan A di Jimbaran, Bali. Penerapan Tema Arsitektur Tropis.
(Nuril Haqi Paramitha, Ni Ketut Agusintadewi, Evert Edward Moniaga) ...159-162
39. Penataan Daya Tarik Wisata Alam Di Desa Sambangan Singaraja, Bali. Perancangan dan Pemanfaatan Tata Guna Lahan.
(Kadek Arta Adnyana, Tri Anggraini Prajnawrdhi, Anak Agung Gde Djaja Bharuna) ...163-168
40. Sport Hall di Badung, Bali. Penerapan Konsep Perancangan pada Desain Bangunan.
(Ni Made Lusi Karolina, Ni Ketut Ayu Siwalatri, I Nengah Lanus) ...169-174
41. Sasana Seni Ukir di Bangli, Bali. Penerapan Tema Neo Vernakular dalam Rancangan.
(I Dewa Gede Darma Putra, Putu Rumawan Salain, Ida Bagus Gde Primayatna) ...175-180
42. Karakteristik Desain Pondok Pesantren Putri di Jembrana, Bali.
Gamaliel Sangga Buana (1104205041)1), Syamsul Alam Paturusi2), dan I Ketut Muliawan Salain3)–Akademi Perfilman,
Televisi dan Animasi di Denpasar, Bali
17
AKADEMI PERFILMAN, TELEVISI DAN ANIMASI DI DENPASAR Penerapan Tema Arsitektur Post-Modern Dalam Tampilan Bangunan
Gamaliel Sangga Buana1), Syamsul Alam Paturusi2), dan I Ketut Muliawan Salain3)
1)Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana
2)Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana
3)Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana
ABSTRACT
Theme is a pattern or an idea that has a specific feature, which also function as the spirit of a design. Theme has a key role in the beginning through the ending process of designing a project. Theme is expected to emerge the characteristic of the building and able to be applied in every detailed plan. The application of theme can be seen through exterior, interior of the building or the landscape. Theme which is applied in Academy of Film, Televison and Animation in Denpasar consider both teritorial regulation and the characteristic of the activity being accomodated. Which both consideration has an opposite characteristic. Teritorial regulation demand the building to maintain the characteristic of balinese traditional architecture in buildings façade, whereas the characteristic of the activity is the education for creative industy, which demand a dynamic and modern building. Based on these consideration, the theme being applied to the building is post modern architecture. Post modern architecture is the complex combination of traditional and modern architecture. Thus, the design of Academy will apply the theme that mix the dinamic of creative industry and the essence of Balinese traditional architecture. Post Modern Architecture theme will be apllied within the appearance of the building, which include the exterior facade and interior appearance of the building.
Keywords: Building appearance concept, Post-modern architecture
ABSTRAK
Tema merupakan pola atau gagasan yang bersifat spesifik, yang juga berfungsi sebagai roh suatu rancangan. Tema memiliki peran penting di awal sampai akhir proses desain suatu proyek. Tema diharapkan dapat menjadi ciri khas dan mampu diterapkan pada setiap detail rancangan. Penerapan tema dapat dilihat pada tampilan eksterior bangunan, interior, maupun lanskap. Pemilihan tema dalam Perancangan Akademi Perfilman, Televisi dan Animasi di Denpasar mempertimbangkan peraturan daerah dan karakter kegiatan yang diakomodasi. Yang mana kedua hal ini memiliki karakter yang saling bertolak belakang. Peraturan derah menuntut bangunan untuk mempertahankan karakter arsitektur tradisional Bali pada tampilan bangunan, sedangkan karakter kegiatan merupakan pendidikan industri kreatif, sehingga menuntut karakter bangunan yang dinamis dan modern. Berdasarkan pertimbangan tersebut, diputuskan bahwa tema yang diadopsi adalah arsitektur post-modern. Yang mana arsitektur post-modern merupakan perpaduan kompleks antara unsur tradisional dan modern. Maka, perancangan akademi akan menerapkan tema yang memadupadankan kedinamisan dalam dunia kreatif dan unsur Arsitektur Tradisional Bali. Tema arsitektur post modern akan diterapkan pada konsep tampilan bangunan Akademi yang mencakup eksterior dan interior bangunan. Kata Kunci: Konsep Tampilan Bangunan, Arsitektur Post-Modern
PENDAHULUAN
Perkembangan pariwisata di Bali memberikan dampak tidak langsung terhadap perkembangan industri kreatif di Denpasar, seperti perfilman, televisi dan animasi. Perkembangan di Bali juga didukung oleh perkembangan film, televisi dan animasi secara nasional. Berdasarkan data filmindonesia.or.id, terdapat 115 film yang dirilis pada tahun 2015, sedangkan pada tahun 2010, hanya terdapat 82 film. Peminat program televisi di Indonesia juga masih tinggi, yaitu 95% (Nielsen.com, 2014). Tak hanya peminat, tapi jumlah stasiun televisi yang aktif,
baik di skala nasional maupun nasional juga terus mengalami peningkatan. Untuk di daerah Bali, terdapat 27 stasiun televisi yang aktif mengudara, dan terdapat 20 stasiun televisi lainnya yang sedang berproses izin penyelenggaraan penyiaran (KPID Bali, 2015). Perkembangan dunia animasi terlihat dari beberapa studio animasi yang mulai didirikan di berbagai tempat di Indonesia. Untuk di Bali, terdapat Balai Diklat Industri Denpasar yang mendukung pelatihan animasi. Kota Denpasar juga direncanakan oleh pemerintah daerah sebagai kota kreatif berbasis teknologi dengan akan didirikannya Denpasar Technopark.
Perkembangan ini telah direspon positif dengan didirikannya Fakultas Film dan Televisi di ISI Denpasar, serta Sekolah Tinggi Desain yang membuka program animasi. Namun peminatnya melebihi kapasitas yang kini disediakan dan juga masih kurangnya fasilitas dalam sarana pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan Akademi baru agar perkembangan dunia kreatif dapat semakin maju dan tenaga kerja Bali dapat bersaing dalam menghadapi keterbukaan pasar global.
Perancangan akademi tentunya memerlukan tema sebagai roh dalam perancangan/desain. Tema perancangan yang akan diterapkan adalah Arsitektur Post-modern Bali, dikarenakan fungsi yang ditampung merupakan sarana pendidikan di dunia kreatif yang memerlukan desain dinamis dan unik agar menampilkan karakter desain yang kuat. Namun, berdasarkan peraturan daerah Denpasar, setiap bangunan harus tetap menampilkan karakter Arsitektur Tradisional Bali sebagai rancangan yang mengikuti konteks lingkungan. Maka dipilihah konsep arsitektur post-modern karena dapat mengawinkan tampilan tradisional Bali dengan bentuk dinamis dan material yang lebih modern, seperti metal.
PENERAPAN TEMA ARSITEKTUR POST-MODERN PADA BANGUNAN
Tema Perancangan: Arsitektur Post-Modern
Menurut Laksito (2014:36) tema adalah suatu pernyataan dari arsitek berupa kalimat lengkap yang merupakan uraian penegasan topik, sehingga dapat mempertajam esensi pengertiannya dalam perencanaan dan perancangan arsitektur. Sehingga secara sederhana, tema merupakan gagasan pokok yang menjiwai suatu perencanaan dan perancangan arsitektur.
Tema perancangan yang akan diterapkan adalah Arsitektur Post-modern Bali, dikarenakan fungsi yang dit-ampung merupakan sarana pendidikan di dunia kreatif yang memerlukan desain dinamis dan unik agar men-ampilkan karakter desain yang kuat. Namun, berdasarkan peraturan daerah Denpasar, setiap bangunan harus tetap menampilkan karakter Arsitektur Tradisional Bali sebagai rancangan yang mengikuti konteks lingkungan. Maka dipilihah konsep arsitektur post -modern karena dapat mengawinkan tampilan tradisional Bali dengan bentuk dinamis dan material yang lebih modern, seperti metal.
Arsitektur post-modern merupakan suatu ideologi yang berusaha menghadirkan masa lampau, tidak saja yang klasik, tapi juga modern awal, dengan bentuk yang lain dan menerapkan unsur-unsur tidak berfungsi. Dengan kata lain, arsitektur post-modern memiliki kompleksifikasi perpaduan unsur modern dan tradisional. Ciri-ciri yang ditampilkan dalam arsitektur post-modern adalah bangunan sebagai “work of the art of building” menggunakan memori, kenangan atau sejarah, melihat bangunan secara relatif; dengan prinsip antara lain; pluralistic, komunikatif dan berakar pada tempat dan sejarah. Dengan penerapan aliran post-modern sebagai tema perancangan akademi Perfilman, Televisi dan Animasi di Denpasar, maka perpaduan antara prinsip-prinsip tradisional dengan rancangan arsitektur masa kini dapat terwujud sehingga bangunan mampu menghasilkan suasana lokal yang mengikuti perkembangan zaman.
Konsep Tampilan Bangunan
Konsep tampilan bangunan akan menghadirkan kesan hibrid tradisional dan modern yang ditampilkan dalam desain modern. Tampilan ini akan diaplikasikan dalam bentuk kulit kedua (second skin) berupa sun screen fasad panel metal pada bangunan. Ornamen pada panel metal akan menggunakan ornamen khas tradisionial Bali. Panel metal ini dipilih agar dapat mengakomodasi fungsi sebagai sun screen sekaligus sebagai pemberi elemen dekorasi pada tampilan (fasad) bangunan.
Gamaliel Sangga Buana (1104205041)1), Syamsul Alam Paturusi2), dan I Ketut Muliawan Salain3)–Akademi Perfilman,
Televisi dan Animasi di Denpasar, Bali
19
Gambar 1. Konsep Tampilan Bangunan dengan Panel Metal
Sumber: Buana, 2016
Gambar 2. Konsep Tampilan Bangunan pada Area Lobi
Sumber: Buana, 2016
Tema post-modern juga ditampilkan melalui penerapan konsep pada lobi bangunan. Penggunaan kaca dan struktur metal yang dominan, tetapi tetap menghadirkan warna local seperti bata merah dan batu paras. Konsep Ruang Dalam
Konsep ruang dalam bangunan akan menghadirkan kesan post-modern dengan perpaduan warna soft dan cerah, sehingga dapat menghadirkan kesan dinamis dan penuh kreativitas. Pada gambar 3, ditunjukkan perpaduan warna merah dan cream pada interior/ruang dalam auditorium.
Gambar 3. Konsep Tampilan Bangunan pada Ruang Dalam Auditorium
Sehingga, kesan kontras dapat ditampilkan pada ruang dalam auditorium. Perpaduan warna lembut/soft dan adanya material natural seperti kayu pada panggung, memberikan kesan perpaduan dengan alam seperti pada Arsitektur Tradisional Bali, namun tentunya dengan bentuk yang lebih modern sebagai penerapan tema Post-modern Bali.
Gambar 4. Konsep Tampilan Bangunan pada Ruang Dalam Studio Televisi dan Ruang Kelas
Sumber: Buana, 2016
Gambar 4 menunjukkan interior ruang kelas yang tetap mempertahankan pencahayaan matahar/sunlight lay-aknya bangunan Tradisional Bali. Perpaduan warna coklat dengan putih dan cream memberikan kesan tenang, ramah dan natural. Pada gambar tersebut juga terdapat ruang studio televisi yang tetap memper-tahankan elemen natural seperti material kayu pada meja komputer yang digunakan. Elemen arsitektural sep-erti pencahayaan alamai tidak dapat diterapkan karena studio televisi memerlukan ruang tertutup agar didapat-kan pencahayaan buatan dan akustik yang baik untuk rekaman.
SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan pemaparan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan arsitektur post-modern dalam bangunan Akademi Perfilman, Televisi dan Animasi di Denpasar terdapat pada elemen arsitektural fasad da-lam bentuk ornamen second skin yang juga berfungsi sebagai sun screen dikarenakan orientasi bangunan yang menghadap ke arah timur. Penerapan tema post-modern juga ditampilkan lewat aplikasi material dan warna pada ruang dalam bangunan. Elemen ini menggunakan ornamen Bali sebagai pola dasarnya, dan menggunakan material modern, yaitu metal, agar terdapat perpaduan antara elemen tradisional dan modern. Tampilan bangunan merupakan suatu hasil dari penerapan konsep, langgam, penguasaan teknik bahan, hingga rasa estetika dalam mendesain. Diperlukan pemahaman yang mendalam mengenai penerapan fasad bangunan, terutama keterkaitannya dengan fungsi. Arsitektur post-modern merupakan aliran yang patut untuk diterapkan di Bali. Karena masih mempertahankan arsitektur local dengan mengikuti pembaruan modernism global.
DAFTAR PUSTAKA
Jenks, Charles. 1984, ‘The Language of Post-Modern Architecture, New York: Rizolli.
Laksito, Boedhi. 2014. ‘Metode Perencanaan dan Perancangan Arsitektur’, Jakarta: Griya Kreasi.
Sumalyo, Yulianto. 2005, ‘Arsitektur Modern: Akhir Abad XIX dan Abad XX’, Yogyakarta: Gadjah Mada University.
Anonym. Nielsen - Konsumsi Media Lebih Tinggi Di Luar Jawa, 21 Mei 2014 (diakses 19 April 2016). http://www.nielsen.com/id/en/press-room/2014/nielsen-konsumsi-media-lebih-tinggi-di-luar-jawa.html
http://bappenas.go.id/id/berita-dan-siaran-pers/sepuluh-embrio-technopark-di-indonesia-siap-dikem-bangkan/, Januari 28th, 2016 (diakses 19 April 2016).
Ramadani, Deden. Jumlah Bioskop dan Film Bertambah, Jumlah Penonton Turun. 26 May 2014 (diakses 18 April 2016). http://filmindonesia.or.id/article/jumlah-bioskop-dan-film-bertambah-jumlah-penonton-turun