• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Mitra Pendidikan (JMP Online)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Mitra Pendidikan (JMP Online)"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

UPAYA GURU PAI DALAM PROSES PEMBELAJARAN PADA MASA PANDEMI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA

DI SMK PGRI 03 BOGOR

Gisa Melani

Universitas Ibn Khaldun Bogor

INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK

URL : http://e-jurnalmitrapendidikan.com

© 2021 Kresna BIP. e-ISSN 2550-0481

p-ISSN 2614-7254

Jurnal Mitra Pendidikan (JMP Online)

Dik irim : 26 Juni 2021 Revisi pertama : 28 Juni 2021 Diterima : 28 Juni 2021 Tersedia online : 30 Juni 2021

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilak uk an guru PAI dalam proses pembelajaran pada masa pandemi serta mengetahui k orelasi antara proses pembelajaran dengan prestasi belajar siswa. Metode yang digunak an dalam penelitian ini yaitu metode k uantitatif. Penelitian dilak uk an di SMK PGRI 3 Bogor. Berdasark an hasil penelitian dapat diambil k esimpulan bahwa data h a si l penelitian menunjuk an ada beberapa upaya yang dilak ukan guru dalam proses pembelajaran pada ma sa pandemi yaitu guru disek olah memberik an pemahaman pada siswa terk ait proses pembelajaran pada masa pandemi. Selanjutnya perencanaan yang dilak uk an guru mengik uti k urik ulum yang dipak ai saat pandemi seperti k urik ulum darurat, selain itu guru memberi k a n motivasi belajar pada siswa dan guru melak uk an k erjasama dengan orangtua dirumah dalam memperhatik an k ondisi siswa. Guru menggunak an sumber buk u lain selain buk u yang ada diperpustakaan seperti buk u elek tonik , mak alah dan video pembelajaran dari youtube. Adanya k orel asi yang signifik an antara proses pembelajaran pada masa pandemi dengan prestasi siswa dik etahui bahwa

0,735 > 0,344. Kata Kunci: Proses Pembelajaran,

Prestasi Belajar, PAI

(2)

PENDAHULUAN Latar Belakang

Pendidikan dalam kehidupan manusia merupakan salah satu komponen kehidupan yang sangat urgen. Pendidikan menjadi satu wadah dimana setiap manusia mampu mengembangkan segala kemampuan dan bakat minat yang dimilikinya. Tidak sedikit saat ini sudah banyak kesuksesan yang di raih berkat pendidikan. Setiap pendidikan selalu memiliki tujuan dalam proses pelaksanaan nya baik untuk meningkatkan iman dan ketakwaan maupun melahirkan manusia yang berakhlakul karimah dan sebagainya.

Pendidikan berperan sebagai suatu jembatan bagi manusia untuk menciptakan kehidupan yang baik. Pendidikan tidak dimulai dan di akhiri di sekolah akan tetapi pendidikan di mulai dilingkungan keluarga ( sejak lahir), di tempa dalam lingkungan sekolah, di perkarya dalam lingkungan masyarakat dan hasilnya digunakan dalam membangun kehidupan pribadi, agama, keluarga, masyarakat bangsa dan negaranya (Latifah Husein, 2017).

Saat ini pendidikan menjadi pusat perhatian bagi semua kalangan masyarakat, namun seiring berjalannya waktu hingga saat ini tidak sedikit manusia yang kehilangan kemanusiaannya. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya pembunuhan, kekerasan dan masih banyak lagi perilaku yang mencerminkan manusia sudah kehilangan akalnya. Dengan adanya peristiwa seperti ini maka seharusnya sistem pendidikan yang berbasis pada keluhuran akhlak harus lebih di unggulkan, sehingga antara kehidupan manusia dan pendidikan bisa seimbang. Penguatan agama atau nilai religius dapat dikatakan sebagai solusi terbaik untuk menyembuhkan krisis moral dalam dunia Pendidikan di Indonesia saat ini. Oleh karena itu, implementasi dalam menciptakan manusia yang berpendidikan dan berakhlakul karimah, maka isi dan proses pendidikan yang dilakukan harus mengarah pada pendidikan keagamaan.

Dunia saat ini sedang dihadapkan dengan virus yang dikenal dengan Covid-19, Indonesia menjadi salah satu negara yang banyak terpapar wabah tersebut. Dengan adanya wabah tersebut banyak sekali dampak yang terpengaruh bagi semua kegiatan yang ada, salah satunya terdampak pada dunia pendidikan. Menurut (Maemunah Sa'diyah, Ucu Shinta, Firda Anggun S.R, 2018) Pendidikan merupakan pilar dalam memainkan peran kunci dalam membentuk kemampuan sebuah negara berkembang.

Oleh karena itu, pemerintah mengambil suatu kebijakan untuk meminimalisir kegiatan yang ada di dunia pendidikan dimasa pandemi ini agar tetap berjalan dan tidak padam, pemerintah pun menetapkan kebijakan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh ( PJJ ) atau biasa dikenal dengan pembelajaran daring. Perubahan yang terjadi pada proses pembelajaran saat ini menjadi salah satu penyesuaian baru yang harus dihadapi bagi kalangan guru dan siswa. Sebelumnya pembelajaran dilakukan secara langsung bertatap muka namun saat ini pembelajaran dilakukan dengan jarak jauh. Dengan berubahnya proses kegiatan belajar mengajar maka akan berubah pula pada rencana kegiatan pembelajaran. Dalam praktiknya, banyak tenaga pengajar yang tidak dilatih dan tidak mengetahui cara penggunaan sarana pembelajaran daring. Tidak sedikit dampak-dampak yang terjadi akibat kegiatan pembelajaran secara daring mulai dari kesulitan dalam

(3)

memahami pembelajaran lalu kesulitan dalam mengakses internet, motivasi serta minat belajar yang menurun.

Menurut ( Oemar Hamalik, 2004 ) Tanggung jawab guru yang terpenting ialah merencanakan dan menuntut murid-murid melakukan kegiatan-kegiatan belajar guna mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang di inginkan. Peran guru saat ini sangatlah penting, dimana seorang guru harus lebih meningkatkan kembali kualitas pembelajaran baik dari segi metode maupun strategi yang dilakukan disetiap pembelajaran nya. Hal ini dilakukan agar pembelajaran yang dilakukan tercapai sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin di capai. Maka dari itu perlu adanya upaya atau usaha baru yang dilakukan bagi seorang pendidik demi meminimalisir perubahan yang terjadi pada proses pembelajaran di masa pandemi ini.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Upaya apa saja yang guru PAI lakukan dalam proses pembelajaran pada masa pandemi?

2. Adakah korelasi antara Proses pembelajaran pada masa pandemi dengan prestasi belajar siswa.

Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan penelitian ini sebagai berikut.

1. Untuk mengetahui upaya yang dilakukan guru PAI dalam proses pembelajaran pada masa pandemic

2. Untuk mengetahui korelasi antara proses pembelajaran pada masa pandemi dengan prestasi siswa.

KAJIAN PUSTAKA

Pengertian Proses Pembelajaran

Menurut Fakhtuttazi (2018) Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Secara khusus proses pembelajaran ditandai dengan adanya interaksi edukatif yang terjadi, yaitu interaksi yang sadar akan tujuan. Interaksi ini berakar dari pihak pendidik (Guru) dan kegiatan belajar secara pedagogis pada diri peserta didik, berproses secara sistematis melalui tahap rancangan pelaksanaan dan evaluasi. Dalam pembelajaran, pendidik memfasilitasi peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Dengan adanya interaksi tersebut maka akan menghasilkan proses pembelajaran yang efektif sebagaimana yang telah diharapkan (Muhammad Darwis Dasopang, 2017 ).

Tujuan pembelajaran atau sering diistilahkan dengan Learning Objectives memiliki banyak pengertian. Menurut bahasa tujuan atau Objectivesdapat diartikan sebagai hal spesifik yang ingin dicapai atau digunakan terutama tentang hal-hal yang telah dibahas dan disepakati secara resmi baik dalam bisnis, politik maupun

(4)

dalam pembelajaran. (David Firna Setiawan, 2018) Pengertian Prestasi Belajar

Prestasi belajar merupakan gabungan dari dua kata, yaitu “ prestasi” dan “ belajar”. Pada setiap kata tersebut memiliki makna tersendiri. Prestasi dapat diartikan sebagai hasil yang diperoleh karena adanya aktivitas belajar yang telah dilakukan (Moh.Zaiful Rosyid, Mustajab, Aminol Rosid Abdullah, 2019 ). Sedangkan belajar merupakan suatu perkembangan sebagai hasil dari pada latihan dan usaha. Hal tersebut dapat dimengerti bahwa belajar adalah sebuah perkembangan yang terjadi pada orang yang belajar sebagai akibat adanya latihan dan usaha dari seseorang tersebut. Dengan usaha dan latihan tersebut seseorang akan dapat merubah dirinya berkembang menjadi lebih baik.

Menurut (Nana Sudjana dalam Roida, 2012) menyatakan bahwa pencapaian prestasi belajar atau hasil belajar siswa merujuk pada pencapaian aspek-aspek yang bersifat kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ditinjau dari segi aspek perubahan yang ingin dicapai, prestasi belajar setidaknya dapat dideskripsikan menjadi beberapa aspek pengetahuan atau pemahaman, aspek keterampilan, aspek nilai dan aspek sikap. Prestasi belajar yang dicapai seseorang merupakan hasil interaksi antar lingkungan, keluarga dan masya

Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

Secara umum faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu : (Siti Maesaroh, 2013)

1. Faktor internal (yaitu faktor yang berasal dari dalam diri anak) yakni keadaan atau kondisi jasmani dan rohani anak meliputi dua aspek yakni:

a. Aspek fisiologis

Kondisi umum jasmani dan tonus (tegangan otot) yang menandai tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi-sendinya, dapat mempengaruhi semangat dan intensitas anak dalam mengikuti pelajaran. Kondisi organ tubuh yang lemah dapat menurukan kualitas ranah cipta (kognitif) sehingga materi yang dipelajarinya pun kurang atau tidak membekas.

b. Aspek psikologis

Aspek psikologis dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas hasil pembelajaran anak.

c. Tingkat kecerdasan atau intelegensi anak

Intelegensi pada umumnya dapat diartikan sebagai kemampuan psiko-fisik untuk mereaksi rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara yang tepat. Intelegensi sebenarnya bukan persoalan otak saja, melaikan juga kualitas organ-organ tubuh lainnya. Akan tetapi memang harus diakui bahwa peran otak dalam hubungan dengan intelegensi manusia lebih menonjol dari pada peran-peran organ tubuh lainnya.

d. Sikap anak

Sikap adalah gejala internal yang berdimensi efektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespon (response tendency) dengan

(5)

cara yang relatif tetap terhadap objek, orang, barang, dan sebagainya. Baik secara positif maupun negatif. Sikap merupakan faktor psikologis yang akan mempengaruhi belajar. Dalam hal ini sikap yang akan menunjang belajar seseorang ialah sikap positif (menerima) terhadap bahan atau pelajaran yang akan dipelajari, terhadap guru yang mengajar dan terhadap lingkungan tempat dimana ia belajar seperti: kondisi kelas, teman-temannya, sarana pengajaran dan sebagainya.

e. Bakat anak

Bakat merupakan kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberprestasian pada masa yang akan datang. Dengan demikian, sebetulnya setiap anak berpotensi mempunyai bakat untuk mencapai prestasi belajar sampai ke tingkat tertentu sesuai dengan kapasitas masing- masing.

f. Minat anak

Minat berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi seseorang terhadap sesuatu. Minat dapat mempengaruhi kualitas pencapaian prestasi belajar anak dalam bidang-bidang studi tertentu.

2. Faktor eksternal (faktor dari luar siswa) yakni keadaan/kondisi sekitar siswa yang meliputi: (Ahmad Syafi’I, Tri Marfoyanto dan Siti Kholidatur Rodiyah. 2018 )

(1). Keadaan keluarga, keluarga merupakan lingkungan utama dalam proses belajar. Keadaan yang ada dalam keluarga mempunyai pengaruh yang besar dalam pencapaian prestasi belajar. (2) Keadaan sekolah, lingkungan sekolah merupakan lingkungan dimana siswa belajar secara sistematis. Kondisi ini meliputi metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa dan fasilitas yang mendukung lainnya. (3). Keadaan masyarakat, siswa akan mudah terpengaruh oleh lingkungan masyarakat karena keberadaannya dalam lingkungan tersebut. Kegiatan masyarakat merupakan hal-hal yang dapat mempengaruhi siswa sehingga perlu diusahakan lingkungan yang positif untuk mendukung belajar siswa.

METODE PENELITIAN Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut Muhyani (2019) Metode penelitian kuantitatif adalah salah satu jenis penelitian yang memiliki ciri-ciri: sistematis, terencana dan terstruktur dengan jelas sejak awal hingga pembuatan desain penelitiannya. Sedangkan menurut (Sugiyono,2016) Penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

Tempat dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian ini terletak di SMK PGRI 03 Bogor yang berlokasi di Jl. P&K No.20, Kedung Halang, Kecamatan. Bogor Utara Kota Bogor Jawa Barat.

(6)

Penelitian ini dilakukan selama dua bulan terhitung waktu yang penulis rencanakan dimulai dari bulan April hingga bulai Mei 2021.

Populas Dan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2016 ) .

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK PGRI 03 Bogor yang berjumlah 288 siswa.

Teknik Pengumpula Data

Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive sample yakni suatu teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan cara mengambil subjek bukan didasarkan atas strata, random atau daerah tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu ( Suharsimi arikunto, 2010 )

Dari banyaknya populasi kelas XI yang berjumlah 288 siswa dari 8 kelas, maka sampel yang akan diambil dalam penelitian ini hanya 1 kelas yang jumlanya sebanyak 33 siswa di kelas XI di SMK PGRI 03 Bogor.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahap yaitu: Pertama, Observasi atau pengamatan sebagai alat penilaian banyak digunakan untuk mengukur tingkah laku individu atau proses terjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati, baik dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam situasi buatan. Dengan kata lain observasi dapat mengukur atau menilai hasil dan proses belajar (Tukiran, Hidayati 2014 ) Peneliti melakukan observasi langsung disekolah, observasi ini dilakukan untuk melihat keadaan guru dan melakukan pengamatan terkait penelitian yang akan dilakukan.

Kedua wawancara, Wawancara adalah metode pengambilan data yang dilakukan dengan cara menanyakan kepada responden secara langsung dan bertatap muka tentang beberapa hal yang diperlukan dari suatu fokus penelitian ( Abd. Rahman. 2014). Wawancara ini bertujuan untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam tentang upaya guru PAI dalam melakukan proses pembelajaran pada masa pandemi.

Pembahasan wawancara yaitu berkaitan dengan upaya yang dilakukan guru PAI dalam proses pembelajaran pada masa pandemi, metode yang digunakan,tugas-tugas yang diberikan, media pembelajaran yang digunakan, dan bagaimana tingkat prestasi siswa selama melakukan pembelajaran pada masa pandemi ini.

Teknik Analisis Data

Teknik analisis dalam penelitian ini adalah teknik analisis yang dikumpulkan, dikelompokkan sesuai dengan pendekatannya yaitu pendekatan kuantitatif. Setelah itu meghubungkan antara dua variabel, antara proses pembelajaran (variabel X) dan prestasi belajar (variabel Y). Tujuan dari teknik analisis data ini untuk mendapatkan kesimpulan dari hasil penelitian. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi dengan menggunakan rumus korelasi Product Moment.

(7)

Tabel 1. Indeks Product Moment

Besarnya Nilai Interpretasi:

0.00 - 0,20 Antara variabel X dan Variabel Y memang terdapat korelasi, akan tetapi korelasi itu sangat lemah atau sangat rendah sehingga korelasi itu diabaikan ( dianggap tidak ada korelasi antara Variabel X dan Variabel Y ).

0.20 - 0,40 Antara Variabel X dan Variabel Y terdapat korelasi yang lemah atau rendah.

0,40 – 0,70 Antara Variabel X dan Variabel Y terdapat korelasi yang sedang atau cukupan.

0,70 – 0,90 Antara Variabel X dan Variabel Y terdapat korelasi yang kuat atau tinggi.

0,90 – 1,00 Antara Variabel X dan Variabel Y terdapat korelasi yang sangat kuat atau sangat tinggi.

Untuk mengetahui korelasi antara proses pembelajaran pada masa pandemi terhadap prestasi siswa di SMK PGRI 03 Bogor, maka digunakan teknik analisis regresi sederhana dengan bantuan SPSS.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Untuk memperoleh data tentang proses pembelajaran pada masa pandemi serta hubungannya dengan proses pembelajaran pada masa pandemi terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMK PGRI 3 Bogor, penulis mengumpulkan data dengan cara membuat angket dengan sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan proses pembelajaran pada masa pandemi. Adapun proses pengumpulan data tersebut penulis menggunakan waktu selama kurang lebih dua minggu untuk memperoleh data dari siswa kelas XI SMK PGRI 3 Bogor. Adapun untuk mengetahui proses pembelajaran pada masa pandemi, dapat dilihat dari sejumlah angket yang telah disebarkan kepada 33 responden. Sedangkan Untuk mengetahui nilai data tentang prestasi belajar siswa dapat dilihat dari nilai raport semester ganjil mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang dicapai siswa kelas XI OTKP-2 SMK PGRI 3 Bogor tahun pelajaran 2020/2021.

Berdasarkan penyebaran angket dan penilaian raport, peneliti memperoleh data dengan jumlah responden 33. Pada keseluruhan data tersebut, peneliti memperoleh hasil kumulatif pada pengisian angket Proses Pembelajaran Pada Masa Pandemi dan Prestasi Belajar Siswa dengan menggunakan SPSS 25 berikut hasilnya :

(8)

Tabel 2. Hasil Uji Korelasi SPSS

Correlations

Proses

Pembelajaran Prestasi Belajar

Proses Pembelajaran Pearson Correlation 1 .735**

Sig. (2-tailed) .000

N 33 33

Prestasi Belajar Pearson Correlation .735** 1

Sig. (2-tailed) .000

N 33 33

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Sumber : Hasil Penelitian, diolah (2021)

Berdasarkan hasil data perhitungan menggunakan program SPSS 25 dihitung dengan Pearson Correlation, besarnya angka indeks hubungan antara variabel X dengan variabel Y adalah 0,735. Kemudian nilai tersebut diinterpretasikan dengan cara sederhana yaitu dengan memberikan interpretasi terhadap angka korelasi product moment.

Adapun interpretasi secara sederhana dengan menggunakan pedoman angka indeks atau “r” Product Moment (Lihat Tabel 1. Indeks Product Moment) angka tersebut berada pada 0,70 – 0,90 yang mengandung arti antara Variabel X dan Variabel Y terdapat korelasi yang kuat atau tinggi.

Untuk pengujian signifikasi peneliti menggunakan uji dua sisi dengan tingkat signifikasi a= 5% . kriteria pengujiannya adalah Ho diterima jika signifikasi > 0,05 dan Ho ditolah jika signifikasi < 0,05. Nilai signifikasi dari output diatas adalah 0,000 kurang dari 0,05 maka dari itu Ho ditolak.

Peneliti juga menggunakan uji pada kriterianya adalah Ho diterima jika < dari tabel output SPSS diketahui bahwa sebesar 0,735. Sedangkan 0,344 yang diperoleh dari banyak nya responden yang berjumlah 33. Maka dapat ditulis 0,735 > 0,344 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya bahwa terdapat hubungan antara Proses Pembelajaran Pada Masa Pandemi dengan Prestasi belajar siswa.

Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berasal dari populasi yang berdistribusi normal atu tidak. Untuk mengetahui data yang berdistribusi normal atau tidak, maka digunakan uji bantuan SPSS 25. Adapun hasil dari uji normalitas tersebut adalah sebagai berikut:

(9)

Tabel 3. Hasil Uji Normalitas

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic Df Sig. Statistic Df Sig.

Proses Pembelajaran .123 33 .200* .974 33 .612

Prestasi Belajar .439 33 .000 .617 33 .000

*. This is a lower bound of the true significance. a. Lilliefors Significance Correction

Sumber : Hasil Penelitian, diolah (2021)

Berdasarkan tabel output SPSS tersebut, diketahui bahwa nilai signifikansi pada kolom Kolmogorov Smirnov. Nilai sig. 0,200 ≥ 0,05, maka (Ho) diterima dan kesimpulannya data hasil berdistribusi normal.

Uji Determinasi

Digunakan untuk mengetahui dan mengukur seberapa jauh kemampuan sumbangan pengaruh variabel independen secara serentak terhadap variabel dependen. Nilai yang mendekati angka satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel dependen.

Tabel 4. Hasil Uji Determinasi

Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .735a .540 .525 3.820

a. Predictors: (Constant), Proses Pembelajaran

Sumber : Hasil Penelitian, diolah (2021)

Dari data diatas dapat dilihat bahwa Nilai R² adalah 0,540 yang berarti bahwa variabel independen (Proses pembelajaran Pada Masa Pandemi) mampu menjelaskan variabel dependen ( Prestasi belajar siswa) sebesar 54,0% sedangkan sisanya yaitu 46,0% ditentukan atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.

Uji Hipotesis

Tabel 5. Uji Koefisien

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 45.173 5.831 7.747 .000 Proses Pembelajaran .906 .150 .735 6.028 .000

a. Dependent Variable: Prestasi Belajar

(10)

Pada tabel koefisien pada kolom B nilai constant (a) adalah 45.173 sedangkan nilai proses pembelajaran adalah 906 sehingga persamaan regresi dapat ditulis. Rumus Y= a+bx ( Y= 45.173 + 906 ). Selain menggambarkan persamaan regresi, output dari tabel diatas juga menampilkan uji signifikan dengan uji t yaitu untuk mengetahui ada hubungan yang signifikan antara Proses pembelajaran pada masa pandemi (X) dengan Prestasi Belajar (Y).

Dari output tabel diatas dapat diketahui nilai t hitung > t tabel (6.028 > 1695 ) dengan niali signifikan 0,000 < 0,05. Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Yang berarti ada hubungan yang signifikan antara proses pembelajaran pada masa pandemi (Variabel X) dengan Prestasi Belajar Siswa (variabel Y)

Hasil perhitungan parameter model regresi secara bersama-sama diperoleh pada tabel 6 berikut ini:

Tabel 6. Hasil Uji Anova

ANOVAa

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 530.270 1 530.270 36.331 .000b

Residual 452.458 31 14.595

Total 982.727 32

a. Dependent Variable: Prestasi Belajar b. Predictors: (Constant), Proses Pembelajaran

Sumber : Hasil Penelitian, diolah (2021)

Uji F digunakan untuk menguji ada tidaknya hubungan yang nyata antara variabel-variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan (bersama-sama). Hasil uji F dapat dilihat pada Lampiran F. dari output tersebut terlihat bahwa F hitung = 36.331 dengan tingkat signifikan/probalitas 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan adanya hubungan antara Proses Pembelajaran Pada Masa Pandemi dengan Prestasi Belajar Siswa.

Hasil Wawancara dengan Guru PAI tentang Upaya yang Dilakukan dalam Proses Pembelajaran Pada Masa Pandemi

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas XI bapak Firdaus dan bapak Ramdhoni, maka peneliti mendapatkan penjelasan yang sangat lengkap berkaitan dengan upaya guru PAI yang dilakukan selama proses pembelajaran pada masa pandemi di SMK PGRI 3 Bogor. Semua data hasil penelitian ini diuraikan berdasarkan fokus pertanyaan penelitian sebagai berikut:

1. Apa saja upaya yang dilkakukan bapak dalam proses pembelajaran dimasa pandemi ini.

Menurut pak Ramdhoni mengatakan bahwa: “Upaya pertama kita harus memberikan pemahaman pada siswa bahwa dalam keadaan pandemi seperti ini kewajiban untuk melaksanakan kbm tetap ada itu aturan dari pemerintah . Wajib artinya tidak ada alasan karena pandemi tidak ada kbm dan yang kedua memberikan pemahaman bahwa segala macam nilai sama dengan keadaan normal artinya kalau mereka tidak ikut berarti kosong nilai nya. Yang ketiga upaya yang dilakukan dalam proses pembelajaran ini menyiapkan metode dan

(11)

media yang tepat untuk melaksanakan pembelajaran. Ini dipikirkan berdasarkan situasi dan kondisi dari pada peserta didik di SMK PGRI 3 Bogor ”

Sedangkan bapak Firdaus menyatakan lebih pada upaya yang dilakukan sekolah terkait proses pembelajaran pada masa pandemi. Beliau memaparkan:

“ Tentunya semua sudah mafhum terkait dengan pembelajaran masa pandemi ini memang perlu adanya upaya mensiasati baik dari upaya satuan pendidikan maupun mungkin orangtua di rumah. Nah alhamdulillah usaha dari satuan pendidikan di SMK PGRI ini bagian IT nya sudah membuat suatu program sehingga kegiatan belajar mengajar itu di masa pandemi tidak terlampau masalah. Dimana tiap pendidik itu bisa memberikan pembelajaran melalui LMS yang semua bisa mengupload nya dengan mudah jadi dari pihak sekolah memfasilitasi dan siswa pun dengan mudah membuka jadi upaya dari sekolah menyangkut kbm pada masa pandemi ini alhamdulillah sudah disiasati dengan dibuatnya program.”

2. Apa saja upaya perencanaan pembelajaran yang dipersiapkan guru dalam proses pembelajaran pada masa pandemi ?

Bapak Ramdhoni yang mengatakan: “Nah itu seperti biasa walaupun dalam keadaan pandemi tetep kita mengadakan IHT (in House Training) dimana disitu ada bedah kurikulum, kemudian membuka lagi silabusnya kemudian menyiapkan bahan ajarnya, termasuk Rpp didalamnya. Selanjutnya menyiapkan materi yang tepat sesuai kurikulumya itu tadi kurikulum darurat Covid yang artinya mungkin dari beberapa KD. Untuk KD ngga semua diberikan hanya diberikan KD yang penting saja misalnya KD sepuluh dalam masa pandemi ini ngga usah sepuluh ambil yang penting ambilah lima atau enam. Yang kedua menyiapkan absensi kehadiran siswa walaupun daring tetap harus hadir sebagai bukti bahwa dia ikut dalam pembelajaran.”

Sedangkan menurut bapak Firdaus terkait upaya dalam perencanaan proses pembelajaran pada masa pandemi ini mengatakan: “Tentunya kita memiliki silabus kita memiliki rencana pembelajaran yang semua itu disampaikan terlebih dahulu pada peserta didik melalui LMS tadi bahwa kita akan membahas kegiatan pembelajaran daring ini dengan materi-materi yang akan kita kaji. Dan termasuk dengan tugas yang akan mereka kerjakan. Upaya kami pada siswa yaitu dengan memotivasi dulu siswa karena terkadang juga ada siswa yang belum bangun. Nah itu upaya seperti itu harus ada upaya untuk absen terlebih dahulu jadi kita tau mana anak yang sudah siap untuk kbm mana anak yang belum. Nah yang belum tugas kami yang menghubungi orang tuanya jadi kita bukan hanya menyampaikan tapi kita juga sedikit banyaknya harus lebih memperhatikan kondisi siswa juga”

3. Apa saja upaya yang dilakukan guru dalam memilih metode pembelajaran selama proses pembelajaran pada masa pandemi ?

Berdasarkan hasil wawancara metode yang digunakan dalam proses pembelajaran pada masa pandemi yang dilakukan guru selama proses pembelajaran berlangsung adalah metode ceramah dalam video namun ada metode yang lain yang digunakan seperti tanya jawab. Hal ini diperkuat dengan pendapat bapak Firdaus mengatakan: “Bukan hanya metode ceramah dalam video tapi ada juga metode lain yang kita terapkan seperti dibuka kesempatan

(12)

disana kita berikan materi lalu kita luangkan mereka siapa yang ingin bertanya dari materi yang belum jelas contohnya seperti pembahasannya bab mawaris jadi memang bab mawaris itu idealnya tatap muka. Jadi teori jika tidak dikuasai maka dia akan bingung. Makannya yang bapak agak rasa membantu jadi metode nya yang kita ambil itu yang memudahkan buat siswa yang lebih memahamkan mereka pada materi, nah itu yang kita pakai dan mereka tidak boring dengan tugas yang kita berikan.”

Sejalan dengan pendapat bapak Firdaus, narasumber bapak Ramdhoni mengungkapkan sebagai berikut:

“ Metode tidak mungkin kalau tatap muka, mungkin ceramah secara daring bisa melalui rekaman WhatsApp tapi disini umumnya saja kita menggunakan metode daring dengan menyiapkan materi berupa video, power point atau pun materi tertulis yang sesuai dengan KD yang kita ajarkan. Ini sifatnay fleksibel.”

4. Apa saja sumber belajar yang lain yang biasa digunakan guru dalam proses pembelajarn pada masa pandemi ini ?

Bapak Firdaus selaku guru kelas XI mengatakan: “Jadi zaman sekarang itu kita perlu lebih mengoptimalkan nilai sumber referensi itu bukan hanya yang ada diperpustakaan tapi kita cari juga makalah-makalah. Terus terang bapak tidak membatasi siswa untuk membuka sumber lain sehingga wawasan mereka akan lebih luas, buku yang dijadikan pedoman pokoknya buku elektonik terbitan departemen agama seperti itu disamping ada terbitan dari penerbit lain.

Sejalan dengan pendapat bapak Firdaus. Narasumber bapak Ramdhoni pun mengungkapkan hal sebagai berikut: “ kita menggunakan buku yang ada perpustakaan ada beberapa buku yang kerja sama dengan penerbit dia memberikan softcopy nya anggaplah kita sebut dengan buku digital sehingga kita bisa merangkum, mengambil point-point yang penting kita ambil kemudian kita masukkan materi itu di E-learning. Yang kedua kita mengunggah video dari youtube dimasukkan ke materi jadi siswa tidak keluar dari situs SMK PGRI.

5. Aplikasi apa yang digunakan selama proses pembelajaran pada masa pandemi? Berikut penjelasan dari bapak Ramdhoni terkait aplikasi yang digunakan beliau mengatakan: “Alhamdulillah untuk SMK PGRI 3 Bogor kita tidak menggunakan aplikasi diluar kita menggunakan aplikasi intern yaitu program LMS dengan membuka Web SMK PGRI 3 Bogor www.smkpgri3bogor.com di dalamnya ada PPDB online ada penelusuran kelulusan, ada PKL bahkan kemarin juga ada sanlat daring. Nah kemudian disitu ada digital fitri disitu ada menu daring kelas 10 11 12 jadi kalau saya mau mengajar dikelas 11 maka saya buka daring kelas 11 bapak ibu guru sudah mempunyai username masing-masing. Ana-anak diberikan password username.”

Sedangkan bapak Firdaus mengatakan: “ kalau untuk aplikasi seperti tadi bapak namun ada yang beberapa keluhan siswa seperti Hp nya yang terbatas “ pak saya ngga bisa untuk menyampaikan tugas via LMS saya WhatsApp aja ya pak? Maka lewat WhatsApp. “Pak saya lewat facebook ya pak?” Maka lewat Facebook. Tetapi karena kepala sekolah bilang kalau bisa

(13)

optimalkan menggunakan program yang sekolah sudah siapkan. Jadi tidak menggunakan yang lainnya jadi biar kita memakai produk sendiri. Akhirnya makin kesini bapak lebih mengoptimalkan program yang ada di sekolah karena memang yang dari sekolah itu cukup beragam, Jadi memang lebih praktis. Pembahasan

Dalam penelitian yang penulis lakukan di SMK PGRI 3 Bogor. Penulis meneliti tentang upaya guru PAI dalam proses pembelajaran pada masa pandemi. Selain itu peneliti pun meneliti korelasi antara proses pembelajaran dengan prestasi belajar siswa pada masa pandemi ini. Penulis melakukan wawancara pada guru PAI yang aktif disekolah tersebut dengan pembahasan terkait upaya apa saja yang dilakukan oleh guru PAI dalam melaksanakan proses pembelajaran pada masa pandemi. Dari hasil wawancara dua guru PAI tersebut ada beberapa upaya yang dilakukan oleh para guru dalam proses pembelajaran pada masa pandemi ini diantaranya yaitu guru memberikan pemahaman pada siswa bahwa dalam situasi pandemi ini kewajiban untuk melaksanakan kbm tetap dilaksanakan. Hal ini merupakan peraturan yang dibuat oleh pemerintah, selain itu guru memberikan pemahaman pula terkait sistem penilaian yang akan berjalan pada pembelajaran daring bahwa segala penilaian yang dilakukan oleh guru sama dengan keadaan normal artinya jika siswa tidak mengikuti pembelajaran maka siswa tidak mendapatkan nilai.

Dalam upaya mensiasati proses pembelajaran pada masa pandemi ini usaha sekolah menyangkut kbm pun sudah mensiasatinya dengan membuat program pembelajaran menggunakan LMS, setiap pendidik bisa memberikan pembelajaran menggunakan program LMS tersebut. Sehingga siswa mudah mengakses setiap pembelajaran dengan program tersebut. Hal ini dilakukan agar ketika pembelajaran berlangsung siswa tidak keluar dari alur pembelajaran. Namun ada beberapa guru jika terdapat siswa yang sulit dalam mengakses program yang disediakan oleh sekolah maka dapat menggunakan WhatsApp atau Facebook.

Dalam perencanaan pembelajaran upaya yang dilakukan guru yaitu dengan melakukukan IHT (in House Training) yang dalam pemabahasan nya menyangkut pada persiapan proses pembelajaran selama masa pandemi ini. Selain itu setiap guru menyiapkan silabus, RPP dan materi yang tepat sesuai dengan kurikulum yang berlaku, seperti halnya saat pandemi ini kurikulum yang digunakan adalah kurikulum darurat sehingga para guru menyesuaikan dengan keadaan tersebut.

Penerapan metode pembelajaran pada masa pandemi ini guru lebih memilih metode yang memudahkan siswa untuk memahami materi dan menghindari siswa agar tidak merasa sulit untuk memahami materi yang disampaikan. Metode yang digunakan oleh guru sifatnya fleksibel, sehingga para guru menggunanakan metode sesuai dengan kebutuhan. Seperti metode ceramah dalam video dan metode tanya jawab pada saat materi yang sudah dijelaskan. Ada beberapa sumber belajar yang digunakan guru, selain buku diperpustakaan, guru menggunakan buku elekteronik terbitan departemen agama, mengunggah video dari youtube dan referensi lain seperti makalah.

Selanjutnya upaya yang dilakukan guru terhadap siswa terkait pembelajaran pada masa pandemi ini dengan memberikan motivasi pada siswa

(14)

dengan cara guru selalu melakukan absensi siswa terlebih dahulu sebelum pembelajaran dimulai sehingga guru tau mana siswa yang siap belajar dan siswa yang belum siap. Ketika dalam absensi tidak ada jawaban dari siswa yang bersangkutan maka ini merupakan tugas guru untuk menghubungi orang tua siswa tersebut secara personal. Hal ini menunjukkan bahwa upaya dalam proses pembelajaran pada masa pandemi ini tidak hanya guru dan siswa saja yang harus bekerja sama namun harus ada kerjasama yang baik pula antara pendidik disekolah dan orangtua di rumah.

Untuk meneliti korelasi antara proses pembelajaran pada masa pandemi terhadap prestasi siswa. Peneliti menyebarkan angket guna untuk mengetahui proses pembelajaran pada masa pandemi di SMK PGRI 3 Bogor. Angket yang disebarkan oleh penulis kepada 33 siswa kelas XI jurusan OTKP-2. Dan prestasi belajar siswa dari hasil Nilai raport ulangan tengah semester mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan nilai rata-rata 70.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan yaitu dengan menggunakan angket dan nilai raport yang kemudian dianalisis data. Maka untuk menjawab permasalahan tentang korelasi antara proses pembelajaran pada masa pandemi terhadap prestasi siswa dengan menggunakan SPSS diperoleh pearson correlation besarnya angka indeks hubungan antara variabel X dengan variabel Y adalah 0,735 atau dapat ditulis 0,735 > 0,344. Hal tersebut menunjukkan bahwa Ho atau hipotesis nol ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat hubungan antara Proses pembelajaran pada masa pandemi dengan prestasi belajar siswa.

Adapun dari hasil hitung regresi menggunakan SPSS diperoleh koefisien determinasi (R²) sebesar 0,540 yang berarti bahwa variabel independen (Proses pembelajaran Pada Masa Pandemi) mampu menjelaskan variabel dependen (Prestasi belajar siswa) sebesar 54,0% sedangkan sisanya ditentukan atau dijelaskan oleh variabel lain. Dan ada hubungan yang nyata (signifikan) antara proses pembelajaran pada masa pandemi (X) dengan Prestasi Belajar Siswa (Y). dari output tersebut terlihat bahwa = 36.331 dengan tingkat signifikasi/probalitas 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan adanya hubungan proses pembelajaran pada masa pandemi dengan Prestasi Belajar Siswa. Dapat diketahui nilai = 6.028 dengan nilai signifikasi 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Yang berarti ada hubungan yang signifikan antara proses pembelajaran pada masa pandemi dengan Prestasi Belajar Siswa.

Sehingga dapat disimpulkan adanya korelasi yang signifikan antara proses pembelajaran pada masa pandemi dengan Prestasi Belajar Siswa. Dan berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan penulis dapat disimpulkan adanya korelasi antara proses pembelajaran pada masa pandemi dengan Prestasi Belajar Siswa pada mata pelajaran PAI di SMK PGRI 3 Bogor hal ini tidak terlepas dari adanya upaya-upaya yang dilakukan oleh para guru PAI disekolah yang bertanggung jawab mendidik, memahami dan mengarahkan siswanya. Serta pembelajaran yang baik yang melibatkan siswa dan guru untuk membantu ketercapaian tujuan pembelajaran yang ditetapkan serta adanya sarana dan prasarana yang menunjang dalam berlangsungnya kegiatan belajar mengajar pada masa pandemi Covid-19.

(15)

KESIMPULAN

Terkait apa saja upaya yang dilakukan dalam proses pembelajaran pada masa pandemi ini dapat disimpulkan bahwa ada beberapa upaya yang dilakukan oleh guru disekolah diantaranya yaitu guru memberikan pemahaman pada siswa bahwa pembelajaran pada masa pandemi ini tetap wajib dilaksanakan tidak ada alasan untuk tidak melakukan pembelajaran pada masa pandemi ini. Dalam perencanaan pembelajaran upaya yang dilakukan guru yaitu melaksanakan IHT (in House Training) dengan melakukan bedah kurikulum, perencanaan silabus dan RPP. Hal pertama yang dilakukan oleh guru adalah menyiapkan materi yang tepat sesuai kurikulum yang dipakai seperti kurikulum darurat Covid-19. Selanjutnya, guru menyiapkan absensi kehadiran siswa. Walaupun pembelajaran dilakukan secara daring namun guru harus tetap melakukan absensi, hal ini sebagai bukti bahwa siswa ikut serta dalam kegiatan proses pembelajaran. Tahap berikutnya guru menyiapkan metode dan media yang tepat sesuai dengan siatuasi dan keadaan siswa. Yang kemudian disusul dengan guru memberikan motivasi kepada siswa. Selain itu, Guru melakukan kerja sama dengan orang tua dirumah dalam memperhatikan kondisi siswa. Selain buku perpustakaan yang digunakan sebagai sumber belajar, guru menggunakan referensi lain yaitu seperti buku elektronik, makalah, serta video materi pembelajaran yang diunggah dari aplikasi Youtube.

Terdapat hubungan yang signifikan antara proses pembelajaran pada masa pandemi dengan prestasi siswa. Hal tersebut diketahui bahwa 0,735 >

0,344.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Syafi’I, Tri Marfoyanto dan Siti Kholidatur Rodiyah. 2018 Studi Tentang Prestasi Belajar Siswa Dalam Berbagai Aspek dan Faktor Yang Mempengaruhinya.Jurnal Pendidikan. 2 (2). 115-123

Arikunto Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta

Fakhrurrazi. 2018. Hakikat Pembelajaran Yang Efektif. Jurnal At-takfit. XI (1). 85-99

Firna David Setiawan. 2018. Prosedur Evaluasi dalam Pembelajaran. Yogyakarta: CV Budi Utama

Hamalik Oemar. 2004. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Bumi Aksara Husein Latifah. 2017. Profesi Keguruan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Maemunah Sa’diyah, Ucu Shinta, Firda Anggun S R. 2018. Meningkatkan Kualitas Pendidikan, Kesehatan dan Teknologi Melalui Program KKN Tematik Di Desa Bojong Rangkas. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. 2 (3). 264-727

Moh Zaiful Rosyid, Mustajab, Aminol Abdullah. 2019. Prestasi Belajar. Malang: Literasi Nusantara.

Muhammad Darwis Dasopang. 2017. Belajar dan Pembelajaran. Jurnal Kajian Ilmu- Ilmu Keislaman. 3 (2). 333-352

Muhyani. 2019. Metodologi Penelitian: CaraMudah Melakukan Penelitian. Bogor: UIKA PRESS

Rahman Abdul. 2016. Metodologi Penelitian Tindakan Sekolah. Jakarta: Rajawali Press

(16)

Roida Eva Flora Siagian. 2012. Pengaruh Minat dan Kebiasaan Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Matematika. Jurnal Formatif. 2(2). 122-131. Siti Maesaroh. 2013. Peranan Metode Pembelajaran Terhadap Minat dan Prestasi

Belajar Pendidikan Agama Islam. Jurnal Kependidikan. 1 (1). 150-168 Sugiyono. 2016. Metode Penelitian. Bandung. Alfabeta

Gambar

Tabel 1.  Indeks Product Moment
Tabel 2. Hasil Uji  Korelasi SPSS  Correlations
Tabel 4. Hasil Uji  Determinasi  Model Summary  Model  R  R Square  Adjusted R Square  Std
Tabel 6. Hasil Uji  Anova  ANOVA a

Referensi

Dokumen terkait

Individu atau beberapa anggota kelompok usaha dapat terdaftar secara legal dan memperbolehkan mereka membuat profit Kelompok usaha sepakat bahwa Individu atau beberapa anggota

Dari sekitar 300.000 jenis tanaman yang tersebar di muka bumi ini, masing-masing tanaman mengan- dung satu atau lebih mikroba endofit yang terdiri dari bakteri dan jamur (Stro bel

And yet, Katherine Duncan-Jones, in her 1997 Arden edition of the sonnets, refused to let Thorpe stand as the only begetter of his tortuous dedication, suggesting instead that,

Already head and shoulders under the hood, Gray simply turned his head and gave her a dry look.. Brianna bit her lip as she watched

1) Adanya dukungan Pemerintah Kabupaten Maros di bidang Komunikasi dan Informasi melalui Peraturan Daerah Kabupaten Maros Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan

Prinsip kerjanya adalah aliran data dari phones (client)/WAP protokol, akan mengirim encoded request, protokol gateway akan mentranslasikan request dari WAP protokol yang

HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan di Desa Rambah Tengah Hulu pada Kawasan Objek Wisata Air Panas Sauman didapatkan 3 famili 7 sub

yang nantinya menginkubasi perusahaan pemula dalam industri hilir kelapa sawit dan memberikan layanan bisnis dan teknologi kepada UMKM yang sudah ada. Berperan