• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PELAYANAN PUBLIK BIDANG KESEHATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV PELAYANAN PUBLIK BIDANG KESEHATAN"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Bidang Pelatihan Institut Pemerintahan Dalam Negeri 2010 60

BAB IV

PELAYANAN PUBLIK BIDANG KESEHATAN

Deskripsi :

Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan, di mulai pada pemahaman hirarkhi peraturan perundang-undangan di Indonesia menurut UU Nomor 32 Tahun 2004, Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 dan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 serta Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 741/MENKES/PER/VII/2008 yang materi muatannya sebagai dasar unuk penyusunan Standar Pelayanan Minimal. Kemudian pada bab 4 ini akan dibahas Langkah – Langkah Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan mulai tingkat desa sampai dengan kabupaten/kota.

Pokok Bahasan : Pelayanan Publik Bidang Kesehatan

Waktu : 3 (tiga) kali tatap muka pelatihan (selama 270 menit). Tujuan : Membangun pemahaman dan skill praja mengenai

Tata cara Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.

(2)

Bidang Pelatihan Institut Pemerintahan Dalam Negeri 2010 61

4.1. Tahapan Pemberian Pelayanan Publik dalam Bentuk Program Pelayanan Dasar Bidang Kesehatan.

Bentuk program pelayanan dasar melalui standar pelayanan minimal berupa target Standar Pelayanan Minimal yang telah ditentukan oleh kementerian terkait yang ditetapkan melalui peraturan menteri atau keputusan menteri. Standar pelayanan minimal dapat dilakukan melalui tahapan sebagai berikut :

1) Mengacu atau berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku;

2) Menyusun Instrumen; 3) Mengumpulkan Data;

4) Mengolah dan Menganalisis Data; 5) Membuat Kesimpulan;

6) Menyusun Kebijakan;

7) Implementasi dan Monitoring ;

Tahapan-tahapan pelayanan dasar melalui standar pelayanan minimal berupa target Standar Pelayanan Minimal tersebut secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut :

4.1.1. Kebijakan Kementerian Kesehatan

Penyelenggarakan pelayanan bidang pendidikan berdasarkan SPM merupakan tolok ukur kinerja pelayanan kesehatan yang diselenggarakan Daerah. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan berdasarkan SPM Bidang Kesehatan dilakukan oleh aparatur satuan kerja perangkat daerah sesuai dengan kualifikasi dan kompetensi yang dibutuhkan menurut Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 741/MENKES/PER/VII/2008 Tahun 2008 meliputi:

(3)

Bidang Pelatihan Institut Pemerintahan Dalam Negeri 2010 62

Indikator, Nilai dan Batas Waktu Bidang Kesehatan

( Kepmenkes No 741/Menkes/Per/II/2008)

No Jenis Pelayanan Dasar

Standar Pelayanan Minimal

Batas Waktu Pencapaian (Tahun) Indikator Nilai 1 2 3 4 5

I Pelayanan Kesehatan Dasar 1. Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4. 95% 2015

2. Cakupan Ibu hamil dengan komplikasi yang ditangani.

80% 2015

3. Cakupan pertolongan persalinan oleh bidan atau tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan.

90 % 2015

4. Cakupan pelayanan Ibu Nifas 90% 2015

5. Cakupan neonatal dengan komplikasi yang ditangani.

80% 2010

6. Cakupan kunjungan bayi. 90% 2010

7. Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI).

100% 2010

8. Cakupan pelayanan anak balita. 90% 2010

9. Cakupan pemberian makanan

pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin.

100% 2010

10. Cakupan Balita gizi buruk mendapat perawatan.

100% 2010

11. Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat.

100% 2010

12. Cakupan peserta KB Aktif. 70% 2010

13. Cakupan Penemuan dan penanganan penderita penyakit.

100% 2010

14. Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin.

100% 2015

II Pelayanan Kesehatan

Rujukan

15. Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin.

100% 2015

16. Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yg harus diberikan sarana kesehatan (RS) di Kab/Kota.

100 % 2015

III Penyelidikan

epidemiologi dan Penanggulangan KLB

17. Cakupan Desa/Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam.

100% 2015

IV Promosi kesehatan dan

pemberdayaan masyarakat

(4)

Bidang Pelatihan Institut Pemerintahan Dalam Negeri 2010 63

4.1.2. Penyusunan Instrumen

Pelayanan dasar berbasis Standar Pelayanan Minimal diawali dengan penyusunan instrument setelah berdasarkan peraturan perundang-undangan, hal ini karena untuk mengetahui terlebih dahulu kondisi sebenarnya Standar Pelayanan Minimal yang merupakan awal dari pelayanan dasar.

Instrumen merupakan alat ukur yang baik dan digunakan untuk mengukur pelayanan dasar sebagai bahan kebijakan dalam menentukan standar pelayanan minimal. Penyusunan instrumen pelayanan dasar melalui standar pelayanan minimal berupa target Standar Pelayanan Minimal bidang kesehatan berdasarkan varibel dan indikator Keputusan Menteri Kesehatan, sebagai berikut :

NO Jenis Cakupan Jumlah Total Cakupan Yang Realisasi/

Terlayani %

1 2 3 4 5

1 Cakupan kunjungan ibu hamil K-4

2 Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani

3

Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan 4 Cakupan pelayanan nifas

5 Cakupan neonatal dengan komplikasi yang ditangani 6 Cakupan kunjungan bayi

7

Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI)

8 Cakupan Pelayanan anak balita

9

Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin 10 Cakupan balita gizi buruk

mendapat perawatan

11 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat

(5)

Bidang Pelatihan Institut Pemerintahan Dalam Negeri 2010 64

1 2 3 4 5

12 Cakupan peserta KB aktif

13 Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit

14 Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin

15 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien miskin

16

Cakupan pelayanan Gawat Darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) di Kabupaten/kota

17

Cakupan desa/kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemologi < 24 jam

18 Cakupan desa siaga aktif

Instrumen di atas merupakan program SPM bidang kesehatan yang dalam pelaksanaannya ada yang dapat dilaksanakan oleh Pemerintah Desa dalam peningkatan Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatn. Hal ini dikarenakan, hasil yang dicapai Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan belum optimal terpenuhi dan cenderung Pemerntah Desa, Kelurahan sering diabaikan atau tidak dilibatkan untuk berperan akatif dalam bidang kesehatan. Upaya pelayanan dasar melalui pendekatan SPM dengan melibatkan pemerintah desa, diharapkan dapat membantu ketertinggalan desa dibidang kesehatan melalui SPM bidang kesehatan.

4.1.3. Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data untuk memperoleh data yang diperlukan pemberian pelayanan publik kepada masyarakat melalui pendekatan Standar Pelayanan Minimal berupa : berupa catatan, laporan peraturan-peraturan maupun data sekunder lainnya yang berhubungan dengan data yang dibutuhkan. Dokumen-dokumen tersebut dapat berupa perundang-undangan, catatan, laporan arsip dan buku-buku, profil desa, kelurahan kecamatan, buku kabupaten/kota dalam angka dan media-media lain yang dapat dipergunakan untuk keabsahan data.

(6)

Bidang Pelatihan Institut Pemerintahan Dalam Negeri 2010 65

4.1.4. Mengolah dan Menganalisis Data

Dalam pelaksanaan Kewenangan Wajib dan Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota sampai pemerintah desa, maka Pemerintah Kabupaten perlu melakukan perencanaan program yang matang sesuai dengan kebutuhan bidang kesehatan di Kabupaten dan menyusun sebuah manajemen strategi untuk mengelola sumber daya yang ada saat ini dalam mewujudkan pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal di bidang kesehatan.

Untuk menentukan pencapaian SPM bidang kesehatan berdasarakan Keputusan Menteri Kesehatan digunakan alat ukur sebagaimana daftar tabel berikut :

Tabel Penentuan Nilai SPM Bidang Kesehatan

No INDIKATOR RUMUS

1 2 3

a. Cakupan Ibu Hamil K-4 Cakupan :

Jml Ibu Hamil yg memperoleh

pelayanan-pelayanan antenatal K4 disatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu --- X 100% Jml Sasaran ibu hamil di satu wilayah

dalam kurun waktu yang sama

b. Cakupan komplikasi kebidanan Jumlah komplikasi kebidanan yg

mendapat penanganan definitif disatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu --- X 100% Jumlah ibu dengan komplikasi kebidanan

disatu wilayah kerja dalam kurun waktu yang sama

c. Cakupan pertolongan persalinan oleh

bidan atau tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan.

Jml ibu bersalin yg ditolong oleh tenaga jesehatan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu

--- X100% Jml Seluruh sasaran di satu wilayah dalam kurun waktu yang sama

d.

Cakupan pelayanan Ibu Nifas Jml ibu nifas yang telah memperoleh 3

kali pelayanan nifas sesuai standar di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu --- X100% Seluruh ibu nifas dalam kurun waktu yang sama

(7)

Bidang Pelatihan Institut Pemerintahan Dalam Negeri 2010 66

1 2 3

e. Cakupan neonatal dengan komplikasi

yang ditangani.

Jumlah neonatus dengan komplikasi yang tertangani

--- X 100% Jumlah seluruh neonatus dengan komplikasi yang ada

f.

Cakupan kunjungan bayi. Jml kesehatan bayi memperoleh pelayanan

sesuai standar di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu

--- X100% Jml seluruh bayi lahir hidup di satu wilayah dalam kurun waktu yang sama

g. Cakupan Desa/Kelurahan Universal

Child Immunization (UCI).

Jml Desa/kelurahan UCI

--- X 100 % Seluruh desa/kelurahan

h.

Cakupan pelayanan anak balita. Jml anak balita yang memperoleh

pelayanan pemantauan pertumbuhan minimal 8 kali di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu

--- X100% Jml seluruh bayai lahir hidup di satu wilayah dalam kurun waktu yang sama

i. Cakupan pemberian makanan

pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin.

Jml anak usia 6-24 bulan keluarga miskin yang mendapat MP-ASI

--- X 100% Jml seluruh anak usia 6-24 bulan

keluarga miskin

j. Cakupan Balita gizi buruk mendapat

perawatan.

Jml balita gizi buruk yang dirawat

--- X

100%

Jml balita gizi buruk yang ditemukan

k. Cakupan penjaringan kesehatan siswa

SD dan setingkat.

Jml murid SD dan setingkat yg diperiksa Kesehatan oleh tenaga terlatih di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu --- X100% Jml murid SD dan setingkat di satu wilayah dalam kurun waktu yang sama l.

Cakupan peserta KB Aktif. Jumlah kontrasepsi PUS yang menggunakan

di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu

--- X100% Seluruh pasangan usia subur di satu wilayah dalam kurun waktu yang sama

(8)

Bidang Pelatihan Institut Pemerintahan Dalam Negeri 2010 67

1 2 3

m. Cakupan Penemuan dan penanganan

penderita penyakit.

Jml kasus AFP non polio yg dilaporkan --- X 100% Jml pnduduk < 15 tahun

n. Cakupan pelayanan kesehatan dasar

masyarakat miskin.

Jml kunjungan pasien miskin di sarker strata I

--- X 100% Jml seluruh miskin di kab Poso

o. Cakupan pelayanan kesehatan rujukan

pasien masyarakat miskin.

Jml kunjungan pasien miskin di sarker strata 2 dan strata 3

--- X 100% Jml seluruh miskin di kab Poso

p. Cakupan pelayanan gawat darurat

level 1 yg harus diberikan sarana kesehatan (RS) di Kab/Kota.

Pelayanan gawat darurat level 1

--- X 100% Jml RS Kab. Poso

q. Cakupan Desa/Kelurahan mengalami

KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam.

Jml KLB di desa/kel yg ditangani <24 jam

Dalam periode tertentu

--- X100%

Jml KLB di desa/kel yg terjadi pd periode

Yg sama

r. Cakupan Desa Siaga Aktif. Jml Desa Siaga Aktif.

--- X 100% Jml Desa Siaga yg dibentuk

(9)

Bidang Pelatihan Institut Pemerintahan Dalam Negeri 2010 68

4.1.5. Kesimpulan dan menyusun kebijakan

Berdasarkan ketentuan di atas dan analisa dapat diketahui pencapaian Standar Pelayanan Minimal Kabupaten/kota (Kecamatan, Desa/Kelurahan) sementara, bidang pendidikan sebagai bahan kebijakan yang akan diambil seperti tabel berikut :

1. Kewenangan

Wajib Jenis Pelayanan Indikator SPM

Standar Nasional Waktu Keterangan Capai SPM ybs Kurang/ lebih 1 2 3 4 5 6 7 8

1. Kesehatan Pelayanan Kesehatan

Dasar

1) Cakupan Ibu Hamil

K-4 95% 2015 2) Cakupan komplikasi kebidanan 80% 2015 3) Cakupan pertolongan persalinan oleh bidan atau tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan.

90 % 2015

4) Cakupan pelayanan Ibu

Nifas 90% 2015

5) Cakupan neonatal dengan komplikasi yang ditangani. 80% 2010 6) Cakupan kunjungan bayi. 90% 2010 7) Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI). 100% 2010 8) Cakupan pelayanan anak balita. 90% 2010 9) Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin.

100% 2010

10) Cakupan Balita gizi buruk mendapat perawatan. 100% 2010 11) Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat. 100% 2010 12) Cakupan peserta KB Aktif. 70% 2010

(10)

Bidang Pelatihan Institut Pemerintahan Dalam Negeri 2010 69 1 2 3 4 5 6 7 8 13) Cakupan Penemuan dan penanganan penderita penyakit. 100% 2010 14) Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin. 100% 2015 II. Pelayanan Kesehatan Rujukan 15) Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin. 100% 2015 16) Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yg harus diberikan sarana kesehatan (RS) di Kab/Kota. 100 % 2015 III. Penyelidikan Epidemiologi dan Penanggulan KLB 17) Cakupan Desa/Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam. 100% 2015

18) Cakupan Desa Siaga

Aktif. 80 % 2015

Keterangan :

Kolom 7 : diisi data yang telah dianalisis berdasarkan rumus yang tersedia pada Tabel Penentuan Nilai SPM Bidang Kesehatan;

Kolom 8 : diisi perbandingan antara kolom 5 dengan kolom 7, atau jumlah selisih antara kolom 5 dan kolom 7 untuk mengetahui hasil yang telah dicapai jika dibandingkan dengan nilai standar nasional.

Kebijakan Pelayanan Dasar berbasis Stantar Pelayanan Minimal pada prinsipnya ditentukan oleh Pemerintah Pusat melalui kementerian masing-masing. Stantar Pelayanan Minimal bidang kesehatan ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan berupa Keputusan Menteri Kesehatan, kemudian ditindak lanjuti oleh Pemerintah Kabupaten/Kota yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau tertuang secara khusus dalam Peraturan Daerah tentang Stantar Pelayanan Minimal.

Kecamatan, Kelurahan dan Pemerintah Desa dalam penyusunan Pelayanan Dasar berbasis Stantar Pelayanan Minimal membantu dalam pengumpulan data yang instrumennya sudah dijelaskan di atas, sebagai bahan kebijakan pemerintah kabupaten/kota, sehingga dalam penentuan Stantar Pelayanan Minimal dapat ditentukan

(11)

Bidang Pelatihan Institut Pemerintahan Dalam Negeri 2010 70 sesuai dengan potensi dan karakteristik kabupaten/kota yang bersangkutan dengan basis pada tingkat pemerintahan yang paling bawah.

4.1.6. Implementasi dan Monitoring

Pelayanan Dasar berbasis Stantar Pelayanan Minimal bidang Kesehatan dalam dalam implementasinnya dapat dimulai dari desa/kelurahan, hal ini untuk melibatkan semua unsur yang ada serta untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan Pelayanan Dasar berbasis Stantar Pelayanan Minimal secara bertahap, mulai dari desa/kelurahan sampai kabupaten/kota. Selain itu untuk memudahkan pengawasan dan mengetahui secara rinci perkembangan hasil pelaksanaan Pelayanan Dasar berbasis Stantar Pelayanan Minimal setiap bulan dengan jelas lokasinya. Berdasarkan penjelasan dimaksud dapat diketahui kinerja pelaksana pelayanan publik secara jelas dan rinci.

Untuk memudahkan pemahaman implementasi dan monitoring secara rinci dalam Pelayanan Dasar berbasis Stantar Pelayanan Minimal dapat dilakukan dengan cara seperti tabel berikut :

Penerapan SPM Kab/Kota : ……… Bulan :………….…..

No.

Kab/Kota, Kelurahan/Desa

Data Hasil

Nilai

Perbulan (%) Nilai SPM Keterangan

1 2 3 4 5 6 7

Jumlah

Keterangan Daftar isian dan tabel Implementasi SPM secara keseluruhan :

a) Penerapan…. (diisi penerapana SPM sesuai kebutuhan mulai dari Desa s.d. Kab/Kota);

b) Bulan :……… ( diisi nama bulan mulai sesuai kebutuhan dari bulan Januari s.d. Desember dalam waktu periode tahun yang bersangkutan);

c) Kolom 1 : disii nomor urut;

d) Kolom 2 : diisi nama lokasi sesuai tingkatan masing-masing;

e) Kolom 3, 4 : diisi keperluan data yang dibutuhkan sesuaikan dengan jenis data yang diperlukan masing-masing tingkatan mulai desa s.d. kabupaten/kota;

(12)

Bidang Pelatihan Institut Pemerintahan Dalam Negeri 2010 71 f) Kolom 5 : diisi hasil nilai perbulan berdasarkan tata cara perhitungan yang telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 741/MENKES/PER/VII/2008;

g) Kolom 7 : diisi sesuai kebutuhan, misal untuk mengetahui perbandingan antara kolom 5 dengan kolom 6.

4.2. Peran Pemerintahan Desa dalam SPM Bidang Kesehatan

Pelayanan dasar melalui pendekatan standar pelayanan minimal bidang

kesehatan, peran pemerintah desa/kelurahan dapat melakukan, hal-hal sebagai berikut : a) membantu pendataan dan memberi informasi mengenai kondisi kesehatan di

desa/kelurahan;

b) memberikan masukan dan pengawasan untuk implementasi standar pelayanan minimal kesehatan;

c) membantu mensosialisasikan pelaksanaan program standar pelayanan minimal bidang kesehatan sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan; c). melaporkan permasalahan-permasalahan bidang kesehatan lingkup desa/kelurahan;

Peran serta pemerintah desa dan kelurahan dalam bidang kesehatan diharapkan dapat mengatasi kekurangan-kukurangan dan permasalahan dasar yang terjadi di desa, seperti : kekurangan gizi, tidak dapat berobat, kekurangan kesehatan, dan sebagainyan. Peran pemerintah desa cukup besar sekali jika dilibatkan didalam pemberian pelayanan kesehatan lingkup desa/kelurahan, tidak seperti sekarang pemerintah desa cenderung diabaikan, sehingga permasalahan kesehatan di desa selalu tertinggal atau terjadi kesenjangan yang cukup besar antara desa dan kota.

(13)

Bidang Pelatihan Institut Pemerintahan Dalam Negeri 2010 72

Pertemuan VIII

1. Jelaskan dan diskusikan Jenis dan materi muatan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 741/MENKES/PER/VII/2008 !

2. Praktek Menyusun Penyempurnaan Instrumen Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan!

3. Praktek Pengisian Data berdasarkan Instrumen yang ada;

Pertemuan ke IX & X

1. Praktek Menganalisis Data berdasarkan rumus yang telah ditentukan ! 2. Praktek Implementasi Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan

a. Kelompok 1 Tingkat Kabupaten b. Kelompok 2 Tingkat Kecamatan c. Kelompok 3 Tingkat Desa

Gambar

Tabel Penentuan Nilai SPM Bidang Kesehatan

Referensi

Dokumen terkait

Bentuk peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang paling urgent adalah dalam tahap penyusunan standar pelayanan publik (SPP). SPP merupakan standar

Serta sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan pada

(2) Standar Pelayanan Minimal sebagaimana dimaksud dalam perencanaan program pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan Pedoman/Standar Teknis yang ditetapkan.. BAB

Oleh karena itu sebenarnya pelayanan publik harus memilik standar yang berbeda – beda antara suatu daerah dengan daerah yang lainnya, dengan mengingat kondisi dan situasi

Sebagai standar pelayanan minimal, pelayanan publik yang wajib disediakan oleh pemerintah (daerah) kepada masyarakat, maka SPM harus dapat menjamin pelayanan minimal yang

(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai bentuk dan tata cara pemberian kompensasi terhadap pelayanan yang tidak sesuai dengan standar pelayanan publik

Standar Pelayanan Minimal. Pelaksanaan kewenangan, Kompetensi dan Standar Pelayanan bidan dalam memenuhi standar pelayanan kebidanan di Kabupaten Buleleng.. Pelaksanaan

Pengertian Pelayanan kesehatan dalam krisis kesehatan sesuai standar adalah layanan minimal untuk memenuhi kebutuhan kesehatan dasar penduduk terdampak krisis kesehatan akibat bencana