• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEWAN PERWAKILAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA RISALAH SIDANG PARIPURNA KE-5 MASA SIDANG I TAHUN SIDANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DEWAN PERWAKILAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA RISALAH SIDANG PARIPURNA KE-5 MASA SIDANG I TAHUN SIDANG"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

DEWAN PERWAKILAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA

---

RISALAH

SIDANG PARIPURNA KE-5

MASA SIDANG I TAHUN SIDANG 2014 – 2015 DEWAN PERWAKILAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA

I. KETERANGAN

1. Hari : Rabu

2. Tanggal : 8 Oktober 2014

3. Waktu : 16.57 WIB s.d 18.19 WIB

4. Tempat : R. Rapat Nusantara V

5. Pimpinan Sidang : 1. H. Irman Gusman, SE., MBA (Ketua DPD RI) 2. GKR Hemas (Wakil Ketua DPD RI)

3. Prof. Dr. Farouk Muhammad (Wakil Ketua DPD RI) 6. Sekretaris Sidang : 1. Prof. Dr. Sudarsono Hardjosoekarto (Sekretaris Jenderal

DPD RI)

2. Zul Evi Astar, S.H. (Wakil Sekretaris Jenderal DPD RI) 7. Panitera : Adam Bachtiar, S.H., M.H. (Kepala Biro Persidangan II) 8. Acara : Pengesahan Keanggotaan Alat Kelengkapan DPD RI.

9. Hadir : Orang

(2)

II. JALANNYA SIDANG:

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Saya undang para senator yang saya hormati, dimohon mengambil tempat. Kita akan segera mulai. Baik.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat sore. Salam Sejahtera.

Om swastyastu.

Kita akan menghadiri Sidang Paripurna ke-5 pada sore hari ini dengan agenda pokok pengesahan keanggotaan alat kelengkapan DPD RI.

PEMBICARA: MARIA GORETI, S.Sos., M.Si. (KALBAR)

Ketua, B-77. Pak Pimpinan, saya 1 menit saja setelah diketok acara ini untuk bicara 1 menit saja. Saya 10 tahun menahan diri, tetapi kali ini saya minta izin bicara.

Terima kasih.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Baik. Mungkin nanti supaya acaranya apa yang menjadi tujuan utama jalan, kita fokuskan di situ. Kalau memang ada nanti lain-lain kita tambahkan itu ya, oke. Sebenarnya Pimpinan Ketua sendiri akan memimpin tapi karena ketua sedang adalah wawancara di media saya berinisiatif kita buka saja supaya tidak berlarut-larut. Baik, sebenarnya saya diundang VIP dulu, tetapi saya ingin buka dulu ini. Terus, saya ingin buka dulu, saya ingin tanyakan provinsi mana yang masih punya permasalahan, baru nanti kita skorsing, kita mau selesaikan dulu provinsi yang bermasalah, alat kelengkapan ya pembagian itu.

PEMBICARA: H. GUSTI FARID HASAN AMAN, SE.Akt., MBA. (KALSEL) Masalahnya masalah apa Prof.?

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Pembagaian tugas, pembagian tugas alat kelengkapan provinsi karena tadi saya mendapat laporan masih ada. Karena, tidak mungkin kita sahkan atau harus ditunda itu kalau belum selesai-selesai semua. Jadi karena itu, saya buka saja dulu ini atau saya skorsing sebelum buka, saya hadiri dulu, Pimpinan mau bertemu dulu.

PEMBICARA: MARIA GORETI, S.Sos., M.Si. (KALBAR)

Pimpinan, pimpinan. Pak Farouk, saya rasa tidak mungkin diskors lagi karena ini sudah jam lima. Tidak lama lagi akan salat Maghrib segala macam akan dipotong-potong lagi, Pak Ketua Pimpinan. adi menurut saya diteruskan saja. Terima kasih.

(3)

PEMBICARA: H. GUSTI FARID HASAN AMAN, SE.Akt., MBA. (KALSEL) Cek saja satu-satu, menurut saya, Pimpinan.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Kalau begitu begini, saya masih belum buka ya. Ini begini supaya nanti smooth lancar acaranya, saya bacakan yang masih bermasalah di sini, itu ada yang semestinya porsi alat kelengkapan itu, pembagian tugas komite maupun alat kelengkapan kan ada empat alat kelengkapan lain sama komite empat-empat, semua anggota provinsi harus dua ambil ternyata kalau di alat kelengkapan itu jatah pimpinan itu dikosongkan, itu dihindari diisi oleh dobel. Jadi, kenapa ini dobel dihindari? Karena, pertanggungjawaban anggarannya sangat sulit dari Sekretariat Jendral. Tidak mengurangi hak anggota untuk ikut. Misalnya, saya kasih contoh Sumbar, Komite IV kosong, itu tidak berarti anggota Sumbar tidak boleh hadir di situ, bisa saja menghadiri acara menyampaikan apa. Yang tidak ini terdaftar di sini karena akan berakibat kepada anggaranu. Jadi, tolong ini ya masih dobel, misalnya Papua Barat Abdullah Manaray ini ada dobel Komite II dan Komite IV.

PEMBICARA: H. GUSTI FARID HASAN AMAN, SE.Akt., MBA. (KALSEL) Prof., Interupsi.

Bagaimana kalau kita buka dulu, kita mulai karena teman-teman sudah pada kecapekan berdiri mau menyanyikan lagu Indonesia Raya itu, Prof. Di belakang itu mereka dari tadi gelisah itu, Prof.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Jadi begini, saya ini saya diberitahu masih ditunggu oleh dua pimpinan di ruang tunggu. Jadi, saya buka dulu, menyanyi dulu, oke setuju baik. Baik, kita nyatakan Sidang Paripurna ke-5 kita mulai.

KETOK 1X

Kita awali dengan silakan menyanyi bersama. Saya persilakan untuk berdiri menyanyikan Indonesia Raya.

PEMBICARA : PADUAN SUARA Hiduplah Indonesia Raya… Indonesia tanah airku Tanah tumpah darahku Disanalah aku berdiri Jadi pandu ibuku

Indonesia kebangsaanku Bangsa dan Tanah Airku Marilah kita berseru Indonesia bersatu Hiduplah tanahku Hiduplah negriku

(4)

Bangsaku Rakyatku semuanya Bangunlah jiwanya

Bangunlah badannya Untuk Indonesia Raya Indonesia Raya Merdeka Merdeka

Tanahku negriku yang kucinta Indonesia Raya

Merdeka Merdeka Hiduplah Indonesia Raya Indonesia Raya

Merdeka Merdeka

Tanahku negriku yang kucinta Indonesia Raya

Merdeka Merdeka Hiduplah Indonesia Raya

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Terima kasih.

Para Anggota yang saya hormati, saya lanjutkan membaca tadi. Tercatat di sini yang dobel nama.

PEMBICARA : MERVIN SADIPUN KOMBER (PAPUA BARAT) Pak, Papua Barat minta bicara, Pimpinan.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Sebentar, biar habis dulu Pak Mervin ya. Pak Abdullah Manaray tadi ada dobel, Pak Abdul Gaffar dobel PURT dan BAP, Bu Fahirah Idris PURT dan BAP, Dokter Delis PPUU dengan BKSP, Pak Fabian PURT dengan BAP, kemudian Pak Jacob Esau PPUU dengan BKSP, kemudian BK dengan BPKK juga itu tidak dobel. Jadi, siapa yang sudah di BPKK tolong tidak lagi masuk BK, atau yang sudah masuk di BK tadi tidak dobel karena harinya nanti akan bersamaan. Saya memberi kesempatan, termasuk di sini saya tadi mendapat laporan dari Papua karena ... (tidak jelas, red.) saya ingin kembalikan. Tolong matangkan dulu internal provinsi dan masing-masing lain. Karena itu, saya skorsing dulu sidang ini sementara.

KETOK 1X

PEMBICARA: MUH. ASRI ANAS (SULBAR)

Pimpinan, izin Pimpinan. Sebelum meninggalkan forum, Pimpinan, 114. Sebelum meninggalkan forum, pertama adalah paripurna ini adalah paripurna pengesahan. Harusnya

(5)

proses klarifikasi itu di luar daripada forum ini terhadap seluruh pembagian alat kelengkapan. Kemudian yang kedua, kami berharap bahwa seluruh tahapan Sidang Paripurna jika sudah dibuka, tidak ada proses pembicaraan di luar Pimpinan. Kami berharap pas Sidang Paripurna itu dilakukan, Pimpinan sudah duduk, berada di depan bertiga. Ini dalam rangka membangun etik kita dalam Sidang Paripurna sehingga Pimpinan kami mohon jangan terlalu lama, waktu kita sudah terlalu banyak terbuang ini. Kami mengundang kepada Pimpinan untuk segara mungkin duduk di depan bertiga. Terima kasih.

PEMBICARA : Drs. HABIB ALI ALWI (BANTEN)

Pimpinan, sementara untuk di wilayah tengah 1, wilayah timur 1, wilayah barat untuk maju di depan. Pimpin acara kita dulu saat ini sambil menunggu pimpinan yang sebenarnya.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Baik, atas perkenan Ketua, skorsing saya cabut.

Para anggota yang saya hormati, melanjutkan apa yang tadi saya sampaikan, dalam rangka mengesahkan alat kelengkapan ini, maka ada 2 kemungkinan. Kemungkinan pertama, kita menunggu supaya masukan diperbaiki atau kita sepakati kita sahkan dengan catatan beberapa yang masih dobel supaya disempurnakan dan disusulkan secara....

PEMBICARA : H. ACENG HOLIK MUNAWAR FIKRI, S.Ag (JABAR) Interupsi, Ketua. Interupsi, Pimpinan. Pertama, B-47, Aceng Fikri.

Assalamu’alaikum warahmutullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera bagi kita semua.

Pimpinan, semestinya Rapat Paripurna hari ini itu sudah tidak lagi menyisakan persoalan. Semestinya hari ini sudah langsung pada pengesahan komite dan kita jangan lagi menunggu yang tersisa-tersisa begitu. Tetapi, fakta yang terjadi ada beberapa provinsi yang memang belum ada. Nah, ini sangat kita sesalkan, padahal proses ini sudah jauh-jauh hari harus sudah selesai begitu sehingga ini menghambat bagi komite yang tidak ada persoalan. Usul saya, coba disampaikan ada berapa provinsi yang masih belum selesai sehingga jelas provinsi mana saja dan setelah itu kita tawarkan apakah yang 4 ini kita diberi catatan atau yang lain yang sudah selesai kita sahkan pada saat ini juga. Mungkin itu usul dari saya. Terima kasih.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

PEMBICARA: FAHIRA IDRIS, SE, MH (DKI JAKARTA) B-41, Pimpinan.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Silakan, Bu Fahira.

(6)

PEMBICARA: FAHIRA IDRIS, SE, MH (DKI JAKARTA) Ya terima kasih.

Kepada pimpinan yang saya hormati, untuk Provinsi DKI Jakarta ada sedikit kesalahan. Jadi, PURT bukan nama saya, tetapi Bapak A.M Fatwa. Di situ makanya masih dobel, Fahira Idris di BAP, Pak A.M Fatwa di PURT. Terima kasih, Pak.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Baik, terima kasih.

Masih ada yang kurang lagi?

PEMBICARA : H. ABDURRAHMAN ABUBAKAR BAHMID, Lc (GORONTALO) Gorontalo ada klarifikasi.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Gorontalo silakan.

PEMBICARA : H. ABDURRAHMAN ABUBAKAR BAHMID, Lc (GORONTALO) Untuk pemasukan awal kita, itu ada dobel. Yang BAP itu saya, lalu untuk PPUU juga saya, itu digantikan dengan Ibu Hana. Jadi, PPUU diganti dengan Ibu Hanna, dan itu sudah kita tanda tangani dan sudah dimasukkan. Terima kasih.

PEMBICARA : Ir. ANANG PRIHANTORO (LAMPUNG)

Sebaiknya Rapat Paripurna ini kita mulai dengan berdoa. Ya dibuka dengan doa. Terima kasih.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Ya, tadi saya lupa, waktu memimpin Indonesia Timur itu berdoanya sampai tiga kali. Jadi, mungkin saya pikir tadi panjar duluan di sana. Baik, kalau begitu saya mohon maaf, kita mulai, kita berdoa menurut agama kita masing-masing. Berdoa mulai. Selesai. Terima kasih.

Baik, kita lanjutkan. Masih ada? Kalau tidak, saya langsung saja kita keluarkan satu persatu mulai dari Komite I, tidak perlu kita baca ya. Kita akan keluarkan. Komite I oke tidak ada masalah. Kalau ada masalah nanti disusulkan untuk perbaikannya.

Silakan Pak Adri.

PEMBICARA: ADRIANUS GARU, SE., M.Si (NTT)

Oke, terima kasih. Saya Adri Garu, Senator NTT B-75. Saya mohon izin langsung

saja, Pimpinan. Jadi begini, saya minta keterbukaan semua teman-teman juga kaitan dengan penempatan itu. Jadi, contoh misalnya ketiga pimpinan saya di depan ini sudah ada mewakili provinsi untuk pimpinan, jangan ambil lagi, begitu juga yang lain-lain supaya seragamlah kita ada peran semua. Kita lima tahun ini bersaudara. Misalnya, NTB jangan ambil lagi ketua komite. Jawa apa, bukan yang di tengah ini, Pak Ketua punya ini, Sumatera Barat jangan ambil lagi ketua komite. Begitu juga Yogya. Kasih peran yang lain. Kita ini saudara ya.

(7)

Karena apa? Lembaga ini lembaga bersama kita semua. Kurang dan lebihnya juga dari kita semua. Jangan sudah ada Pak Prof. Farouk, datang lagi di situ, ambil lagi satu. Pak Ketua Pak Irman ada di situ, minta lagi satu. Jaga perasaan kita semua. Kita semua mau bekerja, kita kerja tim. Saya kira itu. Terima kasih. Saya kembalikan.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Terima kasih Pak Andre.

Itu sudah menjadi kebijakan konvensional terjadi dilandasi dengan moral, tidak dinormakan. Jadi sekali lagi saya pertegas tadi di Indonesia timur saya sudah pertegas bahwa untuk ketua komite, ketua alat kelengkapan itu dihindari double provinsi. Contoh, kami meminta kerelaan, saya dari NTB Pak Ketua dari Sumatera Barat, Ibu dari DIY, mohon tidak lagi mengajukan lagi sebagai Calon Ketua di alat kelengkapan. Kalau untuk wakil itu masih bisa kita serahkan kepada floor maisng-masing. Saya rasa itu Pak Andre ya.

PEMBICARA : FACHRUL RAZI, M.IP (ACEH) Ketua, sebelah kiri. Ketua, saya dari Aceh, Ketua. Terima kasih atas waktunya. B-1.

Saya ingin mengusulkan buat teman-teman, kita pertama jangan ada dikotomi muda, tua, baru, lama. Itu satu. Yang kedua, buat teman-teman yang sudah juga mengusulkan dan kita dukung ya kalau bisa legowo ya. Jangan tidak dapat ketua, wakil ketua boleh. Wakil ketua tidak dapat jadi posisi lain juga boleh. Jadi kasih juga kesempatan buat temen-temen yang lain karena saya lihat juga banyak yang muda-muda di sini juga punya aura-aura positif dan kreatif serta cerdas. Mohon juga di kasih kesempatan buat yang muda.

Terima kasih.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Bagus. Tadi kita sudah mulai kita kerucutkan di Indonesia Timur kita coba ya. Baik, lama apalagi yang baru.

Silakan Bu Emma.

PEMBICARA : H. ABU BAKAR JAMALIA (JAMBI) Pimpinan, sebelah kanan. Baik, terima kasih.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

PEMBICARA : Hj. EMMA YOHANNA (SUMBAR) Terima kasih Pak Pimpinan.

Saya ingin menanggapi apa yang diusulkan salah seorang senator dari NTT. Memang itu hal yang sangat baik tetapi hendaknya karena kita semua punya hak yang sama jangan sampai dikerdilkan, karena kepemimpinan atau pimpinan alat kelengkapan itu bukan ditentukan oleh barat, timur, tetapi hak kita masing-masing. Kalau memang rasanya kelompok atau alat kelengkapan itu memberikan kepercayaan apa salahnya. Jadi jangan sampai dikerdilkan, dihilangkan hak hak kita.

(8)

PEMBICARA : H. ABU BAKAR JAMALIA (JAMBI) Pimpinan, H. Abu Bakar. Baik.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pimpinan yang kami muliakan, rekan-rekan Senator yang saya banggakan. Kita sebenarnya tidak perlulah berkutat untuk ketua, atau sekertaris atau wakil ketua, Kita serahkan kepada floor mereka yang di badan tertentu silakan mereka memilih siapa yang menurut mereka yang pantas. Kita tidak perlu mengatur-ngatur urusan mereka. Saya rasa itu lebih fair ya. Jangan kaitkan soal tua, muda, kemampuan yang kita kebutuhan. Saya rasa itu, demikian.

Terima kasih.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

PEMBICARA : Drs. H. ANDI SURYA (LAMPUNG)

Pimpinan, saya interupsi sedikit. Saya sepakat dengan kawan yang barusan bahwa urusan ini tidak harus kita memberikan gambaran tentang dikotomi orang-orang ini ya tapi yang paling penting bagaimana kita memberikan kriteria Pak. Yang pertama adalah bagaimana kemampuan dan kapasitas yang bersangkutan kita bisa melihat selama ini mungkin senioritas bisa juga tapi yang paling utama adalah kemampuan yang bersangkutan. Kemudian juga keterwakilan itu perlu Pak. Tadi sudah disampaikan. Jadi kalau Bapak-Bapak sekalian sudah masuk barangkali tidak bisa lagi menjadi ketua. Kemudian juga aspek kepimpinan yang bersangkutan. Nah ini juga kita bisa lihat dari kawan-wakan yang ada. Dan yang paling penting menurut saya adalah ketersediaan waktu Pak. Jangan sampai nanti sudah diputuskan sebagai ketua ataupun pimpinan dari komite tapi tidak mengurusi, tidak serius. Nah ini yang kita harapkan. Nah itu mungkin mudah-mudahan bisa menjadi masukan kita. Saya setuju apabila dari badan masing-masing atau komite masing-masing nanti bermusyawarah. Silakan saja untuk melobi, nanti bisa ditunjuk atau disepakati siapa yang menjadi ketua.

Terima kasih.

PEMBICARA : Dr. H. AJIEP PADINDANG, SE., MM (SULSEL) Pimpinan, 102.

Terima kasih Pimpinan.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat sore.

Omswastiastu.

Saya sepaham dan sangat sependapat dengan Bapak Ibu semua yang terhormat para Senator. Tetapi pertama saya ingin mengajak kita untuk pertama dasarnya peraturan, tata tertib kita. Tetap kita pada tata tertib yang ada baru kita buat konvensinya berdasarkan kesepahaman-kesepahaman dan kesepakatan di internal alat kelengkapan komite dan alat kelengkapan lainnya karena ini kan satu rangkaian komite dan alat kelengkapan lainnya.

Saya sependapat Pimpinan Sidang bahwa dibalik aturan normatif tata tertib dan hak masing-masing individu kita harus membangun konvensi sebagai suatu upaya membangun kebersamaan diantara kita sehingga kerjasama internal komite ataupun alat kelengkapan itu bisa lebih harmonis. Kalau pendekatannya terlalu normatif dalam suatu pembentukan pimpinan atau kepemimpinan di komite ataupun di alat kelengkapan, bisa jadi perjalanan ke depannya menjadi ada riak atau friksi internal individu masing-masing. Sekali lagi saya sarankan pertama dasarnya tatib, tatib kita selalu mengedepankan keterwakilan wilayah.

(9)

Yang kedua adalah ada konvensi yang dibangun untuk mewujudkan suasana kebersamaan dalam internal alat kelengkapan.

Terima kasih Pimpinan.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Terima kasih.

Saya mohon izin, boleh tidak saya selesaikan dulu pengesahan alat kelengkapan. Setuju? Baik, kita lanjutkan. Keluarkan Komite I. Tolong masing-masing baca saja provinsinya.

PEMBICARA : Pdt. MARTHEN, M.Th. (SULBAR) Dibaca saja Pimpinan, biar jelas.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Saya yang baca ya,. Kalau saya yang baca itu TORnya...

PEMBICARA : Pdt. CARLES SIMAREMARE, S.Th. M.Si (PAPUA) Pimpinan, izin. 125.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Aceh-Dr. Rizal Sirait, Sumut-Jeffry Giovani,

PEMBICARA :

Maaf Pimpinan, disebutkan komitenya.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Ini saya membaca Komite I.

PEMBICARA : Pdt. CARLES SIMAREMARE, S.Th. M.Si (PAPUA)

Pimpinan. Izin, Pimpinan sebelum dibacakan. 125. Ini, Pimpinan, di tengah.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Silakan.

PEMBICARA : Pdt. CARLES SIMAREMARE, S.Th. M.Si (PAPUA) Terima kasih untuk kesempatannya.

Mungkin Pimpinan, saya melihat dari sekilas yang sudah ditampilkan tadi, mungkin apakah kami dari Papua itu salah tulis atau salah bagaimana karena setahu saya dalam pertemuan komplit kami berempat duduk komposisinya tidak seperti itu. Mungkin mohon penjelasannya.

(10)

Terima kasih.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Baik. Pendeta Maremare. Mungkin nanti tolong nanti dengan teman-teman Papua kita coba kita selesaikan ya, kita bicarakan ya.

PEMBICARA: MESAKH MIRIN (PAPUA)

Interupsi, untuk Papua silakan saja lanjut saja karena itu hasil kesepakatan kami orang Papua sehingga lanjut saja

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Begini, beri kami kesempatan satu kali, beri kami kesempatan satu kali untuk mencoba. Kalau memang tidak bisa ya apa boleh buat kita ikut tatib ini ya, Papua ya. Saya persilakan Sesjen untuk membacakan dulu Komite I. Tolong sabar dulu bagi yang mau interupsi. Silakan.

PEMBICARA : Letjen TNI (Marinir) Purn. Dr. NONO SAMPONO, M.Si (MALUKU) Pimpinan, tidak perlu dibacakan barangkali kalau itu lagi menunggu waktu, kan sudah dibaca di atas di layar. Pimpinan yang tidak melihat di layar

PEMBICARA : MUH. ASRI ANAS (SULBAR) Pimpinan, izin. Interupsi, Pimpinan, 114.

Izin kalau memungkinkan tidak usah di baca karena ini kan menjadi bagian dari kesepakatan, tinggal di tanya kepada floor peserta Paripurna apakah Komite I masih ada masalah karena dengan tidak semua, tidak mungkin kami mencampuri provinsi lain. Jadi itu saja Pimpinan ditanyakan saja apakah sepakat dengan ini baru diketok.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Sepakat yang diusulkan PakAsri?

Lanjut, silakan. Keluarkan Komite I. Masing-masing tolong dilihat nanti ada masalah tidak kalau tidak ada masalah..

PEMBICARA : MARIA GORETI, S.Sos., M.Si (KALBAR) Ada masalah Pak Ketua.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Komite I ada masalah?

PEMBICARA : MARIA GORETI, S.Sos., M.Si (KALBAR) Ada.

(11)

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Silakan.

PEMBICARA: MARIA GORETI, S.Sos., M.Si (KALBAR) B77-Maria Goreti, Kalimantan Barat.

Baru kali ini dari provinsi kami ada mendapat kesempatan di unsur pimpinan MPR sehingga nama Pak Usman Sapta itu ada kemungkinan kita keluarkan dulu. Mungkin kami akan berembuk lagi karena kasus ini baru terjadi kali ini di periode ketiga ini, begitu. Jadi di keluarkan dulu, berikan kami kesempatan untuk kami rapat internal kembali.

Terima kasih.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Baik. Pengalaman periode lalu Pak Farhan tetap terdaftar di alat kelengkapan. Jadi tapi tidak menutupi kemungkinan kalau beliau secara temporary, semua anggota secara

temporary berhak menggantikan sementara. Jadi dalam demikian tidak perlu khawatir kalau

memang tidak bisa diisi cuma secara administatif kita isi di sini. Terima kasih.

Lanjut, masih ada masalah Komite I? Sudah tidak ada? Ketok? Dengan catatan Papua nanti tolong saya satu kali saya minta satu ronde saja.

PEMBICARA: MESAKH MIRIN (PAPUA)

Tidak, tidak. Papua itu tetapkan ckarena itu hasil kesepakatan sehingga 2 lawan dia tidak bisa. Ini kan kami setuju, jadi tetapkan saja, ketok saja. Kesepakatan kami kok. Bagaimana sih. Tetapkan.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Pak Pendeta, bagaimana? Kita...

PEMBICARA : Pdt. MARTHEN, M.Th. (SULBAR)

Bagi saya posisi duduk dimana tidak ada masalah. Tapi marilah kita sama-sama menduduk segala sesuatu sesuai dengan mekanisme. Yang saya maksud seperti ini, Pimpinan, sebenarnya saya malu becerita ini. Kami pada hari pelantikan, setelah pelantikan kami mengadakan duduk bersama menyepakati kira-kira metode apa, metode tidak ditemukan akhirnya teman-teman menyarankan secara ambil lotre-lah siapa di komite 1, 2. Saya setuju ikuti saja ternyata diambil lotre, oke sepakat, sepakat. Kemudian dibagi alat kelengkapan lain, saya setuju oke, oke. Jadi seperti itu Pimpinan. Tiba-tiba hari Senin yang saya tidak tahu karena saya mengikuti rapat di Kelompok, ini berubah semua, begitu. Jadi itu saja yang saya mungkin tanyakan mekanisme kita yang sebenarnya. Terima kasih, saya kembalikan.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Iya memang di sini ada 2 daftar, ditandatangani oleh 3 anggota. Untuk komite, saya tidak ada perbedaan, tapi saya di sini tidak ditandatangani oleh Pak Charles. Karena 3 orang saya sebenarnya secara pribadi saya belum belum ingin, saya mau mencoba kalau berkenan

(12)

beri waktu kami kita duduk bersama untuk menyelesaikan, membantu mempererat hubungan saudara-saudara kita dari Papua. Pak Mesakh bisa diterima?

PEMBICARA: MESAKH MIRIN (PAPUA)

Begini, saya kasih tahu sama Pimpinan. Masalahnya begini, kami ini juga dari Papua. Kalau kita bicara dalam konteks nanti kunjung mewakili ... pasti sakit hati. Oleh karena itu Pimpinan bijak memberikan keputusan karena kami ini orang Papua 3. Tiga lawan 1 tidak bisa dan itu keputusan mutlak. Begitu lho, bagaimana kalau kita bicara Bhineka Tunggal Ika dan lain sebagainya, tapi kalau keputusan kami ini tidak dihargai, bagaimana? Ini soal. Oleh sebab itu ini ditetapkan hasil keputusan kami orang Papua. Apa salah? Tidka ada masalah kok. Siapa saja boleh ikut. Jadi ikuti kami tiga punya keputusan. Setelah kami punya pertimbangan-pertimbangan, apa yang kami bisa masuk atau tidak sehingga kami bertiga ini mengambil keputusan bahwa ini yang layak... Jadi ditetapkan saja.

PEMBICARA:

Interupsi Pimpinan.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Mohon yang lain sabar, kita coba kembalikan dulu dari Papua. Saya mau dengar dua yang lain.

PEMBICARA: H. GUSTI FARID HASAN AMAN, SE.Akt., MBA. (KALSEL)

Pimpinan. Interupsi, Pimpinan. Mohon maaf, Pimpinan, perlu saya interupsi duluan karena ini urusannya urusan internal Provinsi Papua dan ini kita ini disaksikan live lho Pimpinan. Ada televisi di belakang, ada radio, ada siaran langsung. Jadi kalau bisa yang urusan internal ini diselesaikan dulu mereka supaya kita bagus. Jangan dibuka di Paripurna, Pimpinan. Saya usul seperti itu, ini menjaga marwah lembaga kita, Pimpinan.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Saya lanjutkan, saya inginmendengar dua saudara kita dari Papua.

PEMBICARA : MUH. ASRI ANAS (SULBAR)

Pimpinan, interupsi Pimpinan. Sepakat. Kebiasaan kita selama ini Paripurna ini hanya mengesahkan, tidak membahas per provinsi sehingga Pimpinan, kalau kita selalu mengedepankan asas musyawarah mufakat, kita mengingat waktu. Provinsi yang tidak klop kami berharap di-pending. Silakan Pimpinan memfasilitasi. Jangan perdebatan provinsi dibawa masuk ke Paripurna, tidak elok dan tidak cantik sehingga, Pimpinan,disahkan saja Komite I. Provinsi yang belum klop di-pending 1-2 hari. Silakan, Pimpinan, mengambil kebijakan untuk itu saja, Pimpinan. Terima kasih. Disahkan dengan catatan.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Saya coba untuk tidak harus mengatakan, tetapi saya minta. Komite I dengan catatan Papua kita pending. Setuju? Setuju.

(13)

KETOK 1X Lanjut Komite II

PEMBICARA : EDISON LAMBE (PAPUA) Interupsi, Pimpinan

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Silakan, sambil layar tetap jalan ya supaya tidak makan waktu. Silakan yang interupsi.

PEMBICARA : EDISON LAMBE (PAPUA)

Pimpinan, Papua. Nama saya Edison Lambe dari Papua.

Sebenarnya saya mau sampaikan minta maaf kalau persoalan intern kita dari provinsi kita bawa di Paripurna ini dan menurut saya juga, saya pikir ini tidak layak disampaikan oleh Bapak Charles Simaremare di dalam ruang ini. Tadi kan kita sudah bilang kalau mau kooordinasi, baik setelah selesai dari rapat wilayah kita akan kembali ke ruangan tapi itu kan tidak kita lakukan. Jadi saya pikir apa yang sudah menjadi kesepakatan kita bertiga, 3 banding 1 kan sudah tidak bisa dan itu sudah klop dan saya pikir itu finish. Kita kembali ke intern provinsi akan sama juga seperti ini. Silakan saja kalau beliau Saudara Pendeta tidak mau tapi kita 3 akan tetap seperti itu. Saya pikir itu di selatan.

Terima kasih.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Terima kasih.

Tadi sudah saya sahkan. Dan saya ingatkan, di dalam peraturan tata tertib ada penunjukan koordinator provinsi. Bagi yang belum, tolong ada penunjukan koordinator provinsi. Bagaimana untuk Komite II, dapat disetujui? Ada masalah? Setuju? Bagi Papua akan kita gabung sama-sama, mungkin beberapa jam selesai ini.

KETOK 1X Lanjut Komite III

PEMBICARA : H. AHMAD NAWARDI, S.Ag (JATIM)

Pimpinan, Komite II ulangi lagi tadi. Sebentar, belum terbaca tadi. Nama saya ada atau tidak, begitu. Terus Jatim ada, ada. Terima kasih.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Oke, Komite II sudah ya. Komite III ada yang kosong belum dilantik di sana, yang lain terisi sama dengan pola format Komite I, masih ada masalah kecuali Papua?

(14)

PEMBICARA : HANA HASANAH FADEL MUHAMMAD (GORONTALO) Pak Ketua, interupsi. Pak Ketua, 109.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Ya, silakan.

PEMBICARA : HANA HASANAH FADEL MUHAMMAD (GORONTALO)

Alangkah bagusnya, kita sudah umur ya, kita tidak terlalu jauh ini susah melihat nama-namanya. Tolong diberikan copy-nya untuk semua teman-temannya, sah.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Oke. Sekarang saya bantu baca. Komite III itu untuk Gorontalo. Tolong copy-nya jalan terus yang hangat maupun yang dingin. Copy tetap diedarkan, tetapi kita kejar waktu. H. Abdurrahman Abubakar Bahmid, Komite III dari Gorontalo. Ada masalah? Tidak ada. Kecuali Papua. Boleh saya ketok? Dengan tangan kanan.

KETOK 1X Komite IV

PEMBICARA : MERVIN SADIPUN KOMBER (PAPUA BARAT) Papua Barat, Pimpinan.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Komite IV ya. Silakan

PEMBICARA : MERVIN SADIPUN KOMBER (PAPUA BARAT) Terima kasih, Pimpinan.

Tanggal 1 Oktober kemarin kami Papua Barat dilantik bertiga. Lalu kemudian Komite IV ini tadi kami usulkan untuk memasukkan salah satu dari kami untuk mengisi kekosongan yang ada. Saya pikir hal ini juga terjadi pada provinsi Bangka Belitung. Kami mohon penjelasan dari Pimpinan terkait dengan masalah ini. Di periode sebelumnya itu posisi yang kosong pada komite atau alat kelengkapan lainnya baik oleh Pimpinan DPD maupun karena satu dan lain hal diisi oleh teman-teman bertiga lainnya secara bergantian. Saya mohon penjelasan Pimpinan atas hal ini karena menurut kami sangat merugikan provinsi kami. Bukan maksud Papua Barat untuk menunda pelantikan yang satunya sehingga bagi kami harus ada kebijaksanaan dari Pimpinan terkait dengan hal ini. Apakah kita mengisi saja dulu sampai dilantiknya Anggota Papua Barat yang definitif.

Terima kasih, Pimpinan.

PEMBICARA: MESAKH MIRIN (PAPUA)

(15)

Kami sangat merugikan sekali karena saya lihat Ketua malahan satu orang saja merugikan kami untuk pending terus, ini tidak benar. Ini tidak adil. Keadilan itu taruh dimana. Oleh karena itu coba ulang kembali untuk Papua ini harus ditetapkan jangan

pending-pending terus bagaimana ini, tidak adil saya lihat. Tidak boleh begitu, satu lawan

dua tidak, ini tetap akan jadi, tetap. Sampai Ketua memfasilitasi sekalipun kami orang Papua 3 tetap mempertahankan ini Pak Ketua. Ingat. Oleh karena itu tetapkan semuanya, jangan 1 orang merugikan kami bertiga, tidak boleh, tidak adil itu.

PEMBICARA: DEDI ISKANDAR BATUBARA, S.Sos., SH., MSP (SUMUT) Pak Charles pindah ke Sumatera Utara.

PEMBICARA: MESAKH MIRIN (PAPUA)

Nah sekarang ke Sumatera Utara. Sangat menarik ini. Ambil deh.

PEMBICARA: DEDI ISKANDAR BATUBARA, S.Sos., SH., MSP (SUMUT) Jangan-jangan. Bercanda.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Baik, Pak Pak Mesakh, sebenarnya tadi kita sudah putuskan, hanya ada dengan catatan. Jadi dengan catatan itu mudah, tinggal masuk aja, klop, jadilah barang itu.

Baik, saya masih cari Pak Mervin. Begini, jadi ada persoalan dengan Setjen tentang akuntabilitas, tentang pertanggungjawaban keuangan. Secara administratif itu double nama itu menimbulkan permasalahan dengan BPK, tetapi tidak mengurangi hak anggota hak untuk ikut tetapi tidak terdaftar di sini. Nanti tinggal bagi aja mengisi kekosongan, lapor kepada ketua komitenya, kami tugaskan si A untuk di situ. Itu boleh, tidak diharamkan. Setuju Pak ya. Oke, setuju Komite IV? Ketok? Tangan kanan.

KETOK 1X

PPUU. Keluar PPUU. Ada permasalahan? Tidak ada? Pak Mirin, tidak usah khawatir deh. Papua yang penting secara keseluruhan kita bungkus dulu di sini. Setuju?

KETOK 1X PURT. PURT ada permasalahan?

PEMBICARA: FAHIRA IDRIS, SE, MH (DKI JAKARTA)

Mau cek, Pak Pimpinan. B-41. Apakah Pak A.M. Fatwa sudah masuk?

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Sudah di nomor 11.

(16)

PEMBICARA: FAHIRA IDRIS, SE, MH (DKI JAKARTA)

Alhamdulillah. Terima kasih, Pak Pimpinan.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Ada permasalahan?

KETOK 1X

BAP? Ada kekosongan dua. Ada masalah? Oke. KETOK 1X

BKSP

PEMBICARA: H. ABDURRAHMAN ABUBAKAR BAHMID, Lc (GORONTALO) Sebentar, Pak, dinaikkan dulu. Ini belum terbaca semua yang BAP.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Kembali BAP, ada catatan? Silakan

PEMBICARA: H. ABDURRAHMAN ABUBAKAR BAHMID, Lc (GORONTALO) Pelan sedikit, Pak Ketua. Kita mau baca dulu.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) BAP, Pak Abubakar Bahmid. Setuju?

Oke. Masih ada lagi yang lain? Sudah? Ya tadi sudah, ketokannya sudah. BKSP. Ada masalah? Aceh sudah belum?

PEMBICARA: BAIQ DIYAH RATU GANEFI, SH (NTB)

Interupsi, Pmpinan. Interupsi, Pimpinan. NTB Pak. Jadi, NTB kosong. Jadi diisi oleh Bapak Suhaimi, nanti. Oh sudah? Terima kasih.

PEMBICARA: Dr. SHRI I GUSTI NGURAH ARYA WEDAKARNA M W S III, SE. (MTRU), M.Si (BALI)

Interupsi, Bali. Bali, B-65. Untuk Setjen, itu nama saya IGN itu dikasi Gusti Ngurah karena kadang-kadang Ignatius. Jadi dibacakan Gusti Ngurah.

Terima kasih.

(17)

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Ya, BAP sudah tidak ada masalah ya. Kita lanjut ke BKSP. Tidak ada juga? BKSP sudah? Oke, setuju? Tidak ada?

KETOK 1X

Baik BPKK. Saya jelaskan, BPKK ini lembaga yang dibentuk untuk mengatasi permasalahan akuntabilitas. Periode sebelumnya tidak ada ini lembaga, yang ada Kelompok DPD. Timbul permasalahan, Kelompok DPD ini adalah bagian dari MPR sehingga untuk mendukung dana operasional tidak dibayar disediakan oleh MPR juga, sama dengan fraksi. Sementara kebutuhan kita dulu itu diatasi dengan iuran anggota. Kita cari-cari ada suatu fungsi yang bisa kita kembangkan menjadi suatu lembaga. Lembaga inilah yang kita sebut Penguatan Kapasitas Kelembagaan. Di dalam Kapasitas Kelembagaan ini ada anggotanya 33 orang BPKK, tetapi dia juga mengorganisir 132 Anggota Kelompok DPD sehingga Cuma nanti kepemimpinan di Kelompok DPD tidak hanya sekedar 3 orang Pimpinan BPKK ttapi juga ada tambahannya karena yang diurus adalah banyak orang. Jadi mohon dipahami ini. Untuk Anggota Kelompok, seluruh Anggota DPD menjadi Anggota Kelompok. Dengan demikian, kita cukup beralasan apabila nanti lembaga menyediakan anggaran untuk mendukung kegiatan BPKK, tapi juga harus hati-hati supaya tidak tumpang tindih dengan fungsi dari Kelompok.

Nah, tadi saya sampaikan di...

PEMBICARA : Dr. H. AJIEP PADINDANG, SE., MM (SULSEL)

Sebentar Pimpinan. Mohon maaf Pimpinan, mau lihat dulu jalan ini layar supaya kita lihat dia punya daftar. Digerakkan turun atau naik pelan. Cukup Pimpinan.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Saya lebih baik lihat wajahnya Pak Sirait saja. Pak Sirait sudah beres? Lanjut. Ketok?

KETOK 1X

Badan Kehormatan. Tapi sebelum ke Badan Kehormatan tadi saya sampaikan kepada teman-teman para sahabat sekalian di Indonesia timur. Di MPR ada 3 alat kelengkapan baru. Badan Sosialisasi, Badan Kajian, Badan Anggaran. Kita adalah Anggota Fraksi terbesar di MPR. Jadi pantas kalau DPD pegang satu pimpinan, Nah ini Kelompok DPD Pak Bambang, tolong ini dan kira-kira kita siapkan siapa yang akan kita jagokan di salah satu badan ini, kita tunjukkan DPD juga punya nyali. Lanjut, Badan Kehormatan.

PEMBICARA : Ir. ANANG PRIHANTORO (LAMPUNG)] Koreksi, Ketua.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Silakan.

(18)

PEMBICARA : Ir. ANANG PRIHANTORO (LAMPUNG)

Saya tidak enak. Teman saya namanya Dr. Andi Surya, bukan Drs. Kuliahnya lama itu. Terima kasih.

PIMPINAN SIDANG: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Sudah? Badan Kehormatan. Jadi saya serahkan lagi, tidak masalah?

KETOK 1X

Di dalam Tatib. Satu, kita ada lima tahun anggaran, lima tahun sidang tapi ada yang tidak pas. Tahun sidang pertama usianya 9 bulan yaitu mulai Oktober ini sampai 16 Agustus. Mulai 16 Agustus sampai 15 Agustus tahun berikut kedua. Terus ketiga, keempat, kelima. Yang terakhir ada namanya tahun sidang yang usianya cuma 3 bulan yaitu pada akhir periode. Itu akan terjadi pada 16 Agustus 2019 sampai dengan 30 September atau 1Oktober 2019. Nah karena ini 5 akan lebih arif dibagi 4 kavling sehingga kavlingnya yang tahun pertama itu akan menjadi 21 bulan, kemudian yang 2 satu tahun, 12 bulan, 12 bulan, 12 bulan, terakhir 15 bulan.

Kemudian pengalaman yang lama itu kita selalu disibukkan tiap tahun ganti-ganti. Sekarang dengan tatib ini disederhanakan, diganti kalau ada usul perubahan. Kalau tidak ada usul perubahan berarti berlaku seperti tahun sebelumnya. Ini informasi yang perlu kami sampaikan. Saya pikir itu saja. Kembali tadi kepada alat kelengkapan.

Sekali lagi kami tekankan, itu bukan norma hukum, itu adalah norma moral. Kembali kepada kita semua, tapi dalam pelaksanaan nanti pemilihan Pimpinan Alat Kelengkapan dilakukan secara serial. Komite I, kemudian nanti ada bagi-bagi tugas kita sehingga kita keluar dulu, Kalau Pimpinan Komite I misalnya sudah keluar dari ketuanya, sudah ke luar dari Sulawesi Utara maka timbul masalah di Komite II. Kalau ada dari Sulawesi Utara juga yang mau maju ya tentu kita kembalikan kepada moral. Namun ini kita tidak bisa paksakan karena hak memilih dan dipilih ada pada anggota. Jjadi nanti silakan masing-masing alat kelengkapan jadi begitu seterusnya sampai.. tapi moral ini kita jaga. Dalam periode yang lalu pernah terjadi pelanggaran ini, tetapi akhirnya bisa kita terima semua karena berbagai pertimbangan. Kualitas orang dan lain sebagainya itu menjadi bahan pertimbangan. Mungkin itu yang bisa jadi bahan bagi teman-teman, Mudah-mudahan sekarang ini sudah mulai berbicara, sehingga pada rapat-rapat alat kelengkapan besok kita tidak perlu lama-lama berbicara, masing-masing wilayah mengajukan. Kalau bisa ada satu orang, satu orang, itu namanya tinggal diketok saja. Kemudian baru diadakan pemilihan, siapa di antara 3 orang itu yang dipilih menjadi Ketua. Jadi mohon itu nanti untuk memudahkan besok supaya rapatnya lancar. Saya rasa itu saja dari saya, selanjutnya saya serahkan kepada Ketua untuk melanjutkan.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA (KETUA DPD RI)

Jadi, karena ada tadi yang pending, saya minta Pak Farouk untuk menyelesaikan segera supaya ada keputusan di ruang Pimpinan di sana, untuk Papua maksud kami. Silakan Pak Farouk ya

PEMBICARA: MESAKH MIRIN (PAPUA) Interupsi Pak Ketua

(19)

Bukan kami yang akan rapat, tapi kami buat laut saja dan kami tidak akan ikut. Terima kasih

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA (KETUA DPD RI) Biar bisa selesai cepat hari ini.

PEMBICARA: (ACEH)

Mesakh, kalau perlu bantuan Aceh untuk damaikan, panggil ya.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA (KETUA DPD RI)

Baik Bapak/Ibu sekalian. Baik, kita lanjutkan karena waktunya sudah mau maghrib ya. Saya ingin menyampaikan dua hal, mohon didengar karena sebentar lagi sidang ini akan ditutup. Pertama, ingin kami sampaikan bahwa kita besok kita akan memulai untuk memilih alat kelengkapan Pimpinan, barangkali jadwalnya sudah kita terima semua ya? Belum. Ya memang ini baru selesai juga. Jadi perlu kami sampaikan besok, Kamis 9 Oktober 2014 mulai jam 9.30 ya Rapat Pleno Komite I Gedung B DPD lantai 2 yaitu untuk memilih Pimpinan Komite I yang akan yang langsung saya pimpin. Kemudian berikutnya Rapat Pleno Komite II untuk memilih Pimpinan Komite II oleh Wakil Ketua II Bu Gusti Kanjeng Ratu Hemas. Kemudian Rapat Pleno Komite III, pukul 10.30 ya saya pimpin langsung Ketua. Kemudian berikutnya.. Jadi ini agak konsekuen begitu ya supaya bisa kita lihat nanti apa hasilnya nanti bisa kita sesuaikan nanti dengan berikutnya.

Kemudian pukul 11.00 sampai 11.30 Rapat Pleno Komite IV dipimpin oleh Wakil Ketua I, Pak Farouk. Pukul 11.30 sampai 12.00 Rapat Pleno BAP dipimpin oleh Wakil Ketua I. Kemudian pukul 12.00 sampai 12.30 Rapat Pleno PPUU yang dipimpin oleh Wakil Ketua II. Selanjutnya pukul 14.00 sampai 14.30 Rapat Pleno BKSP dipimpin oleh Wakil Ketua II. Pukul 14.30 sampai pukul 15.00 pemilihan Pimpinan PURT oleh Wakil Ketua II dan selanjutnya Rapat Pleno BPKK Wakil Ketua I dan 15.30 sampai 18.00 yang terakhir Rapat Pleno BK. Jadi seharian besok kita penuh ya untuk mengisi alat kelengkapan semuanya itu berada di Lantai 2 di Gedung B DPD sehingga kita hanya pindah-pindah kamar saja biar sebelahan. Itu satu.

Yang kedua, Sidang Paripurna yang ke-6 untuk memutuskan ini akan kita laksanakan tanggal 10 Oktober hari Jum'at berikut dan juga pengesahan keanggotaan Panitia Musyawarah dan juga perlu kami informasikan pada tanggal 27 Oktober mohon dimasukkan dalam agenda acaranya sampai tanggal 3 November 2014 seluruh Anggota DPD akan ada pembekalan dan pemantapan wawasan kebangsaan oleh Lemhanas. Bagus sekali. Ini tanggal 27 Oktober sampai 3 November. Lemhanas. Ini menurut saya penting buat kita untuk menambah wawasan kita ya. Tolong diagendakan ini bersama. Ini dibuat format khusus untuk kita para Senator ini, walaupun enam hari mungkin barangkali modulnya ini mungkin biasanya untuk tiga bulan karena dianggap kita sudah banyak yang tahu, jadi lagi disiapkan oleh Sekretariat Jenderal dan menurut saya ini sangat manfaat. Insya Allah saya akan coba ikuti juga bersama-sama dengan Pimpinan.

Baik Bapak Ibu sekalian, terakhir saya ingin mengingatkan. Pertama-tama saya beri apresiasi kepada seluruh Anggota DPD RI yang telah mengikuti Sidang Paripurna MPR dengan cukup baik dan penuh disiplin bahkan saya catat kehadiran kita cukup tinggi dan yang kedua kita mendapat apresiasi yang penuh dari berbagai lapisan masyarakat pada periode DPD 2014-2019 ini. Menurut saya ini barangkali setting DPD yang paling tertinggi sejak DPD ada ada dimana apapun langkah kita sayapun walaupun masih tidurpun sudah

(20)

diminta bangun untuk wawancara, coba Pak, sampai hari inipun masih ditunggu. Jadi mudah-mudahan moment yang yang baik ini mari kita tingkatkan penguatan kelembagaan kita dan yang kedua kita tentu mengucapkan selamat kepada Anggota DPD RI kita yang telah dipercaya, yang dipercaya untuk menjadi Pimpinan MPR untuk Periode 2014-2019 yang kami hormati Bapak Dr. Oesman Sapta. Silakan berdiri Pak Oesman. Dan tentu kita ini kan apapun DPD ini kan seperti yang selalu kita sampaikan kita bukan mencari jabatan, tapi kita mencari bagaimana kita bisa untuk melaksanakan amanah yang diemban ke kita. Jadi mudah-mudahan mari kita dukung ke Pimpinan Pak Oesman bersama karena beliau itu adalah wakil kita dan agendanya sangat strategis di 2014-2019, bagaimana yang telah disampaikan tadi tadi bahwasanya diamanatkan oleh MPR periode 2009-2014 adanya penataan sistem ketatanegaraan melalui perubahan Undang-Undang Dasar 1945 yang insya Allah akan terjadi periode yang 2014-2019. Jadi makanya ini kita juga ada dukungan supporting untuk supaya ini bisa terwujud dan harapan kita tentu bukan saja soal lembaga DPD juga lembaga-lembaga lainnya, dan sekali lagi Bapak Ibu sekalian mudah-mudahan langkah awal kita karena saya mengikuti betul sama-sama Pak Oesman Sapta, Pak Ghazali Abas apalagi dari tahun 1999.. PEMBICARA: MARIA GORETI, S.Sos., M.Si. (KALBAR)

Ketua.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA (KETUA DPD RI)

Sebentar, izinkan saya bicara dulu. Bagaimana kita di Fraksi Utusan Daerah kami kantor kami di pojok di sana 3x4 meter yang diisi oleh 9 orang. Betul ya Pak Ghazali? Pojok sini kan?

PEMBICARA : Drs. H. BAHAR NGITUNG, MBA (SULSEL) Interupsi Pimpinan sidang.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA (KETUA DPD RI) Sebentar dulu.

PEMBICARA : Drs. H. BAHAR NGITUNG, MBA (SULSEL) Ketua, interupsi.

Saya mohon maaf. Saya Bahar Ngitung, 103, Sulawesi Selatan. Saya mohon maaf, saya tidak sependapat dengan Pimpinan, harus merasa bangga dengan kejadian tadi malam. Saya terus terang justru sangat memalukan karena ada pengkhianatan dari para Anggota DPD yang ada. Oleh karena itu, pilihan kita boleh berbeda tapi secara vulgar jingkrak-jingkrak di depan forum adalah tindakan yang tidak etis dan tidak bermoral menurut saya. Oleh karena itu Pimpinan, rasa bangga itu tidak perlu kita sampaikan di depan forum yang mulia ini. Dan saya harapkan Badan Kehormatan harus bekerja dan memberikan sanksi terhadap pengkhianatan terhadap keputusan lembaga yang telah kita mengusung satu orang dan kita sepakat bahwa untuk memperjuangkan keputusan lembaga agar Pimpinan MPR RI adalah unsur DPD, tapi apa yang terjadi? Kita boleh berbeda tetapi secara vulgar jingkrak-jingkrak dan harus berpelukan ke sana kemari telah menampar muka kita, bagaikan kita menepuk air di dulang. Oleh karena itu Sidang ini harus merekomendasikan kepada Badan Kehormatan untuk memberi sanksi, termasuk kepada Pimpinan DPD RI.

(21)

Terima kasih Pimpinan.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

PEMBICARA: MARIA GORETI, S.Sos., M.Si. (KALBAR) Ketua, B-77.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA (KETUA DPD RI) Iya, silakan.

PEMBICARA: MARIA GORETI, S.Sos., M.Si. (KALBAR)

Pak Ketua, minta maaf. Tadi ketika Pak Farouk memimpin, saya sudah minta waktu untuk agenda lain-lain bicara satu menit. 10 tahun saya tidak bicara, boleh dibuka di risalah di belakang. Barusan saja kita tanggal 1 disumpah jabatan, ada sumpah jabatan dan janji jabatan. Bla bla bla, tidak mementingkan kepentingan perseorangan dan kelompok. Senada dengan Pak Bahar tadi tapi semalam kita semua sungguh-sungguh tidak menampakkan hal itu Pak Ketua. Kita kembali ke dalam kelompok kita dan kita tidak mengutamakan DPD RI Pak Ketua padahal menurut saya DPD RI ini adalah lembaga yang paling prestige di negara ini. Senada dengan Bapak tadi saya juga heran mengapa kita ikut euforia itu dan kemudian ditegur lagi oleh Anggota-Anggota yang ada di dalam kita sendiri, begitu Pak Ketua. Saya menyayangkan hal ini.

Kalau tadi Pak Ketua ada mengatakan akan ada agenda besar, nonsense. Saya rasa tidak akan mungkin itu terjadi. Saya tidak menyumpah lembaga ini tapi menurut saya itu sangat berat akan terjadi ada perubahan atau ada amandemen itu, Pak Ketua. Jadi Pak Ketua mohon maaf. Pak Ketua itu berwarna, Ibu Wakil juga berwarna, tolong lembaga ini jangan terlalu diberi warna, lebih baik abu-abu atau apapun warnanya, merah putih, kuning hijau,, begitu Pak Ketua. Ini peringatan dari saya. Mudah-mudahan tidak sampai 1 menit.

Terima kasih Pak Ketua.

PEMBICARA : MUH. ASRI ANAS (SULBAR)

Lanjut Ketua. 114, Sulawesi Barat, Asri Anas. Izin.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA (KETUA DPD RI) Iya silakan Pak Asri

PEMBICARA : MUH. ASRI ANAS (SULBAR)

Iya, terima kasih banyak Ketua. Rasanya tidak tenang kalau saya tidak bicara. Dari semalam saya mau mencari forum untuk mengungkapkan isi hati dan perasaan, Ketua. Saya sampai hari inipun belum pulang, tidak bisa menghadiri pelantikan semalam MPR karena saya merasa sangat terganggu. Saya mengalami fase ini bersama Pak Bambang sebagai Sekretaris Kelompok. Seluruh proses kami ikuti dengan berdiri bukan mementingkan siapapun, tidak sama sekali. Kami tidak pernah menyatakan mementingkan Bapak OSO, Oesman Sapta, tidak sama sekali. Kami hanya mau menjalankan amanah yang diputuskan oleh Paripurna. Apa amanahnya? Pertahankan satu, berdarah-darah kita lakukan itu. Di mulai yang namanya forum lobby, forum konsolidasi, paripurna, semua kita lakukan tapi kenapa

(22)

Pak ada diantara kita yang mencoba menegasi itu. Rasanya malu benar saya sebagai Kelompok ada teman-temannya yang menegasi itu. Kami diberikan kewenangan untuk memenangkan Saudara Oesman Sapta menjadi Pimpinan MPR. Mengantisipasi itu, kami coba melakukan dengan plan B, salah satunya adalah tidak boleh keluar satu. Kalau ada yang mencoba membantai ini, 6 bulan saya ikut di Pansus Tatib bersama Prof. Jhon. Kami sudah berusaha menjelaskan itu. Malu rasanya ditampar saya Ketua bersama Pak Ketua. Pagi, mulai semalam kami di SMS semua koalisi teman-teman yang ada di Indonesia Hebat. DPD sudah tidak bisa dipercaya. Di mediapun begitu, online. Begitu.

Kami diberikan amanah untuk memenangkan Pak Oesman Sapta. Secara matematik, matriks semua kita lakukan, pasti menang kalau tidak ada pengkhianatan. Kalau tidak ada penjilat. Di depan mata kami ada anggota dan teman-teman kita menari-nari di depan kita dan sangat bangga dia memperlihatkan bahwa kita kalah. Ada apa ini? Ketika kami menyatakan bagian dari komitmen, ketika susah sekali yang namanya PPP ikut bergabung di kami dan kami bisa meng-guaranty bahwa kita menang, kita sampaikan itu di Paripurna, bagaimana Pak Ahmad Muqowam yang direkomendasi di PPP karena Pak Ahmad sudah mengatakan bersedia, satu tetap satu, kami berusaha membujuk PPP. PPP masuk dalam koalisi kita. Kenapa ada teman-teman yang mengatakan bukan keputusan DPD itu untuk bergabung menyatakan Ketua, itu namanya menegasi, tidak mengakui kerja-kerja kita. Memalukan!

PEMBICARA : DR. Hj. MAIMANAH UMAR, MA (RIAU) Interupsi, Ketua.

PEMBICARA : Drs. H. BAHAR NGITUNG, MBA (SULSEL) Saya mosi tidak percaya terhadap Pimpinan.

PEMBICARA : MUH. ASRI ANAS (SULBAR)

Izinkan saya selesai bicara dulu. Izinkan saya selesai bicara PEMBICARA : DR. Hj. MAIMANAH UMAR, MA (RIAU)

Interupsi. Interupsi.

Ini adalah lembaga terhormat. Saya mohon tidak ada Senator yang memukul meja. Jangan memukul meja. Mohon jangan memukul-mukul meja. Bicara dengan terhormat. PEMBICARA : MUH. ASRI ANAS (SULBAR)

Saya tidak pernah memukul-mukul meja.

PEMBICARA : Drs. H. BAHAR NGITUNG, MBA (SULSEL) Saya mosi tidak percaya terhadap Pimpinan.

PEMBICARA : DR. Hj. MAIMANAH UMAR, MA (RIAU) Tolonglah. Ini adalah lembaga terhormat.

(23)

PEMBICARA : MUH. ASRI ANAS (SULBAR)

Saya lanjut lagi. Mohon maaf, saya lanjut supaya teman-teman tahu bagaimana kronologisnya. Mohon maaf saya harus cerita di forum ini.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA (KETUA DPD RI) Baik-baik.

PEMBICARA : MUH. ASRI ANAS (SULBAR) Saya teruskan dulu Pak. Izinkan saya teruskan.

PEMBICARA : ANGGOTA Pimpinan, rapat tertutup.

PEMBICARA : MUH. ASRI ANAS (SULBAR) Izinkan saya meneruskan supaya kita tahu semua

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA (KETUA DPD RI) Mohon hargai juga saya sebagai Pimpinan

PEMBICARA : ANGGOTA

Pimpinan. Mohon bicara sebentar, Pimpinan. PEMBICARA : MUH. ASRI ANAS (SULBAR)

Saya lanjutkan. Saya diberikan kesempatan untuk bicara. Mohon teman-teman kalau ada diberikan kesempatan silakan lanjutkan, jangan potong pembicaraan saya.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA (KETUA DPD RI) Silakan.

PEMBICARA : MUH. ASRI ANAS (SULBAR)

Pimpinan, kami diberikan mandat untuk itu. Semua cara kami lakukan. Tiga hari tiga malam saya tidak tidur, Ketua. Benar. Sampai Pak Sekjenpun saya ajak buat matrik dengan seluruh pimpinan-pimpinan. Kami ke Merah Putih untuk bernegosiasi dengan pimpinan partai tapi mereka tidak pernah mau untuk mengatakan DPD diberikan kewenangan untuk menjadi ketua. Ke Indonesia Hebat kita bernegosiasi. Musyawarah itu kami didepan Ketua. Ketua dua-duanya kita mau dudukan, sampai formasi 3-1, 4-1 kita berikan walaupun DPD tidak Ketua yang penting dua kekuatan ini menyatu. Kita lakuka tapi tidak bisa. Kami kembali kepada amanat Paripurna siapa memberikan ketua. Itu kita lakukan secara matriks. Kita menang di atas kertas. Bukan proses pencitraan keluar, kalau diantara kita saja tidak bisa menyatu, tidak bisa meleburkan kepentingan partai diantara kita, kepentingan golongan

(24)

diantara kita, omong kosong DPD bisa besar. Lembaga ini akan jadi korban. Coba bayangkan, Ketua. Kalau eksekutif saja sudah mengatakan apa yang bisa kita kerja sama dengan teman-teman DPD kalau sekarang saja berkhianat. Kalau koalisi Indonesia Hebat di depan saya ada diantara teman, saya tidak mau menyebut nama karena itu melanggar tata tertib, dia bilang apapun saya tetap merah putih, tidak bisa terbantahkan. Bisa tidak itu kelihatan tidak ke luar. Rasanya mau menangis saya melihat teman-teman menari-nari di depan kekalahan kita semalam. Buat saya kekalahan itu menyebabkan Bapak Oso menjadi wakil, itu kekalahan karena itu alternatif plan B, begitu. Tidak mungkin ada namanya Pak Oso namanya di sana kalau kita tidak bisa menarik PPP. Kami butuh Pimpinan membantu kami konsolidasi untuk memenangkan itu. Saya sepakat dengan Pak Bahar, kalau ada laporan nanti yang mengatakan siapapun ketua yang kita anggap tidak memberikan dukungan yang benar direkomendasikan kepada Rapat Paripurna untuk masuk ke Badan Kehormatan.

Ketua, mohon maaf. Sedikit lagi Ketua. Ini pelajaran buat teman-teman. Tolong kalau menjadi Keputusan Paripurna jangan pernah menegasi keputusan itu. Apakah kita mau kalau Pak Ketua bicara keluar keputusan lembaga kemudian kami juga mengatakan itu bukan keputusan Ketua, apakah Saudara-saudara mau kalau keputusan alat kelengkapan PURT kita katakan bukan keputusan lembaga? Itu namanya menegasi dan tidak mempercayai teman-teman untuk bekerja. Jangan pernah menegasi sesama kita, mencoreng muka kita. Jangan dianggap kita tidak bekerja. Malu rasanya Ketua. Artinya Ketua, kami merekomendasikan agar ini dibicarakan lebih lanjut dan termasuk mohon maaf siapapun yang, saya secara pribadi akan melaporkan beberapa anggota termasuk beberapa pimpinan agar bertanggung jawab terhadap proses ini. Buat saya mencoreng muka kita, mencoreng kesepakatan kita dengan partai-partai politik dan kalau ada teman-teman yang mengatakan, Partai A membantu kita karena dia salah satu anggota partai, kenapa tidak dari dulu kalau partai itu serius memperjuangkan amandemen? Jadi, Ketua mohon maaf sekali lagi. Tolong jangan lagi kami dibuai dengan bahasa-bahasa itu. Tentu saya bersyukur karena Pak Oso bisa menjadi Wakil Ketua MPR. Kami bersyukur tetapi agendanya bukan seperti yang direkomendasikan oleh Paripurna. Bahkan yang kami tahu, banyak diantara kita yang tidak mau kalau nama Pak Oso ada di tempat yang satu, maunya dua nama, saya tahu itu, tetapi saya sudah katakan ke Pak Ketua, pertarungannya adalah darah kalau ada nama lain yang harus keluar karena rekomendasi Paripurna adalah satu. Tidak boleh ada, saat kita harus apresiasi segala sikap politisi seperti Pak Ahmad Muqowam yang luar biasa. Teman-teman yang tidak bisa bersikap seperti itu, belajarlah menjadi politisi yang benar. Satu kata, jangan suka menegasi teman-teman kalau sudah ambil Keputusan Paripurna. Jangan suka menegasi. Itu seperti orang baru belajar berpolitik.

Terima kasih.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA (KETUA DPD RI) Baik. Kita tidak usah...

PEMBICARA : DR (HC) OESMAN SAPTA (KALBAR) Pimpinan. Nomor 78.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA (KETUA DPD RI) Baik. Sebentar dulu. Silakan Pak Oesman.

(25)

PEMBICARA : DR (HC) OESMAN SAPTA (KALBAR)

Terima kasih Pak Pimpinan. Saya hanya ingin mengungkapkan syukur dan rasa penghargaan kepada Pimpinan khususnya Pak Ketua, Pak Irman Gusman telah secara konsisten mendukung saya membawa nama lembaga dari dalam maupun keluar baik di pemberitaan, makanya rapat ini hari saya mohon off the record khusus di dalam kita untuk tidak disiarkan hal-hal yang menyangkut di dalam intern kita ini. Mulai sekarang juga media kita ajak bersahabat karena selama ini media itu telah sangat mendukung kita. Makanya apa yang terjadi di dalam ini adalah suatu retorika yang menjadikan kita pelajaran.

Saya sekali lagi sangat, sangat, sangat menghargai Pak Irman Gusman dengan

statement-statement-nya di luar dari sejak mulai kita dicalonkan sampai akhir, maka Pak

Irman memerlukan dukungan dari semua pihak di dalam ini. Jangan sampai Pak Irman dipermainkan didalam kepemimpinannya karena dulu sejarah saya membangun DPD ini adalah solid di dalam. Walaupun 54 orang. Jadi ini merupakan satu strategi Pak Irman ke depan. Bilamana Pak Irman didampingi oleh orang-orang yang mungkin belum sependapat, itu harus disatukan dulu. Mungkin ya, saya tidak menuduh dan menduga-duga tapi ini adalah setiap orang punya perbedaan, setiap orang yang bertarung. Kadang-kadang ada yang bertarung kalah, bertarung menang dan kalau ada yang kalah mungkin tidak semuanya seperti saya ikhlas, ada juga mungkin orang-orang yang kalah tidak ikhlas. Tapi kalau saya ikhlas karena saya merasa didukung oleh lembaga.

Yang kedua, saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada Ketua Kelompok yang ditunjuk oleh kita semua. Ketua Kelompok Saudara Bambang dengan timnya Saudara Asri, Saudara Abraham yang bertarung yang mempertahankan satu nama. Bayangan kita sudah jelas-jelas ditolak. Ditolak itu oleh Kelompok B tapi kemudian dengan lobi yang begitu ketat dia menerima. Ini adalah satu jembatan yang telah dibangun oleh Kelompok DPD dengan harapan kalau kita adalah tertinggi mengambil posisi jembatan yang di atas, bukan jembatan datar. Tapi mungkin kesadaran ini belum ada di teman-teman karena jumlah itu kan sudah dihitung jumlah partai berapa. Jumlah kelompok partai berapa, jumlah partai PPP yang masuk berapa, jumlah kemudian yang ditambah berapa dan yang diharapkan dari kita berapa. Dari situ sudah ada hitung-hitungannya sehingga itu yang mungkin tadi Saudara Asri melihat secara fakta bahwa secara hitungan kertas kita memang demikian dan dari jumlah yang terukur kemarin itu memang kelihatan sekali dari kita mengalami suatu hambatan.

Nah Pak Ketua, sekali lagi saya menghargai teman-teman juga baik yang sudah berbuat, yang mendukung maupun yang belum mendukung karena kita adalah salah satu keluarga, keluarga besar yang tak boleh dipecahkan, keluarga besar yang tak boleh sekali-sekali berbeda pendapat di luar ruangan kita. Karena apa? Karena kita adalah pemimpin-pemimpin yang diutus oleh daerah-daerah yang dipercaya oleh daerah-daerah, yang dipercaya oleh bangsa ini. Jangan dijadikan ini alat pribadi. Kalau itu masih terjadi, itu akan menghancurkan martabat marwah daripada lembaga ini. Saya tidak akan menyalahkan siapa-siapa dan saya akan memaafkan siapa-siapapun yang berbuat salah kepada saya karena ini rumah saya yang sebenarnya, bukan di sana. Ini adalah rumah saya. Jadi kalau ada orang-orang yang akan mengotori rumah ini, yang pertama saya akan ingati. Kalau ada orang yang ingin memberaki rumah ini, yang kedua saya akan menasehati. Bilamana orang akan mengkhianati rumah ini, saya akan hancurkan dia. Nah sekarang tingkat 3 ini belum sampai ke situ, yang saya minta Saudara-saudara sekalian, mohon kesediaan teman-teman semua ini. Fokuslah kepada pimpinan kita. Jangan sekali-sekali saya dengar ada satu anggota yang coba-coba menghancurkan Ketua DPD yang sekarang ini. Ingat itu pesan saya. Saya tidak mengancam, saya orang Kalimantan yang sudah biasa dengan keributan-keributan. Tapi saya selalu bicara sopan. Saya selalu bicara, jangan coba-coba dengan saya ini mau coba dikerjain. Anda bisa

(26)

bicara dengan baik, anda bisa menjadikan tempat dia tempat pengaduan, anda harus bisa dan jangan anda kalau sudah tahu, anda sudah tidak percaya pada orang, berhati-hatilah kalau sudah tidak percaya. Tapi selagi anda tahu bahwa orang itu belum pernah memperdaya anda percayailah dia sesungguhnya, dan saya percaya kepada Ketua DPD ini yang namanya Saudara Irman Gusman.

Nah, Saudara, saya bicara Pimpinan. Semua pimpinan harus dipercaya tapi yang memimpin sekarang sebagai Ketua adalah Irman Gusman dan pimpinan itu adalah Farouk dan Ibu Hemas. Jadi itu kolektif. Tapi ingat, ketuanya adalah Saudara Irman Gusman dan dia telah membuktikan dimata saya dan dimata rakyat dan konsistensinya terukur. Saudara, saya bukan suka memuji-muji orang, yang ada-ada selama ini tidak ada orang baik dimata saya tapi ini hari adalah pernyataan, pernyataan hidup saya. Umur saya sudah sekian, saya sudah bilang berapa kali bahwa saya hanya ingin berbuat untuk rakyat, hidup saya sudah cukup, lebih dari cukup diberikan oleh Allah. Mungkin saya yang paling cukup tapi ketakaburan itu sangat tidak benar, ketercukupan itu tidak bisa kita jadikan kebanggaan dan kita selalu kurang, karena kurang itulah kita harus berbagi, bagaimana membikin kita cukup. Cukup bukan cukup dalam arti kata harta. Cukup dalam arti kata moral. Nah itu sebabnya saya bilang kenapa off the record tadi kepada pers. Jadi ini adalah rumah kita yang harus kita jaga, apapun yang terjadi dalam rumah ini saya akan datang walaupun tempat saya.. dan saya membuka pintu kepada teman-teman. Saya ini ditugaskan oleh teman-teman sebagai wakil ketua. Jangan dikira wakil ketua saya tidak bisa jadi ketua, boleh siapapun ketua, saya juga bisa jadi ketua karena pimpinan itu kolektif di sana. Jadi jangan Aaudara merasa merasa dianggap bahwa kita kalah, tidak ada kalah. Satu-satunya yang diluarbiasakan oleh ketua kelompok kita bisa masuk di dua tempat. Siapa yang, saya mau tanya siapa? Siapa yang bisa menyangka dengan perbedaan pendapat saya dengan Prabowo bahwa saya akan diterima di sebelah sana. Artinya Saudara Prabowo dengan timnya sudah mengetahui, dua-duanya memahami persahabatan lebih penting daripada permusuhan. Jadi saya menghargai Gerindra, saya menghargai, terus orang bisa menghargai kita, kok di dalam kita sendiri kita tidak bisa menghargai diri kita. Itu yang saya sangat merasa perlu dibenahi, bukan perlu diperbaiki, dibenahi, bukan salah, perbedaan pendapat pasti ada, anda lihat perbedaan pendapat. Kurang apa saya dengan Gerindra? Kok bisa menjadi satu kesatuan yang luar biasa.

Baiklah. Yang terakhir, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada kawan-kawan sekali lagi yang telah mendukung saya secara tulus, secara tulus dan ikhlas dan saya yakin karena tidak dibayar. Saya tahu saya tidak membayar sepeserpun apa yang saya lakukan. Itu sebabnya saya merasa bangga bahwa diri saya terhormat. Yang kedua, bagi yang tidak mendukung saya dari kelompok kita ini, saya juga berterima kasih karena perbedaan itulah yang membangun saya menjadi lebih kuat sekarang ini dan Insya Allah saya memaafkan. Jadi jangan lagi ada masalah ini. Marilah kita kembali, satukan dan dukung kepemipinan Saudara Irman Gusman.

Terima kasih.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA (KETUA DPD RI)

Baik, saya rasa itu sudah closing statement yang bagus sekali. Jadi nanti kita lanjutkan.

PEMBICARA: DR. Hj. MAIMANAH UMAR, MA (RIAU) Ketua, interupsi.

(27)

PIMPINAN SIDANG: H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA (KETUA DPD RI)

Menurut saya cukup Bu Mainanah ya. Baik, saya rasa sudah closing statement, tidak perlu lagi. Baik, kita akhiri.

KETOK 3X

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Referensi

Dokumen terkait

Beberapa parameter tersebut diperhitungkan untuk menetapkan indeks toleransi tanaman terhadap pencemaran udara yang dinyatakan oleh Singh, Rao, Agrawal, Pandey and

PEMBERIAN EKSTRAK HULBAH SECARA ORAL MENURUNKAN PENYERAPAN TULANG TIKUS PASCA OVARIEKTOMI YANG DITANDAI DENGAN.. PENURUNAN KADAR

Pada sub bab ini, akan menjelaskan mengenai analisis data hasil observasi dengan menerapkan model pembelajaran Make a Match berbantuan media gambar yang terdiri dari

bahwa dalam rangka percepatan pelayanan perizinan dan guna menindaklanjuti Rencana Aksi Pemberantasan Koru psi Terintegrasi Tahun 2019- 2020 dari Komisi Pemberantasan

Semua alat dan perlengkapan itu tetap menjadi milik Penyedia Jasa yang sebelumnya sudah diperhitungkan pengadaannya dalam kontrak penawaran dan diajukan brosur atau sampel

- Koordinasi lintas institusi terkait kebijakan rencana pengemb... Kakao tahun ke 2

Metode analisis potensi kecelakaan yang digunakan adalah tool FTA dengan pendekatan top down yang dimulai dari top level event yang telah dianalisis berdasarkan

Data kriteria lingkungan pemasok tersebut selanjutnya akan dilakukan pengelompokkan untuk menentukan warna pemasok menjadi hitam, merah, kuning dan hijau menggunakan