SISTEM
SISTEM
EKONOMI KREATIF
EKONOMI KREATIF
NASIONAL
NASIONAL
2016
2016
PANDUAN PENILAIAN MANDIRI KABUPATEN/KOTA KREATIF
PANDUAN PENILAIAN MANDIRI KABUPATEN/KOTA KREATIF
SISTEM EKONOMI KREATIF NASIONAL
SISTEM EKONOMI KREATIF NASIONAL
PANDUAN PENILAIAN MANDIRI KABUPATEN/KOTA KREATIF PANDUAN PENILAIAN MANDIRI KABUPATEN/KOTA KREATIF2016
2016
Copyright© 2016, Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif Copyright© 2016, Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif
Penulis: Penulis: Tim Penulis Bekraf Tim Penulis Bekraf
Desain Grafis: Desain Grafis: Brezz Production Brezz Production
Hak cipta dilindungi
Hak cipta dilindungi oleh undang-undangoleh undang-undang Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian
atau seluruh isi buku ini
atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulistanpa izin tertulis viii + 120 hlm.; 17,5 cm x 25,5 cm viii + 120 hlm.; 17,5 cm x 25,5 cm
Isi di luar tanggung jawab Percetakan Isi di luar tanggung jawab Percetakan
iii iii P E N I L A I A N M A N D I R I P E N I L A I A N M A N D I R I K A B U P AK A B U P AT E N / K O T A K R E AT E N / K O T A K R E AT I F I N D O N E S I A T I F I N D O N E S I A 2 0 1 62 0 1 6
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
KATKATA A PENGAPENGANTNTAR AR ||
v
v
BAB
BAB I I PENDAHULUAN PENDAHULUAN ||
1
1
BAB
BAB II II KONSEPSI KONSEPSI PENILAIAN PENILAIAN MANDIRI MANDIRI EKONOMI EKONOMI KREAKREATIF TIF ||
9
9
BAB
BAB III III PEMANFAAPEMANFAATTAN HAAN HASIL SIL PENILAIAN MANDIRI PENILAIAN MANDIRI EKONOMI EKONOMI KREATIF KREATIF ||
41
41
BAB
BAB IV IV METODOLMETODOLOGI OGI PENILAIAN PENILAIAN MANDIRI MANDIRI ||
53
53
BAB
BAB V V PPANDUAN ANDUAN PPAPAPARAN ARAN PENILAIAN PENILAIAN MANDIRIMANDIRI
KABUPA
KABUPATEN/KOTA TEN/KOTA KREATIF KREATIF ||
75
75
LAMPIRAN |
“Badan Ekonomi Kreatif
“Badan Ekonomi Kreatif
(Bekraf) Indonesia melalui
(Bekraf) Indonesia melalui
Deput
Deput
i
i
Infrast
Infrast
r
r
uktur
uktur
,
,
membangun “Sistem
membangun “Sistem
Ekonomi Kreatif Indonesia”
Ekonomi Kreatif Indonesia”
untuk memetakan potensi
untuk memetakan potensi
dan tantangan yang dihadapi
dan tantangan yang dihadapi
dalam pengembangan
dalam pengembangan
ek
ek
onomi k
onomi k
reatif di
reatif di
daerah.
daerah.
Hasil pemetaan ini akan
Hasil pemetaan ini akan
menjadi acuan utama agar
menjadi acuan utama agar
arah pembangunan ekonomi
arah pembangunan ekonomi
kreatif dapat terjaga untuk
kreatif dapat terjaga untuk
mencapai t
mencapai t
arg
arg
et yang telah
et yang telah
ditetapkan dalam kerangka
ditetapkan dalam kerangka
keberlanjutan ekonomi,
keberlanjutan ekonomi,
ling
v v
KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR
D
D
i masa kini, seiring dengan
i masa kini, seiring dengan
pesatnya pertumbuhan
pesatnya pertumbuhan
pen-duduk dunia serta makin
duduk dunia serta makin
ter-batasnya sumber daya alam (SDA)
batasnya sumber daya alam (SDA)
yang menopang kebutuhan manusia,
yang menopang kebutuhan manusia,
perekonomian global menghadapi
perekonomian global menghadapi
tan-tangan yang semakin berat pula.
tangan yang semakin berat pula.
An-caman terhadap kapasitas dan kualitas SDA terus meningkat di
caman terhadap kapasitas dan kualitas SDA terus meningkat di
seluruh dunia. Pola dan perilaku produksi dalam industri turut
seluruh dunia. Pola dan perilaku produksi dalam industri turut
berperan dalam mendorong hal tersebut.
berperan dalam mendorong hal tersebut.
Indonesia pun dak dapat
Indonesia pun dak dapat menghindar dari kondisi tersebu
menghindar dari kondisi tersebut. Laju
t. Laju
perekonomian
perekonomian
nasional y
nasional y
ang
ang
terhambat dalam
terhambat dalam
dekade
dekade
terakhir
terakhir
ini berimplikasi pada banyak aspek. Oleh karena itu para pelaku
ini berimplikasi pada banyak aspek. Oleh karena itu para pelaku
ekonomi di Indonesia perlu meningkatkan daya saingnya agar
ekonomi di Indonesia perlu meningkatkan daya saingnya agar
mampu bertahan dalam persaingan yang semakin ketat.
vi vi
S I S T E M E K O N O M I K R E A T I F S I S T E M E K O N O M I K R E A T I F
Pada saat yang sama, teknologi informasi dan komunikasi
Pada saat yang sama, teknologi informasi dan komunikasi
telah berkembang pesat dalam beberapa dasarwarsa terakhir.
telah berkembang pesat dalam beberapa dasarwarsa terakhir.
Perkembangan ini menjadi salah satu faktor yang mendorong
Perkembangan ini menjadi salah satu faktor yang mendorong
terjadinya intensikasi informasi dan kreatas yang populer
terjadinya intensikasi informasi dan kreatas yang populer
dengan sebutan ekonomi kreaf. Kegiatan ekonomi kreaf ini
dengan sebutan ekonomi kreaf. Kegiatan ekonomi kreaf ini
merupakan upaya pembangunan ekonomi secara berkelanjutan
merupakan upaya pembangunan ekonomi secara berkelanjutan
melalui kreavitas dengan iklim perekonomian yang berdaya saing
melalui kreavitas dengan iklim perekonomian yang berdaya saing
dan memiliki cadangan sumber daya yang terbarukan.
dan memiliki cadangan sumber daya yang terbarukan.
Di dalam negeri, ekonomi kreaf telah menyumbang sekitar
Di dalam negeri, ekonomi kreaf telah menyumbang sekitar
7-8 persen dari nilai Produk Domesk Bruto (PDB) Indonesia
7-8 persen dari nilai Produk Domesk Bruto (PDB) Indonesia
dalam beberapa tahun terakhir. Tiga tahun ke depan, kontribusi
dalam beberapa tahun terakhir. Tiga tahun ke depan, kontribusi
ekonomi kreaf bagi perekonomian nasional ini diharapkan dapat
ekonomi kreaf bagi perekonomian nasional ini diharapkan dapat
dingkatkan menjadi 12
dingkatkan menjadi 12 persen. T
persen. T
entunya, perlu k
entunya, perlu k
erja ker
erja ker
as
as
dan
dan
sinergi yang baik dari seluruh pelaku ekonomi kreaf di pusat dan
sinergi yang baik dari seluruh pelaku ekonomi kreaf di pusat dan
daerah untuk mewujudkan target tersebut.
daerah untuk mewujudkan target tersebut.
Presiden RI Joko Widodo telah menyatakan bahwa ekonomi
Presiden RI Joko Widodo telah menyatakan bahwa ekonomi
kreaf nannya akan menjadi pilar perekonomian Indonesia
kreaf nannya akan menjadi pilar perekonomian Indonesia
di masa yang akan datang. Presiden juga menggarisbawahi
di masa yang akan datang. Presiden juga menggarisbawahi
bahwa kita perlu melakukan lompatan dari perekonomian yang
bahwa kita perlu melakukan lompatan dari perekonomian yang
sebelumnya mengandalkan sumber daya alam, mengandalkan
sebelumnya mengandalkan sumber daya alam, mengandalkan
pertanian, mengandalkan industri, mengandalkan teknologi
pertanian, mengandalkan industri, mengandalkan teknologi
informasi, menjadi perekonomian yang digerakkan oleh industri
informasi, menjadi perekonomian yang digerakkan oleh industri
vii vii P E N I L A I A N M A N D I R I
P E N I L A I A N M A N D I R I K A B U P AK A B U P AT E N / K O T A K R E AT E N / K O T A K R E AT I F I N D O N E S I A T I F I N D O N E S I A 2 0 1 62 0 1 6
kreaf. Untuk itu saat ini kita perlu mengambil risiko inovasi dan
kreaf. Untuk itu saat ini kita perlu mengambil risiko inovasi dan
adopsi cepat. Kita perlu meloncat ke dalam petualangan untuk
adopsi cepat. Kita perlu meloncat ke dalam petualangan untuk
menciptakan kesuksesan masa depan kita, dengan berbasis
menciptakan kesuksesan masa depan kita, dengan berbasis
ekonomi kreaf. Potensi kreaf itu harus didorong agar dapat
ekonomi kreaf. Potensi kreaf itu harus didorong agar dapat
menjadi daya ungkit utama bagi perekonomian dan peningkatan
menjadi daya ungkit utama bagi perekonomian dan peningkatan
kesejahteraan masyarakat.
kesejahteraan masyarakat.
Peluang yang dimiliki oleh sektor ekonomi kreaf masih sangat
Peluang yang dimiliki oleh sektor ekonomi kreaf masih sangat
terbuka. Bangsa ini memiliki potensi besar untuk melakukan
terbuka. Bangsa ini memiliki potensi besar untuk melakukan
transformasi di sektor tersebut. Inovasi dan kreavitas bisa
transformasi di sektor tersebut. Inovasi dan kreavitas bisa
menawarkan pekerjaan baru, yang berar mengurangi
menawarkan pekerjaan baru, yang berar mengurangi
pengang-guran, meningkatkan peluang ekspor, yang kemudian berujung
guran, meningkatkan peluang ekspor, yang kemudian berujung
pada meningkatnya kontribusi bagi perekonomian nasional.
pada meningkatnya kontribusi bagi perekonomian nasional.
Oleh karena itu, Badan Ekonomi Kreaf (Bekraf) Indonesia
Oleh karena itu, Badan Ekonomi Kreaf (Bekraf) Indonesia
melalui Depu Infrastruktur, membangun “Sistem Ekonomi
melalui Depu Infrastruktur, membangun “Sistem Ekonomi
Kreaf Indonesia” untuk memetakan potensi dan tantangan yang
Kreaf Indonesia” untuk memetakan potensi dan tantangan yang
dihadapi dalam pengembangan ekonomi kreaf di daerah. Hasil
dihadapi dalam pengembangan ekonomi kreaf di daerah. Hasil
pemetaan ini akan menjadi acuan utama agar arah pembangunan
pemetaan ini akan menjadi acuan utama agar arah pembangunan
ekonomi kreaf dapat terjaga untuk mencapai target yang telah
ekonomi kreaf dapat terjaga untuk mencapai target yang telah
ditetapkan dalam kerangka keberlanjutan ekonomi, lingkungan
ditetapkan dalam kerangka keberlanjutan ekonomi, lingkungan
dan sosial.
dan sosial.
Saat ini,
Saat ini,
pengemban
pengemban
gan ekonomi kre
gan ekonomi kre
af di
af di
Indonesia
Indonesia
difokus
difokus
kan
kan
pada 16 subsektor, yang mencakup aplikasi dan game, arsitektur,
viii viii
S I S T E M E K O N O M I K R E A T I F S I S T E M E K O N O M I K R E A T I F
desain interior, desain komunikasi visual, desain produk,
desain interior, desain komunikasi visual, desain produk,
fa
fa
shio
shio
n
n,
,
lm-animasi-video, fotogra, kriya, kuliner, musik, penerbitan,
lm-animasi-video, fotogra, kriya, kuliner, musik, penerbitan,
periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, serta televisi dan radio.
periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, serta televisi dan radio.
Dalam Sistem Ekonomi Kreaf ini, Bekraf akan menggandeng
Dalam Sistem Ekonomi Kreaf ini, Bekraf akan menggandeng
pemerintah dae
pemerintah dae
rah, baik provinsi, kabupaten dan kota, k
rah, baik provinsi, kabupaten dan kota, k
omunitas,
omunitas,
akademisi, serta pelaku bisnis, untuk bersama-sama berperan
akademisi, serta pelaku bisnis, untuk bersama-sama berperan
akf dalam mengembangkan kegiatan ekonomi kreaf di daerah
akf dalam mengembangkan kegiatan ekonomi kreaf di daerah
masing-masing. Melalui pengembangan simpul dan jejaring
masing-masing. Melalui pengembangan simpul dan jejaring
ekonomi kreaf
ekonomi kreaf, seap daerah diha
, seap daerah diharapkan dapat mengopmalkan
rapkan dapat mengopmalkan
potensinya.
potensinya.
Sinergi
Sinergi
seluruh
seluruh
pemangku
pemangku
kepenngan d
kepenngan dalam
alam
kegiatan eko
kegiatan eko
nomi
nomi
kreaf di Indonesia merupakan kunci keberhasilan upaya ini.
kreaf di Indonesia merupakan kunci keberhasilan upaya ini.
Oleh karena itu, mari kita bersama-sama memanfaatkan Sistem
Oleh karena itu, mari kita bersama-sama memanfaatkan Sistem
Ekonomi Kreaf Indonesia untuk melakukan “lompatan besar”
Ekonomi Kreaf Indonesia untuk melakukan “lompatan besar”
guna mewujudkan apa yang kita cita-citakan bersama.
guna mewujudkan apa yang kita cita-citakan bersama.
Jakarta, Juli 2016
Jakarta, Juli 2016
T
T
riawan M
riawan M
unaf
unaf
Kepala Badan Ekonomi Kreaf
Kepala Badan Ekonomi Kreaf
1 1
BAB I
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
LATAR BELAKANG
I
I
ndustrialisasi telah mendorong terciptanya pola kerja, pola produksi dan polandustrialisasi telah mendorong terciptanya pola kerja, pola produksi dan pola distribusi yang tidak hanya lebih murah tetapi juga efisien. Perkembangan di bidang distribusi yang tidak hanya lebih murah tetapi juga efisien. Perkembangan di bidang teknologi informatika juga semakin memudahkan koneksi antar manusia sehingga teknologi informatika juga semakin memudahkan koneksi antar manusia sehingga menjadikannya lebih produktif. Globalisasi di bidang media dan hiburan telah mengubah menjadikannya lebih produktif. Globalisasi di bidang media dan hiburan telah mengubah karakter, gaya hidup dan perilaku masyarakat menjadi lebih kritis. Fenomena tersebut karakter, gaya hidup dan perilaku masyarakat menjadi lebih kritis. Fenomena tersebut kemudian berimbas pada kompetisi yang semakin ketat.kemudian berimbas pada kompetisi yang semakin ketat.
Kerasnya persaingan akibat globalisasi di berbagai bidang memaksa setiap negara Kerasnya persaingan akibat globalisasi di berbagai bidang memaksa setiap negara untuk mencari cara agar bisa memproduksi barang dan jasa yang
untuk mencari cara agar bisa memproduksi barang dan jasa yang semurah dan seefisiensemurah dan seefisien mungkin. Dalam menekan tenaga kerja murah, faktanya tidak mudah bagi mungkin. Dalam menekan tenaga kerja murah, faktanya tidak mudah bagi negara-negara di dunia menyaingi Republik Rakyat Tiongkok dengan jumlah penduduknya yang negara di dunia menyaingi Republik Rakyat Tiongkok dengan jumlah penduduknya yang begitu besar. Sementara itu supremasi di bidang industri tidak bisa lagi diandalkan. Oleh begitu besar. Sementara itu supremasi di bidang industri tidak bisa lagi diandalkan. Oleh karenanya kreativitas sumber daya manusia harus lebih diprioritaskan.
karenanya kreativitas sumber daya manusia harus lebih diprioritaskan.
Era ekonomi baru telah dimulai tahun 1990an, di mana terjadi intensifikasi informasi Era ekonomi baru telah dimulai tahun 1990an, di mana terjadi intensifikasi informasi dan kreatifitas yang populer dengan sebutan ekonomi kreatif yang digerakkan oleh dan kreatifitas yang populer dengan sebutan ekonomi kreatif yang digerakkan oleh sektor industri yang disebut dengan industri kreatif. Ekonomi Kreatif merupakan sektor industri yang disebut dengan industri kreatif. Ekonomi Kreatif merupakan upaya pembangunan ekonomi secara berkelanjutan melalui kreativitas dengan iklim upaya pembangunan ekonomi secara berkelanjutan melalui kreativitas dengan iklim perekonomian yang berdaya saing dan memiliki cadangan sumber daya yang terbarukan perekonomian yang berdaya saing dan memiliki cadangan sumber daya yang terbarukan (Departemen Perdagangan Republik Indonesia, 2008).
Adapun sumber daya manusia
Adapun sumber daya manusia
yang dimaksud meliputi
yang dimaksud meliputi
aktor-aktor pelaku ekonomi
aktor-aktor pelaku ekonomi
kreatif yang meliputi lembaga
kreatif yang meliputi lembaga
pemerintah, akademisi,
pemerintah, akademisi,
komunitas, dan pelaku
komunitas, dan pelaku
bisnis yang kemudian
bisnis yang kemudian
disebut dengan
3 3
P E N I L A I A N M A N D I R I
P E N I L A I A N M A N D I R I K A B U P AK A B U P AT E N / K O T A K R E AT E N / K O T A K R E AT I F I N D O N E S I A T I F I N D O N E S I A 2 0 1 62 0 1 6
Dari berbagai keanekaragaman potensi Dari berbagai keanekaragaman potensi ekonomi kreatif di Indonesia, pemerintah ekonomi kreatif di Indonesia, pemerintah membagi ekonomi kreatif dalam 16 membagi ekonomi kreatif dalam 16 subsektor, yaitu kuliner; arsitektur; subsektor, yaitu kuliner; arsitektur; desain produk; desain interior; desain desain produk; desain interior; desain komunikasi visual; film, animasi dan komunikasi visual; film, animasi dan video; musik; fesyen; seni pertunjukan; video; musik; fesyen; seni pertunjukan;
games
games dan aplikasi; kriya; radio dan dan aplikasi; kriya; radio dan televisi; seni rupa; periklanan; fotografi; televisi; seni rupa; periklanan; fotografi; serta penerbitan.
serta penerbitan.
Ekonomi kreatif di Indonesia memiliki Ekonomi kreatif di Indonesia memiliki peran yang patut diperhitungkan dalam peran yang patut diperhitungkan dalam perekonomian nasional. perekonomian nasional.
Selama periode
Selama periode
2010-2014 rata-rata
2010-2014 rata-rata
sumbangannya
sumbangannya
mencapai
mencapai
7,1%
7,1%
terhadap PDB
terhadap PDB
Indonesia.
Indonesia.
Meski kontribusinya masih lebih rendah Meski kontribusinya masih lebih rendah dibandingkan dengan sektor pertanian, dibandingkan dengan sektor pertanian, industri pengelolahan, perdagangan dan industri pengelolahan, perdagangan dan restoran, ataupun sektor jasa, sumbangan restoran, ataupun sektor jasa, sumbangan dari ekonomi kreatif telah melebihi sektor dari ekonomi kreatif telah melebihi sektor pertambangan dan penggalian, keuangan, pertambangan dan penggalian, keuangan, serta pengangkutan.
serta pengangkutan.
Nilai tambah dari sektor ekonomi kreatif Nilai tambah dari sektor ekonomi kreatif meningkat setiap tahunnya. Menurut meningkat setiap tahunnya. Menurut Ba-dan Pusat Statistik,
dan Pusat Statistik,
nilai tambah yang
nilai tambah yang
dihasilkan
dihasilkan
dari sektor ini tak
dari sektor ini tak
kurang dari
kurang dari
Rp
Rp
716,7
716,7
triliun
triliun
pada
pada
tahun 2014.
tahun 2014.
Angka pertumbuhannya pun Angka pertumbuhannya pun
mencapai
mencapai
5,81%
5,81%
dan mengungguli pertumbuhan sektor dan mengungguli pertumbuhan sektor listrik, gas, dan air bersih; pertambangan listrik, gas, dan air bersih; pertambangan dan penggalian; pertanian, peternakan, dan penggalian; pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan; jasa-jasa; dan kehutanan, dan perikanan; jasa-jasa; dan industri pengolohan.
4 4 S I S T E M E K O N O M I K R E A T I F S I S T E M E K O N O M I K R E A T I F Tahun 2014, Tahun 2014,
tak kurang dari
tak kurang dari
12 juta
12 juta
orang
orang
tenag
tenag
a kerja terserap dalam usah
a kerja terserap dalam usah
a
a
industri kreatif.
industri kreatif.
Peran ekonomi kreatif patut semakin diperhitungkan karena sektor ini mampu menyerap
Peran ekonomi kreatif patut semakin diperhitungkan karena sektor ini mampu menyerap
angkatan kerja lebih besar dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan penyerapan
angkatan kerja lebih besar dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan penyerapan
tenaga kerja nasional.
tenaga kerja nasional.
Pada tahun
Pada tahun 2012013,3,
penyerapan tenaga kerja di sektor ini
penyerapan tenaga kerja di sektor ini
mencapai
mencapai
0,63%
0,63%
.
.
Di saat yang sama, penyerapan tenaga kerja secara nasional justru mengalami
Di saat yang sama, penyerapan tenaga kerja secara nasional justru mengalami
perlam-batan sebesar 0,01%.
batan sebesar 0,01%.
ARTI PENTING PENILAIAN MANDIRI
ARTI PENTING PENILAIAN MANDIRI
Meski tergolong baru, ekonomi kreatif mengalami perkembangan yang cukup pesat. Di
Meski tergolong baru, ekonomi kreatif mengalami perkembangan yang cukup pesat. Di
sisi lain
sisi lain kendala yang dihadapinya pun tidak sedikit karena aktor yang terlibat di dalamnkendala yang dihadapinya pun tidak sedikit karena aktor yang terlibat di dalamnyaya
seringkali kurang terkoneksi satu sama lain. Kolaborasi yang terjalin di antara mereka
seringkali kurang terkoneksi satu sama lain. Kolaborasi yang terjalin di antara mereka
juga kurang kuat dan produktif. Oleh karena itu perlu pemetaan ekonomi kreatif dengan
juga kurang kuat dan produktif. Oleh karena itu perlu pemetaan ekonomi kreatif dengan
melibatkan seluruh aktor yang berperan d
melibatkan seluruh aktor yang berperan di dalamnya. Ti dalamnya. Termasuk pula memetakan potensiermasuk pula memetakan potensi
dan kendala yang dihadapi selama ini. Hal itu menjadi titik tolak untuk pengambilan
dan kendala yang dihadapi selama ini. Hal itu menjadi titik tolak untuk pengambilan
kebijakan strategis dan menyeluruh.
5 5
P E N I L A I A N M A N D I R I
P E N I L A I A N M A N D I R I K A B U P AK A B U P AT E N / K O T A K R E AT E N / K O T A K R E AT I F I N D O N E S I A T I F I N D O N E S I A 2 0 1 62 0 1 6
Agar kebijakan yang diambil terkait
Agar kebijakan yang diambil terkait
pengembangan
pengembangan ekonomi ekonomi kreatif kreatif tepattepat
sasaran dan berdaya guna, dibutuhkan
sasaran dan berdaya guna, dibutuhkan
pemahaman jelas tentang kondisi
pemahaman jelas tentang kondisi
ekonomi kreatif Indonesia. Terkait
ekonomi kreatif Indonesia. Terkait
hal tersebut pemerintah membentuk
hal tersebut pemerintah membentuk
Badan
Badan Ekonomi Ekonomi Kreatif, Kreatif, yaitu yaitu lembagalembaga
pemerintah nonkementerian yang
pemerintah nonkementerian yang
berada di bawah dan bertanggung jawab
berada di bawah dan bertanggung jawab
langsung kepada Presiden.
langsung kepada Presiden.
Badan Ekonomi
Badan Ekonomi
Kreatif bertugas
Kreatif bertugas
membantu Presiden
membantu Presiden
dalam
dalam mer
mer
umuskan,
umuskan,
menetapkan,
menetapkan,
mengoordinasikan,
mengoordinasikan,
dan sinkronisasi
dan sinkronisasi
kebijak
kebijak
an
an ek
ek
onomi
onomi
kreatif.
kreatif.
Badan Ekonomi Kreatif melakukan
Badan Ekonomi Kreatif melakukan
pemetaan kegiatan ekonomi kreatif yang
pemetaan kegiatan ekonomi kreatif yang
potensial serta persoalan yang dihadapi di
potensial serta persoalan yang dihadapi di
daerah. Pemetaan atau penilaian mandiri
daerah. Pemetaan atau penilaian mandiri
ekonomi kreatif daerah ini penting
ekonomi kreatif daerah ini penting
dilakukan karena memiliki beberapa
dilakukan karena memiliki beberapa
manfaat, di antaranya menghasilkan
manfaat, di antaranya menghasilkan
database ekonomi kreatif di Indonesia,
database ekonomi kreatif di Indonesia,
mengidentifikasi subsektor potensial,
mengidentifikasi subsektor potensial,
serta mengetahui kendala apa saja yang
serta mengetahui kendala apa saja yang
dihadapi.
dihadapi.
Penilaian mandiri ini selanjutnya menjadi
Penilaian mandiri ini selanjutnya menjadi
acuan bagi pendampingan dan fasilitasi
acuan bagi pendampingan dan fasilitasi
dari Bekraf dan mitra kerjanya, sebagai
dari Bekraf dan mitra kerjanya, sebagai
upaya bertahap membangun sistem
upaya bertahap membangun sistem
ekonomi kreatif nasional. Dengan
ekonomi kreatif nasional. Dengan
demikian, ekonomi kreatif mampu
demikian, ekonomi kreatif mampu
menjadi tulang punggung ekonomi
menjadi tulang punggung ekonomi
nasional.
6
6
S I S T E M E K O N O M I K R E A T I F S I S T E M E K O N O M I K R E A T I F
TUJUAN PENILAIAN MANDIRI
TUJUAN PENILAIAN MANDIRI
Tujuan dilakukannya penilaian mandiri kabupaten/kota kreatif ini adalah untuk:
Tujuan dilakukannya penilaian mandiri kabupaten/kota kreatif ini adalah untuk:
1)
1)
Melakukan pemetaan ekosistem, potensi,
Melakukan pemetaan ekosistem, potensi,
best practice
best practice
dan
dan
permasalahan pengembangan sistem ekonomi kreatif kabupaten/
permasalahan pengembangan sistem ekonomi kreatif kabupaten/
kota sebagai bagian dari “Sistem Ekonomi Kreatif Nasional”
kota sebagai bagian dari “Sistem Ekonomi Kreatif Nasional”
2)
2)
Memberikan acuan pengembangan ekonomi kreatif untuk
Memberikan acuan pengembangan ekonomi kreatif untuk
kabupaten/kota
kabupaten/kota
3)
3)
Menjadi acuan bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan
Menjadi acuan bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan
pengembangan ekonomi kreatif kabupaten/kota.
pengembangan ekonomi kreatif kabupaten/kota.
4)
4)
Menjadi dasar kegiatan fasilitasi dan pengembangan ekonomi
Menjadi dasar kegiatan fasilitasi dan pengembangan ekonomi
kreatif kabupaten/kota oleh quadruple-helix
kreatif kabupaten/kota oleh quadruple-helix
MELAKUKAN
MELAKUKAN
PEMET
PEMET
AAN
AAN
ekosistem,
ekosistem,
potensi,
potensi,
best practice
best practice
dan
dan
per
per
masalahan
masalahan
pengembangan
pengembangan
sistem ekonomi
sistem ekonomi
kreatif kabupaten/
kreatif kabupaten/
kota sebagai bagian
kota sebagai bagian
dari “Sistem Ekonomi
dari “Sistem Ekonomi
Kreatif Nasional”
Kreatif Nasional”
MEMBERIKAN
MEMBERIKAN
ACUAN
ACUAN
pengembangan
pengembangan
ekonomi kreatif
ekonomi kreatif
untuk kabupaten/
untuk kabupaten/
kota
kota
MENJADI
MENJADI
ACUAN bagi
ACUAN bagi
pemer
pemer
intah
intah
dalam
dalam
menentukan
menentukan
kebijakan
kebijakan
pengembangan
pengembangan
ekonomi kreatif
ekonomi kreatif
kabupaten/kota.
kabupaten/kota.
MENJADI DASAR
MENJADI DASAR
kegiatan fasilitasi
kegiatan fasilitasi
dan pengembangan
dan pengembangan
ekonomi kreatif
ekonomi kreatif
kabupaten/kota
kabupaten/kota
oleh
MANFAAT PENILAIAN MANDIRI
MANFAAT PENILAIAN MANDIRI
Manfaat dilakukannya penilaian mandiri kabupaten/kota kreatif ini adalah:
Manfaat dilakukannya penilaian mandiri kabupaten/kota kreatif ini adalah:
1)
1)
Bagi Pemerintah Pusat
Bagi Pemerintah Pusat
Terwujudnya “Sistem Ekonomi Kreatif Nasional” sebagai pedoman dan justifikasi untuk
Terwujudnya “Sistem Ekonomi Kreatif Nasional” sebagai pedoman dan justifikasi untuk
memberikan fasilitasi/program kepada para pelaku/komunitas ekonomi kreatif untuk
memberikan fasilitasi/program kepada para pelaku/komunitas ekonomi kreatif untuk
mendorong percepatan pembangunan ekonomi kreatif di Indonesia melalui:
mendorong percepatan pembangunan ekonomi kreatif di Indonesia melalui:
•
•
Identifikasi simpul dan jejaring ekonomi kreatif potensial di
Identifikasi simpul dan jejaring ekonomi kreatif potensial di
daerah untuk dikembangkan
daerah untuk dikembangkan
•
•
Identifikasi potensi ekonomi kreatif di daerah (definisi daerah)
Identifikasi potensi ekonomi kreatif di daerah (definisi daerah)
yang
yang
dapat dik
dapat dik
embangkan
embangkan
dan
dan
dihubungkan
dihubungkan
2)
2)
Bagi Daerah
Bagi Daerah
Teridentifikasinya potensi dan permasalahan untuk membangun dan mengembangkan
Teridentifikasinya potensi dan permasalahan untuk membangun dan mengembangkan
ekonomi kreatif di daerah serta untuk membangun kolaborasi yang difasilitasi berdasarkan
ekonomi kreatif di daerah serta untuk membangun kolaborasi yang difasilitasi berdasarkan
Peta Ekonomi Kreatif Nasional. Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk meningk
Peta Ekonomi Kreatif Nasional. Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkanatkan
kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
T
T
erwuju
erwuju
dnya
dnya
“Sistem Ekonomi K
“Sistem Ekonomi K
reatif Nas
reatif Nas
ional” sebagai
ional” sebagai
pe
pe
do
do
man dan justifikasi untuk memberikan fasilitasi/
man dan justifikasi untuk memberikan fasilitasi/
pro
pro
gram kepada para pe
gram kepada para pe
laku/komunitas ekonomi kreatif
laku/komunitas ekonomi kreatif
untuk mendorong percepatan pembangunan ekonomi
untuk mendorong percepatan pembangunan ekonomi
kreatif di Indonesia melalui:
kreatif di Indonesia melalui:
•
•
Identifikasi simpul dan jejar
Identifikasi simpul dan jejar
ing ekonomi
ing ekonomi
kreatif potensial di daerah untuk
kreatif potensial di daerah untuk
dikembangkan
dikembangkan
•
•
Identifikasi potensi
Identifikasi potensi
ekonomi kr
ekonomi kr
eatif di daerah
eatif di daerah
(definisi daerah) yang dapat dikembangkan
(definisi daerah) yang dapat dikembangkan
dan dihubungkan
dan dihubungkan
Teridentifikasinya potensi dan permasalahan untuk
Teridentifikasinya potensi dan permasalahan untuk
mem
mem
bangun dan mengembangkan ekonomi kreatif di
bangun dan mengembangkan ekonomi kreatif di
daerah serta untuk membangun
daerah serta untuk membangun
kolabor
kolabor
asi yang difasi-
asi yang
difasi-litasi berdasarkan Peta Ekonomi Kreatif Nasional. Hal
litasi berdasarkan Peta Ekonomi Kreatif Nasional. Hal
ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan
ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan
kesejahter
kesejahter
aan
aan
masyarakat secara
masyarakat secara
berk
berk
elanjutan.
elanjutan.
BAGI DAERAH
BAGI DAERAH
BAGI
KELUARAN:
KELUARAN:
1)1)
Peta ekonomi kreatif nasional yang
Peta ekonomi kreatif nasional yang
menjadi platform bagi
menjadi platform bagi
sistem mikro dan
sistem mikro dan
linkage
linkage
kepada sistem makro di tingkat
kepada sistem makro di tingkat
internasional.
internasional.
Pola kolabor
Pola kolabor
asi dan
asi dan
proses lintas wilayah antar aktor
proses lintas wilayah antar aktor
yang
yang
terl
terl
ibat dalam
ibat dalam
sistem ekonomi kreatif
sistem ekonomi kreatif
Database sistem ekonomi kreatif nasional
Database sistem ekonomi kreatif nasional
Pola komunikasi dan diseminasi
Pola komunikasi dan diseminasi
infor
infor
masi melalui
masi melalui
web-
web-
site
site
dan media sosial
dan media sosial
Pola pendampingan fasilitasi untuk pengembangan
Pola pendampingan fasilitasi untuk pengembangan
eko-no
9 9
BAB II
BAB II
KONSEPSI
KONSEPSI
PENILAIAN MANDIRI
PENILAIAN MANDIRI
EK
EK
ON
ONOM
OM
I
I KR
KREA
EA
TI
TIF
F
KONSEP EKONOMI KREATIF
KONSEP EKONOMI KREATIF
“Ekonomi kreatif adalah penciptaan nilai tambah yang berbasis ide yang lahir dari “Ekonomi kreatif adalah penciptaan nilai tambah yang berbasis ide yang lahir dari kreativitas sumber daya manusia (orang kreatif) dan berbasis ilmu pengetahuan, kreativitas sumber daya manusia (orang kreatif) dan berbasis ilmu pengetahuan, termasuk
termasuk warisan budaya warisan budaya dan dan teknologi.teknologi.” ”
(Ekonomi Kreatif: Kekuatan Baru Indonesia Menuju 2025) (Ekonomi Kreatif: Kekuatan Baru Indonesia Menuju 2025)
D
D
i masa kini, ekonomi kreatif telah menjadi penting sebab bersumber pada kreativitasi masa kini, ekonomi kreatif telah menjadi penting sebab bersumber pada kreativitas yang merupakan sumber daya terbarukan. Peran ekonomi kreatif ini akan menjadi yang merupakan sumber daya terbarukan. Peran ekonomi kreatif ini akan menjadi semakin penting di masa mendatang, terutama saat sumber daya yang tidak semakin penting di masa mendatang, terutama saat sumber daya yang tidak terbarukan semakin terbatas atau langka. Kreativitas telah dan akan terus mengubah terbarukan semakin terbatas atau langka. Kreativitas telah dan akan terus mengubah paradigma perekonomian yang biasa berpusat pada keterbatasan (paradigma perekonomian yang biasa berpusat pada keterbatasan (scarcity scarcity ) menjadi) menjadi berpusat pada keberlimpahan (
1 100
S I S T E M E K O N O M I K R E A T I F S I S T E M E K O N O M I K R E A T I F
Orang kreatif dengan ide kreatifnya mampu mengelola tenaga kerja dan memanfaatkan
Orang kreatif dengan ide kreatifnya mampu mengelola tenaga kerja dan memanfaatkan
barang modal untuk menghasilkan produk yang bernilai tambah tinggi. Selain itu, ketika
barang modal untuk menghasilkan produk yang bernilai tambah tinggi. Selain itu, ketika
orang kreatif berproduksi, hasil dari kegiatan produksi tersebut bukan hanya berupa
orang kreatif berproduksi, hasil dari kegiatan produksi tersebut bukan hanya berupa
barang atau jasa akhir (
barang atau jasa akhir (final final goods goods and and services services ) tetapi juga dapat digunakan sebagai) tetapi juga dapat digunakan sebagai
input bagi sektor lain.
input bagi sektor lain.
Peran penting ekonomi kreatif ini semakin tidak terbantahkan setelah dinyatakan secara
Peran penting ekonomi kreatif ini semakin tidak terbantahkan setelah dinyatakan secara
langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Dalam acara Temu Kreatif
langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Dalam acara Temu Kreatif
Nasional, Presiden
Nasional, Presiden menuliskan pesan menuliskan pesan pembuka bahwa pembuka bahwa “Era Ekonomi “Era Ekonomi Kreatif harusKreatif harus
menjadi tulang
menjadi tulang punggung ekopunggung ekonomi Indonesia”nomi Indonesia”. Hal . Hal ini ditegaskannya ini ditegaskannya dalam pidatodalam pidato
resminya berikut ini,
resminya berikut ini,
“Saya sangat yakin bahwa ekonomi kreatif nantinya akan menjadi pilar
“Saya sangat yakin bahwa ekonomi kreatif nantinya akan menjadi pilar
perekonomian Indonesia di masa yang akan datang. Kita perlu melakukan
perekonomian Indonesia di masa yang akan datang. Kita perlu melakukan
lompatan dari perekonomian yang sebelumnya mengandalkan sum
lompatan dari perekonomian yang sebelumnya mengandalkan sumber
ber
daya alam, mengandalkan pertanian, mengandalkan industri,
daya alam, mengandalkan pertanian, mengandalkan industri,
meng-andalkan teknologi informasi, menjadi perekonomian yang digerakkan
andalkan teknologi informasi, menjadi perekonomian yang digerakkan
oleh
oleh industr
industri kre
i kreatif.
atif.
” ...
” ...
“Dan kalau kita ingin bersaing di bidang industri, pasti kita kalah
“Dan kalau kita ingin bersaing di bidang industri, pasti kita kalah
dengan Jerman atau kalah murah dengan China. Tetapi di bidang ini,
dengan Jerman atau kalah murah dengan China. Tetapi di bidang ini,
kesempatan itu sangat terbuka lebar, yaitu di bidang industri kreatif, di
kesempatan itu sangat terbuka lebar, yaitu di bidang industri kreatif, di
bidang ekonomi kreatif. Dan kreatifitas akan mendorong inovasi yang
bidang ekonomi kreatif. Dan kreatifitas akan mendorong inovasi yang
menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi, tetapi pada saat yang
menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi, tetapi pada saat yang
bersamaan ramah terhadap lingkungan, serta menguatkan citra dan
bersamaan ramah terhadap lingkungan, serta menguatkan citra dan
iden
identitas budaya bangsa kita”
titas budaya bangsa kita”
(Joko
(Joko
Widodo, Presiden
Widodo, Presiden Republik Indonesia)
Republik Indonesia)
111
1 Sambutan Presiden Sambutan Presiden Joko Joko Widodo Pada Widodo Pada Pembukaan Pembukaan TTemu Kreatif emu Kreatif Nasional Dan PNasional Dan Peresmian Indonesia Convention eresmian Indonesia Convention Exhibition, diExhibition, di
Serpong,
1
111 P E N I L A I A N M A N D I R I
P E N I L A I A N M A N D I R I K A B U P AK A B U P AT E N / K O T A K R E AT E N / K O T A K R E AT I F I N D O N E S I A T I F I N D O N E S I A 2 0 1 62 0 1 6
Ekonomi kreatif adalah ekonomi
Ekonomi kreatif adalah ekonomi
yang digerakk
yang digerakk
an oleh
an oleh
kreativitas yang berasal
kreativitas yang berasal
dari pengetahuan dan ide yang dimiliki oleh
dari pengetahuan dan ide yang dimiliki oleh
sumber daya manusia untuk mencari solusi
sumber daya manusia untuk mencari solusi
inovatif terhadap permasalahan
inovatif terhadap permasalahan
yang dihadapi.
yang dihadapi.
Dalam arti lain, kreativitas merupakan sumber daya terbarukan dan tidak akan ada
Dalam arti lain, kreativitas merupakan sumber daya terbarukan dan tidak akan ada
habisnya jika sumber daya manusia kreatif Indonesia yang jumlahnya besar dapat
habisnya jika sumber daya manusia kreatif Indonesia yang jumlahnya besar dapat
berkreasi dan menciptakan nilai tambah yang didukung oleh iklim yang kondusif.
berkreasi dan menciptakan nilai tambah yang didukung oleh iklim yang kondusif.
Sementara itu, menurut Howkins, ekonomi kreatif adalah kegiatan ekonomi dimana input
Sementara itu, menurut Howkins, ekonomi kreatif adalah kegiatan ekonomi dimana input
dan outputnya adalah Gagasan. Esensi dari kreatifitas adalah gagasan. Bayangkan hanya
dan outputnya adalah Gagasan. Esensi dari kreatifitas adalah gagasan. Bayangkan hanya
dengan modal gagasan, seseorang yang kreatif dapat memperoleh penghasilan yang
dengan modal gagasan, seseorang yang kreatif dapat memperoleh penghasilan yang
sangat layak. Gagasan yang dimaksud ialah gagasan yang asli dan dapat diproteksi oleh
sangat layak. Gagasan yang dimaksud ialah gagasan yang asli dan dapat diproteksi oleh
Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Pada abad ke-18, revolusi industri telah menyebabkan transformasi ekonomi yang
Pada abad ke-18, revolusi industri telah menyebabkan transformasi ekonomi yang
awalnya didominasi sektor pertanian berbasis sumber daya manusia dan sumber daya
awalnya didominasi sektor pertanian berbasis sumber daya manusia dan sumber daya
alam menjadi perekonomian yang didominasi industri berbasis barang modal. Pada tahun
alam menjadi perekonomian yang didominasi industri berbasis barang modal. Pada tahun
1950-an, perekonomian digerakkan oleh pengetahuan sebagai sumber daya utamanya
1950-an, perekonomian digerakkan oleh pengetahuan sebagai sumber daya utamanya
dalam penciptaan nilai tambah. Kemudian pada tahun 1995 terjadi globalisasi industri
dalam penciptaan nilai tambah. Kemudian pada tahun 1995 terjadi globalisasi industri
berbasis kreativitas yang membuat ekonomi kreatif semakin berk
berbasis kreativitas yang membuat ekonomi kreatif semakin berkembang sejalan denganembang sejalan dengan
perkembangan teknologi informasi, sehingga oleh Howkins disebut sebagai gelombang
perkembangan teknologi informasi, sehingga oleh Howkins disebut sebagai gelombang
ke-4.
ke-4.
Makna kreativitas yang terkandung dalam pendefinisian ekonomi kreatif dapat
Makna kreativitas yang terkandung dalam pendefinisian ekonomi kreatif dapat
dilihat sebagai kapasitas atau daya upaya untuk menghasilkan atau menciptakan
dilihat sebagai kapasitas atau daya upaya untuk menghasilkan atau menciptakan
sesuatu yang unik, menciptakan solusi dari suatu masalah atau melakukan sesuatu
sesuatu yang unik, menciptakan solusi dari suatu masalah atau melakukan sesuatu
yang berbeda dari kebiasaan.
Kreativitas merupakan faktor pendorong
Kreativitas merupakan faktor pendorong
munculny
munculny
a in
a in
ov
ov
asi atau
asi atau
penciptaan
penciptaan
kary
kary
a
a
kreatif dengan memanfaatk
kreatif dengan memanfaatk
an penemuan
an penemuan
yang sudah ada. Hal ini akan mendorong
yang sudah ada. Hal ini akan mendorong
peningkatan produktivitas
peningkatan produktivitas
dan sekaligus nilai tambah.
dan sekaligus nilai tambah.
Kemampuan untuk mewujudkan kreativitas yang diramu dengan
Kemampuan untuk mewujudkan kreativitas yang diramu dengan sense sense atau nilai seni, atau nilai seni,
teknologi, pengetahuan dan budaya menjadi modal dasar untuk menghadapi persaingan
teknologi, pengetahuan dan budaya menjadi modal dasar untuk menghadapi persaingan
ekonomi, sehingga muncullah ekonomi kreatif sebagai alternatif pembangunan ekonomi
ekonomi, sehingga muncullah ekonomi kreatif sebagai alternatif pembangunan ekonomi
guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, ekonomi kreatif tidak hanya
guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, ekonomi kreatif tidak hanya
menghasilkan karya kreatif yang dapat dikonsumsi oleh konsumen akhir, namun juga
menghasilkan karya kreatif yang dapat dikonsumsi oleh konsumen akhir, namun juga
dapat berdampak pada
dapat berdampak pada sektorsektor-sektor lainnya.-sektor lainnya.
Ekonomi kreatif tidak hanya berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia, tetapi juga
Ekonomi kreatif tidak hanya berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia, tetapi juga
berdampak positif terhadap aspek sosial, budaya, dan lingkungan. Melalui ekonomi
berdampak positif terhadap aspek sosial, budaya, dan lingkungan. Melalui ekonomi
kreatif, kita dapat menumbuhkan perekonomian secara inklusif dan berkelanjutan,
kreatif, kita dapat menumbuhkan perekonomian secara inklusif dan berkelanjutan,
mengangkat citra positif dan identitas bangsa, melestarikan budaya dan lingkungan,
mengangkat citra positif dan identitas bangsa, melestarikan budaya dan lingkungan,
menumbuhkan kreativitas yang mendorong inovasi, dan meningkatkan toleransi sosial
menumbuhkan kreativitas yang mendorong inovasi, dan meningkatkan toleransi sosial
antar seluruh lapisan masyarakat karena adanya peningkatan pemahaman antar budaya.
Indonesia perlu mengembangkan ekonomi kreatif sebab sektor ini memiliki kesempatan Indonesia perlu mengembangkan ekonomi kreatif sebab sektor ini memiliki kesempatan yang besar untuk:
yang besar untuk:
•
•
•
•
Mem
Mem
ber
ber
ika
ika
n k
n k
ontr
ontr
ibus
ibus
i ba
i ba
gi
gi
perekonomian
perekonomian
•
•
Men
Men
cipta
cipta
kan
kan
Iklim
Iklim
bisn
bisn
is y
is y
ang
ang
pos
pos
itif
itif
•
•
Mem
Mem
bang
bang
un c
un c
itr
itr
a da
a da
n id
n id
enti
enti
tas b
tas b
ang
ang
sa
sa
•
•
Men
Men
ge
ge
mban
mban
gk
gk
an e
an e
k
k
ono
ono
mi b
mi b
erba
erba
sis
sis
kepada sumber
kepada sumber
daya yang terbaruk
daya yang terbaruk
an
an
•
•
Men
Men
cipta
cipta
kan
kan
ino
ino
v
v
asi d
asi d
an k
an k
r
r
eati
eati
vita
vita
s y
s y
ang
ang
merupak
merupak
an keunggulan kompetitif
an keunggulan kompetitif
suatu
suatu
bangsa
bangsa
•
14
14
S I S T E M E K O N O M I K R E A T I F S I S T E M E K O N O M I K R E A T I F Ekonomi kreatif sangat tergantung kepada modal manusia (
Ekonomi kreatif sangat tergantung kepada modal manusia (humanhumancapital capital atau atauintellectual intellectual capital
capital , ada juga yang menyebutnya, ada juga yang menyebutnya creative creative capital capital ). Ekonomi kreatif membutuhkan). Ekonomi kreatif membutuhkan sumberdaya manusia yang kreatif tentunya, mampu melahirkan berbagai ide dan sumberdaya manusia yang kreatif tentunya, mampu melahirkan berbagai ide dan menterjemahkannya ke dalam bentuk barang dan jasa yang bernilai ekonomi. Proses menterjemahkannya ke dalam bentuk barang dan jasa yang bernilai ekonomi. Proses produksinya bisa saja mengikuti kaidah ekonomi industri, tetapi proses ide awalnya produksinya bisa saja mengikuti kaidah ekonomi industri, tetapi proses ide awalnya adalah kreativitas.
adalah kreativitas.
Badan Ekonomi Kreatif menjadi lembaga yang merumuskan, menetapkan, Badan Ekonomi Kreatif menjadi lembaga yang merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan melakukan sinkronisasi kebijakan di bidang ekonomi kreatif. mengoordinasikan, dan melakukan sinkronisasi kebijakan di bidang ekonomi kreatif. Perpres Badan Ekonomi Kreatif memberikan gambaran fungsi badan baru ini, yakni Perpres Badan Ekonomi Kreatif memberikan gambaran fungsi badan baru ini, yakni untuk: untuk: • • ppeerruummuussaann,, ppeennee t taappaann,, ddaann ppeellaakkssaannaaaann kkeebbiijjaakkaann ddii bbiiddaanngg e ekkoonnoommiikkrreeaa t ti f f;i ; • • ekepepkoeronraannoncomcamianngikkrgareann ddaann pepellaakkssaannaaaann pprrooggrraamm ddii bibiddaanngg eaattif if ;; • • ppeellaakkssaannaaaann kkoooorrddiinnaassii ddaann ssininkkrroonniissaassii ppeerreennccaannaaaann ddaann ppeellaakk- -s
saannaaaannkkeebbiijajakkaannddaannpprrooggrraammddiibbididaannggeekkoonnoommiikkrreeaa t tii f f;;
• • pkekpeebembimb j jaibeakerkarianian dan dananbibnimmbprprobioginnggrgaann tetekknniiss ddaann susuppeerrvviissii aattaass ppeellaakkssaannaaaann raammddiibbiiddaannggeekkoonnoommiikkrreeaattif if ;; • • ppeellaakkssaannaaaann ppeemmbbiinnaaaann ddaann ppeemmbbeerriiaann dduukkuunnggaann kkeeppaaddaa s seemmuuaa ppeemmaannggkkuukkeeppeenn t tiinnggaanndidibbiiddaannggeekkoonnoommiikkrreeaa t tii f f;; • • pNeNpeeleglagaakarksrasaa,an,naKeKaaemanmenenkokntomteermuriunniikkaassii ddaann kkoooorrddiinnaassii dedennggaann LeLemmbbaaggaa iaann,, L Leemmbbaaggaa P PeemmeerriinnttaahhNNoonn--KKeemmeenntteerriaiann,, P
Peemmeerriinnttaahh D Daaeerraahh,,ddaannppiihhaakk llaaiinnyyaannggtteerrkkaaiitt;;ddaann
•
• ppeellaakkssaannaaaann f fuunnggssii llaaiinn y yaanngg ddi tu ti uggaasskkaann PPrreessiiddeenn,, y yaanngg t teerrkkaaii t t d
KONSEP PENILAIAN MANDIRI
KONSEP PENILAIAN MANDIRI
Untuk mendukung rencana kebijakan dan program pemerintah dalam pengembangan Untuk mendukung rencana kebijakan dan program pemerintah dalam pengembangan ekonomi dan industri kreatif, perlu dilakukan sosialisasi kebijakan pembiayaan bagi ekonomi dan industri kreatif, perlu dilakukan sosialisasi kebijakan pembiayaan bagi pengembangan industri kreatif, menjaring isu dan permasalahannya. Tak kalah pengembangan industri kreatif, menjaring isu dan permasalahannya. Tak kalah pentingnya adalah menganalisis hambatan terkini dalam pengembangan ekonomi dan pentingnya adalah menganalisis hambatan terkini dalam pengembangan ekonomi dan industri kreatif sebagai masukan bagi perumusan kebijakan, serta melakukan sosialisasi industri kreatif sebagai masukan bagi perumusan kebijakan, serta melakukan sosialisasi best practices
best practices dan dansuccess story success story dalam pengembangan ekonomi dan industri kreatif dari dalam pengembangan ekonomi dan industri kreatif dari negara lain dan pelaku usaha.
negara lain dan pelaku usaha. Dalam konteks tersebut,
Dalam konteks tersebut,
pemetaan potensi dan
pemetaan potensi dan
per
per
masalahan ekonomi
masalahan ekonomi
kreatif di tingkat pusat dan daerah menjadi
kreatif di tingkat pusat dan daerah menjadi
prasy
prasy
arat penting
arat penting
untuk mengembangkan
untuk mengembangkan
ekonomi kreatif di Indonesia.
ekonomi kreatif di Indonesia.
Adapun pendekatan yang digunakan untuk memetakan potensi dan permasalahan ini Adapun pendekatan yang digunakan untuk memetakan potensi dan permasalahan ini ialah dengan melakukan penilaian mandiri kabupaten/kota berdasarkan aspek-aspek ialah dengan melakukan penilaian mandiri kabupaten/kota berdasarkan aspek-aspek yang terkait dengan kegiatan ekonomi kreatif.
yang terkait dengan kegiatan ekonomi kreatif.
Dengan teridentifikasinya potensi dan permasalahan di daerah, pemerintah, baik pusat Dengan teridentifikasinya potensi dan permasalahan di daerah, pemerintah, baik pusat dan daerah, dapat menentukan hal-hal prioritas untuk mengembangkan kegiatan dan daerah, dapat menentukan hal-hal prioritas untuk mengembangkan kegiatan ekonomi kreatif. Bagi pemerintah daerah, hasil pemetaan potensi dan permasalahan ekonomi kreatif. Bagi pemerintah daerah, hasil pemetaan potensi dan permasalahan ini dapat menjadi potret bagi dirinya sendiri untuk membangun dan mengembangkan ini dapat menjadi potret bagi dirinya sendiri untuk membangun dan mengembangkan ekonomi kreatif serta melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan melalui sektor ekonomi kreatif serta melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan melalui sektor ekonomi kreatif. Sementara bagi pemerintah pusat, hasil pemetaan ini dapat menjadi ekonomi kreatif. Sementara bagi pemerintah pusat, hasil pemetaan ini dapat menjadi pedoman untuk menyusun kegiatan fasilitasi atau program yang diperlukan untuk pedoman untuk menyusun kegiatan fasilitasi atau program yang diperlukan untuk mendorong percepatan pembangunan ekonomi kreatif di daerah.
Kesemuanya itu secara simultan akan menjadi kerangka bagi pembangunan.
Kesemuanya itu secara simultan akan menjadi kerangka bagi pembangunan.
Sistem Ekonomi Kreatif Nasional, yang
Sistem Ekonomi Kreatif Nasional, yang
memberik
memberik
an gambaran besar
an gambaran besar
serta
serta
menetapkan koridor bagi pembangunan
menetapkan koridor bagi pembangunan
ekonomi kreatif di Indonesia.
ekonomi kreatif di Indonesia.
Hal ini akan menjadi rujukan bagi pemerintah, komunitas kreatif, akademisi serta dunia
Hal ini akan menjadi rujukan bagi pemerintah, komunitas kreatif, akademisi serta dunia
usaha dalam mewujudkan Kabupaten/Kota Kreatif di Indonesia.
usaha dalam mewujudkan Kabupaten/Kota Kreatif di Indonesia.
Indonesia dengan potensi kekayaan yang sangat besar baik potensi sumberdaya alam,
Indonesia dengan potensi kekayaan yang sangat besar baik potensi sumberdaya alam,
keragaman budaya, maupun sumberdaya manusia, perlu mengedepankan kreativitas
keragaman budaya, maupun sumberdaya manusia, perlu mengedepankan kreativitas
dan inovasi dalam pembangunan nasional untuk mengoptimalkan berbagai potensi
dan inovasi dalam pembangunan nasional untuk mengoptimalkan berbagai potensi
kekayaan yang dimilikinya.
kekayaan yang dimilikinya.
Ekonomi kreatif yang berbasis kepada modal kreativitas sumberdaya manusia,
Ekonomi kreatif yang berbasis kepada modal kreativitas sumberdaya manusia,
berpeluang mendorong daya saing bangsa Indonesia di masa depan. Jika sumberdaya
berpeluang mendorong daya saing bangsa Indonesia di masa depan. Jika sumberdaya
manusia Indonesia yang jumlahnya sangat besar memiliki kemampuan untuk berkreasi
manusia Indonesia yang jumlahnya sangat besar memiliki kemampuan untuk berkreasi
untuk menciptakan inovasi dan nilai tambah, maka kreativitas tersebut akan menjadi
untuk menciptakan inovasi dan nilai tambah, maka kreativitas tersebut akan menjadi
sumberdaya terbarukan yang tidak ada habisnya.
sumberdaya terbarukan yang tidak ada habisnya.
Perpres Nomor 72
Perpres Nomor 72 TTahun 201ahun 2015 tentang Perubahan 5 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden NomorAtas Peraturan Presiden Nomor
6
6 TTahun 20ahun 2015 15 TTentang Badan Ekonomi Kreatif telah mentang Badan Ekonomi Kreatif telah mengklasifikasi ulang sub-sektorengklasifikasi ulang sub-sektor
industri kreatif dari 15 sub-sektor menjadi 16 sub-sektor, yaitu kuliner; arsitektur; desain
industri kreatif dari 15 sub-sektor menjadi 16 sub-sektor, yaitu kuliner; arsitektur; desain
produk; desain interior; desain komunikasi visual; film, animasi dan video; musik; fesyen;
produk; desain interior; desain komunikasi visual; film, animasi dan video; musik; fesyen;
seni pertunjukan;
seni pertunjukan; games games dan aplikasi; kriya; radio dan televisi; seni rupa; periklanan; dan aplikasi; kriya; radio dan televisi; seni rupa; periklanan;
fotografi; serta penerbitan.
fotografi; serta penerbitan.
Penilaian mandiri dilakukan dengan menetapkan struktur sistem ekonomi kreatif terdiri
Penilaian mandiri dilakukan dengan menetapkan struktur sistem ekonomi kreatif terdiri
dari elemen, dimensi dan indikator.
dari elemen, dimensi dan indikator.
Ketiganya dapat dijabarkan sebagai berikut:
Ketiganya dapat dijabarkan sebagai berikut:
Elemen
Elemen
Indikator penilaian mandiri terdiri berbagai elemen yang diperlukan kabupaten-kota
Indikator penilaian mandiri terdiri berbagai elemen yang diperlukan kabupaten-kota
untuk bergerak secara sistemik sebagai entitas kreatif baik berskala lokal, regional,
untuk bergerak secara sistemik sebagai entitas kreatif baik berskala lokal, regional,
nasional maupun global. Elemen adalah empat bagian
nasional maupun global. Elemen adalah empat bagian ekonomi kreatif yang mampuekonomi kreatif yang mampu
menggerakan sistem yang lebih baik yaitu:
Subsektor Ekonomi Kreatif
Subsektor Ekonomi Kreatif
Aktor yang Bekerja secaraLangsung
Aktor yang Bekerja secaraLangsung
Tahapan Proses
Tahapan Proses
Kapasitas Daya Ungkit
Kapasitas Daya Ungkit
1
1
APLIKASI
APLIKASI
DAN GAME
DAN GAME
ARSITEKTUR
ARSITEKTUR
DESAIN INTERIOR
DESAIN INTERIOR
FASHION
FASHION
DESAIN
DESAIN
KOMUNIKASI
KOMUNIKASI
VISUAL
VISUAL
DESAIN PRODUK
DESAIN PRODUK
KRIYA
KRIYA
FOTOGRAFI
FOTOGRAFI
FILM, ANIMASI,
FILM, ANIMASI,
D
D
AN VID
AN VIDEO
EO
MUSIK
MUSIK
KULINER
KULINER
PENERBITAN
PENERBITAN
PERIKLANAN
PERIKLANAN
SENI
SENI
PERTUNJUKAN
PERTUNJUKAN
SENI RUPA
SENI RUPA
TELEVISI
TELEVISI
DAN RADIO
DAN RADIO
untuk setiap tahapan proses, yakni: untuk setiap tahapan proses, yakni:
1) PEMERINTAH
1) PEMERINTAH
2) KOMUNITAS
2) KOMUNITAS
3) AKADEMISI
3) AKADEMISI
4)
5
5
TAHAPAN
TAHAPAN
PROSES,
PROSES,
Kelangsungan dalam
Kelangsungan dalam
yakni:
1) KREASI
1) KREASI
2) PRODUKSI
2) PRODUKSI
3) DISTRIBUSI
3) DISTRIBUSI
4) KONSUMSI
4) KONSUMSI
5) KONSERVASI
5) KONSERVASI
2
2
KAPASITAS
KAPASITAS
DAYA
DAYA
UNGKIT
UNGKIT
ke 16 subsektor ekonomi kreatif
ke 16 subsektor ekonomi kreatif
terhadap subsektor ekonomi
terhadap subsektor ekonomi
konvensional yang terdiri atas:
1)
1)
KET
KET
ERK
ERK
AIT
AIT
AN
AN
KE
KE
DEP
DEP
AN
AN
(
(FORWARD LINKAGE
FORWARD LINKAGE
)
)
2) KETERKAITAN
2) KETERKAITAN
KE BELAKANG
KE BELAKANG
(
32
32
P E M E R I N G K A T A N K O T A / K A B U P A T E N K R E A T I F I N D O N E S I A
P E M E R I N G K A T A N K O T A / K A B U P A T E N K R E A T I F I N D O N E S I A
Beberapa kriteria yang perlu diperhatikan dalam proses penilaian mandiri kabupaten/
Beberapa kriteria yang perlu diperhatikan dalam proses penilaian mandiri kabupaten/
kota kreatif melalui empat elemen penilaian di atas antara lain:
kota kreatif melalui empat elemen penilaian di atas antara lain:
Di samping hal-hal positif yang secara bertahap mendukung terbangunnya sistem
Di samping hal-hal positif yang secara bertahap mendukung terbangunnya sistem
ekonomi-industri kreatif, maka pemantauan juga dilakukan atas praktik yang secara negatif
ekonomi-industri kreatif, maka pemantauan juga dilakukan atas praktik yang secara negatif
mengancam terbentuknya sistem ekonomi-industri kreatif, yang dinilai berdasarkan
mengancam terbentuknya sistem ekonomi-industri kreatif, yang dinilai berdasarkan
bobot pengaruhnya.
bobot pengaruhnya.
a
a.. PPeemmaahhaammaannkkoonnddiissii,,kkaarraakk t teerr,,kkoonn te tekkssddaannidideenn t ti t taiassddaassaarr y yaannggmmeennjjaaddii m
mooddaallbbeerrkkeemmbbaannggnn y yaa llaannggkkaahhsseerr t taappeellaakkuukkrreeaa t ti f f.i.
b
b.. ppPPeeeennmmeeaattssaappaann ssttrraatteeggii,, pprriioorriittaass uunngggguullaann,, mmiittrraa kkuunnccii,, ttaarrggeett
a
arraann / / ppeerraannyyaannggddiippiilliihhsseebbaaggaaiivviissiippeennggeemmbbaannggaann
c
c.. PPrrooggrraamm y yaanngg ddiissuussuunn,, ddiisseeppaakkaa t tii,, ddiissoossiiaalliissaassiikkaann ddaann d
diijjaallaannkkaannoolleehhqquuaad d r r uup p l l ee- - hheel l i i x x
d
d.. ekeSiSkoisstontenoemommmipepi--emimainndduanntustastautrriuaiankkrn yyaanngg trtraannssppaarraann atataass ppeenniinnggkkaattaann kkiinneerr ja ja reeaattiif f ddiillaappaannggaann
DIMENSI
DIMENSI
Dimensi merupakan faktor yang menjadi ukuran berfungsinya suatu elemen. Sistem ini Dimensi merupakan faktor yang menjadi ukuran berfungsinya suatu elemen. Sistem ini menguraikan secara rinci dan spesifik terkait dengan 16 subsektor ekonomi kreatif, aktor, menguraikan secara rinci dan spesifik terkait dengan 16 subsektor ekonomi kreatif, aktor, proses serta daya ungkit. Uraian atas dimensi diperlukan untuk menguatkan obyektivitas proses serta daya ungkit. Uraian atas dimensi diperlukan untuk menguatkan obyektivitas penilaian-pemetaan potensi, kendala dan jejaring ekonomi kreatif di masing-masing penilaian-pemetaan potensi, kendala dan jejaring ekonomi kreatif di masing-masing kabupaten/kota.
kabupaten/kota.
Dimensi dari masing-masing elemen yang digunakan untuk penilaian mandiri ini dirinci Dimensi dari masing-masing elemen yang digunakan untuk penilaian mandiri ini dirinci sebagai berikut:
sebagai berikut:
A.
A. DIMENSI SUBSEKTORDIMENSI SUBSEKTOR
EKONOMI KREATIF
EKONOMI KREATIF
•
• Sumber Sumber daya daya manusiamanusia
•
• Bahan Bahan baku fibaku fisik dasik dan nonfisn nonfisikik
•
• IndustrIndustrii
•
• PemPembiayaabiayaann
•
• Akses dAkses dan peran perluasan luasan pasarpasar
•
• InfrastInfrastruktur druktur dan teknan teknologiologi
•
• KeleKelembagmbagaanaan
B.
B. DIMENDIMENSI SI AKTORAKTOR
•
• PemerintahPemerintah
-- Penyediaan suprastrukturPenyediaan suprastruktur
-- Penyediaan infrastrukturPenyediaan infrastruktur
-- KelembagaanKelembagaan
-- Sinergi antaraktorSinergi antaraktor
•
• KomunitasKomunitas
-- Rasio komunitasRasio komunitas
-- Umur komunitasUmur komunitas
-- ProdukProduk
-- AfiliasiAfiliasi
-- Kegiatan (event)Kegiatan (event)
-- Sinergi antaraktorSinergi antaraktor
AKTOR
AKTOR
SUBSEKTOR
SUBSEKTOR
EKONOMI
EKONOMI
KREATIF
KREATIF
•
• AkademisiAkademisi
-- AkademisiAkademisi
-- Perguruan TinggiPerguruan Tinggi
-- Sinergi antaraktorSinergi antaraktor
•
• Pelaku bisnisPelaku bisnis
-- Rasio pelaku bisnisRasio pelaku bisnis
-- Kontribusi ekonomiKontribusi ekonomi
-- Rasio perusahaan bisnis kreatifRasio perusahaan bisnis kreatif
-- Sinergi antaraktorSinergi antaraktor
C.
C. DIMENSI DIMENSI PROSESPROSES
•
• Kreasi:Kreasi:
-- Sumber daya manusiaSumber daya manusia
-- PengetahuanPengetahuan -- InovasiInovasi -- TeknologiTeknologi
-- Infrastruktur dan KeterampilanInfrastruktur dan Keterampilan
-- PembiayaanPembiayaan -- Network Network • • Produksi:Produksi:
-- Sumber daya manusiaSumber daya manusia
-- Bahan bakuBahan baku
-- Standar dan sertifikasi, PengendalianStandar dan sertifikasi, Pengendalian
-- TTeknologi dan eknologi dan manajemenmanajemen
-- Sarana dan PrasaranaSarana dan Prasarana
-- PembiayaanPembiayaan
-- Network Network
-- Kemasan dan labellingKemasan dan labelling
AKTOR
AKTOR
PROSES
•
• Distribusi:Distribusi:
-- Sumber daya manusiaSumber daya manusia
-- Moda distribusiModa distribusi
-- Delivery Delivery produk produk
-- TeknologiTeknologi -- InfrastrukturInfrastruktur -- PembiayaanPembiayaan -- Network Network
-- Pergudangan atau PenyimpananPergudangan atau Penyimpanan
• • Konsumsi:Konsumsi: -- KonsumenKonsumen -- PengetahuanPengetahuan -- UtilitasUtilitas -- TeknologiTeknologi
-- Infrastruktur dan SaranaInfrastruktur dan Sarana
-- PembiayaanPembiayaan -- Network Network -- PemasaranPemasaran • • KonservasiKonservasi
-- Sumber daya manusiaSumber daya manusia
-- Pengetahuan tentang konservasiPengetahuan tentang konservasi
-- Keberlanjutan kreasi/utilitasKeberlanjutan kreasi/utilitas
-- TTeknologi eknologi dan Pengelolaandan Pengelolaan
-- Insfrastrukur, Sarana dan Prasarana MediaInsfrastrukur, Sarana dan Prasarana Media
-- PembiayaanPembiayaan
-- Network Network
-- Diseminasi sebagai cikal bakal (Diseminasi sebagai cikal bakal (seed seed ) inovasi) inovasi