• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Kelayakaan Bisnis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Studi Kelayakaan Bisnis"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

STUDI KELAYAKAN BISNIS

ANALISIS KOMPETITIF POTERS DAN 4 ASPEK MANAJEMEN SDM,FINANCIAL,OPERASIONAL,MARKETING PERUSAHAAN INDUSTRI

ROKOK PT DJARUM Tbk.

Dosen Mata Kuliah : Bpk. Budi Santoso

Di Susun Oleh:

Nama : Tegar Masya Pahara No Reg : 8135101869

Prodi : Pend. Tata Niaga Reg 2010

Ekonomi dan Administrasi Fakultas Ekonomi

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa,oleh karena keba ikanNya,maka penulis dapat mengerjakan dan menyelesaikan paper ini dengan baik dan tepat waktu. Paper ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kulliah Studi Kelayakan Bisnis.

Paper ini berisi tentang analisis industri ditambah dengan manajemen sumber daya manusia,manajemen keuangan,manajemen operasional,dan marketing yang dijalani oleh industri rokok yaitu PT Djarum Tbk.

Oleh sebab itu penulis ingin berterima kasih kepada :

1. Bapak Budi Santoso selaku dosen studi kelayakan bisnis yang telah memberikan penjelasan mengenai hal tersebut

2. Orang Tua,yang tidak henti-hentinya mendukung baik secara material maupun non material

Penulis sadar bahwa dalam penulisan paper ini masih banyak kesalahan yang penulis buat. Untuk itu penulis akan tetap menerima kritik maupun saran untuk dapat akhirnya memperbaiki paper ini menjadi lebih baik. Semoga pada akhirnya nanti,paper ini dapat memberikan informasi kepada para pembacanya.

Jakarta,15 April 2013

(3)

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ... DAFTAR ISI ... BAB I………. Pendahuluan BAB II……… SEJARAH PERUSAHAAN ... PROFILE PERUSAHAAN ... ANALISIS INDUSTRI 1. ANCAMAN PERSAINGAN ... 2. ANCAMAN PENDATANG BARU ... 3. ANCAMAN PRODUK PENGGANTI ... 4. ANCAMAN KEKUATAN PEMBELI ... 5. ANCAMAN KEKUATAN PEMASOK ... MANAJEMEN KEUANGAN... MANAJEMEN OPRASIONAL... 2.1 Teknologi... MANAJEMEN SDM……… ... MANAJEMEN MARKETING 4.1 Promotion ... 4.2 Product ... 4.3 Place ... 4.4 Price ... BAB III

(4)

BAB I PENDAHULUAN

Persaingan industri, adalah persaingan dalam satu industri, tidak hanya satu produk saja. Teknis analisis pesaing, Untuk menganilis industri dan persaingan, ada empat cara yang harusdilakukan:

1. Definisikan pasar sasaran (target market). Mendefinisikan pasar sasaran akan memudahkan perusahaan untuk mengetahui produk atau jasa mana saja yang membidik sasaran yang sama.

2. Identifikasi pesaing langsung. Pesaing langsung adalah perusahaan yang memberikan produk ataupun jasa yang relatif serupa dengan target market yang kurang lebih sama. Identifikasi pesaing langsung akan membantu untuk melihat peta persaingan, posisi perusahaan dibanding pesaing, dan apa yang harus dilakukan untuk memenangkan persaingan.

3. Ketahui kondisi persaingan. Peta persaingan bisa dilihat dengan menggunakan framework Porter Five Forces. Dari situ bisa dilihat daya tarik persaingannya apakah sudah ketat ataupun belum.

4. Penilaian keunggulan kompetitif. Keunggulan kompetitif adalah kemampuan utama yang dimiliki oleh perusahaan yang diyakini sebagai modal untuk memenangkan persaingan.

Porter Five Forces

Porter Five Forces adalah alat ukur yang dikenalkan oleh Michael Porter untuk melihat daya tarik persaingan dalam suatu industri. Ada lima hal yang harus dianalisa untuk melihat daya tarik persaingan.

1. Persaingan dalam industri. Persaingan dalam industri meliputi banyaknya pesaing langsung dalam bisnis yang dijalankan. Banyaknya persaingan di sini dibandingkan dengan faktor kebutuhan masyarakat akan produk ataupun jasa yang ditawarkan. Jika supply sudah terlalu banyak dan melebihi demand yang ada, maka kondisi persaingan sudah sangat ketat.

2. Kekuatan tawar menawar pelaku bisnis yang baru (new entrance). Kekuatan tawar menawar pelaku bisnis yang baru terkait dengan apakah memasuki industri tersebut gampang atau tidak. Apakah ada hambatan yang besar (barrier to entry), misalnya dari sisi investasi, teknologi, orang, pengetahuan, dan lain-lain. Jika hambatan masuknya kecil, kemungkinan

(5)

pemain baru akan masuk juga sangat besar, artinya setiap saat dalam suatu industri akan terjadi persaingan yang sangat ketat.

3. Kekuatan tawar menawar pembeli. Di sini adalah bagaimana pembeli mendapatkan informasi dan penawaran yang beragam dari berbagai produsen. Dengan tawaran yang begitu banyak di pasar, pembeli memang akan mempunyai kekuatan tawar menawar yang lebih besar karena punya cukup banyak pilihan.

4. Kekuatan tawar pemasok. Pemasok dalam hal ini adalah perusahaan yang memberikan bahan-bahan, orang, teknologi, dan lainnya yang menjadi bahan produksi. Pemasok akan memiliki kekuatan besar jika sesuatu yang dipasok merupakan hal penting dan tidak banyak perusahaan yang menyediakan. Tetapi jika banyak perusahaan lain yang menyediakan, kekuatan pemasok menjadi tidak terlalu besar.

5. Kekuatan tawar produk pengganti. Produk pengganti adalah produk lain di luar produk sejenis yang mempunyai fungsi hampir sama dengan produk atau jasa perusahaan yang bisa saling menggantikan. Industri rokok misalnya, produk penggantinya adalah permen karet atau rokok herbal pengganti nikotin. Kekuatan tawar produk pengganti besar jika terdapat harga yang sangat berbeda antara produk utama dengan produk pengganti.

(6)

BAB II PEMBAHASAN

Sejarah Perusahaan

PT. Djarum adalah sebuah perusahaan rokok di Indonesia yang bermarkas di Kudus, Jawa Tengah. Djarum merupakan salah satu dari tiga perusahaan rokok terbesar di Indonesia (dua lainnya adalah Gudang Garam dan HM Sampoerna). Perusahaan ini awalnya bernama Djarum Gramophon, tetapi ketika perusahaan Djarum ini diakuisisi pada tahun 1951 oleh Oei Wie Gwan, ayah dari pemilik sekarang, dia memendekkan namanya menjadi Djarum saja. Wie Gwan memulai usaha Djarum ini dengan tujuh puluh karyawan dan sejak awal ia terus mencengkeram seluruh aspek produksi rokok kretek, rumusan campuran tembakau Djarum tersendiri, campuran cengkeh Djarum tersendiri untuk memastikan bahwa kualitas dari rokok kreteknya berbeda dengan yang lain dan bisa dipertahankan. Perusahaan merek pertama adalah Djarum dan Kotak Adjaib dan awalnya

mereka hanya dijual di wilayah Kudus.

Karena mereka menyadari kebutuhan akan manajemen yang profesional, Wie Gwan putra, Budi dan Bambang menyewanya dengan harga pasar pasar terbaik saat itu dan pada tahun 1970, mereka mendirikan departemen penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan produk tembakau Djarum yang baru sekaligus inovatif. Budi dan Bambang juga melihat bahwa saat itu Indonesia bisa menyediakan pasar yang besar bagi rokok kretek Djarum mereka, bahkan potensi untuk ekspor Djarum lebih besar. Pada tahun 1972, mereka mulai mengekspor eceran rokok kretek lintingan Djarum untuk tembakau di seluruh dunia, dari Jepang ke Belanda dan merek rokok kretek yang paling terkenal di luar Indonesia, dengan jarum gramofon yang terkenal disertai logo sebuah pemandangan di tobacconists yang jauh

dan luas.

Pada pertengahan 1970-an, Budi dan Bambang dengan cepat menyadari bahwa jika mereka ingin tetap berkompetitif, mereka harus mengikuti petunjuk dan mekanisasi Bentoel. Rokok kretek pertama mereka yang dibuat dengan mesin adalah Djarum Filter yang kemudian diluncurkan pada tahun 1976, diikuti pada tahun 1981 oleh Djarum Super, yang pada saat itu menjadi best seller rokok kretek filter Indonesia. Sejauh ini produk mereka termasuk innovativer. Djarum Kretek adalah cerutu pertama di dunia yang dibumbui dengan cengkeh. Pada tahun 1984, perusahaan mengirimkan dua karyawannya ke Kampen Oud pabrik cerutu di Belanda untuk mempelajari seluk-beluk membuat Cigarillos. Butuh beberapa waktu untuk menyempurnakan seni campuran tembakau cerutu dengan cengkeh tetapi akhirnya Djarum mendapatkan formula yang tepat dan memperkenalkan rokok kretek itu kepada publik. Sejarah Perusahaan Djarum Kudus.

(7)

Profil Perusahaan

PT Djarum adalah salah satu perusahaan rokok di Indonesia. Perusahaan ini mengolah dan menghasilkan jenis rokok kretek dan cerutu. Ada tiga jenis rokok yang kita kenal selama ini. Rokok Cerutu (Terbuat dari daun tembakau dan dibungkus dengan daun tembakau pula), rokok putih (Terbuat dari daun tembakau dan dibungkus dengan kertas sigaret), dan rokok kretek (Terbuat dari tembakau ditambah daun cengkeh dan dibungkus dengan kertas sigaret). PT Jarum adalah salah satu jenis perusahaan perseroan yang ada di Indonesia. Namun dahulu PT Jarum adalah sebuah perusahaan perseorangan karna didirikan oleh seorang Oei Wie Gwan. PT. Djarum memiliki, 5 nilai-nilai inti dalam pengembangan perusahan. Nilai-nilai itu adalah .Fokus pada pelanggan, Profesionlisme, Organisasi yang terus belajar, Satu Keluarga, TanggungJawabSosial.

Rokok kretek adalah sebuah produk yang racikannya ditemukan oleh H. Djamhari (Kebangsaan Indonesia) pada tahun 1880 di kota Kudus (Kudus kota keretek). Saat itu H. Djamhari adalah seorang perokok dan ia sering merasa sesak napas. Saat ia menderita sesak, ia menggunakan minyak cengkeh untuk mengobati penyakitnya. Hingga suatu ketika ia mencoba meracik daun tembakau dan bunga cengkeh untuk rokoknya. Alhasil percobaannya tersebut membuahkan hasil dan rokok tersebut disebut kretek karena letupan api yang membakar cengkeh menghasilkan bunyi tek-tek-tek. Perusahaan rokok kretek Djarum berdiri pada 25 Agustus 1950 dengan 10 pekerja. Oei Wie Gwan, mantan agen rokok Minak Djinggo di Jakarta ini, mengawali bisnisnya dengan memasok rokok untuk Dinas Perbekalan Angkatan Darat. Pada tahun 1955, Djarum mulai memperluas produksi dan pemasarannya. Produksinya makin besar setelah menggunakan mesin pelinting dan pengolah tembakau pada tahun 19

(8)

ANALISIS INDUSTRI

1. Ancaman Persaingan

PT Djarum adalah suatu perushaan rokok kretek yang cukup terpandang di masyarakat, yang mempunyai andil yang tidak kecil dalam memainkan peranan penting dalam perkembangan industri, khususnya industri rokok yang tidak lepas dari situasi persaingan

yang semakin sengit.

Menurut pangsa pasar industri rokok indonesia tahun 2011 PT Djarum tbk berada di urutan ke tiga dengan statistik meningkat dengan 2 perusahaan rokok pesaing terberat yakni PT Sampoerna & Gudang garam.

2. Ancaman Pendatang Baru

Dalam suatu industri munculnya pesaing baru merupakan ancaman yang perlu diperhatikan, tetapi di dalam industri rokok di indonesia tidak terdapat pesaing baru yang dapat diperhitungkan sebagai kompetitor yang menimbulkan ancaman bagi perusahaan, perusahaan rokok yang muncul di indonesia merupakan perusahaan kecil dengan pemusatan pada segmen yang relatif kecil, misalnya saja perusahaan rokok Jaya Makmur, Gudang Baru , Suburaman, dan perusahaan-perusahaan rokok lain yang memasuki industri rokok di

(9)

indonesia. Sehingga ancaman masuknya pesaing baru dalam industri rokok di indonesia bagi PT. Djarum Tbk relatif rendah.

3. Ancaman Produk Pengganti

Banyaknya isu tentang efek negatif dari rokok menimbulkan adanya kesempatan dari barang pengganti untuk menjadi pilihan bagi konsumen. Konsumen secara bertahap menggunakan barang pengganti dari rokok walaupun untuk seorang perokok sulit tetapi isu kesehatan menjadi alasan yang kuat untuk memilih barang pengganti. Barang pengganti yang kini cukup diminati konsumen sebagai pengganti rokok antara lain rokok elektrik, rokok cair, permen karet nikotin

4. Kekuatan tawar menawar dari pembeli

Dalam industri rokok di indonesia, perusahaan rokok bersaing dengan memproduksi bermacam-macam jenis produk rokok di berbagai segmen, sehingga terdapat banyak pilihan jenis dan ragam rokok yang dapat dipilih oleh konsumen sesuai selera dan pilihan masing-masing konsumen itu sendiri. Hal ini menjadi suatu yang cukup perlu diperhatikan oleh PT Djarum. Tbk karena dapat disimpulkan kekuatan tawar menawar dari pembeli cukup besar karena tersedianya banyak produk dipasar dari para kompetitor yang menyebabkan konsumen membeli produk lain bila tidak puas dengan produk dari perusahaan.

5. Kekuatan tawar menawar dari pemasok

Perusahaan memiliki tingkat persediaan yang cukup memadai untuk memperkecil dampak yang ditimbulkan oleh naik turunnya ketersediaan bahan baku. Kondisi cuaca sangat mempengaruhi hasil panen bahan baku utama yaitu tembakau dan cengkeh. Risiko ini diatasi dengan kebijakan Perseroan untuk selalu memiliki tingkat persediaan yang mencukupi.

(10)

Pembelian bahan baku setiap tahun dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas, kuantitas, dan harga pasar pada masa panen terhadap tingkat persediaan yang ada dengan tujuan untuk menjaga stabilitas kualitas maupun harga bahan baku yang ada di perusahaan.

I. Analisis Keuangan (Financial)

Analisis keuangan harus dilakukan oleh para pengguna laporan keuangan. Hal ini disebabkan karena dengan menganalisis keuangan para pengguna laporan keuangan baik manajemen, investor, kreditor, pemerintah, bahkan karyawan dapat mengetahui dan mengamati kinerja suatu perusahaan melalui laporan keuangannya.

Analisis laporan keuangan yang dilakukan pada PT Djarum Tbk. menggunakan Laporan Laba Rugi, Neraca, dan Laporan Arus Kas selama periode tiga tahun, yaitu tahun 2008, 2009, dan 2010. Dalam menganalisis kinerja keuangan pada PT Djarum Tbk, perusahaan menggunakan alat-alat analisis berupa analisis vertikal dan horizontal, analisis rasio keuangan, analisis Du Pont, serta analisis sumber dan penggunaan kas (cash flow analysis)

Dari Analisis keuangan ini ada hubungan nya dengan analisis industry atau analisis poters yaitu Barries to entry yaitu Potensi masuk nya pesaing baru. Dimana para pesaing mencari kelemahan pada keuangan PT. Djarum supaya pesaing bisa menyamakan kedudukan dengan perusahaan rokok Djarum.

II. Analisis Produksi/ Operasional 1.Produksi rokok

Dalam departemen produksi untuk pembuatan rokok terbagi atas 3 bagian, yaitu SKT (Sigaret Kretek tangan), SKM (Sigaret Kretek Mesin), dan SPM (Sigaret Putih Mesin). Sedangkan untuk memproduksi rokok dengan mesin memiliki 3 divisi, yaitu Primary, Secondary, dan Pre-Process.

Pembuatan rokok filter di SKM dilakukan secara otomatis dalam satu kesatuan mata rantai produksi. Mesin-mesin pembuat rokok dapat menghasilkan sekitar 6200 batang rokok / menit untuk tiap unitnya. Setiap batang rokok yang tidak memenuhi standard akan dikontrol

(11)

(di-reject) secara otomatis. Batang rokok yang telah siap akan dibungkus dengan 2 tahapan lagi untuk menjamin rasa dan aroma yang tetap baik sampai di tangan konsumen.

Bagian Primary bertugas menghasilkan campuran tembakau, cengkeh, serta saus yang nantinya akan dikirimkan ke bagian Secondary. Blend yang menggunakan cengkeh hanya untuk produksi pada SKM dan SKT, sedangkan pada SPM, yang hasil produksinya dikenal dengan rokok putih, tidak menggunakan cengkeh untuk blend-nya. Untuk saus ini dikirim dan dibuat oleh bagian riset, dimana output pada Primary dikenal dengan istilah TFB (Tobacco Finished Blend). Bagian Primary membuat tobacco finished blend yang beragam, sesuai dengan kebutuhan produksi. Karena tiap produk rokok campurannya berbeda-beda.

Bagian Secondary bertugas menerima tobacco finished blend (campuran cengkeh, tembakau, dan casing) dan membuatnya menjadi rokok hingga pengepackannya.

Bagian pre-process bertugas membuat beberapa kebutuhan material rokok, yaitu filter, CTP, aluminium foil menthol. Pembuatan rokok baik SKT maupun SKM terbagi dalam beberapa tahapan, yaitu pra proses, proses inti, dan finishing.

Dibawah ini adalah bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan rokok. Diantaranya :

1. Bahan baku

Macam-macam bahan baku yang ada di PT. Djarum dibedakan menjadi 3, yaitu tobacco finished blend, bahan baku rokok batangan, bahan baku rokok pak. Tobacco finished blend adalah tembakau pembuatan rokok yang siap pakai, artinya tembakau yang sudah diproses dengan cengkeh, dan saos yang telah siap dibuat rokok.

2. Tembakau

Tembakau (nicotiana tabacum L) merupakan bahan utama dalam pembuatan rokok. Tembakau memiliki berbagai macam jenis yang dapat menghasilkan berbagai kualitas tembakau yang berbeda. Agar pengadaan tembakau tetap stabil dan dapat terkendali dan juga untuk meningkatkan penghasilan petani, PT. Djarum melakukan Pengembangan Tanaman Tembakau Djarum (PTTD) pada beberapa kemitraan tembakau yang dilakukan di Lombok, Bondowoso, Temanggung, dan Bromo.

3. Cengkeh

Cengkeh (Syzigium aromaticum L) merupakan ciri khas dari rokok kretek. Penggunaan cengkeh telah dikenal lebih dari 2000 tahun yang lalu sebagai rempah-rempah, obat, dan bahan dasar dalam industri parfum dan pembuatan kandi. Lebih dari separuh hasil cengkeh di Indonesia untuk kebutuhan bahan baku rokok kretek. Cengkeh diolah dengan

(12)

proses steam terlebih dahulu agar cengkeh mengembang dan keluar aromanya. Setelah itu dilakukan perajangan terhadap cengkeh tersebut. Cengkeh yang dibeli oleh PT. Djarum berbentuk gelondongan.

4. Saus

Tingkat kesulitan untuk meramu saus jauh lebih sulit daripada meramu tembakau. Bahan pembuatan saus merupakan hasil ekstrasi buah-buahan dan bahan yang lain sehingga tercipta suatu saus yang memiliki cita rasa tinggi. Jenis saus ada 2, yaitu casing dan flavor. Casing pemberi rasa pada tembakau yang telah dicampur dan flavor digunakan untuk memberi aroma pada blend.

Untuk bahan baku rokok batangan yang diperlukan antara lain : 1. TFB ( Tobbaco Finished Blend )

TFB merupakan campuran antara tembakau, cengkeh, dan saus yang telah diramu menurut persentasi yang berbeda-beda antara satu produk rokok dengan produk rokok lainnya di bagian Primary sebelum didistribusikan ke bagian Secondary untuk langsung diproduksi.

2. Filter Rod

PT Djarum memproduksi sendiri filternya, bahkan memproduksi untuk anak perusahaannya. Filter yang diproduksi ada 2 jenis, yaitu untuk rokok porous dan non porous. Untuk pembuatannya, PT. Djarum menggunakan mesin KDF yang merupakan buatan Jerman yang memiliki kemampuan 3300 batang/menit untuk filter porous dan 3000 batang/menit untuk filter non porous.Bahan baku untuk pembuatan filter terdiri atas :

1. Acetate Tow

Berupa serat seperti kapas tipis dan tidak terputus dalam satu gulungan berbentuk kubus. Acetate tow diperoleh dengan mengimpor dari Jepang, Jerman, Amerika Serikat.

2. Holmelt

Berupa potongan-potongan kecil berukuran kira-kira 7 mm. Berbentuk kotak dan berwarna kekuningan. Digunakan sebagai lem untuk merekatkan ujung-ujung dari plug wrap.

(13)

Merupakan senyawa kimia berupa larutan putih yang digunakan untuk mengeraskan dan menyampaikan acetate tow agar mudah dibentuk dalam rod dan padat.

4. Inner Glue

Berupa larutan yang digunakan sebagai lem untuk merekatkan bagian terhadap acetate tow dengan plug wrap. Inner glue terbuat dari campuran triasetin dan potongan dari acetate tow.

5. Plug Wrap

Merupakan pembungkus filter, berupa kertas putih, dan lebih kuat dari papir dan tahan air. Ada 2 macam plug wrap, yaitu porous untuk pembuatan rokok putih yang berkadar low ”tar” dan non porous untuk pembuatan rokok berkadar high ”tar”. Contohnya, rokok Djarum Super untuk plug wrap non porous dan L.A Lights untuk plug wrap porous.

3. Cigarette paper

Merupakan kertas pembungkus tembakau. Kebutuhan Cigarette paper untuk tiap-tiap produk Djarum berbeda-beda.

4. CTP ( Cork Tipping Paper )

Merupakan kertas pembungkus filter yang rasanya manis berwarna cokelat untuk rokok filter dan putih untuk semua rokok.

5. Cairan pemanis (optional)

Terbuat dari gula dan bahan tambahan lainnya yang tentunya menjadi rahasia perusahaan. Cairan pemanis inilah yang memberi rasa manis pada CTP.

6. Menthol (optional)

Digunakan untuk menciptakan keragaman produk dan juga memenuhi pasar yang selalu merasa tidak pernah puas. Cairan ini diberikan dengan cara menuangkan ke dalam aluminium foil yang digunakan sebagai pembungkus dalam rokok.

7. Lem papir

Digunakan untuk merekatkan CTP dan papir rokok dalam proses pembuatan cigarette rod dalam mesin Cigarette Maker.

8. Tinta

Hanya digunakan dalam pembuatan rokok Djarum Super. Karena papir yang digunakan masih dalam bentuk rokok polos, maka mesin Cigarette Maker dilengkapi printer untuk mencetak logo Djarum dalam papir yang digunakan.

(14)

2.Pemilihan teknologi

PT Djarum menggunakan teknologi mesin yang di beli dari perusahaan HAUNI di Jerman, Mesin buatan HAUNI ini memiliki tiga tahapan pembuatan dan pengepakan rokok kretek filter. Tahap pertama, racikan rokok (tembakau,cengkeh,saus) dimasukan kedalam mesin. Selain itu di sisi lain juga di masukan filter dan kertas sigaret yang telah disiapkan. Setelah itu mesin akan menyatukan bahan-bahan tersebut menjadi sebatgang rokok dengan lem tapioka. Mesin ini memiliki kecepatan kerja kurang lebih 6.300 btng/menit. Hal ini dapat dilihat dan di kontrol lagi dari pengaturan mesin. Mesin ini juga di atur untuk membuat rokok dengan ukuran bawah 79,55 mm dan bagian atas 80mm. Pada tahapan ini rokok juga akan mengalami pengecekan kualitas. Rokok yang gagal akan di pisahkan. Pada mesini ini memiliki sebuah bagian yang akan mengecek ukuran diameter, panjang, bahkan massa rokok. Jadi rokok-rokok yang tidak sesuai dengan standar yang telah di tetapkan tidak akan lewat ke pasaran.

Setelah melewati itu semua, batangan-batangan rokok yang sesuai dengan keinginan akan memasuki tahapan kedua, yaitu tahapan pembungkusan. Pada tahapan ini, operator akan menyiapkan lemabaran-lembaran pembungkus, kertas foil dan juga cukai. Batangan-batangan itu akan di bungkus dengan kecepatan kerja mesin kurang lebih 500bks/menit. Mesin-mesin ini rata-rata memiliki target produksi sebanyak 170.000 bks/hari.

II. Produktivitas SDM

Sumber Daya Manusia adalah salah satu aset yang gerak tumbuhnya merupakan gerak tumbuhan perusahaan. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan kesejahteraan dan kinerja mulai dari karyawan pabrik sampai ke tenaga kerja manajerial.

Lebih dari 50.000 pekerja pabrik berasal dari Kudus, Pati, Rembang, Juwana, dan Semarang. Mereka menempati barak yang tersebar di 40 lokasi di kota Kudus dan sekitarnya untuk memudahkan transportasi para pekerja ke tempat tugasnya.

Penetapan standard upah bagi pekerja borongan dan harian diatur melalui Persatuan Pengusaha Rokok Kudus (PPRK) dengan memperhatikan kemampuan dan kepentingan seluruh anggota serta standard biaya hidup di daerah tersebut. Bagi karyawan disediakan fasilitas kesehatan berupa poliklinik dan layanan KB di setiap lokasi kerja. Perusahaan juga

(15)

melakukan usaha-usaha perlindungan terhadap keselamatan dan kesehatan karyawan dengan program K3nya.

Perekrutan karyawan dilakukan secara profesional dimana analisis kebutuhan karyawan dan penguasaan ketrampilan dilakukan secara sistematis. Pelatihan secara konsisten dan berkesinambungan dilakukan di setiap tingkat dan jabatan. Seperti bagian teknik dan produksi yang diikutsertakan pada pelatihan di Eropa agar lebih menguasai pengelolaan dan pengoperasian mesin-mesin pengolahan dan produksi rokok. Hal yang sama juga berlaku di bagian pemasaran yang mengikutsertakan karyawannya pada lokakarya dan pelatihan di dalam maupun di luar negeri.

Sejumlah SDM PT. Djarum di tingkat manajerial dan Direksi adalah alumnus dari Universitas terkemuka di Indonesia. Dengan pengetahuan manajemen yang ditimba dari Universitas tersebut, ditambah akumulasi pengalaman yang panjang dalam memproduksi rokok kretek memungkinkan PT. Djarum berkembang menjadi lebih profesional.

Karyawan baru seperti operator pria dan wanita harus menempuh masa pelatihan selama 6 bulan. Jika ada yang tidak lulus setelah menjalani pelatihan selama 6 bulan pertama, maka karyawan tersebut diberi kesempatan pelatihan selama 6 bulan lagi. Setelah itu barulah diangkat menjadi karyawan tetap.

Dalam kaitannya dengan sistem produksi, yang dimaksud tenaga kerja adalah orang-orang yang terlibat dalam proses produksi yang menggunakan tenaga dan pikirannya untuk melakukan proses produksi. Tenaga kerja merupakan salah satu aset produksi. Berdasarkan pembayaran gaji, pada PT. Djarum tenaga kerja dapat dibagi menjadi 2, yaitu :

1. Staff

Yaitu mereka yang bekerja pada PT. Djarum dengan cara pembayaran gaji bulanan. Yang termasuk dalam golongan ini adalah operator, teknisi, Unit Head, staff QC, staff pre-process, dan staff administrasi.

2. Non-staff

Yaitu mereka yang bekerja pada PT. Djarum berdasarkan banyaknya produksi yang dihasilkan ataupun waktu kerjanya. Yang termasuk dalam golongan ini adalah pekerja harian, borong, pengawas produksi/gudang, bagian geledah, cleaning service, operator harian.

Untuk mendukung keefektifan dan keefisienan kerja, PT. Djarum menetapkan jadwal kerja, antara lain :

 Kategori Netral

1 Senin – Jumat 07.00-16.00 2 Sabtu 07.00-12.00

(16)

 Kategori Shift

Sedangkan untuk proses produksi sendiri berjalan 24 jam dan dibagi menjadi 3 shift, yaitu sebagai berikut :

Shift 1 06.00-14.00 Shift 2 14.00-22.00 Shift 3 22.00-06.00

Tiap operator akan mendapatkan permenggantian shift setiap 1 minggu dengan urutan A-C-B. Untuk waktu istirahat diberikan toleransi antara pukul 12.00-14.00 selama 1 jam untuk staff, sedangkan untuk non staff diberikan waktu antara pukul 12.00-13.00. Hal ini dilakukan secara bermenggantian untuk menjaga kelancaran proses produksi.

Untuk menjamin kesehatan, karyawan yang termasuk karyawan bulanan akan mendapatkan jaminan kesehatan istri sampai dengan anak ketiga sebesar 90 %. Sedangkan untuk diri sendiri, jaminan kesehatan yang diberikan sebesar 100 %. Khusus bagi karyawan wanita tidak mendapatkan jaminan kesehatan untuk suami dan anak (dibawah sudah ada). Untuk non-staff akan diberikan fasilitas poliklinik gratis dan apabila mengalami rawat inap di Rumah Sakit akan mendapat mengganti sesuai dengan golongan. PT. Djarum juga bekerja sama dengan apotik dan dokter di Kudus untuk mendukung kesehatan karyawannya.

Untuk kesejahteraan karyawan, perusahaan telah menyediakan berbagai macam fasilitas antara lain : a. Kantin b. Mushola c. Koperasi d. Poliklinik

IV. Analisis Marketing

PT Djarum adalah suatu perusahaan rokok kretek yang cukup terpandang di masyarakat yang mempunyai andil yang tidak kecil dalam memainkan peranan penting dalam perkembangan industri, penyerapan tenaga kerja dan pendapatan Negara Indonesia.

Kehidupan industri rokok di Indonesia tidak lepas dari situasi persaingan dalam bidang pemasaran yang makin sengit. Perusahaan rokok PT Djarum melakukan kegiatan Marketing Mix untuk mencapai penjualan yang diinginkan. PT Djarum memproduksi rokok jenis kretek. Pemasaran rokok

(17)

kretek produksi PT Djarum mencakup ke seluruh daerah di Indonesia, Proses pemasaran produk PT Djarum menggunakan strategi bauran

pemasaran (marketing mix). Aplikasi bauran pemasaran itu diwujudkan Pt Djarum dengan beraneka ragam produk

Keaneka ragaman produk tadi memiliki merek (brand name) yang berbeda satu sama lainya. Perbedaan itu juga terlibat nyata pada bentuk pemasaran. Unsur kedua dari bauran pemasaran adalah harga (price) harga dari masing- masing produk berbeda antara satu merek dengan merek lain. Ten Mild misalnya lebih murah dari L.A Light m.aupun Djarum Super 16 serta Djarum Super 12. Sementara itu tempat pemasaran (place) diorientasikan pada kios – kios rokok dan pengasong. Kios rokok untuk mereka yang membeli ddalam ukuran bungkus, sedangkan pengasong ditujukan kepada pembeli eceran.

Sedangkan kegiatan promosi (promotion) yang meliputi kegiatan periklanan, penjual langsung (personal selling) sales promotion dan publicity dan public relation. Untuk kegiatan periklanan lebih ditujukan kepada pemakai (perokok). Sehingga kegiatan periklanan dilakukan oleh PT Djarum Pusat yang berada di Jakarta dengan menggunakan media masa.

Hal yang sama juga dilakukan pada aktivitas sales promotion dan kehumasan serta publisitas. Kegiatan kehumasan dan publisitas seperti mensponsori kegiatan olah raga dan pemberian beasiswa dilakukan oleh kantor pusa perwakilan. Sementara itu kegiatan personal selling (penjualan langsung) lebih banyak menjadi tugas team pemasaran didaerah-daerah. Hal ini disebabkan tenaga pemasar didaerah yang lebih banyak berhubungan dengan kios-kios rokok dan pengasong..

Produk yang di tawarkan

Dari lokal menuju pasar global. Demikianlah produk-produk Djarum tersebar di seluruh pelosok Nusantara dan kemudian mengembangkan sayap untuk mendunia. Kualitas produk, kelengkapan jenis produk untuk mengantisipasi keragaman selera konsumen, serta jaringan distribusi yang terintegrasi adalah modal utama yang mengkokohkan keberadaan Djarum di berbagai belahan dunia. Inilah produk-produknya sebagai berikut :

Produk Domestik `  Djarum Super 12  Djarum Super 16  L.A Lights 12  L.A Lights 16

 L.A Menthol Lights 12  L.A Menthol Lights 16  Djarum Coklat

(18)

 Djarum Cigarillos (cerutu)  Djarum 76

 Djarum Black

 Djarum Black Cappucino  Djarum Mezzo

 Djarum Black Tea

Produk Internasional  Djarum Super 12’s  Djarum Super 20’s  Djarum Lights 20’s  Djarum Filter Deluxe  L.A Lights 16’s

 L.A Menthol Lights 16’s  Djarum Special 12’s  Djarum Special 20’s

 Djarum Special 20’s (International Pack)  Djarum Special Lights 20’s

 Djarum Special Lights 20’s (International Pack)  Djarum Special Menthol 20’s

 Djarum Special Menthol 20’s (International Pack)  Djarum Bali hai

 Djarum Splash  Djarum Black 20  Djarum Black 10

 Djarum Clove Cigarillos  Gold Seal Sumatra  Djarum Vanilla  Djarum Cherry  Dos Hermanoz

(19)

Place (Tempat)

Produk-produk Djarum didistribusikan ke seluruh pelosok Indonesia dan mancanegara melalui jaringan distribusi terpadu dan terkomputerisasi yang dibangun untuk memberikan pelayanan profesioanl dan tepat waktu kepada para pelanggan.

1. Pasar Nasional

Distribusi pasar nasional dikelola oleh 3 perusahaan, yaitu :

1.1 PT. Anindita Multiniaga Indonesia untk wilayah Jawa Timur, Sulawesi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Bali, Nusa Tenggara, dan Irian.

1.2 PT. Lokaniaga Adipermata untuk Jawa Tengah dan Jawa Barat

1.3 PT. Adiniaga Sentrapersada untuk wilayah Jabotabek, sebagian Jawa Barat, Sumatera serta Kalimantan Barat.

2. Pasar Mancanegara

Distribusi ekspor dilakukan oleh eksportir di pasar-pasar strategis seperti Amerika Serikat, Kanada, Belanda, Belgia, Jepang, Australia, Saudi Arabia, dan negara-negara ASEAN. Disamping itu, produk-produk Djarum juga didistribusikan ke Timur Tengah, Rusia, Eropa Timur, dan Timur jauh.

Ekspor Djarum yang telah dilakukan sejak tahun 1973, dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan yang sangat pesat. Pada tahun 1996 volume penjualan mencapai 450 juta batang/tahun. Akhir tahun 1999, angka penjualan sudah mencapai rata-rata 1.1 milyar batang/tahun.

(20)

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

Dari hasil analisis yang telah dibuat maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut : 1. Ancaman persaingan di industry rokok serta pendatang baru tidaklah terlalu

mengkhawatirkan karena tidak mengganggu pendapatan PT.Djarum, Namun perlu diperhatikan peningkatan perusahaan sejenis dari tahun ke tahun.

2. Tidak adanya barang pengganti yang dapat mengancam industri rokok, karena barang pengganti yang ada dinyatakan gagal menahan laju industri rokok

3. Kekuatan daya pembeli yang mencakup semua kalangan sehingga menstabilkan daya beli masyarakat terhadap produk djarum

4. Kekuatan daya pemasok yang harus diperhatikan apabila sewaktu-waktu ada perubahan karena harga bahan baku rokok tersebut

5. Jumlah SDM yang sudah cukup memadai dapat mengakomodir seluruh proses produksi,pemasaran dan lainnya sesuai dengan divisi yang telah dibentuk

6. Keuangan yang sudah tersistem dengan baik dan sudah maju

7. Divisi yang telah ada cukup untuk membuat djarum menjadi lebih baik lagi dan lebih produktif

8. Marketing yang telah dilakukan telah menarik banyak minat konsumen

B. Saran

1. Mempertahankan kualitas barang produksi sehingga tidak ada perubahan rasa yang akan berpengaruh pada selera konsumen

2. Lebih sering mengadakan event dan pameran-pameran untuk menarik minat konsumen serta melakukan banyak kegiatan sosial agar konsumen merasa bahwa PT. Djarum adalah perusahaan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan mendapatkan kesan baik dimata masyarakat

3. Berhati-hati terhadap para pesaing dalam industry rokok karena apabila PT Djarum lengah maka bisa jadi sebuah peluang bagi perusahaan industry rokok lainnya untuk merebut pasar.

(21)

Referensi

Dokumen terkait

Window Menu Utama digunakan untuk mengoperasikan program aplikasi Database Kualitas Air Limbah Rumah Sakit yang terdiri dari modul untuk input data, modul view data, modul

Pada awalnya toko Le Galleria juga sudah mulai menjual produk-produk Apple lewat internet dengan melalui beberapa forum internet yang bisa dibilang cukup besar penggunanya..

Pada tahun 2010, Kecamatan Muara Bulian merupakan wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk yang ter tinggi di wilayah Kabupaten Batang Hari yaitu 128 jiwa per km 2. Kondisi

Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan agregasi detail informasi produk dari banyak toko aplikasi mobile yang multi platform kedalam

Adapun judul dari Laporan Akhir ini adalah “ Perencanaan Jembatan Rangka Baja Air Pedado Kelurahan Kramasan Kecamatan Kertapati!. Palembang Provinsi Sumatera

Menurut hasil penelitian dan pembahasan perhitungan uji anava satu jalan dengan sel tak sama dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Think Pair Share, model

Kuliah pada tingkat SO dan SI terhadap setiap kelompok yang terdiri dari sebanyak-banyaknya 40 orang mahasiswa selama 1 semester, 1 jam tatap muka per minggu ditambah 1 jam

Mengembalikan seluruh biaya selama pendidikan yang telah dikeluarkan Pemerintah, dikarenakan mengundurkan diri, diberhentikan dengan hormat maupun tidak hormat