• Tidak ada hasil yang ditemukan

REKOMENDASI PENGGUNAAN ECLIPSECROSSWORD PUZZLE CREATION PADA MATA PELAJARAN TIK MENURUT HASIL ANALISIS BIMBINGAN DAN KONSELING

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "REKOMENDASI PENGGUNAAN ECLIPSECROSSWORD PUZZLE CREATION PADA MATA PELAJARAN TIK MENURUT HASIL ANALISIS BIMBINGAN DAN KONSELING"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

REKOMENDASI PENGGUNAAN ECLIPSECROSSWORD PUZZLE CREATION

PADA MATA PELAJARAN TIK

MENURUT HASIL ANALISIS BIMBINGAN DAN KONSELING

Suhas Caryono

1

, Es Triyanto

2

1 ,2

SMA Negeri 8 Purworejo

1 ,2

Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah

E-mail:

1

suhascaryono@yahoo.co.id,

2

tatto_wl@yahoo.co.id

ABSTRAK

Mata Pelajaran TIK memiliki karakteristik sebagai mata pelajaran yang membutuhkan tingkat kemampuan

menghafal yang tinggi. Strategi pembelajaran Teka Teki Silang (TTS) adalah bagian dari salah satu strategi

pembelajaran aktif atau active learning yang berakar di model pembelajaran konstruktivisme. Pembelajaran

model tersebut dirasa cocok jika diterapkan untuk materi-materi hafalan, demikian pula pada materi mata

pelajaran TIK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesulitan peserta didik dalam menghafalkan

berbagai komponen dan istilah yang ada dalam mata pelajaran TIK serta metode pembuatan materi

pembelajaran menggunakan metode Teka Teki Silang (TTS) secara manual maupun menggunakan

EclipseCrossword Puzzle Creation. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa sebanyak 15 peserta didik atau 50%

sampel menyatakan sulit menghafalkan berbagai komponen dan istilah dalam mempelajari materi mata

pelajaran TIK. Sebanyak 25 peserta didik atau 83,33% dari sampel menyatakan penggunaan Teka Teki Silang

(TTS) perlu untuk dicoba. Pembuatan materi pembelajaran menggunakan metode Teka Teki Silang (TTS) yang

cukup menyita waktu dapat dipecahkan dengan penggunaan software Eclipse Crossword Puzzle Creation.

Berbagai kelebihan dari penggunaan metode Teka-teki Silang (TTS) merupakan salah satu alternatif metode

yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran TIK.

Kata Kunci: EclipseCrossword Puzzle Creation, mata pelajaran TIK

1.

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

Mengajar bukan semata persoalan menceritakan

dan belajar bukan merupakan konsekuensi otomatis

dari penuangan informasi ke dalam benak peserta

didik, belajar merupakan keterlibatan mental dan

kerja peserta didik sendiri, penjelasan dan

pemeragaan semata tidak akan membuahkan hasil

belajar yang optimal, karenanya diperlukan suatu

strategi yang dapat mendukung atau meningkatkan

keberhasilan dalam proses pembelajaran.

Dalam konteks pembelajaran strategi dapat

dikatakan sebagai pola umum yang berisi tentang

rentetan kegiatan yang dapat dijadikan pedoman

(petunjuk umum) agar kompetensi sebagai tujuan

pembelajaran dapat tercapai secara optimal

(Sanjaya, W, 2006). Ketika memilih suatu strategi,

hendaknya dapat mengajak peserta didik untuk

belajar secara aktif. Ketika peserta didik pasif atau

hanya menerima pelajaran dari guru, ada

kecenderungan untuk cepat melupakan pelajaran

yang telah diberikan (Zaini, H., dkk. 2008).

Strategi merupakan suatu rencana tentang

cara-cara pendayagunaan dan penggunaan potensi dan

sarana yang ada untuk meningkatkan efektifitas dan

efisiensi (Slameto, 1991). Dalam dunia pendidikan,

strategi diartikan sebagai a plan, method, or series of

activities, designed to achieves a particular

aducational goal. Sehingga strategi pembelajaran

dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi

tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk

mencapai tujuan pendidikan tertentu. Strategi

pembelajaran berperan penting dalam menyikapi

berbagai perubahan di segala aspek terutama bidang

pendidikan sejalan dengan tuntutan zaman.

Mata Pelajaran TIK memiliki karakteristik

sebagai pelajaran yang membutuhkan tingkat

kemampuan menghafal yang tinggi. Baik itu ketika

mempelajari pembahasan mengenai

kompoten-komponen komputer maupun berbagai istilah-istilah

yang dikembangkan dalam bahasa pemrograman.

Apalagi nama dan istilah tersebut biasanya

menggunakan bahasa asing (bahasa Inggris)

sehingga perlu penyesuaian yang cukup lama bagi

peserta didik.

Peserta didik yang baru saja mulai belajar TIK

akan dihadapi dengan berbagai istilah bahasa Inggris

biasanya akan sangat tertarik, pengalaman

belajarnya masih baru sehingga ia senang dan puas

dengan kemampuannya menjelajah teknologi baru

yang akan dikuasainya. Ketika menanjak lebih

mendalam lagi, pengalamannya tidak lagi baru dan

mereka mulai mengalami kesulitan. Pada tingkatan

ini, peserta didik dalam keadaan kurang atau tidak

bersemangat dan memerlukan kegiatan-kegiatan

yang menawarkan penghargaan atas usaha

belajarnya. Salah satu penghargaan yang baik adalah

perasaan puas karena dapat melakukan sesuatu

dengan kata-kata yang diketahuinya (Allen, 1983).

Untuk tujuan ini, Allen menggunakan bahan bacaan

yang disederhanakan dan teka-teki silang untuk

pembelajaran kosakata.

(2)

Strategi pembelajaran Teka Teki Silang (TTS)

adalah bagian dari salah satu strategi pembelajaran

aktif atau active learning yang berakar di model

pembelajaran konstruktivisme. Untuk itu pada

dasarnya, prinsip dari strategi pembelajaran Teka

Teki Silang (TTS) mengikuti prinsip dari

konstruktivisme (Mulyasa, E., 2003). Pembelajaran

tersebut sangat cocok jika diterapkan untuk

materi-materi hafalan pada mata pelajaran TIK.

Masalahnya adalah proses pembuatan teka-teki

silang tersebut memakan waktu yang cukup lama.

Untuk itu penggunaan software EclipseCrossword

Puzzle Creation akan sangat membantu

memecahkan permasalahan tersebut.

1.2

Rumusan Masalah

Permasalahan yang penulis kemukakan dalam

penelitian ini adalah :

a. Bagaimanakah tingkat kesulitan peserta didik

dalam menghafalkan berbagai komponen dan

istilah yang ada dalam mata pelajaran TIK ?

b. Bagaimanakah metode pembuatan materi

pembelajaran Teka Teki Silang (TTS) secara

manual maupun menggunakan

EclipseCrossword Puzzle Creation?

1.3

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penelitian ini disamping bertujuan untuk

menjawab rumusan masalah yang ditetapkan di atas,

juga bermanfaat bagi perkembangan dunia

pendidikan khususnya melalui kolaborasi antara

guru TIK dengan guru BK. Melalui kolaborasi yang

baik guru BK dapat memberikan masukan hasil

analisis data dari peserta didik tentang berbagai

permasalahan pembelajaran TIK kepada guru TIK.

2.

METODE PENELITIAN

2.1

Waktu dan Tempat Penelitian

Peneltian dilaksanakan pada bulan Desember

2012 sampai dengan bulan Januari 2013 di SMA

Negeri 8 Purworejo.

2.2

Subyek dan Sampel Penelitian

Populasi penelitian ini adalah peserta didik SMA

Negeri 8 Purworejo tahun pelajaran 2012/2013.

Sedangkan sampel penelitian yang diambil secara

acak sebanyak 30 orang.

2.3

Teknis Analisis Data

Langkah-langkah yang digunakan dalam

pengolahan data pada penelitian ini secara terperinci

dilakukan sebagai berikut :

a. Mewawancarai sampel penelitian untuk menilai

tingkat kesulitan dalam menghafalkan berbagai

komponen dan istilah dalam mata pelajaran

TIK.

b. Mempelajari metode pembuatan Teka Teki

Silang (TTS) serta menganalisis berbagai

kendala dari berbagai tahapan kegiatan tersebut.

c. Menganalisis penggunaan software

EclipseCrossword Puzzle Creation.

3.

PEMBAHASAN

3.1

Hasil Wawancara Sampel Penelitian

Hasil laporan wawancara layanan bimbingan

konseling bidang belajar terhadap peserta didik

untuk menilai tingkat kesulitan dalam

menghafalkan berbagai komponen dan istilah dalam

mata pelajaran TIK di dapat data sebagai berikut :

Tabel 1. Hasil Wawancara 30 Sampel Penelitian

No Keterangan

Jumlah

Peserta

didik

%

1. Sulit

15

50%

2. Sedang

9

30%

3. Mudah

6

20%

Dari data di atas terdapat 6 peserta didik atau

20% dari sampel mengatakan tingkat kesulitan

tersebut dalam kategori mudah. Setelah dipelajari

lebih seksama disimpulkan bahwa mereka memiliki

kemampuan bahasa Inggris yang baik sampai

dengan tinggi.

Sebanyak 9 peserta didik atau 30% sampel

menyatakan tingkat kesulitan tersebut dalam

kategori sedang. Sedangkan tingkat kemampuan

bahasa Inggris mereka dalam kategori sedang

sampai baik.

Sebanyak 15 peserta didik atau 50% sampel

menyatakan tingkat kesulitan tersebut dalam

kategori sulit. Kemampuan bahasa Inggris mereka

beragam dari rendah, sedang, baik maupun tinggi.

Jadi unsur bahasa bukan sebagai penyebab

utama tingkat kesulitan dalam menghafalkan

berbagai komponen dan istilah dalam mata

pelajaran TIK. Tetapi lebih dikarenakan pada

metode pembelajaran yang perlu bervariasi. Ketika

peneliti menawarkan alternatif penggunaan Teka

Teki Silang (TTS) sebanyak 25 peserta didik

(sampel) atau 83,33% menyatakan perlu untuk

dicoba.

3.2

Pembuatan Teka-teki Silang (TTS) dan

Berbagai Kendala yang dihadapi.

Untuk menghasilkan teka-teki silang berbasis

teks yang sesuai dengan kurikulum dengan tingkat

kesukaran yang diinginkan, guru disarankan

membuatnya sendiri (atau bekerja sama dengan

kolega yang mengajar pada tingkatan kelas yang

sama) dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1) Pemilihan bahan dasar

Bahan dasar dari Teka Teki Silang adalah soal

dan jawaban singkat dengan tingkat kesulitan sesuai

dengan kemampuan yang diharapkan dari peserta

didik, dengan tetap perpedoman pada kurikulum

yang berlaku.

2) Pembuatan rumpang

Ada dua cara untuk menentukan kata yang

akan dihapus yang nantinya akan menjadi rumpang,

(3)

yakni : (a) dengan rumus tertentu, misalnya setiap

kata kesekian, katakanlah kata kelima (makin

banyak rumpang dalam satu teks makin tinggi

tingkat kesulitannya) ; dan (b) menentukan jenis

kata yang akan dihapus. Perlu dicatat bahwa

sekurang-kurangnya satu kalimat pertama (dari teks

bacaan) harus dibiarkan utuh. Dengan kata lain

tidak boleh ada rumpang pada kalimat pertama. Ini

dimaksudkan agar peserta didik lebih mudah

mendapatkan gambaran umum teks bacaan. Hal lain

yang perlu diingat bahwa sebelum menghapus

kata-kata yang sudah ditentukan (sebut kata-kata kunci),

salinlah kata-kata tersebut di kertas lain agar Anda

lebih mudah memindahkannya ke kotak-kotak yang

akan disediakan kemudian.

3) Pembuatan kotak-kotak

Buatlah kotak sebanyak-banyaknya, kalau

perlu penuhi satu halaman kertas dengan

kotak-kotak. Jika anda menggunakan komputer, klik tabel

tentukan berapa kolom dan baris, dan hasilnya

seperti gambar 1.

Gambar 1. Kotak Soal

4) Penulisan konsep

Selanjutnya kita menulis kata-kata kunci pada

kotak-kotak yang tersedia. Misalnya jika teks dan

kata-kata kunci yang disiapkan adalah : (a) Copy,

(b) Cursor, (c) Keyboard, (d) Bite, (e) Undo dan (d)

Print. Maka konsepnya dapat berbentuk seperti

pada gambar 2.

Gambar 2. Penulisan Konsep

5) Perbaikan dan penulisan kembali

Sebelum kata-kata kunci ditulis kembali pada

kotak-kotak yang baru, baca dan periksalah konsep

terlebih dahulu dan buatlah perubahan semestinya,

misalnya dengan mengganti kata tertentu atau

mengubah posisi dari ‘menurun’ menjadi

‘mendatar’ atau sebaliknya. Setelah ditulis kembali,

hasilnya sudah berbentuk teka-teki silang seperti

berikut ini. Perhatikan, ada kotak yang dihilangkan

karena tidak dibutuhkan lagi, dan ada pula yang

dihitamkan karena tidak dibutuhkan untuk

penulisan kata-kata kunci, namun dibutuhkan untuk

keindahan teka teki silang itu sendiri. Lihat gambar

3.

Gambar 3. Perbaikan

6) Finalisasi

Hapus isi dan tuliskan nomor soal. Perhatikan

bahwa rumpang pada teks tidak kelihatan karena

diganti dengan kata-kata seperti ‘1 menurun, 2

mendatar, dan semacamnya. Sedangkan

pertanyaannya ditaruh pada bagian luar disekitar

teka-teki silang (TTS). Seperti terlihat pada gambar

4.

Gambar 4. Finalisasi

Kedala yang dihadapi adalah tahapan proses

pembuatan Teka Teki Silang (TTS) dengan cara

manual. Rumit dan alokasi waktu yang dibutuhkan

(4)

cukup besar. Hal ini menyebabkan guru kurang

tertarik untuk menggunakan metode ini. Selain itu

tidak semua guru suka bekerja dalam ketelitian

yang cukup lama.

3.3

Pembuatan Teka-teki Silang (TTS) dengan

Menggunakan Software Eclipse

Crossword Puzzle Creation

Tahapan pembuatan teka-teki silang (TTS)

dengan menggunakan software Eclipse Crossword

Puzzle Creation adalah sangat mudah sekali.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

1) Buka software Eclipse Crossword Puzzle

Creation.

Gambar 5. Tampilan Muka

Setelah membuka software Eclipse Crossword

Puzzle Creation akan terlihat seperti tampilan pada

gambar 5. Pilih I would like to start a new

crossword kemudian pilih Next untuk memulai

pembuatan Teka Teki Silang (TTS). Kemudian

tekan tombol Next.

2) Maka akan masuk pada step 1 (lihat gambar 6)

pilihlah Let me create a word list from scratch

now kemudian pilih Next.

Gambar 6. Memulai Pembuatan

3) Masuk pada step 2 (lihat gambar 7), langkah

berikutnya masukkan jawaban pada kotak di

bawah tulisan Word dan soal pada kotak di

bawah tulisan Clue for this word. Pilih Add

word to list. Lakukan terus sampai soal dan

jawaban telah ditulis semua. Jika merasa yakin

telah selesai mengisikan tekan tombol Next.

Maka akan muncul Do you want to save this

word list for the future use before continuing ?

pilih Yes kemudian pilihlah tempat menyimpan

file tersebut.

Gambar 7. Pengisian Soal

4) Muncul Step 4 (lihat gambar 8) pada tahapan

ini kita boleh menuliskan nama file dan

pembuat filr atau jika tidak langsung pilih Next.

Gambar 8. Penamaan File

5) Masuk ke step 4 (lihat gambar 9), tentukan

banyak kotak yang akan dipergunakan. Ketik

jumlah kotak kemudian tekan Next.

(5)

Gambar 9. Pemilihan Jumlah Kotak

6) Pekerjaan selesai.

Gambar 10 memperlihatkan proses pencetakan,

tombol Next jika ingin mencetak.

Gambar 10. Proses Selesai

7) Untuk menyimpan pilih Save crossword,

sedangkan untuk mencetak pilih Print

crossword.

Dari pembahasan di atas terlihat betapa

mudahnya membuat media pembelajaran Teka Teki

Silang (TTS) dengan menggunakan software

EclipseCrossword Puzzle Creation.

3.4

Berbagai kelebihan dari Software Eclipse

Crossword Puzzle Creation

Dari hasil kajian literasi penggunaan Teka Teki

Silang (TTS) khususnya Software Eclipse

Crossword Puzzle Creation memiliki kelebihan

sebagai berikut :

a. Mengisi teka teki silang merupakan kegiatan

yang digemari anak (remaja). Mereka

menganggapnya sebagai permainan. Rose dan

Nicholl (1997) mengatakan bahwa bermain

adalah bagian yang penting dari pengalaman

belajar.

b. Bahan dasar teka-teki silang dapat dipilih

berdasarkan kurikulum yang berlaku dan

tingkat kemampuan peserta didik. Sebagai

contoh, kalau seorang guru menerapkan

kurikulum berbasis kompetensi, misalnya

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP),

maka ia dapat memilih satu teks narasi,

deskripsi, anekdot, atau yang lainnya

(Depdiknas, 2003)

c. Pada teka-teki silang yang tingkatannya rumit

peserta didik diberi kesempatan untuk bekerja

baik secara individual maupun kelompok.

Kerja kelompok juga meningkatkan

kompetensi sosio kultural seperti

mengemukakan pendapat, menerima pendapat

orang lain, menolak pendapat orang lain

dengan sopan, dan kompetensi-kompetensi

lainnya. Kerja kelompok juga adalah salah satu

pendukung pendekatan kontekstual dengan

istilah ‘masyarakat belajar’ (Johnson, E.B.,

2002).

d. Software Eclipse Crossword Puzzle Creation

dapat dimiliki secara gratis melalui situs

pendidikan di internet. Serta memiliki kapasitas

file software yang sangat kecil sehingga tidak

memberatkan kerja komputer.

e. Kelebihan lainnya adalah soal yang diberikan

dapat berupa jawaban satu kata saja tetapi

dapat juga beberapa kata seperti contoh :

Internet Explorer, penulisannya tetap

menggunakan spasi.

3.5

Penggunaan Software Eclipse Crossword

Puzzle Creation pada Pembelajaran TIK

Melihat betapa mudahnya penggunaan software

Eclipse Crossword Puzzle Creation maka seharusnya

tidak ada lagi keengganan guru TIK untuk

mempraktekan alternatif pembelajaran

menggunakan teka-teki silang (TTS).

Dari berbagai materi TIK yang ada, hampir

setiap materi mengangkat hal baru bidang teknologi

dengan memberikan banyak tugas bagi peserta didik

untuk menghafalkan beberapa istilah yang agak

kurang terbiasa didengar (kurang familier) oleh

peserta didik.

Penggunaan teka-teki silang (TTS) yang sifatnya

menyenangkan (fun) merupakan alternatif lain dari

motode pembelajaran yang sering dilakukan oleh

guru yaitu ceramah. Walaupun penggunaan ceramah

merupakan metode klasik yang paling efektif untuk

kegiatan pembelajaran tetapi perlu pula ada

alternatif penggunaan metode lainnya agar siswa

tidak merasa bosan.

4.

KESIMPULAN

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa

sebanyak 15 peserta didik atau 50% sampel

menyatakan sulit menghafalkan berbagai komponen

dan istilah dalam mata pelajaran TIK. Sebanyak 25

peserta didik atau 83,33% dari sampel menyatakan

perlu untuk dicoba penggunaan Teka Teki Silang

(TTS). Kendala berupa penggunaan waktu yang

(6)

cukup tersita dalam membuat materi pembelajaran

menggunakan metode Teka Teki Silang (TTS) dapat

dipecahkan dengan penggunaan software Eclipse

Crossword Puzzle Creation. Berbagai kelebihan dari

penggunaan metode Teka Teki Silang (TTS) dapat

dijadikan sebagai salah satu alternatif metode yang

dapat dikembangkan dalam pembelajaran TIK.

PUSTAKA

Anonim. 2003. Kurikulum Tingkat Satuan

Pendidikan (KTSP). Jakarta: Depdiknas

Allen, V.F. 1983. Techniques in Teaching

Vocabulary. Oxford: Oxford University Press.

Johnson, E.B. 2002. Contextual teaching and

Learning, U.S.A.: Library of Congress

Cataloging-in- Publication Data.

Rose, C. dan Nicholl, M. 1997. Accelerated

Learning for the 21st Century. New York:

Delacotte Press.

Sanjaya,

W. 2006. Pembelajaran Dalam

Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi.

Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Slameto. 1991. Proses Belajar Mengajar dalam

Sistem Kredit Semester. Jakarta: Bumi Aksara.

Mulyasa, E. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi,

Konsep Karakteristik dan Implementasi.

Bandung: Remaja Rosdakarya.

Zaini, H., dkk. 2008. Strategi Pembelajaran Aktif.

Yogyakarta: Insan Madani

Gambar

Gambar 3. Perbaikan  6)  Finalisasi
Gambar 5. Tampilan Muka
Gambar 9. Pemilihan Jumlah Kotak  6)  Pekerjaan selesai.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah melakukan valuasi ekonomi dampak yang diakibatkan erupsi gunung Merapi terhadap nilai bangunan dan lahan pertanian di kawasan rawan bencana

Biji kedelai yang telah dipapar sinar Gamma ditanam pada media yang telah disiapkan untuk proses penyemaian. Bahan yang digunakan meliputi media tanam siap

jawabar perdata' dari doktcr bettqiuan unnrk mcrnperoleh kompcnsasi atas kerugian yang diderita" disamping uutuk :rnencegph terjadirrya: hal-hal yang tidak diinginkan dari

(1) Untuk pelaksanaan belanja modal atau belanja barang/jasa yang dananya bersumber dari DIPA hasil revisi dan dilaksanakan melalui lelang, pengumuman pada web site dan media

Hasil variasi jumlah blade yang paling optimal adalah dengan menggunakan 7 blade, dimana kapasitas yang dihasilkan lebih besar dari kapasitas base model yaitu 70,14 m 3 /h,

Menurut Nopirin kebijakan moneter adalah tindakan yang dilakukan oleh penguasa moneter (biasanya bank sentral) untuk mempengaruhi jumlah uang beredar dan kredit

ANALISIS PENGGUNAAN KEIGO DALAM LINGKUNGAN KERJA PADA FILM KENCHOU OMOTENASHI KA.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

Berdasarkan hasil temuan data penelitian dapat disimpulkan bahwa kolektivitas geng motor menjadi saluran pembenaran dari perilaku agresi yang ada pada setiap individu