Legiyanto, 2013
Efektivitas Penggunaan E-Learning Berbasis Efront Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran TIK (Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa SMAN 19 Bandung Kelas X Dalam Mata Pelajaran TIK)
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN E-LEARNING BERBASIS EFRONT TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA
PELAJARAN TIK
(Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa Sman 19 Bandung Kelas X Dalam Mata Pelajaran TIK)
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Konsentrasi Kependidikan Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi
Oleh :
LEGIYANTO
0808381
KONSENTRASI KEPENDIDIKAN GURU TIK
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN
JURUSAN KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN
E-LEARNING BERBASIS EFRONT
TERHADAP PENINGKATAN HASIL
BELAJAR SISWA PADA MATA
PELAJARAN TIK
Oleh Legiyanto
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Ilmu Pendidikan
© Legiyanto 2013
Universitas Pendidikan Indonesia Juni 2013
Hak Cipta dilindungi undang-undang.
Legiyanto, 2013
Efektivitas Penggunaan E-Learning Berbasis Efront Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran TIK (Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa SMAN 19 Bandung Kelas X Dalam Mata Pelajaran TIK)
LEMBAR PENGESAHAN
LEGIYANTO 0808381
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN E-LEARNING BERBASIS EFRONT TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA
PELAJARAN TIK
(Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa Sman 19 Bandung Kelas X Dalam Mata Pelajaran TIK)
Disetujui dan disahkan oleh :
Pembimbing I
Dr. Deni Darmawan, M.Si.. NIP. 19711228 199802 1 001
Pembimbing II
Dr. Cepi Riyana, M.Pd. NIP. 19751230 200112 1 001
Mengetahui,
Ketua Jurusan
Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Ketua Prodi Teknologi Pendidikan
Dr. Toto Ruhimat, M.Pd NIP. 19591121 198503 1 001
Legiyanto, 2013
Efektivitas Penggunaan E-Learning Berbasis Efront Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran TIK (Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa SMAN 19 Bandung Kelas X Dalam Mata Pelajaran TIK)
ABSTRAK
Legiyanto (08008381). Efektivitas Penggunaan E-Learning Berbasis Efront Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran TIK (Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa Sman 19 Bandung Kelas X dalam mata pelajaran TIK).
Skripsi Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia, Tahun 2013.
Penelitian ini dilatarbelakangi dari data hasil observasi di lapangan yang memperlihatkan bahwa masih banyak sekolah yang terpaku dengan pembelajaran konvensional dengan metode ceramah yang berpusat pada guru (teacher center), padahal di era teknologi ini banyak alternatif lain agar pembelajaran tidak hanya dilakukan secara konvensional. Salah satunya adalah dengan menggunakan E-learning. Karena E-learning menjadi salah satu alternatif kegiatan pembelajaran, maka berdasarkan hal tersebut peneliti membuat sebuah media E-learning yang berbasis eFront.
Penelitian ini berusaha menjawab permasalahan penelitian, yaitu “Apakah penggunaan E-learning berbasis eFront efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)?”. Secara lebih rinci rumusan masalah terdiri dari (1) Apakah penggunaan E-learning berbasis eFront lebih efektif dibandingkan dengan penggunaan bahan ajar modul untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada domain kognitif aspek pengingatan (C1) dalam pembelajaran TIK di sekolah pada materi aplikasi pengolah kata?; (2) Apakah penggunaan E-learning berbasis eFront lebih efektif dibandingkan dengan penggunaan bahan ajar modul untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada domain kognitif aspek pemahaman (C2) dalam pembelajaran TIK di sekolah pada materi aplikasi pengolah kata?; (3) Apakah penggunaan E-learning berbasis eFront lebih efektif dibandingkan dengan penggunaan bahan ajar modul untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada domain kognitif aspek penerapan (C3) dalam pembelajaran TIK di sekolah pada materi aplikasi pengolah kata?.
Penelitian ini menggunakan Metode Kuasi Eksperimen dengan desain Non-equivalent Control Group Design bentuk Pretest-Posttest Control Group Design menggunakan kelas eksperimen dan kelas kontrol tanpa penugasan random. Instrumen yang digunakan berupa tes objektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 19 Bandung. Teknik pengambilan sampel yang digunakanyaitu Cluster Sampling.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan terhadap hasil belajar domain kognitif (aspek pengingatan, aspek pemahaman, dan aspek penerapan), antara siswa yang menggunakan E-learning berbasis eFront dengan siswa yang menggunakan modul pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan E-learning berbasis eFront lebih efektif dibandingkan dengan penggunaan bahan ajar modul untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Legiyanto, 2013
ABSTRACT
Legiyanto (0808381st). Effectiveness of E-Learning-Based Efront Against Improved Student Learning Outcomes In Subjects ICT (Quasi-Experimental Study On Students Sman 19 Bandung Class X in ICT subjects).
Essay Department of Curriculum and Technology Education, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia, in 2013.
The background of this research data from field observations which show that many schools are stuck with conventional learning method a teacher-centered lecture (teacher center), but in this technological age many alternatives for learning not only done conventionally. One way is to use e-learning. Because E-learning is an alternative learning activities, and based on that research makes a media-based E-learning eFront. This study sought to answer the research problem, namely "Is the use of E-learning-based eFront effectively to improve student learning outcomes in subjects of Information and Communication Technology (ICT)?". Generally more detailed formulation of the problem consists of (1) Is the use of E-learning eFront based more effective than the use of teaching materials modules to improve student learning outcomes in the cognitive domain of remembering aspects (C1) in the teaching of ICT in schools in a word processing application materials?; (2) Is the use of eFront based E-learning is more effective than the use of modules of teaching materials to improve student learning outcomes in the cognitive domain aspect of understanding (C2) in the learning of ICT in schools in a word processing application materials?; (3) Is the use of eFront based E-learning is more effective than the use of teaching materials to improve the E-learning outcomes of the module students on the cognitive aspects of the application domain (C3) in the learning of ICT in schools in a word processing application materials?.
This study uses a quasi-experiment method to the design of non-equivalent control group pretest-posttest design shape control group design using experimental classes and control classes without random assignment. The instrument used in the form of objective tests. The population in this study were all students of class X SMAN 19 Bandung. The sampling technique used is cluster sampling.
Based on the results of this study concluded that there are differences in the learning outcomes of the cognitive domain (aspects of remembering, understanding of aspects, and aspects of the application), among students who use eFront-based E-learning by students using the modules on the subjects of Information Technology and Communication. The difference suggests that the use of E-learning-based eFront more effective than the use of teaching materials to improve the module learning outcomes of students on the subjects of Information and Communication Technology (ICT).
Legiyanto, 2013
Efektivitas Penggunaan E-Learning Berbasis Efront Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran TIK (Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa SMAN 19 Bandung Kelas X Dalam Mata Pelajaran TIK)
BAB II EFEKTIVITAS PENGGUNAAN E-LEARNING BERBASIS EFRONT TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TIK A. Konsep E-learning ... 11
1. Pengertian E-learning ... 11
2. Fungsi E-learning ... 12
3. Keunggulan dan kekurangan E-learning ... 13
B. Efront ... 14
1. Konsep eFront ... 14
2. Learning Management System Berbasis eFront ... 15
C. Belajar ... 19
Legiyanto, 2013
2. Prinsip-prinsip Belajar ... 21
D. Pembelajaran ... 25
1. Pengertian Pembelajaran ... 25
2. Macam-macam Pembelajaran ... 27
3. Pembelajaran Sebagai Proses Komunikasi ... 27
E. Hasil Belajar ... 28
1. Pengertian Hasil Belajar ... 28
2. Klasifikasi Hasil Belajar ... 29
F. Mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi ... 31
1. Hakikat Pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi ... 31
2. Ruang Lingkup Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi ... 33
3. Tujuan Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi ... 33
4. Karakteristik Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi ... 33
5. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar Teknologi Informasi dan Komunikasi Sekolah Menengah Atas ... 34
G. Asumsi ... 34
B. Lokasi, Populasi, dan Sampel Penelitian ... 41
1. Lokasi Penelitian ... 41
2. Populasi Penelitian ... 41
Legiyanto, 2013
Efektivitas Penggunaan E-Learning Berbasis Efront Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran TIK (Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa SMAN 19 Bandung Kelas X Dalam Mata Pelajaran TIK)
C. Teknik Pengumpulan Data ... 42
D. Instrumen Penelitian ... 43
E. Teknik Pengembangan Instrumen ... 45
1. Uji Validitas ... 45
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Uji Coba Instrumen ... 57
1. Validitas Instrumen ... 57
2. Reliabilitas Instrumen Penelitian ... 61
3. Tingkat Kesukaran Soal ... 62
4. Uji Daya Pembeda ... 63
B. Deskripsi Hasil Penelitian ... 65
1. Hasil Penelitian Berdasarkan Skor Pretest, Posttest, dan Gain Hasil Belajar ... 66
2. Hasil Penelitian Berdasarkan Permasalahan ... 70
C. Analisis Data ... 75
1. Uji Normalitas ... 75
2. Uji Homogenitas ... 77
3. Uji Hipotesis ... 81
D. Pembahasan Hasil Penelitian ... 89
Legiyanto, 2013
A. Kesimpulan ... 96 B. Rekomendasi ... 97
DAFTAR PUSTAKA ... 99
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Legiyanto, 2013
Efektivitas Penggunaan E-Learning Berbasis Efront Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran TIK (Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa SMAN 19 Bandung Kelas X Dalam Mata Pelajaran TIK)
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Seiring berjalanya waktu dan seiring berkembangnya teknologi di era globalisasi, perkembangan teknologi mengalami kemajuan yang sangat pesat. Tuntuan globalisasi cenderung akan mengacu perkembangan teknologi kepada
inovasi dan kreatifitas dalam dunia pendidikan untuk melakukan pembaharuan terhadap pendidikan dan pembelajaran. Adanya inovasi yang akan muncul itu,
diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran, masih sedikit sekali orang yang membicarakan pemecahan masalah mengenai proses belajar yang sesuai dengan tuntutan global pada saat ini. Namun
bila di ditelusuri lebih jauh lagi, salah satu pemecahan masalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah dengan pemanfaatan teknologi
komputer dan internet dalam dunia pendidikan.
Secara langsung maupun tidak langsung perkembangan dunia pendidikan saat ini dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Semakin maraknya bermunculan berbagai produk teknologi yang dapat dipergunakan dalam dunia pendidikan memberikan peluang kepada para pendidik dan praktisi pendidikan untuk berusaha meningkatkan kualitas
metode yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tuntutan global menyeret dunia pendidikan untuk selalu menyesuaikan
perkembangan teknologi terhadap usaha dalam meningatkan mutu pendidikan, terutama penyesuaian penggunaan teknologi informasi dan komunikasi bagi dunia
pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran dan inovasi dalam dunia pendidikan dari pendidikan yang berbasiskan pendidikan konvensional beralih menjadi pendidikan yang
berbasis modern, dari teacher centered menuju student centerd.
Media pendidikan yang saat ini berkembang pesat adalah aplikasi komputer.
Dalam dunia pendidikan, komputer awalnya digunakan sangat terbatas, hanya untuk kegiatan administrasi. Akan tetapi sekarang aplikasi komputer tidak lagi
hanya digunakan sebagai sarana komputasi dan pengolahan kata (word processor) tetapi juga sangat memungkinkan sebagai sarana belajar dengan menggunakan berbagai media yang kita kenal dengan sebutan “multimedia”. Teknologi
komputer berbasis multimedia dimana terdapat unsur suara, gambar, interaktivitas dan kemudahan dalam mengaplikasiannya membuatnya semakin diminati untuk
dijadikan sarana pembelajaran yang selalu siap digunakan. Seseorang kini bisa saja belajar secara mandiri dengan menggunakan komputer tanpa harus didampingi oleh seorang guru. Teknologi pendidikan diharapkan dapat merubah
total peranan guru. Bila sebelumnya peran mereka sebatas sebagai pendidik (educator) dan pengajar (teacher), sekarang berkembang menjadi pelatih,
Legiyanto, 2013
Efektivitas Penggunaan E-Learning Berbasis Efront Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran TIK (Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa Sman 19 Bandung Kelas X Dalam Mata Pelajaran TIK)
pembelajaran haruslah tidak terbatasi oleh ruang dan waktu. Tuntutan untuk memperoleh ketidakterbatasan tersebut dapat terpenuhi jika diimplementasikan
melalui fasillitas yang kita kenal dengan internet. Internet merupakan jaringan
global dimana setiap orang memungkinkan dapat mengakses informasi tanpa
adanya batas ruang dan waktu. Bagi dunia pendidikan, menggunakan internet dengan segala fasilitasnya akan memberikan kemudahan untuk mengakses berbagai informasi terutama materi belajar untuk proses belajar yang secara
langsung dapat meningkatkan pengetahuan peserta didik bagi keberhasilannya dalam belajar.
Hadirnya teknologi internet yang semakin banyak dipakai di segala bidang terutama bidang pendidikan mulai pada tingkat dasar sampai perguruan
tinggi sangat membantu pelaksanaan pendidikan. Namun internet belum dimanfaatkan secara maksimal dalam proses belajar mengajar padahal dengan teknologi internet proses pembelajaran dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun
serta dapat diakses secara berulang ulang. Pembelajaran dengan teknologi
internet tersebut sering dikenal dengan sebutan E-Learning.
Sejalan dengan hal itu Henderson (Renggani, 2008) mengemukakan bahwa
“E-Learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di
tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran
di kelas”. Rosenberg (Rusman, 2010:369) menekankan bahwa “E-Learning
merujuk pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan”. Hal ini senada
“penggunaan internet dalam pendidikan sebagai hakekat E-Learning”. Bahkan
Onno W. Purbo (Rusman, 2010:369) menjelaskan bahwa “istilah e atau singkatan
dari elektronik dalam E-Learning digunakan sebagai istilah untuk segala teknologi yang digunakan untuk mendukung usaha-usaha pengajaran lewat
teknologi elektronik internet”.
Penelitian tentang E-Learning di Universitas Terbuka oleh Ngadiyo (2008) menunjukan E-Learning dirasakan manfaatnya oleh 99% mahasiswa. Manfaat
tersebut mereka rasakan terutama dalam membantu mempersiapkan Ujian Akhir Semester sebesar 64%, memahami materi modul sebesar 52%, menambah
pengetahuan sebesar 39% dan mengerjakan tugas mandiri sebesar 13%. Selain itu hasil penelitian yang dilakukan oleh Rizkal Rachman Sofyan di SMA 6 Cimahi
terhadap efektivitas penggunaan E-Learning dalam pembelajaran mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menyimpulkan bahwa penggunaan program pembelajaran berbasis E-Learning memberikan hasil yang signifikan bila
dibandingkan dengan pembelajaran yang berbasiskan modul.
Bagi dunia pendidikan, E-Learning merupakan suatu potensi dan solusi
dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, akan tetapi proses pembuatan
E-Learning itu sendiri memiliki tingkat kesulitan yang tinggi diantaranya yaitu harus
mengetahui bahasa pemograman seperti php, html, java, dan lainnya serta proses
pembuatannya yang memerlukan waktu yang lama. Namun dengan teknologi
website yang semakin canggih, ada cara yang lebih praktis dan instan dalam
Legiyanto, 2013
Efektivitas Penggunaan E-Learning Berbasis Efront Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran TIK (Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa Sman 19 Bandung Kelas X Dalam Mata Pelajaran TIK)
pengetahuan bahasa pemograman. Pengerjaannyapun memerlukan waktu yang relatif lebih singkat. eFront sendiri merupakan paket software yang diproduksi
untuk kegiatan belajar berbasis internet dan website.
Program E-Learning berbasis eFront menawarkan konsep yang dinamis yang
diasumsikan akan lebih baik dibandingkan dengan hanya mengandalkan keberadaan guru di ruang kelas. Dalam hal ini siswa dapat mempelajari materi pelajaran dimanapun dan kapanpun serta berulang-ulang dengan mengakses
internet. Dengan demikian siswa diharapkan dapat menguasai materi pelajaran
dan hal tersebut sangat menguntungkan siswa, sebab selama ini keberadaan guru
di kelas kebanyakan menyamaratakan kemampuan siswa di mana siswa merupakan kesatuan yang dapat menerima bahan pelajaran dengan kecepatan
yang sama, padahal sesuai kesepakatan para ahli bahwa setiap siswa memiliki perbedaan dalam hal motivasi, bakat maupun intelegensinya.
Sebagai contoh, para guru mata pelajaran TIK SMA Negeri 19 Bandung
masih banyak yang cenderung menggunakan media bahan cetak yaitu buku paket atau modul dengan metode konvensional yang artinya kegiatan belajar
mengajar hanya terpusat pada satu pihak yaitu guru. Padahal, guru bukanlah merupakan satu-satunya sumber belajar, namun merupakan salah satu komponen dari sumber belajar yang disebut orang. Berdasarkan data yang ada di
SMA Negeri 19 Bandung mengenai hasil belajar mata pelajaran TIK kelas 10 semester 1 (satu) dan 2 (dua) tahun pelajaran 2011/2012 (dibulatkan 2 angka
sehingga apabila melihat dari nilai rata-rata keseluruhan untuk mata pelajaran TIK sendiri sudah di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul ”Efektivitas Penggunaan E-Learning Berbasis eFront Terhadap
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran TIK (Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa Sman 19 Bandung Kelas X dalam mata pelajaran TIK)” dengan harapan bisa meningkatkan hasil belajar siswa SMA Negeri 19 Bandung.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan yang dikemukakan di atas,
maka secara umum masalah pokok penelitian ini adalah “Apakah penggunaan
E-learning berbasis eFront efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada mata
pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)?”
Secara terperinci permasalahan penelitian tersebut dirumuskan ke dalam sub-sub pokok masalah sebagai berikut :
1. Apakah penggunaan E-learning berbasis eFront lebih efektif dibandingkan dengan penggunaan bahan ajar modul untuk meningkatkan hasil belajar
siswa pada domain kognitif aspek mengingat (C1) dalam pembelajaran TIK di sekolah pada materi aplikasi pengolah kata?
2. Apakah penggunaan E-learning berbasis eFront lebih efektif dibandingkan
dengan penggunaan bahan ajar modul untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada domain kognitif aspek memahami (C2) dalam pembelajaran
Legiyanto, 2013
Efektivitas Penggunaan E-Learning Berbasis Efront Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran TIK (Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa Sman 19 Bandung Kelas X Dalam Mata Pelajaran TIK)
3. Apakah penggunaan E-learning berbasis eFront lebih efektif dibandingkan dengan penggunaan bahan ajar modul untuk meningkatkan hasil belajar
siswa pada domain kognitif aspek menerapkan (C3) dalam pembelajaran TIK di sekolah pada materi aplikasi pengolah kata?
C. Tujuan Penelitian
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan E-learning berbasis eFront efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Tujuan yang lebih khusus dari penelitian ini adalah :
1) Untuk mengetahui apakah penggunaan E-learning berbasis eFront lebih efektif dibandingkan dengan penggunaan bahan ajar modul untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada domain kognitif aspek mengingat
(C1) dalam pembelajaran TIK di sekolah pada materi aplikasi pengolah kata.
2) Untuk mengetahui apakah penggunaan E-learning berbasis eFront lebih efektif dibandingkan dengan penggunaan bahan ajar modul untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada domain kognitif aspek memahami
(C2) dalam pembelajaran TIK di sekolah pada materi aplikasi pengolah kata.
(C3) dalam pembelajaran TIK di sekolah pada materi aplikasi pengolah kata.
D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk berbagai pihak, di
antaranya:
1. Bagi Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pikiran bagi
program Teknologi Pendidikan dalam mengembangkan disiplin ilmu dan kualitas lulusannya.
2. Bagi Praktisi Pendidikan (Guru)
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam rangka
meningkatkan kualitas belajar mengajar dalam hal ini penyajian materi pelajaran dengan menggunakan media, serta memberikan motivasi dalam mengembangkan kreativitas guru untuk menyusun dan merancang media
pembelajaran, khususnya memanfaatkan teknologi internet, sehingga dapat menjadi motivasi bagi keberhasilan kegiatan belajar siswa.
3. Bagi Siswa
Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran.
4. Bagi Peneliti
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas
Legiyanto, 2013
Efektivitas Penggunaan E-Learning Berbasis Efront Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran TIK (Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa Sman 19 Bandung Kelas X Dalam Mata Pelajaran TIK)
mengembangkan pola pikir yang ilmiah dan sistematis, serta sebagai bentuk
kepedulian dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan.
E. Definisi Operasional
Definisi Operasional dibuat dengan tujuan agar tidak terjadi pemahaman yang
berbeda tentang istilah–istilah yang digunakan dan juga memudahkan peneliti dalam menjelaskan apa yang sedang dibicarakan, sehingga dapat bekerja lebih terarah, maka beberapa istilah perlu didefinisikan secara operasional.
Untuk menghindari perbedaan penafsiran istilah dalam penelitian ini, maka penulis memberikan penjelasan dari istilah-istilah yang digunakan dalam
penelitian ini, yaitu: 1. Efektivitas
Efektivitas disini adalah keberhasilan yang ditunjikan dengan adanya
peningktan hasil belajar siswa dengan menggunakan E-learning berbasis eFront.
2. eFront
eFront merupakan perangkat lunak yang berupa Content Management System
(CMS) yang khusus ditujukan untuk membuat pembelajaran berbasis online atau biasa disebut Learning Management System (LMS). EFront sendiri adalah
perangkat lunak yang bersifat open source yang berarti dapat di unduh secara gratis pada web site resminya serta pengguna bisa merubah atau memodifikasi isi
konten tanpa harus ada batasan atau membayar lisensi terlebih dahulu.
Bahan ajar modul yang dimaksud dalam penelitian ini adalah bahan ajar dalam bentuk modul yang dikemas dalam bentuk konvensional yang dicetak
dalam bentuk fisik. Dimana merupakan suatu unit yang lengkap dan berdiri sendiri dan terdiri atas suatu rangkaian kegiatan belajar yang disusun untuk
membantu siswa mencapai sejumlah tujuan yang dirumuskan secara khusus dan jelas yang berbentuk cetak.
4. Peningkatan Hasil Belajar
Peningkatan hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah terdapatnya perbedaan skor pre-test dan post-test (hasil belajar) pada ranah
kognitif aspek mengingat, memahami, dan menerapkan.
5. Mata Pelajaran TIK
Mata pelajaran TIK merupakan mata pelajaran yang menerapkan teknologi (komputer) sebagai media pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan siswa agar mampu mengantisipasi pesatnya perkembangan teknologi informasi
dan komunikasi saat ini. Dalam penelitian ini pembahasan difokuskan pada pokok bahasan menjelaskan fungsi menu dan ikon pada perangkat lunak pengolah kata
Legiyanto, 2013
Efektivitas Penggunaan E-Learning Berbasis Efront Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran TIK (Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa SMAN 19 Bandung Kelas X Dalam Mata Pelajaran TIK)
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode dan Desain Penelitian
1. Metode Penelitian
Suatu penelitian akan berhasil dengan baik dan dapat
dipertanggungjawabkan jika proses penelitiannya menggunakan metode yang tepat dengan sitematika tertentu. Untuk itu, perlu adanya metode tertentu yang dapat dijadikan sebagai suatu acuan dalam proses penelitan ini.
Metode penelitian merupakan pedoman yang disusun secara sistematis dan logis tentang apa yang akan dilakukan dalam penelitian. Nana Syaodih (2008:52) mengemukakan bahwa metode penelitian merupakan rangkaian cara atau kegiatan
pelaksanaan penelitian yang didasari oleh asumsi-asumsi dasar, pandangan-pandangan filosofis dan ideologis pertanyaan dan isu-isu yang dihadapi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen, karena sesuai dengan permasalahan yang diteliti, dimana tidak melakukan penugasan random, melainkan menggunakan kelompok yang telah
terbentuk (intact group) dalam hal ini kelas-kelas biasa, alasannya apabila pengambilan sampel secara individu dikhawatirkan akan hilangnya suasana
alamiah suatu kelas tersebut.
Metode kuasi eksperimen ini digunakan mengingat karakteristik variabel penelitian yang bersifat ingin mengetahui dan memperoleh informasi terhadap
E-learning berbasis eFront untuk mengetahui hasil belajar siswa mata pelajaran
TIK.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jawaban tentang pengaruh suatu perlakuan, maka terdapat variabel yang mempengaruhi (sebab) dan variabel
yang dipengaruhi (akibat). Seperti yang diungkapkan Sugiyono (2008:60) variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi
tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.
Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas (X) dan variabel
terikat (Y). Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependent (terikat).Variabel bebas
dalam penelitian ini adalah penggunaan E-learning berbasis eFront.Sedangkan variabel terikatnya adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil
belajar aspek pengetahuan, pemahaman dan penerapan. Hubungan antar variabel dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
Tabel 3.1: Hubungan Antar Variabel
Y
X
Hasil Belajar Ranah Kognitif
Penggunaan
Elearning berbasis eFront(X)
X1Y1 Kemampuan Aspek Mengingat (Y1)
X1Y2 Kemampuan Aspek Memahami (Y2)
Legiyanto, 2013
Efektivitas Penggunaan E-Learning Berbasis Efront Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran TIK (Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa SMAN 19 Bandung Kelas X Dalam Mata Pelajaran TIK)
2. Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group
Design bentuk pretest-posttestcontrol group design. Desain ini digunakan untuk
membedakan adanya pretest sebelum perlakuan diberikan, sehingga tingkat
kesetaraan kelompok dapat turut diperhitungkan. Pretest dalam desain penelitian ini juga dapat digunakan untuk pengontrolan secara statistik (statistical control) serta dapat digunakan untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap capaian skor
(gain score).
Jika digambarkan desain penelitiannya sebagai berikut :
Tabel 3.2: Desain Penelitian
Kelompok Pretest Treatment Posttest
Eksperimen O1 X O2
Kontrol O1I Y O2I
Keterangan:
O1 = tes awal pada kelompok eksperimen
O1I= tes awal pada kelompok kontrol
O2 = tes akhir pada kelompok eksperimen
O2I = tes akhir pada kelompok kontrol
Hal pertama yang peneliti lakukan adalah menentukan kelas mana sebagai kelas eksperimen dan sebagai kelas kontrol.Kelas eksperimen ini adalah kelas
yang menggunakan E-learning berbasis eFront.Sedangkan kelompok yang menggunakan modul adalah kelas kontrol.
Sebelum diadakannya perlakuan kedua kelas diberikan pretest. Kemudian dilanjutkan dengan memberikan perlakuan pada kelas eksperimen yang
menggunakan E-learning berbasis eFront dan kelas kontrol yang menggunakan bahan ajar modul.
Kemudian kedua kelas tersebut diberikan posttest, hasilnya lalu
dibandingkan dengan skor pretest sehingga diperoleh gain, yaitu selisih (gain) antara skor pretestdan posttest.
B. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian
1. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 19
Bandung jalan Jl. Ir. H. Djuanda (Dago Pojok).
2. Populasi Penelitian
Populasi dalam suatu penelitian adalah keseluruhan objek yang dijadikan sumber penelitian, mempunyai karakteristik tertentu sebagai objek, atau sasaran penelitian. Hal ini sesuai dengan pendapat Nana Syaodih (2008:250) : “populasi adalah kelompok besar dan wilayah yang menjadi lingkup penelitian”.
Legiyanto, 2013
Efektivitas Penggunaan E-Learning Berbasis Efront Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran TIK (Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa SMAN 19 Bandung Kelas X Dalam Mata Pelajaran TIK)
penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 19 Bandung yang berjumlah 854 orang.
3. Sampel Penelitian
Sampel merupakan sebagian atau wakil populasi yang diteliti.Menurut
Sugiyono (2008:118) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.Sampel yang diambil dari populasi harus betul– betul representatif artinya sampel yang ditetapkan harus mewakili populasi.Tujuan
dari pengambilan sampel adalah menggunakan sebagian objek penelitian untuk memperoleh informasi tentang populasi.
Penentuan sampel berdasarkan kelas disebut Cluster Sampling.Cluster
Sampling merupakan teknik pengambilan sampel berdasarkan kelas-kelas atau
kelompok-kelompok yang sudah ada. Menurut Bungin (2010:113) “Cluster Sampling tidak memilih individu-individu sebagai anggota unit sampel, tetapi
memilih rumpun-rumpun populasi sebagai anggota unit populasi.” Dari sepuluh
kelas yang ada, peneliti telah memilih dua kelas yakni kelas X-C sebagai kelas eksperimen dan kelas X-J sebagai kelas kontrol.
C. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah penting dalam penelitian untuk memperoleh data informasi yang dibutuhkan dalam suatu penelitian. Mengenai
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian dilakukan dengan tes hasil belajar berupa bentuk tes objektif pilihan berganda karena tes objektif
dapat mengungkap tingkat penguasaan siswa terhadap materi bahan ajar yang telah dipelajari. Tes bentuk objektif digunakan untuk mengetahui hasil belajar
ranah kognitif siswa pada aspek memahami dan menerapkan. Bentuk tes hasil belajar ini berupa pilihan ganda dengan lima alternatif jawaban. Tes pilihan ganda terdiri atas suatu keterangan atau pengertian yang belum lengkap dan untuk
melengkapinya harus memilih satu dari beberapa kemungkinan jawaban. Jumlah soal ditentukan berdasarkan uji validitas dan reliabilitas yang penyusunannya
sesuai dengan kisi – kisi instrumen. Instrumen tes ini dibatasi hanya pada aspek mengingat (C1), memahami (C2), dan menerapkan (C3) siswa.
D. Instrumen Penelitian
Dalam upaya mendapatkan data dan informasi yang lengkap mengenai hal-hal yang dijaki dalam penelitian ini, maka dibuat seperangkat instrumen yaitu
instrumen berbentuk tes. Instrumen penelitian adalah alat pengumpul data dalam sebuah penelitian. Seluruh instrumen tersebut digunakan untuk mengumpulkan data kuantitatif penelitian. Menurut Arikunto (2002: 126) “Instrumen adalah alat pada waktu penelitian menggunakan suatu metode”. Keberhasilan suatu penelitian
banyak bergantung dari instrumen yang digunakan sebab data yang diperlukan
untuk menjawab masalah dalam penelitian diperoleh melalui instrumen. Adapun instrumen yang akan digunakan pada penelitian ini adalah instrumen tes objektif
Legiyanto, 2013
Efektivitas Penggunaan E-Learning Berbasis Efront Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran TIK (Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa SMAN 19 Bandung Kelas X Dalam Mata Pelajaran TIK)
Tes objektif adalah tes yang penilaiannya objektif. Dalam Arifin (2012: 135) disebutkan “Tes objektif sering juga disebut tes dikotomi (dichotomously scored
item) karena jawabannya antara benar atau salah dan skornya antara 1 atau 0”. Tes objektif terdiri atas beberapa bentuk, dalam penelitian ini jenis tes objektif yang
digunakan adalah jenis pilihan ganda (multiple choice).
Tujuan dari penggunaan instrumen berbentuk tes objektif berbentuk pilihan ganda ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh perlakuan terhadap
hasil belajar siswa domain kognitif aspek mengingat, memahami, dan menerapkan. Menurut Arifin (2012: 138) “soal tes bentuk pilihan-ganda dapat
digunakan untuk mengukur hasil belajar yang lebih kompleks dan berkenaan dengan aspek mengingat, pengertian, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi”.
Tes bentuk pilihan ganda yang dibuat memiliki lima alternatif jawaban (a, b, c,d dan e). Item-item soal yang digunakan dalam pengumpulan data hasil belajar ini diambil dari materi pada Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi
pokok bahasan menu dan ikon pada perangkat lunak pengolah kata (Microsoft
Word). Menilik dari desain penelitian yang digunakan, tes bentuk pilihan ganda
ini diberikan pada saat pretest dan posttest untuk masing-masing kelas ekperimen dan kelas kontrol. Tujuannya adalah untuk membandingkan pengaruh dari masing-masing perlakuan (treatment) yang diberikan terhadap hasil belajar
siswa.
Adapun langkah-langkah dalam penyusunan tes hasil belajar yang digunakan
a. Menetapkan materi pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi yang akan digunakan dalam penelitian.
b. Menentukan standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator mata pelajaran TIK kelas X SMA.
c. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran berdasarkan silabus yang telah ditetapkan pada mata pelajaran TIK kelas X SMA.
d. Menyusun kisi–kisi instrumen penelitian dengan pokok bahasan yang telah
ditetapkan sebelumnya.
e. Melakukan ujicoba instrumen kepada siswa diluar sampel.
f. Menganalisis instrumen hasil ujicoba.
g. Menggunakan soal yang valid kepada sampel penelitian yaitu kelompok
kelas kontrol dan kelas eksperimen.
E. Teknik Pengembangan Intrumen
1. Uji Validitas
Sebelum peneliti menggunakan tes, hendaknya peneliti mengukur terlebih dahulu derajat validitasnya berdasarkan kriteria tertentu.Validitas adalah suatu
ukuran yang menunjukan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen.Instrumen yang valid apabila mempunyai validitas yang tinggi.
Menurut Zaenal Arifin (2009: 247):
Legiyanto, 2013
Efektivitas Penggunaan E-Learning Berbasis Efront Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran TIK (Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa SMAN 19 Bandung Kelas X Dalam Mata Pelajaran TIK)
Uji validitas yang digunakan pada penelitian ini adalah validitas alat ukur dan butir soal. Untuk mengetahui validitas alat ukur dilakukan dengan menggunakan
teknik korelasi product moment yang dikemukakan oleh Pearson, adapun rumus untuk menguji validitas yang digunakan adalah sebagai berikut :
rxy =
N∑XY−(∑X)(∑Y)
√
{N∑X2−(N∑X2)}{N∑Y2−(N∑Y2)}(Zaenal Arifin,2009:254)
Keterangan :
rxy : Koefisien korelasi yang di cari
∑XY : Hasil kali skor X dan Y untuk setiap responden
∑Y : Skor responden ∑X : Skor item tes
(∑X2) : Kuadrat skor item tes
(∑Y2) : Kuadrat responden
Menurut Zaenal Arifin (2009:257) untuk dapat memberikan penafsiran terhadap koefisien korelasi dapat menggunakan kriteria sebagai berikut :
Tabel 3.3 : Kriteria Acuan Validitas Soal
Interval Koefisiensi Tingkat Hubungan
0.81 – 1.00 sangat tinggi
0.61 – 0.80 tinggi
0.21 – 0.40 rendah
00.00 – 0.20 sangat rendah
Setelah diuji validitasnya kemudian diuji tingkat signifikannya dengan
rumus:
(Sugiyono, 2008:215)
Keterangan :
t : Nilai t hitung r : Koefisien korelasi n : Jumlah banyak subjek
Nilai thitung dibandingkan dengan nilai ttabel pada taraf nyata 0,05 dengan
derajat bebas (dk) = n-2. Apabila thitung> ttabel, berarti korelasi tersebut signifikan /
berarti.
Validitas selanjutnya adalah validitas butir soal.Arikunto (2002:75), menyatakan bahwa “Disamping mencari validitas soal perlu juga dicari validitas
butir soal”.
Legiyanto, 2013
Efektivitas Penggunaan E-Learning Berbasis Efront Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran TIK (Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa SMAN 19 Bandung Kelas X Dalam Mata Pelajaran TIK)
Reliabilitas adalah tingkat kekonsistenan alat ukur.Reliabilitas menunjuk kepada suatu instrumen dapat dipercaya atau reliabel untuk digunakan sebagai alat
pengumpul data. Suatu tes dapat dikatakan reliabel jika selalu memberikan hasil yang sama bila diteskan pada kelompok yang sama pada waktu atau kesempatan
yang berbeda (Zaenal Arifin, 2009: 258). Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui apakah suatu tes teliti dan dapat dipercaya sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Uji reliabilitas dilakukan dengan menggunaka rumus Spearman
Brown sebagai berikut:
Tingkat kesukaran soal menunjukan pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk dapat mengumpulkan data karena instrumen tersebut
sudah baik.Pencarian tingkat kesukaran soal dimaksudkan untuk mengukur seberapa derajat kesukaran suatu soal.Dikatakan dalam Zaenal Arifin (2009:266) jika suatu soal memiliki tingkat kesukaran seimbang (proporsional), maka dapat
bahwa soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah atau tidak terlalu sukar.Soal yangg terlalu mudah tidak merangsang siswa untuk mempertinggi
usaha untuk memecahkannya. Sebaliknya soal yang terlalu sukar akan menyebabkan siswa menjadi putus asa dan tidak mempunyai semangat untuk
mencoba lagi karena diluar jangkauan.
Untuk mencari indeks kesukaran digunakan rumus:
(Zaenal Arifin, 2009:266)
Keterangan:
WL = jumlah peserta didik yang menjawab salah dari kelompok bawah
WH = jumlah peserta didik yang menjawab salah dari kelompok atas nL = jumlah kelompok bawah
nH = jumlah kelompok atas
Untuk menafsirkan tingkat kesukaran tersebut, dapat digunakan kriteria sebagai berikut :
1)Jika jumlah persentase sampai dengan 27% termasuk mudah. 2)Jika jumlah persentase 28%-72% termasuk sedang.
3)Jika jumlah persentase 73% ke atas termasuk sukar
(Zaenal Arifin, 2009:270) 4. Daya Pembeda
Legiyanto, 2013
Efektivitas Penggunaan E-Learning Berbasis Efront Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran TIK (Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa SMAN 19 Bandung Kelas X Dalam Mata Pelajaran TIK)
pembeda adalah pengukuran sejauh mana suatu butir soal mampu membedakan peserta didik yang sudah menguasai kompetensi dengan peserta didik yang
belum/kurang menguasai kompetensi berdasarkan kriteria tertentu.Semakin tinggi koefisien daya pembeda suatu butir soal, semakin mampu butir soal tersebut
membedakan antara peserta didik yang menguasai kompetensi dengan peserta didik yang kurang menguasai kompetensi tersebut.
Untuk menghitung daya pembeda (DP) setiap butir soal dapat digunakan
WL = jumlah peserta didik yang gagal dari kelompok bawah
WH = jumlah peserta yang gagal dari kelompok atas n = 27% X n
Untuk menginterpretasikan koefisien daya pembeda tersebut dapat digunakan kriteria:
Tabel 3.4: Kriteria koefisien daya pembeda
Index of discrimniation Item evaluation
0.40 and up Very good items
improvement
0.20 – 0.29 Marginal items, usially needing and being subject to
improvement
Below – 0.19 Poor items, to be rejected or improved by revision
(Zaenal Arifin,2009:274)
F. Teknik Analisis Data
1. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang terkumpul
berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas merupakan salah satu caramemeriksa normalitas pada sebuah sampel. Pada penelitian ini, uji normalitas
dilakukan dengan uji normalitas one sample Kolmogorov Smirnov dengan
software Statistical Products and Solution Services (SPSS) versi 20.Uji
Kolmogorov Smirnov merupakan pengujian normalitas yang banyak dipakai.
Kriterianya adalah jika nilai signifikansi atau nilai probabilitas < 0.05 maka distribusi adalah tidak normal, sedangkan jika nilai signifikansi atau nilai
probabilitas > 0.05 maka distribusi adalah normal.(Santoso, 2005:168).
2. Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui keseragaman data penelitian.
Uji homogenitas dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa dua atau lebih kelompok data sampel berasal dari populasi yang memiliki variansi yang sama.
Legiyanto, 2013
Efektivitas Penggunaan E-Learning Berbasis Efront Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran TIK (Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa SMAN 19 Bandung Kelas X Dalam Mata Pelajaran TIK)
Levene Test. Uji Levene Test digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas
(independent) mempunyai varians dengan variabel terikat (dependent).Penelitian
ini terdiri dari variabel X (independent variabel) adalah penggunaan elearning berbasis eFrontsedangkan variabel Y (dependent variabel) adalah hasil belajar
aspek mengingat, memahami dan menerapkan. Uji Levene Testakan muncul bersamaan dengan hasil uji beda rata-rata atau uji-t. Kriterianya adalah apabila nilai signifikansi atau nilai probabilitas < 0.05 maka data berasal dari
populasi-populasi yang mempunyai varians tidak sama, sedangkan jika nilai signifikansi atau nilai probabilitas > 0.05 maka data berasal dari populasi-populasi yang
mempunyai varians yang sama. (Santoso, 2005:168). 3. Uji Hipotesis
Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan rumus uji-t independen dua rata-rata (t-test independent). Rumus uji t independent adalah sebagai berikut:
t= x̄ 1− ̄x2
x1 = Rata-rata skor gain kelompok eksperimen
̄
x2 = Rata-rata skor gain kelompok kontrol
S12 = Varians skor kelompok eksperimen
Jika n1 ≠ n2, varians homogen (σΌ² = σ²) dapat digunakan uji t dengan
polled varians, rumusnya sebagai berikut:
(Sugiyono,2008 :138) Tujuan dari uji ini adalah untuk membandingkan (membedakan) apakah
kedua data (variabel) tersebut sama atau berbeda. Gunanya uji komparatif adalah untuk menguji kemampuan generalisasi (signifikansi hasil penelitian yang berupa
perbandingan keadaan variabel dari dua rata-rata sampel).Adapun yang diperbandingkan pada uji hipotesis ini adalah gain skor post-test antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, baik secara keseluruhan maupun setiap
aspek (aspek mengingat, aspek memahami dan aspek menerapkan).
G. Alur Penelitian
Alur penelitian merupakan langkah–langkah atau tahapan–tahapan yang dilakukan sebelum penelitian sampai penelitian itu terlaksana. Adapun Alur penelitian yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut:
1. Identifikasi Masalah.
Penelitian dimulai dari pertanyaan yang belum dapat dijawab oleh seorang
peneliti. Pada tahap ini, peneliti mengindentifikasi hal-hal apa saja yang akan diteliti yang nantinya akan dipecahkan permasalahannya, seperti variabel apa yang akan diukur dalam penelitian? Apakah ada alat-alat atau instrumen yang
Legiyanto, 2013
Efektivitas Penggunaan E-Learning Berbasis Efront Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran TIK (Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa SMAN 19 Bandung Kelas X Dalam Mata Pelajaran TIK)
2. Studi pendahuluan.
Peneliti mencari sumber bacaan yang dapat menunjang penelitiannya
kemudian berkonsultasi dengan dosen pembimbing dan guru mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi serta mengobservasi tempat yang akan dilakukan penelitian.
3. Perumusan Masalah.
Setelah menetapkan berbagai aspek masalah yang dihadapi dan berkonsultasi
dengan dosen dan guru mata pelajaran tersebut, peneliti mulai menyusun informasi mengenai masalah yang akan dijawab, melakukan perumusan judul,
membuat desain penelitian, menetapkan asumsi dasar dan hipotesis. 4. Rancangan Penelitian.
Peneliti membuat rancangan penelitian dan menentukan dan menyusun
instrumen tes yang dilakukan dibawah bimbingan dosen pembimbing skripsi dan guru mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. Adapun langkah –
langkah dalam penyusunan instrumen sebagai berikut:
a. Melakukan observasi, yaitu dengan cara wawancara guru mata pelajaran TIK untuk menentukan materi dan waktu pelaksanaan penelitian yang
sesuai.
b. Membuat prosedur pelaksanaan eksperimen berdasarkan KTSP.
e. Membuat prosedur pelaksanaan pembelajaran di kelas eksperimen dan kelas kontrol.
f. Pembuatan elearning berbasis eFront untuk kelompok kelas eksperimen, serta bahan ajar modul (cetak) untuk kelompok kelas kontrol yang
digunakan sebagai pembanding dalam penelitian.
g. Melakukan expertjudgement pengguanan elearning berbasis eFront dan modul kepada dosen ahli dan guru TIK SMAN 19.
h. Menyusun kisi–kisi instrumen penelitian dengan 40 objektif berbentuk pilihan ganda dengan lima alternatif jawaban (a, b, c, d, dan e).
i. Melakukan expertjudgement instrumen penelitian. j. Melakukan ujicoba instrumen yang bukan sampel.
k. Mengolah data ujicoba instrumen dengan mencari validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda, sehingga di dapat soal-soal yang layak untuk diujikan pada sampel penelitian.
5. Pengumpulan Data.
Data penelitian dikumpulkan sesuai dengan rancangan penelitian yang telah
ditentukan.Diawali dengan penentukan kelompok kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelompok kelas eksperimen dilakukan dengan memberikan perlakukan terhadap E-learningberbasis eFront sebagai bahan ajar, sedangkan kelompok
kelas kontrol diberikan perlakuan modul (cetak) sebagai bahan ajar. Sebelum perlakuan, terlebih dahulu siswa diberi pretest pada masing-masing kelas
Legiyanto, 2013
Efektivitas Penggunaan E-Learning Berbasis Efront Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran TIK (Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa SMAN 19 Bandung Kelas X Dalam Mata Pelajaran TIK)
6. Pengolahan Data.
Data yang dikumpulkan selanjutnya diklasifikasikan dan diorganisasikan
secara sistematis serta diolah secara logis menurut rancangan penelitian yang telah ditetapkan. Adapun pengolahan data yang dilakukan sebagai berikut:
a. Pengolahan data kelompok kelas eksperimen maupun kelompok kelas
kontrol.
b. Membuat kesimpulan data yang di dapat berdasarkan pretest dan posttest
kedua kelas tersebut. 7. Pembuatan Laporan Penelitian.
Legiyanto, 2013
Efektivitas Penggunaan E-Learning Berbasis Efront Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran TIK (Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa SMAN 19 Bandung Kelas X Dalam Mata Pelajaran TIK)
BAB V
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Kesimpulan
Berdasarkan perolehan data dari penelitian hasil belajar siswa pada mata pelajaran TIK materi program aplikasi Microsoft Office Word pokok bahasan pengenalan menu dan ikon pada aplikasi pengolah kata. Berdasarkan hasil
penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan E-learning berbasis eFront efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK). Hal ini ditunjukan dengan gain post-test siswa yang menggunakan E-learning berbasis eFront mengalami peningkatan yang
signifikan.
Secara khusus, hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Penggunaan E-learning berbasis eFront lebih efektif dibandingkan
dengan penggunaan bahan ajar modul untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada domain kognitif aspek mengingat (C1) dalam pembelajaran
TIK di sekolah pada materi aplikasi pengolah kata.
2. Penggunaan E-learning berbasis eFront lebih efektif dibandingkan dengan penggunaan bahan ajar modul untuk meningkatkan hasil belajar
siswa pada domain kognitif aspek memahami (C2) dalam pembelajaran TIK di sekolah pada materi aplikasi pengolah kata.
siswa pada domain kognitif aspek menerapkan (C3) dalam pembelajaran TIK di sekolah pada materi aplikasi pengolah kata.
B.Rekomendasi
Hasil penelitian ini memberikan gambaran kepada semua pihak, baik
untuk peneliti sendiri, pihak sekolah, guru, siswa, maupun tenaga kependidikan dan pihak lainnya yang terkait. Penulis mencoba mengemukakan rekomendasi sebagai berikut:
1. Pihak Sekolah
a. Penggunaan E-learning berbasis eFront diharapkan mampu memberikan
inspirasi dan motivasi kepada pihak sekolah agar mampu memaksimalkan sumber daya fasilitas yang ada di sekolah, sehingga
menciptakan variasi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa khususnya dalam proses belajar mengajar.
b. Penggunaan E-learning berbasis eFront dapat dijadikan alternatif dalam
meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa terutama ketika digunakan dalam proses belajar mandiri baik di rumah maupun di sekolah. Hal
tersebut sangat cocok karena E-learning berbasis eFront dapat berjalan dengan memanfaatkan akses internet sehingga dapat diakses kapan saja dan dimana saja.
2. Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih bagi disiplin ilmu
Legiyanto, 2013
Efektivitas Penggunaan E-Learning Berbasis Efront Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran TIK (Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa SMAN 19 Bandung Kelas X Dalam Mata Pelajaran TIK)
khususnya di bidang pembelajaran jaraj jauh (E-learning) untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
3. Peneliti Selajutnya
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi studi pendahuluan dan
referensi bagi para peneliti lebih lanjut yang ingin meneliti tentang
E-learning berbasis eFront. Selain itu dapat dijadikan referensi dalam
penelitian selanjutnya tentang pemanfaatan Penggunaan E-learning berbasis
eFront. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan bisa lebih dalam meneliti
tentang efektivitas pengunaan E-learning berbasis eFront ini tidak hanya
dalam segi kognitif siswa saja, tapi lebih dalam lagi dalam hal psikologis siswa yaitu dengan cara menyebarkan angket tingkat kepuasaan penggunaan
DAFTAR PUSTAKA
Ajie. (2008). TIK sebagai Media Pembelajaran [Online]. Tersedia: http://ajie.web.id/index.php?Itemid=33&id=42&option=com_content &task=view [4 September 2012]
Ali, Mohammad. (1993). Strategi Penelitian Pendidikan. Bandung: Angkasa. Arifin, Z. (2009). Evaluasi Pembelajaran, Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Arifin, Zainal. (2011). Penelitian Pendidikan Metode Dan Paradigma Baru.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Arifin, Zainal. (2012). Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Arikunto, Suharsimi. (2005). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : PT Rineka Cipta.
Arsyad, Azhar. (2007). Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Bungin, Burhan. (2010). Metodologi Penelitian Sosial. Surabaya: Airlangga
University Press.
Crisswel, Eleanor L. (1989). The Design of Computer Based Instruction. New York: Macmillan Publishing Company.
Darmawan, Deni. (2007). Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung: Arum Mandiri Pers
Ellis. (2009). Learning Management System [Online]. Tersedia : riyadi.wordpress.com/2010/04/25/lms-learning-management-system Hamalik, Oemar. (1989). Komputerisasi Pendidikan Nasional. Bandung: Mandar
Maju.
Hamalik, Oemar. (1994). Media Pendidikan. Bandung: Rineka Cipta.
Heinich, et.al. (1985). Instructional Media & New Technology of Instruction. New York: MacMillan Publishing.
Kamriantiramli. (2011). Domain Afektif [Online]. Tersedia : http://kamriantiramli.wordpress.com/tag/mengukur-ranah-afektif/ Maryanto. (2011). Tutorial Learning Management System Sma Muhammadiyah 1
Yogyakarta Untuk Pengajar [Online]. Tersedia :
http://lms.smumuhi-yog.sch.id. [04 September 2012]
Moedjiono dan Moh. Dimyati. (1993). Strategi Belajar Mengajar, jakarta: Depdikbud.
Legiyanto, 2013
Efektivitas Penggunaan E-Learning Berbasis Efront Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran TIK (Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa SMAN 19 Bandung Kelas X Dalam Mata Pelajaran TIK)
Munir. (2009). Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Teknologi Informasi dan
Komunikasi . Bandung: Alfabeta.
Ngadiyo. (2008). Pembelajaran E-Learning Dalam meningkatkan Mutu
Pendidikan
[Online].Tersedia:http://www.ngadiyo.files.wordpress.com/2008/03/1 87_30203614_ngadiyo2.pdf [04 September 2012]
Pannen, Paulina dan Purwanto. (2001). Penulisan Bahan Ajar. Jakarta: Pusat antar Universitas untuk Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional Ditjen Dikti Diknas.
Rahul. (2011). Efront [Online]. Tersedia : http://id.shvoong.com/internet-an technologies/software/2216829-efront/ [04 September 2012]
Renggani. (2008). Model inovasi E-learning [Online]. Tersedia : http://renggani.blogspot.com/feeds/posts/default [04 September 2012] Rifmasari, Yessi.(2010). Penggunaan E-Modul Sebagai Bahan Ajar Terhadap
Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Teknologi Informasi Dan Komunikasi Di Sekolah Menengah Atas. Skripsi Sarjana pada FIP UPI
Bandung : tidak diterbitkan.
Riyadi. (2010). LMS (Learning Management System [Online]. Tersedia :
http://riyadi2405.wordpress.com/2010/04/25/lms-learning-management system/ [30 Oktober 2012]
Rusman, Riyana, C dan Kurniawan, D. (2011).Pembelajaran Berbasis Teknologi
Informasi dan Komunikasi. Bandung: Rajawali Pers
Rusman. (2009). Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran, Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Rusman. (2010). Model – Model Pembelajaran. Bandung: Mulia Mandiri Pers.
Rusman. (2012). Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer: Mengembangkan Profesionalisme Abad 21. Bandung: Alfabeta
Sagala, S. (2005). Konsep dan makna pembelajaran. Bandung: Alfabeta. Sagala, S. (2010) Konsep dan Makna Pembelajaran, Bandung: Alfabeta. Sagala, Syaiful. (2008). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta Sanjaya,Wina.(2008), Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses
Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media
Santoso, Hari. (2008). E-Learning belajar dimana saja dan kapan saja. Bandung: TEDC
Santoso, Singgih. (2005). Seri Solusi Bisnis Berbasis TI: SPSS Statistik
NonParametrik. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Siahaan. (2010). Fungsi E-learning [Online]. Tersedia : www.depdiknas.go.id/internet/html [04 September 2012]
Sudijono, A. (2001). Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sudjana, Nana. dan Ibrahim. (2007). Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Sudjana, Nana. dan Rivai, Ahmad. (2005). Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algesindo Offset Bandung.
Sudjana, Nana. dan Rivai, Ahmad. (2008). Penilaian Hasil Proses Belajar
mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sudjana, Nana. dan Rivai, Ahmad. (1989). Teknologi Pengajaran. Bandung : Sinar Baru.
Sugiyono. (2007). Statistika dalam Pendidikan. Bandung: Alfabeta
Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta.
Surakhmad, Winarno. (1990). Pengantar Penelitian Ilmiah. Bandung: Tarsito. Surya, Mohammad. (2003). Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Edisi revisi.
Bandung. Penerbit Yayasan Bhakti Winaya.
Susilana, Rudi. dan Riyana, Cepi. (2008). Media Pembelajaran. Bandung : Jurusan Kurtekpend FIP UPI.
Syaodih, Nana (2008). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Rosdakarya. Uno, Hamzah B.(2006). Orientasi Baru dalam Psikologi Pembelajaran. Jakarta:
PT Bumi Aksara.
Vembriarto, St. (1985). Pengantar Pengajaran Modul. Yogyakarta: Yayasan Pendidikan Paramita.
Wikipedia. (2012). Belajar. [Online]. Tersedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Belajar. [2 September 2012]
Wikipedia. (2012). Pembelajaran. [Online]. Tersedia : http://id.wikipedia.org/wiki/Pembelajaran. [2 September 2012]