• Tidak ada hasil yang ditemukan

P.T. ERATEX DJAJA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN Per 30 Juni 2008 dan 2007 (Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "P.T. ERATEX DJAJA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN Per 30 Juni 2008 dan 2007 (Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

AKTIVA

AKTIVA LANCAR

Kas dan setara kas 2e, 3 9.081.162 9.193.751

Investasi jangka pendek 2i, 4 277.439 244.576

Piutang usaha – pihak ketiga, bersih setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp1.165.115 pada

tahun 200 8 dan Rp1.145.261 pada tahun 200 7 2f, 5 29.029.137 70.477.234 Piutang lain-lain – pihak ketiga, bersih

setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp338.523 pada tahun

2008 dan Rp 33 8.523 pada tahun 200 7 2f, 6 4.112.758 6.654.104 Persediaan , bersih setelah dikurangi penyisihan

penurunan nilai sebesar Rp6.959.196 pada

tahun 200 8 dan Rp11.726.606 pada tahun 2007 2g, 7 76.268.537 116.819.727

Pajak dibayar dimuka 2n, 19 a 3.735.420 9.912.523

Uang muka 8 4.011.241 20.285.581

Beban dibayar dimuka 9 2.223.729 4.483.338

JUMLAH AKTIVA LANCAR 128.739.423 238.070.834

AKTIV A TIDAK LANCAR

Investasi jangka panjang, bersih setelah dikurangi cadangan penurunan nilai investasi sebesar

Rp277.500 pada tahun 2008 dan 2007 2i, 10 - -

Aktiva pajak tangguhan 2n, 19 d 3.191.980 4.562.060

Aktiva tetap, bersih setelah dikurangi akumulasi p enyusutan sebesar Rp90.430.498 pada tahun

200 8 dan Rp124.608.913 pada tahun 2007 2h, 2j, 11 86.494.625 110.069.607 Aktiva tak berwujud, bersih setelah dikurangi 2k, 12

akumulasi amortisasi sebesar Rp 329.104 pada

tahun 2008 dan Rp205.040 pada tahun 2007 1.520.677 1.597.841

Piutang pajak 2.982.196 -

Uang jaminan 1.137.540 1.257.015

JUMLAH AKTIVA TIDAK LANCAR 95.327.018 117.486.523

JUMLAH AKTIVA 224.066.441 355.557.357

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian ini.

(2)

NERACA KONSOLIDASIAN Per 30 Juni 200 8 dan 2007

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan 200 8 2007

KEWAJIBAN, HAK MINORITAS DAN DEFISIENSI MODAL

KEWAJIBAN LANCAR

Pinjaman bank jangka pendek 13 95.217.400 76.763.182

Hutang usaha - pihak ketiga 14 58.550.709 75.457.454

Hutang lain -lain - pihak ketiga 15 10.292.551 56.720.681

Hutang pajak 2n, 19 b 5.502.446 9.230.770

Beban masih harus dibayar 2p, 16 12.542.717 25.280.555

Bagian hutang sewa guna usaha yang

jatuh tempo dalam waktu satu tahun 2h, 17 1.429.174 1.248.284 Bagian pinjaman jangka panjang yang

jatuh tempo dalam waktu satu tahun 18 34.797.818 54.010.337

TOTAL KEWAJIBAN LANCAR 218.332.815 298.711.263

KEWAJIBAN JANGKA PANJANG

Hutang sewa guna usaha - setelah dikurangi bagian

yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 2h, 17 1.235.375 2.621.604 Pinjaman jangka panjang – setelah dikurangi bagian

yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 18 28.532.728 57.563.910

Cadangan kesejahteraan karyawan 2o , 20 5.340.595 17.512.621

JUMLAH KEWAJIBAN JANGKA PANJANG 35.108.698 77.698.135

JUMLAH KEWAJIBAN 253.441.513 376.409.398

HAK MINORITAS ATAS AKTIVA BERSIH

ANAK PERUSAHAAN 2b, 21 9.260 9.260

DEFISIENSI MODAL Modal saham:

Nilai nominal Rp500 (Rupiah penuh) per saham. Modal dasar sejumlah 392.944.000 saham. Ditempatkan dan disetor penuh 98.236.000

saham 22 49.118.000 49.118.000

Tambahan modal disetor, bersih 23 1.437.950 1.437.950

Selisih penilaian kembali aktiva tetap 24 154.431 154.431

Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 2c 407.689 1.536.333 Rugi belum direalisasi dari efek-tersedia untuk dijual 2i, 4 (257.009) (257.009)

Defisit (80.245.393) (72.851.006)

JUMLAH DEFISIENSI MODAL (29.384.332) (20.861.301)

JUMLAH KEWAJIBAN, HAK MINORITAS

DAN DEFISIENSI MODA L 224.066.441 355.557.357

(3)

PENDAPATAN 2d, 2r , 25 , 31 273.433.866 342.092.987

BEBAN POKOK PENJUALAN 26, 27, 28 247.524.380 297.356.253

LABA KOTOR 25.909.486 44.736.734

BEBAN USAHA:

Beban penjualan 29 7.679.405 16.698.415

Beban umum dan administrasi 30 16.220.740 16.934.928

Jumlah beban usaha 23.900.145 33.633.343

LABA USAHA 2r, 31 2.009.341 11.103.391

PENDAP ATAN (BEBAN) LAIN-LAIN:

Pendapatan bunga 24.322 41.456

Beban bunga (9.381.203) (11.506.965)

Laba investasi 22.375 -

Rugi dari penjualan aktiva tetap (3.831.182) -

Laba (rugi) selisih kurs - bersih 4.230.002 (1.558.726)

Penyisihan penurunan nilai pers ediaan (378.424) -

Lain-lain 368.403 (132.531)

Jumlah pendapatan (beban) lain-lain, bersih (8.945.707) (13.156.766)

RUGI SEBELUM PAJAK

PENGHASILAN BADAN (6.936.366) (2.053.375)

Keuntungan (beban) pajak

penghasilan badan: 2n, 19 c

Tahun berjalan - -

Ditangguhkan - -

RUGI SEBELUM HAK MINORITAS (6.936.366) (2.053.375)

Hak minoritas atas rugi anak perusahaan 2b, 21 - -

RUGI BERSIH (6.936.366) (2.053.375)

Laba usaha per saham dalam Rupiah penuh 2q 20 113

R ugi bersih per saham dalam Rupiah penuh 2q (71) (21)

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian ini.

(4)

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 200 8 dan 2007 (Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Rugi belum Selisih direali- Modal Selisih kurs kare- sasi dari ditempat- Tambahan penilaian na pen- efek-

kan dan modal kembali jabaran tersedia Jumlah disetor disetor, aktiva laporan untuk defisiensi penuh bersih tetap keuangan dijual Defisit modal

Saldo 31 Desember 2006 49.118.000 1.437.950 154.431 1.541.116 (257.009) (70.797.631) (18.803.143) Penambahan tahun berjalan - - - (4.783) - (2.053.375) (2.058.158) Saldo 30 Juni 2007 49.118.000 1.437.950 154.431 1.536.333 (257.009) (72.851.006) (20.861.301) Penambahan tahun berjalan - - - (1.375.859) - (458.021) (1.833.880) Saldo 31 Desember 2007 49.118.000 1.437.950 154.431 160.474 (257.009) (73.309.027) (22.695.181) Penambahan tahun berjalan - - - 247.215 - (6.936.366) (6.689.151) Saldo 30 Juni 2008 49.118.000 1.437.950 154.431 407.689 (257.009) (80.245.393) (29.384.332)

(5)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI:

Penerimaan dari pelanggan 289.573.126 320.652.559

Pembayaran kepada pemasok (139.498.065) (191.388.705)

Pembayaran untuk gaji dan upah (57.936.797) (65.616.148)

Pembayaran untuk biaya operasional (27.296.803) (29.746.420)

Kas diperoleh dari (digunakan untuk) operasi 64.841.461 33.901.286

Pembayaran pajak penghasilan (404.243) (606.370)

Pembayaran lainnya (332.384) (420.542)

Kas bersih yang diperoleh dari

(digunakan untuk) aktivitas operasi 64.104.834 32.874.374

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI:

Peningkatan investasi jangka pendek (114.169) (94.034)

Penjualan aktiva tetap 5.313.288 (2.665.248)

Penerimaan da ri pendapatan bunga 24.409 41.441

Penerimaan untuk aktiva lain-lain 228.252 172.161

Kas bersih yang diperoleh dari

aktivitas investasi 5.451.780 (2.545.680)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN:

Pembayaran untuk pinjaman (55.293.290) (18.221.807)

Pembayaran beban bunga (9.843.144) (10.172.154)

Kas bersih yang digunakan

untuk aktivitas pendanaan (65.136.434) (28.393.961)

KENAIKAN BERSIH

KAS DAN SETARA KAS 4.420.180 1.934.733

SALDO KAS DAN SETA RA KAS

PADA AWAL TAHUN 3 4.660.982 7.259.018

SALDO KAS DAN SETARA KAS

PADA AKHIR TAHUN 3 9.081.162 9.193.751

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian ini.

(6)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 200 8 dan 2007

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1. UMUM

a. Sejarah perusahaan

P.T. ERATEX DJAJA Tbk. ("Perusahaan") didirikan dalam rangka Undang -Undang Penanaman Modal Asing No.1 tahun 1967 berdasarkan akta No. 7 tanggal 12 Oktober 1972 yang dibuat oleh Koerniatini Karim, Notaris di Jakarta. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, dan perubahan terakhir dengan akta No.79 tanggal 15 Juni 2004 yang dibuat oleh Sutjipto, S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan nama Perusahaan dari P.T. Eratex Djaja Ltd. Tbk. menjadi P.T. Eratex Djaja Tbk. dan peningkatan modal dasar menjadi sebesar Rp. 196.472.000. Peru bahan ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-21010 HT.01.04.TH.2004 tanggal 20 Agustus 2004.

Perusahaan bergerak dalam bidang industri textile yang terpadu meliputi bidang-bidang pemintalan, penenunan, penyelesaian, pembuatan pakaian jadi serta menjual produknya di dalam maupun luar negeri.

Perusahaan beroperasi secara komersial pada tahun 1974.

Pabrik berlokasi di Jalan Raya Soekarno-Hatta, Probolinggo, Jawa Timur. Jumlah karyawan masing-masing 4.795 orang dan 4.426 orang pada tanggal 30 Juni 2008 dan 2007 (tidak diaudit). Kantor Perusahaan terdaftar di Jakarta dan kantor eksekutif di Surabaya. Mulai tahun 1990 Perusahaan membuka cabang di Hong Kong.

Pada tanggal 21 Agustus 1990, Perusahaan telah mencatatkan sebagian sahamnya di bursa efek di Indonesia sesuai dengan surat persetujuan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.SI-125/SHM/MK.10/1990 tanggal 14 Juli 1990. Sejak tahun 2000 seluruh saham telah dicatatkan di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya.

Susunan Dewan Komisaris, Dewan Direksi dan Komite Audit Independen Perusahaan pada tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2008 adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Presiden Komisaris : Adrian Hau Chak Fu Komisaris Independen : Juergen Ulrich Schreiber

Komisaris : Julian Wong

Dewan Direksi

Presiden Direktur : Joseph Chan

Direktur : Ho Yiu Cheung

Direktur : Frankie Ma Ngon

Direktur : Chow Chi Keung

Direktur Non-Afiliasi : Sujoko Efferin

Komite Audit Independen Juergen Ulrich Schreiber Frans P. Iskandar Joseph Kwan

(7)

a. Sejarah perusahaan (lanjutan)

Jumlah remunerasi Dewan Komisaris Perusahaan untuk tahun 2008 dan 2007 masing-masing adalah sebesar Rp.61.584 dan Rp.70.606 , sedangkan jumlah remunerasi Dewan Direksi Perusahaan untuk tahun 2008 dan 2007 masing -masing adalah sebesar Rp.1.732.773 dan Rp .2.054.520.

b. Anak perusahaan

Konsolidasi Anak perusahaan dan persentase kepemilikan pada tanggal neraca adalah sebagai berikut:

Anak perusahaan Domisili Jenis usaha

Persentase kepemilikan

Tahun operasi

PT Asiatex Garmindo Jakarta Industri pembuatan pakaian

jadi terpadu

93,55% 1999

ASA Partners Holdings Ltd. British Virgin

Islands

Sub Induk perusahaan 100% 2000

PT Eratex (Hongkong) Ltd. Hongkong Perdagangan umum 100% 2005

PT Eratex Garment Jakarta Industri pembuatan pakaian

jadi terpadu

99% Pra-operasi

Jumlah aktiva Anak perusahaan pada tanggal 3 0 Juni 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut:

2008 2007

PT Asiatex Garmindo 24.047.396 37.749.332

ASA Partners Holdings Ltd. 1.884 234.529

PT Eratex (Hongkong) Ltd. 5.693.273 3.026.620

PT Eratex Garment 926.000 926.000

30.668.553 41.936.481

ASA Partners Holdings Ltd. saat ini tidak mempunyai aktivitas usaha.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING

Kebijakan akuntansi dan pelaporan yang dianut oleh Perusahaan dan Anak Perusahaan sesuai dengan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Ikhtisar kebijakan akuntansi yang penting yang diterapkan secara konsisten dalam menyusun laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut:

a. Prinsip penyajian laporan keuangan konsolidasian

Laporan keuangan konsolidasian telah disajikan sesuai dengan prinsip dan praktekakuntansi yang berlaku umum di Indonesia yaitu Standar Akuntansi Keuangan, peraturan BAPEPAM dan Pedoman Penyajian Laporan Keuangan yang ditetapkan oleh BAPEPAM.

(8)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2008 dan 2007

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

a. Prinsip penyajian laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)

Laporan keuangan konsolidasian, disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain, telah disajikan dengan metode akrual dan menggunakan konsep biaya perolehan, kecuali untuk persediaan yang dinyatakan menurut nilai terendah antara harga perolehan dan nilai bersih yang dapat direalisasi, berdasarkan hasil nilai penilaian kembali untuk aktiva tetap yang telah dinilai kembali sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku, dan investasi tertentu berdasarkan nilai wajar.

Laporan arus kas konsolidasian disajikan dengan menggunakan metode langsung sesuai dengan Surat Keputusan Badan Pengawas Pasar Modal No. Kep-06/PM/2000 tertanggal 13 Maret 2000.

b. Prinsip konsolidasi

Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan laporan keuangan seluruh Anak perusahaan yang berada di bawah pengendalian Perusahaan. Suatu pengendalian dianggap ada bilamana Perusahaan menguasai lebih dari 50%, baik langsung maupun tidak langsung, hak suara di Anak perusahaan; atau Perusahaan dapat menentukan kebijakan keuangan dan operasi dari Anak perusahaan; atau mempunyai kemampuan untuk memberhentikan atau menunjuk mayoritas anggota direksi di Anak perusahaan.

Dalam hal pengendalian terhadap Anak perusahaan dimulai atau diakhiri dalam suatu tahun tertentu, maka hasil Anak perusahaan yang diperhitungkan kedalam laporan keuangan konsolidasian hanya sebatas hasil pada saat pengendalian tersebut mulai diperoleh atau hingga saat pengendalian atas Anak perusahaan itu berakhir.

Saldo dan transaksi antar perusahaan, termasuk keuntungan/kerugian yang belum direalisasi, dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha Perusahaan dan Anak Perusahaan sebagai satu kesatuan usaha.

Hak minoritas atas laba/rugi bersih dan ekuitas Anak perusahaan dinyatakan sebesar proporsi pemegang saham minoritas atas laba/rugi bersih dan ekuitas anak perusahaan tersebut.

c. Penjabaran mata uang asing Transaksi dan saldo

Perusahaan menyelenggarakan pembukuannya dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi dalam mata uang asing dijabarkan kedalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi yang bersangkutan.

Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs tengah yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian yang timbul sebagai akibat dari penjabaran aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing dicatat dalam laporan laba rugi konsolidasian tahun berjalan, termasuk keuntungan atau kerugian sehubungan dengan kontrak valuta berjangka.

(9)

c. Penjabaran mata uang asing (lanjutan)

Kurs yang digunakan pada tanggal 3 0 Juni 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut:

2008 2007

1 Dollar Amerika/rupiah (penuh) 9.225 9.054

1 EURO/rupiah (penuh) 14.563 12.164

1 CHF/rupiah (penuh) 9.048 7.344

100 Yen Jepang/rupiah (penuh) 8.672 7.347

1 Dollar Hong Kong/rupiah (penuh) 1.183 1.158

1 Dollar Singapura/rupiah (penuh) 6.779 5.908

1 GBP/rupiah (penuh) 18.396 18.125

Penjabaran laporan keuangan Anak perusahaan di luar negeri

Laporan keuangan anak perusahaan di luar negeri dijabarkan kedalam mata uang Rupiah dengan cara sebagai berikut:

• Aktiva dan kewajiban dijabarkan dengan menggunakan kurs pada tangggal neraca. • Akun-akun laba rugi dijabarkan dengan menggunakan rata-rata tertimbang dari kurs

tengah setiap akhir bulan yang berlaku sepanjang tahun yang bersangkutan. • Ekuitas dijabarkan dengan menggunakan kurs historis.

• Selisih yang timbul akibat penjabaran tersebut di catat sebagai bagian dari ekuitas pemegang saham melalui akun “Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan”.

d. Pengakuan pendapatan

Pendapatan diakui apabila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan mengalir kepada Perusahaan dan Anak Perusahaan dan pendapatan tersebut dapat diukur secara andal. Kriteria pengakuan berikut harus dipenuhi sebelum pengakuan pendapatan:

Penjualan b arang

Pendapatan diakui pada saat risiko dan manfaat kepemilikan barang secara signifikan telah dipindahkan kepada pembeli.

Penjualan jasa

Pendapatan diakui sesuai dengan tahap penyelesaian transaksi tersebut pada tanggal neraca, dan tidak terdapat ketida kpastian yang signifikan mengenai penerimaan pendapatan atau biaya yang terjadi untuk transaksi tersebut.

Bunga

Pendapatan diakui atas dasar proporsi waktu yang memperhitungkan hasil efektif aktiva tersebut kecuali kolektibilitasnya diragukan.

e. Kas dan setara kas

Kas dan bank serta deposito jangka pendek yang dimiliki hingga jatuh tempo dicatat sebesar nilai perolehannya.

Kas dan setara kas didefinisikan sebagai saldo kas dan bank, deposito dan investasi jangka pendek yang sangat likuid dan dengan seg era dapat dijadikan kas dalam jumlah yang telah diketahui tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan.

(10)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Jun i 2008 dan 2007

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

e. Kas dan setara kas (lanjutan)

Untuk tujuan Laporan Arus Kas Konsolidasian, kas dan setara kas terdiri dari saldo kas dan bank serta deposito jangka pendek yang jangka waktunya kurang dari tiga bulan

f. Piutang

Piutang usaha diakui dan disajikan sebesar nilai faktur dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu. Penyisihan piutang ragu -ragu dibuat apabila terdapat kemungkinan besar bahwa piutang tersebut tidak dapat diterima seluruhnya. Penghapusan piutang dicatat pada saat terjadinya penghapusan tersebut.

g. Persediaan

Persediaan dinyatakan menurut nilai yang terendah antara harga perolehan dan nilai bersih yang dapat direalisasikan.

Harga perolehan ditetapkan berdasarkan metode rata-rata yang meliputi harga pembelian, biaya konversi dan biaya-biaya lainnya yang terjadi untuk memperoleh persediaan tersebut serta membawanya ke lokasi dan kondisinya yang sekarang. Termasuk dalam nilai persediaan barang jadi dan barang dalam proses adalah bahan baku, upah langsung dan biaya overhead pabrik tetap maupun variabel.

Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual yang wajar setelah dikurangi dengan taksiran biaya untuk menyelesai kan dan menjual barang jadi yang dihasilkan.

h. Akuntansi sewa guna usaha

Transaksi sewa guna usaha dicatat dengan menggunakan metode sewa guna usaha pembiayaan (finance lease), apabila memenuhi semua kriteria berikut :

1) Penyewa guna usaha memiliki ops i untuk membeli aktiva sewa guna usaha pada akhir masa sewa guna usaha dengan harga yang telah disetujui bersama pada saat dimulainya perjanjian sewa guna usaha.

2) Seluruh pembayaran berkala yang dilakukan oleh penyewa guna usaha ditambah dengan nilai sisa mencakup pengembalian biaya perolehan aktiva sewa guna usaha beserta bunganya, sebagai keuntungan perusahaan sewa guna usaha (full payout lease).

3) Masa sewa guna usaha minimum 2 (dua) tahun.

Jika salah satu kriteria tersebut diatas tidak terpenuhi, maka tr ansaksi sewa guna usaha akan dibukukan dengan metode sewa menyewa biasa (operating lease method).

Selama masa sewa guna usaha setiap pembayaran sewa usaha akan dialokasikan sebagai pengurang kewajiban serta biaya bunga. Aktiva yang disewa guna usaha berdasarkan capital

lease serta akumulasi penyusutannya harus disajikan dalam neraca lessee secara terpisah

ataupun diungkapkan secara wajar dalam catatan atas laporan keuangan. Demikian pula dengan kewajiban karena suatu sewa guna usaha, harus dinyatakan dan dikelompokkan sebagai kewajiban lancar atau kewajiban jangka panjang dalam neraca sesuai dengan ketentuan yang lazim dilakukan.

(11)

i. Investasi

Deposito jangka pendek yang jangka waktunya kurang dari tiga bulan namun dijaminkan, atau telah ditentukan penggunaannya dan deposito jangka pendek yang jangka waktunya lebih dari tiga bulan disajikan sebagai investasi jangka pendek dan dicatat sebesar nilai nominal .

Investasi dalam bentuk surat berharga diklasifikasikan sebagai berikut:

(i) Diperdagangkan (held fortrading)

Investasi yang diklasifikasikan sebagai “diperdagangkan” disajikan sebesar nilai wajarnya, keuntungan atau kerugian yang belum direalisasikan akibat kenaikan atau penurunan nilai wajarnya diakui dalam laporan laba rugi tahun berjalan. Perbedaan antara harga jual dengan nilai wajar per buku pada saat penjualan, diakui sebagai keuntungan atau kerugian terealisasi.

(ii) Tersedia untuk dijual (available for sale)

Investasi yang diklasifikasikan sebagai “tersedia untuk dijual ” disajikan sebesar nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi akibat kenaikan atau penurunan nilai wajarnya, dicatat sebagai komponen ekuitas. Selisih antara harga jual dan nilai tercatat diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada saat investasi tersebut dijual. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi dari investasi untuk dijual yang tercatat dalam ekuitas tersebut diakui sebagai penghasilan atau beban pada saat realisasi.

(iii) Dimiliki hingga jatuh tempo (held to maturity)

Investasi yang diklasifikasikan sebagai “dimiliki hingga jatuh tempo”, seperti obligasi, dicatat sebesar harga perolehan yang disesuaikan dengan diskonto atau premi pembelian yang belum diamortisasi. Diskonto atau premi diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus. Bila terjadi penurunan nilai wajar di bawah biaya perolehan (termasuk amortisasi premi dan/atau diskonto) yang bersifat permanen, maka biaya perolehan investasi diturunkan sebesar nilai wajarnya dan jumlah penurunan nilai tersebut dibebankan pada laba rugi tahun berjalan.

Investasi dalam bentuk penyertaan saham pada perusahaan lain dengan persentase kepemilikan:

• Kurang dari 20% dicatat sebesar harga terendah antara harga perolehan dan nilai wajar yang dapat direalisasikan.

• 20% sampai dengan 50% dicatat sebesar harga perolehan ditambah atau dikurangi dengan bagian laba (rugi) hasil usaha perusahaan asosiasi serta dikurangi dengan deviden yang diterima.

• Lebih dari 50% dikonsolidasikan. j. Aktiva tetap

Aktiva tetap dinyatakan menurut harga perolehan, dan hasil penilaian kembali untuk aktiva tetap yang dinilai kembali berdasarkan peraturan pemerintah, dikurangi dengan akumulasi penyusutan. Penyusutan aktiva tetap dihitung dengan metode garis lurus (straight line method) selama masa manfa at aktiva tetap sebagai berikut :

(12)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2008 dan 2007

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

j. Aktiva tetap (lanjutan)

Bangunan dan sarana 25 tahun

Mesin dan peralatan 15 tahun

Kendaraan bermotor 10 tahun

Perabot dan perlengkapan kantor 10 tahun

Tanah tidak disusutkan

Biaya perbaikan dan perawatan dibebankan langsung ke perhitungan laba rugi pada saat terjadinya biaya-biaya tersebut, sedangkan biaya-biaya yang berjumlah besar dan sifatnya meningkatkan kondisi aktiva secara signifikan dikapitalisasi. Apabila suatu aktiva tetap tidak lagi dig unakan atau dijual, maka harga perolehan dan akumulasi penyusutan aktiva tersebut dikeluarkan dari akun aktiva tetap dan keuntungan atau kerugian yang terjadi diperhitungkan ke laba rugi tahun berjalan.

Aktiva tetap dalam konstruksi merupakan akumulasi dari biaya-biaya pembelian bahan dan peralatan serta biaya konstruksi lainnya hingga aktiva tersebut selesai dan siap untuk digunakan. Biaya-biaya ini dipindahkan ke akun aktiva tetap pada saat pekerjaan selesai dan aktiva tersebut siap untuk digunakan.

Nilai tercatat aktiva tetap ditinjau setiap tanggal neraca untuk menentukan apakah nilai tercatat tersebut lebih besar dari nilai yang dapat diperoleh kembali dan jika nilai tercatat tersebut melebihi nilai yang dapat diperoleh kembali, nilai tercatat aktiva harus diturunkan menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali.

k. Aktiva tak berwujud

Beban yang dikeluarkan sehubungan dengan perpanjangan hak atas tanah dikapitalisasi dan diamortisasi selama dua puluh tahun.

Beban yang dikeluarkan sehubungan dengan pembelian software dikapitalisasi dan diamortisasikan selama sepuluh tahun.

Setiap tanggal neraca, Perusahaan dan Anak Perusahaan meninjau kembali untuk meyakinkan apakah terdapat indikasi penurunan nilai aktiva. Apabila terdapat indikasi penurunan nilai aktiva, maka nilai yang dapat diperoleh kembali akan diestimasi.

l. Restrukturisasi hutang

Perusahaan membukukan restrukturisasi hutangnya sesuai PSAK No. 54, “Akuntansi Restrukturisasi Hutang Piutang Bermasalah“, yang mengharuskan Perusahaan untuk membukukan sebagai berikut :

Dalam restrukturisasi hutang melalui modifikasi persyaratan tanpa melakukan pengalihan asset dan pembelian saham, Perusahaan mencatat dampak restrukturisasi tersebut secara prospektif sejak saat restrukturisasi dilaksanakan. Jika jumlah pembayaran kas masa depan sebagaimana ditetapkan dalam persyaratan baru utang lebih rendah dari nilai tercatat, maka Perusahaan harus mengurangi nilai tercatat utang ke jumlah yang sama dengan jumlah pembayaran kas masa depan sebagaimana ditentukan dalam persyaratan baru, dan harus mengakui keuntungan yang timbul dari restrukturisasi utang sebesar jumlah penurunan utang.

(13)

l. Restrukturisasi hutang (lanjutan)

Keuntungan neto atas restrukturisasi utang setelah pajak penghasilan terkait diakui dalam perhitungan laba bersih untuk periode terjadinya restrukturisasi dan diklasifikasikan sebagai pos luar biasa.

m. Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa

Perusahaan dalam melakukan usahanya melakukan transaksi dengan pihak -pihak yang mempunyai hubungan istimewa seperti yang dinyatakan dalam PSAK No. 7 “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”.

n. Perpajakan

Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aktiva dan kewajiban untuk tujuan komersial dan untuk tujuan perpajakan setiap tanggal pelaporan. Manfaat pajak di masa mendatang, seperti saldo rugi fiskal yang belum digunakan, diakui sejauh besar kemungkinan realisasi atas manfaat pajak tersebut.

Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang akan berlaku pada saat aktiva dipulihkan atau kewajiban dilunasi, yaitu dengan tarif pajak (peraturan pajak) yang telah berlaku atau yang telah secara substantif berlaku pada tanggal neraca.

Amandemen atas kewajiban perpajakan dicatat ketika ketetapan pajak diterima atau, jika keberatan diajukan oleh Perusahaan, ketika hasil dari keberatan tersebut telah ditentukan.

Peraturan perpajakan Indonesia tidak mengenal konsep pajak konsolidasi. Oleh karenanya saldo pajak dalam laporan keuangan konsolidasian merupakan gabungan dari posisi saldo pajak Perusahaan dan Anak Perusahaan.

o. Cadangan kesejahteraan karyawan

Perusahaan mengakui kewajiban imbalan kerja karyawan yang tidak didanai sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003. Sebelum 1 Januari 2005, Perusahaan mengakui kewajiban imbalan kerja karyawan berdasarkan penilaian aktuaris sesuai dengan PSAK No.24, Akuntansi Biaya Manfaat Pensiun, yang diterbitkan pada tahun 1994.

Berdasarkan PSAK No.24 (Revisi 2004), ”Imbalan Kerja“, beban imbalan kerja yang harus disediakan berdasarkan peraturan-peraturan yang berlaku, dihitung dengan menggunakan metode penilaian aktuaris berdasarkan metode projected unit credit. Keuntungan dan kerugian koreksi aktuarial diakui sebagai pendapatan atau beban ketika akumulasi keuntungan atau kerugian aktuarial yang belum diakui untuk masing-masing karyawan pada akhir periode sebelumnya melebihi 10% dari nilai kini kewajiban manfaat pasti (definit benefit obligation) dan 10% dari nilai wajar aktiva program (fair value of plan assets).

Keuntungan atau kerugian ini diakui menggunakan metode garis lurus (straight-line method)

atas rata-rata sisa masa kerja karyawan. Selanjutnya beban jasa lalu (past service costs) atas kewajiban manfaat pasti atau perubahan dari kewajiban imbalan pasti dari program yang telah ada diamortisasi selama sisa periode sampai imbalan tersebut menjadi hak.

(14)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2008 dan 2007

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

p. Pengunaan estimasi

Penyajian laporan keuangan konsolidasian berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang akan mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Karena adanya ketidakpastian yang melekat dalam penetapan estimasi, maka jumlah sesungguhnya yang akan dilaporkan di masa mendatang mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi tersebut.

q. Dasar perhitungan laba per saham

Sesuai dengan PSAK No.56, “Laba per Saham“, laba (rugi) dari aktivitas normal per saham dan laba (rugi) bersih per saham dihitung dengan membagi laba (rugi) masing-masing dengan jumlah rata-rata tertimbang lembar saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan. Perhitungan laba per saham masing-masing didasarkan atas 98.236.000 saham.

r. Informasi segmen

Sesuai PSAK No.5 (Revisi 2000), “Pelaporan Segmen“, segmen usaha menyajikan informasi produk atau jasa yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen usaha lain. Segmen geografis menyajikan informasi produk atau jasa pada wilayah ekonomi tertentu yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada wilayah ekonomi lain.

Pendapatan segmen, laba(rugi) usaha segmen, laba (rugi) bersih segmen dan aktiva segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi dalam kelompok perusahaan dieliminasi dalam proses konsolidasi.

3. KAS DAN SETARA KAS

2008 2007

Kas 184.728 156.097

Bank:

Rupiah:

Bank Central Asia 2.734.904 3.440.168

Bank Mandiri 2.007.447 246.674

The Hong Kong and Shanghai

Banking Corporation Ltd. 700.084 714.892

Bank Internasional Indonesia 82.001 309.106

HK Dollar:

Standard Chartered Bank 9.326 28.562

US Dollar:

PT Bank DBS Indonesia 968.625 1.584.450

Bank Mandiri 1.722.193 17.905

Standard Chartered Bank 70.484 302.267

The Hong Kong and Shanghai

Banking Corporation Ltd. 129.811 1.874.171

Euro:

The Hong Kong and Shanghai

(15)

200 8 2007

Deposito berjangka:

Deposito jangka pendek (3 bulan atau kurang):

JP Morgan Private Bank (CHF) 217 177

JP Morgan Private Bank (US$) 172.160 138.893

Citibank (US$) 93.570 90.250

265.947 229.320 Efek-efek - tersedia untuk dijual (nilai wajar):

Investasi dalam portfolio:

JP Morgan Private Bank - 3.764

Saham lain-lain 11.492 11.492

11.492 15.256

Jumlah investasi jangka pendek 277.439 244.576

Rugi belum direalisasi dari efek – tersedia untuk dijual adalah sebagai berikut:

2008 2007

Harga pasar efek 15.408 15.242

Harga perolehan efek 272.417 272.251

Rugi belum terealisasi atas efek – tersedia untuk dijual (257.009) (257.009)

5. PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA

Akun ini merupakan piutang kepada pihak ketiga sebagai berikut:

2008 2007

Penjualan ekspor 19.394.051 44.245.689

Penjualan lokal 10.800.201 27.37 6.806

30.194.252 71.622.495 Dikurangi: Penyisihan piutang ragu-ragu 1.165.115 1.145.261

Jumlah piutang usaha-pihak ketiga , bersih 29.029.137 70.477.234

Rincian umur piutang usaha – pihak ketiga dihitung sejak tanggal faktur adalah sebagai berikut:

2008 2007

Kurang dari 1 bulan 23.315.353 47.170.230

1 - 3 bulan 1.568.323 17.805.182

3 - 6 bulan 3.037.040 4.647.707

6 – 12 bulan 1.108.421 5.309

Lebih dari 12 bulan 1.165.115 1.994.067

Jumlah 30.194.252 71 .622.495

(16)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2008 dan 2007

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

5. PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA (lanjutan)

Rincian piutang usaha kepada pihak ketiga adalah sebagai berikut:

2008 2007 Danu Wijaya 3.655.739 2.562.358 Deddy 1.069.298 1.659.802 Ayoetex Indotama 987.549 77.713 Heru Priambodo 705.116 - Bintang Mitra 581.120 3.393.500 Surya Rejeki 471.752 86.776 Pelanggan ekspor 19.394.051 44.245.689 Pelanggan lainnya 3.329.627 19.596.657 Jumlah 30.194.252 71.622.495

Rincian piutang usaha kepada pihak ketiga berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:

2008 2007

Rupiah 10.266.296 25.921.025

Mata uang asing 19.927.956 45.701.470

Jumlah 30.194.252 71.622.495

Piutang ini dijaminkan untuk pinjaman bank (catatan 18)

6. PIUTANG LAIN-LAIN - PIHAK KETIGA

2008 2007

Uang muka sementara 2.242.187 2.896.926

Piutang bunga 4.126 4.049

Lainnya 2.204.968 4.091.652

4.451.281 6.992.627

Dikurangi: Penyisihan piutang ragu-ragu 338.523 338.523

Jumlah piutang lain-lain, bersih 4.112.758 6.654.104

Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan piutang ragu-ragu (note 5 dan note 6) cukup untuk menutup kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya piutang lain-lain di kemudian ari.

(17)

2008 2007

Barang jadi 26.946.243 41.978.465

Barang dalam proses 9.179.972 19 .900.687

Bahan baku 31.407.125 39.717.144

Bahan pembantu dan suku cadang 8.735.197 15.223.431

Jumlah persediaan, bersih 76.268.537 116.819.727

Persediaan telah diasuransikan terhadap resiko kebakaran dan resiko lainnya. Manajemen ber keyakinan bahwa asuransi tersebut cukup memadai untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul.

Persediaan ini dijaminkan untuk pinjaman bank (catatan 18)

8. UANG MUKA

2008 2007

Mesin dan suku cadang 634.390 933.716

Bahan baku 2.830.100 6.246.111

Lain-lain 546.751 13.105.754

Jumlah uang muka 4.011.241 20.285.581

Lain-lain adalah merupakan uang muka pembelian aksesoris dan suku cadang.

9. BEBAN DIBAYAR DIMUKA

2008 2007

Asuransi 732.099 739.661

Lain-lain 1.491.630 3.743.677

Jumlah beban dibayar dimuka 2.223.729 4.483.338

10. INVESTASI JANGKA PANJANG

Perusahaan memiliki saham pada PT Pasifik Marketama yang bergerak dalam bidang penjualan produk pakaian jadi.

Saldo investasi jangka panjang pada tanggal-tanggal 30 Juni 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut:

2008 2007

• Investasi di perusahaan asosiasi (harga perolehan):

P.T. Pasifik Marketama (kurang dari 20%) 277.500 277.500 Dikurangi : Cadangan penurunan nilai investasi (277.500) (277.500)

Jumlah investasi jangka panjang - -

(18)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2008 dan 2007

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

11. AKTIVA TETAP

Harga perolehan Akumulasi

depresiasi

Nilai buku

30 Juni 2008

Hak atas tanah 1.885.650 132.275 1.753.375 Bangunan dan sarana 27.677.157 11.609.166 16.067.991 Mesin dan suku cadang 130.870.976 68.030.455 62.840.521 Kendaraan bermotor 4.890.468 3.770.099 1.120.369 Perabot dan perlengkapan kantor 10.277.691 6.888.503 3.389.188

175.601.942 90.430.498 85.171.444

Aktiva tetap dalam konstruksi 1.323.181

86.494.625

Harga perolehan Akumulasi

depresiasi

Nilai buku

30 Juni 2007

Hak atas tanah 1.885.650 132.275 1.753.375

Bangunan dan sarana 24.280.606 10.707.471 13.573.135 Mesin dan suku cadang 186.970.065 104.054.287 82.915.778 Kendaraan bermotor 4.846.606 3.501.388 1.345.218 Perabot dan perlengkapan kantor 9.925.842 6.213.492 3.712.350

Aktiva tetap dalam konstruksi - - 6.769.751

227.908.769 124.608.913 103.299.856

Aktiva tetap dalam konstruksi 6.769.751

110.069.607

Seperti yang diuraikan dalam Catatan 2j atas laporan keuangan konsolidasian, Perusahaan telah melakukan penilaian kembali aktiva tetapnya pada tahun 1987. Selisih yang terjadi sebagai akibat dari penilaian kembali tersebut disajikan dalam laporan keuangan sebagai “Selisih penilaian kembali aktiva tetap” yang merupakan bagian dari ekuitas (Catatan 2 4).

Beban penyusutan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2008 dan 2007 masing-masing sebesar Rp5.441.591 dan Rp5 .535.868 dengan alokasi sebagai berikut:

200 8 2007

Beban pokok penjualan 5.056.816 5.103.164

Beban umum dan administrasi 384.775 432.704

5.441.591 5.535.868

Aktiva tetap telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya. Manajemen berkeyakinan bahwa asuransi tersebut cukup memadai untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul.

(19)

200 8 2007

Nilai Perolehan:

Software 1.714.259 1.667.359

Hak atas tana h 135.522 135.522

Total harga perolehan 1.849.781 1.802.881

Dikurangi: Akumulasi amortisasi:

Software 298.255 180.967

Hak atas tanah 30.849 24.073

Total akumulasi amortisasi 329.104 205.040

Nilai buku 1.520.677 1.597.841

13. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK

200 8 2007

The Hong Kong and Shanghai Banking

Corporation Limited 75.684.893 66.240.845

PT Bank DBS Indonesia 19.532.507 10.522.337

Jumlah pinjaman bank jangka pendek 95.217.400 76.763.182

The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited memberikan fasilitas pembiayaan untuk perdagangan dan fasilitas cerukan dengan plafon sebesar US$13.571 serta fasilitas pembiayaan untuk kontrak pembelian berjangka valuta asing (forward exchange contracts) dan aktivitas Perusahaan dengan plafon sebesar US$400.

Pada tahun 2006, DBS memberikan fasilitas pembiayaan perdagangan dengan plafon sebesar US$6.000.

14. HUTANG USAHA - PIHAK KETIGA

Akun ini merupakan hutang sehubungan dengan pembelian bahan baku dan pembantu dengan rincian sebagai berikut:

2008 2007

Cek mundur 3.493.577 8.848.831

Pemasok dalam negeri 35.652.403 27.488.679

Pemasok luar negeri 19.404.729 39.119.944

Jumlah hutang usaha-pihak ketiga 58.550.709 75.457.454

(20)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2008 dan 2007

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

14. HUTANG USAHA - PIHAK KETIGA (lanjutan)

2008 2007 Baird McNutt 3.598.686 494.130 Perfecta 3.119.587 7.044.866 Kanboton 2.535.110 16.831 Bondex Int. 2.167.207 109.235 Yagi Tsusho 1.230.031 2.021.304 MSJC 1.228.317 125.618 Global Challenge 847.895 3.773 Winnitex 790.679 1.735.637 Suntex 736.103 - Anita Textile 671.844 - International King 585.829 -

The Quicken Textile 520.366 -

Lain-lain 40.519.055 63.906.060

Jumlah 58.550.709 75.457.454

Penggolongan hutang usaha kepada pihak ketiga berdasar kan mata uang adalah sebagai berikut:

200 8 2007

Rupiah 19.063.663 13.108.138

Mata uang asing 39.487.046 62.349.316

Jumlah 58.550.709 75.457.454

15. HUTANG LAIN-LAIN - PIHAK KETIGA

200 8 2007 Uang jaminan 3.110.044 6.779.701 Titipan sementara 6.635.130 43.545.611 Lain-lain 547.377 6.395.369 10.292.551 56.720.681

16. BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR

200 8 2007

Beban bunga 2.545.843 3.932.349

Beban makloon 1.119.457 1.353.224

Upah dan tunjangan 6.660.627 7.701.841

Air dan listrik 7.840 2.002.368

Lain-lain 2.208.950 10.290.773

(21)

2008 2007

PT ORIX Indonesia Finance 2.664.549 3.869.888

Jumlah hutang sewa guna usaha 2.664.549 3.869.888

PT ORIX Indonesia Finance 1.429.174 1.248.284

Jumlah bagian hutang sewa guna usaha yang 1.429.174 1.248.284 jatuh tempo dalam waktu satu tahun

PT ORIX Indonesia Finance 1.235.375 2.621.604

Jumlah hutang sewa guna usaha jangka panjang 1.235.375 2.621.604

Perusahaan memperoleh pinjaman dari PT Orix Indonesia Finance pada tanggal 14 Agustus 2006 untuk membeli mesin Alstom John Thompson Coal Fired Steam Boiler sebesar US$533.2 (Rp 4.969.843) dengan uang jaminan sebesar US$106.6 (Rp 961,974). Jangka waktu pinjaman selama 3 tahun (Agustus 2006 hingga Agustus 2009). Tingkat bunga pinjaman adalah sebesar 9% per tahun untuk 6 bulan perta ma dan tingkat bunga pinjaman ini akan dinilai kembali setiap 6 bulan.

Saldo pinjaman ini pada tanggal 30 Juni 2008 adalah US$ 182.2 setelah dikurangi uang jaminan sebesar US$106.6, dan bagian pinjaman yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun sebesar US$ 154 .9 . Bagian pinjaman jangka panjang sebesar US$ 2 7.3 .

18. PINJAMAN JANGKA PANJANG

200 8 2007 Jumlah pinjaman : HSBC Loan 37.500.54 6 49.668.067 PT Bank DBS Indonesia 23.985.000 27.162.000 PT Peak Securities - 23.796.931 PT Pacificways 1.845.000 -

DEG - Deutsche Investitions - Und

Entwicklungsgesellschaft Mbh - 10.947.249

Jumlah pinjaman 63.330.54 6 111.574.247

Pinjaman yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun:

HSBC Loan 8.967.818 17.259.188

PT Bank DBS Indonesia 23.985.000 25.803.900

PT Peak Securities - -

PT Pacificways 1.845.000 -

DEG - Deutsche Investitions – Und

Entwicklungsgesellschaft Mbh - 10.947.249

Jumlah bagian pinjaman yang jatuh

(22)

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2008 dan 2007

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

18. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjut an)

200 8 2007

Pinjaman jangka panjang :

HSBC Loan 28.532.728 32.408.879

PT Bank DBS Indonesia - 1.358.100

PT Peak Securities - 23.796.931

PT Pacificways - -

DEG - Deutsche Investitions – Und

Entwicklungsgesellschaft Mbh - -

Jumlah pinjaman jangka panjang 28.532.72 8 57.563.910

HSBC Loan

Pada tahun 2006, Perusahaan mengadakan perjanjian baru dengan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Jakarta (“HSBC”) untuk penjadualan kembali pembayaran hutang kepada HSBC dan untuk memasukkan PT Eratex Garment sebagai peminjam baru.

Pinjaman ini dijamin dengan hak menjual yang berkekuatan hukum atas tanah dan bangunan milik Perusahaan dan pemindahan kepemilikan aktiva tetap atas mesin, peralatan, piutang dan saham. Jaminan tersebut (kecuali hak kepemilikan atas saham dan piutang dari PT Garment, Anak Perusahaan) merupakan jaminan bersama secara proporsional dengan PT Bank DBS Indonesia.

P.T. Bank DBS Indonesia

Perusahaan memperoleh fasilitas revolving loan dari PT Bank DBS Indonesia dengan plafon US$ 3.000 dimana sebesar US$2.6 00 akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun. Pinjaman ini dijaminkan dengan stand-by letter of credit sebesar US$2.000. Pinjaman ini dijamin dengan hak menjual yang berkekuatan hukum atas tanah dan bangunan milik Perusahaan dan pemindahan kepemilikan aktiva tetap atas mesin, persediaan dan piutang usaha . Jaminan tersebut merupakan jaminan bersama secara proporsional dengan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Jakarta Branch .

P.T. Peak Securities

Pada tanggal 31 Oktober 2007, PT Peak Securities mengalihkan seluruh hak, kepemilikan, kepentingan, manfaat dan kewajiban atas pokok pinjaman sebesar US$2.628 kepada Pacificway Finance Limited, melalui sebuah Perjanjian Restrukturisasi (Restructuring Agreement). Oleh karena itu, saldo pinjaman kepada PT Peak Securities pada tanggal 30 Juni 2008 adalah sebesar Nil.

Pacificway Finance Limited

Perusahaan mendapat fasilitas pinjaman dari Pacificway Finance Limited sebesar US$2.628 melalui pengalihan pinjaman antara Pacificway Finance Limited dan PT Peak Securities pada tanggal 31 Oktober 2007. Pada tanggal 28 Desember 2007, Perusahaan dan Pacificway Finance Limited telah menandatangani perjanjian penyelesaian pinjaman dengan kesepakatan bahwa (1) Pacificway Finance Limited menghapuskan US$2.000 dari total pinjaman yang berlaku sejak 31 Desember 2007; (2) Perusahaan akan melakukan pembayaran sebesar US$200 kepada Pacificway Finance Limited selambat-lambatnya 30 Juni 2008; (3) setelah menerima pembayaran, Pacificway Finance Limited akan menghapus sisa saldo pinjaman.

(23)

DEG - Deutsche Investitions – Und Entwicklungsgesellschaft Mbh

P.T. Asiatex Garmindo, Anak perusahaan memperoleh fasilitas kredit dari DEG - Deutsche Investitions - Und Entwicklungsgesellschaft Mbh (“Kreditur) pada tanggal 1 Desember 1999 untuk pembiayaan proyek sejumlah EUR2.000.000. Pinjaman ini dibayar kembali d engan 10 kali angsuran tengah tahunan masing-masing sebesar EUR200.000 mulai tanggal 15 November 2001 dan tanggal jatuh tempo angsuran terakhir adalah 15 Mei 2006.

Pinjaman ini dijamin dengan tanah, bangunan, mesin, peralatan, kendaraan dan aktiva bergerak dan tidak bergerak lainnya yang dimiliki oleh P.T. Asiatex Garmindo.

Pada tanggal 3 September 2007, DEG melakukan perjanjian penjualan piutang kepada Triton Asset Management Limited. Kreditur telah setuju untuk menjual dan mengalihkan hak kepemilika n dan kepentingan atas pokok pinjaman PT Asiatex Garmindo, Anak Perusahaan.

Pada tanggal 10 Desember 2007, PT Asiatex Garmindo dan Triton Asset Management Limited telah menandatangani perjanjian penyelesaian pinjaman dengan kesepakatan bahwa PT Asiatex Garmindo akan melakukan pembayaran sebesar EUR360 kepada Triton Asset Management Limited, setelah menerima pembayaran Triton Asset Management Limited akan menghapus sisa saldo pinjaman.

PT Asiatex Garmindo telah melakukan pembayaran sebesar EUR360 pada tanggal 27 Desember 2007, sehingga saldo pinjaman kepada Triton Asset Management pada tanggal 30 Juni 2008 adalah sebesar Nil.

19. PERPAJAKAN

200 8 2007

a. Pajak dibayar dimuka

Pajak penghasilan badan 588.000 1.159.362

Pajak penghasilan pasal 22 1.791.324 1.662.638

Pajak Pertambahan Nilai 1.356.096 7.090.523

Jumlah pajak dibayar di muka 3.735.420 9.912.523

2008 2007

b. Hutang pajak

Pajak penghasilan pasal 21 1.859.158 2.356.813

Pajak penghasilan pasal 23/2 6 1.242.983 417.589

Pajak penghasilan pasal 25 - 202.121

Pajak Pertambahan Nilai 1.635.795 6.254.247

Pajak Eratex Hongkong 764.510 -

Jumlah hutang pajak 5.502.446 9.230.770

(24)

CATATAN ATAS LAPOR AN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2008 dan 2007

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

19. PERPAJAKAN (lanjutan)

c. Pajak penghasilan badan

200 8 2007

Beban pajak penghasilan tahun berjalan:

Perusahaan - -

Anak perusahaan - -

- -

Keuntungan (beban) pajak tangguhan berkaitan dengan perbedaan temporer:

Perusahaan - -

Anak perusahaan - -

- -

Jumlah pajak penghasilan badan - -

200 8 2007

Laba (rugi) Perusahaan sebelum

pajak penghasilan badan (9.757.963) (1.415.235)

Perbedaan tetap:

Beban penjualan, umum dan administrasi:

Perjamuan, hadiah dan sumbangan 77.331 4.621

Sewa 46.403 7.009 Perjalanan 1.172 11.924 Beban kendaraan 24.292 14.371 Tunjangan 37.939 12.488 Lain -lain 259.297 73.265 446.434 123.678

Beban produksi tak langsung:

Perjamuan. hadiah dan sumbangan 45.648 18.470

Natura 552.898 - Beban kendaraan 11.874 11.760 Pelatihan 314.002 191.476 Tunjangan 15.940 40.635 Lain -lain 60.872 64.542 1.001.234 326.883

Sewa guna usaha 689.610 -

Rugi lain-lain 26.640 -

Pendapatan bunga (30.286) (26.751)

(25)

19. PERPAJAKAN (lanjutan)

c. Pajak penghasilan bada n (lanjutan)

200 8 2007

Jumlah perbedaan tetap (dipindahkan) 2.133.632 423.810

Perbedaan temporer:

Penyusutan aktiva tetap:

Komersial - -

Fiskal - -

- -

Amortisasi kuota ekspor:

Komersial - -

Fiskal - -

- -

Jumlah perbedaan temporer - -

Laba kena pajak (7.624.331) (991.425)

Perhitungan pajak penghasilan badan:

10% X Rp0 - -

15% X Rp0 - -

30% X Rp0 - -

Jumlah pajak penghasilan badan - -

d. Aktiva/(kewajiban) pajak tangguhan

Aktiva pajak tangguhan

Cadangan kesejahteraan karyawan 3.327.196 4.578.960

Beban penyusutan (3.264.627) (5.600.421)

Penyisihan penurunan nilai persediaan 1.383.920 2.905.240

Aktiva tak berwujud (348.974) 117.068

Penyisihan investasi 83.250 313.260

Penyisihan piutang ragu-ragu 246.261 969.529

Rugi fiskal 7.953.381 -

Kompensasi rugi fiskal atas pos luar biasa (6.861.842) - Kompensasi rugi fiskal atas pos luar biasa-anak perusahaan (2.240.397) - Bagian aktiva pajak tangguhan -anak perusahaan 2.913.811 1.278.424

3.191.980 4.562.060

(26)

P.T. ERATEX DJAJA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2008 dan 2007

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

20. CADANGAN KESEJAHTERAAN KARYAWAN

Perusahaan dan anak perusahaan memberi imbalan kerja bagi karyawan yang telah mencapai usia pensiun, yaitu 55 tahun, sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003 dengan metode Projected Unit Credit. Imbalan kerja ini tidak didanai.

Perubahan saldo cadangan kesejahteraan karyawan adalah sebagai berikut:

200 8 2007

Saldo awal tahun 11.254.770 16.632.739

Penambahan: Cadangan tahun berjalan 1.605.009 1.675.676

Pengurangan: Pemba yaran tahun berjalan 7.519.184 795.794

Saldo pada akhir tahun 5.340.595 17.512.621

21. HAK MINORITAS ATAS AKTIVA BERSIH ANAK PERUSAHAAN

Merupakan hak minoritas sehubungan dengan investasi pada Anak perusahaan yaitu PT Asiatex Garmindo, PT Eratex Garment dan ASA Partners Holdings Ltd.

200 8 2007

Modal saham 3.222.260 3.222.260

Pinjaman dan hutang kepada pemegang saham - -

Akumulasi rugi (3.213.000) (3.213.000)

Jumlah hak minor itas atas aktiva bersih anak perusahaan 9.260 9.260

22. MODAL SAHAM

Berdasarkan akta No. 79 tanggal 15 Juni 2004 yang dibuat oleh Sutjipto, S.H., Notaris di Jakarta, modal dasar Perusahaan telah ditingkatkan menjadi Rp. 196.472.000 terdiri dari 392.944.000 saham dengan nilai nominal Rp. 500 (Rupiah penuh) per saham.

Komposisi pemegang saham Perusahaan pada tanggal 30 Juni 200 8 adalah sebagai berikut:

Jumlah Persentase

Pemegang saham saham kepemilikan Jumlah

Eastern Cotton Mills Ltd. 24.559.000 25,00% 12.279.500

South Indonesian Holdings Ltd. 22.103.100 22,50% 11.051.550 PT Wakala Korpora Indonesia 10 .491.600 10,68% 5.245.800

Continuity Developments Ltd. 2.455.900 2,50% 1.227.950

Masyarakat 38 .626.400 39,32% 19 .313.200

(27)

22. MODAL SAHAM (lanjutan)

Komposisi pemegang saham Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2007 adalah sebagai berikut:

Jumlah Persentase

Pemegang saham saham kepemilikan Jumlah

Eastern Cotton Mills Ltd. 24.559.000 25,00% 12.279.500

South Indonesian Holdings Ltd. 22.103.100 22,50% 11.051.550

PT Rodamas 19.255.000 19,61% 9.627.500

Continuity Developments Ltd. 2.455.900 2,50% 1.227.950

Masyarakat 29.863.000 30,39% 14.931.500

Jumlah 98.236.000 100,00% 49.118.000

23. TAMBAHAN MOD AL DISETOR - BERSIH

Merupakan saldo selisih antara nilai nominal saham dengan nilai jual saham kepada masyarakat, setelah dikurangi jumlah yang dipindahkan ke modal saham dalam tahun 1994 sebesar Rp24.559.000.

24. SELISIH PENILAIAN KEMBALI AKTIVA TETAP

Akun ini merupakan saldo atas selisih dari penilaian kembali aktiva tetap per tanggal 1 Januari 1987, berdasarkan Peraturan Pemerintah No.45/1986, setelah dikurangi dengan jumlah yang dipindahkan ke modal saham dalam tahun 1990 sebesar Rp5.237.869.

Hasil dari penilaian kembali aktiva tetap tersebut akan disetujui oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak sesuai dengan surat No.KEP -083/WPJ.06/KEP-204/1989 tanggal 22 November 1989.

25. PENDAPATAN

200 8 2007

Penjualan bersih - pihak ketiga:

Penjualan ekspor 209.567.364 280.772.812

Penjualan lokal 63.866.502 61.320.175

Jumlah pendapatan 273.433.866 342.092.987

(28)

P.T. ERATEX DJAJA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2008 dan 2007

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

26. BEBAN POKOK PENJUALAN

200 8 2007

Pemakaian bahan baku 152.720.446 236.897.432

Upah langsung 45.090.033 52.824.737

Beban produksi tidak langsung (Catatan 27) 40.403.552 54.599.946

Jumlah beban produksi 238.214.031 344.322.115

Persediaan barang dalam proses:

Saldo awal 12.135.224 7.816.847

Saldo akhir (9.179.972) (19.900.687)

2.955.252 (12.083.840)

Beban pokok produksi 241.169.283 332.238.275

Persediaan barang jadi:

Saldo awal 51.258.751 48.011.939

Saldo akhir (26.946.243) (41.978.465)

24.312.508 6.033.474

Lain-lain (17.957.411) (40.915.496)

6.355.097 (34.882.022)

Jumlah beban pokok penjualan 247.524.380 297.356.253

27. BEBAN PRODUKSI TIDAK LANGSUNG

200 8 2007

Cadangan kesejahteraan karyawan 535.198 582.564

Biaya makloon (Catatan 28) 3.599.354 8.249.141

Air dan listrik 9.476.286 13.406.670

Gaji dan upah 4.073.842 5.064.618

Penyusutan 5.056.816 5.103.164 Suku cadang 1.901.750 3.325.221 Bahan pembungkus 968.676 1.181.096 Asuransi 1.476.873 1.121.953 Transportasi 1.462.377 1.693.179 Bahan bakar 2.820.061 2.096.372 Bongkar muat 2.625.980 3.894.312

Alat tulis dan percetakan 448.790 444.179

Perbaikan dan pemeliharaan 117.430 241.436

Biaya bank 203.782 709.922

Lain-lain 5.636.337 7.486.119

Jumlah beban produksi tidak langsung (Catatan 26) 40.403.552 54.599.946

(29)

28. KONTRAK SUB-PRODUKSI

Perusahaan telah mengadakan kontrak sub-produksi untuk menenun gray-cloth melalui pabrik-pabrik lain dengan spesifikasi standar kualitas tertentu dan biaya per meter yang disetujui dan juga untuk penyelesaian produk pakaian jadi. Biaya yang terjadi disajikan sebagai biaya makloon dalam beban produksi tidak langsung (Catatan 2 7).

29. BEBAN PENJUALAN 200 8 2007 Angkutan 1.395.386 7.029.509 Diskon 288.771 681.127 Bongkar muat 2.704.887 3.072.294 Biaya bank 1.316.921 2.526.451 Bunga 4.525 5.874 Komisi 461.315 868.693 Transportasi 1.251.845 2.240.870 Promosi 126.970 50.501 Perjalanan 114.090 166.076 Perjamuan 4.515 2.730 Lain-lain 10.180 54.290

Jumlah beban penjualan 7.679.405 16.698.415

30. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

200 8 2007

Gaji dan upah 10.208.600 10.486.594

Cadangan kesejahteraan karyawan 1.069.931 1.093.112

Perbaikan dan pemeliharaan 124.284 134.524

Biaya bank 555.374 861.901 Komunikasi 751.930 762.604 Perjalanan 185.010 369.371 Penyusutan 384.775 432.704 Kendaraan 312.910 311.219 Asuransi 345.750 151.668

Alat tulis dan percetakan 158.509 171.853

Biaya profesional 278.895 355.252

Transportasi 158.480 202.060

Perlengkapan tambahan 142.690 127.292

Air dan listrik 217.118 178.240

Perjamuan, hadiah dan sumbangan 42.483 93.975

Biaya pajak dan cukai 20.750 55.354

Iklan 89.209 84.122

Sewa 586.441 522.255

Kesejahteraan 37.939 93.647

Biaya berlangganan 159.091 177.800

Lain-lain 390.571 269.381

Jumlah beban umum dan administrasi 16.220.740 16.934.928

(30)

P.T. ERATEX DJAJA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2008 dan 2007

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatak an lain)

31. INFORMASI SEGMEN Bidang usaha:

PT Eratex Djaja Tbk. adalah induk perusahaan dan bergerak dalam bidang industri textile terpadu meliputi bidang-bidang pemintalan, penenunan, penyelesaian, pembuatan pakaian jadi serta menjual produknya di dalam maupun luar negeri.

PT Asiatex Garmindo adalah anak perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pakaian jadi terpadu meliputi bidang-bidang pembuatan pakaian jadi dan proses pakaian jadi lainnya.

ASA Partners Holdings Ltd. adalah Anak perusahaan yang tidak memiliki kegiatan usaha selama tahun 2007 dan 2008.

P.T. Eratex (Hong Kong) Ltd. adalah Anak perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan umum.

200 8 2007

Pendapatan - berdasarkan perusahaan:

PT Eratex Djaja Tbk. 263.464.446 317.333.293 PT Asiatex Garmindo 6.198.870 19.098.962 PT Eratex Hongkong 3.770.550 5.858.043 273.433.866 342.290.298 Eliminasi - (197.311) 273.433.866 342.092.987

Pendapatan - berdasarkan daerah geografis:

Ekspor 209.567.364 280.772.812 Domestik 63.866.502 61.517.486 273.433.866 342.290.298 Eliminasi - (197.311) 273.433.866 342.092.987

Pendapatan - menurut jenis produk:

Textile 73.610.336 91.391.880

Pakaian jadi 199.823.530 250.898.418

273.433.866 342.290.298

Eliminasi - (197.311)

(31)

31. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)

2008 2007

Laba(Rugi) usaha berdasarkan perusahaan:

PT Eratex Djaja Tbk. 1.445.011 11.412.812 PT Asiatex Garmindo (1.040.705) (4.233.400) PT Eratex Hongkon g 1.605.035 3.923.979 2.009.341 11.103.391 Eliminasi - - 2.009.341 11.103.391

Laba(Rugi) usaha menurut jenis produk:

Textile (3.968.428) (3.899.948) Pakaian jadi 5.977.769 15.003.339 2.009.341 11.103.391 Eliminasi - - 2.009.341 11.103.391

Laba (rugi) bersih berdasarkan perusahaan:

PT Eratex Djaja Tbk. (9.757.963) (1.415.235) PT Asiatex Garmindo 1.216.552 (4.570.214) PT Eratex Hongkong 1.605.045 3.932.074 (6.936.366) (2.053.375) Eliminasi - - (6.936.366) (2.053.375)

Laba (rugi) bersih menurut jenis produk :

Textile (11.077.360) (9.365.700) Pakaian jadi 4.140.994 7.312.325 (6.936.366) (2.053.375) Eliminasi - - (6.936.366) (2.053.375)

(32)

P.T. ERATEX DJAJA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2008 dan 2007

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

31. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)

2008 2007

Aktiva berdasarkan perusahaan:

PT Eratex Djaja Tbk. 297.392.999 401.205.532

PT Asiatex Garmindo 24.047.396 37.749.332

PT Eratex Hongkong 5.693.273 3.026.620

ASA Partners Holdings Ltd. 1.884 234.529

PT Eratex Garment 926.000 926.000

328.061.552 443.142.013

Eliminasi (103.995.111) (87.584.656)

224.066.441 355.557.357

Aktiva menurut jenis produk:

Textile 105.002.426 155.638.982 Pakaian jadi 110.274.804 183.760.350 Lain-lain 112.784.322 103.742.681 328.061.552 443.142.013 Eliminasi (103.995.111) (87.584.656) 224.066.441 355.557.357 32. KONDISI PEREKONOMIAN

Operasi Perusahaan terpengaruh oleh krisis ekonomi global, terutama yang terjadi di Amerika. Krisis tersebut secara langsung menyebabkan melemahnya nilai tukar dollar yang disertai dengan turunnya daya beli pasar global. Pada industri garmen, perusahaan mengalami kesulitan dalam menjual produk Perusahaan di pasar garmen dunia. Kondisi ini, disertai dengan terus naiknya harga minyak di pasar dunia dan ketidakpastian nilai tukar Rupiah atas US$ berdampak pada operasi Perusahaan dan kemampuan Perusahaan dalam memperoleh laba dan target arus kas.

Peningkatan di bidang ekonomi dan indikasi pemulihan tergantung pada beberapa faktor yang antara lain kebijakan fiskal dan moneter yang akan diambil oleh Pemerintah untuk meyehatkan ekonomi, suatu tindakan yang berada diluar kendali Perusahaan.

Untuk merespon kondisi ini, Perusahaan akan mengimplementasikan tindakan sebagai berikut: • Perusahaan telah memulai diversifikasi terhadap pangsa pasar untuk mempertahankan

keuntungan dan pendapatan

• Perusahaan tidak mengantisipasi adanya pertumbuhan penjualan dalam industri garmen, namun demikian Perusahaan berencana untuk melanjutkan pengembangan terhadap siklus waktu produksi dan efisiensi kerja secara konsisten. Selain itu Perusahaan juga mengadakan beberapa proyek yang terfokus pada peningkatan kecepatan respon atas keseluruhan order lead time.

(33)

Referensi

Dokumen terkait

Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep harga perolehan, kecuali untuk persediaan yang dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya

Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah kecuali dinyatakan lain, disusun berdasarkan basis akrual dengan menggunakan konsep nilai perolehan, kecuali untuk persediaan yang

Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep harga perolehan, kecuali untuk persediaan yang dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya

• Menjual atau dengan cara lain mengalihkan hak atau menyewakan atau menyerahkan pemakaian atas seluruh atau sebagian kekayaan atau aset Anak Perusahaan, baik

Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan dasar akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian, dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti

bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.. 5 7 4 ) 20.303.058.426. Lihat catatan atas laporan keuangan

Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep harga perolehan, kecuali untuk persediaan yang dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya

Sehubungan dengan transaksi tersebut, Perusahaan mengakui laba penjualan penyertaan saham bersih sebesar Rp.10.088.190.999,- setelah dikurangi biaya-biaya atas penjualan