AKTIVA
AKTIVA LANCAR
Kas dan setara kas 2e, 3 9.081.162 9.193.751
Investasi jangka pendek 2i, 4 277.439 244.576
Piutang usaha – pihak ketiga, bersih setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp1.165.115 pada
tahun 200 8 dan Rp1.145.261 pada tahun 200 7 2f, 5 29.029.137 70.477.234 Piutang lain-lain – pihak ketiga, bersih
setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp338.523 pada tahun
2008 dan Rp 33 8.523 pada tahun 200 7 2f, 6 4.112.758 6.654.104 Persediaan , bersih setelah dikurangi penyisihan
penurunan nilai sebesar Rp6.959.196 pada
tahun 200 8 dan Rp11.726.606 pada tahun 2007 2g, 7 76.268.537 116.819.727
Pajak dibayar dimuka 2n, 19 a 3.735.420 9.912.523
Uang muka 8 4.011.241 20.285.581
Beban dibayar dimuka 9 2.223.729 4.483.338
JUMLAH AKTIVA LANCAR 128.739.423 238.070.834
AKTIV A TIDAK LANCAR
Investasi jangka panjang, bersih setelah dikurangi cadangan penurunan nilai investasi sebesar
Rp277.500 pada tahun 2008 dan 2007 2i, 10 - -
Aktiva pajak tangguhan 2n, 19 d 3.191.980 4.562.060
Aktiva tetap, bersih setelah dikurangi akumulasi p enyusutan sebesar Rp90.430.498 pada tahun
200 8 dan Rp124.608.913 pada tahun 2007 2h, 2j, 11 86.494.625 110.069.607 Aktiva tak berwujud, bersih setelah dikurangi 2k, 12
akumulasi amortisasi sebesar Rp 329.104 pada
tahun 2008 dan Rp205.040 pada tahun 2007 1.520.677 1.597.841
Piutang pajak 2.982.196 -
Uang jaminan 1.137.540 1.257.015
JUMLAH AKTIVA TIDAK LANCAR 95.327.018 117.486.523
JUMLAH AKTIVA 224.066.441 355.557.357
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian ini.
NERACA KONSOLIDASIAN Per 30 Juni 200 8 dan 2007
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 200 8 2007
KEWAJIBAN, HAK MINORITAS DAN DEFISIENSI MODAL
KEWAJIBAN LANCAR
Pinjaman bank jangka pendek 13 95.217.400 76.763.182
Hutang usaha - pihak ketiga 14 58.550.709 75.457.454
Hutang lain -lain - pihak ketiga 15 10.292.551 56.720.681
Hutang pajak 2n, 19 b 5.502.446 9.230.770
Beban masih harus dibayar 2p, 16 12.542.717 25.280.555
Bagian hutang sewa guna usaha yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun 2h, 17 1.429.174 1.248.284 Bagian pinjaman jangka panjang yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun 18 34.797.818 54.010.337
TOTAL KEWAJIBAN LANCAR 218.332.815 298.711.263
KEWAJIBAN JANGKA PANJANG
Hutang sewa guna usaha - setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 2h, 17 1.235.375 2.621.604 Pinjaman jangka panjang – setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 18 28.532.728 57.563.910
Cadangan kesejahteraan karyawan 2o , 20 5.340.595 17.512.621
JUMLAH KEWAJIBAN JANGKA PANJANG 35.108.698 77.698.135
JUMLAH KEWAJIBAN 253.441.513 376.409.398
HAK MINORITAS ATAS AKTIVA BERSIH
ANAK PERUSAHAAN 2b, 21 9.260 9.260
DEFISIENSI MODAL Modal saham:
Nilai nominal Rp500 (Rupiah penuh) per saham. Modal dasar sejumlah 392.944.000 saham. Ditempatkan dan disetor penuh 98.236.000
saham 22 49.118.000 49.118.000
Tambahan modal disetor, bersih 23 1.437.950 1.437.950
Selisih penilaian kembali aktiva tetap 24 154.431 154.431
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 2c 407.689 1.536.333 Rugi belum direalisasi dari efek-tersedia untuk dijual 2i, 4 (257.009) (257.009)
Defisit (80.245.393) (72.851.006)
JUMLAH DEFISIENSI MODAL (29.384.332) (20.861.301)
JUMLAH KEWAJIBAN, HAK MINORITAS
DAN DEFISIENSI MODA L 224.066.441 355.557.357
PENDAPATAN 2d, 2r , 25 , 31 273.433.866 342.092.987
BEBAN POKOK PENJUALAN 26, 27, 28 247.524.380 297.356.253
LABA KOTOR 25.909.486 44.736.734
BEBAN USAHA:
Beban penjualan 29 7.679.405 16.698.415
Beban umum dan administrasi 30 16.220.740 16.934.928
Jumlah beban usaha 23.900.145 33.633.343
LABA USAHA 2r, 31 2.009.341 11.103.391
PENDAP ATAN (BEBAN) LAIN-LAIN:
Pendapatan bunga 24.322 41.456
Beban bunga (9.381.203) (11.506.965)
Laba investasi 22.375 -
Rugi dari penjualan aktiva tetap (3.831.182) -
Laba (rugi) selisih kurs - bersih 4.230.002 (1.558.726)
Penyisihan penurunan nilai pers ediaan (378.424) -
Lain-lain 368.403 (132.531)
Jumlah pendapatan (beban) lain-lain, bersih (8.945.707) (13.156.766)
RUGI SEBELUM PAJAK
PENGHASILAN BADAN (6.936.366) (2.053.375)
Keuntungan (beban) pajak
penghasilan badan: 2n, 19 c
Tahun berjalan - -
Ditangguhkan - -
RUGI SEBELUM HAK MINORITAS (6.936.366) (2.053.375)
Hak minoritas atas rugi anak perusahaan 2b, 21 - -
RUGI BERSIH (6.936.366) (2.053.375)
Laba usaha per saham dalam Rupiah penuh 2q 20 113
R ugi bersih per saham dalam Rupiah penuh 2q (71) (21)
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian ini.
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 200 8 dan 2007 (Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Rugi belum Selisih direali- Modal Selisih kurs kare- sasi dari ditempat- Tambahan penilaian na pen- efek-
kan dan modal kembali jabaran tersedia Jumlah disetor disetor, aktiva laporan untuk defisiensi penuh bersih tetap keuangan dijual Defisit modal
Saldo 31 Desember 2006 49.118.000 1.437.950 154.431 1.541.116 (257.009) (70.797.631) (18.803.143) Penambahan tahun berjalan - - - (4.783) - (2.053.375) (2.058.158) Saldo 30 Juni 2007 49.118.000 1.437.950 154.431 1.536.333 (257.009) (72.851.006) (20.861.301) Penambahan tahun berjalan - - - (1.375.859) - (458.021) (1.833.880) Saldo 31 Desember 2007 49.118.000 1.437.950 154.431 160.474 (257.009) (73.309.027) (22.695.181) Penambahan tahun berjalan - - - 247.215 - (6.936.366) (6.689.151) Saldo 30 Juni 2008 49.118.000 1.437.950 154.431 407.689 (257.009) (80.245.393) (29.384.332)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI:
Penerimaan dari pelanggan 289.573.126 320.652.559
Pembayaran kepada pemasok (139.498.065) (191.388.705)
Pembayaran untuk gaji dan upah (57.936.797) (65.616.148)
Pembayaran untuk biaya operasional (27.296.803) (29.746.420)
Kas diperoleh dari (digunakan untuk) operasi 64.841.461 33.901.286
Pembayaran pajak penghasilan (404.243) (606.370)
Pembayaran lainnya (332.384) (420.542)
Kas bersih yang diperoleh dari
(digunakan untuk) aktivitas operasi 64.104.834 32.874.374
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI:
Peningkatan investasi jangka pendek (114.169) (94.034)
Penjualan aktiva tetap 5.313.288 (2.665.248)
Penerimaan da ri pendapatan bunga 24.409 41.441
Penerimaan untuk aktiva lain-lain 228.252 172.161
Kas bersih yang diperoleh dari
aktivitas investasi 5.451.780 (2.545.680)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN:
Pembayaran untuk pinjaman (55.293.290) (18.221.807)
Pembayaran beban bunga (9.843.144) (10.172.154)
Kas bersih yang digunakan
untuk aktivitas pendanaan (65.136.434) (28.393.961)
KENAIKAN BERSIH
KAS DAN SETARA KAS 4.420.180 1.934.733
SALDO KAS DAN SETA RA KAS
PADA AWAL TAHUN 3 4.660.982 7.259.018
SALDO KAS DAN SETARA KAS
PADA AKHIR TAHUN 3 9.081.162 9.193.751
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian ini.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 200 8 dan 2007
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Sejarah perusahaan
P.T. ERATEX DJAJA Tbk. ("Perusahaan") didirikan dalam rangka Undang -Undang Penanaman Modal Asing No.1 tahun 1967 berdasarkan akta No. 7 tanggal 12 Oktober 1972 yang dibuat oleh Koerniatini Karim, Notaris di Jakarta. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, dan perubahan terakhir dengan akta No.79 tanggal 15 Juni 2004 yang dibuat oleh Sutjipto, S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan nama Perusahaan dari P.T. Eratex Djaja Ltd. Tbk. menjadi P.T. Eratex Djaja Tbk. dan peningkatan modal dasar menjadi sebesar Rp. 196.472.000. Peru bahan ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-21010 HT.01.04.TH.2004 tanggal 20 Agustus 2004.
Perusahaan bergerak dalam bidang industri textile yang terpadu meliputi bidang-bidang pemintalan, penenunan, penyelesaian, pembuatan pakaian jadi serta menjual produknya di dalam maupun luar negeri.
Perusahaan beroperasi secara komersial pada tahun 1974.
Pabrik berlokasi di Jalan Raya Soekarno-Hatta, Probolinggo, Jawa Timur. Jumlah karyawan masing-masing 4.795 orang dan 4.426 orang pada tanggal 30 Juni 2008 dan 2007 (tidak diaudit). Kantor Perusahaan terdaftar di Jakarta dan kantor eksekutif di Surabaya. Mulai tahun 1990 Perusahaan membuka cabang di Hong Kong.
Pada tanggal 21 Agustus 1990, Perusahaan telah mencatatkan sebagian sahamnya di bursa efek di Indonesia sesuai dengan surat persetujuan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.SI-125/SHM/MK.10/1990 tanggal 14 Juli 1990. Sejak tahun 2000 seluruh saham telah dicatatkan di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya.
Susunan Dewan Komisaris, Dewan Direksi dan Komite Audit Independen Perusahaan pada tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2008 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Adrian Hau Chak Fu Komisaris Independen : Juergen Ulrich Schreiber
Komisaris : Julian Wong
Dewan Direksi
Presiden Direktur : Joseph Chan
Direktur : Ho Yiu Cheung
Direktur : Frankie Ma Ngon
Direktur : Chow Chi Keung
Direktur Non-Afiliasi : Sujoko Efferin
Komite Audit Independen Juergen Ulrich Schreiber Frans P. Iskandar Joseph Kwan
a. Sejarah perusahaan (lanjutan)
Jumlah remunerasi Dewan Komisaris Perusahaan untuk tahun 2008 dan 2007 masing-masing adalah sebesar Rp.61.584 dan Rp.70.606 , sedangkan jumlah remunerasi Dewan Direksi Perusahaan untuk tahun 2008 dan 2007 masing -masing adalah sebesar Rp.1.732.773 dan Rp .2.054.520.
b. Anak perusahaan
Konsolidasi Anak perusahaan dan persentase kepemilikan pada tanggal neraca adalah sebagai berikut:
Anak perusahaan Domisili Jenis usaha
Persentase kepemilikan
Tahun operasi
PT Asiatex Garmindo Jakarta Industri pembuatan pakaian
jadi terpadu
93,55% 1999
ASA Partners Holdings Ltd. British Virgin
Islands
Sub Induk perusahaan 100% 2000
PT Eratex (Hongkong) Ltd. Hongkong Perdagangan umum 100% 2005
PT Eratex Garment Jakarta Industri pembuatan pakaian
jadi terpadu
99% Pra-operasi
Jumlah aktiva Anak perusahaan pada tanggal 3 0 Juni 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut:
2008 2007
PT Asiatex Garmindo 24.047.396 37.749.332
ASA Partners Holdings Ltd. 1.884 234.529
PT Eratex (Hongkong) Ltd. 5.693.273 3.026.620
PT Eratex Garment 926.000 926.000
30.668.553 41.936.481
ASA Partners Holdings Ltd. saat ini tidak mempunyai aktivitas usaha.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING
Kebijakan akuntansi dan pelaporan yang dianut oleh Perusahaan dan Anak Perusahaan sesuai dengan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Ikhtisar kebijakan akuntansi yang penting yang diterapkan secara konsisten dalam menyusun laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut:
a. Prinsip penyajian laporan keuangan konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian telah disajikan sesuai dengan prinsip dan praktekakuntansi yang berlaku umum di Indonesia yaitu Standar Akuntansi Keuangan, peraturan BAPEPAM dan Pedoman Penyajian Laporan Keuangan yang ditetapkan oleh BAPEPAM.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2008 dan 2007
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
a. Prinsip penyajian laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)
Laporan keuangan konsolidasian, disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain, telah disajikan dengan metode akrual dan menggunakan konsep biaya perolehan, kecuali untuk persediaan yang dinyatakan menurut nilai terendah antara harga perolehan dan nilai bersih yang dapat direalisasi, berdasarkan hasil nilai penilaian kembali untuk aktiva tetap yang telah dinilai kembali sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku, dan investasi tertentu berdasarkan nilai wajar.
Laporan arus kas konsolidasian disajikan dengan menggunakan metode langsung sesuai dengan Surat Keputusan Badan Pengawas Pasar Modal No. Kep-06/PM/2000 tertanggal 13 Maret 2000.
b. Prinsip konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan laporan keuangan seluruh Anak perusahaan yang berada di bawah pengendalian Perusahaan. Suatu pengendalian dianggap ada bilamana Perusahaan menguasai lebih dari 50%, baik langsung maupun tidak langsung, hak suara di Anak perusahaan; atau Perusahaan dapat menentukan kebijakan keuangan dan operasi dari Anak perusahaan; atau mempunyai kemampuan untuk memberhentikan atau menunjuk mayoritas anggota direksi di Anak perusahaan.
Dalam hal pengendalian terhadap Anak perusahaan dimulai atau diakhiri dalam suatu tahun tertentu, maka hasil Anak perusahaan yang diperhitungkan kedalam laporan keuangan konsolidasian hanya sebatas hasil pada saat pengendalian tersebut mulai diperoleh atau hingga saat pengendalian atas Anak perusahaan itu berakhir.
Saldo dan transaksi antar perusahaan, termasuk keuntungan/kerugian yang belum direalisasi, dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha Perusahaan dan Anak Perusahaan sebagai satu kesatuan usaha.
Hak minoritas atas laba/rugi bersih dan ekuitas Anak perusahaan dinyatakan sebesar proporsi pemegang saham minoritas atas laba/rugi bersih dan ekuitas anak perusahaan tersebut.
c. Penjabaran mata uang asing Transaksi dan saldo
Perusahaan menyelenggarakan pembukuannya dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi dalam mata uang asing dijabarkan kedalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi yang bersangkutan.
Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs tengah yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian yang timbul sebagai akibat dari penjabaran aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing dicatat dalam laporan laba rugi konsolidasian tahun berjalan, termasuk keuntungan atau kerugian sehubungan dengan kontrak valuta berjangka.
c. Penjabaran mata uang asing (lanjutan)
Kurs yang digunakan pada tanggal 3 0 Juni 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut:
2008 2007
1 Dollar Amerika/rupiah (penuh) 9.225 9.054
1 EURO/rupiah (penuh) 14.563 12.164
1 CHF/rupiah (penuh) 9.048 7.344
100 Yen Jepang/rupiah (penuh) 8.672 7.347
1 Dollar Hong Kong/rupiah (penuh) 1.183 1.158
1 Dollar Singapura/rupiah (penuh) 6.779 5.908
1 GBP/rupiah (penuh) 18.396 18.125
Penjabaran laporan keuangan Anak perusahaan di luar negeri
Laporan keuangan anak perusahaan di luar negeri dijabarkan kedalam mata uang Rupiah dengan cara sebagai berikut:
• Aktiva dan kewajiban dijabarkan dengan menggunakan kurs pada tangggal neraca. • Akun-akun laba rugi dijabarkan dengan menggunakan rata-rata tertimbang dari kurs
tengah setiap akhir bulan yang berlaku sepanjang tahun yang bersangkutan. • Ekuitas dijabarkan dengan menggunakan kurs historis.
• Selisih yang timbul akibat penjabaran tersebut di catat sebagai bagian dari ekuitas pemegang saham melalui akun “Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan”.
d. Pengakuan pendapatan
Pendapatan diakui apabila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan mengalir kepada Perusahaan dan Anak Perusahaan dan pendapatan tersebut dapat diukur secara andal. Kriteria pengakuan berikut harus dipenuhi sebelum pengakuan pendapatan:
Penjualan b arang
Pendapatan diakui pada saat risiko dan manfaat kepemilikan barang secara signifikan telah dipindahkan kepada pembeli.
Penjualan jasa
Pendapatan diakui sesuai dengan tahap penyelesaian transaksi tersebut pada tanggal neraca, dan tidak terdapat ketida kpastian yang signifikan mengenai penerimaan pendapatan atau biaya yang terjadi untuk transaksi tersebut.
Bunga
Pendapatan diakui atas dasar proporsi waktu yang memperhitungkan hasil efektif aktiva tersebut kecuali kolektibilitasnya diragukan.
e. Kas dan setara kas
Kas dan bank serta deposito jangka pendek yang dimiliki hingga jatuh tempo dicatat sebesar nilai perolehannya.
Kas dan setara kas didefinisikan sebagai saldo kas dan bank, deposito dan investasi jangka pendek yang sangat likuid dan dengan seg era dapat dijadikan kas dalam jumlah yang telah diketahui tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Jun i 2008 dan 2007
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
e. Kas dan setara kas (lanjutan)
Untuk tujuan Laporan Arus Kas Konsolidasian, kas dan setara kas terdiri dari saldo kas dan bank serta deposito jangka pendek yang jangka waktunya kurang dari tiga bulan
f. Piutang
Piutang usaha diakui dan disajikan sebesar nilai faktur dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu. Penyisihan piutang ragu -ragu dibuat apabila terdapat kemungkinan besar bahwa piutang tersebut tidak dapat diterima seluruhnya. Penghapusan piutang dicatat pada saat terjadinya penghapusan tersebut.
g. Persediaan
Persediaan dinyatakan menurut nilai yang terendah antara harga perolehan dan nilai bersih yang dapat direalisasikan.
Harga perolehan ditetapkan berdasarkan metode rata-rata yang meliputi harga pembelian, biaya konversi dan biaya-biaya lainnya yang terjadi untuk memperoleh persediaan tersebut serta membawanya ke lokasi dan kondisinya yang sekarang. Termasuk dalam nilai persediaan barang jadi dan barang dalam proses adalah bahan baku, upah langsung dan biaya overhead pabrik tetap maupun variabel.
Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual yang wajar setelah dikurangi dengan taksiran biaya untuk menyelesai kan dan menjual barang jadi yang dihasilkan.
h. Akuntansi sewa guna usaha
Transaksi sewa guna usaha dicatat dengan menggunakan metode sewa guna usaha pembiayaan (finance lease), apabila memenuhi semua kriteria berikut :
1) Penyewa guna usaha memiliki ops i untuk membeli aktiva sewa guna usaha pada akhir masa sewa guna usaha dengan harga yang telah disetujui bersama pada saat dimulainya perjanjian sewa guna usaha.
2) Seluruh pembayaran berkala yang dilakukan oleh penyewa guna usaha ditambah dengan nilai sisa mencakup pengembalian biaya perolehan aktiva sewa guna usaha beserta bunganya, sebagai keuntungan perusahaan sewa guna usaha (full payout lease).
3) Masa sewa guna usaha minimum 2 (dua) tahun.
Jika salah satu kriteria tersebut diatas tidak terpenuhi, maka tr ansaksi sewa guna usaha akan dibukukan dengan metode sewa menyewa biasa (operating lease method).
Selama masa sewa guna usaha setiap pembayaran sewa usaha akan dialokasikan sebagai pengurang kewajiban serta biaya bunga. Aktiva yang disewa guna usaha berdasarkan capital
lease serta akumulasi penyusutannya harus disajikan dalam neraca lessee secara terpisah
ataupun diungkapkan secara wajar dalam catatan atas laporan keuangan. Demikian pula dengan kewajiban karena suatu sewa guna usaha, harus dinyatakan dan dikelompokkan sebagai kewajiban lancar atau kewajiban jangka panjang dalam neraca sesuai dengan ketentuan yang lazim dilakukan.
i. Investasi
Deposito jangka pendek yang jangka waktunya kurang dari tiga bulan namun dijaminkan, atau telah ditentukan penggunaannya dan deposito jangka pendek yang jangka waktunya lebih dari tiga bulan disajikan sebagai investasi jangka pendek dan dicatat sebesar nilai nominal .
Investasi dalam bentuk surat berharga diklasifikasikan sebagai berikut:
(i) Diperdagangkan (held fortrading)
Investasi yang diklasifikasikan sebagai “diperdagangkan” disajikan sebesar nilai wajarnya, keuntungan atau kerugian yang belum direalisasikan akibat kenaikan atau penurunan nilai wajarnya diakui dalam laporan laba rugi tahun berjalan. Perbedaan antara harga jual dengan nilai wajar per buku pada saat penjualan, diakui sebagai keuntungan atau kerugian terealisasi.
(ii) Tersedia untuk dijual (available for sale)
Investasi yang diklasifikasikan sebagai “tersedia untuk dijual ” disajikan sebesar nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi akibat kenaikan atau penurunan nilai wajarnya, dicatat sebagai komponen ekuitas. Selisih antara harga jual dan nilai tercatat diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada saat investasi tersebut dijual. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi dari investasi untuk dijual yang tercatat dalam ekuitas tersebut diakui sebagai penghasilan atau beban pada saat realisasi.
(iii) Dimiliki hingga jatuh tempo (held to maturity)
Investasi yang diklasifikasikan sebagai “dimiliki hingga jatuh tempo”, seperti obligasi, dicatat sebesar harga perolehan yang disesuaikan dengan diskonto atau premi pembelian yang belum diamortisasi. Diskonto atau premi diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus. Bila terjadi penurunan nilai wajar di bawah biaya perolehan (termasuk amortisasi premi dan/atau diskonto) yang bersifat permanen, maka biaya perolehan investasi diturunkan sebesar nilai wajarnya dan jumlah penurunan nilai tersebut dibebankan pada laba rugi tahun berjalan.
Investasi dalam bentuk penyertaan saham pada perusahaan lain dengan persentase kepemilikan:
• Kurang dari 20% dicatat sebesar harga terendah antara harga perolehan dan nilai wajar yang dapat direalisasikan.
• 20% sampai dengan 50% dicatat sebesar harga perolehan ditambah atau dikurangi dengan bagian laba (rugi) hasil usaha perusahaan asosiasi serta dikurangi dengan deviden yang diterima.
• Lebih dari 50% dikonsolidasikan. j. Aktiva tetap
Aktiva tetap dinyatakan menurut harga perolehan, dan hasil penilaian kembali untuk aktiva tetap yang dinilai kembali berdasarkan peraturan pemerintah, dikurangi dengan akumulasi penyusutan. Penyusutan aktiva tetap dihitung dengan metode garis lurus (straight line method) selama masa manfa at aktiva tetap sebagai berikut :
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2008 dan 2007
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
j. Aktiva tetap (lanjutan)
Bangunan dan sarana 25 tahun
Mesin dan peralatan 15 tahun
Kendaraan bermotor 10 tahun
Perabot dan perlengkapan kantor 10 tahun
Tanah tidak disusutkan
Biaya perbaikan dan perawatan dibebankan langsung ke perhitungan laba rugi pada saat terjadinya biaya-biaya tersebut, sedangkan biaya-biaya yang berjumlah besar dan sifatnya meningkatkan kondisi aktiva secara signifikan dikapitalisasi. Apabila suatu aktiva tetap tidak lagi dig unakan atau dijual, maka harga perolehan dan akumulasi penyusutan aktiva tersebut dikeluarkan dari akun aktiva tetap dan keuntungan atau kerugian yang terjadi diperhitungkan ke laba rugi tahun berjalan.
Aktiva tetap dalam konstruksi merupakan akumulasi dari biaya-biaya pembelian bahan dan peralatan serta biaya konstruksi lainnya hingga aktiva tersebut selesai dan siap untuk digunakan. Biaya-biaya ini dipindahkan ke akun aktiva tetap pada saat pekerjaan selesai dan aktiva tersebut siap untuk digunakan.
Nilai tercatat aktiva tetap ditinjau setiap tanggal neraca untuk menentukan apakah nilai tercatat tersebut lebih besar dari nilai yang dapat diperoleh kembali dan jika nilai tercatat tersebut melebihi nilai yang dapat diperoleh kembali, nilai tercatat aktiva harus diturunkan menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali.
k. Aktiva tak berwujud
Beban yang dikeluarkan sehubungan dengan perpanjangan hak atas tanah dikapitalisasi dan diamortisasi selama dua puluh tahun.
Beban yang dikeluarkan sehubungan dengan pembelian software dikapitalisasi dan diamortisasikan selama sepuluh tahun.
Setiap tanggal neraca, Perusahaan dan Anak Perusahaan meninjau kembali untuk meyakinkan apakah terdapat indikasi penurunan nilai aktiva. Apabila terdapat indikasi penurunan nilai aktiva, maka nilai yang dapat diperoleh kembali akan diestimasi.
l. Restrukturisasi hutang
Perusahaan membukukan restrukturisasi hutangnya sesuai PSAK No. 54, “Akuntansi Restrukturisasi Hutang Piutang Bermasalah“, yang mengharuskan Perusahaan untuk membukukan sebagai berikut :
Dalam restrukturisasi hutang melalui modifikasi persyaratan tanpa melakukan pengalihan asset dan pembelian saham, Perusahaan mencatat dampak restrukturisasi tersebut secara prospektif sejak saat restrukturisasi dilaksanakan. Jika jumlah pembayaran kas masa depan sebagaimana ditetapkan dalam persyaratan baru utang lebih rendah dari nilai tercatat, maka Perusahaan harus mengurangi nilai tercatat utang ke jumlah yang sama dengan jumlah pembayaran kas masa depan sebagaimana ditentukan dalam persyaratan baru, dan harus mengakui keuntungan yang timbul dari restrukturisasi utang sebesar jumlah penurunan utang.
l. Restrukturisasi hutang (lanjutan)
Keuntungan neto atas restrukturisasi utang setelah pajak penghasilan terkait diakui dalam perhitungan laba bersih untuk periode terjadinya restrukturisasi dan diklasifikasikan sebagai pos luar biasa.
m. Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa
Perusahaan dalam melakukan usahanya melakukan transaksi dengan pihak -pihak yang mempunyai hubungan istimewa seperti yang dinyatakan dalam PSAK No. 7 “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”.
n. Perpajakan
Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aktiva dan kewajiban untuk tujuan komersial dan untuk tujuan perpajakan setiap tanggal pelaporan. Manfaat pajak di masa mendatang, seperti saldo rugi fiskal yang belum digunakan, diakui sejauh besar kemungkinan realisasi atas manfaat pajak tersebut.
Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang akan berlaku pada saat aktiva dipulihkan atau kewajiban dilunasi, yaitu dengan tarif pajak (peraturan pajak) yang telah berlaku atau yang telah secara substantif berlaku pada tanggal neraca.
Amandemen atas kewajiban perpajakan dicatat ketika ketetapan pajak diterima atau, jika keberatan diajukan oleh Perusahaan, ketika hasil dari keberatan tersebut telah ditentukan.
Peraturan perpajakan Indonesia tidak mengenal konsep pajak konsolidasi. Oleh karenanya saldo pajak dalam laporan keuangan konsolidasian merupakan gabungan dari posisi saldo pajak Perusahaan dan Anak Perusahaan.
o. Cadangan kesejahteraan karyawan
Perusahaan mengakui kewajiban imbalan kerja karyawan yang tidak didanai sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003. Sebelum 1 Januari 2005, Perusahaan mengakui kewajiban imbalan kerja karyawan berdasarkan penilaian aktuaris sesuai dengan PSAK No.24, Akuntansi Biaya Manfaat Pensiun, yang diterbitkan pada tahun 1994.
Berdasarkan PSAK No.24 (Revisi 2004), ”Imbalan Kerja“, beban imbalan kerja yang harus disediakan berdasarkan peraturan-peraturan yang berlaku, dihitung dengan menggunakan metode penilaian aktuaris berdasarkan metode projected unit credit. Keuntungan dan kerugian koreksi aktuarial diakui sebagai pendapatan atau beban ketika akumulasi keuntungan atau kerugian aktuarial yang belum diakui untuk masing-masing karyawan pada akhir periode sebelumnya melebihi 10% dari nilai kini kewajiban manfaat pasti (definit benefit obligation) dan 10% dari nilai wajar aktiva program (fair value of plan assets).
Keuntungan atau kerugian ini diakui menggunakan metode garis lurus (straight-line method)
atas rata-rata sisa masa kerja karyawan. Selanjutnya beban jasa lalu (past service costs) atas kewajiban manfaat pasti atau perubahan dari kewajiban imbalan pasti dari program yang telah ada diamortisasi selama sisa periode sampai imbalan tersebut menjadi hak.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2008 dan 2007
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
p. Pengunaan estimasi
Penyajian laporan keuangan konsolidasian berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang akan mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Karena adanya ketidakpastian yang melekat dalam penetapan estimasi, maka jumlah sesungguhnya yang akan dilaporkan di masa mendatang mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi tersebut.
q. Dasar perhitungan laba per saham
Sesuai dengan PSAK No.56, “Laba per Saham“, laba (rugi) dari aktivitas normal per saham dan laba (rugi) bersih per saham dihitung dengan membagi laba (rugi) masing-masing dengan jumlah rata-rata tertimbang lembar saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan. Perhitungan laba per saham masing-masing didasarkan atas 98.236.000 saham.
r. Informasi segmen
Sesuai PSAK No.5 (Revisi 2000), “Pelaporan Segmen“, segmen usaha menyajikan informasi produk atau jasa yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen usaha lain. Segmen geografis menyajikan informasi produk atau jasa pada wilayah ekonomi tertentu yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada wilayah ekonomi lain.
Pendapatan segmen, laba(rugi) usaha segmen, laba (rugi) bersih segmen dan aktiva segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi dalam kelompok perusahaan dieliminasi dalam proses konsolidasi.
3. KAS DAN SETARA KAS
2008 2007
Kas 184.728 156.097
Bank:
Rupiah:
Bank Central Asia 2.734.904 3.440.168
Bank Mandiri 2.007.447 246.674
The Hong Kong and Shanghai
Banking Corporation Ltd. 700.084 714.892
Bank Internasional Indonesia 82.001 309.106
HK Dollar:
Standard Chartered Bank 9.326 28.562
US Dollar:
PT Bank DBS Indonesia 968.625 1.584.450
Bank Mandiri 1.722.193 17.905
Standard Chartered Bank 70.484 302.267
The Hong Kong and Shanghai
Banking Corporation Ltd. 129.811 1.874.171
Euro:
The Hong Kong and Shanghai
200 8 2007
Deposito berjangka:
Deposito jangka pendek (3 bulan atau kurang):
JP Morgan Private Bank (CHF) 217 177
JP Morgan Private Bank (US$) 172.160 138.893
Citibank (US$) 93.570 90.250
265.947 229.320 Efek-efek - tersedia untuk dijual (nilai wajar):
Investasi dalam portfolio:
JP Morgan Private Bank - 3.764
Saham lain-lain 11.492 11.492
11.492 15.256
Jumlah investasi jangka pendek 277.439 244.576
Rugi belum direalisasi dari efek – tersedia untuk dijual adalah sebagai berikut:
2008 2007
Harga pasar efek 15.408 15.242
Harga perolehan efek 272.417 272.251
Rugi belum terealisasi atas efek – tersedia untuk dijual (257.009) (257.009)
5. PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA
Akun ini merupakan piutang kepada pihak ketiga sebagai berikut:
2008 2007
Penjualan ekspor 19.394.051 44.245.689
Penjualan lokal 10.800.201 27.37 6.806
30.194.252 71.622.495 Dikurangi: Penyisihan piutang ragu-ragu 1.165.115 1.145.261
Jumlah piutang usaha-pihak ketiga , bersih 29.029.137 70.477.234
Rincian umur piutang usaha – pihak ketiga dihitung sejak tanggal faktur adalah sebagai berikut:
2008 2007
Kurang dari 1 bulan 23.315.353 47.170.230
1 - 3 bulan 1.568.323 17.805.182
3 - 6 bulan 3.037.040 4.647.707
6 – 12 bulan 1.108.421 5.309
Lebih dari 12 bulan 1.165.115 1.994.067
Jumlah 30.194.252 71 .622.495
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2008 dan 2007
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA (lanjutan)
Rincian piutang usaha kepada pihak ketiga adalah sebagai berikut:
2008 2007 Danu Wijaya 3.655.739 2.562.358 Deddy 1.069.298 1.659.802 Ayoetex Indotama 987.549 77.713 Heru Priambodo 705.116 - Bintang Mitra 581.120 3.393.500 Surya Rejeki 471.752 86.776 Pelanggan ekspor 19.394.051 44.245.689 Pelanggan lainnya 3.329.627 19.596.657 Jumlah 30.194.252 71.622.495
Rincian piutang usaha kepada pihak ketiga berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:
2008 2007
Rupiah 10.266.296 25.921.025
Mata uang asing 19.927.956 45.701.470
Jumlah 30.194.252 71.622.495
Piutang ini dijaminkan untuk pinjaman bank (catatan 18)
6. PIUTANG LAIN-LAIN - PIHAK KETIGA
2008 2007
Uang muka sementara 2.242.187 2.896.926
Piutang bunga 4.126 4.049
Lainnya 2.204.968 4.091.652
4.451.281 6.992.627
Dikurangi: Penyisihan piutang ragu-ragu 338.523 338.523
Jumlah piutang lain-lain, bersih 4.112.758 6.654.104
Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan piutang ragu-ragu (note 5 dan note 6) cukup untuk menutup kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya piutang lain-lain di kemudian ari.
2008 2007
Barang jadi 26.946.243 41.978.465
Barang dalam proses 9.179.972 19 .900.687
Bahan baku 31.407.125 39.717.144
Bahan pembantu dan suku cadang 8.735.197 15.223.431
Jumlah persediaan, bersih 76.268.537 116.819.727
Persediaan telah diasuransikan terhadap resiko kebakaran dan resiko lainnya. Manajemen ber keyakinan bahwa asuransi tersebut cukup memadai untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul.
Persediaan ini dijaminkan untuk pinjaman bank (catatan 18)
8. UANG MUKA
2008 2007
Mesin dan suku cadang 634.390 933.716
Bahan baku 2.830.100 6.246.111
Lain-lain 546.751 13.105.754
Jumlah uang muka 4.011.241 20.285.581
Lain-lain adalah merupakan uang muka pembelian aksesoris dan suku cadang.
9. BEBAN DIBAYAR DIMUKA
2008 2007
Asuransi 732.099 739.661
Lain-lain 1.491.630 3.743.677
Jumlah beban dibayar dimuka 2.223.729 4.483.338
10. INVESTASI JANGKA PANJANG
Perusahaan memiliki saham pada PT Pasifik Marketama yang bergerak dalam bidang penjualan produk pakaian jadi.
Saldo investasi jangka panjang pada tanggal-tanggal 30 Juni 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut:
2008 2007
• Investasi di perusahaan asosiasi (harga perolehan):
P.T. Pasifik Marketama (kurang dari 20%) 277.500 277.500 Dikurangi : Cadangan penurunan nilai investasi (277.500) (277.500)
Jumlah investasi jangka panjang - -
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2008 dan 2007
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. AKTIVA TETAP
Harga perolehan Akumulasi
depresiasi
Nilai buku
30 Juni 2008
Hak atas tanah 1.885.650 132.275 1.753.375 Bangunan dan sarana 27.677.157 11.609.166 16.067.991 Mesin dan suku cadang 130.870.976 68.030.455 62.840.521 Kendaraan bermotor 4.890.468 3.770.099 1.120.369 Perabot dan perlengkapan kantor 10.277.691 6.888.503 3.389.188
175.601.942 90.430.498 85.171.444
Aktiva tetap dalam konstruksi 1.323.181
86.494.625
Harga perolehan Akumulasi
depresiasi
Nilai buku
30 Juni 2007
Hak atas tanah 1.885.650 132.275 1.753.375
Bangunan dan sarana 24.280.606 10.707.471 13.573.135 Mesin dan suku cadang 186.970.065 104.054.287 82.915.778 Kendaraan bermotor 4.846.606 3.501.388 1.345.218 Perabot dan perlengkapan kantor 9.925.842 6.213.492 3.712.350
Aktiva tetap dalam konstruksi - - 6.769.751
227.908.769 124.608.913 103.299.856
Aktiva tetap dalam konstruksi 6.769.751
110.069.607
Seperti yang diuraikan dalam Catatan 2j atas laporan keuangan konsolidasian, Perusahaan telah melakukan penilaian kembali aktiva tetapnya pada tahun 1987. Selisih yang terjadi sebagai akibat dari penilaian kembali tersebut disajikan dalam laporan keuangan sebagai “Selisih penilaian kembali aktiva tetap” yang merupakan bagian dari ekuitas (Catatan 2 4).
Beban penyusutan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2008 dan 2007 masing-masing sebesar Rp5.441.591 dan Rp5 .535.868 dengan alokasi sebagai berikut:
200 8 2007
Beban pokok penjualan 5.056.816 5.103.164
Beban umum dan administrasi 384.775 432.704
5.441.591 5.535.868
Aktiva tetap telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya. Manajemen berkeyakinan bahwa asuransi tersebut cukup memadai untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul.
200 8 2007
Nilai Perolehan:
Software 1.714.259 1.667.359
Hak atas tana h 135.522 135.522
Total harga perolehan 1.849.781 1.802.881
Dikurangi: Akumulasi amortisasi:
Software 298.255 180.967
Hak atas tanah 30.849 24.073
Total akumulasi amortisasi 329.104 205.040
Nilai buku 1.520.677 1.597.841
13. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK
200 8 2007
The Hong Kong and Shanghai Banking
Corporation Limited 75.684.893 66.240.845
PT Bank DBS Indonesia 19.532.507 10.522.337
Jumlah pinjaman bank jangka pendek 95.217.400 76.763.182
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited memberikan fasilitas pembiayaan untuk perdagangan dan fasilitas cerukan dengan plafon sebesar US$13.571 serta fasilitas pembiayaan untuk kontrak pembelian berjangka valuta asing (forward exchange contracts) dan aktivitas Perusahaan dengan plafon sebesar US$400.
Pada tahun 2006, DBS memberikan fasilitas pembiayaan perdagangan dengan plafon sebesar US$6.000.
14. HUTANG USAHA - PIHAK KETIGA
Akun ini merupakan hutang sehubungan dengan pembelian bahan baku dan pembantu dengan rincian sebagai berikut:
2008 2007
Cek mundur 3.493.577 8.848.831
Pemasok dalam negeri 35.652.403 27.488.679
Pemasok luar negeri 19.404.729 39.119.944
Jumlah hutang usaha-pihak ketiga 58.550.709 75.457.454
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2008 dan 2007
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. HUTANG USAHA - PIHAK KETIGA (lanjutan)
2008 2007 Baird McNutt 3.598.686 494.130 Perfecta 3.119.587 7.044.866 Kanboton 2.535.110 16.831 Bondex Int. 2.167.207 109.235 Yagi Tsusho 1.230.031 2.021.304 MSJC 1.228.317 125.618 Global Challenge 847.895 3.773 Winnitex 790.679 1.735.637 Suntex 736.103 - Anita Textile 671.844 - International King 585.829 -
The Quicken Textile 520.366 -
Lain-lain 40.519.055 63.906.060
Jumlah 58.550.709 75.457.454
Penggolongan hutang usaha kepada pihak ketiga berdasar kan mata uang adalah sebagai berikut:
200 8 2007
Rupiah 19.063.663 13.108.138
Mata uang asing 39.487.046 62.349.316
Jumlah 58.550.709 75.457.454
15. HUTANG LAIN-LAIN - PIHAK KETIGA
200 8 2007 Uang jaminan 3.110.044 6.779.701 Titipan sementara 6.635.130 43.545.611 Lain-lain 547.377 6.395.369 10.292.551 56.720.681
16. BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR
200 8 2007
Beban bunga 2.545.843 3.932.349
Beban makloon 1.119.457 1.353.224
Upah dan tunjangan 6.660.627 7.701.841
Air dan listrik 7.840 2.002.368
Lain-lain 2.208.950 10.290.773
2008 2007
PT ORIX Indonesia Finance 2.664.549 3.869.888
Jumlah hutang sewa guna usaha 2.664.549 3.869.888
PT ORIX Indonesia Finance 1.429.174 1.248.284
Jumlah bagian hutang sewa guna usaha yang 1.429.174 1.248.284 jatuh tempo dalam waktu satu tahun
PT ORIX Indonesia Finance 1.235.375 2.621.604
Jumlah hutang sewa guna usaha jangka panjang 1.235.375 2.621.604
Perusahaan memperoleh pinjaman dari PT Orix Indonesia Finance pada tanggal 14 Agustus 2006 untuk membeli mesin Alstom John Thompson Coal Fired Steam Boiler sebesar US$533.2 (Rp 4.969.843) dengan uang jaminan sebesar US$106.6 (Rp 961,974). Jangka waktu pinjaman selama 3 tahun (Agustus 2006 hingga Agustus 2009). Tingkat bunga pinjaman adalah sebesar 9% per tahun untuk 6 bulan perta ma dan tingkat bunga pinjaman ini akan dinilai kembali setiap 6 bulan.
Saldo pinjaman ini pada tanggal 30 Juni 2008 adalah US$ 182.2 setelah dikurangi uang jaminan sebesar US$106.6, dan bagian pinjaman yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun sebesar US$ 154 .9 . Bagian pinjaman jangka panjang sebesar US$ 2 7.3 .
18. PINJAMAN JANGKA PANJANG
200 8 2007 Jumlah pinjaman : HSBC Loan 37.500.54 6 49.668.067 PT Bank DBS Indonesia 23.985.000 27.162.000 PT Peak Securities - 23.796.931 PT Pacificways 1.845.000 -
DEG - Deutsche Investitions - Und
Entwicklungsgesellschaft Mbh - 10.947.249
Jumlah pinjaman 63.330.54 6 111.574.247
Pinjaman yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
HSBC Loan 8.967.818 17.259.188
PT Bank DBS Indonesia 23.985.000 25.803.900
PT Peak Securities - -
PT Pacificways 1.845.000 -
DEG - Deutsche Investitions – Und
Entwicklungsgesellschaft Mbh - 10.947.249
Jumlah bagian pinjaman yang jatuh
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2008 dan 2007
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjut an)
200 8 2007
Pinjaman jangka panjang :
HSBC Loan 28.532.728 32.408.879
PT Bank DBS Indonesia - 1.358.100
PT Peak Securities - 23.796.931
PT Pacificways - -
DEG - Deutsche Investitions – Und
Entwicklungsgesellschaft Mbh - -
Jumlah pinjaman jangka panjang 28.532.72 8 57.563.910
HSBC Loan
Pada tahun 2006, Perusahaan mengadakan perjanjian baru dengan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Cabang Jakarta (“HSBC”) untuk penjadualan kembali pembayaran hutang kepada HSBC dan untuk memasukkan PT Eratex Garment sebagai peminjam baru.
Pinjaman ini dijamin dengan hak menjual yang berkekuatan hukum atas tanah dan bangunan milik Perusahaan dan pemindahan kepemilikan aktiva tetap atas mesin, peralatan, piutang dan saham. Jaminan tersebut (kecuali hak kepemilikan atas saham dan piutang dari PT Garment, Anak Perusahaan) merupakan jaminan bersama secara proporsional dengan PT Bank DBS Indonesia.
P.T. Bank DBS Indonesia
Perusahaan memperoleh fasilitas revolving loan dari PT Bank DBS Indonesia dengan plafon US$ 3.000 dimana sebesar US$2.6 00 akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun. Pinjaman ini dijaminkan dengan stand-by letter of credit sebesar US$2.000. Pinjaman ini dijamin dengan hak menjual yang berkekuatan hukum atas tanah dan bangunan milik Perusahaan dan pemindahan kepemilikan aktiva tetap atas mesin, persediaan dan piutang usaha . Jaminan tersebut merupakan jaminan bersama secara proporsional dengan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Jakarta Branch .
P.T. Peak Securities
Pada tanggal 31 Oktober 2007, PT Peak Securities mengalihkan seluruh hak, kepemilikan, kepentingan, manfaat dan kewajiban atas pokok pinjaman sebesar US$2.628 kepada Pacificway Finance Limited, melalui sebuah Perjanjian Restrukturisasi (Restructuring Agreement). Oleh karena itu, saldo pinjaman kepada PT Peak Securities pada tanggal 30 Juni 2008 adalah sebesar Nil.
Pacificway Finance Limited
Perusahaan mendapat fasilitas pinjaman dari Pacificway Finance Limited sebesar US$2.628 melalui pengalihan pinjaman antara Pacificway Finance Limited dan PT Peak Securities pada tanggal 31 Oktober 2007. Pada tanggal 28 Desember 2007, Perusahaan dan Pacificway Finance Limited telah menandatangani perjanjian penyelesaian pinjaman dengan kesepakatan bahwa (1) Pacificway Finance Limited menghapuskan US$2.000 dari total pinjaman yang berlaku sejak 31 Desember 2007; (2) Perusahaan akan melakukan pembayaran sebesar US$200 kepada Pacificway Finance Limited selambat-lambatnya 30 Juni 2008; (3) setelah menerima pembayaran, Pacificway Finance Limited akan menghapus sisa saldo pinjaman.
DEG - Deutsche Investitions – Und Entwicklungsgesellschaft Mbh
P.T. Asiatex Garmindo, Anak perusahaan memperoleh fasilitas kredit dari DEG - Deutsche Investitions - Und Entwicklungsgesellschaft Mbh (“Kreditur) pada tanggal 1 Desember 1999 untuk pembiayaan proyek sejumlah EUR2.000.000. Pinjaman ini dibayar kembali d engan 10 kali angsuran tengah tahunan masing-masing sebesar EUR200.000 mulai tanggal 15 November 2001 dan tanggal jatuh tempo angsuran terakhir adalah 15 Mei 2006.
Pinjaman ini dijamin dengan tanah, bangunan, mesin, peralatan, kendaraan dan aktiva bergerak dan tidak bergerak lainnya yang dimiliki oleh P.T. Asiatex Garmindo.
Pada tanggal 3 September 2007, DEG melakukan perjanjian penjualan piutang kepada Triton Asset Management Limited. Kreditur telah setuju untuk menjual dan mengalihkan hak kepemilika n dan kepentingan atas pokok pinjaman PT Asiatex Garmindo, Anak Perusahaan.
Pada tanggal 10 Desember 2007, PT Asiatex Garmindo dan Triton Asset Management Limited telah menandatangani perjanjian penyelesaian pinjaman dengan kesepakatan bahwa PT Asiatex Garmindo akan melakukan pembayaran sebesar EUR360 kepada Triton Asset Management Limited, setelah menerima pembayaran Triton Asset Management Limited akan menghapus sisa saldo pinjaman.
PT Asiatex Garmindo telah melakukan pembayaran sebesar EUR360 pada tanggal 27 Desember 2007, sehingga saldo pinjaman kepada Triton Asset Management pada tanggal 30 Juni 2008 adalah sebesar Nil.
19. PERPAJAKAN
200 8 2007
a. Pajak dibayar dimuka
Pajak penghasilan badan 588.000 1.159.362
Pajak penghasilan pasal 22 1.791.324 1.662.638
Pajak Pertambahan Nilai 1.356.096 7.090.523
Jumlah pajak dibayar di muka 3.735.420 9.912.523
2008 2007
b. Hutang pajak
Pajak penghasilan pasal 21 1.859.158 2.356.813
Pajak penghasilan pasal 23/2 6 1.242.983 417.589
Pajak penghasilan pasal 25 - 202.121
Pajak Pertambahan Nilai 1.635.795 6.254.247
Pajak Eratex Hongkong 764.510 -
Jumlah hutang pajak 5.502.446 9.230.770
CATATAN ATAS LAPOR AN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2008 dan 2007
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PERPAJAKAN (lanjutan)
c. Pajak penghasilan badan
200 8 2007
Beban pajak penghasilan tahun berjalan:
Perusahaan - -
Anak perusahaan - -
- -
Keuntungan (beban) pajak tangguhan berkaitan dengan perbedaan temporer:
Perusahaan - -
Anak perusahaan - -
- -
Jumlah pajak penghasilan badan - -
200 8 2007
Laba (rugi) Perusahaan sebelum
pajak penghasilan badan (9.757.963) (1.415.235)
Perbedaan tetap:
Beban penjualan, umum dan administrasi:
Perjamuan, hadiah dan sumbangan 77.331 4.621
Sewa 46.403 7.009 Perjalanan 1.172 11.924 Beban kendaraan 24.292 14.371 Tunjangan 37.939 12.488 Lain -lain 259.297 73.265 446.434 123.678
Beban produksi tak langsung:
Perjamuan. hadiah dan sumbangan 45.648 18.470
Natura 552.898 - Beban kendaraan 11.874 11.760 Pelatihan 314.002 191.476 Tunjangan 15.940 40.635 Lain -lain 60.872 64.542 1.001.234 326.883
Sewa guna usaha 689.610 -
Rugi lain-lain 26.640 -
Pendapatan bunga (30.286) (26.751)
19. PERPAJAKAN (lanjutan)
c. Pajak penghasilan bada n (lanjutan)
200 8 2007
Jumlah perbedaan tetap (dipindahkan) 2.133.632 423.810
Perbedaan temporer:
Penyusutan aktiva tetap:
Komersial - -
Fiskal - -
- -
Amortisasi kuota ekspor:
Komersial - -
Fiskal - -
- -
Jumlah perbedaan temporer - -
Laba kena pajak (7.624.331) (991.425)
Perhitungan pajak penghasilan badan:
10% X Rp0 - -
15% X Rp0 - -
30% X Rp0 - -
Jumlah pajak penghasilan badan - -
d. Aktiva/(kewajiban) pajak tangguhan
Aktiva pajak tangguhan
Cadangan kesejahteraan karyawan 3.327.196 4.578.960
Beban penyusutan (3.264.627) (5.600.421)
Penyisihan penurunan nilai persediaan 1.383.920 2.905.240
Aktiva tak berwujud (348.974) 117.068
Penyisihan investasi 83.250 313.260
Penyisihan piutang ragu-ragu 246.261 969.529
Rugi fiskal 7.953.381 -
Kompensasi rugi fiskal atas pos luar biasa (6.861.842) - Kompensasi rugi fiskal atas pos luar biasa-anak perusahaan (2.240.397) - Bagian aktiva pajak tangguhan -anak perusahaan 2.913.811 1.278.424
3.191.980 4.562.060
P.T. ERATEX DJAJA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2008 dan 2007
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. CADANGAN KESEJAHTERAAN KARYAWAN
Perusahaan dan anak perusahaan memberi imbalan kerja bagi karyawan yang telah mencapai usia pensiun, yaitu 55 tahun, sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003 dengan metode Projected Unit Credit. Imbalan kerja ini tidak didanai.
Perubahan saldo cadangan kesejahteraan karyawan adalah sebagai berikut:
200 8 2007
Saldo awal tahun 11.254.770 16.632.739
Penambahan: Cadangan tahun berjalan 1.605.009 1.675.676
Pengurangan: Pemba yaran tahun berjalan 7.519.184 795.794
Saldo pada akhir tahun 5.340.595 17.512.621
21. HAK MINORITAS ATAS AKTIVA BERSIH ANAK PERUSAHAAN
Merupakan hak minoritas sehubungan dengan investasi pada Anak perusahaan yaitu PT Asiatex Garmindo, PT Eratex Garment dan ASA Partners Holdings Ltd.
200 8 2007
Modal saham 3.222.260 3.222.260
Pinjaman dan hutang kepada pemegang saham - -
Akumulasi rugi (3.213.000) (3.213.000)
Jumlah hak minor itas atas aktiva bersih anak perusahaan 9.260 9.260
22. MODAL SAHAM
Berdasarkan akta No. 79 tanggal 15 Juni 2004 yang dibuat oleh Sutjipto, S.H., Notaris di Jakarta, modal dasar Perusahaan telah ditingkatkan menjadi Rp. 196.472.000 terdiri dari 392.944.000 saham dengan nilai nominal Rp. 500 (Rupiah penuh) per saham.
Komposisi pemegang saham Perusahaan pada tanggal 30 Juni 200 8 adalah sebagai berikut:
Jumlah Persentase
Pemegang saham saham kepemilikan Jumlah
Eastern Cotton Mills Ltd. 24.559.000 25,00% 12.279.500
South Indonesian Holdings Ltd. 22.103.100 22,50% 11.051.550 PT Wakala Korpora Indonesia 10 .491.600 10,68% 5.245.800
Continuity Developments Ltd. 2.455.900 2,50% 1.227.950
Masyarakat 38 .626.400 39,32% 19 .313.200
22. MODAL SAHAM (lanjutan)
Komposisi pemegang saham Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2007 adalah sebagai berikut:
Jumlah Persentase
Pemegang saham saham kepemilikan Jumlah
Eastern Cotton Mills Ltd. 24.559.000 25,00% 12.279.500
South Indonesian Holdings Ltd. 22.103.100 22,50% 11.051.550
PT Rodamas 19.255.000 19,61% 9.627.500
Continuity Developments Ltd. 2.455.900 2,50% 1.227.950
Masyarakat 29.863.000 30,39% 14.931.500
Jumlah 98.236.000 100,00% 49.118.000
23. TAMBAHAN MOD AL DISETOR - BERSIH
Merupakan saldo selisih antara nilai nominal saham dengan nilai jual saham kepada masyarakat, setelah dikurangi jumlah yang dipindahkan ke modal saham dalam tahun 1994 sebesar Rp24.559.000.
24. SELISIH PENILAIAN KEMBALI AKTIVA TETAP
Akun ini merupakan saldo atas selisih dari penilaian kembali aktiva tetap per tanggal 1 Januari 1987, berdasarkan Peraturan Pemerintah No.45/1986, setelah dikurangi dengan jumlah yang dipindahkan ke modal saham dalam tahun 1990 sebesar Rp5.237.869.
Hasil dari penilaian kembali aktiva tetap tersebut akan disetujui oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak sesuai dengan surat No.KEP -083/WPJ.06/KEP-204/1989 tanggal 22 November 1989.
25. PENDAPATAN
200 8 2007
Penjualan bersih - pihak ketiga:
Penjualan ekspor 209.567.364 280.772.812
Penjualan lokal 63.866.502 61.320.175
Jumlah pendapatan 273.433.866 342.092.987
P.T. ERATEX DJAJA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2008 dan 2007
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. BEBAN POKOK PENJUALAN
200 8 2007
Pemakaian bahan baku 152.720.446 236.897.432
Upah langsung 45.090.033 52.824.737
Beban produksi tidak langsung (Catatan 27) 40.403.552 54.599.946
Jumlah beban produksi 238.214.031 344.322.115
Persediaan barang dalam proses:
Saldo awal 12.135.224 7.816.847
Saldo akhir (9.179.972) (19.900.687)
2.955.252 (12.083.840)
Beban pokok produksi 241.169.283 332.238.275
Persediaan barang jadi:
Saldo awal 51.258.751 48.011.939
Saldo akhir (26.946.243) (41.978.465)
24.312.508 6.033.474
Lain-lain (17.957.411) (40.915.496)
6.355.097 (34.882.022)
Jumlah beban pokok penjualan 247.524.380 297.356.253
27. BEBAN PRODUKSI TIDAK LANGSUNG
200 8 2007
Cadangan kesejahteraan karyawan 535.198 582.564
Biaya makloon (Catatan 28) 3.599.354 8.249.141
Air dan listrik 9.476.286 13.406.670
Gaji dan upah 4.073.842 5.064.618
Penyusutan 5.056.816 5.103.164 Suku cadang 1.901.750 3.325.221 Bahan pembungkus 968.676 1.181.096 Asuransi 1.476.873 1.121.953 Transportasi 1.462.377 1.693.179 Bahan bakar 2.820.061 2.096.372 Bongkar muat 2.625.980 3.894.312
Alat tulis dan percetakan 448.790 444.179
Perbaikan dan pemeliharaan 117.430 241.436
Biaya bank 203.782 709.922
Lain-lain 5.636.337 7.486.119
Jumlah beban produksi tidak langsung (Catatan 26) 40.403.552 54.599.946
28. KONTRAK SUB-PRODUKSI
Perusahaan telah mengadakan kontrak sub-produksi untuk menenun gray-cloth melalui pabrik-pabrik lain dengan spesifikasi standar kualitas tertentu dan biaya per meter yang disetujui dan juga untuk penyelesaian produk pakaian jadi. Biaya yang terjadi disajikan sebagai biaya makloon dalam beban produksi tidak langsung (Catatan 2 7).
29. BEBAN PENJUALAN 200 8 2007 Angkutan 1.395.386 7.029.509 Diskon 288.771 681.127 Bongkar muat 2.704.887 3.072.294 Biaya bank 1.316.921 2.526.451 Bunga 4.525 5.874 Komisi 461.315 868.693 Transportasi 1.251.845 2.240.870 Promosi 126.970 50.501 Perjalanan 114.090 166.076 Perjamuan 4.515 2.730 Lain-lain 10.180 54.290
Jumlah beban penjualan 7.679.405 16.698.415
30. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
200 8 2007
Gaji dan upah 10.208.600 10.486.594
Cadangan kesejahteraan karyawan 1.069.931 1.093.112
Perbaikan dan pemeliharaan 124.284 134.524
Biaya bank 555.374 861.901 Komunikasi 751.930 762.604 Perjalanan 185.010 369.371 Penyusutan 384.775 432.704 Kendaraan 312.910 311.219 Asuransi 345.750 151.668
Alat tulis dan percetakan 158.509 171.853
Biaya profesional 278.895 355.252
Transportasi 158.480 202.060
Perlengkapan tambahan 142.690 127.292
Air dan listrik 217.118 178.240
Perjamuan, hadiah dan sumbangan 42.483 93.975
Biaya pajak dan cukai 20.750 55.354
Iklan 89.209 84.122
Sewa 586.441 522.255
Kesejahteraan 37.939 93.647
Biaya berlangganan 159.091 177.800
Lain-lain 390.571 269.381
Jumlah beban umum dan administrasi 16.220.740 16.934.928
P.T. ERATEX DJAJA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2008 dan 2007
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatak an lain)
31. INFORMASI SEGMEN Bidang usaha:
PT Eratex Djaja Tbk. adalah induk perusahaan dan bergerak dalam bidang industri textile terpadu meliputi bidang-bidang pemintalan, penenunan, penyelesaian, pembuatan pakaian jadi serta menjual produknya di dalam maupun luar negeri.
PT Asiatex Garmindo adalah anak perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pakaian jadi terpadu meliputi bidang-bidang pembuatan pakaian jadi dan proses pakaian jadi lainnya.
ASA Partners Holdings Ltd. adalah Anak perusahaan yang tidak memiliki kegiatan usaha selama tahun 2007 dan 2008.
P.T. Eratex (Hong Kong) Ltd. adalah Anak perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan umum.
200 8 2007
Pendapatan - berdasarkan perusahaan:
PT Eratex Djaja Tbk. 263.464.446 317.333.293 PT Asiatex Garmindo 6.198.870 19.098.962 PT Eratex Hongkong 3.770.550 5.858.043 273.433.866 342.290.298 Eliminasi - (197.311) 273.433.866 342.092.987
Pendapatan - berdasarkan daerah geografis:
Ekspor 209.567.364 280.772.812 Domestik 63.866.502 61.517.486 273.433.866 342.290.298 Eliminasi - (197.311) 273.433.866 342.092.987
Pendapatan - menurut jenis produk:
Textile 73.610.336 91.391.880
Pakaian jadi 199.823.530 250.898.418
273.433.866 342.290.298
Eliminasi - (197.311)
31. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
2008 2007
Laba(Rugi) usaha berdasarkan perusahaan:
PT Eratex Djaja Tbk. 1.445.011 11.412.812 PT Asiatex Garmindo (1.040.705) (4.233.400) PT Eratex Hongkon g 1.605.035 3.923.979 2.009.341 11.103.391 Eliminasi - - 2.009.341 11.103.391
Laba(Rugi) usaha menurut jenis produk:
Textile (3.968.428) (3.899.948) Pakaian jadi 5.977.769 15.003.339 2.009.341 11.103.391 Eliminasi - - 2.009.341 11.103.391
Laba (rugi) bersih berdasarkan perusahaan:
PT Eratex Djaja Tbk. (9.757.963) (1.415.235) PT Asiatex Garmindo 1.216.552 (4.570.214) PT Eratex Hongkong 1.605.045 3.932.074 (6.936.366) (2.053.375) Eliminasi - - (6.936.366) (2.053.375)
Laba (rugi) bersih menurut jenis produk :
Textile (11.077.360) (9.365.700) Pakaian jadi 4.140.994 7.312.325 (6.936.366) (2.053.375) Eliminasi - - (6.936.366) (2.053.375)
P.T. ERATEX DJAJA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2008 dan 2007
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
2008 2007
Aktiva berdasarkan perusahaan:
PT Eratex Djaja Tbk. 297.392.999 401.205.532
PT Asiatex Garmindo 24.047.396 37.749.332
PT Eratex Hongkong 5.693.273 3.026.620
ASA Partners Holdings Ltd. 1.884 234.529
PT Eratex Garment 926.000 926.000
328.061.552 443.142.013
Eliminasi (103.995.111) (87.584.656)
224.066.441 355.557.357
Aktiva menurut jenis produk:
Textile 105.002.426 155.638.982 Pakaian jadi 110.274.804 183.760.350 Lain-lain 112.784.322 103.742.681 328.061.552 443.142.013 Eliminasi (103.995.111) (87.584.656) 224.066.441 355.557.357 32. KONDISI PEREKONOMIAN
Operasi Perusahaan terpengaruh oleh krisis ekonomi global, terutama yang terjadi di Amerika. Krisis tersebut secara langsung menyebabkan melemahnya nilai tukar dollar yang disertai dengan turunnya daya beli pasar global. Pada industri garmen, perusahaan mengalami kesulitan dalam menjual produk Perusahaan di pasar garmen dunia. Kondisi ini, disertai dengan terus naiknya harga minyak di pasar dunia dan ketidakpastian nilai tukar Rupiah atas US$ berdampak pada operasi Perusahaan dan kemampuan Perusahaan dalam memperoleh laba dan target arus kas.
Peningkatan di bidang ekonomi dan indikasi pemulihan tergantung pada beberapa faktor yang antara lain kebijakan fiskal dan moneter yang akan diambil oleh Pemerintah untuk meyehatkan ekonomi, suatu tindakan yang berada diluar kendali Perusahaan.
Untuk merespon kondisi ini, Perusahaan akan mengimplementasikan tindakan sebagai berikut: • Perusahaan telah memulai diversifikasi terhadap pangsa pasar untuk mempertahankan
keuntungan dan pendapatan
• Perusahaan tidak mengantisipasi adanya pertumbuhan penjualan dalam industri garmen, namun demikian Perusahaan berencana untuk melanjutkan pengembangan terhadap siklus waktu produksi dan efisiensi kerja secara konsisten. Selain itu Perusahaan juga mengadakan beberapa proyek yang terfokus pada peningkatan kecepatan respon atas keseluruhan order lead time.