• Tidak ada hasil yang ditemukan

162. Pedoman Pengorganisasian Instalasi Laboratorium

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "162. Pedoman Pengorganisasian Instalasi Laboratorium"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

PEDOMAN PENGORGANISASIAN

INSTALASI LABORATORIUM

RS. BAPTIS BATU TAHUN 2013

RS BAPTIS BATU JL RAYA TLEKUNG NO 1

(2)

SURAT KEPUTUSAN No. 162/11/III/SK_DIR/2013

TENTANG

PEDOMAN PENGORGANISASIAN DAN PELAYANAN INSTALASI LABORATORIUM

DIREKTUR RS BAPTIS BATU

MENIMBANG : a. Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu Pengorganisasian Dan Pelayanan Instalasi Laboratorium Rumah Sakit Baptis Batu, maka diperlukan penyelenggaraan Pengorganisasian & Pelayanan Pelayanan Instalasi Laboratorium yang bermutu tinggi;

b. Bahwa agar pelayanan Pelayanan Instalasi Laboratorium di Rumah Sakit Baptis Batu dapat terlaksana dengan baik, perlu adanya kebijakan Direktur Rumah Sakit Baptis Batu sebagai landasan bagi penyelenggaraan Pengorganisasian Dan Pelayanan Pelayanan Instalasi Laboratorium di Rumah Sakit Baptis Batu;

c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam a dan b, perlu ditetapkan dengan Keputusan Direktur Rumah Sakit Baptis Batu.

MENGINGAT : a. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

b. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

c. Peraturan Pemerintah No 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan.

d. Pedoman Keamanan Laboratorium Mikrobiologi dan Biomedis, Departemen Kesehatan, 1997. e. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 411

/Menkes/Per/III/2010 tentang Laboratorium Klinik f. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor

1691/MENKES/PER/VIII/2011 tentang Keselamatan Pasien.

g. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 81/MENKES/SK/I/2004 tentang Pedoman Penyusunan Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan di Tingkat Propinsi , Kabupaten/Kota serta Rumah Sakit.

(3)

h. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 370/MENKES/SK/III/2007 tentang Standar Profesi Teknologi Laboratorium Kesehatan

i. Pedoman Pengelolaan Laboratorium Klinik Rumah Sakit, Departemen Kesehatan 1998.

j. Pedoman Praktek Laboratorium Yang Benar, Departemen Kesehatan 2004.

k. Keputusan Menteri Kesehatan No. 129 Tahun 2008 Tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. l. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor

1075/MENKES/SK/VII/2003 Tentang Pedoman Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Kerja. m. Keputusan Ketua Badan Pengurus Yayasan Baptis

Indonesia Nomor 047/YBI/VII/2011 tentang Struktur Organisasi Rumah Sakit Baptis Batu.

MEMPERHATIKAN : Perlunya usaha untuk meningkatkan kualitas Pengorganisasian Dan Pelayanan di Rumah Sakit Baptis Batu.

MEMUTUSKAN

MENETAPKAN :

PERTAMA : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT BAPTIS BATU

TENTANG PEDOMAN PENGORGANISASIAN DAN PELAYANAN INSTALASI LABORATORIUM RUMAH SAKIT BAPTIS BATU

KEDUA : Pedoman Pengorganisasian Dan Pelayanan Instalasi Laboratorium Rumah Sakit Baptis Batu sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.

KETIGA : Pedoman Pengorganisasian Dan Pelayanan Instalasi Laboratorium Rumah Sakit Baptis Batu harus dibahas sekurang-kurangnya setiap 3 (tiga) tahun sekali dan apabila diperlukan, dapat dilakukan perubahan sesuai dengan perkembangan yang ada.

KEEMPAT : Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan Pengorganisasian Dan Pelayanan Instalasi Laboratorium Rumah Sakit Baptis Batu dilaksanakan oleh Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Baptis Batu.

(4)

KELIMA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya, dan apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Batu

Pada tanggal : 11 Maret 2013 Direktur RS. Baptis Batu

(5)

DAFTAR ISI

Halaman Judul...i

Surat Keputusan Direktur RS. Baptis Batu...ii

Daftar Isi...v

BAB I. Pendahuluan...1

BAB II. Gambaran Umum RS. Baptis Batu...2

2.1. Deskripsi RS. Baptis Batu...2

2.2. Sejarah Institusi RS. Baptis Batu...3

BAB III. Visi, Misi, Falsafah, Nilai Dan Tujuan RS. Baptis Batu...5

3.1. Misi...5 3.2. Misi...5 3.3. Falsafah...5 3.4. Nilai-Nilai...6 3.5. Tujuan...6 3.6. Motto...6

BAB IV. Struktur Organisasi RS. Baptis Batu...7

4.1. Bagan Organisasi...7

4.2. Keterangan / Pengertian...7

BAB V. Visi, Misi, Falsafah, Nilai Dan Tujuan Instalasi Laboratorium...11

BAB VI. Struktur Organisasi Instalasi Laboratorium...13

BAB VII. Uraian Jabatan...15

7.1. Kepala Instalasi...15

7.2. Ahli Teknologi Laboratorium / Analis...18

7.3. Pembantu Ahli Teknologi Laboratorium / Analis...20

7.4. Administrator Laboratoroium...22

7.5. Perawat Phlebotomi...23

BAB VIII. Tata Hubungan Kerja...24

BAB IX. Pola Ketenagaan Dan Kualifikasi Personil...26

BAB X. Kegiatan Orientasi...27

BAB XI. Pertemuan / Rapat...30

(6)

12.1. Laporan Harian...32 12.2. Laporan Bulanan...32 12.3. Laporan Tahunan...32

(7)

BAB I PENDAHULUAN

Instalasi Laboratorium RS Baptis Batu adalah adalah laboratorium klinik kesehatan yang melayani pemeriksaan specimen klinik berupa cairan tubuh, untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan perorangan terutama untuk menunjang diagnosis penyakit, penyembuhan penyakit, monitoring pemulihan kesehatan, dan deteksi dini keadaan kesehatan seseorang.

Instalasi Laboratorium RS Baptis Batu merupakan unit pelaksanan teknis di dalam struktur organisasi RS Baptis Batu dan sebagai unit pelaksana teknis maka Laboratorium RS Baptis Batu harus memiliki pedoman pengorganisasian instalasi yang akan mengimplementasikan Kebijakan Pelayanan Laboratorium .

(8)

BAB II

GAMBARAN UMUM RS. BAPTIS BATU. 2.1. DESKRIPSI RS. BAPTIS BATU.

Rumah Sakit Baptis Batu (RS. Baptis Batu) merupakan rumah sakit umum dengan pelayanan kesehatan mulai dari yang bersifat umum sampai dengan yang bersifat spesialistik, yang dilengkapi dengan pelayanan penunjang medis 24 jam.

RS Baptis Batu berlokasi di JL. Raya Tlekung No. 1 Desa Tlekung Kec. Junrejo, Batu 65327, Jawa Timur, Indonesia. Telp 0341- 594161, (hunting) Fax: 0341 – 598911 dengan alamat e-mail [email protected]

RS. Baptis Batu diresmikan pada tanggal 11 Mei 1999, dengan status berada dibawah kepemilikan Yayasan Rumah Sakit Baptis Indonesia. RS Baptis Batu merupakan rumah sakit tipe madya yang setara dengan rumah sakit pemerintah tipe C. Pada saat ini RS Baptis Batu dipimpin oleh dr. Arhwinda Pusparahaju Artono, Sp.KFR, MARS selaku direktur.

Pada permulaan kepemimpinan beliau pada tahun 2008 motto RS Baptis Batu yang lama yaitu Rumah Sakitku, Kebanggaanku, Tanggung Jawabku diubah menjadi Compassionate Hospital atau Rumah Sakit yang berbelas kasih. Demikian juga visi, misi, dan nilai dasar yang lama mengalami perubahan untuk menyusun rencana strategi RS. Baptis Batu sesuai kebutuhan dan perkembangan RS. Baptis Batu.

Pada tahun 2009 RS Baptis Batu sudah terakreditasi 5 pelayanan dasar untuk Pelayanan Administrasi, Pelayanan Rekam Medik, Pelayanan Instalasi Gawat Darurat, Pelayanan Medik dan Pelayanan Keperawatan

RS Baptis Batu memberikan beragam jenis pelayanan medis antara lain klinik umum, klinik gigi dan mulut, dan klinik spesialis, Instalasi Gawat Darurat, serta rawat inap yang terdiri dari kelas I, II, III, VIP dan VVIP yang dilengkapi pelayanan laboratorium, radiologi, farmasi, fisioterapi, anestesi, home care, hotel care, dan medical spa. Kapasitas tempat tidur pasien yang disediakan di RS Baptis Batu sebanyak 100 tempat tidur.

(9)

pengobatan pasien, baik obat maupun alat yang diperlukan, tanpa memberi resep yang harus dibeli oleh pasien, tanpa uang muka. Semua baru dibayar oleh pasien setelah pasien siap pulang. Kebijakan ini merupakan kebijakan yang telah ada sejak RS Baptis Kediri berdiri dan merupakan nilai dasar bagi RS Baptis.

2.2. SEJARAH INSTITUSI RS. BAPTIS BATU.

RS Baptis Batu mulai dibangun pada tahun 1996, berlokasi di Jl. Raya Tlekung No. 1 Desa Tlekung Kec. Junrejo, Batu 65327, Jawa Timur, Indonesia. Di atas areal tanah seluas +/-7 hektar. Secara legalitas disahkan pada tanggal 11 Mei 1999.

RS Baptis Batu didirikan sebagai pengembangan RS Baptis Kediri, diprakarsai oleh dr. Sukoyo Suwandani, selaku direktur RS Baptis Kediri, yang didukung oleh seluruh staf RS Baptis Kediri. Jabatan direktur dirangkap oleh direktur RS Baptis Kediri, yaitu dr. Sukoyo Suwandani. Pada awal pembukaan, RS Baptis Batu sebagian besar karyawan adalah karyawan RS Baptis Kediri yang bersedia dipindah tugas. Jumlah seluruh karyawan saat itu 143 orang.

Visi RS Baptis Batu saat itu sama dengan visi RS Baptis Kediri, visi ini merupakan visi yang tumbuh dari hati para misionaris yang mendirikan RS Baptis Kediri yaitu :

1. Menyatakan kasih Tuhan Yesus dalam pelayanan kesehatan. 2. Terwujudnya kasih Tuhan Yesus kepada setiap orang melalui

pelayanan rumah sakit. Misinya adalah:

1. Mengupayakan pelayanan kesehatan yang prima dengan dasar kasih Kristus tanpa membedakan status sosial, golongan, suku, agama.

2. Menumbuhkembangkan aset yang ada.

Pelayanan kesehatan yang ada pada waktu itu adalah klinik umum, klinik spesialis (bedah, kandungan, penyakit dalam dan kesehatan anak), klinik gigi, instalasi gawat darurat, rawat inap yang terdiri dari kelas I, II, III, VIP dan VVIP, serta dilengkapi pelayanan laboratorium, alat X-Ray, USG, EKG, kamar obat,

(10)

fisioterapi. Sebagian besar peralatan medis dan non medis berasal dari RS Baptis Kediri.

Pada saat pendirian RS Baptis Batu, dicanangkan target kemandirian dicapai tahun 2009. Yang dimaksud dengan target kemandirian adalah kemampuan untuk menutupi biaya operasional sendiri. Mulai awal berdiri tahun 1999 sampai tahun 2009, RS Baptis Batu masih mendapat bantuan dana operasional dari Rumah Sakit induk yaitu RS Baptis Kediri yang sudah berdiri sejak tahun 1957.

Sebagai rumah sakit yang baru berdiri maka jumlah pasien yang dilayani tidak terlalu banyak. Pada waktu itu pasien lebih memilih berobat di rumah sakit yang berada di Malang yang lebih lengkap peralatannya. Setelah ada kerjasama dengan PT ASKES yang melayani askes sukarela, askes sosial, Jamkesmas dan Jamkesda jumlah pasien meningkat pesat mulai April 2006.

Pada tanggal 11 Mei 2007 bertepatan dengan ulang tahun RS Baptis Batu yang ke-8, ditunjuk pejabat direktur RS Baptis Batu yaitu dr. Arhwinda Pusparahaju Artono, Sp.KFR, MARS, yang menjabat direktur sampai saat ini. Pada tahun 2008 disusunlah Rencana Strategis RS Baptis Batu 2008-2013. Sesuai dengan target, pada tahun 2009 RS Baptis Batu mencapai target kemandirian. Seluruh manajemen diserah terimakan dari direktur RS Baptis Kediri dr. Sukoyo Suwandani selaku induk organisasi kepada direktur RS Baptis Batu yaitu dr. Arhwinda Pusparahaju Artono, Sp. KFR, MARS. Sejak saat itu biaya operasional harus diusahakan sendiri. Apabila ada kekurangan dana operasional dapat meminta bantuan RS Baptis Kediri yang diperhitungkan sebagai pinjaman. Dengan target kemandirian ini RS Baptis Batu mulai berbenah sesuai dengan rencana strategis yang sudah dicanangkan.

(11)

BAB III

VISI, MISI, FALSAFAH, NILAI DAN TUJUAN RS. BAPTIS BATU 3.1. VISI.

Rumah Sakit Baptis Batu memiliki visi :

“Menjadi Rumah Sakit pilihan utama masyarakat Malang Raya karena Pelayanan Kesehatan yang berpusat pada pasien dengan mengutamakan Mutu dan Keselamatan Pasien”

3.2. MISI.

Rumah Sakit Baptis Batu memiliki misi :

a) Memberikan pelayanan kesehatan prima secara holistik berlandaskan Kasih Kristus kepada setiap orang, tanpa membedakan status sosial, golongan, suku dan agama.

b) Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang berpusat pada pasien dengan mengutamakan Mutu dan Keselamatan Pasien.

c) Mengelola aset secara efektif dan efisien bagi Kesejahteraan dan Pengembangan rumah sakit dengan memanfaatkan potensi Kota Wisata Batu.

d) Mengembangkan Sumber Daya Manusia secara utuh yang memiliki belas kasih, asertif, profesional, bekerja dalam tim, integritas dan sejahtera.

3.3.FALSAFAH.

Rumah Sakit Baptis Batu memiliki falsafah :

a) Menjadikan Rumah Sakit Baptis Batu pilihan utama masyarakat Malang Raya.

b) Hak pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu.

c) Sebagai tempat tenaga kesehatan mengabdi dan mengembangkan profesionalisme.

d) Secara berkesinambungan meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam berkarya.

(12)

e) Bekerja secara tim berdasarkan kebersamaan dan saling menghargai antar profesi.

f) Memiliki komitmen untuk mencapai tujuan rumah sakit. g) Keselarasan dalam melaksanakan tugas.

3.4.NILAI – NILAI.

Rumah Sakit Baptis Batu memiliki nilai-nilai : B = Belas Kasih A = Asertif P = Profesional T = Tim Kerja I = Integritas S = Sejahtera 3.5.TUJUAN.

Berpartisipasi dalam pembangunan kesehatan masyarakat demi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara rohani dan jasmani

3.6.MOTTO.

Rumah Sakit Baptis Batu memiliki Motto :

(13)

BAB IV

STRUKTUR ORGANISASI RS. BAPTIS BATU

4.1.BAGAN ORGANISASI.

4.2. KETERANGAN/PENGERTIAN.

a. Unit Struktural i. Direktur

Adalah kepala atau pejabat tertinggi di RS Baptis Batu ii. Wakil Direktur

Adalah pejabat yang membantu Direktur dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sesuai dengan bidang masing – masing, yaitu :

1. Wakil Direktur Pelayanan : membantu direktur dalam bidang pelayanan medis dan keperawatan

(14)

2. Wakil Direktur Umum dan Keuangan : membantu direktur dalam bidang umum dan keuangan

iii. Manajer

Adalah pejabat yang membantu Direktur dalam pelaksanaan satu atau lebih macam pelayanan rumah sakit, yaitu :

1. Manajer Rawat Jalan, Medical Check Up dan Klinik Satelit. 2. Manajer Rawat Inap dan Keperawatan

3. Manajer Gawat Darurat dan Out Care 4. Manajer ICU dan Kamar Operasi.

5. Manajer Pemasaran, Komplain dan Pelayanan Perusahaan Asuransi.

6. Manajer Wellness Center. iv. Unit Kerja

Adalah suatu wadah struktural yang terdiri dari tenaga ahli atau profesi dan memiliki fungsi tertentu sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari rumah sakit baik berfungsi pelayanan maupun pendukung operasional rumah sakit. Unit Kerja di RS Baptis Batu dibedakan menjadi 2 yaitu divisi bisnis yang diberi istilah Instalasi dan divisi pendukung yang diberi istilah Bagian. Seluruh instalasi dibawah tanggungjawab Wakil Direktur Pelayanan dan seluruh Bagian dibawah tanggungjawab Wakil Direktur Umum Keuangan. Unit Kerja dapat bertanggungjawab atas satu atau lebih Sub Unit Kerja. Berikut adalah daftar Unit Kerja :

- Instalasi Rawat Jalan.

Instalasi Rawat Inap Ibu & Anak. Instalasi Rawat Inap Kelas 1 & 2. Instalasi Rawat Inap Lantai 2 ICU. -Instalasi Rawat Inap Kelas 3.

Instalasi Gawat Darurat. Instalasi Kamar Operasi. -Instalasi Farmasi.

(15)

- Instalasi Laboratorium.

- Instalasi Radiologi.

- Instalasi Gizi

- Bagian Administrasi.

- Bagian Sumber Daya Manusia.

- Bagian Rekam Medik.

- Bagian Sistim Informasi Manajemen Rumah Sakit.

- Bagian Pemeliharaan Sarana.

- Bagian Layanan Perusahaan & Asuransi.

- Bagian Akuntansi.

- Bagian Inventory.

- Bagian Keuangan.

- Bagian Pemasaran.

- Bagian Humas. v. Unit Kerja Outsourcing

Cleaning Service, Satpam, Taman b. Unit Non Struktural

i. Komite

Adalah wadah non struktural yang terdiri dari tenaga ahli dan profesi dibentuk untuk memberikan pertimbangan strategis kepada direktur dalam rangka peningkatan dan pengembangan pelayanan rumah sakit. Komite yang ada di RS Baptis Batu adalah sebagai berikut :

1. Komite Pastoral.

2. Satuan Pemeriksa Internal. 3. Komite Etik Rumah Sakit. 4. Komite Medik.

5. Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit.

6. Komite Pencegahan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit. 7. Komite Keperawatan

(16)

ii. KSM/Kelompok Staf Medis

Adalah kelompok dokter yang bekerja di bidang medis dalam jabatan fungsional. Kelompok Staf Medis di RS Baptis Batu dikelompokkan sebagai berikut :

1. Kelompok Staf Medis Bedah. 2. Kelompok Staf Medis Non Bedah. 3. Kelompok Staf Gigi dan Mulut. iii. Panitia

Adalah wadah non struktural yang terdiri dari tenaga ahli dan profesi dibentuk untuk bertanggungjawab terhadap bidang tertentu dalam rangka peningkatan dan pengembangan pelayanan rumah sakit

1. Panitia Mutu dan Keselamatan Pasien.

2. Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja. 3. Panitia Rekam Medik.

4. Panitia Farmasi dan Therapi.

(17)

BAB V

VISI, MISI, FALSAFAH, NILAI DAN TUJUAN INSTALASI LABORATORIUM

Visi Instalasi Laboratorium RS Baptis Batu adalah :

“ Menjadi laboratorium diagnostik dengan pelayanan prima yang mengutamakan mutu dan keselamatan pasien “

Misi Instalasi Laboratorium RS Baptis Batu adalah :

a) Memberikan pelayanan laboratorium diagnostic prima berlandaskan Kasih Kristus kepada setiap orang, tanpa membedakan status sosial, golongan, suku dan agama.

b) Menyelenggarakan Pelayanan laboratorium diagnostik yang berpusat pada pasien dengan mengutamakan Mutu dan Keselamatan Pasien.

c) Mengelola aset secara efektif dan efisien bagi Kesejahteraan dan Pengembangan rumah sakit dengan memanfaatkan potensi Kota Wisata Batu.

d) Mengembangkan Sumber Daya Manusia secara utuh yang memiliki belas kasih, asertif, profesional, bekerja dalam tim, integritas dan sejahtera.

e)

Falsafah Inslatasi Laboratorium RS Baptis Batu adalah :

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia ( Kolose 3 :23 ). Pekerja laboratorium akan bekerja dengan hasil terbaik yang dapat diberikan kepada setiap pasien yang datang ke Laboratorium.

Nilai Instalasi Laboratorium RS Baptis Batu :

Laboratorium memiliki nilai yang sama dengan nilai-nilai Rumah Sakit, yaitu :

(18)

B = Belas Kasih A = Asertif P = Profesional T = Tim Kerja I = Integritas S = Sejahtera

Tujuan Instalasi Laboratorium RS Baptis Batu : a. Tujuan Umum :

Menjadi bagian dari unit layanan di RS Baptis Batu yang melakukan pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis pasien dengan pelayanan prima yang mengutamakan mutu dan keselamatan pasien. b. Tujuan Khusus :

a) Menunjang pelayanan kesehatan di RS Baptis Batu b) Menyediakan sarana diagnostik yang bermutu

(19)

BAB VI

STRUKTUR ORGANISASI INSTALASI LABORATORIUM

DIREKTUR

WAKIL DIREKTUR PELAYANAN

Ka. Instalasi laboratorium

Analis Penanggung Ka. Anali s

Jawab BDRS

Administrasi Administrasi

Perawat Analis Penanggung Analis

Analis Penanggung Penanggung

jawab

jawab QC Jawab Reagen Penanggung

Sampling Jawab

Pemeliharaan Alat

Keterangan / Pengertian :

1. Kepala Instalasi Laboratorium adalah seseorang yang bertanggungjawab terhadap berjalannya pelayanan laboratorium, baik secara teknis maupun administratif, serta melakukan tanggungjawab konsultatif.

(20)
(21)

bertanggungjawab terhadap data laporan dan arsip yang berhubungan dengan laboratorium.

3. Analis Penanggungjawab Bank Darah adalah seorang analis yang sudah tersertifikasi pelatihan BDRS dan bertanggungjawab terhadap terlaksananya SPO BDRS dengan baik, serta ketersediaan darah yang mencukupi.

4. Perawat Penanggungjawab Sampling adalah seseorang yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan pengambilan sampling sesuai dengan procedure dan ketersediaan alat kesehatan yang dibutuhkan dalam kegiatan sampling.

5. Analis Penanggungjawab QC adalah seseorang yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan control kualitas peralatan, reagen dan hasil test laboratorium, serta membuat grafik control bulanan untuk dianalisa dan di evaluasi untuk dilaporkan kepada kepala Instalasi.

6. Analis Penanggungjawab Reagen adalah seseorang yang bertanggungjawab terhadap ketersediaan reagen, pemesanana reagen , penyimpanan reagen dan distribusi reagen.

7. Analis Penanggungjawab Pemeliharaan Alat adalah seseorang yang bertanggungjawab terhadap terpeliharanya alat diagnostic dengan baik, termasuk penjadwalan pemeliharaan dan kalibrasi alat.

(22)

BAB VII URAIAN JABATAN

7.1. KEPALA INSTALASI.

TUGAS JABATAN

• Membuat Kebijakan Laboratorium

• Membuat Pedoman Pelayanan Laboratorium

• Membuat Pedoman Penggorganisasian Laboratorium

• Membuat Standar Prosedur Operasional Laborarorium

• Membuat TOR ( Tool of reference / kerangaka acuan kerja ) Laboratorium tiap tahun

• Membuat Rencana Startegis Laboratorium tiap 5 tahun

• Membuat laporan pencapaian pelayanan laboratorium

• Merancang tatacara dan pola kerja laboratorium

• Mengatur tatacara kerja masing-masing personal di laboratorium

• Memimpin rapat bulanan laboratorium untuk evaluasi pelayanan

• Melakukan investigasi, solusi, tindak lanjut dan evaluasi terhadap kejadian yang tidak diharapkan yang berhubungan dengan laboratorium

• Memilih reagen yang bermutu

• Melakukan trial terhadap reagen atau alat yang akan digunakan

• Menetapkan metode pemeriksaan

• Menentukan peralatan yang digunakan

• Menentukan laboratorium rujukan

• Melakuan pembacaan Evaluasi Hapusan Darah

• Melakukan pengambilan specimen bone marrow punctie dan membaca sediaan bone marrow punctie

• Mampu mendeteksi masalah ( trouble shooting ) yang terjadi pada pemeriksaan laboratorium

• Memberikan konsultasi yang berhubungan dengan hasil laboratorium

(23)

PERANGKAT & BAHAN KERJA ( SARANA KERJA )

Undang – Undang yangb berhubungan dengan Laboratorium

• Buku Panduan Standar Pelayanan Laboratorium

• Berbagai Clinical Laboratory Text Book

• Komputer

• Printer

• Autoanalyzer

• Berbagai Reagen

• Mikroskop

Bone Marrow set

• Formulir laboratorium

• Program expertise online

PENDIDIKAN, PELATIHAN & PENGALAMAN

PENDIDIKAN : Dokter Spesialis Patologi Klinik, PELATIHAN :

-PENGALAMAN :

-SYARAT JABATAN

FISIK : - Mampu berbicara dan mendengar dengan baik.

-Tidak buta warna

-Memiliki ketrampilan tangan dan jari yang baik.

-Sehat secara fisik

NON FISIK : - Kemampuan verbal yang baik

-Kemampuan matematika.

-Kemampuan administrasi yang memuaskan atau menonjol

-Mampu bekerja sesuai dengan protap.

-Mampu mengevaluasi informasi yang sesuai dengan kriteria tes.

(24)

HUBUNGAN JABATAN

ATASAN : Kepala Departemen Pelayanan Medis HORIZONTAL : Kepala Instalasi / Bagian lain

BAWAHAN :

- Ahli teknologi laboratorium / analis - Administrator laboratorium - Perawat phlebotomis - Pembantu analis

(25)

7.2. AHLI TEKNOLOGI LABORATORIUM / ANALIS TUGAS JABATAN

• Melakukan pemeriksaan laboratorium hematologi sesuai standar operasional prosedur

• Melakukan pemeriksaan laboratorium kimia klinik sesuai standar operasional prosedur

• Melakukan pemeriksaan laboratorium urinalisa sesuai standar operasional prosedur

• Melakukan pemeriksaan laboratorium elektrolit sesuai standar operasional prosedur

• Melakukan pemeriksaan laboratorium imunologi sesuai standar operasional prosedur

• Melakukan pemeriksaan laboratorium analisa gas darah sesuai standar operasional prosedur

• Melakukan pemeriksaan laboratorium mikrobiologi sesuai standar operasional prosedur

• Melakukan pemeriksaan laboratorium parasitologi sesuai standar operasional prosedur

• Melakukan preparasi specimen sesuai standar operasional prosedur

• Melakukan pengambilan specimen sesuai standar prosedur operasional

• Melakukan kontrol kualitas interna sesuai standar prosedur operasional

• Melakukan pemeliharaan harian alat sesuai standar prosedur operasional

• Melakukan preparasi reagen sesuai standar prosedur operasional

• Melakukan penyimpanan reagen sesuai standar prosedur operasional

• Melakukan penyimpanan spesimen sesuai standar prosedur operasional

• Melakukan transportasi specimen untuk rujukan sesuai standar prosedur operasional

• Melakukan pencatatan dan pelaporan hasil laboratorium sesuai standar prosedur operasional

• Mampu mendeteksi masalah ( trouble shooting ) yang terjadi pada pemeriksaan laboratorium

(26)

PERANGKAT & BAHAN KERJA ( SARANA KERJA )

• Autoanalyzer hematologi, kimia klinik, urinalisa, elektrolit, dan gas darah

• Fotometer

• Berbagai macam reagen

• Bahan kontrol

• Berbagai macam jenis bahan pengecatan specimen hapusan

• Sentrifugasi

• Tabung / container specimen

• Mikropipet

• Tabung reaksi / cuvet

• Timbangan

• Bunsen

• Slides

• Formulir laboratorium

• .Buku catatan harian / laporan harian

PENDIDIKAN, PELATIHAN & PENGALAMAN

PENDIDIKAN : D. III Analis PELATIHAN : Sertifikat Flebotomi PENGALAMAN : SYARAT JABATAN

FISIK : - Mampu berbicara dan mendengar dengan baik. - Tidak buta warna

- Memiliki ketrampilan tangan dan jari yang baik.

NON FISIK : - Kemampuan verbal yang baik

-Kemampuan matematika.

-Kemampuan administrasi

-Mampu bekerja sesuai dengan protap.

-Mampu mengevaluasi informasi yang sesuai dengan kriteria tes.

(27)

HUBUNGAN JABATAN

ATASAN : Kepala Instalasi Laboratorium

HORIZONTAL : Bagian lain poliklinik, IGD, rawat inap.

BAWAHAN :

-7.3. PEMBANTU AHLI TEKNOLOGI LABORATORIUM / ANALIS

TUGAS JABATAN

• Mempersiapkan ruang laboratorium untuk siap digunakan ( membersihkan )

• Membersihkan alat-alat yang digunakan dalam pemeriksaan

• Mengantar specimen ke laboratorium rujukan

• Mengantar hasil laboratorium ke ruangan tempat asal permintaan

• Mengambil barang ke logistic

• Mengantar linen ke laundry

• Membantu administrasi laboratorium

PERANGKAT & BAHAN KERJA ( SARANA KERJA )

• Detergen dan spoolhoek yang memenuhi standar

• Alat pembersih ruangan

• Kontainer untuk membawa spesimen

• Alat tulis kantor

• Komputer

PENDIDIKAN, PELATIHAN & PENGALAMAN

PENDIDIKAN : SMU

PELATIHAN :

PENGALAMAN : Bisa computer

SYARAT JABATAN

FISIK : - Mampu berbicara dan mendengar dengan baik. - Tidak buta warna

(28)

- Memiliki ketrampilan tangan dan jari yang baik.

NON FISIK : - Kemampuan verbal yang baik

-Kemampuan administrasi yang cukup

-Mampu bekerja sesuai dengan protap.

HUBUNGAN JABATAN

(29)

7.4. ADMINISTRATOR LABORATORIUM TUGAS JABATAN

• Melakukan pengetikan hasil pemeriksaan laboratorium sesuai dengan prosedur

• Bertanggungjawab atas pencatatan, arsip dan data kegiatan laboratorium

• Bertanggungjawab terhadap arsip surat menyurat laboratorium

 Bertanggungjawab terhadap berjalannya system komputerisasi laboratorium

• Menginput data parameter baru laboratorium ke komputer

PERANGKAT & BAHAN KERJA ( SARANA KERJA )

• Alat tulis kantor

• Komputer

• Buku Laporan

• File arsip

PENDIDIKAN, PELATIHAN & PENGALAMAN

PENDIDIKAN : SMU

PELATIHAN :

PENGALAMAN : Bisa mengoperasikan komputer ( Microsoft office word, Microsoft office

excel, Microsoft office power point, DOS

SYARAT JABATAN

FISIK : - Mampu berbicara dan mendengar dengan baik.

-Tidak buta warna

-Memiliki ketrampilan tangan dan jari yang baik.

NON FISIK : - Kemampuan verbal yang baik

-Kemampuan administrasi yang baik

-Mampu bekerja sesuai dengan protap.

(30)

ATASAN : - Kepala Instalasi Laboratorium

7.5. PERAWAT PHLEBOTOMI

TUGAS JABATAN

• Melakukan tindakan pengambilan specimen laboratorium

• Melakukan pencatatan inventaris peralatan laboratorium

PERANGKAT & BAHAN KERJA ( SARANA KERJA )

• Alat phlebotomi lengkap

• Perlengkapan Hand hygiene

• Tempat sampah medis dan benda tajam

• Buku pencatatan

PENDIDIKAN, PELATIHAN & PENGALAMAN

PENDIDIKAN : Perawat

PELATIHAN :

PENGALAMAN : Ahli dalam pengambilan darah / vena pungsi

SYARAT JABATAN

FISIK : - Mampu berbicara dan mendengar dengan baik. - Tidak buta warna

- Memiliki ketrampilan tangan dan jari yang baik.

NON FISIK : - Kemampuan verbal yang baik

-Kemampuan administrasi yang cukup

-Mampu bekerja sesuai dengan protap.

HUBUNGAN JABATAN

ATASAN : - Kepala Instalasi Laboratorium

(31)

TATA HUBUNGAN KERJA Askes Sosial KKPRS BPS KPPIRS Farma si Instalasi Laboratorium Invento IGD ry IRJ IRNA

1. Secara eksternal Instalasi Laboratorium memiliki hubungan kerja dengan PT Askes untuk melakukan pemeriksaan laboratorium pasien Askes Sosial kiriman dokter Penyedia Pelayanan Kesehatan tingkat 1 ( PPK1)

2. Secara internal Instalasi Laboratorium memiliki hubungan kerja dengan beberapa unit di dalam Rumah Sakit . Dengan Instalasi Rawat Jalan , Instalasi Rawat Inap dan Instalasi Rawat Darurat, laboratorium menerima semua permintaan pemeriksaan laboratorium pasien dari dokter. Dengan Instalasi Farmasi, laboratorium melakukan hubungan kerja dalam hal pengadaan reagen dan alat kesehatan . Dengan Bagian Inventory, laboratorium berhubungan kerja dalam hal pengadaan alat tulis, alat rumah tangga, dan bahan cetakan / formulir. Sedangkan dengan Bagian Pemeliharaan Sarana , instalasi Laboratorium memiliki hubungan kerja dalam hal pemeliharaan alat dan sarana laboratorium.

3. Laboratorium juga memiliki hubungan kerja dengan Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit ( KPPIRS ) dalam hal audit pelaksanaan standar PPI, koordinasi penatalaksanaan kejadian tertusuk benda tajam dan terpapar cairan tubuh, serta pelaporan indiator pengendalian infeksi .

(32)

4. Laboratorium juga memiliki hubungan kerja dengan Komite Keselamatan Pasien dalam hal pelaksanaan Sasaran Keselamatan pasien, pelaporan Kejadian yang Tidak Diharapkandan pelaporan Indikator Keselamatan Pasien di laboratorium.

(33)

BAB IX

POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONIL

NAMA PENDIDIKAN SERTIFIKASI JUMLAH

JABATAN KEBUTUHAN Ka Instalasi Dokter 1 Spesialis Patologi Klinik Ka Analis D3 Analis 1 Kesehatan

Analis Pelaksana D3 Analis 4

Kesehatan

Flebotomis Perawat Sertifikat Pelatihan 2 Analis Flebotomi Nasional

Pembantu Analis SMA - 1

(34)

BAB X

KEGIATAN ORIENTASI

Pengertian Orientasi : Usaha membantu para pekerja agar mengenali secara baik dan mampu beradaptasi dengan suatu situasi atau dengan lingkungan / iklim bisnis suatu organisasi / perusahaan. Orientasi harus mampu membantu para pekerja baru untuk memahami dan bersedia melaksanakan prilaku sosial yang mewarnai kehidupan organisasi / perusahaan sehari-hari. Harus mampu membantu para pekerja baru untuk mengetahui dan memahami berbagai aspek teknis pekerjaan/ jabatannya, agar mampu melaksanakan tugas-tugasnya secara efektif, efisien dan produktif.

TAHAP PROGRAM ORIENTASI NARA SUMBER

Orientasi hari pertama : Kepala Bagian SDM dan I (Hari I) 1) Penjelasan status kepegawaian. Personalia

2) Penjelasan Program orientasi yang akan diterima pegawai, peraturan dan tata tertib masa orientasi : pegawai menandatangani pernyataan orientasi pegawai baru.

3) Kepada pegawai dikenalkan seluruh unit kerja di RS Baptis Batu, diajak berkeliling (Hospital Tour)

4) Orientasi ke unit kerja dimana pegawai akan ditempatkan diserahkan sesuai program orientasi unit kerja masing-masing.

II Orientasi hari II s.d. XIV meliputi :

Hari ke-2 1). Orientasi di unit kerja dimana pegawai - Kepala Unit Kerja s.d. 14 ditempatkan.

2) Pegawai diberikan pelbagai materi 27

(35)

orientasi dengan penjadwalan khusus meliputi :

a. Visi, Misi, Nilai, Struktur - Wa.Dir. Umum

Organisasi. Keuangan

b. PKB - Wa.Dir.Umum

c. Etika Bekerja Keuangan

d. Patient Savety - Wa. Dir Pelayanan

e. Pencegahan dan Pengendalian - Ka.KPRS

Infeksi - Ka.PPI & IPCN

f. Kesejahteraan Spiritual - Komite Pastoral g. Service Excellence - Tim Pelayanan Prima h. Come to XL - Direktur

i. Handling Complaints - Direktur

j. Produk-Produk Rumah Sakit - Manajer Pemasaran &

k. Basic Life Support Tim

l. Penanggulangan bencana kebakaran - Manajer Gadar & Outcare

- Ketua P2K3 dan Tim Tahap III Kepala Unit kerja membuat laporan

(Evaluasi) terkait hasil orientasi pegawai.

Hasil evaluasi harus memberikan rekomendasi apakah pegawai dapat bekerja atau tidak, atau perpanjangan masa orientasi.

JADWAL ORIENTASI DI INSTALASI LABORATORIUM

HARI PROGRAM ORIENTASI PENGAWAS

2 Sampling – Pre analitik Kepala Instalasi Hematologi ( QC, TEST, HASIL ) Analis yg bertugas 3 Sampling - Pre analitik Kepala Instalasi

Hematologi ( QC, TEST, HASIL ) Analis yg bertugas 28

(36)

4 Sampling – Pre analitik Kepala Instalasi Urinalisis ( QC, TEST, HASIL ) Analis yg bertugas 5 Sampling – Pre analitik Kepala Instalasi

Urinalisis ( QC, TEST, HASIL ) Analis yg bertugas 6 Sampling – Pre analitik Kepala Instalasi

Kimia Klinik ( QC, TEST, HASIL ) Analis yg bertugas 7 Sampling – Pre analitik Kepala Instalasi

Kimia Klinik ( QC, TEST, HASIL ) Analis yg bertugas 8 Sampling – Pre analitik Kepala Instalasi

Kimia Klinik ( QC, TEST, HASIL ) Analis yg bertugas 9 Sampling – Pre analitik Kepala Instalasi

Kimia Klinik ( QC, TEST, HASIL ) Analis yg bertugas 10 Sampling – Pre analitik Kepala Instalasi

Immunologi ( QC, TEST, HASIL ) Analis yg bertugas 11 Sampling – Pre analitik Kepala Instalasi

Immunologi ( QC, TEST, HASIL ) Analis yg bertugas 12 Sampling – Pre analitik Kepala Instalasi

Bakteriologi ( QC, TEST, HASIL ) Analis yg bertugas 13 Sampling – Pre analitik Kepala Instalasi

Administrasi - Post Analitik Analis yg bertugas 14 Sampling – Pre analitik Kepala Instalasi

(37)

BAB XI

PERTEMUAN / RAPAT

Pertemuan rapat Instalasi Laboratorium terdiri dari :

1. Rapat Rutin :

a. Rapat Mingguan dengan Manajer Rawat Jalan

Waktu : Kamis Jam : 13.00 – 14.00 Tempat : Klinik Rawat Jalan

Peserta : Rawat Jalan, Laboratorium, Radiologi, Rehabilitasi Medik, Gizi, Farmasi Rawat Jalan, Kasir, Rekam Medis.

Materi : Membahas permasalahan harian rawat jalan dan koordinasi antar unit pelayanan yang terlibat dirawat jalan

b. Rapat Bulanan Instalasi Laboratorium

Waktu : Selasa minggu ke- 2 J am : 13.00 – 15.00 Tempat : Laboratorium

Peserta : Semua pekerja di laboratorium

Materi : Membahas notula bulan lalu, mengevaluasi tindak lanjut dan kegiatan bulan ini, membahas permasalahan yang terjadi bulan berjalan.

c. Rapat Kerja bulanan dengan Direktur

Waktu : Selasa minggu ke -1 Jam : 07.00 – 14.00 Tempat : Ruang Rapat

Peserta : Semua unit dan semua Komite di RS

Materi : Laporan pencapaian dan evaluasi kinerja unit, laporan SPM, dan indikator mutu

(38)

2. Rapat Insidentil :

(39)

BAB XII PELAPORAN

Semua kegiatan Instalasi Laboratorium dibuat laporan untuk arsip dan data evaluasi kegiatan . Jenis laporan adalah laporan harian, laporan bulanan, dan laporan tahunan.

12.1. LAPORAN HARIAN.

Laporan harian dibuat dalam bentuk

a. Buku registrasi pasien , untuk mengetahui jumlah pasien harian .

b. Buku serah terima antar dinas untuk mengetahui kejadian / peristiwa yang ada saat jam dinas berjalan

c. Buku kontrol kualitas

Laporan harian dilaporkan kepada Kepala Instalasi Laboratorium

12.2. LAPORAN BULANAN.

Laporan bulanan dibuat untuk laporan bulanan dalam rapat kerja dengan direktur . Isi laporan bulanan adalah :

a. Pencapaian kegiatan

b. Pencapaian Standar Pelayanan Minimal Laboratorium c. Pencapaian Indikator Keselamatan Pasien

d. Pelaporan Indikaror Pengendalian Infeksi Laporan bulanan dibuat untuk Direktur dan manajemen.

12.3. LAPORAN TAHUNAN.

Laporan tahunan merupakan rekapitulasi laporan bulanan dan hasil evaluasi kegiatan / evaluasi kerangka acuan kerja ( TOR ) selama setahun . Laporan dibuat dalam bentuk buku “hardcopy” dan dilaporkan dalam rapat Evaluasi TOR, di akhir tahun kerja.

Referensi

Dokumen terkait

Komite Tenaga Kesehatan Lainnya adalah wadah non-struktural RSUD yang mempunyai fungsi utama mempertahankan penjagaan mutu profesionalisme Tenaga Kesehatan Lainnya

15) Memberikan pengarahan dan motivasi kepada tenaga perawatan untuk melaksanakan tugasnya sesuai ketentuan standar. 16) Mengkoordinasi seluruh kegiatan yang ada

Dalam era otonomi daerah saat ini dimana daerah mempunyai urusan – urusan wajib dan pilihan sesuai yang diatur dalam UU Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah,

nstalasi Rawat Jalan merupakan salah satu unit pelayanan yang dalam struktur organisasi merupakan bagian dari Pelayanan Medik dan Keperawatan, dikepalai oleh

Bahwa Tim Hak Pasien dan Keluarga (HPK) BLUD RSUD Kota Baubau adalah wadah non struktural yang terdiri dari tenaga ahli atau profesi yang dibentuk untuk memberikan

kebutuhan tenaga di nit Rekam (edis. Dar Dari )uar Rum i )uar Rumah Sak ah Sakit Bha- it Bha-an$k an$kara A ara Ant2n S2 nt2n S2e&ja e&jar*27 r*27 (external

Rumah Sakit Umum Daerah Tugu Koja memiliki struktur organisasi yang dimpimpin oleh direktur utama yang membawahi kepala sub bagian tata usaha, kepala seksi

Demikian halnya Rumah Sakit Umum Indo Sehat Karanganyar memberikan kesempatan bagi karyawan baru yang terdiri dari berbagai profesi yakni: Penangung jawab Laboratorium, tenaga teknis