• Tidak ada hasil yang ditemukan

2017 Jamsos Sesi 6 DAP Analisis Kepesertaan 2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "2017 Jamsos Sesi 6 DAP Analisis Kepesertaan 2"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

Research Mapping

on

Informal Sector Coverage in

Jaminan Kesehatan Nasional

(2)

Overview

Topik : JKN+ Sektor

Informal

Tahun: 2014-2016

21 Penelitian:

13 Artikel publikasi

3 Lapoan Penelitian

1 Disertasi

1 Tesis

2 Skripsi

1 Policy brief

Sumber Pencarian:

1.Internet

2.Jejarng pakar

3.Jurnal ilmiah

Pemetaan Temuan

pada

6 Aspek Evaluasi JKN

1.Kepesertaan

2.Finansial

3.Kelembagaan dan

organisasi

4.Pelayanan Kesehatan

Temuan Pokok:

1.Isu perluasan cakupan

kepesertann

(3)

Expert Meeting : “Capacity Development of Key Stakeholders on Accelerating the

Enrolment of Informal Sectors in JKN: From Evidence to Policy” 

Daftar Penelitian

1. Arih Dianing Intiasari. 2016. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERLAMBATAN PEMBAYARAN IURAN BPJS KESEHATAN PADA PESERTA PEKERJA BUKAN PENERIMA UPAH (PBPU) DI KABUPATEN BANYUMAS. FKM UNSOED. 2. Arih Dianing Intiasari. 2016. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN PELAYANAN RAWAT INAP OLEH PESERTA PEKERJA BUKAN PENERIMA UPAH (PBPU) YANG TERLAMBAT MEMBAYAR IURAN PREMI DI KABUPATEN

BANYUMAS. FKM UNSOED.

3. Arih Dianing Intiasari. 2016. POTENSI SUMBER PENDANAAN KESEHATAN MASYARAKAT SEKTOR INFORMAL : KAJIAN ATP DAN WTP PADA PESERTA NON PBI MANDIRI YANG TERLAMBAT MEMBAYAR PREMI JAMINAN KESEHATAN NASIONAL. FKM UNSOED.

4. Arih Diyaning Intiasari dkk. 2016. Analisis Kesiapan Stakeholder dalam Pelaksanaan Kebijakan Pencegahan Keterlambatan Pembayaran Iuaran Jaminan Kesehatan pada Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) di Banyumas.. UNSOED.

5. Arih Diyaning Intiasari dkk. 2015. Analisis Modal Sosial Sebagai Potensi Media Saluran Pembayaran Iuran Jaminan Kesehatan Nasional pada Pekerja Sektor Informal di Kabupaten Banyumas. Unsoed.

6. Arih Diyaning Intiasari dkk. 2016. ANALISIS POLA PEMANFAATAN JAMINAN PEMBIAYAAN KESEHATAN ERA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL PADA PESERTA NON PBI MANDIRI DI WILAYAH PERDESAAN KABUPATEN BANYUMAS. UNSOED. 7. Arih Diyaning Intiasari dkk. 2015. Model Pengumpulan Premi Jaminan Kesehatan Nasional pada Masyarakat

Informal Rural dan Urban di Kabupaten Banyumas. Unsoed.

8. Arih Diyaning Intiasari dkk. 2015. POTRET MASYARAKAT SEKTOR INFORMAL DI INDONESIA: MENGENAL

DETERMINAN PROBABILITAS KEIKUTSERTAAN JAMINAN KESEHATAN SEBAGAI UPAYA PERLUASAN KEPESERTAAN PADA SKEMA NON PBI MANDIRI. UNSOED.

(4)

10. Arih Diyaning Intiasari dkk. 2014. Strategi Switching Premi dalam Upaya Pengendalian Adverse Selection pada Jaminan kesehatan Nasioanal: Menjembatani Kebutuhan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Sektor Informal (Policy Brief). Unsoed.

11. Budi Eko Siswoyo dkk. 2015. Kesadaran Pekerja Sektor Informal Terhadap Peserta Jaminan Kesehatan Nasional Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. PKMK FK UGM.

12. Chriswardani Suryawati, Dara Lutfiana. 2015. Gambaran Sektor Informal Nelayan Kelurahan Cilincing Jakarta Utara Sebagai Calon Peserta BPJS Kesehatan.. FKM UNDIP.

13. Chriswardani Suryawati, Fitria Dewi,. 2015. Gambaran Potensi Partisipasi Petani Terhadap Kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional di Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang. FKM UNDIP.

14. Chriswardani Suryawati, Imaniar Sevtiyani. 2015. Pengetahuan, Minat, Ability to Pay (ATP) dan

Sosialisasi Bagi Pedagang Kaki Lima Untuk Kepesertaan BPJS Kesehatan di Kecamatan Semarang Timur. FKM UNDIP.

15. Dianing Yuni Hapsari. 2015. Perbandingan Kemampuan dan Kemauan Membayar Premi Jaminan Kesehayan Masyarakat di DIY yang Belum Mempunyai Jaminan Kesehatan Tahun 2009 dan 2015. Dinkes Provinsi DIY.

16. Eka Pujiyanti dkk. 2015. Kajian Model Pengumpulan Iuran Program JKN pada Kelompok Peserta PBPU Tahun 2015. CHEPS UI.

17. Eka Pujiyanti dkk. 2015. Ujicoba Model Pengumpulan Iuran Program JKN pada Kelompok Peserta PBPU Tahun 2015 Tahap 1. CHEPS UI.

18. Haerawati Idris. 2016. Analisis Kebijakan Publik Jaminan Kesehatan Sektor Informal. FKM UNSRI. 19. M Agus, M.Kes. 2015. Laporan Kajian Minat Jaminan Kesehatan. Bapel Jamkesos DIY.

20. Teguh Dartanto dkk. 2015. Expanding Universal Health Coverage in The Presence of Informality in Indonesia: Challenges and Policy Implications. LPEM UI.

(5)

Perluasan

(6)

Gambaran Umum

Proporsi peserta JKN PBPU/Mandiri masih

rendah dan bervariasi disetiap daerah.

Adverse selection masih terjadi: Sektor

(7)

Expert Meeting : “Capacity Development of Key Stakeholders on Accelerating the

Enrolment of Informal Sectors in JKN: From Evidence to Policy” 

Mengapa tidak mendaftar JKN?

(8)
(9)

Expert Meeting : “Capacity Development of Key Stakeholders on Accelerating the

Enrolment of Informal Sectors in JKN: From Evidence to Policy” 

Faktor-faktor yang meningkatkan

kesadaran tentang JKN

Jenis pekerjaan pada bidang jasa dan

perdagangan

Pendidikan tinggi

Pengetahuan tinggi

(10)

Pengetahuan tentang JKN

Beberapa kelompok (nelayan, petani , & PKL) memiliki

pengetahuan rendah terkait JKN karena belum

mendapatkan sosialisasi.

Metode yang tepat untuk sosialisasi pada kelompok tsb:

Dilakukan oleh tokoh/lembaga masyarakat yang

dipercaya di tingkat lokal

Menggunakan Bahasa Lokal

Metode Ceramah dan diskusi

Waktu sosialisasi disesuaikan dengan waktu kerja

(11)
(12)

Gambaran Umum

Tingkat ketidakpatuhan membayar iuran masih tinggi

(Sekitar 38% peserta tidak membayar secara rutin)

Hasil perbandingan ATP (

Ability to Pay

) dengan premi

yang ada bervariasi di setiap daerah.

Rasio klaim (645%) dan utilisasi (32%) pada kelompok

PBPU adalah yang paling tinggi (tahun 2014).

Beberapa alasan tidak rutin membayar: Penghasilan tidak

menentu, malas mengantri, lupa, ATM bermasalah,

Kecewa dengan pelayanan, sibuk, biaya iuran tinggi,

merasa risiko rendah, tidak tahu.

Pembayaran yang disukai: ATM, di kantor bank, diambil

(13)

Expert Meeting : “Capacity Development of Key Stakeholders on Accelerating the

Enrolment of Informal Sectors in JKN: From Evidence to Policy” 

(14)

Model Pembayaran yang bisa

dikembangkan oleh BPJS

Kesehatan

Perluasan saluran pembayaran

Pengembangan model sosial dengan lembaga yang

ada di masyarakat

Strategi switching premi

Pada uji coba dengan model pengumpulan iuran

berupa

agen individu, wadah/koperasi dan

(15)

Referensi

Dokumen terkait

Terlihat bahwa rata-rata kemampuan membayar rumah tangga POPB dari hasil kajian dan berdasarkan susenas tahun 2015 masih berada dibawah premi JKN saat ini. Namun dari Susenas

Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Peserta bukan Pekerja wajib membayar Iuran Jaminan Kesehatan pada setiap bulan yang dibayarkan paling lambat tangal 10 (sepuluh) setiap

Tersedianya faktor- faktor yang mempengaruhi kemauan dan kemampuan peserta PBPU kurang mampu dalam membayar iuran Tersedianya gambaran kemauan Pemerintah Daerah dalam mengalokasi

Dari hasil kuesioner dan wawancara dengan beberapa responden yang dilakukan oleh peneliti kepada para peserta BPJS Kesehatan khususnya Pekerja Bukan Penerima

Dari hasil kuesioner dan wawancara dengan beberapa responden yang dilakukan oleh peneliti kepada para peserta BPJS Kesehatan khususnya Pekerja Bukan Penerima

Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Peserta bukan Pekerja dengan iuran untuk Manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas III. Peserta Pekerja Penerima Upah dan Pegawai Pemerintah

17 Tabel 3.1 Subjek Penelitian Informan Penelitian Jumlah Peserta Pekerja Penerima Upah PPU 2 orang Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah PBPU 2 orang Total 4 orang 3.4 Metode

Pekerja Bukan Penerima Upah PBPU PBPU adalah setiap orang yang bekerja atau berusaha atas risiko sendiri, yang terdiri dari: 1 Pekerja di luar hubungan kerja atau pekerja mandiri 2