23
Boks 2
Quick Survey: Dampak Krisis Global t erhadap
Sekt or UM KM di Nusa Tenggara Barat
Pendahuluan
Secara nasional, dampak krisis global diperkirakan t urut mempengaruhi kinerja usaha di sekt or UM KM . Unt uk mengkonfirmasi hipot esa t ersebut , Bank Indonesia secara nasional melakukan quick survey kepada para pelaku usaha di sekt or UM KM . Unt uk w ilayah Nusa Tenggara Barat , survei dilakukan t erhadap 15 responden yang mew akili sekt or pert anian, perdagangan, hot el dan rest oran (PHR), indust ri pengolahan, dan t ransport asi.
Hasil Survei
24 Dampak Krisis
Sebanyak 67% responden merasakan pengaruh dampak krisis global t erhadap kegiat an usaha. Dari responden yang merasakan dampak krisis global, sebanyak 60% menyat akan dampak krisis global berada pada kat egori ringan dan sedang.
Dari sisi omset usaha, penurunan yang disebabkan krisis ekonomi global hanya dialami beberapa sub sekt or ekonomi. Pada umumnya responden menyat akan penurunan omzet disebabkan oleh fakt or di luar krisis ekonomi global. Unt uk sekt or pert anian, dampak krisis t erhadap penurunan omzet hanya dirasakan oleh sub sekt or perikanan budidaya mut iara yang berorient asi ekspor. Sement ara unt uk sub sekt or t anaman bahan makanan, t erjadinya penurunan omzet disebabkan oleh penurunan produkt ivit as dan gangguan hama. Khusus unt uk sekt or indust ri pengolahan, responden menyat akan omset usaha t idak t erpengaruh oleh adanya krisis ekonomi global.
Krisis ekonomi global just ru berimbas posit if bagi beberapa responden di sekt or PHR, t erut ama respo nden yang bergerak di indust ri perhot elan. Krisis yang t erjadi membuat w isat aw an asing dan domest ik melirik dest inasi w isat a yang lebih mudah dijangkau t ermasuk Pulau Lombok. Selain it u, kegiat an M ICE yang diselenggarakan inst ansi pemerint ah just ru mendorong kenaikan omset usaha. Namun demikian, beberapa responden yang bergerak di sub sekt or perdagangan mengalami penurunan omzet akibat adanya kenaikan harga dan kecenderungan masyarakat yang menunda pembelian barang kebut uhan non primer.
25
Sulaw esi dan Kalimant an yang mengalami penurunan omzet . Penurunan t ersebut dipicu lesunya bisnis perkebunan yang dit andai dengan t urunnya harga komodit as perkebunan di pasar int ernasional.
Dari sisi ket enagakerjaan, sebagian besar responden menyat akan dampak krisis ekonomi global t erhadap penurunan jumlah t enaga kerja relat if minimal. Beberapa responden yang penurunan jumlah t enaga kerja menyat akan hal t ersebut disebabkan pengunduran diri dan berakhirnya masa kont rak kerja karyaw an.