• Tidak ada hasil yang ditemukan

23 02 2011 013 tarik ulur kepentingan jeda tebang hutan indonesia 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "23 02 2011 013 tarik ulur kepentingan jeda tebang hutan indonesia 1"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

A12

IL MU

&

TEK NO LO GI

R A B U , 2 3 F E B R U A R I 2 0 1 1

Z OM OUT

Krisis Paruh Baya

Cuma Mitos

K

risis paruh baya atau puber kedua yang dipercaya men-jangkiti seseorang yang menginjak usia kepala empat ternyata tidak benar. Membeli sebuah mobil convertible merah dan selingkuh dengan sekretaris-nya bukanlah ciri seseorang, biasanya pria, terkena krisis paruh baya.

Fenomena yang melambung-kan nama Monica Lewinsky dan menjadi tema American Beauty, film peraih Academy Award, sebenarnya tidaklah umum ter-jadi. “Itu hanya membuat novel dan film menjadi menarik, tapi sebenarnya tidak akurat,” kata Margie Lachman, ahli psikologi dari Brandeis University di Massachusetts.

Alexandra Freund, peneliti masa hidup di University of Zurich di Swiss, menyatakan sebenarnya tak ada waktu yang spesifik dalam kehidupan yang membuat seseorang mengalami krisis. “Ada waktu-waktu ketika sesuatu mengkristal sebagai sebuah gangguan yang sangat dalam dan amat problematis di dalam kehidupan Anda,” katanya. “Orang mengalami tipe-tipe krisis ini, tapi tidak seluruhnya berkaitan dengan usia.”

Sebaliknya, kata Lachman, kri-sis biasanya dipicu oleh sejumlah peristiwa yang dapat terjadi pada segala usia, misalnya kemun-duran karier, kematian sahabat atau kerabat, serta penyakit serius.

Jika lonjakan libido dan kegan-drungan terhadap mobil sport

hanyalah “bumbu” Hollywood, lan-tas apa yang sebenarnya dialami oleh seseorang pada tahun-tahun tersebut? Kesalahpahaman yang paling populer adalah krisis paruh baya disulut oleh kesadaran tiba-tiba bahwa nilai dan tujuan masa muda terabaikan.

Dalam proses mencari jati diri di masa muda, orang akan berjuang dengan mewujudkan nilai dan tujuan pribadi. Semakin dewa sa, kepribadian umumnya tetap stabil seumur hidup ses-eorang. Mitos itu berawal ketika psikolog Elliot Jaques mengemu-kakan istilah krisis paruh baya pada 1960-an berdasarkan studi terhadap artis dan pasien yang mengalami depresi dan kegeli-sahan karena bertambah tua. “Seniman diketahui senang men-dramatisasi hidupnya, itu peker-jaan mereka,” kata Freund.

● LIVESCIENCE

Tarik-Ulur Jeda Tebang

SXC.HU

P

emerintah Norwegia

masih menunggu

keluarnya Ke pu

tus-an Presiden tenttus-ang Pem ber lakuan Jeda Tebang atau Mo ra to rium Hutan.

Maklum, ber dasarkan

perjan-jian kedua negara, Indonesia akan memberlakukan morato-rium hutan mulai Januari 2011. Sebagai ganjarannya, pemerin-tah Norwegia bakal memberi-kan dana sebesar US$ 1 miliar.

Karena itu, Jumat dua pekan lalu, Hans Brattaskar, peja-bat International Climate and Forestry Initiative Norwegia, menemui Wakil Presiden Boediono di Jakarta. Dalam per-temuan di Istana Wakil Presiden,

Hans didampingi Kuntoro Mangkusubroto. Kuntoro ada-lah Ketua Satuan Tugas untuk Persiapan Pembentukan Lem-ba ga Penurunan Emisi dari De fo res tasi dan Degradasi Hutan atau Reducing Emission from Deforestation and Forest Degradation (REDD+).

Sepekan sebelumnya, Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Eivindho Homme, menemui Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. "Beliau bertanya ten-tang kebenaran berita di media bahwa kami mengeluarkan izin kepada pengusaha untuk meng-elola jutaan hektare hutan," kata Zulkifli, mantan Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional, kepada wartawan. Dia membantah tudingan bahwa Duta Besar Norwegia ragu akan komitmennya terhadap morato-rium hutan.

Zulkifli mengakui adanya perbedaan cara pandang antara pihaknya dan Satuan Tugas REDD. Kami ingin, kata dia, peta hutan yang dimorato-rium harus jelas perinciannya. Kepala Balitbang Kementerian Kehutanan Tachrir Fathony

menambahkan, jika mengi-kuti draf yang dibuat Satuan Tugas, semua izin harus dihentikan. "Padahal sektor kehutanan harus mendukung kebijakan

pemerintah yang pro-poor

dan pro-job," katanya.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Hadi Daryanto menjelas-kan, sektor kehutanan kehi-langan potensi investasi dari hutan tanaman industri (HTI), perkebunan sawit, biomassa,

dan tambangyang semuanya

membutuhkan penggunaan

lah-ansebesar Rp 29 triliun. Selain

itu, dia mengklaim, 7 juta orang kehilangan mata pencarian.

Memang, pada pertengahan Desember lalu, Kementerian Kehutanan memasukkan draf keputusan presiden itu kepada Menteri Perekonomian. Sepekan kemudian, Satuan Tugas REDD menyerahkan draf versi mer-eka ke rapat kabinet terbatas. Pada 15 Januari, Satuan Tugas memberikan versi kedua. Tak berapa lama, ada draf yang disampaikan kepada Presiden, yang ditandatangani Menteri

Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hi -dup Gusti Muhammad Hatta, dan Kepala Badan Pertanahan Nasional Joyo Winoto.

Hatta Rajasa menjelaskan, moratorium hutan seharusnya tidak merugikan Indonesia. "Jangan diatur-atur orang lain, apalagi didikte," kata Ketua Umum Partai Amanat Nasional. Menurut dia, harus dipikirkan aspek lain, seperti pangan dan infrastruktur. Dia membantah ada tarik-menarik kepentingan.

Kisruh di internal pemerin-tah terhadap kebijakan mora-torium mendapat tanggapan

berbagai pihak. Salah satu-nya dari Greenpeace ber-sama Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil, yang lan tas membuat Platform Bersama Penyelamatan Hutan Indonesia dan Iklim Global. "Kami membuat peta dan angka yang menun-jukkan cakupan morato-rium hutan yang jauh lebih luas," kata Yuyun Indradi, Penasihat Politik Greenpeace Asia Tenggara.

Direktur Kebijakan dan Pemberdayaan WWF-Indonesia Nazir Foead berharap jeda tebang seharusnya menjadi satu upaya serius penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 26 pers-en. Jadi, kata dia, kita tidak asal-asalan menjalankan mor-atorium. Yuyun Indradi men-jelaskan, jika pemerintah gagal mewujudkan moratorium yang bisa melindungi hutan, "Artinya Presiden tidak serius dengan komitmen penurunan emisi dan deforestasi," katanya.

Hal senada diungkapkan Mubariq Ahmad, doktor dalam bidang ekonomi sumber daya alam dan lingkungan hidup dari Michigan State University.

Menurut Mubariq, draf yang dibuat Menteri Kehutanan tidak menunjukkan adanya komit-men perbaikan tata kelola kehu-tanan. "Padahal soal ini jauh lebih penting dan selama ini jadi biang karut-marut di sektor kehutanan," katanya. Dia kha-watir, setelah moratorium bera-khir dua tahun lagi, persoalan itu tidak selesai.

Mubariq membantah anggap-an bahwa jeda tebanggap-ang akanggap-an menurunkan pertumbuhan eko-nomi dan merugikan indus-tri sawit. Menurut dia, masih banyak lahan kritis yang dapat dimanfaatkan perusahaan sawit meluaskan usahanya. Studi yang dilakukan WWF-Indonesia menunjukkan, ada 6 juta hek-tare lahan kritis di Kalimantan.

Untuk menggenjot kiner-ja industri sawit, dapat pula

dilakukan dengan intensifi

ka-si. Mubariq juga mempertan-yakan janji awal pengusaha kebun sawit untuk membangun industri turunan dari CPO. Jika dibangun bakal meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Satuan Tugas REDD sudah dua kali mengadakan sosialisasi kepada para pengusaha yang bergerak di sektor hutan dan perkebunan sawit. Termasuk perusahaan Sinar Mas, APRIL, dan lainnya. "Tidak ada keberat-an, mereka hanya butuh

kepas-tian hukum," kata sumber Tempo

yang ikut dalam pertemuan itu. Rancangan keputusan presi-den saat ini masih di Sekretaris Kabinet. Kabarnya, draf yang dibuat Satuan Tugas REDD dianggap menabrak undang-undang dalam hal pengajuan-nya. Banyak pihak menunggu-nunggu beleid itu keluar. Tidak hanya pengusaha dan aktivis lingkungan hidup, juga pemer-intah Norwegia.

● UNTUNG WIDYANTO

EKOLOGI POLITIK

SANDY INDRA PRATAMA (TEMPO)

Areal hutan gundul akibat pembalakan di Riau.

Hutan bakau yang telah gundul di Nabire, Papua, 17 Juni 2006.

ARIF FADILLAH (TEMPO)

Referensi

Dokumen terkait

Penggunaan Teknik Task Analysis dalam Pembelajaran Keterampilan Menggosok Gigi bagi Anak Tunagrahita Sedang.. Penelitian Terdahulu yang

keseluruhan kemampuan koneksi matematis mahasiswa yang pembelajarannya menggunakan strategi pembelajaran reciprocal teaching lebih besar peningkatannya dengan n-gain

Praktik pengalaman lapangan adalah semua kegiatan kurikuler yang harus dilakukan oleh mahasiswa praktikan, sebagai pelatihan untuk menerapkan teori yang diperoleh dalam semester

Institusi paling utama yang ber- tanggung jawab langsung dalam bidang pelestarian cagar budaya di Provinsi Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau adalah (1) BP3 Batusangkar,

Kompetensi yang ingin dicapai : Siswa mampu memilih Jurusan di Perguruan Tinggi yang sesuai dengan bakat dan minat.. Menyiapkan siswa

Overall, participants reported a high level of satisfaction with the Stepping Stones Triple P program and for each strategy the majority of parents who attempted it found it to

6 Bambang Sunggono, Metodologi Penelitian Hukum , PT.. adalah segala bentuk arsip/dokumen yang berkaitan dengan pelaksanaan prinsip kehati-hatian dalam pemberian kredit di

Balance Scorecardmerupakan sistem pengukuran kinerja komprehensif yang meliputi aspek keuangan dan aspek nonkeuangan.Langkah awal yang harus dilakukan adalah menetapkan bobot