KLITIKA DALAM BAHASA INGGRIS:
SATU KAJIAN M ORFOLOGIS
SUSI YULIAW ATI
NIP: 197707122006042003
FAKULTAS SASTRA
UNIVERSITAS PADJADJARAN
Klitik dalam Bahasa Inggris:
Satu Kajian M orfologis
Abst ract
This art icle describes t he concept of clit ics in English as clit ics, one of t he
format ives w hich is hard t o classify – t hey are nei t her clearly independent w ords
nor clearly affixes. Clit ics are appended t o independent w ords by synt act ically
mot ivat ed rules. There are several w ord-classes t o which clit ics are usually
at t ached, called host s, such as nouns, pronouns, adverbs, adject ives, verbs, and
preposit ion.
Keyw ords: clit ics, independent w ords, affixes, hosts
1. PENDAHULUAN
Ternyat a t idak semua bent uk at au sat uan unit bahasa dapat dikat egorikan
dengan mudah ke dalam sat u bent uk t ert ent u karena beberapa sifat nya. Salah sat u
bent uk yang sulit diident ifikasikan dan diklasifikasikan t ersebut adalah klit ik. Hal ini
sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh beberapa ahli bahasa, salah sat unya Halpern.
Halpern (dalam Spencer & Zw icky, 2001;101) mengem ukakan bahw a unt uk
membedakan kat a bebas at au f rasa dari af iks sangat l ah jelas, t api banyak bahasa yang
memiliki berbagai macam for mat if yang sulit diklasifikasikan dan dikat egorikan. Format if
t ersebut dinamai dengan klit ik.
Hal serupa pun dikemukakan pula oleh Zw icky (1977; 1), yang dikut ip oleh
Kat amba (1993;245). M enurut nya hampir sem ua bahasa memiliki morfem yang sulit
dianalisis karena t idak menunjukkan bat asan yang jelas apakah t ermasuk ke dalam
t ersebut adalah klit ik. Fenom ena klit ik ini membuat para linguis mengalami kesulit an
unt uk m emberikan def inisi yang m emadai dan m engkat egorikannya – apakah klit ik
merupakan bagian dari kat a at au afiks.
Bahkan Hudson (2007; 2) m engat akan bahw a klit ik merupakan t ant angan dalam
arsit ekt ur gramat ika karena perilaku kebahasaannya yang berada diant ara bat asan kat a
dan morfem ser t a diant ara sintaksis dan morf ologi. M arant z (1988: 253), yang dikut ip
oleh Hudson, pun m engat akan bahw a klit ik adalah unit yang berupa kat a unt uk sint aksis
dan berupa morf em unt uk morfologi dan fonologi. Sebagai cont oh, verba ‘re dalam
kalimat di baw ah ini:
(1) You’r e w rong
Unit ‘re adalah kat a karena ‘re t ermasuk ke dalam kat egori verba. Dengan kat a lain
kalimat t ersebut di at as memiliki persamaan st rukt ur sint aksis dengan kalimat berikut :
(2) You are w rong
Namun menurut Hudson (2007; 3) you’re juga m erupakan sat u kat a dengan ‘re sebagai
salah sat u bagiannya. Hal ini disebabkan oleh perilaku fonologisnya: bunyi / j
כּ
:/diucapkan sebagai sat u kesat uan dan bukan hasil dari gabungan pegucapan dua kat a.
Oleh karena it u, Klit ik t erut ama dalam bahasa Inggris merupakan salah satu
elem en bahasa yang m enarik dan perlu dikaji lebih dalam kar ena t erbukt i dengan
adanya beberapa ahli bahasa yang mempert anyakan apakah klit ik bagian dari kat a at au
afiks sert a apakah klit ik t ermasuk ke dalam kat egori m orfem bebas at au m orfem t erikat .
Dengan adanya kesulit an analisis tersebut , t idaklah cukup jika mengkaji klit ik hanya
melalui perilaku morfologisnya saja, t et api juga harus dianalisis dari perilaku fonologis
dan bahkan sint aksisnya.
2. IDENTIFIKASI M ASALAH
Dalam makalah ini penulis mengident ifikasi beberapa masalah sebagai berikut :
1. Apakah dalam bahasa Inggris klit ik merupakan bagian dari afiks?
2. Jenis unsur-unsur apa yang membent uk klit ik dalam bahasa Inggris?
3. Kelas kat a apa sajakah yang dapat dilekat i oleh klit ik?
3. KAJIAN TEORI
3.1 M orfologi
M orfologi adalah salah sat u cabang liguist ik yang mangkaji bagaimana st rukt ur
kat a dan bagaimana kat a dibent uk dari unit-unit yang lebih kecil. Unit t erkecil yang
memiliki makna t ersebut dinamai dengan mor f em. Hal ini sesuai dengan apa yang
dikat akan oleh Verhaar (2004; 97) bahw a morfologi adalah cabang linguist ik yang
mengident ifikasikan sat uan-sat uan dasar bahasa sebagai sat uan gramat ikal yang
dinamai morfem.
M orfem sebagai unit bahasa t erkecil yang memiliki makna at au fungsi
gramat ikal dapat dibedakan menjadi dua jenis:
1. morfem bebas (free morphemes)
M orfem bebas adalah morf em yang dapat berdiri sendiri sebagai kat a. Art inya
morf em bebas t idak membut uhkan bent uk lain yang digabung dengannya dan
dapat dipisahkan dari bent uk-bent uk ‘ bebas’ lainnya di depannya dan di
belakangnya dalam t ut uran (Verhaar, 2004; 97), sepert i cont oh kat a-kat a
berikut ini: ripe, cook, apple, man, t ea, sw eet, dsb. M enurut Kat amba (1994; 41)
yang t er masuk ke dalam morf em bebas adalah lexical morphemes sepert i
nomina, verba, adjekt iva, preposisi at au adverbia, yang m emiiki makna secara
hubungan logis dalam suat u kalimat sepert i: art ikel, dem onst rat iva, pronomina,
dan konjungsi.
2. morfem terikat (bound morphem es)
Berbeda dengan morf em bebas, morfem t erikat t idak dapat ber diri sendiri dan
harus menempel pada morf em lainnya. Yang t er masuk ke dalam morf em t erikat
salah sat unya adalah afiks.
3.2 Afiks
Salah sat u cara yang paling umum dalam semua bahasa unt uk membent uk kat a
adalah dengan afiksasi. Afiks t ermasuk ke dalam morf em t erikat yang harus selalu
menempel pada m orfem lain sepert i akar, pangkal, dan dasar. Hal ini berart i t idak
pernah ada kat a yang hanya t erdiri dari af iks, yang dapat berdiri sendiri (Kat amba, 1994;
44)
Bahasa Inggris memiliki t iga jenis afiks yait u:
A. prefiks, yait u afiks yang dit ambahkan di bagian depan akar, pangkal, at aupun
dasar, sepert i: dis-, re-, de-, in-, pre-, un-, dsb.,
B. sufiks, yait u afiks yang dit ambahkan di bagian akhir akar, pangkal, at aupun dasar,
cont oh: -ment , -s, -ed, -ing, -at e, -est , dsb. M enurut Bauer (1988; 19) sufiks
adalah jenis afiks yang paling lazim t erdapat di berbagai bahasa di dunia.
C. infiks, berbeda dengan pref iks dan sufiks, meskipun ada namun infiks sangat
jarang dit emui dalam bahasa Inggris. Sloat dan Taylor (1978) yang dikut ip oleh
Kat amba (1994; 44) mengemukakan bahw a infiks yang t erdapat dalam morfologi
bahasa Inggris hanyalah -n- yang dimasukan sebelum konsonan t erakhir akar kat a
dalam beberapa kat a yang berasal dari bahasa Lat in dan infiks t ersebut kemudian
akar –cub-yang art inya ‘lie in or upon’ muncul t anpa bunyi [ m] sebelum bunyi [b]
di beberapa kat a yang m engandung akar t ersebut , cont oh: incubat e, incubus,
cuncubine, succubus. Akan t et api [m] di infiksasi sebelum akar yang sama di
beberapa kat a lain seper t i succumb, incum bent , dan decum bent . Infiks t ersebut
kemudian m enjadi sebuah relik hist oris yang mengkrist al dari bahasa Lat in.
Afiks dapat pula dibedakan menjadi dua j enis yait u afiks derivat if dan afiks
inf lekt if. Afiks inflekt if menghasilkan bent uk kat a baru pada sebuah leksim yang berasal
dari dasar, sedangkan afiks derivat if men ghasilkan leksim baru dari bent uk dasar (Bauer,
1988; 12). Dengan kat a lain afiks inf lekt if membent uk kat a baru t anpa mengubah kelas
kat a sedangkan afiks derivat if membent uk kat a baru dengan mengubah kelas kat a
at aupun makna. Perhat ikan cont oh berikut :
akar: creat e
recreat es prefiks: re-
sufiks: -s
prefiks re- mem bent uk leksim baru dari bent uk dasar creat e karena t elah m engubah
makna. Akan t et api sufiks -s hanya m enghasilkan bent uk kat a baru dari leksim recreat e
t anpa mengubah kelas kat a. Oleh kar ena it u, prefiks re- disebut dengan afiks derivat if
dan sufiks –s dinamai dengan afiks inflekt if. Dalam bahasa Inggris semua prefiks
t er masuk ke dalam afiks derivat if .
3.3 Klitik
Terdapat beberapa linguis yang t elah mencoba unt uk m emberikan definisi
t erhadapa klit ik. Salah sat unya adalah Bauer. Bauer (1988; 99) b erpendapat bahw a klit ik
adalah bent uk kont raksi suat u kat a dengan keberadaannya yang independen. Bent
adalah cont oh-cont oh klit ik dalam bahasa Inggris. Akan t et api berdasarkan definisi
Bauer di at as pat ut dipert anyakan bagaimana dengan genit if ‘s yang bukan m erupakan
bent uk kont raksi dari sebuah kat a.
Selain pendapat Bauer di at as, Kat amba pun m encoba m ember ikan definisi
t erhadap klit ik. Beliau mengemukakan bahw a,
“ ...t here is anot her class of bound morphemes called clit ics, w hich may be
mendefinisikan klitik sebagai kelas yang berbeda dari morf em t erikat yang dit am bahkan
pada kat a-kat a yang independen karena aturan yang dimot ivasi secara sint aksis. Klit ik
t ersebut kemudian melekat pada kat a-kat a yang disebut dengan host s at au anchors. Jika
klit ik melekat di aw al host disebut proklit ik dan jika klit ik melekat di akhir host disebut
independen menempat i fungsi predikat dalam klausa t ersebut .
Sem ent ara it u Halpern mengat akan bahw a
t heir left are enclit ics, w hile t hose forming a unit t o t heir right are proclit ics.” (Halpern, 2001; 101)
Berdasarkan penjelasan yang dikemukakan Halpern di at as dapat disimpulkan bahw a
berdasarkan perilaku fonologisnya, klit ik merupakan unsur yang t idak m endapat kan
aksen dan bukan berupa bent uk dasar afiks inf leksi maupun afiks derivat if. Klit ik t idak
mendapat kan aksen baik secara inher en at aupun karena proses kont raksi, sehingga
klit ik harus diinkorporasi dengan st rukt ur pandamping seper t i kat a at au frasa yang
mendapat kan t ekanan, yang disebut dengan host . Jika t erdapat unit prosodi dengan
host yang berada di samping kirinya, maka disebut enklit ik, dan jika host berada di
samping kanan unit prosodi, maka disebut dengan proklit ik. Selanjut nya Halpern pun
mengat akan bahw a sifat klit ik yang selalu harus melekat pada st rukt ur pendamping
yang mendapat kan t ekanan digunkannya sebagai pembeda klit ik dengan kat a yang
independen.
Dari beberapa definis di at as dapat disimpulkan bahw a klitik adalah bent uk
t erikat yang secara folonogis t idak mendapat kan aksen dan sif at nya yang selalu melekat
pada kat a at au frasa lain yang disebut dengan host at au anchor. Klit ik t erbagi pula
menjadi dua jenis berdasarkan posisi lekat nya t erhadap host : (1) proklit ik, jika klit ik
melekat di samping kiri host ; (2) enklit ik, jika klit ik melekat di samping kanan host -nya.
3.4.1. Klitik vs. Afiks
Sepert i yang t elah dikemukakan oleh Halpern di at as, bahw a klit ik bukanlah
bagian dari afiks t ernyat a diakui pula oleh para linguis lainnya sepert i Hudson, Kat amba,
Bauer, Zw icky dan Pullum.
Berdasarkan pendapat mer eka di at as, dapat dirumuskan bahw a t erdapat
1. afiks melekat pada kat egori leksikal sepert i nomina, adjekt iva, verba, dan adverbia.
cenderung lebih t erbuka. Hal ini t erbukt i dari fakt a bahw a af iks hanya dapat melekat
pada pangkal yang mer upakan bagian dari kelas kat a t er t ent u saja, sebagai cont oh
dalam bahasa Inggris sufiks -est hanya m elekat pada kelas kat a adjekt iva, sufiks -ing
hanya pada verba, dan bent uk jamak –s hanya pada nomina, dsb. Sebaliknya, klit ik
cenderung lebih t erbuka m eskipun ada beberapa klitik yang hanya dapat melekat
pada host t ert ent u saja. M isalnya enklit ik ‘ s sebagai bent uk kont raksi dari ver ba
bant u is dan has hanya dapat m el ekat pada nomina dan pronomina subj ek.
(2) M argaret h’s coming (= M ar garet h is coming) Jack’ s lef t (= Jack has left )
Akan t et api bent uk kont raksi verba bant u lainnya dapat diklit isasi t erhadap kelas
kat a lain sepert i nomina, preposisi, verba, adjekt iva, dan adverbia. Cont oh:
(3) Preposisi:
3. Secara morfologis klit ik t idak menunjukkan adanya alomorfis secara leksikal,
sedangkan pada afiks, alomorfis secara leksikal sering kali terjadi. M isalnya bent uk
jamak dan pemarkah aspek lampau dalam bahasa Inggris m enunjukkan adanya
alomorfis secara leksikal pada leksim sepert i berikut ini:
(4) child → children be → was/ were
ox → oxen put → put
seraph → seraphim shoot → shot
w oman → women sing → sang
Sebaliknya, klit ik, sepert i verba bant u ‘ve, sama sekali t idak menunjukkan alomorfis
secara leksikal meskipun dilekat kan ke berbagai bent uk kat a.
4. klit ik dapat melekat secara bebas pada dasar (base) yang berisi af iks at au klitik,
sedangkan afiks t idak dapat m elekat pada dasar yang berisi klit ik. Perhat ikan cont oh
berikut :
Selanjut nya, menur ut Zw icky (1977) dan Pulllum & Zw icky (1988) yang dikut ip
oleh Kat amba (2001; 245) m engemukakan bahw a klit ik dapat pula dibedakan menjadi
simple clit ics dan special clit ics.
3.4.2. Simple Clitics
M enurut Kat amba, “ Simple clit ics belongs t o t he same w ord-class as som e
independent w ord of t he language t hat could subst it ut e f or it in t hat synt act ic
posit ion.”(Kat amba, 2001; 245). Dengan demikian yang dimaksud dengan simple clit ics
adalah klit ik yang m emiliki kelas kat a dan posisi sint aksis yang sama dengan kat a
independen yang digant ikannya. Dalam bahasa Inggris verba bant u sepert i have, is, dan
has dapat m enjadi simple clitics ket ika dikont r aksikan dan dilekat kan di kat a t erakhir
pada f rasa nomina yang ada dibelakangnya. Cont oh:
(6) They’ve eat en = They have eat en She’s eat en = She has eat en
The big bag’s empt y = The big bag is empt y.
Simple clit ics ‘ve, ‘s, dan ‘s memiliki posisi sint aksis yang sama dan peran yang sama
sepert i kat a penuh yang diacunya yait u have, has, dan is.
3.4.3. Special Clitics
Berbeda dengan simple clit ics, “ ... special clit ics are not cont ract ed f orm of
self-st anding w ords. Rat her, t hey are forms t hat can only occus as bound morphemes
appended t o host s on cert ain synt act ic cont ext s.” (Kat amba, 2001; 246). Oleh kar ena it u
dalam bahasa Inggris yang t ermasuk ke dalam special clit ic adalah genit if ‘ s karena kasus
genit if t ersebut bukan merupakan bent uk kont raksi dari kat a yang dapat berdiri sendiri
dan kemunculannya selalu melekat pada kat a lain (host ).
4 PEM BAHASAN
Sesuai dengan dat a yang diper oleh, penulis mengklasif ikasikan dat a berdasarkan
unsur pembent uk klit ik dalam bahasa Inggris dan m enganalisis kelas kat a yang dapat
berperan sebagai host unt uk klit iknya.
4.1.Unsur Pembentuk Klitik
Berdasarkan dat a yang diperol eh, t erdapat lima jenis unsur yang dapat m embent uk
klit ik dalam bahasa Inggris:
1. verba bant u (auxilliary verb)
Dat a di baw ah ini menunjukkan bahw a verba bant u, sepert i: w ill, has, dan have,
dan is yang dikont raksikan dapat membent uk klit ik :
1. Any minist er t hat is corrupt ’s going t o be sacked.
Klit ik: ‘s (=is)
Host : corrupt (adjekt iva)
2. All t he drivers w ho are paid w eekly’ve been given a pay rise.
Klit ik: ‘ve (= have)
Host : w eekly (adverbia)
3. The mechanic’s repairing t he car. (present t ense)
Klit ik: ‘s (=is)
Host : mechanic (nomina)
4. ...he’s gone and dr ow ned his dinner in syrup...
Klit ik: ‘s (= has)
5. The house M ar ie w as born in’s (= in has) been demolished.
Klit ik: ‘s (= has)
Host : in (preposisi)
Dari dat a di at as dapat lihat bahw a semua klit iknya berupa enklit ik dan
t er masuk ke dalam kat egori simple clit ics. Klit ik t ersebut secara sint aksis m erupakan
bagian yang m enempat i fungsi predikat dan m elekat t idak hanya pada bent uk kat a t api
juga bent uk frasa. Namun perlu dicermat i bahw a t er dapat dua klit ik dari dat a di at as
yang m emiliki bent uk yang sama yait u pada dat a (a.1.) dan (a.4.). Keduanya m emiliki
enklit ik ‘s, t api pada dat a (a.1.) enklit ik t ersebut merupakan kont raksi dari verba bant u is
sedangkan pada (a.4.) enklit ik t ersebut berasal dari kont raksi verba bant u has.
Oleh karena it u, kit a harus melihat perilaku sint aksis klit ik t ersebut untuk
menent ukakan apakah enklit ik ‘s adalah bent uk kont r aksi is at au has yait u dengan car a
melihat kat a yang ada di depannya. (a.1.) adalah bent uk kont raksi dari is karena kat a
yang m engikut inya adalah verba bersufiks –ing dan dat a (a.4.) adalah bent uk kont raksi
ver ba bant u has karena verba yang mengikut inya berupa verba past part iciple, gone dan
drow ned.
2. verba kopula be (linking verb)
Verba kopula be yang dikont r aksikan dapat pula membent uk klit ik. Perhat ikan
dat a di baw ah ini:
6. I’ m lit t le but I’m old.
Klit ik: ‘m (am)
Host : I (pronomina)
7. That ’s okay. (present t ense)
Host : That (pronomina)
8. He’s alive. (present t ense)
Klit ik: ‘s (is)
Host : he (pronomina)
Berdasarkan dat a di at as, semua klit ik berupa simple clit ics dan berdasarkan
posisi lekat nya t ermasuk ke dalam kat egori enklit ik. M asing-masing klit ik t ersebut
merupakan bent uk kont raksi dari am dan is. Klit ik pada dat a t ersebut secar a
sint aksis mer upakan verba t unggal yang m enempat i fungsi pr edikat .
3. Genitif ‘s
9. The girl’s dog bit an old man’ s ankle.
Klit ik: ‘s (genit if)
Host : girl dan man (nomina)
10. t he King of Spain’ s daught er
Klit ik: ‘s (genit if)
Host : Spain (nomina)
11. t he w oman in w hit e’s f ace
Klit ik: ‘s (genit if)
Host : w hit e (adjekt iva)
12. t he w oman w e saw ’ s coat
Klit ik: ‘s (genit if)
Host : saw (verba)
13. t he cat w hich came in’s fur
Klit ik: ‘s (genit if)
14. t he man I saw yest erday’s hat
klit ik: ‘ s (genit if)
Host : yest erday (adverbia)
Berdasarkan dat a di at as dapat dilihat bahw a genit if ‘s merupakan enklit ik yang
bukan m erupakan bent uk kont raksi dari suat u kat a sehingga disebut dengan
special clit ic. Selain it u, secara fonologis dapat dilihat bahw a klitik genit if ‘s
melekat pada kat a t erakhir dari frasa (10, 11, 12, 13 & 14), sedangkan secar a
sint aksis klitik genit if ‘s melekat pada unit linguist ik yang disebut frasa (10, 11,
12, 13 & 14).
4. Adverbia not
Adverbia not , yang secara semant is m emberikan makna pengingkaran, jika
dikont raksikan menjadi n’ t dapat bent uk klit ik sepert i pada dat a di baw ah ini:
15. I w on't t ell her.
Klit ik: n’t (= not )
Host : w ill (=verba bant u)
16. I can't go.
Klit ik: n’t (= not )
Host : can (modal)
17. It isn't dif ficult
Klit ik: n’t (= not )
Host : is (linking verb/ verba kopula)
18. They haven’ t got any idea yet .
Klit ik: n’t (=not )
Dari dat a di at as dapat pula dilihat bahw a klit ik dapat dibent uk dari kelas kat a
adverbia meskipun hanya t er bat as pada kat a not , yang dikont raksikan menjadi
n’t. Klit ik ini ber jenis simple clit ic dan dari posisi lekat nya dinamai enklit ik. Klit ik
n’t dapat melekat pada verba bant u, modal, dan verba kopula be
5. Pronomina objektif us
Pronomina objekt if us yang dikont raksikan (‘s) dapat menjadi unsur pembent uk
klit ik. Akan t et api klit ik ‘s dari pronomina obyekt if ini berbeda dengan bent uk
klit ik lainnya karena hanya dapat melekat pada verb let :
19. Let ’s go sw imming t his aft ernoon.
Klit ik: ‘s (= us)
Host : let (verba)
4.2.Kelas Kat a Clitics Host
Berdasarkan dat a di at as dapat diformulasikan bahw a kelas kat a yang dapat menjadi
host unt uk klit k dalam bahasa Inggris adalah:
1. nomina
o
The girl’s dog bit an old man’s ankle.Klit ik: ‘s (genit if)
Host : girl dan man (nomina)
o
The mechanic’ s repairing t he car. (present t ense)Klit ik: ‘s (=is)
Host : mechanic (nomina)
o
t he King of Spain’s daught erKlit ik: ‘s (genit if)
2. pronomina
o
I’m lit t le but I’m old.Klit ik: ‘m (am)
Host : I (pronomina)
o
...he’s gone and drow ned his dinner in syrup...Klit ik: ‘s (= has)
Host : he (pronomina)
o
That ’ s okay. (present t ense)Klit ik: ‘s (= is)
Host : That (pronomina)
o
He’ s alive. (present t ense)Klit ik: ‘s (is)
Host : he (pronomina)
3. ver ba
o
t he w oman w e saw ’s coatKlit ik: ‘s (genit if)
Host : saw (verba)
o
I w on't t ell her.Klit ik: n’ t (= not )
Host : w ill (=verba bant u)
o
I can't go.Klit ik: n’ t (= not )
o
It isn't difficultKlit ik: n’ t (= not )
Host : is (linking verb/ verba kopula)
o
They haven’t got any idea yet .Klit ik: n’ t (=not )
Host : have (verba bant u)
o
Let ’s go sw imming t his aft ernoon.Klit ik: ‘s (= us)
Host : let (verba)
4. adverbia
o
All t he drivers w ho are paid w eekly’ve been given a pay r ise.Klit ik: ‘ve (= have)
Host : w eekly (adverbia)
o
t he man I saw yest erday’ s hatklit ik: ‘s (genit if)
Host : yest erday (adverbia)
5. preposisi
o
t he cat w hich came in’ s furKlit ik: ‘s (genit if)
Host : in (preposisi)
o
The house M arie w as born in’ s (= in has) been demolished.Klit ik: ‘s (= has)
6. adjekt iva
o
Any minist er t hat is corrupt ’s going t o be sacked.Klit ik: ‘s (=is)
Host: corr upt (adjekt iva)
o
t he w oman in w hit e’ s faceKlit ik: ‘s (genit if)
Host : w hit e (adjekt iva)
5 SIM PULAN
Berdasarkan paparan yang t elah dikemukakan di at as, penulis dapat menarik
beberapa simpulan sebagai berikut :
1. klit ik adalah bent uk t erikat yang secara folonogis t idak mendapat kan aksen dan
sifat nya yang selalu melekat pada kat a at au frasa lain yang disebut dengan host
at au anchor. Klit ik t erbagi pula menjadi dua jenis berdasarkan posisi lekat nya
t erhadap host : (1) proklit ik, jika klit ik melekat di samping kiri host ; (2) enklit ik, jika
klit ik melekat di samping kanan host -nya. Akan t et api, dalam bahasa Inggris
semua klit ik hanya berjenis enklit ik.
2. klit ik t idak t ermasuk ke dalam kat egori afiks meskipun keberadaannya t idak dapat
berdiri sendiri dan selalu m elekat pada kat a lain. Hal ini disebabkan oleh
karakt erist ik klit ik yang berbeda dengan karakt er ist ik afiks seper t i: klit ik secara
sint aksis t idak hanya melekat pada kat a t api juga pada bent uk frasa, meskipun
secar a fonologis klit ik hanya melekat pada kat a t er akhir dalam f rasa t er sebut ;
klit ik cenderung l ebih t erbuka dalam m emilih kat a yang dapat dijadikan sebagai
adanya alomorfis secara leksikal; dan klit ik dapat mel ekat secara bebas pada
dasar (base) yang berisi afiks at au klit ik.
3. Klit k dapat pula dibedakan menjadi dua jenis yait u simple clit ics, yait u klit ik yang
memiliki kelas kat a dan posisi sint aksis yang sama dengan kat a independen yang
digant ikannya, dan special clit ics, yait u klit ik yang bukan bent uk kont raksi dari
kat a yang dapat berdiri sendiri.
4. Klit ik dalam bahasa Inggris dapat dibent uk dari ver ba bant u, ver ba kopula be,
genit if ‘s, adverbia not , dan pronomina objekt iv us yang hanya m elekat pada
ver ba let .
5. Yang dapat berperan sebagai host unt uk klitik dalam bahasa Inggris adalah
DAFTAR PUSTAKA
Kridalaksana, H. 1993. Kamus Linguist ik. Jakart a: Gramedia Pust aka Ut ama
Verhaar, J.W.M . 2004. Asas-Asas Linguist ik Umum. Yogyakart a: Gadjah M ada Universit y
Press.
Kat amba, F. 1994. M odern Linguist ics: M orphology. London: The M acmillan Press Lt d.
Bauer, L. 1988. Int roducing Linguist ic M orphology. Edinburg: Edinburg Universit y Press.
Spencer, A. & Zw icky, A.M . (edit ors). 2001. The Handbook of M orphology. Oxford:
Blackw ell Publisher.
Hudson, R. 2007. Clit ics in Word Grammar.