• Tidak ada hasil yang ditemukan

Klitika Dalam Bahasa Inggris: Satu Kajian Morfologis.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Klitika Dalam Bahasa Inggris: Satu Kajian Morfologis."

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

KLITIKA DALAM BAHASA INGGRIS:

SATU KAJIAN M ORFOLOGIS

SUSI YULIAW ATI

NIP: 197707122006042003

FAKULTAS SASTRA

UNIVERSITAS PADJADJARAN

(2)

Klitik dalam Bahasa Inggris:

Satu Kajian M orfologis

Abst ract

This art icle describes t he concept of clit ics in English as clit ics, one of t he

format ives w hich is hard t o classify – t hey are nei t her clearly independent w ords

nor clearly affixes. Clit ics are appended t o independent w ords by synt act ically

mot ivat ed rules. There are several w ord-classes t o which clit ics are usually

at t ached, called host s, such as nouns, pronouns, adverbs, adject ives, verbs, and

preposit ion.

Keyw ords: clit ics, independent w ords, affixes, hosts

1. PENDAHULUAN

Ternyat a t idak semua bent uk at au sat uan unit bahasa dapat dikat egorikan

dengan mudah ke dalam sat u bent uk t ert ent u karena beberapa sifat nya. Salah sat u

bent uk yang sulit diident ifikasikan dan diklasifikasikan t ersebut adalah klit ik. Hal ini

sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh beberapa ahli bahasa, salah sat unya Halpern.

Halpern (dalam Spencer & Zw icky, 2001;101) mengem ukakan bahw a unt uk

membedakan kat a bebas at au f rasa dari af iks sangat l ah jelas, t api banyak bahasa yang

memiliki berbagai macam for mat if yang sulit diklasifikasikan dan dikat egorikan. Format if

t ersebut dinamai dengan klit ik.

Hal serupa pun dikemukakan pula oleh Zw icky (1977; 1), yang dikut ip oleh

Kat amba (1993;245). M enurut nya hampir sem ua bahasa memiliki morfem yang sulit

dianalisis karena t idak menunjukkan bat asan yang jelas apakah t ermasuk ke dalam

(3)

t ersebut adalah klit ik. Fenom ena klit ik ini membuat para linguis mengalami kesulit an

unt uk m emberikan def inisi yang m emadai dan m engkat egorikannya – apakah klit ik

merupakan bagian dari kat a at au afiks.

Bahkan Hudson (2007; 2) m engat akan bahw a klit ik merupakan t ant angan dalam

arsit ekt ur gramat ika karena perilaku kebahasaannya yang berada diant ara bat asan kat a

dan morfem ser t a diant ara sintaksis dan morf ologi. M arant z (1988: 253), yang dikut ip

oleh Hudson, pun m engat akan bahw a klit ik adalah unit yang berupa kat a unt uk sint aksis

dan berupa morf em unt uk morfologi dan fonologi. Sebagai cont oh, verba ‘re dalam

kalimat di baw ah ini:

(1) You’r e w rong

Unit ‘re adalah kat a karena ‘re t ermasuk ke dalam kat egori verba. Dengan kat a lain

kalimat t ersebut di at as memiliki persamaan st rukt ur sint aksis dengan kalimat berikut :

(2) You are w rong

Namun menurut Hudson (2007; 3) you’re juga m erupakan sat u kat a dengan ‘re sebagai

salah sat u bagiannya. Hal ini disebabkan oleh perilaku fonologisnya: bunyi / j

:/

diucapkan sebagai sat u kesat uan dan bukan hasil dari gabungan pegucapan dua kat a.

Oleh karena it u, Klit ik t erut ama dalam bahasa Inggris merupakan salah satu

elem en bahasa yang m enarik dan perlu dikaji lebih dalam kar ena t erbukt i dengan

adanya beberapa ahli bahasa yang mempert anyakan apakah klit ik bagian dari kat a at au

afiks sert a apakah klit ik t ermasuk ke dalam kat egori m orfem bebas at au m orfem t erikat .

Dengan adanya kesulit an analisis tersebut , t idaklah cukup jika mengkaji klit ik hanya

melalui perilaku morfologisnya saja, t et api juga harus dianalisis dari perilaku fonologis

dan bahkan sint aksisnya.

(4)

2. IDENTIFIKASI M ASALAH

Dalam makalah ini penulis mengident ifikasi beberapa masalah sebagai berikut :

1. Apakah dalam bahasa Inggris klit ik merupakan bagian dari afiks?

2. Jenis unsur-unsur apa yang membent uk klit ik dalam bahasa Inggris?

3. Kelas kat a apa sajakah yang dapat dilekat i oleh klit ik?

3. KAJIAN TEORI

3.1 M orfologi

M orfologi adalah salah sat u cabang liguist ik yang mangkaji bagaimana st rukt ur

kat a dan bagaimana kat a dibent uk dari unit-unit yang lebih kecil. Unit t erkecil yang

memiliki makna t ersebut dinamai dengan mor f em. Hal ini sesuai dengan apa yang

dikat akan oleh Verhaar (2004; 97) bahw a morfologi adalah cabang linguist ik yang

mengident ifikasikan sat uan-sat uan dasar bahasa sebagai sat uan gramat ikal yang

dinamai morfem.

M orfem sebagai unit bahasa t erkecil yang memiliki makna at au fungsi

gramat ikal dapat dibedakan menjadi dua jenis:

1. morfem bebas (free morphemes)

M orfem bebas adalah morf em yang dapat berdiri sendiri sebagai kat a. Art inya

morf em bebas t idak membut uhkan bent uk lain yang digabung dengannya dan

dapat dipisahkan dari bent uk-bent uk ‘ bebas’ lainnya di depannya dan di

belakangnya dalam t ut uran (Verhaar, 2004; 97), sepert i cont oh kat a-kat a

berikut ini: ripe, cook, apple, man, t ea, sw eet, dsb. M enurut Kat amba (1994; 41)

yang t er masuk ke dalam morf em bebas adalah lexical morphemes sepert i

nomina, verba, adjekt iva, preposisi at au adverbia, yang m emiiki makna secara

(5)

hubungan logis dalam suat u kalimat sepert i: art ikel, dem onst rat iva, pronomina,

dan konjungsi.

2. morfem terikat (bound morphem es)

Berbeda dengan morf em bebas, morfem t erikat t idak dapat ber diri sendiri dan

harus menempel pada morf em lainnya. Yang t er masuk ke dalam morf em t erikat

salah sat unya adalah afiks.

3.2 Afiks

Salah sat u cara yang paling umum dalam semua bahasa unt uk membent uk kat a

adalah dengan afiksasi. Afiks t ermasuk ke dalam morf em t erikat yang harus selalu

menempel pada m orfem lain sepert i akar, pangkal, dan dasar. Hal ini berart i t idak

pernah ada kat a yang hanya t erdiri dari af iks, yang dapat berdiri sendiri (Kat amba, 1994;

44)

Bahasa Inggris memiliki t iga jenis afiks yait u:

A. prefiks, yait u afiks yang dit ambahkan di bagian depan akar, pangkal, at aupun

dasar, sepert i: dis-, re-, de-, in-, pre-, un-, dsb.,

B. sufiks, yait u afiks yang dit ambahkan di bagian akhir akar, pangkal, at aupun dasar,

cont oh: -ment , -s, -ed, -ing, -at e, -est , dsb. M enurut Bauer (1988; 19) sufiks

adalah jenis afiks yang paling lazim t erdapat di berbagai bahasa di dunia.

C. infiks, berbeda dengan pref iks dan sufiks, meskipun ada namun infiks sangat

jarang dit emui dalam bahasa Inggris. Sloat dan Taylor (1978) yang dikut ip oleh

Kat amba (1994; 44) mengemukakan bahw a infiks yang t erdapat dalam morfologi

bahasa Inggris hanyalah -n- yang dimasukan sebelum konsonan t erakhir akar kat a

dalam beberapa kat a yang berasal dari bahasa Lat in dan infiks t ersebut kemudian

(6)

akar –cub-yang art inya ‘lie in or upon’ muncul t anpa bunyi [ m] sebelum bunyi [b]

di beberapa kat a yang m engandung akar t ersebut , cont oh: incubat e, incubus,

cuncubine, succubus. Akan t et api [m] di infiksasi sebelum akar yang sama di

beberapa kat a lain seper t i succumb, incum bent , dan decum bent . Infiks t ersebut

kemudian m enjadi sebuah relik hist oris yang mengkrist al dari bahasa Lat in.

Afiks dapat pula dibedakan menjadi dua j enis yait u afiks derivat if dan afiks

inf lekt if. Afiks inflekt if menghasilkan bent uk kat a baru pada sebuah leksim yang berasal

dari dasar, sedangkan afiks derivat if men ghasilkan leksim baru dari bent uk dasar (Bauer,

1988; 12). Dengan kat a lain afiks inf lekt if membent uk kat a baru t anpa mengubah kelas

kat a sedangkan afiks derivat if membent uk kat a baru dengan mengubah kelas kat a

at aupun makna. Perhat ikan cont oh berikut :

akar: creat e

recreat es prefiks: re-

sufiks: -s

prefiks re- mem bent uk leksim baru dari bent uk dasar creat e karena t elah m engubah

makna. Akan t et api sufiks -s hanya m enghasilkan bent uk kat a baru dari leksim recreat e

t anpa mengubah kelas kat a. Oleh kar ena it u, prefiks re- disebut dengan afiks derivat if

dan sufiks –s dinamai dengan afiks inflekt if. Dalam bahasa Inggris semua prefiks

t er masuk ke dalam afiks derivat if .

3.3 Klitik

Terdapat beberapa linguis yang t elah mencoba unt uk m emberikan definisi

t erhadapa klit ik. Salah sat unya adalah Bauer. Bauer (1988; 99) b erpendapat bahw a klit ik

adalah bent uk kont raksi suat u kat a dengan keberadaannya yang independen. Bent

(7)

adalah cont oh-cont oh klit ik dalam bahasa Inggris. Akan t et api berdasarkan definisi

Bauer di at as pat ut dipert anyakan bagaimana dengan genit if ‘s yang bukan m erupakan

bent uk kont raksi dari sebuah kat a.

Selain pendapat Bauer di at as, Kat amba pun m encoba m ember ikan definisi

t erhadap klit ik. Beliau mengemukakan bahw a,

“ ...t here is anot her class of bound morphemes called clit ics, w hich may be

mendefinisikan klitik sebagai kelas yang berbeda dari morf em t erikat yang dit am bahkan

pada kat a-kat a yang independen karena aturan yang dimot ivasi secara sint aksis. Klit ik

t ersebut kemudian melekat pada kat a-kat a yang disebut dengan host s at au anchors. Jika

klit ik melekat di aw al host disebut proklit ik dan jika klit ik melekat di akhir host disebut

independen menempat i fungsi predikat dalam klausa t ersebut .

Sem ent ara it u Halpern mengat akan bahw a

(8)

t heir left are enclit ics, w hile t hose forming a unit t o t heir right are proclit ics.” (Halpern, 2001; 101)

Berdasarkan penjelasan yang dikemukakan Halpern di at as dapat disimpulkan bahw a

berdasarkan perilaku fonologisnya, klit ik merupakan unsur yang t idak m endapat kan

aksen dan bukan berupa bent uk dasar afiks inf leksi maupun afiks derivat if. Klit ik t idak

mendapat kan aksen baik secara inher en at aupun karena proses kont raksi, sehingga

klit ik harus diinkorporasi dengan st rukt ur pandamping seper t i kat a at au frasa yang

mendapat kan t ekanan, yang disebut dengan host . Jika t erdapat unit prosodi dengan

host yang berada di samping kirinya, maka disebut enklit ik, dan jika host berada di

samping kanan unit prosodi, maka disebut dengan proklit ik. Selanjut nya Halpern pun

mengat akan bahw a sifat klit ik yang selalu harus melekat pada st rukt ur pendamping

yang mendapat kan t ekanan digunkannya sebagai pembeda klit ik dengan kat a yang

independen.

Dari beberapa definis di at as dapat disimpulkan bahw a klitik adalah bent uk

t erikat yang secara folonogis t idak mendapat kan aksen dan sif at nya yang selalu melekat

pada kat a at au frasa lain yang disebut dengan host at au anchor. Klit ik t erbagi pula

menjadi dua jenis berdasarkan posisi lekat nya t erhadap host : (1) proklit ik, jika klit ik

melekat di samping kiri host ; (2) enklit ik, jika klit ik melekat di samping kanan host -nya.

3.4.1. Klitik vs. Afiks

Sepert i yang t elah dikemukakan oleh Halpern di at as, bahw a klit ik bukanlah

bagian dari afiks t ernyat a diakui pula oleh para linguis lainnya sepert i Hudson, Kat amba,

Bauer, Zw icky dan Pullum.

Berdasarkan pendapat mer eka di at as, dapat dirumuskan bahw a t erdapat

(9)

1. afiks melekat pada kat egori leksikal sepert i nomina, adjekt iva, verba, dan adverbia.

cenderung lebih t erbuka. Hal ini t erbukt i dari fakt a bahw a af iks hanya dapat melekat

pada pangkal yang mer upakan bagian dari kelas kat a t er t ent u saja, sebagai cont oh

dalam bahasa Inggris sufiks -est hanya m elekat pada kelas kat a adjekt iva, sufiks -ing

hanya pada verba, dan bent uk jamak –s hanya pada nomina, dsb. Sebaliknya, klit ik

cenderung lebih t erbuka m eskipun ada beberapa klitik yang hanya dapat melekat

pada host t ert ent u saja. M isalnya enklit ik ‘ s sebagai bent uk kont raksi dari ver ba

bant u is dan has hanya dapat m el ekat pada nomina dan pronomina subj ek.

(10)

(2) M argaret h’s coming (= M ar garet h is coming) Jack’ s lef t (= Jack has left )

Akan t et api bent uk kont raksi verba bant u lainnya dapat diklit isasi t erhadap kelas

kat a lain sepert i nomina, preposisi, verba, adjekt iva, dan adverbia. Cont oh:

(3) Preposisi:

3. Secara morfologis klit ik t idak menunjukkan adanya alomorfis secara leksikal,

sedangkan pada afiks, alomorfis secara leksikal sering kali terjadi. M isalnya bent uk

jamak dan pemarkah aspek lampau dalam bahasa Inggris m enunjukkan adanya

alomorfis secara leksikal pada leksim sepert i berikut ini:

(4) child → children be → was/ were

ox → oxen put → put

seraph → seraphim shoot → shot

w oman → women sing → sang

Sebaliknya, klit ik, sepert i verba bant u ‘ve, sama sekali t idak menunjukkan alomorfis

secara leksikal meskipun dilekat kan ke berbagai bent uk kat a.

4. klit ik dapat melekat secara bebas pada dasar (base) yang berisi af iks at au klitik,

sedangkan afiks t idak dapat m elekat pada dasar yang berisi klit ik. Perhat ikan cont oh

berikut :

(11)

Selanjut nya, menur ut Zw icky (1977) dan Pulllum & Zw icky (1988) yang dikut ip

oleh Kat amba (2001; 245) m engemukakan bahw a klit ik dapat pula dibedakan menjadi

simple clit ics dan special clit ics.

3.4.2. Simple Clitics

M enurut Kat amba, “ Simple clit ics belongs t o t he same w ord-class as som e

independent w ord of t he language t hat could subst it ut e f or it in t hat synt act ic

posit ion.”(Kat amba, 2001; 245). Dengan demikian yang dimaksud dengan simple clit ics

adalah klit ik yang m emiliki kelas kat a dan posisi sint aksis yang sama dengan kat a

independen yang digant ikannya. Dalam bahasa Inggris verba bant u sepert i have, is, dan

has dapat m enjadi simple clitics ket ika dikont r aksikan dan dilekat kan di kat a t erakhir

pada f rasa nomina yang ada dibelakangnya. Cont oh:

(6) They’ve eat en = They have eat en She’s eat en = She has eat en

The big bag’s empt y = The big bag is empt y.

Simple clit ics ‘ve, ‘s, dan ‘s memiliki posisi sint aksis yang sama dan peran yang sama

sepert i kat a penuh yang diacunya yait u have, has, dan is.

3.4.3. Special Clitics

Berbeda dengan simple clit ics, “ ... special clit ics are not cont ract ed f orm of

self-st anding w ords. Rat her, t hey are forms t hat can only occus as bound morphemes

appended t o host s on cert ain synt act ic cont ext s.” (Kat amba, 2001; 246). Oleh kar ena it u

dalam bahasa Inggris yang t ermasuk ke dalam special clit ic adalah genit if ‘ s karena kasus

genit if t ersebut bukan merupakan bent uk kont raksi dari kat a yang dapat berdiri sendiri

dan kemunculannya selalu melekat pada kat a lain (host ).

(12)

4 PEM BAHASAN

Sesuai dengan dat a yang diper oleh, penulis mengklasif ikasikan dat a berdasarkan

unsur pembent uk klit ik dalam bahasa Inggris dan m enganalisis kelas kat a yang dapat

berperan sebagai host unt uk klit iknya.

4.1.Unsur Pembentuk Klitik

Berdasarkan dat a yang diperol eh, t erdapat lima jenis unsur yang dapat m embent uk

klit ik dalam bahasa Inggris:

1. verba bant u (auxilliary verb)

Dat a di baw ah ini menunjukkan bahw a verba bant u, sepert i: w ill, has, dan have,

dan is yang dikont raksikan dapat membent uk klit ik :

1. Any minist er t hat is corrupt ’s going t o be sacked.

Klit ik: ‘s (=is)

Host : corrupt (adjekt iva)

2. All t he drivers w ho are paid w eekly’ve been given a pay rise.

Klit ik: ‘ve (= have)

Host : w eekly (adverbia)

3. The mechanic’s repairing t he car. (present t ense)

Klit ik: ‘s (=is)

Host : mechanic (nomina)

4. ...he’s gone and dr ow ned his dinner in syrup...

Klit ik: ‘s (= has)

(13)

5. The house M ar ie w as born in’s (= in has) been demolished.

Klit ik: ‘s (= has)

Host : in (preposisi)

Dari dat a di at as dapat lihat bahw a semua klit iknya berupa enklit ik dan

t er masuk ke dalam kat egori simple clit ics. Klit ik t ersebut secara sint aksis m erupakan

bagian yang m enempat i fungsi predikat dan m elekat t idak hanya pada bent uk kat a t api

juga bent uk frasa. Namun perlu dicermat i bahw a t er dapat dua klit ik dari dat a di at as

yang m emiliki bent uk yang sama yait u pada dat a (a.1.) dan (a.4.). Keduanya m emiliki

enklit ik ‘s, t api pada dat a (a.1.) enklit ik t ersebut merupakan kont raksi dari verba bant u is

sedangkan pada (a.4.) enklit ik t ersebut berasal dari kont raksi verba bant u has.

Oleh karena it u, kit a harus melihat perilaku sint aksis klit ik t ersebut untuk

menent ukakan apakah enklit ik ‘s adalah bent uk kont r aksi is at au has yait u dengan car a

melihat kat a yang ada di depannya. (a.1.) adalah bent uk kont raksi dari is karena kat a

yang m engikut inya adalah verba bersufiks –ing dan dat a (a.4.) adalah bent uk kont raksi

ver ba bant u has karena verba yang mengikut inya berupa verba past part iciple, gone dan

drow ned.

2. verba kopula be (linking verb)

Verba kopula be yang dikont r aksikan dapat pula membent uk klit ik. Perhat ikan

dat a di baw ah ini:

6. I’ m lit t le but I’m old.

Klit ik: ‘m (am)

Host : I (pronomina)

7. That ’s okay. (present t ense)

(14)

Host : That (pronomina)

8. He’s alive. (present t ense)

Klit ik: ‘s (is)

Host : he (pronomina)

Berdasarkan dat a di at as, semua klit ik berupa simple clit ics dan berdasarkan

posisi lekat nya t ermasuk ke dalam kat egori enklit ik. M asing-masing klit ik t ersebut

merupakan bent uk kont raksi dari am dan is. Klit ik pada dat a t ersebut secar a

sint aksis mer upakan verba t unggal yang m enempat i fungsi pr edikat .

3. Genitif ‘s

9. The girl’s dog bit an old man’ s ankle.

Klit ik: ‘s (genit if)

Host : girl dan man (nomina)

10. t he King of Spain’ s daught er

Klit ik: ‘s (genit if)

Host : Spain (nomina)

11. t he w oman in w hit e’s f ace

Klit ik: ‘s (genit if)

Host : w hit e (adjekt iva)

12. t he w oman w e saw ’ s coat

Klit ik: ‘s (genit if)

Host : saw (verba)

13. t he cat w hich came in’s fur

Klit ik: ‘s (genit if)

(15)

14. t he man I saw yest erday’s hat

klit ik: ‘ s (genit if)

Host : yest erday (adverbia)

Berdasarkan dat a di at as dapat dilihat bahw a genit if ‘s merupakan enklit ik yang

bukan m erupakan bent uk kont raksi dari suat u kat a sehingga disebut dengan

special clit ic. Selain it u, secara fonologis dapat dilihat bahw a klitik genit if ‘s

melekat pada kat a t erakhir dari frasa (10, 11, 12, 13 & 14), sedangkan secar a

sint aksis klitik genit if ‘s melekat pada unit linguist ik yang disebut frasa (10, 11,

12, 13 & 14).

4. Adverbia not

Adverbia not , yang secara semant is m emberikan makna pengingkaran, jika

dikont raksikan menjadi n’ t dapat bent uk klit ik sepert i pada dat a di baw ah ini:

15. I w on't t ell her.

Klit ik: n’t (= not )

Host : w ill (=verba bant u)

16. I can't go.

Klit ik: n’t (= not )

Host : can (modal)

17. It isn't dif ficult

Klit ik: n’t (= not )

Host : is (linking verb/ verba kopula)

18. They haven’ t got any idea yet .

Klit ik: n’t (=not )

(16)

Dari dat a di at as dapat pula dilihat bahw a klit ik dapat dibent uk dari kelas kat a

adverbia meskipun hanya t er bat as pada kat a not , yang dikont raksikan menjadi

n’t. Klit ik ini ber jenis simple clit ic dan dari posisi lekat nya dinamai enklit ik. Klit ik

n’t dapat melekat pada verba bant u, modal, dan verba kopula be

5. Pronomina objektif us

Pronomina objekt if us yang dikont raksikan (‘s) dapat menjadi unsur pembent uk

klit ik. Akan t et api klit ik ‘s dari pronomina obyekt if ini berbeda dengan bent uk

klit ik lainnya karena hanya dapat melekat pada verb let :

19. Let ’s go sw imming t his aft ernoon.

Klit ik: ‘s (= us)

Host : let (verba)

4.2.Kelas Kat a Clitics Host

Berdasarkan dat a di at as dapat diformulasikan bahw a kelas kat a yang dapat menjadi

host unt uk klit k dalam bahasa Inggris adalah:

1. nomina

o

The girl’s dog bit an old man’s ankle.

Klit ik: ‘s (genit if)

Host : girl dan man (nomina)

o

The mechanic’ s repairing t he car. (present t ense)

Klit ik: ‘s (=is)

Host : mechanic (nomina)

o

t he King of Spain’s daught er

Klit ik: ‘s (genit if)

(17)

2. pronomina

o

I’m lit t le but I’m old.

Klit ik: ‘m (am)

Host : I (pronomina)

o

...he’s gone and drow ned his dinner in syrup...

Klit ik: ‘s (= has)

Host : he (pronomina)

o

That ’ s okay. (present t ense)

Klit ik: ‘s (= is)

Host : That (pronomina)

o

He’ s alive. (present t ense)

Klit ik: ‘s (is)

Host : he (pronomina)

3. ver ba

o

t he w oman w e saw ’s coat

Klit ik: ‘s (genit if)

Host : saw (verba)

o

I w on't t ell her.

Klit ik: n’ t (= not )

Host : w ill (=verba bant u)

o

I can't go.

Klit ik: n’ t (= not )

(18)

o

It isn't difficult

Klit ik: n’ t (= not )

Host : is (linking verb/ verba kopula)

o

They haven’t got any idea yet .

Klit ik: n’ t (=not )

Host : have (verba bant u)

o

Let ’s go sw imming t his aft ernoon.

Klit ik: ‘s (= us)

Host : let (verba)

4. adverbia

o

All t he drivers w ho are paid w eekly’ve been given a pay r ise.

Klit ik: ‘ve (= have)

Host : w eekly (adverbia)

o

t he man I saw yest erday’ s hat

klit ik: ‘s (genit if)

Host : yest erday (adverbia)

5. preposisi

o

t he cat w hich came in’ s fur

Klit ik: ‘s (genit if)

Host : in (preposisi)

o

The house M arie w as born in’ s (= in has) been demolished.

Klit ik: ‘s (= has)

(19)

6. adjekt iva

o

Any minist er t hat is corrupt ’s going t o be sacked.

Klit ik: ‘s (=is)

Host: corr upt (adjekt iva)

o

t he w oman in w hit e’ s face

Klit ik: ‘s (genit if)

Host : w hit e (adjekt iva)

5 SIM PULAN

Berdasarkan paparan yang t elah dikemukakan di at as, penulis dapat menarik

beberapa simpulan sebagai berikut :

1. klit ik adalah bent uk t erikat yang secara folonogis t idak mendapat kan aksen dan

sifat nya yang selalu melekat pada kat a at au frasa lain yang disebut dengan host

at au anchor. Klit ik t erbagi pula menjadi dua jenis berdasarkan posisi lekat nya

t erhadap host : (1) proklit ik, jika klit ik melekat di samping kiri host ; (2) enklit ik, jika

klit ik melekat di samping kanan host -nya. Akan t et api, dalam bahasa Inggris

semua klit ik hanya berjenis enklit ik.

2. klit ik t idak t ermasuk ke dalam kat egori afiks meskipun keberadaannya t idak dapat

berdiri sendiri dan selalu m elekat pada kat a lain. Hal ini disebabkan oleh

karakt erist ik klit ik yang berbeda dengan karakt er ist ik afiks seper t i: klit ik secara

sint aksis t idak hanya melekat pada kat a t api juga pada bent uk frasa, meskipun

secar a fonologis klit ik hanya melekat pada kat a t er akhir dalam f rasa t er sebut ;

klit ik cenderung l ebih t erbuka dalam m emilih kat a yang dapat dijadikan sebagai

(20)

adanya alomorfis secara leksikal; dan klit ik dapat mel ekat secara bebas pada

dasar (base) yang berisi afiks at au klit ik.

3. Klit k dapat pula dibedakan menjadi dua jenis yait u simple clit ics, yait u klit ik yang

memiliki kelas kat a dan posisi sint aksis yang sama dengan kat a independen yang

digant ikannya, dan special clit ics, yait u klit ik yang bukan bent uk kont raksi dari

kat a yang dapat berdiri sendiri.

4. Klit ik dalam bahasa Inggris dapat dibent uk dari ver ba bant u, ver ba kopula be,

genit if ‘s, adverbia not , dan pronomina objekt iv us yang hanya m elekat pada

ver ba let .

5. Yang dapat berperan sebagai host unt uk klitik dalam bahasa Inggris adalah

(21)

DAFTAR PUSTAKA

Kridalaksana, H. 1993. Kamus Linguist ik. Jakart a: Gramedia Pust aka Ut ama

Verhaar, J.W.M . 2004. Asas-Asas Linguist ik Umum. Yogyakart a: Gadjah M ada Universit y

Press.

Kat amba, F. 1994. M odern Linguist ics: M orphology. London: The M acmillan Press Lt d.

Bauer, L. 1988. Int roducing Linguist ic M orphology. Edinburg: Edinburg Universit y Press.

Spencer, A. & Zw icky, A.M . (edit ors). 2001. The Handbook of M orphology. Oxford:

Blackw ell Publisher.

Hudson, R. 2007. Clit ics in Word Grammar.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan data tabel 4.1, campuran n- heksana:PE (2:1) merupakan eluen yang paling cocok digunakan sebagai eluen pada pemisahan senyawa dalam ekstrak likopen buah tomat. 4.3

1) Fungsi-fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi penggajian dan pengupahan pada RSIA Arafah Anwar Medika Sukodono sudah baik. Bagian kepegawaian yang bertanggung

Pertama, representasi wujud visual (penanda) dan isi pesan (petanda) komodifikasi seks dan pornografi dalam Iklan, yang tampak dominan digunakan adalah ilustrasi

[r]

Memperhatikan ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2010 Sebagaimana di ubah terakhir dengan peraturan presiden nomor 4 tahun 2015 tentang pengadaan barang dan

Perubahan akan terjadi bisa disebabkan oleh perangkat lunak harus menyesuaikan diri untuk mengakomodasi perubahan dalam lingkungan eksternalnya

Halaman data cabang digunakan untuk menyimpan, menampilkan semua informasi yang berkaitan dengan cabang Bank Niaga meliputi data umum cabang, media cabang, circuit dan

Rumusan masalah: mentransliterasi naskah, merekonstruksi teks yang terdapat didalam naskah no: 07.8, koleksi museum negeri Provinsi Sumatera Utara.. Teori yang digunakan ialah