• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Skripsi Untari (G0111083)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Jurnal Skripsi Untari (G0111083)"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

Hubungan antara

Learning Organization

dan Keadilan Organisasi

dengan

Organizational Citizenship Behavior

pada Karyawan PT GMF

AeroAsia Tangerang.

THE RELATIONSHIP BETWEEN LEARNING

ORGANIZATION AND ORGANIZATIONAL JUSTICE WITH ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR IN

PT GMF AEROASIA TANGERANG

Untari, Aditya Nanda Priyatama, Pratista Arya Satwika

Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebalas Maret

ABSTRAK

Organizational citizenship behavior (OCB) merupakan perilaku individu yang tidak secara langsung atau eksplisit diakui oleh sistem reward, dan secara keseluruhan dapat mendukung fungsi efisien dan efektif organisasi. Perusahaan membutuhkan lingkungan positif untuk mendukung perilaku positif seperti OCB. mentransformasikan diri menjadi perusahaan dengan learning organization

dan adanya keadilan organisasi merupakan dua faktor penting yang mungkin dapat membuat OCB timbul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara learning organization

dan keadilan organisasi dengan OCB, hubungan antara learning organization dengan OCB, dan hubungan antara keadilan organisasi dengan OCB pada karyawan PT GMF AeroAsia Tangerang. Populasi dalam penelitian ini adalah 1349 karyawan PT GMF AeroAsia Tangerang. Sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Sampel penelitian merupakan 200 karyawan yang berasal dari 8 unit dengan keseluruhan 12 unit yang ada di PT GMF AeroAsia Tangerang. Instrumen yang digunakan adalah skala OCB, skala learning organization, dan skala keadilan organisasi. Hasil analisis regresi berganda menunjukan nilai Fhitung sebesar 63,454 (> Ftabel) dengan

p < 0,05. Nilai R2 dalam penelitian ini sebesar 0,392 atau 39,2% dimana sumbangan efektif learning organization 37,61% dan sumbangan efektif keadilan organisasi sebesar 1,58%. Secara parsial terdapat hubungan antara learning OCB, namun tidak terdapat hubungan antara keadilan organisasi dengan OCB.

Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan yang signfiikan antara learning organization

dan keadilan organisasi secara bersama-sama pada OCB, ada hubungan antara learning organization dengan OCB, dan tidak ada hubungan antara keadilan organisasi dengan OCB.

Kata kunci: Organizational Citizenship Behavior, Learning Organization, Keadilan Organisasi

PENDAHULUAN

Sumber daya manusia merupakan bagian

penting yang ada di perusahaan. Sumber daya

manusia di perusahaan atau yang biasa kita

sebut aryawan adalah penggerak

kegiatan-kegiatan yang ada di perusahaan. Seiring

dengan lingkungan yang terus berubah,

memiliki karyawan yang berkualitas semakin

penting adanya. Karyawan yang berkualitas

adalah karyawan yang mau melakukan tugas

tidak sebatas tugas formalnya saja, namun

mereka yang mau melakukan tugas diluar tugas

formalnya. Karyawan yang mau melakukan

tugas-tugas melebihi tugas formalnya adalah

karyawan yang terikat dengan organizational

citizenship behavior (OCB). Memiliki karyawan

yang terikat dengan OCB dapat membantu

(2)

commit to user efisien serta dapat membantu perusahaan untuk

lebih mudah beradaptasi dengan perubahan

lingkungan.

OCB pada karyawan bisa muncul jika

lingkungan kerjanya positif, karena lingkungan

kerja yang positif dapat membantu timbulnya

perilaku kerja yang positif pula. Perusahaan

harus memiliki perlakuan, kondisi, dan sistem

yang baik untuk dapat mendukung perilaku

positif dari karyawan timbul, seperti OCB

(Organ, dkk 2006). Arie De Geus (dalam Senge,

1996) menyatakan perusahaan yang paling

berhasil di era 1900an adalah perusahaan yang

menerapkan learning organization. Basim, dkk

(2009) mengungkapkan bahwa dengan

menciptakan budaya belajar di dalam

organisasi, mengadakan pembelajaran tim, serta

berbagi pengetahuan antar karyawan di dalam

organisasi akan mengarah pada timbulnya

pelaku-pelaku OCB.

Selain learning organization, keadilan

organisasi juga merupakan faktor penting untuk

menciptakan perilaku OCB dari karyawan.

Keadilan organisasi memainkan peran penting

untuk mendorong karyawan bekerja lebih giat

dalam rangka mencapai tujuan perusahaan

(Feizabadi, dkk 2013). Robbins & Judge (2015)

menyatakan perlakuan yang adil akan

mendatangkan emosi positif yang mana pada

gilirannya akan mendorong timbulnya OCB.

Karyawan yang merasa diperlakukan adil akan

merasa puas dengan pekerjaannya, perasaan

puas tersebut akan digolongkan sebagai

pengalaman positif, nantinya karyawan tersebut

akan membalas pengalaman positifnya tersebut

dengan bekerja keras untuk memajukan

perusahaan.

Fenomena yang terjadi di PT GMF AeroAsia

Tangerang berdasarkan hasil observasi dan

wawancara dengan beberapa narasumber

menunjukan adanya perilaku OCB yang tinggi

antar karyawannya. OCB yang terjadi antar

karyawan bisa dipengaruhi oleh keadaan

perusahaan itu sendiri. Adanya keadilan

organisasi di perusahaan serta dengan terikatnya

sebuah perusahaan dengan sistem learning

organization merupakan hal yang dapat

mendukung OCB pada karyawan muncul.

Berdasarkan latar belakang tersebut,

peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dan

mengetahui hubungan antara organizational

citizenship behavior dengan learning

organization dan keadilan organisasi, sehingga

peneliti merumuskan penelitiannya dengan

judul “Hubungan Antara Learning organization

dan Keadilan Organisasi dengan Organizational

Citizenship Behavior pada Karyawan PT GMF

AeroAsia Tangerang”.

DASAR TEORI

Menurut Organ, dkk (2006) OCB merupakan

perilaku individu yang bebas, tidak berkaitan

secara langsung dengan sistem reward dan bisa

meningkatkan fungsi organisasi. Perilaku bebas

itu sendiri memiliki arti bahwa perilaku

tersebut terjadi secara sukarela tanpa adanya

paksaan.

Learning organization adalah organisasi yang

(3)

commit to user menafsirkan, mentransfer dan mempertahankan

pengetahuan, dan memodifikasi perilaku untuk

mencerminkan pengetahuan dan wawasan baru

(Garvin, dkk 2008).

Robbins & Judge (2015) menyatakan bahwa

keadilan organisasi adalah persepsi keseluruhan

mengenai apa itu keadilan di tempat kerja,

terdiri atas keadilan distributif, keadilan

prosedural, keadilan informasional, dan

keadilan interpersonal.

METODE PENELITIAN

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh

karyawan PT GMF AeroAsia Tangerang.

Sampel dalam penelitian ini adalah 200

karyawan yang diambil dari 8 unit dengan total

keseluruhan unit yang ada di PT GMF

AeroAsia tangerang berjumlah 18. Sampling

yang digunakan dalam penelitian ini adalah

cluster random sampling.

Pengumpulan data yang digunakan dalam

penelitian ini adalah metode skala dan skala

yang digunakan adalah skala model likert.

Skala terdiri dari aitem-aitem yang disusun

berdasarkan aspek-aspek konstruk yang akan

diukur. Aitem-aitem disajikan dalam skala yang

terdiri dari pernyataan-pernyataan yang bersifat

favourable dan unfavourable. Skala yang

digunakan dalam penelitian berupa 3 skala

likert yaitu skala OCB, skala learning

organization, serta skala keadilan organisasi.

Dalam penelitian ini, uji validitas yang

digunakan adalah validitas isi dengan

profesional judgment oleh dosen pembimbing

penelitian, serta melakukan uji daya

diskriminasi dengan menggunakan corrected

item-total correlation. Sedangkan reliabilitas

pada skala diuji menggunakan metode Alpha

Cronbach dengan program bantuan Statistical

Product and Service Solution (SPSS) versi 23.

Metode analisa data yang digunakan

dalam penelitian ini untuk menguji hipotesis

pertama adalah analisis regresi linier berganda.

Analisis regresi linier berganda berguna untuk

menganalisis hubungan linier antara dua

variabel independen atau lebih dengan satu

variabel dependen (Priyatno, 2009). Sementara

untuk menguji hipotesis kedua dan ketiga dalam

penelitian ini digunakan metode analisis

korelasi parsial, yaitu analisis untuk melihat

hubungan antara dua variabel yang dalam hal

ini variabel lain yang dianggap mempengaruhi

(sebagai variabel kontrol) akan dikeluarkan

(Priyatno, 2009). Peneliti menghitunga analisa

data dengan menggunakan program bantuan

Statistical Product and Service Solution (SPSS)

versi 23.

HASIL PENELITIAN

Data yang diperoleh dalam penelitian ini

merupakan data yang menunjukan hubungan

antara 1 variabel tergantung dengan 2 variabel

bebas. Hasil dari uji hipotesis dengan

menggunakan regresi linier berganda

didapatkan hasil nilai signifikansi menunjukan

angka 0,000 (p < 0,005) dan hasil perhitungan

nilai F yaitu 63,454 > Ftabel (3,04), sehingga

dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis yang

(4)

commit to user yang diajukan dalam penelitian yaitu ada

hubungan yang positif dan signifikan antara

learning organization dan keadilan organisasi

dengan OCB diterima. Perhitungan regresi

berganda juga menghasilkan koefisien korelasi

ganda (R) sebesar 0,626. Artinya, learning

organization dan keadilan organisasi dengan

OCB memiliki relasi yang sifatnya sedang. Nilai

koefisien determinasi (R2) yang memperlihatkan

besarnya pengaruh learning organization dan

keadilan organisasi dengan OCB adalah sebesar

0,392. Hal ini menunjukan bahwa pengaruh

learning organization dan keadilan organisasi

terhadap OCB memiliki presentase sebesar

39,2%. Sisanya sebesar 60,8% dipengaruhi oleh

faktor lain di luar penelitian.

Hasil uji korelasi parsial antara learning

organization dengan OCB menunjukan nilai

korelasi 0,462 dengan nilai signifikansi 0,000

(p-value < 0,05) hasil ini menujukan bahwa

hipotesis kedua dalam penelitian ini diterima,

yaitu ada hubungan antara learning

organization dengan OCB pada karyawan PT

GMF AeroAsia Tangerang. Arah hubungan

yang terjadi adalah positif, dengan demikian,

semakin tinggi learning organization, semakin

tinggi pula OCB.

Hasil uji korelasi parsial ketiga untuk melihat

hubungan antara keadilan organisasi dengan

OCB pada penelitian ini menunjukan nilai

korelasi parsial -0,029 dengan nilai signifikansi

0,686 (p-value > 0,05). Hasil ini menunjukan

bahwa hipotesis ketiga dalam penelitian ini

ditolak, yaitu berarti tidak ada hubungan yang

signifikan antara keadilan organisasi dengan

OCB.

Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwasecara

umum menunjukan responden penelitian memiliki

tingkat OCB baik yaitu 85,5% sementara 14,5%

responden memiliki tingkat OCB sedang. Selain itu,

54.5% responden dalam penelitian ini menilai

organisasinya sedang sebagai learning

organization, 45% tinggi, dan 0,5% rendah.

Pada aspek keadilan organisasi 32,5%

responden menilai keadilan organisasi di

perusahaan baik, 62,5% sedang dan 5% kurang.

PEMBAHASAN

Hasil analisis data menunjukan bahwa ada

hubungan yang positif dan signifikan antara

learning organization dan keadilan organisasi

dengan OCB pada karyawan PT GMF AeroAsia

Tangerang. Basim, dkk (2009) mengungkapkan

bahwa dengan menciptakan budaya belajar di

dalam organisasi, mengadakan pembelajaran

tim, serta berbagi pengetahuan antar karyawan

di dalam organisasi akan mengarah pada

timbulnya pelaku-pelaku OCB. OCB pada

karyawan bisa muncul jika lingkungan kerjanya

positif, karena lingkungan kerja yang positif

dapat membantu timbulnya perilaku kerja yang

positif pula. Perusahaan harus memiliki

perlakuan, kondisi, dan sistem yang baik untuk

dapat mendukung perilaku positif dari karyawan

seperti OCB (Organ, dkk 2006). Robbins &

Judge (2015) menyatakan perlakuan yang adil

akan mendatangkan emosi positif yang mana

pada gilirannya akan mendorong timbulnya

(5)

commit to user akan merasa puas dengan pekerjaannya,

perasaan puas tersebut akan digolongkan

sebagai pengalaman positif, nantinya karyawan

tersebut akan membalas pengalaman positifnya

tersebut dengan bekerja keras untuk memajukan

perusahaan.

Hasil uji korelasi parsial antara learning

organization dengan OCB menunjukan bahwa

ada hubungan yang positif dan signifikan antara

learning organization dengan OCB. Learning

organization menganut budaya pembelajaran

sepanjang hayat sehingga memungkinkan

seluruh karyawan untuk terus memperoleh dan

berbagi pengetahuan (Noe, dkk 2011). Berbagi

pengetahuan antar karyawan dapat

meningkatkan teamwork dalam perusahaan

yang dapat meningkatkan tendensi membantu di

antara karyawannya (Somech & Zahavy, 2004).

Mekanisme learning organization yang secara

terencana maupun tidak dapat meningkatkan

interaksi antar anggotanya. Hal ini dapat

mendukung dan meningkatkan kesempatan baik

individual atau kelompok untuk bekerjasama

serta memperkuat tendensi karyawannya

melakukan OCB (Somech & Zahavy, 2004)

Hasil uji korelasi parsial antara keadilan

organisasi dengan OCB menunjukan bahwa

tidak ada hubungan yang signifikan antara

keadilan organisasi dengan OCB pada karyawan

PT GMF AeroAsia. Hasil observasi dan

wawancara peneliti melihat bahwa ada

faktor-faktor lain yang dapat memperkuat timbulnya

OCB pada karyawan seperti, eratnya keterikatan

antar karyawan dan teamwork yang baik,

sehingga meskipun karyawannya tidak

merasakan keadilan organisasi yang baik,

namun OCB dapat tetap muncul dengan baik.

Organ (2006) mengungkapkan bahwa karyawan

merasa memang sudah seharusnya mereka

terlibat dengan OCB karena beberapa alasan

yaitu; faktanya mereka secara personal merasa

bahwa mereka memiliki rasa tanggung jawab

untuk melakukan OCB, mereka memiliki rasa

tanggung jawab kepada karyawan lainnya atau

atasannya, mereka memiliki rasa tanggung

jawab terhadap organisasinya, mereka merasa

memiliki rasa tanggung jawab moral, serta

mereka percaya bahwa OCB adalah hal yang

diharapkan dari mereka berdasarkan norma

sosial. Sehingga bisa dikatakan bahwa

meskipun karyawan tidak merasakan keadilan

organisasi dengan baik namun karyawan

memiliki alasan lain untuk melakukan OCB,

maka OCB akan tetap muncul.

Hasil kategorisasi OCB dalam penelitian ini

menunjukan bahwa terdapat 85,5% karyawan

berada pada kategori tinggi. Dengan demikian

dapat dikatakan bahwa mayoritas karyawan PT

GMF AeroAsia Tangerang memiliki tingkat

OCB yang tinggi. Tingginya tingkat OCB pada

karyawan dapat dikarenakan para karyawan

dijunjung dengan GMF values yang dimikili

oleh PT GMF AeroAsia yaitu corcern for

people, integrity, professional, teamwork, dan

customer focused. Hasil kategorisasi selanjutnya

yaitu learning organization menunjukan 45%

karyawan merasakan bahwa perusahaannya

merupakan perusahaan dengan learning

organization yang baik. Dapat dikatakan bahwa

(6)

commit to user timbulnya pembelajaran pada karyawannya

dengan baik. Selain itu, hasil kategorisasi

keadilan organisasi menunjukan bahwa hanya

32,5% responden yang merasakan bahwa

keadilan organisasi di perusahaannya baik.

PENUTUP

Berdasarkan hasil analisis data kuantitatif yang

dieroleh melalui penelitian ini maka dapat

diperoleh kesimpulan bahwa 1) Terdapat

hubungan positif dan signifikan antara learning

organization dan keadilan organisasi dengan

OCB pada karyawan PT GMF AeroAsia

Tangerang. 2) Terdapat hubungan yang positif

dan signifikan antara learning organization

dengan OCB pada karyawan PT GMF

AeroAsia Tangerang. 3). Tidak terdapat

hubungan yang positif dan signifikan antara

keadilan organisasi dengan OCB.

Hasil analisis deskriptis yang dilakukan

menunjukan bahwa sebagian besar karyawan

PT GMF AeroAsia memiliki OCB yang tinggi,

menilai perusahaannya sebagai learning

organization sedang, serta menilai keadilan

organisasi di perusahaannya sedang.

Berdasarkan hasil penelitian yang

diperoleh, maka dapat dikemukakan beberapa

saran sebagai berikut:

1. Bagi Perusahaan

a. Mempertahankan OCB yang ada pada

karyawan, hal ini bisa dilakukan dengan

mempertahankan dan meningkatkan

adanya faktor-faktor yang dapat

mendukung OCB seperti learning

organization, pengelolaan penghargaan

yang baik, serta lingkungan kerja yang

positif.

b. Learning organization di perusahaan

agar bisa ditingkatkan lagi, hal ini bisa

dilakukan dengan menambah pelatihan

pada karyawan, melakukan sharing

session, dan mengoptimalkan briefing

pagi untuk berbagi informasi.

c. Meningkatkan keadilan organisasi yang

ada pada perusahaan, hal ini bisa

dilakukan dengan adanya keterbukaan

informasi dari sebuah persedur

dijalankan.

2. Bagi peneliti selanjutnya

Bagi peneliti yang ingin melakukan

penelitian dengan pokok bahasan yang sama

disarankan untuk mengembangkan dan

memperhitungkan faktor-faktor lain yang

ikut mempengaruhi variabel OCB, learning

organization, dan keadilan organisasi.

Peneliti yang ingin melakukan penelitian di

sebuah perusahaan MRO calon peneliti

sebaiknya melakukan observasi dan

wawancara terlebih dahulu dengan beberapa

karyawan di unit supporting serta unit

produksi untuk mendapatkan fenomena

yang lebih luas, akan lebih baik lagi bila

wawancara dilakukan kepada karyawan

dengan kedudukan yang beragam.

DAFTAR PUSTAKA

(7)

commit to user _____. (2013b). Penyusunan Skala Psikologi.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

_____. (2013c). Tes Prestasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Basim, H. N., Sesen, H., Sozen, C., & Hazir, K. (2009). The Effect of Employees' Learning Organizaion perceptions on Organizational Citizenship Behaviors. Selcuk University Institute of Social Science Journal , 55-66.

Beugri, C. D. (2007). A Cultural Perspective of Organizational Justice. US of America: Information Age Publishing.Daft, R. L. (2006). Management. Jakarta: Salemba Empat.

Dahniel, R. A., & Dharma, S. (2014). Perilaku

Organisasi Kepolisian. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar.

Feizabadi, M. S., Zakizadeh, B., Afshardoust, M., & Rad, T. M. (2013). The Relationship between Organizational Perceived Justice and Organizational Citizenship Behavior among the Spor Organization Experts of Tehran Municipality. International Journal Research of Applied and Basic Science , 2432-2435.

Garvin, D. A., Edmoson, A. C., & Gino, F. (2008). Is Yours Learning Organization. Harvard Business Review , 1-9.

Gibson, J. L., Ivancevich, J. M., James H. Donelly, J., & Konopaske, R. (2006).

Organization: Behavior, structure,

processes. Singapore: the McGraw Hill.

Hadi, S. (2001). Analisis Regresi, Yogyakarta: C.V ANDI Offset.

____. (2004). Statistik (Jilid 2). Yogyakarta: C.V ANDI Offset.

Hazzi, O. A. (2012). Organizational Justice: The sound Investment in Organizations. European Journal of Economics, Finance and Administrative Science , 163-171.

Ivancevich, J. M., Konopaske, R., & Matteson, M. T. (2007). Perilaku dan Manajemen Organisasi. Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama.

Jo, S. J., & Joo, B.-K. (2011). Knowledge Sharing: The Influence of Learning Organization Culture, Organizational Commitment, and Organizational Citizenship Behavior. Journal of Leadership and Organizational Studies , 353-364.

Jones, G. R. (2004). Organizational Theory, Design, and Change: Text an Cases . Westford: Courier Companies.

Karimi, F., & Akbari, M. (2013). Predicting Citizenship Behavior on the Basic of Organizational Learning Capability.

Middle-East Journal of Scientific

Research, 1371-1379.

Khan, Sofiah K., & Rashid, Mohd Zabid A. (2012). The Mediating Effect of Organizational Commitment in the Organizational Culture, Leadership and Organizarional Justice Relationship with Organizational Citizenship Behavior: A Study of Academicians in Private Higher Learning Instutions in Malaysia. International Joournal of Business and Social Science, 83-91.

(8)

commit to user Luthans, F., & Doh, J. P. (2012). International

Management: Culture, Strategy, and Behaviour. Singapore: McGraw-Hill.

McShane, S., Olekalns, M., & Travaglione, T. (2013). Organisational Behavior: Emerging Knowledge. Global Insights. Hong Kong: China Translating and Printing Services Ltd.

Mondy, R. W. (2008). Manajemen Sumber

Daya Manusia. Jakarta: Penerbit

Erlangga.

Moorhead, G., & Griffin, R. W. (2013). Perilaku Organisasi: Manajemen Sumber Daya Manusia dan Organisasi (9 ed.). Jakarta: Salemba Empat.

Noe, R. A., Hollenbeck, J. R., Barry, G., & Patrick, W. (2011). Manajemen Sumber Daya Manusia: mencapai keunggulan Bersaing (6 ed., Vol. 1). Jakarta: Salemba Empat.

Organ, D. W., Podsakoff, P. M., & MacKenzie, S. B. (2006). Organizational Citizenship Behavior: Its Nature, Antecedents, and Consequences. London: Sage Publication Inc.

Pirbonyeh, R., Ghadami, M., & Hematinezhad M. (2013). Survey the Role of Learning Organization Building Blocks on Creativity Process in the Pars Khazar Industrial Company. International Journal of Basic Sciences & Applied Researc, 749-753.

Priyatno, D. (2009). 5 Jam Belajar Olah Data dengan SPSS 17. Yogyakarta: CV ANDI Offset.

_____. (2010). Teknik Mudah dan Cepat Melakukan Analisis Dara Penelitian

dengan SPSS. Yogyakarta: Gava Media.

Robbins, S., & Judge, T. A. (2008). Perilaku Organisasi. Jakarta: Salemba Empat.

_____. (2015). Perilaku Organisasi. Jakarta: Salemba Empat.

Senge, P. M. (1996). Disiplin Kelima: Seni dan Praktek dari Organisasi Pembelajar. Jakarta: Bina Aksara.

Sjahruddin, H., Armaru, A. S., & Normijati. (2013). Organizational Justice, Organizational Commitment, and Trust in Manager as Predictor of Organizational Citizenship Behavior. Interdiciplinary Journal of Contemporary Research in Business , 133-138.

Somech, A., & Zahavy, A. D. (2004). Exploring Organizational Citizenship Behaviour from an Organizational Perspective: the Relationship between Organizational Learning and Organizational Citizenship Behaviour. Journal of Occupational and Organizational Psychology , 281-298.

Sugiyono, P. D. (2014). Metode Penelitian

Pendidikan: pendekatan Kuantitatif,

Kualitatif, dan R&D. Bandung: CV Alfabeta.

Umar, H. (2003). Metode Riset Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Referensi

Dokumen terkait

HUBUNGAN ANTARA ORGANIZATION-BASED SELF-ESTEEM DAN KEPUASAN KERJA DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN DEPARTEMEN SPINNING DI PT. MAHAMERU CENTRATAMA SPINNING

HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KOMUNIKASI ORGANISASI DENGAN PRODUKTIVITAS KARYAWAN..

Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara keadilan organisasi dengan kepuasan kerja.. Semakin tinggi keadilan organisasi maka semakin tinggi pula

Hubungan antara kepuasan kerja dan resiliensi dengan organizational citizenship behavior (OCB) pada karyawan kantor pusat pt.. Jurnal psikologi

HUBUNGAN ANTARA ORGANIZATION-BASED SELF -ESTEEM DAN KEPUASAN KERJA DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN DEPARTEMEN SPINNING DI PT.. MAHAMERU CENTRATAMA SPINNING

HUBUNGAN ANTARA ORGANIZATION-BASED SELF-ESTEEM DAN KEPUASAN KERJA DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN DEPARTEMEN SPINNING DI PT.. MAHAMERU CENTRATAMA SPINNING MILLS

HUBUNGAN ANTARA ORGANIZATION-BASED SELF-ESTEEM DAN KEPUASAN KERJA DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN DEPARTEMEN SPINNING DI PT.. MAHAMERU CENTRATAMA SPINNING

JUDUL HUBUNGAN ANTARA COACHING DAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DENGAN KOMITMEN ORGANISASI KARYAWAN PT UBS SURABAYA SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Meraih