• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen Sumber Daya Manusia Perpustakaan (Studi Kasus di Perpustakaan Universitas Hindu Indonesia).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Manajemen Sumber Daya Manusia Perpustakaan (Studi Kasus di Perpustakaan Universitas Hindu Indonesia)."

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

Manajemen

(Studi Kasus d

PROGRA

FAKULTA

men Sumber Daya Manusia Perpu

di Perpustakaan Universitas Hindu

TUGAS AKHIR

Disusun Oleh: I Ketut Sudiarta

NIM. 1321503001

AM STUDI DIPLOMA III PERPUSTA

LTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLI

UNIVERSITAS UDAYANA

2016

erpustakaan

indu Indonesia)

(2)

Manajemen

(Studi Kasus di

Untuk Memenuh

Pro

FAKULTA

men Sumber Daya Manusia Perpu

di Perpustakaan Universitas Hindu

TUGAS AKHIR

Disusun Oleh: I Ketut Sudiarta

NIM. 1321503001

enuhi Persyaratan Mencapai Gelar Ahl

rogram Studi Diploma III Perpustakaa

LTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLI

UNIVERSITAS UDAYANA

2016

erpustakaan

indu Indonesia)

hli Madiya pada

aan

(3)
(4)
(5)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena atas

berkat dan anugrah-Nya, penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul

“Manajemen Sumber Daya Manusia Perpustakaan: Studi Kasus Di Perpustakaan Universitas Hindu Indonesia”. Tugas Akhir ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan pada Program Studi Diploma III

Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana.

Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini tidak akan berhasil tanpa

bimbingan dan pengarahan dari berbagai pihak yang telah meluangkan waktunya

dalam penyusunan Tugas Akhir ini. Dalam kesempatan ini, penulis menyampaikan

terima kasih kepada:

1. Bapak Prof.Dr.dr. Ketut Suastika, Sp.PD.KEMD, selaku Rektor Universitas

Udayana

2. Bapak Dr.Drs. I Gusti Putu Bagus Suka Arjawa,M.Si, selaku Dekan Fakultas

Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

3. Bapak Tedi Erviantono, S.IP, M.Si, selaku Pembantu Dekan I Fakultas Ilmu

Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

4. Bapak Drs. I Putu Suhartika, M.Si, selaku Ketua Program Studi Diploma III

Perpustakaan dan sekaligus selaku dosen Pembimbing I Tugas Akhir yang

telah memberikan bimbingan serta pengarahan sehingga penulis berhasil

menyelesaikan Tugas Akhir tepat pada waktunya.

5. Ibu Ni Putu Premierita Haryanti, S.Sos, M.A, selaku dosen Pembimbing II

Tugas Akhir yang telah memberikan bimbingan serta pengarahan sehingga

(6)

6. Bapak Drs. Gde Subawa Mas, M.Hum, selaku Kepala Perpustakaan

Universitas Hindu Indonesia yang telah memberikan kesempatan untuk

melaksanakan penelitian.

7. Seluruh staf Perpustakaan Universitas Hindu Indonesia yang telah berkenan

memberikan informasi pendukung penyusunan Tugas Akhir ini.

8. Orang Tua yang telah memberikan dukungan moral dan nasihat selama masa

perkuliahan.

9. Teman-teman Diploma III Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Udayana angkatan 2013 yang telah memberikan semangat dan

dukungan selama penyusunan tugas akhir ini.

Akhir kata, penulis berharap saran dan kritik membangun dari pembaca untuk

menyempurnakan laporan ini. Semoga tugas akhir ini bermanfaat bagi semua pihak

yang membutuhkan.

Denpasar, Juni 2016

(7)

ABSTRAK

Manajemen Sumber Daya Manusia Perpustakaan (Studi Kasus di Perpustakaan Universitas Hindu Indonesia)

Penelitian tentang manajemen sumber daya manusia perpustakaan sudah dilaksanakan di Perpustakaan Universitas Hindu Indonesia, pada bulan April sampai dengan bulan Mei tahun 2016. Tujuannya adalah untuk memahami manajemen SDM yang meliputi penerapan fungsi-fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, penggerakan atau pelaksanaan, dan pengawasan serta hambatan-hambatan apa saja yang dihadapi di dalam manajemen SDM Perpustakaan Universitas Hindu Indonesia.

Penelitian ini bersifat deskriftif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah kepala serta staf Perpustakaan Universitas Hindu Indonesia. Objek dalam penelitian ini adalah manajemen sumber daya manusia Perpustakaan Universitas Hindu Indonesia. Proses pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis, terlihat bahwa manajemen sumber daya manusia di Perpustakaan Universitas Hindu Indonesia belum dilakukan secara optimal. Dalam mengelola sumber daya manusia yang ada, perpustakaan belum sepenuhnya menerapkan fungsi-fungsi manajemen yaitu baik dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Selain itu juga fungsi-fungsi manajemen tersebut tidak berdasarkan pada teori-teori ilmu manajemen, tetapi berdasarkan kebutuhan dan pengalaman yang ada di perpustakaan. Manajemen sumber daya manusia Perpustakaan Universitas Hindu Indonesia berhubungan erat dengan faktor internal dan eksternal yang telah dituangkan dalam analisis SWOT seperti kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi oleh perpustakaan.

(8)

ABSTRACT

Human Resource Management Library

(Case Study in the Indonesian Hindu University Library)

Research on human resource management, libraries are implemented in the University Library Hindu Indonesia, in April to May 2016. The aim is to understand the human resource management that includes application management functions such as planning, organizing, or implementation, and monitoring and any obstacles encountered in the management of human resources Indonesian Hindu University Library.

This research is descriptive qualitative approach. Informants in this study is the head and the Indonesian Hindu University Library staff. The object of this research is the management of human resources Indonesian Hindu University Library. The process of data collection is done by interview and observation. Based on the results of research by the author, it appears that the management of human resources in Indonesia Hindu University Library is not optimal. In managing the human resources that exist, the library has not been fully implemented management functions that is good in terms of planning, organizing, implementing, and monitoring. In addition, the management functions are not based on theories of management science, but based on the needs and experiences in the library. Human resource management Hindu University Library of Indonesia is closely linked to internal and external factors that have been outlined in the SWOT analysis of strengths, weaknesses, opportunities and threats faced by the library.

(9)

DAFTAR ISI 2.1 Manajemen Sumber Daya Manusia Perpustakaan………...6

2.1.1Definisi Manajemen Sumber Daya Manusia Perpustakaan………6

2.2 Fungsi-FungsiManajemen Sumber Daya Manusia…………...9

2.2.1Planning(Perencanaan)………...………..10

2.2.2Organizing(Pengorganisasian)……….12 2.2.3Actuating(Penggerakan)………...14 2.2.4Controlling(Pengawasan)……….15

(10)

2.3.1 Pengertian Perpustakaan Perguruan Tinggi………...16

2.3.2 Tujuan Perpustakaan Perguruan Tinggi……….17

2.3.3 Fungsi Perpustakaan Perguruan Tinggi……….19

2.3.4 Tugas Perpustakaan Perguruan Tinggi………..20

2.3.5 Manajemen Sumber Daya Manusia Perpustakaan Perguruan Tinggi…..22

BAB III METODE PENELITIAN

4.1.4 Sumber Daya Manusia Perpustakaan………...39

4.2 Manajemen Sumber Daya Manusia Perpustakaan UNHI………...39

4.2.1Perencanaan……….…...………...39

4.2.2 Pengorganisasian………...………44

4.2.3 Penggerakan………..………..………...49

4.2.4 Pengawasan…………..……….………51

(11)

Perpustakaan UNHI……….……….………..54

4.2.6 Hasil Penelitian dan Pembahasan AnalisisSWOT……….……..…..58

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan……….61

5.2 Saran………...62

DAFTAR RUJUKAN

(12)

DAFTAR GAMBAR

NO. Gambar Halaman

(13)

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Pedoman Wawancara

Lampiran 2 : Data Lapangan

(14)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sumber daya manusia merupakan tombak awal dari seluruh rotasi kegiatan

yang ada pada perpustakaan, oleh karena itu perlu dilakukan suatu pengelolaan

sumber daya manusia dengan baik. Perpustakaan yang layak yaitu menyediakan

sumber daya manusia yang nantinya dapat menggerakkan seluruh kegiatan

perpustakaan, baik itu dalam hal pelayanan, pengolahan maupun kegiatan lainnya

yang ada pada perpustakaan. Suatu perpustakaan mampu berjalan dan berfungsi

sebagaimana mestinya apabila sumber daya manusia memfungsikan sumber daya

yang lainnya. Menurut Gomes (2003: 26), sumber daya manusia adalah satu-satunya

sumber daya yang memiliki akal, perasaan, keinginan, kemampuan, ketrampilan,

pengetahuan, dorongan, daya, dan karya. Seluruh kekuatan sumber daya manusia

tersebut memiliki pengaruh terhadap upaya dari suatu organisasi dalam hal

pencapaian tujuannya. Berdasarkan pendapat tersebut maka dapat terlihat bahwa

sumber daya manusia merupakan salah satu sumber daya yang dominan apabila

dibandingkan dengan sumber daya lainnya yaitu seperti, sarana dan prasarana,

koleksi, layanan dan juga sumber daya finansial.

Manajemen sumber daya manusia (Manajemen SDM) merupakan bagian dari

(15)

daya manusia mencakup seluruh aktivitas yang memiliki hubungan dengan sumber

daya manusia dalam suatu organisasi. Pada manajemen sumber daya manusia

diterapkan fungsi-fungsi utama dalam manajemen pada umumnya. Fungsi

manajemen sumber daya manusia yang dapat diterapkan di dalam organisasi

perpustakaan menurut George Terry yang bersifat sederhana yaitu yang terdiri dari

Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling atau yang sering disebut dengan

POAC. Planning merupakan suatu langkah perencanaan dari suatu kegiatan yang

akan datang, Organizing merupakan langkah pengorganisasian dalam hal mengatur

semua kegiatan dan sumber daya dengan tujuan agar terstruktur dengan baik,

Actuating atau penggerakan merupakan pelaksanaan dengan penuh tanggung jawab

yang sesuai dengan perencanaan dan mengarah pada tujuan, dan sedangkan

Controlling atau pengawasan merupakan langkah pengamatan agar setiap kegiatan

sesuai dengan perencanaan dan selalu mengarah pada tujuan yang ditetapkan.

Manajemen SDM sangat dibutuhkan dalam pergerakan di perpustakaan,

terutama di dalam mengelola, mengatur, dan mengurus sumber daya manusia yang

ada agar tercapai tujuan perpustakaan. Suatu perpustakaan mampu berjalan dengan

baik, efektif, dan efisien apabila terlaksananya manajemen sumber daya manusia

yang baik. Manajemen SDM yang baik menitik beratkan pada kemampuan untuk

memacu sumber daya manusia sebagai anggota organisasi sehingga dapat

memberikan hasil dan pelayanan yang optimal. Bila manajemen SDM tidak

(16)

daya yang lainnya menjadi tidak berjalan. Menjalankan sumber daya manusia

bukanlah suatu perkara yang mudah karena manusia sebagai makhluk yang sempurna

jika dibandingkan makhluk hidup lainnya sehingga manusia memiliki sifat, karakter,

emosi, norma-norma, dan nilai-nilai sosial yang berbeda-beda. Setiap individu

memberikan pengaruh terhadap pola perilaku yang menuntut penanganan secara

serius dan benar dengan manajemen sumber daya manusia yang dipakai oleh

pimpinan perpustakaan.

Perpustakaan perguruan tinggi yang keberadaannya tepat pada suatu

perguruan tinggi yang menyediakan informasi dibutuhkan para pengguna yang berada

pada perguruan tinggi tersebut. Tujuan didirikan perpustakaan pada perguruan tinggi

adalah sebagai lembaga penyedia layanan informasi dan layanan lainnya serta

menunjang dalam mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu meliputi

pendidikan, penelitian,dan pengabdian kepada masyarakat. Ketersediaan manajemen

sumber daya manusia pada perpustakaan perguruan tinggi sehingga mampu

menjalankan segala kegiatan pada perpustakaan secara maksimal demi terpenuhi

seluruh kebutuhan atas informasi yang diinginkan pengguna perpustakaan perguruan

tinggi tersebut.

Perpustakaan Universitas Hindu Indonesia (disingkat menjadi Perpustakaan

UNHI) merupakan perpustakaan dimiliki oleh Universitas Hindu Indonesia yang

bernaung atas Yayasan Pendidikan Widya Kerthi namun saat ini memiliki SDM

(17)

kegiatan utama pada perpustakaan, terkadang pegawai perpustakaan ikut serta dalam

kepanitiaan di dalam penerimaan mahasiswa baru dan juga terjadi perpindahan

pegawai perpustakaan ke bidang-bidang lain sehingga pegawai perpustakaan banyak

yang bukan berlatar belakang dari pendidikan kepustakawanan. Dengan melihat

keadaan tersebut, maka muncul keinginan penulis untuk melakukan penelitian

terhadap manajemen sumber daya manusia di Perpustakaan Universitas Hindu

Indonesia. Manajemen SDM yang ingin diteliti meliputi penerapan fungsi-fungsi

manajemen SDM serta hambatan-hambatan yang dihadapi.

1.2 Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah pada penelitian ini adalah bagaimanakah manajemen

SDM di Perpustakaan Universitas Hindu Indonesia yang meliputi penerapan

fungsi-fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, penggerakan atau

pelaksanaan, dan pengawasan serta hambatan-hambatan apa saja yang dihadapi di

dalam manajemen SDM Perpustakaan Universitas Hindu Indonesia?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah

memahami manajemen SDM yang meliputi penerapan fungsi-fungsi manajemen

yaitu perencanaan, pengorganisasian, penggerakan atau pelaksanaan, dan pengawasan

serta hambatan-hambatan apa saja yang dihadapi di dalam manajemen SDM

(18)

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat yang di harapkan dari penelitian ini adalah:

1. Manfaat teoritis untuk institusi pendidikan yaitu hasil dari penelitian ini

mamapu memberikan sumbangan dalam bentuk sumber bacaan kepada

lembaga perpustakaan maupun sekurang-kurangmya dapat berguna sebagai

sumbangan pemikiran bagi dunia pendidikan.

2. Manfaat praktis untuk tempat penelitian yaitu hasil penelitian ini dapat

dipakai sebuah acuan dalam hal pengelolaan lembaga perpustakaan kedepan

agar lebih maju dan dapat menaikkan level dunia kepustakawanan di masa

mendatang.

1.5 Ruang Lingkup

Ruang ringkup dalam penelitian ini adalah penulis hanya membahas

manajemen SDM yang meliputi penerapan fungsi-fungsi manajemen yaitu

perencanaan, pengorganisasian, penggerakan atau pelaksanaan, dan pengawasan serta

hambatan-hambatan apa saja yang dihadapi di dalam manajemen SDM Perpustakaan

(19)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

Pada bab ini akan membahas tentang konsep-konsep penelitian yang diambil

melalui teori-teori dari para ahli yang mempunyai keterkaitan dan mendukung

terhadap konsep pokok bahasan dalam penelitian ini yaitu manajemen sumber daya

manusia dan perpustakaan perguruan tinggi.

1.1 Manajemen Sumber Daya Manusia Perpustakaan

1.1.1 Definisi Manajemen Sumber Daya Manusia Perpustakaan

Di dalam menjalankan kegiatan pada suatu perpustakaan dibutuhkan sebuah

manajemen sumber daya manusia sehingga tujuan awal terlaksana dengan baik dan

sesuai keinginan pengguna. Manajemen sumber daya manusia menganggap bahwa

manusia atau karyawan di dalam suatu organisasi merupakan kekayaan yang sangat

penting dan berharga.

Menurut Rivai (2005: 1), menyatakan bahwa manajemen merupakan suatu

kumpulan pengetahuan tentang bagaimana seharusnya mengelola sumber daya

manusia. Proses pengelolaan terhadap sumber daya manusia secara efektif dan

efesien, maka segala aktivitas akan terlaksana dengan lancar. Manajemen sebagai

suatu proses yang diterapkan oleh individu atau kelompok dalam upaya-upaya

(20)

Koordinasi adalah hal yang dapat menciptakan keselarasan dan etos kerja yang

harmonis antar individu di dalam organisasi.

Selain itu Stoner yang dikutip Dalimunthe (2003: 3), juga memberikan

definisi manajemen adalah:

“Manajemen sebagai suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan, usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya sumber daya organisasi lainnya agar tercapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.”

Suatu manajemen kurang lebih terdapat tiga kelompok variabel utama, yakni

organisasi, manusia, dan lingkungan yang saling berinteraksi menurut pola tertentu,

dan masing-masingnya memiliki karakteristik dan atau nilai-nilai tertentu (Miles

dalam Gomes, 2003). Berbicara tentang organisasi tidak terlepas lepas dari pada

ruang lingkup dimana organisasi itu berdiri dan seluruh manusia di dalamnya

merupakan mesin penggerak kegiatan segalanya. Di dalam organisasi, maka akan

terdapat suatu manajer yang dalam lembaga pemerintahan sering disebut sebagai

pimpinan. Seorang pimpinan bukan hanya meminpin orang lain, melainkan juga

mengontrol sumber daya finansial, pemasaran, mengambil keputusan, komunikasi,

mengatur, dan mengelola perubahan teknologi.

Begitu pula dengan Sutarno (2004: 10) mengemukakan bahwa di dalam suatu

manajemen terdapat berbagai hal, diantaranya sebagai berikut :

(21)

2. Faktor-faktor dan unsur-unsur yang bersifat mendukung, menentukan, melengkapi atau yang mempengaruhi, yang bersifat positif.

3. Sumber daya, bisa manusia, barang, material, uang, sarana, dan prasarana, waktu, dan sebagainya yang harus diberdayakan dan dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan organisasi.

4. Perencanaan, yakni sesuatu yang berdimensi waktu ke depan tentang segala sesuatu yang dibutuhkan.

5. Tujuan tertentu, arah, target, sasaran yang akan diwujudkan pada jangka waktu tertentu.

Jika dilihat dari sudut pandang manajemen, yang menjadi permasalahan

dalam perpustakaan yaitu tidak lain tentang sumber daya manusia. Ketika

mengatakan sumber daya manusia maka yang tergambar dalam benak kita adalah

orang yang menjadi tenaga kerja di dalam suatu lingkup organisasi tersebut. Menurut

Sihotang (2007: 8), sumber daya manusia adalah manusia mengandung pengertian

usaha kerja yang dapat disumbangkan dalam proses produksi yaitu sumber daya

manusia yang mampu bekerja untuk menghasilkan barang dan jasa yang dapat

memenuhi kebutuhan masyarakat umum. Apabila dikaitkan kedalam pengelolaan

perpustakaan, memang benar jika sumber daya manusia sebagai penyedia jasa bagi

para pemustaka.

Menurut pengertian dari para ahli diatas, maka dapat dipaparkan kembali

bahwa manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses maupun pengetahuan

mengenai pengelolaan atas seluruh seseorang yang bekerja didalam suatu

perpustakaan, karena kesuksesan dari pada penyelenggaraan kegiatan pada

(22)

2.2 Fungsi-Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia

Secara umum fungsi-fungsi oprasional manajemen sumber daya manusia

mencakup pengadaan, pengembangan, perencanaan, perencanaan dan pengembangan

karier, penilaian prestasi, kompensasi (gaji, insentif dan kesejahteraan), keselamatan

dan kesehatan kerja, dan pemutusan hubungan kerja (Panggabean, 2002:15). Selain

itu menurut Flippo (Dalam Yunarsih dan Suwanto, 2008:5), fungsi manajemen

sumber daya manusia terdiri dari: Procurement (pengadaan), development

(pengembangan),compensation(kompensasi),integration (integrasi), danseparation

(pemutusan hubungan kerja). Dari beberapa pakar menyatakan tentang fungsi-fungsi

manajemen, namun salah satu fungsi manajemen yang sederhana dapat diterapkan

didalam manajemen sumber daya manusia perpustakaan yaitu fungsi yang

dikemukakan oleh George Terry yang terdiri dariplanning(perencanaan),organizing

(pengorganisasian), actuating (penggerakan atau pelaksanaan), dan controlling

(pengawasan).

Perencanaan merupakan pondasi awal ketika membangun suatu kegiatan,

karena proses perencanaan akan memberikan alur untuk melangkah untuk menjalan

suatu kegiatan. Setelah perencanaan yang matang tersusun maka dilakukan suatu

pengorganisasian yang tujuannya mengatur setiap kegiatan dan sumber daya agar

dapat berjalan dengan baik. Penggerakan atau pelaksanaan akan berjalan efektif jika

telah ada rencana maupun organisasi yang akan mengambil kegiatan tersebut penuh

(23)

kegiatan telah terselenggarakan sehingga perlu adanya pengawan agar dalam proses

berlangsungnya kegiatan tidak menyimpang dari perencanaan dan tujuan awal.

2.2.1 Planning(Perencanaan)

Pada bagian pertama dari fungsi manajemen yang harus dilaksanankan yaitu

perencanaan, karena perencanaan merupakan alur dari pengeloalaan suatu kegiatan.

Dalam proses perencanaan yang baik harus dapat menjawab 6 (enam) pertanyaan

yaitu diantaranya apa yang akan dilakukan, mengapa dilakukan, kapan dilakukan,

diamana dilakukan, siapa saja yang akan melakukan, dan bagaimana cara melakukan.

Menurut Hasibuan (2001:247) perencanaan sumber daya manusia adalah

merencanakan tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan serta efektif

dan efisien dalam membantu terwujudnya tujuan. Perencanaan sumber daya manusia

harus baik dan benar, supaya pembinaan dan pengarahan karyawan efektif dan efisien

dalam melakukan tugas-tugasnya.Perencanaan sumber daya manusia harus dilakukan

dengan matang dan sesuai dengan kebutuhan juga kemampuan dari masing-masih

individu.

Seperti yang di paparkan oleh Barry dan John-Pauline dalam Widdy (2008: 1)

tentang perencanaan sumber daya manusia yaitu,

(24)

Tujuan dalam perencanaan sumber daya manusia yaitu sebagai ajang untuk

memilah maupun memastikan didalam pemilihan SDM tersebut seefektif mungkin

serta sesuai dengan kebutuhan dan tentu dapat memenuhi syarat yang berlaku. Dalam

instansi baik pemerintah maupun swasta perlu membuat rencana SDM karena sebagai

dasar didalam menyusun program kerja. Seperti yang dinyatakan Rivai (2005: 53),

salah satu aspek program kerja tersebut adalah pengadaan karyawan baru guna

memperkuat tenaga kerja yang sudah ada demi peningkatan kemampuan perusahaan

mencapai tujuan dan berbagai sasarannya.

Dalam pengambilan suatu keputusan sekarang akan tetapi tentang hal-hal

yang akan dikerjakan di masa depan sebenarnya merupakan dasar dari perencanaan.

Menurut Sutarno (2004: 137), bentuk-bentuk dasar rencana adalah sebagai berikut,

yang meliputi:

1. Objektif, yaitu suatu rumusan yang hendak dicapai jelas dan sebaiknya diketahui oleh semua komponen/perangkat organisasi.

2. Kebijakan, yaitu merupakan pedoman keputusan-keputusan di masa yang akan datang.

3. Mekanisme, prosedur, dan metode tentang tata cara dalam melaksanakan segala sesuatu yang akan dijalankan.

4. Proses merupakan alur kerja yang konsisten runtut tertib dan berkelanjutan sampai dengan selesai.

5. Program, jadwal, anggaran, maket, disain, pola, dan model tentang segala sesuatu yang akan dijalankan agar semuanya efektif dan efisien.

Berdasarkan pendapat di atas maka dapat dipaparkan kembali tentang

perencanaan adalah suatu bagian yang pertama dari fungsi manajemen sumber daya

(25)

organisasi sehingga kegiatan terlaksanan menjadi jelas, prosesnya konsisten, serta

program akan berjalan efektif dan efesien.

2.2.2Organizing(Pengorganisasian)

Pengorganisasian adalah langkah kedua setelah perencanaan yang merupakan

salah satu fungsi dari manajemen sumber daya manusia. Menurut Dalimunthe (2003),

pengorganisasian merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai

dengan tujuan organisasi, sumber daya-sumber daya yang dimilikinya, dan

lingkungan yang melingkupinya.

Akar dari adanya suatu pengorganisasian yaitu dibarengi berjalannya suatu

rencana. Apabila suatu rencana telah ada maka perlu pengelompokan-pengelompokan

dari kegiatan yang telah tersusun. Pengelompakan kegiatan ini dapat diartikan sebagai

langkan membagikan, menyusun wewenang, tanggung jawab, mensetrukturkan

kegiatan kedalam setiap bagian yang nantinya akan didapatkan oleh masing-masing

individu. Pengelompokan ini akan terlihat jelas jika di tuangkan menggunakan

struktur organisasi.

Stuert dan Moran (2002: 96) mengatakan bahwa dari semua tugas manajemen,

mengelola sumber daya manusia merupakan tugas utama dan terpenting, karena yang

lainnya tergantung pada itu. Selain itu Certo yang mengutip Gellerman dalam

Winardi (2003: 24) mengemukakan pandangan bahwa ada lima macam langkah

pokok proses pengorganisasian. Adapun langkah-langkah yang dimaksud sebagai

(26)

1. Melaksanakan refleksi tentang rencana-rencana dan sasaran-sasaran. 2. Menetapkan tugas-tugas pokok.

3. Membagi tugas-tugas pokok menjadi tugas-tugas bagian (subtasks).

4. Mengalokasi sumber daya-sumber daya dan petunjuk-petunjuk untuk tugas-tugas bagian tersebut.

5. Mengevaluasi hasil-hasil dari strategi pengorganisasian yang diimplementasi.

Begitu juga menurut Winardi (2003:21), pengorganisasian dapat

menghasilkan manfaat/keuntungan sebagai berikut:

1. Kejelasan tentang ekspetasi-ekspetasi kinerja individual dan tugas-tugas yang terspesialisasi.

2. Pembagian kerja, yang menghindari timbulnya duplikasi, konflik, dan penyalahgunaan sumber daya-sumber daya, baik sumber daya material maupun sumber daya manusia.

3. Terbentuknya suatu arus aktivitas kerja yang logikal, yang dapat dilaksanakan dengan baik oleh individu-individu atau sebagai kelompok-kelompok.

4. Saluran-saluran komunikasi yang mapan, yang membantu pengambilan keputusan dan pengawasan.

5. Mekanisme-mekanisme yang mengkoordinasi, yang memungkinkan tercapainya harmoni antara para anggota organisasi, yang terlibat dalam aneka macam kegiatan.

6. Upaya-upaya yang difokuskan yang berkaitan dengan sasaran-sasaran secara logikal dan efisien.

7. Struktur-struktur otoritas tepat, yang memungkinkan kelancaran perencanaan dan pengawasan pada seluruh organisasi yang bersangkutan.

Sesuai dengan pendapat diatas maka dapat dipaparkan kembali bahwa

pengorganisasian merupakan sebuah kegiatan didalam mengelompokkan kegiatan,

tanggung jawab, beserta wewenang yang di emban oleh setiap orang di dalam suatu

(27)

2.2.3Actuating(Penggerakan)

Setelah adanya rencana dan pengorganisasian, selanjutnya proses

penggerakan. Penggerakan adalah proses menjalankan semua rencana kegiatan dan

ruang lingkup didalam organisasi. Sutarno (2004:144) menyatakan bahwa

penggerakan adalah pelaksanaan atas hasil-hasil perencanaan dan pengorganisasian

dan merupakan aktivitas-aktivitas atau kegiatan utama sehari-hari seorang

kepala/manajer, yang meliputi:

1. Kepemimpinan

Dalam melaksanakan aktivitas perpustakaan diperlukan kepemimpinan untuk memberikan arah dan menggerakkan sumber daya manusia yang ada. Dalam kepemimpinan terjadi proses saling mempengaruhi antara pemimpin dan yang dipimpin. Efektivitas kepemimpinan dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain: kemampuan memotivasi, mengendalikan situasi, bertanggung jawab, adil, dan percaya diri.

2. Pengarahan

Pada intinya pengarahan adalah membimbing dan mengendalikan, mengajar, memberi tahu, dan membuat staf bisa melakukan sesuatu. Pengarahan (directing) bersumber pada kewenangan untuk memberikan perintah yang dikaitkan dengan konsekuensi hukum dan materiilnya.

3. Komunikasi

Komunikasi sangat menentukan proses manajemen. Untuk menjalin hubungan yang baik antar individu diperlukan komunikasi yang efektif guna mencapai hubungan kerja sama yang baik.

4. Pemberian motivasi

Pemberian motivasi oleh pimpinan kepada staf mengenai kesediaan untuk beraksi dan bertindak positif seperti berpartisipasi aktif terhadap pimpinan. Motivasi ini berkaitan dengan perilaku manusia, dan dalam hal itu perlu dipahami segi-segi psikologis.

5. Penyediaan sarana dan prasarana/fasilitas

(28)

Dengan fasilitas yang memadai maka staf dapat bekerja lebih mantap, bersemangat, sungguh-sungguh, dan tanpa ragu-ragu untuk organisasi.

Secara arti kata penggerakan sama halnya dengan pelaksanaan, berjalannya

tugas, pengarahan maupun melakukan perintah. Semua istilah tersebut sebenarnya

intinya sama, yaitu artinya dalam fungsi manajemen dalam penggerakan kegiatan

yang sedang berlangsung.

Pengarahan bersifat sangat kompleks karena disamping menyangkut manusia

juga menyangkut berbagai tingkah laku dari manusia-manusia itu sendiri (Stuert dan

Moran, 2002: 317). Pada dasarnya pengarahan memang sangat rumit, karena manusia

adalah makhluk individu sehingga banyak mempunyai perbedaan. Manusia dengan

berbagai tingkah lakunya sehingga mempunyai watak, sifat, tabiat maupun emosi,

nilai-nilai sosial yang beraneka ragam.

2.2.4Controlling(Pengawasan)

Pengawasan merupakan langkah pengendalian atau pemantauan didalam

organisasi. Dalam kegiatan pengawasan biasanya dilakukan oleh seorang manajer

dalam organisasi, baik dari manajer puncak sampai dengan manajer bawah yang

secara langsung mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk mengendalikan

kegiatan kegiatan teknis yang dioprasikan oleh petugas oprasional. Fungsi

(29)

kegiatan yang sesuai dengan tujuan awal direncanakan. Menurut Sutarno (2004: 158),

pengawasan atau kontrol dilaksanakan untuk:

1. Mengetahui apakah semua kegiatan telah dapat berjalan sesuai dengan rencana semula.

2. Mengetahui apakah di dalam pelaksanaan terjadi hambatan, kelemahan, kesulitan, dll.

3. Mengetahui secara dini hal-hal yang menyebabkan timbulnya masalah. 4. Mencegah terjadinya kegagalan, kerugian, penyalahgunaan kekuasaan,

wewenang, penyimpangan, dan pemborosan. 5. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi.

Pengawasan mengang amat sangat penting untuk dilakukan pada sebuah

organisasi. Semua ini tidak lain hanya bertujuan agar semua yang direncanakan

sebelumnya dapat berjalan lancar dan dikerjakannya dengan baik sesuai tujuan awal.

Setelah adanya pengawasan maka sangat diinginkan agar tidak terjadi suatu

kesalahan dan penyalahgunaan baik itu material, penggunaan sumber daya organisasi,

pemanfaatan biaya, dan waktu.

2.3 Manajemen Sumber Daya Manusia di Perpustakaan Perguruan Tinggi 2.3.1 Pengertian Perpustakaan Perguruan Tinggi

Perpustakaan perguruan tinggi yang keberadaannya tepat pada suatu

perguruan tinggi yang menyediakan informasi dibutuhkan para pengguna yang berada

pada perguruan tinggi tersebut. Perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan

(30)

sekolah tinggi, akademi dan lembaga perguruan tinggi lainnya (Hermawan &

Zulfikar,2006).

Dalam hal ini juga disebutkan mengenai perpustakaan perguruan tinggi yang

diatur dalam UU No.43 Tahun 2007 Pasal 24 yaitu:

1) Setiap perguruan tinggi menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi standar nasional perpustakaan dengan memperhatikan Standar Nasional Pendidikan.

2) Perpustakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memiliki koleksi, baik jumlah judul maupun jumlah eksemplarnya, yang mencukupi untuk mendukung pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

3) Perpustakaan perguruan tinggi mengembangkan layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

4) Setiap perguruan tinggi mengalokasikan dana untuk pengembangan perpustakaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan guna memenuhi standar nasional pendidikan dan standar nasional perpustakaan.

Menurut pengertian diatas bahwa perpustakaan perguruan tinggi adalah

perpustakaan yang bernaung pada perguruan tinggi baik itu pada universitas, institute,

sekolah tinggi, akademi, politeknik, maupun lembaga perguruan tinggi lainnya

sebagai penunjang terlaksananya visi dan misi perguruan tinggi tersebut.

2.3.2 Tujuan Perpustakaan Perguruan Tinggi

Perpustakaan perguruan tinggi didirikan sebagai lembaga yang bernaung di

dalam intansi perguruan tinggi yang menyediakan bahan pustaka sebagai penunjang

dari kegiatan belajar mengajar dan dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

(31)

“Secara umum tujuan perpustakaan perguruan tinggi adalah menunjang Tri Dharma

Perguruan Tinggi, yaitu penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian

kepada masyarakat. Secara khusus adalah untuk membantu para dosen dan

mahasiswa, serta tenaga kependidikan di perguruan tinggi itu dalam proses

pembelajaran”

Sedangkan tujuan perpustakaan perguruan tinggi menurut Hasugian

(2009:80),

“Tujuan perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia adalah untuk memberikan layanan informasi untuk kegiatan belajar, penelitian, dan

pengabdian kepada masyarakat dalam rangka melaksanakan Tri Dharma

Perguruan Tinggi”.

Dari uraian pendapat diatas maka dapat diketahui tujuan perpustakaan

perguruan tinggi adalah sebagai lembaga penyedia layanan informasi serta

menunjang dalam mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu meliputi

pendidikan, penelitian,dan pengabdian kepada masyarakat.

2.3.3 Fungsi Perpustakaan Perguruan Tinggi

Fungsi perpustakaan perguruan tinggi yaitu sebuah tanggung jawab yang di

miliki oleh perpustakaan sebagai penunjang di dalam tercapainya visi maupun misi

perpustakaan perguruan tinggi tersebut. Dengan itu, perpustakaan perguruan tinggi

memiliki berbagai fungsi menurut Jendral Pendidikan Tinggi (2004:3), yaitu sebagai

(32)

1. Fungsi Edukasi. Perpustakaan merupakan sumber belajar para sivitas akademika, oleh karena itu koleksi yang disediakan adalah yang mendukung pencapaian pembelajaran.

2. Fungsi Informasi. Perpustakaan merupakan sumber informasi yang mudah diakses oleh pencari dan pengguna informasi.

3. Fungsi Riset. Perpustakaan mempersiapkan bahan-bahan primer dan sekunder yang paling mutakhir sebagai bahan untuk melakukan penelitian dan pengkajian ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

4. Fungsi Rekreasi. Perpustakaan harus menyediakan koleksi rekreatif yang bermakna untuk membangun dan mengembangkan kreativitas, minat dan daya inovasi pengguna perpustakaan.

5. Fungsi Publikasi. Perpustakaan selayaknya juga membantu melakukan publikasi karya yang dihasilkan oleh warga perguruan tingginya yakni sivitas akademik dan staf non-akademik.

6. Fungsi Deposit. Perpustakaan menjadi pusat deposit untuk seluruh karya dan pengetahuan yang dihasilkan oleh warga perguruan tingginya.

7. Fungsi Interpretasi. Perpustakaan sudah seharusnya melakukan kajian dan memberikan nilai tambah terhadap sumber-sumber informasi yang dimilikinya untuk membantu pengguna dalam melakukan dharmanya.

Selain itu Menurut Yusuf (2009:340) dalam ilmu informasi, komunikasi, dan

kepustakaan, yaitu:

“Perpustakaan mempunyai tugas menghimpun, mengolah, menyebarluaskan informasi untuk kepentingan masyarakat luas dan berfungsi edukatif, normatif, rekreatif, bahkan dapat digunakan untuk kepentingan penelitian. Disamping itu perpustakaan juga berfungsi deposit dan fungsinya sebagai lembaga pelestari informasi, pengetahuan, dan teknologi hasil budaya manusia.”

Lain halnya definisi tentang fungsi perpustakaan perguruan tinggi menurut

Mahmudin (2006:2), yaitu :

(33)

Dari pemaparan para ahli yang telah disebutkan diatas maka dapat

disimpulkan bahwa perpustakaan perguruan tinggi memiliki fungsi yang tidak lain

diantaranya sebagai fungsi edukasi, informasi,riset, rekreasi, publikasi, deposit, dan

interpretasi yang merupakan sebagai pendukung dari pada pelaksanaan Tri Dharma

Perguruan Tinggi.

2.3.4 Tugas Perpustakaan Perguruan Tinggi

Tugas perpustakaan perguruan tinggi yaitu merupakan suatu kewajiban yang

patut diemban dalam hal penyedia informasi pada instansi terkait. Setiap

perpustakaan telah memiliki tugas yang telah ditetapkan oleh lembaga yang

menaunginya.Tugas perpustakaan adalah menghimpun, menyediakan, mengolah,

memelihara dan mendayagunakan semua koleksi bahan pustaka, menyediakan sarana

pemanfaatannya, dan melayani masyarakat pengguna, yang membutuhkan informasi

dan bahan bacaan (Sutarno,2006:53)

Di dalam kegitan di perpustakaan, selain meninjau dari segi fungsi maupun

tujuan dari perpustakaan perguruan tinggi maka perlu juga diketahui tugas yang layak

di emban bagi setiap perpustakaan perguruan tinggi. Dengan keterkaitan dari pada

komponen-komponen tersebut, maka Sjahrial-Pamuntjak (2000: 5) memberikan

pernyataan tentang tugas perpustakaan perguruan tinggi yaitu melayani keperluan

para mahasiswa dari tingkat persiapan sampai kepada mahasiwa yang sedang

menghadapi ujian sarjana dan menyusun skripsi, para staf dalam persiapan bahan

perkuliahan serta para peneliti yang bergabung dalam perguruan tinggi yang

(34)

Selain itu dalam hal ini menurut Mahmudin (2006: 2) tugas dari perpustakaan

perguruan tinggi adalah sebagai berikut:

1. Sebagai pusat kegiatan belajar mengajar yang berfungsi

a. Membantu program pendidikan pada umumnya sesuai dengan tujuan lembaga di atasnya sesuai dengan misi dan visi lembaga tersebut. Mengembangkan kemampuan pengunjung menggunakan sumber informasi.

b. Membantu pengguna dalam menyediakan informasi dan memperkaya pengetahuan.

2. Membantu memperluas pengetahuannya tentang suatu bidang pelajaran. 3. Mengembangkan minat, kemampuan dan kebiasaan membaca yang

menuju kebiasaan belajar mandiri.

4. Membiasakan pengunjung untuk mencari informasi di perpustakaan, kemahiran dalam mencari dan menemukan informasi yang dibutuhkan. 5. Perpustakaan sebagai tempat belajar seumur hidup.

Tugas dari perpustakaan perguruan tinggi yaitu sebagai tempat atau lembaga

di dalam perguruan tinggi yang dapat menyediakan informasi tambahan dari pada

proses belajar mengajar. Selain itu perpustakaan perguruan tinggi mampu mengikuti

perkembangan yang tebaru demi tersedianya informasi sesuai dengan kebutuhan

pemustakanya.

Dari pemaparan para ahli di atas maka dapat dipakai sebagai gamabaran

bahwa tugas dari pada perpustakaan perguruan tinggi merupakan sebuah lembaga

yang bernaung di dalam perguruan tinggi dimana memberikan pelayanan, mampu

mengolah, memproses, menyediakan dan mendayagunakan koleksi bahan pustaka

yang ada dan sebagai penyedia informasi dalam hal penunjang kegiatan belajar

(35)

2.3.5 Manajemen Sumber Daya Manusia Perpustakaan Perguruan Tinggi Didalam pengelolaan perpustakaan, secara umum yang harus dimiliki oleh

perpustakaan perguruan tinggi yaitu tidak lain sumber daya manusia. Menjadi

perpustakaan perguruan tinggi, maka sudah pasti perpustakaan memiliki orang yang

mengerti seluk beluk kegitan pada perpustakaan, sehingga akan mempermudah dalam

pengelolaan perpustakaan dan dapat mempermudah pelayanan terhadap pemustaka.

Seperti yang di ungkapkan oleh Michael Armstrong dalam Cahayani (2005:103),

mengatakan bahwa pengembangan sumber daya manusia meliputi:

1. Penggunaan pendekatan pendidikan dan pelatihan yang sistematis dan terencana.

2. Penerapan kebijakan dari pengembangan yang berkesinambungan. 3. Penciptaan dan pemeliharaan organisasi pembelajaran.

4. Pemastian bahwa seluruh kegiatan pandidikan dan pelatihan terkait dengan kinerja.

5. Adanya perhatian khusus untuk pengembangan manajemen dan perencanaan karier.

Menurut Siagian (2001), pengembangan sumber daya manusia dilakukan

sesuai dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pengembangan tersebut mencakup dua bidang, yaitu:

(36)

2. Kuantitas (jumlah), sesuai dengan kebutuhan. Dilakukan dengan cara: a) Menambah jumlah pegawai, apabila terjadi perkembangan organisasi. b) Mengurangi jumlah pegawai, apabila terjadi perampingan struktur organisasi.

c) Mempertahankan yang ada, namun dilakukan efisiensi dan efektivitas agar terjadi penghematan waktu, tenaga, dan biaya serta sarana dan prasarana.

Dari uraian pendapat diatas maka dapat diketahui manajemen sumber daya

manusia pada perpustakaan perguruan tinggi memang harus dikembangkan dan

mendapatkan perhatian khusus. Hal ini bertujuan untuk pemilihan sumber daya

manusia tetap memperhatikan pendidikan, jumlah yang diinginkan serta melihat dari

Referensi

Dokumen terkait

bagaimana manajemen sumber daya manusia perpustakaan perguruan tinggi yaitu Universitas Slamet Riyadi beserta hambatan yang muncul dalam penerapan manajemen

“Manajemen adalah suatu proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan, perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta

Manajemen sumber daya manusia pada pabrik benang sutra Tomioka adalah pengawasan, penggerakan, pengorganisasian, pemeliharaan, pemberian kompensasi, pengadaan,

Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan pengembangan dari proses sistematis dalam fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan

Audit manajemen sumber daya manusia ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan fungsi SDM yang mana di PT PLN (Persero) APJ Situbondo penerapan fungsi SDM telah ada sejak

Manajemen kinerja merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian terhadap pencapaian kinerja dan dikomunikasikan secara terus

Dari penelitian diperoleh hasil bahwa keempat fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan termasuk dalam kriteria baik atau skor

1) Tidak adanya keterangan mengenai subjek pelaksana program kebijakan manajemen dapat menimbulkan kesulitan dalam pelaksanaan perencanaan SDM yang telah dibuat