PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING
AND LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPA MATERI
PROSES PEMBENTUKAN TANAH UNTUK
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
(Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan terhadap Siswa Kelas V
Semester II di SDN 1 Cibodas Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Tahun Ajaran 2013/2014)
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Oleh
Risma Fitria Andriani 1003547
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
JURUSAN PEDAGOGIK
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2014
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching and Learning dalam Pembelajaran IPA Materi Proses Pembentukan Tanah untuk Meningkatkan
Hasil Belajar Siswa
(Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan terhadap Siswa Kelas V
Semester II di SDN 1 Cibodas Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Tahun Ajaran 2013/2014)
Oleh
Risma Fitria Andriani
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Ilmu Pendidikan
© Risma Fitria Andriani 2014 Universitas Pendidikan Indonesia
Desember 2014
Hak Cipta dilindungi undang-undang.
Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhnya atau sebagian,
Risma Fitria Andriani, 2014
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran IPA Materi Proses Pembentukan Tanah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ABSTRAK
PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND
LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPA MATERI PROSES PEMBENTUKAN TANAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
SISWA
Oleh
Risma Fitria Andriani 1003547
Penelitian ini berkenaan dengan penerapan pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) pada pembelajaran IPA materi proses pembentukan tanah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 1 Cibodas Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini secara umum yaitu untuk mengetahui pelaksanaan dan hasil pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) materi Proses Pembentukan Tanah pada siswa kelas V-B SDN 1 Cibodas dengan menerapkan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Adapun secara khusus tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) Pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam tentang materi Proses Pembentukan Tanah pada siswa kelas V-B SDN 1 Cibodas dengan menerapkan pendekatan Contextual Teaching and Learning, dan (2) Peningkatan hasil belajar siswa kelas V-B SDN 1 Cibodas dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam tentang materi Proses Pembentukan Tanah dengan menerapkan pendekatan Contextual Teaching and Learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang diadaptasi dari model Kemmis dan Mc Taggart, dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes dan non tes yang terdiri dari observasi dan dokumentasi. Hasil belajar yang diperoleh siswa dalam penelitian pada siklus I sebesar 48% siswa mendapat nilai di atas KKM dan rata-rata nilai 65, siklus II sebesar 82% mendapat nilai di atas KKM dan rara-rata-rata nilai 82, siklus III sebesar 97% mendapat nilai di atas KKM dan rata-rata nilai 88. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA materi proses pembentukan tanah. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan kepada para guru untuk menerapkan pendekatan CTL pada pembelajaran IPA materi proses pembentukan tanah.
Risma Fitria Andriani, 2014
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran IPA Materi Proses Pembentukan Tanah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ABSTRACT
THE IMPLEMENTATION OF CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING APPROACH IN TEACHING NATURAL SCIENCE ABOUT SOIL FORMATION PROCESS MATERIAL TO IMPROVE STUDENTS’
LEARNING RESULT
Risma Fitria Andriani 1003547
This research regards the implementation of Contextual Teaching and Learning (CTL) Approach at study of Natural Sciences (IPA) process of soil formation materials to improve the fifth grade students’ learning results in Elementary School 1 Cibodas, Lembang District, West Bandung Regency. The purpose that should be achieved from this research in general is to know the implementation and results of Natural Science (IPA) process of soil formation material on VB grade students of SDN 1 Cibodas by applying Contextual Teaching and Learning (CTL) approach. The special purpose of this study is to describe: (1) Implementation of Contextual Teaching and Learning (CTL) approach in Natural Science learning process of soil formation material in V-B grade students of SDN
1 Cibodas, and (2) Improvement of V-B grade students’ learning result of SDN 1
Cibodas in Natural Sciences lesson about soil formation process material by applying Contextual Teaching and learning (CTL) approach. The method used in this research is Classroom Action Research (CAR), which was adapted from the model of Kemmis and Mc Taggart, conducted in three cycles. Each cycle consists of planning, implementation, observation, and reflection. Data collection technique in this research is using test and non-test that consists of observation
and documentation. Students’ learning result obtained in the research on the first
cycle by 48% of students score above minimum completeness criteria (MCC) and the average value is 65, the second cycle of 82% students score above average MCC and average value is 82, the third cycle of 97% students score above MCC and average value is 88. Based on these results it can be concluded that the implementation of Contextual Teaching and learning (CTL) approach can improve student learning results in Natural Sciences about soil formation process materials. Based on these findings, it is suggested to teachers to implement Contextual Teaching and Learning (CTL) approach in Natural Sciences process of soil formation materials.
Risma Fitria Andriani, 2014
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran IPA Materi Proses Pembentukan Tanah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR ISI
1. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam ... 9
2. Materi Proses Pembentukan Tanah di Kelas V ... 10
B. Pendekatan Contextual Teaching and Learning ... 15
1. Pengertian Pendekatan Contextual Teaching and Learning ... 15
2. Prinsip-prinsip Pendekatan Contextual Teaching and Learning .. 16
3. Langkah-langkah Pendekatan Contextual Teaching and Learning 17
Risma Fitria Andriani, 2014
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran IPA Materi Proses Pembentukan Tanah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Learning ... 18
E. Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian ... 26
1. Teknik Pengumpulan Data ... 26
1. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian Siklus I ... 31
a. Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I ... 31
b. Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I ... 33
c. Hasil Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran Siklus I ... 38
d. Refleksi Pembelajaran Siklus I ... 39
2. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian Siklus II ... 41
a. Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II ... 41
Risma Fitria Andriani, 2014
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran IPA Materi Proses Pembentukan Tanah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
c. Hasil Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran Siklus II ... 49
d. Refleksi Pembelajaran Siklus II ... 50
3. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian Siklus III ... 51
a. Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran Siklus III ... 51
b. Pelaksanaan Pembelajaran Siklus III ………... 54
c. Hasil Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran Siklus III ... 59
d. Refleksi Pembelajaran Siklus III ... 60
C. Pembahasan Hasil ... 60
1. Pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi Proses Pembentukan Tanah di kelas V-B dengan menerapkan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) …... 60
2. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi Proses Pembentukan Tanah dengan menerapkan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) ... 62
BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI ... 66
A. Simpulan …... 66
B. Rekomendasi ... 67
DAFTAR PUSTAKA …... ... 68
LAMPIRAN …... 70
Risma Fitria Andriani, 2014
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran IPA Materi Proses Pembentukan Tanah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu mata pelajaran yang
perlu dibelajarkan kepada siswa Sekolah Dasar (SD), karena IPA dapat membantu
siswa untuk menemukan rasa kepedulian terhadap lingkungan dan mencari tahu
tentang alam secara sistematis. Sehubungan dengan itu, mata pelajaran IPA perlu
mengutamakan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran, sehingga
pembelajaran yang terjadi adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa dan
guru berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran.
Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), (Depdiknas, 2006)
tujuan mata pelajaran IPA di Sekolah Dasar secara terperinci adalah :
1. Memperoleh keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan
keberadaan, keindahan, dan keteraturan alam ciptaan-Nya.
2. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang
bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif dan kesadaran tentang adanya
hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi, dan masyarakat.
4. Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar,
memecahkan masalah dan membuat keputusan.
5. Meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga
dan melestarikan lingkungan alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan, dan
6. Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA sebagai dasar
untuk melanjutkan pendidikan ke SMP atau MTS.
Tugas guru adalah bagaimana keseluruhan tujuan tersebut dapat tercapai dan
keterampilan-keterampilan yang dikehendaki dapat dimiliki oleh siswa. Oleh
2
Risma Fitria Andriani, 2014
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran IPA Materi Proses Pembentukan Tanah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
dalam mengolah atau mengembangkan pembelajaran, sehingga hasil belajar siswa
menjadi meningkat. Hal ini dapat dicapai dengan berbagai cara, bisa melalui
berbagai model pembelajaran, pendekatan pembelajaran, metode pembelajaran
ataupun dengan media pembelajaran.
Harapan guru untuk tercapainya keberhasilan dalam proses dan hasil
pembelajaran tidak sepenuhnya terjadi. Setelah sebelumnya penulis melaksanakan
kegiatan Program Latihan Profesi (PLP) dan melakukan observasi di Sekolah
Dasar Negeri 1 Cibodas, maka didapatkan beberapa masalah diantaranya:
sebagian besar siswa kurang aktif mengikuti pembelajaran, suasana kelas tidak
kondusif, banyak siswa yang ketika paham pada materi yang sedang dipelajari
dengan guru kemudian jika materi yang sama tersebut ditanyakan kembali dihari
yang berbeda hampir semua siswa telah lupa pada materi tersebut, dan banyak
siswa yang sulit memahami pembelajaran khususnya pada mata pelajaran IPA
materi Proses Pembentukan Tanah.
Ada beberapa faktor penyebab yang menjadikan masalah tersebut timbul,
diantaranya pada saat pembelajaran di kelas guru cenderung menggunakan
metode ceramah dalam pembelajaran, sehingga siswa menemukan informasinya
hanya tentang kata tanpa memahami dan mengerti makna yang terkandung di
dalamnya, hal semacam ini akan menimbulkan kesalahan persepsi siswa. Selain
itu, siswa lebih sering ditinggalkan untuk belajar sendiri di kelas, sementara
gurunya sendiri lebih sering tinggal di kantor sekolah, dan waktu pembelajaran di
kelas V-B ini beda dengan kelas-kelas lain yaitu pembelajaran dimulai pada jam
10 siang sampai jam 15:00 sore hari, sehingga sebagian besar siswa malas
mengikuti pembelajaran karena alasan lapar atau takut telat pergi mengaji. Selain
itu, dalam menyampaikan materi pembelajaran yang memerlukan media
khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), guru tidak
3
Risma Fitria Andriani, 2014
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran IPA Materi Proses Pembentukan Tanah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Akan tetapi, guru jarang memanfaatkan media-media tersebut. Walaupun sekolah
sudah cukup menyediakan media-media pembelajaran, tetapi untuk media pada
materi Proses Pembentukan Tanah belum disediakan oleh sekolah.
Akibat dari permasalahan-permasalahan tersebut maka hasil belajar siswa
pada mata pelajaran IPA kelas V-B di Sekolah Dasar Negeri 1 Cibodas masih
banyak yang di bawah dari nilai KKM yaitu 69, hasil ini dilihat dari hasil Ulangan
Tengah Semester (UTS), wawancara kepada guru kelas di kelas V dan hasil dari
tanya jawab serta latihan-latihan soal yang diberikan langsung kepada siswa.
Khususnya pada materi Proses Pembentukan Tanah, hampir sekitar 86% siswa
mengalami kesulitan dalam menjawab dan mengerjakan soal-soal yang diberikan
oleh guru. Hal ini dikarenakan siswa kurang paham dengan materi pelajarannya.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 1.1
Hasil Belajar Siswa Pada Pra Siklus
4
Risma Fitria Andriani, 2014
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran IPA Materi Proses Pembentukan Tanah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
5
Risma Fitria Andriani, 2014
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran IPA Materi Proses Pembentukan Tanah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Berdasarkan permasalahan di atas, maka penulis merasa perlu menangani
permasalahan tersebut. Salah satu solusinya adalah penggunaan model,
35. Wi 69 70 Lulus
Jumlah 1465
Rata-rata 41,8
6
Risma Fitria Andriani, 2014
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran IPA Materi Proses Pembentukan Tanah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
pendekatan, atau media pembelajaran yang tepat. Setelah sebelumnya penulis
mengkaji atau memilih berbagai macam model pembelajaran, pendekatan
pembelajaran, dan media pembelajaran, maka pendekatan pembelajaran lah yang
penulis pilih untuk menangani permasalahan tersebut. Penulis memilih
pendekatan yang mampu membuat seluruh siswa dapat mengaitkan antara materi
yang diajarkan oleh guru dengan pengalaman yang dimiliki oleh siswa. Salah satu
alternatif yang dapat dilakukan oleh seorang guru guna menjawab dari
permasalahan-permasalahan pembelajaran tersebut serta untuk lebih mengaktifkan
pembelajaran di kelas adalah dengan menerapkan pendekatan Contextual
Teaching and Learning (CTL).
Nurhadi (dalam Muslich, 2009, hlm. 41) mengemukakan bahwa:
Pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching and Learning merupakan konsep belajar yang dapat membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.
Penulis mengambil pendekatan kontekstual, karena dalam pembelajaran
adanya kenyataan bahwa sebagian besar siswa tidak mampu menghubungkan
antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pemanfaatannya dalam
kehidupan nyata. Hal semacam ini, dikarenakan pemahaman konsep akademik
yang mereka peroleh hanyalah merupakan sesuatu yang abstrak, belum
menyentuh kebutuhan praktis kehidupan mereka. Pembelajaran yang selama ini
mereka terima hanyalah penonjolan tingkat hafalan dari sekian pokok bahasan,
tetapi tidak diikuti dengan pemahaman atau pengertian yang mendalam, yang bisa
diterapkan ketika mereka berhadapan dengan situasi baru dalam kehidupannya.
Selain itu, pendekatan kontekstual terdiri dari banyak prinsip-prinsip yang
7
Risma Fitria Andriani, 2014
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran IPA Materi Proses Pembentukan Tanah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
pembelajaran. Kelebihan dari pendekatan kontekstual ini diantaranya
pembelajaran menjadi lebih bermakna dan riil, pembelajaran lebih produktif dan
mampu menumbuhkan penguatan konsep kepada siswa karena pembelajaran CTL
menganut aliran konstruktivisme, dimana seorang siswa dituntun untuk
merekonstruksikan atau membangun pengetahuan dan keterampilan baru lewat
fakta-fakta yang mereka alami dalam kehidupannya sendiri.
Berdasarkan pemikiran tersebut, penulis tertarik untuk melakukan Penelitian
Tindakan Kelas. Oleh karena itu, penulis mengajukan judul “PENERAPAN
PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DALAM
PEMBELAJARAN IPA MATERI PROSES PEMBENTUKAN TANAH
UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA”, sehingga hasil
belajar siswa dapat meningkat.
B. Rumusan Masalah
Secara umum, permasalahan utama dalam penelitian ini adalah ”bagaimana
pelaksanaan dan hasil pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) materi Proses
Pembentukan Tanah pada siswa kelas V-B SDN 1 Cibodas dengan menerapkan
Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)?”. Untuk menjawab
masalah itu, penulis jabarkan ke dalam beberapa pertanyaan penelitian sebagai
berikut:
1. Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam tentang
materi Proses Pembentukan Tanah pada siswa kelas V-B SDN 1 Cibodas
dengan menerapkan pendekatan Contextual Teaching and Learning?
2. Bagaimanakah peningkatan hasil belajar siswa kelas V-B SDN 1 Cibodas
8
Risma Fitria Andriani, 2014
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran IPA Materi Proses Pembentukan Tanah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Pembentukan Tanah dengan menerapkan pendekatan Contextual Teaching and
Learning?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan uraian rumusan masalah di atas, maka tujuan utama yang ingin
dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan ”pelaksanaan dan
hasil pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) materi Proses Pembentukan
Tanah pada siswa kelas V-B SDN 1 Cibodas dengan menerapkan Pendekatan
Contextual Teaching and Learning (CTL)”. Maka, tujuan khusus yang ingin
dicapai penulis melalui penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan:
1. Pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam tentang materi Proses
Pembentukan Tanah pada siswa kelas V-B SDN 1 Cibodas dengan menerapkan
pendekatan Contextual Teaching and Learning.
2. Peningkatan hasil belajar siswa kelas V-B SDN 1 Cibodas dalam pembelajaran
Ilmu Pengetahuan Alam tentang materi Proses Pembentukan Tanah dengan
menerapkan pendekatan Contextual Teaching and Learning.
D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Siswa
Siswa dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA) khususnya pada materi Proses Pembentukan Tanah
melalui penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning.
2. Bagi Guru
Memberikan masukan kepada guru dalam mengembangkan pembelajaran
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) khususnya pada materi Proses Pembentukan Tanah
melalui penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning.
9
Risma Fitria Andriani, 2014
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran IPA Materi Proses Pembentukan Tanah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Meningkatkan kualitas pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 1 Cibodas
khususnya pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) materi Proses
Pembentukan Tanah di kelas V.
4. Bagi Peneliti
Memperoleh ilmu dan pengalaman baru dalam keterampilan belajar mengajar
di sekolah, khususnya pada pembelajaran melalui penerapan pendekatan
Contextual Teaching and Learning.
E. Definisi Operasional
1. Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)
Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) yang dimaksud dalam
penelitian ini adalah pendekatan yang bertujuan menolong para siswa melihat
makna di dalam materi akademik yang mereka pelajari dengan cara
menghubungkan subjek-subjek akademik dengan konteks dalam kehidupan
keseharian mereka. Adapun, prinsip-prinsip pendekatan CTL dalam penelitian ini
terdiri dari prinsip konstruktivisme, inquiry (menemukan), bertanya, masyarakat
belajar (pembentukan kelompok), pemodelan, refleksi, dan penilaian.
2. Hasil Belajar
Dimana hasil belajar dalam penelitian ini hanya mencakup ranah kognitif
pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan instrumen yang dipakai
dalam penelitian ini yaitu tes dan post tes.
F. Hipotesis Tindakan
Penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam
10
Risma Fitria Andriani, 2014
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran IPA Materi Proses Pembentukan Tanah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Tanah, dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V-B Sekolah Dasar Negeri 1
Risma Fitria Andriani, 2014
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran IPA Materi Proses Pembentukan Tanah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB III
METODE PENELITIAN
A. Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian
Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Pengertian Penelitian Tindakan
Kelas (PTK) menurut Kemmis (dalam Wiriaatmadja, 2008, hlm. 12) adalah
sebagai berikut:
Sebuah bentuk inquiri reflektif yang dilakukan secara kemitraan mengenai situasi sosial tertentu (termasuk pendidikan) untuk meningkatkan rasionalitas dan keadilan dari a) kegiatan praktek sosial atau pendidikan mereka, b) pemahaman mereka mengenai kegiatan-kegiatan praktek pendidikan ini, dan c) situasi yang memungkinkan terlaksananya kegiatan praktek ini.
Wiriaatmadja (2008, hlm. 13) mengemukakan bahwa Penelitian Tindakan
Kelas (PTK) adalah:
Sekelompok guru dapat mengorganisasikan kondisi praktik pembelajaran mereka, dan belajar dari pengalaman mereka sendiri. Mereka dapat mencobakan suatu gagasan perbaikan dalam praktik pembelajaran mereka, dan melihat pengaruh nyata dari upaya itu.
Sedangkan menurut Taniredja dkk. (2012, hlm. 16), Penelitian Tindakan
Kelas (PTK) adalah:
Penelitian yang mengangkat masalah-masalah yang aktual yang dilakukan oleh para guru yang merupakan pencermatan kegiatan belajar yang berupa tindakan untuk memperbaiki dan meningkatkan praktik pembelajaran di kelas secara lebih professional.
Dengan demikian, penulis dapat menyimpulkan bahwa PTK adalah suatu
22
Risma Fitria Andriani, 2014
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran IPA Materi Proses Pembentukan Tanah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
refleksi diri yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri dengan tujuan
untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru agar kualitas pembelajaran siswa
menjadi meningkat.
Ada berbagai macam desain model untuk PTK, yaitu model Kurt Lewin,
model Kemmis dan Mc Taggart, dan model Elliot. Pada penelitian ini, peneliti
menerapkan desain model PTK dari Kemmis dan Mc Taggart, karena desain PTK
model ini dianggap lebih mudah dalam prosedur tahapannya.
Berikut ini adalah bagan dari kegiatan PTK yang diadaptasi dari Kemmis dan
Mc Taggart (dalam Wahyuni, 2011):
Bagan 3.1
Model PTK Menurut Kemmis dan Mc Taggart (dalam Wahyuni, 2011) Perencanaan
Pelaksanaan
observasi dan evaluasi Refleksi II
Refleksi III
Kesimpulan
Pelaksanaan
observasi dan evaluasi Perencanaan observasi dan evaluasi
Refleksi I Pelaksanaan
Perencanaan
23
Risma Fitria Andriani, 2014
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran IPA Materi Proses Pembentukan Tanah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Tahapan-tahapan yang terdapat pada PTK model Kemmis dan Mc Taggart
diantaranya: perencanaan, pelaksanaan (tindakan), observasi, dan refleksi.
1. Perencanaan (planning)
Tahapan perencanaan ini berisi penjelasan tentang apa, mengapa, kapan,
dimana, oleh siapa dan bagaimana tindakan yang akan dilakukan peneliti yang
dituangkan dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
2. Pelaksanaan (acting)
Pelaksanaan merupakan kegiatan dalam menjalankan penelitian. Ada pun
kegiatan yang dijalankan peneliti tersebut merupakan pengaplikasian dari RPP
yang telah dibuat sebelumnya.
3. Observasi (observing)
Observasi berlangsung bersamaan dengan kegiatan pelaksanaan, yang
melakukan observasi ini adalah pengamat yang dipercaya dapat mengamati
peniliti selama proses penelitian berlangsung. Dalam mengobservasi ini pengamat
mengumpulkan data-data yang dilakukan baik oleh siswa maupun oleh peneliti itu
sendiri pada saat penelitian berlangsung.
4. Refleksi (reflecting)
Refleksi merupakan tahapan untuk mengetahui kelemahan yang terjadi dari
proses pelaksanaan. Setelah mengetahui kelemahan-kelemahannya maka peneliti
dapat melakukan perbaikan untuk siklus selanjutnya.
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 1 Cibodas, yang
beralamatkan di Jalan Maribaya Timur No. 100, Desa Cibodas, Kecamatan
24
Risma Fitria Andriani, 2014
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran IPA Materi Proses Pembentukan Tanah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
melakukan penelitian ini adalah 3 bulan terhitung dari bulan April sampai Juni
2014.
C. Subjek Penelitian
Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas V Sekolah Dasar
Negeri 1 Cibodas. Siswa kelas V di Sekolah Dasar Negeri 1 Cibodas dibagi
menjadi dua kelas yaitu kelas V-A dan V-B, peneliti mengambil kelas V-B untuk
dijadikan subjek penelitian dengan jumlah siswa 35 orang, yang terdiri dari 18
laki-laki dan 17 perempuan.
D. Prosedur Penelitian
Sebelum melakukan tindakan penelitian, terlebih dahulu peneliti melakukan
tahap persiapan penelitian dengan melakukan kegiatan pendahuluan, setelah itu
peneliti melakukan tahap tindakan penelitian.
1. Tahap Pendahuluan
Pada tahap pendahuluan ini peneliti melakukan beberapa kegiatan,
diantaranya:
a. Permintaan izin dari Kepala Sekolah SD Negeri 1 Cibodas.
b. Melakukan observasi dan wawancara kepada guru kelas V-B, kegiatan ini
dilakukan untuk mendapatkan gambaran awal tentang keadaan kegiatan
pembelajaran IPA pada siswa kelas V-B.
c. Menentukan metode atau pendekatan yang relevan dengan karakteristik
siswa, bahan ajar dan proses belajar mengajar yang sedang berlangsung pada
pembelajaran IPA.
d. Menentukan rencana pembelajaran (RPP) pada pembelajaran IPA dengan
25
Risma Fitria Andriani, 2014
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran IPA Materi Proses Pembentukan Tanah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 2. Tahap Tindakan
Tahap tindakan ini terdiri dari tiga siklus, setiap siklus terdiri dari satu
tindakan. Tahapan tindakan-tindakan tersebut akan diuraikan sebagai berikut:
Siklus I
1) Perencanaan
Setelah diperoleh gambaran keadaan kelas, maka dilakukan perencanaan
tindakan kelas, yaitu menyusun silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP) yang mengacu pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun
2006, pembuatan instrumen, pembuatan media pembelajaran, dan pembuatan
lembar observasi guru dan siswa.
2) Pelaksanaan
Pelaksanaan merupakan implementasi di kelas terhadap penggunaan
pendekatan CTL berupa penyampaian materi pelajaran, diskusi kelompok
(masyarakat belajar), latihan soal dan tes individu yang dilakukan berdasarkan
dengan rencana yang telah dibuat sebelumnya.
3) Pengamatan
Pengamatan dilakukan untuk melihat aktivitas siswa dan guru ketika
melaksanakan kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Pengamatan ini dilakukan
oleh observer yang ditunjuk untuk melakukan pengamatan oleh peneliti.
4) Refleksi
Pada kegiatan ini peneliti merenungkan kekurangan dan mempertahankan
kelebihan yang terdapat pada siklus I. Kekurangan yang terdapat pada
pelaksanaan pembelajaran pada siklus I diperbaiki untuk dilaksanakan pada siklus
II.
26
Risma Fitria Andriani, 2014
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran IPA Materi Proses Pembentukan Tanah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Seperti halnya pada siklus I, siklus II ini juga terdiri dari empat tahapan yaitu
perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.
1) Perencanaan
Perencanaan pembelajaran pada siklus II ini dibuat berdasarkan hasil refleksi
pada siklus I. Sama halnya dengan siklus I, pada siklus II perencanaan yang
dilakukan yaitu menyusun silabus dan RPP yang mengacu pada KTSP tahun
2006, pembuatan instrumen, pembuatan media pembelajaran, dan pembuatan
lembar observasi guru dan siswa.
2) Pelaksanaan
Peneliti/ guru melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan CTL sesuai
dengan perencanaan yang telah dibuat, berupa penyampaian materi pelajaran,
diskusi kelompok (masyarakat belajar), latihan soal dan tes individu.
3) Pengamatan
Peneliti melakukan pengamatan terhadap aktivitas pembelajaran CTL.
4) Refleksi
Peneliti melakukan refleksi terhadap pelaksanaan siklus II. Kekurangan pada
pelaksanaan pembelajaran siklus II diperbaiki untuk dilaksanakan pada siklus III.
Siklus III
Siklus tiga merupakan tahapan ketiga hasil dari refleksi pada siklus kedua.
1) Perencanaan
Peneliti membuat perencanaan pembelajaran pada siklus III berdasarkan hasil
refleksi pada siklus II, yaitu menyusun silabus dan RPP yang mengacu pada
KTSP tahun 2006, pembuatan media pembelajaran, dan pembuatan lembar
observasi guru dan siswa.
27
Risma Fitria Andriani, 2014
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran IPA Materi Proses Pembentukan Tanah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Peneliti/ guru melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan CTL sesuai
dengan perencanaan yang telah dibuat.
3) Pengamatan
Peneliti melakukan pengamatan terhadap aktivitas pembelajaran CTL.
4) Refleksi
Setelah melakukan PTK dengan tiga siklus maka peneliti membuat refleksi
berupa kesimpulan atas pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan
pendekatan CTL dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA
materi Proses Pembentukan Tanah.
E. Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian
1. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah cara yang ditempuh untuk memperoleh data
yang diperlukan dalam penelitian. Dengan adanya data, seorang peneliti dapat
memperoleh informasi berkaitan dengan pembelajaran yang telah dilaksanakan
yang selanjutnya dijadikan bahan untuk melakukan refleksi, perencanaan,
tindakan dan observasi secara berkesinambungan. Teknik yang digunakan untuk
memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini ada dua hal yaitu tes dan
nontes.
a. Tes
Tes adalah alat yang digunakan untuk dapat memperoleh data dalam
penelitian. Tes yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dalam bentuk essay.
Setelah selesai pembelajaran, maka siswa diberikan tes yang bertujuan untuk
melihat sejauhmana hasil belajar yang diperoleh siswa yang berkaitan dengan
ranah kognitif dan sejauhmana keberhasilan guru dalam menyampaikan materi.
28
Risma Fitria Andriani, 2014
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran IPA Materi Proses Pembentukan Tanah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Teknik nontes berkaitan dengan prosedur pengumpulan data untuk
memahami pribadi siswa pada umumnya yang bersifat kualitatif. Teknik nontes
dalam penelitian ini yaitu:
1) Observasi
Observasi merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan pada saat
penelitian berlangsung. Observasi ini bertujuan untuk melihat sikap dan tingkah
laku siswa pada saat belajar, tingkah laku guru (peneliti) pada saat mengajar,
kegiatan diskusi siswa, dan penggunaan alat peraga pada waktu mengajar.
2) Dokumentasi (kamera foto)
Dokumentasi bertujuan untuk melihat sebuah gambaran atau bukti konkrit
yang terjadi dari pelaksanaan penelitian. Foto-foto yang diambil dari setiap
tindakan yaitu pada saat dilakukan observasi kegiatan guru dan siswa. Foto-foto
tersebut dilampirkan sebagai salah satu data penunjang, sehingga dapat
memberikan gambaran penelitian kepada pembaca.
2. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data
pada saat penelitian, instrumen penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah:
a. LKS
LKS digunakan untuk mengamati kemampuan siswa dalam bekerjasama
(masyarakat belajar) dalam melakukan eksperimen terhadap jenis-jenis batuan,
pelapukan fisika dan pelapukan biologi. Dengan adanya LKS, siswa dapat
mengikuti langkah-langkah yang terdapat pada LKS, kemudian siswa secara
berkelompok menggunakan alat untuk melakukan eksperimen sesuai dengan
langkah-langkah dalam LKS.
29
Risma Fitria Andriani, 2014
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran IPA Materi Proses Pembentukan Tanah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Lembar tes merupakan alat bantu yang diberikan kepada siswa, berisi butir
soal yang berkaitan dengan materi pembelajaran yang telah dilaksanakan. Tes
dilaksanakan untuk mengetahui hasil belajar siswa terhadap materi yang telah
mereka pelajari.
c. Lembar Observasi
Lembar observasi merupakan alat bantu peneliti dalam melakukan
pengamatan terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas.
Dalam penelitian ini terdapat dua lembar observasi, yaitu lembar observasi siswa
selama proses pembelajaran dan lembar observasi untuk peneliti itu sendiri.
Lembar observasi juga akan menilai ranah afektif dan psikomotor siswa.
F. Analisis Pengolahan Data
Setelah data diperoleh langkah selanjutnya yaitu pengolahan terhadap data
kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif yaitu berupa lembar observasi,
sedangkan data kuantitatif berupa hasil tes yang dilakukan pada setiap akhir
siklus.
Penelitian ini dikatakan berhasil jika hasil belajar seluruh siswa dari post tes
atau evaluasi 80% lulus atau memiliki nilai di atas KKM dari seluruh siswa yang
berjumlah 35 siswa. Peneliti membatasi sebesar 80% dikarenakan KKM yang
ditentukan untuk kelas V di Sekolah Dasar Negeri 1 Cibodas ini sangat tinggi
yaitu 69. Berikut ini adalah analisis data terhadap hasil penelitian.
1. Analisis Data Kualitatif
Data kualitatif didapatkan dari hasil observasi. Pada lembar observasi ini ada
dua kolom pilihan yang salah satu kolomnya harus diberi tanda ceklis ( ), untuk
setiap satu tanda ceklis ( ) bernilai satu. Kolom ya jika semua yang sudah
30
Risma Fitria Andriani, 2014
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran IPA Materi Proses Pembentukan Tanah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 2. Analisis Data Kuantitatif
Data kuantitatif diperoleh dari hasil tes yang berupa jawaban siswa terhadap
soal-soal yang diberikan guru. Langkah-langkah dalam menganalisis data
kuantitatif yaitu sebagai berikut:
a. Penskoran terhadap jawaban siswa
b. Mencari rata-rata nilai yang diperoleh siswa melalui rumus yang diadaptasi
dari Sudjana (2012, hlm. 109). Untuk menghitung rata-rata nilai yang
diperoleh siswa dapat menggunakan rumus:
Keterangan :
R = nilai rata-rata siswa
∑ X = jumlah seluruh nilai siswa
∑ N = jumlah seluruh siswa
c. Menghitung persentase ketuntasan belajar siswa yang lulus di kelas V dengan
rumus:
Keterangan :
P = persentase siswa yang lulus
ΣP = jumlah siswa yang lulus
ΣN = jumlah seluruh siswa
P =
x 100%
Risma Fitria Andriani, 2014
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran IPA Materi Proses Pembentukan Tanah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB V
SIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Simpulan
Setelah peneliti melakukan penelitian sebanyak tiga kali melalui siklus I,
siklus II, dan siklus III dengan menerapkan pendekatan Contextual Teaching and
Learning (CTL) pada pembelajaran IPA materi Proses Pembentukan Tanah di
kelas V SDN 1 Cibodas untuk meningkatkan hasil belajar siswa, maka dapat
diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan CTL dapat
meningkatkan aktivitas belajar siswa. Dalam pelaksanaan pembelajaran ini,
guru berperan sebagai fasilitator bagi siswa. Langkah-langkah dalam
pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan pada setiap siklus sudah mengacu
pada tujuh prinsip/ komponen yang terdapat dalam pendekatan CTL. Pada
komponen konstruktivisme siswa dapat mengembangkan pemikiran untuk
menemukan sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya, komponen
bertanya sudah banyak siswa yang bertanya, komponen inquiry siswa
mengamati dan menganalisis topik yang dihadapi sehingga ia berhasil
menemukan sesuatu, komponen masyarakat belajar siswa bekerja kelompok,
dalam pemodelan guru menunjukkan batu-batuan, dalam refleksi siswa dan
guru bertanya jawab, dan dalam penilaian autentik siswa diberikan evaluasi.
2. Penerapan pendekatan CTL dalam pembelajaran IPA materi proses
pembentukan tanah ternyata dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada
67
Risma Fitria Andriani, 2014
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran IPA Materi Proses Pembentukan Tanah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
siklus I sebesar 48%, siklus II sebesar 82%, dan pada siklus III persentase
kelulusan siswa sebesar 97%. Selain dari peningkatan persentase kelulusan
peningkatan juga terlihat dari nilai rata-rata siswa pada mata pelajaran IPA
materi proses pembentukan tanah, diantaranya pada pra siklus rata-rata nilai
siswa sebesar 41, pada siklus II sebesar 65, pada siklus II sebesar 82, dan
pada siklus III rara-rata nilai siswa sebesar 88.
B. Rekomendasi
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas tentang pembelajaran Ilmu
Pengetahuan Alam materi proses pembentukan tanah dengan menggunakan
pendekatan contextual teaching and learning, peneliti merekomendasikan kepada
beberapa pihak yang mungkin akan bermanfaat untuk keberhasilan proses
pembelajaran yang akan dilaksanakan selanjutnya, diantaranya sebagai berikut:
1. Bagi siswa
Peneliti merekomendasikan kepada siswa agar dalam diskusi kelompok
semua siswa harus bekerjasama agar siswa dapat memahami sendiri materi yang
sedang dibahas. Selain itu, siswa harus lebih berani untuk bertanya mengenai
hal-hal yang belum dimengerti dan harus berani mengemukakan pendapat
masing-masing kepada guru dan teman-teman.
2. Bagi Guru
Peneliti merekomendasikan kepada guru kelas untuk menerapkan pendekatan
CTL pada pembelajaran IPA khususnya materi proses pembentukan tanah, atau
guru dapat mencoba pembelajaran atau materi pokok yang lainnya dengan
menerapkan pendekatan CTL, akan tetapi guru harus lebih pandai dalam
pemilihan materi pelajarannya karena tidak semua materi pelajaran dapat
dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan CTL.
68
Risma Fitria Andriani, 2014
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran IPA Materi Proses Pembentukan Tanah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Peneliti merekomendasikan kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan
penelitian lebih lanjut tentang pendekatan CTL dalam pembelajaran IPA dengan
materi pokok lain selain materi pokok proses pembentukan tanah untuk
68
Risma Fitria Andriani, 2014
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran IPA Materi Proses Pembentukan Tanah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Daftar Pustaka
Apriani, R. N. (2012). Penerapan Model Contextual Teaching and Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pelajaran IPA Materi Proses Pembentukan Tanah Karena Pelapukan. (Skripsi). FIP, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Azmiyawati, C., Omegawati, W. H., & Kusumawati, R. (2008). IPA Salingtemas 5. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Deka, W. (2012). Penerapan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Pada Pembelajaran Matematika Materi Bangun Ruang Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. (Skripsi). FIP, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Departemen Pendidikan Nasional. (2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mata Pelajaran IPA. Jakarta : Puskur.
Fadila, S. (2008). “Pengertian dan Pengembangan IPA di Indonesia”. Makalah
pada tugas individu praktikum pendidikan IPA FMIPA UNY, Yogyakarta.
Johnson, B E. (2007). CTL Contextual Teaching and Learning. Bandung: Mijan Learning Center.
Muslich, M. (2009). Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual. Jakarta: Bumi Aksara.
Rusman. (2011). Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
Sanjaya,W. (2006). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta : Kencana.
Sudjana, N. (2011). Penelitian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
69
Risma Fitria Andriani, 2014
Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran IPA Materi Proses Pembentukan Tanah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Taniredja, T., Pujiati, I., & Nyata. (2012). Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Alfabeta.
Wahyuni, N. S. (2011). Penerapan Model Cooperative Learning Tipe NHT (Numbered Head Together) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Materi Gaya. (Skripsi). FIP, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.