No. Daftar FPIPS : 1467/UN.40.2.6.1/PL/2013
Yedi Wiguna, 2013
Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
STUDI KOMPARASI SISTEM PENDIDIKAN ISLAM DAN SISTEM PENDIDIKAN KRISTEN
(Penelitian di SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK PENABUR)
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam
Oleh Yedi Wiguna
0900838
PROGRAM STUDI ILMU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG
Yedi Wiguna, 2013
Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
STUDI KOMPARASI SISTEM PENDIDIKAN ISLAM
DAN SISTEM PENDIDIKAN KRISTEN
(Penelitian di SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK PENABUR)
Oleh
Yedi Wiguna
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
© Yedi Wiguna 2013
Universitas Pendidikan Indonesia
Februari 2013
Hak Cipta dilindungi undang-undang.
Yedi Wiguna, 2013
Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI
YEDI WIGUNA 0900838
STUDI KOMPARASI SISTEM PENDIDIKAN ISLAM DAN SISTEM PENDIDIKAN KRISTEN
(Penelitian di SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK PENABUR) DISETUJUI DAN DISAHKAN OLEH
PEMBIMBING :
Pembimbing I
Dr. Munawar Rahmat, M. Pd. NIP. 19580128 198612 1 001
Pembimbing II
Drs. Udin Supriadi, M. Pd. NIP. 19590617 198601 1 001
Mengetahui,
Ketua Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Universitas Pendidikan Indonesia
Yedi Wiguna, 2013
Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu ABSTRAK
Skripsi ini berjudul “Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen” penelitian ini mengambil sampel SMA Darul Hikam sebagai
Sekolah Islām dan SMAK 1 BPK PENABUR sebagai Sekolah Kristen. Hal ini
dilatar belakangi berdasarkan hasil wawancara dengan mantan Sekertaris Jendral
Sekolah Islām Unggulan pada tahun 1996-1998 Dr. Munawar Rahmat, M. Pd. (06-02-2013), menyebutkan bahwa pada tahun 1970-an sekolah kristen sangat muncul bahkan menjadi unggulan, hal ini disebabkan karena penjajah Indonesia, khususnya belanda meninggalkan pendidikan dan diteruskan oleh kristen. Apabila melihat keadaan saat ini rusaknya akhlak, dekadensi moral, hancurnya tatanan peradaban, hilangnya perasaan damai, timbulnya kecurigaan dan ketidak percayaan yang berlebihan, penindasan yang kuat kepada yang lemah, meluasnya pembunuhan karakter, berantakan tata nilai kehidupan, korupsi yang merajalela, hilangnya rasa hormat kepada sesama, terjerumus pada lubang kehinaan, lalainya ketaatan beribadah hal ini diindikasikan akibat rusaknya sistem pendidikan (Sauri, 2013: 1). Untuk memperbaiki sistem itu tidak ada salahnya apabila melihat dari sistem pendidikan yang sudah maju. Inilah yang dinamakan studi komparatif menurut Adiwikarta. Terlebih sekolah kristen jauh lebih lama berdiri dibanding
sekolah Islām. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan sistem pendidikan (Raw input, instrumental input, enviromental input, proses pembelajaran dan output) antara kedua lembaga pendidikan Islām dan kristen
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan komparatif studi dan pendekatan kualitatif serta ditunjang oleh studi kepustakaan. Teknik sampling yang digunakan menggunakan purposive sampling serta analisis data dengan mereduksi data, display data dan baru disimpulkan.
Pada pengolahan data dari setiap subsistem yang diteliti memiliki perbedaan-perbedaan yang tidak terlalu jauh. Ini dapat dilihat dengan adanya keunikan-keunikan tertentu dalam aspek sistem yang diteliti. Pada aspek raw input SMA Darul Hikam menggunakan aspek agama dalam penyeleksiannya sedangkan SMAK 1 BPK PENABUR tidak menggunakan itu. Pada aspek instrumen tidak adanya perbedaan yang menonjol, pada aspek enviromental input justru SMAK 1 BPK PENABUR lebih kuat dalam kultur agamanya dibandingkan SMA Darul Hikam yang melakukan seleksi keagamaan. Proses pembelajaran kedua sekolah memiliki interpretasi yang kuat, yaitu 83.6% artinya tidak memiliki perbedaan, sedangkan pada aspek output SMAK 1 BPK PENABUR lebih banyak menyiapkan kompetensi lulusan dengan berbagai macam keahlian.
Yedi Wiguna, 2013
Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
ABSTRACT
This title is "Comparative Study of Islamic Education System and Christian Education System" taking Darul Hikam Senior High School (SMA Darul Hikam) as an Islamic School and Christian Senior High School (SMAK 1 BPK PENABUR) as a Christian School for the samples. The background is caused by based on interviews with General Secretary of the Islamic Educational Featured in 1996-1998 Dr. Munawar Rahmat, M. Pd., Said that in 1970 the school's Christian really appear even be seeded, this is because the Indonesian occupiers, particularly the Dutch left and passed by a Christian education. If the damage to see the current morals, moral decadence, destruction of the order of civilization, the loss of senses of peace, suspicion and distrust are excessive, the strong suppression of the weak, the widespread character assassination, messy life values, rampant corruption, the loss of respect to others, fall in the hole humiliation, damaging godly obedience indicated it caused the failed to of education system (Sauri, 2013: 1). To improve the system it would be better if we see of the education system that has been developed. This is called comparative study by Adiwikarta. Moreover, the Christian school far longer standing than the Islamic school. The purpose of this study conducted to determine the differences in the education system (Raw input, instrumental input, enviromental input, learning process and output) between the Islamic and Christian educational institutions study. In the raw input’s aspect SMA Darul hikam is using religion aspect in the selection while SMAK 1 BPK PENABUR is not using it. In the aspect of the different instruments are not prominent, just in the enviromental input aspects SMAK 1 BPK PENABUR stronger in their religious culture than SMA Darul Hikam although conducting religious selection. The learning process both schools have strong interpretation, that is 83.6% which means have no differences, whereas the output aspect SMAK 1 BPK PENABUR more competencies to prepare graduates with a wide range of expertise.
Yedi Wiguna, 2013
Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
DAFTAR ISI
ABSTRAK ... Error! Bookmark not defined.
KATA PENGANTAR ... Error! Bookmark not defined.
UCAPAN TERIMA KASIH ... Error! Bookmark not defined.
DAFTAR ISI ... 1
DAFTAR GAMBAR ... Error! Bookmark not defined.
DAFTAR TABEL ... Error! Bookmark not defined.
DAFTAR LAMPIRAN………...………ix
PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN ... Error! Bookmark not defined.
BAB I ... Error! Bookmark not defined.
PENDAHULUAN ... Error! Bookmark not defined.
A. Latar Belakang Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
B. Identifikasi dan Perumusan Masalah ... Error! Bookmark not defined.
C. Tujuan Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
D. Manfaat/Signifikansi Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
E. Struktur Organisasi Skripsi ... Error! Bookmark not defined.
BAB II ... Error! Bookmark not defined.
SISTEM PENDIDIKAN ISL M DAN PENDIDIKAN KRISTENError! Bookmark not defined.
A. Sistem Pendidikan ... Error! Bookmark not defined.
B. Sistem Pendidikan Isl m ... Error! Bookmark not defined.
C. Sistem Pendidikan Kristen ... Error! Bookmark not defined.
D. Penelitian Terdahulu yang Relevan ... Error! Bookmark not defined.
BAB III ... Error! Bookmark not defined.
METODE PENELITIAN ... Error! Bookmark not defined.
A. Pendekatan Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
B. Pengembangan Instrumen Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
C. Prosedur Pengumpulan dan Analisis Data ... Error! Bookmark not defined.
BAB IV ... Error! Bookmark not defined.
Yedi Wiguna, 2013
Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
A. Profil SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK PENABUR ... Error! Bookmark not defined.
1. SMA Darul Hikam ... Error! Bookmark not defined.
2. SMAK 1 BPK PENABUR ... Error! Bookmark not defined.
B. Pemaparan Data Hasil Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
1. Kondisi Raw Input SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK PENABUR .... Error! Bookmark not defined.
2. Kondisi Instrumental Input SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK PENABUR
Error! Bookmark not defined.
3. Kondisi Enviromental Input di SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK
PENABUR ... Error! Bookmark not defined.
4. Proses Pembelajaran di Kelas SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK
PENABUR ... Error! Bookmark not defined.
5. Kondisi Output di SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK PENABUR... Error! Bookmark not defined.
C. Pembahasan Data ... Error! Bookmark not defined.
1. Kondisi Raw Input SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK PENABUR .... Error! Bookmark not defined.
2. Kondisi Instrumental Input di SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK
PENABUR ... Error! Bookmark not defined.
3. Kondisi Enviromental Input di SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK
PENABUR ... Error! Bookmark not defined.
4. Proses Pembelajaran di SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK PENABUR.
Error! Bookmark not defined.
5. Kondisi Output di SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK PENABUR... Error! Bookmark not defined.
BAB V ... Error! Bookmark not defined.6
KESIMPULAN DAN SARAN ... Error! Bookmark not defined.6
A. Kesimpulan ... Error! Bookmark not defined.6
B. Saran ... Error! Bookmark not defined.7
Yedi Wiguna, 2013
Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu BAB I
PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian
Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia untuk
pembangunan. Langkah pembangunan selalu diupayakan seirama dengan
tuntutan zaman dan perkembangan zaman selalu memunculkan
tantangan-tantangan baru, yang terkadang tidak bisa diramalkan sebelumnya.
Namun dalam rusaknya akhlak, dekadensi moral, hancurnya tatanan
peradaban, hilangnya perasaan damai, timbulnya kecurigaan dan ketidak
percayaan yang berlebihan, penindasan yang kuat kepada yang lemah,
meluasnya pembunuhan karakter, berantakan tata nilai kehidupan, korupsi
yang merajalela, hilangnya rasa hormat kepada sesama, terjerumus pada
lubang kehinaan, lalainya ketaatan beribadah hal ini diindikasikan akibat
rusaknya sistem pendidikan (Sauri, 2013: 1). Selain itu mengutip tulisan
Adiwikarta (Natawidjaja, et al., 2008: 393-394) sistem pendidikan nasional
sedang mengalami ujian dan menghadapi permasalahan serius dalam hampir
setiap seginya. Ia hampir-hampir kewalahan menjawab permasalahan internal
pendidikan, seperti kekurangan sarana dan prasarana, jumlah dan mutu serta
kinerja tenaga pendidik, manajemen, pendanaan, kurikulum, mutu
pelaksanaan, dan hasilnya, ia juga dihadapkan kepada tantangan berat dari
segi-segi kehidupan lain yang berkaitan dengan pendidikan, seperti masalah
lapangan kerja, mutu angkatan kerja, kemerosotan akhlak, konflik-konflik
sosial, pengelolaan SDA dan lingkungan serta dengan adanya kejahatan kerah
putih. Kemudian pada level internasional, sistem pendidikan Indonesia
posisinya terdesak dan tersisihkan oleh sistem pendidikan negara lain, baik
yang sedang berkembang apalagi oleh negara maju yang telah meninggalkan
lebih dulu dan lebih jauh. Jarak ketertinggalan itu makin lama makin lebar
karena yang memiliki sistem penddidikan lebih baik, bisa maju lebih cepat.
Sesungguhnya bangsa Indonesia tidak pernah diam, bahkan sebaliknya
2
Yedi Wiguna, 2013
Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
pendidikan dan terus menerus melakukan upaya untuk memperbaikinya dari
mulai Undang-Undang No. 20 th. 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
UU pendukungnya yaitu Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru
dan Dosen telah berhasil disusun, Peraturan-Peraturan Pemerintah dan
Keputusan-Keputusan Menteri berkaitan dengan perundang-undangan itu
telah diperbaiki dan sedang diperluas, anggaran dan sarana prasarana
pendukung lainya telah diperbaiki dan sedang dikembangkan lebih jauh.
Namun hasilnya masih jauh dari memuaskan. Sistem pendidikan indonesia
masih problematis.
Berdasarkan hasil wawancara dengan mantan Sekertaris Jendral Sekolah
Islām Unggulan pada tahun 1996-1998 Dr. Munawar Rahmat, M. Pd. (06-02-2013) pada pukul 16.00, menyebutkan bahwa pada tahun 1970-an sekolah
kristen sangat muncul bahkan menjadi unggulan, hal ini disebabkan karena
pada zaman penjajah meninggalkan Indonesia, khususnya belanda
meninggalkan pendidikan dan diteruskan oleh kristen. Dan hanya orang
menengah keataslah yang bisa sekolah di sekolah kristen. Sedangkan pada saat
itu sekolah Islām sangat mengkhawatirkan, sekolah Islām sendiri mulai
diadakan pada tahun 1990-an bahkan beliau menambahkan bahwa sampai saat
inipun sekolah Islām masih dalam tahap belajar. Sekolah Islām muncul dalam upaya untuk menyeimbangkan pendidikan di Indonesia. Pendidikan Islām
dalam hal ini hadir untuk memberikan pendidikan dalam hal kualias,
akademik, dan keagamaan. Sebagaimana yang diketahui bahwa ilmu bisa
datang dari mana saja dan dari siapa saja tanpa melihat perbedaan yang ada.
Begitupun dalam sistem pendidikan. Kita dapat mempelajari sistem
pendidikan yang telah berhasil membawa mereka ke dalam kemajuan yang
pesat. Inilah yang dimaksud Adiwikarta dalam Natawidjaja, et al (2008: 394)
yang disebut perbandingan pendidikan atau Pendidikan Komparatif dalam
ilmu pendidikan. Oleh karena latar belakang itulah peneliti merasa tertarik
untuk meneliti perbandingan sistem pendidikan di sekolah berlatar belakang
agama dengan judul “Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem
3
Yedi Wiguna, 2013
Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
meningkatkan sistem pendidikan satu sama lain demi terciptanya pendidikan
indonesia yang merata dimanapun berada.
Sebagaimana yang diketahui sebelumnya bahwa SMAK 1 BPK
PENABUR sebagai sekolah kristen memiliki banyak prestasi dari berbagai
bidang, begitu juga dengan SMA Darul Hikam sebagai sekolah Islam di Jawa
Barat yang banyak memiliki prestasi. Sehingga hal ini sangat menarik untuk
diteliti dari segi sistem. Oleh karena itu, peneliti mengambil sampel penelitian
lembaga pendidikan agama favorit di Bandung yaitu SMA Darul Hikam dan
SMA Kristen 1 BPK PENABUR.
B. Identifikasi dan Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian di atas dapat dirumuskan
permasalahan pokok sebagai berikut: “Bagaimana perbedaan (komparasi)
sistem pendidikan Islām dan sistem pendidikan kristen?”. Dari masalah pokok
tersebut dapat dijabarkan menjadi beberapa sub masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana Raw Input yang dilakukan oleh lembaga pendidikan Islām dan
kristen?
2. Bagaimana Instrumental Input yang dilakukan oleh lembaga pendidikan
Islām dan kristen?
3. Bagaimana Enviromental Input yang diciptakan oleh lembaga pendidikan
Islām dan kristen?
4. Bagaimana Proses Pendidikan yang dilakukan oleh lembaga pendidikan
Islām dan kristen?
5. Bagaimana Output yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan Islām dan
kristen?
C. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan perumusan masalah diatas, maka yang menjadi tujuan
pokok penelitian ini adalah memperoleh data perbedaan (komparasi) sistem
pendidikan Islām dan sistem pendidikan kristen.
4
Yedi Wiguna, 2013
Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
1. Untuk mengetahui Raw Input yang dilakukan oleh lembaga pendidikan
Islām dan kristen
2. Untuk mengetahui Instrumental Input yang dilakukan oleh lembaga
pendidikan Islām dan kristen
3. Untuk mengetahui Enviromental Input yang diciptakan oleh lembaga
pendidikan Islām dan kristen
4. Untuk mengetahui Proses Pendidikan yang dilakukan oleh lembaga
pendidikan Islām dan kristen
5. Untuk mengetahui Output yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan Islām
dan kristen
D. Manfaat/Signifikansi Penelitian 1. Manfaat Teoretis
a. Bisa dijadikan sumber data bagi para pembaca khususnya lembaga
pendidikan
b. Dapat memberikan sumbangan inovasi terhadap lembaga pendidikan
yang ingin mengembangkan sistem pendidikan.
2. Manfaat Praktis
a. Bidang Pendidikan
Memberikan gambaran kepada berbagai sekolah baik itu Islām
maupun kristen ataupun negeri, untuk mengembangkan sistem
pendidikan setiap lemGambarya.
b. Prodi IPAI
Memberikan informasi tentang sistem pendidikan yang dikembangkan
diberbagai negara sebagai acuan untuk mempersiapkan “calon
pendidik” yang berkualitas dalam pengembangan sistem pendidikan.
E. Struktur Organisasi Skripsi
Dalam penulisan skripsi ini sistematika penulisannya sebagai berikut:
5
Yedi Wiguna, 2013
Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
Identifikasi dan Perumusan Masalah, tujuan penelitian, dan struktur
organisasi skripsi
BAB II meruapakan kajian pustaka dari judul yang diambil peneliti yaitu
meliputi teori tentang sistem pendidikan Islām dan sistem pendidikan kristen.
BAB III Metode Penelitian yang meliputi Pendekatan penelitian,
pengembangan instrumen dan prosedur pengumpulan dan analisis data
BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
Yedi Wiguna, 2013
Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu BAB III
METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian
1. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian
Lokasi Penelitian yang diambil oleh peneliti ada dua sekolah, yaitu SMA
Darul Hikam dan SMAK 1 BPK PENABUR. Kedua sekolah ini peneliti
ambil karena pertimbangan prestasi yang dimiliki padahal berada dalam dua “garis” yang berbeda secara keyakinan. Sehingga hal ini membuat peneliti tertarik untuk meneliti sistem yang digunakan oleh kedua sekolah
dan mencoba untuk membandingkan keduanya.
Menurut Sugiyono (2009: 61) populasi adalah wilayah generalisasi yang
terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik
tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian
ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini yaitu Guru dan
praktisi pendidikan di SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK PENABUR
Sedangkan sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang
dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak
mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena
keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan
sampel yang diambil dari populasi itu (Sugiyono, 2011: 81). Sampel yang
digunakan yaitu Para Praktisi Pendidikan (Guru) di sekolah dengan
perwakilan Guru Kelas X, XI, XII.
Teknik Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
dengan Sampling Purposive yaitu teknik penentuan sampel dengan
pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2011: 124) sedangkan kalau merujuk
buku Wahyuni (2011: 6) teknik sampling ini termasuk teknik non random
(judgemental sampling) yang memiliki kesamaan dengan purposive
50
Yedi Wiguna, 2013
Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu 2. Desain Penelitian
Menurut Nasution (2009: 25)desain penelitin yang banyak kita dapati
adalah desain survey, case study, and experimen
Desain survey adalah suatu penelitian survey atau survey yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang orang yang jumlahnya besar,
dengan cara mewawancarai sejumlah kecil dari populasi itu. Survey dapat
digunakan dalam penelitian yang bersifat eksploratif, deskriptif, maupun
eksperimental. Mutu survey antara lain bergantung pada :
1. Jumlah orang yang dijadikan sampel
2. Taraf hingga mana sampel itu representatif, artinya mewakili
kelompok yang diselidiki
3. Tingkat kepercayaan informasi yang diperoleh dari sampel itu.
Untuk memperoleh keterangan dapat digunakan questionnaire atau angket,
wawancara, observasi langsung atau kombinasi teknik-teknik
pengumpulan data itu (Nasution, 2009: 25-26).
Desain case study adalah bentuk penelitian yang mendalam tentang suatu aspek lingkungan sosial termasuk manusia di dalamnya. Case study dapat
dilakukan terhadap seorang individu, sekelompok individu (misalnya suatu
keluarga), segolongan manusia (guru, suku minangkabau). Case study
dapat mengenai perkembangan sesuatu. Bahan untuk case study dapat
diperoleh dari sumber-sumber seperti laporan hasil pengamatan, catatan
pribadi kitab harian atau biografi orang yang diselidiki, laporan atau
keterangan dari orang yang banyak tau tentang hal itu.
Desain eksperimen Dalam desain eksperimen terdapat kelompok yang disebut kelompok eksperimen, yaitu kelompok yang sengaja dipengaruhi
oleh variabel-variabel tertentu, misalnya diberikan latihan (Nasution,
2009: 27-30)
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan desain survey, karena
51
Yedi Wiguna, 2013
Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu 3. Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.
Menurut Darmadi (2011: 34) pada penelitian deskriptif, para peneliti
berusaha menggambarkan kegiatan penelitian yang dilakukan pada objek
tertentu secara jelas dan sistematis.
4. Definisi Operasional
Untuk menghindari salah pengertian dan penafsiran dalam penelitian ini,
maka perlu dijelaskan beberapa istilah sehingga kesamaan landasan
berfikir antara peneliti yang tuangkan dalam penelitian ini dengan
pembaca.
a. Studi Komparasi
Menurut Sudijono (1999: 259) istilah komparasi atau komparasional
yang dipergunakan dalam bukunya, diambil dari kata comparison
memiliki arti perbandingan atau pembandingan.
Studi komparasi disini bukanlah penekanan kepada perbandingan
agama, akan tetapi membandingkan sistem pendidikan antara sistem
pendidikan di sekolah kristen dan sistem pendidikan di sekolah Islām.
b. Sistem
Sistem yang diambil dalam penelitian ini yaitu sistem yang
didefinisikan oleh Makmun (2009:165) yang membagi sistem menjadi
lima, yaitu: Raw Input, Instrumental Input, Enviromental Input, Proses
dan Output
c. Pendidikan Islām
Yang dimaksud dengan Pendidikan Islām disini adalah pendidikan yang dilakukan/diterapkan di sekolah yang berbasis Islām
d. Pendidikan Kristen
Yang dimaksud dengan Pendidikan Kristen disini adalah pendidikan
52
Yedi Wiguna, 2013
Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu B. Pengembangan Instrumen Penelitian
1. Instrumen Penelitian
Secara fungsional kegunaan instrumen penelitian adalah untuk
memperoleh data yang diperlukan ketika peneliti sudah menginjak pada
langkah pengumpulan informasi di lapangan. Ada empat media untuk
mengumpulkan data dalam proses penelitian. Keempat media tersebut,
penggunaannya dapat dipilih satu macam, atau gabungan antara dua media
tersebut, tergantung macam data yang diharapkan peneliti. Keempat media
pengumpul data tersebut adalah kuesioner, observasi, wawancara, dan
dokumentasi (Sukardi, 2008: 75). Sedangkan menurut Sugiyono (2011:
305-306) menyebutkan bahwa terdapat dua hal utama yang mempengaruhi
kualitas hasil penelitian yaitu, kualitas instrumen penelitian, dan kualitas
pengumpulan data. Dalam penelitian kuantitatif, kualitas instrumen
penelitian berkenaan dengan validitas dan reliabilitas instrumen dan
kualitas pengumpulan data berkenaan dengan ketepatan cara-cara yang
digunakan untuk mengumpulkan data. Oleh karena itu instrumen yang
telah teruji validitas dan reliabilitasnya belum tentu dapat menghasilkan
data yang valid dan reliabel, apabila instrumen tersebut tidak digunakan
secara tepat dalam pengumpulan datanya. Instrumen dalam penelitian
kuantitatif dapat berupa tes, pedoman wawancara, pedoman observasi dan
kuesioner. Dalam penelitian kualitatif yang menjadi instrumen atau alat
penelitian, adalah peneliti itu sendiri. Oleh karena itu peneliti sebagai
instrumen yang harus divalidasi seberapa jauh peneliti kualitatif siap
melakukan penelitian yang selanjutnya terjun ke lapangan. Validasi
terhadap peneliti sebagai instrumen meliputi validasi terhadap pemahaman
metode kualitatif, penguasaan wawasan terhadap bidang yang diteliti,
kesiapan peneliti untuk memasuki obyek penelitian, baik secara akademik
maupun logistiknya. Yang melakukan validasi adalah peneliti sendiri
melalui evaluasi diri seberapa jauh pemahaman terhadap metode kualitatif,
53
Yedi Wiguna, 2013
Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
merupakan segala macam alat bantu yang digunakan penelitiuntuk
memudahkan dalam pengukuran variabel (Mustafa, 2009: 93).
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan kisi-kisi angket, pedoman
wawancara, pedoman observasi, dan pedoman studi dokumentasi
2. Proses Pengembangan Instrumen
Dalam proses pengembangan instrumen, ketika peneliti sudah selesai
menyusun kisi-kisi instrumen maka sesuai dengan yang disampaikan
Mustafa (2009: 160) dua hal penting dalam kaitannya dengan pengukuran
(measurement), yaitu validitas (validity) dan reliabilitas (reliability).
Gambar 3.1
Pengembangan Instrumen a. Uji Validitas
Validitas atau keshahihan instrumen adalah ukuran seberapa tepat
instrumen itu mampu menghasilkan data sesuai dengan ukuran yang
sesungguhnya yang ingin diukur. Menurut Mustafa (2009: 165-169)
ada beberapa jenis validitas, yaitu:
a. Validitas isi (Content Validity)
Validitas isi berkaitan dengan pertanyaan mengenai seberapa
lengkap butir-butir yang digunakan telah memadai atau dapat
mengungkap sebuah konsep. Menguji validitas tidak mudah,
Metode Pengump ulan Data
Observasi
Wawancara
Kuesioner
Uji Instrumen
54
Yedi Wiguna, 2013
Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
karena tidak ada standar yang dapat digunakan untuk menilai, oleh
karena itu pengujian validitas isi dapat menggunakan dua,
pendekatan, yakni:
1) Panel Juri
Untuk menguji apakah butir-butir yang digunakan untuk mengukur
sebuah konsep tertentu telah memadai atau mampu
menggambarkan, maka butir-butir tersebut dimintakan evaluasinya
kepada sekelompok juri atau penilai yang memang profesional
dibidang itu.
2) Validitas Muka (Face Validity)
Dalam hal ini pengujian validitas hanya dilakukan dengan
membaca atau memeriksa penampilan dan bahasa yang digunakan
dalam kuesioner.
b. Validitas Kriteria (Criterion Related validity)
Pengujian terhadap validitas kriteria dimaksudkan untuk mengetahui
seberapa tinggi tingkat kesamaan persepsi seseorang dengan kriteria
tertentu, sehingga memudahkan peneliti untuk membedakan antar
individu, pengujian validitas kriteria terdapat dua pendekatan, yaitu:
1). Validitas konkuren
Disebut juga validitas serentak. Suatu butir dikatakan valid, apabila
butir tersebut mampu memberikan nilai yang berbeda untuk individu
yang dinyatakan berbeda berdasarkan kriteria tertentu.
2) Validitas prediktif
Suatu butir dinyatakan mempunyai validitas prediktif yang tinggi
apabila butir tersebut mampu memberikan nilai berbeda untk individu
yang berbeda berdasarkan kriteria yang diprediksikan untuk masa
mendatang.
c. Validitas Konstruk (Construct Validity)
Merupakan uji kecocokan antara butir-butir kuesioner dengan teori
yang mendasari (digunakan untuk mendefinisikan). Ada dua jenis
55
Yedi Wiguna, 2013
Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu 1) Validitas Konvergen
Dipenuhi apabila sebuah konstruk diukur dengan dua instrumen
yang berbeda, memberikan hasil yang berbeda pula.
2) Validitas diskriminan (Discriminan validity)
Dipenuhi apabila dua instrumen untuk mengukur dua konstruk
yang diprediksi bahwa keduanya tidak akan berkorelasi
Dan dalam penelitian ini peneliti mengambil validitas isi, validitas muka dan
validitas prediktif, dimana peneliti melakukan judgement kepada dosen ahli dan
melakukan proses validitas muka serta validitas prediktif.
b. Reliabilitas
Pengujian reliabilitas instrumen dalam penelitian ini dilakukan secara
eksternal dan internal. Secara eksternal pengujian dapat dilakukan
dengan test-retest (stability), equivalen, dan gabungan dari keduanya.
Secara internal reliabilitas instrumen dapat diuji dengan menganalisis
konsistensi butir-butir yang ada pada instrumen dengan teknik tertentu.
3. Teknik Pengumpulan Data
Gambar 3.2
Teknik Pengumpulan Data
Sumber: Satori & Komariah (2010: 146)
Teknik atau metode pengumpulan data menurut Mustafa (2009: 92-93)
merupakan langkah penting dalam suatu penelitian karena terhadap data itulah
pengujian atau analisis akan dilakukan. Kualitas data (Goodness of data)akan
sangat dipengaruhi oleh siapa narasumbernya, bagaimana dan dengan cara
atau alat apa data itu dikumpulkan atau diukur. Berdasarkan itu dapat
dibedakan menjadi data primer dan data sekunder. Data primer adalah data
56
Yedi Wiguna, 2013
Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
sumbernya (subyek penelitian). Data sekunder adalah data yang telah
dikumpulkan oleh pihak lain dan telah terdokumentasikan, sehingga peneliti
tinggal menyalin data tersebut untuk penelitiannya. Baik data primer maupun
data sekunder dalam pengumpulan atau pengukurannya selalu menggunakan
alat pengukur yang lazim disebut dengan instrumen.
Berikut adalah teknik yang dilakukan peneliti dalam pengambilan data
lapangan. Ditinjau dari cara atau metode pengumpulannya, terdapat beberapa
metode pengumpulan data, yaitu:
1. Metode Observasi
Observasi adalah suatu metode pengukuran data untuk mendapatkan data
primer, yaitu dengan cara melakukan pengamatan langsung secara
seksama dan sistematis, dengan menggunakan alat indera. Beberapa yang
harus dipenuhi dalam observasi adalah:
a. Data dapat diukur melalui pengamatan (tanpa berinteraksi langsung
dengan subyek penelitian)
b. Peristiwa dan kejadian hanya terjadi pada periode tertentu dan dapat
diamati berulang-ulang.
c. Kapan dan bagaimana pengamatan dilakukan
d. Berapa lama pengamatan harus dilakukan.
Observasi sering dikacaukan dengan penelitian lapangan (Field Research).
Riset lapangan atau riset kencah bukan sebagai kegiatan observasi, karena
riset lapangan merupakan sebuah kegiatan penelitianyang ditinjau dari
tempat.
2. Metode wawancara
Wawancara (interview) merupakan metode untuk mendapatkan data
primer dengan cara komunikasi dua arah. Wawancara dapat dilakukan
dengan beberapa teknik, seperti berikut ini:
a. Wawancara tidak terstruktur (Unstructure interview)
Wawncara dikatakan tidak terstruktur jika pewawancara tidak
57
Yedi Wiguna, 2013
Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
terencana atas pelaksanaan wawancara tersebut. Wawancara tidak
terstruktur ini pada umumnya menggunakan pertanyaan terbuka.
b. Wawancara terstruktur (Structure Interview)
Wawancara terstruktur dilakukan secara terencana, runtut dan dari
awal sudah diketahui informasi apa yang akan digali. Dalam
wawancara terstruktur ini, pewawancara biasanya telah memiliki
sederetan daftar pertanyaan tertulis yang digunakan sebagian panduan
(guide) agar wawancara dapat berjalan secara runtut.
3. Metode Kuesioner
Jika metode observasi dan metode wawancara tidak mungkin
dilakukan oleh peneliti karena berbagai alasan, maka metode kuesioner
atau sering disebut metode angket. Metode kuesioner merupakan alternatif
yang mungkin dilakukan untuk mendapatkan data primer. Metode
kuesioner adalah suatu cara untuk mengumpulkan data primer dengan
menggunakan daftar pertanyaan mengenai variabel yang diukur melalui
perencanaan yang matang, disusun dan dikemas sedemikian rupa,
sehingga jawaban dari semua pertanyaan benar-benar dapat
menggambarkan keadaan variabel yang sebenarnya (Mustafa, 2009: 99).
Kuesioner (angket) menggunakan skala guttman yaitu hanya menyiapkan
pernyataan dengan menyiapkan jawaban ya dan tidak
Berikut adalah kriteria penafsiran skor skala guttman (Riduwan &
Kuncoro, 2011: 22)
Tabel 3.1
Kriteria Penafsiran Skor Skala Guttman
Angka Interpretasi
0%-20% Sangat Lemah
21%-40% Lemah
41%-60% Cukup
61%-80% Kuat
58
Yedi Wiguna, 2013
Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu 4. Metode dokumentasi
Menurut Mustafa (2009: 114) banyak penelitian yang di dalam
analisisnya menggunakan data sekunder, yaitu data yang sudah tersedia,
sehingga peneliti tinggal menyalin saja. Data sekunder dapat dipergunakan
sebagai sarana pendukung memahami dan menjelaskan masalah yang akan
diteliti agar lebih operasional dan memberi solusi permasalahan yang ada.
5. Metode Triangulasi
Diartikan sebagai teknik/metode yang bersifat menggabungkan dari
berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Bila
peneliti menggabungkan pengumpulan data dengan triangulasi, maka
sebenarnya peneliti mengumpulkan data yang sekaligus menguji
kredibilitas data, yaitu mengecek kredibilitas data dengan berbagai teknik
pengumpulan data dan berbagai sumber data (Sugiyono, 2011: 241).
C. Prosedur Pengumpulan dan Analisis Data 1. Langkah-langkah Pengumpulan data
Pengumpulan data merupakan tahapan yang dilalui dengan tujuan untuk
mengetahui sejauh mana data memenuhi untuk dapat diolah atau tidak,
seleksi data ini dilihat dari segi pengisian atau kelengkapan jawaban
responden . hal ini penting dilakukan untuk meyakinkan bahwa data-data
yang telah disebar, kebenaran dalam cara mengisi jawaban dan sejumlah
angket (kuesioner) yang terkumpul kembali.
Tabel 3.2
jumlah angket yang disebar dan diterima
Jumlah Sampel Jumlah Angket
Tersebar Terkumpul Dapat diolah
38 38 38 38
Dengan rincian 19 angket disebar ke guru-guru di SMA Darul Hikam dan
19 angket disebar ke guru-guru di SMAK 1 BPK PENABUR. Seluruh
59
Yedi Wiguna, 2013
Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
deskriptif untuk menguatkan data yang telah diperoleh dan memberikan
hasil yang objektif mengenai data hasil penelitian.
2. Analisis Data
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis sebagaimana
yang terdapat dalam penelitian kualitatif, yaitu dilakukan pada saat
pengumpulan data berlangsung dan setelah selesai pengumpulan data
dalam periode tertentu. Pada saat wawancara, peneliti sudah melakukan
analisis terhadap jawaban yang diwawancarai. Bila jawaban yang
diwawancarai setelah dianalisis terasa belum memuaskan, maka peneliti
akan melanjutkan pertanyaan lagi, sampai tahap tertentu, diperleh data
yang dianggap kredibel (Sugiyono, 2010: 91).
a. Reduksi Data
Mereduksi data berarti merangkum, memilih data hal-hal yang pokok,
memfokuskan kepada hal-hal yang penting dicari tema dan polanya.
Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran
yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan
pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya jika diperlukan. Dalam
mereduksi data setiap peneliti akan dipandu dengan tujuan yang akan
dicapai.
b. Penyajian Data
Setelah data di reduksi maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan
data. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam
bentuk uraian singkat. Dalam mendisplaykan data maka akan
memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencakan kerja
selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut.
c. Conclusion Drawing
Langkah ke tiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles and
Huberman (Sugiyono, 2010: 99) adalah penarikan kesimpulan dan
60
Yedi Wiguna, 2013
Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu Gambar 3.3. Analisis Data
Data Collection
Data Reduction
Conclusion: Drawing/verifying
Yedi Wiguna, 2013
Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data yang telah dipaparkan
pada bab sebelumnya, serta hasil analisis pembahasan hasil penelitian, dapat
dikemukakan kesimpulan sebagai berikut:
1. Berdasarkan hasil wawancara mengenai kondisi raw input yang dilakukan
di SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK PENABUR di peroleh data
bahwa di kedua sekolah, penyeleksian peserta didik dilakukan hampir
sama, hanya terdapat sedikit perbedaan seperti adanya jalur keajegan di
SMAK 1 BPK PENABUR dan cara khusus untuk memastikan perilaku
peserta didik, yang paling menonjol terutama dalam hal keagamaan yang
dijadikan sebagai salah satu pertimbangan dalam seleksi dan bahkan
dijadikan tes untuk diterima atau tidak. Meskipun SMAK 1 BPK
PENABUR merupakan sekolah kristen, tetapi tidak ada tes ke kristenan,
sedangkan di SMA Darul Hikam terdapat tes keagamaan.
2. Kondisi Instrumental Input di kedua sekolah apabila dilihat dari hasil
penelitian penyebaran angket, SMA Darul Hikam menunjukkan selalu
mengatur instrumental input lebih baik, meskipun perbedaannya tidak
terlalu signifikan. Perbedaan yang signifikan terlihat saat sekolah
menyeleksi calon pendidik, dengan lebih mementingkan kompetensi
mengajar.
3. Kondisi Enviromental Input di antara kedua sekolah bervariasi, dalam
penciptaan suasana sosial ini lebih baik SMA Darul Hikam, tetapi dalam
penciptaan suasana disiplin, religius, dan kebersihan ini lebih baik SMAK
1 BPK PENABUR. Bahkan unsur nasionalisme sangat terasa di BPK
PENABUR.
4. Proses pembelajaran diantara dua sekolah yaitu SMA Daru Hikam dan
SMAK 1 BPK PENABUR, sama-sama memiliki interpretasi yang sangat
kuat, artinya kedua sekolah sangat baik dalam menyiapkan proses
127
Yedi Wiguna, 2013
Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
5. Kondisi Output ini diteliti dengan cara wawancara dan observasi,
berdasarkan data yang dibahas di Bab IV, SMAK 1 BPK PENABUR lebih
lengkap dalam menyiapkan para lulusan dari mulai kompetensi dan
prestasi.
B. Saran
1. Untuk pembuat kebijakan (Dinas Pendidikan kota Bandung)
Hasil penelitian ini dianjurkan untuk dipelajari dalam rangka
meningkatkan pemerataan pendidikan di Jawa Barat khususnya, sehingga
tidak ada lagi pendidikan yang tertinggal
2. Sekolah yang bersangkutan a. SMA Darul Hikam
Tidak ada salahnya untuk mengikuti loyalitas yang ditunjukan SMAK
1 BPK PENABUR untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
b. SMAK 1 BPK PENABUR
Tidak ada salahnya sekolah mempelajari sistem yang di terapkan di sekolah Islām, untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pemerataan pendidikan di Indonesia
3. Untuk Peneliti Selanjutnya
a. Dianjurkan untuk meneliti loyalitas antara muslim dan non muslim
dalam sebuah lembaga terutama lembaga pendidikan
b. Dianjurkan untuk meneliti proses pembelajaran agama di lembaga
Yedi Wiguna, 2013
Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA
_______. (2009). Al Qur`ān (Penerj) Yayasan Penyelenggara penerjemah/penafsir Al Qur`an Kementrian Agama RI. Bandung: PT Sygma Examedia Arkanleema
________. (2007). Alkitab. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia.
Ahmadi, A., & Uhbiyati, N. (2003). Ilmu Pendidikan . Jakarta: Rineka Cipta.
Arifin, H. (2008). Ilmu Pendidikan Islām (Tinjauan Teoretis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner Edisi Revisi. Jakarta: Bumi Aksara.
Baharudin, & Makin, M. (2009). Pendidikan Humanistik (Konsep, Teori, dan Aplikasi Praksis dalam Dunia Pendidikan). Yogyakarta: Ar Ruzz Media.
Cully, I. V. (1995). Dinamika Pendidikan Kristen. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.
Darmadi, H. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Daulay, H. P. (2009). Dinamika Pendidikan Islām di Asia Tenggara. Jakarta: Rineka Cipta.
Depdikbud. (1983). Materi Dasar Pendidikan Program Akta Mengajar V (Dasar Ilmu Pendidikan). Jakarta: Dirjen DIKTI.
Depdikbud. (1981). Materi Dasar Pendidikan Program Akta Mengajar V Buku II C Administrasi Pendidikan . Jakarta: Dirjen DIKTI.
Diknas. (2008). Undang-Undang Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional) (UU RI no. 20 Th. 2003). Jakarta: Sinar Grafika.
Gandhi, T. W. (2011). Filsafat Pendidikan (Mazhab-Mazhab Filsafat Pendidikan). Yogyakata: Ar-Ruzz Media.
Hadiwijono. (1992). Iman Kristen. Jakarta: Gunung Mulia
Hamalik, O. (2010). Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta: Bumi Aksara.
Hasbullah. (2010). Otonomi Pendidikan (Kebijakan Otonomi Daerah dan Implikasinya terhadap Penyelenggaraan Pendidikan). Jakarta: Rajawali Pers.
Hikam, D. (2012). Profil Sekolah. Bandung: Tidak diterbitkan.
129
Yedi Wiguna, 2013
Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
Koesoema, et al. (2010). Education for Change (Pendidikan untuk Perubahan). Jakarta: Gunung Mulia
Jalal, A. F. (1988). Azas-Azas Pendidikan Islām. Bandung: Diponegoro.
Makmun, A. S. (2009). Psikologi Kependidikan (Perangkat Sistem Pengajaran Modul). Bandung: Remaja Rosda Karya.
Mudyahardjo, R. (2009). Pengantar Pendidikan (Sebuah Studi Awal tentang Dasar-Dasar Pendidikan pada Umumnya dan Pendidikan di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.
Muhaimin. (2006). Nuansa Baru Pendidikan Islām (Mengurai Benang Kusut Dunia Pendidikan). Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Muhaimin. (2004). Paradigma Pendidikan Islām (Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islām di Sekolah). Bandung: Remaja Rosda Karya.
Muhmidayeli. (2011). Filsafat Pendidikan. Bandung: Refika Aditama.
Mustafa, Z. (2009). Mengurai Variabel Hingga Instrumentasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Nasution, S. (2009). Metode Research (Penelitian Ilmiah). Jakarta: Bumi Aksara.
Nata, A. (2010). Ilmu Pendidikan Islām dengan Pendekatan Multidispliner (Normatif Perenialis, Sejarah, Filsafat, Psikologi, Sosiologi, Manajemen, Teknologi, Informasi, Kebudayaan, Politik, Hukum). Jakarta: Rajawali Pers.
Natawidjaja, R., Sudjana, D., Rasyidin, W., Dahlan, M. D., Adiwikarta, S., Sanusi, A., et al. (2008). Rujukan Filsafat, Teori dan Praksis Ilmu Pendidikan. Bandung: UPI Press.
Penabur, S. 1. (2012). Agenda SMAK 1 BPK PENABUR Bandung (University of Cambridge International Examination). Bandung: SMAK 1 BPK PENABUR.
Ramayulis, & Nizar, S. (2010). Filsafat Pendidikan Islām (Telaah Sistem Pendidikan dan Pemikiran para Tokohnya). Jakarta: Kalam Mulia.
Riduwan, & Kuncoro, E. A. (2011). Cara Menggunakan dan Memaknai Path Analysis (Analisis Jalur). Bandung: Alfabeta.
Satori, D., & Komariah, A. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
130
Yedi Wiguna, 2013
Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu
Sebliawan. (2011). Studi Komparatif Perilaku Beragama Siswa antara SMAN 9 Bandung dengan Siswa MAN 1 Bandung Kelas XI. Bandung: Tidak diterbitkan.
Sidjabat, S. (1996). Stretegi Pendidikan Kristen. Yogyakarta: Yayasan ANDI.
Sudijono, A. (1999). Pengantar Statistika Pendidikan. Raja Grafindo Persada.
Sugiyono. (2010). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2009). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Sukardi. (2008). Metodologi Penelitian Pendidikan (Kompetensi dan Praktiknya). Jakarta: Bumi Aksara.
Swanson, T. A. (1995). Fundamental Concepts of Educational Leadership and Management. New Jersey: Prentice Hall Inc. .
Taufik, M. (2007). Studi Interdisipliner Pemikiran Pendidikan Islām (Kreatif, Demokratis, Bertanggung Jawab, Berperspektif Pluralis-Gender dan Sufistik-Teoekologis dalam Konteks Diversifikasi Upaya Peningkatan dan Pengembangan). Mataram: LKIM IAIN Mataram.
Tirtarahardja, L. S. (2005). Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Tirtarahardja, U., & Sulo, S. L. (2005). Pengantar Pendidikan Edisi Revisi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Uwes, S. (2003). Visi dan Pondasi Pendidikan (Dalam Perspektif Islām). Jakarta : Logos Wacana Ilmu.