• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI KOMPARASI SISTEM PENDIDIKAN ISLĀM DAN SISTEM PENDIDIKAN KRISTEN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "STUDI KOMPARASI SISTEM PENDIDIKAN ISLĀM DAN SISTEM PENDIDIKAN KRISTEN."

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

No. Daftar FPIPS : 1467/UN.40.2.6.1/PL/2013

Yedi Wiguna, 2013

Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu

STUDI KOMPARASI SISTEM PENDIDIKAN ISLAM DAN SISTEM PENDIDIKAN KRISTEN

(Penelitian di SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK PENABUR)

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam

Oleh Yedi Wiguna

0900838

PROGRAM STUDI ILMU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG

(2)

Yedi Wiguna, 2013

Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu

STUDI KOMPARASI SISTEM PENDIDIKAN ISLAM

DAN SISTEM PENDIDIKAN KRISTEN

(Penelitian di SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK PENABUR)

Oleh

Yedi Wiguna

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

© Yedi Wiguna 2013

Universitas Pendidikan Indonesia

Februari 2013

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

(3)

Yedi Wiguna, 2013

Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI

YEDI WIGUNA 0900838

STUDI KOMPARASI SISTEM PENDIDIKAN ISLAM DAN SISTEM PENDIDIKAN KRISTEN

(Penelitian di SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK PENABUR) DISETUJUI DAN DISAHKAN OLEH

PEMBIMBING :

Pembimbing I

Dr. Munawar Rahmat, M. Pd. NIP. 19580128 198612 1 001

Pembimbing II

Drs. Udin Supriadi, M. Pd. NIP. 19590617 198601 1 001

Mengetahui,

Ketua Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

Universitas Pendidikan Indonesia

(4)

Yedi Wiguna, 2013

Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu ABSTRAK

Skripsi ini berjudul “Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen” penelitian ini mengambil sampel SMA Darul Hikam sebagai

Sekolah Islām dan SMAK 1 BPK PENABUR sebagai Sekolah Kristen. Hal ini

dilatar belakangi berdasarkan hasil wawancara dengan mantan Sekertaris Jendral

Sekolah Islām Unggulan pada tahun 1996-1998 Dr. Munawar Rahmat, M. Pd. (06-02-2013), menyebutkan bahwa pada tahun 1970-an sekolah kristen sangat muncul bahkan menjadi unggulan, hal ini disebabkan karena penjajah Indonesia, khususnya belanda meninggalkan pendidikan dan diteruskan oleh kristen. Apabila melihat keadaan saat ini rusaknya akhlak, dekadensi moral, hancurnya tatanan peradaban, hilangnya perasaan damai, timbulnya kecurigaan dan ketidak percayaan yang berlebihan, penindasan yang kuat kepada yang lemah, meluasnya pembunuhan karakter, berantakan tata nilai kehidupan, korupsi yang merajalela, hilangnya rasa hormat kepada sesama, terjerumus pada lubang kehinaan, lalainya ketaatan beribadah hal ini diindikasikan akibat rusaknya sistem pendidikan (Sauri, 2013: 1). Untuk memperbaiki sistem itu tidak ada salahnya apabila melihat dari sistem pendidikan yang sudah maju. Inilah yang dinamakan studi komparatif menurut Adiwikarta. Terlebih sekolah kristen jauh lebih lama berdiri dibanding

sekolah Islām. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan sistem pendidikan (Raw input, instrumental input, enviromental input, proses pembelajaran dan output) antara kedua lembaga pendidikan Islām dan kristen

Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan komparatif studi dan pendekatan kualitatif serta ditunjang oleh studi kepustakaan. Teknik sampling yang digunakan menggunakan purposive sampling serta analisis data dengan mereduksi data, display data dan baru disimpulkan.

Pada pengolahan data dari setiap subsistem yang diteliti memiliki perbedaan-perbedaan yang tidak terlalu jauh. Ini dapat dilihat dengan adanya keunikan-keunikan tertentu dalam aspek sistem yang diteliti. Pada aspek raw input SMA Darul Hikam menggunakan aspek agama dalam penyeleksiannya sedangkan SMAK 1 BPK PENABUR tidak menggunakan itu. Pada aspek instrumen tidak adanya perbedaan yang menonjol, pada aspek enviromental input justru SMAK 1 BPK PENABUR lebih kuat dalam kultur agamanya dibandingkan SMA Darul Hikam yang melakukan seleksi keagamaan. Proses pembelajaran kedua sekolah memiliki interpretasi yang kuat, yaitu 83.6% artinya tidak memiliki perbedaan, sedangkan pada aspek output SMAK 1 BPK PENABUR lebih banyak menyiapkan kompetensi lulusan dengan berbagai macam keahlian.

(5)

Yedi Wiguna, 2013

Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu

ABSTRACT

This title is "Comparative Study of Islamic Education System and Christian Education System" taking Darul Hikam Senior High School (SMA Darul Hikam) as an Islamic School and Christian Senior High School (SMAK 1 BPK PENABUR) as a Christian School for the samples. The background is caused by based on interviews with General Secretary of the Islamic Educational Featured in 1996-1998 Dr. Munawar Rahmat, M. Pd., Said that in 1970 the school's Christian really appear even be seeded, this is because the Indonesian occupiers, particularly the Dutch left and passed by a Christian education. If the damage to see the current morals, moral decadence, destruction of the order of civilization, the loss of senses of peace, suspicion and distrust are excessive, the strong suppression of the weak, the widespread character assassination, messy life values, rampant corruption, the loss of respect to others, fall in the hole humiliation, damaging godly obedience indicated it caused the failed to of education system (Sauri, 2013: 1). To improve the system it would be better if we see of the education system that has been developed. This is called comparative study by Adiwikarta. Moreover, the Christian school far longer standing than the Islamic school. The purpose of this study conducted to determine the differences in the education system (Raw input, instrumental input, enviromental input, learning process and output) between the Islamic and Christian educational institutions study. In the raw input’s aspect SMA Darul hikam is using religion aspect in the selection while SMAK 1 BPK PENABUR is not using it. In the aspect of the different instruments are not prominent, just in the enviromental input aspects SMAK 1 BPK PENABUR stronger in their religious culture than SMA Darul Hikam although conducting religious selection. The learning process both schools have strong interpretation, that is 83.6% which means have no differences, whereas the output aspect SMAK 1 BPK PENABUR more competencies to prepare graduates with a wide range of expertise.

(6)

Yedi Wiguna, 2013

Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... Error! Bookmark not defined.

KATA PENGANTAR ... Error! Bookmark not defined.

UCAPAN TERIMA KASIH ... Error! Bookmark not defined.

DAFTAR ISI ... 1

DAFTAR GAMBAR ... Error! Bookmark not defined.

DAFTAR TABEL ... Error! Bookmark not defined.

DAFTAR LAMPIRAN………...………ix

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN ... Error! Bookmark not defined.

BAB I ... Error! Bookmark not defined.

PENDAHULUAN ... Error! Bookmark not defined.

A. Latar Belakang Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

B. Identifikasi dan Perumusan Masalah ... Error! Bookmark not defined.

C. Tujuan Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

D. Manfaat/Signifikansi Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

E. Struktur Organisasi Skripsi ... Error! Bookmark not defined.

BAB II ... Error! Bookmark not defined.

SISTEM PENDIDIKAN ISL M DAN PENDIDIKAN KRISTENError! Bookmark not defined.

A. Sistem Pendidikan ... Error! Bookmark not defined.

B. Sistem Pendidikan Isl m ... Error! Bookmark not defined.

C. Sistem Pendidikan Kristen ... Error! Bookmark not defined.

D. Penelitian Terdahulu yang Relevan ... Error! Bookmark not defined.

BAB III ... Error! Bookmark not defined.

METODE PENELITIAN ... Error! Bookmark not defined.

A. Pendekatan Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

B. Pengembangan Instrumen Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

C. Prosedur Pengumpulan dan Analisis Data ... Error! Bookmark not defined.

BAB IV ... Error! Bookmark not defined.

(7)

Yedi Wiguna, 2013

Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu

A. Profil SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK PENABUR ... Error! Bookmark not defined.

1. SMA Darul Hikam ... Error! Bookmark not defined.

2. SMAK 1 BPK PENABUR ... Error! Bookmark not defined.

B. Pemaparan Data Hasil Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

1. Kondisi Raw Input SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK PENABUR .... Error! Bookmark not defined.

2. Kondisi Instrumental Input SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK PENABUR

Error! Bookmark not defined.

3. Kondisi Enviromental Input di SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK

PENABUR ... Error! Bookmark not defined.

4. Proses Pembelajaran di Kelas SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK

PENABUR ... Error! Bookmark not defined.

5. Kondisi Output di SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK PENABUR... Error! Bookmark not defined.

C. Pembahasan Data ... Error! Bookmark not defined.

1. Kondisi Raw Input SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK PENABUR .... Error! Bookmark not defined.

2. Kondisi Instrumental Input di SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK

PENABUR ... Error! Bookmark not defined.

3. Kondisi Enviromental Input di SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK

PENABUR ... Error! Bookmark not defined.

4. Proses Pembelajaran di SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK PENABUR.

Error! Bookmark not defined.

5. Kondisi Output di SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK PENABUR... Error! Bookmark not defined.

BAB V ... Error! Bookmark not defined.6

KESIMPULAN DAN SARAN ... Error! Bookmark not defined.6

A. Kesimpulan ... Error! Bookmark not defined.6

B. Saran ... Error! Bookmark not defined.7

(8)

Yedi Wiguna, 2013

Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu BAB I

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia untuk

pembangunan. Langkah pembangunan selalu diupayakan seirama dengan

tuntutan zaman dan perkembangan zaman selalu memunculkan

tantangan-tantangan baru, yang terkadang tidak bisa diramalkan sebelumnya.

Namun dalam rusaknya akhlak, dekadensi moral, hancurnya tatanan

peradaban, hilangnya perasaan damai, timbulnya kecurigaan dan ketidak

percayaan yang berlebihan, penindasan yang kuat kepada yang lemah,

meluasnya pembunuhan karakter, berantakan tata nilai kehidupan, korupsi

yang merajalela, hilangnya rasa hormat kepada sesama, terjerumus pada

lubang kehinaan, lalainya ketaatan beribadah hal ini diindikasikan akibat

rusaknya sistem pendidikan (Sauri, 2013: 1). Selain itu mengutip tulisan

Adiwikarta (Natawidjaja, et al., 2008: 393-394) sistem pendidikan nasional

sedang mengalami ujian dan menghadapi permasalahan serius dalam hampir

setiap seginya. Ia hampir-hampir kewalahan menjawab permasalahan internal

pendidikan, seperti kekurangan sarana dan prasarana, jumlah dan mutu serta

kinerja tenaga pendidik, manajemen, pendanaan, kurikulum, mutu

pelaksanaan, dan hasilnya, ia juga dihadapkan kepada tantangan berat dari

segi-segi kehidupan lain yang berkaitan dengan pendidikan, seperti masalah

lapangan kerja, mutu angkatan kerja, kemerosotan akhlak, konflik-konflik

sosial, pengelolaan SDA dan lingkungan serta dengan adanya kejahatan kerah

putih. Kemudian pada level internasional, sistem pendidikan Indonesia

posisinya terdesak dan tersisihkan oleh sistem pendidikan negara lain, baik

yang sedang berkembang apalagi oleh negara maju yang telah meninggalkan

lebih dulu dan lebih jauh. Jarak ketertinggalan itu makin lama makin lebar

karena yang memiliki sistem penddidikan lebih baik, bisa maju lebih cepat.

Sesungguhnya bangsa Indonesia tidak pernah diam, bahkan sebaliknya

(9)

2

Yedi Wiguna, 2013

Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu

pendidikan dan terus menerus melakukan upaya untuk memperbaikinya dari

mulai Undang-Undang No. 20 th. 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,

UU pendukungnya yaitu Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru

dan Dosen telah berhasil disusun, Peraturan-Peraturan Pemerintah dan

Keputusan-Keputusan Menteri berkaitan dengan perundang-undangan itu

telah diperbaiki dan sedang diperluas, anggaran dan sarana prasarana

pendukung lainya telah diperbaiki dan sedang dikembangkan lebih jauh.

Namun hasilnya masih jauh dari memuaskan. Sistem pendidikan indonesia

masih problematis.

Berdasarkan hasil wawancara dengan mantan Sekertaris Jendral Sekolah

Islām Unggulan pada tahun 1996-1998 Dr. Munawar Rahmat, M. Pd. (06-02-2013) pada pukul 16.00, menyebutkan bahwa pada tahun 1970-an sekolah

kristen sangat muncul bahkan menjadi unggulan, hal ini disebabkan karena

pada zaman penjajah meninggalkan Indonesia, khususnya belanda

meninggalkan pendidikan dan diteruskan oleh kristen. Dan hanya orang

menengah keataslah yang bisa sekolah di sekolah kristen. Sedangkan pada saat

itu sekolah Islām sangat mengkhawatirkan, sekolah Islām sendiri mulai

diadakan pada tahun 1990-an bahkan beliau menambahkan bahwa sampai saat

inipun sekolah Islām masih dalam tahap belajar. Sekolah Islām muncul dalam upaya untuk menyeimbangkan pendidikan di Indonesia. Pendidikan Islām

dalam hal ini hadir untuk memberikan pendidikan dalam hal kualias,

akademik, dan keagamaan. Sebagaimana yang diketahui bahwa ilmu bisa

datang dari mana saja dan dari siapa saja tanpa melihat perbedaan yang ada.

Begitupun dalam sistem pendidikan. Kita dapat mempelajari sistem

pendidikan yang telah berhasil membawa mereka ke dalam kemajuan yang

pesat. Inilah yang dimaksud Adiwikarta dalam Natawidjaja, et al (2008: 394)

yang disebut perbandingan pendidikan atau Pendidikan Komparatif dalam

ilmu pendidikan. Oleh karena latar belakang itulah peneliti merasa tertarik

untuk meneliti perbandingan sistem pendidikan di sekolah berlatar belakang

agama dengan judul “Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem

(10)

3

Yedi Wiguna, 2013

Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu

meningkatkan sistem pendidikan satu sama lain demi terciptanya pendidikan

indonesia yang merata dimanapun berada.

Sebagaimana yang diketahui sebelumnya bahwa SMAK 1 BPK

PENABUR sebagai sekolah kristen memiliki banyak prestasi dari berbagai

bidang, begitu juga dengan SMA Darul Hikam sebagai sekolah Islam di Jawa

Barat yang banyak memiliki prestasi. Sehingga hal ini sangat menarik untuk

diteliti dari segi sistem. Oleh karena itu, peneliti mengambil sampel penelitian

lembaga pendidikan agama favorit di Bandung yaitu SMA Darul Hikam dan

SMA Kristen 1 BPK PENABUR.

B. Identifikasi dan Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang penelitian di atas dapat dirumuskan

permasalahan pokok sebagai berikut: “Bagaimana perbedaan (komparasi)

sistem pendidikan Islām dan sistem pendidikan kristen?”. Dari masalah pokok

tersebut dapat dijabarkan menjadi beberapa sub masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana Raw Input yang dilakukan oleh lembaga pendidikan Islām dan

kristen?

2. Bagaimana Instrumental Input yang dilakukan oleh lembaga pendidikan

Islām dan kristen?

3. Bagaimana Enviromental Input yang diciptakan oleh lembaga pendidikan

Islām dan kristen?

4. Bagaimana Proses Pendidikan yang dilakukan oleh lembaga pendidikan

Islām dan kristen?

5. Bagaimana Output yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan Islām dan

kristen?

C. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan perumusan masalah diatas, maka yang menjadi tujuan

pokok penelitian ini adalah memperoleh data perbedaan (komparasi) sistem

pendidikan Islām dan sistem pendidikan kristen.

(11)

4

Yedi Wiguna, 2013

Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu

1. Untuk mengetahui Raw Input yang dilakukan oleh lembaga pendidikan

Islām dan kristen

2. Untuk mengetahui Instrumental Input yang dilakukan oleh lembaga

pendidikan Islām dan kristen

3. Untuk mengetahui Enviromental Input yang diciptakan oleh lembaga

pendidikan Islām dan kristen

4. Untuk mengetahui Proses Pendidikan yang dilakukan oleh lembaga

pendidikan Islām dan kristen

5. Untuk mengetahui Output yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan Islām

dan kristen

D. Manfaat/Signifikansi Penelitian 1. Manfaat Teoretis

a. Bisa dijadikan sumber data bagi para pembaca khususnya lembaga

pendidikan

b. Dapat memberikan sumbangan inovasi terhadap lembaga pendidikan

yang ingin mengembangkan sistem pendidikan.

2. Manfaat Praktis

a. Bidang Pendidikan

Memberikan gambaran kepada berbagai sekolah baik itu Islām

maupun kristen ataupun negeri, untuk mengembangkan sistem

pendidikan setiap lemGambarya.

b. Prodi IPAI

Memberikan informasi tentang sistem pendidikan yang dikembangkan

diberbagai negara sebagai acuan untuk mempersiapkan “calon

pendidik” yang berkualitas dalam pengembangan sistem pendidikan.

E. Struktur Organisasi Skripsi

Dalam penulisan skripsi ini sistematika penulisannya sebagai berikut:

(12)

5

Yedi Wiguna, 2013

Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu

Identifikasi dan Perumusan Masalah, tujuan penelitian, dan struktur

organisasi skripsi

BAB II meruapakan kajian pustaka dari judul yang diambil peneliti yaitu

meliputi teori tentang sistem pendidikan Islām dan sistem pendidikan kristen.

BAB III Metode Penelitian yang meliputi Pendekatan penelitian,

pengembangan instrumen dan prosedur pengumpulan dan analisis data

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

(13)

Yedi Wiguna, 2013

Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu BAB III

METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian

1. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian

Lokasi Penelitian yang diambil oleh peneliti ada dua sekolah, yaitu SMA

Darul Hikam dan SMAK 1 BPK PENABUR. Kedua sekolah ini peneliti

ambil karena pertimbangan prestasi yang dimiliki padahal berada dalam dua “garis” yang berbeda secara keyakinan. Sehingga hal ini membuat peneliti tertarik untuk meneliti sistem yang digunakan oleh kedua sekolah

dan mencoba untuk membandingkan keduanya.

Menurut Sugiyono (2009: 61) populasi adalah wilayah generalisasi yang

terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik

tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian

ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini yaitu Guru dan

praktisi pendidikan di SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK PENABUR

Sedangkan sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang

dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak

mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena

keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan

sampel yang diambil dari populasi itu (Sugiyono, 2011: 81). Sampel yang

digunakan yaitu Para Praktisi Pendidikan (Guru) di sekolah dengan

perwakilan Guru Kelas X, XI, XII.

Teknik Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu

dengan Sampling Purposive yaitu teknik penentuan sampel dengan

pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2011: 124) sedangkan kalau merujuk

buku Wahyuni (2011: 6) teknik sampling ini termasuk teknik non random

(judgemental sampling) yang memiliki kesamaan dengan purposive

(14)

50

Yedi Wiguna, 2013

Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu 2. Desain Penelitian

Menurut Nasution (2009: 25)desain penelitin yang banyak kita dapati

adalah desain survey, case study, and experimen

Desain survey adalah suatu penelitian survey atau survey yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang orang yang jumlahnya besar,

dengan cara mewawancarai sejumlah kecil dari populasi itu. Survey dapat

digunakan dalam penelitian yang bersifat eksploratif, deskriptif, maupun

eksperimental. Mutu survey antara lain bergantung pada :

1. Jumlah orang yang dijadikan sampel

2. Taraf hingga mana sampel itu representatif, artinya mewakili

kelompok yang diselidiki

3. Tingkat kepercayaan informasi yang diperoleh dari sampel itu.

Untuk memperoleh keterangan dapat digunakan questionnaire atau angket,

wawancara, observasi langsung atau kombinasi teknik-teknik

pengumpulan data itu (Nasution, 2009: 25-26).

Desain case study adalah bentuk penelitian yang mendalam tentang suatu aspek lingkungan sosial termasuk manusia di dalamnya. Case study dapat

dilakukan terhadap seorang individu, sekelompok individu (misalnya suatu

keluarga), segolongan manusia (guru, suku minangkabau). Case study

dapat mengenai perkembangan sesuatu. Bahan untuk case study dapat

diperoleh dari sumber-sumber seperti laporan hasil pengamatan, catatan

pribadi kitab harian atau biografi orang yang diselidiki, laporan atau

keterangan dari orang yang banyak tau tentang hal itu.

Desain eksperimen Dalam desain eksperimen terdapat kelompok yang disebut kelompok eksperimen, yaitu kelompok yang sengaja dipengaruhi

oleh variabel-variabel tertentu, misalnya diberikan latihan (Nasution,

2009: 27-30)

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan desain survey, karena

(15)

51

Yedi Wiguna, 2013

Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu 3. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.

Menurut Darmadi (2011: 34) pada penelitian deskriptif, para peneliti

berusaha menggambarkan kegiatan penelitian yang dilakukan pada objek

tertentu secara jelas dan sistematis.

4. Definisi Operasional

Untuk menghindari salah pengertian dan penafsiran dalam penelitian ini,

maka perlu dijelaskan beberapa istilah sehingga kesamaan landasan

berfikir antara peneliti yang tuangkan dalam penelitian ini dengan

pembaca.

a. Studi Komparasi

Menurut Sudijono (1999: 259) istilah komparasi atau komparasional

yang dipergunakan dalam bukunya, diambil dari kata comparison

memiliki arti perbandingan atau pembandingan.

Studi komparasi disini bukanlah penekanan kepada perbandingan

agama, akan tetapi membandingkan sistem pendidikan antara sistem

pendidikan di sekolah kristen dan sistem pendidikan di sekolah Islām.

b. Sistem

Sistem yang diambil dalam penelitian ini yaitu sistem yang

didefinisikan oleh Makmun (2009:165) yang membagi sistem menjadi

lima, yaitu: Raw Input, Instrumental Input, Enviromental Input, Proses

dan Output

c. Pendidikan Islām

Yang dimaksud dengan Pendidikan Islām disini adalah pendidikan yang dilakukan/diterapkan di sekolah yang berbasis Islām

d. Pendidikan Kristen

Yang dimaksud dengan Pendidikan Kristen disini adalah pendidikan

(16)

52

Yedi Wiguna, 2013

Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu B. Pengembangan Instrumen Penelitian

1. Instrumen Penelitian

Secara fungsional kegunaan instrumen penelitian adalah untuk

memperoleh data yang diperlukan ketika peneliti sudah menginjak pada

langkah pengumpulan informasi di lapangan. Ada empat media untuk

mengumpulkan data dalam proses penelitian. Keempat media tersebut,

penggunaannya dapat dipilih satu macam, atau gabungan antara dua media

tersebut, tergantung macam data yang diharapkan peneliti. Keempat media

pengumpul data tersebut adalah kuesioner, observasi, wawancara, dan

dokumentasi (Sukardi, 2008: 75). Sedangkan menurut Sugiyono (2011:

305-306) menyebutkan bahwa terdapat dua hal utama yang mempengaruhi

kualitas hasil penelitian yaitu, kualitas instrumen penelitian, dan kualitas

pengumpulan data. Dalam penelitian kuantitatif, kualitas instrumen

penelitian berkenaan dengan validitas dan reliabilitas instrumen dan

kualitas pengumpulan data berkenaan dengan ketepatan cara-cara yang

digunakan untuk mengumpulkan data. Oleh karena itu instrumen yang

telah teruji validitas dan reliabilitasnya belum tentu dapat menghasilkan

data yang valid dan reliabel, apabila instrumen tersebut tidak digunakan

secara tepat dalam pengumpulan datanya. Instrumen dalam penelitian

kuantitatif dapat berupa tes, pedoman wawancara, pedoman observasi dan

kuesioner. Dalam penelitian kualitatif yang menjadi instrumen atau alat

penelitian, adalah peneliti itu sendiri. Oleh karena itu peneliti sebagai

instrumen yang harus divalidasi seberapa jauh peneliti kualitatif siap

melakukan penelitian yang selanjutnya terjun ke lapangan. Validasi

terhadap peneliti sebagai instrumen meliputi validasi terhadap pemahaman

metode kualitatif, penguasaan wawasan terhadap bidang yang diteliti,

kesiapan peneliti untuk memasuki obyek penelitian, baik secara akademik

maupun logistiknya. Yang melakukan validasi adalah peneliti sendiri

melalui evaluasi diri seberapa jauh pemahaman terhadap metode kualitatif,

(17)

53

Yedi Wiguna, 2013

Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu

merupakan segala macam alat bantu yang digunakan penelitiuntuk

memudahkan dalam pengukuran variabel (Mustafa, 2009: 93).

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan kisi-kisi angket, pedoman

wawancara, pedoman observasi, dan pedoman studi dokumentasi

2. Proses Pengembangan Instrumen

Dalam proses pengembangan instrumen, ketika peneliti sudah selesai

menyusun kisi-kisi instrumen maka sesuai dengan yang disampaikan

Mustafa (2009: 160) dua hal penting dalam kaitannya dengan pengukuran

(measurement), yaitu validitas (validity) dan reliabilitas (reliability).

Gambar 3.1

Pengembangan Instrumen a. Uji Validitas

Validitas atau keshahihan instrumen adalah ukuran seberapa tepat

instrumen itu mampu menghasilkan data sesuai dengan ukuran yang

sesungguhnya yang ingin diukur. Menurut Mustafa (2009: 165-169)

ada beberapa jenis validitas, yaitu:

a. Validitas isi (Content Validity)

Validitas isi berkaitan dengan pertanyaan mengenai seberapa

lengkap butir-butir yang digunakan telah memadai atau dapat

mengungkap sebuah konsep. Menguji validitas tidak mudah,

Metode Pengump ulan Data

Observasi

Wawancara

Kuesioner

Uji Instrumen

(18)

54

Yedi Wiguna, 2013

Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu

karena tidak ada standar yang dapat digunakan untuk menilai, oleh

karena itu pengujian validitas isi dapat menggunakan dua,

pendekatan, yakni:

1) Panel Juri

Untuk menguji apakah butir-butir yang digunakan untuk mengukur

sebuah konsep tertentu telah memadai atau mampu

menggambarkan, maka butir-butir tersebut dimintakan evaluasinya

kepada sekelompok juri atau penilai yang memang profesional

dibidang itu.

2) Validitas Muka (Face Validity)

Dalam hal ini pengujian validitas hanya dilakukan dengan

membaca atau memeriksa penampilan dan bahasa yang digunakan

dalam kuesioner.

b. Validitas Kriteria (Criterion Related validity)

Pengujian terhadap validitas kriteria dimaksudkan untuk mengetahui

seberapa tinggi tingkat kesamaan persepsi seseorang dengan kriteria

tertentu, sehingga memudahkan peneliti untuk membedakan antar

individu, pengujian validitas kriteria terdapat dua pendekatan, yaitu:

1). Validitas konkuren

Disebut juga validitas serentak. Suatu butir dikatakan valid, apabila

butir tersebut mampu memberikan nilai yang berbeda untuk individu

yang dinyatakan berbeda berdasarkan kriteria tertentu.

2) Validitas prediktif

Suatu butir dinyatakan mempunyai validitas prediktif yang tinggi

apabila butir tersebut mampu memberikan nilai berbeda untk individu

yang berbeda berdasarkan kriteria yang diprediksikan untuk masa

mendatang.

c. Validitas Konstruk (Construct Validity)

Merupakan uji kecocokan antara butir-butir kuesioner dengan teori

yang mendasari (digunakan untuk mendefinisikan). Ada dua jenis

(19)

55

Yedi Wiguna, 2013

Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu 1) Validitas Konvergen

Dipenuhi apabila sebuah konstruk diukur dengan dua instrumen

yang berbeda, memberikan hasil yang berbeda pula.

2) Validitas diskriminan (Discriminan validity)

Dipenuhi apabila dua instrumen untuk mengukur dua konstruk

yang diprediksi bahwa keduanya tidak akan berkorelasi

Dan dalam penelitian ini peneliti mengambil validitas isi, validitas muka dan

validitas prediktif, dimana peneliti melakukan judgement kepada dosen ahli dan

melakukan proses validitas muka serta validitas prediktif.

b. Reliabilitas

Pengujian reliabilitas instrumen dalam penelitian ini dilakukan secara

eksternal dan internal. Secara eksternal pengujian dapat dilakukan

dengan test-retest (stability), equivalen, dan gabungan dari keduanya.

Secara internal reliabilitas instrumen dapat diuji dengan menganalisis

konsistensi butir-butir yang ada pada instrumen dengan teknik tertentu.

3. Teknik Pengumpulan Data

Gambar 3.2

Teknik Pengumpulan Data

Sumber: Satori & Komariah (2010: 146)

Teknik atau metode pengumpulan data menurut Mustafa (2009: 92-93)

merupakan langkah penting dalam suatu penelitian karena terhadap data itulah

pengujian atau analisis akan dilakukan. Kualitas data (Goodness of data)akan

sangat dipengaruhi oleh siapa narasumbernya, bagaimana dan dengan cara

atau alat apa data itu dikumpulkan atau diukur. Berdasarkan itu dapat

dibedakan menjadi data primer dan data sekunder. Data primer adalah data

(20)

56

Yedi Wiguna, 2013

Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu

sumbernya (subyek penelitian). Data sekunder adalah data yang telah

dikumpulkan oleh pihak lain dan telah terdokumentasikan, sehingga peneliti

tinggal menyalin data tersebut untuk penelitiannya. Baik data primer maupun

data sekunder dalam pengumpulan atau pengukurannya selalu menggunakan

alat pengukur yang lazim disebut dengan instrumen.

Berikut adalah teknik yang dilakukan peneliti dalam pengambilan data

lapangan. Ditinjau dari cara atau metode pengumpulannya, terdapat beberapa

metode pengumpulan data, yaitu:

1. Metode Observasi

Observasi adalah suatu metode pengukuran data untuk mendapatkan data

primer, yaitu dengan cara melakukan pengamatan langsung secara

seksama dan sistematis, dengan menggunakan alat indera. Beberapa yang

harus dipenuhi dalam observasi adalah:

a. Data dapat diukur melalui pengamatan (tanpa berinteraksi langsung

dengan subyek penelitian)

b. Peristiwa dan kejadian hanya terjadi pada periode tertentu dan dapat

diamati berulang-ulang.

c. Kapan dan bagaimana pengamatan dilakukan

d. Berapa lama pengamatan harus dilakukan.

Observasi sering dikacaukan dengan penelitian lapangan (Field Research).

Riset lapangan atau riset kencah bukan sebagai kegiatan observasi, karena

riset lapangan merupakan sebuah kegiatan penelitianyang ditinjau dari

tempat.

2. Metode wawancara

Wawancara (interview) merupakan metode untuk mendapatkan data

primer dengan cara komunikasi dua arah. Wawancara dapat dilakukan

dengan beberapa teknik, seperti berikut ini:

a. Wawancara tidak terstruktur (Unstructure interview)

Wawncara dikatakan tidak terstruktur jika pewawancara tidak

(21)

57

Yedi Wiguna, 2013

Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu

terencana atas pelaksanaan wawancara tersebut. Wawancara tidak

terstruktur ini pada umumnya menggunakan pertanyaan terbuka.

b. Wawancara terstruktur (Structure Interview)

Wawancara terstruktur dilakukan secara terencana, runtut dan dari

awal sudah diketahui informasi apa yang akan digali. Dalam

wawancara terstruktur ini, pewawancara biasanya telah memiliki

sederetan daftar pertanyaan tertulis yang digunakan sebagian panduan

(guide) agar wawancara dapat berjalan secara runtut.

3. Metode Kuesioner

Jika metode observasi dan metode wawancara tidak mungkin

dilakukan oleh peneliti karena berbagai alasan, maka metode kuesioner

atau sering disebut metode angket. Metode kuesioner merupakan alternatif

yang mungkin dilakukan untuk mendapatkan data primer. Metode

kuesioner adalah suatu cara untuk mengumpulkan data primer dengan

menggunakan daftar pertanyaan mengenai variabel yang diukur melalui

perencanaan yang matang, disusun dan dikemas sedemikian rupa,

sehingga jawaban dari semua pertanyaan benar-benar dapat

menggambarkan keadaan variabel yang sebenarnya (Mustafa, 2009: 99).

Kuesioner (angket) menggunakan skala guttman yaitu hanya menyiapkan

pernyataan dengan menyiapkan jawaban ya dan tidak

Berikut adalah kriteria penafsiran skor skala guttman (Riduwan &

Kuncoro, 2011: 22)

Tabel 3.1

Kriteria Penafsiran Skor Skala Guttman

Angka Interpretasi

0%-20% Sangat Lemah

21%-40% Lemah

41%-60% Cukup

61%-80% Kuat

(22)

58

Yedi Wiguna, 2013

Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu 4. Metode dokumentasi

Menurut Mustafa (2009: 114) banyak penelitian yang di dalam

analisisnya menggunakan data sekunder, yaitu data yang sudah tersedia,

sehingga peneliti tinggal menyalin saja. Data sekunder dapat dipergunakan

sebagai sarana pendukung memahami dan menjelaskan masalah yang akan

diteliti agar lebih operasional dan memberi solusi permasalahan yang ada.

5. Metode Triangulasi

Diartikan sebagai teknik/metode yang bersifat menggabungkan dari

berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Bila

peneliti menggabungkan pengumpulan data dengan triangulasi, maka

sebenarnya peneliti mengumpulkan data yang sekaligus menguji

kredibilitas data, yaitu mengecek kredibilitas data dengan berbagai teknik

pengumpulan data dan berbagai sumber data (Sugiyono, 2011: 241).

C. Prosedur Pengumpulan dan Analisis Data 1. Langkah-langkah Pengumpulan data

Pengumpulan data merupakan tahapan yang dilalui dengan tujuan untuk

mengetahui sejauh mana data memenuhi untuk dapat diolah atau tidak,

seleksi data ini dilihat dari segi pengisian atau kelengkapan jawaban

responden . hal ini penting dilakukan untuk meyakinkan bahwa data-data

yang telah disebar, kebenaran dalam cara mengisi jawaban dan sejumlah

angket (kuesioner) yang terkumpul kembali.

Tabel 3.2

jumlah angket yang disebar dan diterima

Jumlah Sampel Jumlah Angket

Tersebar Terkumpul Dapat diolah

38 38 38 38

Dengan rincian 19 angket disebar ke guru-guru di SMA Darul Hikam dan

19 angket disebar ke guru-guru di SMAK 1 BPK PENABUR. Seluruh

(23)

59

Yedi Wiguna, 2013

Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu

deskriptif untuk menguatkan data yang telah diperoleh dan memberikan

hasil yang objektif mengenai data hasil penelitian.

2. Analisis Data

Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis sebagaimana

yang terdapat dalam penelitian kualitatif, yaitu dilakukan pada saat

pengumpulan data berlangsung dan setelah selesai pengumpulan data

dalam periode tertentu. Pada saat wawancara, peneliti sudah melakukan

analisis terhadap jawaban yang diwawancarai. Bila jawaban yang

diwawancarai setelah dianalisis terasa belum memuaskan, maka peneliti

akan melanjutkan pertanyaan lagi, sampai tahap tertentu, diperleh data

yang dianggap kredibel (Sugiyono, 2010: 91).

a. Reduksi Data

Mereduksi data berarti merangkum, memilih data hal-hal yang pokok,

memfokuskan kepada hal-hal yang penting dicari tema dan polanya.

Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran

yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan

pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya jika diperlukan. Dalam

mereduksi data setiap peneliti akan dipandu dengan tujuan yang akan

dicapai.

b. Penyajian Data

Setelah data di reduksi maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan

data. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam

bentuk uraian singkat. Dalam mendisplaykan data maka akan

memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencakan kerja

selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut.

c. Conclusion Drawing

Langkah ke tiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles and

Huberman (Sugiyono, 2010: 99) adalah penarikan kesimpulan dan

(24)

60

Yedi Wiguna, 2013

Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu Gambar 3.3. Analisis Data

Data Collection

Data Reduction

Conclusion: Drawing/verifying

(25)

Yedi Wiguna, 2013

Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data yang telah dipaparkan

pada bab sebelumnya, serta hasil analisis pembahasan hasil penelitian, dapat

dikemukakan kesimpulan sebagai berikut:

1. Berdasarkan hasil wawancara mengenai kondisi raw input yang dilakukan

di SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK PENABUR di peroleh data

bahwa di kedua sekolah, penyeleksian peserta didik dilakukan hampir

sama, hanya terdapat sedikit perbedaan seperti adanya jalur keajegan di

SMAK 1 BPK PENABUR dan cara khusus untuk memastikan perilaku

peserta didik, yang paling menonjol terutama dalam hal keagamaan yang

dijadikan sebagai salah satu pertimbangan dalam seleksi dan bahkan

dijadikan tes untuk diterima atau tidak. Meskipun SMAK 1 BPK

PENABUR merupakan sekolah kristen, tetapi tidak ada tes ke kristenan,

sedangkan di SMA Darul Hikam terdapat tes keagamaan.

2. Kondisi Instrumental Input di kedua sekolah apabila dilihat dari hasil

penelitian penyebaran angket, SMA Darul Hikam menunjukkan selalu

mengatur instrumental input lebih baik, meskipun perbedaannya tidak

terlalu signifikan. Perbedaan yang signifikan terlihat saat sekolah

menyeleksi calon pendidik, dengan lebih mementingkan kompetensi

mengajar.

3. Kondisi Enviromental Input di antara kedua sekolah bervariasi, dalam

penciptaan suasana sosial ini lebih baik SMA Darul Hikam, tetapi dalam

penciptaan suasana disiplin, religius, dan kebersihan ini lebih baik SMAK

1 BPK PENABUR. Bahkan unsur nasionalisme sangat terasa di BPK

PENABUR.

4. Proses pembelajaran diantara dua sekolah yaitu SMA Daru Hikam dan

SMAK 1 BPK PENABUR, sama-sama memiliki interpretasi yang sangat

kuat, artinya kedua sekolah sangat baik dalam menyiapkan proses

(26)

127

Yedi Wiguna, 2013

Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu

5. Kondisi Output ini diteliti dengan cara wawancara dan observasi,

berdasarkan data yang dibahas di Bab IV, SMAK 1 BPK PENABUR lebih

lengkap dalam menyiapkan para lulusan dari mulai kompetensi dan

prestasi.

B. Saran

1. Untuk pembuat kebijakan (Dinas Pendidikan kota Bandung)

Hasil penelitian ini dianjurkan untuk dipelajari dalam rangka

meningkatkan pemerataan pendidikan di Jawa Barat khususnya, sehingga

tidak ada lagi pendidikan yang tertinggal

2. Sekolah yang bersangkutan a. SMA Darul Hikam

Tidak ada salahnya untuk mengikuti loyalitas yang ditunjukan SMAK

1 BPK PENABUR untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

b. SMAK 1 BPK PENABUR

Tidak ada salahnya sekolah mempelajari sistem yang di terapkan di sekolah Islām, untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pemerataan pendidikan di Indonesia

3. Untuk Peneliti Selanjutnya

a. Dianjurkan untuk meneliti loyalitas antara muslim dan non muslim

dalam sebuah lembaga terutama lembaga pendidikan

b. Dianjurkan untuk meneliti proses pembelajaran agama di lembaga

(27)

Yedi Wiguna, 2013

Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA

_______. (2009). Al Qur`ān (Penerj) Yayasan Penyelenggara penerjemah/penafsir Al Qur`an Kementrian Agama RI. Bandung: PT Sygma Examedia Arkanleema

________. (2007). Alkitab. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia.

Ahmadi, A., & Uhbiyati, N. (2003). Ilmu Pendidikan . Jakarta: Rineka Cipta.

Arifin, H. (2008). Ilmu Pendidikan Islām (Tinjauan Teoretis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner Edisi Revisi. Jakarta: Bumi Aksara.

Baharudin, & Makin, M. (2009). Pendidikan Humanistik (Konsep, Teori, dan Aplikasi Praksis dalam Dunia Pendidikan). Yogyakarta: Ar Ruzz Media.

Cully, I. V. (1995). Dinamika Pendidikan Kristen. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.

Darmadi, H. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Daulay, H. P. (2009). Dinamika Pendidikan Islām di Asia Tenggara. Jakarta: Rineka Cipta.

Depdikbud. (1983). Materi Dasar Pendidikan Program Akta Mengajar V (Dasar Ilmu Pendidikan). Jakarta: Dirjen DIKTI.

Depdikbud. (1981). Materi Dasar Pendidikan Program Akta Mengajar V Buku II C Administrasi Pendidikan . Jakarta: Dirjen DIKTI.

Diknas. (2008). Undang-Undang Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional) (UU RI no. 20 Th. 2003). Jakarta: Sinar Grafika.

Gandhi, T. W. (2011). Filsafat Pendidikan (Mazhab-Mazhab Filsafat Pendidikan). Yogyakata: Ar-Ruzz Media.

Hadiwijono. (1992). Iman Kristen. Jakarta: Gunung Mulia

Hamalik, O. (2010). Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta: Bumi Aksara.

Hasbullah. (2010). Otonomi Pendidikan (Kebijakan Otonomi Daerah dan Implikasinya terhadap Penyelenggaraan Pendidikan). Jakarta: Rajawali Pers.

Hikam, D. (2012). Profil Sekolah. Bandung: Tidak diterbitkan.

(28)

129

Yedi Wiguna, 2013

Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu

Koesoema, et al. (2010). Education for Change (Pendidikan untuk Perubahan). Jakarta: Gunung Mulia

Jalal, A. F. (1988). Azas-Azas Pendidikan Islām. Bandung: Diponegoro.

Makmun, A. S. (2009). Psikologi Kependidikan (Perangkat Sistem Pengajaran Modul). Bandung: Remaja Rosda Karya.

Mudyahardjo, R. (2009). Pengantar Pendidikan (Sebuah Studi Awal tentang Dasar-Dasar Pendidikan pada Umumnya dan Pendidikan di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

Muhaimin. (2006). Nuansa Baru Pendidikan Islām (Mengurai Benang Kusut Dunia Pendidikan). Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Muhaimin. (2004). Paradigma Pendidikan Islām (Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islām di Sekolah). Bandung: Remaja Rosda Karya.

Muhmidayeli. (2011). Filsafat Pendidikan. Bandung: Refika Aditama.

Mustafa, Z. (2009). Mengurai Variabel Hingga Instrumentasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Nasution, S. (2009). Metode Research (Penelitian Ilmiah). Jakarta: Bumi Aksara.

Nata, A. (2010). Ilmu Pendidikan Islām dengan Pendekatan Multidispliner (Normatif Perenialis, Sejarah, Filsafat, Psikologi, Sosiologi, Manajemen, Teknologi, Informasi, Kebudayaan, Politik, Hukum). Jakarta: Rajawali Pers.

Natawidjaja, R., Sudjana, D., Rasyidin, W., Dahlan, M. D., Adiwikarta, S., Sanusi, A., et al. (2008). Rujukan Filsafat, Teori dan Praksis Ilmu Pendidikan. Bandung: UPI Press.

Penabur, S. 1. (2012). Agenda SMAK 1 BPK PENABUR Bandung (University of Cambridge International Examination). Bandung: SMAK 1 BPK PENABUR.

Ramayulis, & Nizar, S. (2010). Filsafat Pendidikan Islām (Telaah Sistem Pendidikan dan Pemikiran para Tokohnya). Jakarta: Kalam Mulia.

Riduwan, & Kuncoro, E. A. (2011). Cara Menggunakan dan Memaknai Path Analysis (Analisis Jalur). Bandung: Alfabeta.

Satori, D., & Komariah, A. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

(29)

130

Yedi Wiguna, 2013

Studi Komparasi Sistem Pendidikan Islām dan Sistem Pendidikan Kristen

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu

Sebliawan. (2011). Studi Komparatif Perilaku Beragama Siswa antara SMAN 9 Bandung dengan Siswa MAN 1 Bandung Kelas XI. Bandung: Tidak diterbitkan.

Sidjabat, S. (1996). Stretegi Pendidikan Kristen. Yogyakarta: Yayasan ANDI.

Sudijono, A. (1999). Pengantar Statistika Pendidikan. Raja Grafindo Persada.

Sugiyono. (2010). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2009). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Sukardi. (2008). Metodologi Penelitian Pendidikan (Kompetensi dan Praktiknya). Jakarta: Bumi Aksara.

Swanson, T. A. (1995). Fundamental Concepts of Educational Leadership and Management. New Jersey: Prentice Hall Inc. .

Taufik, M. (2007). Studi Interdisipliner Pemikiran Pendidikan Islām (Kreatif, Demokratis, Bertanggung Jawab, Berperspektif Pluralis-Gender dan Sufistik-Teoekologis dalam Konteks Diversifikasi Upaya Peningkatan dan Pengembangan). Mataram: LKIM IAIN Mataram.

Tirtarahardja, L. S. (2005). Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Tirtarahardja, U., & Sulo, S. L. (2005). Pengantar Pendidikan Edisi Revisi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Uwes, S. (2003). Visi dan Pondasi Pendidikan (Dalam Perspektif Islām). Jakarta : Logos Wacana Ilmu.

Gambar

Gambar 3.1
Gambar 3.2 Teknik Pengumpulan Data
Tabel 3.1 Kriteria Penafsiran Skor Skala Guttman
Tabel  3.2 jumlah angket yang disebar dan diterima
+2

Referensi

Dokumen terkait

Pada aspek sepak bola instrumen yang digunakan guru dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran pen- didikan jasmani olahraga dan kesehatan adalah tes menggiring bola

Terdapat tiga aspek yang dapat dipelajari dan dikembangkan untuk sistem pendidikan dasar di Indonesia yaitu memfasilitasi kesetaraan dan pemerataan mutu pendidikan di desa dan

Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah , (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2002), hlm.. meliputi aspek jasmani, akal, dan

Hasil Validasi Aspek Penyajian dalam Modul Aspek yang divalidasi Jml Rerata Kesimpulan 1 2 3 4 Kompetensi utama dan khusus serta petunjuk modul telah disajikan secara jelas 11 3,6

antara buku “Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti” serta buku “Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti” untuk tingkat SMP kelas VII, VIII dan IX secara

Nurfadhlina pernah melakukan penelitian dalam judul Bias Gender Dalam Buku - Buku Teks Pendidikan Agama Islam (Analisis Konten Pada Buku-Buku Teks Pendidikan

Ditinjau dari latihan soal atau evaluasi pembelajaran buku ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti terdapat latihan soal dan evaluasi pembelajaran yang

Instrumen berupa angket skala Likert dengan lima opsi/pilihan jawaban, yang mencakup aspek Ketuntasan Materi Kurikulum, Kompetensi Sewaktu Kelulusan, Motivasi Kerja, dan Aplikasi