1
PENGARUH RASIO AKTIVITAS, STRUKTUR MODAL, UKURAN PERUSAHAAN, DAN UMUR PERUSAHAAN
TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGES YANG TERDAFTAR DI
BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2009-2011
NURHASANAH
NIM 1002165158Email : [email protected] Contact Person : 0852 7100 4446
DR. Emrinaldi Nur DP, SE, M.Si, Ak
Raja Adri Satriawan S, SE, MA, Ak
Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi Universitas Riau
ABSTRACT
This research aimed to significantly influence the inventory turnover (ITO), debt to equity ratio (DER), firm size and firm age affect the profitability of food and beverages companies are listed at Indonesia Stock Exchange for period from 2009 until 2011.
The Model which used in this research is multiple linear regression. Data was obtain from 16 food and beverages companies as the sample in research in Indonesian Stock Exchange during the period of 3 years in a row. The data is processed by using SPSS for windows version 17.
The results of this research can be concluded that inventory turnover (ITO, Debt to equity ratio (DER) and firm size no effect on profitability. While firm age have a significant effect on profitability. The result of simultant test, inventory turnover (ITO), debt to equity ratio (DER), firm size and firm age have significantly influence profitability.
Keywords : Inventory Turnover (ITO), Debt to Equity Ratio (DER), Firm Size, Firm Age, Profitability
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
Suatu kegiatan usaha yang dijalankan sebuah perusahaan memiliki tujuan yang ingin dicapai. Salah satunya adalah dengan mendapatkan keuntungan yang optimal atas usaha yang dijalankannya. Hal ini terjadi karena setiap pemilik perusahaan menginginkan modal yang telah ditanamkan dalam usahanya segera cepat kembali.
2
Baik atau tidaknya kondisi suatu perusahaan dapat dibuktikan dengan cara melihat rasio keuangannya. Rasio keuangan membantu kita untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan keuangan perusahaan. Rasio keuangan juga dapat menjelaskan perbandingan antara data keuangan perusahaan untuk meneliti arah pergerakannya atau perbandingan rasio perusahaan dengan perusahaan lain. Dalam perhitungan rasio-rasio keuangan, manajemen perusahaan selalu berhubungan dengan laporan keuangan yang menjadi tolak ukur atas informasi yang akan didapatkan.
Salah satu rasio keuangan yang digunakan untuk menilai suatu perusahaan adalah rasio profitabilitas. Menurut Riyanto (2008:44), profitabilitas perusahaan menunjukkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut, atau dengan kata lain kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. Profitabilitas merupakan alat untuk meramalkan laba yang akan datang, menilai efisiensi kinerja manajemen dan merupakan alat pengendalian bagi manajemen. Tanpa perolehan laba, perusahaan tidak dapat memenuhi tujuan lainnya yaitu berkembang (growth), bertahan hidup (going concern), dan tanggung jawab sosial (corporate social responsibility). Dalam mengukur profitabilitas suatu perusahaan terdapat beberapa macam ukuran yang niasa digunakan adalah Gross Profit Margin (GPM), Net Profit Margin (NPM), Return on Invesment (ROI), Return on Equity (ROE) dan Operating Ratio. Dalam penelitian ini rasio profitabilitas diproksikan dalam return on invesment.
Return on Invesment (ROI) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur keuntungan atau pengembalian yang didapatkan dari investasi yang ditanamkan pada suatu perusahaan. Return on Invesment (ROI) ini diproksikan karena merupakan rasio umum yang digunakan dalam mengukur rasio profitabilitas dan juga menunjukkan produktifitas dari seluruh dana perusahaan, baik modal pinjaman maupun modal sendiri. Artinya rasio ini digunakan untuk mengukur sejauh mana keberhasilan suatu perusahaan dalam mengelola seluruh dana untuk mencapai laba.
Perusahaan yang dijadikan objek dalam penelitian ini adalah perusahaan Food and Beverages yang terdaftar di BEI tahun 2009-2011. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi profitabilitas perusahaan antara lain rasio aktivitas yang diproksikan dengan inventory turnover (ITO), struktur modal yang diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER), ukuran perusahaan dan umur perusahaan yang merupakan variabel independen dalam penelitian ini.
1.2. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Inventory Turnover (ITO), Debt to Equity Ratio (DER), ukuran perusahaan dan umur perusahaan berpengaruh terhadap profitabilitas (ROI) pada perusahaan food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2011.
1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Untuk menguji pengaruh variabel Inventory Turnover (ITO), Debt to Equity Ratio (DER), ukuran perusahaan dan umur perusahaan terhadap profitabilitas. Untuk bidang akuntansi keuangan, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan konsep mengenai pengelolaan rasio keuangan terhadap
3
profitabilitas pada suatu perusahaan dan dapat bermanfaat sebagai bahan kajian dalam menambah ilmu pengetahuan, khususnya dalam penyiapan laporan keuangan bagi pihak luar yang berguna untuk menilai kinerja perusahaan. Untuk bidang Manajemen Investasi dan Portofolio, hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan tentang faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi profitabilitas perusahaan sehingga akan menarik minat investor dalam berinvestasi di pasar modal. Untuk bidang Akuntasi Keprilakuan, hasil penelitian ini dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi investor dan kreditor dalam pengambilan keputusan investasi. Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan referensi untuk melakukan penelitian sejenis, baik dengan tujuan untuk pengujian pada periode dan sampel yang berbeda, ataupun untuk tujuan pengembangan penelitian selanjutnya. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberi gambaran sebagai pertimbangan dalam membuat keputusan mengenai sejauh mana kualitas peningkatan nilai perusahaan yang ditunjukkan dengan profitabilitas perusahaan.
II. TELAAH PUSTAKA DAN HIPOTESIS 2.1. Kerangka Teori
2.1.1. Profitabilitas
Profitabilitas perusahaan menunjukkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut, atau dengan kata lain, kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan (Riyanto, 2008:35).
Untuk mengukur tingkat profitabilitas,diproksikan dengan Return on Investment (ROI). Return on Investment (ROI) adalah perbandingan antara laba usaha dengan modal sendiri dan modal asing (utang) yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut dan besarnya dinyatakan dalam persentase (Riyanto,2008:36). Return on Investment (ROI) juga dapat diartikan sebagai kemampuan suatu perusahaan dengan seluruh modal yang bekerja di dalamnya untuk menghasilkan laba.
2.1.2. Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas digunakan untuk mengukur sampai seberapa besar efektivitas perusahaan dalam menggunakan sumber dayanya berupa aset (Halim : 2007). Untuk mengukur tingkat aktivitas, penulis menggunakan inventory turnover (ITO). Inventory Turnover (ITO) atau tingkat perputaran persediaan menunjukkan berapa kali persediaan dijual atau diganti selama satu periode tertentu. Angka ini dapat menunjukkan efisiensi pengelolaan perusahaan (Syamsudin,2009:48).
2.1.3. Struktur Modal
Struktur Modal adalah pembelanjaan permanen dimana mencerminkan antara hutang jangka panjang dengan modal sendiri (Riyanto, 2008:22). Dalam penelitian ini, struktur modal diproksikan menggunakan Debt to Equity Ratio (DER). Debt to Equity Ratio (DER) yang menunjukkan hubungan antara jumlah pinjaman jangka panjang yang diberikan para kreditur dengan jumlah modal sendiri yang diberikan oleh pemilik perusahaan (Munawir, 2010 : 104).
4 2.1.4. Ukuran Perusahaan
Ukuran perusahaan merupakan salah satu faktor yang menentukan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Perusahaan besar mempunyai pengendalian dan tingkat daya saing yang tinggi dibandingkan dengan perusahaan kecil, sehingga bisa digunakan untuk perlindungan terhadap resiko sistematis (Harianto Sudomo, 2001 : 36).
2.1.5. Umur Perusahaan
Umur perusahaan adalah umur sejak berdirinya perusahaan tersebut sampai masih mampu menjalankan operasinya. Secara teoritis perusahaan yang ukurannya besar dan telah lama berdiri akan dipercaya oleh penanam modal (investor) daripada perusahaan kecil. Karena perusahaan yang telah lama berdiri diasumsikan akan dapat menghasilkan laba yang lebih tinggi daripada perusahaan yang baru berdiri (Harianto Sudomo, 2001 : 316).
2.2. Hipotesis Penelitian
2.2.1. Pengaruh Inventory Turnover (ITO) terhadap Profitabilitas
Perputaran persediaan (Inventory Turnover) menunjukkan berapa kali persediaan dijual atau diganti selama satu periode tertentu, angka ini dapat menunjukkan efisiensi pengelolaan manajemen perusahaan. Semakin cepat perputaran persediaan berarti semakin pendek jangka waktu persediaan tersimpan dalam perusahaan sehingga semakin besar kemungkinan laba yang akan diperoleh.
Penelitian oleh Putra (2009) dan Priharyanto (2009) menyatakan bahwa Inventory Turnover (ITO) mempunyai pengaruh signifikan terhadap profitabilitas.
Hal ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan Darmawan (2010), yang mana hasil penelitiannya menunjukkan bahwa inventory tunover tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut :
H1 : ITO Berpengaruh Positif terhadap Profitabilitas
2.2.2. Pengaruh Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Profitabilitas
Struktur Modal merupakan komposisi penggunaan modal saham dan utang sebagai sumber pembiayaan bagi perusahaan (Riyanto, 2008 : 15). Jika perusahaan bermaksud ingin melakukan investasi dalam jumlah yang relatif besar, sehingga manajemen dihadapkan kepada alternatif menerbitkan modal saham atau menambah utang. Keputusan penentuan komposisi sumber pembiayaan ini akan berpengaruh pada laba operasi bersih perusahaan.
Dalam menentukan komposisi sumber pembiayaan yang akan digunakan, harus dipertimbangkan dahulu dampak keputusan yang akan diambil karena keputusan tersebut akan berpengaruh terhadap laba operasi perusahaan. Jika komposisi hutang tersebut lebih besar dari modal sendiri, maka perusahaan mengalami peningkatan resiko ketidakmampuan membayar hutang. Namun akan meningkatkan laba karena bunga hutang diperhitungkan sebagai biaya modal yang akan mengurangi pajak.
Penelitian yang dilakukan oleh Larasati (2011) membuktikan bahwa struktur modal berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas pada perusahaan
5
automotive and allied di BEI. Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut :
H2 : DER Berpengaruh Negatif terhadap Profitabilitas 2.2.3. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Profitabilitas
Ukuran perusahaan menggambarkan besar kecilnya suatu perusahaan yang ditunjukkan oleh total aktiva, jumlah penjualan, rata-rata tingkat penjualan dan rata-rata total penjualan. perusahaan dengan ukuran besar dapat menghasilkan produk dengan biaya rendah dimana tingkat biaya rendah merupakan unsur untuk mencapai laba.
Penelitian Priharyanto (2009) membuktikan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut :
H3 : Ukuran Perusahaan Berpengaruh Positif terhadap Profitabilitas 2.2.4. Pengaruh Umur Perusahaan terhadap Profitabilitas
Umur perusahaan adalah umur sejak berdirinya perusahaan tersebut sampai masih mampu menjalankan operasinya. Secara teoritis perusahaan berukuran besar dan telah lama berdiri akan dipercaya oleh penanam modal (investor) dari pada perusahaan kecil. Hal ini karena perusahaan yang telah lama berdiri dapat menghasilkan laba yang lebih tinggi daripada perusahaan yang baru berdiri. Perusahaan yang telah lama berdiri, profitabilitasnya akan lebih stabil dibandingkan dengan perusahaan yang baru berdiri dan akan lebih cepat meningkatkan labanya karena adanya pengalaman dari manajemen sebelumnya dalam mengelola bisnis perusahaan sehingga akan lebih siap menghadapi berbagai resiko di masa yang akan datang.
Penelitian Arioctafianti (2007) menyatakan bahwa umur perusahaan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas perusahaan. Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut :
H4 : Ukuran Perusahaan Berpengaruh Positif terhadap Profitabilitas
III. METODE PENELITIAN 3.1. Populasi dan Sampel
Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan food and beverages yang terdaftar di BEI tahun 2009 – 2011 yang berjumlah 18 perusahaan. Sampel penelitian diambil secara purposive sampling, dimana sampel digunakan apabila memenuhi kriteria sebagai berikut :
1. Perusahaan yang dijadikan sampel merupakan emiten tetap yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2011.
2. Perusahaan yang menerbitkan dan mempublikasikan laporan keuangan tahunan yang tahun 2009-2011.
3. Laporan keuangan perusahaan memuat rasio yang digunakan dalam penelitian selama periode amatan tahun 2009 – 2011.
Berdasarkan pada kriteria pengambilan sampel yang telah disebutkan diatas, maka jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian adalah 16 perusahaan.
6 3.2. Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, dari tahun 2009 sampai dengan 2011 dalam bentuk data akuntansi berupa laporan keuangan perusahaan. Data yang diperlukan dalam penelitian ini berupa data dari Indonesia Capital Market Directory (ICMD). Sumber data yaitu data yang telah disajikan di BEI yang dipublikasikan melalui internet dan data yang diperoleh dari Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) Pekanbaru.
3.3. Operasional Variabel dan Pengukuran 3.3.1. Variabel Dependen
Variabel dependen penelitian ini adalah profitabilitas yang diproksikan dengan Return on Investment (ROI). Return on Investment dapat diartikan sebagai kemampuan suatu perusahaan dengan seluruh modal yang bekerja di dalamnya untuk menghasilkan laba.
Rumus dari ROI yakni:
ROILababersih setelah pajak x 100% ...(1)
Total Aktiva 3.3.2. Variabel Independen
3.3.2.1. Inventory Turnover (ITO)
Inventory Turnover (ITO) atau tingkat perputaran persediaan menunjukkan berapa kali persediaan dijual atau diganti selama satu periode tertentu. Angka ini dapat menunjukkan efisiensi pengelolaan perusahaan. Rumus ITO yaitu :
Inventory Turnover (ITO) = cost of goods sold ...(2)
Average inventory
3.3.2.2. Debt to Equity Ratio
Struktur modal diukur dalam skala rasio yaitu Debt to Equity Ratio (DER). Debt to Equity Ratio (DER) yakni perbandingan antara total utang (jangka panjang) dengan total modal sendiri (modal saham yang terdiri dari saham biasa dan saham preferen, cadangan, dan laba ditahan) yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya dengan menggunakan modal yang ada. Rasio ini dihitung dengan rumus:
Debt to Equity Ratio = Total Hutang ...(3) Modal Sendiri (equity)
3.3.2.3. Ukuran Perusahaan
Ukuran perusahaan diukur dengan besarnya total aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Besar kecilnya perusahaan dapat diukur dengan menggunakan logaritma dari total aktiva perusahaan.
Skala perusahaan = Log total aktiva ...(4) 3.3.2.4. Umur Perusahaan
Umur perusahaan adalah umur sejak berdirinya hingga perusahaan tersebut masih mampu menjalankan operasinya. Pada penelitian ini umur perusahaan dihitung dari mulai perusahaan tersebut berdiri sampai tahun 2011.
7 3.4. Metode Analisis Data
3.4.1. Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik merupakan prasyarat analisis regresi berganda.
Sebelum melakukan pengujian hipotesis yang diajukan dalam penelitian perlu dilakukan pengujian asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji autokorelasi, dan uji heteroskedastisitas.
3.4.1.1. Uji Normalitas
Uji normalitas data bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel dependen dan variabel independen mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal. Untuk mendeteksi normalitas data dapat di uji dengan kolmogorov-smirnov dengan melakukan pengujian pada standardized residual pada model penelitiannya.
Menurut Ghozali (2006 : 105), bahwa distribusi data dapat dilihat dengan membandingkan Z hitung dengan Z tabel data pada unstandardized residual dengan kriteria sebagai berikut :
1. Jika Z hitung (kolmogorov-smirnov) < Z tabel (1,96) atau angka signifikansi>
taraf signifikansi (α) 0,05, maka distribusi data dikatakan normal.
2. Jika Z hitung (kolmogorov-smirnov) > Z tabel (1,96) atau angka signifikansi <
taraf signifikansi (α) 0,05, maka distribusi data dikatakan normal.
3.4.1.2. Uji Multikolinearitas
Uji Multikolinieritas ini menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (variabel independen). Model uji regresi yang baik selayaknya tidak terjadi multikolinearitas. Multikolinearitas dapat dilihat dari VIF, jika VIF < 10 maka nilai tingkat kolinieritas dapat ditoleransi (Lind,2007:143).
3.4.1.3. Uji Autokolerasi
Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi ada korelasi antara kesalahan pengganggu (error) pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode sebelumnya (t-1), jika ada berarti terdapat autokorelasi. Pendekatan yang sering digunakan untuk menguji apakah terjadi autokorelasi adalah dengan uji Durbin–Watson (DW) (Sunyoto:2009), ketentuan pengambilan keputusan:
a. Jika angka Durbin Watson (DW) dibawah -2 berarti terdapat Autokorelasi positif.
b. Jika angka Durbin Watson (DW) diantara -2 sampai +2 berarti tidak ada Autokorelasi.
c. Jika angka Durbin Watson (DW) diatas +2 berarti terdapat Autokorelasi negatif.
3.4.1.4. Uji Heterokedastisitas
Pengujian heterokedastisitas dilakukan dengan Uji Glejser. Uji ini mengusulkan untuk meregresi nilai absolut residual terhadap variabel independen.
Jika variabel independen signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen, maka ada indikasi terjadi heterokedastisitas. Jika probabilitas signifikansinya di atas tingkat kepercayaan 5%, maka dapat disimpulkan model regresi tidak mengandung heterokedastisitas (Ghozali : 2006).
8 3.4.2. Pengujian Hipotesis
Pembuktian terhadap hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan uji statistik secara parsial yang dilakukan dengan uji statistik (t-Test). Parsial test bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen (Ghozali : 2006).
Jika nilai thitung < ttabel atau P value > α, maka H1 ditolak dan H0 diterima, dengan kata lain variabel independen secara parsial tidak berpengaruh terhadap variabel dependen (profitabilitas). Sebaliknya jika thitung > ttabel atau P value < α, maka H1 diterima dan Ha ditolak, artinya variabel independen secara parsial mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen (profitabilitas). Perumusan hipotesis untuk Uji-t adalah:
H0 : Tidak ada pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen Ha : Ada pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen 3.4.3. Uji F
Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen atau bebas yang dimasukkan berpengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen atau terikat (Ghozali : 2006).
3.4.4. Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien Determinasi (R2) adalah sebuah koefisien menunjukkan persentase pengaruh semua variabel independen terhadap variabel dependen.
Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel-variabel independen terhadap variabel dependen secara serentak dapat dilihat dari tabel model summary yaitu dengan melihat Adjusted R Squarenya. Semakin besar koefisien determinasinya maka semakin baik variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen, dengan demikian baik untuk mengestimasi nilai variabel dependen
IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Analisis Stastistik Deskriptif
Dari tabel 1 dapat diketahui bahwa total sampel penelitian yang dapat diolah adalah 48 sampel. Dapat dilihat nilai mean dari profitabilitas (ROI) adalah 9.8321 dan nilai standar deviasi sebesar 9.57429, Dengan nilai mean profitabilitas yang lebih besar dari nilai standar deviasi, ini menunjukkan bahwa data profitabilitas yang digunakan pada penelitian ini cukup efisien.
Tabel 1 : Statistik Deskriptif Variabel Penelitian
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
ROI 48 -8.08 41.56 9.8321 9.57429
ITO 48 .61 16.29 5.7477 3.27969
DER 48 .20 8.44 1.4223 1.39121
UKURAN PERUSAHAAN 48 850.47 15585933.00 4.5014 4.06149
UMUR PERUSAHAAN 48 19.00 82.00 34.0625 14.62206
Valid N (listwise) 48
Sumber : Output olahan SPSS
9 4.2. Uji Normalitas Data
Tabel 2 : Hasil uji Normalitas (Hasil Uji Kolmogrov-Smirnov)
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test ROI ITO LN_DER
UKURAN
PERUSAHAAN LN_UMR.PER
N 48 48 48 48 48
Normal Parametersa,,b
Mean 9.8321 5.7477 .0605 4.5014E6 3.4583
Std. Deviation 9.5742 9
3.27969 .75003 4.06149E6 .36050
Most Extreme Differences
Absolute .160 .106 .077 .187 .115
Positive .160 .106 .070 .187 .115
Negative -.115 -.059 -.077 -.134 -.077
Kolmogorov-Smirnov Z 1.109 .734 .531 1.296 .800
Asymp. Sig. (2-tailed) .171 .654 .941 .069 .545
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Sumber : Output olahan SPSS
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil uji normalitas data menyatakan nilai Asymp. Sig variabel lebih besar dari level of signifikan 0.05 berarti data residual berdistribusi normal. Dengan demikian model regresi ini memenuhi asumsi normalitas,
4.3. Uji Asumsi Klasik 4.3.1. Uji Multikolinearitas
Dari tabel 3 dapat diketahui bahwa semua variabel independen memiliki nilai tolerance berada di atas 0.1 dan nilai VIF dibawah angka 10. Hal ini menunjukkan dalam model ini tidak terjadi multikolinearitas. Berikut hasil Statistik deskriptif yang disajikan pada Tabel 3 berikut :
Tabel 3 : Hasil Uji Multikolinearitas
Model
Collinearity Statistics
Kesimpulan Tolerance VIF
1 (Constant)
ITO .973 1.028 Tidak terjadi multikolinearitas
LN_DER .993 1.007 Tidak terjadi multikolinearitas UKURAN PERUSAHAAN .986 1.014 Tidak terjadi multikolinearitas LN_UMR.PER .982 1.018 Tidak terjadi multikolinearitas
Sumber : Output olahan SPSS 4.3.2. Uji Autokorelasi
Tabel 4 : Hasil Uji Autokorelasi
Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the
Estimate Durbin-Watson
1 .737a .544 .501 6.76257 1.037
a. Predictors: (Constant), LN_UMR.PER, LN_DER, UKURAN PERUSAHAAN, ITO b. Dependent Variable: ROI
Sumber : Output olahan SPSS
10
Dari tabel 4 diatas dapat diketahui bahwa nilai Durbin-Watson (DW) pada model regresi ini berada di antara -2 sampai +2, yaitu sebesar 1.037. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model penelitian ini tidak terjadi autokorelasi.
4.3.3. Uji Heterokedastisitas Tabel 5 : Hasil Uji Glejser
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig.
Collinearity Statistics
B
Std.
Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) -9.229 4.359 -2.117 .040
ITO .096 .139 .094 .694 .491 .973 1.028
LN_DER -.262 .601 -.058 -.436 .665 .993 1.007
UKURAN PERUSAHAAN -9.880 .000 -.119 -.888 .380 .986 1.014
LN_UMR.PER 4.221 1.256 .451 3.359 .202 .982 1.018
a. Dependent Variable: ABS_RES
Sumber : Output olahan SPSS
Dari uji Glejser seperti yang terlihat pada tabel 5 diketahui bahwa nilai signifikansi antara varibael bebas dengan ABS_Res > 0,05. Oleh karena itu dapat disimpulkan tidak terjadi heterokedastisitas pada model regresi dalam penelitian ini.
4.4. Analisis Regresi Linear Berganda
Hasil analisis regresi berganda yang telah dilakukan dapat dilihat pada tabel 6 sebagai berikut :
Tabel 6 : Hasil Analisis Regresi Berganda
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) -58.091 9.577 -6.065 .000
ITO .269 .305 .092 .883 .382
LN_DER -.116 1.320 -.009 -.088 .931
UKURAN PERUSAHAAN 1.210 .000 .051 .495 .623
LN_UMR.PER 19.038 2.761 .717 6.896 .000
Sumber : Output olahan SPSS
Dari hasil analisis regresi diatas, maka persamaan regresi yang dihasilkan adalah sebagai berikut :
Y = -58.091 + 0.269X1 – 0.116 X2 + 1.210X3 + 19.038X4 + e 4.5. Hasil Pengujian Hipotesis
1. Pengujian terhadap Hipotesis Pertama (H1)
Dari hasil uji t pada tabel 4.15, diperoleh nilai thitung sebesar 0.883 dan ttabel sebesar 1.678. Hal ini berarti thitung < ttabel dan derajat signifikansi 0.382 > α 0.05. Hal ini berarti bahwa Inventory Tunover (ITO) tidak signifikan pada level
11
signifikansi 5%. Sehingga H1 ditolak atau dapat disimpulkan bahwa variabel Inventory Tunover (ITO) memiliki hubungan positif dan secara parsial tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap profitabilitas (ROI).
H1 ditolak atau tidak adanya pengaruh antara inventory turnover (ITO) dengan profitabilitas terjadi karena perubahan nilai inventory turnover (ITO) memberikan kontribusi yang tidak signifikan terhadap perubahan profitabilitas (ROI). Adanya dominasi variable-variabel lain yang turut mempengaruhi profitabilitas dan tingkat perputaran persediaan yang lambat sehingga tidak terlalu berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan.
Hasil hipotesis ini bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Putra (2010) yang menunjukkan adanya pengaruh dari inventory turnover (ITO) terhadap profitabilitas perusahaan. Namun penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Darmawan (2010) yang menyatakan bahwa inventory turnover (ITO) tidak berpengaruh terhadap profitabilitas (ROI) perusahaan.
2. Pengujian terhadap Hipotesis Kedua (H2)
Pengujian hipotesis kedua ini digunakan untuk mengetahui apakah Debt to Equity Ratio (DER) mempunyai pengaruh terhadap profitabilitas (ROI) pada perusahaan food and beverages yang terdaftar di BEI. Dari hasil uji t pada tabel 4.15, diperoleh nilai thitung sebesar -0.088 dan ttabel sebesar 1.678. Hal ini berarti thitung < ttabel dan derajat signifikansi 0.931 > α 0.05. Hal ini berarti bahwa Debt to Equity Ratio (DER) tidak signifikan pada level signifikansi 5%. Sehingga H2 ditolak atau dapat disimpulkan bahwa variabel Debt to Equity Ratio (DER) memiliki hubungan negatif dan secara parsial tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap profitabilitas (ROI).
Hasil penelitian ini tidak konsisten dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Azlina (2009), Priharyanto (2009) dan Larasati (2011), yang menunjukkan adanya pengaruh dari Debt to Equity Ratio (DER) terhadap profitabilitas perusahaan.
H2 ditolak karena DER memiliki hubungan negatif dan tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan DER tidak berdampak pada perubahan profitabilitas. Perusahaan lebih banyak mendapatkan hutang. Hutang yang tinggi tidak selamanya menunjukkan perusahaan itu jelek karena kreditur tidak akan sembarangan menanamkan modalnya, hal ini berarti perusahaan mendapatkan kepercayaan dari kreditur yang yakin akan kemampuan perusahaan untuk membayar hutang-hutangnya.
Hasil hipotesis (H2) di atas sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Arioctafianti (2007) yang menunjukkan bahwa DER tidak berpengaruh terhadap profitabilitas (ROI) perusahaan.
3. Pengujian terhadap Hipotesis Ketiga (H3)
Pengujian hipotesis ketiga ini digunakan untuk mengetahui apakah ukuran perusahaan mempunyai pengaruh terhadap profitabilitas (ROI) pada perusahaan food and beverages yang terdaftar di BEI. Dari hasil uji t pada tabel 4.15, diperoleh nilai thitung sebesar 0.495 dan ttabel sebesar 1.678. Hal ini berarti thitung < ttabel dan derajat signifikansi 0.623 > α 0.05. Hal ini berarti bahwa ukuran perusahaan tidak signifikan pada level signifikansi 5%. Sehingga H3 ditolak atau
12
dapat disimpulkan bahwa variabel ukuran perusahaan memiliki hubungan positif dan secara parsial tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap terhadap profitabilitas (ROI). Hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian yang dilakukan oleh Priharyanto (2009) yang menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan.
Hasil hipotesis diatas (H3) ditolak karena ukuran perusahaan tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap profitabilitas (ROI). Hal ini terjadi karena pasar kurang bereaksi terhadap banyaknya informasi yang tersedia sepanjang tahun pada perusahaan-perusahaan besar dan pada saat pengumuman laba. Dapat disimpulkan bahwa ukuran perusahaan tidak dapat dijadikan salah satu tolak ukur yang menentukan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba karena perusahaan yang berukuran besar belum tentu mampu menghasilkan laba (profit) yang besar juga daripada perusahaan yang berukuran kecil.
Hasil hipotesis (H3) di atas sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Azlina (2009) dan Utama (2009) yang menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan.
4. Pengujian terhadap Hipotesis Keempat (H4)
Pengujian hipotesis keempat ini digunakan untuk mengetahui apakah umur perusahaan mempunyai pengaruh terhadap profitabilitas (ROI) pada perusahaan food and beverages yang terdaftar di BEI. Dari hasil uji t pada tabel diatas, diperoleh nilai thitung sebesar 6.896 dan ttabel sebesar 1.678. Hal ini berarti thitung > ttabel dan derajat signifikansi 0.000 < α 0.05. Hal ini berarti bahwa umur perusahaan signifikan pada level signifikansi 5%. Sehingga H4 diterima atau dapat disimpulkan bahwa umur perusahaan memiliki hubungan positif, secara parsial mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas (ROI).
Hasil penelitian ini menemukan bahwa perusahaan yang telah lama berdiri, profitabilitasnya lebih stabil dibandingkan perusahaan yang baru berdiri dan lebih cepat meningkatkan labanya, karena terampil menghasilkan informasi ketika diperlukan dan adanya pengalaman manajemen sebelumnya dalam mengelola bisnis perusahaan sehingga akan lebih siap menghadapi berbagai resiko di masa yang akan datang.
Secara teoritis perusahaan yang telah lama berdiri akan dipercaya oleh penanam modal (investor) dari pada perusahaan baru. Karena perusahaan yang telah lama berdiri diasumsikan akan dapat menghasilkan laba yang lebih tinggi daripada perusahaan yang baru berdiri. Dapat disimpulkan bahwa perusahaan yang telah lama berdiri profitabilitasnya akan lebih stabil dibandingkan dengan perusahaan yang mempunyai umur relatif lebih muda dan akan dapat meningkatkan labanya karena pengalaman dari manajemen sebelumnya dalam mengelola bisnis perusahaan. Hasil hipotesis ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Arioctafianti (2007) yang menunjukkan bahwa umur perusahaan berpengaruh terhadap profitabilitas (ROI).
4.6 Analisis Tambahan (Uji F)
Dari hasil pengolahan data dibawah ini menunjukkan bahwa Fhitung
variabel inventory turnover, Debt to Equity Ratio (DER), ukuran perusahaan dan umur perusahaan adalah 12.802 dan signifikansi (0,000) < 0,05. Karena nilai signifikansi (sig) lebih kecil dari 0,05 maka model regresi dapat digunakan atau
13
dapat dikatakan bahwa variabel indpenden inventory turnover (ITO), Debt to Equity Ratio (DER), ukuran perusahaan dan umur perusahaan secara bersama- sama berpengaruh signifikan terhadap variabel independen profitabilitas (ROI).
Tabel 7 : Hasil Regresi Uji F
ANOVAb
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 2341.856 4 585.464 12.802 .000a
Residual 1966.491 43 45.732
Total 4308.347 47
a. Predictors: (Constant), LN_UMR.PER, LN_DER, UKURAN PERUSAHAAN, ITO b. Dependent Variable: ROI
Sumber : Output olahan SPSS (Lampiran No.8) 4.7 Koefisien Determinasi (R2)
Tabel 8 : Hasil Koefisien Determinasi
Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the
Estimate Durbin-Watson
1 .737a .544 .501 6.76257 1.037
a. Predictors: (Constant), LN_UMR.PER, LN_DER, UKURAN PERUSAHAAN, ITO b. Dependent Variable: ROI
Sumber : Output olahan SPSS
Berdasarkan perhitungan analisis regresi yang dapat dilihat pada tabel 8 diperoleh nilai koefisien determinasi adjust R2 adalah sebesar 0.544. Artinya adalah bahwa sumbangan pengaruh variabel independen inventory tunover (ITO), Debt to Equity Ratio (DER), ukuran perusahaan dan umur perusahaan terhadap variabel dependen (ROI) adalah sebesar 54.4%, sedangkan sisanya sebesar 45.6%
dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.
V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian hipotesis yang diajukan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Inventory Turnover (ITO), Debt to Equity Ratio (DER), ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap profitabilitas (ROI). Sedangkan umur perusahaan berpengaruh terhadap profitabilitas (ROI) pada perusahaan food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2011.
2. Hasil penelitian secara simultan menunjukkan bahwa Inventory Turnover (ITO), Debt to Equity Ratio (DER), ukuran perusahaan dan umur perusahaan secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap profitabilitas (ROI) pada perusahaan food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2009-2011.
14 5.2 Keterbatasan
Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu :
1. Jumlah sampel yang diteliti terlalu sedikit sehingga penelitian yang dilakukan belum memberikan gambaran yang maksimal.
2. Jangka waktu periode pengamatan terlalu pendek (singkat) yaitu 3 (tiga) tahun, dengan periode pengamatan yang terlalu singkat tersebut dikhwatirkan tidak dapat menggambarkan reaksi pasar secara keseluruhan.
3. Penelitian ini hanya menguji faktor-faktor intern perusahaan berupa Inventory Turnover (ITO), Debt to Equity Ratio (DER), ukuran perusahaan dan umur perusahaan tanpa memasukkan faktor-faktor ekstern seperti peraturan pemerintah yang mempengaruhi kinerja perusahaan, minat masyarakat dan kejadian luar biasa yang dapat mempengaruhi perekonomian secara global yang mungkin sangat berpengaruh pada profitabilitas perusahaan.
5.1. Saran
Dengan memperhatikan kesimpulan penelitian diatas, penulis memberikan beberapa saran antara lain sebagai berikut :
1. Untuk penelitian lebih lanjut dalam hal yang sama dapat menambah variabel independen lain yang dirasa berpotensi mempengaruhi profitabilitas. Seperti biaya operasional, komposisi aktiva, jenis perusahaan dan rasio keuangan lain yang dapat mempengaruhi profitabilitas pada perusahaan food and beverages.
2. Bagi peneliti lain disarankan untuk terus mengembangkan penelitian- penelitian serupa yang sangat berguna bagi para pelaku bisnis atau investor dipasar modal, pemerintah dan kalangan akademis.
3. Mempertimbangkan perluasan sampel yang digunakan dan memperpanjang periode waktu pengamatan karena hal ini akan berpengaruh pada tingkat signifikansi model penelitian dan hasil penelitian.
DAFTAR PUSTAKA
Arioctafianti. 2007. Analisis Pengaruh Rasio Aktivitas, Leverage Keuangan dan Ukuran Perusahaan terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Textile Mill Products dan apparel and Other Textille yang terdaftar di BEI, Skripsi UNRI “Akuntansi”, Pekanbaru.
Azlina, Nur. 2009. Pengaruh Perputaran Modal Kerja, Struktur Modal, dan Skala Perusahaan terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Industry Property and Real Estate di BEI. Pekbis Jurnal Vol 1 No 2.
Universitas Riau
D, Yulianti Vivi. 2009. Pengaruh Likuiditas, Rasio Aktivitas dan Umur Perusahaan terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Food and Beverages yang terdaftar di BEI, Skripsi UNRI “Akuntansi”, Pekanbaru
Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Edisi 3. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Halim, Abdul. 2007. Manajemen Keuangan Bisnis. Bogor : Ghalia Indonesia.
Harianto, Farid dan Sudomo, Siswanto. 2001. Perangkat dan Teknik Analisa Investasi di Pasar Modal Indonesia, Edisi ketiga, PT. Adhi: Jakarta
15 http://www.idx.co.id/
Larasti, Iis. 2011. Pengaruh Perputaran Modal Kerja, Struktur Modal, Umur Perusahaan, dan Ukuran Perusahaan terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Automotive and Allied di BEI, Skripsi UNRI
“Akuntansi”, Pekanbaru
Lind etc, 2007. Teknik-teknik Statistika dalam Bisnis dan Ekonomi. Jakarta:
Salemba Empat
Munawir, 2010. Analisa Laporan Keuangan, Liberty: Yogyakarta.
Priharyanto, Budi. 2009. Analisis Pengaruh Current Ratio, Inventory Tunover, Debt To Equity Ratio dan Size Terhadap Profitabilitas (Studi pada Perusahaan Food and Beverage dan Perusahaan Consumer Goods yang Listed di BEI Periode Tahun 2005-2007. Tesis. Universitas Diponegoro
Putra, Jaya, Lutfi. 2010. Pengaruh Perputaran Modal Kerja terhadap Profitabilitas Perusahaan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Jurnal Ilmiah. Universitas Gunadarma.
Riyanto, Bambang, 2008. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan, Edisi Ketujuh, BPFE Yogyakarta.
Syamsudin, Lukman, 2009. Manajemen Keuangan Perusahaan. Grafindo:
Jakarta.
Sunyoto, Danang, 2009. Analisis Regresi dan Uji Hipotesis, Edisi Pertama, Jakarta.
Utama, Idfan. 2009. Analisis Pengaruh Modal Kerja, Fixed Fianncial Asset, Financial Debt dan Firm Size terhadap Profitabilitas Perusahaan Consumer Goods pada LQ45 BEI. Jurnal Ekonomi. Universitas Gunadarma.