• Tidak ada hasil yang ditemukan

04. EVALUASI PENDIDIKAN ISLAM (TAHRIRI)

N/A
N/A
Lailatul Hana Maftuhah

Academic year: 2023

Membagikan "04. EVALUASI PENDIDIKAN ISLAM (TAHRIRI)"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Kelompok 4: Lailatul Hana, Risma Nur

Evaluasi Pendidikan Islam

A. Pengertian Evaluasi Pendidikan Islam

Evaluasi berasal dari bahasa Inggris evaluation yang berarti tindakan atau proses untuk menentukan nilai sesuatu atau dapat diartikan sebagai tindakan atau proses untuk menentukan nilai segala sesuatu yang ada hubungannya dengan pendidikan. Dalam bahasa Arab evaluasi dikenal dengan istilah imtihan yang berarti ujian. Dan dikenal pula dengan istilah khataman sebagai cara menilai hasil akhir dari proses pendidikan.

Jika kata evaluasi tersebut dihubungkan dengan kata pendidikan, maka dapat diartikan sebagai proses membandingkan situasi yang ada dengan kriteria tertentu terhadap masalah-masalah yang berkaitan dengan pendidikan. Untuk itu evaluasi pendidikan sebenarnya tidak hanya menilai tentang hasil belajar para siswa dalam suatu jenjang pendidikan tertentu, melainkan juga berkenaan dengan penilaian terhadap berbagai aspek yang mempengaruhi proses belajar siswa tersebut, seperti evaluasi terhadap guru, kurikulum, metode, sarana prasarana, lingkungan, dan sebagainya.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa evaluasi yaitu suatu proses dan tindakan yang terencana untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan, pertumbuhan dan perkembangan (peserta didik) terhadap tujuan (pendidikan), sehingga dapat disusun penilaiannya yang dapat dijadikan dasar untuk membuat keputusan.

Dengan demikian evaluasi bukan sekedar menilai suatu aktivitas secara spontan dan insedental, melainkan merupakan kegiatan untuk menilai sesuatu yang terencana, sistematik dan berdasarkan tujuan yang jelas. Jadi dengan evaluasi diperoleh informasi dan kesimpulan tentang keberhasilan suatu kegiatan, dankemudian kita dapat menentukan alternatif dan keputusan untuk tindakan berikutnya.

Selanjutnya, Evaluasi dalam pendidikan Islam merupakan cara atau tehnik penilaian terhadap tingkah laku anak didik berdasarkan standar perhitungan yang bersifat komprehensif dari seluruh aspek-aspek kehidupan mental-psikologis dan spiritual religius, karena manusia bukan saja sosok pribadi yang tidak hanya bersikap religius, melainkan juga berilmu dan berketerampilan yang sanggup beramal dan berbakti kepada Tuhan dan masyarakatnya.

(2)

Evaluasi pendidikan Islam adalah suatu kegiatan untuk menentukan taraf kemajuan suatu aktivitas di dalam pendidikan Islam. Program evaluasi ini diterapkan dalam rangka mengetahui tingkat keberhasilan seorang pendidik dalam menyampaikan materi pelajaran, menemukan kelemahan-kelemahan yang dilakukan, baik berkaitan dengan materi, metode, fasilitas dan sebagainya.

Oleh karena itu, yang dimaksud evaluasi dalam pendidikan Islam adalah pengambilan sejumlah keputusan yang berkaitan dengan pendidikan Islam guna melihat sejauhmana keberhasilan pendidikan yang selaras dengan nilai-nilai Islam sebagai tujuan dari pendidikan Islam itu sendiri.

Kemudian Term atau istilah evaluasi dalam wacana pendidikan Islam tidak diperoleh padanan katanya yang pasti, tetapi terdapat term atau istilah-istilah tertentu yang mengarah pada makna evaluasi. Term-term tersebut adalah:

1. Al-Hisab

Memiliki makna menghitung, menafsirkan dan mengira. Hal ini dapat dilihat dalam firman Allah SWT.:

ْْنَمِلُرِفْغَيَفُهَّللاِهِبْمُكْبِساَحُيُهوُفْخُت ْوَأْمُكِسُفْنَأيِفاَماوُدْبُتْنِإ َو ِض ْرلأايِفاَم َوِتا َواَمَّسلايِفاَمِهَّلِل

ْ ريِدَقٍءْيَشِِّلُكىَلَعُهَّللا َوُءاَشَيْْنَمُبِِّذَعُي َوُءاَشَي

Artinya : kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS. Al-Baqarah: 284).

2. Al-Bala’

Memiliki makna cobaan dan ujian. Terdapat dalam firman Allah SWT.:

َْةاَيَحْلا َوْ َت ْوَمْلاَْقَلَخْيِذَّلا

ُْروُفَغْلاْ ُزي ِزَعْلاْ َوُه َوْلاَمَعُْنَسْحَأْْمُكُّيَأْْمُك َوُلْبَيِل

(3)

Artinya

: yangْ menjadikanْ matiْ danْ hidupsupayaْ Diaْ mengujiْ kamusiapaْ diْ antaraْ

kamuْyangْlebihْbaikْamalnyadanْDiaْMahaْPerkasaْlagiْMahaْPengampun (QS. Al- Mulk: 2).

3. Al-Hukm

Memiliki makna putusan atau vonis. Misalnya dalam ayat berikut:

ُْميِلَعْلاُْزي ِزَعْلاْ َوُه َوِْهِمْكُحِبْْمُهَنْيَبْي ِضْقَيْ َكَّب َرَّْنِإ

Artinya: Sesungguhnya Tuhanmu akan menyelesaikan perkara antara mereka dengan keputusan-Nya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui (QS. An-Naml: 78).

4. QadhaْAl ْ

Memiliki makna arti putusan. Misalnya, dalam ayat berikut:

ْ ٍضاَقْ َتْنَأْاَمْ ِضْقاَفْاَن َرَطَفْيِذَّلا َوِْتاَنِِّيَبْلاَْنِمْاَنَءاَجْاَمْىَلَعْ َك َرِثْؤُنْ ْنَلْاوُلاَق اَيْنُّدلاَْةاَيَحْلاِْهِذَهْي ِضْقَتْاَمَّنِإ

Artinya: mereka berkata, “kami sekali-kali tidak akan mengutamakan kamu daripada bukti-bukti yang nyata (mukjizat), yang telah datang kepada kami dan daripada Tuhan yang telah menciptakan kami. Maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan.

Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini saja”

(QS. Thaha: 72).

5. An-Nazr

An-Nazr berarti melihat. Misalnya, dalam ayat berikut:

َْنيِبِذاَكْلاَْنِمْ َتْنُكْْمَأْ َتْقَدَصَأْ ُرُظْنَنَسَْلاَق

Artinya: berkata Sulaiman “akan kami lihat, apa kamu benar ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta” (QS. An-Naml: 27).

B. Tujuan Evaluasi 1. Tujuan Umum

a. untuk memperoleh data pembuktian, yang akan menjadi petunjuk sampai di mana tingkat kemampuan dan tingkat keberhasilan peserta didik dalam pencapaian

(4)

tujuan-tujuan kurikuler, setelah meraka menempuh proses pembelajaran dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

b. untuk mengukur dan menilai sampai di manakah efektivitas mengajar dan metode-metode mengajar yang telah diterapkan atau dilaksanakan oleh pendidik, serta kegiatan belajar yang dilaksanakan oleh peserta didik.

2. Tujuan Khusus

a. untuk merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh program pendidikan.

Tanpa adanya evaluasi maka tidak mungkin timbul kegairahan atau rangsangan pada diri peserta didik untuk memperbaiki dan meningkatkan prestasinya masing- masing.

b. untuk mencari dan menemukan faktor-faktor penyebab keberhasilan dan ketidakberhasilan peserta didik dalam mengikuti program pendidikan, sehingga dapat dicari dan ditemukan jalan keluar atau cara-cara perbaikannya.

C. Prinsip Evaluasi

1. Kontinuitas/kesinambungan

Evaluasi dilakukan secara terus menerus pada proses pendidikan maupun setelah proses pendidikan berhasil. Evaluasi tidak hanya dilakukan setahun sekali, per semester, atau sebulan sekali.

2. Komprehensif/menyeluruh

Evaluasi dilakukan pada semua aspek kepribadian siswa, yaitu aspek pemahaman, sikap, kedisiplinan, tanggung jawab, pengamalan ilmu yang diperoleh, dan sebagainya.

3. Objektivitas

Evaluasi dilakukan berdasarkan keadaan sesu6dan tidak dicampuri oleh hal yang bersifat emosional/irasional. Sikap ini secara tegas dikatakan oleh Rasulullah SAW dengan melarang seorang hakim yang sedang marah untuk memutuskan perkara. Sebab hakim semacam ini pikirannya diliputi oleh emosi yang yang melibatkan putusannya menjadi tidak objektif dan irasional.

4. Valid

Evaluasi mengukur apa yang seharusnya diukur menggunakan jenis tes yang terpercaya dan shohih. Artinya, ada kesesuaian alat ukur dengan fungsi pengukuran dan sasaran pengukuran.

5. Efisiensi

Evaluasi dilakukan secara cermat dan tepat sasaran.

(5)

D. Prosedur Evaluasi 1. Perencanaan 2. Pengumpulan data 3. Verifikasi

4. Analisis data 5. Penafsiran data

Pertama, guru merumuskan tujuan evaluasi yang hendak dilaksanakan dalam pembelajaran yang didasarkan atas tujuan yang hendak dicapai dalam pembelajaran tersebut. Kemudian, menetapkan aspek-aspek yang harus dinilai. Penentuan tentang aspek-aspek yang harus dinilai ditentukan oleh tujuan evaluasi yang dilaksanakan. Yakni untuk memperoleh bahan informasi yang cukup lengkap tentang siswa dengan sendirinya harus diadakan evaluasi terhadap sejumlah aspek tertentu.

Setelah itu, menentukan metode evaluasi yang akan dipergunakan. Metode ini ditentukan oleh aspek yang akan dinilai. Untuk menilai sikapnya, misalnya dibuatkan checklist. Lalu memilih atau menyusun alat-alat evaluasi yang akan digunakan. Alat-alat evaluasi ditentukan oleh metode evaluasi yang kita gunakan. Masalah penyusunan alat- alat evaluasi merupakan hal yang sangat penting dalam proses evaluasi. Karena tepat tidaknya data yang diperoleh sangat tergantung pada baik tdaknya alat-alat evaluasi yang digunakan.

Terakhir, menentukan kriteria yang dipergunakan. Setelah alat-alat evaluasi dipilih dan disusun serta telah ditetapkan kriterianya, maka selanjutnya ditentukan frekuensi evaluasi. Dalam proses belajar-mengajar, pedoman yang tepat untuk dipergunakan dalam menetapkan frekuensi evaluasi ialah susunan bahan pelajaran.

(6)

ملاسلاا ةّيبرتلا فيرعت .أ

ْةِّيزيلجنلااْةغللاْنمْرْدصْميوقت "evaluation" ْْءايشاْةجيتنْىلعْعمزيْواْلعفْىنعمب ْ

ْْ"ًامتاخ"ْحلاطصابْفرعيْوْ.ْ"ناحتما"ْحلاطصابْفرعيْميوقتْةِّيبرعلاْةغللاْيفْ.ةِّيبرتلا .ةِّيبرتلاْْةِّيلمعْنمْةرخلآاْةجيتنرِّدقيلْقيرطْيا

ْلصِّتيْيتلاْتلاكشملْةنِّيعمْةفصبْلاوحاْنراقيْهانعمفْةِّيبرتلاْةملكْيلاْلصِّتيْميوقتْةملكْاذا

ْلبْ،طقفْةنِّيعمْةِّيبرتلاْىدحاْيفْب ِّلاطلاْمِّلعتلاْةجيتنْنمْرِّدقيْلاْةِّيبرتلاْميوقتْكلذلفْ.ةِّيبرتلاب .كلذْريغوْ،ةئيبْ،ةطساوْ،دعاوقْ،جهنمْ،س ِّردملاْيلاْميوقتكْب ِّلاطلاْمِّلعتلاْةيحانْريدقتْنم

وْ، ِّومنْ،مِّدقتْنعْتامولعمْعمجلْطِّطخمْلعفْواْتائرجلااوهْميوقتْ ِّناْةليصحف

ْبلاطلاْءوشن

.ءاضقْلعجلْساساْنوكيلْهتجيتنْبِّترتيْعيطتسيْ ِّتحْ،ةِّيبرتلاْضرغل

ْوْ،فينصتْ،طِّطخمْءيشْرِّدقيلْلعفْلبْ،طقفْاِّيضراعْوْاِّيئاقلتْلعفْرِّدقيْسيلْميوقتْكلذلف

ْعيطتسنفْ.لعفلاْحاجنْنعْةصلاخْوْنلاعاْلوانتيْميوقتبْراصفْ.حضاوْضرغْيلعريدقت لْرارقْوْصلخملارِّدقنْنا هدعبْلعف

ْنمْلماشْةفصْبسحبْبلاطلاْكولسْىلعريدقتْةقيرطْوهْملاسلااْةِّيبرتلاْيفْميوقتْ،هدعب

ْ،طقفْاِّيصخشْاِّينيدْسيلْناسنلااْ ِّنلأْاِّينيدْاراضحتساْوًْاِّيجولوكيسْايركفْةايحلاْةيحانْعيمج .هعمتجمْوْهِّبرْيلاًْاروربْوْلامعْلمعيْعيطتسيْيذلاِّْيِّنفْوْملاعْلب

ِّْيبرتلاْميوقت

ْميوقتْجمانربْاذ ٰهْ.ملاسلااْةِّيبرتلاْيفْطاشنلاْمِّدقتْعمزيلْلمعوهْملاسلااْة

ْ،ةِّدامبْلصِّتيْيذلاْفعضلاْدجويْ،سرِّدلاْءاقلاْيفْس ِّردملاْحاجنْفيرعتْىلعْاِّيقيبطت .كلٰذْريغوْ،ةلوهسْ،ةقيرط

ْتارارقلاْنمْددعْذاختاْوهْةيملاسلإاْةيبرتلاْيفْمييقتلابْدوصقملاْنإفْ،ْكلذل

ْةقلعتملا

ْةيبرتللْفدهكْةيملاسلإاْميقلاْعمْميلعتلاْحاجنْقفاوتْىدمْةفرعملْةيملاسلإاْةيبرتلاب .اهسفنْةيملاسلإا

ْنكلوْ،ْددحمْلداعمْهلْسيلْةيملاسلإاْةيبرتلاْباطخْيفْمييقتلاْحلطصمْوأْحلطصمْنإْمث

:يهْطورشلاْهذهْ.مييقتلاْىنعمْىلإْيدؤتْةنيعمْتاحلطصمْوأْتاحلطصمْكانه

(7)

١

ْ -

ْ

،ْباسحلا :ىلاعتوْهناحبسْاللهْملاكْيفْكلذْةظحلامْنكميوْ.باسحلاوْريسفتلاوْدعلاْىنعمْهل

َُّْاللَِْهِبْْمُكْبِساَحُيُْهوُفْخُتْ ْوَأْْمُكِسُفْنَأْيِفْاَمْاوُدْبُتْ ْنِإ َوْ ِض ْرلأاْيِفْاَم َوِْتا َواَمَّسلاْيِفْاَمِْ َّ ِلِلَ

ْ ُرِفْغَيَفْ

ْْنَمْ ُبِِّذَعُي َوُْءاَشَيْ ْنَمِل (ْةرقبلاْةروسْْ ريِدَقٍْءْيَشِِّْلُكْىَلَعُْ َّاللَ َوُْءاَشَيْ

٢٨٤ )

٢ -

ْ علابلا :ىلاعتوْهناحبسْاللهْملاكْيفْهنإْ.تارابتخلااوْبراجتلاْىنعمْهل كلملاْةروس(ْ ُروُفَغْلاْ ُزي ِزَعْلاْ َوُه َوْلاَمَعُْنَسْحَأْْمُكُّيَأْْمُك َوُلْبَيِلَْةاَيَحْلا َوْ َت ْوَمْلاَْقَلَخْيِذَّلا

ْ ٢ .)

٣ -

ْ نوناقلا .ةيلاتلاْةيلآاْيفْ،ْلاثملاْليبسْىلعْ.مكحلاْوأْرارقلاْىنعمْهل

ْ:لمنلاْةروس(ُْميِلَعْلاُْزي ِزَعْلاْ َوُه َوِْهِمْكُحِبْْمُهَنْيَبْي ِضْقَيْ َكَّب َرَّْنِإ ٧٨

.)

٤ -

ْ ءاضقلا ةيلاتلاْةيلآاْيفْ،ْرارقلاْىنعمْهل

اَنَءاَجْاَمْىَلَعْ َك َرِث ْؤُنْ ْنَلْاوُلاَقْ.

ِْهِذَهْي ِضْقَتْاَمَّنِإْ ٍضاَقْ َتْنَأْاَمْ ِضْقاَفْاَن َرَطَفْيِذَّلا َوِْتاَنِِّيَبْلاَْنِم ْ

اَيْنُّدلاَْةاَيَحْلا

ْ:ْهطْةروس(

٧٢ )

٥ -

ْ رظنلا :ةيلاتلاْةيلآاْيفْ.رظنيْـرظنْىنعمبْرظنلا

ْ:لمنلاْةروس(ْ َنيِبِذاَكْلاَْنِمْ َتْنُكْْمَأْ َتْقَدَصَأُْرُظْنَنَسَْلاَق ٢٧

[ْ)

٣

)

(8)

مييقتلا نم ضرغلا

ْ ماعْفدهْ.أ

ْْ

-

ْىوتسموْبلاطلاْةردقْىوتسمْىلعْا ًرشؤمْنوكتسْيتلاوْ،ْةلدلأاْتانايبْىلعْلوصحلا ْ ينمزْةرتفْللاخْملعتلاْةيلمعْاوذخأْدقْاونوكيْنأْدعبْ،ْجهنملاْفادهأْقيقحتْيفْمهحاجن

ْة

.اًقبسمْةددحم -

ْ تلاْسيردتلاوْسيردتلاْقرطْةيلاعفْىدمْمييقتوْسايق

ْلبقْنمْاهذيفنتْوأْاهقيبطتْمتْي

.بلاطلاْاهبْموقيْيتلاْةيميلعتلاْةطشنلأاْكلذكوْ،ْنيملعملا صاخلاْضرغلاْ.ب -

ْ

ْبلاطلاْىلعْليحتسملاْنمْ،ْمييقتلاْنودبْ.ةيميلعتلاْجماربلاْذخأْيفْبلاطلاْةطشنأْزيفحت .اهنيسحتوْمهتازاجنإْنيسحتلْنيسمحتمْوأْنيسمحتمْاونوكيْنأ

-

ْ اْنعْثحبلا

ْةيميلعتلاْجماربلاْيفْةكراشملاْيفْبلاطلاْلشفوْحاجنلْةببسملاْلماوعل

.نيسحتلاْقرطْوأْاهداجيإوْلولحلاْنعْثحبلاْنكميْثيحبْ،ْاهداجيإو ميوقتلا أدبم

ارمتسلااْ/ْلاصتلااْ-١

ْةدحاوْةرمْاهؤارجاْمتيْلاْ.ةيميلعتلاْةيلمعلاْحاجنْدعبوْةيلمعلاْيفْرمتسمْلكشبْميوقتلاْمتي

ْيفْةدحاوْةرمْواْيساردْلصفْلكْواْةنسلاْيف رهشلا

٢ -

ْ لماش

ْ،كولسلاوْ،مهفلاْبناوجْياْ.بلاطلاْةيصخشْبناوجْعيمجْىلعْميوقتلاْءارجاْمتي لاْةفرعملاْةسرامموْ،ةيلوؤسملاوْ،طابضنلااو كلذىلاْاموْ،ةبستكم

٣ -

ْ

ةيعوضوملا

(9)

ْدقوْ.ةينلاقعْريغْواْةيفطاعْءايشاْهيفْلخدتتْلاوْيلعفلاْعضولاْىلعْءانبْميوقتلاْءارجاْمتي

ْنمْعونلاْاذهْنلاْ.ةيضقلاْيفْلصفلاْنمْىضاقلاْعنمبْفقوملاْاذهْنعْةحارصْيبنلاْربع

ْيعوضومْريغْهرارقْىلعْيوطنتْيتلاْفطاوعلابْءيلمْىضاقلاْلقع ينلاقعْريغو

٤ -

ْ حيحص

ْزاهجلْةمءلامْكانهْ.حلاصوْقوثومْرابتخاْعونْمادختسابْهسايقْبجيْامْميوقتلاْسيقي سايقلاْفدهوْسايقلاْةفيظوْعمْسايقلا

٥ -

ْ ةيلعافْ/ْةعاجن فدهلاْىلعْحيحصْلكشبوْةيانعبْميوقتلاْمتي ميوقتلا ءارجا ١ - طيطخت

٢ - تانايبلاْعمج

٣ - تابثاْ/ْققحت

٤ -

ْليلحت تانايبلا

٥ - تانايبلاْريسفت

ْفادهلأاْىلعْءانبْملعتلاْيفْاهذيفنتْنيعتيْيتلاْميوقتلاْفادهاْةغايصبْملعملاْموقيْ،لاوا

ْيفْاهقيقحتْدارملا .ملعتلا

ْللاخْنمْاهميوقتْبجيْيتلاْبناوجلاْديدحتْمتيْ.اهميوقتْبجيْيتلاْبناوجلاْديدحتْ،مث صحلاْياْ.هؤارجاْمتْيذلاْميوقتلاْنمْضرغلا

ْنعْامدحْىلاْةلماكْةيملاعاْداومْىلعْلو

ْبناوجلاْنمْددعلْميوقتْءارجاْبجيوْ.هتاذْدحْيفْبلاطلا .ةنيعملا

ْبناجلاْللاخْنمْةقيرطلاْهذهْديدحتْمتيْ.اهمادختساْمتيسْيتلاْميوقتلاْةقيرطْديدحتْ،كلذْدعب

ْةمءاقْلمعْمتيْ.لاثملاْليبسْىلعْهفيقومْميوقتلْ.هميوقتْدارملا

.ةيعجرم

(10)

ْللاخْنمْميوقتلاْتاودأْديدحتْمتيْ.اهمادختساْمتيسْيتلاْميوقتلاْتاودأْعيمجتْواْراتخاْ،مث

ْةيلمعْيفْةياغللْامهمْارماْميوقتلاْتاودأْدادعاْةلكشمْدعتْ.اهمدختسنْيتلاْميوقتلاْةقيرط ناكْاذإْامْىلعْريبكْلكشبْدمتعتْاهيلعْلوصحلاْمتْيتلاْتانايبلاْتناكْاذإْامْنلاْ.ميوقتلا

ْت

ْمأْةديجْةمدختسملاْميوقتلاْتاودأ .لا

ْمتيْ.ريياعملاْعضووْاهعيمجتوْميوقتلاْتاودأْراتخاْدعبْ.ةمدختسملاْريياعملاْديدحتْ،ارخا

ْيفْهمادختساْبجيْيذلاْحيحصلاْيهيجوتلاْادبملاْنوكيْ.ملعتلاْةيلمعْيفْميوقتلاْةريتوْديدحت

ْداومْبيترتْوهْميوقتلاْةريتوْديدحت

.سردلا

Referensi

Dokumen terkait

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami pemikiran Aristoteles yang kemudian bisa digunakan sebagai landasan evaluasi dalam proses pembelajaran pendidikan Agama

Dalam mencapai evaluasi pendidikan Islam, indikator standar penilaian yang dituangkan pada Kurikulum 2013, menunjukan bahwa penilaian (evaluasi) tersebut sudah mencapai

Berangkat dari realitas tersebut, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian masalah penerapan evaluasi hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam

Untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam, seorang guru harus memiliki pengetahuan tentang evaluasi hasil belajar, diantaranya adalah teknik dan

Kompetensi dalam melaksanakan evaluasi hasil belajar peserta didik diperlukan berbagai macam kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru pendidikan Agama Islam

Objek evaluasi Pendidikan Islam dalam arti yang umum adalah peserta didik.. Sementara dalam arti khusus adalah aspek-aspek tertentu yang terdapat pada

Perencanaan Evaluasi Pembelajaran Pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMP Negeri 1 Ngariboyo Perencanaan pembelajaran mencakup kegiatan merumuskan tujuan yang

Komponen-komponen pendidikan Islam, yaitu: pengertian pendidikan Islam, dasar dan tujuan pendidikan Islam, kurikulum pendidikan Islam, metode pendidikan Islam, evaluasi pendidikan