• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Sesuai dengan persyaratan di dalam Dokumen Pengadaan Pekerjaan Paket Pemeliharaan Berkala / Rehabilitasi Jalan Padalarang – Purwakarta, maka “PT.

Seneca Indonesia” sebagai Calon Penyedia Jasa menyusun tulisan / paper ini untuk memberikan penjelasan perihal usulan Metode Pelaksanaan.

1.2. Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan dari penulisan paper ini adalah untuk memberikan penjelasan perihal metode pelaksanaan yang akan dilakukan oleh “PT. Seneca Indonesia” dalam melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan Paket Pemeliharaan Berkala / Rehabilitasi Jalan Padalarang – Purwakarta.

Di dalam penjelasan metoda pelaksanaan pekerjaan tersebut, juga akan diuraikan metode kerja dari masing – masing pekerjaan utama dan pekerjaan penunjang yang membantu dalam penyelesaian pekerjaan tersebut.

1.3. Lingkup Pekerjaan

Lingkup pekerjaan dari Paket Pemeliharaan Berkala / Rehabilitasi Jalan Padalarang – Purwakarta, sesuai Dokumen Pengadaan antara lain terdiri dari :

Divisi 1 Umum, yang akan mencakup pekerjaan mobilisasi, manajemen dan keselamatan lalu lintas serta manajemen mutu.

Divisi 2 Drainase, yang akan mencakup pekerjaan saluran berbentuk U tipe DS 2, beton K250 (fc’20) dan baja tulangan untuk struktur drainase beton minor.

Divisi 3 Pekerjaan Tanah, yang akan mencakup pekerjaan galian biasa, galian batu, galian perkerasan beraspal dengan dan tanpa cold milling machine, galian perkerasan beton, timbunan pilihan dari sumber galian dan penyiapan badan jalan.

Divisi 4 Pelebaran Perkerasan dan Bahu Jalan, yang akan mencakup pekerjaan lapis pondasi agregat kelas S.

Divisi 5 Pekerasan Non Aspal, yang akan mencakup pekerjaan perkerasan beton semen, lapis pondasi bawah beton kurus dan perkerasan beton semen untuk pembukaan lalu lintas umur beton lebih dari 3 hari dan kurang dari 7 hari.

Divisi 6 Perkerasan Aspal, yang akan mencakup pekerjaan lapis perekat-aspal emulsi, laston lapis aus (ACWC), laston lapis antara perata (ACBC (L)) dan bahan anti pengelupasan.

Divisi 8 Pengembalian Kondisi dan Pekerjaan Minor, yang akan mencakup pekerjaan lapis pondasi agregat kelas A dan campuran aspal panas untuk pekerjaan minor, pengecatan marka jalan termoplastik, pemasangan rambu jalan tunggal dengan permukaan pemantul engineer grade, patok kilometer, patok hektometer, kerb pracetak jenis 2,6,7a,7b dan 7c.

Divisi 10 Pekerjaan Pemeliharaan Rutin, yang akan mencakup pekerjaan pemeliharaan rutin selokan, saluran air, galian dan timbunan

2. RENCANA LOKASI BASE CAMP

Base camp, dimana akan terdapat asphalt mixing plant (AMP) yang memiliki sertifikast laik fungsi berlokasi di daerah Cagak (Subang) pada Km. Bdg. 44+000 sehingga akan berjarak rata-rata 70 km ke lokasi pekerjaan dengan kecepatan rata-rata perjalanan 25 km/jam

(2)

sehingga waktu tempuh ke lokasi pekerjaan yaitu 2.80 jam. Jam kerja AMP akan dilemburkan melebihi dari jam kerja normal jika diperlukan.

3. USULAN TAHAPAN METODE PENYELESAIAN PEKERJAAN

Paket Pemeliharaan Berkala / Rehabilitasi Jalan Padalarang – Purwakarta yang diturunkan dari usulan rencana kerja / S-Curve akan terbagi menjadi beberapa tahapan penyelesaian pekerjaan antara lain :

a. Tahap – I

Tahap – I merupakan tahapan mobilisasi yang akan dilakukan selama 4 (empat) minggu sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja / SPMK. Tahapan mobilisasi yang akan dilakukan antara lain :

- Mempersiapkan base camp dan laboratorium, - Memobilisasi personil dan peralatan konstruksi, - Pembuatan papan nama proyek,

- Pembuatan rambu-rambu peringatan dll, - Pengadaan K3

- Melakukan pengukuran dalam rangka pelaksanaan field engineering / rekayasa lapangan,

- Pembuatan shop drawings / gambar kerja dan review terhadap volume / kuantitas pekerjaan,

- Pengujian seluruh bahan dasar dan pembuatan job mix formula / JMF

- Serta hal-hal lain yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan di lapangan sesuai dengan persyaratan dokumen, khususnya Spesifikasi Teknis / Spesifikasi Umum,

- Selain hal-hal di atas, tahapan ini dilakukan untuk pengembalian kondisi perkerasan khususnya untuk perbaikan kerusakan jalan yang masuk dalam kategori pekerjaan minor yang terdiri dari lapis pondasi agregat kelas A dan campuran aspal panas. Pekerjaan ini akan dilaksanakan dalam periode mobilisasi,

- Pemeliharaan rutin dilaksanakan sejak SPMK sampai PHO.

b. Tahap – II

Pelaksanaan Tahap – II di lapangan akan dilakukan sebagai berikut : - Pengukuran dan staking out.

- Pekerjaan persiapan drainase berupa saluran berbentuk U tipe DS 2, beton K250 (fc’20) dan baja tulangan untuk struktur drainase beton minor.

- Pekerjaan pembongkaran / galian perkerasan berasapal dengan dan tanpa cold milling machine di beberapa lokasi sebelum penghamparan perkerasan beraspal / hotmix.

- Dibeberapa lokasi terdapat pelebaran pada tikungan dengan menggunakan lapis pondasi bawah beton kurus dan perkerasan beton semen.

- Di lokasi simpang sadang terdapat penanganan dengan perkerasan beton semen untuk pembukaan lalu lintas umur beton lebih dari 3 hari dan kurang dari 7 hari.

- Pekerjaan dilanjutkan dengan penghamparan dan pemadatan ACBC Lev dan ACWC dimana sebelum penghamparan tersebut dilakukan penyemprotan dengan lapis perekat pada permukaan eksisting sebagai bonding antara perkerasan lama dan baru.

- Pekerjaan kemudian dilanjutkan dengan penghamparan dan pemadatan agregat kelas S pada bahu jalan.

(3)

c. Tahap – III

Tahap – III dikategorikan sebagai tahapan penyelesaian (finishing) sebelum pekerjaan secara keseluruhan diserah-terimakan dalam proses PHO kepada Direksi Pekerjaan.

Pekerjaan yang termasuk dalam tahapan ini meliputi pekerjaan pengecatan marka jalan termoplastik, pemasangan rambu jalan tunggal dengan permukaan pemantul engineer grade, patok kilometer, patok hektometer dan kerb pracetak .

4. USULAN URAIAN METODE KERJA UNTUK PEKERJAAN UTAMA DAN PEKERJAAN PENUNJANG LAINNYA

4.1. Pekerjaan Utama

Pekerjaan utama dalam paket Pemeliharaan Berkala / Rehabilitasi Jalan Padalarang – Purwakarta terdiri dari :

1. Laston Lapis Aus (ACWC)

Metode kerja untuk pekerjaan laston lapis aus (ACWC) adalah sebagai berikut :

a. Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dulu request dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.

b. Menyerahkan daftar peralatan yang akan digunakan.

c. Campuran ACWC dipersiapkan / diproduksikan di base camp dengan menggunakan AMP yang dilengkapi dengan generator set dan wheel loader setelah rumus perbandingan campuran (JMF) dan trial compaction telah disetujui oleh Direksi Pekerjaan dan terhadap campuran ACWC yang memenuhi persyaratan spesifikasi maka campuran ACWC tersebut akan diangkut ke lokasi pekerjaan dengan menggunakan dump truck.

d. Di lokasi pekerjaan, campuran ACWC akan diperiksa kembali, khususnya terhadap temperature campuran dan apabila memenuhi persyaratan, maka campuran ACWC tersebut akan dihampar dengan menggunakan asphalt finisher, kemudian dipadatkan dengan menggunakan alat pemadat tandem roller (initial compaction), pneumatic tire roller (secondary compaction) dan kembali dengan tandem roller (final compaction).

e. Selama proses penghamparan dan pemadatan, maka sekelompok pekerja akan merapihkan tepi hamparan/padatan dengan menggunakan alat bantu.

f. Peralatan, tebal gembur dan jumlah lintasan/passing dari alat pemadat akan mengikuti hasil percobaan (trial compaction) yang dilakukan sebelum pelaksanaan ACWC dimulai.

g. Water tanker disiapkan untuk mensupply air yang akan digunakan untuk keperluan di lokasi penghamparan hotmix.

h. Setelah pemadatan selesai, laston lapis aus (ACWC) tersebut akan diproteksi dari kendaraan lalu-lintas sampai temperature yang diijinkan (dingin), dan setelah kurang lebih 24 jam, akan dilakukan pemeriksaan derajat kepadatan dengan mengambil benda uji inti dengan alat coring untuk kemudian diperiksa di laboratorium.

2. Laston Lapis Antara Perata (ACBC (L))

Metode kerja untuk pekerjaan laston lapis antara perata (ACBC (L)) adalah sebagai berikut :

(4)

a. Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dulu request dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.

b. Menyerahkan daftar alat yang akan digunakan.

c. Campuran ACBC Lev dipersiapkan / diproduksikan di base camp dengan menggunakan AMP yang dilengkapi dengan generator set dan wheel loader setelah rumus perbandingan campuran (JMF) dan trial compaction telah disetujui oleh Direksi Pekerjaan dan terhadap campuran ACBC Lev yang memenuhi persyaratan spesifikasi maka campuran ACBC Lev tersebut akan diangkut ke lokasi pekerjaan dengan menggunakan dump truck.

d. Di lokasi pekerjaan, campuran ACBC Lev akan diperiksa kembali, khususnya terhadap temperature campuran dan apabila memenuhi persyaratan, maka campuran ACBC Lev tersebut akan dihampar dengan menggunakan asphalt finisher, kemudian dipadatkan dengan menggunakan alat pemadat tandem roller (initial compaction), pneumatic tire roller (secondary compaction) dan kembali dengan tandem roller (final compaction).

e. Selama proses penghamparan dan pemadatan, maka sekelompok pekerja akan merapihkan tepi hamparan/padatan dengan menggunakan alat bantu.

f. Peralatan, tebal gembur dan jumlah lintasan/passing dari alat pemadat akan mengikuti hasil percobaan (trial compaction) yang dilakukan sebelum pelaksanaan ACBC Lev dimulai.

g. Water tanker disiapkan untuk mensupply air yang akan digunakan untuk keperluan di lokasi penghamparan hotmix.

h. Setelah pemadatan selesai, laston lapis antara perata (ACBC Lev) tersebut akan diproteksi dari kendaraan lalu-lintas sampai temperature yang diijinkan (dingin), dan setelah kurang lebih 24 jam, akan dilakukan pemeriksaan derajat kepadatan dengan mengambil benda uji inti dengan alat coring untuk kemudian diperiksa di laboratorium.

4.2. Pekerjaan Penunjang Lainnya

1. Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas

Untuk menjaga dan melindungi keselamatan pengguna jalan yang ada selama proses pelaksanaan pekerjaan konstruksi dilapangan, maka akan dilakukan pengaturan lalu- lintas yang akan berpedoman kepada Norma Standar Pedoman Manual (NSPM), antara lain yaitu Pedoman No. 015/T/BM/1999 SK No. 60/KPTS/Db.1999 perihal Pengaturan Lalu-Lintas untuk keselamatan selama Pekerjaan Pemeliharaan Jalan dan Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 2011 tentang manajemen dan rekayasa, analisa dampak serta manajemen lalu lintas.

Upaya – upaya lain yang akan dilakukan di lapangan adalah sebagai berikut:

1. Menetapkan sistem perambuan sementara dengan mempertimbangkan: volume lalu-lintas dan kapasitas jalan yang ada, keselamatan lalu-lintas pengguna jalan dan keselamatan pejalan kaki pada daerah pemukiman.

2. Menetapkan lokasi-lokasi dimana perlu disediakan peralihan (taper) saat pelaksanaan pekerjaan.

3. Memasang rambu-rambu perhatian dan peringatan disekitar lokasi pekerjaan (termasuk didalamnya spanduk dan selebaran).

(5)

4. Menempatkan petugas pengatur lalu-lintas yang akan mengarahkan dan mengontrol arus lalu lintas ke dan di sekitar lokasi pekerjaan.

5. Kecuali diijinkan lain, maka pelaksanaan pergerakan peralatan dan pelaksanaan pekerjaan pengaspalan dan pekerjaan jalan lainnya, akan dilakukan pada siang/malam hari dengan menggunakan sistem penerangan yang cukup.

2. Manajemen Mutu

Untuk memantau dan menjamin mutu bahan dan hasil pekerjaan konstruksi, maka pemeriksaan / pengujian akan dilakukan di laboratorium PT. Seneca Indonesia yang terletak di base camp PT. Seneca Indonesia.

Peralatan laboratorium yang akan dipersiapkan dan digunakan untuk pemeriksaan kualitas bahan dasar dan hasil pekerjaan, adalah tidak hanya terbatas pada :

a. Pemeriksaan Uji Tanah :

• Atterberg limit

• Berat jenis

• Uji proctor

• Uji CBR laboratorium

• Sandcone

b. Pemeriksaan Uji Aspal :

• Pengujian metode marshall

• Ekstraksi dengan metode sentrifugal dan refluks

• Berat jenis agregat kasar dan halus

• Kadar pori dalam campuran (metode akurat)

Pengeboran benda uji inti (core drill)

• Termometer logam

• Pengujian penetrasi, titik lembek dan daktilitas aspal

• Dan perlengkapan uji aspal lainnya c. Pemeriksaan Uji Beton :

• Uji slump test

• Cube / cylender moulds

• Speedy moisture tester

• Uji tekan beton (compressive strength test)

• Dan perlengkapan uji beton lainnya

Pengendalian mutu bahan dan hasil pekerjaan akan dilakukan dengan menunjuk pada beberapa referensi sebagai berikut :

a. Spesifikasi Teknis Bina Marga Kementrian Pekerjaan Umum, Edisi Tahun 2010 (Revisi 3)

b. AASHTO Specifications for Highway Materials and Methods of Sampling and Testing

c. Japanese Industrial Standard (JIS) bila diperlukan

d. Prosedur pengendalian mutu dalam Sistem Manajemen Mutu PT. Seneca Indonesia sesuai ISO 9000 – 2000

Untuk pengendalian mutu campuran aspal / hotmix, khususnya yang berkaitan dengan pengendalian temperatur, maka dilakukan hal – hal di bawah ini antara lain :

a. Menutup bak dump truck yang berisi hotmix dengan menggunakan terpal.

(6)

b. Menyediakan dan mengadakan radio komunikasi antara operator AMP dan pelaksana di lokasi pekerjaan.

c. Mengadakan pemeriksaan jalur / rute perjalanan dump truck dari base camp ke lokasi pekerjaan secara rutin agar kendala – kendala diperjalanan dapat diinformasikan untuk dievaluasi dan ditindaklanjuti.

Untuk mengantisipasi terhadap kemungkinan terjadinya perubahan cuaca, khususnya curah hujan di lokasi pekerjaan, maka akan dilakukan hal-hal sebagai berikut :

a. Mempelajari data curah hujan yang pernah terjadi di lokasi pekerjaan pada periode mobilisasi saat akan dilakukan review terhadap kuantitas pekerjaan dan skedul pelaksanaan pekerjaan hasil rekayasa lapangan.

b. Melakukan pencatatan curah hujan dan kondisi cuaca harian di lokasi base camp dan dilokasi pekerjaan.

c. Melakukan komunikasi yang rutin antara lokasi base camp dan lokasi pekerjaan agar selalu dapat dipantau kondisi cuaca agar dapat diputuskan oleh base camp waktu yang terbaik didalam mengirimkan bahan/material kelokasi pekerjaan.

4.3. Pekerjaan Lainnya

1. Saluran Berbentuk U Tipe DS 2

Metode kerja untuk pekerjaan Saluran berbentuk U tipe DS 2 adalah sebagai berikut:

Umum dan Persiapan

a. Memobilisasi dan setting peralatan di lapangan yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan saluran berbentuk U tipe DS 2.

b. Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.

c. Saluran berbentuk U Tipe DS 2 disupply oleh supplier dan diterima di lokasi pekerjaan.

d. Melakukan peninjauan lapangan bersama-sama direksi untuk memeriksa apakah lokasi pekerjaan sudah memenuhi syarat untuk dilaksanakan pekerjaan tersebut.

Pelaksanaan Pekerjaan

a. Melakukan pembongkaran drainase yang ada (bila ada) dan atau melakukan penggalian untuk penempatan drainase beton (Saluran berbentuk U Tipe DS 2).

b. Pembongkaran/penggalian dilakukan dengan menggunakan alat excavator dan alat bantu.

c. Mempersiapkan landasan (lantai kerja) untuk perletakan saluran DS 2 dengan menggunakan pasangan batu pecah atau sesuai gambar kerja yang disetujui Direksi Pekerjaan.

d. Saluran berbentuk U tipe DS 2 diturunkan dengan menggunakan crane, kemudian dipasang sesuai garis dan elevasi serta detail lainnya yang ditunjukkan dalam gambar kerja atau yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan.

e. Sambungan antara segmental saluran beton bertulang kemudian diisi dengan mortar atau bahan lain sesuai gambar kerja yang disetujui Direksi Pekerjaan.

f. Setelah pekerjaan pemasangan DS 2 dan sambungan selesai dilanjutkan dengan pekerjaan back filling dan dipadatkan dengan menggunakan stamper.

2. Beton K250 (fc’20) untuk struktur drainase beton minor

(7)

Metode kerja untuk pekerjaan beton K250 (fc’20) untuk struktur drainase beton minor adalah sebagai berikut :

a. Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dulu request dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.

b.Menyerahkan daftar peralatan yang akan digunakan.

c. Beton K250 diasumsikan digunakan untuk penutup saluran (slab beton) atau lokasi lain sesuai gambar kerja yang disetujui Direksi Pekerjaan.

d.Semen, pasir, agregat dan air dicampur menjadi campuran beton K250 dengan menggunakan concrete mixer yang sesuai dengan JMF yang telah direncanakan dan telah disetujui oleh Direksi Pekerjaan.

e. Beton dituangkan / dicor secara manual ke dalam bekisting yang telah disiapkan beserta tulangan, kemudian dipadatkan dengan concrete vibrator.

f. Selama 7 (tujuh) hari, beton dirawat dengan menggunakan metode yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Setiap dilakukan pengecoran harus dilakukan test slump dan membuat benda uji kubus/silinder untuk dilakukan pengetesan di laboratorium.

g. Water tanker disiapkan untuk mensupply kebutuhan air dalam menunjang pekerjaan tersebut.

3. Baja Tulangan untuk struktur drainase beton minor

Metode kerja untuk pekerjaan baja tulangan untuk struktur drainase beton minor adalah sebagai berikut :

a. Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dulu request dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.

b. Menyerahkan daftar peralatan yang akan digunakan.

c. Baja tulangan akan dipotong dengan menggunakan bar cutter machine dan dibengkokkan dengan menggunakan bar bending machine sesuai dengan kebutuhan (ukuran dan bentuk) di sekitar lokasi pekerjaan.

d. Potongan baja tulangan kemudian dirangkai sesuai gambar rencana di sekitar lokasi pekerjaan.

4. Galian Biasa

Metode kerja untuk pekerjaan galian biasa adalah sebagai berikut :

a. Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dulu request dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.

b. Menyerahkan daftar peralatan yang akan digunakan.

c. Melakukan pengukuran dan pemasangan patok-patok pengarah galian/kemiringan untuk menjadi acuan saat pelaksanaan pekerjaan.

d. Pelaksanaan pekerjaan galian dilakukan dengan menggunakan excavator dan dibantu secara manual (tenaga manusia).

e. Hasil galian tanah diangkut dengan dump truck menuju lokasi pembuangan yang telah ditentukan untuk menghindari dampak lingkungan.

f. Hasil galian dirapihkan oleh sekelompok pekerja.

5. Galian Batu

Metode kerja untuk pekerjaan galian biasa adalah sebagai berikut :

a. Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dulu request dan diserahkan kepada Direksi Pekerjaan untuk disetujui.

b. Menyerahkan daftar peralatan yang akan digunakan.

(8)

c. Melakukan pengukuran dan pemasangan patok-patok pengarah galian/kemiringan untuk menjadi acuan saat pelaksanaan pekerjaan.

d. Pelaksanaan pekerjaan galian dilakukan dengan jack hammer + air compressor dan hasil galian diangkut dengan dump truck menuju lokasi pembuangan yang telah ditentukan untuk menghindari dampak lingkungan.

e. Hasil galian dirapihkan oleh sekelompok pekerja.

6. Galian Perkerasan Beraspal dengan Cold Milling Machine

Metode kerja untuk pekerjaan galian perkerasan beraspal dengan cold milling machine adalah sebagai berikut :

a. Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dulu request dan diserahkan kepada Direksi Pekerjaan untuk disetujui.

b. Menyerahkan daftar peralatan yang akan digunakan.

c. Melakukan pengukuran dan marking lokasi yang akan digali.

d. Pelaksanaan pekerjaan galian perkerasan beraspal dengan cold milling machine akan dilakukan apabila lokasi, ukuran dan gambar kerja telah disetujui oleh Direksi Pekerjaan.

e. Pelaksanaan galian akan dilakukan dengan menggunakan peralatan cold milling machine, jack hammer + air compressor + asphalt cutter digunakan untuk membongkar lapisan aspal yang tidak dapat dibongkar dengan alat cold milling machine.

f. Material hasil galian akan diangkut dengan menggunakan dump truck ke luar lokasi pekerjaan.

7. Galian Perkerasan Beraspal tanpa Cold Milling Machine

Metode kerja untuk pekerjaan galian perkerasan beraspal tanpa cold milling machine adalah sebagai berikut :

a. Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dulu request dan diserahkan kepada Direksi Pekerjaan untuk disetujui.

b. Menyerahkan daftar peralatan yang akan digunakan.

c. Melakukan pengukuran dan marking lokasi yang akan digali.

d. Pelaksanaan galian akan dilakukan dengan menggunakan peralatan jack hammer + air compressor digunakan untuk membongkar lapisan aspal dan asphalt cutter digunakan untuk memotong lokasi perkerasan yang akan dibongkar.

e. Material hasil galian akan diangkut dengan menggunakan dump truck ke luar lokasi pekerjaan.

8. Galian Perkerasan Beton

Metode kerja untuk pekerjaan galian perkerasan beton adalah sebagai berikut :

a. Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dulu request dan diserahkan kepada Direksi Pekerjaan untuk disetujui.

b. Menyerahkan daftar peralatan yang akan digunakan.

c. Melakukan pengukuran dan marking lokasi yang akan digali.

d. Pelaksanaan galian akan dilakukan dengan menggunakan peralatan jack hammer + air compressor digunakan untuk membongkar perkerasan beton dan concrete cutter digunakan untuk memotong lokasi perkerasan yang akan dibongkar.

e. Material hasil galian akan diangkut dengan menggunakan dump truck ke luar lokasi pekerjaan.

(9)

9. Timbunan Pilihan dari sumber galian

Metode kerja untuk pekerjaan timbunan pilihan dari sumber galian adalah sebagai berikut :

a. Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat pengujian bahan dan diuji proctor di laboratorium kemudian mengajukan request dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.

b. Menyerahkan daftar peralatan yang akan digunakan.

c. Di lokasi quarry, bahan timbunan pilihan di masukkan ke dalam dump truck dengan menggunakan Wheel Loader, untuk selanjutnya diangkut ke lokasi penghamparan.

d. Bila diperlukan, akan dilakukan uji penghamparan dan pemadatan (trial compaction) untuk mempelajari ketebalan gembur dan efektifitas alat yang digunakan.

e. Material dihampar lapis demi lapis sesuai ketebalan hasil trial compaction dengan menggunakan motor grader atau excavator (sesuai kondisi lapangan) kemudian dipadatkan dengan vibratory roller atau mini vibratory roller.

f. Water tanker disiapkan untuk menjaga kadar air bahan timbunan saat pemadatan, sehingga kepadatan dapat tercapai pada kadar air optimum.

g. Selama pemadatan sekelompok pekerja akan merapihkan tepi hamparan dan level permukaan dengan menggunakan alat bantu.

10. Penyiapan Badan Jalan

Metode kerja untuk pekerjaan penyiapan badan jalan adalah sebagai berikut :

a. Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat pengujian bahan dan diuji proctor di laboratorium kemudian mengajukan request dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.

b. Menyerahkan daftar peralatan yang akan digunakan.

c. Subgrade dapat terbentuk langsung dari hasil penggalian atau dengan melakukan penimbunan tanah.

d. Pada lokasi pekerjaan dengan lebar yang tidak mencukupi untuk alat motor grader melakukan pekerjaan perataan, maka pekerjaan perataan tanah dasar akan dilakukan secara manual/tenaga manusia setelah mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan.

e. Setelah pekerjaan perataan selesai dan telah berada pada bentuk dan elevasi sesuai rentang toleransi yang diijinkan, maka dilanjutkan dengan pekerjaan pemadatan dengan menggunakan vibratory roller dan atau mini vibratory roller dengan terlebih dahulu memeriksa kadar air tanah dasar agar dapat dipadatkan pada kadar air optimumnya.

f. Bila diperlukan, penambahan kadar air dalam rentang yang diijinkan akan dilakukan dengan menggunakan water tank truck.

g. Sekelompok pekerja akan membantu meratakan badan jalan dengan menggunakan alat bantu

11. Lapis Pondasi Agregat Kelas S

Metode kerja untuk pekerjaan lapis pondasi agregat kelas S adalah sebagai berikut : a. Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dulu request dan diserahkan kepada

direksi untuk disetujui.

b. Menyerahkan daftar peralatan yang akan digunakan.

(10)

c. Material lapis pondasi berbutir agregat kelas S tersebut akan disiapkan/dicampur dengan bantuan menggunakan wheel loader dilokasi base camp supplier dan apabila campuran telah memenuhi persyaratan spesifikasi dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan, maka bahan tersebut akan diangkut dengan menggunakan dump truck ke lokasi pekerjaan.

d. Bila diperlukan, akan dilakukan uji penghamparan dan pemadatan untuk mempelajari efektifitas alat yang digunakan.

e. Penghamparan bahan agregat S dilakukan dengan menggunakan motor grader (bila lokasi memungkinkan).

f. Setelah terhampar dengan sempurna sesuai ketebalan dan rentang toleransi yang diijinkan, maka akan dilakukan pemadatan pada lapis agregat S dengan menggunakan vibratory roller (bila lokasi memungkinkan) dengan terlebih dahulu memeriksa kadar air dari bahan agregat tersebut agar dapat dipadatkan pada kadar air optimumnya.

g. Water tanker akan digunakan untuk menambahkan kadar air apabila bahan agregat tersebut tidak masuk kedalam rentang yang diijinkan.

h. Apabila pemadatan pada bahan agregat kelas S telah selesai, maka akan dilanjutkan dengan pemeriksaan derajat kepadatannya dengan menggunakan alat uji sandcone.

12. Perkerasan Beton Semen

Metode kerja untuk pekerjaan perkerasan beton semen adalah sebagai berikut :

a. Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dulu request dan diserahkan kepada direksi untuk disetujui.

b. Menyerahkan daftar peralatan yang akan digunakan.

c. Perkerasan beton semen diasumsikan digunakan pada lokasi pelebaran tikungan dengan tebal = 27 cm

d. Beton diproduksi di base camp suplier dengan menggunakan concrete batching plant yang dilengkapi dengan wheel loader dan generator set kemudian diangkut ke lapangan dengan menggunakan truck mixer.

e. Beton di cor pada bekisting yang telah disiapkan dengan membran kedap air di atasnya dan tulangan-tulangan (dowel + tie bar) yang diperlukan. Bila diperlukan dan memungkinkan (sesuai kondisi lapangan), maka Beton FS-45 tersebut akan dihampar dengan menggunakan concrete paver (bila lokasi memungkinkan) kemudian dipadatkan dengan menggunakan concrete vibrator. Bila concrete paver tidak memungkinkan, maka penghamparan dilakukan secara manual dengan menghindari segregasi pada campuran beton.

f. Setelah pemadatan selesai dilaksanakan, maka selanjutnya dilakukan finishing, bila disebutkan dalam shop drawing, maka permukaan beton digaruk/disikat arah tegak lurus arus lalu lintas/sumbu jalan dan harus dilindungi/dipelihara/curring sampai mencapai waktu tertentu (curring minimum selama 7 hari setelah pengecoran).

g. Setiap pelaksanaan pengecoran akan dilakukan test slump dan kemudian membuat benda uji kubus/silinder/balok untuk dilakukan pengujian kuat tekan/kuat lentur di laboratorium.

h. Setelah pelaksanaan finishing diselesaikan maka akan dilakukan pekerjaan : - Perawatan (Curing) sesuai dengan metode yang disetujui Direksi Pekerjaan.

- Lokasi dilindungi dari beban lalu lintas sampai dengan kekuatan beton 90% dari kekuatan minimum 28 hari.

Referensi

Dokumen terkait

Pemikiran H{ad}ratu as-Syaikh Hasyim asy’ari berorentasi kepada jasmani, rohani dan akhlaki H{ad}ratu as-Syaikh Hasyim asy‟ari sebagaimana yang dikatakan Watt dalam Mahrus as‟ad

Dalam putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang tanggal 6 Juli 1991 Nomor 06 / PTUN / G / PLG / 1991 antara lain disebutkan bahwa yang dimaksud dengan

Pengamatan (observasi) dilakukan selama pembelajaran berlangsung, ini dilakukan untuk mengamati aktivitas guru dan siswa dengan menggunakan strategi inside and outside circle

Pada bagian bawah apalikasi terdapat tampilan toolbar yang menunjukan tiap menu pada aplikasi penjadwalan kerja (MM Travel Group) sehingga user dapat memilih menu

Dalam penelitian ini penulis menitikberatkan pada percampuran bahasa Minangkabau dengan bahasa daerah lain terutama bahasa Jawa dan bahasa Indonesia, selain itu

Kadang-kadang orang yang tiba, karena mereka tidak tahu ke mana mereka harus pergi, atau karena mereka tidak memiliki izin parkir yang benar, Jadi orang-orang yang datang ke

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai “Idnetiffikasi Bakteri Flora Normal Mukosa Hidung dan Saliva pada Penambang Emas (Tromol) di Kelurahan