RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Oleh : Komariah
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 5 Kota Serang Mata Pelajaran : PPKn
Kelas/Semester : IX/Genap
Tema : Cinta Tanah Air/Bela Negara Dalam Kontek Negara Kesatuan Republik Indonesia
Sub Tema : Perjuangan Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia Pembelajaran Ke : 2 (Dua)
Alokasi Waktu : 1 x Peremuan ( 10 Menit) A. Kompetensi Inti (KI) :
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleran,gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
B. Kompetensi Dasar ( KD) :
1.6. Menjunjukkan perilaku orang beriman dalam mencintai tanah air dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2.6. Mengutamakan sikap disiplin sebagai warga negara sejalan dengan konsep bela negara dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia
3.6. Mengekspresikan konsep cinta tanah air/bela negara dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia.
4.6. Mengorganisasikan kegiatan lingkungan yang mencerminkan konsep cinta tanah air dalam konteks kehidupan sehari-hari.
C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, melalui model discovery learning dengan metode diskusi peserta didik mampu :
1. Menunnjukkan prilaku beriman dalam mencintai tanah air dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia
2. Mengutamakan sikap disiplin dan tanggung jawab sebagai warga negara sejalan dengan konsep bela negara dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia
3. Menganalisis Perjuangan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia 4. Menganalisis ancaman terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia
D. Kegiatan Pembelajaran
1. Metode Media, Pembelajaran dan Sumber Belajar Metode : Diskusi
Model : Discovery Learning
Media : White board, spidol, kartu pengingat,
Sumber : Buku PPKn siswa Kelas IX, Kemendikbud Tahun 2018 edisi revisi K13, dan buku sumberlainnya yang relevan.
2. Langkah-Langkah Pembelajaran a. Kegiatan Pendahuluan ( 2 Menit )
1) Orientasi
Melakukan pembukaan dengan memberikan salam pembuka, dan memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berdoa untuk memulai pembelajaran. (Nilai Religius)
Memeriksa kehadiran peserta didik (Sikap Disiplin)
Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik sebelum memulai kegiatan inti (Sikap Peduli)
2) Apersesi
Mengaitkan Materi pembelajaran yang akan diajarkan dengan pengalaman peserta didik atau materi sebelumnya
Melalui pertanyaan guru dapat mengingatkan kembali kepada peserta didik tentang materi yang telah dibahas sebelumnya.
3) Motivasi
Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan berlangsung
Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari materi Perjuangan Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia
b. Kegiatan Inti (6 Menit) 1) Kegiatan Literasi
Peserta ddidik diberi motivasi untik membaca terkait materi tentang Perjuangan Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ada pada buku siswa dihalaman 154-171
2) Critical Thinking (Berfikir Kritis)
Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan keterkaitan dengan materi Perjuangan Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang belum difahami peserta didik untuk mendapatkan informasi tambahan apa yang diamati (mulai dari pertanyaan factual, sampai pertanyaan yang bersifat hipotetik) untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat.
3) Colaboration (Kerjasama)
Peserta didik dibentuk 4 kelompok secara heterogen dan sesuai dengan materi, diantaranya:
Kelompok satu tugasnya mengenai Perjuangan Fisik mempertahankan NKRI
Kelompok dua tugasnya mengenai Perjuangan Mempertahankan NKRI melalui jalur diplomasi
Kelompok tiga tugasnya mengenai Ancaman terhadap NKRI dari dalam negeri
Kelompok empat tugasnya mengenai Ancaman terhadap NKRI dari luar negeri mencari informasi yang berhubungan dengan materi sesuai tugas masing-masing melalui berbagai sumber secara berkelompok melalui diskusi kelompok.
4) Comunication (Komunikasi)
Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya, sesuai materi masing- masing kelompok dan kelompok lain menanggapi dengan bentuk pertanyaan atau pernyataan secara bergantian.
5) Creativity (Kreativitas)
Menyimpulkan point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dikerjakan berupa laporan secara tertulis tentang materi Perjuangan mempertahankan NKRI serta ancaman terhadap NKRI.
c. Kegiatan Penutup
Dengan alat kartu pengingat, guru dapat melakukan refleksi agar peserta didik dapat mengingat inti dari materi yang disampaikan, selanjutnya guru menyampaikan materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya kemudian pembelajaran ditutup dengan mengucapkan salam.
D. Penilaian Pembelajaran
Penilain dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung dan setelah pembelajaran, penilaian tersebut berupa Penilaian sikap : Lembar Observasi Penilaian Pengetahuan : Dilakukan dalam bentuk penugasan dan Penilaian Keterampilan : Unjuk Kinerja/presentasi
Serang, April 2022
Mengetahui Guru Mata Pelajaran PPKn
Kepala Sekolah
H. Jindar Tamimi, S.Ag, M.Pd Komariah, S.Ag
NIP. 197509092008011009 NIP. 197612162007012005
LAMPIRAN 1 Materi Bahan Ajar
Perjuangan Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI )
Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan kewajiban yang melekat pada setiap warga negara Indonesia. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 menandai lahirnya negara bangsa Indonesia. Sejak waktu itu, Indonesia menjadi negara yang berdaulat dan berhak menentukan nasib dan arah bangsanya sendiri.
A. Perjuangan Fisik Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Belanda sebagai salah satu anggota Sekutu yang memenangkan Perang Dunia II, menyatakan berhak atas Indonesia karena sebelumnya mereka menjajah Indonesia. Mereka datang dengan membentuk Netherlands-Indies Civil Administration (NICA) dengan menumpang dalam Allied Forces Netherland East Indies (AFNEI). Beberapa perlawanan terhadap Belanda antara lain sebagai berikut.
1. Insiden Bendera di Surabaya : bermula dari orang Belanda mengibarkanbendera Merah Putih Biru pada tiang di atas Hotel Yamato, Tunjungan yangmenimbulkan amarah rakyat. Kemudian mereka menyerbu hotel danmenurunkan bendera tersebut serta merobek bagian yang berwarna biru, lalumengibarkan kembali sebagai bendera Merah Putih.
2. Pertempuran Lima Hari di Semarang : Peristiwa ini menewaskan ±400 orangveteran AL Jepang yang memberontak pada waktu dipindahkan ke Semarangkemudian menyerang polisi Indonesia yang mengawal mereka. Dr. Karyadimenjadi salah satu korban sehingga namanya diabadikan menjadi namasalah satu rumah sakit di kota Semarang sampai sekarang.
3. Pertempuran Surabaya tanggal 10 November 1945 : diawali oleh kedatangan brigade 29 dipimpin oleh Brigadir Mallaby yang mengakibatkan kerusuhan dengan pemuda (dipimpin oleh Bung Tomo) karena adanya penyelewengan kepercayaan oleh Sekutu. Saat perundingan, terjadi insiden Jembatan Merah dan Brigadir Mallaby tewas. Pertempuran ini menumpahkan darah 15.000 orang. sehingga, peristiwa 10 November ini diperingati sebagai Hari Pahlawan oleh seluruh bangsa Indonesia.
4. Pertempuran Ambarawa : diawali oleh kedatangan tentara Inggris di bawah pimpinan Brigjen Bethel di Semarang untuk membebaskan tentara Sekutu. Karena Sekutu diboncengi oleh NICA dan membebaskan para tawanan Belanda secara sepihak, maka terjadilah perlawanan dari TKR dan para pemuda. Pasukan Inggris akhirnya terdesak mundur ke Ambarawa.
5. Pertempuran Medan Area : pertempuran antara pemuda dan pasukan Belanda yang merupakan awal perjuangan bersenjata dan disebut Medan Area. Bentrokan antara rakyat dengan serdadu NICA menjalar ke seluruh kota Medan, dan Sekutu mengeluarkan maklumat melarang rakyat membawa senjata serta semua senjata yang ada harus diserahkan kepada Sekutu.
6. Bandung Lautan Api : Pemerintah RI di Jakarta memerintahkan supaya TRI mengosongkan Bandung dengan berat hati. Sebelum keluar dari Bandung tanggal 23 Maret 1946, pejuang RI menyerang markas Sekutu dan membumihanguskan Bandung bagian selatan. Untuk mengenang peristiwatersebut, Ismail Marzuki mengabadikannya dalam lagu “Hallo Hallo Bandung.”
7. Pertempuran Margarana : I Gusti Ngurah Rai menggalang kekuatan dan menggempur Belanda pada 18 November 1945. Karena kekuatan pasukan tidak seimbang dan persenjataan kurang lengkap, pasukan Ngurah Rai dikalahkan dalam pertempuran “Puputan” di Margarana utara Tabanan Bali, hingga I Gusti Ngurah Rai gugur bersama anak buahnya.
8. Perlawanan terhadap Agresi Militer Belanda : Agresi Militer I dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 1947, dengan menguasai daerah-daerah yang dikuasai oleh Republik Indonesia di Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Indonesia secara resmi mengadukan agresi militer ini kepada PBB dan akhirnya atas tekanan resolusi PBB tercapai gencatan senjata.
9. Perang Gerilya : perang dengan berpindah-pindah tempat, dipimpin oleh Jenderal Soedirman.
Ia bergerilya dari luar kota Yogyakarta selama delapan bulan ditempuh kurang lebih 1.000 Km di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tidak jarang, Soedirman harus ditandu atau digendong karena dalam keadaan sakit keras.
B. Perjuangan Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui jalur Diplomatis
Selain perjuangan fisik, para pahlawan negara juga berjuang melalui jalur diplomasi.
Perjuangan melalui diplomasi ini berlangsung, terutama melalui berbagai perundingan dengan Belanda. Tujuannya agar Belanda mengakui kedaulatan Indonesia sebagai negara merdeka dan mengambil posisi yang sama dengan negara lain yang sudah merdeka.
Berikut adalah beberapa perundingan Indonesia dengan Belanda pada masa Revolusi kemerdekaan :
1. Perjanjian Linggar Jati 2. Perundingan Roem Royen 3. Konfrensi Meja Bundar 4. Perjanjian Renvile C. Ancaman Terhadap NKRI
Ancaman terhadap NKRI adalah stiap usaha dan kegiatan baik dari dalam negeri maupun dari luar neferi yang dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa ancaman terhadap NKRI dari dua penjuru yaitu :
1. Ancaman dari dalam negeri
Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dengan latar belakang budaya yang berbeda-beda. keanekaragaman tersebut harusnya dapat menjadi suatu kekuatan untuk menagkal gangguan dan ancaman yang dapat memecah belah persatuan bangsa. Adakalanya Perbedaan suku bisa menjadi sumber bagi konflik bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Potensi ancaman yang menyentuh NKRI dari dalam negeri, antara lain:
a. Diistegrasi melalui Gerakan Gerakan sparatis berdasarkan sentiment kesukuan atau pemberontakan akibat ketidakpuasab daerah terhadap kebijakan pemerintah pusat
b. Keresahan sosial akibat kesenjangan ekonomi dan ketimpangan kebijakan ekonomi serta pelanggaran HAM
c. Makar atau penggulingan kekuasaan pemerintah yang sah dan konstitusional d. Upaya penggantian ideologi Pancasila dengan ideologi lain
e. Pemaksaan kehendak golongan khusus berusaha memaksakan agar tidak ada konstitusional
f. Potensi konflik antarkelompok baik masalah dalam politik, dalam masalah politik, koflik akibat pilkada dan juga masalah konflik SARA.
g. Melakukan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme sangat merugikan negara dan bangsa sebab akan menghancurkan dan menghambat cita - cita pembangunan nasional negara.
h. Kesenjangan ekonomi, pemerataan pendapatan yang tidak adil antarkelompok dan antardaerah
i. Penyalahgunaan narkoba, porngrafi, dan porno aksi, pergaulan bebas, tawuran, dan lainnya
.
2. Ancaman dari luar negeri
Dengan berakhirnya perang dingin maka gaya tidak akan menjadi perhatian. Tidak kata kerja militer tidak terjadi, seperti mencekam oleh pesawat atau kapal perang negara lain.
Potensi ancaman dari luar lebih bentuk ancaman nonmiliter yaitu ancaman terhadap ideologi, politik, ekonomi, dan sosial budaya.
LAMPIRAN 2 PENILAIAN
1. SIKAP BERIMAN
Teknik : Observasi
Bentuk Instrumen : Lembar Observasi Indikator Pencapaian :
a. Peserta didik mampu menunjukkan perilaku iman kepada Tuhan Yang Maha Esa karena masih bisa mempelajari Perjuangan Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan belajar sungguh-sungguh. Sikap syukur yang dimaksud adalah ungkapan terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa yang ditunjukkan melalui:
1. Berdoa ketika sebelum dan sesudah pembelajaran 2. Berdoa dengan khidmat
3. Menjaga kebersihan, kerapian pada saat pembelajaran berlagsung 4. Memberi salam ketika akan menyampaikan pendapat
Petunjuk:
a. Lampiran penilaian ini digunakan pada saat proses pembelajaran
b. Berilah tanda (√) pada kolom skor sesuai sikap spiritual yang ditampilkan oleh peserta didik dengan rubrik penskoran sebagai berikut:
Kriteria Skor Indikator
Selalu 4 Jika empat indikator dipenuhi
Sering 3 Jika tiga indikator dipenuhi
Kadang-kadang 2 Jika dua indikator dipenuhi
Tidak pernah 1 Jika satu indicator yang dipenuhi
Lembar Observasi
No. Nama Siswa Skor
1 2 3 4 Ket
1. Ahmad Fatoni 2. Annisa
3. Fitrotul Uyun 4. Muhhamad Makin Dst.
Petunjuk Penilaian
Peserta didik memperoleh nilai :
BAIK SEKALI : Apabila memperoleh skor nilai 4 BAIK : Apabila memperoleh skor nilai 3 CUKUP : Apabila memperoleh skor nilai 2 KURANG : Apabila memperoleh skor nilai 1
LEMBAR PENILAIAN 1
LEMBAR OBSERVASI PENILAIAN SIKAP SPRITUAL
1. Sikap Bertanggung jawab
Teknik : Observasi
Bentuk Instrumen : Lembar Observasi Indikator Pencapaian :
a. Menampilkan perilaku tanggung jawab dalam setiap pembelajaran di kelas b. Indikator perilaku tanggung jawab tersebut adalah :
1) Mengembalikan barang yang dipinjam
2) Menerima resiko dari tindakan yang ia lakukan 3) Melaksanakan tugas individu dengan baik
4) Tidak menyalahkan orang lain untuk kesalahan yang ia buat Petunjuk :
a. Lampiran penilaian ini digunakan pada saat proses pembelajaran
b. Berilah tanda (√) pada kolom skor sesuai sikap sosial yang ditampilkan oleh peserta didik dengan rubrik penskoran sebagai berikut :
Kriteria Skor Indikator
Selalu 4 Jika empat indikator dipenuhi
Sering 3 Jika tiga indikator dipenuhi
Kadang-kadang 2 Jika dua indikator dipenuhi
Tidak pernah 1 Jika satu indicator yang dipenuhi
Lembar Observasi
No. Nama Siswa Skor
1 2 3 4 Ket
1. Ahmad Fatoni 2. Annisa
3. Fitrotul Uyun 4. Muhhamad Makin Dst.
Petunjuk Penilaian
Peserta didik memperoleh nilai :
BAIK SEKALI : Apabila memperoleh skor nilai 4 BAIK : Apabila memperoleh skor nilai 3 CUKUP : Apabila memperoleh skor nilai 2 KURANG : Apabila memperoleh skor nilai 1
LEMBAR PENILAIAN 2
LEMBAR OBSERVASI PENILAIAN SIKAP SOSIAL
Penilaian Pengetahuan dilakukan dalam bentuk penugasan, yaitu tugas Mandiri.
NO SOAL JAWABAN SCOOR
1 Diawal kemerdekaan bangsa Indonesia, dijajah kembali oleh Belanda, bangsa Indonesia melawan penjajahan secara fisik, sebutkan 4 peristiwa yang berhubungan dengan perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan NKRI scara fisik ?
1. Insiden bendera di Surabaya 2. Pertempuran lima hari di Semarang 3. Pertempuran ambarawa
4. Bandung lautan api
20
2 Dalam mempertahankan NKRI, bangsa Indonesia melakukan perjuangannya melalui diplomasi, sebutkan 4 bentuk perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan NKRI secara diplomasi ?
1. Perjanjian Linggar Jati 2. Perundingan Roem Royen 3. Konfrensi Meja Bundar 4. Perjanjian Renfile
20
3 Jelaskan Pengerttian ancaman terhadap NKRI
Ancaman terhadap NKRI adalah stiap usaha dan kegiatan baik dari dalam negeri maupun dari luar neferi yang dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa
20
4 sebutkan 2 potensi ancaman dari dalam negeri ?
A. Diistegrasi melalui Gerakan Gerakan sparatis berdasarkan sentiment kesukuan atau pemberontakan akibat ketidakpuasab daerah terhadap kebijakan pemerintah pusat
B. Keresahan sosial akibat kesenjangan ekonomi dan ketimpangan kebijakan ekonomi serta pelanggaran HAM
20
5 Jelaskan apa yang dimaksud dengan ancaman non militer ?
Ancaman non militer adalah berbentuk ancaman terhadap ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan dan keamanan.
20 LEMBAR PENILAIAN 3
LEMBAR PENILAIAN PENGETAHUAN
PRESENTASI
Kelompok :
Kelas :
Materi Pokok :
Aspek yang dinilai/ Indikator Penilaian : 1. Penguasaan materi yang dipresentasikan 2. Kemampuan menggunakan bahasa yang baik
3. Kelancaran berbicara (intonasi dan kejelasan artikulasi) 4. Kemampuan menanggapi pertanyaan sanggahan
5. Sistematika presentasi
Petunjuk : masing-masing indikator nilainya 2-5 berdasarkan rubrik penilaian berikut : Aspek yang dinilai/
Indikator Penilaian
Skor Deskripsi
Penguasaan materi yang dipresentasikan
5 Menunjukkan penguasaan materi presentasi dengan sangat baik 4 Menunjukkan penguasaan materi
presentasi dengan baik
3 Menunjukkan penguasaan materi presentasi dengan cukup baik 2 Menunjukkan penguasaan materi
presentasi dengan kurang baik Kemampuan menggunakan bahasa
yang baik
5 Bahasa yang digunakan sangat mudah Dipahami
4 Bahasa yang digunakan cukup mudah Dipahami
3 Bahasa yang digunakan agak sulit Dipahami
2 Bahasa yang digunakan sangat sulit Dipahami
Kelancaran berbicara (intonasi) dan kejelasan artikulasi
5 Penyampaian materi dengan intonasi yang tepat dan artikulasi/lafal yang jelas 4 Penyampaian materi dengan intonasi
yang cukup tepat dan artikulasi/lafal yang cukup jelas
3 Penyampaian materi dengan intonasi yang kurang tepat dan artikulasi/lafal yang kurang jelas
2 Penyampaian materi dengan intonasi yang tidak tepat dan artikulasi/lafal yang tidak jelas
Kemampuan menanggapi pertanyaan atau sanggahan
5 Mampu mempertahankan dan menanggapi pertanyaan/sanggahan dengan arif dan bijaksana
4 Mampu mempertahankan dan menanggapi pertanyaan/sanggahan dengan cukup baik
3 Mampu mempertahankan dan menanggapi pertanyaan/sanggahan dengan baik
2 Sangat Kurang mampu
mempertahankan dan menanggapi pertanyaan/sanggahan
LEMBAR PENILAIAN 4
LEMBAR OBSERVASI PENILAIAN KETERAMPILAN
Sistematika presentasi 5 Materi presentasi disajikan secara runtut dan sistematis
4 Materi presentasi disajikan secara runtut tetapi kurang sistematis
3 Materi presentasi disajikan secara kurang runtut dan tidak sistematis 2 Materi presentasi disajikan secara tidak
runtut dan tidak sistematis Keterangan Jumlah Skor :
22 s/d 25 : Sangat terampil 18 s/d 21 : Terampil 14 s/d 17 : Cukup terampil 10 s/d 13 : Kurang terampil
Lembar Penilaian
No. Nama Siswa Skor Jlh Ket
1 2 3 4 5
1. Ahmad Fatoni 2. Annisa
3. Fitrotul Uyun 4. Muhhamad Makin Dst.