Manajemen Keuangan Lanjutan
DR. FARIDA
Lecturer Notes#4
WACC
Cost of Capital (Biaya Modal)
TUJUAN PERKULIAHAN UMUM
• Tujuan umum:
• Memahami dan mampu menghitung biaya modal secara individual dan keseluruhan.
• Tujuan KHUSUS :
* Dapat menjelaskan arti biaya modal, fungsi biaya modal
* Menghitung Biaya Modal secara Individual
* Menghitung Biaya Modal secara Keseluruhan
Fungsi Manajemen Keuangan adalah
• bagaimana memenuhi kebutuhan dana dan menggunakan dana yang tersedia dalam
perusahaan.
• Modal yang dibutuhkan untuk membiayai operasi perusahaan terdiri dari modal asing (eksternal) dan modal sendiri.
• Jenis modal : Hutang Saham Preferen Ekuitas
Saham Biasa
Biaya Modal
• biaya yg harus dikeluarkan/harus dibayar
untuk mendapatkan modal baik yang berasal dari utang, saham preferen, saham biasa,
maupun keuntungan/laba ditahan untuk
membiayai investasi perusahaan.
Biaya Modal
• Dana yang digunakan untuk membiayai pengadaan aset dan operasional suatu perusahaan. Dapat dilihat di sisi kanan neraca; hutang obligasi, saham biasa,
preferen, laba di tahan.
Komponen Neraca
Aktiva/asset: Pasiva/kewajiban
- Aktiva lancar -Hutang
- Aktiva tetap Hutang jangka pendek
Aktiva tetap berwujug Hutang jangka panjang Aktiva tetap tak berwujud - Modal
Hutang obligasi
Saham preferen
Saham Biasa
Laba ditahan
Yang dimaksud Biaya modal adl
• Biaya riil yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh dana baik hutang, saham
preferen, saham biasa, maupun laba ditahan untuk mendanai suatu investasi perusahaan.
• Manfaat mengetahui biaya modal:
1. Untuk menentukan proyek menguntungkan (merugikan)
2. Sebagai discounting factor dalam menghitung present value aliran kas.
3. Regulasi perusahaan yang monopoli
Dari sisi investor, tinggi rendahnya required rate
of return merupakan tingkat keuntungan,
sedangkan bagi perusahaan yang menggunakan
dana merupakan biaya modal yang harus
dikeluarkan untuk mendapatkan modal sendiri.
Besar kecilnya biaya modal dipengaruhi oleh faktor- faktor berikut:
1. General Economic Condition (Kondisi Ekonomi Umum), kondisi ekonomi akan mempengaruhi tingkat pengembalian bebas resiko, karena investor mempertimbangkan risiko dalam berinvestasi
sehingga perlu memperhitungkan kondisi ekonomi.
2. Operating and Finacing Decisions (Keputusan Investasi dan
Pembelanjaan), bila perusahaan menginvestasikan dananya yang banyak berasal dari utang dan saham preferen pada investasi yang memiliki risiko tinggi, pemegang saham atau pemilik dana akan menuntut tingkat pengambalian yang tinggi. Hal ini berakibat pada biaya modal yang ditanggung perusahaan akan semakin tinggi.
3. mount of Financing (Jumlah Pembelanjaan), apabila pemintaan
terhadap dana meningkat cepat akan berakibat pada semakin
tingginya biay modal yang akan dikeluarkan perusahaan.
Konsep Biaya Modal
• Merupakan biaya peluang (opportunity cost) dari
penggunaan dana untuk diinvestasikan dalam proyek baru.
• Tingkat pengembalian investasi perusahaan harus
memperhatikan investasi dengan tujuan menemukan tingkat pengembalian investasi perusahaan investor.
• Biaya modal dapat diukur dengan “rate of return”
minimum dari investasi baru yang dikeluarkan
perusahaan, dengan asumsi bahwa tingkat risiko dari investasi baru sama dengan risiko dari aktiva yang
dimiliki saat ini.
Logika Penggunaan Biaya Modal
Tingkat Pengembalian Internal Kekayaan Pemilik Saham
Tk pengembalian internal < biaya modal
menurun
Tk pengembalian internal = biaya modal
Tidak berubah
Tk pengembalian internal > biaya modal
meningkat
Biaya modal
• Biaya modal dapat dihitung berdasarkan biaya
masing-masing sumber dana disebut Biaya Modal Individual.
• Jika perusahaan menggunakan beberapa sumber modal, maka biaya modal yang dihitung adalah biaya modal rata-rata (weighted average sost of capital = WACC) dari seluruh modal yang
digunakan.
• Konsep biaya modal erat kaitannya dengan
konsep mengenai tingkat keuntungan yang
disyaratkan (required of return)
Biaya Modal
• Untuk memperoleh Cost of Capital, perlu dilakukan perhitungan dari masing-masing sumber dana dan biaya modal rata-rata dari keseluruhan dana yang digunakan.
• Biaya-biaya modal tersebut, yaitu:
A. Biaya Hutang = Cost of Debt (Kd)
B. Biaya saham preferen = Cost of Preferred Stock (Kp) C. Biaya saham biasa = Cost of Common Equity (ks)
D. Biaya laba ditahan = Cost of Retained Earning
E. Biaya Modal Rata-rata Tertimbang = Weighted
Average Cost of Capital (WACC)
A. Biaya Hutang (Cost of Debt)
• Biaya hutang (Cost Of Debt ) Dalam mencukupi modal kerja perusahaan, dapat dilakukan dengan mencari pinjaman dari pihak eksternal
perusahaan. Dalam hal ini biasanya perusahaan mengajukan pinjaman pada bank atau menerbitkan surat utang.
• Biaya hutang setelah pajak dapat dihitung dengan mengalikan tingkat bunga sebelum pajak dengan tingkat pajak, sehingga diformulasikan sebagai berikut :
k
b= C
t/ d , k
d= kb (1- t)
Dimana : k
d= Biaya utang setelah pajak (%)
t = Persentase Tingkat pajak (5) , C
t= Besarnya bunga yang harus dibayarkan per tahun, d = utang , k
b= Biaya utang sebelum pajak (%) Dalam perhitungan WACC, kita memakai: Biaya hutang setelah pajak = K
b(1-T)
Misal : Kb=10%, Pajak=15%, Berapa biaya hutang setelah pajak ? Jawab :
Kd = 10%(1-15%) = 8.5%
Biaya Modal Individu
1
.A Biaya utang jangka pendek
Utang jangka pendek pada dasarnya terdiri dari utang usaha, utang wesel,utang bank, dan utang lain yang jatuh tempo kurang dari atau sama dengan satu tahun.
Jumlah Bunga ./(Jumlah Utang - Jumlah Bunga) * 100%
2. B Biaya utang jangka panjang - Biaya Obligasi - Biaya Hipotik
Utang jangka panjang biasanya dalam bentuk obligasi sehingga perlu untuk
mengkaitkan jumlah dana neto yang diterima dengan pengeluaran-pengeluaran kas dari penggunaan dana tersebut.
Biaya penggunaan utang jangka panjang dapat dihitung dengan menggunakan cara seperti perhitungan tingkat pendapatan investasi dalam obligasi, adapun langkah- langkah perhitungan sebagai berikut.
1. Mengadakan estimasi jumlah rata-rata dari dana yang tersedia bagi kita selama tahun ke-t.
2. Menghitung biaya rata-rata tahunan dari penggunaan dana tersebut.
3. Meghitung porsentase biaya rata-rata tahunan dari jumlah rata-rata yang tersedia.
4. Menyesuaikan biaya utang tersebut atas dasar sesudah pajak.
Biaya Modal Obligasi
• Obligasi merupakan Surat Hutang yang diterbitkan perusahaan dengan nilai nominal tertentu, angka waktu tertentu dan pemberian bunga (coupon) pada tingkat tertentu.
• Short cut formula: (befor tax) C + (f-p)/n
• Biaya Obligasi = --- X (1 - Pajak) (p + f )/2
Dimana C : Tingkat Bunga f : Nilai Nominal p : Nilai Jual n : Umur Obligasi
Contoh: 100 lembar obligasi dikeluarkan dengan harga nominal Rp100.000/lbr, umur 10 tahun, dijual dengan harga Rp97.500/lbr. Bunga 5%. Pajak 50%.
(100.000x 5%) + (100.000-97500)/10
Biaya Obligasi = --- X (1-0,5) (100.0000+ 97500)/2
= 2,66%
Biaya Hipotik
• Hutang Hipotik adalah hutang jangka panjang dengan jaminan benda tidak bergerak.
Persetujuan hipotik dibuat dengan akta notaris serta ada perjanjian secara tertulis Biaya yang berkaitan dengan hipotik ;
1. biaya akta notaris
2. provisi (merupakan sejumlah uang yang wajib dibayar oleh terjamin kepada Bank sebagai balas jasa untuk pemberian bank garansi)
3. dan lain-lain Bunga
• Biaya Utang Hipotik = --- X (1 - Pajak) Modal dr hipotik yg masuk Secara konkrit
Contoh: Peru sahaan mempunyai utang hipotik Rp15.000.000,- dengan bunga 10%/th. Atas hipotik tersebut dijaminkan gedung seharga Rp20.000.000,- dan asuransi premi Rp250.000,- dibayar dimuka. Pajak 50%
15.000.000 x 10%
• Biaya Utang Hipotik = --- X (1-0,5) 15.000.000 – 250.000
= 5,08%
• Notes: Penggunaan hutang sebagai modal, menurunkan penghasilan yg dikenai pajak karena bunga yg harus dibayar. Karena itu
penggunaan hutang dapat mengurangi pajak
yang dibayar (tax deductible)
B. Cost of Preferred Stock (Biaya Saham Preferen)
• Saham Preferen adalah saham yang memiliki karakteristik kombinasi antara utang dan modal sendiri, salah satu ciri dari saham preferen adalah adanya penghasilan tetap berupa dividen bagi pemegangnya. Menurut Kieso dan Weygandt (1995:321) saham preferen adalah : Saham dengan kelas khusus yang ditetapkan sebagai preferen (istimewa) karena saham ini memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh saham biasa. Saham ini sering disebut juga sebagai Modal Saham Semi Hutang, karena sifatnya memberikan penghasilan tetap bagi pemegangnya.
Walaupun perusahaan mengalami kerugian, tetap mempunyai kewajiban untuk membayar deviden.
• Formulasi yang digunakan sebagai berikut:
• Kpreferred = Kps = Dividend /price of preferred
Kps = Cost of Preferred stock (%) , Dps = Dividen yang dibayar Pop = Penerimaan bersih per saham
Contoh. Perusahaan menerbitkan saham preferen 100 lembar @RP 100.000,- dengan bunga tetap 8% pertahun. Penjualan saham preferen ini Rp 9.000.000,- (Rp90.000/lbr)
8% X Rp10.000.000
• Cost of Preffered Stock = --- X 100%
Rp9.000.000
= 8,89%
C.1 Cost of Retained Earning (Biaya Laba Ditahan), Ks
• Biaya laba ditahan (the cost of retained earnings) bagi perusahaan adalah sama seperti biaya penerbitan
penuh atas tambahan saham biasa (fully subscribed issue of additional common stock), yang diukur oleh biaya modal sendiri saham biasa. Hal ini berarti laba ditahan meningkatkan modal sendiri dengan cara yang sama seperti penerbitan baru saham biasa.
• Biaya laba ditahan dapat diestimasi dg 2 metode : a. Pendekatan Capital Assets Pricing Model (CAPM) b. Pendekatan Hasil Obligasi + Premi Risiko
c. Pendekatan hasil deviden + tingkat pertumbuhan
c. Biaya Saham Biasa
• Biaya modal saham biasa merupakan biaya yang dikeluarkan oleh
perusahaan yang memperoleh dana dengan menjual saham biasa untuk investasi.
• Biaya modal saham biasa dapat mengalami peningkatan secara internal dengan menahan laba atau secara eksternal dengan menjual atau
mengeluarkan saham biasa baru.
• Perusahaan dapat membagi laba setelah pajak yang diperoleh sebagai deviden, Meliputi :
1. Biaya laba ditahan (Cost of retained earnings) 2. Biaya saham biasa baru
• Adapun fungsi dari saham biasa didalam perusahaan adalah 1
1. Sebagai alat untuk membelanjai perusahaan dan terutama sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan akan modal permanen,
2. Sebagai alat untuk menentukan pembagian laba,
3. Sebagai alat untuk mengadakan fungsi atau kombinasi dari perusahaan,
4. Sebagai alat menguasai perusahaan.
b. Pendekatan Hasil Obligasi + Premi Risiko
• Untuk mengestimasi biaya ekuitas saham biasa mereka menambahkan premi risiko mereka sebesar 3 sampai 5 poin persentase terhadap suku bunga hutang jangka panjang (obligasi).
• Ks = hasil obligasi + premi risiko
• Perusahaan Avilia memiliki obligasi yg
memberikan hasil 8%, maka estimasi biaya
ekuitas : Ks = 8% + 4% = 12%
a. Pendekatan CAPM
• Pendekatan model penetapan harga aktiva modal (Capital Asset Pricing Model / CAPM) digunakan untuk menganalisis hubungan antara risiko dan tingkat pengembalian.
• Ks = krf + (km – krf) bi
• Dimana : ks = Tingkat pengembalian yg diperlukan/biaya modal laba ditahan, Krf = Suku bunga bebas resiko (suku bunga sbi) Km = Tingkat
pengembalian pasar/tingkat pengembalian rata-rata saham Bi = Koefisien beta saham (indeks resiko saham)
• Besarnya suku bunga bebas resiko 6%, besarnya return pasar adalah 15%
dan beta saham PT. Agung sebesar 1,4. Berapa besarnya biaya modal laba ditahan/tingkat pengembalian yg disyaratkan oleh investor?
• Jawab : Ks = krf + (km – krf) bi
• = 6% + (14% - 6%) 1,4 = 6% + 11,20%
= 17,20%
Jadi biaya laba ditahan perusahaan 17,20%
c. Pendekatan Hasil Deviden + Tingkat Pertumbuhan
• Pendekatan arus kas yang didiskontokan (the Discounted Cashflow/DCF) memproyeksikan arus kas yang diharapkan dimasa mendatang dan mendiskontokannya pada tingkat bunga atau tingkat pengembalian yang mencerminkan nilai waktu dari uang (Time Value of Money) yakni investor lebih suka mendapatkan uangnya sekarang daripada masa yang akan datang, sehingga harus dibayar untuk menunggu.
D1
Ks = --- + g Po
Dimana : Ks = biaya laba ditahan , D1 = estimasi deviden tahun yad , Po = harga saham biasa , g = tingkat pertumbuhan deviden
• Contoh: Saham PT. Agung Jaya saat ini nilainya sebesar Rp 2.500,- per lembar. Estimasi
deviden tahun yad sebesar Rp 150,- per lembar. Deviden diperkirakan akan tumbuh sebesar 5% per tahunnya. Berapakah biaya laba ditahan perusahaan ?
• Jawab : D1
Ks = --- + g = 150
Po = --- + 0,05
2.500
= 11% Jadi biaya laba ditahan perusahaan 11%
C.2 Biaya Saham Biasa Baru
• Biaya penerbitan saham biasa baru diperoleh dengan menghitung biaya saham biasa setelah
dipertimbangkan jumlah penilaian dibawah harga dan biaya ‘flotation’ yang terkait. Pada umumnya,
saham baru akan dijual dibawah harga (underpriced). Biaya penerbitan saham biasa baru menjadi penting hanya jika laba ditahan tidak tersedia. Umumnya menjual saham biasa baru harus dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar yang berlaku sekarang (underpriced).
• Biaya penerbitan saham biasa baru menjadi penting hanya jika laba ditahan tidak tersedia. Umumnya menjual saham biasa baru harus dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar yang berlaku sekarang (underpriced).
• Ke = D1/P0 (1-F) + g
• Dimana : Ke = Biaya modal saham biasa, D1 = deviden yang diharapkan pada tahun pertama, P0 = harga pasar saham sekarang , g = pertumbuhan deviden saham per tahun F = Biaya emisi
• Contoh: PT. Adnan Jaya saat ini nilainya Rp 1.800,- per lembar. Estimasi deviden tahun yad Rp 200,- per lembar. Deviden diperkirakan akan tumbuh 4% per tahunnya. Flotation cost 10% dari harga saham.
Berapakah biaya ekuitas eksternal perusahaan?
• Jawab : D1
• Ke = --- + g Po (1-F)
200
= --- + 0,04 = 16,35% , jadi biaya ekuitas eksternal perusaah 16,35%
1.800 (0.9)