• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Oleh : Siskha Sofiana, S.Pd

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Oleh : Siskha Sofiana, S.Pd"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Oleh : Siskha Sofiana, S.Pd

Satuan Pendidikan : SMA INSAN CENDIKIA AL MUJTABA Mata Pelajaran : Kimia

Kelas/Semester : XI / Ganjil Tema : Ikatan Kimia

Sub tema : Ikatan Ion

Pembelajaran ke- : 2 Alokasi Waktu : 10 menit I. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengkaji berbagai sumber belajar, melalui pendekatan saintifik dengan model pembelajaran Problem Based learning peserta didik dapat berpikir kritis dan kreatif dalam memahami ikatan ion dengan tepat.

II. Kegiatan Pembelajaran

Tahap Langkah Pembelajaran Alokasi

Waktu PENDAHULUAN

Guru mengecek kehadiran peserta didik, memimpin doa dan memberi motivasi, menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan. Guru memberikan Apersepsi tentang ikatan ion:

“Pada Jam istirahat tadi, apakah kalian jajan di kantin?

Misalnya Ahmad ingin jajan roti isi seharga 4.000 sedangkan dia mempunyai uang 5.000 (kelebihan 1000). Sementara itu, Dani juga ingin membeli roti isi, tetapi dani hanya mempunyai uang 3.000 ( Kurang 1.000). Apakah yang seharusnya dilakukan Ahmad sebagai teman yang baik? (Diharapkan murid menjawab Ahmad akan memberikan kelebihan uangnya kepada Dani). Lalu apakah terjalin hubungan yang baik setelah Ahmad memberikan kelebihan uangnya kepada Dani?” Seperti itulah gambaran materi yang akan kita pelajari hari ini yaitu ikatan ion.”

2 Menit

INTI

1. Orientasi terhadap masalah

Peserta didik mencermati sajian masalah tentang cara unsur-unsur mencapai kestabilan dengan pembentukan ion dan interaksinya dengan ion lain yang dihubungkan dengan materi sebelumnya yang ditampilkan pada ppt, dan diajukan pertanyaan pengarah untuk mendorong peserta didik memprediksi atau mengajukan dugaan (hipotesis)

6 Menit

2. Mengorganisasikan peserta didik

Peserta didik diorganisasikan untuk belajar dalam bentuk diskusi kelompok kecil, dijelaskan lebih rinci alternatif-alternatif strategi untuk menyelesaikan masalah yang ditentukan di LKPD.

3. Membimbing

penyelidikan individu dan kelompok

Peserta didik mencari informasi bagaimana pembentukan kation dan anion serta interaksi antar ion membentuk ikatan kimia yaitu ikatan ion.

4. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

Peserta didik bersama kelompoknya mendiskusikan hasil pengamatan dan menjawab pertanyaan – pertanyaan pada lembar kerja dan mengkomunikasikan hasil diskusi dalam kelompok kemudian mempresentasikannya. Jika waktu tidak mencukupi, setiap kelompok menuliskan hasil diskusinya pada kertas dan menempelkan pada dinding kelas (windows gallery). Setiap peserta

(2)

didik mengunjungi “windows gallery” kelompok lain dan membandingkan hasil diskusi kelompoknya terhadap kelompok lain serta memberikan komentar.

5. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

Peserta didik menganalisis dan menyimpulkan hasil diskusi dari pengamatan dalam kelompoknya

PENUTUP

Peserta didik bersama guru merefleksikan pengalaman belajar dan menyimpulkan pemahaman peserta didik terkait hasil belajar.

menginformasikan materi yang akan dipelajari pada pembelajaran berikutnya serta menutup pembelajaran dengan doa dan salam

2 Menit

III. Penilaian Pembelajaran

1. Penilaian Sikap : Observasi sikap kerja sama dan aktif bertanya 2. Pengetahuan : Tes tertulis (Pilgan) dan penugasan

3. Keterampilan : Presentasi, laporan tertulis

Mengetahui, Sukoharjo, 27 Juni 2022

Guru Mapel

Siskha Sofiana, S.Pd

(3)

Lampiran 1 :

Materi Pembelajaran

IKATAN KIMIA

1. Kestabilan Atom

Sebagian besar unsur di alam ingin mencapai suatu kestabilan. Kestabilan diperoleh dengan cara bergabung dengan unsur lain lalu membentuk molekul atau senyawa yang stabil.

Daya tarik-menarik antar atom yang menyebabkan senyawa kimia dapat bersatu disebut ikatan kimia.

Gas mulia memiliki konfigurasi elektron penuh, yaitu konfigurasi oktet (memiliki 8 elektron pada kulit terluarnya), kecuali untuk helium dengan konfigurasi duplet (dua elektron pada kulit terluarnya).

Tabel 1. Konfigurasi elektron gas mulia

Lambang Unsur

Jumlah Elektron Pada Kulit Elektron Valensi

K L M N O

2He 2 2

10Ne 2 8 8

18Ar 2 8 8 8

36Kr 2 8 18 8 8

54Xe 2 8 18 18 8 8

Unsur logam dan nonlogam belum stabil. Untuk mencapai kestabilannya, unsur logam cenderung melepaskan elektron, sedangkan unsur nonlogam cenderung menerima elektron.

Dengan melepaskan atau menerima elektron, konfigurasi elektron unsur logam dan nonlogam sama dengan konfigurasi elektron gas mulia yang stabil. Setelah melepaskan elektron, unsur logam bermuatan positif. Adapun unsur nonlogam akan bermuatan negatif setelah menerima elektron. Atom bermuatan positif dapat berikatan dengan atom bermuatan negatif membentuk senyawa.

Kecenderungan unsur-unsur untuk mencapai konfigurasi elektronnya sama seperti gas mulia terdekat dikenal sebagai aturan oktet. Untuk mencapai kestabilan (seperti konfigurasi pada gas mulia) dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

a. Melepas Elektron

Dilakukan unsur logam untuk membentuk ion positif.

Contoh : 11Na 11Na+ + 1e

(2, 8, 1) (2, 8)

(tidak stabil) (stabil seperti Ne)

(4)

Gambar 1. Perubahan Struktur Elektron Atom Na menjadi Ion Na+ b. Menarik Elektron

Dilakukan unsur logam untuk membentuk ion positif Contoh : 17Cl + 1e 17Cl

(2, 8, 7) (2, 8, 8)

(tidak stabil) (stabil seperti Ne)

Gambar 2. Perubahan Struktur Elektron Atom Cl menjadi Ion Cl-

c. Menggunakan Pasangan Elektron Bersama

Ada dua macam pasangan elektron yang digunakan bersama (menurut Lewis), yaitu :

▪ Pasangan elektron hanya berasal dari salah satu atom saja.

▪ Masing-masing atom yang berkaitan menyumbangkan satu elektron.

2. Struktur Lewis

Apakah perbedaan antara unsur logam, nonlogam, dan gas mulia? Jawabannya akan lebih mudah diketahui dengan menggambarkan susunan elektron valensi unsur.

Gambar 2.

Susunan elektron unsur Na, Cl, Ar, dan He

Perhatikan gambar susunan elektron unsur He dan Ar. Pada kedua unsur tersebut, setiap kulit elektron terisi penuh. Lain halnya dengan unsur Na dan Cl, kulit terakhirnya tidak terisi penuh. Kulit ketiga atom Na hanya berisi 1 elektron, sedangkan kulit ketiga atom Cl berisi 7

1. Apakah yang dimaksud dengan elektron valensi?

2. Apakah perbedaan antara ikatan ion dan ikatan kovalen?

3. Bagaimana natrium dan klor dapat berikatan membentuk garam NaCl?

(5)

elektron. Jumlah elektron maksimum kulit ketiga adalah 8. Jumlah elektron di kulit terluar disebut elektron valensi. Elektron valensi unsur dapat juga digambarkan menggunakan struktur Lewis.

Struktur Lewis adalah suatu kaidah penggambaran elektron valensi unsur yang dikemukakan oleh ahli kimia Amerika, G.N. Lewis. Dalam struktur Lewis, yang digambarkan hanya elektron valensinya saja. Berikut struktur Lewis untuk unsur Na, Cl, Ne, dan He.

Bagaimanakah cara menggambarkan struktur Lewis unsur lainnya? Pelajarilah contoh soal berikut.

Contoh 1.

Gambarkanlah struktur Lewis unsur-unsur berikut.

a. K d. F

b. Ca e. Ar

c. S Jawab

a. Unsur K memiliki nomor atom 19 sehingga konfigurasi elektronnya adalah 2 8 8 1.

Dengan demikian, elektron valensi unsur K adalah 1 sehingga struktur Lewisnya dapat digambarkan sebagai berikut.

b. Unsur Ca memiliki nomor atom 20 sehingga konfigurasi elektronnya adalah 2 8 8 2.

Dengan demikian, elektron valensi unsur Ca adalah 2 sehingga struktur Lewisnya dapat digambarkan sebagai berikut.

c. Unsur S memiliki nomor atom 16 sehingga konfigurasi elektronnya adalah 2 8 6. Dengan demikian, elektron valensi unsur S adalah 6 sehingga struktur Lewisnya dapat digambarkan sebagai berikut.

d. Unsur F memiliki nomor atom 9 sehingga konfigurasi elektronnya adalah 2 7. Dengan demikian, elektron valensi unsur F adalah 7 sehingga struktur Lewisnya dapat digambarkan sebagai berikut.

e. Unsur Ar memiliki nomor atom 18 sehingga konfigurasi elektronnya adalah 2 8 8. Dengan

(6)

demikian, elektron valensi unsur Ar adalah 8 sehingga struktur Lewisnya dapat digambarkan sebagai berikut.

3. Ikatan Ion

Anda tentu tidak asing lagi dengan garam dapur. Hampir setiap masakan yang Anda makan pasti mengandung garam dapur. Senyawa kimia yang memiliki rumus kimia NaCl ini berwujud padat, namun mudah rapuh. Garam dapur juga memiliki titik didih yang sangat tinggi.

Tahukah Anda, mengapa garam dapur memiliki sifat seperti itu? Sifat dari suatu senyawa kimia termasuk garam dapur dipengaruhi oleh jenis ikatan kimia dan struktur senyawa tersebut.

Bagaimanakah cara unsur penyusun garam dapur berikatan? Bagaimana struktur senyawa garam dapur? Selidikilah oleh Anda dengan melakukan kegiatan 2 pada lembar kerja siswa.

Ikatan ion adalah gaya tarik menarik listrik antara ion yang berbeda muatan. Ikatan ion terbentuk antara atom yang mempunyai energi ionisasi rendah (logam) dengan atom yang memiliki afinitas elektron tinggi (bukan logam).

Contoh :

1) Ikatan antara 11Na dengan 17Cl

11Na = 2, 8, 1 Na melepas 1e- 11Na 11Na+ + 1e (2, 8, 1) (2, 8)

17Cl = 2, 8, 7 Cl menerima 1e- 17Cl + 1e 17Cl- (2, 8, 7) (2, 8, 8)

Antara ion Na+ dan ion Cl- terjadi serah terima 1 elektron, atom Na melepas 1 elektron dan atom Cl menerima 1 elektron sehingga terbentuk senyawa ion dengan rumus kimia NaCl.

Atom Cl Ion Cl- Gambar 3. Serah Terima Elektron Pada Pembentukan

Natrium Klorida, NaCl

(7)

Gambar 4. Susunan Ion dalam Kristal Natrium Klorida, NaCl

Sifat umum senyawa ionik :

a. Memiliki titik didih dan titik leleh yang tinggi

b. Dalam bentuk larutan/lelehan dapat menghantarkan arus listrik c. Dapat larut dalam pelarut polar (air)

d. Tidak larut dalam pelarut nonpolar (organik).

Buktikanlah oleh Anda

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai garam dapur (NaCl), carilah informasi dari situs internet (misalkan www.saltinstitute.org) mengenai struktur kimia, tempat diperolehnya, sifat fisik, sifat kimia, hingga industri pembuatan dan pengolahannya.

Kerjakanlah secara berkelompok dan presentasikan hasil yang diperoleh di depan kelas.

(8)

Lampiran Penilaian Ketrampilan :

INSTRUMEN PENILAIAN PRESENTASI Nama Satuan pendidikan : SMA Insan Cendekia Sukoharjo Tahun pelajaran : 2022/2023

Kelas/Semester : X / Semester I

Mata Pelajaran : Kimia

No Nama Siswa Percaya Diri Penyajian

Terstruktur Total

Skor Nilai Akhir 4 3 2 1 4 3 2 1

1 2 3 4 5

✓ RUBRIK PRESENTASI

Aspek yang dinilai

skor

1 2 3 4

1 Percaya Diri Tidak percaya diri karena tidak menguasai materi saat presentasi

percaya diri walaupun tidak menguasai materi saat presentasi

Tidak percaya diri walaupun menguasai materi saat presentasi

percaya diri karena menguasai materi saat presentasi

2 Penyajian Terstruktur

Penyajian tidak terstruktur dan tidak sistematik saat presentasi

Penyajian terstruktur tetapi tidak sistematik saat presentasi

Penyajian terstruktur, sistematik tetapi tidak bearah saat presentasi

Penyajian terstruktur, sistematik dan berarah saat presentasi

𝑵𝒊𝒍𝒂𝒊 =𝐉𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡 𝐒𝐤𝐨𝐫

𝟏𝟐 𝐱𝟏𝟎𝟎

PREDIKAT NILAI

Sangat Baik ( SB) 80 ≤ AB ≤ 100

Baik (B) 70 ≤ B ≤ 79

Cukup (C) 60 ≤ C ≤ 69 Kurang (K) <60

(9)

Lampiran Penilain Sikap

TEKNIK PENILAIAN SIKAP Penilaian Observasi

No Nama Siswa Aspek yang

dinilai

Jumlah Skor

Kriteria

Bekerjasa ma Aktif Bertanya

1.

2.

3.

Petunjuk pengisian :

Skor maksimum tiap aspek 4

RUBRIK

Aspek yang dinilai

skor

1 2 3 4

1 Bekerja sama Tidak bekerja sama dan Tidak memberikan kontribusi dalam mempersiapk an materi bahan diskusi

Bekerja sama Tetapi Tidak memberikan kontribusi dalam

mempersiapka n materi bahan diskusi

Tidak bekerja sama Tetapi memberikan kontribusi dalam

mempersiapka n materi bahan diskusi

Bekerja sama dan memberikan kontribusi dalam mempersiap kan materi bahan diskusi 2 Aktif bertanya Tidak

bertanya

Bertanya tapi tidak relevan dengan materi diskusi

Bertanya tapi tidak

menanggapi lebih lanjut

Bertanya dan

menanggapi lebih lanjut Kriteria penilaian :

Rentang jumlah skor :24 – 32 Nilai : AB (amat baik) 16 – 23 Nilai : B (baik) 8 – 15 Nilai : C (cukup) 0 – 7 Nilai : K (kurang)

(10)

Lampiran Penilaian Pengetahuan SOAL

1. Suatu senyawa dengan rumus molekul XY. Jika konfigurasi elektron atom X:

1s2 2s22p6 3s2 dan konfigurasi electron atom Y: 1s2 2s2 2p4, maka jika berikatan, unsur X dan Y mempunyai ikatan ….

A. kovalen polar B. kovalen non polar C. kovalen koordinasi D. ion

E. logam

2. Unsur A memiliki nomor atom 12 dan unsur B memiliki nomor atom 9. Jika kedua unsur tersebut berikatan dan membentuk senyawa, maka pernyataan yang benar adalah…

A. Berikatan ion dengan rumus senyawa A2B B. Berikatan ion dengan rumus senyawa AB2

C. Berikatan ion dengan rumus senyawa AB D. Berikatan kovalen dengan rumus senyawa A2B E. Berikatan kovalen dengan rumus senyawa AB2

3. Kelompok senyawa berikut yang semuanya termasuk senyawa ion adalah….

A. H2, KCl, O2

B. H2O, CO2, NaCl C. NaCl, KBr, CaO D. NaCl, HCl, NO2

E. HCl, MgS, SO2

4. Apabila ion logan X3+ berikatan dengan unsur belerang dengan nomor atom 16, maka rumus senyawa yang terbentuk adalah…

A. XS2

B. XS3

C. X3S D. X2S3

E. X3S2

(11)

KUNCI JAWABAN 1. D

2. B 3. C 4. D

PEDOMAN PENSKORAN

SKOR = Setiap jawaban benar skor 20 Jawaban salah skor 0

NILAI = 𝐽𝑈𝑀𝐿𝐴𝐻 𝐽𝐴𝑊𝐴𝐵𝐴𝑁 𝐵𝐸𝑁𝐴𝑅

𝑆𝐾𝑂𝑅 𝑀𝐴𝐾𝑆𝐼𝑀𝑈𝑀 X 100

RENCANA PROGAM REMIDIAL DAN PENGAYAAN a. Remedial

Bagi peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), diberikan nasihat jangan putus asa dan terus bersemangat mempelajari ulang materi yang belum dikuasai dan memberikan remidial teaching dan selanjutnya diberikan remidial test sebagaimana terlampir.

CONTOH PROGRAM REMIDI

Sekolah : ………..

Kelas/Semester : ………..

Mata Pelajaran : ………..

Ulangan Harian Ke : ………..

Tanggal Ulangan Harian : ………..

Bentuk Ulangan Harian : ………..

Materi Ulangan Harian : ………..

(KD / Indikator) : ………..

KKM : ………..

No

Nama Peserta

Didik

Nilai Ulangan

Indikator yang Belum Dikuasai

Bentuk Tindakan Remedial

Nilai Setelah Remedial

Keterangan

1 2 3 dst

(12)

b. Pengayaan

Anak yang sudah tuntas diberikan pengayaan berupa portofolio tentang kasus yang ada dalam kehidupan sehari-hari mengenai laju reaksi

CONTOH PROGRAM PENGAYAAN

Sekolah : ………..

Kelas/Semester : ………..

Mata Pelajaran : ………..

Ulangan Harian Ke : ………..

Tanggal Ulangan Harian : ………..

Bentuk Ulangan Harian : ………..

Materi Ulangan Harian : ………..

(KD / Indikator) : ………..

KKM : ………..

No Nama Peserta Didik Nilai Ulangan Bentuk Pengayaan 1

2 3 dst

(13)

Lembar Kerja :

Ikatan Ion

1. Gambar apakah ini?...

Apa Rumus kimianya?...

Kira-kira ada apa antara Na dan Cl sehingga menjadi garam?...

……….

2. Perhatikan tayangan ppt! Gambarkan proses terbentuknya ikatan antara 11Na dan 17Cl membentuk garam!

………

………

………

3. Ikatan antara Na dan Cl disebut dengan ikatan ion. Berdasarkan pemahaman kalian, apakah yang dimaksud dengan ikatan ion?

………

………

………

4. Gambarkan proses terbentuknya ikatan antara 12Mg dan 8O!

………

………

………

5. Lengkapilah reaksi berikut ini!

a. Mg2+ + F- → b. K+ + Cl- → c. Ca2+ + S2- → d. Na+ + O2-

Diskusikanlah hasil yang Anda peroleh dengan teman Anda.

Referensi

Dokumen terkait

Unsur-unsur pada sistem periodik modern yang mempunyai elektron valensi (elektron kulit terluar) sama pada konfigurasi elektronnya, maka unsur-unsur tersebut terletak pada golongan

Pemahaman masyarakat terhadap perubahan kehidupan jika dilihat dari aspek agama dan kebudayaan memiliki hubungan yang terikat satu sama lain selama masyarakat dapat

Pasal 44 menjelaskan tentang ketentuan pidana tindak kekerasan fisik, Pasal 45 menjelaskan tentang ketentuan pidana tindak kekerasan psikis, Pasal 46 menjelaskan

Uji produk dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian eksperimen pre-test dan post-test. Dengan jenis penelitian tersebut, peneliti dapat mendapatkan hasil

[r]

Mengumpulkan data primer (nilai tiap variabel penelitian) yang bersumber pada hasil kuesioner terhadap responden yang merupakan Mahasiswa S1 Matematika USU,

Dengan demikian dari definisi akhlak dan kedua orang tua di atas dapat disimpulkan bahwa akhlak kepada kedua orang tua adalah kehendak jiwa manusia yang menimbulkan perbuatan

• Pada pembelajaran praktika terjadi proses aplikasi konsep-konsep dari teori dalam praktik klinik dan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mendapatkan