TUGAS AKHIR
ANALISIS AKTIVA TETAP PADA PT. SENTOSA PERIODE 2015 - 2017
OLEH:
ADITYA RAMADHAN 152101075
Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Pada Program Studi Diploma III
PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEUANGAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2019
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS PRODI DIPLOMA III KEUANGAN
LEMBAR PERNYATAAN TUGAS AKHIR
Saya yang bertanda tangan dibawah dengan ini menyatakan bahwa Tugas Akhir yang berjudul “Analisis Aktiva Tetap PT Sentosa Tahun 2015-2017” adalah benar hasil karya tulis saya sendiri yang disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh Gelar Ahli Madya pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara .
Bagian atau data tertentu yang saya peroleh dari perusahaan atau lembaga, dan/atau saya kutip dari hasil karya orang lain telah mendapat izin, dan/atau dituliskan sumbernya secara jelas sesuai dengan norma, kaidah dan etika penulisan ilmiah.
Apabila di kemudian hari pernyataan ini tidak benar, saya bersedia menerima sanksi sesuai peraturan yang berlaku.
Medan, April 2019 Peneliti
Aditya Ramadhan NIM. 152101075
kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini yang berjudul
“Analisis Aktiva Tetap PT Sentosa Tahun 2015-2017”. Tugas Akhir ini merupakan syarat wajib bagi setiap mahasiswa agar dapat menyelesaikan Program Studi Diploma III Keuangan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatra Utara.
Dalam penyusunan Tugas Akhir ini, penulis banyak mendapat bimbingan dan arahan dari berbagai pihak sehingga pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada :
1. Bapak Prof. Dr. Ramli SE, MS, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatra Utara.
2. Bapak Drs. Raja Bongsu Hutagalung, M.Si. selaku Ketua Program Studi Diploma III Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatra Utara dan selaku dosen penguji yang telah berkenan meluangkan waktunya untuk menguji hasil tugas akhir peneliti.
3. Ibu Yasmin Chairunisa Muchtar, SP, MBA., selaku Sekeretaris Program Studi Diploma III Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatra Utara.
4. Bapak Liasta Ginting, SE, M.Si. selaku dosen pembimbing yang selalu memberikan saran-saran serta petunjuk dan bimbingan kepada peneliti.
5. Seluruh Dosen Pengajar dan Pegawai di Fakultas Ekonomi dann Bisnis USU..
6. Teristimewa kepada kedua orang tua penulis, yaitu Ayahanda tercinta M Jamil Lubis dan Ibunda tercinta Evitayani serta yang telah memberikan segalanya kepada penulis, dari kasih sayang, perhatian pengorbanan serta dorongan semangat sehingga peneliti dapat menyelesaikan pendidikan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatra Utara dan doa yang tiada hentinya kepada penulis dengan tulus dan ikhlas.
Atas bantuan dan dorongan tersebut, penulis hanya bisa berdoa semoga amal baik yang telah diberikan kiranya dibalas oleh Allah SWT, dan penulis berharap semoga Tugas Akhir ini bermanfaat bagi semua pihak.
Medan,………...2019 Peneliti
Aditya Ramadhan 152101075
DAFTAR TABEL ... iv
DAFTAR GAMBAR ... v
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Rumusan Masalah ... 4
1.3. Tujuan Penelitian ... 4
1.4. Manfaat Penelitian ... 5
1.5. Jadwal Kegiatan ... 5
1.6. Sistematika Penulisan ... 6
BAB II PROFIL PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Singkat ... 7
2.2. Visi dan Misi Perusahan ... 8
2.3. Logo Perusahaan ... 8
2.4. Struktur Organisasi ... 9
2.5. Job Description ... 9
2.6. Kegiatan Usaha ... 15
2.7. Kinerja Usaha Terkini ... 18
2.8. Rencana Kegiatan ... 19
BAB III PEMBAHASAN 3.1. Pengertian Aktiva Tetap ... 20
3.2. Kriteria Aktiva Tetap ... 21
3.3. Penggolongan Tetap ... 23
3.4. Penilaian dan Penyajian Aktiva Tetap ... 26
3.5. Cara-Cara Memperoleh Aset Tetap ... 27
3.6. Beban-Beban Dalam Penggunaan Aset Tetap ... 29
3.7. Faktor-Faktor Penurunan Aktiva Tetap ... 30
3.8. Metode Penyusutan Aktiva Tetap ... 32
3.9. Sistem Pengawasan Internal ... 40
3.10. Analisis Sistem Pengawasan Internal PT. Sentosa ... 46
3.11. Analisis Penyusunan Aktiva Tetap ... 47
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.1. Kesimpulan ... 51
4.2. Saran ... 52 DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR TABEL
No. Tabel Judul Halaman
1.1. Daftar Harga Perolehan dan Nilai Residu PT. Sentosa Tbk ... 33
1.2. Daftar Penyusutan dengan Metode Garis Lurus ... 34
1.3. Daftar Penyusutan dengan Metode Jumlah Angka Tahun ... 37
1.4. Daftar Penyusutan dengan Metode Saldo Menurun ... 40
1.5. Daftar Penyusutan Aktiva Tetap PT. Sentosa Tbk ... 48
2.2. Struktur Organisasi PT Sentosa Tbk ……… ... 9
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Perekonomian mempunyai peranan yang sangat penting bagi setiap negara. Setiap perusahaan sebagai suatu organisasi mempunyai berbagai kegiatan tertentu dalam usaha untuk mencapai tujuan organisasi, yang pada umumnya bertujuan untuk menghasilkan laba yang optimal agar dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya, memajukan serta mengembangkan usahanya ke tingkat yang lebih tinggi, untuk itu setiap perusahaan harus membuat keputusan bisnis yang baik. Keputusan bisnis tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan pengawasan intern untuk mengarahkan operasi perusahaan, melindungi aktiva, dan mencegah penyalahgunaan sistem perusahaan yang telah di bentuk oleh perusahaan.
Setiap perusahaan baik perusahaan dagang, perusahaan jasa, maupun perusahaan industri dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya menggunakan sejumlah akiva tetap selain aktiva-aktiva lainnya. Aktiva tetap merupakan harta berwujud (tangible asset) yang memiliki masa manfaat ekonomis lebih dari satu tahun, bernilai material, dan digunakan untuk kegiatan operasi normal perusahaan dan juga tidak untuk dijual, dalam rangka kegiatan normal perusahaan.
Perusahaan dapat memperoleh aktiva tetap dengan berbagai cara, misalnya pembelian tunai, pembelian cicilan, hadiah, tukar tambah, dibuat sendiri dan sebagainya. Aktiva tetap diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun terlebih dahulu, yang akan digunakan dalam operasi perusahaan.
Semua aktiva tetap milik perusahaan memerlukan biaya perawatan dan pemeliharan agar dapat digunakan sesuai dengan rencana. Pengeluaran- pengeluaran guna pemeliharaan dan perawatan aktiva tetap tersebut diantaranya dapat menambah masa manfaat aktiva tetap, meningkatkan kapasitas, dan meningkatkan mutu produksinya. Aktiva tetap sangat berpengaruh tehadap berbagai kegiatan operasional perusahaan demi tercapainya efisiensi dan efektivitas kegiatan operasional yang mendukung pencapaian tujuan perusahaan.
Oleh karena itu, diperlukan pengendalian dan pengawasan intern yang begitu besar terhadap aktiva tetap. Pengendalian dan pengawasan tersebut dilakukan untuk melindungi aktiva dari pencurian, penggelapan, penyalahgunaan, atau penempatan aktiva pada lokasi yang tidak tepat.
Pengawasan internal mencakup rencana organisasi dan semua metode serta tindakan yang telah digunakan dalam perusahaan untuk mengamankan aktivanya, mengecek kecermatan dan keandalan dari data akuntansinya, memajukan efisiensi operasi, dan mendorong ketaatan pada kebijaksanaan- kebijaksanaan yang telah ditetapkan perusahaan. Pengawasan internal juga dapat memberikan jaminan terhadap informasi bisnis yang akurat demi keberhasilan usaha, serta mengupayakan agar karyawan perusahaan mematuhi peraturan dan perundang-undangan yang berlaku pada perusahaan. Pengawasan internal merupakan hal yang sangat penting dalam pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan. Perusahaan akan lebih terarah dan lebih baik dalam mencapai tujuan.
Pengawasan internal diterapkan dalam setiap siklus yang ada, salah satunya dalam pertambahan aktiva tetap.
3
Aktiva tetap sering merupakan suatu bagian utama aktiva perusahaan, dan karenanya signifikan dalam penyajian posisi keuangan. Lebih jauh lagi, penentuan apakah suatu pengeluaran merupakan suatu aktiva atau beban dapat berpengaruh signifikan pada hasil operasi yang dilaporkan perusahaan, oleh karena itu pertambahan aktiva tetap juga membutuhkan prosedur yang lebih terarah sehingga pertambahannya akan lebih jelas. Pengawasan internal pertambahan aktiva tetap pada perusahaan perlu diterapkan dan di analisis bagaimana pelaksanaan pengawasan internal pertambahan aktiva tetap tidak menimbulkan suatu risiko bagi perusahaan. Analisis pengawasan internal pertambahan aktiva tetap pada perusahaan , ini terlihat dari adanya transaksi yang di otorisasi, adanya nomor urut tercetak pada dokumen pendukung, adanya pelatihan yang memadai untuk karyawan, adanya prosedur formal yang digunakan untuk melakukan kegiatan dan aktivitas operasional.
Pengawasan internal merupakan bagian dari masing-masing sistem yang dipergunakan sebagai prosedur dan pedoman pelaksanaan operasional perusahaan atau organsasi tertentu untuk mengamankan kekayaan, memelihara kecermatan, dan sampai seberapa jauh dapat dipercayanya data akuntansi. Aktiva tetap juga merupakan investasi jangka panjang perusahaan dengan jumlah yang cukup besar.
Untuk itu aktiva tetap yang ada pada perusahaan harus benar-benar diperhatikan yaitu dengan melakukan pengendalian dan pengawasan yang baik terhadap aktiva tetap. Dengan adanya pengendalian dan pengawasan tersebut maka perusahaan dapat mengikhtisarkan seluruh aktiva tetap yang dimilikinya yang dapat memberikan keuntungan yang cukup besar bagi perusahaan. Sebaliknya, jika
perusahaan tidak melakukan pengendalian dan pengawasan terhadap aktiva tetap perusahaan maka akan mengalami kerugian bagi perusahaan tersebut. Perusahaan PT Sentosa juga memuliki berbagai macam aktiva tetap. Aktiva tetap tersebut merupakan aktiva yang bernilai relatif besar dan memiliki peranan yang sangat penting, oleh karena itu perlu dilakukan perencanaan dan pengawasan yang tepat agar tidak merugikan organisasi.
Berdasarkan uraian ini terlihat jelas begitu besar peran sistem pengawasan internal atas aktiva tetap bagi suatu perusahaan, maka penulis tertarik untuk mengambil judul dalam tugas akhir yang berjudul ”Analisis Aktiva Tetap Pada PT Sentosa Periode 2015-2017”.
1.2. Perumusan Masalah
Pembahasan masalah mengenai aktiva tetap sangatlah luas, sehingga penulis merasa perlu merumuskan permasalahan yang akan dibahas dalam tugas akhir ini. Dalam kesempatan ini penulis hanya akan membahas tentang
“Bagaimanakah sistem pengawasan internal aktiva tetap dan analisisnya pada PT.
Sentosa?”.
1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian yang ingin dicapai peneliti adalah untuk mengetahui dan menganalisis sistem pengawasan internal atas aktiva tetap pada PT Sentosa periode 2015-2017 berjalan dengan baik dan bagaimana cara PT. Sentosa memperoleh aktiva tetapnya.
5
1.4. Manfaat Penelitian 1. Bagi Peneliti
yaitu sebagai bahan masukan jika suatu saat peneliti dimintai pendapat mengenai sistem pengawasan internal atas aktiva tetap pada PT Sentosa.
2. Bagi PT. Sentosa
yaitu sebagai bahan masukan untuk memperbaiki penerapan sistem pengawasan internal atas aktiva tetap pada PT Sentosa yang sudah berjalan selama ini.
3. Bagi Peneliti Lain
yaitu sebagai bahan masukan bagi peneliti lain untuk menyempurnakan penelitian sejenis berikutnya.
1.5. Rencana Penulisan
Tabel 1.1.
Jadwal Kegiatan Observasi Tugas Akhir
No Kegiatan November Januari
II III IV I II III IV
1 Pengajuan Judul
2 Pengajuan Dosen Pembimbing
3 Pengumpulan Data
4 Pengelolaan dan Analisis Data
5 Penyusunan Tugas Akhir
1.6. Sistematika Penulisan
Tugas akhir ini dibagi atas 4 bab dan setiap babnya dibagi atas beberapa sub bab antara lain:
BAB I : PENDAHULUAN
Dalam bab ini penulis menguraikan tentang latar belakang, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, rencana penulisan tugas akhir yang terdiri dari jadwal penelitian dan rencana isi.
BAB II : PROFIL PERUSAHAAN
Pada bab ini penulis akan menguraikan sejarah PT Sentosa, struktur organisasi, job description , jaringan usaha / kegiatan, kinerja usaha terkini, dan rencana kegiatan.
BAB III: PEMBAHASAN
Dalam bab ini penulis akan menguraikan mengenai pengertian sistem pengawasan internal aktiva tetap, penggolongan aktiva tetap, cara perolehan aktiva tetap, pengawasan aktiva tetap dengan pemantauan, pengawasan aktiva tetap dengan lingkungan pengendalian, metode penyusutan aktiva tetap, dan penarikan aktiva tetap.
BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN
Sebagai bab akhir dari tugas akhir ini, maka Penulis akan mengambil kesimpulan dan memberikan beberapa saran dari penelitian yang mungkin dapat bermanfaat bagi PT Sentosa dan juga bagi para pembaca tugas akhir ini.
BAB II
PROFIL PT. SENTOSA 2.1. Sejarah Perusahaan
PT. Sentosa berkedudukan di Medan, didirikan berdasarkan akte No.7, pada tanggal 12 bulan Februari tahun 2008 yang dibuat dihadapan Notaris Jejek SH, Spn. Notaris di Kabupaten Deli Serdang dan disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, dengan surat keputusan No. AHU- 24885.AH.01.01.-TH 2008 pada tanggal 13 bulan Mei tahun 2008 yang dikeluarkan di Jakarta. Tujuan Perusahaan adalah menjalankan usaha-usaha bergerak dalam bidang pengangkutan darat, perdagangan, pembangunan, dan jasa.
Berdasarkan dengan akte No. 7 tanggal 12 bulan Februari 2008, yang dibuat dihadapan Notaris Jejek, S
H, Spn, maka susunan pengurus perusahaan per 31 Desember 2010 adalah sebagi berikut :
Direktur : Noviarsyah, SE Komisaris : Suyandi
Izin-izin yang dimiliki oleh Perusahaan adalah sebagai berikut :
a. S.I.U.P : 503.570/3207/02.13/PM/VII/2008, Tertanggal 31 Juli 2008.
b. H.O. : 503/530.08.570/3008/2008, Tertanggal 28 Juli 2008 c. T.D.P. : 02131510/160, Tertanggal 24 September 2008.
d. N.P.W.P : 02.848.723.9 – 125.000, Tertanggal 23 Juni 2008.
e. ARDIN : 0208-1829 Berlaku sampai dengan 31 Desember 2009.
f. Surat izin usaha jasa pengurusan transportasi No.552.1/4345/R/PHB/2009, Tertanggal 14 Juli 2009
2.2. Visi dan Misi Perusahaan a. Visi Perusahaan
Menjadi perusahaan transportasi dan logistic terkemuka di Indonesia.
b. Misi Perusahaan
Menyediakan jasa transportasi dan logistik di Indonesia yang handal dan kompetitif, senantiasa akan memberikan layanan professional kepada pelanggan, serta memberikan nilai yang maksimal bagi pemegang saham.
2.3. Logo Perusahaan PT. Sentosa
Sumber: PT. Sentosa, 2019
Gambar 2.1.
Logo PT Sentosa
9
2.4. Struktur Organisasi Perusahaan
Sumber: PT. Sentosa, 2019
Gambar 2.2
Struktur Organisasi PT Sentosa
2.5. Job Description
Masing-masing bagian memiliki tugas atau perintah yang berbeda, berikut penjelasan mengenai tugas dari tiap bagian :
1. Pimpinan
a. Melaksanakan fungi manajerial.
b. Mendorong (memotivasi) bawahan untuk dapat bekerja dengan giat dan tekun.
c. Membina bawahan agar dapat memikul tanggung jawab tugas masing- masing secara.
d. Membina bawahan agar dapat bekerja secara efektif dan efisien.
e. Menciptakan iklim kerja yang baik dan harmonis.
f. Menyusun fungsi manajemen secara baik.
g. Menjadi penggerak yang baik dan dapat menjadi sumber kreatifitas.
2. Direksi
a. Menjalankan bisnis perusahaan.
b. Memimpin seluruh karyawan dalam menjalankan bisnis perusahaan.
c. Menetapkan kebijakan-kebijakan perusahaan.
d. Menetapkan dan merumuskan strategi bisnis perusahaan.
e. Menyetujui anggaran tahunan perusahan.
f. Menyampaikan laporan kepada pemegang saham.
g. Meningkatkan performance perusahaan.
3. Direktur
a. Bertanggung jawab mengendalikan operasional Persereoan secara umum untuk memastikan kecapainyan tujuan Perseroan sesuai dengan prinsip- prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG)
b. Bertanggung jawab dalam koordinasi anggota Direksi sehubungan dengan pengurusan Perseroan.
c. Bertanggung jawab dalam koordinasi dan sinergi antar-rantai bisnis Perseroan dan memantau jalannya operasi anak perusahaan.
d. Memantau jalannya pengawasan oleh Satuan Pengawas Internal, Manajemen Resiko dan Kepatuhan.
e. Merancang strategi korporasi sesuai dengan visi dan misi Perseroan untuk meningkatkan kinerja dan nilai Perseroan.
11
f. Mengarahkan dan mengendalikan operasi Perseroan sejalan dengan rencana dan kebijakan yang ada untuk mencapai tujuan pertumbuhan dan profit.
g. Menetapkan program (Good Corporate Governance/ GCG) 4. Manager Produksi
a. Melakukan perencanaan dan pengorganisasian jadwal produksi.
b. Menilai proyek dan sumber daya persyaratan.
c. Memperkirakan, negosiasi dan menyetujui anggaran dan rentang waktu dengan klien dan manajer.
d. Menentukan standar control kualitas.
e. Mengawasi proses produksi.
f. Meregonisiasi rentang waktu atau jadwal yang diperlukan.
g. Melakukan pemilihan, pemesanan dan bahan pembelian.
h. Mengorganisir perbaikan dan pemeliharaan rutin peralatan produksi.
i. Menjadi penghubung dengan pembeli, pemasaran dan staf penjualan.
j. Mengawasi pekerjaan staff junior.
5. Kepala Akuntan
a. Melakukan review harian terhadap akun kas.
b. Mengawasi pengumpulan data dan perhitungan cost di produksi.
c. Melakukan rekonsiliasi atas semua akun setiap menjelang tutup buku.
d. Memastikan laporan kas harian mingguan dan laporan arus kas bulanan yang dibuat oleh cash accountant sudah akurat.
e. Mengkoordinasi proses penyusunan dan penyajian laporan keugan untuk kebutuhan internal.
f. Menyusun dan menyajikan laporan keuangan untuk asersi manajemen untuk pihak luar.
g. Memberikan support dan asistensi yang maksimal bagi semua bagian di dalam perusahaan.
h. Mengawasi dan mengkoordinasi pengumpulan data bukti transaksi hingga pelaporan pajak perusahaan.
i. Memberikan assistensi dan support yang efektif bagi auditor independent.
j. Memberikan training pengarahan panduan dan bimbingan.
5. Manager Personalia
a. Mengidentifikasi lowongan staf, merekrut, mewawancarai dan memilih pelamar.
b. Mengembangkan, mengelola dan mengevaluasi tes pelamar kerja.
c. Memberikan informasi tentang kebijakan perusahaan, detail tugas pekerjaan, kondisi kerja, upah, jenjang karir, dsb pada calon karyawan saat ini.
d. Melakukan pemecatan karyawan dan mengelola prosedur disiplin.
e. Mengalokasikan sumber daya manusia dengan tepat.
f. Membuat rencana dan melakukan orientasi kepada karyawan baru untuk menumbuhkan sikap positif terhadap tujuan perusahaan.
g. Menyiapkan karyawan untuk bertugas dengan melakukan program pelatihan kerja atau program magang.
13
h. Menjadi penghubung antara manajemen dan karyawan.
i. Menjaga struktur kerja dengan memperbarui persyaratan kerja dan deskripsi pekerjaan untuk semua posisi
6. Staf Akuntan
a. Membuat pembukuan keuangan kantor.
b. Melakukan posting jurnal operasional.
c. Menginput data jurnal akuntansi ke dalam sistem yang dimiliki perusahaan.
d. Memeriksa dan melakukan verifikasi kelengkapan dokumen yang berhubungan dengan transaksi keuangan.
e. Rekonsiliasi dan penyesuaian data finansial.
f. Membuat perencanaan keuangan, mulai dari perencanaan peminjaman, penerimaan, pengeluaran, dan pembayaran.
g. Mengkoordinasikan dan melakukan perencanaan dan analisa keuangan untuk dapat memberikan masukan dari sisi keuangan bagi pimpinan perusahaan dalam mengambil keputusan bisnis, baik untuk kebutuhan investasi, ekspansi operasional maupun kondisi keuangan lainnya.
h. Merencanakan dan mengkoordinasikan pengembangan sistem dan prosedur keuangan dan akuntansi, serta mengontrol pelaksanaanya untuk memastikan semua proses dan transaksi keuangan berjalan dengan tertib dan teratur, serta nmengurangi risiko keuangan.
i. Mengkoordinasikan dan mengontrol perencanaan, pelaporan dan pembayaran kewajiban pajak perusahaan agar efesien, akurat, tepat waktu, dan sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku.
j. Memberikan saran-saran dan pertimbangan kepada direktur.
7. HRD
a. Membuat sebuah kebijakan peusahaan.
b. Bertanggung jawab mengelola dan mengembangkan sumber daya manusia.
c. Membuat sistem HRD yang efektif dan efisien.
d. Bertanggung jawab penuh dalam proses perekrutan karyawan.
e. Melakukan seleksi, promosi, transferring dan demosi pada karyawan yang dianggap perlu.
f. Melakukan kegiatan pembinaan dan pelatihan
g. Bertanggung jawab pada hal yang berhubungan dengan absensi karyawan, perhitungan gaji, bonus dan tunjangan.
h. Membuat kontrak kerja karyawan serta memperbaharui masa berlakunya kontrak kerja.
8. Pengawas
a. Menyusun dan melaksanakan Rencana Kerja dan Anggaran Audit Tahunan.
b. Melaporkan Realisasi Kerja dan Anggaran Audit Tahunan secara berkala setiap Triwulan kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris.
15
c. Menguji dan mengevaluasi pelaksanaan sistem pengendalian internal dan manajemen risiko sesuai dengan kebijakan perusahaan.
d. Memberikan rekomendasi dan informasi yang objektif tentang kegiatan Audit pada semua tingkat manajemen untuk peningkatan kinerja perusahaan.
e. Memberikan konsultasi kepada pihak internal perusahaan untuk memberikan nilai tambah dan perbaikan terhadap kualitas pengendalian internal, pengelolaan risiko dan tata kelola perusahaan
f. Melakukan audit pendalaman (khusus) apabila diperlukan dan atau atas permintaan Manajemen dalam bentuk audit dengan tujuan tertentu dan atau audit investigasi.
g. Menyusun dan melaporkan hasil audit kepada Direktur Utama dan atau pimpinan unit kerja terkait (audit).
h. Melaporkan segera atas setiap temuan audit (Management Letter) yang diperkirakan dapat mengganggu kelangsungan usaha perusahaan
i. Melaksanakan pemantauan tindak lanjut audit dan melaporkan setiap triwulan kepada Direktur Utama dan Dewan Komisaris.
j. Menyusun kebijakan dan prosedur tertulis sebagai pedoman bagi Auditor dalam melaksanakan tugasnya sesuai standar dan kode etik.
2.6. Kegiatan Usaha
Sesuai dengan visi PT. Sentosa yaitu “menjadi perusahaan transportasi dan logistik terkemuka di Indonesia maka perusahaan siap menyediakan jasa transportasi dan logistik di Indonesia yang handal dan kompetitif dan akan
memberikan layanan professional kepada pelanggan maka ada beberapa kegiatan usaha yang disalurkan perusahaan ini yakni:
A. Menjalankan usaha-usaha dibidang pengangkutan darat, meliputi antara lain : 1) Menjalankan usaha-usaha dibidang transportasi darat.
2) Expedisi dan pergudangan.
3) Transportasi penumpang.
Bidang transportasi menggunakan angkutan bus, dan angkutan darat lainnya seperti : pengangkutan bahan bakar minyak, dan gas / elpiji serta kegiatan usaha yang terkait.
B. Menjalankan usaha-usaha dalam bidang perdagangan meliputi antara lain : 1) Bertindak sebagai distributor, agen dan sebagai perwakilan dari badan-
badan perusahaan-perusahaan lain, baik dalam maupun luar negeri.
2) Bertindak sebagai agen, grosir barang-barang engineering.
3) Penyalur bahan bakar minyak tanah dan gas.
4) Penjualan bahan bakar kendaraan bermotor.
Yaitu bahan bakar mobil dan motor termasuk minyak, gas, pelumas, solar, bensin, dan kegiatan terkait.
5) Perdagangan peralatan / suku cadang ukur, survey, laboratorium dan timbangan khusus serta kegiatan usaha terkait.
6) Perdagangan furniture yaitu menjalankan usaha dibidang perdagangan furniture, baik didalam negeri maupun diluar negeri serta kegiatan usaha terkait.
17
C. Menjalankan usaha-usaha dalam bidang pembangunan meliputi antara lain : 1) Bertindak sebagai pengembang, wilayah permukiman.
2) Pemborongan pada umumnya, (General Contractor)
3) Pembangunan konstruksi gedung, jembatan jalan, bandara, dan dermaga.
4) Pemasangan instalasi-instalasi.
5) Pemborongan bidang pertambangan minyak, dan gas.
Meliputi pengelolaan lapangan produksi, pengeboran, dan penyemenan sumur, pengujian lapisan bawah tanah, perawatan fasilitas, pemborongan hydrolik dan seismic, perkerjaan pancing, mudwell logging dan perforating, pelayanan casing dan lubing, safety engineering dan kegiatan usaha lainnya yang terkait.
6) Pemborongan bidang pertambangan umum.
Meliputi pengeboran, pengupasan, penggalian/penambangan pengelolaan, permurnian, dan kegiatan usaha terkait.
7) Pemborangan bidang telekomunikasi.
8) Pemborongan bidang petro kimia.
D. Menjalankan usaha-usaha dibidang jasa meliputi antara lain :
1) Jasa periklanan dan reklame serta promosi dan pemasaran (komunikasi pemasaran) antara lain :
Melalui Media Komersil, Televisi, Radio, Surat Kabar, melalui Bilboard, Logo, Brosur, Design Grafis, dan Design Pengepakan. Pembuatan dan pemasangan berbagai jenis poster dan gambar. Penyebaran selebaran,
pemasangan kartu istimewa (Privilage Card), dan melakukan pemeriksaan penelitian dan research pasar.
2) Jasa hiburan, agency, management, dan produksi.
3) Pengembangan bisnis
4) Jasa pelaksanaan perkawinan atau Wedding Organizer.
2.7. Kinerja Usaha Terkini
Kinerja usaha pada dasarnya merupakan sebagai tolak ukur dalam menilai suatu perusahaan baik atau tidak. Kinerja usaha ini dapat dilihat dari banyak faktor dan tergantung dari sudut pandang pihak yang melakukan penelitian.
Adapun kinerja usaha terkini dari PT. Sentosa, antara lain:
1. Meningkatnya jumlah klien yang bekerjasama untuk menggunakan jasa angkutan darat, seperti angkutan untuk pengiriman barang yang bermuatan sedikit maupun banyak dengan menyediakan charter truck on call, dimana armada kami akan mengambil barang di tempat pengiriman dan mengantarkannya ke tempat yang diinginkan. Dengan tarif yang tawarkan terjangkau tergantung dari tempat tujuan, tempat pengambilan dan mengedepankan pelanggan/klien, yakni memberikan layanan professional dibidang jasa penangkutan dengan maksimal.
2. Memiliki para pekerja yang telah professional dalam proses pemuatan hingga penerimaan barang pelanggan sehingga saat ini telah dipercaya oleh banyak perusahaan multinasional di Indonesia dalam permintaan jasa pengangkutan, jasa pengiriman maupun jasa ekspedisi darat.
19
2.8. Rencana Kegiatan
Rencana kegiatan untuk PT. Sentosa yaitu:
1. PT. Sentosa memiliki visi yakni “menjadi perusahaan transportasi dan logistic terkemuka di Indonesia”, sehingga untuk mengembangkan layanan dan dapat menjangkau para pelanggan/ klien PT. Sentosa berencana membuka beberapa kantor di wilayah Indonesia yakni di Aceh dan di Pekanbaru.
2. PT. Sentosa berencana untuk terus memperkuat jaringan transportasinya dengan cara melakukankan kegiatan promosi digital, seperti melakukan iklan-iklan di media social seperti di Facebook,Twitter, ,dan memasang iklan di akun blogger atau akun youtube.
3. Rencana kegiatan untuk PT. Sentosa yakni memperbaharui sistem logistik yang lebih efektif dan efiesien agar dapat memberikan keuntungan bagi pihak pemakai dan juga perusahaan.
Agar dapat menghasilkan produk untuk memenuhi tujuannya, setiap perusahaan harus memiliki aset. Tanpa memiliki aset, tidak ada perusahaan yang dapat menghasilkan suatu produk untuk dijual, yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuannya. Aset yang dimiliki perushaan dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan kriteria yang dimliki, mulai dari aset lancar, aset tidak berwujud, hingga aset tetap berwujud.
Menurut Soemarsono (2009:20), Aktiva Tetap adalah aktiva berwujud (tangible fixed assets) yang masa manfaatnya lebih dari satu tahun, digunakan dalam kegiatan perusahaan, dimiliki tidak untuk dijual kembali dalam kegiatan normal perusahaan, serta nilainya cukup besar.
Menurut Weygandt, et al (2009:566), Aktiva Tetap adalah sumber daya yang memiliki tiga karakteristik, memiliki bentuk fisik (bentuk dan ukuran yang jelas), digunakan dalam kegiatan operasional, dan tidak untuk dijual ke konsumen.
Aktiva ini biasa dinamakan dengan properti, pabrik, dan peralatan.
Menurut Rudianto (2012:256), Aktiva tetap adalah barang berwujud milik perusahaan yang sifatnya relatifp permanen dan digunakan dalam kegiatan normal perusahaan, bukan untuk diperjualbelikan.
Suatu aset tetap berwujud yang dimiliki suatu entitas ekonomi atau perusahaan diharapkan dapat memberikan jasa dan manfaat untuk periode
21
tertentu. Aset tersebut dapat berupa tanah, bangunan, peralatan, kendaraan bermotor, mesin, sumber daya alam, dan lainnya.
Masa manfaat atau umur ekonomis aset tetap adalah terbatas. Manfaat dan kontribusi suatu aset tetap akan mengalami penurunan. Selain disebabkan fisik yang sudah tua atau tidak baru lagi, penurunan nilai bisa juga karena fungsi suatu aset tetap yang sudah tidak optimal lagi, misalnya mesin yang menjadi kurang efisien atau menjadi jauh lebih lambat dibandingkan yang relatif lebih baru.
Sehingga harga perolehan dari suatu aset tetap (kecuali tanah) perlu dialokasikan sepanjang masa manfaatnya. Pengalokasian harga perolehan suatu aset tetap sepanjang umurnya manfaatnya.
3.2 Kriteria Aktiva Tetap
Menurut Munawir (2014:280) Aktiva tetap mempunyai kriteria sebagai berikut :
1. Berwujud
Ini berarti aset tersebut berupa barang yang memiliki wujud fisik, bukan sesuatu yang tidak memiliki bentuk fisik seperti goodwill, hak paten dan sebagainya.
Aktiva tetap berdasarkan wujudnya digolongkan kepada dua kelompok yaitu :
a. Aktiva berwujud (tangible asset) adalah aktiva yang memiliki wujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dulu yang digunakan dalam proses produksi, tidak dimaksudkan untuk dijual kembali
dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai manfaat lebih dari satu tahun seperti tanah, bangunan, dan peralatan
b. Aktiva tidak berwujud (intangible asset) adalah aktiva berumur panjang dalam operasi perusahaan yang tidak disimpan untuk dijual dan tidak mempunyai bentuk fisik seperti hak cipta, paten, goodwill, dan sebagainya.
2. Umurnya Lebih dari Satu Tahun
Aset ini harus dapat digunakan dalam operasi lebih dari satu tahun atau satu periode akuntansi. Walaupun memiliki bentuk fisik, tetapi jika masa manfaatnya kurang dari satu tahun – seperti kertas, tinta printer, pensil, penghapus, selotif, dan sebagainya – tidak dapat dikategorikan sebagai aset tetap. Dan yang dimaksudkan dengan umur aset tersebut adalah umur ekonomis, bukan umur teknis, yaitu jangka waktu di mana suatu aset dapat digunakan secara ekonomis oleh perusahaan.
3. Digunakan dalam operasi perusahan
Barang tersebut harus dapat digunakan dalam operasi normal perusahaan, yaitu dipakai unutk menghasilkan pendapatan bagi organisasi. Jika suatu aset memiliki wujud fisik dan berumur lebih dari satu tahun tetapi rusak dan tidak dapat diperbaiki sehingga tidak dapat digunakan untuk operasi perushaan, maka aset tersebut harus dikeluarkan dari kelompok aset tetap
4. Tidak Diperjualbelikan
Suatu aset berwujud yang dimiliki perusahaan dan umurnya lebih dari satu tahun, tetapi dibeli perusahaan dengan maksud untuk dijual lagi, tidak dapat
23
dikategorikan sebagai aset tetap dan harus dimasukkan ke dalam kelompok persediaan.
5. Material
Barang milik perusahaan yang berumur lebih dari satu tahun dan digunakan dalam operasi perusahaan tetapi nilai atau harga per unitnya atau harga totalnya relatif tidak terlalu besar dibanding total aset perusahaan, tidak perlu dimasukkan sebagai aset tetap. Barang-barang yang bernilai rendah seperti pulpen, sendok, piring, stapler, jam meja, dan sebaginya, tidak perlu dikelompokkan sebagai aset tetap. Memang tidak ada ketentuan baku berapa nilai minimal suatu barang agar dapat dikelompokkan sebagai aset tetap. Setiap perusahaan dapat menentukan kebijakannya sendiri mengenai kriteria materialistis tersebut.
6. Dimiliki Perusahaan
Aset berwujud yang bernilai tinggi yang digunakan dalam operasi dan berumur lebih dari satu tahun, tetapi disewa perusahaan dari pihak lain, tidak boleh dikelompokkan sebagai aset tetap. Kendaraan sewaan, misalnya, walaupun digunakan untuk operasi perusahaan dalam jangka panjang, tetap tidak boleh diakui sebagai aset tetap.
3.3 Penggolongan Aktiva Tetap
Menurut Niswonger, et al (2013; 506) aktiva tetap digolongkan sebagai berikut:
1. Tanah
Tanah yaitu bidang terhampar baik yang merupakan tempat berdirinya suatu lahan yang masih kosong. Pencatatannya berdasarkan akuntansinya harus dipisahkan apabila ada lahan yang di atasnya didirikan bangunan, dari lahan itu sendiri khususnya bangunan yang dianggap sebagai bagian dari lahan tersebut atau yang dapat mengingkatkan nilai gunanya dapat digolongkan kedalam nilai lahan.
2. Bangunan / gedung
Bangunan / gedung adalah segala bangunan yang dimiliki perusahaan baik berupa gedung, kantor, gudang, pabrik, perumahan dan bangunan lain.
Pencatatannya harus terpisah dari lahan yang menjadi lokasi bangunan tersebut.
3. Mesin
Mesin merupakan peralatan yang digunakan untuk menjalankan kegiatan perusahaan. Merupakan alat vital dalam proses operasi perusahaan.
4. Kendaraan
Kendaraan merupakan semua jenis transportasi yang digunakan dalam proses pengangkutan meliputi mobil, truk, sepeda motor dan angkutan lainnya yang digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan.
Adapun penggolongan aktiva tetap yang dimiliki PT. Sentosa yakni:
1. Mesin-mesin a. Generator Set 2. Kendaraan
a. Isuzu Panther BK 8077 CE
25
b. Isuzu Panther BK 8806 CB c. Toyota Inova BK 1687 MQ d. Tanki LPG BK 9081 CH e. Tanki LPG BK 9082 CH f. Toyota Avanza BK 1781 KF g. Toyota Avanza BK 1778 KF h. Toyota Avanza BK 1780 KF i. Toyota Avanza BK 1782 KF j. Toyota Avanza BK 1591 JQ k. Toyota Avanza BK 1590 JQ l. Toyota Avanza BK 1403 JA m. Toyota Avanza BK 1442 JA n. Toyota Avanza BK 1843 JL o. Toyota Avanza BK 1854 DK p. Toyata Inova BK 118 IZ q. Toyota Inova BK 1893 KG 3. Inventaris
a. Computer Pentium 4 b. Laptop Acer
c. Mesin Photo Copi Conan d. AC 1.5 PK
3.4 Penilaian dan Penyajian Aktiva Tetap
Aset tetap yang dimiliki perusahaan biasanya memiliki nilai yang cukup material dibandingkan dengan total aset yang dimilki perusahaan tersebut. Karena itu, metode penilaian dan penyajian aset tetap sebuah perusahaan akan berpengaruh terhadap laporan keuangan perusahaan bersangkutan.
Berkaitan dengan penilaian dan penyajian aset tetap, IFRS mengizinkan salah satu dari dua metode yang dapat digunakan, yaitu:
1. Berbasis Harga Perolehan (Biaya)
Ini adalah metode penilaian aset yang didasarkan pada jumlah pengorbanan ekonomis yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh aset tetap tertentu sampai aset tetap tersebut siap digunakan. Itu berarti nilai aset yang disajikan dalam laporan keuangan adalah jumlah rupiah historis pada saat memperoleh aset tetap tersebut dikurangi dengan akumulasi penyusutannya .
2. Berbasis Revaluasi (Nilai Pasar)
Ini adalah metode penilaian aset yang didasarkan pada harga pasar ketika laporan keuangan disajikan. Penggunaan metode ini akan memberikan gambaran yang lebih akurat tentang nilai aset yang dimiliki perusahaan pada suatu waktu tertentu. Karena nilai suatu aset tetap tertentu sering kali sudah tidak relavan lagi dengan kondisi ketika laporan keuangan disajikan oleh perusahaan. Sebagai contoh, sebidang tanah yang dibeli perusahaan 10 tahun lalu yang harganya pasti sudah berlipat ganda pada saat ini. Jika tanah tersebut disajikan dengan menggunakan biaya historis, maka dianggap tidak mencerminkan lagi kondisi aktual aset tetap perusahaan ketika laporan keuangan disajikan.
27
3.5 Cara-Cara Memperoleh Aktiva Tetap
Tidak semua aset tetap selalu dibeli oleh perusahaan dari pihak lain. Aset tetap dapat diperoleh dengan berbagai cara, dimana masing-masing cara perolehan itu akan mempengaruhi penetuan harga aset tetap tersebut. Cara perolehannya antara lain:
1. Pembelian Tunai
Aktiva tetap yang diperoleh dari pembelian tunai dicatat dalam buku-buku dengan jumlah sebesar uang yang dikeluarkan termasuk harga faktur dan semua biaya yang dikeluarkan agar aktiva tetap tersebut siap untuk dipakai dan semua biaya-biaya di atas dikapitalisasi sebagai harga perolehan aktiva tetap.
2. Pembelian Angsuran
Aktiva tetap yang diperoleh dari pembelian angsuran, maka dalam harga perolehan aktiva tetap tidak boleh termasuk bunga yang dalam kontrak pembelian dapat menyebutkan bahwa pembelian akan dilakukan dalam beberapa kali angsuran ditambah dengan pembayaran bunga.
3. Pembelian dengan Surat-Surat Berharga
Aktiva tetap yang diperoleh dengan cara dibeli dengan saham atau obligasi perusahaan, dicatat dalam buku sebesar harga pasar saham atau obligasi yang digunakan sebagai penukar. Apabila harga pasar saham atau obligasi itu tidak diketahui, harga perolehan aktiva tetap ditentukan sebesar harga pasar aktiva tersebut.
4. Penukaran dengan Aktiva Tetap yang Lain
Aktiva tetap yang diperoleh dengan cara tukar-menukar, atau sering disebut
“tukar tambah”, dimana aktiva lama digunakan untuk membayar harga aktiva baru, baik seluruhnya atau sebagian serta kekurangannya dibayar tunai. Dalam hal ini, prinsip harga perolehan tetap harus digunakan, yaitu aktiva baru dikapitalisasikan dengan jumlah sebesar harga pasar aktiva lama ditambah uang yang dibayarkan atau dikapitalisasikan sebesar harga pasar aktiva baru yang diterima. Dalam hal pertukaran ini akan dipisahkan menjadi dua yaitu pertukaran aktiva yang tidak sejenis dan pertukaran aktiva yang sejenis.
Jika suatu aset ditukar dengan aset lain, maka harus dihitung nilai buku aset tetap tersebut, yaitu harga perolehan aset tetap dikurangi dengan akumulasi penyusutan aset tetap bersangkutan. Nilai buku aset tetap ditambah dengan jumlah uang tunai yang harus diberikan (jika ada) merupakan nilai pengeluaran total dari pihak perusahaan. Nilai pengeluaran tersebut harus dibandingkan dengan harga pasar aset tetap yang baru. Selisihnya merupakan laba atau atau rugi dari pertukaran aset tetap. Jika nilai total pengeluaran lebih banyak dari harga pasar aset tetap yang baru, berarti terjadi kerugian transaksi pertukaran. Jika nilai total pengeluaran lebih kecil dari harga pasar aset tetap yang baru, berarti diperoleh keuntungan dari transaksi pertukaran tersebut.
5. Aktiva Tetap yang Dihadiahkan
Aktiva tetap yang diperoleh dengan cara dihadiahkan/donasi, pencatatannya dilakukan dengan mencatat sebesar harga pasar yang wajar atau berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh pihak perusahaan penilai yang independen.
29
6. Aktiva yang Dibangun Sendiri
Dalam memperoleh suatu aktiva terkadang dilakukan dengan cara dibangun sendiri. Hal ini dikarenakan biaya perolehannya akan lebih rendah, selain itu kualitas aktiva tetap akan lebih baik. Biaya perolehan aktiva tetap meliputi seluruh biaya-biaya pembuatannya termasuk bahan baku, tenaga kerja, dan biaya overhead langsung maupun tidak langsung yang merupakan biaya-biaya di luar biaya operasional perusahaan sehari-hari.
7. Penjualan Aset Tetap
Ada kemungkinan aset tetap yang belum habis umur ekonominya tetapi, karena berbagai pertimbangan,oleh perusahaan diputuskan untuk dijual. Jika terjadi penjualan aset tetap, maka yang perlu dilihat adalah nilai buku aset tetap tersebut pada tanggal terjadinya transaksi penjualan. Nilai buku adalah harga perolehan aset dikurangi dengan akumulasi penyusutan aset tetap bersangkutan.
Selisih antara nilai buku dan jumlah uang yang diterima diakui sebagai laba aau rugi penjualan aset tetap. Jika diperoleh selisih negatif, maka diakui sebagai rugi penjualan aset tetap.
PT Sentosa memperoleh aktiva tetapnya dengan cara pembelian tunai dengan menggunakan dana dari perusahaan PT Sentosa.
3.6 Beban-Beban Dalam Penggunaan Aset Tetap
Terdapat pengeluaran-pengeluaran yang harus terjadi selama masa penggunaan aset tesebut agar dapat memenuhi kebutuhan. Beban-beban tersebut antara lain:
1. Reperasi dan pemiliharaan
Beban dalam kolompok ini dapat dipilah menjadi beban yang jumlahnya kecil dan beban yang jumlahnya besar. Beban yang jumlahnya kecil dimasukkan sebagai bagian dari beban operasi tahun berjalan, sedangkan beban yang jumlahnya besar dikapitalisasi ke dalam aset sehingga menambah harga perolehan aset tersebut.
2. Penggantian
Ada kemungkinan sautu bagian dari aset tetap harus diganti karena rusak. Jika beban penggantian tersebut berjumlah kecil, maka akan langsung dibebankan sebagai beban tahun berjalan, sedangkan jika jumlahnya besar akan dikapitalisasi ke aset tetap bersangkutan.
3. Penambahan
Yang dimaksud dengan penambahan adalah memperbesar atau memperluas fasilitas sautu aset, seperti penambahan ruang dalam bangunan, penambahan kapasitas mesin, dan sebagainya. Semua pengeluaran penambahan itu dikapitalisasi ke aset tetap bersangkutan.
3.7 Faktor-Faktor Penurunan Aktiva Tetap
Menurut Baridwan (2014:107), Penyusutan adalah sebagian dari harga perolehan aktiva tetap yang secara sistematis dialokasikan menjadi biaya satu periode akuntansi.
Menurut Niswonger, et al (2013:207), Penyusutan merupakan alokasi dari penyusunan nilai dari suatu aktiva tetap akibat berlalunya waktu yang digunakan dalam operasi perusahaan.
31
Faktor-faktor yang menyebabkan penurunan kemampuan aktiva tetap antara lain:
1. Penyusutan Fisik (Physical Depreciation)
Penyusutan ini terjadi akibat kerusakan atau keusangan ketika digunakan karena pengaruh cuaca.
2. Penyusutan Fungsional (Functional Depreciation)
Penyusutan ini terjadi jika aktiva tetap yang dimaksud tidak lagi mampu menyediakan manfaat seperti yang diharapkan
Menurut Weygandt, et al (2009; 471), faktor-faktor yang akan mempengaruhi penetapan beban penyusutan yaitu: harga perolehan, masa manfaat, dan nilai sisa.
Sedangkan menurut Rudianto (2012; 260) menyatakan ada tiga faktor yang mempengaruhinya, antara lain:
1. Harga Perolehan (Acquisition Cost)
Merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap perhitungan biaya penyusutan.
2. Nilai Residu (Residual or Salvage Value)
merupakan taksiran nilai atau potensi arus kas masuk apabila aktiva tetap tersebut dijual pada saat penarikan/penghentian aktiva tetap. Nilai residu tidak selalu ada, ada kalanya suatu aktiva tetap tidak memiliki nilai residu karena aktiva tetap tersebut tidak dijual pada masa penarikannya.
3. Umur Ekonomis Aktiva Tetap (Economical Life Time)
Umur fisik yaitu umur yang dikaitkan dengan kondisi fisik suatu aktiva tetap.
Suatu aktiva tetap dikatakan masih memiliki umur fisik apabila secara fisik aktiva tetap tersbut masih dalam kondisi baik.
Umur fungsional yaitu umur yang dikaitkan dengan kontribusi aktiva tetap tersebut dalam penggunaannya. Suatu aktiva tetap memiliki umur fungsional apabila aktiva tetap tersebut masih memberikan kontribusi bagi perusahaan.
3.8 Metode Penyusutan Aktiva Tetap
Menurut Rudianto (2012:261) metode penyusutan diklasifikasikan sebagai berikut:
a. Metode Garis Lurus (Straight Line Method)
Metode garis lurus adalah metode yang paling sederhana dan umum digunakan. Disamping mudah penerapannya, metode ini juga akan memberikan beban yang adil pada masa-masa penggunaan aktiva. Aset tetap akan mengalami penurunan secara linear atau tetap/konstan untuk setiap periode selama masa manfaatnya.
Kelemahan dari metode ini adalah :
1. Beban pemeliharaan dan perbaikan dianggap sama setiap periode.
2. Manfaat ekonomis aktiva setiap tahun sama.
3. Beban penyusutan yang diakui tidak mencerminkan upaya yang digunakan dalam menghasilkan pendapatan.
4. Laba yang dihasilkan setiap tahun tidak menggambarkan tingkat pengembalian yang sesungguhnya dari umur kegunaan aktiva (dalam
33
matching principle, beban penyusutan harus proporsional pada penghasilan yang dihasilkan).
Beban penyusutan menurut metode ini dihitung sebagai berikut:
Sumber : Rudianto, 2012.
Keterangan:
D = Beban penyusutan (depreciation) C = Harga pokok aktiva
S = Nilai residu (salvage value) N = Umur ekonomis (useful life)
Tabel 3.1
Daftar Harga Perolehan dan Nilai Residu PT. Sentosa
No Uraian Umur
Manfaat (Tahun)
Harga Perolehan
(C)
Nilai Residu
(S)
1 Generator 5 2.100.000 262.500
2 Komputer 7 8.200.000 1.025.000
3 Laptop 7 6.000.000 750.000
4 AC 7 4.800.000 600.000
5 Mesin
Fotocopy
10 10.750.000 1.343.750
6 Mobil 10 367.500.000 45.937.500
Sumber : Data Diolah, 2019
Berikut adalah contoh perhitungan metode garis lurus (Straight Line Method) yang digunakan PT. Sentosa untuk aktiva komputer:
Diketahui : D =
C – S
Atau dalam persentase = 100%
x d %
N n
C = Rp 8.200.000 S = Rp 1.025.000 n = 7 Tahun Penyelesaian :
S n
p .200.000 p 1.025.000 7
D = Rp 1.025.000
Tabel 3.2
Daftar Penyusutan dengan Metode Garis Lurus Tahun Harga Pokok
(Rp)
Penyusutan (Rp)
Akum.
Penyusutann (Rp)
Nilai Buku (Rp)
0 8.200.000 - - 8.200.000
1 8.200.000 1.025.000 1.025.000 7.175.000 2 8.200.000 1.025.000 2.050.000 6.150.000 3 8.200.000 1.025.000 3.075.000 5.125.000
4 8.200.000 1.025.000 4.100.000 4.100.00
5 8.200.000 1.025.000 5.125.000 3.075.000 6 8.200.000 1.025.000 6.150.000 2.050.000 7 8.200.000 1.025.000 7.175.000 1.025.000 Sumber : Data Diolah, 2019
Dari hasil perhitungan tabel 3.2 dengan menggunakan metode garis lurus pada akhir tahun ke-7 dapat disimpulkan bahwa nilai residunya sebesar Rp 1.025.000. Hal ini dapat dilihat pada tabel 3.2, dimana penyusutan setiap
35
tahunnya adalah sebesar Rp 1.025.000 dan disusutkan sebanyak 7 tahun sehingga nilai sisa komputer tersebut adalah sebesar Rp 1.025.000.
b. Metode Jumlah Angka Tahun
Metode jumlah angka tahun merupakan metode depresiasi yang dihasilkan dari penghapusanbukuan yang bersifat menurun dimana biaya depresiasi tahunan ditentukan dengan mengalikan biaya depresiasi dengan fraksi tahun sebagai tarif pembebanan depresiasi.
Metode jumlah angka tahun adalah metode perhitungan penyusutan aset tetap, dimana beban penyusutan pada suatu priode akuntansi dihitung dengan cara mengalikan harga perolehan aset tetap yang telah dikurangi dengan nilai sisanya dengan bagian pengurang yyang setiap tahunnya selalu berkurang.
Tarif pembebanan depresiasi merupakan rasio dengan denominatornya adalah jumlah tahun penggunaan aset (misalnya aktiva dengan masa manfaat 5 tahun memiliki denominator 15 (5+4+3+2+1) dan numeratornyaadalah jumlah tahun sisa pada awal tahun yang belum didepresiasikan (misalkanpencatatan beban depresiasi pada akhir tahun ketiga maka numeratornya adalah 3. Fraksi pengali pada metode ini numerator tersebut akan menurun seiring waktu dan denominatornya tetap (5/15, 4/15, 3/15. 2/15. 1/15). Untuk menghitung biaya depresiasi digunakan rumus sebagai berikut:
Biaya depresiasi =
(
)
Sumber: Rudianto, 2012.
Penjelasan :
n = Jumlah perkiraan umur ekonomis
PT. Sentosa memiliki aktiva tetap berupa komputer, yang mana harga perolehan (C) komputer sebesar Rp. 8.200.000 dan dengan nilai residu (S) sebesar Rp.1.025.000, dan umur ekonomis (n) dari komputer yakni 4 tahun, maka berikut perhitungan dengan menggunakan metode jumlah angka tahun untuk aktiva komputer :
Diketahui :
C = Rp 8.200.000 S = Rp 1.025.000 n = 7 Tahun Penyelesaian :
umlah angka tahun 7 1 2 7
= 28
Maka besarnya nilai penyusutan dapat dihitung dengan :
umur ekonomis
jumlah angka tahun harga perolehan nilai residu Sumber : Rudianto, 2012.
7
2 p .200.000 p 1.025.000
7
2 p 7.175.000 p 1.793.750
37
Tabel 3.3
Daftar Penyusutan dengan Metode Jumlah Angka Tahun
Tahun Penyusutan (Rp) Akum.
Penyusutan (Rp)
Nilai Buku (Rp)
0 - - 8.200.000
1 7/28 x 7.175.000 = Rp 1.793.750 1.793.750 6.406.850 2 6/28 x 7.175.000 = Rp 1.537.500 1.537.500 4.869.350 3 5/28 x 7.175.000 = Rp 1.281.250 1.281.250 3.588.100 4 4/28 x 7.175.000 = Rp 1.025.000 1.025.000 2.563.100 5 3/28 x 7.175.000 = Rp 768.750 768.750 1.884.350 6 2/28 x 7.175.000 = Rp 512.500 512.500 1.371.850 7 1/28 x 7.175.000 = Rp 256.250 256.250 1.115.600 Sumber : Data Diolah, 2019
Dari hasil perhitungan tabel 3.3 dengan menggunakan metode jumlah angka tahun pada akhir tahun ke-7 dapat disimpulkan bahwa nilai residu aset tetap berupa komputer adalah sebesar Rp 1.115.600 yang berarti aset tetap berupa komputer ditahun ke 7 memilliki nilai sisa hanya sebesar Rp. 1.115.600, dan dalam hal ini perusahaan dapat mengambil kebijakan menjual komputer tersebut atau menukar tambahkan dengan komputer yang baru.
3. Metode Saldo Menurun (Declining Balance Method)
Metode saldo menurun merupakan metode yang membebankan depresiasi dengan nilai yang lebih tinggi pada awal periode dan secara gradual akan berkurang pada tahun–tahun selanjutnya. Metode saldo menurun atau metode dipercepat akan menghasilkan biaya penyusutan yang tidak sama untuk setiap periode, tetapi menurun dari satu period ke periode berikutnya. Dalam metode ini, biaya penyusutan yang dibebankan pada tahun-tahun awal lebih besar daripada
biaya penyusutan pada tahun-tahun berikutnya. Pembebanan biaya penyusutan yang demikian berdasarkan asumsi bahwa pada tahun-tahun awal suatu aset memberikan kontribusi yang lebih besar dibandingkan dengan tahun-tahun berikutnya.
Pertimbangan lain penggunaan metode saldo menurun dan variasinya adalah perataan total biaya yang berhubungan dengan aset tetap. Kita ketahui bersama biaya perawatan dan pemeliharaan aset tetap di awal periode adalah kecil dan menjadi semakin besar dengan bertambahnya umur aset. Biaya perawatan dan pemeliharaan yang rendah di tahun-tahun awal ditambah baiaya penyusutan yang besar. Sementara biaya perawatan dan pemeliharaan yang tinggi di tahun-tahun akhir diimbangi dengna biaya penyusutan yang kecil. Dengan demikian, total biaya operasional aset tetap ang terdiri atas biaya perawatan, biaya pemeliharaan, dan biaya penyusutan menjadi stabil.
Dalam metode ini beban penyusutan dihitung dengan persentase tertentu yang dihitung melalui rumus tertentu dan dikalikan dengan nilai buku. Oleh karena itu beban penyusutan semakin lama semakin mengecil. Filosofinya sama dengan metode jumlah angka tahun. Untuk menghitung biaya depresiasi digunakan rumus sebagai berikut:
( √ )
Sumber : Rudianto, 2012.
Penjelasan :
r = Persentase penyusutan n = Umur ekonomis S = Nilai Residu
C = Harga Pokok Aktiva
39
PT. Sentosa memiliki aktiva tetap berupa komputer, yang mana harga perolehan (C) komputer sebesar Rp. 8.200.000 dan dengan nilai residu (S) sebesar Rp.1.025.000, dan umur ekonomis (n) dari komputer yakni 4 tahun, maka berikut perhitungan dengan menggunakan metode Saldo Menurun untuk aktiva komputer Berikut perhitungan dengan menggunakan metode saldo menurun untuk aktiva komputer :
Diketahui :
C = Rp 8.200.000
S = Rp 1.025.000
n = 7 Tahun Penyelesaian : r 1 n√S
r 1 7√1.025.000 .200.000 r 1 – √0.125
r 1 – 0.742 r 25.
Tabel 3.4
Daftar Penyusutan dengan Metode Saldo Menurun Tahun Persentase
Penyusutan (%)
Beban Penyusutan
(Rp)
Akum.
Penyusutan (Rp)
Nilai Buku (Rp)
0 - - - 8.200.000
1 25.8% 2.115.600 2.115.600 6.084.400
2 25.8% 1.569.775 3.685.375 4.514.625
3 25.8% 1.164.732 5.850.148 3.349.893
4 25.8% 864.272 6.714.420 2.485.621
5 25.8% 641.290 7.355.710 1.844.331
6 25.8% 475.837 7.831.547 1.367.494
7 25.8% 353.071 8.184.618 1.014.423
Sumber : Data Diolah, 2019
Dari hasil perhitungan tabel 3.4 dengan menggunakan metode saldo menurun pada akhir tahun ke-7 dapat disimpulkan bahwa nilai residunya dari aset tetap berupa komputer sebesar Rp 1.014.423 yang berarti aset tetap berupa komputer ditahun ke 7 memilliki nilai sisa hanya sebesar Rp. 1.014.423, dan dalam hal ini perusahaan dapat mengambil kebijakan menjual komputer tersebut atau menukar tambahkan dengan komputer yang baru.
3.9 Sistem Pengawasan Internal
1. Pengertian Sistem Pengawasan Internal Aktiva Tetap
Sistem pengawasan internal aktiva tetap merupakan istilah yang telah umum dan banyak digunakan untuk berbagai kepentingan. Pengawasan internal mencakup rencana organisasi dan semua metode serta tindakan yang telah digunakan dalam perusahaan/instansi untuk mengamankan aktivanya, mengecek kecermatan, dan keandalan dari data akuntansinya, memajukan efisensi operasi, dan mendorong ketaatan pada kebijaksanaan-kebijaksanaan yang telah ditetapkan.
41
Pengawasan yang baik atas aktiva tetap merupakan salah satu hal yang sangat penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan. Pengawasan terhadap aktiva harus dilakukan secara tepat dan terorganisir. Alasan ini disebabkan karena keberadaan aktiva tetap merupakan sesuatu yang penting dalam pelaksanaan operasional perusahaan.
Menurut Marshall dan Paul (2015:2), Sistem adalah rangkaian dari dua atau lebih komponen-komponen yang saling berhubungan atau subsistem- subsistem yang bersatu untuk mencapai tujuan yang sama atau bisa dikatakan sebuah sistem merupakan kumpulan sumber daya yang saling berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu. Sistem hampir selalu terdiri dari beberapa subsistem kecil, yang masing-masing melakukan fungsi khusus untuk mendukung bagi sistem yang lebih besar, tempat mereka berada.
Menurut Hatardi (2010:229), Pengawasan Internal adalah rencana organisasi dan metode bisnis yang dipergunakan untuk menjaga asset, memberikan informasi yang akurat dan andal, mendorong dan memperbaiki efisiensi jalannya organisasi, serta mendorong kesesuaian dengan kebijakan yang telah ditetapkan.
Sistem pengawasan internal meliputi evaluasi (menilai) atas pelaksanaan pekerjaan dengan cara membandingkan realisasi dengan rencana, dan melakukan tindakan perbaikan apabila dipandang perlu (jika ada penyimpangan yang merugikan). Misalnya meliputi persetujuan, pemisahan antara fungsi operasional penyimpangan dan pencatatan, serta pengawasan fisik atas kekayaan. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin kebenaran data akuntansi,
mengamankan harta kekayaan dan catatan pembukuannya, dalam upaya menggalakkan efisiensi usaha, serta mendorong ditaatinya kebijakan pimpinan yang telah digariskan.
Sistem pengawasan internal aktiva tetap meliputi penjagaan dan pencatatan akuntansi aktiva tetap yang memadai yang dimiliki organisasi untuk mendorong efisiensi dan dipatuhinya kebijakan manajemen. Penjagaan dari aktiva tetap meliputi:
a. Memberikan tannggung jawab kepada seseorang atas aktiva tetap tersebut b. Memisahkan tugas antara orang yang menjaga dengan orang yang
melakukan pencatatan aktiva tetap tersebut
c. Memiliki asuransi aktiva tetap terhadap kejadian-kejadian tertentu seperti kebakaran, pencurian, dan lain-lain
d. Melakukan pembinaan kepada orang-orang yang menggunakan aktiva tetap tersebut agar mereka dapat secara benar mengoperasikan aktiva tetap tersebut
e. Adanya program pemeliharaan dan perbaikan yang teratur f. Melindungi aktiva tetap dari hujan, panas, dan sebagainya g. Mempertinggi keamanan di wilayah tersebut.
2. Pengawasan Aktiva Tetap Dengan Pemantauan
Adapun sistem dalam pengawasan aktiva tetap dengan pemantaun, terbagi atas 2, yaitu :
43
a. Akuntansi Pertanggungjawaban
Sistem akuntansi pertanggungjawaban mencakup anggaran, kuota, jadwal, biaya standar, dan standar kualitas; laporan kinerja yang membandingkan kinerja yang aktual dengan kinerja yang direncanakan, serta menunjukkan perbedaan yang signifikan; dan prosedur untuk menyelidiki perbedaan yang signifikan dalam mengambil tindakan tepat pada waktunya, untuk mengoreksi kondisi – kondisi yang mengarah pada perbedaan tersebut.
b. Supervisi
Asumsi yang mendasari pengendalian supervisi adalah perusahaan mempekerjakan karyawan yang kompeten dan dapat dipercaya, tentu saja tidak ada perusahaan yang dapat berfungsi lama dengan asumsi sebaliknya, yaitu bahwa karyawan tidak kompeten dan tidak jujur. Asumsi adanya karyawan yang kompeten dan dapat dipercaya mendukung efisiensi supervisi.
3. Pengawasan Aktiva Tetap dengan Lingkungan Pengendalian
Adapun sistem dalam pengawasan aktiva tetap dengan lingkungan pengendalian, terbagi atas 2, yaitu:
a. Kebijakan dan praktik-praktik dalam sumber daya manusia.
Karyawan harus kompeten, dapat diandalkan, dan etis. Perusahaan juga harus melatihnya untuk melakukan tugas yang diberikan dan mengawasi pekerjaannya, hal ini akan membangun staf yang kompeten. Para pegawai harus dipekerjakan dan dipromosikan berdasarkan seberapa baik
mereka memenuhi persyaratan pekerjaan mereka. Daftar riwayat hidup, surat referensi, dan pemeriksaan atas latar belakang, merupakan cara-cara yang penting untuk mengevaluasi kualifikasi para pelamar pekerjaan.
Kebijakan yang berhubungan dengan kondisi bekerja, pemberian kompensasi, insentif bekerja, dan kemajuan karir dapat merupakan dorongan yang kuat dalam mendorong pelayanan yang efisien dan kesetian.
Kebijakan pengendalian tambahan dibutuhkan bagi para pegawai yang memiliki akses ke properti. Mereka harus diminta untuk mengambil liburan tahunan dan selama waktu tersebut, fungsi pekerjaan mereka harus dilaksanakan oleh anggota staf lainnya. Banyak penipuan pegawai yang ditemukan ketika pelaku tiba-tiba terhalang oleh sakit atau kecelakaan yang memaksa mereka mengambil cuti. Rotasi tugas secara periodik diantara pegawai utama dapat mencapai hasil yang sam. Jaminan asuransi ikatan kesetian para pegawai utama, melindungi perusahaan dari kerugian yang ditimbulkan oleh tindakan penipuan yang disengaja oleh pegawai yang diikat tersebut.
b. Pemberian tanggung jawab
Pihak manajemen harus memberikan tanggung jawab untuk tujuan bisnis tertentu ke departemen dan individu yang terkait, serta kemudian membuat mereka bertanggungjawab untuk mencapai tujuan tersebut.
Otoritas dan tanggungjawab dapat diberikan melalui diskripsi pekerjaan secara formal, pelatihan pegawai, dan rencana operasional, jadwal dan anggaran. Buku pedoman kebijakan dan prosedur adalah alat yang pentingg
45
untuk memberikan otoritas dan tanggungjawab. Buku pedoman tersebut membantu dalam meberikan referensi bagi para pegawai, dan alat yang berguna dalam melatih pegawai baru.
Adapun tujuan utama dari pengawasan internal atas aktiva tetap, antara lain:
a. Membatasi pengeluaran modal dalam batas yang disetujui sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
b. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan aktiva tetap dalam menjalankan aktivitas perusahaan.
c. Menetapkan prosedur-prosedur perlindungan dalam pemeliharaan fisik suatu aktiva tetap.
d. Menekankan bahwa aktiva tetap mrupakan fasilitas yang penting dalam pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan.
e. Mendorong usaha perawatan yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan berikut cara yang paling meguntungkan untuk membiayai aktiva tetap.
f. Melindungi aktiva tetap perusahaan terhadap segala bentuk penyelewengan yang mungkin terjadi dan dapat merugikan perusahaan.
Ada tiga jenis pengawasan internal atas aktiva tetap yang dapat dilakukan dalam suatu entitas usaha (Halim, 2012:310), yaitu:
1. Pengawasan Administrasi
Pengawasan ini meliputi pengawasan sistem dan prosedur penyelenggaraan inventaris serta yang berhubungan dengan masalah teknik dan materi inventarisasi
2. Pengawasan Fisik
Pengawasan ini meliputi penyesuaian keadaan fisik aktiva tetap di lapangan dengan laporan yang terdapat dalam daftar inventaris maupun dalam administrasi inventarisasinya.
3. Pengawasan Penggunaan
Pengawasan ini dilakukan untuk mengetahui apakah aktiva tetap yang dimiliki oleh perusahaan telah digunakan sesuai dengan fungsinya dengan memperhatikan efisiensi penggunaannya
Menurut, Widjaja (2012:612), mengatakan terdapat beberapa unsur pengendalian internal dalam sistem akuntansi aset tetap. Unsur-unsur tersebut sebagai berikut:
a. Organisasi b. Sistem Otorisasi c. Prosedur Pencatatan d. Praktik yang sehat
3.10 Analisis Sistem Pengawasan Internal PT. Sentosa
Menurut peneliti sistem pengawasan internal terhadap aktiva tetap pada PT.
Sentosa telah sesuai teori pada kutipan yang peneliti sajikan, dimana metode yang digunakan perusahaan telah dipergunakan sepenuhnya dan sistem pengawasan internal aktiva tetap yang dilakukan instansi sudah berjalan dengan baik. Dan juga peneliti melihat setiap penggunaan aktiva tetap pada PT Sentosa disesuaikan berdasarkan pada kebutuhan aktiva tetap yang akan digunakan oleh pihak-pihak
47
yang menggunakan aktiva tersebut. Hal ini membuktikan bahwa pengawasan yang dilakukan PT Sentosa benar-benar dilakukan secara efektif dan efesien.
3.11 Analisis Aktiva Tetap Pada PT Sentosa
1. Pengakuan Harga Perolehan Aktiva Tetap Berwujud PT. Sentosa Harga perolehan adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh aset tetap tersebut mulai dari biaya pembelian hingga semua biaya yang timbul hingga aset tetap tersebut siap digunakan atau dioperasikan. Aset tetap yang diperoleh dengan dibeli secara tunai dicatat sebesar nominal yang dibayarkan.
Dan apabila dalam pembelian tunai aktiva tetap terdiri dari berbagai macam aset tetap, maka harga pokok masing masing aset tersebut ditetapkan berdasar harga pasar relatif. Apabila harga pasar relatif tidak diketahui, maka alokasi harga perolehan aset bisa dilakukan berdasar surat bukti dari suatu entitas/lembaga independen misalnya pajak.
PT. Sentosa mempunyai berbagai jenis aset tetap yang di ikut sertakan dalam kegiatan operasional perusahaan. Kebijakan tersebut di dasarkan atas kebijakan pimpinan perusahaan, yang terdiri dari kendaraan roda 4 dan inventaris kantor PT. Sentosa mengklasifikasikan berdasarkan umur ekonomis dari masing-masing aset. Manajemen perusahaan telah menggolongkan setiap aset tetap yang ada dalam beberapa fungsi. Berikut hasil analisis penyusutan aktiva tetap PT. Sentosa.
Tabel 3.5
Daftar Penyusutan Aktiva Tetap PT. Sentosa Nama Tanggal
perolehan Jlh Unit
Harga Perolehan
Sisa Masa Manfaat
Tarif Penyusutan
Biaya Penyusutan
(Rp) Generator
set
29/5/15 1 2.100.000 7 12.5% 262.500
Toyota Inova
06/04/15 3 367.500.000 7 12.5% 45.937.500
komputer 15/06/15 2 8.200.000 7 12.5% 1.025.000
Laptop Acer
16/06/15 2 6.000.000 7 12.5% 750.000
AC 1.5 PK 23/05/15 2 4.800.000 7 12.5% 600.000
Mesin Fotokopi
21/04/15 1 10.750.000 7 12.5% 1.343.750
Isuzu Panther
12/03/15 2 360.000.000 7 12.5% 45.000.000
Tangki LPG
05/02/15 2 620.000.000 7 12.5% 77.500.000
Toyota Avanza
14/01/15 10 1.300.000.000 7 12.5% 162.500.000 Sumber: Data Diolah, 2019
2. Penyusutan Aktiva Tetap PT. Sentosa
Sesuai dengan kebijakan manajemen perusahaan, metode yang digunakan untuk aktiva tetap PT. Sentosa yakni menggunakan penyusutan garis lurus (straight line method) dengn tarif penyusutan sebesar 12.5%.
3. Analisis Aktiva Tetap a. Tanah
Luas tanah PT. Sentosa Adalah 65 hektar dan merupakan milik sendiri.
Termasuk dalam klasifikasi tanah ini adalah tanah yang digunakan untuk