PENJARINGAN RISIKO TINGGI KEHAMILAN DENGAN KSPR DAN PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG
RISIKO TINGGI PADA KEHAMILAN
HIGH RISK PREGNANCY SCREENING WITH KSPR AND INCREASING KNOWLEDGE OF PREGNANT WOMEN ABOUT HIGH RISK IN PREGNANCY
Laurensia Yunita1)*, Ika Mardiatul Ulfa 2), Susanti Suhartati 3), Ika Avrilina Haryono4)
1), 2), 3), 4)Fakultas Kesehatan, Universitas Sari Mulia Banjarmasin
*Email: [email protected]
ABSTRAK
Masalah kesehatan ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang menjadi tanggung jawab bersama, karena salah satu indikator kesehatan suatu bangsa dalam adalah menurunnya angka kematian ibu (AKI), dimana satu kematian ibu yang paling sering terjadi adalah pada saat hamil dan bersalin. Penyebab kematian ibu pun salah satunya disebabkan karena Ibu hamil dengan risiko tinggi. Menurut data Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin pada tahun 2018 sebanyak 2.235 ibu hamil atau 77.1 % dari 2.898 ibu hamil dengan komplikasi kebidanan.
Pentingnya ibu hamil untuk mengetahui kondisi kehamilan risiko tinggi dikarenakan kehamilan resiko tinggi mempunyai risiko terhadap keadaan ibu dan juga janin. Upaya yang dilakukan adalah melakukan skrining menggunakan KSPR (Kartu Skor Poedji Rochjati), melakukan penyuluhan tentang kehamilan risiko tinggi, melakukan kolaborasi dengan pihak Puskesmas setempat dalam temuan kasus kehamilan resiko tinggi. Hasil kegiatan PKM menunjukkan dari 20 ibu hamil terdapat 50% ibu hamil mengalami kehamilan dengan risiko tinggi kemudian di berikan edukasi melalui penyuluhan dan saat dilakukan evaluasi melalui post test terdapat peningkatan pengetahuan baik mengenai kehamilan risiko tinggi sebanyak 85%. Kesimpulan PKM ini ibu hamil mengetahui apakah kehamilannya mengarah pada risiko dengan rutin melakukan pemeriksaan kehamilan sehingga bidan dapat melakukan pendampingan serta penanganan terhadap kasus kehamilan risiko tinggi.
Kata kunci: Penjaringan, Kehamilan Beresiko, Pengetahuan
ABSTRACT
The health problem of pregnant women is a health problem that is a shared responsibility, because one indicator of a nation's health is the decline in the maternal mortality rate (MMR), where one of the most common maternal deaths is during pregnancy and childbirth.
One of the causes of maternal death is due to high risk pregnant women. According to data from the Banjarmasin City Health Office, in 2018 there were 2,235 pregnant women or 77.1% of 2,898 pregnant women with obstetric complications. It is important for pregnant women to know the conditions of high-risk pregnancies because high-risk pregnancies have risks to the condition of the mother and also the fetus. Efforts are being made to do screening using KSPR (Poedji Rochjati Score Card), conduct counseling about high-risk pregnancies, collaborate with local health centers in finding cases of high-risk pregnancies. The output of the programme was that from 20 pregnant women, 50% of pregnant women experienced high-risk pregnancies, then they were given education through counseling and when an evaluation was carried out through post-test there was an increase in knowledge about high- risk pregnancies. The conclusion is that pregnant women know whether their pregnancy is at risk by routinely carrying out prenatal care so that midwives can provide assistance and handling cases of high-risk pregnancies.
Kata kunci/ Keywords: Screening, Risk Pregnancy, Knowledge
PENDAHULUAN
Masalah kesehatan ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang menjadi tanggung jawab bersama, karena salah satu indikator kesehatan suatu bangsa dalam adalah menurunnya angka kematian ibu (AKI), dimana satu kematian ibu yang paling sering terjadi adalah pada saat hamil dan bersalin [1]. Berdasarkan data dari Dinkes Kota Banjarmasin pada tahun 2018 sebanyak 5 orang per 100.000 kematian ibu di Kota Banjarmasin angka ini memang mengalami penurunan dari tahun sebelumnya namun tetap menjadi perhatian bagi Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin[2]. Penyebab kematian ibu pun salah satunya disebabkan karena Ibu hamil dengan risiko tinggi. Ibu hamil risiko tinggi adalah keadaan pada ibu hamil yang menyebabkan terjadinya bahaya dan komplikasi yang lebih besar baik terhadap ibu maupun terhadap janin yang dikandungnya selama masa kehamilan, persalinan dan nifas bila dibandingkan dengan kehamilan, persalinan dan nifas normal. Menurut data Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin pada tahun 2018 sebanyak 2.235 ibu hamil atau 77.1 % dari 2.898 ibu hamil dengan komplikasi kebidanan[2]. Pentingnya ibu hamil untuk mengetahui kondisi kehamilan risiko tinggi dikarenakan kehamilan resiko tinggi mempunyai rsiko terhadap keadaan ibu dan juga janin. Dampak terhadap ibu diantaranya adalah abortus, persalinan prematur, mudah terjadi infeksi, anemia, dan lain-lain. Sangat penting untuk melakukan upaya deteksi dini kehamilan risiko tinggi. Program deteksi dini saat ini terus digalakan oleh pemerintah namun masih perlu banyaknya dukungan dari masyarakat itu sendiri untuk memeriksaan diri ke layanan kesehatan sehingga menjadi kesulitan bagi pihak Puskesmas maupun Dinas Kesehatan untuk melakukan upaya–upaya perbaikan untuk mencegah komplikasi akibat kehamilan risiko tinggi[3]. Masih kurangnya pengetahuan ibu mengenai pengenalan tanda bahaya pada ibu hamil resiko tinggi oleh masyarakat dan sebagian dari petugas kesehatan, hal ini penting untuk persiapan rujukan yang tepat saat persalinan sehingga dapat menekan kematian ibu melahirkan dan kematian bayi, rendahnya kualitas pengetahuan, sikap, perilaku dan lingkungan kesehatan masyarakat, selain rendahnya pendidikan ibu hamil dan kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi[4]. Kelurahan Pengambangan salah satu wilayah Kota Banjarmasin dengan jumlah ibu hamil pada tahun 2018 berjumlah 440 dan terdapat 88 orang ibu hamil yang terdeteksi mengalami komplikasi kehamilan [2]. Hal ini menunjukan masih cukup rendahnya pencegahan dari ibu hamil untuk dapat terhindar dari komplikasi dalam kehamilan.
Sehingga kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk penjaringan ibu hamil risiko tinggi dan peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang resiko tinggi kehamilan.
METODE PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di Wilayah Kelurahan Pengambangan. Jumlah sampel atau sasaran PKM ini adalah ibu-ibu hamil yang diambil dengan teknik total sampling sebanyak 20 ibu hamil. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tambahan kepada ibu hamil tentang kehamilan resiko tinggi dan penjaringan kehamilan resiko tinggi dengan melakukan deteksi dini menggunakan KSPR.
Metode kegiatan ini dibagi menjadi 3 tahapan antara lain:
1. Tahap persiapan yakni membuat jadwal kegiatan agar pengabdian terprogram dan target kegiatan mudah diukur. Melakukan koordinasi kepada bidan setempat untuk perizinan dan pendataan ulang ibu hamil serta kesepakatan tempat dan waktu pelaksanaan pengabdian. Kemudian memberikan undangan serta menjelaskan tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat dan meminta kesediaan untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut.
2. Tahap pelaksanan yakni melakukan penjaringan ibu hamil risiko tinggi dengan menggunakan Kartu Skor Poedji Rochjati dan penyuluhan tentang kehamilan risiko tinggi yang diadakan pada tanggal 15-16 November 2019. Pada kegiatan penjaringan
dengan KSPR, ibu hamil dilakukan anamnesa dan pemeriksaan Tekanan darah dan LILA, kemudian di hitung skor KSPR dan ditentukan sesuai dengan klasifikasinya.
Kegiatan penyuluhan diawali dengan pre test untuk mengukur pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi. Kemudian dilanjutkan dengan ceramah tanya jawab tentang kehamilan risiko tinggi.
3. Tahap evaluasi dilakukan untuk mengetahui dampak kegiatan terhadap pengetahuan ibu hamil tersebut. Evaluasi dilakukan dengan memberikan post test setelah penyuluhan selesai dilakukan untuk melihat peningkatan pengeyahuan ibu hamil tentang risiko tinggi kehamilan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Tahap Persiapan Melakukan Identifikasi Ibu Hamil di Wilayah Kelurahan Pengambangan
Dalam kegiatan PKM ini bidan di wilayah membantu melakukan identifikasi ibu hamil di wilayah Kelurahan Pengambangan. Dari hasil identifikasi didapatkan sebanyak 20 ibu hamil dengan jabaran sebagai berikut:
Tabel 1. Identifikasi Ibu hamil di Kelurahan Pengambangan Identifikasi Ibu Hamil Jumlah Presentasi Usia Ibu Hamil
< 20 tahun 21-34 tahun
>35 tahun
2 15
3
10%
75%
15%
Usia Kehamilan TR 1
TR 2 TR 3
5 10
5
25%
50%
25%
Paritas 0 1 2 3
>4
6 4 2 7 1
30%
20%
10%
35%
5%
Riwayat Persalinan Normal
SC
8 6
50%
30%
Kondisi Kehamilan Sekarang Tidak ada keluhan
Emesis Hipertensi Anemia
Nyeri Pinggang
7 3 5 3 2
35%
15%
25%
15%
10%
Jumlah ibu hamil yang ada di Kelurahan Pengambangan sebanyak 20 dengan sebagian besar ibu hamil berada pada usia kehamilan Trimester kedua. Terdapat 5 Ibu hamil yang mengalami hipertensi dalam kehamilan, dan 3 orang ibu mengalami anemia dan emesis.
Dari hasil identifikasi juga diketahui terdapat 6 orang ibu hamil yang bekas operasi section caesaria.
Hasil identifikasi sangat penting untuk menentukan status kesehatan ibu, yang dapat digunakan untuk tindakan penanganan pada ibu agar tidak menimbulkan komplikasi
pada kehamilan. Screening atau deteksi dini yang dilakukan sejak awal dapat bermanfaat untuk melakukan deteksi secara awal pada kondisi prenatal [5].
2. Skrining Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR)
Penggunaan KSPR bertujuan untuk mendeteksi dini apakah kehamilan tersebut termasuk dalam risiko tinggi kehamilan. Dari hasil skrining yang dilakukan kepada 20 orang ibu hamil dijabarkan dalam tabel dibawah ini.
Tabel 2. Distribusi Klasifikasi Risiko Ibu Hamil dengan KSPR Klasifikasi Risiko Jumlah Presentasi
Risiko Rendah 10 50%
Risiko Tinggi 10 50%
Risiko Sangat Tinggi 0 0
Jumlah 20 100%
Kegiatan PkM ini memperoleh data bahwa ibu hamil yang terdeteksi mengalami risiko tinggi sebanyak 10 orang. Ibu hamil risiko tinggi merupakan kehamilan dengan satu atau lebih faktor risiko dari ibu maupun dari janinnya yang memberi dampak kurang baik bagi kesehatan kehamilan ibu maupun janinnya dengan risiko komplikasi. Tabel 2 menunjukkan ibu hamil berada pada klasifikasi risiko rendah yaitu 50% dengan karakteristik mayoritas ibu hamil dengan jarak kehamilan terlalu dekat (1-2 tahun), paritas > 2, hamil pertama usia muda (18 tahun). Sedangkan risiko tinggi diperoleh 50% dengan karakteristik ibu hamil dengan riwayat persalinan dengan tindakan sc, kehamilan dengan anemia dan letak sungsang serta riwayat perdarahan.
Gambar 1.
Kegiatan Skrining Ibu Hamil Dengan KSPR
Hasil PKM ini sesuai dengan hasil penelitian Saraswati & Hariastuti menunjukkan Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR) efektif untuk deteksi resiko tinggi pada ibu hamil (p-value 0,001)[6]. Sistem skor KSPR memudahkan pengelompokkan mengenai berat ringannya faktor risiko ibu hami, suami dan keluarga. Skor dengan nilai 2, 4, dan 8 merupakan bobot risiko dari tiap faktor risiko, sedangkan jumlah skor setiap kontak merupakan perkiraan besari risiko persaliann dengan perencanaan dan pencegahan. Oleh karena itu, KSPR ini dapat digunakan sebagai alat untuk memperkirakan risiko kehamilan pada ibu hamil, KSPR dapat digunakan tidak hanya oleh tenaga kesehatan, tapi juga kader posyandu, dukun, suami, dan keluarga yang telah dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakannya [7].
3. Penyuluhan tentang kehamilan risiko tinggi
Kegiatan yang dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil adalah dengan memberikan penyuluhan terkait dengan kehamilan risiko tinggi. Adapun materi yang diberikan meliputi: Konsep kehamilan Normal, Kehamilan Risiko Tinggi, deteksi dini kehamilan risiko tinggi dan Upaya Perawatannya, dan Pengaturan Jarak Kehamilan melalui Kontrasepsi. Sebelum penyuluhan dilakukan Pre Test untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi dan setelahnya dilakukan Post test. Adapun hasilnya sebagai berikit:
Tabel 3. Distribusi Pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi saat pre test dan post test.
Pengetahuan Pre test post test
n % n %
Baik 5 25 17 85
Cukup 12 60 3 15
Kurang 3 15 0 0
Jumlah 20 100 20 100
Tabel ini menunjukkan bahwa sebelum dilakukan penyuluhan sebagian besar ibu hamil yang mempunyai pengetahuan cukup terkait risiko tinggi kehamilan terdapat 7,6% ibu hamil, sedangkan sebanyak 15% yang masih kurang pengetahuannya tentang kehamilan risiko tinggi. Setelah dilakukan penyuluhan pengetahuan ibu hamil meningkat dengan hasil post test 85% ibu hamil mempunyai pengetahuan yang baik.
Upaya dalam pendekatan risiko ibu hamil adalah dengan melakukan kegiatan skrining ibu hamil. Setelah ditemukannya faktor risiko maka dilakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi kepada ibu hamil untuk asuhan kebidanan selama kehamilan dan perencanaan persalinan yang aman serta persiapan rujukan terencana jika terjadi kondisi kegawatdaruratan.
Gambar 2.
Penyuluhan Tentang Kehamilan Resiko Tinggi
Hasil peningkatan pengetahuan ibu hamil disebabkan adanya pelaksanaan kegiatan PKM berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana dan metode edukasi dengan ceramah dan tanya jawab atau diskuis yang menarik. Para ibu hamil antusias dan partisipasi sangat baik dengan aktif berdiskusi materi yang disampaikan dan aktif bertanya tentang ibu hamil dengan risiko tinggi. Selain itu, adanya dukungan dan keterlibatan pihak terkait yang langsung hadir dalam kegiatan PKM.
4. Rujukan dan Kerjasama dengan Petugas Kesehatan
Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan memberikan penyuluhan kepada ibu hamil sangat memberikan manfaat terutama dalam skrining kehamilan berisiko. Hasil yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil akan kehamilan berisiko setelah diberikan edukasi. Melalui upaya yang telah dilakukan ini diharapkan dapat mencegah angka kematian ibu dan bayi.
Diakhir sesi PKM dilakukan diskusi antara petugas kesehatan dengan ibu hamil.
Dihasilkan luaran bahwa upaya preventif komplikasi dari kehamilan berisiko ini harus dilakukan secara komprehensif. Kader dibawah pengawasan petugas kesehatan akan melakukan home visit ke ibu hamil untuk melakukan identifikasi keluhan yang dirasakan oleh ibu melakukan kunjungan kerumah bersama dengan kader sehingga edukasi diberikan kepada keluarga terdekat yang tinggal serumah dengan ibu hamil, selain itu tim juga menyesuaikan dengan waktu suami jika sudah berada di rumah.
KESIMPULAN
Deteksi dini dilakukan pada 20 ibu hamil dan didapatkan sebanyak 10 orang ibu hamil mengalami kehamilan dengan risiko tinggi. Risiko tinggi yang dialami ibu hamil dengan beberapa faktor yaitu umur yang terlalu muda, umur yang terlalu tua, pernah SC, menderita preeklamsi, letak sungsang dan juga terlalau banyak anak (grandemultipara). Ibu hamil yang berhasil dilakukan skrining diberikan informasi atau penyuluhan mengenai kehamilan risiko tinggi, dari hasil pre test dan post test mengalami peningkatan yakni sebesar 85%
berpebgetahuan baik. Diharapkan informasi mengani kelompok risiko yang dialami ibu dan dengan mengetahui kelompok risiko kehamilan yang dialaminya dapat menimbulkan kesadaran dari ibu hamil untuk rutin memeriksakan kehamilan dan ibu juga memiliki pengetahuan tambahan mengenai kehamilan risiko tinggi dan dapat melakukan berbagai upaya untuk mencegah komplikasi kehamilan. Ibu hamil yang telah dijaring yang mengalami kehamilan risiko tinggi dilaporkan ke puskesmas wilayah kerja kelurahan pengambangan untuk dapat dipantau kembali oleh petugas kesehatan di wilayah tersebut.
Ibu hamil diharapkan lebih aktif dalam mencegah komplikasi kehamilan sehingga dapat terhindar dari masalah kesehatan yang dapat menyebabkan kematian Ibu maupun kematian bayi. Rekomendasi untuk kegiatan selanjutnya adalah memberdayakan kader dengan pelatihan tentang KSPR agar penjaringan tetap diteruskan dan penanganan ibu hamil risiko tinggi dapat dilakuan lebih awal dan siap.
SARAN
Setelah sukses melaksanakan kegiatan deteksi dini risiko tinggi kehamilan dan memberikan penyuluhan mengenai kehamilan risiko tinggi berikutnya dapat terus memberikan layanan kepada masyarakat khususnya kepada ibu hamil. Rencana tahap berikutnya adalah melakukan kembali kontrol kembali kepada ibu hamil untuk memastikan apakah sudah rutin untuk melakukan pemeriksaan kehamilan ke Puskesmas, kontroling juga dilakukan dengan bekerja sama dengan Puskesmas untuk memastikan ibu hamil dengan risiko tinggi tidak
mengalami komplikasi dalam kehamilan. Untuk Pkm selanjutnya melibatkan kader dalam penilaian KSPR sebagai langkah awal penjaringan risiko kehamilan.
UCAPAN TERIMAKASIH
Ucapkan terima kasih kepada Ketua LPPM Universitas Sari Mulia yang telah memberikan ijin untuk melaksanakan PKM dan kepada Pimpinan Universitas karena telah memberikan dukungan dana sehingga PKM ini terselesaikan tepat waktu. Ucapan terima kasih juga penulis ucapkan kepada bidan yang ada di Kelurahan Pengambangan dan para ibu hamil atas kerjasamanya dalam kegiatan PKM ini.
REFERENSI
[1] Anitasari, Y. I., Widiyastuti, N. E., 2012. Hubungan Cakupan K-4 Bidan dengan Deteksi Dini Resiko Tinggi Kehamilan di Kecamatan Rembang. Jurnal kebidananVol 6 no 15-16.
[2] Dinkes Kota Banjarmasin, 2018. Profil Kesehatan Kota Banjarmasin Tahun 2018.
Dinkes Kota Banjarmasin
[3] Marmi, 2011. Asuhan Kebidanan pada Masa Antenatal. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
[4] Kusmiyati., 2011. Pencegahan Kehamilan Resiko Tinggi. Bandung : Cv Candra
[5] S.Y., K., S.M., L., J.K., J., Y.J., H., M.H., K., J.-Y., S., … H.M., R. (2018). Prospective observations study protocol to investigate cost-effectiveness of various prenatal test strategies after the introduction of noninvasive prenatal testing. BMC Pregnancy and Childbirth, 18(1), 1–7. https://doi.org/10.1186/s12884-018-1930-y
[6] Saraswati, D. E., & Hariastuti, F. P. (2017). Efektivitas kartu skor Poedji Rochjati (KSPR) untuk deteksi resiko tinggi pada ibu hamil di Puskesmas Ngumpakdalem Kabupaten Bojonegoro. Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA, 5(1), 28-33.
[7] Rochjati P. (2011). Skrinning antenatal pada ibu hamil pengenalan faktor risiko.
Surabaya: Airlangga University Press.