• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambar 3.1. Model Analisis Hipotesis.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Gambar 3.1. Model Analisis Hipotesis."

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

43

Universitas Kristen Petra

3. METODE PENELITIAN

3.1 Model Analisis

Agar hipotesis dapat diuji secara operasional, hipotesis perlu dinyatakan dalam suatu model matematika. Dengan demikian, faktor-faktor yang saling mempengaruhi hubungan yang diduga benar akan dinyatakan dalam variabel-variabel yang eksplisit. Model analisis penelitian ini:

y = x1+x2+x3+x4

y : Kepuasan Wajib Pajak pengguna e-filing x1 : Pengaruh kualitas sistem

x2 : Pengaruh kualitas informasi x3 : Pengaruh ketepatan waktu x4 : Pengaruh kerahasiaan

Gambar 3.1. Model Analisis Hipotesis.

3.2 Definisi Operasional Variabel

Varibel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua macam variabel yaitu variabel independen (X) dan variabel dependen (Y). Defini operasional setiap variabel dalam penelitian ini dijelaskan sebagai berikut:

Kualitas Sistem (x1)

Kualitas Informasi (x2)

Ketepatan Waktu (x3)

Kerahasiaan (x4)

Kepuasan Wajib Pajak Pengguna E-Filing

(y)

(2)

44

Universitas Kristen Petra

Tabel 3.1. Definisi Operasional Variabel Varibel

Penelitian

Indikator Definisi Operasional Variabel

Bukti Pertanyaan Kuesioner

Kualitas Sistem (x1)

1. Kecepatan Akses

2. Keandalan Sistem

3. Fleksibel

a. Akses yang optimal untuk melayani Wajib Pajak.

b. Akses ke server DJP/ASP cepat.

c. Koneksi internet tidak pernah terputus.

d. Wajib Pajak cepat memperoleh

konfirmasi dari DJP.

e. Layak untuk digunakan.

f. Bebas dari kerusakan dan kesalahan.

g. Mudah menjadi ahli.

h. User friendly i. Tidak butuh waktu

lama untuk dipelajari.

1

2

3

4

5

6

7 8 9

Kualitas Informasi (x2)

1. Kelengkapan a. Membantu Wajib Pajak untuk memberikan

10

(3)

45

Universitas Kristen Petra

2. Data Entry

informasi.

b. Informasi yang lengkap.

c. Keputusan positif dari DJP.

d. Format yang jelas.

e. Informasi yang akurat bebas dari kesalahan.

f. Informasi yang relevan.

g. Tidak perlu

melaporkan dokumen pelengkap.

h. Meningkatkan kualitas informasi.

11

12

13 14

15

16

17

Ketepatan Waktu (x3)

a. Ketepatan waktu pelaporan SPT.

b. Mengurangi denda keterlambatan pelaporan SPT.

c. Mempercepat pekerjaan Wajib Pajak.

18

19

20

Kerahasiaan (x4)

a. Memberikan tingkat jaminan yang tinggi.

b. E-FIN dan digital certificate

meningkatkan kualitas kerahasiaan.

21

22

(4)

46

Universitas Kristen Petra

c. Data keuangan Wajib Pajak tidak akan diungkapkan.

d. Pengguna merasa aman.

e. Pejabat tidak dapat menyalahgunakan data Wajib Pajak.

f. Integritas data yang disampaikan.

23

24

25

26

Kepuasan Pengguna (y)

a. Sistem dapat

membantu pelaporan pajak secara efisien.

b. Sistem secara efektif memenuhi kebutuhan pengguna kaitannya dengan pelaporan pajak.

c. Pengguna merasa puas dengan pelayanan.

d. Sudah sesuai dengan persepsi pengguna.

e. Berguna dan bermanfaat bagi pengguna.

f. Peningkatan kinerja.

g. Terus mengguakan e- filing.

27

28

29

30

31

32 33

(5)

47

Universitas Kristen Petra

3.3 Skala Pengukuran

Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert 5 point (5 point likert scale). Skala likert adalah metode yang mengukur sikap dengan menyatakan setuju atau ketidaksetujuan terhadap subjek, objek, atau kejadian tertentu. Metode ini umunya menggunakan 5 (lima) angka penilaian yaitu:

Tabel 3.2. Skala Likert 5 point.

3.4 Jenis dan Sumber Data

Jenis penelitian ini merupakan penelitian secara kuantitatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer. Data primer adalah data yang berasal langsung dari responden yang dilakukan menggunakan kuisioner atau wawancara (Sekaran, 2003).

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber eksternal, diperoleh dari kuesioner yang dijawab langsung oleh:

- Wajib Pajak Orang Pribadi pengguna e-filing;

- Wajib Pajak Badan pengguna e-filing.

Kuesioner tersebut akan diberikan kepada Wajib Pajak di Kota Surabaya yang terdaftar di KPP Pratama Surabaya Rungkut.

3.5 Instrumen dan Pengumpulan Data

Instrumen penelitian ini menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner yang akan dikirimkan kepada reponden. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode survey. Sebelum dikirimkan kepada responden, dilakukan pretest atas kuesioner terlebih dahulu untuk meyakinkan bahwa kalimat yang ada dalam kuesioner mudah dipahami oleh reponden. Setelah dilakukan pretest,

SKOR PENDAPAT

1 Sangat Tidak Setuju (STS)

2 Tidak Setuju (TS)

3 Netral (N)

4 Setuju (S)

5 Sangat Setuju (SS)

(6)

48

Universitas Kristen Petra

kuesioner dikirimkan secara langsung ke Wajib Pajak di Kota Surabaya yang terdaftar di KPP Pratama Surabaya Rungkut sebagai responden dalam penelitian ini.

3.6 Populasi

Populasi mengacu pada keseluruhan kelompok orang, kejadian, atau hal minat yang ingin diinvestigasi oleh peneliti (Sekaran, 2006). Populasi penelitian ini adalah Wajib Pajak pengguna e-filing di Surabaya yang terdaftar di KPP Surabaya Rungkut.

Jumlah Wajib Pajak yang terdaftar di KPP Surabaya Rungkut per 31 Desember 2013 adalah sebagai berikut:

Tabel 3.3. Jumlah Wajib Pajak Kota Surabaya yang terdaftar di KPP Pratama Surabaya Rungkut per 31 Desember 2013

Wajib Pajak Badan 7.315 Wajib Pajak Orang Pribadi 34.664

Total 41.979

Berdasarkan jumlah Wajib Pajak di Kota Surabaya, diketahui bahwa jumlah populasi Wajib Pajak yang terdaftar di KPP Surabaya Rungkut yang menggunakan e- filing berjumlah 54% persen (lima puluh empat persen) atau 22.668 Wajib Pajak dari total Wajib Pajak terdaftar di KPP Surabaya Rungkut dihitung sampai dengan 31 Desember 20013. Jumlah populasi ini diperoleh dari KPP Pratama Surabaya Rungkut.

3.7 Sampel dan Teknik Sampling

Sampel adalah sebagian dari populasi, artinya tidak ada sampel jika tidak ada populasi (Mustafa, 2000). Berdasarkan dengan teori Roscoe (1975), penggunaan jumlah sampel dihitung berdasarkan jumlah variabel independen dan variabel dependen yang digunakan dikali dengan 10 (sepuluh). Penelitian ini menggunakan 4 (empat) variabel independen dan 1 (satu) variabel dependen. Maka jumlah dari sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 x 10 = minimum 50 (lima puluh) sampel.

(7)

49

Universitas Kristen Petra

3.8 Unit Analisis

Data untuk mendukung penelitian ini berupa kuesioner yang akan diberikan kepada Wajib Pajak Orang Pribadi pengguna e-filing dan Wajib Pajak Badan pengguna e-filing.

3.9 Rancangan Angket

Terdapat pada daftar lampiran berupa kuesioner yang terletak pada akhir halaman.

3.10 Teknik Analisis Data

Metode yang digunakan untuk menguji adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS. Beberapa langkah yang digunakan dalam analisis linier berganda adalah sebagai berikut:

1. Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif digunakan untuk memberikan deskripsi suatu data yang dilihat dari rata-rata (mean), standar deviasi (standard deviation), maksimum-minimum, frekuensi dan presentase dari setiap variabel. Mean digunakan untuk memperkirakan besar rata-rata populasi yang diperkirakan dari sampel. Standar deviasi digunakan untuk menilai dispersi rata-rata dari sampel. Maksimum-minimum digunakan untuk melihat nilai minimum dan maksimum dari populasi. Hal ini perlu dilakukan untuk melihat gambaran keseluruhan dari sampel yang berhasil dikumpulkan dan memenuhi syarat untuk dijadikan sampel penelitian.

2. Uji Realibilitas

Uji realiabilitas adalah suatu langkah untuk memastikan bahwa kuisioner yang akan digunakan untuk meneliti dapat dipercaya atau tidak.

Kuisioner akan dinyatakan reliable apabila kuisioner tersebut mendapatkan hasil yang sama dalam pengukuran berkali-kali. Menurut Nunnaly (1967),

(8)

50

Universitas Kristen Petra

mengemukakan bahwa suatu instrumen yang reliable jika memiliki koefisien cronbach alpha di atas 0,60.

3. Uji Validitas

Uji validitas adalah suatu langkah untuk mengukur ketepatan suatu instrumen yang akan digunakan untuk meneliti. Suatu kuisioner dikatakan valid apabila pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada kuisioner tersebut dapat mengungkapkan apa yang akan diukur oleh peneliti. Variabel-variabel yang akan diuji dalam penelitian ini ada 4 macam, yaitu kualitas sistem, kualitas informasi, ketepatan waktu, dan kerahasiaan.

Uji validitas kuesioner dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment dari Pearson (Anwar, 1997), yaitu mengkorelasikan skor item dengan skor total. Selanjutnya untuk mengetahui apakah suatu item valid atau gugur maka dilakukan perbandingan antara koefisien r hitung dengan koefisien r tabel. Jika r hitung > r tabel berarti valid. Sebaliknya jika r hitung

< dari r tabel berarti item tidak valid (gugur).

4. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik dilakukan agar data sampel yang diolah benar-benar dapat mewakili populasi secara keseluruhan. Pengujian meliputi:

a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel dependen maupun independen mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah yang memiliki distribusi normal atau mendekati normal (Ghozali, 2011).

Analisis normalitas data dengan menggunakan grafik histogram berada di tengah-tengah atau tidak. Apabila posisi histogram sedikit menceng ke kiri ataupun ke kanan, maka data tidak berdistribusikan secara normal.

Sedangkan analisis normalitas dengan menggunakan uji K-S dilakukan

(9)

51

Universitas Kristen Petra

dengan melihat nilai probabilitas signifikansi atau asymp. Sig (2-tailed).

Sebelumnya perlu ditentukan terlebih dahulu hipotesis pengujian, yaitu:

 Hipotesis Nol (Ho): data tidak terdistribusi secara normal

 Hipotesis Alternatif (H1): data terdistribusi secara normal.

Apabila nilai probabilitas signifikansi kurang dari nilai α = 0,05, maka data terdistribusi secara normal. Dan apabila nilai probabilitas signifikansi lebih dari nilai α = 0,05, maka data terdistribusi secara normal.

b. Uji Multikolinieritas

Uji Multikolonieritas digunakan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel independen sama dengan nol.

Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinieritas di dalam model regresi adalah dengan cara melihat nilai tolerance dan nilai variace inflation factor (VIF). Jika nilai tolerance lebih kecil dari 0.10 dan nilai VIF lebih besar dari 10, maka terjadi multikolinieritas.

c. Uji Heteroskedastisitas

Tujuan dari uji heterokedastisitas adalah untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan yang lain. Model Regresi yang baik adalah yang Homoskedastisitas/tidak terjadi Heteroskesdatisitas (Ghozali, 2011). Ada 2 cara untuk menguji apakah dalam model regresi heteroskedastisitas atau tidak, yaitu dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel dependen dan uji glejser. Uji Glejser dan uji grafik scatterplot digunakan dalam uji heteroskedastisitas. Uji heteroskedastisitas dengan cara melihat grafik scatterplot Antara nilai prediksi variabel bebas, yaitu ZPRED dengan residualnya SRESID. Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya

(10)

52

Universitas Kristen Petra

pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED di mana sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi, dan sumbu X adalah residual (Y prediksi-Y sesungguhnya) yang telah di-studentized.

5. Analisis Regresi Berganda

Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda, yaitu dengan melihat pengaruh kualitas sistem (system quality), kualitas informasi (information quality), ketepatan waktu (timeliness), dan kerahasiaan terhadap kepuasan Wajib Pajak pengguna e-filing.

Model regresi yang digunakan dapat dirumuskan dengan persamaan sebagai berikut:

Y = a + β1X1 + β2X2 + β3X3 + β4X4 + e Keterangan:

Y = Kepuasan Wajib Pajak pengguna e-filing a = Konstanta

X1 = Kualitas Sistem X2 = Kualitas Informasi X3 = Ketepatan waktu X4 = Kerahasiaan β14 = Koefisisen Regresi e = Error

Tanda positif pada nilai β atau koefisien regresi menunjukkan bahwa antara variabel bebas dengan variabel terikat berjalan satu arah, di mana setiap penurunan atau peningkatan variabel bebas akan diikuti dengan peningkatan atau penurunan variabel terikatnya. Sementara tanda negatif pada nilai β menunjukkan bahwa antara variabel bebas dengan variabel terikat berjalan dua arah, di mana setiap peningkatan variabel bebas akan diikuti dengan penurunan variabel terikatnya, dan sebaliknya

Besar nilai a (konstanta) pada persamaan regresi menunjukan bahwa pendapatan Y akan tetap sebesar nilai yang ada tanpa adanya pengaruh dari variabel- variabel bebas. Bila variabel X1 meningkat sebesar 1 satuan, maka nilai Y akan

(11)

53

Universitas Kristen Petra

berkurang sebesar β. Bila variabel X2 meningkat sebesar 1 satuan, maka nilai Y akan bertambah sebesar β. Begitu pula dengan variabel lainnya. Analisis regresi tidak menunjukkan sebuah hubungan atau pengaruh sebab akibat, persamaan hasil dari analisis harus dianalisa kembali apakah sudah sesuai dengan pembuktian teori atau logika yang ada. Apabila terdapat ketidakcocokan, perlu dilakukan analisa lebih lanjut atau transformasi persamaan atau reduksi variabel.

6. Uji Hipotesis

Uji hipotesis adalah metode pengambilan keputusan yang didasarkan dari analisa data, baik dari percobaan yang terkontrol, maupun dari observasi (tidak terkontrol). Dalam statistik sebuah hasil bisa dikatakan signifikan secara statistik jika kejadian tersebut hampir tidak mungkin disebabkan oleh faktor yang kebetulan, sesuai dengan batas probabilitas yang sudah ditentukan sebelumnya.

Uji hipotesis kadang disebut juga "konfirmasi analisa data". Keputusan dari uji hipotesis hampir selalu dibuat berdasarkan pengujian hipotesis nol. Ini adalah pengujian untuk menjawab pertanyaan yang mengasumsikan hipotesis nol adalah benar. Prosedur Uji Hipotesis adalah sebagai berikut:

1. Tentukan parameter yang akan diuji 2. Tentukan Hipotesis nol (H0)

3. Tentukan Hipotesis alternatif (H1) 4. Tentukan (α)

5. Pilih statistik yang tepat 6. Tentukan daerah penolakan 7. Hitung statistik uji F dan uji t

8. Putuskan apakah hipotesis nol (H0) ditolak atau tidak

Pengujian satu sampel pada prinsipnya ingin menguji apakah suatu nilai tertentu (yang diberikan sebagai pembanding) berbeda secara nyata ataukah tidak dengan rata-rata sebuah sampel. Nilai tertentu di sini pada umumnya adalah sebuah nilai parameter untuk mengukur suatu populasi.

Referensi

Dokumen terkait

Pada perdagangan hari ini, kami perkirakan harga Surat Utang Negara masih akan berpeluang mengalami koreksi dengan masih didukung oleh penurunan tingkat

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan

Ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah. Berpegang teguh pada semboyan tersebut maka para santriwati tidak hanya diajarkan untuk menerima pelajaran saja

yaitu akar-akar yang tumbuh dari bagian bawah batang ke segala yaitu akar-akar yang tumbuh dari bagian bawah batang ke segala arah dan seakan-akan menunjang batang ini jangan

Sangat penting bagi orangtua untuk menegaskan kepada setiap anak terutama menjelang remaja, bahwa dalam masa mereka memutuskan untuk memilih sahabat, harus menghindari keinginan

Sebagai kesimpulan dari analisis aspek pembiayaan, dilakukan analisis tingkat ketersediaan dana yang ada untuk pembangunan bidang infrastruktur Cipta Karya yang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui energi listrik yang dihasilkan oleh generator termoelektrik dengan menggunakan berbagai jenis limbah organik (tatal kayu akasia, tatal

Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan tindakan adenoidektomi atau adenotonsilektomi pada anak dengan gangguan bernapas saat tidur oleh karena hipertrofi