KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Alhamdulillah, dengan mengucap Syukur yang dalam segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam, yang telah memberikan taufik dan hidayahNya, menganugerahkan kesehatan dan kekuatan sehingga laporan Tahunan Pengadilan Agama Tebing Tinggi dapat diselesaikan oleh Tim Penyusun Laporan Tahunan Pengadilan Agama Tebing Tinggi tahun 2018.
Penyusunan laporan tahunan ini di dasarkan pada surat Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : 1435/SEK/OT.01.2/11/2018 tanggal 26 Nopember 2018 jo surat Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan Nomor : W2-A/2134/OT.01.2/XII/2018 tanggal 7 Desember 2018 tentang Penyusunan Laporan Tahunan 2018, dan Wakil Ketua Pengadilan Agama Tebing Tinggi telah menindaklanjuti dengan menerbitkan Surat Keputusan Nomor : W2-A6/1365/OT.01.2/XII/2018 tanggal 03 Desember 2018 tentang Penunjukan Tim Penyusun Laporan Tahunan dan LKjIP Pengadilan Agama Tebing Tinggi.
Penyusunan laporan tahun 2018 ini bertujuan untuk menggambarkan dan memberikan informasi berbagai program dan kegiatan yang mendukung tugas pokok dan fungsi Lembaga Peradilan Agama serta mengevaluasi pencapaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Pengadilan Agama Tebing Tinggi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun, apakah telah :
1. Sesuai dengan Rencana Kinerja Tahunan (Performance Plan) dan Penetapan Kinerja Pengadilan Agama Tebing Tinggi Tahun 2017 (asas Konsistensi) ;
2. Sejalan dengan Rencana Strategik (Strategic Plan) Pengadilan Agama Tebing Tinggi Tahun 2015-2019 (asas kesinambungan) ;
3. Relevan dengan arah kebijakan umum Pengadilan Tinggi Agama Medan, Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama, dan Mahkamah Agung Republik Indonesia tahun 2017 (asas konstribusi dan keterpaduan).
Secara eksternal Laporan Tahunan 2018 ini merupakan media pertanggung jawaban public (social responsibility) atas pelaksanaan kinerja lembaga peradilan selama tahun 2018, yang pada prinsipnya merupakan kewajiban Pengadilan Agama Tebing Tinggi untuk menjelaskan pelaksanaan dan pencapaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi masing-masing.
Pola pelaporan ini dibuat sekaligus menggambarkan tingkat capaian kinerja berbasis program kerja yang telah direncanakan. Tentu saja dalam penyajiannya terdapat beberapa modifikasi yang membuat laporan ini memiliki spesifikasi yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ini semata-mata hanyalah sebagai sebuah pembelajaran menuju profesionalisme, baik dalam perencanaan kinerja, pengelolaan kinerja, penilaian kinerja, maupun dalam mempertanggungjawabkan kinerja, yang kerangkanya dikonstruksikan sesuai dengan pemahaman tentang sistem akuntabilitas kinerja.
Dengan tersusunnya laporan tahunan 2018 ini, berarti Pengadilan Agama Tebing Tinggi telah menyelesaikan program dan kegiatannya selama kurun waktu 1 (satu) tahun
pelaksanaan kegiatan dalam upaya memenuhi visi dan
Kami berupaya menyajikan laporan ini secara objektif, transparan dan akuntabel Namun demikian sangat disadari adanya keterbatasan dalam berbagai hal sehingga dalam laporan ini pasti ditemui kekurang
yang konstruktif dari semua pihak sangat diharapkan demi meningkatkan kinerja dan kesempurnaan laporan ini di masa yang akan datang.
Akhirnya hanya kepada Allah SWT kita berserah diri dan kepada segenap Penyusun dan segenap yang telah memberikan kontribusi dalam penyelesaian laporan diucapkan terima kasih.
Demikianlah semoga laporan ini bermanfaat dan berdayaguna bagi pihak membutuhkan, Amiiin Ya Rabbal’Alamin
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
pelaksanaan kegiatan dalam upaya memenuhi visi dan misi Pengadilan Agama Tebing Tinggi.
Kami berupaya menyajikan laporan ini secara objektif, transparan dan akuntabel Namun demikian sangat disadari adanya keterbatasan dalam berbagai hal sehingga dalam laporan ini pasti ditemui kekurangan dan ketidaksempurnaan. Oleh karena itu, tegu yang konstruktif dari semua pihak sangat diharapkan demi meningkatkan kinerja dan kesempurnaan laporan ini di masa yang akan datang.
Akhirnya hanya kepada Allah SWT kita berserah diri dan kepada segenap yang telah memberikan kontribusi dalam penyelesaian laporan
Demikianlah semoga laporan ini bermanfaat dan berdayaguna bagi pihak membutuhkan, Amiiin Ya Rabbal’Alamin
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Tebing Tinggi,
WAKIL KETUA PENGAD AGAMA TEBING TINGGI,
Rosyid Mumtaz, S.HI.
NIP. 19790416.200502.1.001
misi Pengadilan Agama Tebing Tinggi.
Kami berupaya menyajikan laporan ini secara objektif, transparan dan akuntabel.
Namun demikian sangat disadari adanya keterbatasan dalam berbagai hal sehingga dalam rnaan. Oleh karena itu, tegur sapa yang konstruktif dari semua pihak sangat diharapkan demi meningkatkan kinerja dan
Akhirnya hanya kepada Allah SWT kita berserah diri dan kepada segenap Tim yang telah memberikan kontribusi dalam penyelesaian laporan
Demikianlah semoga laporan ini bermanfaat dan berdayaguna bagi pihak-pihak yang
Tebing Tinggi, 03 Januari 2019 KETUA PENGADILAN
TEBING TINGGI,
Rosyid Mumtaz, S.HI., M.H.
790416.200502.1.001
PENGANTAR DAFTAR ISI
A. Struktur Organisasi (Tupoksi) ... 4
1. Standar Operasional Prosedur (SOP) ... 7
2. Kinerja/ Sasaran Kerja Pegawai (SKP) ... 11
B. Pelayanan Publik yang Prima ... 22
1. Akreditas Penjamin Mutu ... 22
2. POSBAKUM ... 22
3. Sidang Keliling/Pelayana Terpadu ... 22
4. Perkara Prodeo ... 23
A. Sumber Daya Manusia ... 24
1. Mutasi ... 25
2. Promosi ... 25
3. Pensiun ... 26
4. Diklat ... 26
B. Penyelesaian Perkara ... 26
1. Jumlah Sisa Perkara yang Diputus ... 26
2. Jumlah Perkara yang Diputus Tepat Waktu ... 27
3. Jumlah Perkara yang tidak Mengajukan Upaya Hukum Banding Kasasi dan PK ... 27
4. Jumlah Perkara Perdata yang Berhasil Di Mediasi ... 28
5. Jumlah Perkara Anak Yang Berhasil Melalui Diversi ... 28
C. Pengelolaan Sarana dan Prasarana ... 30
D. Pengelolaan Keuangan ... 31
E. Dukungan Teknologi Informasi ... 32
F. Regulasi Tahun 2018 ... 33
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN
BAB II.
BAB III. PEMBINAAN DAN PENGELOLAAN
A. Internal ... 36
B. Evaluasi ... 36
1. Kesimpulan ... 38
2. Saran ... 39
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran I (Form Perkara)
Lampiran II (Form Banding, Kasasi, PK) Lampiran III (Form SDM)
Lampiran IV (Form Sarpas) Lampiran V (Form Keuangan) BAB IV. PENGAWASAN
BAB V. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
engadilan Agama Tebing Tinggi merupakan salah satu lembaga peradilan di Indonesia yang berwenang menerima, memeriksa dan memutus serta menyelesaikan perkara perdata antara orang
yang meliputi Perkawinan, Kewarisan, Wasiat, Hibah, W dan Ekonomi Syariah, sesuai dengan pasal 49 Undang telah diubah dengan Undang
tahun 2009 tentang perubahan ke
Peradilan Agama dengan Kompetensi Relatif 5 (lima) Kecamatan di wilayah Kota Tebing Tinggi dan sebahagian dari wilayah Kabupaten Serdang Bedagai sebanyak 10 (sepuluh) Kecamatan.
A. Kebijakan Umum Peradilan
Pengadilan Agama Tebing Tinggi dalam melaks Lembaga Peradilan bersifat merdeka,
dari Pemerintah dan pengaruh
Pengadilan Agama Tebing Tinggi
Agama yang bersih dan bermartabat menuju Peradilan yang Agung
Peradilan Agama Tebing Tinggi Yang Agung Pengadilan Agama itu sendiri haruslah bermartabat, merdeka, berwibawa dan independent, oleh karenanya penyelenggaraan tupoksi dan tertib administrasi merupakan bagian dari Court of Law, yang mutlak harus dilaksanakan oleh semua aparat peradilan.
Prinsip-prinsip dalam kebijakan
1. Kebijakan mengadili harus mengandung tujuan yang tidak asas hukum umum terutama asas keadilan.
2. Kebijakan mengadili harus dapat menunjukkan penerapan hukum yang ada tanpa suatu diskresi, akan menimbulkan pertentangan secara nyata dengan rasa keadilan, terutama rasa keadilan bagi pencari kead
3. Kebijakan mengadili tidak boleh mencederai asas dan norma konstitusi, asas dan norma konstitusi adalah batas yang tidak dapat dilampaui.
P
BAB I
PENDAHULUAN
ngadilan Agama Tebing Tinggi merupakan salah satu lembaga peradilan di Indonesia yang berwenang menerima, memeriksa dan memutus serta menyelesaikan perkara perdata antara orang-orang yang beragama Islam yang meliputi Perkawinan, Kewarisan, Wasiat, Hibah, Wakaf, Zakat, Infaq, Shodaqah, dan Ekonomi Syariah, sesuai dengan pasal 49 Undang-Undang No. 7 tahun 1989 yang telah diubah dengan Undang-Undang No. 3 tahun 2006 dan Undang
tahun 2009 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang No. 7 tahun 1989
Peradilan Agama dengan Kompetensi Relatif 5 (lima) Kecamatan di wilayah Kota Tebing Tinggi dan sebahagian dari wilayah Kabupaten Serdang Bedagai sebanyak 10
Kebijakan Umum Peradilan
Pengadilan Agama Tebing Tinggi dalam melaksanakan tugas poko
ga Peradilan bersifat merdeka, independent terbebas dari pengaruh dan intervensi dari Pemerintah dan pengaruh-pengaruh lain.
Pengadilan Agama Tebing Tinggi berupaya untuk mewujudkan Agama yang bersih dan bermartabat menuju Peradilan yang Agung,
Peradilan Agama Tebing Tinggi Yang Agung Pengadilan Agama itu sendiri haruslah bermartabat, merdeka, berwibawa dan independent, oleh karenanya penyelenggaraan i dan tertib administrasi merupakan bagian dari Court of Law, yang mutlak harus dilaksanakan oleh semua aparat peradilan.
prinsip dalam kebijakan Court of Law tersebut adalah sebagai berikut:
Kebijakan mengadili harus mengandung tujuan yang tidak bertentangan dengan asas hukum umum terutama asas keadilan.
Kebijakan mengadili harus dapat menunjukkan penerapan hukum yang ada tanpa suatu diskresi, akan menimbulkan pertentangan secara nyata dengan rasa keadilan, terutama rasa keadilan bagi pencari keadilan.
Kebijakan mengadili tidak boleh mencederai asas dan norma konstitusi, asas dan norma konstitusi adalah batas yang tidak dapat dilampaui.
ngadilan Agama Tebing Tinggi merupakan salah satu lembaga peradilan di Indonesia yang berwenang menerima, memeriksa dan memutus serta orang yang beragama Islam akaf, Zakat, Infaq, Shodaqah, Undang No. 7 tahun 1989 yang Undang No. 3 tahun 2006 dan Undang-Undang No. 50 Undang No. 7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama dengan Kompetensi Relatif 5 (lima) Kecamatan di wilayah Kota Tebing Tinggi dan sebahagian dari wilayah Kabupaten Serdang Bedagai sebanyak 10
anakan tugas pokok dan fungsi ndependent terbebas dari pengaruh dan intervensi
mewujudkan Peradilan , untuk mewujudkan Peradilan Agama Tebing Tinggi Yang Agung Pengadilan Agama itu sendiri haruslah bermartabat, merdeka, berwibawa dan independent, oleh karenanya penyelenggaraan i dan tertib administrasi merupakan bagian dari Court of Law, yang mutlak harus
tersebut adalah sebagai berikut:
bertentangan dengan
Kebijakan mengadili harus dapat menunjukkan penerapan hukum yang ada tanpa suatu diskresi, akan menimbulkan pertentangan secara nyata dengan rasa keadilan,
Kebijakan mengadili tidak boleh mencederai asas dan norma konstitusi, asas dan
4. Kebijakan mengadili tidak boleh mencederai hak 5. Kebijakan mengadili dimaksudkan menemu
pencari keadilan dan kepentingan masyarakat.
6. Walaupun ada diskresi, putusan hakim harus semata
yang ditemukan di persidangan dan tetap memutus menurut hukum. Hakim dilarang melakukan kriminalis
yang samar-samar diatur dalam atau berdasarkan peraturan Perundang
B. Visi dan Misi.
Secara ideal, visi adalah merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh Pengadilan Agama Tebing Tinggi. Visi Pengadi
Peradilan Agama yang Bersih dan Bermartabat menuju Peradilan Yang Agung
Untuk mewujudkan visi tersebut di atas, maka Pengadilan Agama Tebing Tinggi menetapkan misi sebagai berikut:
1. Meningkatkan kepercayaan mas
2. Mewujudkan pelayanan prima bagi masyarakat pencari keadilan;
3. Meningkatkan akses masyarakat terhadap keadilan.
C. Rencana Strategis ( Renstra )
Dalam menjalankan fungsi dan tugas Pengadilan Agama Tebing Tinggi pada masa yang akan datang, telah membuat Rencana Strategis (Renstra) yang memuat tujuan dan sasaran.
Adapun tujuan Pengadilan Agama Tebing Tinggi adalah sebagai berikut:
Mewujudkan Peradilan yang cepat, sederhana dan biaya ringan ; Meningkatkan pengawasan yang ter
Meningkatkan sumber daya manusia aparatur Peradilan ; Meningkatkan kualitas administrasi dan manajemen peradilan ; Meningkatkan sarana dan prasarana peradilan.
Dari tujuan di atas, sasaran yang ingin dicapai oleh Pengadilan Agama Tebi Tinggi adalah sebagai berikut :
1. Terlaksananya percepatan penyelesaian perkara ;
Kebijakan mengadili tidak boleh mencederai hak-hak asasi pencari keadilan.
Kebijakan mengadili dimaksudkan menemukan keseimbangan antara kepentingan pencari keadilan dan kepentingan masyarakat.
Walaupun ada diskresi, putusan hakim harus semata-mata didasarkan pada fakta temukan di persidangan dan tetap memutus menurut hukum. Hakim dilarang melakukan kriminalisasi terhadap hal-hal yang tidak diatur atau sesuatu
samar diatur dalam atau berdasarkan peraturan Perundang
Secara ideal, visi adalah merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh Pengadilan Agama Tebing Tinggi. Visi Pengadilan Agama Tebing Tinggi adalah “
Peradilan Agama yang Bersih dan Bermartabat menuju Peradilan Yang Agung
Untuk mewujudkan visi tersebut di atas, maka Pengadilan Agama Tebing Tinggi menetapkan misi sebagai berikut:
ningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan wujudkan pelayanan prima bagi masyarakat pencari keadilan;
akses masyarakat terhadap keadilan.
Rencana Strategis ( Renstra )
Dalam menjalankan fungsi dan tugas Pengadilan Agama Tebing Tinggi pada yang akan datang, telah membuat Rencana Strategis (Renstra) yang memuat
Adapun tujuan Pengadilan Agama Tebing Tinggi adalah sebagai berikut:
Mewujudkan Peradilan yang cepat, sederhana dan biaya ringan ; Meningkatkan pengawasan yang terencana dan efektif ;
Meningkatkan sumber daya manusia aparatur Peradilan ; Meningkatkan kualitas administrasi dan manajemen peradilan ; Meningkatkan sarana dan prasarana peradilan.
Dari tujuan di atas, sasaran yang ingin dicapai oleh Pengadilan Agama Tebi Tinggi adalah sebagai berikut :
Terlaksananya percepatan penyelesaian perkara ;
hak asasi pencari keadilan.
kan keseimbangan antara kepentingan
didasarkan pada fakta temukan di persidangan dan tetap memutus menurut hukum. Hakim hal yang tidak diatur atau sesuatu samar diatur dalam atau berdasarkan peraturan Perundang-undangan.
Secara ideal, visi adalah merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh Pengadilan lan Agama Tebing Tinggi adalah “ Terwujudkan Peradilan Agama yang Bersih dan Bermartabat menuju Peradilan Yang Agung ”
Untuk mewujudkan visi tersebut di atas, maka Pengadilan Agama Tebing Tinggi
peradilan;
wujudkan pelayanan prima bagi masyarakat pencari keadilan;
Dalam menjalankan fungsi dan tugas Pengadilan Agama Tebing Tinggi pada yang akan datang, telah membuat Rencana Strategis (Renstra) yang memuat
Adapun tujuan Pengadilan Agama Tebing Tinggi adalah sebagai berikut:
Dari tujuan di atas, sasaran yang ingin dicapai oleh Pengadilan Agama Tebing
2. Terlaksananya pembinaan dan pengawasan ; 3. Terlaksanaya fungsi pengawasan secara efektif ; 4. Terlaksananya bimbingan teknis pejabat peradilan ; 5. Terlaksananya diklat aparat pera
6. Terlaksananya transparansi informasi peradilan ; 7. Terlaksananya ketertiban administrasi kepaniteraan ; 8. Terlaksananya ketertiban administrasi kepegawaian ; 9. Terlaksananya ketertiban administrasi keuangan ; 10. Terlaksananya ketertiban administrasi umum /
11. Terlaksananya peningkatan standarisasi sarana peradilan ; Terlaksananya pembinaan dan pengawasan ;
Terlaksanaya fungsi pengawasan secara efektif ; Terlaksananya bimbingan teknis pejabat peradilan ; Terlaksananya diklat aparat peradilan ;
Terlaksananya transparansi informasi peradilan ; Terlaksananya ketertiban administrasi kepaniteraan ; Terlaksananya ketertiban administrasi kepegawaian ; Terlaksananya ketertiban administrasi keuangan ;
Terlaksananya ketertiban administrasi umum / perlengkapan ; Terlaksananya peningkatan standarisasi sarana peradilan ;
A. STRUKTUR ORGANISASI (TUPOKSI)
Dalam penjelasan pasal
Kehakiman adalah kekuasaan yang merdeka artinya terlepas dari pengaruh
Pemerintah sebagai implementasi dari pelaksanaan UUD 1945 tersebut telah diwujudkan melalui UU No. 18 tahun 1964 dan UU
Ketentuan-ketentuan Pokok
Kekuasaan Kehakiman yang dilaku
Peradilan lain termasuk Peradilan Agama merupakan kekuasaan yang utuh bersifat merdeka terlepas dari campur tangan pemerintah, hal ini berarti Mahkamah Agung sebagai penyelenggara kekuasaan kehakiman memiliki otoritas dalam hal susunan organisasi, administrasi dan finan
Susunan organisasi Pengadilan Agama Tebing Tinggi dibuat untuk memudahkan pelaksanaan tugas
dalam hal ini melaksanakan program dan kegiatan mengenai tu kerja Pengadilan Agama Tebing Tinggi yang bersifat
dengan bidang substanti
dengan kegiatan yang bersifat menunjang pelaksanaan tugas pokok, sifa teknis administratife dan fasilitatif (sarana).
Organisasi Pengadilan Agama Tebing Tinggi dipimpin oleh Ketua dan Wakil Ketua, dan Kepaniteraan Pengadilan Agama Tebing Tinggi dipimpi
Panitera. dalam bidang Ke seorang Sekretaris.
Adapun bidang
selaku pelaksana mengenai kegiatan utama yang bersifat teknis operasional menyangkut menerima, memeriksa, mengadili, serta
Pengadilan Agama Tebing Tinggi.
Panitera dibantu oleh Panitera Muda (Panitera Muda Permohonan, Gugatan, dan Hukum). Masing-masing sub kepaniteraan d
itu masih ada kelompok
Pengganti dan Jurusita/ Jurisita Pengganti.
BAB II
STRUKTUR ORGANISASI (TUPOKSI)
m penjelasan pasal 24 UUD 1945 menyebutkan bahwa, Kekuasaan Kehakiman adalah kekuasaan yang merdeka artinya terlepas dari pengaruh
Pemerintah sebagai implementasi dari pelaksanaan UUD 1945 tersebut telah lui UU No. 18 tahun 1964 dan UU No. 14 tahun 1970 tentang
Pokok Kekuasaan Kehakiman.
Kekuasaan Kehakiman yang dilakukan oleh Mahkamah
Peradilan lain termasuk Peradilan Agama merupakan kekuasaan yang utuh bersifat merdeka terlepas dari campur tangan pemerintah, hal ini berarti Mahkamah Agung sebagai penyelenggara kekuasaan kehakiman memiliki otoritas dalam hal susunan
isasi, administrasi dan finansial serta teknis yuridisnya.
Susunan organisasi Pengadilan Agama Tebing Tinggi dibuat untuk memudahkan pelaksanaan tugas-tugas pokok maupun tugas bantuan. Tugas pokok dalam hal ini melaksanakan program dan kegiatan mengenai tujuan utama dari satuan kerja Pengadilan Agama Tebing Tinggi yang bersifat teknis operasional dan be
dengan bidang substantife, sedangkan tugas bantuan adalah tugas yang berkaitan dengan kegiatan yang bersifat menunjang pelaksanaan tugas pokok, sifa
e dan fasilitatif (sarana).
Organisasi Pengadilan Agama Tebing Tinggi dipimpin oleh Ketua dan Wakil Ketua, dan Kepaniteraan Pengadilan Agama Tebing Tinggi dipimpi
Kesekretariatan Pengadilan Agama Tebing Tinggi dipimpi
Adapun bidang Kepaniteraan bertugas melaksanakan admi
u pelaksana mengenai kegiatan utama yang bersifat teknis operasional menyangkut menerima, memeriksa, mengadili, serta menyelesaikan setiap perkara yang diajukan ke Pengadilan Agama Tebing Tinggi.
Panitera dibantu oleh Panitera Muda (Panitera Muda Permohonan, Gugatan, dan masing sub kepaniteraan di pimpin oleh Panitera Muda. Di
itu masih ada kelompok tenaga fungsional kapaniteraan yang terdiri dari Panitera Pengganti dan Jurusita/ Jurisita Pengganti.
24 UUD 1945 menyebutkan bahwa, Kekuasaan Kehakiman adalah kekuasaan yang merdeka artinya terlepas dari pengaruh Kekuasaan Pemerintah sebagai implementasi dari pelaksanaan UUD 1945 tersebut telah No. 14 tahun 1970 tentang
kan oleh Mahkamah Agung dan pada Peradilan lain termasuk Peradilan Agama merupakan kekuasaan yang utuh bersifat merdeka terlepas dari campur tangan pemerintah, hal ini berarti Mahkamah Agung sebagai penyelenggara kekuasaan kehakiman memiliki otoritas dalam hal susunan
Susunan organisasi Pengadilan Agama Tebing Tinggi dibuat untuk tugas pokok maupun tugas bantuan. Tugas pokok juan utama dari satuan nis operasional dan berkaitan e, sedangkan tugas bantuan adalah tugas yang berkaitan dengan kegiatan yang bersifat menunjang pelaksanaan tugas pokok, sifatnya adalah
Organisasi Pengadilan Agama Tebing Tinggi dipimpin oleh Ketua dan Wakil Ketua, dan Kepaniteraan Pengadilan Agama Tebing Tinggi dipimpin oleh seorang n Agama Tebing Tinggi dipimpin oleh
bertugas melaksanakan administrasi perkara, u pelaksana mengenai kegiatan utama yang bersifat teknis operasional menyangkut menyelesaikan setiap perkara yang diajukan ke
Panitera dibantu oleh Panitera Muda (Panitera Muda Permohonan, Gugatan, dan i pimpin oleh Panitera Muda. Disamping niteraan yang terdiri dari Panitera
Sedangkan bidang
administrasi umum yaitu suatu ad keuangan dan kepegawaian.
Keuangan, Kasubag Kepegawaian Organisasi dan Tata Laksana dan Kasubag Perencanaan, IT dan Pelaporan).
Secara lengkap struktur organisasi Pengadilan Agama Tebing Tinggi dapat digambarkan sebagai berikut :
Sedangkan bidang Kesekretariatan mempunyai tugas menyelenggarakan dministrasi umum yaitu suatu administrasi berhubungan dengan bidang umum, kepegawaian. Sekretaris di bantu oleh Kasubag (Kasubag Umum dan Keuangan, Kasubag Kepegawaian Organisasi dan Tata Laksana dan Kasubag Perencanaan, IT dan Pelaporan).
Secara lengkap struktur organisasi Pengadilan Agama Tebing Tinggi dapat i berikut :
mempunyai tugas menyelenggarakan ministrasi berhubungan dengan bidang umum, Sekretaris di bantu oleh Kasubag (Kasubag Umum dan Keuangan, Kasubag Kepegawaian Organisasi dan Tata Laksana dan Kasubag
Secara lengkap struktur organisasi Pengadilan Agama Tebing Tinggi dapat
Laporan Tahunan Pengadilan Agama Tebing Tinggi Tahun 2018 PANITERA MUDA GUGATAN Drs. Murni Rahayu PANITERA MUDA PERMOHONAN Siti Aisyah, S.Ag
MAJELIS HAKIM 1. Drs. H. Amar Sofyan, M.H. 2. Dra. Hj. Nuraini, S.H. 3. Sri Suryada Br. Sitorus, S.HI PANITERA PENGGANTI -------------------
KETUA ------------------ WAKILKETUA Rosyid Mumtaz, S.HI., M.H PANITERA H. Sugeng Heriono, SH PANITERA GUGATAN Drs. Murni Rahayu
PANITERA MUDA HUKUM H. Ahmad Fadli, SH
Kasubbag Kepegawaian dan ORTALA Henni Erawati JURUSITA/JURUSITA PENGGANTI 1. Mardiyah Batubara
KELOMPOK FUNGSIONAL KEPANITERAAN PANITERA PENGGANTI
Kasubbag Umum dan Khairuna Nasution, S.H 6
JURUSITA/JURUSITA PENGGANTI Kasubbag Umum dan Keuangan Khairuna Nasution, S.H
Kasubbag Perencanaan TI dan Pelaporan --------------------
SEKRETARIS Ahmad Junaidi, S.E
a. Standar Operasional Prosedur
Badan Peradilan berfungsi dan berperan melayani pencari keadilan dan berusaha untuk mengatasi segala hambatan dan rintangan dalam rangka tercapainya peradilan yang sederhana, cepat dan biaya ringan, hal tersebut merupakan suatu yang sangat strategis untuk diwujudkan dalam kegiatan setiap hari.
Sebagai standar
Tinggi, telah dikeluarkan surat keputusan tentang Penjaminan Mutu Pengad
tanggal 11 Maret 2018.
Adapun Standar Operasional Prosedur Pengadilan Agama Tebing Tinggi merupakan ukuran baku dalam penyelenggaraan pelayanan yang
pemberi dan atau penerima layanan di Pengadilan Agama Tebing Tinggi meliputi Administrasi Manajemen, Administrasi Kesekretariatan dan Administrasi Kepaniteraan
No Nama SOP
1 Administrasi Manajemen 2 Administrasi Kesekretariatan 3 Administrasi Kepaniteraan
Adapun Standar Operasional Prosedur (SOP) 1. Standar Operasional Prosedur (SOP) 2. Standar Operasional Prosedur (SOP) 3. Standar Operasional Prosedur (SOP) 4. Standar Operasional Prosedur (SOP) 5. Standar Operasional Prosedur (SOP) 6. Standar Operasional Prosedur (SOP) 7. Standar Operasional Prosedur (SOP) 8. Standar Operasional Prosedur (SOP) 9. Standar Operasional Prosedur (SOP) 10. Standar Operasional Prosedur (SOP) 11. Standar Operasional Prosedur (SOP)
Standar Operasional Prosedur (SOP)
Badan Peradilan berfungsi dan berperan melayani pencari keadilan dan berusaha untuk mengatasi segala hambatan dan rintangan dalam rangka tercapainya peradilan sederhana, cepat dan biaya ringan, hal tersebut merupakan suatu yang sangat strategis untuk diwujudkan dalam kegiatan setiap hari.
Sebagai standar prosedur pelayanan perkara di Pengadilan Agama Tebing Tinggi, telah dikeluarkan surat keputusan tentang Tim Pelaksana Sertifikasi Akreditasi
Pengadilan Agama Tebing Tinggi No. W2-A6/560
Adapun Standar Operasional Prosedur Pengadilan Agama Tebing Tinggi merupakan ukuran baku dalam penyelenggaraan pelayanan yang
pemberi dan atau penerima layanan di Pengadilan Agama Tebing Tinggi meliputi Administrasi Manajemen, Administrasi Kesekretariatan dan Administrasi Kepaniteraan
Nama SOP Jumlah
Administrasi Manajemen 11
Administrasi Kesekretariatan 28
Administrasi Kepaniteraan 66
Adapun Standar Operasional Prosedur (SOP) Administrasi Manajemen Standar Operasional Prosedur (SOP) Manajemen Resiko
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengendalian Dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengendalian Arsip Standar Operasional Prosedur (SOP) Komunikasi
Standar Operasional Prosedur (SOP) Asessment Internal Standar Operasional Prosedur (SOP) Tinjauan manajemen
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengendalian output tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Survey Kepuasan Masyarakat Standar Operasional Prosedur (SOP) Tindakan Perbaikan
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengendalian Peluang Standar Operasional Prosedur (SOP) Perubahan Perencanaan
Badan Peradilan berfungsi dan berperan melayani pencari keadilan dan berusaha untuk mengatasi segala hambatan dan rintangan dalam rangka tercapainya peradilan sederhana, cepat dan biaya ringan, hal tersebut merupakan suatu yang sangat
rosedur pelayanan perkara di Pengadilan Agama Tebing elaksana Sertifikasi Akreditasi 560/KP.04.6/V/2018
Adapun Standar Operasional Prosedur Pengadilan Agama Tebing Tinggi merupakan ukuran baku dalam penyelenggaraan pelayanan yang wajib ditaati oleh pemberi dan atau penerima layanan di Pengadilan Agama Tebing Tinggi meliputi Administrasi Manajemen, Administrasi Kesekretariatan dan Administrasi Kepaniteraan :
Keterangan - - -
Administrasi Manajemen yaitu :
tidak sesuai Survey Kepuasan Masyarakat
Adapun Standar Operasional Prosedur (SOP)
1. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelaksanaan
2. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengembangan Pegawai 3. Standar Operasional Prosedur (SOP) Izin Belajar
4. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan 5. Standar Operasional
6. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Absensi Pegawai 7. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengajuan Cuti Pegawai 8. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Kenaikan Pangkat 9. Standar Operasional Prosedur (SOP) Kenaikan Gaji Berkala
10. Standar Operasional Prosedur (SOP)
11. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Pensiun Pegawai 12. Standar Operasional P
13. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengusulan Penghargaan
14. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelaporan LHKPN dan LHKASN 15. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Tata Naskah Dinas 16. Standar Operasional Prosedur (SOP)
17. Standar Operasional Prosedur (SOP) Penatausahaan Aset 18. Standar Operasional Prosedur (SOP) Penatausahaan Persediaan
19. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemeliharaan Lingkungan dan Keamanan 20. Standar Operasional Prosedur (SOP)
21. Standar Operasional Prosedur (SOP) 22. Standar Operasional Prosedur (SOP) 23. Standar Operasional Prosedur (SOP)
24. Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyusunan
25. Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyusunan Rencana Program Dan Anggaran 26. Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyusunan S
27. Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyusunan Laporan Laporan Tahunan)
28. Standar Operasional
Adapun Standar Operasional Prosedur (SOP)
1. Standar Operasional Prosedur (SOP) Layanan Informasi 2. Standar Operasional Prosedur (SOP) POSBAKUM
un Standar Operasional Prosedur (SOP) Administrasi Kesekretariatan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelaksanaan Orientasi
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengembangan Pegawai Standar Operasional Prosedur (SOP) Izin Belajar dan Tugas Belajar
andar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Data Pegawai Standar Operasional Prosedur (SOP) Karpeg, Pensiun BPJS dan Karis Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Absensi Pegawai Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengajuan Cuti Pegawai
Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Kenaikan Pangkat Standar Operasional Prosedur (SOP) Kenaikan Gaji Berkala
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Izin Perkawinan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Pensiun Pegawai Standar Operasional Prosedur (SOP) Penilaian Pegawai
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengusulan Penghargaan
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelaporan LHKPN dan LHKASN Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Tata Naskah Dinas
al Prosedur (SOP) Pengarsipan Surat Standar Operasional Prosedur (SOP) Penatausahaan Aset Standar Operasional Prosedur (SOP) Penatausahaan Persediaan
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemeliharaan Lingkungan dan Keamanan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelaksanaan Kehumasan dan
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Perpustakaan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pertanggungjawaban Standar Operasional Prosedur (SOP) Penatausahaan PNBP
Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyusunan Laporan Keuangan
Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyusunan Rencana Program Dan Anggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyusunan SAKIP
Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyusunan Laporan (Laporan E
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan TI
Adapun Standar Operasional Prosedur (SOP) Administrasi Kepaniteraan Standar Operasional Prosedur (SOP) Layanan Informasi
Standar Operasional Prosedur (SOP) POSBAKUM
Kesekretariatan yaitu :
dan Tugas Belajar
Prosedur (SOP) Karpeg, Pensiun BPJS dan Karis Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Absensi Pegawai
Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Kenaikan Pangkat
Izin Perkawinan dan Perceraian Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Pensiun Pegawai
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelaporan LHKPN dan LHKASN Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Tata Naskah Dinas
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemeliharaan Lingkungan dan Keamanan dan Keprotokolan
Laporan Keuangan
Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyusunan Rencana Program Dan Anggaran
(Laporan E-Monev dan
Administrasi Kepaniteraan yaitu :
3. Standar Operasional Prosedur (SOP) Sidang Di Luar Ge 4. Standar Operasional Prosedur (SOP)
5. Standar Operasional Prosed
6. Standar Operasional Prosedur (SOP) Penetapan Majelis Hakim 7. Standar Operasional Prosedur (SOP) Penetapan Penunjukan PP 8. Standar Operasional Prosedur (SOP) Penunjukan Jurusita/JSP 9. Standar Operasional Prosedur (SOP) Penetapan Hari Sidang 10. Standar Operasional Prosedur (SOP)
11. Standar Operasional Prosedur (SOP)
yang tidak diketahui tempat tinggalnya dalam perkara perkawinan 12. Standar Operasional Prosedur (SOP)
tidak diketahui tempat tinggalnya selain perkara perkawinan 13. Standar Operasional Prosedur (SOP)
berada di luar negeri
14. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemberitahuan Ke Pengadilan Agama Lain 15. Standar Operasional Prosedur (SOP)
Pemberitahuan Dari Pengadilan Agama La 16. Standar Operasional Prosedur (SOP)
17. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan 18. Standar Operasional Prosedur (SOP)
Bersedia Hadir
19. Standar Operasional Prosedur (SOP) SaksiI Ke Pengadilan Agama Lain
20. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Mohon Bantuan Pemanggilan Saksi Dari Pengadilan
21. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pemeriksaan Setempat 22. Standar Operasional Prosedur (SOP)
Setempat Dari Pengadilan
23. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Mohon Bantuan Pemeriksaan Setempat Ke Pengadilan
24. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan T 25. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan
26. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Sita Buntut Standar Operasional Prosedur (SOP) Sidang Di Luar Gedung Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan penerimaan perkara Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Sidang Terpadu Standar Operasional Prosedur (SOP) Penetapan Majelis Hakim Standar Operasional Prosedur (SOP) Penetapan Penunjukan PP ndar Operasional Prosedur (SOP) Penunjukan Jurusita/JSP Standar Operasional Prosedur (SOP) Penetapan Hari Sidang Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemanggilan Para Pihak
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pemanggilan TergugatTermohon diketahui tempat tinggalnya dalam perkara perkawinan
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pemanggilan Para Pihak yang tidak diketahui tempat tinggalnya selain perkara perkawinan
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pemanggilan Para Pihak berada di luar negeri
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Permohonan Bantuan Panggilan Pemberitahuan Ke Pengadilan Agama Lain
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Permohonan Bantuan Panggilan Pemberitahuan Dari Pengadilan Agama Lain
Standar Operasional Prosedur (SOP) Kegiatan Persidangan ional Prosedur (SOP) Pelayanan Mediasi
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pemanggilan Saksi Yang Tidak
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Mohon Bantuan Pemeriksaan SaksiI Ke Pengadilan Agama Lain
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Mohon Bantuan Pemanggilan engadilan Agama Lain
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pemeriksaan Setempat
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Mohon Bantuan Pemeriksaan engadilan Agama Lain
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Mohon Bantuan Pemeriksaan engadilan Agama Lain
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Tambah Biaya
ar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Permohonan Sita Jaminan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Sita Buntut
elayanan penerimaan perkara ur (SOP) Pelayanan Sidang Terpadu Standar Operasional Prosedur (SOP) Penetapan Majelis Hakim (PMH) Standar Operasional Prosedur (SOP) Penetapan Penunjukan PP
Pelayanan Pemanggilan TergugatTermohon diketahui tempat tinggalnya dalam perkara perkawinan
Pelayanan Pemanggilan Para Pihak yang
Pelayanan Pemanggilan Para Pihak yang
Pelayanan Permohonan Bantuan Panggilan -
Pelayanan Permohonan Bantuan Panggilan -
Pelayanan Pemanggilan Saksi Yang Tidak
Bantuan Pemeriksaan
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Mohon Bantuan Pemanggilan
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pemeriksaan Setempat
Pelayanan Mohon Bantuan Pemeriksaan
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Mohon Bantuan Pemeriksaan
Panjar Perkara Sita Jaminan
27. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Sita Harta Bersama Tanpa Perkara 28. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pemberitahua
29. Standar Operasional Prosedur (SOP) 30. Standar Operasional Prosedur (SOP)
Pertama kepada Para Pihak
31. Standar Operasional Prosedur (SOP) Nikah
32. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Ikrar Talak 33. Standar Operasional Prosedur (SOP)
Cerai
34. Standar Operasional Prosedur (SOP) Putusan Ke KUA
35. Standar Operasional Prosedur (SOP)
36. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Perkara Ekonomi Syariah Memenuhi Syarat dengan Pemeriksaan Sederhana
37. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Penerimaan Perkara dal Ekonomi Syariah dengan acara sederhana tidak memenuhi Syarat
38. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Keberatan dalam upaya Hukum perkara dalam ekonomi syariah telah melewati batas waktu
39. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Keberatan dalam
Hukum Perkara Sederhana dalam Ekonomi Syariah yang Memenuhi Batas Waktu 40. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Banding
41. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Kasasi
42. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Kasasi Yang Tidak M Syarat Formal Dengan Alasan Melebihi Waktu
43. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Kasasi Yang Tidak Memenuhi Syarat Formal Dengan Alasan Tidak Mengajukan Memori
44. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Peninjauan Kembali
45. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Prodeo pada Tingkat Pertama 46. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Prodeo pada Tingkat Banding 47. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Prodeo pada Tingkat Kasasi 48. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan P
Tingkat Pertama
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Sita Harta Bersama Tanpa Perkara Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pemberitahuan Isi Putusan
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pengelolaan Uang
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Penyerahan Salinan Putusan Pertama kepada Para Pihak
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pengembalian
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Ikrar Talak Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Penerbitan dan
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pengiriman Petikan Salinan
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Permintaan Produk Pengadilan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Perkara Ekonomi Syariah Memenuhi Syarat dengan Pemeriksaan Sederhana
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Penerimaan Perkara dal Ekonomi Syariah dengan acara sederhana tidak memenuhi Syarat
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Keberatan dalam upaya Hukum perkara dalam ekonomi syariah telah melewati batas waktu
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Keberatan dalam
Hukum Perkara Sederhana dalam Ekonomi Syariah yang Memenuhi Batas Waktu Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Banding
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Kasasi
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Kasasi Yang Tidak M Syarat Formal Dengan Alasan Melebihi Waktu
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Kasasi Yang Tidak Memenuhi Syarat Formal Dengan Alasan Tidak Mengajukan Memori
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Peninjauan Kembali
Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Prodeo pada Tingkat Pertama Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Prodeo pada Tingkat Banding Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Prodeo pada Tingkat Kasasi
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pembebasan Biaya Perkara Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Sita Harta Bersama Tanpa Perkara
n Isi Putusan lolaan Uang Sisa Panjar Penyerahan Salinan Putusan
Pengembalian Kutipan Akta
Pelayanan Penerbitan dan Penyerahan Akta
Pelayanan Pengiriman Petikan Salinan
Pelayanan Permintaan Produk Pengadilan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Perkara Ekonomi Syariah
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Penerimaan Perkara dalam Ekonomi Syariah dengan acara sederhana tidak memenuhi Syarat
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Keberatan dalam upaya Hukum
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Keberatan dalam Perkara Upaya Hukum Perkara Sederhana dalam Ekonomi Syariah yang Memenuhi Batas Waktu
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Kasasi Yang Tidak Memenuhi
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Kasasi Yang Tidak Memenuhi
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Peninjauan Kembali
Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Prodeo pada Tingkat Pertama Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Prodeo pada Tingkat Banding Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Prodeo pada Tingkat Kasasi
embebasan Biaya Perkara
49. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pembebasan Biaya Perkara Tingkat Banding
50. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pembebasan Biaya Perkara Tingkat Kasasi
51. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan
52. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Permohonan Ekesekusi Pembayaran sejumlah uang
53. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Permohonan Ekesekusi selain putusan Pengadilan Agama dengan lelang
54. Standar Operasional Prosedur Pengadilan Agama Lain
55. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Mohon Bantuan Eksekusi dari Pengadilan Agama Lain
56. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Konsin 57. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelay
58. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengarsipan 59. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan 60. Standar Operasional Prosedur (SOP)
61. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan TNI atau POLRI
62. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Permohonan Kuasa Khusus
63. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Itsbat Nikah Voluntair 64. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan ATK Perkara
65. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan
66. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Sisa Panjar
b. Kinerja/ Sasaran Kinerja Pegawai (SKP)
Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Pengadila adalah sebagai berikut :
No Nama
1 Ketua 2 Wakil Ketua
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pembebasan Biaya Perkara
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pembebasan Biaya Perkara
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Permohonan Eksekusi Riil
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Permohonan Ekesekusi Pembayaran sejumlah uang
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Permohonan Ekesekusi selain putusan Pengadilan Agama dengan lelang
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Mohon Bantuan Eksekusi ke Pengadilan Agama Lain
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Mohon Bantuan Eksekusi dari Pengadilan Agama Lain
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Konsinyasi
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan permohonan Itsbat Rukiyat Hilal Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengarsipan
rasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pelaporan Perkara rasional Prosedur (SOP) Pengaduan
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Permohonan Percerai
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Permohonan
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Itsbat Nikah Voluntair Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan ATK Perkara
ional Prosedur (SOP) Pengelolaan Keuangan Perkara Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Sisa Panjar
Sasaran Kinerja Pegawai (SKP)
Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Pengadilan Agama Tebing Tinggi tahun 201
Nama SKP Jumlah
- 1
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pembebasan Biaya Perkara
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pembebasan Biaya Perkara
Permohonan Eksekusi Riil
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Permohonan Ekesekusi
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Permohonan Ekesekusi selain
(SOP) Pelayanan Mohon Bantuan Eksekusi ke
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Mohon Bantuan Eksekusi dari
anan permohonan Itsbat Rukiyat Hilal
Perkara
Permohonan Perceraian PNS atau
Pendaftaran Surat
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Itsbat Nikah Voluntair Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan ATK Perkara
Keuangan Perkara
n Agama Tebing Tinggi tahun 2017
Keterangan - -
3 Ketua Majelis 4 Hakim Anggota
5 Hakim Pengawas Bidang 6 Panitera
7 Wakil Panitera 8 Panitera Muda 9 Panitera Pengganti 10 Jurusita
11 Jurusita Pengganti 12 Sekretaris
13 Kasubag 14 Staf/ Pelaksana
Lebih jelasnya Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) tersebut dapat di uraikan sebagai berikut :
1. SKP Ketua
1) Membuat Penetapan Perkara Prodeo
2) Menunjuk Hakim membuat catatn gugatan bagi yang buta 3) Membuat PMH
4) Membuat PHS
5) Menyidangkan perkara 6) Mengoreksi Berita Acara
7) Membuat dan Mengoreksi Putusan 8) Menandatangani Putusan
9) Meminutasi Berkas Perkara
10) Melakukan Evaluasi terhadap hasil pengawasan hakim 11) Menindaklanjuti laporan atas hasil pengawasan hakim 12) Menganonim putusan
13) Membuat Penetapan aanmaning 14) Membuat penetapan perintah eksekusi 15) Membuat surat izin Kuasa Insidentil 16) Membuat surat bantuan panggilan tabayun 17) Menandatangani
18) Menandatangani dan memaraf Buku Keuangan Perkara 19) Menandatangani dan memaraf Buku Register Pengaduan 20) Memeriksa dan menutup secara insidentil BIKP
1 3
Hakim Pengawas Bidang 3
1 - 3
Panitera Pengganti -
- 1 1 2 -
Lebih jelasnya Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) tersebut dapat di uraikan sebagai
Membuat Penetapan Perkara Prodeo
Menunjuk Hakim membuat catatn gugatan bagi yang buta huruf Membuat PMH
Membuat PHS
Menyidangkan perkara Mengoreksi Berita Acara
Membuat dan Mengoreksi Putusan Menandatangani Putusan
Meminutasi Berkas Perkara
Melakukan Evaluasi terhadap hasil pengawasan hakim Menindaklanjuti laporan atas hasil pengawasan hakim Menganonim putusan
Membuat Penetapan aanmaning Membuat penetapan perintah eksekusi Membuat surat izin Kuasa Insidentil Membuat surat bantuan panggilan tabayun
Menandatangani dan memaraf Buku Register Perkara Menandatangani dan memaraf Buku Keuangan Perkara Menandatangani dan memaraf Buku Register Pengaduan Memeriksa dan menutup secara insidentil BIKP
- - - - - - - - - - - -
Lebih jelasnya Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) tersebut dapat di uraikan sebagai
huruf
21) Memeriksa dan menandatangani penutupan Buku Register 22) Memeriksa dan menandatangani penutupan Buku Keuangan 23) Memeriksa dan menandatangani laporan perkara
24) Memeriksa dan menandatangani laporan pengaduan 25) Membuat SK yang berkaitan dengan proses perkara 26) Mengevaluasi
27) Melakukan rapat kordinasi, pimpinan dan lainnya
28) Menetapkan Renstra, IKU, RKT (Renja) dan program kerja 29) Membuat Kontrak penetapan kerja
30) Menandatangani SK yang berhubungan dengan naskah kepegawaian 31) Menandatangani SK
32) Mendisposisi surat masuk
33) Mengoreksi dan menandatangani surat
34) Membuat laporan tahunan dan laporan Akuntabilitas Kinerja (LAKIP) 35) Membuat dokumen SAKIP
36) Membuat penilaian Sasaran Kerja 37) Melaksanakan tugas
2. SKP Wakil Ketua 1) Membuat RKT 2) Membuat SOP 3) Membuat SAKIP 4) Membuat LAKIP
5) Menunjuk Hakim Mediator 6) Membuat PMH
7) Membuat PHS
8) Menyidangkan Perkara 9) Mengoreksi Berita
10) Menandatangani Berita Acara
11) Membuat/mengoreksi Konsep Putusan 12) Menandatangani Putusan
13) Meminutasi Berkas Perkara 14) Menganonim Putusan
15) Membuat Program Kerja Pengawasan
16) Melakukan evaluasi dan melaporkan hasil pengawasan 17) Melakukan rapat BAPERJAKAT
Memeriksa dan menandatangani penutupan Buku Register setiap akhir tahun Memeriksa dan menandatangani penutupan Buku Keuangan
Memeriksa dan menandatangani laporan perkara Memeriksa dan menandatangani laporan pengaduan Membuat SK yang berkaitan dengan proses perkara Mengevaluasi pelaksanaan SOP
Melakukan rapat kordinasi, pimpinan dan lainnya
Menetapkan Renstra, IKU, RKT (Renja) dan program kerja Membuat Kontrak penetapan kerja
Menandatangani SK yang berhubungan dengan naskah kepegawaian Menandatangani SK yang berhubungan dengan keuangan
Mendisposisi surat masuk
Mengoreksi dan menandatangani surat-surat dinas
Membuat laporan tahunan dan laporan Akuntabilitas Kinerja (LAKIP) Membuat dokumen SAKIP
Membuat penilaian Sasaran Kerja Pegawai
Melaksanakan tugas-tugas lainnya ke PEMKO dan PTA
Membuat RKT Membuat SOP Membuat SAKIP Membuat LAKIP
Menunjuk Hakim Mediator Membuat PMH
Membuat PHS
Menyidangkan Perkara Mengoreksi Berita Acara Menandatangani Berita Acara
Membuat/mengoreksi Konsep Putusan Menandatangani Putusan
Meminutasi Berkas Perkara Menganonim Putusan
Membuat Program Kerja Pengawasan
Melakukan evaluasi dan melaporkan hasil pengawasan Melakukan rapat BAPERJAKAT
setiap akhir tahun Memeriksa dan menandatangani penutupan Buku Keuangan
Menetapkan Renstra, IKU, RKT (Renja) dan program kerja
Menandatangani SK yang berhubungan dengan naskah kepegawaian
Membuat laporan tahunan dan laporan Akuntabilitas Kinerja (LAKIP)
18) Membuat laporan kegiatan hakim
19) Bersama Ketua memimpin pelaksanaan tugas PA Tebing Tinggi
20) Mewakili Ketua dalam menghadiri undangan, baik dari PEMKO, DPRD, dan instansi Pemerintah lainnya
21) Menyelenggarakan
22) Menetapkan dan memerintahkan sita eksekusi/eksekusi, apabila Ketua berhalangan
23) Melaksanakan eksaminasi putusan yang telah berkekuatan hukum tetap 24) Melaksanakan tugas sebagai mediator sesuai de
25) Menandatangani surat
26) Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh Ketua
3. SKP Ketua Majelis
1) Membuat catatan gugatan/permohonan bagi yang buta huruf 2) Mempelajari berkas perkara
3) Menyidangkan perkara 4) Mengoreksi Berita Acara
5) Melakukan musyawarah majelis 6) Membuat Konsep Putusan 7) Menandatangani putusan
8) Memeriksa berkas perkara yang akan diminutasi 9) Menganonim putusan
10) Melakukan pengawasan 11) Membuat laporan
12) Membuat instrumen persidangan 13) Membuat laporan Kegiatan Hakim 14) Melakukan mediasi
15) Melakukan rapat BAPERJAKAT 16) Melaksanakan eksaminasi putusan 17) Melaksanakan tugas
4. SKP Hakim Anggota
1) Membuat catatan gugatan/permohonan bagi yang buta huruf 2) Mempelajari berkas perkara
3) Menyidangkan perkara 4) Mengoreksi Berita Acara
5) Melakukan musyawarah majelis Membuat laporan kegiatan hakim
Bersama Ketua memimpin pelaksanaan tugas PA Tebing Tinggi
Mewakili Ketua dalam menghadiri undangan, baik dari PEMKO, DPRD, dan instansi Pemerintah lainnya
Menyelenggarakan pembinaan mental dan disiplin Pegawai dan honorer Menetapkan dan memerintahkan sita eksekusi/eksekusi, apabila Ketua Melaksanakan eksaminasi putusan yang telah berkekuatan hukum tetap Melaksanakan tugas sebagai mediator sesuai dengan penunjukan Menandatangani surat-surat dinas, apabila Ketua berhalangan Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh Ketua
Membuat catatan gugatan/permohonan bagi yang buta huruf Mempelajari berkas perkara
Menyidangkan perkara Mengoreksi Berita Acara
Melakukan musyawarah majelis Membuat Konsep Putusan Menandatangani putusan
Memeriksa berkas perkara yang akan diminutasi Menganonim putusan
Melakukan pengawasan
Membuat laporan hasil pengawasan Membuat instrumen persidangan Membuat laporan Kegiatan Hakim Melakukan mediasi
Melakukan rapat BAPERJAKAT Melaksanakan eksaminasi putusan
Melaksanakan tugas-tugas yang diperintahkan pimpinan SKP Hakim Anggota
Membuat catatan gugatan/permohonan bagi yang buta huruf Mempelajari berkas perkara
Menyidangkan perkara Mengoreksi Berita Acara
Melakukan musyawarah majelis
Bersama Ketua memimpin pelaksanaan tugas PA Tebing Tinggi
Mewakili Ketua dalam menghadiri undangan, baik dari PEMKO, DPRD, dan pembinaan mental dan disiplin Pegawai dan honorer Menetapkan dan memerintahkan sita eksekusi/eksekusi, apabila Ketua Melaksanakan eksaminasi putusan yang telah berkekuatan hukum tetap
ngan penunjukan surat dinas, apabila Ketua berhalangan
Membuat catatan gugatan/permohonan bagi yang buta huruf
Membuat catatan gugatan/permohonan bagi yang buta huruf
6) Membuat Konsep Putusan 7) Menandatangani putusan 8) Menganonim putusan 9) Melakukan pengawasan
10) Membuat laporan hasil pengawasan 11) Melakukan mediasi
12) Melaksanakan eksaminasi putusan 13) Melaksanakan tugas
5. SKP Hakim Pengawas Bidang
1) Membuat catatan gugatan/permohonan bagi yang 2) Mempelajari berkas perkara
3) Menyidangkan perkara 4) Mengoreksi Berita Acara
5) Melakukan musyawarah majelis 6) Membuat Konsep Putusan 7) Menandatangani putusan
8) Memeriksa berkas perkara yang akan diminutasi 9) Menganonim putusan
10) Melakukan pengawasan
11) Membuat laporan hasil pengawasan 12) Membuat instrumen persidangan 13) Membuat laporan Kegiatan Hakim 14) Melakukan mediasi
15) Melaksanakan eksaminasi putusan 16) Melaksanakan tugas
6. SKP Panitera
1) Menyusun program kerja
2) Membuat rencana anggaran biaya proses 3) Menyusun laporan keadaan perkara 4) Menyusun laporan keuangan perkara
5) Membuat surat penunjukan Panitera Pengganti 6) Membuat surat penunjukan Jurusita dan Jurusita 7) Menetapkan SK kelompok kerja kepaniteraan 8) Membuat laporan pengaduan
Membuat Konsep Putusan Menandatangani putusan Menganonim putusan Melakukan pengawasan
Membuat laporan hasil pengawasan Melakukan mediasi
Melaksanakan eksaminasi putusan
Melaksanakan tugas-tugas yang diperintahkan pimpinan
SKP Hakim Pengawas Bidang
Membuat catatan gugatan/permohonan bagi yang buta huruf Mempelajari berkas perkara
Menyidangkan perkara Mengoreksi Berita Acara
Melakukan musyawarah majelis Membuat Konsep Putusan Menandatangani putusan
Memeriksa berkas perkara yang akan diminutasi Menganonim putusan
Melakukan pengawasan
Membuat laporan hasil pengawasan Membuat instrumen persidangan Membuat laporan Kegiatan Hakim Melakukan mediasi
Melaksanakan eksaminasi putusan
Melaksanakan tugas-tugas lain yang diperintahkan pimpinan
Menyusun program kerja
Membuat rencana anggaran biaya proses Menyusun laporan keadaan perkara Menyusun laporan keuangan perkara
Membuat surat penunjukan Panitera Pengganti
Membuat surat penunjukan Jurusita dan Jurusita Pengganti Menetapkan SK kelompok kerja kepaniteraan
Membuat laporan pengaduan
buta huruf
tugas lain yang diperintahkan pimpinan
9) Menandatangani akta cerai 10) Menandatangani akta banding 11) Menandatangani akta kasasi 12) Menandatangani akta PK
13) Menandatangani laporan perkara 14) Membuat Berita Acara Sidang
15) Membuat Berita Acara Sita Eksekusi
16) Membuat instrumen PGL/PBT/amar putus/tunda 17) Membuat penetapan (Sita/Ikrar)
18) Mengikuti dan mencatat jalannya sidang 19) Melaksanakan eksekusi
7. SKP Wakil Panitera
1) Mengikuti dan mencatat jalannya sidang
2) Membuat dan menandatangani Berita Acara Sidang (BAS) 3) Mengetik penetapan (sita/ikrar)
4) Melaksanakan pemberkasan perkara
5) Meneliti dan memeriksa kelengkapan berkas perkara baru 6) Menyiapkan data perkara untuk
7) Menyiapkan bahan program kerja di bidang kepaniteraan 8) Menyiapkan bahan rencana anggaran biaya proses 9) Menyiapkan bahan laporan keadaan perkara 10) Menyiapkan bahan laporan keuangan perkara 11) Mengoreksi laporan
Ketua
12) Membuat laporan realisasi biaya proses (anggaran)
13) Mengoreksi akta cerai yang dibuat oleh Panmud Hukum (meja III) 14) Memonitor pelaksanaan aplikasi SIADPA PLUS dan Publikasi putusan
8. SKP Panitera Muda
a. SKP Panitera Muda Permohonan 1) Mengikuti dan mencatat jalannya sidang
2) Membuat dan menandatangani berita acara sidang (BAS) 3) Mengetik penetapan (Sita/Ikrar)
4) Melaksanakan pemberkasan perkara 5) Menerima/memeriksa berkas permohonan
6) Mengisi buku register perkara permohonan dan register lainnya Menandatangani akta cerai
Menandatangani akta banding Menandatangani akta kasasi Menandatangani akta PK
Menandatangani laporan perkara Membuat Berita Acara Sidang
Membuat Berita Acara Sita Eksekusi
Membuat instrumen PGL/PBT/amar putus/tunda Membuat penetapan (Sita/Ikrar)
Mengikuti dan mencatat jalannya sidang Melaksanakan eksekusi
SKP Wakil Panitera
dan mencatat jalannya sidang
Membuat dan menandatangani Berita Acara Sidang (BAS) Mengetik penetapan (sita/ikrar)
Melaksanakan pemberkasan perkara
Meneliti dan memeriksa kelengkapan berkas perkara baru
Menyiapkan data perkara untuk bahan penyusunan program kerja Menyiapkan bahan program kerja di bidang kepaniteraan
Menyiapkan bahan rencana anggaran biaya proses Menyiapkan bahan laporan keadaan perkara Menyiapkan bahan laporan keuangan perkara
Mengoreksi laporan perkara yang akan ditandatangani oleh Panitera dan Membuat laporan realisasi biaya proses (anggaran)
Mengoreksi akta cerai yang dibuat oleh Panmud Hukum (meja III) Memonitor pelaksanaan aplikasi SIADPA PLUS dan Publikasi putusan
Panitera Muda
Panitera Muda Permohonan Mengikuti dan mencatat jalannya sidang
Membuat dan menandatangani berita acara sidang (BAS) Mengetik penetapan (Sita/Ikrar)
Melaksanakan pemberkasan perkara
Menerima/memeriksa berkas permohonan yang diajukan Mengisi buku register perkara permohonan dan register lainnya
bahan penyusunan program kerja
perkara yang akan ditandatangani oleh Panitera dan
Mengoreksi akta cerai yang dibuat oleh Panmud Hukum (meja III) Memonitor pelaksanaan aplikasi SIADPA PLUS dan Publikasi putusan
Mengisi buku register perkara permohonan dan register lainnya
7) Menaksir panjar biaya perkara permohonan 8) Merekap perkara permohonan
9) Membuat laporan perkara permohonan
10) Membuat instrumen PGL/PBT/amar putus/tunda/undur b. SKP Panitera Muda Gugatan
1) Mengikuti dan mencatat jalannya sidang pengadilan 2) Membuat dan menandatangani berita acara sidang (BAS) 3) Membuat insgtrumen PGL/PBT/Amar putus/Undur 4) Mengetik penetapan (Sita/Ikrar)
5) Melaksanakan pemberkasan perkara
6) Menerima/memeriksa berkas gugatan yang diajukan 7) Mengisi buku register perkara gugatan
8) Menaksir panjar biaya gugatan 9) Merekap perkara gugatan
10) Membuat laporan perkara gugatan c. SKP Panitera Muda Hukum
1) Mengikuti dan mencatat jalannya sidang
2) Membuat dan menandatangani berita acara sidang (BAS) 3) Mengetik penetapan (Sita/Ikrar)
4) Melaksanakan pemberkasan perkara
5) Mengumpulkan dan mengelola data perkara 6) Mengkonsep dan menyelesaikan laporan perkara 7) Menyajikan statistik perkara
8) Mengarsipkan berkas perkara in aktif
9) Mengirim salinan putusan/penetapan (CG/CT) ke KUA 10) Menyusun bundel B
11) Menerbitkan akta cerai 9. SKP Panitera Pengganti
1) Mengikuti dan mencatat jalannya sidang pengadilan 2) Membuat dan menandatangani Berita Acara Sidang (BAS)
3) Membuat penetapan sita jaminan (CB) atas perintah Ketua Majelis 4) Membuat instrumen PGL/PBT/amar putus/undur
5) Meneliti surat-
dibuat oleh jurusita pengganti yang akan disampaikan kepada pihak berperkara
Menaksir panjar biaya perkara permohonan Merekap perkara permohonan
Membuat laporan perkara permohonan
Membuat instrumen PGL/PBT/amar putus/tunda/undur Panitera Muda Gugatan
Mengikuti dan mencatat jalannya sidang pengadilan Membuat dan menandatangani berita acara sidang (BAS) Membuat insgtrumen PGL/PBT/Amar putus/Undur Mengetik penetapan (Sita/Ikrar)
Melaksanakan pemberkasan perkara
Menerima/memeriksa berkas gugatan yang diajukan Mengisi buku register perkara gugatan
Menaksir panjar biaya gugatan Merekap perkara gugatan
Membuat laporan perkara gugatan SKP Panitera Muda Hukum
Mengikuti dan mencatat jalannya sidang pengadilan Membuat dan menandatangani berita acara sidang (BAS) Mengetik penetapan (Sita/Ikrar)
Melaksanakan pemberkasan perkara
Mengumpulkan dan mengelola data perkara Mengkonsep dan menyelesaikan laporan perkara
statistik perkara
Mengarsipkan berkas perkara in aktif
Mengirim salinan putusan/penetapan (CG/CT) ke KUA Menyusun bundel B
Menerbitkan akta cerai SKP Panitera Pengganti
Mengikuti dan mencatat jalannya sidang pengadilan dan menandatangani Berita Acara Sidang (BAS)
Membuat penetapan sita jaminan (CB) atas perintah Ketua Majelis Membuat instrumen PGL/PBT/amar putus/undur
-surat panggilan/relas/pemberitahuan isi putusan/teguran yang jurusita pengganti yang akan disampaikan kepada pihak
Membuat penetapan sita jaminan (CB) atas perintah Ketua Majelis
surat panggilan/relas/pemberitahuan isi putusan/teguran yang jurusita pengganti yang akan disampaikan kepada pihak-pihak