• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR. Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KATA PENGANTAR. Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,"

Copied!
107
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Alhamdulillah, dengan mengucap Syukur yang dalam segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam, yang telah memberikan taufik dan hidayahNya, menganugerahkan kesehatan dan kekuatan sehingga laporan Tahunan Pengadilan Agama Tebing Tinggi dapat diselesaikan oleh Tim Penyusun Laporan Tahunan Pengadilan Agama Tebing Tinggi tahun 2018.

Penyusunan laporan tahunan ini di dasarkan pada surat Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : 1435/SEK/OT.01.2/11/2018 tanggal 26 Nopember 2018 jo surat Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan Nomor : W2-A/2134/OT.01.2/XII/2018 tanggal 7 Desember 2018 tentang Penyusunan Laporan Tahunan 2018, dan Wakil Ketua Pengadilan Agama Tebing Tinggi telah menindaklanjuti dengan menerbitkan Surat Keputusan Nomor : W2-A6/1365/OT.01.2/XII/2018 tanggal 03 Desember 2018 tentang Penunjukan Tim Penyusun Laporan Tahunan dan LKjIP Pengadilan Agama Tebing Tinggi.

Penyusunan laporan tahun 2018 ini bertujuan untuk menggambarkan dan memberikan informasi berbagai program dan kegiatan yang mendukung tugas pokok dan fungsi Lembaga Peradilan Agama serta mengevaluasi pencapaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Pengadilan Agama Tebing Tinggi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun, apakah telah :

1. Sesuai dengan Rencana Kinerja Tahunan (Performance Plan) dan Penetapan Kinerja Pengadilan Agama Tebing Tinggi Tahun 2017 (asas Konsistensi) ;

2. Sejalan dengan Rencana Strategik (Strategic Plan) Pengadilan Agama Tebing Tinggi Tahun 2015-2019 (asas kesinambungan) ;

3. Relevan dengan arah kebijakan umum Pengadilan Tinggi Agama Medan, Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama, dan Mahkamah Agung Republik Indonesia tahun 2017 (asas konstribusi dan keterpaduan).

Secara eksternal Laporan Tahunan 2018 ini merupakan media pertanggung jawaban public (social responsibility) atas pelaksanaan kinerja lembaga peradilan selama tahun 2018, yang pada prinsipnya merupakan kewajiban Pengadilan Agama Tebing Tinggi untuk menjelaskan pelaksanaan dan pencapaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi masing-masing.

Pola pelaporan ini dibuat sekaligus menggambarkan tingkat capaian kinerja berbasis program kerja yang telah direncanakan. Tentu saja dalam penyajiannya terdapat beberapa modifikasi yang membuat laporan ini memiliki spesifikasi yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ini semata-mata hanyalah sebagai sebuah pembelajaran menuju profesionalisme, baik dalam perencanaan kinerja, pengelolaan kinerja, penilaian kinerja, maupun dalam mempertanggungjawabkan kinerja, yang kerangkanya dikonstruksikan sesuai dengan pemahaman tentang sistem akuntabilitas kinerja.

Dengan tersusunnya laporan tahunan 2018 ini, berarti Pengadilan Agama Tebing Tinggi telah menyelesaikan program dan kegiatannya selama kurun waktu 1 (satu) tahun

(2)

pelaksanaan kegiatan dalam upaya memenuhi visi dan

Kami berupaya menyajikan laporan ini secara objektif, transparan dan akuntabel Namun demikian sangat disadari adanya keterbatasan dalam berbagai hal sehingga dalam laporan ini pasti ditemui kekurang

yang konstruktif dari semua pihak sangat diharapkan demi meningkatkan kinerja dan kesempurnaan laporan ini di masa yang akan datang.

Akhirnya hanya kepada Allah SWT kita berserah diri dan kepada segenap Penyusun dan segenap yang telah memberikan kontribusi dalam penyelesaian laporan diucapkan terima kasih.

Demikianlah semoga laporan ini bermanfaat dan berdayaguna bagi pihak membutuhkan, Amiiin Ya Rabbal’Alamin

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

pelaksanaan kegiatan dalam upaya memenuhi visi dan misi Pengadilan Agama Tebing Tinggi.

Kami berupaya menyajikan laporan ini secara objektif, transparan dan akuntabel Namun demikian sangat disadari adanya keterbatasan dalam berbagai hal sehingga dalam laporan ini pasti ditemui kekurangan dan ketidaksempurnaan. Oleh karena itu, tegu yang konstruktif dari semua pihak sangat diharapkan demi meningkatkan kinerja dan kesempurnaan laporan ini di masa yang akan datang.

Akhirnya hanya kepada Allah SWT kita berserah diri dan kepada segenap yang telah memberikan kontribusi dalam penyelesaian laporan

Demikianlah semoga laporan ini bermanfaat dan berdayaguna bagi pihak membutuhkan, Amiiin Ya Rabbal’Alamin

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Tebing Tinggi,

WAKIL KETUA PENGAD AGAMA TEBING TINGGI,

Rosyid Mumtaz, S.HI.

NIP. 19790416.200502.1.001

misi Pengadilan Agama Tebing Tinggi.

Kami berupaya menyajikan laporan ini secara objektif, transparan dan akuntabel.

Namun demikian sangat disadari adanya keterbatasan dalam berbagai hal sehingga dalam rnaan. Oleh karena itu, tegur sapa yang konstruktif dari semua pihak sangat diharapkan demi meningkatkan kinerja dan

Akhirnya hanya kepada Allah SWT kita berserah diri dan kepada segenap Tim yang telah memberikan kontribusi dalam penyelesaian laporan

Demikianlah semoga laporan ini bermanfaat dan berdayaguna bagi pihak-pihak yang

Tebing Tinggi, 03 Januari 2019 KETUA PENGADILAN

TEBING TINGGI,

Rosyid Mumtaz, S.HI., M.H.

790416.200502.1.001

(3)

PENGANTAR DAFTAR ISI

A. Struktur Organisasi (Tupoksi) ... 4

1. Standar Operasional Prosedur (SOP) ... 7

2. Kinerja/ Sasaran Kerja Pegawai (SKP) ... 11

B. Pelayanan Publik yang Prima ... 22

1. Akreditas Penjamin Mutu ... 22

2. POSBAKUM ... 22

3. Sidang Keliling/Pelayana Terpadu ... 22

4. Perkara Prodeo ... 23

A. Sumber Daya Manusia ... 24

1. Mutasi ... 25

2. Promosi ... 25

3. Pensiun ... 26

4. Diklat ... 26

B. Penyelesaian Perkara ... 26

1. Jumlah Sisa Perkara yang Diputus ... 26

2. Jumlah Perkara yang Diputus Tepat Waktu ... 27

3. Jumlah Perkara yang tidak Mengajukan Upaya Hukum Banding Kasasi dan PK ... 27

4. Jumlah Perkara Perdata yang Berhasil Di Mediasi ... 28

5. Jumlah Perkara Anak Yang Berhasil Melalui Diversi ... 28

C. Pengelolaan Sarana dan Prasarana ... 30

D. Pengelolaan Keuangan ... 31

E. Dukungan Teknologi Informasi ... 32

F. Regulasi Tahun 2018 ... 33

DAFTAR ISI

BAB I. PENDAHULUAN

BAB II.

BAB III. PEMBINAAN DAN PENGELOLAAN

(4)

A. Internal ... 36

B. Evaluasi ... 36

1. Kesimpulan ... 38

2. Saran ... 39

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran I (Form Perkara)

Lampiran II (Form Banding, Kasasi, PK) Lampiran III (Form SDM)

Lampiran IV (Form Sarpas) Lampiran V (Form Keuangan) BAB IV. PENGAWASAN

BAB V. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

(5)

engadilan Agama Tebing Tinggi merupakan salah satu lembaga peradilan di Indonesia yang berwenang menerima, memeriksa dan memutus serta menyelesaikan perkara perdata antara orang

yang meliputi Perkawinan, Kewarisan, Wasiat, Hibah, W dan Ekonomi Syariah, sesuai dengan pasal 49 Undang telah diubah dengan Undang

tahun 2009 tentang perubahan ke

Peradilan Agama dengan Kompetensi Relatif 5 (lima) Kecamatan di wilayah Kota Tebing Tinggi dan sebahagian dari wilayah Kabupaten Serdang Bedagai sebanyak 10 (sepuluh) Kecamatan.

A. Kebijakan Umum Peradilan

Pengadilan Agama Tebing Tinggi dalam melaks Lembaga Peradilan bersifat merdeka,

dari Pemerintah dan pengaruh

Pengadilan Agama Tebing Tinggi

Agama yang bersih dan bermartabat menuju Peradilan yang Agung

Peradilan Agama Tebing Tinggi Yang Agung Pengadilan Agama itu sendiri haruslah bermartabat, merdeka, berwibawa dan independent, oleh karenanya penyelenggaraan tupoksi dan tertib administrasi merupakan bagian dari Court of Law, yang mutlak harus dilaksanakan oleh semua aparat peradilan.

Prinsip-prinsip dalam kebijakan

1. Kebijakan mengadili harus mengandung tujuan yang tidak asas hukum umum terutama asas keadilan.

2. Kebijakan mengadili harus dapat menunjukkan penerapan hukum yang ada tanpa suatu diskresi, akan menimbulkan pertentangan secara nyata dengan rasa keadilan, terutama rasa keadilan bagi pencari kead

3. Kebijakan mengadili tidak boleh mencederai asas dan norma konstitusi, asas dan norma konstitusi adalah batas yang tidak dapat dilampaui.

P

BAB I

PENDAHULUAN

ngadilan Agama Tebing Tinggi merupakan salah satu lembaga peradilan di Indonesia yang berwenang menerima, memeriksa dan memutus serta menyelesaikan perkara perdata antara orang-orang yang beragama Islam yang meliputi Perkawinan, Kewarisan, Wasiat, Hibah, Wakaf, Zakat, Infaq, Shodaqah, dan Ekonomi Syariah, sesuai dengan pasal 49 Undang-Undang No. 7 tahun 1989 yang telah diubah dengan Undang-Undang No. 3 tahun 2006 dan Undang

tahun 2009 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang No. 7 tahun 1989

Peradilan Agama dengan Kompetensi Relatif 5 (lima) Kecamatan di wilayah Kota Tebing Tinggi dan sebahagian dari wilayah Kabupaten Serdang Bedagai sebanyak 10

Kebijakan Umum Peradilan

Pengadilan Agama Tebing Tinggi dalam melaksanakan tugas poko

ga Peradilan bersifat merdeka, independent terbebas dari pengaruh dan intervensi dari Pemerintah dan pengaruh-pengaruh lain.

Pengadilan Agama Tebing Tinggi berupaya untuk mewujudkan Agama yang bersih dan bermartabat menuju Peradilan yang Agung,

Peradilan Agama Tebing Tinggi Yang Agung Pengadilan Agama itu sendiri haruslah bermartabat, merdeka, berwibawa dan independent, oleh karenanya penyelenggaraan i dan tertib administrasi merupakan bagian dari Court of Law, yang mutlak harus dilaksanakan oleh semua aparat peradilan.

prinsip dalam kebijakan Court of Law tersebut adalah sebagai berikut:

Kebijakan mengadili harus mengandung tujuan yang tidak bertentangan dengan asas hukum umum terutama asas keadilan.

Kebijakan mengadili harus dapat menunjukkan penerapan hukum yang ada tanpa suatu diskresi, akan menimbulkan pertentangan secara nyata dengan rasa keadilan, terutama rasa keadilan bagi pencari keadilan.

Kebijakan mengadili tidak boleh mencederai asas dan norma konstitusi, asas dan norma konstitusi adalah batas yang tidak dapat dilampaui.

ngadilan Agama Tebing Tinggi merupakan salah satu lembaga peradilan di Indonesia yang berwenang menerima, memeriksa dan memutus serta orang yang beragama Islam akaf, Zakat, Infaq, Shodaqah, Undang No. 7 tahun 1989 yang Undang No. 3 tahun 2006 dan Undang-Undang No. 50 Undang No. 7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama dengan Kompetensi Relatif 5 (lima) Kecamatan di wilayah Kota Tebing Tinggi dan sebahagian dari wilayah Kabupaten Serdang Bedagai sebanyak 10

anakan tugas pokok dan fungsi ndependent terbebas dari pengaruh dan intervensi

mewujudkan Peradilan , untuk mewujudkan Peradilan Agama Tebing Tinggi Yang Agung Pengadilan Agama itu sendiri haruslah bermartabat, merdeka, berwibawa dan independent, oleh karenanya penyelenggaraan i dan tertib administrasi merupakan bagian dari Court of Law, yang mutlak harus

tersebut adalah sebagai berikut:

bertentangan dengan

Kebijakan mengadili harus dapat menunjukkan penerapan hukum yang ada tanpa suatu diskresi, akan menimbulkan pertentangan secara nyata dengan rasa keadilan,

Kebijakan mengadili tidak boleh mencederai asas dan norma konstitusi, asas dan

(6)

4. Kebijakan mengadili tidak boleh mencederai hak 5. Kebijakan mengadili dimaksudkan menemu

pencari keadilan dan kepentingan masyarakat.

6. Walaupun ada diskresi, putusan hakim harus semata

yang ditemukan di persidangan dan tetap memutus menurut hukum. Hakim dilarang melakukan kriminalis

yang samar-samar diatur dalam atau berdasarkan peraturan Perundang

B. Visi dan Misi.

Secara ideal, visi adalah merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh Pengadilan Agama Tebing Tinggi. Visi Pengadi

Peradilan Agama yang Bersih dan Bermartabat menuju Peradilan Yang Agung

Untuk mewujudkan visi tersebut di atas, maka Pengadilan Agama Tebing Tinggi menetapkan misi sebagai berikut:

1. Meningkatkan kepercayaan mas

2. Mewujudkan pelayanan prima bagi masyarakat pencari keadilan;

3. Meningkatkan akses masyarakat terhadap keadilan.

C. Rencana Strategis ( Renstra )

Dalam menjalankan fungsi dan tugas Pengadilan Agama Tebing Tinggi pada masa yang akan datang, telah membuat Rencana Strategis (Renstra) yang memuat tujuan dan sasaran.

Adapun tujuan Pengadilan Agama Tebing Tinggi adalah sebagai berikut:

Mewujudkan Peradilan yang cepat, sederhana dan biaya ringan ; Meningkatkan pengawasan yang ter

Meningkatkan sumber daya manusia aparatur Peradilan ; Meningkatkan kualitas administrasi dan manajemen peradilan ; Meningkatkan sarana dan prasarana peradilan.

Dari tujuan di atas, sasaran yang ingin dicapai oleh Pengadilan Agama Tebi Tinggi adalah sebagai berikut :

1. Terlaksananya percepatan penyelesaian perkara ;

Kebijakan mengadili tidak boleh mencederai hak-hak asasi pencari keadilan.

Kebijakan mengadili dimaksudkan menemukan keseimbangan antara kepentingan pencari keadilan dan kepentingan masyarakat.

Walaupun ada diskresi, putusan hakim harus semata-mata didasarkan pada fakta temukan di persidangan dan tetap memutus menurut hukum. Hakim dilarang melakukan kriminalisasi terhadap hal-hal yang tidak diatur atau sesuatu

samar diatur dalam atau berdasarkan peraturan Perundang

Secara ideal, visi adalah merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh Pengadilan Agama Tebing Tinggi. Visi Pengadilan Agama Tebing Tinggi adalah “

Peradilan Agama yang Bersih dan Bermartabat menuju Peradilan Yang Agung

Untuk mewujudkan visi tersebut di atas, maka Pengadilan Agama Tebing Tinggi menetapkan misi sebagai berikut:

ningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan wujudkan pelayanan prima bagi masyarakat pencari keadilan;

akses masyarakat terhadap keadilan.

Rencana Strategis ( Renstra )

Dalam menjalankan fungsi dan tugas Pengadilan Agama Tebing Tinggi pada yang akan datang, telah membuat Rencana Strategis (Renstra) yang memuat

Adapun tujuan Pengadilan Agama Tebing Tinggi adalah sebagai berikut:

Mewujudkan Peradilan yang cepat, sederhana dan biaya ringan ; Meningkatkan pengawasan yang terencana dan efektif ;

Meningkatkan sumber daya manusia aparatur Peradilan ; Meningkatkan kualitas administrasi dan manajemen peradilan ; Meningkatkan sarana dan prasarana peradilan.

Dari tujuan di atas, sasaran yang ingin dicapai oleh Pengadilan Agama Tebi Tinggi adalah sebagai berikut :

Terlaksananya percepatan penyelesaian perkara ;

hak asasi pencari keadilan.

kan keseimbangan antara kepentingan

didasarkan pada fakta temukan di persidangan dan tetap memutus menurut hukum. Hakim hal yang tidak diatur atau sesuatu samar diatur dalam atau berdasarkan peraturan Perundang-undangan.

Secara ideal, visi adalah merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh Pengadilan lan Agama Tebing Tinggi adalah “ Terwujudkan Peradilan Agama yang Bersih dan Bermartabat menuju Peradilan Yang Agung ”

Untuk mewujudkan visi tersebut di atas, maka Pengadilan Agama Tebing Tinggi

peradilan;

wujudkan pelayanan prima bagi masyarakat pencari keadilan;

Dalam menjalankan fungsi dan tugas Pengadilan Agama Tebing Tinggi pada yang akan datang, telah membuat Rencana Strategis (Renstra) yang memuat

Adapun tujuan Pengadilan Agama Tebing Tinggi adalah sebagai berikut:

Dari tujuan di atas, sasaran yang ingin dicapai oleh Pengadilan Agama Tebing

(7)

2. Terlaksananya pembinaan dan pengawasan ; 3. Terlaksanaya fungsi pengawasan secara efektif ; 4. Terlaksananya bimbingan teknis pejabat peradilan ; 5. Terlaksananya diklat aparat pera

6. Terlaksananya transparansi informasi peradilan ; 7. Terlaksananya ketertiban administrasi kepaniteraan ; 8. Terlaksananya ketertiban administrasi kepegawaian ; 9. Terlaksananya ketertiban administrasi keuangan ; 10. Terlaksananya ketertiban administrasi umum /

11. Terlaksananya peningkatan standarisasi sarana peradilan ; Terlaksananya pembinaan dan pengawasan ;

Terlaksanaya fungsi pengawasan secara efektif ; Terlaksananya bimbingan teknis pejabat peradilan ; Terlaksananya diklat aparat peradilan ;

Terlaksananya transparansi informasi peradilan ; Terlaksananya ketertiban administrasi kepaniteraan ; Terlaksananya ketertiban administrasi kepegawaian ; Terlaksananya ketertiban administrasi keuangan ;

Terlaksananya ketertiban administrasi umum / perlengkapan ; Terlaksananya peningkatan standarisasi sarana peradilan ;

(8)

A. STRUKTUR ORGANISASI (TUPOKSI)

Dalam penjelasan pasal

Kehakiman adalah kekuasaan yang merdeka artinya terlepas dari pengaruh

Pemerintah sebagai implementasi dari pelaksanaan UUD 1945 tersebut telah diwujudkan melalui UU No. 18 tahun 1964 dan UU

Ketentuan-ketentuan Pokok

Kekuasaan Kehakiman yang dilaku

Peradilan lain termasuk Peradilan Agama merupakan kekuasaan yang utuh bersifat merdeka terlepas dari campur tangan pemerintah, hal ini berarti Mahkamah Agung sebagai penyelenggara kekuasaan kehakiman memiliki otoritas dalam hal susunan organisasi, administrasi dan finan

Susunan organisasi Pengadilan Agama Tebing Tinggi dibuat untuk memudahkan pelaksanaan tugas

dalam hal ini melaksanakan program dan kegiatan mengenai tu kerja Pengadilan Agama Tebing Tinggi yang bersifat

dengan bidang substanti

dengan kegiatan yang bersifat menunjang pelaksanaan tugas pokok, sifa teknis administratife dan fasilitatif (sarana).

Organisasi Pengadilan Agama Tebing Tinggi dipimpin oleh Ketua dan Wakil Ketua, dan Kepaniteraan Pengadilan Agama Tebing Tinggi dipimpi

Panitera. dalam bidang Ke seorang Sekretaris.

Adapun bidang

selaku pelaksana mengenai kegiatan utama yang bersifat teknis operasional menyangkut menerima, memeriksa, mengadili, serta

Pengadilan Agama Tebing Tinggi.

Panitera dibantu oleh Panitera Muda (Panitera Muda Permohonan, Gugatan, dan Hukum). Masing-masing sub kepaniteraan d

itu masih ada kelompok

Pengganti dan Jurusita/ Jurisita Pengganti.

BAB II

STRUKTUR ORGANISASI (TUPOKSI)

m penjelasan pasal 24 UUD 1945 menyebutkan bahwa, Kekuasaan Kehakiman adalah kekuasaan yang merdeka artinya terlepas dari pengaruh

Pemerintah sebagai implementasi dari pelaksanaan UUD 1945 tersebut telah lui UU No. 18 tahun 1964 dan UU No. 14 tahun 1970 tentang

Pokok Kekuasaan Kehakiman.

Kekuasaan Kehakiman yang dilakukan oleh Mahkamah

Peradilan lain termasuk Peradilan Agama merupakan kekuasaan yang utuh bersifat merdeka terlepas dari campur tangan pemerintah, hal ini berarti Mahkamah Agung sebagai penyelenggara kekuasaan kehakiman memiliki otoritas dalam hal susunan

isasi, administrasi dan finansial serta teknis yuridisnya.

Susunan organisasi Pengadilan Agama Tebing Tinggi dibuat untuk memudahkan pelaksanaan tugas-tugas pokok maupun tugas bantuan. Tugas pokok dalam hal ini melaksanakan program dan kegiatan mengenai tujuan utama dari satuan kerja Pengadilan Agama Tebing Tinggi yang bersifat teknis operasional dan be

dengan bidang substantife, sedangkan tugas bantuan adalah tugas yang berkaitan dengan kegiatan yang bersifat menunjang pelaksanaan tugas pokok, sifa

e dan fasilitatif (sarana).

Organisasi Pengadilan Agama Tebing Tinggi dipimpin oleh Ketua dan Wakil Ketua, dan Kepaniteraan Pengadilan Agama Tebing Tinggi dipimpi

Kesekretariatan Pengadilan Agama Tebing Tinggi dipimpi

Adapun bidang Kepaniteraan bertugas melaksanakan admi

u pelaksana mengenai kegiatan utama yang bersifat teknis operasional menyangkut menerima, memeriksa, mengadili, serta menyelesaikan setiap perkara yang diajukan ke Pengadilan Agama Tebing Tinggi.

Panitera dibantu oleh Panitera Muda (Panitera Muda Permohonan, Gugatan, dan masing sub kepaniteraan di pimpin oleh Panitera Muda. Di

itu masih ada kelompok tenaga fungsional kapaniteraan yang terdiri dari Panitera Pengganti dan Jurusita/ Jurisita Pengganti.

24 UUD 1945 menyebutkan bahwa, Kekuasaan Kehakiman adalah kekuasaan yang merdeka artinya terlepas dari pengaruh Kekuasaan Pemerintah sebagai implementasi dari pelaksanaan UUD 1945 tersebut telah No. 14 tahun 1970 tentang

kan oleh Mahkamah Agung dan pada Peradilan lain termasuk Peradilan Agama merupakan kekuasaan yang utuh bersifat merdeka terlepas dari campur tangan pemerintah, hal ini berarti Mahkamah Agung sebagai penyelenggara kekuasaan kehakiman memiliki otoritas dalam hal susunan

Susunan organisasi Pengadilan Agama Tebing Tinggi dibuat untuk tugas pokok maupun tugas bantuan. Tugas pokok juan utama dari satuan nis operasional dan berkaitan e, sedangkan tugas bantuan adalah tugas yang berkaitan dengan kegiatan yang bersifat menunjang pelaksanaan tugas pokok, sifatnya adalah

Organisasi Pengadilan Agama Tebing Tinggi dipimpin oleh Ketua dan Wakil Ketua, dan Kepaniteraan Pengadilan Agama Tebing Tinggi dipimpin oleh seorang n Agama Tebing Tinggi dipimpin oleh

bertugas melaksanakan administrasi perkara, u pelaksana mengenai kegiatan utama yang bersifat teknis operasional menyangkut menyelesaikan setiap perkara yang diajukan ke

Panitera dibantu oleh Panitera Muda (Panitera Muda Permohonan, Gugatan, dan i pimpin oleh Panitera Muda. Disamping niteraan yang terdiri dari Panitera

(9)

Sedangkan bidang

administrasi umum yaitu suatu ad keuangan dan kepegawaian.

Keuangan, Kasubag Kepegawaian Organisasi dan Tata Laksana dan Kasubag Perencanaan, IT dan Pelaporan).

Secara lengkap struktur organisasi Pengadilan Agama Tebing Tinggi dapat digambarkan sebagai berikut :

Sedangkan bidang Kesekretariatan mempunyai tugas menyelenggarakan dministrasi umum yaitu suatu administrasi berhubungan dengan bidang umum, kepegawaian. Sekretaris di bantu oleh Kasubag (Kasubag Umum dan Keuangan, Kasubag Kepegawaian Organisasi dan Tata Laksana dan Kasubag Perencanaan, IT dan Pelaporan).

Secara lengkap struktur organisasi Pengadilan Agama Tebing Tinggi dapat i berikut :

mempunyai tugas menyelenggarakan ministrasi berhubungan dengan bidang umum, Sekretaris di bantu oleh Kasubag (Kasubag Umum dan Keuangan, Kasubag Kepegawaian Organisasi dan Tata Laksana dan Kasubag

Secara lengkap struktur organisasi Pengadilan Agama Tebing Tinggi dapat

(10)

Laporan Tahunan Pengadilan Agama Tebing Tinggi Tahun 2018 PANITERA MUDA GUGATAN Drs. Murni Rahayu PANITERA MUDA PERMOHONAN Siti Aisyah, S.Ag

MAJELIS HAKIM 1. Drs. H. Amar Sofyan, M.H. 2. Dra. Hj. Nuraini, S.H. 3. Sri Suryada Br. Sitorus, S.HI PANITERA PENGGANTI -------------------

KETUA ------------------ WAKILKETUA Rosyid Mumtaz, S.HI., M.H PANITERA H. Sugeng Heriono, SH PANITERA GUGATAN Drs. Murni Rahayu

PANITERA MUDA HUKUM H. Ahmad Fadli, SH

Kasubbag Kepegawaian dan ORTALA Henni Erawati JURUSITA/JURUSITA PENGGANTI 1. Mardiyah Batubara

KELOMPOK FUNGSIONAL KEPANITERAAN PANITERA PENGGANTI

Kasubbag Umum dan Khairuna Nasution, S.H 6

JURUSITA/JURUSITA PENGGANTI Kasubbag Umum dan Keuangan Khairuna Nasution, S.H

Kasubbag Perencanaan TI dan Pelaporan --------------------

SEKRETARIS Ahmad Junaidi, S.E

(11)

a. Standar Operasional Prosedur

Badan Peradilan berfungsi dan berperan melayani pencari keadilan dan berusaha untuk mengatasi segala hambatan dan rintangan dalam rangka tercapainya peradilan yang sederhana, cepat dan biaya ringan, hal tersebut merupakan suatu yang sangat strategis untuk diwujudkan dalam kegiatan setiap hari.

Sebagai standar

Tinggi, telah dikeluarkan surat keputusan tentang Penjaminan Mutu Pengad

tanggal 11 Maret 2018.

Adapun Standar Operasional Prosedur Pengadilan Agama Tebing Tinggi merupakan ukuran baku dalam penyelenggaraan pelayanan yang

pemberi dan atau penerima layanan di Pengadilan Agama Tebing Tinggi meliputi Administrasi Manajemen, Administrasi Kesekretariatan dan Administrasi Kepaniteraan

No Nama SOP

1 Administrasi Manajemen 2 Administrasi Kesekretariatan 3 Administrasi Kepaniteraan

Adapun Standar Operasional Prosedur (SOP) 1. Standar Operasional Prosedur (SOP) 2. Standar Operasional Prosedur (SOP) 3. Standar Operasional Prosedur (SOP) 4. Standar Operasional Prosedur (SOP) 5. Standar Operasional Prosedur (SOP) 6. Standar Operasional Prosedur (SOP) 7. Standar Operasional Prosedur (SOP) 8. Standar Operasional Prosedur (SOP) 9. Standar Operasional Prosedur (SOP) 10. Standar Operasional Prosedur (SOP) 11. Standar Operasional Prosedur (SOP)

Standar Operasional Prosedur (SOP)

Badan Peradilan berfungsi dan berperan melayani pencari keadilan dan berusaha untuk mengatasi segala hambatan dan rintangan dalam rangka tercapainya peradilan sederhana, cepat dan biaya ringan, hal tersebut merupakan suatu yang sangat strategis untuk diwujudkan dalam kegiatan setiap hari.

Sebagai standar prosedur pelayanan perkara di Pengadilan Agama Tebing Tinggi, telah dikeluarkan surat keputusan tentang Tim Pelaksana Sertifikasi Akreditasi

Pengadilan Agama Tebing Tinggi No. W2-A6/560

Adapun Standar Operasional Prosedur Pengadilan Agama Tebing Tinggi merupakan ukuran baku dalam penyelenggaraan pelayanan yang

pemberi dan atau penerima layanan di Pengadilan Agama Tebing Tinggi meliputi Administrasi Manajemen, Administrasi Kesekretariatan dan Administrasi Kepaniteraan

Nama SOP Jumlah

Administrasi Manajemen 11

Administrasi Kesekretariatan 28

Administrasi Kepaniteraan 66

Adapun Standar Operasional Prosedur (SOP) Administrasi Manajemen Standar Operasional Prosedur (SOP) Manajemen Resiko

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengendalian Dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengendalian Arsip Standar Operasional Prosedur (SOP) Komunikasi

Standar Operasional Prosedur (SOP) Asessment Internal Standar Operasional Prosedur (SOP) Tinjauan manajemen

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengendalian output tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Survey Kepuasan Masyarakat Standar Operasional Prosedur (SOP) Tindakan Perbaikan

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengendalian Peluang Standar Operasional Prosedur (SOP) Perubahan Perencanaan

Badan Peradilan berfungsi dan berperan melayani pencari keadilan dan berusaha untuk mengatasi segala hambatan dan rintangan dalam rangka tercapainya peradilan sederhana, cepat dan biaya ringan, hal tersebut merupakan suatu yang sangat

rosedur pelayanan perkara di Pengadilan Agama Tebing elaksana Sertifikasi Akreditasi 560/KP.04.6/V/2018

Adapun Standar Operasional Prosedur Pengadilan Agama Tebing Tinggi merupakan ukuran baku dalam penyelenggaraan pelayanan yang wajib ditaati oleh pemberi dan atau penerima layanan di Pengadilan Agama Tebing Tinggi meliputi Administrasi Manajemen, Administrasi Kesekretariatan dan Administrasi Kepaniteraan :

Keterangan - - -

Administrasi Manajemen yaitu :

tidak sesuai Survey Kepuasan Masyarakat

(12)

Adapun Standar Operasional Prosedur (SOP)

1. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelaksanaan

2. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengembangan Pegawai 3. Standar Operasional Prosedur (SOP) Izin Belajar

4. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan 5. Standar Operasional

6. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Absensi Pegawai 7. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengajuan Cuti Pegawai 8. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Kenaikan Pangkat 9. Standar Operasional Prosedur (SOP) Kenaikan Gaji Berkala

10. Standar Operasional Prosedur (SOP)

11. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Pensiun Pegawai 12. Standar Operasional P

13. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengusulan Penghargaan

14. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelaporan LHKPN dan LHKASN 15. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Tata Naskah Dinas 16. Standar Operasional Prosedur (SOP)

17. Standar Operasional Prosedur (SOP) Penatausahaan Aset 18. Standar Operasional Prosedur (SOP) Penatausahaan Persediaan

19. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemeliharaan Lingkungan dan Keamanan 20. Standar Operasional Prosedur (SOP)

21. Standar Operasional Prosedur (SOP) 22. Standar Operasional Prosedur (SOP) 23. Standar Operasional Prosedur (SOP)

24. Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyusunan

25. Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyusunan Rencana Program Dan Anggaran 26. Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyusunan S

27. Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyusunan Laporan Laporan Tahunan)

28. Standar Operasional

Adapun Standar Operasional Prosedur (SOP)

1. Standar Operasional Prosedur (SOP) Layanan Informasi 2. Standar Operasional Prosedur (SOP) POSBAKUM

un Standar Operasional Prosedur (SOP) Administrasi Kesekretariatan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelaksanaan Orientasi

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengembangan Pegawai Standar Operasional Prosedur (SOP) Izin Belajar dan Tugas Belajar

andar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Data Pegawai Standar Operasional Prosedur (SOP) Karpeg, Pensiun BPJS dan Karis Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Absensi Pegawai Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengajuan Cuti Pegawai

Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Kenaikan Pangkat Standar Operasional Prosedur (SOP) Kenaikan Gaji Berkala

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Izin Perkawinan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Pensiun Pegawai Standar Operasional Prosedur (SOP) Penilaian Pegawai

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengusulan Penghargaan

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelaporan LHKPN dan LHKASN Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Tata Naskah Dinas

al Prosedur (SOP) Pengarsipan Surat Standar Operasional Prosedur (SOP) Penatausahaan Aset Standar Operasional Prosedur (SOP) Penatausahaan Persediaan

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemeliharaan Lingkungan dan Keamanan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelaksanaan Kehumasan dan

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Perpustakaan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pertanggungjawaban Standar Operasional Prosedur (SOP) Penatausahaan PNBP

Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyusunan Laporan Keuangan

Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyusunan Rencana Program Dan Anggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyusunan SAKIP

Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyusunan Laporan (Laporan E

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan TI

Adapun Standar Operasional Prosedur (SOP) Administrasi Kepaniteraan Standar Operasional Prosedur (SOP) Layanan Informasi

Standar Operasional Prosedur (SOP) POSBAKUM

Kesekretariatan yaitu :

dan Tugas Belajar

Prosedur (SOP) Karpeg, Pensiun BPJS dan Karis Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Absensi Pegawai

Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Kenaikan Pangkat

Izin Perkawinan dan Perceraian Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Pensiun Pegawai

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelaporan LHKPN dan LHKASN Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Tata Naskah Dinas

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemeliharaan Lingkungan dan Keamanan dan Keprotokolan

Laporan Keuangan

Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyusunan Rencana Program Dan Anggaran

(Laporan E-Monev dan

Administrasi Kepaniteraan yaitu :

(13)

3. Standar Operasional Prosedur (SOP) Sidang Di Luar Ge 4. Standar Operasional Prosedur (SOP)

5. Standar Operasional Prosed

6. Standar Operasional Prosedur (SOP) Penetapan Majelis Hakim 7. Standar Operasional Prosedur (SOP) Penetapan Penunjukan PP 8. Standar Operasional Prosedur (SOP) Penunjukan Jurusita/JSP 9. Standar Operasional Prosedur (SOP) Penetapan Hari Sidang 10. Standar Operasional Prosedur (SOP)

11. Standar Operasional Prosedur (SOP)

yang tidak diketahui tempat tinggalnya dalam perkara perkawinan 12. Standar Operasional Prosedur (SOP)

tidak diketahui tempat tinggalnya selain perkara perkawinan 13. Standar Operasional Prosedur (SOP)

berada di luar negeri

14. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemberitahuan Ke Pengadilan Agama Lain 15. Standar Operasional Prosedur (SOP)

Pemberitahuan Dari Pengadilan Agama La 16. Standar Operasional Prosedur (SOP)

17. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan 18. Standar Operasional Prosedur (SOP)

Bersedia Hadir

19. Standar Operasional Prosedur (SOP) SaksiI Ke Pengadilan Agama Lain

20. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Mohon Bantuan Pemanggilan Saksi Dari Pengadilan

21. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pemeriksaan Setempat 22. Standar Operasional Prosedur (SOP)

Setempat Dari Pengadilan

23. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Mohon Bantuan Pemeriksaan Setempat Ke Pengadilan

24. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan T 25. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan

26. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Sita Buntut Standar Operasional Prosedur (SOP) Sidang Di Luar Gedung Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan penerimaan perkara Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Sidang Terpadu Standar Operasional Prosedur (SOP) Penetapan Majelis Hakim Standar Operasional Prosedur (SOP) Penetapan Penunjukan PP ndar Operasional Prosedur (SOP) Penunjukan Jurusita/JSP Standar Operasional Prosedur (SOP) Penetapan Hari Sidang Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemanggilan Para Pihak

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pemanggilan TergugatTermohon diketahui tempat tinggalnya dalam perkara perkawinan

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pemanggilan Para Pihak yang tidak diketahui tempat tinggalnya selain perkara perkawinan

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pemanggilan Para Pihak berada di luar negeri

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Permohonan Bantuan Panggilan Pemberitahuan Ke Pengadilan Agama Lain

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Permohonan Bantuan Panggilan Pemberitahuan Dari Pengadilan Agama Lain

Standar Operasional Prosedur (SOP) Kegiatan Persidangan ional Prosedur (SOP) Pelayanan Mediasi

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pemanggilan Saksi Yang Tidak

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Mohon Bantuan Pemeriksaan SaksiI Ke Pengadilan Agama Lain

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Mohon Bantuan Pemanggilan engadilan Agama Lain

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pemeriksaan Setempat

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Mohon Bantuan Pemeriksaan engadilan Agama Lain

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Mohon Bantuan Pemeriksaan engadilan Agama Lain

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Tambah Biaya

ar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Permohonan Sita Jaminan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Sita Buntut

elayanan penerimaan perkara ur (SOP) Pelayanan Sidang Terpadu Standar Operasional Prosedur (SOP) Penetapan Majelis Hakim (PMH) Standar Operasional Prosedur (SOP) Penetapan Penunjukan PP

Pelayanan Pemanggilan TergugatTermohon diketahui tempat tinggalnya dalam perkara perkawinan

Pelayanan Pemanggilan Para Pihak yang

Pelayanan Pemanggilan Para Pihak yang

Pelayanan Permohonan Bantuan Panggilan -

Pelayanan Permohonan Bantuan Panggilan -

Pelayanan Pemanggilan Saksi Yang Tidak

Bantuan Pemeriksaan

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Mohon Bantuan Pemanggilan

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pemeriksaan Setempat

Pelayanan Mohon Bantuan Pemeriksaan

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Mohon Bantuan Pemeriksaan

Panjar Perkara Sita Jaminan

(14)

27. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Sita Harta Bersama Tanpa Perkara 28. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pemberitahua

29. Standar Operasional Prosedur (SOP) 30. Standar Operasional Prosedur (SOP)

Pertama kepada Para Pihak

31. Standar Operasional Prosedur (SOP) Nikah

32. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Ikrar Talak 33. Standar Operasional Prosedur (SOP)

Cerai

34. Standar Operasional Prosedur (SOP) Putusan Ke KUA

35. Standar Operasional Prosedur (SOP)

36. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Perkara Ekonomi Syariah Memenuhi Syarat dengan Pemeriksaan Sederhana

37. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Penerimaan Perkara dal Ekonomi Syariah dengan acara sederhana tidak memenuhi Syarat

38. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Keberatan dalam upaya Hukum perkara dalam ekonomi syariah telah melewati batas waktu

39. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Keberatan dalam

Hukum Perkara Sederhana dalam Ekonomi Syariah yang Memenuhi Batas Waktu 40. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Banding

41. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Kasasi

42. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Kasasi Yang Tidak M Syarat Formal Dengan Alasan Melebihi Waktu

43. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Kasasi Yang Tidak Memenuhi Syarat Formal Dengan Alasan Tidak Mengajukan Memori

44. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Peninjauan Kembali

45. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Prodeo pada Tingkat Pertama 46. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Prodeo pada Tingkat Banding 47. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Prodeo pada Tingkat Kasasi 48. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan P

Tingkat Pertama

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Sita Harta Bersama Tanpa Perkara Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pemberitahuan Isi Putusan

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pengelolaan Uang

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Penyerahan Salinan Putusan Pertama kepada Para Pihak

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pengembalian

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Ikrar Talak Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Penerbitan dan

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pengiriman Petikan Salinan

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Permintaan Produk Pengadilan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Perkara Ekonomi Syariah Memenuhi Syarat dengan Pemeriksaan Sederhana

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Penerimaan Perkara dal Ekonomi Syariah dengan acara sederhana tidak memenuhi Syarat

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Keberatan dalam upaya Hukum perkara dalam ekonomi syariah telah melewati batas waktu

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Keberatan dalam

Hukum Perkara Sederhana dalam Ekonomi Syariah yang Memenuhi Batas Waktu Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Banding

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Kasasi

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Kasasi Yang Tidak M Syarat Formal Dengan Alasan Melebihi Waktu

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Kasasi Yang Tidak Memenuhi Syarat Formal Dengan Alasan Tidak Mengajukan Memori

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Peninjauan Kembali

Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Prodeo pada Tingkat Pertama Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Prodeo pada Tingkat Banding Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Prodeo pada Tingkat Kasasi

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pembebasan Biaya Perkara Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Sita Harta Bersama Tanpa Perkara

n Isi Putusan lolaan Uang Sisa Panjar Penyerahan Salinan Putusan

Pengembalian Kutipan Akta

Pelayanan Penerbitan dan Penyerahan Akta

Pelayanan Pengiriman Petikan Salinan

Pelayanan Permintaan Produk Pengadilan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Perkara Ekonomi Syariah

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Penerimaan Perkara dalam Ekonomi Syariah dengan acara sederhana tidak memenuhi Syarat

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Keberatan dalam upaya Hukum

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Keberatan dalam Perkara Upaya Hukum Perkara Sederhana dalam Ekonomi Syariah yang Memenuhi Batas Waktu

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Kasasi Yang Tidak Memenuhi

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Kasasi Yang Tidak Memenuhi

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Peninjauan Kembali

Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Prodeo pada Tingkat Pertama Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Prodeo pada Tingkat Banding Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Prodeo pada Tingkat Kasasi

embebasan Biaya Perkara

(15)

49. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pembebasan Biaya Perkara Tingkat Banding

50. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pembebasan Biaya Perkara Tingkat Kasasi

51. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan

52. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Permohonan Ekesekusi Pembayaran sejumlah uang

53. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Permohonan Ekesekusi selain putusan Pengadilan Agama dengan lelang

54. Standar Operasional Prosedur Pengadilan Agama Lain

55. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Mohon Bantuan Eksekusi dari Pengadilan Agama Lain

56. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Konsin 57. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelay

58. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengarsipan 59. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan 60. Standar Operasional Prosedur (SOP)

61. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan TNI atau POLRI

62. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Permohonan Kuasa Khusus

63. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Itsbat Nikah Voluntair 64. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan ATK Perkara

65. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan

66. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Sisa Panjar

b. Kinerja/ Sasaran Kinerja Pegawai (SKP)

Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Pengadila adalah sebagai berikut :

No Nama

1 Ketua 2 Wakil Ketua

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pembebasan Biaya Perkara

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pembebasan Biaya Perkara

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Permohonan Eksekusi Riil

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Permohonan Ekesekusi Pembayaran sejumlah uang

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Permohonan Ekesekusi selain putusan Pengadilan Agama dengan lelang

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Mohon Bantuan Eksekusi ke Pengadilan Agama Lain

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Mohon Bantuan Eksekusi dari Pengadilan Agama Lain

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Konsinyasi

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan permohonan Itsbat Rukiyat Hilal Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengarsipan

rasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pelaporan Perkara rasional Prosedur (SOP) Pengaduan

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Permohonan Percerai

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Permohonan

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Itsbat Nikah Voluntair Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan ATK Perkara

ional Prosedur (SOP) Pengelolaan Keuangan Perkara Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Sisa Panjar

Sasaran Kinerja Pegawai (SKP)

Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Pengadilan Agama Tebing Tinggi tahun 201

Nama SKP Jumlah

- 1

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pembebasan Biaya Perkara

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Pembebasan Biaya Perkara

Permohonan Eksekusi Riil

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Permohonan Ekesekusi

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Permohonan Ekesekusi selain

(SOP) Pelayanan Mohon Bantuan Eksekusi ke

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Mohon Bantuan Eksekusi dari

anan permohonan Itsbat Rukiyat Hilal

Perkara

Permohonan Perceraian PNS atau

Pendaftaran Surat

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Itsbat Nikah Voluntair Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan ATK Perkara

Keuangan Perkara

n Agama Tebing Tinggi tahun 2017

Keterangan - -

(16)

3 Ketua Majelis 4 Hakim Anggota

5 Hakim Pengawas Bidang 6 Panitera

7 Wakil Panitera 8 Panitera Muda 9 Panitera Pengganti 10 Jurusita

11 Jurusita Pengganti 12 Sekretaris

13 Kasubag 14 Staf/ Pelaksana

Lebih jelasnya Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) tersebut dapat di uraikan sebagai berikut :

1. SKP Ketua

1) Membuat Penetapan Perkara Prodeo

2) Menunjuk Hakim membuat catatn gugatan bagi yang buta 3) Membuat PMH

4) Membuat PHS

5) Menyidangkan perkara 6) Mengoreksi Berita Acara

7) Membuat dan Mengoreksi Putusan 8) Menandatangani Putusan

9) Meminutasi Berkas Perkara

10) Melakukan Evaluasi terhadap hasil pengawasan hakim 11) Menindaklanjuti laporan atas hasil pengawasan hakim 12) Menganonim putusan

13) Membuat Penetapan aanmaning 14) Membuat penetapan perintah eksekusi 15) Membuat surat izin Kuasa Insidentil 16) Membuat surat bantuan panggilan tabayun 17) Menandatangani

18) Menandatangani dan memaraf Buku Keuangan Perkara 19) Menandatangani dan memaraf Buku Register Pengaduan 20) Memeriksa dan menutup secara insidentil BIKP

1 3

Hakim Pengawas Bidang 3

1 - 3

Panitera Pengganti -

- 1 1 2 -

Lebih jelasnya Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) tersebut dapat di uraikan sebagai

Membuat Penetapan Perkara Prodeo

Menunjuk Hakim membuat catatn gugatan bagi yang buta huruf Membuat PMH

Membuat PHS

Menyidangkan perkara Mengoreksi Berita Acara

Membuat dan Mengoreksi Putusan Menandatangani Putusan

Meminutasi Berkas Perkara

Melakukan Evaluasi terhadap hasil pengawasan hakim Menindaklanjuti laporan atas hasil pengawasan hakim Menganonim putusan

Membuat Penetapan aanmaning Membuat penetapan perintah eksekusi Membuat surat izin Kuasa Insidentil Membuat surat bantuan panggilan tabayun

Menandatangani dan memaraf Buku Register Perkara Menandatangani dan memaraf Buku Keuangan Perkara Menandatangani dan memaraf Buku Register Pengaduan Memeriksa dan menutup secara insidentil BIKP

- - - - - - - - - - - -

Lebih jelasnya Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) tersebut dapat di uraikan sebagai

huruf

(17)

21) Memeriksa dan menandatangani penutupan Buku Register 22) Memeriksa dan menandatangani penutupan Buku Keuangan 23) Memeriksa dan menandatangani laporan perkara

24) Memeriksa dan menandatangani laporan pengaduan 25) Membuat SK yang berkaitan dengan proses perkara 26) Mengevaluasi

27) Melakukan rapat kordinasi, pimpinan dan lainnya

28) Menetapkan Renstra, IKU, RKT (Renja) dan program kerja 29) Membuat Kontrak penetapan kerja

30) Menandatangani SK yang berhubungan dengan naskah kepegawaian 31) Menandatangani SK

32) Mendisposisi surat masuk

33) Mengoreksi dan menandatangani surat

34) Membuat laporan tahunan dan laporan Akuntabilitas Kinerja (LAKIP) 35) Membuat dokumen SAKIP

36) Membuat penilaian Sasaran Kerja 37) Melaksanakan tugas

2. SKP Wakil Ketua 1) Membuat RKT 2) Membuat SOP 3) Membuat SAKIP 4) Membuat LAKIP

5) Menunjuk Hakim Mediator 6) Membuat PMH

7) Membuat PHS

8) Menyidangkan Perkara 9) Mengoreksi Berita

10) Menandatangani Berita Acara

11) Membuat/mengoreksi Konsep Putusan 12) Menandatangani Putusan

13) Meminutasi Berkas Perkara 14) Menganonim Putusan

15) Membuat Program Kerja Pengawasan

16) Melakukan evaluasi dan melaporkan hasil pengawasan 17) Melakukan rapat BAPERJAKAT

Memeriksa dan menandatangani penutupan Buku Register setiap akhir tahun Memeriksa dan menandatangani penutupan Buku Keuangan

Memeriksa dan menandatangani laporan perkara Memeriksa dan menandatangani laporan pengaduan Membuat SK yang berkaitan dengan proses perkara Mengevaluasi pelaksanaan SOP

Melakukan rapat kordinasi, pimpinan dan lainnya

Menetapkan Renstra, IKU, RKT (Renja) dan program kerja Membuat Kontrak penetapan kerja

Menandatangani SK yang berhubungan dengan naskah kepegawaian Menandatangani SK yang berhubungan dengan keuangan

Mendisposisi surat masuk

Mengoreksi dan menandatangani surat-surat dinas

Membuat laporan tahunan dan laporan Akuntabilitas Kinerja (LAKIP) Membuat dokumen SAKIP

Membuat penilaian Sasaran Kerja Pegawai

Melaksanakan tugas-tugas lainnya ke PEMKO dan PTA

Membuat RKT Membuat SOP Membuat SAKIP Membuat LAKIP

Menunjuk Hakim Mediator Membuat PMH

Membuat PHS

Menyidangkan Perkara Mengoreksi Berita Acara Menandatangani Berita Acara

Membuat/mengoreksi Konsep Putusan Menandatangani Putusan

Meminutasi Berkas Perkara Menganonim Putusan

Membuat Program Kerja Pengawasan

Melakukan evaluasi dan melaporkan hasil pengawasan Melakukan rapat BAPERJAKAT

setiap akhir tahun Memeriksa dan menandatangani penutupan Buku Keuangan

Menetapkan Renstra, IKU, RKT (Renja) dan program kerja

Menandatangani SK yang berhubungan dengan naskah kepegawaian

Membuat laporan tahunan dan laporan Akuntabilitas Kinerja (LAKIP)

(18)

18) Membuat laporan kegiatan hakim

19) Bersama Ketua memimpin pelaksanaan tugas PA Tebing Tinggi

20) Mewakili Ketua dalam menghadiri undangan, baik dari PEMKO, DPRD, dan instansi Pemerintah lainnya

21) Menyelenggarakan

22) Menetapkan dan memerintahkan sita eksekusi/eksekusi, apabila Ketua berhalangan

23) Melaksanakan eksaminasi putusan yang telah berkekuatan hukum tetap 24) Melaksanakan tugas sebagai mediator sesuai de

25) Menandatangani surat

26) Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh Ketua

3. SKP Ketua Majelis

1) Membuat catatan gugatan/permohonan bagi yang buta huruf 2) Mempelajari berkas perkara

3) Menyidangkan perkara 4) Mengoreksi Berita Acara

5) Melakukan musyawarah majelis 6) Membuat Konsep Putusan 7) Menandatangani putusan

8) Memeriksa berkas perkara yang akan diminutasi 9) Menganonim putusan

10) Melakukan pengawasan 11) Membuat laporan

12) Membuat instrumen persidangan 13) Membuat laporan Kegiatan Hakim 14) Melakukan mediasi

15) Melakukan rapat BAPERJAKAT 16) Melaksanakan eksaminasi putusan 17) Melaksanakan tugas

4. SKP Hakim Anggota

1) Membuat catatan gugatan/permohonan bagi yang buta huruf 2) Mempelajari berkas perkara

3) Menyidangkan perkara 4) Mengoreksi Berita Acara

5) Melakukan musyawarah majelis Membuat laporan kegiatan hakim

Bersama Ketua memimpin pelaksanaan tugas PA Tebing Tinggi

Mewakili Ketua dalam menghadiri undangan, baik dari PEMKO, DPRD, dan instansi Pemerintah lainnya

Menyelenggarakan pembinaan mental dan disiplin Pegawai dan honorer Menetapkan dan memerintahkan sita eksekusi/eksekusi, apabila Ketua Melaksanakan eksaminasi putusan yang telah berkekuatan hukum tetap Melaksanakan tugas sebagai mediator sesuai dengan penunjukan Menandatangani surat-surat dinas, apabila Ketua berhalangan Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh Ketua

Membuat catatan gugatan/permohonan bagi yang buta huruf Mempelajari berkas perkara

Menyidangkan perkara Mengoreksi Berita Acara

Melakukan musyawarah majelis Membuat Konsep Putusan Menandatangani putusan

Memeriksa berkas perkara yang akan diminutasi Menganonim putusan

Melakukan pengawasan

Membuat laporan hasil pengawasan Membuat instrumen persidangan Membuat laporan Kegiatan Hakim Melakukan mediasi

Melakukan rapat BAPERJAKAT Melaksanakan eksaminasi putusan

Melaksanakan tugas-tugas yang diperintahkan pimpinan SKP Hakim Anggota

Membuat catatan gugatan/permohonan bagi yang buta huruf Mempelajari berkas perkara

Menyidangkan perkara Mengoreksi Berita Acara

Melakukan musyawarah majelis

Bersama Ketua memimpin pelaksanaan tugas PA Tebing Tinggi

Mewakili Ketua dalam menghadiri undangan, baik dari PEMKO, DPRD, dan pembinaan mental dan disiplin Pegawai dan honorer Menetapkan dan memerintahkan sita eksekusi/eksekusi, apabila Ketua Melaksanakan eksaminasi putusan yang telah berkekuatan hukum tetap

ngan penunjukan surat dinas, apabila Ketua berhalangan

Membuat catatan gugatan/permohonan bagi yang buta huruf

Membuat catatan gugatan/permohonan bagi yang buta huruf

(19)

6) Membuat Konsep Putusan 7) Menandatangani putusan 8) Menganonim putusan 9) Melakukan pengawasan

10) Membuat laporan hasil pengawasan 11) Melakukan mediasi

12) Melaksanakan eksaminasi putusan 13) Melaksanakan tugas

5. SKP Hakim Pengawas Bidang

1) Membuat catatan gugatan/permohonan bagi yang 2) Mempelajari berkas perkara

3) Menyidangkan perkara 4) Mengoreksi Berita Acara

5) Melakukan musyawarah majelis 6) Membuat Konsep Putusan 7) Menandatangani putusan

8) Memeriksa berkas perkara yang akan diminutasi 9) Menganonim putusan

10) Melakukan pengawasan

11) Membuat laporan hasil pengawasan 12) Membuat instrumen persidangan 13) Membuat laporan Kegiatan Hakim 14) Melakukan mediasi

15) Melaksanakan eksaminasi putusan 16) Melaksanakan tugas

6. SKP Panitera

1) Menyusun program kerja

2) Membuat rencana anggaran biaya proses 3) Menyusun laporan keadaan perkara 4) Menyusun laporan keuangan perkara

5) Membuat surat penunjukan Panitera Pengganti 6) Membuat surat penunjukan Jurusita dan Jurusita 7) Menetapkan SK kelompok kerja kepaniteraan 8) Membuat laporan pengaduan

Membuat Konsep Putusan Menandatangani putusan Menganonim putusan Melakukan pengawasan

Membuat laporan hasil pengawasan Melakukan mediasi

Melaksanakan eksaminasi putusan

Melaksanakan tugas-tugas yang diperintahkan pimpinan

SKP Hakim Pengawas Bidang

Membuat catatan gugatan/permohonan bagi yang buta huruf Mempelajari berkas perkara

Menyidangkan perkara Mengoreksi Berita Acara

Melakukan musyawarah majelis Membuat Konsep Putusan Menandatangani putusan

Memeriksa berkas perkara yang akan diminutasi Menganonim putusan

Melakukan pengawasan

Membuat laporan hasil pengawasan Membuat instrumen persidangan Membuat laporan Kegiatan Hakim Melakukan mediasi

Melaksanakan eksaminasi putusan

Melaksanakan tugas-tugas lain yang diperintahkan pimpinan

Menyusun program kerja

Membuat rencana anggaran biaya proses Menyusun laporan keadaan perkara Menyusun laporan keuangan perkara

Membuat surat penunjukan Panitera Pengganti

Membuat surat penunjukan Jurusita dan Jurusita Pengganti Menetapkan SK kelompok kerja kepaniteraan

Membuat laporan pengaduan

buta huruf

tugas lain yang diperintahkan pimpinan

(20)

9) Menandatangani akta cerai 10) Menandatangani akta banding 11) Menandatangani akta kasasi 12) Menandatangani akta PK

13) Menandatangani laporan perkara 14) Membuat Berita Acara Sidang

15) Membuat Berita Acara Sita Eksekusi

16) Membuat instrumen PGL/PBT/amar putus/tunda 17) Membuat penetapan (Sita/Ikrar)

18) Mengikuti dan mencatat jalannya sidang 19) Melaksanakan eksekusi

7. SKP Wakil Panitera

1) Mengikuti dan mencatat jalannya sidang

2) Membuat dan menandatangani Berita Acara Sidang (BAS) 3) Mengetik penetapan (sita/ikrar)

4) Melaksanakan pemberkasan perkara

5) Meneliti dan memeriksa kelengkapan berkas perkara baru 6) Menyiapkan data perkara untuk

7) Menyiapkan bahan program kerja di bidang kepaniteraan 8) Menyiapkan bahan rencana anggaran biaya proses 9) Menyiapkan bahan laporan keadaan perkara 10) Menyiapkan bahan laporan keuangan perkara 11) Mengoreksi laporan

Ketua

12) Membuat laporan realisasi biaya proses (anggaran)

13) Mengoreksi akta cerai yang dibuat oleh Panmud Hukum (meja III) 14) Memonitor pelaksanaan aplikasi SIADPA PLUS dan Publikasi putusan

8. SKP Panitera Muda

a. SKP Panitera Muda Permohonan 1) Mengikuti dan mencatat jalannya sidang

2) Membuat dan menandatangani berita acara sidang (BAS) 3) Mengetik penetapan (Sita/Ikrar)

4) Melaksanakan pemberkasan perkara 5) Menerima/memeriksa berkas permohonan

6) Mengisi buku register perkara permohonan dan register lainnya Menandatangani akta cerai

Menandatangani akta banding Menandatangani akta kasasi Menandatangani akta PK

Menandatangani laporan perkara Membuat Berita Acara Sidang

Membuat Berita Acara Sita Eksekusi

Membuat instrumen PGL/PBT/amar putus/tunda Membuat penetapan (Sita/Ikrar)

Mengikuti dan mencatat jalannya sidang Melaksanakan eksekusi

SKP Wakil Panitera

dan mencatat jalannya sidang

Membuat dan menandatangani Berita Acara Sidang (BAS) Mengetik penetapan (sita/ikrar)

Melaksanakan pemberkasan perkara

Meneliti dan memeriksa kelengkapan berkas perkara baru

Menyiapkan data perkara untuk bahan penyusunan program kerja Menyiapkan bahan program kerja di bidang kepaniteraan

Menyiapkan bahan rencana anggaran biaya proses Menyiapkan bahan laporan keadaan perkara Menyiapkan bahan laporan keuangan perkara

Mengoreksi laporan perkara yang akan ditandatangani oleh Panitera dan Membuat laporan realisasi biaya proses (anggaran)

Mengoreksi akta cerai yang dibuat oleh Panmud Hukum (meja III) Memonitor pelaksanaan aplikasi SIADPA PLUS dan Publikasi putusan

Panitera Muda

Panitera Muda Permohonan Mengikuti dan mencatat jalannya sidang

Membuat dan menandatangani berita acara sidang (BAS) Mengetik penetapan (Sita/Ikrar)

Melaksanakan pemberkasan perkara

Menerima/memeriksa berkas permohonan yang diajukan Mengisi buku register perkara permohonan dan register lainnya

bahan penyusunan program kerja

perkara yang akan ditandatangani oleh Panitera dan

Mengoreksi akta cerai yang dibuat oleh Panmud Hukum (meja III) Memonitor pelaksanaan aplikasi SIADPA PLUS dan Publikasi putusan

Mengisi buku register perkara permohonan dan register lainnya

(21)

7) Menaksir panjar biaya perkara permohonan 8) Merekap perkara permohonan

9) Membuat laporan perkara permohonan

10) Membuat instrumen PGL/PBT/amar putus/tunda/undur b. SKP Panitera Muda Gugatan

1) Mengikuti dan mencatat jalannya sidang pengadilan 2) Membuat dan menandatangani berita acara sidang (BAS) 3) Membuat insgtrumen PGL/PBT/Amar putus/Undur 4) Mengetik penetapan (Sita/Ikrar)

5) Melaksanakan pemberkasan perkara

6) Menerima/memeriksa berkas gugatan yang diajukan 7) Mengisi buku register perkara gugatan

8) Menaksir panjar biaya gugatan 9) Merekap perkara gugatan

10) Membuat laporan perkara gugatan c. SKP Panitera Muda Hukum

1) Mengikuti dan mencatat jalannya sidang

2) Membuat dan menandatangani berita acara sidang (BAS) 3) Mengetik penetapan (Sita/Ikrar)

4) Melaksanakan pemberkasan perkara

5) Mengumpulkan dan mengelola data perkara 6) Mengkonsep dan menyelesaikan laporan perkara 7) Menyajikan statistik perkara

8) Mengarsipkan berkas perkara in aktif

9) Mengirim salinan putusan/penetapan (CG/CT) ke KUA 10) Menyusun bundel B

11) Menerbitkan akta cerai 9. SKP Panitera Pengganti

1) Mengikuti dan mencatat jalannya sidang pengadilan 2) Membuat dan menandatangani Berita Acara Sidang (BAS)

3) Membuat penetapan sita jaminan (CB) atas perintah Ketua Majelis 4) Membuat instrumen PGL/PBT/amar putus/undur

5) Meneliti surat-

dibuat oleh jurusita pengganti yang akan disampaikan kepada pihak berperkara

Menaksir panjar biaya perkara permohonan Merekap perkara permohonan

Membuat laporan perkara permohonan

Membuat instrumen PGL/PBT/amar putus/tunda/undur Panitera Muda Gugatan

Mengikuti dan mencatat jalannya sidang pengadilan Membuat dan menandatangani berita acara sidang (BAS) Membuat insgtrumen PGL/PBT/Amar putus/Undur Mengetik penetapan (Sita/Ikrar)

Melaksanakan pemberkasan perkara

Menerima/memeriksa berkas gugatan yang diajukan Mengisi buku register perkara gugatan

Menaksir panjar biaya gugatan Merekap perkara gugatan

Membuat laporan perkara gugatan SKP Panitera Muda Hukum

Mengikuti dan mencatat jalannya sidang pengadilan Membuat dan menandatangani berita acara sidang (BAS) Mengetik penetapan (Sita/Ikrar)

Melaksanakan pemberkasan perkara

Mengumpulkan dan mengelola data perkara Mengkonsep dan menyelesaikan laporan perkara

statistik perkara

Mengarsipkan berkas perkara in aktif

Mengirim salinan putusan/penetapan (CG/CT) ke KUA Menyusun bundel B

Menerbitkan akta cerai SKP Panitera Pengganti

Mengikuti dan mencatat jalannya sidang pengadilan dan menandatangani Berita Acara Sidang (BAS)

Membuat penetapan sita jaminan (CB) atas perintah Ketua Majelis Membuat instrumen PGL/PBT/amar putus/undur

-surat panggilan/relas/pemberitahuan isi putusan/teguran yang jurusita pengganti yang akan disampaikan kepada pihak

Membuat penetapan sita jaminan (CB) atas perintah Ketua Majelis

surat panggilan/relas/pemberitahuan isi putusan/teguran yang jurusita pengganti yang akan disampaikan kepada pihak-pihak

Referensi

Dokumen terkait

Dalam Renstra (Strategic Plan) ini termuat rumusan tentang visi, misi, tujuan, sasaran, kebijakan program dan kegiatan sebagai suatu rangka dari proses kinerja yang

organisasi mahasiswa yang sehat, pembinaan sumberdaya manusia yang berkualitas yang mencerminkan otonomi dalam bidang pendidikan. Pengembangan kemahasiswaan adalah suatu

Teknologi Perangkat Komputer Komputer adalah peralatan elektronik yang terdiri dari perangkat keras hardware dan perangkat lunak software yang memiliki.. kemampuan atau

Guna mendukung pelayanan peradilan Pengadilan Tinggi Agama Jakarta dan seluruh satuan kerja Peradilan Agama telah mengoptimalkan penggunaan website dan

Seiring dengan perkembangan UMRAH saat ini, beban tugas dan tanggungjawab para Wakil Rektor tel- ah melebihi kapasitas sehingga decision making process menjadi kurang cepat.

Tadinya ketika kita hanya mampu menyebarkan islam kepada satu orang saat kita berdakwah sendiri-sendiri, ketika dakwah dilaksanakan secara berjama’ah maka kita bisa

Informasi Umum : Beasiswa ini didedikasikan kepada para hafidz/hafidzoh yang memiliki hafalan minimum 15 juz dibuktikan dengan sertifikat tahfidz, mendapat

Demikian hasil Pelaksanaan Program Keluarga Berencana dari Tahun 2001 sd Tahun 2011 dari Peserta KB baru,Peserta KB aktif, Institusi Masyarakat Pedesaan, Ketahanan