• Tidak ada hasil yang ditemukan

: Menteri Keuangan dan Menteri Hukum dan HAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan ": Menteri Keuangan dan Menteri Hukum dan HAM"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

87

KOMISI XI (BIDANG : DEPARTEMEN KEUANGAN, BANK INDONESIA, KANTOR MENTERI NEGARA

PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL I KEPALA BAPPENAS, PERBANKAN DAN LEMBAGA

KEUANGAN BUKAN BANK, BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN (BPKP),

BADAN PUSAT STATISTIK (BPS), SETJEN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN (BPK) RI DAN LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH (LKPP).

Tahun Sidang : 2010 - 2011 Masa Persidangan : III

Rapat Komisi Ke :

Jenis Rapat : RAPAT KERJA

Dengan : Menteri Keuangan dan Menteri Hukum dan HAM Sifat Rapat : Terbuka

Hari/Tanggal : Selasa, 5 April 2011

Waktu : Pukul 13.00 WIB

Ketua Rapat : IR. H. I. EMIR MOEIS, MSc

Sekretaris : Drs. Urip Soedjarwono/Kabag.Set Komisi XI DPR RI Tempat : Ruang Rapat Komisi XI DPR RI Gd. Nusantara 1 Lt. 1 Acara : - Pengambilan Keputusan RUU Mata Uang

- Rencana Strategis PIP Tahun 2011 Anggota hadir : 39 Orang dari 49 Anggota Komisi XI DPR RI Undangan hadir : Jajaran Menteri Keuangan dan Menkum dan HAM

FRAKSI PARTAI DEMOKRAT FRAKSI PKS

1. ACHSANUL QOSASI 32. IR. MEMED SOSIAWAN

2. I WAYAN GUNASTRA 33. KEMAL AZIS STAMBOEL

3. HJ. VERA FEBYANTHY 34. Dr. K.H. SURAHMAN HIDAYAT, MA

4. A. REZA ALI 35. H. YAN HERIZAL, SE (UN)

5. HJ. ITI OCTAVIA JAYABAYA, SE., MM. 36.H. ANDI RAHMAT, SE

(2)

88

6. HJ. YETTI HERYATI FRAKSI PAN

7. IR. LIM Sill KHIANG, MH 37. PROF. DR. IR. H. ISMET AHMAD, M.Sc (IZIN) 8. IR. HJ. A.P.A. TIMO PANGERANG 38. M. ICHLAS EL QUDSI, S.Si., M.Si

9. SRI NOVIDA, SE 39. LAURENS BAHANG DAMA

10. ANDI RACHMAT 40. MUHAMMAD HATTA

11. H. DARIZAL BASIR FRAKSI PPP

12. BOKIRATU NITABUDHI SUSANTI, SE 41. H. MAIYASYAK JOHAN, SH., MH

13. H. PAIMAN 42. MUSTOFA ASSEGAF, M.Si

14. DRS. SUPOMO 43. TGK. H. MOH. FAISAL AMIN (ON)

FRAKSI PARTAI GOLKAR FRAKSI KEBANGKITAN BANGSA

15. MELCHIAS MARCUS MEKENG 44. DRS. H. BAMBANG HERI PURNAMA, ST 16. Dr. H. HARRY AZHAR AZIS, MA 45. DRS. H. OTONG ABDURRAHMAN 17. HJ. TETTY KADI BAWONO

18. NUSRON WAHID FRAKSI GERINDRA

19. DRS. KAMARUDDIN SJAM, MM 46. IR. SADAR SUBAGYO

20. I GUSTI KETUT ADHIPUTRA, SH 47. DR. SUMARJATI ARJOSO, SKM.

21. MUHAMMAD LUTFI FRAKSI HANURA

22. IRENE MANIBUY, SH 48. DRS. H. MUCHTAR AMMA, MM.

23. EDISON BETAUBUN, SH., MH 49. DRS. H.A. FAUZI ACHMAD, MBA 24. MEUTYA VIADA HAFID

FRAKSI PARTAI PD! PERJUANGAN 25. IR. H. I. EMIR MOEIS, M.S 26. OLLY DONDOKAMBEY, SE.

27. MARUARAR STRAIT, SIP

28. I GUSTI AGUNG RAI WIRAJAYA, SE., MM 29. Dr. IR. ARIF BUDIMANTA, M.Sc

30. INDAH KURNIA 31. IR. DOLFIE OFP

(3)

89

JALANNYA RAPAT:

KETUA RAPAT (DR. H. HARRY AZHAR AZIS, MA/F-PG) :

Menurut sekretariat, angka jumlah Anggota Komisi XI yang hadir yang tercatat itu 26 Anggota, karena itu atas seijin Menteri Keuangan dan Menteri Hukum dan HAM serta Anggota-anggota Komisi XI, serta Pimpinan Komisi XI, rapat kerja pembicaraan tingkat I RUU Mata Uang kita buka dengan resmi.

(RAPAT DIBUKA PUKUL 17.27 WIB) Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.

Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian,

Sebelum rapat kerja ini kita buka, kami laporkan juga kepada Pak Menteri, kami telah melaporkan hasil Panja terakhir dari Rapat Panja di internal Komisi dan telah tercapai kesepakatan- kesepakatan yang secara informal kesepakatan itu telah kami laporkan dan bahas bersama dengan pemerintah untuk kita masuk ke pembicaraan formal.

Ada beberapa hal yang dari semua yang telah kita setujui, sekedar membuat listnya. Yang pertama adalah tentang materi penandatanganan. Penandatanganari itu telah ada kesepakatan di Pleno Komisi dalam membahas laporan Panja Rancangan Undang-Undang Mata Uang, disepakati untuk ditandatangani bersama pemerintah dan Bank Indonesia. Pemerintah diwakili oleh Menteri Keuangan, Bank Indonesia diwakili oleh Gubernur Bank Indonesia. perbedaannya belum, hanya menjadi perbedaan teknis tentang masa transisi kapan itu kita berlakukan. Hasil pembicaraannya adalah itu mengambil keputusan apakah kita berlakukan pada tahun 2013 sampai range 2015. Kami nanti minta tanggapan pemerintah soal itu.

Yang kedua, itu yang berkaitan dengan perubahan harga rupiah, yang sering dibicarakan dengan terminologi redenominasi. Kita sepakat menghapus kata terminologi redenominasi, tetapi point pasal itu yang tadi ada di Pasal 13 yang itu adalah Bab tentang Perencanaan, kita masukkan pindahkan menjadi Pasal 3, karena itu lebih cocok yaitu di Bab tentang Harga Rupiah. Pointnya adalah sebagaimana sudah menjadi kesepakatan Panja, itu usul yang disepakati oleh Pleno Komisi yaitu sudah juga menjadi diketahui umum, yaitu perubahan harga rupiah diusulkan oleh Bank Indonesia setelah berkoordinasi dengan pemerintah untuk mendapatkan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. Ini tadinya di Panja di Bab Kedua Perencanaan Pasal 3 ayat (2) kesepakatan kami di Komisi menjadi di Bagian Dua yaitu Bab tentang Harga Rupiah Pasal 3 ayat (5).

Yang ketiga, ini memang tadi dalam pembicaraan loby tidak kami sampaikan kepada pemerintah, tetapi karena ini menjadi soal yang lebih teknis yaitu mengenai Pasal 9 itu Bagian Ketiga tentang Bahan Baku Rupiah, itu kesepakatan Panja ada tiga ayat dari Pasal 9, ayat (3)-nya itu disepakati untuk dihapus.

Saya kira itu tiga point yang kita sepakati di dalam hasil kesepakatan internal Kornisi XI dan saya kira yang lain-lainnya lebih sifat redaksional, sehingga tidak perlu saya kira dilaporkan dalam

(4)

90

rapat kerja resmi ini. Kalau ada teman-teman sebelum saya serahkan kepada pemerintah yang ingin diingatkan saya masih beri waktu 1-2 menit cukup ya?

Oh ya yang terakhir mohon maaf Pak Menteri, itu Pasal 7 ayat (1) hasil kesimpulan kita adalah gambar pahlawan nasional dan atau presiden dicantumkan sebagai gambar utama dalam bahagian depan rupiah. Itu saja perubahan yang ini tidak ada masalah. Jadi artinya pahlawan, itu kewenangannya kita serahkan kepada presiden, karena gambar pahlawan sebagaimana dimaksud pada itu ditetapkan oleh keputusan presiden. Memang tadi ada diskusi untuk mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, tapi kemudian kami mengambil kesimpulan itu wilayah yang sebaiknya diserahkan saja ke wilayah kewenangan presiden.

Saya kira demikian, cukup ya yang kita sepakati. Kalau pemerintah setuju dengan beberapa perubahan kesepakatan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, maka kita bisa sahkan ini pada rapat pembicaraan tingkat I dan besok hari Kamis maksudnya kita akan agendakan dalam rapat pembicaraan tingkat II yang kemudian kalau di sini sudah selesai, maka akan ini menjadi undang- undang. Apapun karena setiap undang-undang adalah persetujuan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan pemerintah, saya memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pemerintah untuk merespon keputusan ini.

Silahkan Pak Menteri.

OLLY DONDOKAMBEY, SEIF-PDIP : Ketua, boleh interupsi sedikit.

Kalau tadi penjelasan Ketua perbedaan pasal-pasal di situ, sudah jelas kesimpulan. Tetapi yang Pasal masa waktu berlaku rentang waktu itu masih ada range ya kan? Masih range diantara fraksi belum ada sepakat ya masih range ya?

KETUA RAPAT:

Ya tadi saya sudah jelaskan, range-nya itu antara 2013 sampai 2015, artinya Komisi XI yang mewakili Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dalam pembahasan Undang-undang ini, kalau itu disepakati apakah 2013, apakah 2014, apa 2015 itu tentu nanti subjek kepada pembahasan. Tapi prinsip bahwa ditandatangani oleh kedua institusi negara yaitu pemerintah dan Bank Indonesia, yaitu pemerintah diwakili oleh Menteri Keuangan dan Bank Indonesia oleh Gubernur Bank Indonesia itu sudah kami selesaikan.

I GUSTI AGUNG RAI WIRAJAYA, SE, MM/F-PDIP :

Ketua, mungkin sebelum itu, bukan range yang dimaksud, artinya ada pilihan 2013, 2014 atau 2015, artinya bukan range, berarti jarak ini bisa diambil keputusan, artinya di tahun-tahun itulah yang pilihan yang 3 pilihan yang disampaikan ke pemerintah.

KETUA RAPAT:

Betul, jadi Pak Menteri artinya misalnya Pak Menteri setuju di luar angka itu berarti ada perbedaan diantara kita. kalau pemerintah setuju diantara tahun 2013, 2014 dan 2015, artinya

(5)

91

perbedaannya diantara fraksi yang ada, itu saja. Mudah-mudahan ini dapat kita temukan, semakin kecil pintunya, semakin baik kita.

Silahkan Pak Menteri.

OLLY DONDOKAMBEY, SE/F-PDIP :

Pak Ketua, interupsi sedikit sebelum ke pemerintah.

Maksud saya, kalau pasal-pasal yang lain kita kan sudah clear, tinggal pasal masa waktu ini, jadi yang masih ada perbedaan diantara fraksi-fraksi kita, kira-kira kan begitu supaya kan jelas apa, karena kita sudah mau serahkan pembahasan kepada pemerintah dalam hal ini, berarti kita sudah melepas, berarti memang apakah tidak ada kesempatan lagi pembahasan diantara fraksi antara 2013 sampai 2015 ban kita kasih pemerintah atau langsung kita bahas di sini? Itu iritinya Pak.

KETUA RAPAT:

Kita akan bahas bersama di sini nanti Pak 011y, Jadi artinya nanti yang sudah menjadi kesimpulan komisi itu kemudian kita bawa bersama kita buka di sini, dan itu keputusan bersama. Kita tahun mana itu dengan pemerintah itu yang kita sepakati bersama.

Silahkan Pak Menteri saya kira.

Cukup ya? Oke, baik.

AGUS MARTOWARDOYO / MENTERI KEUANGAN:

Yang kami hormati Bapak Ketua, Bapak Wakil Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Yang kami hormati Bapak Ibu Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Yang kami hormati rekan Menteri Hukum dan HAM, dan Hadirin sekalian.

Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.

Bapak/Ibu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia yang kami hormati,

Kami mengucapkan terima kasih bahwa kita bisa bertemu, berkumpul untuk melanjutkan pertemuan kemarin yang kita selenggarakan sampai dengan sore hari.

Bapak/Ibu.

Sebelum kami melanjutkan dengan menjelaskan, kami sebetulnya ingin menyampaikan ada satu kondisi yang agak menyulitkan bagi kami, karena kami pada kesempatan ini walaupun kami tadi memang juga sudah hadir jam 15.00 tapi kami mengerti sedang ada diskusi intern di Komisi Xl. Kami itu ada tamu dari Inggris yang harus kami temui, jadi kami mungkiri nanti waktunya terbatas, dan nanti malam kami bersama dengan Menteri Hukum dan HAM juga perlu hadir menjamu Presiden Turki yang hadir sebagai tamu negara untuk kami temui. Jadi dalam kesempatan ini terima kasih kita tetap masih bisa melakukan pertemuan ini, tapi kami ada keterbatasan waktu yang mesti kami penuhi.

Bapak Ketua, Bapak-bapak Wakil Ketua, dan Bapak Ibu Anggota DPR yang kami hormati.

Dalam kesempatan ini kami ingin menyampaikan tanggapan. Kalau tadi Bapak menyampaikan bahwa untuk uang kertas Republik Indonesia itu apabila ditandatangani oleh

(6)

92

pemerintah bersama dengan Bank Indonesia, DPR dapat memahami dan dapat menyetujui kami berterima kasih bahwa itu bisa disetujui. Memang terkait dengan transisi kapan itu akan perlu efektif, yang tadi masih Bapak Ibu ada alternatif tahun 2013, 2014 dan 2015, kami dengan hormat menyampaikan bahwa dari pemerintah memang mengusulkan 1 tahun masa transisi. Jadi apabila kita setujui ini di bulan April, tentu kita harapkan April 2012 sudah bisa kalau seandainya ada penerbitan uang kertas berlaku seperti yang diundangkan nanti.

Tetapi dalam kesempatan ini, kami juga ingin menyampaikan untuk merespon agar Bapak- bapak Ibu yang masih ada diantara 2013, 2014, 2015, kami mengusulkan untuk sampai 2012 akhir.

Jadi 1 Januari 2012 apabila ada penerbitan mata uang baru, itu sudah berlaku apa yang kita sepakati di Undang-undang ini. Pertimbangannya adalah kami memahami kalau di instansi Bank Indonesia masih ada perencanaan dan sudah ada persiapan yang dilakukan. Tetapi kalau kita memberikan waktu sampai lebih dari 1,5 tahun, saya rasa itu sudah cukup. Itu yang pertama.

Yang kedua, terkait dengan redenominasi, sebagaimana yang kami sampaikan kemarin.

Sebetulnya redenominasi itu di awal rancangan undang-undang yang kami terima dari Bapak Ibu di DPR itu tidak ada tentang redenominasi. Jadi dalam kesempatan ini, kami lebih mengusulkan bagaimana kalau kita hilangkan pasal atau ayat yang terkait dengan redenominasi.

Yang ketiga, yang terkait dengan bahan baku. Apabila bahan baku itu sebagaimana draft yang kami terima di butir D Pasal 9 ayat (3) itu perlu dihilangkan, kami mendukung apa yang Bapak Ibu kaji dan sudah pertimbangkan secara dalam kami dukung.

Dan untuk yang terakhir, Pasal 7 ayat (1) mengenai gambar pahlawan nasional dan atau presiden. Kami bisa menerima. Jadi untuk dua pasal yang terakhir itu kami bisa menerima, tetapi yang satu dan dua ada sedikit yang kita perlu temukan, tetapi saya juga tadi saya sampaikan Pak kalau kita ingin diskusi saya khawatir wakl:u saya terbatas, karena courtesy saya kepada tamu yang sudah membut janji 4 bulan sebelumnya mesti saya penuhi. Tapi saya kembalikan kepada Ketua, saya ijin sebelumnya Bapak Menteri Hukum dan HAM ada mau menambahkan? Kami kembalikan kepada Pimpinan.

KETUA RAPAT:

Baik, untuk mempersingkat dan ada apa tadi, saya kalau diperkenankan ingin melaporkan kepada teman-teman Anggota Komisi hasil pembicaraan kelompok-kelompok fraksi dengan pemerintah tadi. Kita berterima kasih untuk yang soal bahan baku disetujui, jadi itu selesai masalahnya. Dan yang kedua tentang gambar pahlawan nasional dan atau presiden itu disetujui, itu selangkah kita naik lagi, ini semakin lama kita sampai ke langkah yang seberapa tinggi kita melangkah ini Pak Menteri. Dan kemudian tinggal redenominasi. Kita mungkin lebih tepat menggunakan istilah perubahan harga rupiah di situ.

Tadi hasil konsultasi kami tentu saya tidak menutup peluang untuk kita diskusi membuka ini, tampaknya belum menemukan titik persamaan pemerintah menyarankan untuk mengkaji lebih dalam ini agar kita tidak salah mengambil keputusan tentang yang tadi yang pertama tandatangan rupiah

(7)

93

atas uang rupiah tampaknya pemerintah agak lebih progresif, bukan agak, lebih maju atau boleh saya katakan makin maju atau kalau saya mau lebih apa makin progresif dari 1 tahun menjadi naik ke 2013 Januari. Jadi tinggal 2 masalah ini dan tarnpaknya perbedaannya masih harus didudukkan di kursi yang lebih empuk Pak supaya kita bicaranya lebih enak.

Ada kecenderungan kesepakatan untuk ditunda pembahasan ini pada masa sidang yang akan datang. Ini kecenderungan, saya tidak mengatakan kesepakatan ya, ini kecenderungan.

Makanya saya akan minta kepada teman-teman Anggota Komisi kalau bisa singkat-singkat saja pendapatnya, lalu ya mungkin per Poksi sajalah ya, silahkan dari.

OLLY DONDOKAMBEY, SE/F-PDIP :

Pak Ketua. Saya kira tapi sayang ya karena akhirnya bisa diselesaikan hari ini, tapi Pak Menteri memang sudah menyatakan dari awal waktunya sangat terbatas, karena sebenarnya kalau masalah waktu kan kita tinggal melihat sebenarnya kesiapan pemerintah dan Bank Indonesia menyiapkan, karena dengan berlakunya Undang-Undang Mata Uang ini jelas bahwa ini bukan seperti biasa seperti ini bahwa kita akan memproduksi uang baru bertahap tidak mungkin, karena tidak mungkin dalam pemahaman saya, dalam waktu 1 tahun atau 1,5 tahun uang beredar di pasar ini ada dua jenis, karena ini merubah semua struktur bentuk uang kalau mata uang ini hari ini berlaku.

Jadi saya kira memang sebenarnya kalau pemerintah bisa merijelaskan lebih detil ke saya mungkin kita akan menyetujui, tapi sayang Pak Menteri dari awal sudah mengatakan waktunya sangat terbatas, jadi saya kira kita mau berdiskusi panjang agak repot dalam hal ini, padahal kalau memang itu kita pun tidak tertutup kemungkinan kita melihat tetapi secara detil, karena bagi saya hal ini sangat krusial. Apabila pada saat 2012 atau 2013 tidak ada persiapan mata uang kita mau ganti, kita akan..., coba kalau dijelaskan lebih detil mungkin kita akan siap, tapi itulah, saya kira gambarannya dari kami seperti itu Ketua.

Terima kasih Ketua, KETUA RAPAT:

Saya ingin bertanya saja, apakah pendapat Pak 011y ini merepresentasikan semuanya, sehingga artinya memang kita belum bisa sampai pada titik pertemuan. Yang kita kaji lebih dalam pada masa sidang berikutnya. Memang surat dari Pimpinan DPR masih memperkenankan 1 kali lagi masa sidang untuk menyelesaikan Rancangan undang-undang Mata Uarg ini. Kita tidak tahu kalau masa sidang yang akan datang tidak selesai juga, itu kita tidak tahu nasibnya bagaimana, tergantung nanti di rapat paripurna pada masa sidang berikutnya.

Setuju?

Pak Laurens dulu, baru Pak Nusron, singkat-singkat ya.

LAURENS BAHANG DAMAJF-PAN : Terima kasih Ketua.

Teman-teman Anggota Komisi XI. Menteri Keuangan dan seluruh jajaran. MenhukHAM beserta seluruh jajaran.

(8)

94

Yang pertama, sebenarnya kita melihat sudah ada titik temu untuk menyelesaikan Undang- undang itu dulu. Karena hanya dua point tapi sudah bertemu sebenarnya, tinggal bagaimana penyelesaiannya sebenarnya tidak hanya, tapi karena keterbatasan waktu dari Pak Menteri Keuangan, nah itu yang membuat ini jadi bisa ditunda sedikit mungkin barangkali waktunya, cuma misalnya ini kan tahun tutup sidang kita kan hari Kamis. Nah hari Jumat, nah kalau bisa misalnya ditunda besok untuk ini, ya mungkin itu satu jalan yang terbaik.

Terima kasih.

KETUA RAPAT:

Masih ada peluang Pak Menteri, mungkin nanti kita akan usulkan kalau memang tinggai 2 titik ini kira-kira ada kemungkinan kita menyelesaikan. Maka kita upayakan usulkan kepada Pimpinan DPR menjadi agendanya sebelum penutupan masa sidang III ini, sekaligus pengesahan RUU ini kalau kita sepakat terhadap dua topik yang terakhir, yang belum kita temukan rumusannya. Artinya kita mesti ketemu satu kali lagi yaitu hari Kamis paling lambat. Saya tanya dulu kepada Menteri ya? Silahkan Pak Menteri.

AGUS MARTOWARDOYO / MENTERI KEUANGAN:

Bapak Kami mohon ijin, kami hari Kamis dan Jumat penuh ikut sidang Finance Ministry Asean di Bali Pak. Jadi satu hari adalah retreat Asean 10 negara, dan hari kedua resmi sidang bersama dengan ADB dan World Bank.

Bapak Ketua,Kalau tadi tahun transisi masih berada 2013, 2014, 2015, kalau misalnya itu bisa diseragamkan, kita langsung putus saja, tapi ya jangan 2015, 2012 akhir. Jadi kita biasa itu kalau Pak Ketua drive itu ikut semua,

KETUA RAPAT:

Berarti Kamis tidak bisa ya dan Jumat juga tidak. Silahkan Pak Nusron.

NUSRON WAHID/F-PG : Terima kasih Pak Ketua.

Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.

Saya menghargai pada upaya teman-teman...(rekaman terputus) bersikukuh bahwa tidak mau ada tanda tangan dobel, karena istri dobel juga sau, tanda tangan dobel juga sau, karena itu inginnya adalah tanda tangan tunggal yaitu BI. Tapi karena demi proses politik kebersamaan, mau mengalah demi negara ini, mau mengalah kemudian mau tanda tangan dobel. Artinya sudah ada pihak yang mau mengalah. Sekarang ini mbok ya legowo teman-teman itu.

Yang demokrat DPR juga legowo, pemerintah juga legowo. Apa sih artinya? Motivasi politiknya antara tahun 2015 dengan tahun 2012? Ada agenda apa ini? Kalau memang ini Undang- undang ingin cepat selesai, saya pikir kita legowo kita selesai, tapi kalau memang posisinya bahwa ini tidak ada titik temu masih ingin 2012 karena tidak ada titik temu, mendingan saya kembali pada sikap awal, kembali pada tanda tangan tunggal saja kalau begini, sehingga ini ditunda, kembali pada sikap

(9)

95

awal, kita masuk agenda kedua sebagaimana hasil kesimpulan kita rapat internal kemarin masalah PIP, daripada belit-belit begini waktunya tidak ada ini. Ini kita masalah legowo saja ini.

KETUA RAPAT:

Pak Nusron, pointnya sudah ditangkap. Kita tidak lagi berargumentasi di sini. Ya silahkan.

H. ANDI RAH MAT, SE/F-PKS :

Jadi, kalau dilihat sebenarnya titik temunya ini jelas Pak ya, ini kan problem cuma soal rentang waktu saja. Nah karena itu kalau saya perhatikan argumentasinya Pak 011y misalnya, ini kan sebenarnya juga berkaitan dengan kesulitan teknis Pak. Kesulitan teknis yang terjadi kalau suddenly atau tiba-tiba terjadi penukaran yang masih, karena memang uang ini akan berubah penampakan, judulnya berubah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan sebagainya, ini kan akan dobel gitu.

Sehingga menurut saya, kalaupun nanti kita terapkan apakah 2012 atau 2013 harus ada klausul sedikit saja tambahan Pak yang mengatakan bahwa prosesnya itu dimulai katakanlah 2012 tapi transisionalnya itu berakhir pada tahun 2015, sehingga seluruh uang yang berbeda tanda itu, itu kemudian berganti secara kumulatif, karena jumlahnya ini trilyunan Pak, ada 276 trilyun uang beredar sekarang di masyarakat kita ini, yang tidak mungkin kita, nah begitu kirakira. Itu saja, kalau memang ini yang itu bisa saya kira menyelesaikan persoalannya.

KETUA RAPAT:

Itu usul, tapi kan kita, ini lebih pada kalam akhir gitu, apa bahasanya Pak Kyai? Akhirul kalam gitu. Jadi tidak argumentasi sudah begitu banyak dan kaya betul kita dengan argumentasi, sehingga kita lupa dengan kekayaan itu. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia masih berkeinginan untuk menyelesaikannya pada masa sidang ini, itu intinya.

Silahkan Pak Menteri.

AGUS MARTOWARDOYO / MENTERI KEUANGAN:

Bapak, ini yang ingin kita sampaikan karena memang sudah lebih dari 10 tahun Bank Indonesia itu independent. Kita juga mungkin tidak cukup informasi seperti yang disampaikan oleh Pak Andi Rahmat maupun Pak 011y. Jadi kami sebagai mitra Bapak Ibu sampaikan ini, bahwa kita tidak tahu. Bahwa asumsi kami, uang Bank Indonesia dan uang Kesatuan Republik Indonesia itu sama-sama beredar. Jadi tidak kemudian semua uang Bank Indonesia itu ditarik dan diganti dengan uang Kesatuan Republik Indonesia misalnya begitu.

Saya bisa bayangkan logistiknya seperti apa kalau seandainya itu dihilangkan semua, diganti dengan uang Kesatuan Republik Indonesia. Jadi, kalau hal-hal seperti itu diperlukan pendalaman, tentu kita slap untuk mendengar. Jadi kita tidak jauh, kalau seandainya bisa kita sepakati. Tetapi kalau seandainya hal itu tadi disampaikan Pak Andi Rahmat, kita tidak mau dikatakan tidak memahami fonis langsung tidak setuju. Jadi mungkin kami perlu ada pendalaman tentang hal itu. Jadi kami kembalikan kepada Ketua.

(10)

96 KETUA RAPAT:

Baik, ini hati kita dekat ini Pak, betul-betul dekat hati kita, tetapi perasaan kita masih jauh.

Baiklah kalau gitu.

MEUTYA VIADA HAFID/F-PG : Ketua, ijin singkat saja.

Tadi kan kata Ketua, apa yang sudah dekat, hati tapi perasaan masih jauh atau terbalik?

Untuk mendekatkan saya ingin tahu. Tadi sikap dari Pak Menteri sudah kita dengar, ada dua pasal yang masih Pak Menteri merasa masih perlu pendalaman ya, masalah redenominasi juga, tapi kurang saya mendapat penjelasan apa sih yang membuat pemerintah sangat khawatir dan merasa ini jangan dulu dimasukkan begitu untuk redenominasi dan juga kenapa tahun itu tadi Pak IVlenteri katakan mau 2012 begitu ya, apa reasoning kuatnya sehingga harus sebelum 2014 gitu?

Terima kasih Ketua.

KETUA RAPAT:

Saya tidak kasih kesempatan untuk menjawab ini, karena itu akan menjadi wilayah pembahasan. Tadi kita sudah sampai kepada kesepakatan akhirul kalam. Jadi begini kalau begitu, sepanjang hati kita dekat pasti ketemu Pak perasaannya gitu. Jadi karena teman-teman sepakat kita memberikan kesempatan untuk masa sidang berikutnya kita lanjutkan, nanti kita lihat fraksi silahkan lagi mendalami dan apakah berubah lagi atau bagaimana itu sudah internal masing-masing kedaulatan partai menentukan.

OLLY DONDOKAMBEY, SE/F-PDIP :

Ketua, ini catatan, karena kita ada semangat menyelesaikan, sehingga banyak hal yang kita kompromikan dalam beberapa pasal. Tapi kalau masa persidangan kedua juga kita bahas, catatan Ketua, bahwa ini perdebatan panjang. Kesepakatan-kesepakatan kita ini bisa atur semua Ketua.

KETUA RAPAT:

Bapak, artinya kita sudah masuk, nanti kita. Baik saya kira cukup ya? Kalau gitu atas nama DPR Pimpinan dan Anggota. Pak Hatta masih ada lagi?

MUHAMMAD HATTAIF-PAN :

Atau mungkin bisa diwakili oleh salah satu Menteri Pak? mungkin beserta di sini kan ada Irjen beliau Pak Sonny Loho yang juga mungkin sering mengikuti Panja-Panja kita. lni kan masalah itu, deal terakhirnya kan dia bisa menelepon Pak Menteri untuk...keputusan, karena ini sayang Pak Menteri, hanya dua masalah dan itu tidak substansi sebetulnya, hanya kita tingla kesepakatan kita deal-nya dimana kan gitu. Ini sudah mengerucut dari mulai sekian ke sekian sampai hampir mengerucut masa kita batalkan dan harus mengulang seluruh perjalanannya begitu. Tolonglah Pak hari ini ada kelegowoan dari masing-masing.

Terima kasih.

(11)

97 KETUA RAPAT:

Iniuntuk kebaikan kita bersama. Ini seperti kita belajar dari ahli hikmah begitu. Mungkin disahkan pada masa sidang akan datang lebih baik daripada disahkan pada masa sidang sekarang.

Kita belajar hikmah di situ ya. Ada yang bisa kita baca kita tidak mengerti, kita mendapatkan pengertian lebih baik, sehingga keamanan negara ini akan lebih baik. Baik kalau gitu atas seijin semuanya.

MEUTYA VIADA HAFID/F-PG :

Ketua mohon ijin, boleh sedikit saja walaupun sudah akhirul kalam, tapi ini kan dari sekian banyaknya pasal, sekian banyaknya substansi dari Rancangan Undang-Undang Mata Uang ini, teman-teman pers yang juga mengikuti berhari-hari, bahkan mungkin sudah berbulan-bulan, juga makanya tadi saya meminta penjelasan sedikit dari Pak Menteri, paling tidak kita bisa menjelaskan kenapa pasal tanda tangan saja bisa membuat ini menjadi harus diagendakan di persidangan berikutnya? Paling tidak teman-teman mengertilah apa substansinya, apa yang diperdebatkan di sini Komisi XI kita sudah paling tidak tadi sudah ada kesepakatarilah beberapa fraksi, tapi kemudian ini ditolak oleh pemerintah apa alasannya.

Terima kasih.

KETUA RAPAT:

Oke, tanpa mengurangi, ini tidak, terserah pemerintah masih mau menjelaskan atau cukup.

NUSRON WAHID/F-PG :

Pak Ketua, saya juga Pak Ketua, mohon ijin Pak Ketua, ini catatan Pak Ketua. Saya kemarin mewakili ini di luar selain Undang-undang Mata Uang juga ada kaitan dengan Undang-undang yang lain mohon maaf ini. Saya kemarin bersama Pak Afsanul kebetulan mewakili Pansus-Pansus dan Pimpinan Komisi rapat koordinasi dengan Pimpinan DPR. Terus terang kita ini dibelejeti oleh Pimpinan DPR dan komisi-komisi lain soal berbagai mentoknya Undang-undang kita yang kemudian dianggap tidak sesuai dengan target legislasi. Yang termasuk Undang-undang yang saya pimpin yaitu Undang- undang OJK. Undang-undang BPJS juga begitu, Mata Uang juga begitu.

Yang usut punya usut, ini mohon maaf kata, ini fakta yang kita hadapi, semua ini mentok karena problem di Menteri Keuangan. lni mbo yao ada pengertian dari pemerintah, menghargai kerja keras teman-teman Panja, teman-teman Pansus yang berbulan-bulan, bermalam-malam tidak tidur, kadang-kadang sampai kebawa mimpi, jangan kemudian dipatahkan di tengah jalan karena faktor- faktor yang kadang-kadang kita tidak mengerti. lni karena memang faktor Menteri Keuangan masih belajar nyusun Undang-undang atau karena faktor lain?

KETUA RAPAT:

Oke Pak Nusron saya kira cukup ya, pointnya sudah kita tangkap semua. Kita kasih kesempatan pada Pak Menteri silahkan menjelaskan atau kalau tidak perlu menjelaskan tidak apa- apa juga.

(12)

98 H. MAIYASYAK JOHAN, SH., MH/F-PPP :

Pimpinan, Saya pikir karena itu adalah pertanyaan Anggota, tentu harus dijawab. Jadi jangan dibilang tidak perlu dijelaskan, itu Anggota dan punya hak konstitusi Pimpinan.

Terima kasih Pimpinan.

KETUA RAPAT:

Ya, artinya pemerintah silahkan menjelaskan dan tidak menjelaskan. Tidak menjelaskan ada resiko, menjelaskan juga ada resiko, silahkan.

AGUS MARTOWARDOYO / MENTERI KEUANGAN:

Terima kasih Pimpinan.

Pak Nusron, kami memang dalam membawakan materi ataupun posisi pemerintah, InsyaAllah selalu koordinasi dengan Pimpinan. Jadi kalau seandanya kami bawakan itu kami pertanggungjawabkan bahwa itu adalah hasil konsultasi dengan Pimpinan Pemerintah.

Ibu, yang terkait dengan tanda tangan, kita sudah sepakat, tetapi 2014 atau 2013 atau 2015 itu menjadi satu hal yang kami konsen karena kebetulan antara lembaga negara misalnya DPR dengan pemerintah selama ini belum berhasil kalau kita merumuskan Undang-undang, itu efektif kalau dengan Bank Indonesia. Kita ada rencana mau menerbitkan OJK misalnya, itu dari tahun 2001 akhirnya sampai 2011 pun belum disetujui. Begitu pula dengan hal ini. Kalau kita tidak punya masa transisi yang singkat, tapi realistis, itu nanti 2015 belum tentu akan ada. Jadi saya rnengharapkan, ayo kita tinggalkan ego kita, kita coba untuk supaya Bank Indonesia bisa terus menjalankan fungsinya sebagai pengendali moneter, tetapi di batas waktu yang memadai dan wajar. Mungkin hal itu, kami kembalikan kepada Pimpinan dan mohon maaf, karena waktu kami terbatas.

IR. DOLFIE OFP/F-PDIP :

Pimpinan, tambahan penjelasan sedikit Pimpinan dari penjelasan Menteri Keuangan mengenai permberlakuan tanda tangan tadi Pimpinan. Dan saya ingin dapatkan penjelasan Pimpinan, kita kan ingin menghindari complict of interest, sehingga kita ingin tanda tangan itu diberlakukan tahun 2015. Nah apa pendapat Menteri Keuangan tentang itu? demikian saja Pimpinan.

KETUA RAPAT:

Mungkin ini Pak Ketua kita Pak Emir sebagai kata akhirlah ya, bagaimana sikap kita ya mudahmudahan merepresentasikan kita nanti kalau ada pertanyaan atau apa atau himbauan, silahkan Pak Emir.

IR. H. EMIR MOEIS, M.ScIF-PDIP : Terima kasih Pimpinan.

Pengalaman saya bikin Undang-undang mungkin 8 atau 9 Rancangan Undang-Undang, selalu kita kan mencari kesepakatan di sini. Tadi ada dua hal yang mengganjal saya lihat masalah redenominasi dan masalah tenggang waktu untuk tanda tangan, Masalah redenominasi kita juga sudah mulai mau bergeser, bahkan fraksi saya sudah bersedia oke hapus saja redenominasi tidak apa-apa, sesuai dengan keinginan menteri dari versi fraksi kami dan saya kira juga dan banyak rekan-

(13)

99

rekan saya di sini, masalah tinggal masalah waktu kan. Kita tadi juga sudah mulai bicara can waktu yang bagus, tapi sama sekali beim kita coba Ini cari waktu, sebetulnya tinggal selangkah lagi. Sebab kalau mundur ke depan masa sidang depan, saya pesimis Bapak ini bisa kita teruskan.

Dan untuk kami di Kornisi XI dimana juga kami jadi Pimpinan ini seperti prestasi yang tidak baik ya, satu tahun lebih cuma dapat 1 Rancangan Undang-Undang yang bisa kita selesaikan.

Sebetulnya saya inginnya betul-betul ingin masa sidang ini, sehingga saya juga melupakan ego kita, ego fraksi, ego politik beberapa ha kita sudah mundur sudah banyak di sini. Kalau kita bisa sama- sama menurunkan ego kita ini bisa jadi. Mari kita lihat ini kepentingan negara.

Saya juga tadi lihat soal tanda tangan, Ya saya kadang-kadang sudah lebih berkompromi di sini. Toh Indonesia kan umurnya masih lama, pemerintahnya juga ganti berganti, tandatangannya juga ganti berganti. Okelah kita tidak usah terlalu ngotot di situ. Kita lihat kepentingan negara saja, kita tidak lihat kepentingan pemerintah, kita tidak melihat kepentingan BI, kita tidak melihat kepentingan DPR, yang kita lihat kepentingan negara ke depan. Mudah-rnudahan kalau kita buat Undang-undang ini bisa untuk 100 tahun. Jadi apa salahnya kalau kita bisa selesaikan ini. Kalau mundur ke depan saya pesimis, ini akan mundur lagi semua, dan akhirnya ego bicara lagi.

Sekarang betul-betul kita tinggalkan ego kita hanya untuk negara saja, untuk kepentingan bangsa dan negara ini. Jadi kalau memang pada rekan-rekan dan pemerintah masih bisa ini di lanjutkan, saya lihat tinggal masalah tenggang waktu antara 2013 atau 2015, bahkan tadi Ibu ini sudah nyolek-nyolek akhir 2014 pun masih bisa sudah sampai sebegitu jauhnya, apa tidak bisa kita sama-sama juga sekarang kita tinggalkan ego kita, kita lihat kepentingan bangsa dan negara ini. Ya ini himbauan saja dari saya.

Terima kasih.

KETUA RAPAT:

Saya kira cukuplah ya.

Interupsi :

Pak Ketua, sebentar mohon ijin waktu.

KETUA RAPAT:

Kalau berargumentasi lagi.

Tidak Pak, tidak mengargumentasi, cuma mengingatkan pada jadwal kemarin yang sudah kita sepaKati yaitu membicarakan pada akhir.

KETUA RAPAT:

Ya habis ini kita akan nanti bed ruang waktu 5 menit bagaimana keputusannya.

Saya kalau begitu atas nama.

Saya memberikan kesempatan silahkan Pak Menteri mau menjawab atau tidak? Kalau tidak menjawab artinya saya ambil keputusan menunda ini.

AGUS MARTOWARDOYO / MENTERI KEUANGAN:

Bapak Pimpinan.

(14)

100

Kalau seandainya dengan intern Indonesia dengan presiden, dengan wapres mungkin kami bisa bilang bahwa karrii belum selesai. Tapi kalau ini dengan tamu negara tentunya kan kami mesti menghormati. Jadi ini yang saya jadi pertimbangan.

KETUA RAPAT:

Baik kalau begitu kita ambil keputusan RUU Mata Uang ini kita tunda sampai dan catatan masa sidang depan itu sudah tinggal satu kali lagi kesempatan kita menyelesaikan.

Baik kita tunda RUU Mata Uang ini.

(RAPAT : SETUJU)

Baik ada satu lagi masalah yang tadi diingatkan itu, soal tapi ini jawaban singkat saja soal PIP itu, kita sudah bicarakan substansinya, mungkin kita perlu mendengar sedikit saja dari Menteri, lalu kalau perlu pembahasan kita atur waktu pembahasannya lagi nanti.

Silahkan.

AGUS MARTOWARDOYO / MENTERI KEUANGAN:

Terima kasih Ketua.

Terkait dengan PIP. PIP tentu kami nanti akan hadirkan Direksi PIP dan kami akan paparkan tentang rencana strategis daripada PIP dan PIP itu Pusat lnvestasi Pemerintah, sudah bisa menjalankan tugas pokok dan fungsinya dan insyaAllah nanti kalau seandainya sudah perlu beraktivitas akan bisa menjalankan dengan baik. Tapi kami untuk membicarakan yang Iebih rinci tentu perlu waktu dan akan bisa menjelaskan dengan baik.

KETUA RAPAT:

Baik Pak Menteri, sekedar mengingatkan kita bersama, bahwa rencana ini sudah pernah juga dulu di masa tahun sidang 2008 dan 2009 dan kita mengambil keputusan untuk pemerintah tidak melakukan itu sampai nanti kita mengagendakan pertemuan soal itu, mohon pemerintah memperhatikan keputusan kita sebelumnya. Sebab kalau tidak.

NUSRON WAHID/F-PG :

Pak Ketua, itu mau diagendakan kapan Pak Ketua? karena hari Karnis sama Jumat Pak Menteri sudah ke Bali.

KETUA RAPAT:

Ya artinya kita akan masa reses, kita tidak mungkin bersidang di masa reses, karena kita tugas masing-masing ke daerah masing-masing. Artinya kesempatan bersama masa sidang yang akan datang akan diagendakan itu, setuju Pak Menteri?

MUHAMMAD LUTFI/F-PG : Pimpinan, interupsi Pimpinan.

Terima kasih Pimpinan.

Pada tanggal 18 Mei sudah ada keputusan pemerintah untuk membeli saHAM 7%. 18 April ini, jadi tidak ada waktu lagi bagi pembahasan di DPR. Makanya saya tekankan kepada Bapak Menteri untuk memberi penjelasan pada hari ini 10 menit.

(15)

101 KETUA RAPAT:

Saya kira cukuplah, jangankan keputusan, Undang-undang saja kita bisa ubah kok apalagi sekedar keputusan pemerintah ya Pak Menteri ya?

IR. DOLFIE OFP/F-PDIP : Pimpinan,

Saya sedikit Pimpinan menyatakan pendapat.

Di dalam Rapat Komisi XI terkait dengan PIP ini Pimpinan, itu pernah diputuskan pada tanggal 26 Februari 2009 tentang arah strategi dari penggunaan PIP. Nah saya harapkan Menteri Keuangan tetap commit terhadap keputusan itu, walaupun pada saat itu mungkin bukan Pak Agus yang menjadi Menteri Keuangan, tetapi kita menganggap bahwa itu tetap keputusan kita dengan pemerintah. Di dalam kesimpulan dan keputusan Komisi XI pada waktu itu mengatakan bahwa meminta pemerintah untuk Iebih fokus dalam mengelola dana investasi sesuai dengan tujuan prioritas awal untuk pembiayaan dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan jalan tol dan perumahan. Selain itu, dana pusat investasi pemerintah yang bersifat revolving found atau dana berputar, sehingga proyek-proyek PIP harus dilakukan dengan skala prioritas yang tepat sehingga benar-benar dapat digunakan secara maksimal. Jadi menurut saya patokan kita pada itu saja Pimpinan, hasil keputusan di Komisi XI.

KETUA RAPAT:

Ya artinya ini tetap menjadi pegangan Komisi XI karena keputusan ini belum pernah kita ubah.

NUSRON WAHID/F-PG :

Pak Ketua, karena itu kalau gitu dimasukkan dalam kesimpulan rapat hari ini Pak Ketua, bahwa sebelum ada rapat lanjutan tentang masalah ini, maka pemerintah tidak boleh menggunakan instrumen PIP melakukan transaksi-transaksi di luar infrastruktur.

KETUA RAPAT:

Ya itu baru bisa menjadi keputusan kita kalau pemerintah tidak setuju, persoalannya menjadi lain lagi. Bisa kita tetap sepakat keputusan ini tetap berlaku sampai sekarang di Komisi. Pemerintah kan tentu punya hak jugs untuk menjawab, kita hormati itu nanti. Tapi yang penting adalah kita sepakat bersama pemerintah dan Komisi XI untuk mengagendakannya pada kesempatan pertama di masa sidang yang akan datang.

I GUSTI AGUNG RAI WIRAJAYA, SE., MM/F-PDIP :

Pimpinan, apa konsekuensi logis kalau di masa reses nanti pemerintah keluar dari koridor keputusan ini menggunakan instrumen PIP untuk melakukan proses investasi di luar infrastruktur?

KETUA RAPAT:

Saya kira kita tahulah sudah, kita bisa mengambil keputusan dan mendesak pemerintah dan segala sesuatu bisa terjadi. Jadi tidak usah kita jelaskan yang seperti ini, cukup kita pahami bahwa

(16)

102

sikap Komisi XI sudah pada posisi ini, sekarang kita apakah ada titik temu nanti di masa sidang yang akan datang pada agenda yang pertama.

Ketua, Bagaimana kalau misalnya keputusan ini, keputusan di Komisi XI ini yang sudah diputuskan. Kemudian tanggal 18 April nanti ketika pemerintah sudah melakukan mengambil sikap, tiba-tiba tidak sesuai dengan keputusan di Komisi XI bagaimana selanjutnya Ketua?

KETUA RAPAT:

Silahkan Pak Menteri.

AGUS MARTOWARDOYO / MENTERI KEUANGAN:

Ijin Ketua,

Tadi ada diskusi tentang apa saya rasa kita belum ada pembahasan ya. Jadi tolong kita sabar menunggu sampai memang kita ketemu dan kita ingin membicarakan kita bicarakan apa yang kita sepakati kita sepakati. Jadi, Bapak Ibu saya itu mitra kerja Bapak Ibu. Kalau kebetulan pada saat sidang kemarin ada Bapak Anggota baru hadir kernudian menyarnpaikan satu pandangan, Bapak Ibu 15 menit sebelum pertemuan itu saya bersama dengan para Ketua di Komisi XI itu tidak ada satu pun yang menyinggung ada bicara tentang hal yang dikemukakan oleh Anggota baru. Jadi Pak, tolong kita jaga martabat kita bahwa jangan kemudian sesuatu agenda masuk padahal meja Ketua pun belum tahu. Jadi Bapak Ibu, kalau tadi dikatakan oleh Pak Nusron jangan-jangan ini jangan-jangan itu apakah kita tidak tahu bahwa kalau di dalam kontrak karya antara pemerintah resmi dengan investor dinyatakan bahwa investor wajib untuk menjual kepada pemerintah.

NUSRON WAHID/F-PG :

Ketua, Saya keberatan dengan istilah kalimat diskriminasi Anggota baru. Anggota ya Anggota tidak ada baru tidak ada lama, haknya sama.

KETUA RAPAT:

Ya saya ingatkan Pak Menteri, silahkan Pak Menteri, AGUS MARTOWARDOYO 1 MENTERI KEUANGAN:

Saya minta maaf untuk istilah itu, tetapi Anggota yang baru diperkenalkan menjadi Anggota Komisi XI.

Jadi Bapak Ibu, kalau demi Undang-undang Kontrak Karya itu mengatakan harus dijual kepada pemerintah, terus kita tanpa pembahasan terus kemudian mau memutuskan bahwa tidak boleh, ada apa? Jadi tolong biarkan nanti kami ada bisa menjelaskan dan hubungan kita adalah untuk yang terbaik bagi negara ini ke depan.

Bapakllbu,

Selalu kalau ada bentuk-bentuk kontrak karya dan lain-lain, tidak pernah ada catatan pemerintah berhasil mendapatkan kembali kontrak karya itu, tapi karena kita sendiri tidak mempunyai visi yang cukup baik untuk Nasional Indonesia ke depan. Kami kembalikan kepada Ketua dan mohon maaf waktu kami habis Pak.

(17)

103 KETUA RAPAT:

Baik, ini tetap kami sepakati kita akan agendakan di masa sidang pertama. Kita sudah memahami isi hati kita masing-masing, tolong juga pemerintah memahami isi hati Kornisi XI. Jadi dengan demikian kita bisa menemukan yang terbaik. Apa-apa yang menimbulkan sesuatu yang tidak baik, lebih baik kita pahami betulbetul jangan sampai itu terjadi.

NUSRON WAHID/F-PG : Pak Ketua,

Tapi apakah kepentingan pemerintah daerah itu tidak dikatakan bagian tidak kepentingan pemerintah?

KETUA RAPAT:

Itu nanti kita bahas di agenda berikutrya, sudah masuk, Menteri sudah ngangguk-ngangguk setuju ya kan, penganggukan Menteri itu sudah menunjukkan memahami isi hati Komisi XI, setuju kan Pak Menteri.

AGUS MARTOWARDOYO/ MENTERI KEUANGAN:

Saya itu mitra sejati Komisi XI.

KETUA RAPAT:

Baik, kalau gitu kita agendakan ini dan menjadi keputusan kita bersama untuk masa sidang, kesempatan pertama pada masa sidang berikutnya, kita setujui.

H. MAIYASYAK JOHAN, SH., MH/F-PPP : Pimpinan,

Saya kira disetujui itu dikasih titel Pimpinan, disetujui bahwa masalah PIP dalam kaitannya dengan divestasi PT.Newmont atau saHAM PT. Newmont akan diagendakan, seperti itu Pimpinan.

KETUA RAPAT:

Ya, itu redaksional Pak.

H. MAIYASYAK JOHAN, SH., MH/F-PPP : Itu yang pertama Pimpinan.

Yang kedua, sedikit saja Pimpinan tidak sampai setengah menit. Saya pikir saya perlu melakukan koreksi, ini bukan persoalan hati, persoalan Undang-undang. lni keputusan politik Komisi XI pada tanggal 26 Februari 2009 yang dibacakan saudara Dolfie, dan kemudian ini adalah persoalan tentang pelaksanaan tugas konstitusional untuk tidak sampai melalaikan bahwa pengertian pemerintah including apa yang diatur dalam Pasal 18 Undang-Undang Dasar 1945 yaitu Pemerintah Daerah.

Terima kasih Pimpinan.

KETUA RAPAT:

Baik.

(18)

104

Isi dari Undang-undang itu adalah hati nurani kita bersama bangsa kita, itu sebabnya. Baik kalau begitu saya tidak mau komentar lagi nanti tambah panjang.

Saya ambil itu menjadi keputusan kita bersama, kita agendakan dan tali keputusan yang soal penundaan sudah kita ambil. Setuju ya Pak Menteri ya?

(RAPAT : SETUJU)

Oke, atas nama Pimpinan, Anggota dan pemerintah, maka rapat kerja ini kami tutup dengan resmi.

(RAPAT DITUTLIP PUKUL 18.17 WIB)

Jakarta, 05 April 2011 a.n Ketua Rapat Sekretaris Rapat,

ttd

Drs. Urip Soedjarwono NIP: 19620521982031001

Referensi

Dokumen terkait

Hasil analisis didapatkan karir adalah faktor yang paling mempenga- ruhi kinerja perawat sebesar 30 kali lebih tinggi dibandingkan dengan karir yang kurang baik

Berkarier merupakan pilihan setiap orang pada saat menjadi mahasiswa, apakah akan melanjutkan berkarier di bidang sesuai jurusan yang diambil atau di bidang lainnya

Klasifikasi tersebut juga mengacu pada banyaknya beserta klasifikasi titik tetap (fixed point) dari suatu transformasi M嬰bius. Berdasarkan hal tersebut pada kajian

• Bakteri berasal dari kata “bacterion” yang berarti “small stick”, merupakan organisme mikroskopis yang tersusun atas satu sel.. • Bakteri sebagai

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b dan huruf c, maka perlu ditetapkan dengan Peraturan Bupati tentang Pedoman Umum

maka keproses berikutnya yaitu readline lalu di cek filenya,ada sebuah string yang mengandung widget fluid2 atau tidak, yang melakukan pengecekkan token string mengandung sebuah

Pada penelitian ini hipotesis 1 dan 2 akan menggunakan model regresi linier sederhana untuk melakukan pengujian dengan memanfaatkan program SPSS 20.0, sedangkan

banyak gambar tetapi tidak efektif. Hematlah penggunaan gambar yang mendukung makna. Jumlah gambar yang sedikit tetapi selektif, lebih baik daripada dua kali