• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI OLEH : INDAH PRATIWI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SKRIPSI OLEH : INDAH PRATIWI"

Copied!
99
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH OPINI AUDIT, PROFITABILITAS, SOLVABILITAS, UKURAN PERUSAHAAN, DAN REPUTASI KAP TERHADAP AUDIT DELAY PADA PERUSAHAAN SEKTOR PROPERTY DAN REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI

BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2014-2017

OLEH :

INDAH PRATIWI 140503098

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI DEPARTEMEN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN 2018

Universitas Sumatera Utara

(2)

Universitas Sumatera Utara

(3)

Universitas Sumatera Utara

(4)

MEDAN

Telah diuji pada :

Tanggal 02 November 2018

TIM PENGUJI SKRIPSI

Ketua Penguji : Dr. Erwin Abubakar, MBA.,Ak.

Penguji : Drs. Hasan Sakti Siregar, M.Si., Ak.

Pembanding : Dr. Keulana Erwin, SE., M.Si

Universitas Sumatera Utara

(5)
(6)

ABSTRAK

PENGARUH OPINI AUDIT, PROFITABILITAS, SOLVABILITAS, UKURAN PERUSAHAAN, DAN REPUTASI KAP TERHADAP AUDIT DELAY PADA

PERUSAHAAN SEKTOR PROPERTY DAN REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2014-2017

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Opini Audit, Profitabilitas, Solvabilitas, Ukuran Perusahaan, dan Reputasi KAP terhadap Audit Delay Pada Perusahaan Sektor Property dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014-2017.

Penelitian ini menggunakan data sekunder yang dapat diakses melalui website Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id) dalam bentuk laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji F, uji t dan analisis regresi berganda dengan menggunakan software SPSS versi 20. Populasi dari penelitian ini terdiri dari 48 perusahaan Sektor Property dan Real Estate dan metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Dengan metode tersebut didapatkan sampel sebanyak 40 perusahaan dengan periode pengamatan 4 tahun (2014-2017), sehingga jumlah sampel untuk penelitian ini sebanyak 160 amatan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan opini audit, profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan, dan reputasi KAP berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Secara parsial opini audit, profitabilitas, dan reputasi KAP berpengaruh signifikan terhadap audit delay, sedangkan solvabilitas dan ukuran perusahaan secara parsial tidak berpengaruh terhadap audit delay.

Kata kunci: audit delay, opini audit, profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan, dan reputasi KAP

ii

Universitas Sumatera Utara

(7)

ABTRACK

EFFECT OF AUDIT OPINION, PROFITABILITY, SOLVENCY, FIRM SIZE, AND REPUTATION KAP TO AUDIT DELAY IN PROPERTY AND REAL ESTATE COMPANY LISTED ON THE INDONESIASTOCK EXCHANGE IN

2014-2017.

The purpose of this research is to the effect of audit opinion, profibility, solvency, firm size, and reputation kap to audit delay in property and real estate company listed on the Indonesia stock exchange in 2014-2017.

This research used secondary data which can be accessed through the website of Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id) in the form of financial statements and company annual reports. The data analysis technique used was descriptive statistical analysis, the classic assumption test, F test, t test, and multiple regression analysis with using SPSS version 20 software. The population for this research is 48 companies Property and Real Estate and the sampling method was carried out by purposive sampling method. With this method, 40 companies are acquired as a sample with 4 years of observation period (2014-2017). Thus the sum of this research is 160 observation.

The results showed that simultaneously audit opinion, profitability, solvency, firm size, and reputation kap gave significant effect on audit delay. Partially audit opinion, profitability, and reputation kap gave effect on audit delay,on contrary solvency and firm size does not effect to audit delay partially.

Keywords: audit delay, audit opinion, profitability, solvency, firm size, and reputation kap

iii

Universitas Sumatera Utara

(8)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga penulis telah mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Opini Audit, Profitabilitas, Solvabilitas, Ukuran Perusahaan, dan Reputasi KAP yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014- 2017” ini dapat terselesaikan dengan baik. Penulis sangat bersyukur atas penyelesaian skripsi ini, dimana skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memenuhi penyelesaian pendidikan Program Strata Satu (S1) pada Program Sarjana di Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Sumatera Utara.

Shalawat beriring salam kita sanjungkan kepangkuan Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa umat manusia dari alam kebodohan ke alam yang berilmu pengetahuan seperti yang kita rasakan pada saat ini.

Selama penyusunan skripsi ini, Penulis telah banyak menerima bimbingan, dukungan, saran, motivasi serta doa dari berbagai pihak selama penulisan skripsi ini.

Teristimewa untuk kedua orang tua saya yang sangat saya kagumi dan cintai yaitu Ayahanda Trianto dan Ibu Rahmawati Br. Aruan yang tidak pernah lelah memberikan kasih sayang, doa, nasihat serta semangat yang tulus hingga saat ini.

Kemudian kepada adik saya Nurul Arafah, Nurul Janna, dan Khoir Wahyuda yang selalu memberikan semangat, serta kepada keluarga besar saya yang selalu memberikan doa dan dukungannya.

iv

Universitas Sumatera Utara

(9)

Pada kesempatan ini penulis juga ingin mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang tulus kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Ramli, SE., M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara

2. Bapak Dr. Syafruddin Ginting Sugihen, MAFIS., Ak., CPA., selaku ketua Departemen/Program Studi S1 Akuntansi dan Alm. Bapak Drs. Syahrul Rambe M.M., Ak., selaku Sekretaris Departemen/Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

3. Bapak Dr. Erwin Abubakar, MBA., Ak, selaku Dosen Pembimbing, yang telah memberikan bimbingan dan arahan serta semangat dalam proses penyelesaian skripsi ini. Kepada Bapak Drs. Hasan Sakti Siregar, M.Si., Ak., selaku Dosen Penguji dan Bapak Drs. Keualana Erwin, SE., M.Si, Ak., selaku Dosen Pembanding, atas segala saran dan masukan positif yang telah diberikan kepada saya selama ini.

4. Seluruh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara khusunya Dosen Jurusan Akuntansi yang telah memberikan ilmu selama perkuliahan berlangsung, serta kepada pegawai yang telah memberikan bantuan administrasi kepada saya selama ini.

5. Sahabat-sahabat penulis selaku teman seperjuangan yaitu Mtmb girls, Amel, Tiara, Onny, Silfi, Hilda, Yoyo, Yuli, Eka yang selalu mendangarkan keluh kesah dan memberikan semangat selama menyelesaikan skripsi ini.

v

Universitas Sumatera Utara

(10)
(11)

DAFTAR ISI

HALAMAN

PERNYATAAN ... i

ABSTRAK ... ii

ABSTRACK... iii

KATA PENGANTAR ... iv

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL... ix

DAFTAR GAMBAR ... x

DAFTAR LAMPIRAN ... xi

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Rumusan Masalah ... 8

1.3. Tujuan Penelitian ... 8

1.4. Manfaat Penelitian ... 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Teori Kepatuhan ... 10

2.2. Audit Delay ... 11

2.3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Audit Delay ... 12

2.3.1 Opini Audit ... 12

2.3.2 Profitabilitas ... 14

2.3.3 Solvabilitas ... 16

2.3.4 Ukuran Perusahaan ... 16

2.3.5 Reputasi KAP ... 17

2.4. Penelitian Terdahulu ... 18

2.5. Kerangka Konseptual ... 21

2.6. Hipotesis Penelitian ... 24

2.6.1 Pengaruh Opini Audit terhadap Audit Delay ... 24

2.6.2 Pengaruh Profitabilitas terhadap Audit Delay ... 24

2.6.3 Pengaruh Solvabilitas terhadap Audit Delay ... 25

2.6.4 Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Audit Delay 26 2.6.5 Pengaruh Reputasi KAP terhadap Audit Delay .... 27

vii

Universitas Sumatera Utara

(12)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian ... 28

3.2. Defenisi Operasional ... 28

3.1.1 Variabel Dependen ... 28

3.2.2 Variabel Independen... 29

3.2.3 Skala Pengukuran Variabel ... 31

3.3. Populasi dan Sampel ... 32

3.4. Jenis dan Sumber Data ... 34

3.5. Metode Pengumpulan Data ... 34

3.6 Teknik Analisis Data ... 34

3.6.1 Uji Statistik Deskriptif ... 35

3.6.2 Uji Asumsi Klasik ... 35

3.6.3 Analisis Regresi Linear Berganda ... 39

3.6.4 Pengujian Hipotesis ... 40

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1. Data Penelitian ... 42

4.2. Uji Statistik Deskriptif ... 44

4.3. Pengujian Asumsi Klasik ... 47

4.3.1 Uji Normalitas ... 47

4.3.2 Uji Multikoleniaritas ... 49

4.3.3 Uji Heteroskedastisitas ... 50

4.3.4 Uji Autokorelasi ... 52

4.4. Analisis Regresi Berganda ... 52

4.5. Uji Hipotesis ... 54

4.5.1 Koefisien Determinasi ... 54

4.5.2 Uji F ... 56

4.5.3 Uji t ... 57

4.6 Pembahasan Hasil Penelitian ... 59

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan ... 64

5.2. Saran... 65

DAFTAR PUSTAKA ... 66

LAMPIRAN… ... 70

viii

Universitas Sumatera Utara

(13)

DAFTAR TABEL

No. Tabel Judul Halaman

1.1 Research Gap ... 7

2.2 Ringkasan Penelitian Terdahulu…………... 19

3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel ……… 31

3.2 Proses Seleksi Sampel Berdasarkan Kriteria ……….. 33

4.1 Daftar Tabel Sampel Penelitian ... 42

4.2 Statistik Deskriptif ... 44

4.3 Statistik Opini Audit ... 46

4.4 Statistik Reputasi KAP ... 46

4.5 Uji Kolmogrov-Smirnov ... 49

4.6 Uji Multikoleniaritas ... 50

4.7 Uji Autokorelasi ... 52

4.8 Uji Analisis Regresi Linear Berganda ... 53

4.9 Uji Koefisien Determinasi (R 2 ) ... 55

4.10 Uji Simultan F ... 56

4.11 Uji Parameter Signifikan Individual ... 58

ix

Universitas Sumatera Utara

(14)

DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Judul Halaman

1.1. Grafik Audit Delay PT. Bakrieland adaevelopment Tbk. ... 4 2.1. Kerangka konseptual ... 21 4.1 Histogram Variabel Dependen Audit DelayI- Normal ... 47 4.2 Normal P-Plot of Regression Standarized

Residual – Normal ... 48 4.3 Scatterplot Uji Heteroskedastisitas ... 51

x

Universitas Sumatera Utara

(15)

DAFTAR LAMPIRAN

No. Lampiran Judul Halaman

1 Daftar Seleksi Sampel Penelitian ... 70

2 Daftar Perusahaan yang Menjadi Sampel ... 72

3 Data Audit Delay Perusahaan Sampel Tahun 2014-2017 ... 74

4 Data Opini Audit Perusahaan Sampel Tahun 2014-2017 ... 75

5 Data Profitabilitas Perusahaan Sampel Tahun 2014-2017 ... 76

6 Data Solvabilitas Perusahaan Sampel Tahun 2014-2017 ... 77

7 Data Log Total Asset Perusahaan Sampel Tahun 2014-2017 ... 78

8 Data Reputasi KAP Perusahaan Sampel Tahun 2014-2017 ... 79

9 Hasil SPSS ... 80

xi

Universitas Sumatera Utara

(16)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Laporan keuangan menjadi salah satu informasi yang berperan penting dalam bisnis investasi dipasar modal. Perkembangan pasar modal Indonesia menyebabkan adanya permintaan akan transparansi kondisi keuangan bagi setiap perusahaan yang go-public. Laporan keuangan memiliki peranan penting untuk mengukur dan menilai kinerja perusahaan serta bermanfaat dalam proses pengambilan keputusan. Banyak pihak seperti manajemen, investor, pemerintah, kreditor, dan lainnya berkepentingan terhadap laporan keuangan. Laporan keuangan perusahaan yang lengkap meliputi laporan posisi keuangan, laporan laba rugi dan laporan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, catatan atas laporan keuangan, dan informasi komperatif (PSAK No.1, 2013).

Bapepam sebagai badan pengawas pasar modal dan lembaga keuangan yang ada di Indonesia, mengeluarkan peraturan Nomor X.K.2 lampiran keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor : Kep346/BL/2011 tentang Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten atau Perusahaan Publik. Peraturan tersebut mewajibkan semua perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk menyampaikan laporan keuangan tahunan yag memuat opini dari akuntan.

Laporan keuangan yang disampaikan merupakan laporan keuangan yang telah diaudit. Proses yang dibutuhkan dalam mengaudit tidaklah sebentar karena

1

Universitas Sumatera Utara

(17)

dalam proses audit, auditor harus memeriksa keseluruhan dari bagian perusahaan menunda publikasi laporan keuangannya. Proses penyelesaian audit juga berpengaruh pada kualitas laporan keuangan, karena semakin lama penyelesaian audit maka laporan keuangan semakin tidak relevan dan tidak tepat waktu untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Hal ini mencerminkan pentingnya ketepatan waktu dalam penyajian laporan keuangan kepada publik.

Menurut Subekti dan Widiyanti (2004 : 1) pelaksanaan audit yang semakin sesuai dengan standar membutuhkan waktu yang lebih lama, sebaliknya semakin tidak sesuai dengan standar semakin pendek pula waktu yang diperlukan. Salah satu dampak dari audit delay adalah membuat laporan keuangan kehilangan karakteristik relevan dan tepat waktu. Hal ini menjadikan laporan keuangan kurang dapat dipercaya karena sudah terlambat. Laporan keuangan yang disediakan haruslah tepat waktu sesuai dengan periodenya agar informasi yang terkandung dalam laporan keuangan tersebut tidak berkurang maknanya dan dapat digunakan untuk proses pengambilan keputusan yang efektif bagi pengguna.

Lamanya waktu penyelesaian audit oleh auditor dilihat dari perbedaan waktu tanggal laporan keuangan dengan tanggal opini audit dalam laporan keuangan.

Perbedaan waktu ini disebut audit delay menurut Subekti dan Widiyanti (2004 : 2).

Semakin lama auditor menyelesaikan pekerjaan auditnya, semakin lama pula audit delay. Namun, bisa jadi auditor memperpanjang masa auditnya dengan menunda penyelesaian audit laporan keuangan karena alasan tertentu, misalnya karena pemenuhan standar untuk meningkatkan kualitas audit oleh auditor yang akhirnya

2

Universitas Sumatera Utara

(18)

menuntut waktu lebih lama. Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) dari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI, 2001) khususnya tentang standar pekerjaan lapangan yang mengatur prosedur dalam penyelesaian pekerjaan lapangan seperti perlu adanya perencanaan atas aktivitas yang akan dilakukan, pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern dan pengumpulan bukti-bukti kompeten yang diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, pengajuan pertanyaan dan konfirmasi sebagai dassr untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan.

Sesuai dengan peraturan No. X.K.2 lampiran keputusan Ketua Bapepam-LK No.Kep-346/BL/2011 tentang “Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten dan Perusahaan Publik” menyatakan bahwa laporan keuangan tahunan wajib disertai laporan akuntan dalam rangka audit atas laporan keuangan, dan disampaikan kepada Bapepam-LK paling lambat pada akhir bulan ketiga (90 hari) setelah tanggal laporan keuangan perusahaan (Bapepam, 2011). Peraturan tersebut kemudian diperbaharui karena adanya perpindahan fungsi dan tujuan Bapepam-LK ke Otoritass Jasa Keuangan terhitung mulai tanggal 31 Desember 2012 berdasarkan Undang-undang Nomor 21 tahun 2011. Peraturan tersebut diubah menjadi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No.29/POJK04/2016 tentang Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik. Peraturan tersebut mewajibkan perusahaan publik untuk menyampaikan laporan keuangan tahunan mereka kepada pihak OJK paling lambat 4 (empat) bulan setelah tahun buku berakhir (Otoritas Jasa Keuangan, 2016).

3

Universitas Sumatera Utara

(19)
(20)

audit delay. Menurut Azhari (2014:10) audit delay adalah rentang waktu antara tanggal penutupan tahun buku hingga tanggal dikeluarkannya opini audit dalam laporan audit. Menurut Lestari (2010:28) audit delay menyebutkan audit delay sebagai rentang waktu penyelesaian laporan audit laporan keuangan tahunan, diukur berdasarkan lamanya hari yang dibutuhkan untuk memperoleh laporan keuangan auditor independen atas audit laporan keuangan perusahaan sejak tanggal tutup buku perusahaan, yaitu per 31 Desember sampai tanggal yang tertera pada laporan auditor independen. Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya audit delay, diantaranya adalah Opini Audit, Profitabilitas, Solvabilitas, Ukuran Perusahaan, dan Reputasi KAP.

Opini Audit adalah pendapat yang diberikan oleh auditor independen atas laporan keuangan perusahaan. Hasil penelitian Aditya (2014) menemukan bahwa Opini Audit berpengaruh terhadap audit delay. Hal ini bertentangan dengan penelitian Lestari (2010), dan Saemargani dan Mustikawati (2015) yang justru menunjukkan hasil bahwa Opini Audit tidak berpengaruh terhadap audit delay.

Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu. Secara umum profitabilitas diukur dengan menggunakan Return On Asset (ROA). Hasil penelitian Lestari (2010) menemukan bahwa Profitabilitas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap audit delay. Berbeda dengan hasil penelitian Kartika (2009) yang menemukan bahwa Profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay.

5

Universitas Sumatera Utara

(21)

Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajibannya, baik kewajiban jangka panjang ataupu jangka pendek. Saemargani dan Mustikawati (2015) dalam penelitiannya menemukan pengaruh signifikan antara solvabilitas terhadap audit delay. Hal ini bertentangan dengan hasil penelitian Kartika (2009) menemukan bahwa Solvabilitas tidak berpengaruh terhadap audit delay.

Ukuran perusahaan adalah besar kecilnya suatu perusahaan yang diukur dari besarnya total aset atau kekayaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Hasil penelitian Lestari (2010) dan Aditya (2014) menyimpulkan bahwa Ukuran Perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap audit delay. Hasil penelitian tersebut tidak sejalan dengan Yulianti (2011) yang menemukan hasil bahwa Ukuran Perusahaan memiliki pengaruh terhadap audit delay.

Kantor Akuntan Publik (KAP) adalah suatu bentuk organisasi akuntan publik yang memperoleh izin sesuai dengan peraturan perundang-undangan, yang berusaha dibidang pemberian jasa professional dalam praktek akuntan publik (Rachmawati, 2008: 3). Hasil penelitian Iskandar dan Trisnawati (2010) reputasi KAP berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Hasil penelitian tersebut berbeda dengan hasil penelitian Ahmad dan Abidin (2008) yang menyatakan bahwa reputasi KAP tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap audit delay.

6

Universitas Sumatera Utara

(22)

Tabel 1.1 Research Gap

No. Varibael Peneliti Hasil Penelitian

Aditya (2014) Berpengaruh

1. Opini Audit Lestari (2010) Tidak Berpengruh

Saemargani dan Tidak Berpengaruh Mustikawati (2015)

Lestari (2010) Berpengaruh Signifikan 2. Profitabilitas Kartika (2009) Tidak berpengaruh

Signifikan

Saemargani dan Berpengaruh Signifikan 3. Solvabilitas Mustikawati (2015)

Kartika (2009) Tidak Berpengaruh Lestari (2010) Tidak Berpengaruh 4. Ukuran Perusahaan Aditya (2014) Tidak Berpengaruh

Yulianti (2011) Berpengaruh

Iskandar dan Trisnawati Berpengaruh Signifikan 5. Reputasi KAP (2010)

Ahmad dan Abidin (2008) Tidak Berpengaruh Signifikan

Karena adanya perbedaan hasil penelitian dari beberapa peneliti maka penulis menguji kembali beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay.

Faktor-faktor yang diuji kembali oleh penulis adalah opini audit, profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan, dan reputasi KAP. Penulis menetapkan peusahaan sektor property, real estate, dan konstruksi bangunan dengan sub sektor property dan real estate. Perusahaan sektor property dan real estate, merupakan salah satu bagian dari Perusahaan Jasa yang ada di Indonesia. Perusahaan sektor property dan real estate, masih menjadi pilihan utama para investor dalam mengivestasikan dana mereka. Hal itu dikarenakan saham-saham dari perusahaan-perusahaan dalam property dan real estate, yang masih menawarkan potensi kenaikan.

7

Universitas Sumatera Utara

(23)

Berdasarkan penjelasan diatas maka diadakan penelitian dengan judul:

“pengaruh opini audit, profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan, dan reputasi KAP terhadap audit delay pada perusahaan sektor property dan real estate, yang terdaftar di bursa efek Indonesia.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan sebelumnya, maka penulis merumuskan masalah dalam penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Apakah opini audit berpengaruh terhadap audit delay?

2. Apakah profitabilitas berpengaruh terhadap audit delay?

3. Apakah solvabilitas berpengaruh terhadap audit delay?

4. Apakah ukuran perusahaan berpengaruh terhadap audit delay?

5. Apakah reputasi kap berpengaruh terhadap audit delay?

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui pengaruh opini audit terhadap audit delay.

2. Untuk mengetahui pengaruh profitabilitas terhadap audit delay.

3. Untuk mengetahui pengaruh solvabilitas terhadap audit delay.

4. Untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan terhadap audit delay.

5. Untuk mengetahui pengaruh reputasi kap terhadap audit delay.

1.4 Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi beberapa pihak, diantaranya sebagai berikut:

8

Universitas Sumatera Utara

(24)

a) Bagi Peneliti

Peneliti berharap penelitian ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan yang lebih, khususnya mengenai bidang penelitian yaitu audit delay. Bagi peneliti selanjutnya, dapat menjadi bahan referensi dalam melakukan penelitian sejenis menambah dan bukti tentang audit delay dan faktor yang mempengaruhinya.

b) Bagi Auditor

Penelitian ini diharapkan dapat membantu dalam mengidentifikasi faktor-faktor dominan diatas yang mempengaruhi audi delay, sehingga auditor dapat mengoptimalkan kinerjanya yang berimbas pada ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan.

c) Bagi Manajemen Perusahaan

Penelitian ini dapat memicu para manajer untuk lebih meningkatkan kredibilitas dalam menyajikan laporan keuangan tahunan yang berguna bagi investor.

9

Universitas Sumatera Utara

(25)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Teori Kepatuhan (Complance Theory)

Kepatuhan berarti bersifat patuh, ketaatan, tunduk, patuh pada ajaran atau peraturan. Teori kepatuhan adalah teori yang membahas tentang ketaatan dan kepatuhan mengikuti aturan yang telah dibuat. Menurut Anggraeni dan Kiswaran (2011) compliance diartikan sebagai suatu kepatuhan yang didasarkan pada harapan akan suatu imbalan dan usaha untuk menghindarkan diri dari hukuman yang mungkin dijatuhkan. Hukuman tersebut merupakan sanksi akibat ketidakpatuhan.

Teori kepatuhan dapat mendorong seseorang untuk mematuhi peraturan yang berlaku, sama halnya dengan perusahaan yang berusaha menyampaikan laporan keuangan tepat waktu. Tuntutan akan kepatuhan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan publik di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal dan diatur dalam Peraturan Bapepam-LK Nomor X.K.2, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor: KEP-346/BL/2011 tentang Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten dan Perusahaan Publik. Peraturan- peraturan tersebut secara hokum mengisyaratkan adanya kepatuhan setiap perilaku individu maupun organisasi (perusahaan publik) yang terlibat di pasar modal Indonesia untuk menyampaikan laporan keuangannya secara tepat waktu. Hal ini menandakan bahwa kepatuhan suatu perusahaan dalam melaporkan laporan keuangan

10

Universitas Sumatera Utara

(26)

merupakan suatu hal yang mutlak dalam memenuhi prinsip pengungkapan informasi yang tepat waktu.

2.2 Audit Delay

Audit delay menurut Lestari (2010 : 34) didefinisikan sebagai “lamanya waktu penyelesaian audit yang diukur dari tanggal penutupan tahun buku hingga tanggal diterbitkannya laporan audit”. Rentang waktu penyelesaian laporan audit laporan keuangan tahunan, diukur berdasarkan lamanya hari yang dibutuhkan untuk memperoleh laporan keuangan auditor independen atas audit laporan keuangan perusahaan sejak tanggal tutup buku perusahaan, yaitu 31 Desember sampai tanggal yang tertera pada laporan auditor independen.

Diungkap dalam penelitian Subekti dan Widiyanti (2004 : 1) perbedaan waktu yang sering dinamai dengan audit delay adalah perbedaan antara tanggal laporan keuangan dengan opini audit dalam laporan keuangan yang mengindikasikan tentang lamanya waktu penyelesaian audit yang dilakukan oleh auditor. Maka semakin lama auditor menyelesaikan pekerjaan auditnya, semakin lama pula audit delay.

Audit delay atau yang dikenal juga sebagai Auditors’ signature lag inilah yang dapat mempengaruhi ketepatan informasi yang dipublikasikan, sehingga akan berpengaruh terhadap ketidakpastian keputusan yang diambil berdasarkan informasi yang dipublikasikan.

11

Universitas Sumatera Utara

(27)

2.3 Faktor-Faktor yang mempengaruhi Audit Delay 2.3.1 Opini Audit

Opini audit merupakan pendapat yang diberikan oleh auditor independen sebagai hasil penilaiannya atas kewajaran laporan keuangan yang disajikan perusahaan. Dalam perkembangannya, peran opini audit menjadi penting dalam kaitannya dengan citra perusahaan dimata para pengguna laporan keuangan. Dalam Standar Profesional Akuntan Publik dijelaskan bahwa “tujuan laporan keuangan oleh auditor independen adalah untuk menyatakan pendapat tentang kewajaran mengenai semua hal yang materil, posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum di Indonesia”.

Menurut Standar Profesional Akuntan Publik (PSAK 29, SA Seksi 508), ada lima tipe pendapat audit yaitu:

1. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion)

Pendapat wajar tanpa pengecualian diberikan oleh auditor jika tidak terjadi pembatasan dalam lingkup audit dan tidak terdapat pengecualian yang signifikan mengenai kewajaran dan penerapan prinsip akuntansi yang berlaku umum dalam penyusunan laporan keuangan, konsistensi penerapan prinsip akuntansi berlaku umum tersebut, serta pengungkapan memadai dalam laporan keuangan.

2. Opini Wajar Tanpa Pengecualian dengan paragraf penjelas (Unqualified Opinion)

Pendapat ini diberikan apabila audit telah dilaksanakan atau telah sesuai dengan standar auditing, penyajian laporan keuangan sesuai prinsip akuntansi yang berlaku umum, tetapi tedapat keadaan tertentu yang mengharuskan auditor menambahkan suatu paragraph penjelasan

12

Universitas Sumatera Utara

(28)

(penjelasan lain) laporan audit, meskipun tidak mempengaruhi pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan.

3. Opini Wajar dengan Pengecualian (Qualified Opinion)

Auditor memberikan pendapat wajar dengan pengecualian dalam laporan keuangan audit apabila lingkup audit dibatasi oleh klien, auditor tidak dapat melaksanakan prosedur audit atau tidak dapat memperoleh informasi penting karena kondisi-kondisi yang berada diluar kekuasaan klien maupun auditor, laporan keuangan tidak disuse sesuai prinsip akuntansi yang berlaku umum, dan prinsip akuntansi berlaku umum yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan tidak diterapkan secara konsisten.

4. Opini tidak wajar (Adverse Opinion)

Pendapat tidak wajar merupakan kebalikan dari pendapat wajar tanpa pengecualian. Akuntan memberikan pendapat tidak wajar jika laporan keuangan klien tidak disusun berdasarkan prinsip akuntansi berlaku umum sehingga tidak menyajikan secara wajar posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas perusahaan klien.

5. Menolak memberikan pendapat (Disclaimer of Opinion)

Jika auditor tidak menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan, maka laporan audit ini disebut dengan laporan tanpa pendapat (no opinion report).

Kondisi yang menyebabkan auditor tidak memberikan pendapat adalah:

a) Pembatasan yang luar biasa sifatnya terhadap lingkungan audit.

b) Auditor tidak independen dalam hubungannya dengan kliennya.

13

Universitas Sumatera Utara

(29)

Auditor akan mengeluarkan salah satu dari kelima opini tersebut setelah melakukan pemeriksaan laporan keuangan yang diaudit sesuai dengan standar dan prosedur audit yang berlaku.

Perusahaan yang biasanya mengharapkan auditor mengeluarkan opini wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion). Dengan mendapatkan unqualified opinion menandakan bahwa laporan keuangan perusahaan telah disajikan secara wajar dan sesuai dengan standar-standar akuntansi yang berlaku. Perusahaan yang mendapatkan opini selain unqualified opinion cenderung akan mengganti auditor mereka dengan harapan akan mendapatkan opini unqualified agar laporan keuangan perusahaan dipandang baik oleh para pengguna informasi laporan keuangan tersebut.

2.3.2 Profitabilitas

Profitabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan. Semakin tinggi profitabilitas perusahaan, maka semakin tinggi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bagi perusahaannya, begitu pun sebaliknya. Maka tingkat profitabilitas yang rendah ditengarai berpengaruh terhadap audit delay. Hal tersebut berkaitan dengan akibat yang dapat ditimbulkan pasar terhadap pengumuman rugi bagi perusahaan.

Menurut Brigham dan Houston (2006) mengatakan terdapat indikator yang dapat digunakan untuk menjelaskan profitabilitas suatu perusahaan yaitu margin laba atas penjualan (Gross Margin and Net Profit Margin), Basic Earning Power (BEP),

14

Universitas Sumatera Utara

(30)

Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE). Dalam penelitian ini menggunakan return on asset (ROA) sebagai indikator dalam mengukur profitabilitas perusahaan.

ROA didefinisikan sebagai rentabilitas ekonomi yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba pada masa lalu, kemudian diproyeksikan ke masa depan untuk melihat kemampuan perusahaan menghasilkan laba pada masa mendatang. ROA diperoleh dari perbandingan laba bersih dengan total asset perusahaan. Presentasi perubahan ROA dapat dikatakan merupakan salah satu indikator keuangan perusahaan untuk melihat prospek bisnis perusahaan tersebut.

Semakin tinggi nilai presentasi perubahan ROA yang dihasilkan berarti semakin efektif pengelolaan asset yang dimiliki perusahaan, begitu pula sebaliknya. Indikator yang digunakan untuk mengetahui tingkat profitabilitas suatu perusahaan dalam penelitian ini adalah return on asset (ROA). Alasan pemilihan ROA yaitu: (1) sifatnya yang menyeluruh, dapat digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan modal. (2) ROA dapat digunakan untuk mengukur rasio industri sehingga dapat dibandingkan dengan perusahaan lain. (3) ROA dapat digunakan untuk mengukur profitabilitas masing-masing produk yang dihasilkan oleh perusahaan.

Perusahaan yang mempunyai tingkat profitabilitas yang lebih tinggi membutuhkan waktu untuk mengaudit laporan keuangan lebih cepat dikarenakan keharusan menyampaikan kabar baik secepatnya terhadap publik. Mereka juga memberikan alasan bahwa auditor yang menghadapi perusahaan yang mengalami kerugian memiliki respon yang lebih berhati-hati.

15

Universitas Sumatera Utara

(31)

2.3.3 Solvabilitas

Solvabilitas suatu perusahaan menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya baik jangka pendek maupun jangka panjang. Suatu perusahaan yang solvable berarti bahwa perusahaan tersebut mempunyai asset atau kekayaan yang cukup untuk membayar semua hutang-hutangnya begitu pula sebaliknya, perusahaan yang tidak mempunyai kekayaan yang cukup untuk membayar hutang-hutangnya disebut perusahaan insolvable.

Dalam penelitian ini rasio yang akan dipakai adalah Debt to Equity Ratio (DER), DER menggambarkan perbandingan kewajiban dan ekuitas dalam pendanaan perusahan dan menunjukkan modal perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya. Apabila debt to equity ratio tinggi, mencerminkan bahwa risiko keuangan semakin tinggi, karena kemungkinan perusahaan tidak dapat melunasi kewajiban atau hutangnya baik berupa pokok maupun bunga. Risiko yang dialami perusahan mengindikasikan bahwa perusahaan mengalami kesulitan keuangan.

Kesulitan keuangan merupakan berita buruk yang akan mempengaruhi kondisi perusahaan dimata masyarakat, maka pihak manajemen cenderung akan menunda penyampaian laporan keuangan. Sebaliknya jika perusahaan mampu melunasi hutangnya maka keadaan ini merupakan kabar gembira dan perusahaan akan mempercepat penyampaian laporan keuangannya.

2.3.4 Ukuran Perusahaan

Salah satu faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan adalah ukuran perusahaan. Besar kecilnya ukuran sebuah perusahaan dapat dilihat

16

Universitas Sumatera Utara

(32)

dari total asset, total penjualan, jumlah tenaga kerja, dan sebagainya. Semakin besar nilai item-item tersebut, maka semakin besar pula ukuran sebuah perusahaan.

Menurut Lestari (2010 : 35) perusahan besar lebih konsisten untuk tepat waktu dibandingkan perusahaan kecil dalam menginformasikan laporan keuangannya.

Pengaruh ini ditunjukkan dengan semakin besar nilai asset perusahaan maka semakin pendek audit delay dan sebaliknya. Perusahaan besar cenderung akan menyelesaikan proses auditnya lebih cepat dibandingkan perusahaan kecil. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu manajemen perusahaan yang berskala besar cenderung diberikan insentif untuk mengurangi audit delay, dikarenakan perusahaa-perusahaan tersebut dimonitor secara ketat oleh investor, pengawas permodalan dari pemerintah.

Pihak-pihak ini sangat berkepentingan terhadap informasi yang ada dalam laporan keuangan. Menurut Lestari (2010) berpendapat bahwa perusahaan yang memiliki sumber daya (aset) yang besar memiliki lebih banyak sumber informasi, lebih banyak staf akuntansi, dan sistem informasi yang lebih canggih, memiliki sistem pengendalian intern yang kuat, adanya pengawasan dari investor, regulator dan sorotan masyarakat, maka hal ini memungkinkan perusahaan untuk melaporkan laporan keuangan auditannya lebih cepat ke publik. Dalam penelitian ini indikator yang dipakai adalah total aset sebagai proksi ukuran perusahaan.

2.3.5 Reputasi KAP

“Kantor Akuntan Publik (KAP) adalah suatu bentuk organisasi akuntan publik yang memperoleh izin sesuai dengan peraturan perundang-undangan, yang

17

Universitas Sumatera Utara

(33)

berusaha di bidang pemberian jasa professional dalam praktek akuntan publik”

(Rachmawati, 2008: 3).

Kantor Akuntan Publik internasional atau yang dikenal dengan Big Four dianggap dapat menyelesaikan auditnya secara efisien dan memiliki jadwal waktu yang lebih tinggi untuk menyelesaikan pekerjaan auditnya lebih cepat dibandingkan Kantor Akuntan Publik lainnya. Pemilihan kantor akuntan publik yang berkompeten kemungkinan dapat membantu penyelesaian audit menjadi lebih segera atau tepat waktu.

Kantor Akuntan Publik di Indonesia dibagi menjadi KAP The Big Four dan Kantor Akuntan Publik Non The Big Four. Adapun kategori Kantor Akuntan Publik yang berafiliasi dengan The Big Four di Indonesia, yaitu:

1) KAP Price Waterhouse Coopers, yang bekerja sama dengan KAP Tanudiredja, Wibisana & Rekan.

2) KAP KPMG (Klynveld Peat Marwick Goerdeler), yang bekerja sama dengan KAP Siddharta dan Widjaja.

3) KAP Ernst & Young, yang bekerja sama dengan KAP Purwantono, Suherman, dan Surja.

4) KAP Deloitte Touche Tohmatsu, yang bekerja sama dengan KAP Osman Bing Satrio.

2.4 Penelitian Terdahulu

Berikut ini adalah ringkasan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan audit delay yang akan ditunjukkan dalam tabel 2.1 dibawah ini:

18

Universitas Sumatera Utara

(34)

Tabel 2.1 Ringkasan Penelitian Terdahulu No Nama Peneliti Variabel Penelitian Hasil Penelitian

1. Ayoib dan Dependen: Audit delay Determinan audit delay di Abidin (2008) Independen: Ukuran Malaysia dipengaruhi oleh

perusahaan,kompleksitas ukuran perusahaan, perusahaan, directors’ kmpleksitas perusahaan, shareholdings, ukuran directors’ shareholdings, KAP, opini audit, dan ukuran KAP, opini audit, profitabilitas perusahaan. dan profitabilitas. Rata-rata

audit delay adalah 114 hari dengan minimal waktu audit

delay 20 hari dan

maksimum 442 hari.

2. Lestari (2010) Dependen: Audit Delay Semau variabel bebas secara Independen: Ukuran bersama-sama

perusahaan, opini auditor, mempengaruhi variabel profitabilitas, solvabilitas, terikat. Secara parsial dan kualitas auditor memperlihatkan hasil bahwa

ada 3 dari 5 faktor yang berpengaruh terhadap audit delay, yakni profitabilitas, solvabilitas, dan kualitas auditor.

3. Yulianti (2011) Dependen: Audit delay Secara simultan semua Independen: Ukuran variabel independen perusahaan, opini auditor, berpengaruh terhadap audit ukuran KAP, solvabilitas, delay. Secara parsial profitabilitas terdaoat ada 2 faktor yang

berpengaruh terhadap audit delay, yakni ukuran perusahaan, dan ukuran

KAP.

4. Ardianti(2013) Dependen: Audit delay Hasil peneltian tersebut Independen: Ukuran menunjukkan bahwa jenis perusahaan, jenis opini opini auditor berpengaruh auditor, kompleksitas negati sinifikan terhadap operasi-operasi, jumlah Audit Delay dan kopelsitas komite audit, profitabilitas, perusahaan, profitabilitas solvabilitas, audit tenur dan audit tenure berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay.

19

Universitas Sumatera Utara

(35)

Sedangkan ukuran peerusahaan, komite audit dan solvabilitas tidak berpengaruh terhadap Audit Delay 5. Aditya (2014) Dependen: Audit delay Seacara parsial variabel laba

Independen: size dan opini audit berpengaruh perusahaan, laba, opini terhadap audit delay, audit, dan ukuran KAP variabel size dan ukuran KAP tidak memiliki pengaruh terhadap audit delay. Sedangkan secara simultan seluruh variabel penelitian berpengaruh signifikan terhadap audit delay.

6. Saemargani dan Dependen: Audit delay Umur perusahaan dan Mustikawati Independen: Ukuran profitabilitas berpengaruh

(2015) perusahaan, umur signifikan terhadap audit

perusahaan, profitabilitas, delay, sedangkan ukuran solvabilitas, ukuran KAP, perusahaan, solvabilitas, dan opini auditor ukuran KAP dan opini auditor tidak berpengaruh terhadap audit delay. Secara simultan semua variabel indepeden berpengaruh terhadap audit delay.

7. Amani (2016) Dependen: Audit delay Hasil penelitian tesebut Independen: Ukuran menjelaskan bahwa semua perusahaan, profitabilitas, variabel independen dari

opini audit, umur penelitian tersebut

perusahaan berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun

simultan

8. Afriani (2017) Dependen: Audit Delay Secara parsial opini audit Independen: opini audit, dan ukuran perusahaan profitabilitas, solvabilitas, berpengaruh signifikan dan ukuran perusahaan terhadap audit delay Moderating: Ukuran sedangkan profitabilitas dan Kantor Akuntan Publik solvabilitas tidak

berpengaruh tarhadap audit delay. Secara simultan

20

Universitas Sumatera Utara

(36)
(37)

Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa penelitian ini menggunakan variabel independen (X) yaitu Opini audit, Profitabilitas, Solvabilitas, Ukuran Perusahaan, dan Reputasi KAP, sedangkan variabel dependen (Y) yaitu Audit Delay. Penjelasan dari kerangka tersebut adalah sebagai berikut:

Teori kepatuhan mendukung opini audit dalam audit delay. Opini audit berhubungan positif terhadap audit delay. Semakin baik opini audit yang dikeluarkan auditor maka audit delay semakin pendek, karena bagian terpenting dari laporan audit adalah opini audit. Apabila auditor mengeluarkan opini unqualified maka tidak akan terjadi audit delay sehingga perusahaan menaati peraturan untuk meyampaikan laporan keuangan tahunan tepat waktu.

Teori kepatuhan mendukung profitabilitas dalam audit delay. Profitabilitas berhubungan positif terhadap audit delay. Perusahaan dengan tingkat profitabilitas lebih tinggi cenderung memiliki audit delay yang lebih pendek daripada perusahaan dengan tingkat profitabilitas rendah. Perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas yang tinggi akan menyampaikan laporan keuangan tahunan tepat waktu sehingga perusahaan tersebut patuh dan taat terhadap peraturan.

Teori kepatuhan mendukung solvabilitas dalam audit delay. Solvabilitas berhubungan negatif dengan audit delay. Semakin tinggi solvabilitas maka audit delay akan semakin tinggi pula. Indikator untuk mengukur tingkat solvabilitas dalam penelitian ini adalah debt to equity. Tingkat solvabilitas yang tinggi mempunyai arti bahwa perusahaan memiliki risiko keuangan yang tinggi pula. Risiko yang tinggi ini menunjukkan adanya kemungkinan bahwa perusahaan tidak dapat melunasi seluruh

22

Universitas Sumatera Utara

(38)

kewajiban jangka panjangnya. Hal ini merupakan kabar buruk, maka untuk menutupi risiko ini pihak manajemen cenderung akan menunda penyampaian laporan keuangan tersebut.

Teori kepatuhan mendukung ukuran perusahaan dalam audit delay. Ukuran perusahaan berhubungan positif dengan audit delay. Hal ini dikarenakan perusahaan besar mempunyai sistem pengendalian internal yang baik sehingga dapat mengurangi tingkat kesalahan dalam penyajian laporan keuangan perusahaan sehingga memudahkan auditor dalam melaksanakan proses pengauditan laporan keuangan.

Ukuran perusahaan dalam penelitian ini diproksikan dengan total asset.

Teori kepatuhan mendukung reputasi KAP dalam audit delay. Semakin baik reputasi kantor akuntan publik maka semakin pendek audit delay-nya, ini dikarenakan KAP yang baik reputasinya mempunyai insentif yang tinggi untuk menyelesaikan pekerjaan auditnya lebih cepat dibandingkan Kantor Akuntan Publik lainnya.

Dalam menyampaikan laporan keuangan kepada publik, perusahan diminta untuk menggunakan jasa KAP agar informasi tersebut akurat dan terpercaya. Untuk meningkatkan kredibilitas laporan keuangan tersebut perusahaan menggunakan jasa KAP yang berukuran besar yang ditunjukkan dengan KAP yang berafiliasi dengan KAP besar yang dikenal dengan Big Four. Oleh karena itu opini audit yang diberikan oleh KAP besar cenderung dianggap memiliki kredibiltas yang lebih tinggi disbanding KAP yang tidak berafiliasi dengan KAP Big Four.

23

Universitas Sumatera Utara

(39)

2.6 Hipotesis Penelitian

Hipotesis adalah suatu penjelasan sementara tentang perilaku, fenomena, atau keadaan tertentu yang telah terjadi atau akan terjadi. Hipotesis merupakan pernyataan peneliti tentang hubungan antara variabel-variabel dalam penelitian, serta merupakan pernyataan yang paling spesifik (Kuncoro, 2013: 59).

2.6.1 Pengaruh Opini Audit terhadap Audit Delay

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Aditya (2014) mendapatkan hasil bahwa opini audit memiliki pengaruh terhadap audit delay. Opini audit adalah pendapat yang diberikan oleh auditor indepeden atas laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan. Perusahaan yang menerima pendapat unqualified opinion cenderung akan melaporkan laporan keuangannya tepat waktu. Berbeda dengan perusahan yang menerima pendapat selain unqualified opinion, perusahaan tersebut akan membutuhkan waktu yang lebih lama dalam melaporkan laporan keuangannya. Hal ini disebabkan karena auditor dalam proses pemberian opini audit membutuhkan waktu untuk negoisasi dengan klien dan juga negosiasi dengan partner audit yang lebih senior. Berdasarkan penjelasan diatas maka hipotesis yang dapat diberikan adalah:

H 1 : Opini Audit berpengaruh terhadap Audit Delay.

2.6.2 Pengaruh Profitabilitas terhadap Audit Delay

Hasil Penelitian yang dilakukan oleh Lestari (2010) mendapatkan hasil bahwa profitabilitas berpengaruh audit delay. Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba. Profitabilitas dapat digunakan sebagai indikator potensi

24

Universitas Sumatera Utara

(40)

risiko bisnis, yaitu untuk menilai apakah perusahaan mengalami kondisi keuangan yang baik atau buruk. Perusahan yang memiliki tingkat profitabilitas tinggi memiliki hubungan negatif terhadap audit delay karena perusahaan tersebut ingin segera menyampaikan good news kepada stakeholders, sedangkan perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas yang rendah maka laporan keuangannya akan mengandung bad news, dan akan cenderung tidak tepat waktu dalam menyampaikan laporan keuangannya (Rachmawati, 2008: 3). Berdasarkan penjelasan diatas maka hipotesis yang dapat diberikan adalah:

H 2 : Profitabilitas berpengaruh terhadap Audit Delay.

2.6.3 Pengaruh Solvabilitas terhadap Audit Delay

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Lestari (2010) bahwa solvabilitas berpengaruh terhadap audit delay. Solvabilitas merupakan kemampuan perusahaan menutupi seluruh kewajiban-kewajibannya. Solvabilitas juga mengindikasikan jumlah modal yang dikeluarkan oleh investor dalam rangka menghasilkan laba.

Menurut Proporsi hutang dan modal dapat dijadikan ukuran kondisi keuangan perusahaan. Porsi hutang yang lebih banyak terhadap modal perusahaan memberikan sinyal berita buruk (bad news) dan dapat meningkatkan kehati-hatian auditor terhadap laporan keuangan perusahaan tersebut yang dapat berakibat memanjangkan waktu audit. Ini karena perusahaan dengan rasio solvabilitas yang tinggi memiliki kondisi keuangan yang tidak sehat dan cenderung melakukan kesalahan manajemen dan fraud.

Berdasarkan penjelasan diatas maka hipotesis yang dapat diberikan adalah:

H 3 : Solvabilitas berpengaruh terhadap Audit Delay.

25

Universitas Sumatera Utara

(41)

2.6.4 Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Audit Delay

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Arifatun (2013:10) menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap audit delay sehingga semakin besar ukuran perusahaan maka audit delay akan semakin kecil. Penelitian yang dilakukan oleh Yulianti (2011:13) juga menunjukkan bahwa ukuran perusahaan mempengaruhi audit delay karena perusahaan besar cenderung memiliki ketersediaan sumber daya yang besar, tenaga kerja yang kompeten, peralatan teknologi yang canggih, dan pengendalian internal yang lebih baik sehingga hal tersebut dapat mengurangi audit delay. Oleh karena itu, ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap audit delay.

Ukuran perusahaan adalah besar kecilnya suatu perusahaan dapat diukur dari besarnya total aset atau kekayaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan (Kartika, 2011:

161). Semakin besar total aset maka akan semakin pendek audit delay. Perusahaan memiliki pengendalian internal yang lebih baik yang akan membantu auditor dalam melakukan proses audit, sehingga proses audit yang dilakukan dapat lebih cepat serta perusahaan cenderung mendapatkan tekanan yang tinggi dari pihak eksternal terhadap kinerja keuangan perusahaan, sehingga manajemen akan berusaha untuk mempublikasikan laporan keuangan auditan lebih tepat waktu. Berdasarkan penjelasan diatas maka hipotesis yang dapat diberikan adalah:

H 4 : Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap Audit Delay.

26

Universitas Sumatera Utara

(42)

2.6.5 Pengaruh Reputasi KAP terhadap Audit Delay

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Iskandar dan Trisnawati (2010) reputasi KAP berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Reputasi kantor akuntan publik diukur dari KAP yang berafiliasi dengan KAP The Big Four dan KAP Non The Big Four. Dimana KAP The Big Four cenderung lebih cepat menyelesaikan tugas audit yang mereka terima. Kantor akuntan publik The Big Four umumnya mempunyai sumber daya yang lebih besar sehingga dapat melakukan audit lebih cepat dan efisien.

Hal ini membuktikan pendapat bahwa perusahaan yang diaudit oleh kantor akuntan publik The Big Four cenderung lebih cepat menyelesaikan auditnya dibandingkan dengan perusahaan yang diaudit oleh kantor akuntan publik Non The Big Four.

Berdasarkan penjelasan diatas maka hipotesis yang dapat diberikan adalah:

H 5 : Reputasi KAP berpengaruh terhadap Audit Delay.

27

Universitas Sumatera Utara

(43)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini menurut jenis dan analisisnya adalah penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (2015:14), metode penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

3.2 Definisi Operasional 3.2.1 Variabel Dependen

Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah audit delay.

Menurut Raja Ahmad dan Kamarudin ( 2003:5 ), audit delay adalah jumlah hari antara tanggal laporan keuangan dan tanggal laporan audit. Sedangkan menurut Rachmawati (2005:20), audit delay adalah rentang waktu penyelesaian Pelaksanaan audit laporan keuangan tahunan diukur berdasarkan lamanya hari yang dibutuhkan untuk memperoleh laporan auditor independen atas audit laporan keuangan tahun perusahaan, sejak tanggal tahun tutup buku perusahaan yaitu 31 Desember sampai tanggal yang tertera pada laporan auditor independen. Lamanya waktu penyelesaian audit terhitung mulai dari tanggal penutupan tahun buku sampai dengan tanggal

28

Universitas Sumatera Utara

(44)

diterbitkannya laporan audit disebut audit report lag atau audit delay. Menurut Dyer dan McHugh ( 1975 : 206 ), “Auditors’ report lag is the open interval of number of days from the year end to the date recorded as the opinion signature date in the auditors’ report”. Pengukuran atas audit delay dilakukan secara kuantitatif dalam jumlah hari.

3.2.2 Variabel Independen

Variabel independen dalam penelitian ini terdiri atas opini audit, profitabilitas, solvabilitas, dan ukuran perusahaan.

3.2.2.1 Opini Audit

Opini audit penelitian ini menggunakan dua klasifikasi pendapat auditor, yaitu wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion) yang diukur dengan nilai dummy 1 dan selain wajar tanpa pengecualian dengan nilai dummy 0. Diduga perusahaan yang mendapat opini selain unqualified opinion akan megalami audit delay yang lebih lama, dibandingkan dengan perusahaan yang mendapatkan unqualified opinion.

3.2.2.2 Profitabilitas

Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu. Dalam penelitian ini, profitabilitas diukur dengan menggunakan rasio Return on Assets (ROA) yang dihitung berdasarkan laba bersih dibagi total aktiva. (Kasmir, 2008:299)

ROA =

29

Universitas Sumatera Utara

(45)

3.2.2.3 Solvabilitas

Tingkat Solvabilitas diukur dari total kewajiban dibagi dengan total Modal.

Rasio solvabilitas atau Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan seberapa besar kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya kepada kreditur. Rasio solvabilitas yang tinggi mencerminkan risiko yang tinggi pada kondisi financial perusahaan (Azhari, 2014:20). Cara penghitungan debt to equity ratio (DER):

DER = 3.2.2.4 Ukuran Perusahaan

Ukuran perusahaan adalah besar kecilnya suatu perusahaan yang diukur dengan menggunakan total aset. Pengukuran variabel ukuran perusahaan dengan menggunakan logaritma natural dari total asset perusahaan dan skala pengukuran yang menggunakan skala rasio. (Hartono, 2000:254).

SIZE = Ln [Total Asset]

3.2.2.5 Reputasi KAP

Menurut Yuliana dan Aloysia dalam Setiawan (2013:33) “Kantor Akuntan Publik di Indonesia dibagi menjadi Kantor Akuntan Publik the big four dan Kantor Akuntan Publik non the big four”. Pada penelitian ini pengukuran variabel menggunakan variabel dummy, dengan nilai 1 untuk perusahaan yang menggunakan auditor berafiliasi dengan KAP the big four dan 0 untuk perusahaan yang menggunakan auditor yang tidak berafiliasi dengan KAP the big four.

30

Universitas Sumatera Utara

(46)

3.2.3 Skala Pengukuran Variabel

Berikut adalah tabel dari definisi operasional dan skala pengukuran variabel dalam penelitian ini.

Tabel 3.1

Definisi Operasional dan Skala Pengukuran Variabel

Variabel Definisi Indikator Skala

Varabel jangka waktu yang Selisih tanggal penutupan Rasio Dependen dihitung dalam jumlah tahun buku sampai tanggal

Audit Delay (Y) sejak tanggal penutupan laporan keuangan auditan buku 31 Desember terbit

sampai dengan tanggal yang tercantum pada laporan auditor independen.

Variabel Opini yang diberikan 1 jika menerima opini wajar Nominal Independen oleh auditor independen tanpa pengecualian

Opini Audit atas laporan keuangan (unqualified opinion)

(X 1 ) perusahaan. 0 jika menerima opini selain opini wajar tanpa pengecualian

Profitabilitas kemampuan perusahaan ROA = Rasio

(X 2 ) dalam menghasilkan

keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu. Dalam penelitian ini, profitabilitas diukur dengan menggunakan rasio Return on Assets (ROA) yang dihitung berdasarkan laba bersih dibagi total aktiva.

Sovabilitas (X 3 ) Total kewajiban dibagi DER = Rasio

dengan total Modal.

Rasio solvabilitas atau Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan seberapa besar

31

Universitas Sumatera Utara

(47)

kemampuan perusahaan

dalam memenuhi

kewajibannya kepada kreditur.

Ukuran Besar kecilnya suatu Ln Total Asset Rasio

Perusahaan perusahaan yang diukur

(X 4 ) dengan menggunakan

total aset. Pengukuran

variabel ukuran

perusahaan dengan menggunakan logaritma natural dari total asset perusahaan

Reputasi KAP adalah KAP yang 1 untuk perusahaan yang Nominal (X 5 ) berafiliasi dengan menggunakan auditor yang

kelompok KAP berafiliasi dengan KAP The Internasioanl yang Big Four

digolongkan dalam Big 0 untuk perusahaan yang

Four. menggunakan auditor yang

tidak berafiliasi dengan KAP The Big Four 3.3 Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor property dan real estate yang terdapat di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2014-2017. Jumlah perusahaan sektor property dan real estate yang terdaftar selama periode penelitian sebanyak 64 perusahaan.

Sampel merupakan bagian dari populasi yang digunakan. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor property dan real astate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2017. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan suatu kriteria tertentu. Adapun kriteria yang dimaksud dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

32

Universitas Sumatera Utara

(48)

1. Perusahaan melaporkan laporan keuangan secara berturut-turut selama periode tersebut dan menyediakan data yang dibutuhkan dalam penelitian.

2. Perusahaan menerbitkan laporan keuangan dengan tanggal tutup buku 31 Desember dan telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik serta mencantumkan laporan yang dibuat oleh auditor independen.

3. Perusahaan mengeluarkan laporan keuangan yang menggunakan mata uang rupiah.

Perusahaan sektor property dan real estate yang terdaftar di bursa efek indonesia selama periode 2014-2017 adalah sebanyak 48 perusahaan. Berdasarkan kriteria yang dikemukakan diatas maka yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

Tabel 3.2

Proses Seleksi Sampel Berdasarkan Kriteria

Keterangan Jumlah

Total perusahaan sektor property, real estate, dan konstruksi bangunan yang terdaftar di bursa efek

48 indonesia periode 2014-2016 dengan sub sektor

property dan real estate

Perusahan yang tidak masuk dalam kriteria (8) Jumlah sampel yang memenuhi kriteria penelitian 40

Sumber : Hasil Olahan Peneliti (2018)

33

Universitas Sumatera Utara

(49)

Berdasarkan kriteria tersebut, perusahaan yang menjadi sampel penelitian terdiri dari 40 perusahaan dengan periode penelitian selama 4 tahun, sehingga total unit analisis sebanyak 160 amatan.

3.4 Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan mengambil dari laporan keuangan perusahaan yang telah diaudit oleh auditor independen dan dipublikasikan. Data diperoleh dengan cara mengakses website resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu www.idx.co.id.

3.5 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Peneliti melihat dari laporan tahunan yang dipublikasikan perusahaan, Data sekunder yang diunduh dari website resmi Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id) yaitu laporan keuangan tahunan yang memuat laporan auditor independen. Dalam hal ini setiap perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang sesuai kriteria pemilihan sampel yang dimuat dalam penelitian ini.

3.6 Teknik Analisis Data

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskrptif kuantitatif. Adapun jenis uji yang digunakan dalam teknik analisis statistik ini adalah statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda dan pengujian hipotesis.

34

Universitas Sumatera Utara

(50)

3.6.1 Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif berfungsi sebagai penganalisis data dengan menggambarkan sampel data yang telah dikumpulkan. Penelitian ini menjabarkan jumlah data, rata-rata, nilai minimum dan maksimum, dan standar deviasi.

3.6.2 Uji Asumsi Klasik

Uji pertama yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji asumsi klasik. Uji ini memiliki tujuan untuk mendapatkan nilai estimasi yang diperoleh memiliki nilai yang terbaik, linear, serta tidak bias. Maka data-data yang akan digunakan dalam regresi terlebih dahulu akan dilakukan uji asumsi klasik. Uji asumsi klasik uang digunakan adalah uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas, dan uji autokorelasi.

3.6.2.1 Uji Normalitas

Menurut Ghozali (2006 : 110) uji normalitas dimaksud untuk menghindari terjadinya bias, data yang digunakan sebaiknya berdistribusi normal. Uji normalitas juga melihat apakah model regresi yang digunakan sudah baik. Model regresi yang baik adalah yang memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Normalitas dapat diketahui dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal grafik atau melihat histogram dari nilai residunya.

Dasar dalam penentuan keputusan yaitu:

1. Jika data menyebar disekitar garis diagonal atau mengikuti arah garis diagonal atau garis histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

35

Universitas Sumatera Utara

(51)

2. Jika data menyebar jauh dari garis diagonal atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram menunjukkan tidak normalnya distribusi data, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. Peneliti juga menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov (K-S) dalam menguji normalitas data. Dasar pengambilan keputusan dalam uji K-S adalah dengan melihat angka probabilitas, dengan ketentuan:

Probabilitas > 0,05 : hipotesis diterima karena data berdistribusi secara normal.

Probabilitas < 0,05 : hipotesis ditolak karena data tidak berdistribusi normal. Selain itu, untuk mendeteksi variabel terdistribusi secara normal atau tidak dapat dilakukan pula dengan memperhatikam penyebaran data (titik) pada Normal P- Plot Regression Standardized Residual dari variabel dependen. Ketentuannya adalah : 1. Apabila data menyebar disekitar garis diagonal dan megkuti arah garis diagonal, maka model regresi tersebut dikatakan terdistribusi normal.

2. Apabila data menyebar jauh dari garis diagonal dan atau tidak mengikuti garis diagonal, maka model regresi tersebut dikatakan tidak normal.

Untuk mengatasi data yang tidak normal adalah dengan cara : melakukan transformasi data, menambah jumlah data, dan menghilangkan data yang dianggap penyebab tidak normalnya data.

36

Universitas Sumatera Utara

(52)

3.6.2.2 Uji Multikolinearitas

Menurut Ghozali (2006 : 91) uji multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik yaitu jika antar variabel independen tidak terdapat korelasi. Multikolinearitas adalah keadaan dimana timbul korelasi antara variabel independen dalam penelitian. Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas dalam model regresi dapat dilihat dari nilai tolerance value dan variance inflation factor (VIF). Kedua ukuran ini menunjukkan setiap variabel independen manakah yang dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Tolerance mengukur variabilitas variabel independen yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Jadi nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF yang tinggi. Nilai cuttof yang umum adalah:

1. Jika nilai tolerance > 10 persen dan nilai VIF < 10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi.

2. Jika nilai tolerance < 10 persen dan nilai VIF > 10, maka dapat disimpulkan bahwa ada multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi.

3.6.2.3 Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk mengetahui apakah didalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lainnya. Model regresi yang baik adalah yang homokedastisitas atau bebas dari

37

Universitas Sumatera Utara

Referensi

Dokumen terkait

Rahyono (2003) menyatakan intonasi sebuah bahasa memiliki keteraturan yang telah dihayati bersama oleh para penuturnya.Penutur sebuah bahasa tidak memiliki kebebasan yang

Hiperlakrimasi dikarenakan N.VII memegang peran otonom pada glandula lakrimalis sehingga apabila terganggu dapat menyebabkan hal ini terjadi, selain itu pada penderita

Disahkan dalam rapat Pleno PPS tanggal 26 Februari 2013 PANITIA PEMUNGUTAN SUARA. Nama

Tinggi Rendah Jumlah Perubahan Besar Kecil Konsensus T ujuan Dasar dan Tujuan - Tujuan Kebijak - sanaan Sumber - Sumber Komunikasi antar organisasi dan kegiattan - kegiatan

Data hasil pretest siswa kelas sampel pada Tabel1 menunjukkan hasil belajar siswa sebelum diberikan perlakuan, dimana nilai rata-rata pretest kelas eksperimen yaitu

Oleh karena itu bagi lembaga pendidikan yang mengembangkan pendidikan vokasi tidak perlu minder dan kemudian mengubah menjadi pendidikan akademik, karena akan

Selain dari beberapa karya di atas, Fazlur Rahman pernah menulis artikel yang berjudul “Iqbal in Modern Muslim Thoght” Rahman mencoba melakukan survei terhadap

Dengan mempertimbangkan pilihan-pilihan adaptasi yang dikembangkan PDAM dan pemangku kepentingan, IUWASH juga merekomendasikan untuk mempertimbangkan aksi-aksi adaptasi