• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

6

BAB III

PELAKSANAAN KERJA MAGANG

3.1. Kedudukan dan Koordinasi

Selama praktik kerja magang di GoPlay, penulis memiliki tugas yang fleksibel. Penulis tidak hanya menulis konten kreatif untuk live stream show, penulis juga menjadi asisten program live stream show dan menjadi penghubung dengan content creator dan pembuat film pendek GoPlay.

1. Kedudukan

Selama periode magang di GoPlay, penulis terlibat dalam perancangan kreatif 2 livestream show dan perancangan 2 program live stream show. Dua live stream show yang penulis maksud adalah: Mama Mama Milennial Show & GoPlay Indie Winners feat Ciao Bella. Perancangan dua program live stream show yang penulis maksud adalah: JAFF Show & UMKM Show.

Seperti yang sudah penulis jelaskan sebelumnya, bahwa penulis memiliki tugas yang fleksibel. Penulis diarahkan oleh pembimbing lapangan (Jombang Santani Khairen) untuk lebih pro-aktif dan lebih menyesuaikan dengan rekan kerja yang lainnya. Arahan ini merupakan solusi terbaik bagi penulis dan rekan kerja lainnya di GoPlay, mengingat masa kerja dilaksanakan saat pandemi Covid-19, di mana terjadi banyak perubahan dalam setiap perusahaan.

2. Koordinasi

Salah satu fokus divisi kreatif adalah penulisan konten live streaming show. Konsep dari konten kreatif yang telah penulis kerjakan, nantinya akan diterjemahkan lagi menjadi program brief dan rundown excel. Program brief dan rundown excel nantinya akan diterima oleh pembimbing lapangan (Jombang Khairen) dan produser live stream GoPlay (Dodi Prananda) agar kemudian menyesuaikan dengan keperluan teknis divisi lainnya (divisi produksi & divisi marketing). Bagan di bawah ini merupakan gambaran umum mengenai informasi alur koordinasi pekerjaan yang penulis lakukan di perusahaan magang.

(2)

7 Setelah mendapat brief dari pembimbing lapangan, penulis dan rekan kerja magang lainnya segera mengerjakan konsep dari konten kreatif. Program brief adalah dokumen yang merupakan turunan langsung dari konsep konten kreatif. Program brief ini menjabarkan detail dari konsep konten kreatif, namun detail yang dijabarkan ini dimaksudkan untuk dapat dimengerti oleh rekan kerja dari divisi lain (divisi produksi dan divisi marketing). Sedangkan untuk Rundown, merupakan turunan langsung dari program brief yang telah penulis jelaskan sebelumnya.

Pada tahap awal, penulis mendapatkan brief dari pembimbing lapangan (Jombang Santani Khairen) yang juga adalah creative development executive. Ketika sudah meeting untuk menyelaraskan pandangan terkait brief, penulis segera menerjemahkannya ke dalam penulisan (Ms. Word, Ms. Excel dan Google Slide). Konsep dari konten kreatif yang nantinya akan dijadikan panduan oleh rekan kerja lainnya, penulis jabarkan dalam Google Slide. Untuk pengerjaan program brief yang telah penulis sebutkan sebelumnya, penulis cukup mengerjakannya dalam format Ms. Word. Rundown untuk live streaming, penulis kerjakan dalam bentuk Ms. Excel. Hasil dari penulisan yang telah kerjakan akan dikonfirmasi kembali ke divisi-divisi lainnya.

3.2. Tugas yang Dilakukan

Berikut adalah rincian pekerjaan yang penulis lakukan selama magang.

Gambar 3.1. Bagan Alur Koordinasi

REVISI CORPORATE STRATEGY PRODUSER & MARKETING CREATIVE DEVELOPMENT PENULIS

(3)

8

Tabel 3.1. Detail Pekerjaan sebagai Penulis Kreatif Live stream show

No. Minggu Proyek Keterangan

1. 1 Live stream show Indie Winners – Ciao Bella

Membuat konten kreatif yang berangkat dari film-film pendek GoPlay yang berhasil meraih jumlah penonton terbanyak (Top 3 winners)

2. 2 MMM (Mama Mama

Milennial) live stream show

Membantu pembimbing mengurus konsep kreatif

3. 3 Live stream show Indie Winners – Ciao Bella

Membuat rundown / naskah / acuan untuk live steam show

4. 4 MMM (Mama Mama

Milennial) live stream show

Penerapan konsep kreatif ke dalam konten / naskah / acuan

5. 10 Jerome x GoPlay live stream show

Menciptakan konsep kreatif bersama pembimbing lapangan

6. 12 & 13 MMM (Mama Mama Milennial) live stream show

Penerapan konsep kreatif ke dalam konten / naskah / program brief

Tabel 3.2. Detail Pekerjaan sebagai Asisten Programmer Live stream show

No. Minggu Proyek Keterangan

1. 3 GoPlay x Jogja NETPAC

Film Festival

Membantu merancang dan riset untuk pitch deck

2. 4 Live stream show Indie Winners – Ciao Bella

Mengurus plakat untuk GoPlay Indie Winners

3. 5 GoPlay x Jogja NETPAC

Film Festival

Membantu merancang dan riset untuk pitch deck

4. 6 UMKM Live Show x

FFPJ (Forum Film

Membantu merancang dan riset untuk pitch deck

(4)

9 Pelajar Jogja)

5. 8 Kinosaurus Show & Indonesia Sinema Persada (ISP) Show

Membantu merancang dan riset untuk pitch deck & program

6. 9 MMM (Mama Mama

Milennial) live stream show

Mengurus desain dan produksi merchandise MMM

Tabel 3.3. Detail Pekerjaan sebagai penghubung filmmaker dan content creator

No. Minggu Proyek Keterangan

1. 2 GoPlay x Jogja NETPAC

Film Festival

Koordinasi dengan komunitas film di berbagai daerah

2. 5 GoPlay x Inez Kristianti Membahas kemungkinan kerja sama live stream

3. 7 Live stream show Indie Winners – Ciao Bella

Pendataan melalui Google Form untuk ‘Free Access Campaign’ bagi pembuat film pendek di GoPlay – Indie

4. 8 Live stream show Indie Winners – Ciao Bella

Merekap data filmmakers yang telah melakukan submisi di Google Form.

3.3. Uraian Pelaksanaan Kerja Magang

Penulis bersama rekan magang yang lainnya lebih sering melakukan pekerjaan di tahap pra-produksi live stream show. Sebelum dieksekusi oleh divisi produksi, divisi kreatif perlu merancang konsep konten kreatif yang dapat menjadi acuan bagi divisi-divisi lainnya. Hasil gagasan kreatif yang dirancang penulis dan rekan magang lainnya tentunya dibimbing oleh Jombang Santani Khairen (Creative Development Excecutive).

3.3.1. Penulis Kreatif Live

Birch (2009) menjelaskan bahwa penulis itu seperti atlit; seorang pesaing atau performer yang memiliki keahlian, karena penulis menghabiskan banyak waktu

(5)

10 untuk duduk hingga akhirnya tubuh melakukan protes. Sebagai penulis kreatif, penulis berusaha untuk menciptakan penulisan yang dapat diterjemahkan dengan mudah oleh berbagai divisi: produksi, marketing. Penulisan dilakukan dengan berlandaskan hasil brief yang telah diberikan oleh Creative Development Executive sebelumnya. Selama menjadi penulis kreatif, bersama dua rekan intern lainnya, penulis dibimbing oleh Creative Development Executive (Jombang Santani Khairen).

1. Proyek Live Stream Show Mama Mama Milenial (MMM)

Sebelum penulis menjelaskan detil proyek ini, MMM adalah serial orinal terbaru garapan GoPlay bersama dengan rumah produksi Starvision. Sebelum pandemi berlangsung, proyek ini sudah menyelesaikan tahap produksi sehingga Divsi Kreatif GoPlay pun segera menyiapkan agenda promosinya.

Pada proyek ini, penulisan yang dilakukan oleh penulis berawal dengan penulisan konsep kreatif. Penulisan konsep kreatif ini sangat minim dan hanya berbentuk poin-poin namun merupakan yang paling penting karena merupakan fondasi awal untuk penulisan-penulisan selanjutnya. Setelah melakukan meeting dan menyelaraskan gagasan dengan Creative Development Executive, penulis mulai menuliskan konsep kreatif tersebut di Google Slide.

(6)

11

Gambar 3.2. Deck awal MMM (Dokumentasi penulis)

Gambar di atas merupakan dokumen yang berisikan konsep dari konten kreatif MMM Live Show. Setelah berhasil membuat Google Slide yang berisikan konsep-konsep kreatif, dan setelah divisi lain (Corporate Strategy, Produksi & Marketing) sepakat dan merasa cocok, penulis mulai menerjemahkannya dokumen di atas menjadi dokumen-dokumen turunan lainnya; Google Docs (Program brief dan mini-script) dan Google Excel (Rundown).

(7)

12

Gambar 3.3. Program Brief MMM (Dokumentasi penulis)

(8)

13

Gambar 3.4. Program Brief MMM (2) (Dokumentasi penulis)

Melalui dua gambar di atas, penulis ingin menjelaskan bahwa program brief merupakan turunan pertama dari konsep kreatif awal (Google Slide). Program brief ini nantinya akan dianalisis dan kemudian disepakati oleh berbagai divisi lain sehingga nantinya akan menjadi turunan dokumen pra-produksi atau pra-event lainnya. Seperti pada gambar di atas, terlihat kolom berisikan informasi mengenai target audiens yang nantinya akan menjadi panduan bagi Divisi Marketing dalam mengerjakan dokumen-dokumen turunan lainnya. Jika divisi-divisi lain sudah sepakat dengan rancangan program brief yang dikerjakan oleh

(9)

14 penulis, maka penulis selanjutnya menerjemahkan program brief di atas ke dalam bentuk rundown (Ms. Excel) dan mini-script (Ms. Word).

Gambar 3.5. Rundown acara live stream MMM (Dokumentasi penulis)

Gambar 3.6. Mini-script live stream MMM (Dokumentasi penulis)

(10)

15 Dua gambar di atas merupakan dokumen-dokumen turunan dari program brief (Ms. Word) yang sebelumnya merupakan dokumen turunan dari konsep konten kreatif di awal (Google Slide). Rundown yang dikerjakan dalam bentuk Ms. Excel ini nantinya akan menjadi panduan bagi tim teknis dan produksi dalam menjalankan live stream show. Mini-script yang penulis buat nantinya akan menjadi panduan bagi host dan talent di saat produksi live stream berlangsung. Ketika mengerjakan mini-script di atas, supervisi penulis memberikan masukan dan feedback seperti keharusan untuk membuat penulisan yang tidak mendikte dan tidak kaku sehingga memungkinkan improvisasi dari pembaca mini-script ketika tampil di live stream. Dokumen-dokumen yang penulis jabarkan di atas merupakan alur pengerjaan untuk 1 episode. Sedangkan proyek live stream akan berlangsung selama 5 episode (setiap hari Sabtu dalam 5 minggu).

2. Indie Winners with Ciao Bella

Pada mulanya, live stream show hanya berjudul Indie Filmmakers Talkshow, namun karena kendala internal, Indie Filmmaker Talkshow bergabung dengan live stream GoPlay yang sudah berjalan dengan rutin sebelumnya, yakni: Ciao Bella. Sama seperti proyek sebelumnya, penulisan pertama kali dilakukan untuk menghasilkan konsep awal (Google Slide). Dalam perancangan konsep, penulis dibimbing oleh Creative Development Executive.

(11)

16

Gambar 3.7. Deck Awal Indie Winners (Dokumentasi penulis)

Gambar di atas merupakan Google Slide yang dibahas di paragraf sebelumnya. Google Slide ini nantinya akan menjadi panduan bagi divisi-divisi di GoPlay dalam mengerjakan dokumen pra-produksi ataupun pra-event. Google Slide ini penulis pakai sebagai panduan dalam mengerjakan rundown untuk hari produksi live stream show.

Gambar 3.8. Rundown Indie Winners (Dokumentasi penulis)

(12)

17

Gambar 3.9. Fun facts berujung diskusi di Rundown Indie Winners (Dokumentasi penulis)

Gambar di atas merupakan halaman pertama rundown untuk live stream show. Dalam pembuatan rundown ini, penulis membantu divisi kreatif dan divisi produksi dalam meriset film-film pemenang. Riset yang penulis lakukan antara lainnya dengan mencari fun facts soal film-film yang menang dan menyiapkan pertanyaan-pertanyaan unik sebagai pemantik diskusi yang dimoderatori oleh host tetap dari live stream Ciao Bella. Melalui pengerjaan funfacts di atas, penulis diberikan feedback oleh supervisi yakni keharusan penulis untuk tidak mengerjakan penulisan yang kaku. Penulis juga diimbau untuk menyiapkan banyak fun facts agar dapat menjadi cadangan pegangan untuk moderator live stream.

3. Jerome Polin (Content Creator)

Show ini merupakan live stream yang diisi oleh content creator bernama Jerome Polin. Jerome Polin konsisten dalam menghasilkan konten pelajaran matematika yang dibalutkan dengan pembahasan yang unik dan lucu. Sama seperti proyek sebelumnya, penulisan pertama kali dilakukan untuk menghasilkan konsep awal (Google Slide). Dalam perancangan konsep, penulis dibimbing oleh Creative Development Executive. Selama masa magang, penulis hanya melakukan penulisan konsep awal (Google Slide) karena live show ini rencananya akan dibarengi dengan pelaksanaan UTBK dan akan ditayangkan saat menjelang waktu

(13)

18 buka puasa, di mana penulis sudah tidak lagi menjalankan praktik kerja magang di jangka waktu tersebut.

Gambar 3.10. Konsep dari Konten Kreatif - Jerome Polin Show (Dokumentasi penulis)

Gambar 3.11. Detil dari Deck Jerome Polin Show (Dokumentasi penulis)

Gambar-gambar di atas merupakan konsep dari konten kreatif untuk Jerome Polin Show. Penulis menciptakan konsep kreatif yang memungkinkan

(14)

19 penonton live stream show untuk menghukum content creator (Jerome Polin). Semakin banyak virtual gift berbayar yang diberikan oleh penonton live stream, maka waktu yang dimiliki content creator dalam mengerjakan soal matematika akan dikurangi. Berikut gambar yang merupakan hasil turunan dari divisi marketing melalui konsep kreatif yang penulis telah buat sebelumnya:

Gambar 3.12. Poster dari Marketing – Jerome Polin Show (Sumber: Instagram @goplayindonesia)

3.3.2. Asisten Programer

Sebagai asisten programer, penulis berusaha untuk memberikan solusi untuk berbagai kendala ketika sedang merancang deck dan dokumen-dokumen program. Bersama dengan Corporate Strategy, Divisi Produksi, dan Divisi Kreatif, penulis ikut serta merancang dokumen, terlebih karena penulis memiliki sudut pandang yang tidak divisi lain miliki, yakni sebagai pembuat film pendek dan sebagai mahasiswa film. Sudut pandang pembuat film dan mahasiswa film diperlukan

(15)

20 karena GoPlay akan berhadapan dengan content creator dan pekerja film untuk membahas kemungkinan kerja sama di kemudian hari.

1. JAFF (Jogja NETPAC Film Festival) Show

Ahn (2012) menjelaskan bahwa selama dua dekade ke belakang, jumlah festival film meningkat drastis dan menjadi fenomena global. Ahn kembali menjelaskan bahwa perkembangan festival film di luar wilayah Barat patut dipertimbangkan karena menawarkan konteks lain dari festival prestisius yang sudah lama ada di Barat (Cannes, Berlin, Venice). Walaupun perkembangan festival film di luar Barat terlihat pesat, bentuk festival film itu sendiri merupakan ciptaan Barat. JAFF adalah festival film internasional yang ada di Yogyakarta. Kata ‘NETPAC’ itu sendiri berarti Network for the Promotion of Asian Cinema.

Pada proyek ini, penulis membantu divisi Corporate Strategy, Divisi Produksi, dan Divisi Kreatif dalam merancang pitch deck dan dokumen-dokumen rencana program yang berisikan kemungkinan kerja sama di kemudian hari. Show ini merupakan inisiasi dari GoPlay untuk JAFF. GoPlay mengajak JAFF untuk menciptakan livestream show tersendiri, sehingga harapannya, dalam jangka waktu panjang nanti, JAFF Show dapat mandiri dan mendapatkan penghasilan secara mandiri melalui Show ini. Live stream show bisa menjadi salah satu alternatif bagi JAFF dalam melakukan showcase karya.

Sebelum meeting online untuk merancang program bersama divisi GoPlay lainnya, penulis melakukan riset terkait JAFF sebagai festival film internasional di Indonesia. Dokumen-dokumen ini nantinya akan dipresentasikan ketika meeting dengan pihak JAFF untuk membahas kemungkinan-kemungkinan kerja sama di kemudian hari.

(16)

21

Gambar 3.13. Deck with JAFF (Dokumentasi penulis)

Melalui gambar di atas, terdapat halaman-halaman yang berisikan profile JAFF dan kemungkinan kerja sama dengan GoPlay di kemudian hari. Penulis yang sudah meriset tentang JAFF membantu programmer JAFF Show (Yuniana Rizky R.) dalam menjabarkan profile JAFF sebelum dan sesudah pandemi sehingga harapannya JAFF dapat mengetahui potensi dan kemungkinan kerja sama dengan GoPlay di kemudian hari.

Gambar 3.14. JAFF Sebelum Pandemi (Dokumentasi penulis)

(17)

22

Gambar 3.15. JAFF Ketika Pandemi (Dokumentasi penulis)

Gambar 3.16. Detil Dokumen JAFF (Dokumentasi penulis)

(18)

23 Dari gambar di atas, terlihat bahwa deck ini merupakan penjabaran detil mengenai JAFF Show. Tulisan yang diberikan highlight berwarna kuning merupakan sesuatu yang perlu dikonfirmasi oleh pihak JAFF (setuju, tidak setuju, atau yang lainnya). Dalam perancangan deck dengan bentuk Google Docs ini, penulis ikut serta memberikan gambaran jumlah harga tiket dan jumlah film yang diputar saat festival JAFF berlangsung di tahun-tahun sebelumnya. Penggambaran yang penulis berikan nantinya akan menjadi pertimbangan bagi divisi Corporate Strategy dalam menentukan revenue stream dan persoalan keuangan lainnya. Jumlah uang 3.000 per film ini merupakan hasil riset dari penulis. Sebelum Corporate Strategy memutuskan harga pasti dalam deck JAFF, penulis perlu melakukan riset terkait harga-harga tiket nonton JAFF di acara sebelumnya. Selama melakukan riset, supervisi memberikan feedback terkait proses riset, yakni penulis diminta untuk tidak terlalu mendetil terkait angka dan jumlah karena pada akhirnya hasil riset akan dipakai untuk mencari kemungkinan bentuk kerja sama; sehingga lebih menekankan pada permukaan dan gambaran awal terlebih dahulu dan masih akan dipakai dalam meeting-meeting awal.

2. Indie Winners and Ciao Bella

Dalam proyek ini, penulis mengurus produksi plakat untuk GoPlay Indie Winners. Penulis perlu melakukan riset terkait plakat yang biasanya diberikan dalam kompetisi film pendek. Ketika hasil riset sudah didapatkan, penulis perlu berkoordinasi dengan Tim Marketing dan Tim Desain GoPlay untuk menghasilkan sketsa plakat.

(19)

24

Gambar 3.17. Deck untuk Desain Plakat (Dokumentasi penulis)

Pada gambar di atas, terlihat satu halaman yang berisikan informasi dari hasil riset penulis terkait plakat. Penulis menjabarkan hasil riset tersebut dalam bentuk Google Slide untuk kemudian diserahkan kepada Tim Marketing dan Tim Desain. Jika pihak marketing dan programmer sudah menyetuji, maka Tim Desain akan mengeksekusi final artwork-nya berdasarkan informasi yang telah penulis cantumkan dalam deck di atas.

(20)

25

Gambar 3.18. Hasil desain (Dokumentasi penulis)

Gambar di atas merupakan sebagian dari final artwork oleh Tim Desain GoPlay yang telah mengacu kepada deck yang sudah penulis bahas sebelumnya. Ketika final artwork sudah penulis dapatkan, maka selanjutnya penulis perlu berkoordinasi dengan divisi produksi untuk pembuatan plakat (pre-order) dan penulis juga perlu melakukan koordinasi kepada produser live stream agar working file dari final artwork dapat menjadi acuan untuk bumper ataupun bentuk visual lainnya dalam produksi live stream show.

(21)

26 3. UMKM Show and FFPJ (Forum Film Pelajar Jogja) Show

UMKM Show merupakan live stream show yang berisikan konten-konten kuliner dari UMKM yang tersebar di wilayah Jogja. Pada proyek ini, penulis membantu Divisi Corporate Strategy, Divisi Produksi dan Divisi Kreatif dalam merancang pitch deck dan dokumen-dokumen lainnya yang berisikan kemungkinan kerja sama dengan UMKM Jogja & FFPJ di kemudian hari. Penulis yang merupakan mahasiswa film, ikut memberikan perspektifnya terhadap perancangan dokumen, terlebih karena live show ini mengikutsertakan FFPJ (Forum Film Pelajar Jogja) sebagai inisiator pertama UMKM Show (Pelajar film Jogja akan membuat konten live stream untuk mempromosikan produk UMKM dan hasil dari live stream akan berkompetisi untuk mendapatkan hadiah).

Gambar 3.19. Deck UMKM Show (Dokumentasi penulis)

(22)

27 Melalui gambar di atas, dalam perancangan dokumen, penulis memberikan usul agar kompetisi audio-visual dalam bentuk live stream, nantinya akan mempertimbangkan konsep pra-produksi sehingga tidak hanya sebatas performance tanpa pre-performance. Usul tersebut berangkat dari karakter pelajar film yang selama masa studinya terbiasa disuguhkan dengan perancangan konsep awal atau pra-produksi audio-visual. Berikut adalah detil gambarnya:

Gambar 3.20. Detil Deck UMKM Show (Dokumentasi penulis)

Selama proses pembentukan dokumen di atas, usulan penulis juga mendapatkan kritik dari supervisi dan juga dari divisi Corporate Strategy. Usulan penulis terkait lebih melibatan bobot pada pra-produksi dalam memproduksi live stream, sebagai bentuk penyesuaian karakter pelajar film, dinilai kurang sesuai dengan keinginan program dalam memberikan dampak positif jangka panjang kepada UMKM.

(23)

28 4. MMM (Mama Mama Milennial) Show

MMM Show adalah sebuah bentuk promosi kepada publik terkait rilisnya serial film MMM. Promosi ini akan dijalankan dalam bentuk live stream yang interaktif. Dalam proyek ini, penulis membantu programmer dalam mempersiapkan merchandise original MMM. Merchandise ini nantinya akan menjadi hadiah untuk penonton live stream yang paling banyak memberikan virtual gift (3 pemberi terbanyak). Sama seperti pengurusan plakat di bagian sebelumnya, ketika penulis mengurus merchandise MMM, penulis perlu mendapatkan persetujuan dari marketing dan programmer. mengeksekusi final artwork.

Gambar 3.21. Deck untuk Desain Merchandise MMM (Dokumentasi penulis)

Gambar 3.22. Detil Deck untuk Desain MMM (Dokumentasi penulis)

(24)

29 Gambar-gambar di atas merupakan deck dalam bentuk Google Slide yang telah penulis buat untuk kemudian disetujui oleh tim marketing dan programmer. Ketika sudah disetujui, penulis bisa berkoordinasi dengan tim desain untuk mengeksekusi final artwork dan memberikan hasil final artwork ke tim produksi agar kemudian bisa dicarikan vendor yang cocok.

Gambar 3.23. Final Artwork untuk MMM (Dokumentasi penulis)

3.3.3. Penghubung Content Creator dan Pekerja Film

Sebagai penghubung content creator dan pekerja film, penulis perlu menjembatani kedua belah pihak (pihak GoPlay dan pihak pekerja film / content creator) dalam berkomunikasi. Menjadi penghubung tidak membuahkan pekerjaan yang banyak karena selebihnya hanya berupa meeting online antara kedua belah pihak. Penulis sesekali mencatat apa yang kedua belah pihak diskusikan dan melaporkan catatan-catatan penting kepada pembimbing sebagai sebagai informasi baru atau pun hanya sebagai reminder.

(25)

30 1. JAFF (Jogja NETPAC Film Festival) Show

Penulis bersama divisi-divisi lain GoPlay mengadakan meeting online bersama pihak JAFF selama tiga kali. GoPlay mempresentasikan deck dan dokumen-dokumen program lainnya kepada pihak JAFF. Penulis berupaya untuk mencatat hasil diskusi dan terkadang penulis ikut serta berdiskusi karena beberapa kali terjadi penyebutan istilah dalam perfilman yang awam bagi pihak GoPlay.

Gambar 3.24. Koordinasi melalui WhatsApp (Dokumentasi penulis)

(26)

31 2. Inez Kristianti Show

Inez Kristianti merupakan seorang psikolog yang juga adalah seorang content creator. Inez konsisten memproduksi konten-konten tentang edukasi seksual. Penulis bersama divisi-divisi lain GoPlay mengadakan meeting online bersama Inez Kristianti selama dua kali. GoPlay mempresentasikan deck dan dokumen-dokumen program lainnya kepada Inez Kristianti. Penulis berupaya untuk mencatat poin-poin penting ketika berdiskusi dan penulis juga ikut serta dalam berdiskusi untuk memberikan perspektif anak muda.

Gambar 3.25. Diskusi secara daring (Dokumentasi penulis)

3. GoPlay Indie Winners

GoPlay Indie Winners merupakan live stream show yang berangkat dari performa pemutaran film-film pendek di GoPlay. GoPlay memberikan hadiah bagi 3 film yang mendapatkan penonton terbanyak. Dalam mendukung promosi film-film pendek, GoPlay memberikan kode 100 kode unik kepada setiap film. Kode unik yang telah diinput ke dalam profil GoPlay akan memberikan akses nonton GoPlay gratis selama 1 hari.

(27)

32

Gambar 3.26. Data-data Filmmakers (Dokumentasi penulis)

Gambar 3.27. Kode Unik untuk salah satu filmmakers (Dokumentasi penulis)

(28)

33 Melalui gambar-gambar di atas, penulis telah mengumpulkan data-data pembuat film pendek yang telah melakukan submisi Google Form. Sebelum mendapatkan data-data filmmaker, penulis membuat Google Form sebagai bentuk pendaftaran bagi filmmaker dalam mendapatkan 100 kode unik sebagai alat bantu promosi masing-masing film. Setelah pendataan selesai, maka selanjutnya penulis segera menghubungi setiap filmmaker yang telah mendaftarkan filmnya melalui Google Form.

3.3.4. Kendala yang Ditemukan

Beberapa kendala yang penulis temukan selama magang di GoPlay adalah: 1. Pandemi COVID-19

Penulis merasa kesulitan ketika berkoordinasi dengan rekan kerja lainnya karena Work From Home. Seringnya meeting online dan koordinasi melalui hand phone diperlukan untuk menghadapi pandemi COVID-19. Terlebih jaringan internet di wilayah tempat penulis melakukan work from home sering tidak stabil. Begitu pula dengan jaringan internet milik rekan kerja atau client di berbagai wilayah. 2. Perubahan arahan

Penulis mengalami bermacam perubahan brief. Hal ini dikarenakan berbagai perusahaan di Indonesia yang sedang mencari formula atau strategi baru dalam menghadapi pandemi COVID-19. Salah satu perubahan besar yang terjadi di GoPlay yakni, tidak adanya produksi film series, dikarenakan kondisi pandemi yang menyulitkan untuk mengadakan produksi film dalam skala besar.

(29)

34 3.3.5. Solusi Atas Kendala yang Ditemukan

Karena adanya pandemi COVID-19, penulis mulai menyiapkan uang lebih untuk mendapatkan kuota internet lebih dan terkadang penulis juga pergi ke tempat lain yang mempunyai jaringan internet lebih baik. Terkadang, penulis juga meminta bantuan dari rekan kerja magang yang lain agar saling support apabila masing-masing dari rekan kerja magang mendapati kendala. Pihak kampus pun juga telah membantu para mahasiswanya dengan membagikan kuota internet secara gratis.

Gambar

Gambar 3.1. Bagan Alur Koordinasi
Tabel 3.2. Detail Pekerjaan sebagai Asisten Programmer Live stream show
Tabel 3.3. Detail Pekerjaan sebagai penghubung filmmaker dan content creator
Gambar  di  atas  merupakan  dokumen  yang  berisikan  konsep  dari  konten  kreatif MMM Live Show
+7

Referensi

Dokumen terkait

Gambar 3.12 (b) adalah tampilan jika user belum melengkapi data akun Untuk kasus ini, setelah user memilih fitur LINIBILLS dan memilih satu fitur, aplikasi akan cek jika

Selama melakukan proses kerja magang, penulis melaksanakan kampanye marketing yang didasari konsep RACE Model dan berhasil meningkatkan kesadaran target audiens

Setiap tokoh pada cerita “Kura-kura dan Kelinci yang Sombong” memiliki sifat yang berbeda-beda. Sifat yang dimiliki setiap tokoh nantinya akan disesuaikan dengan

diletakkan sesuai dengan komposisi yang telah diperhitungkan, maka terlihatlah bentuk yang menyerupai “monitor dengan element ceklist dan topi toga”

Cup yang terdapat logo Allsizee Daily Café selain digunakan sebagai wadah minuman, juga dapat di gunakan sebagai media promosi, karena konsumen cenderung memfoto

Pada BAB III berisi studi pengadaan pasar tradisional, BAB IV berisikan tema dan pemrogram dan BAB V menjelaskan mengenai Konsep Perancangan dari Pasar Tradisional

Sedangkan disini dalam perancangan Iklan Layanan Masyarakat yang akan dibuat kami mengambil sudut pandang dan karakter si pelaku pedofil, bukan untuk mendukung perilaku

Modeling adalah proses pengembangan suatu objek dari dua dimensi menjadi tiga dimensi secara digital (baik benda mati atau hidup) menggunakan perangkat lunak